The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

ASAL USUL NENEK MOYANG BANGSA INDONESIA

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Diana EL Wahyuningsih, 2020-11-06 07:20:48

MODUL SEJARAH INDONESIA

ASAL USUL NENEK MOYANG BANGSA INDONESIA

Keywords: DIANA EL WAHYUNINGSIH

MODUL SEJARAH INDONESIA
ASAL USUL NENEK MOYANG BANGSA INDONESIA

SMK PGRI 01 SUKOREJO

OLEH
DIANA EL WAHYUNINGSIH

ASAL USUL NENEK MOYANG BANGSA INDONESIA

A. Ras di Dunia
Dari mana asal nenek moyang bangsa Indonesia? Untuk menjawab pertanyaan

itu terlebih dulu kita perlu mengetahui mengenai ras-ras di dunia.Terkadang orang
menganggap ras sama degan suku bangsa padahal keduanya berbeda. Ras itu sendiri
merupakan penggolongan bangsa berdasarkan ciri-ciri fisik rumpun bangsa.
Sedangkan, Suku Bangsa merupakan kesatuan sosial yang dapat dibedakan dari
kesatuan sosial lain berdasarkan kesadaran akan identitas perbedaan kebudayaan
khususnya bahasa. Ras itu sendiri menurut para ahli diturunkan secara genetik yang
akan membedakan satu kelompok dengan kelompok yang lain.

Menurut Ralph Linton terdapat 4 ras besar di dunia, antara lain.

N Ras Utama Domisili Ciri Keterangan
o.
1. Ras Asia Utara, Asia - Berambut hitam Ras Mongoloid
diambil dari nama
Mongoloid Timur, Asia lurus Mongolia dimana
sebagian besar
Tenggara, - Mempunyai tanda berkulit kuning.
Sehingga ras ini
Madagaskar (lepas lahir (memar kebiruan sering disebut pula
ras ”kulit kuning”.
pantai timur Afrika), pada bayi) Tapi seperti orang
Indian di Amerika
beberapa bagian - Mempunyai lipatan berkulit merah
bahkan orang Asia
India Timur Laut, pada mata yang Tenggara berkulit
coklat muda
Eropa Utara, disebut mata sipit sampai coklat
gelap.
Amerika Utara, - Kulit kuning sampai

Amerika Selatan, sawo matang

dan Oseania. - Bulu badan sedikit

2. Ras Sebagian besar - Hidung Mancung Ras Kaukasoid
Kaukasoid
Eropa, Afrika Utara, - Kulit pulit disebut dengan
ras ”kulit putih”
Timur Tengah, - Rambut pirang

Pakistan, dan India sampai coklat tetapi orang

Utara. kehitaman Somalia dan

Keturunannya - Kelompok mata Etiopia meskipun

menetap di daerah lurus termasuk dalam

Australia, Amerika ras Kaukasoid

Utara, Sebagian tetapi memiliki kulit

Amerika Selatan, hitam dan lebih

Afrika Selatan, dan mirip ras Negroid.

Selandia Baru.

3. Ras Negroid Benua Afrika di - Berkulit hitam
Tinggi
sebelah selatan - Berambut Keriting
Bibir tebal
Gurun Sahara. - Kelopak mata lurus

Keturunannya -

mendiami daerah -

Amerika Utara,

Selatan, Eropa, dan

Timur Tengah.

4. Ras India, Sri Lanka, - Berambut hitam Tetapi untuk suku
Austroloid beberapa kelompok - Keriting Aborigin
di Asia Tenggara, - Berkulit Hitam (Australia)
Papua, Kepulauan berambut pirang
Melanesia, dan dan lurus.
Australia. Orang Malaysia
berkulit cenderung
putih.

B. Persebaran ras di Indonesia

Menurut Sarasin bersaudara, penduduk asli Kepulauan Indonesia adalah ras
berkulit gelap dan bertubuh kecil.Mereka mulanya tinggal di Asia bagian
tenggara.Ketika zaman es mencair dan air laut naik hingga terbentuk Laut Cina Selatan
dan Laut Jawa, sehingga memisahkan pegunungan vulkanik Kepulauan Indonesia dari
daratan utama.Beberapa penduduk asli Kepulauan Indonesia tersisa dan menetap di
daerah-daerah pedalaman, sedangkan daerah pantai dihuni oleh penduduk
pendatang.Penduduk asli itu disebut sebagai suku bangsa Vedda oleh Sarasin.Ras
yang masuk dalam kelompok ini adalah suku bangsa Hieng di Kamboja, Miaotse, Yao-
Jen di Cina, dan Senoi di Semenanjung Malaya.

Beberapa suku bangsa seperti Kubu, Lubu, Talang Mamak yang tinggal di
Sumatra dan Toala di Sulawesi merupakan penduduk tertua di Kepulauan
Indonesia.Mereka mempunyai hubungan erat dengan nenek moyang Melanesia masa
kini dan orang Vedda yang saat ini masih terdapat di Afrika, Asia Selatan, dan
Oceania.Vedda itulah manusia pertama yang datang ke pulau-pulau yang sudah
berpenghuni.Mereka membawa budaya perkakas batu.Kedua ras Melanesia dan Vedda
hidup dalam budaya mesolitik.Pendatang berikutnya membawa budaya baru yaitu
budaya neolitik.Para pendatang baru itu jumlahnya jauh lebih banyak daripada
penduduk asli.Mereka datang dalam dua tahap.Mereka itu oleh Sarasin disebut sebagai
Deutero dan Protomelayu.Kedatangan mereka terpisah diperkirakan lebih dari 2.000
tahun yang lalu.Protomelayu diyakini sebagai nenek moyang orang Melayu Polinesia
yang tersebar dari Madagaskar sampai pulau-pulau paling timur di Pasifik.Mereka
diperkirakan datang dari Cina bagian selatan.Dari Cina bagian selatan itu mereka
bermigrasi ke Indocina dan Siam kemudian ke Kepulauan Indonesia.Kedatangan para
imigran baru itu kemudian mendesak keberadaan penduduk asli dan pendatang
sebelumnya.

Persebaran ras di Indonesia sudah ada sejak zaman es. Pada zaman es wilayah
Indonesia bagian barat masih bersatu dengan benua Asia sedangkan daerah bagian
timur bersatu dengan benua Australia. Pada masa itu telah tersebar 2 ras di Indonesia,
yaitu :

1. Ras Mongoloid

Ras ini berasal dari daerah Asia Tengah (Mongoloid). Pada zaman es ini ras mongoloid
tersebar di daerah Indonesia bagian Barat meliputi pulau Sumatra, Jawa, dan
Kalimantan. Dengan arus persebaran sebagai berikut.
Dari Mongolia menuju ke daerah- daerah dia Asia Tenggara seperti Vietnam, Laos,
Thailand, Malaysia, Singapura, baru menuju ke Indonesia bagian barat.
Semua ditempuh melalui jalar darat sebab saat itu bagian barat Indonesia masih
bersatu dengan benua Asia Tenggara. Pada perkembangan selanjutnya terbentuklah

pulau-pulau di Indonesia bagian barat seperti Sumatra, Kalimantan dan Jawa, daratan
yang menjadi lautan disebut paparan sunda.

2. Ras Austroloid

Ras ini berpusat di Australia dan menyebar ke Indonesia bagian Timur khususnya
wilayah Papua/Irian Jaya. Persebaran ke daerah inipun dilakukan melalui darat sebab
saat itu papua masih bersatu dengan benua Australia perkembangannya daratan yang
menjadi lautan disebut paparan sahul.

Sementara itu daerah di zone Wallacea seperti Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Maluku
merupakan daerah penyaringan bagi migrasi manusia dan fauna dari paparan sunda ke
paparan sahul maupun sebaliknya sehingga sangat terbatas sekali ras yang dapat
masuk ke wilayah ini.

Jadi awalnya ras nenek moyang bangsa Indonesia adalah ras Mongoloid dan ras
Austroloid.

Perkembangan selanjutnya pada tahun 2000 SM mulai terjadi migrasi/ perpindahan
ras dari berbagai daerah ke Indonesia, yaitu :

1. Migrasi pertama, Ras Negroid

Ciri dari ras berkulit hitam, bertubuh tinggi, dan berambut keriting.
Ras ini datang ini dari Afrika. Di Indonesia ras ini sebagian besar mendiami daerah
Papua.
Keturunan ras ini terdapat di Riau (pedalaman) yaitu suku Siak (Sakai), serta suku
Papua melanesoid mendiami Pulau Papua dan Pulau Melanesia.

2. Migrasi kedua, Ras Weddoid

Ciri ras ini adalah berkulit hitam, bertubuh sedang, dan berambut keriting.
Ras ini datang dari India bagian selatan.
Keturunan ras ini mendiami kepulauan Maluku dan Nusa Tenggara Timur (Kupang).

3. Migrasi Ketiga, Ras Melayu Tua (Proto Melayu)

Ciri ras ini adalah berkulit sawo matang, bertubuh tidak terlalu tinggi, dan berambut
lurus. Ras ini termasuk dalam Ras Mongoloid (sub ras Malayan Mongoloid) berasal
dari daerah Yunan (Asia Tengah) masuk ke Indonesia melalui Hindia Belakang
(Vietnam)/ Indo Cina baru selanjutnya ke Indonesia.

Di Indonesia Ras ini menyebar melalui 2 Jalur sesuai dengan jenis kebudayaan
Neolithikum yang dibawanya, yaitu.
1) Jalur pertama, melalui jalur barat dan membawa kebudayaan berupa kapak persegi.
Dengan menempuh jalur darat dari Yunan mereka menuju ke Semenanjung Melayu
melalui Thailand selanjutnya menuju ke Sumatra, Jawa, Bali, ada pula yang menuju
Kalimantan dan berakhir di Nusa Tenggara. Sehingga di daerah tersebut banyak
ditemukan peninggalan berupa kapak persegi/ beliung persegi.
Keturunan Proto Melayu yang melalui jalur ini adalah masyarakat/ Suku Batak ,
Nias(Sumatra Utara), Mentawai (Sumatra Barat), Suku Dayak (Kalimantan), dan Suku
Sasak (Lombok).
2) Jalur kedua, melalui jalur timur dan membawa kebudayaan berupa kapak lonjong.
Dengan menempuh jalur laut dari Yunan (Teluk Tonkin) menyusuri Pantai Asia Timur
menuju Taiwan, Filipina, kemudian ke daerah Sulawesi, Maluku, ke Irian selanjutnya
sampai ke Australia. Peninggalan kapak lonjong banyak ditemukan di Papua.
Keturunan Proto Melayu yang melalui jalur ini adalah suku Toraja (Sulawesi Selatan),
Suku Papua (Irian), Suku Ambon, Ternate, Tidore (Maluku).

4. Migrasi Keempat, Ras Melayu Muda (Deutro Melayu)

Sekitar 500 SM datang migrasi dari ras Deutro Melayu dari daerah Teluk Tonkin,
Vietnam selanjutnya mendesak keturunan ras Proto Melayu yang telah menetap lebih
dahulu dan masuk Indonesia menyebar keberbagai daerah baik di pesisir pantai
maupun pedalaman.
Mereka masuk membawa kebudayaan yang relatif lebih maju yaitu kebudayaan logam
terutama benda-benda dari Perunggu, seperti nekara, moko, kapak corong, dan
perhiasan. Hasil kebudayaan ras ini sangat terpengaruh dengan kebudayaan asalnya
dari Vietnam yaitu Budaya Dongson. Tampak dengan adanya kemiripan antara artefac
perunggu di Indonesia dengan di Dongson.
Keturunan dari Deutro Melayu yaitu suku Minang (Sumatra barat), Suku Jawa, dan
Suku Bugis (Sulawesi Selatan). Ras ini pada perkembangannya mampu melahirkan
kebudayaan baru yang selanjutnya menjadi kebudayaan bangsa Indonesia sekarang.

B . Teori Asal Usul Nenek Moyang bangsa Indonesia

Indonesia merupakan bangsa yang besar. Dari Sabang sampai Marauke, beragam
kekayaan yang dimiliki oleh Indonesia. Mulai dari kekayaan alam, kekayaan intelektual,
kekayaan budaya, dan sebagainya.

Nah, terkait dengan itu, Quipper Blog akan membahas mengenai asal usul nenek
moyang bangsa Indonesia. Dengan begitu, kamu akan lebih memahami salah satu
bagian materi dari mata pelajaran sejarah ini. Yuk, langsung saja dibaca artikel ini!

Sebelum masuk ke dalam pembahasan, kamu perlu paham bahwa ada sejumlah teori
terkait asal-usul manusia Indonesia dari berbagai teori. Dalam artikel ini, akan dibahas
beberapa teori asal-usul manusia Indonesia tersebut.

Beberapa teori yang akan dibahas di antaranya teori Yunan, teori Nusantara, teori Out
of Africa, dan teori Out of Taiwan. Yuk, biar enggak berlama-lama, simak aja ya
pembahasan asal usul nenek moyang bangsa Indonesia di bawah ini!

Daftar Isi Sembunyikan
1. Teori Yunan
2. Teori Nusantara
3. Teori Out of Africa
4. Teori Out of Taiwan

1. Teori Yunan

Teori Yunan menyatakan asal usul nenek moyang bangsa Indonesia berasal dari
Yunan, Tiongkok. Ada sejumlah ahli yang mendukung teori ini. Para ahli tersebut ialah
R.H Geldern, J.H.C. Kern, J.R. Foster, dan J.R. Logon.

Secara garis besar, teori ini memiliki beberapa dasar utama. Pertama, teori tersebut
didukung oleh penemuan kapak tua di wilayah Nusantara yang memiliki kesamaan
dengan kapak tua yang terdapat di wilayah Asia Tengah. Hal tersebut menunjukkan
ada proses migrasi manusia dari wilayah Asia Tengah menuju ke Kepulauan
Nusantara.

Selain itu, dasar kedua yang mendasari pendapat bahwa manusia Indonesia berasal
dari Yunan ialah ditemukan adanya kesamaan bahasa yang berkembang di Kepulauan
Nusantara dengan bahasa yang ada di Kamboja, yaitu bahasa Melayu Polinesia.

Hal tersebut menandakan bahwa penduduk yang berada di Kamboja berasal dari
Yunan dengan cara menyusuri Sungai Mekong. Arus perpindahan tersebut selanjutnya
diteruskan ketika sebagian dari mereka melanjutkan perpindahan dan sampai ke
wilayah Nusantara. Adanya kesamaan bahasa Melayu dengan bahasa Cham di
Kamboja menunjukan adanya hubungan dengan dataran Yunan.

Teori Yunan tak hanya didukung oleh para ahli dari luar negeri, termasuk juga ahli
dalam negeri, yakni Moh. Ali. Ia menyatakan asal-usul nenek moyang bangsa Indonesia
merupakan manusia yang berasal dari Yunan yang didasari oleh ada dugaan migrasi
atau perpindahan dari daerah Mongol keke selatan lantaran terdesak dengan bangsa-
bangsa lain, khususnya bangsa yang lebih kuat.

Berdasarkan teori Yunan, proses migrasi tersebut melalui tiga gelombang. Ketiga
gelombang tersebut terdiri dari orang Negrito, Proto Melayu, dan Deutro Melayu.

2. Teori Nusantara

Teori Nusantara ini sangat berbeda dengan teori Yunan. Dalam teori Nusantara
disebutkan bahwa manusia Indonesia berasal dari bangsa Indonesia itu sendiri, bukan
melalui proses migrasi dari daerah lain. Teori Nusantara didukung oleh Mohammad
Yamin, J. Crawford, Sutan Takdir Alisyahbana, dan Gorys Keraf.

Dasar teori Nusantara ini mencakup beberapa hal. Pertama, teori Nusantara
berdasarkan pada bangsa Melayu merupakan bangsa yang telah memiliki peradaban
yang tinggi. Pandangan itu didasari oleh hipotesis bahwa bangsa Melayu sudah melalui
proses perkembangan budaya sebelumnya. Kesimpulannya bangsa Melayu berasal
dan berkembang di Nusantara, bukan dari luar yang berpindah ke wilayah Nusantara.

Lalu, teori tersebut didukung pula dengan adanya kesamaan antara bahasa Melayu
dengan bahasa Kamboja dinilai merupakan suatu kebetulan. Lalu, penemuan Homo
soloensis dan Homo wajakensis di Pulau Jawa memberi tanda bahwa ada peluang
bangsa Melayu keturunan manusia kuno berasal dari Jawa.

Dan, argumen terakhir dari teori ini didasari adanya perbedaan bahasa. Hal itu tampak
dari bahasa Austronesia yang berkembang di daerah Nusantara dengan bahasa yang
berkembang di wilayah Asia Tengah, yaitu bahasa Indo-Eropa.

3. Teori Out of Africa

Teori ini lebih berbeda lagi dari dua teori sebelumnya. Teori ini menyatakan bahwa
manusia Indonesia berasal dari Afrika.

Pendapat ini berdasarkan kajian ilmu genetika melalui penelitian DNA mitokondria gen
perempuan dan gen laki-laki. Mereka bermigrasi dari Afrika hingga ke wilayah Australia.
Teori ini juga menyebutkan bahwa manusia Afrika melakukan perpindahan dari Afrika
menuju Asia Barat sekitar 50.000-70.000 tahun yang lalu.

Dalam teori ini, disebutkan bahwa sekitar 70.000 tahun yang lalu, bumi memasuki akhir
dari zaman glasial ketika permukaan air laut menjadi lebih dangkal disebabkan oleh air
yang masih berbentuk gletser. Pada masa itu, memungkinkan manusia menyeberangi
lautan hanya dengan menggunakan perahu yang masih sederhana.

Manusia Afrika yang melakukan perpindahan menuju Asia terpecah menjadi beberapa
kelompok. Terdapat kelompok yang tinggal sementara di wilayah Timur Tengah (Asia
Barat Daya). Kelompok lainnya melakukan migrasi dengan menyusuri Pantai
Semenanjung Arab menuju India, Asia Timur, Indonesia sampai ke Australia.

Hal tersebut diperkuat dengan penemuan fosil laki-laki di wilayah Lake Mungo. Ada dua
jalur migrasi yang diperkirakan ditempuh manusia pada masa itu, yakni jalur menuju
Lembah Sungai Nil yang melintasi Semenanjung Sinai kemudian ke Utara melewati
Arab Levant dan jalur yang melewati Laut Merah.

4. Teori Out of Taiwan

Teori Out of Taiwan ini memiliki pandangan mirip dengan teori Out of Africa. Teori Out
of Taiwan menyatakan bahwa asal-usul manusia Indonesia berasal dari Kepulauan
Famosa atau Taiwan. Teori yang didukung oleh pakar Harry Truman Simanjuntak
didasari sejumlah argumentasi.

Pertama, menurut teori ini, tidak adanya pola genetika yang sama antara kromosom
manusia Indonesia dengan manusia yang berada di Tiongkok. Lalu, masih menurut
teori ini, bahasa yang digunakan dan berkembang di wilayah Nusantara adalah bahasa
yang merupakan rumpun Austronesia. Rumpun Austronesia ini digunakan oleh leluhur
bangsa Indonesia yang menetap di Pulau Formosa.

SOAL

1. Bagaimanakah menurut pendapatmu tentang asal-usul bangsa Indonesia?
2. Jelaskan ciri-ciri ras negroid!
3. Jelaskan rutepersebaran Proto Melayu berdasarkan peta sejarah!
4. Jelaskan ciri-ciri fisik orang Indonesia!
5. Sebutkan contoh-contoh hasil kebudayaan Proto -Deutero Melayu!


Click to View FlipBook Version