KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya
sehingga saya dapat menyelesaikan tugas e - book yang berjudul “Hikmah Haji, Zakat dan Waqaf”
ini tepat pada waktunya.
Adapun tujuan dari penulisan dari e – book ini adalah untuk mempermudah pendidik dan
peserta didik dalama materi haji, zakat dan waqaf.
Saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membagi sebagian
pengetahuannya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini. Saya menyadari,e - book yang
saya tulis ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun
akan saya nantikan demi kesempurnaan e- book ini.
Tulungagung, Agustus 2021
Penyusun
i
DAFTAR ISI
Kata Pengantar .................................................................................................................. i
Daftar Isi…………………………………………………………………………………ii
A. HAJI….……………………………………………………………………………...1
1. Pengertian Haji……………………………………………………………..…...1
2. Hukum Haji ……………………………………………………………….……1
3. Syarat dan Rukun Haji………………………………………………………….2
4. Jenis Haji………………………………………………………………..………3
5. Hikamah Haji…………………………………………………………..……….4
B. ZAKAT…………………………………….………………............... ………….….4
1. Pengertian dan Hukum Menunaikan Zakat……………………………………..4
2. Rukun dan Syarat Zakat…………………………………………………..…….5
3. Hikmah Zakat…………………………………………………….……………..5
C. WAQAF………………………………………………………………………….... 6
1. Pengertian Waqaf……………………………………………………….………6
2. Hukum Waqaf………………………………………………………….……….6
3. Rukun dan Syarat Waqaf………………………………………………………..7
4. Hikmah dan Keutamaan Waqaf…………………………………………………8
ii
HIKMAH IBADAH HAJI, ZAKAT DAN WAQAF
DALAM KEHIDUPAN
A. Haji
1. Pengertian Haji
Kata haji berasal dari Bahasa arab yang berarti berziarah, menyengaja, menuju.
Sedangkan menurut istilah, haji merupakan suatu kegiatan yang sengaja mengunjungi
Baitullah (Ka’bah) di Mekah untuk melakukan ibadah kepada Allah Swt. Pelaksanaan
ibadah haji dilaksanakan pada waktu tertentu, ialah bulan – bulan haji yang dimulai dari
bulan Syawal, Dzul Qa’dah, dan 10 hari pertama bulan Zulhijjah. Dalam ibadah haji
masyarakat muslim dianjurkan melaksakan dengan tertib dan teratur.
2. Hukum Haji
Hukum melaksanakan ibadah haji menurut Pendidikan Agama Islam dan Budi
Pekerti adalah kewajiban manusia yang mampu melaksanakannya, sebagaimana yang
dijelaskan dalam Al – qur’an surah Ali – Imran ayat 97, Allah berfirman:
ِف ْي ِه ٰا ٰي ٌۢ ٌت بَ ِي ٰن ٌت َّمقَا ُم ِا ْب ٰر ِه ْي َم ەۚ َو َم ْن دَ َخ َل ٗه َكا َن ٰا ِمنًا ۗ َوِّل هِلِ َع َلى النَّا ِس ِح ُّج
ا ْلبَ ْي ِت َم ِن ا ْستَ َطا َع اِلَ ْي ِه َسبِ ْيًًل ۗ َو َم ْن َك َف َر َف ِا َّن ّٰلهلاَ َغ ِن ٌّي َع ِن ا ْل ٰع َل ِم ْين
Artinya: “Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim;
Barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah
1
kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan
perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), Maka Sesungguhnya
Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.”
Kewajiban yang dianjurkan oleh Allah untuk menunaikan ibadah haji adalah satu
kali, apabila ada yang melaksanakan haji lebih dari sekali maka hukumnya sunnah. Hal
ini didasarkan pada Hadist Nabi Muhammad SAW. yang deriwayatkan oleh Ibnu Abbas
r.a sebagai berikut:
“Rasulullah saw. berkhutbah kepada kami, beliau berkata,‘Wahai sekalian manusia,
telah diwajibkan haji atas kamu sekalian.’Lalu al-Aqra bin Jabis berdiri kemudian
berkata, ‘Apakah kewajiban haji setiap tahun ya Rasulullah?’ Nabi menjawab, ‘Sekiranya
kukatakan ya, tentulah menjadi wajib, dan sekiranya diwajibkan, engkau sekalian tidak
akan mampu. Ibadah haji itu sekali saja. Siapa yang menambahi itu berarti perbuatan
sukarela saja.”
3. Syarat dan Rukun Haji
Syarat haji dibagi menjadi dua, yaitu syarat wajib haji dan syarat sah haji. Syarat
haji marupakan perbuatan – perbuatan yang harus dipenuhi sebelum melaksanakan ibadah
haji. Apabila syarat-syaratnya tidak terpenuhi, maka gugurlah kewajiban haji seseorang.
Ada beberapa syarat wajib Haji sebagai berikut:
a. Islam, setiap umat muslim berkewajiban untuk menunaikan ibadah haji bagi yang
sanggup, sehingga apabila terdapat non-Muslim maka ibadah haji mereka tidak sah.
b. Berakal (tidak gila), artinya orang yang tidak mengalami gangguan kejiwaan, maka
ia wajib melaksanakan ibadah haji.
c. Baligh (dewasa), maka apabila ia masih kecil diajak oleh orang tuanya atau belum
memenuhi syarat maka berkewajiban melaksanakannya saat ia dewasa.
d. Mampu dalam segala hal (misalnya dalam hal biaya, kesehatan, keamanan, dan
nafkah bagi keluarga yang ditinggalkan).
e. Memiliki Mahram bagi perempuan.
Sedangkan Syarat sah haji sebagai berikut:
a. Islam
b. Baligh
2
c. Berakal
d. Merdeka.
Adapun dengan rukun haji ialah perbuatan – perbuatan yang harus dilaksanakan
sewaktu melaksanakan ibadah haji. Maka apabila salah satu rukun tersebut ditinggalkan
atau semua rukun haji ditinggalkan,maka ibadah hajinya tidak sah. Ada enam Rukun Haji,
sebagai berikut.
a. Ihram, yaitu berniat mengerjakan ibadah haji yang ditandai dengan mengenakan
pakaian ihram berwarna putih dan membaca lafadz, “Labbaika Allahumma hajjan.”
b. Wuquf di arafah mulai zuhur hingga matahari terbenam pada tanggal 9 Dzulhijjah.
Wukuf di arafah dilaksanakan jamaah haji setelah tergelincirnya matahari pada
tanggal 9 Dzulhijjah sampai terbit fajar tanggal 10 Dzulhijjah. Pada melaksanakan
wuquf di arafah disunnahkan membaca istigfar, talbiyah, shalawat, dan masih banyak
amalan – amalan sunnah lainnya.
c. Tawaf bisa disebut dengan mengelilingi kakbah yang dimulai dari sudut Hajar Aswad
dengan kakbah terletak disebelah kirinya.
d. Sa’I, yaitu lari – lari kecil dari mulai Bukit Sofa ke Bukit Marwah sebanyak tujuh
kali.
e. Tahalul, yaitu mencukur rambut kepala minimal tiga helai.
f. Tertib, yaitu berurutan saat melaksanakan rukun ibadah haji.
4. Jenis Haji
Haji dibagi menjadi tiga jenis dengan cara pelaksanaan yang berbeda – beda, yaitu
Haji Tamattu’, Haji Ifrad, dan Haji Qiran.
a. Haji Tamattu’
Haji yang cara mengarjakannya dengan umroh terlebih dahulu dan kemudian
melaksanakan ibadah haji, cara ini merupakan cara yang banyak dilaksanakan muslim.
Tetapi dalam cara ini sorang muslim akan dikenakan kewajiban membayar dam yang
sesuai dengan ketentuannya.
3
b. Haji Ifrad
Haji yang cara mengerjakannya dengan niat haji atau haji dulu baru umroh dan cara
ini umat muslim tidak dikenankan membayar dam. Tetapi cara ini tidak terlalu banya
umat muslim yang melakukannya.
c. Haji Qiran
Haji yang cara mengerjakannya dengan cara bersamaan atau dalam satu niat dan
rangkaian rukun sekaligus, dan juda dikebakan kewajiban membayar dan yang berupa
memotong hewan qurban.
5. Hikmah Ibadah Haji
Setiap ibadah yang diperintahkan oleh Allah Swt. memiliki hikmah dan keutamaan
– keutamaan yang berbeda – beda sebagai bentuk saling melengkapi dan
menyempurnakan. Adapun yang termasuk hikmah dan keutamaan – keutamaan ibadah
haji di antaranya adalah sebagai berikut.
1) Haji dapat meningkatkan iman dan takwa kepada Allah swt.
2) Haji merupakan salah satu upaya jihad menuju jalan Allah swt.
3) Dapat melipat gandakan pahala.
4) Memperoleh magfiroh dan ampunan oleh Allah swt.
5) Haji merupakan media pemersatu umat muslim sedunia.
6) Dapat menumbuhkan sikap rela berkorban.
7) Menyempurnakan Rukun Islam.
B. Zakat
1. Pengertian dan Hukum Menunaikan Zakat
Zakat menurut bahasa (lughat) artinya tumbuh, suci, dan berkah. Sedangkan
menurut istilah, zakat adalah mengeluarkan sebagian harta yang wajib diberikan kepada
orang membutuhkan, menurut sifat-sifat dan ukuran kepada golongan tertentu. Dalam Al
– qur’an Surat Al-Baqarah ayat 43 Allah Swt. berfirman:
َواَ ِق ْي ُموا ال َّص ٰلوةَ َو ٰاتُوا ال َّز ٰكوةَ َوا ْر َكعُ ْوا َم َع ال هر ِك ِع ْي َن
Artinya, “dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang
ruku’.” Diterangkan pada ayat diatas bahwa hukum melaksanakan zakat adalah wajib. Dan
4
sudah diperjelas dalam rukun islam sendiri, yaitu zakat merupakan rukun islam yang ke –
tiga.
2. Rukun dan Syarat Zakat
Zakat sendiri mempunyai dua rukun, yaitu niat bagi pemberi zakat (muzakki) dan
harta yang dizakati (emas, binatang ternak,, hasil pertanian, harta penigaan, rikaz,
kekayaan laut dan hasil pertambangan. Syarat zakat dibagi menjadi dua, yaitu syarat yang
berkaitan dengan subjek zakat / muzakki (orang mengeluarkan zakat) dan objek zakat
(harta yang dizakati).
a. Syarat yang berkaitan dengan subjek zakat (oaring yang mengeluarkan zakat), sebagai
berikut:
a. Islam
b. Merdeka
c. Baligh
d. Berakal
b. Syarat yang berhubungan dengan objek zakat (harta yang dizakati), sebagai berikut:
a. Milik penuh
b. Berkembang
c. Menyampai nisab
d. Lebih dari kebutuhan pokok
e. Terbebas dari hutang
f. Sudah mencapai haul (1 tahun)
3. Hikmah menunaikan Zakat
Di dalam buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti menjelaskan beberapa
hikmah dari menunaikan zakat yang terkandung dalam al-qur’an Surat At-Taubah ayat
103 Allah Swt. berfirman:
ُخ ْذ ِم ْن اَ ْم َوا ِل ِه ْم َصدَقَةً تُ َط ِه ُر ُه ْم َوتُ َز ِك ْي ِه ْم بِ َها َو َص ِل َعلَ ْي ِه ْۗم ِا َّن َص ٰلوتَ َك َس َك ٌن لَّ ُه ْۗم
َوّٰلهلاُ َس ِم ْي ٌع َع ِل ْي ٌم
Artinya: “Ambillah (sebagian) dari harta mereka menjadi sedekah (zakat), dengan zakat
itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka dan berdoalah untuk mereka.
Sesungguhnya doamu itu (membutuhkan) ketentraman jiwa mereka”
5
Dari penjelasan ayat di atas, diberutahukan bahwa tujuan zakat adalah untuk
membersihkan mereka (pemilik harta) dari penyakit kikir dan serakah, sifat-sifat
tercelalainnya. Di sisi lain, zakat juga untuk menyucikan jiwa orang-orangyang
bersedekah, dapat menumbuhkan dan mengangkat, baik dari segi moral maupun amal.
Hingga dengan demikian, orang (muzakki)tersebut akan mendapatkan kebahagiaan dan
ketentraman jiwa, baik di dunia maupu di akhirat.
C. Waqaf
1. Pengertian Waqaf
Kata Wakaf berasal dari bahasa Arab yang berarti menahan (al-habs) dan mencegah
(al-man’u). Artinya menahan untuk tidak dijual, dihadiahkan, atau diwariskan.
Berdasarkan istilah, wakaf adalah ungkapan yang diartikan sebagai penahanan harta milik
seseorang kepada orang lain atau kepada lembaga dengan cara menyerahkan benda yang
sifatnya kekal kepada masyarakat untuk diambil manfaatnya. Misalnya, seseorang
mewaqafkan tanahnya dan dibangun masjid oleh masyarakat sekitar.
2. Hukum Waqaf
Hukum melaksanakan ibadah waqof adalah sunnah. Namun, bagi pemberi wakaf
(wakif) hukumnya merupakan amaliah sunnah yang sangat besar manfaatnya. Kenapa
dikatakan amaliah sunnah yang sangat besar manfaatnya? Karena itu termasuk dalam
sodaqoh jariyah. Ada beberapa dalil yang berhubungan dengan ibadah waqaf, sebagai
berikut.
a. Surah yang berhubungan dengan waqaf adalah Surat Ali Imran ayat 92 yang
menerangkan bahwa dianjurkan melaksanakan waqaf.
لَ ْن تَ َنالُوا ا ْل ِب َّر َحتهى تُ ْن ِفقُ ْوا ِم َّما تُ ِحبُّ ْو َن ۗ َو َما تُ ْن ِفقُ ْوا ِم ْن َش ْي ٍء َف ِا َّن ّٰلهلاَ بِ ٖه َع ِل ْي ٌم
Artinya: “Kamu tidak akan memperoleh kebajikan, sebelum kamu menginfakkan
sebagian harta yang kamu cintai. Dan apapun yang kamu infakkan, tentang hal itu
sungguh, Allah Swt. Maha Mengetahui”.
b. Hadis Rasulullah saw. riwayat oleh Bukhari dan Muslim yang artinya: “Dari Abu
Hurairah bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Apabila seseorang meninggal, maka
6