BAHAN AJAR
PENYAKIT DIABETES MELITUS
A. IDENTITAS BAHAN AJAR
Mata Pelajaran : Biologi
Kelas : XI MIPA
Alokasi Waktu : 1 Jam Pelajaran (2x45 menit)
Judul Handout : Penyakit Diabetes Melitus
B. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah uji tes glukosa darah, berdiskusi dan mengerjakan LKPD peserta didik dapat :
1. Menghitung Body Massa Index (BMI) dengan benar.
2. Menganalisis minimal 4 faktor atau penyebab penyakit diabetes melitus.
3. Menjelaskan minimal 4 cara pencegahan penyakit diabetes melitus.
4. Menjelaskan minimal 3 cara pengobatan penyakit diabetes melitus.
5. Mempresentasikan hasil diskusi kelompok di depan kelas mengenai penyakit diabetes
melitus.
6. Membuat poster yang menarik sebagai kampanye penyakit diabetes melitus yang akan
diposting di media sosial.
C. MATERI PEMBELAJARAN
DIABETES MELITUS
1. Pengertian
Diabetes Mellitus (DM) atau yang dikenal dengan kencing manis/penyakit gula merupakan
penyakit dimana kadar gula dalam darah cukup tinggi karena tubuh tidak dapat melepaskan atau
menggunakan insulin sehingga gula didalam darah tidak dapat dimetabolisme.
2. Kriteria Diabetes Mellitus
Seseorang dikatakan menderita diabetes mellitus apabila :
a. Menunjukkan gejala DM + kadar gula darah sewaktu > 200gr/dl
b. Menunjukkan gejala DM + kadar gula darah puasa > 126 gr/dl
c. Kadar gula darah 2 jam pada tes toleransi glukosa oral (TTGO) lebih dari 200 gr/dl
3. Faktor Resiko
Penyakit diabetes mellitus adalah penyakit degeneratif (penyakit tidak menular) yang tidak
memiliki penyebab, namun memiliki faktor resiko, yaitu :
a. Faktor keturunan (genetik)
anak yang memiliki orang tua dengan riwayat penyakit Diabetes akan 3x lebih beresiko untuk
terkena penyakit Diabetes.
b. Usia Lebih dari 40 tahun
seseorang dengan usia lebih dari 40 tahun akan lebih beresiko terkena penyakit diabetes
mellitus terutama DM tipe 2.
c. Obesitas (kegemukan)
Kegemukan merupakan faktor resiko Diabetes yang cukup besar. Mayoritas pasien diabetes
mellitus tipe 2 berawal dari kegemukan.
Agar kita dapat mengetahui kategori massa tubuh kita apakah masuk kategori kurus, normal,
gemuk, maka digunakan rumus :
Body Massa Index (BMI)
Tujuan kita menghitung Body Mass Index (BMI) adalah untuk menaksir apakah tubuh kita
memiliki berat badan ideal, teralalu kurus, atau terlalu gemuk. Menghitung BMI dengan cara
berat badan (kg) dibagi tinggi badan (m) pangkat 2 :
Contoh : Seseorang memiliki tinggi badan 145 cm dan berat badan 50 kg,
maka BMI-nya adalah =
=
Tabel Body Massa Index (BMI)
BMI Kelompok Kategori
Kekurangan berat badan tingkat berat
<17 Kurus Kekurangan berat badan tingkat ringan
Normal
17,0-18,5 kurus Kelebihan berat badan tingkat ringan
Kelebihan berat badan tingkat berat
18,5-25,0 Normal
>25,0-27,0 Gemuk
>27,0 Obesitas
d. Gaya hidup yang kurang sehat
gaya hidup yang buruk merupakan salah satu faktor resiko penyakit DM yang perlu
diwaspadai. Kebanyakan orang lebih memilih makanan yang rasanya enak dibandingkan
dengan makanan sehat. Padahal, makanan dengan rasa yang enak belum tentu
menyehatkan tubuh, dan kebanyakan makanan enak tersebut malah memperburuk kondisi
tubuh jika dikonsumsi terus menerus.
e. Kurang beraktivitas dan kurang olahraga
Olahraga merupakan salah satu pilar utama pengelolaan DM bersamaan dengan diet, obat,
dan edukasi. Berolahraga dapat membantu memperbaiki metabolisme glukosa dan lemak
karena sel lebih sensitif terhadap insulin, di samping menurunkan dosis obat suntikan insulin.
Olahraga dapat menunda kemunculan DM, membantu pengelolaan DM, dan mengurangi
komplikasi DM.
f. Dislipidemia
Merupakan kelainan metabolism lipid yang ditandai dengan peningkatan atau penurunan
komponen lemak di dalam plasma darah seperti tingginya kolesterol. Dyslipidemia dapat
menyebabkan pembentukan plak didalam pembuluh darah sehingga dapat terjadi
penyumbatan pembuluh darah.
4. Pencegahan
Penyakit diabetes melitus dapat dicegah dengan cara :
a. Cek gula secara teratur
Lakukan pengecekan gula darah secara rutin minimal 1 bulan sekali. Hal ini penting untuk
mendeteksi kondisi diabetes secara teratur sehingga meminimalisir terjadinya komplikasi.
b. Konsumsi Makanan yang sehat dan jaga pola makan yang baik
Jangan mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung gula, lemak/minyak dan garam
dalam jumlah yang berlebihan.
c. Menjaga Berat badan Ideal
d. Olahraga secara teratur
Berolahraga selama 150 menit/ minggu dengan latihan aerobic sedang atau selama 90 menit /
minggu dengan gerakan aerobic berat. Latihan dapat dibagi menjadi 3-4x seminggu.
5. Pengobatan Diabetes Melitus
Pengobatan diabetes tergantung pada jenis diabetes yang dialami oleh pasien. Berikut ini adalah
beberapa metode pengobatan diabetes yang dapat dilakukan:
a. Diabetes tipe 1
pasien akan membutuhkan terapi insulin untuk mengatur gula darah sehari-hari. Beberapa
pasien diabetes tipe 2 juga disarankan untuk menjalani terapi insulin untuk mengatur gula
darah.
Insulin tambahan biasanya akan diberikan melalui suntikan, bukan dalam bentuk obat oral.
Dokter akan mengatur jenis dan dosis insulin yang digunakan, serta memberitahu cara
menyuntiknya.
b. Diabetes tipe 1 yang berat
dokter akan merekomendasikan prosedur transplantasi pankreas untuk mengganti pankreas
yang rusak. Pasien diabetes tipe 1 yang berhasil menjalani transplantasi tersebut tidak
memerlukan lagi terapi insulin, tetapi harus mengonsumsi obat imunosupresif secara rutin.
c. Diabetes tipe 2
dokter akan meresepkan obat-obatan, salah satunya adalah metformin. Metformin berfungsi
menurunkan produksi glukosa dari hati dan membantu tubuh dalam mengolah insulin secara
efektif.
Dokter juga dapat memberikan suplemen atau vitamin guna mengurangi risiko terjadinya
komplikasi. Misalnya, pasien diabetes yang sering mengalami gejala kesemutan akan diberikan
vitamin neurotropik. Vitamin neurotropik umumnya terdiri dari vitamin B1, B6, dan B12. Vitamin-
vitamin ini bermanfaat untuk menjaga fungsi dan struktur saraf tepi. Hal ini sangat penting
untuk pasien diabetes tipe 2 agar terhindar dari komplikasi neuropati diabetik yang cukup
sering terjadi.
TES GLUKOSA DARAH
A. TUJUAN TES GLUKOSA DARAH
Tujuan utama tes diabetes adalah memeriksa kadar gula darah seseorang, dan menetapkan
diagnosis. Tes ini terutama direkomendasikan untuk orang yang mengalami gejala diabetes, tetapi
belum pernah terdiagnosis.
Sementara itu, bagi pengidap diabetes, tes ini diperlukan untuk memantau kadar gula darah,
serta menentukan obat dan dosis yang sesuai dengan kondisi.
B. JENIS TES GLUKOSA DARAH
Tes glukosa darah terdiri dari beberapa jenis,yaitu
1. Tes gula darah sewaktu (GDS)
a. Tidak perlu puasa terlebih dahulu.
b. Dokter membersihkan ujung jari dengan antiseptik.
c. Setelah itu, dokter menusuk jari dengan jarum kecil.
d. Darah yang keluar kemudian dicek dengan glukometer.
e. Hasil biasanya langsung dapat diketahui saat itu juga.
2. Tes gula darah puasa (GDP)
a. Diperlukan puasa selama 8-10 jam sebelum tes.
b. Dokter membersihkan lipatan siku dengan cairan antiseptik.
c. Lalu, sampel darah diambil dengan menggunakan suntikan.
d. Sampel darah kemudian dikirim ke laboratorium untuk diperiksa.
3. Tes gula darah 2 jam post prandial (GD2PP)
a. Setelah menjalani tes GDP, kamu dipersilakan untuk makan dan minum.
b. Lalu, 2 jam setelahnya, sampel darah diambil lagi, dengan cara yang sama seperti prosedur
GDP.
c. Sampel darah yang diperoleh kemudian dibawa ke laboratorium untuk diperiksa.
4. Tes HbA1c
a. Sama seperti GDP, untuk menjalani tes ini juga harus puasa selama 8-10 jam.
b. Dokter mengambil sampel darah dengan menggunakan suntikan, dari lipatan siku yang sudah
dioleskan antiseptik.
c. Sampel darah kemudian dikirim ke laboratorium untuk diperiksa.
5. Tes Toleransi Glukosa Oral (TTGO)
a. Prosedur dilakukan sama seperti GDP, yaitu puasa selama 8-10 jam, kemudian sampel darah
diambil dari lipatan siku dengan suntikan, dan dikirim ke laboratorium.
b. Bedanya, setelah sampel darah diambil, petugas medis akan menginstruksikan untuk minum
larutan glukosa 75 gram untuk orang dewasa dan 1,75 gram/kgBB untuk anak-anak.
c. Setelah itu, kamu akan diminta untuk berpuasa kembali selama 2 jam.
d. Jika sudah 2 jam, petugas akan kembali mengambil sampel darah, untuk diperiksa di
laboratorium.
PEMBUATAN POSTER
Dalam pembuatannya tentu ada beberapa tahapan yang harus anda lakukan antara lain:
1. Tentukan Topik & Tujuan
Pertama, Anda harus menentukan apa yang ingin dibahas dalam poster tersebut, apakah
membahas produk kecantikan,kegiatan sosial, atau sebuah film animasi. Kemudian,tentukan pula
alasan Anda membuat poster tersebut. Anda membuatnya untuk promosi? atau hanya sekedar
sosialisasi.
2. Buat Kalimat Singkat dan Bersifat Memberikan Sugesti
Poster biasanya dibaca sekilas oleh pengunjung. Sedikit sekali pejalan kaki atau pengendara yang
berlama-lama di suatu tempat, hanya untuk membaca sebuah poster. Untuk itu, kalimat sebaiknya
dibuat singkat agar bisa dibaca dan dipahami hanya dalam waktu beberapa detik saja. Nantinya,
melalui bahasa singkat tersebut, maka pesan yang ditulis oleh para pembuat poster bisa
tersampaikan dengan baik. Tetapi, jangan sampai kata-kata tersebut malah menjadi ambigu dan
membuat para pembaca kebingungan.
3. Gunakan Gambar
Gambar merupakan alat penyampai pesan yang paling menarik. Proporsi gambar yang lebih
besar dari tulisan pada sebuah poster menjadi strategi untuk menarik pembaca. Penggunaan
warna-warna mencolok juga dapat Anda gunakan sebagai salah satu strategi
4. Gunakan Media yang Tepat
Media (tempat ditempelnya poster) akan menentukan apakah poster Anda akan lebih banyak
dilihat pembaca atau tidak. jadi pilihlah media yang kemungkinan akan banyak orang melihatnya.
misalnya di posting ke media social.
POS TES
Postes dapat diakses pada link : https://forms.gle/eQKpsuNEtnqEqV1o8
DAFTAR PUSTAKA
Ernaningtias.2014. Biologi untuk SMA/SMK Kelas XI. Jakarta : Erlangga
Anonim. Mengenal Diabetes Mellitus. 2019. http://rsp.unand.ac.id/artikel/mengenal-diabetes-mellitus
Anonim. Membuat Poster.
https://sumber.belajar.kemdikbud.go.id/repos/FileUpload/membuat%20poster_IK/proses-pembuatan.html