The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by ditadwinatasya03, 2021-03-30 04:03:43

resume pertemuan I - VI

TUGAS PANCASILA

RESUME MATERI PERTEMUAN I - VI

NAMA : DITA DEWI NATASYA
NIM : 200204602031

PRODI : TEKNIK ELEKTRO D4
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

MAKNA PERSATUAN DALAM SETIAP PERIODE
SEJARAH INDONESIA

Sejarah adalah suatu kejadian yang terjadi atau peristiwa di masa
lampau atau dimasa lalu yang berhubungan dengan manusia seperti
menyangkut perubahan yang nyata dalam kehidupan manusia dan
dapat dirasakan .

ADA 13 PERIODE SEJARAH INDONESIA:
1.Masa Pra-sejarah
Makna:Munculnya Kepercayan Animisme,Dinamika,dan Totenismus
2.Masuknya pengaruh Hindu-Budha
Makna: Keterlibatan bangsa Indonesia didalam kegiatan perdagangan
serta juga pelayaran internasional yang menyebabkan timbulnya
percampuran budaya. Kerajaan Hindu-Buddha Periode kerajaan Hindu-
Buddha berlangsung dari abad ke-5 Masehi ketika muncul kerajaan
Kutai Kertanegara di lembah sungai Mahakam, Kalimantan Timur.
Periode ini berlangsung kurang lebih selama 10 abad. Periode sejarah
kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia berakhir ketika kerajaan Majapahit
runtuh pada tahun 1478 Masehi.

3.Masuknya pengaruh Islam
Makna: Periode sejarah kerajaan Islam di Indonesia berlangsung dari
abad ke-13 Masehi ketika muncul Kesultanan Samudra Pasai di
pesisir utara Sumatera. Periode ini berlangsung kurang lebih selama 5
abad. Periode sejarah kerajaan Islam di Indonesia berkhir ketika
bangsa Barat berhasil menaklukan kerajaan Islam di Indonesia.
4.Masuknya pengaruh Kristen
5. Makna: Kolonialisme dan Imperialisme
Periode kolonialisme dan imperialisme di Indonesia berlangsung dari
abad ke-18 Masehi ketika bangsa Barat berhasil menguasai kerajaan-
kerajaan Islam Indonesia. Periode ini berlangsung sekitar 3,5 abad.
6.Kebangkitan Nasioanal
Makna: bangkitnya semangat nasionalisme, persatuan, kesatuan dan
kesadaran sebagai sebuah bangsa untuk menggabungkan diri melalui
gerakan organisasi yang sebelumnya tidak pernah muncul selama
penjajahan.Masa kolonialisme dan Imperialisme

7.Masa orde lama,Masa Soekarno [1950-1959]
Makna: ada masa Orde Lama sistem pemerintahan yang digunakan
adalah sistem presidensial. Era ini berlangsung dari tahun 1945-1966
dibawah kepemimpinan Presiden Soekarno.
8..Masa Demokrasi Terpimpin [1995-1966]
Makna: Kinerja Dewan Konstituante yang berlarut-larut membawa
Indonesia ke dalam persoalan politik yang pelik.Kondisi negara serta tidak
pasti. Landasan konstitusional tidak mempunyai kekuatan hukum tetap
karena hanya bersifat sementara
9.Masa Orde Baru,Masa Soeharto [1966-1998]
Makna:Persatuan dan Kesatuan pada Masa Orde Baru (11 Maret 1966
sampai dengan 21Mei 1998)Kepemimpinan Presiden Soekarno dengan
demokrasi terpimpinnya, akhirnyajatuh pada tahun 1966. Jatuhnya
Soekarno menandai berakhirnya masa Orde Lama dandigantikan oleh
kekuatan baru, yang dikenal dengan sebutan Orde Baru yang
dipimpinSoeharto. Ia muncul sebagai pemimpin Orde Baru yang siap
untuk membangun kembalipemerintahan yang berdasarkan Pancasila
dan UUD 1945secara murni dan konsekuen.:

10.Masa Revormasi [1998-Sekarang]
Makna: Pada masa perjuangan kemerdekaan
Indonesia, pengertian “Persatuan Indonesia “ adalah
sebagai faktor kunci yaitu sebagai sumber semangat,
motivasi dan penggerak perjuangan Indonesia. Hal itu
tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 yang
berbunyi sebagai berikut : “ Dan perjuangan
pergerakan Indonesia telah sampailah pada saat
yang berbahagia dengan selamat sentausa
menghantarkan rakyat Indonesia kedepan pintu
gerbang kemerdekaan Negara Indonesia yang
merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur “.

PANCASILA DALAM KONTEKS SEJARAH
PERJUANGAN BANGSA INDONESIA

Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia.
Nama ini terdiri dari dua kata dari Sanskerta: pañca berarti
lima dan śīla berarti prinsip atau asas. Pancasila merupakan
rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara
bagi seluruh rakyat Indonesia. Lima sendi utama penyusun
Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan
yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan
yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan, dan keadilan sosial bagi
seluruh rakyat Indonesia, dan tercantum pada paragraf ke-4
Preambule (Pembukaan) Undang-undang Dasar 1945.
Meskipun terjadi perubahan kandungan dan urutan lima sila
Pancasila yang berlangsung dalam beberapa tahap selama
masa perumusan Pancasila pada tahun 1945, tanggal 1
Juni diperingati sebagai hari lahirnya Pancasila

KEBANGKITAN NASIONAL

1. Diawali dengan berdirinya Budi
Utomo yang dipelopori oleh dr.
Wahidin Sudirohusodo pada 20 Mei
1908.
2. Berdiri Serikat Dagang Islam (SDI)
tahun 1909, Partai Nasional Indonesia
(PNI) tahun 1927 oleh Soekarno,
Cipto Mangunkusumo, Sartoni, dll.
Perjuangan nasional diteruskan dengan
adanya gerakan SUMPAH PEMUDA pada
tanggal 28 oktober 1928
1. SATU BAHASA
1. SATU BAHASA
2. SATU BANGSA
3. SATU TANAH AIR INDONESIA
Perjuangan nasional Indonesia memunyai
tujuan yang jelas yaitu INDONESIA
MERDEKA

PENJAJAHAN BELANDA

Janji penjajah Belanda tentang Indonesia merdeka hanyalah
suatu kebohongan belaka, sehingga tidak pernah menjadi
kenyataan sampai akhir penjajahan Belanda tanggal 10 Maret
1940. Kemudian penjajah Jepang masuk ke Indonesia dengan
propaganda “Jepang pemimpin Asia, Jepang saudara tua
bangsa Indonesia”. Pada tanggal 29 April 1945 bersamaan
dengan ulang tahun Kaisar Jepang, penjajah Jepang akan
memberikan kemerdekaan kepada bangsa Indonesia, janji ini
diberikan karena Jepang terdesak oleh tentara Sekutu.
Bangsa Indonesia diperbolehkan memperjuangkan
kemerdekaannya, dan untuk mendapatkan simpati dan
dukungan bangsa Indonesia maka Jepang menganjurkan
untuk membentuk suatu badan yang bertugas untuk
menyelidiki usaha-usaha persiapan kemerdekaan Indonesia
yaitu Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan
Indonesia (BPUPKI) atau Dokuritsu Zyumbi Tioosakai. Pada
hari itu juga diumumkan sebagai Ketua (Kaicoo) Dr. KRT.
Rajiman Widyodiningrat, yang kemudian mengusulkan bahwa
agenda pada siding BPUPKI adalah membahas tentang dasar
negara.

 29 Mei 1945 (Sidang I BPUPKI) : Perumusan materi
Pancasila oleh Mr. M. Yamin

• 31 Mei 1945 (Sidang I BPUPK I) : Perumusan materi
Pancasila oleh Mr. Supomo

• 1 Juni 1945 (Sidang I BPUPKI) : Ir. Soekarno pertama
kali mengusulkan istilah Pancasila untuk dasar negara
Indonesia

• 22 Juni 1945 : Piagam Jakarta disusun oleh Panitia
Kecil yang terdiri 9 orang

• 10-16 Juni 1945 : Dibentuk Panitia Perancang UUD
yang diketuai oleh Soekarno dan beranggotakan 19
orang Panitia Perancang UUD membentuk Panitia Kecil
Perancang UUD yang beranggotakan 7 orang

• 16 Agustus 1945 Jam 04.30 : Dibentuk Panitia
Penghalus Bahasa terdiri dari

• Soepomo dan Hosein Djajadiningrat

Perumusan terakhir materi Pancasila disahkan oleh
PPKI sebagai bagian dari Pembukaan UUD 1945
. • 16 Agustus 1945 Jam 23.30 : Rombongan tiba di

Rengasdengklok untuk menjemput
Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta kembali ke Jakarta.
Rombongan menuju rumah Laksamana Maeda.
Teks versi terakhir proklamasi yang telah diketik dan
ditandatangani oleh Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta.
• 17 Agustus 1945 : Pembacaan teks Proklamasi oleh Ir.

Soekarno di Pegangsaan Timur Nomor 56
• 8 Agustus [Sidang 1 PPKI] :
Menghasilkan keputusan sebagai berikut:
1. Mengesahkan berlakunya UUD 1945
2. Memilih Presiden dan Wakil Presiden
3. Menetapkan berdirinya Komite Nasional Indonesia
(KNIP) sebagai badan musyawarah darurat.

DINAMIKA DAN TANTANGAN PANCASILA
SEBAGAI DASAR NEGARA

Dinamika Perwujudan Nilai Pancasila Sebagai Dasar Negara
Pancasila adalah sebagai dasar falsafah negara oindonesia, sehingga
dapat diartikan kesimpulan bahwa pancasila merupakan dasar falsafah
dan ideology negara yang diharapkan menjadi pandangan hidup bangsa
indonesia, sebagai dasar pemersatu, lambang persatuan dan kesatuan,
serta bagian pertahanan bangsa dan negara.
Pancasila sebagai satu-satunya ideologi yang dianut bangsa indonesia
takk ada yang mampu menandinginya. Indonesia yang terdiiri atas
berbagai dan suku bangsa dapat dipersatukan oleh pancasil. Itu
sebabnya sering kali pancasila dianggap sebagai ideologi yang sakti.
Siapa pun coba menggulingkannya,akan berhadapan langsung dengan
seluruh komponen-komponen kekuatan bangsa dan negara indonesia.

kaitannya Pancasila Dengan Proklamasi dan UUD 1945

Pertama, kita harus melihat kaitan antara Pancasila dan Pembukaan UUD
1945 terlebih dahulu. Hubungan antara keduanya bersifat formal dan
material:(a) Secara formal; bahwa rumusan Pancasila sebagai dasar
negara Indonesia tercantum dalam Pembukaan UUD 1945. Dengan kata
lain, Pembukaan UUD 1945 berkedudukan dan berfungsi selain sebagai
Mukadimah UUD 1945 juga sebagai suatu yang bereksistensi sendiri
karena Pembukaan UUD 1945 yang intinya Pancasila tidak tergantung
pada batang tubuh UUD 1945, bahkan sebagai sumbernya. Dengan
demikian Pancasila sebagai inti Pembukaan UUD 1945 mempunyai
kedudukan yang kuat, tetap, tidak dapat diubah dan terlekat pada
kelangsungan hidup Negara RI.(b) Secara Material, berupa proses
perumusan Pancasila: sidang BPUPKI membahas dasar filsafat Pancasila,
disusul pembahasan Pembukaan UUD 1945; sidang berikutnya tersusun
Piagam Jakarta sebagai wujud bentuk pertama Pembukaan UUD 1945

Unsur-Unsur Dan Faktor Tentang Tantangan Pancasila
A. Unsur-unsur yang mempengaruhi tantangan terhadap pancasila
sebagai ideologi negara
• Pertarungan ideologi antara negara-negara super power antara
Amerika Serikat dan Uni Soviet antara 1945 sampai 1990 yang berakhir
dengan bubarnya negara Soviet sehingga Amerika menjadi satu-
satunya negara super power.
• Menguatnya isu kebudayaan global yang ditandai dengan masuknya
berbagai ideologi
• asing dalam kehidupan berbangsa dan bernegara karena keterbukaan
informasi.
• Meningkatnya kebutuhan dunia sebagai akibat pertambahan penduduk
dan kemajuan
• ideologi sehingga terjadi eksploitasi terhadap sumber daya alam
secara matif. Dampak konkritnya adalah kerusakan lingkungan, seperti
banjir, kebakaran hutan

B. Adapun faktor meliputi hal-hal sebagai berikut :
kepentingan kelompok atau partai sehingga ideologi Pancasila sering
terabaikan.
1.Penyalahgunaan kekuasaan (korupsi) mengakibatkan rendahnya
kepercayaan masyarakat terhadap rezim yang berkuasa sehingga
kepercyaan terhadap ideologi menurut drastis.
2.Penyelenggaraan pendidikan Pancasila sebagai mata kuliah di perguruan
tinggi ditegaskan dalam Surat Edaran Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi
Nomor 914/E/T/2011, tertangga l0 Juni 2011, ditentukan bahwa perguruan
tinggi harus menyelenggarakan pendidikan Pancasila minimal 2 (dua) SKS
atau dilaksanakan bersama mata kuliah pendidikan kewarganegaraan
dengan nama pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan (PPKn) dengan
bobot minimal 3 (tiga) SKS. Selanjutnya, Undang-Undang Republik Indonesia
Nomor 12 tahun 2012, tentang pendidikan tinggi, memuat penegasan
tentang pentingnya dan ketentuan penyelenggaraan pendidikan Pancasila
sebagaimana termaktub dalam pasal-pasal berikut.

PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NEGARA

. Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia.
Pengertian Pancasila sebagai ‘ideologi negara’ adalah nilai-nilai
yang terkandung di dalam Pancasila menjadi cita-cita normatif di
dalam penyelenggaraan negara. Secara luas, pengertian
Pancasila sebagai ideologi Negara Indonesia adalah visi atau
arah dari penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara
di Indonesia, yaitu terwujudnya kehidupan yang menjunjung
tinggi ketuhanan, nilai kemanusiaan, kesadaran akan kesatuan,
berkerakyatan, serta menjunjung tinggi nilai keadilan.
Pancasila sebagai ideologi negara yang berarti sebagai cita-cita
bernegara dan sarana yang mempersatukan masyarakat perlu
perwujudan yang konkret dan operasional aplikatif, sehingga
tidak hanya dijadikan slogan belaka. Dalam Ketetapan MPR
tersebut dinyatakan bahwa Pancasila perlu diamalkan dalam
bentuk pelaksanaan yang konsisten dalam kehidupan bernegara.

. •Fungsi Dan Makna Pancasila Sebagai Ideologi Negara
 Fungsi Ideologi Pancasila
1. Sarana pemersatu bangsa Indonesia, memperkukuh,
dan memelihara kesatuan dan persatuan.
2. Membimbing dan mengarahkan bangsa Indonesia
untuk mencapai tujuan.
3. Memberikan motivasi untuk menjaga dan memajukan
jati diri bangsa Indonesia.
4. Menjadi pedoman hidup bangsa Indonesia untuk
menjaga keutuhan negara.
5. Menumbuhkan jiwa nasionalisme dan patriotisme.
6. Menunjukkan jalan serta mengawasi dalam upaya
mewujudkan cita-cita yang terkandung dalam Pancasila.

.
•Makna Ideologi Pancasila
1. Nilai-nilai yang tercantum di dalam Pancasila
itu menjadi cita-cita normatif penyelenggaraan
bernegara.
2. Nilai-nilai yang tercantum di dalam Pancasila
ini merupakan nilai yang disepakati secara
bersama, oleh karena itu menjadi satu di
antara sarana di dalam pemersatu (integrasi)
masyarakat Indonesia

.

•Tujuan Dan Dimensi pancasila Sebagai Ideologi Negara

Tujuan

1.Menghendaki seluruh rakyat Indonesia untuk memiliki sikap
religius, memeluk agama 2.sesuai dengan keyakinan, dan taat
kepada Tuhan.

3.Menanamkan dan menjunjung tinggi rasa saling menghargai
dan menghormati HAM (Hak Asasi Manusia).

4.Menciptakan bangsa yang nasionalis dan menanamkan rasa
cinta tanah air kepada seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali

5.Menciptakan bangsa yang demokrasi, yaitu mendahulukan
kepentingan umum untuk kesejahteraan bersama.

6.Menciptakan bangsa yang adil, baik secara sosial maupun
ekonomi, sehingga seluruh rakyat Indonesia memiliki
kesempatan yang sama untuk mengembangkan usaha tanpa
membeda-bedakan.

•Dimensi

1.Dimensi Idealisme
2. Dimensi Realita

. 3. Dimensi Fleksibilitas

•Penerapan Pancasila Sebagai Ideologi Negara
1. Sila Pertama
Contoh penerapan ideologi Pancasila pada sila pertama adalah memberikan
kebebasan untuk memeluk agama. Jadi, negara tidak pernah memaksa
seseorang untuk memeluk satu di antara agama tertentu.
2. Sila kedua
Saling menghormati, sesuai adab ketimuran dan sesuai dengan sila kedua
dari Pancasila merupakan contoh ideologi dari sila kedua. Itulah mengapa,
masyarakat Indonesia wajib untuk saling memiliki rasa hormat antarindividu
ataupun kelompok.
3. Sila Ketiga
Contoh ideologi pancasila yang diambil sila ketiga adalah selalu
mementingkan kepentingan golongan dibandingkan dengan kepentingan
individu.

. 4. Sila Keempat
Adanya ideologi Pancasila ini menuntut
masyarakat untuk bermusyawarah dalam
memutuskan atau memberikan solusi dari
suatu masalah yang sedang terjadi.
Tujuan dari diadakan musyawarah ini
adalah untuk mendengar dan memutuskan
jalan keluar dari suatu masalah sehingga
tidak ada pihak yang merasa dirugikan.
5. Sila Kelima
Contoh ideologi pancasila yang terakhir
adalah bersikap adil dalam memutuskan
suatu permasalahan.

P.ERBANDINGAN BEBERAPA IDEOLOGI DUNIA

1. IDEOLOGI KAPATALISME
Kapitalisme atau Kapital adalah suatu paham yang meyakini
bahwa pemilik modal bisa melakukan usahanya untuk meraih
keuntungan sebesar-besarnya. Kapitalisme memiliki sejarah yang
panjang, yaitu sejak ditemukannya sistem perniagaan yang
dilakukan oleh pihak swasta.
2 IDEOLOGI LIBERALISME
Liberalisme atau Liberal adalah sebuah ideologi, pandangan
filsafat, dan tradisi politik yang didasarkan pada pemahaman
bahwa kebebasan adalah nilai politik yang utama.
3 IDEOLOGI MARXISME
Marxisme, dalam batas-batas tertentu bisa dipandang sebagai
jembatan antara revolusi Prancis dan revolusi Proletar Rusia
tahun 1917. Untuk memahami Marxisme sebagai satu ajaran
filsafat dan doktrin revolusioner, serta kaitannya dengan gerakan
komunisme di Uni Soviet maupun di bagian dunia lainnya,
barangkali perlu mengetahui terlebih dahulu kerangka histories
Marxisme itu sendiri.

4 IDEOLOGI SOSIALISME
Sosialisme atau sosialis adalah paham yang bertujuan
. membentuk negara kemakmuran dengan usaha kolektif yang

produktif dan membatasi milik perseorangan. Sosialisme dapat
mengacu ke beberapa hal yang berhubungan dengan ideologi
atau kelompok ideologi, sistem ekonomi, dan negara
5 IDEOLOGI NASIONALISME
NasionalismePaham nasionalisme berkembang dari Eropa dan
sejak abad ke-19 menyebar keberbagai negara di dunia,
termasuk Indonesia.Nasionalisme mempunyai cirri utama, yakni
menempatkan kepentingan bangsadan negara diatas
kepentingan pribadi dan golongan.
.6 IDEOLOGI DEMOKRASI
Demokrasi artinya hukum untuk rakyat oleh rakyat. kata ini
merupakan himpunan dari dua kata : demos yang berarti rakyat,
dan kratos berarti kekuasaan. Jadi artinya kekuasaan ditangan
rakyat.Sebenarnya pemikiran untuk melibatkan rakyat dalam
kekuasaan sudah muncul sejak zaman dahulu.

7 IDEOLOGI KOMUNISME
Komunisme adalah paham yang mendahulukan kepentingan umum diatas
kepentingan pribadi dan golongan, paham komunis juga menyatakan semua
hal dan sesuatu yang ada di suatu negara dikuasai secara mutlak oleh
negara tersebutPenganut faham ini berasal dari Manifest der
Kommunistischen yang ditulis oleh Karl Marx dan Friedrich Engels
8 IDEOLOGI FASISME
Fasisme merupakan sebuah paham politik yang mengangungkan
kekuasaan absolut tanpa demokrasi. Dalam paham ini, nasionalisme yang
sangat fanatik dan juga otoriter sangat kentara
9 IDEOLOGI ANARKISME
Anarkisme yaitu suatu paham yang mempercayai bahwa segala bentuk
negara, pemerintahan, dengan kekuasaannya adalah lembaga-lembaga
yang menumbuhsuburkan penindasan terhadap kehidupan, oleh karena itu
negara, pemerintahan, beserta perangkatnya harus dihilangkan/dihancurkan

. 10 IDEOLOGI KONSERVATISME
Hal atau unsure yang terkandung di dalamnya, antara lain:
1. inti pemikiran : memelihara kondisi yang ada, mempertahankan
kestabilan, baik berupa kestabilan yang dinamis maupun kestabilan
yang statis. Tidak jarang pula bahwa pola pemikiran ini dilandasi oleh
kenangan manis mengenai kondisi kini dan masa lampau
2. filsafatnya adalah bahwa perubahan tidak selalu berarti kemajuan.
Oleh karena itu, sebaiknya perubahan berlangsung tahap demi tahap,
tanpa menggoncang struktur social politik dalam negara atau
masyarakat yang bersangkutan.
3. landasan pemikirannya adalah bahwa pada dasarnya manusia
lemah dan terdapat “evil instinct and desires” dalam dirinya. oleh
karena itu perlu pola-pola pengendalian melalui peraturan yang ketat
4. system pemerintahan (boleh): demokrasi, otoriter.

11 IDEOLOGI PANCASILA
Pancasila terdiri dari dua kata dari Sansekerta: pañca berarti lima dan śīla
berarti prinsip atau asas. Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia
berisi:
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam
Permusyawaratan/Perwakilan
5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
Pancasila adalah IDEOLOGI Negara Indonesia.

.


Click to View FlipBook Version