STUDI KAWASAN ISLAM (TIMUR TENGAH, ASIA
TENGGARA, DAN INDONESIA)
Makalah
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pengantar Studi Islam
Dosen Pengampu :
Abdullah, S.Sos.I., M.Pd.I
Disusun Oleh Kelompok 12:
Nama NIM
Arini Mawaddati : 04010322004
Amelia Ismah Silawarti : 04020322035
PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM
FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI
UIN SUNAN AMPEL SURABAYA
2022
Kata Pengantar
Puji syukur penulis panjatkan kepada ke hadirat Allah SWT atas rahmat dan
karunia-Nya. Berkat Ridha-Nya Penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini
yang berjudul Studi Kawasan Islam (Timur Tengah, Asia Tenggara, dan Indonesia)
dapat terselesaikan dengan baik. Shalawat serta salam tak lupa penulis ucapkan kepada
junjungan Nabi Muhammad SAW yang telah memperjuangkan umat manusia ke jalan
yang benar dan menjadi pelajaran bagi kita semua.
Penulis menyampaikan terimakasih sedalam dalamnya kepada setiap pihak yang
telah memberikan arahan, bimbingan, dukungan, serta saran saran sehingga makalah ini
dapat terselesaikan dengan baik tanpa halangan suatu apapun.
Penulis sebagi penyusun makalah ini merasa masih banyak kekurangan dalam
peyusunan makalah ini karena keterbatasan pengetahuan serta pengalaman kami. Untuk
itu kami mengharapkan akan saran dan kritik yang dari para pembaca untuk
kesempurnaan makalah ini.
Surabaya, 14 September 2022
Penyusun
2
DAFTAR ISI
Kata Pengantar ..........................................................................................................................2
DAFTAR ISI...............................................................................................................................3
BAB I...........................................................................................................................................4
PENDAHULUAN.......................................................................................................................4
A. Latar Belakang ....................................................................................................................4
B. Rumusan Masalah................................................................................................................4
C. Tujuan..................................................................................................................................4
BAB II .........................................................................................................................................5
PEMBAHASAN .........................................................................................................................5
A. Pengertian Studi Kawasan Islam ...........................................Error! Bookmark not defined.
B. Sejarah Studi Kawasan Islam...............................................................................................5
C. Studi Kawasan Islam di Timur Tengah................................................................................6
D. Studi Kawasan Islam di Asia Tenggara ...............................................................................8
D. Studi Kawasan Islam di Indonesia........................................................................... 5
BAB III......................................................................................................................................12
PENUTUP.................................................................................................................................12
A. Kesimpulan .......................................................................................................................12
B. Saran..................................................................................................................................12
DAFTAR PUSTAKA ...............................................................................................................13
3
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Studi kawasan islam merupakan sebuah kajian yang menjelaskan mengenai
situasi yang terjadi di berbagai area kawasan islam di dunia serta ruang lingkup di
dalamnya. Perkembangan, pertumbuhan serta ciri-ciri karakteristik sosial budaya di
dalamnya. Studi kawasan islam ini sering dikaji di berbagai negara, seperti kawasan-
kawasan di Timur Tengah, Asia Tenggara, dan lain-lain.
B. Rumusan Masalah
1. Pengertian Studi Kawasan Islam?
2. Sejarah studi kawasan Islam?
3. Bagaimana studi kawasan Islam di timur tengah?
4. Bagaimana studi kawasan Islam di Asia tenggara?
5. Bagaimana studi kawasan Islam di Indonesia?
C. Tujuan
1. Untuk Mempelajari dan memahami apa pengertian dari studi kawasan islam.
2. Mengetahui dan mempelajari sejarah studi kawasan Islam.
3. Mempelajari studi kawasan Islam di daerah Timur Tengah.
4. Mempelajari studi kawasan Islam di daerah Asia Tenggara.
5. Mempelajari studi kawasan Islam di daerah Indonesia.
4
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Studi Kawasan Islam
Studi kawasan islam (islamic studies) adalah studi tentang berbagai kawasan
didunia islam yang didalamnya mencangkup pertumbuhan dan perkembangan institusi
islam, sejarah politik islam, kebudayaan, perkembangan pemikiran islam, dan ciri-ciri
khusus seperti sosiologis, etnolinguistik, geografis, teologis, dll. Dari berbagai kawasan
islam yang membedakan dengan kawasan islam lainnya1.
Studi kawasan islam di asumsikan memiliki ciri-ciri khusus yang membedakan
dari kawasan satu dengan kawasan lainnya. Ciri-ciri tersebut ditentukan dan
dipengaruhi oleh bermacam-macam faktor diantaranya geografis, demografis,
sosiologis, etnolinguistik, historis, budaya, bahasa, politik, dan komitmen terhadap
perkembangan kawasan. Faktor-faktor tersebut merupakan kekuatan integratif dalam
upaya pembentukan warna atau karakter secara menyeluruh. Karenanya seluruh faktor
tersebut dapat dipandang sebagai faktor yang saling menjelaskan secara utuh terhadap
realitas sebuah kawasan islam2.
Dapat disimpulkan bahwa studi kawasan islam adalah sebuah kajian yang
menjelaskan situasi saat ini yang materi kajiannya mengenai kawasan dunia islam.
Mulai dari pertumbuhan, perkembangan, serta ciri-ciri karakteristik sosial budaya yag
ada di dalamnya.
B. Sejarah Studi Kawasan Islam
Dalam sejarahnya, persoalan mengenai hubungan antar batas-batas wilayah
sebuah negara sudah sekian lama menjadi perhatian para ahli kenegaraan sejak jaman
Yunani sekitar tahun 450-an SM. Sejarahwan Yunani yakni Ptolemy, Thucydidas,
Hecataeus, dan Herodotus cukup intens dengan kajian-kajian wilayah yang ia kenal,
baik melalui cerita orang maupun dari hasil pengamatan terhadap wilayah-wilayah yang
1 Achmad, Asep. (2014). Studi Kawasan Muslim Minoritas Asia Tenggara. PUSTAKA
RAHMAT. Hlm 1.
2 Ibid. Hlm. 2
5
ia kunjungi. Mereka selain seorang sejarawan juga seorang pengelana. 1.300 tahun
kemudian, kaum Muslimin memiliki kemampuan yang luar biasa dalam
mengembangkan studi kawasan ini dengan berbagai corak dan ragam yang lebih
berkembang lagi. Karya-karya mereka telah melampaui sejarawan Yunani,dimana
pembahasannya bukan lagi mengenai realita sejarah, tetapi lebih maju lagi yakni
bagaimana cara-cara menanganinya.
Munculnya berbagai karya sejarah dengan tema-tema kajian wilayah dimulai
dari awal penciptaan sampai mulai dihuni umat manusia, merupakan kajian-kajian yang
sangat populer dan hampir bisa ditemukan dalam karya-karya sejarah klasik Islam.
Walaupun kajian geografi sebagai disiplin ilmu agak berbeda dengan sejarah, namun
dikalangan sejarawan muslim hal ini tidak bisa dipisahkan begitu saja, karena objek
pembahasan antara keduanya saling melengkapi. Karena kajian sejarah, sangat
membutuhkan kajian tentang ruang dan waktu sebagai aktivitas pelakunya. Oleh karena
itu, karya-karya tentang geografi dan sejarah telah menjadi bagian penting dan tidak
terpisahkan dari perkembangan historiografi Islam secara umum.
Banyak sekali berbagai studi yang telah dilakukan oleh para sarjana muslim
klasik dan pertengahan dan melihat berbagai kawasan dan kantong-kantong kaum
muslimin di berbagai wilayahnya. Perhatian mereka terhadap potensi-potensi wilayah,
baik desa, kota maupun berbagai kegiatan kependudukannya, jelas membuktikan bahwa
studi kawasan-kawasan Islam sepanjang sejarahnya selalu menarik.
C. Studi Kawasan Islam di Timur Tengah
Studi Islam terhadap kawasan Timur Tengah, sangat penting dipahami dan
dikaji mengingat di kawasan inilah Islam pertama kali muncul, yaitu di Kota Makkah
dan Madinah yang sering juga disebut Haramayn (dua haram). Dengan datang dan
perginya jamaah haji setiap tahun, Makkah dan Madinah menjadi tempat pertemuan
terbesar kaum muslim dari berbagai penjuru dunia. Kemudian perkembangan pengaruh
Islam yang pesat dan memiliki pengaruh yang sangat luas pada masa itu, juga terjadi di
negeri-negeri lainnya di kawasan Timur Tengah, seperti Syiria, Iraq, Bahrain, Yaman,
Hadramawt, maupun Palestina.
6
Masyarakat Islam berada diatas peradaban Timur Tengah kuno, yang telah jaya
sebelumnya. Masyarakat Islam berkembang dalam sebuah lingkungan, sejak awal
sejarah umat manusia telah menampilkan dua aspek, yaitu asal-usul dan struktur sejarah
yang telah berlangsung.Dari golongan keturunan keluarga, kekerabatan, komunitas ini
terus berlanjut seperti semula walaupun telah terjadi kesejahteraan.
Kehidupan ini berlangsung dengan didasarkan pada komunitas petani dan
perkotaan.Perjalanan panjang Islam di Timur Tengah berlangsung sekitar 622 sampai
1002 M, yang berlangsung dalam 3 fase :
a. Fase Pertama adalah penciptaan komunitas baru yang bercorak Islam di Arabia
sebagai hasil perubahan wilayah (pemikiran) dengan sebuah masyarakat
kekerabatan yang telah berkembang sebelumnya menjadi tipe suatu kepercayaan
Timur Tengah.
b. Fase kedua adalah fase penaklukan Timur Tengah oleh masyarakat Arab Muslim
yang baru terbentuk, dan mendorong kelahiran sebuah imperium dan
kebudayaan Islam.
c. Fase ketiga adalah fase kesultanan, pada fase pola dasar dan kelembagaandari
masa khalifah berubah menjadi pola-pola negara dan aturan Islam3.
Dalam fase pertama, dapat difahami bahwa fase tersebut merupakan fase
kelahiran Islam pertama dalam masyarakat ke-sukuan. Pada fase ke-dua adalah
memandang Islam sebagaimana ia menjadi agama dari sebuah negara kerjaan dan
kalangan elit perkotaan. Sedangkan fase ke-tiga, nilai-nilai Islam ternyata telah
mengubah mayoritas masyarakat Timur Tengah.Penyatuan beberapa wilayah seperti
bagian Sasania dan Bizantium di Timur Tengah menjadi sebuah pemerintahan, beberapa
halangan politis dan strategis perdagangan menjadi hilang, dan sebuah fondasi utama
untuk kebangkitan perdagangan telah terhampar.
Selanjutnya sungai Eufrat yang membatasi antara Persia dan wilayah Bizntium
telah musnah dan Transxonia untuk pertamakalinya dalam sejarah disatukan dalam
imperium Timut Tengah. Dunia perdagangan semakin maju mengilhami ekspansi Arab
3 Ajid, Thohir.(2009), Studi Kawasan Dunia Islam. RAJAGRAFINDO PRESS, hlm.23
7
ke Asia Tengah dan India, da pengembangan kota-kota di Syiria utara, Iran, Iraq, Basra
dan belakangan Baghdad menjadi pusat perdagangan dunia.
D. Studi Kawasan Islam di Asia Tenggara
Istilah Asia Tenggara yang dimaksud dalam tulisan-tulisan de Graaf, Roff. dan
benda adalah wilayah-wilayah Islam di Indonesia, Malaysia (Semenanjung dan
Kalimantan Utara), patani (Thailand), dan mindanau (Filipina Selatan). Adapun
mengenai kedatangan Islam ke Asia Tenggara terdapat tiga pendapat.
Pertama, pendapat yang menyatakan bahwa Islam datang ke Asia tenggara
langsung dari Arab, atau tepatnya Hadramaut. Crawfurd menyatakan bahwa Islam yang
datang ke Asia Tenggara berasal dari Arab. Keyzer berpendapat bahwa Islam yang
datang ke Asia tenggara berasal dari Mesir yang bermazhab Syafi'i Sedangkan Nieman
dan de Hollander bependapat bahwa Islam yang datang ke Asia Tenggaara berasal dari
Hadramaut karena keamaan mazhab yang di anut, yaitu mazhab Syafi,i. Di samping itu,
Veth berpendapat bahwa Islam dibawa oleh "orang-orang Arab" tanpa menyebut daerah
asalnya. Pendapat yang sama juga dikemukakan oleh Hamka yang menyatakan bahwa
Islam datang ke Indonesia langsung dari Arab, bukan melalui India, dan bukan abad ke-
11, tapi abad ke-7. Kedua,pendapat yang mengatakan bahwa Islam yang datang ke Asia
Tenggara berasal dari India. Pendapat ini pertama kali dikemukakan oleh Pijnapel pada
tahun 1872.
Berdasarkan hasil penelaahannya, ia berkesimpulan bahwa yang membawa Islam
ke Asia Tenggara adalah orang-orang yang bermazhab Syafi'i dari Gujarat dan Malabar
di India. Pendapat ini dikembangkan oleh Snouck Hurgronye. la menyatakan bahwa
bahwa para pedagang kota pelabuhan Dakka di India Selatan adalah pembawa Islam ke
Asia teggara (Sumatera). Pendapat ini kemudian dikembangkan oleh Morrison pada
tahun 1951 dengan menunjuk tempat yang pasti di India, yaitu pantai Koromandel
sebagai pelabuhan tempat bertolaknya pedagang Muslim dalam pelayaran mereka
menuju Nusantara.
Ketiga, pendapat yang mengatakan bahwa Islam yang datang ke Asia Tengggara
berasal dari Benggali (kini Bangladesh). Sambil mengutip pendapat Tome Pires, Azra
8
mengungkapkan bahwa kebanyakan orang terkemuka di Pasai adalah orang-orang
Benggali dan keturunannya. Pendapat ini di kemukakan oleh Fatimi. Namun, pendapat
ini di bantah oleh Drewes yang mengatakan bahwa pendapat Fatimi hanya perkiraan
belaka, karena mazhab yang dianut di Benggala adalah mazhab Hanafi, bukan mazhab
Syafi'i, seperti yang dianut oleh Muslim di Nusantara. Akhirnya, Azyumardi Azra
menjelaskan bahwa pendapat tersebut masih bersifat tentatif, belum final, sehingga
masih terbuka kesempatan munculnya penafsiran baru berdasarkan penelitian atas
sumber-sumber sejarah yang ada. Islam didakwahkan di Asia Tenggara melalui tiga
cara:
a. melalui dakwah para pedagang Muslim dalam jalur perdagangan yang damai.
b. melalui dakwah para da'i dan orang-orang suci yang datang dari India atau arab
yang sengaja ingin mengislamkan orang-orang kafir.
c. melalui kekuasaan atau peperangan dengan Negara-negara penyembah berhala.4
E. Studi Kawasan Islam di Indonesia
Masuknya Islam ke Indonesia agak unik bila dibandingkan dengan masuknya
Islam ke daerah-daerah lain. Keunikannya terlihat kepada proses masuknya Islam
Indonesia yang relatif berbeda dengan daerah lain. Islam masuk ke Indonesia secara
damai dibawa oleh para pedagang dan mubaligh. Sedangkan Islam yang masuk ke
negara lain pada umumnya banyak lewat penaklukan, seperti masuknya Islam ke Irak,
Iran, Mesir, Afrika Utara sampai ke Andalusia5
Islam masuk ke Indonesia akibat adanya perdagangan di pelayaran internasional.
Pada saat itu, jalur perdagangan internasional Timur Tengah – India – Malaka – Cina
merupakan satu-satunya jalur perdagangan Asia yang sangat ramai. Bersamaan dengan
4 Drs. Atang Abd. Hakim, MA dan Dr. Jaih Mubarok. Metodologi Studi Islam.
Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 2011 him: 167-168
5 Haidar Putra Daulay, Sejarah Pertumbuhan dan Pembaruan Pendidikan Islam di
Indonesia, (Jakarta: Kencana, 2007), hlm. 11.
9
kesibukan perdagangan antar bangsa melewati Indonesia itulah islam mulai masuk ke
Indonesia6
Setidaknya ada tiga versi yang sering menjadi rujukan utama penulisan tentang
perkembangan Islam di Indonesia. Versi pertama, bahwa islam dibawa ke Indonesia
oleh para pedagang dari Persia sekitar abad ke-13 M. Wialayah Samudra Pasai diyakini
sebagai tempat pijakan pertama. Versi kedua, Islam datang ke Indonesia pada abad ke-
12 atau permulaan abad ke-13 M. Pada masa ini Islam dibawa oleh para pedagang anak
benua India yang berasal dari Gujarat, Malabar, dan Bengli. Versi ketiga menyebutkan
bahwa Islam datang ke Indonesia pada awal abad ke-7 M. Penyebaranya pun bukan
dilakukan oleh para pedagang dari Persia atau India, melainkan langsung dari Arab.
Proses masuk dan berkembangnya agama Islam di indonesia menurut Prof.
Hamka, yang mengadakan “Seminar Sejarah Masuknya Islam ke Indonesia” di medan
pada tahun 1963. Beliau berpendapat bahwa Islam sudah datang ke Indonesia pada abad
pertama hijriyah (kurang lebih abad 7-8 M) langsung dari Arab dengan bukti jalur
pelayaran yang ramai dan bersifat internasional sudah dimulai jauh sebelum abad ke-13
melalui selat Malaka yang menghubungkan Dinasti Tang di Cina, Sriwijaya di Asia
tenggara dan Bani Umayyah di Asia Barat.
Menurut J.C. Van Leur, berdasarkan berbagai cerita perjalanan dapat
diperkirakan bahwa sejak 674 M ada koloni-koloni Arab dibarat laut Sumatera, yaitu
Barus. Dari berita Cina bisa diketahui bahwa di masa dinasti Tang (abad 9-10 M) orang-
orang Ta-Shih sudah ada di Kanton dan Sumatera.
Baru pada zaman-zaman berikutnya, penduduk kepulauan ini masuk Islam,
bermula pada penduduk pribumi di koloni-koloni pedagang Muslim itu. Menjelang abad
ke-13 M, masyarakat muslim sudah ada di Samudera Pasai, Perlak, dan Palembang di
Sumatera. Sampai berdirinya kerajaan-kerajaan Islam itu, perkembangan agama Islam
di Indonesia dapat dibagi menjadi tiga fase. Pertama, singgahnya pedagang-pedagang
6 A Hasyimi, Sejarah Masuk dan Berkembangnya Islam di Indonesia, (Bandung: Al
Maarif, 1981), hlm.358.
10
Islam di pelabuhan-pelabuhan Nusantara. Kedua, adanya komunitas-komunitas Islam di
beberapa daerah kepulauan Indonesia. Ketiga, berdirinya kerajaan-kerajaan Islam7.
Metode penyebaran Islam ke Indonesia adalah saluran-saluran sebagai berikut:
1. Perdagangan : Pada taraf permulaan, saluran Islamisasi adalah perdagangan,
pedagang-pedagang yang menjadi pembawadan penyebar Islam di Indonesia.
Mungkin pula dalam perdagangannya itu, mereka disertai oleh bebrapa orang
mubaligh yang pekerjaannya lebih khusus untuk mengajarkan agama.
2. Perkawinan : Yaitu perkawinan antara pedagang Muslim atau mubaligh dengan
anak bangsawan Indonesia. Hal ini akan mempercepat terbentuknya inti sosial
yaitu keluarga muslim dan masyarakat muslim.
3. Pendidikan : Setelah kedudukan mereka menguasai kekuatan ekonomi di
bandar-bandar seperti gresik. Pusat-pusat perekonomian berkembang menjadi
pusat pendidikan dan penyebaran Islam. Puast-pusat dan penyebaran dakwah
Islam di kerajaan Samudera Pasai berperan sebagai dakwah Islam pertama yang
didatangi pelajar-pelajar dan mengirim mubaligh lokal.
4. Taswauf : Bersamaan dengan pedagang datang pula para ulama, da’i dan sufi
pengembara. Para ulama atau sufi itu ada yang diangkat menjadi penasehat atau
pejabat agama di kerajaan.
5. Keseinian : Saluran yang banyak sekali dipakai untuk penyebaran Islam
terutama di Jawa adalah seni. Walisongo terutama Sunan Kalijaga,
mempergunakan banyak cabang seni untuk islamisasi8
7 Fatah Syukur, Sejarah Peradaban Islam, (Semarang: Fakultas Tarbiyah IAIN
Walisongo, 2008), hlm. 37.
8 Musyrifah Sunanto, Sejarah Peradaban Islam Indonesia, (Jakarta: PT Raja Grafindo
Persada, 2005), hlm.10-12
11
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Studi kawasan islam adalah sebuah kajian yang menjelaskan situasi saat ini yang
materi kajiannya mengenai kawasan dunia islam. Mulai dari pertumbuhan,
perkembangan, serta ciri-ciri karakteristik sosial budaya yag ada di dalamnya.
2. Dalam sejarahnya, persoalan mengenai hubungan antar batas-batas wilayah
sebuah negara sudah sekian lama menjadi perhatian para ahli kenegaraan sejak
jaman Yunani sekitar tahun 450-an SM. kaum Muslimin memiliki kemampuan
yang luar biasa dalam mengembangkan studi kawasan ini dengan berbagai corak
dan ragam yang lebih berkembang lagi. Karya-karya mereka telah melampaui
sejarawan Yunani,dimana pembahasannya bukan lagi mengenai realita sejarah,
tetapi lebih maju lagi yakni bagaimana cara-cara menanganinya.
3. Studi kawasan islam di Timur Tengah yakni Makkah dan Madinah menjadi
tempat pertemuan terbesar kaum muslim dari berbagai penjuru dunia. Dan
memiliki perkembangan pengaruh Islam yang pesat dan luas pada masa itu, juga
terjadi di negeri-negeri lainnya di kawasan Timur Tengah, seperti Syiria, Iraq,
Bahrain, Yaman, maupun Palestina.
4. Islam didakwahkan di Asia Tenggara melalui tiga cara: melalui perdagangan,
dakwah seorang dai, dan kekuasaan atau peperangan.
5. Kemudian studi kawasan islam masuknya di indonesia melalui beberpa cara
yakni perdagangan, perkawinan, pendidikan, dan kesenian.
B. Saran
Kritik dan saran yang disampaikan oleh para pembaca kami harapkan bisa
tercapainya kesempurnaan dalam makalah kami. Semoga makalah ini dapat bermanfat
bagi semua yang membaca makalah ini.
12
DAFTAR PUSTAKA
Achmad, Asep. (2014). Studi Kawasan Muslim Minoritas Asia Tenggara. PUSTAKA
RAHMAT
Ajid, Thohir.(2009), Studi Kawasan Dunia Islam. RAJAGRAFINDO PRESS
Drs. Atang Abd. Hakim, MA dan Dr. Jaih Mubarok. Metodologi Studi Islam. Bandung:
PT Remaja Rosdakarya.
Haidar Putra Daulay. (2007) Sejarah Pertumbuhan dan Pembaruan Pendidikan Islam di
Indonesia, (Jakarta: Kencana).
A Hasyimi.(1981). Sejarah Masuk dan Berkembangnya Islam di Indonesia, (Bandung:
Al Maarif).
Fatah, Syukur. (2008). Sejarah Peradaban Islam, (Semarang: Fakultas Tarbiyah IAIN
Walisongo).
Musyrifah, Sunanto. (2005). Sejarah Peradaban Islam Indonesia, (Jakarta: PT Raja
Grafindo Persada)
13