SOSIOLOGI
DAFTAR ISI
BAB 1
BAB 2
BAB 3
BAB 1
Pengertian Sosiologi
Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)
sosiologi mempunyai arti sebagai “pengetahuan atau
ilmu tentang sifat, perilaku, dan perkembangan
masyarakat; ilmu tentang struktur sosial, proses
sosial, dan perubahannya.”
Sementara secara harfiah, sosiologi berasal dari
gabungan dua kata, yaitu “socius” (bahasa Latin) yang
berarti kawan dengan “logos” (bahasa Yunani) yang
bermakna ilmu pengetahuan. Maka bisa disimpulkan
bahwa sosiologi adalah ilmu yang mempelajari
perilaku manusia dalam bermasyarakat.
Pengertian Sosiologi Menurut
Para Ahli
1. Auguste Comte
Sebagai orang yang mencetuskan konsep sosiologi,
Comte mengatakan bahwa sosiologi merupakan ilmu
positif. Artinya dalam mempelajari berbagai gejala
sosial yang ada dalam masyarakat, sosiologi sangat
berlandaskan pada logika ilmiah dan rasional.
2. Karl Marx
Sedangkan Karl Marx dalam The Communist
Manifesto mempercayai bahwa sosiologi bisa
melawan penindasan dan melahirkan masyarakat
tanpa kelas. Dia yakin bahwa sebenarnya masyarakat
harus dibebaskan dari sistem kapitalis.
3. Max Weber
Menurut Max Weber, sosiologi bisa diartikan sebagai
sebuah ilmu yang mempelajari pengaruh timbal balik
dan hubungan antara berbagai gejala sosial seperti
gejala moral, gejala agama, gejala keluarga, dan gejala
ekonomi).
4. Emile Durkheim
Pengertian sosiologi menurut Emile Durkheim ialah
ilmu yang mengkaji institusi sosial serta fakta yang ada
dalam berbagai tatanan masyarakat. Durkheim
percaya bahwa dari kumpulan fakta yang
berhubungan dengan cara bertindak dan berpikir itu,
ada kekuatan yang bisa mengendalikan sebuah
individu
5. Soejono Soekanto
Soekanto mengatakan bahwa sosiologi merupakan
ilmu yang fokus pada segi-segi umum kemasyarakatan
dan berusaha memperoleh pola-pola yang umum
untuk kehidupan masyarakat.
Pengertian Masyarakat
Salah satunya penjelasan ahli antropologi Indonesia,
Koentjaraningrat. Dalam buku karyanya yang berjudul
Pengantar Ilmu Antropologi (Cetakan Kedelapan, 2002:
150), Koentjaraningrat menyebut, definisi masyarakat
adalah sekumpulan manusia yang saling “bergaul”, atau
dengan istilah ilmiah, saling “berinteraksi”.
Sementara di buku Pengantar Antropologi: Sebuah
Ikhtisar Mengenal Antropologi (2019: 46) karya Gunsu
Nurmansyah dkk, dijelaskan bahwa definisi masyarakat
adalah sejumlah manusia yang jadi satu kesatuan
golongan yang berhubungan tetap dan mempunyai
kepentingan yang sama. Selain itu, Masyarakat bisa
diartikan sebagai salah satu satuan sosial dalam sistem
sosial, atau kesatuan hidup manusia.
1. Menurut ahli sosiologi Indonesia, Selo Sumarjan,
definisi masyarakat adalah orang-orang yang hidup
bersama dan menghasilkan kebudayaan.
2. Menurut ahli sosiologi modern paling berpengaruh,
Karl Marx, masyarakat adalah suatu struktur yang
mengalami suatu ketegangan organisasi ataupun
perkembangan akibat adanya pertentangan antara
kelompok-kelompok yang dibedakan kepentingannya
secara ekonomi.
Kelahiran Sosiologi
Sosiologi lahir dari situasi dan kondisi masyarakat
terutama di Eropa pada abad 18 ketika terjadi
Revolusi Industri dan Revolusi Perancis.
Revolusi politik di Perancis selama abad 18 dan 19
menyebabkan pergeseran fokus sosiologi pada
pembentukan ketertiban serta perubahan sosial
Revolusi Industri sebagai tanda munculnya
kapitalisme dan sosialisme
Pada periode kemuculannya, Herbet Spencer yang
percaya pada teori evolusi milik Charles Darwin
menulis Principel of Sosiology sebagai buku
pertama dengan penggunaan kata sosiologi
Tujuh tahun setelahnya, Lester F. Ward seorang
intelek asal Amerika menuliskan Dynamic Sociology
Pada tahun 1895 Emil Durkheim menjelaskan
perihal metodologi ilmiah dari sosiologi dalam The
Rules of Sociological Method
Masih di abad 19 ada Karl Marx dan Max Weber
sebagai tokoh berpengaruh sosiologi.
Memasuki abad 20 ilmu sosiologi mulai berkembang
cukup pesat dan menjadi salah satu ilmu sosial yang
paling diminati di Amerika Serikat
Pada periode sebelum Perang Dunia 1 sampai 1930
an, Marhab Chiccago School mendominasi. Pada era
ini bermunculan sosiolog asal Amerika.
Pada abad ke-21, sosiologi berkembang begitu
cepat sampai-sampai muncul aliran sosiologi lain
yang saling mengkritik seperti poststrukturalisme,
postmodernisme, postkolonialisme, dan post-
positivisme.
Dengan cakuapan awalnya yang sudah luas,
sosiologi kembali mengekspansi ruang lingkupnya
hingga lahirlah subdisiplin lain di bawah naungan
sosilogi. Contohnya seperti sosiologi kesehatan.
Ciri ciri Ilmu Sosiologi
1.Empiris
Sosiologi, sebagai ilmu pengetahuan berdasar kepada
realitas sosial yang benar-benar terjadi di lapangan
(masyarakat) dan bukan merupakan sebuah spekulasi.
2. Teoritis
Ciri yang pertama ialah sosiologi selalu berusaha
menyusun sebuah abstraksi yang berupa kesimpulan
tentang hubungan sebab-akibat dari berbagai gejala
sosial yang diteliti dengan berdasarkan kepada hasil
pengamatan empiris.
3. Kumulatif
Kumulatif artinya sebuah argumen tentang fenomena
tertentu dalam sosiologi harus berlandaskan kumpulan
beberapa teori yang sudah ada sebelumnya.
4. Non-etis
Tugas sosiologi bukan untuk menentukan mana yang
baik dan buruk dalam permasalahan. Ilmu yang satu ini
fokus memberikan penjelasan yang logis tentang latar
belakang fenomena tertentu.
PARADIGMA SOSIOLOGI
Paradigma Fakta Sosial
Dalam paradigma fakta sosial terdapat sesuatu di
luar diri kita yang mampu memaksa diri kita untuk
melakukan sesuatu agar dapat berperilaku sesuai
dengan apa yang ada diluar diri kita itu, Jadi,
Perilaku seseorang dapat dikontrol. Dalam hal ini
struktur bisa memaksa.
Contoh : Norma, aturan, nilai-nilai, kondisi, situasi,
serta sekian alat pengendalian sosial lainnya.
Emapat proposisi yang mendukung kelompok
sebagai fakta sosial :
1.Kelompok dilihat melalui sekumpulan individu
2.Kelompok tersusun atas beberapa individu
3.Fenomena sosial hanya memiliki realitas dalam
Individu
4.Tujuan mempelajari mempelajari kelompok
kelompok untuk membantu menerangkan atau
méramalkan tindakan individu.
Paradigma ini mencakup sejumlah perspektif teoritis.
Seperti teori struktural fungsional, teori Konflik, teori
sistem, dan teori sosiologi makro.
Menurut Emile Durkheim fakta sosial merupakan
seluruh cara bertindak, baku maupun tidak yang dapat
berlaku pada diri individu sebagai sebuah paksaan
eksternal, atau bisa juga dikatakan bahwa fakta sosial
adalah seluruh cara bertindak yang umum dipakai
suatu masyarakat dan pada saat yang sama
keberadaannya terlepas dari manifestasi-manifestasi
individu.
Secara garis besar fakta sosial yang menjadi pusat
perhatian penyelidik sosiologi terdiri atas 2 tipe yaitu
struktur sosial dan pranata sosial. Setiap masyarakat
terdiri atas kelompok-kelompok yang memiliki norma-
norma
Paradigma Definisi Sosial
Dalam paradigma definisi sosial bercirikan adanya
interaksi dengan norma sehingga menimbulkan makna
dan perilaku yang bersifat continue. Selain itu dalam
paradigma ini selalu melihat hal-hal yang khusus.
Paradigma ini lahir sebagai respon atas paradigm fakta
social yang menganalisis fenomena social secara
komprehensif. Analisis paradigma ini menitikberatkan
pada tindakan social yang dilakukan berdasarkan atas
kesadaran penuh seseorang.
Yang dimaksud dengan tindakan sosial adalah tindakan
yang dilakukan oleh seseorang yang mengandung
makna bagi dirinya sendiri dan tindakan itu diarahkan
pada pihak lain. Tindakan yang diarahkan pada pihak
lain akan mendapatkan respon atau reaksi balik yang
berupa tindakan juga.
Menurut paradigma ini, system atau struktur di luar diri
manusia tidak mempunyai kemampuan mempengaruhi
potensi dalam diri manusia. Tokoh utama paradigma ini
adalah Max Weber yang telah melahirkan teori Aksi
Social atau social action
Ada sejumlah besar teori yang dapat dimasukkan ke
dalam paradigma ini yaitu: teori tindakan,
interaksionisme simbolik, dan fenomenologi
Paradigma Perilaku Sosial
Pandangan ini lebih mengarahkan pendekatannya pada
psikologi, dimana Skinner mencoba menerjemahkan
prinsip-prinsip psikologi aliran behaviourisme ke dalam
sosiologi. Teori, gagasan, dan praktek yang dilakukannya
telah memegang peranan penting dalam pengembangan
sosiologi behaviour.
Dalam paradigma perilaku sosial terdapat sesuatu yang
dapat memicu perilaku seseorang. Dengan kata lain,
perilaku seseorang ditentukan oleh stimulus yang datang
dari luar yang membuat kemudian individu berpikir dan
berperilaku.
Ada dua teori yang termasuk ke dalam paradigma perilaku
sosial, yaitu teori behavioral sosiologi dan teori exchange.
KEGUNAAN SOSIOLOGI
Sebagai ilmu pengetahuan sosial yang objeknya
masyarakat, sosiologi memiliki empat macam fungsi atau
kegunaan, yaitu dalam bidang perencanaan sosial,
penelitian, pembangunan, dan pemecahan masalah sosial.
1. Perencanaan Sosial
Sosiologi memahami perkembangan kebudayaan
masyarakat, baik masyarakat tradisiona lmaupun
modern sehingga proses penyusunan dan
permasyarakatan suatu perencanaan sosial relatif
mudah dilakukan.
Sosiologi memahami hubungan manusia dengan
lingkungan alam, hubungan antargolongan, juga proses
perubahan dan pengaruh penemuan baru terhadap
masyarakat. Ini berarti perencanaan ke depan yang
disusun atas dasar kenyataan yang faktual dalam
masyarakat oleh sosiologi relatif bisa dipercaya.
2. Penelitian
Memahami simbol kata-kata, kode, serta berbagai
istilah yang digunakan oleh masyarakat sebagai objek
penelitian empiris.
Pemahaman terhadap pola-pola tingkah laku manusia
dalam masyarakat.
Kemampuan untuk mempertimbangkan berbagai
fenomena atau gejala sosial yang timbul dalam
kehidupan masyarakat, terlepas dari prasangka-
prasangka subjektif.
3. Pembangunan
Pada Td
aahpaapt Perencanaan mengadakan
Sosiologi berguna di dalam
identifikasi-identifikasi terhadap berbagai kebutuhan
masyarakat
Pada Tahap Pelaksanaan
Pada tahan pelaksanaan perlu diadakan identifikasi
terhadap kekuatan dalam masyarakat.
Pada Tahap Evaluasi
Pada tahap evaluasi diadakan analisi terhadap efek
pembangunan.
Pemecahan Masalah Sosial
Masalah sosial timbul dari kekurangan-kekurangan dalam
diri manusia atau kelompok sosial yang bersumber pada
faktor-faktor berikut.
Ekonomis, misalnya kemiskinan, pengangguran, dan
bencana alam.
Biologis, misalnya penyakit menular dan wabah.
Psikologis, misalnya penyakit syaraf, bunuh diri, dan
disorganisasi jiwa.
Kebudayaan, misalnya kejahatan, penceraian,
kenakalan remaja, konflik etnis, dan konflik agama.
BAB 2
STATUS DAN PERAN SOSIAL
STATUS SOSIAL
Setiap individu dalam masyarakat memiliki status
sosialnya masing-masing. Status merupakan
perwujudan atau pencerminan dari hak dan
kewajiban individu dalam tingkah lakunya. Status
sosial sering pula disebut sebagai kedudukan atau
posisi, peringkat seseorang dalam kelompok
masyarakatnya.
Pada semua sistem sosial, tentu terdapat
berbagai macam kedudukan atau status, seperti
anak, isteri, suami, ketua RW, ketua RT, Camat,
Lurah, Kepala Sekolah, Guru dsbnya.
Dalam teori sosiologi, unsur-unsur dalam
sistem pelapisan masyarakat adalah kedudukan
(status) dan peranan (role). Kedua unsur ini
merupakan unsur baku dalam pelapisan
masyarakat. Kedudukan dan peranan seseorang
atau kelompok memiliki arti penting dalam suatu
sistem sosial.
PERAN SOSIAL
Peranan merupakan aspek dinamis dari suatu
status (kedudukan). Apabila seseorang
melaksanakan hak-hak dan kewajibannya sesuai
dengan status yang dimilikinya, maka ia telah
menjalankan peranannya. Peranan adalah tingkah
laku yang diharapkan dari orang yang memiliki
kedudukan atau status.
Antara kedudukan dan peranan tidak dapat
dipisahkan. Tidak ada peranan tanpa kedudukan.
Kedudukan tidak berfungsi tanpa peranan,
Contoh:
- Dalam rumah tangga, tidak ada peranan Ayah
jika seorang suami tidak mempunyai anak.
- Seseorang tidak bisa memberikan surat Tilang
(bukti pelanggaran) kalau dia bukan polisi.
Peranan merupakan hal yang sangat penting
bagi seseorang, karena dengan peranan yang
dimilikinya ia akan dapat mengatur perilaku
dirinya dan orang lain. Seseorang dapat
memainkan beberapa peranan sekaligus pada
saat yang sama, seperti seorang wanita dapat
mempunyai peranan sebagai isteri, ibu, karyawan
kantor sekaligus
FUNGSI STATUS DAN PERAN
SOSIAL
FUNGSI STATUS SOSIAL
1.Status sosial memberikan rasa aman
saat seseorang sudah berkecukupan pada gaya hidup
yang dia miliki, dia cenderung memiliki keinginan
untuk mempertahankannya. Itu berarti pola pikirnya
sudah berubah menjadi “beras habis tanggal berapa?”
2. Status sosial memberikan penghargaan
dari kelompok dengan status sosial yang sama,
seseorang cenderung ingin menjadi yang paling
menonjol. Maka dari itu mereka akan membandingkan
siapa yang terbaik di antara mereka. (Di sini poin
jawabannya)
3. Aktualisasi diri
agar dirinya tidak tertinggal dalam kelompok sosialnya,
seseorang perlu membuktikan produktifitasnya secara
berkelanjutan. Dalam tahap ini biasanya orang sudah
sangat mapan hingga pola pikirnya menjadi “besok
proyek apa?”
FUNGSI PERAN SOSIAL
Peranan memiliki beberapa fungsi bagi individu
maupun orang lain. Fungsi tersebut antara lain:
1. Peranan yang dimainkan seseorang dapat
mempertahankan kelangsungan struktur masyarakat,
seperti peran sebagai ayah atau ibu.
2. Peranan yang dimainkan seseorang dapat pula
digunakan untuk membantu mereka yang tidak
mampu dalam masyarakat. Tindakan individu tersebut
memerlukan pengorbanan, seperti peran dokter,
perawat, pekerja sosial, dsb.
3. Peranan yang dimainkan seseorang juga merupakan
sarana aktualisasi diri, seperti seorang lelaki sebagai
suami/bapak, seorang wanita sebagai isteri/ ibu,
seorang seniman dengan karyanya, dsb.
CARA MEMPEROLEH STATUS
SOSIAL
Dalam buku The Study of Man: An Introduction (1936)
karya Ralph Linton, disebutkan bahwa ada beberapa
cara memperoleh status sosial :
Ascribed status
Merupakan kedudukan seseorang dalam masyarakat
yang diperoleh dengan sendirinya, biasanya karena
faktor keturunan. Contoh anak bangsawan akan
mendapatkan kehormatan dari masyarakat karena
mendapat status yang diwariskan dari orang tuanya.
Achieved status
Merupakan kedudukan seseorang dalam masyarakat
yang diperoleh dengan cara disengaja. Untuk
memperoleh status ini diperlukan perjuangan dan
pengorbanan. Contohnya, untuk memperoleh gelar
sarjana, maka harus menjalani perkuliahan terlebih
dahulu.
Assigned status
Satus yang diberikan oleh masyarakat sebagai tanda
penghargaan atas pengorbanan dan jasanya.
Contohnya adalah seorang pahlawan yang dihargai oleh
masyarakat atas jasa dan perjuangannya.
KONFLIK STATUS SOSIAL
Kadangkala seseorang/individu dalam masyarakat
memiliki dua atau lebih status yang disandangnya
secara bersamaan. Apabila status-status yang
dimilikinya tersebut berlawanan akan terjadi benturan
atau pertentangan. Hal itulah yang menyebabkan
timbul apa yang dinamakan Konflik Status. Jadi akibat
yang ditimbulkan dari status sosial seseorang adalah
timbulnya konflik status.
Macam-macam Konflik Status:
a. Konflik Status bersifat Individual
Konflik status yang dirasakan seseorang dalam
batinnya sendiri. Contoh: - Seorang wanita harus
memilih sebagai wanita karier atau ibu rumah tangga -
Seorang anak harus memilih meneruskan kuliah atau
bekerja.
b. Konflik Status Antar Individu
Konflik status yang terjadi antara individu yang satu
dengan individu yang lain, karena status yang
dimilikinya. Contoh: - perebutan warisan antara dua
anak dalam keluarga - Tono beramtem dengan Tomi
gara-gara sepeda motor yang dipinjamnya dari kakak
mereka.
c. Konflik Status Antar Kelompok
Konflik kedudukan atau status yang terjadi antara
kelompok yang satu dengan kelompok yang lain.
Contoh:
- Peraturan yang dikeluarkan satu departemen
bertentangan dengan peraturan departemen yang lain.
DPU (Dinas Pekerjaan Umum) yang punya tanggung
jawab terhadap jalan-jalan raya, kadang terjadi konflik
dengan PLN (Perusahaan LIstrik Negara) yang
melubangi jalan ketika membuat jaringan listrik baru.
Pada waktu membuat jaringan baru tersebut,
kadangkala pula berkonflik dengan TELKOM karena
merusak jaringan telpon dan dengan PDAM
(Perusahaan Daerah Air Minum) karena membocorkan
pipa air. Keempat Instansi tersebut akan saling
berbenturan dalam melaksanakan statusnya masing-
masing.
PENGERTIAN TINDAKAN
SOSIAL
Tindakan sosial secara umum adalah tindakan yang
dipengaruhi dan mempengaruhi orang lain saat
melakukan interaksi sosial.
Secara sederhana, tindakan sosial bisa diartikan
sebagai respon atau reaksi yang terlihat secara kasat
mata setelah melakukan interaksi sosial. Bentuknya
kemudian beragam sehingga jenis dari tindakan sosial
juga sangat beragam yang nanti dijelaskan di bawah.
Pengertian Menurut Para Ahli
A. Max Weber
Menurut Weber, pengertian tindakan sosial adalah
tindakan yang didasari pada bentuk fakta sosial yang
memiliki pengaruh besar dalam kehidupan
bermasyarakat, dimana sistem sosial dalam pengaruh
ini diciptakan dari hubungan individu pada
kelompoknya.
B. Ritzer
rmenurutnya pengertian tindakan sosial adalah perilaku
perulangan yang dijalankan dengan sifat sengaja sebagai
akibat dari adanya pengaruh atas situasi yang serupa
tujuan secara pasif dalam situasi tertentu.
MACAM-MACAM TINDAKAN
SOSIAL
Max Weber membedakan empat tipe tindakan sosial
yang dibedakan berdasarkan konteks motif para
pelakunya:
1. Tindakan Rasionalitas Instrumental
Tindakan sosial ini merupakan tindakan yang dilakukan
untuk mencapai tujuan praktis yang didasarkan pada
kesesuaian antara tujuan serta ketersediaan alat yang
digunakan untuk mencapainya (berorientas tujuan).
Tindakan ini disebut rasional karena dilakukan dalam
kesadaran dan penuh perhitungan. Misalnya tindakan
menabung dimaksudkan untuk tujuan memupuk
kekayaan dan motif berjaga-jaga manakala
membutuhkan biaya dalam jumlah besar.
2 .Tindakan Rasional Nilai
Tindakan rasional nilai merupakan tindakan yang
dilakukan berdasarkan pertimbangan nilai seperti etika,
estetika, moral dan religi Tindakan ini tetap dipahami
sebagai tindakan rasional karena dilakukan dengan
kesadaran. Bedanya, dasar dari tindakan ini adalah nilai-
nilai yang diyakin oleh pelaku tindakan soal tersebut.
Contoh dari tindakan jenis ini misalnya berderma,
Derma dari sisi ekonomis dipandang sebagai tindakan
yang tidak menguntungkan Namun tindakan ini bukan-
berangkat dari perhitungan untung rugi. Tetapi
tindakan ini dilakukan berdasar nilai-nilai yang diyakinii
pelakunya tentang kewajiban sesama manusia untuk
berbagi.
3. Tindakan Alektif
Tindakan sosial ini dilakukan lebih berdasarkan faktor
emosi/perasaan, seperti cinta, bahagia, marah, sedih,
empat, simpati, kaitan dan sebagainya. Tindakan ini
digerakkan oleh perasaan atau emosi dalam merespon
tindakan sosial lainnya tanpa refleksi secara sadar.
Tindakan ini tidak rasional dan spontan dilakukan
sebagai reaksi emosional dari individu. Contoh tindakan
afektif adalah kebahagiaan seorang ibu atas Kelahiran
putranya yang sehat dan selamat meski merasakan
kesakitan setelah melahirkan.
4. Tindakan Tradisional
Tindakan sosial ini dilaukan karena sudah menjadi
kebiasaan lazim dilakukan. Seorang melakukan tindakan
tertentu disebabkan oleh kebiasaan yang diwariskan
dari generasi pendahulunya. Tindakan semacam ini
tidak dibangun dengan refleksi sadar. Orang
melakukannya tanpa mempertanyakan mengapa
tindakan tersebut perlu dilakukan. Contoh: Tradisi
Ngaben di Bali sebagai bentuk penghormatan atas
orang yang telah meninggal dunia.
BAB 3
PENGERTIAN INTERAKSI
SOSIAL
Interaksi sosial berasal dari kata interaksi artinya
tindakan yang terjadi secara dua orang atau lebih yang
bereaksi akan timbal balik melalui kontak langsung
maupun tidak langsung.
Sosial yang berarti mencakup saling
berkesinambungan atau bekerja sama seperti halnya
manusia merupakan makhluk sosial yang tidak bisa
hidup sendiri dan akan membutuhkan orang lain.
Secara sederhana, pengertian interaksi sosial adalah
hubungan timbal balik antara individu maupun
kelompok untuk menjalin hubungan pertemanan,
diskusi, kerjasama yang didalamnya terdapat stimulus
dan respon yang diterapkan dalam kehidupan
bermasyarakat.
PENGERTIAN INTERAKSI SOSIAL
MENURUT PARA AHLI
1. Gilin
Interaksi sosial dijelaskan oleh gillin sebagai hubungan
sosial yang dinamis antara individu dengan individu lain
atau dengan kelompok atau hubungan antar kelompok.
Hubungan ini tercipta karena pada dasarnya manusia
tidak bisa hidup tanpa orang lain.
2. Bonner
Interaksi sosial menurut Bonner adalah hubungan
antara dua orang atau lebih yang aksinya dari individu
dapat mempengaruhi / mengubah kehidupan individu
lain
3. Soerjono Soekanto
Soerjono Soekanto berpendapat bahwa interaksi sosial
adalah proses sosial yang berkaitan dengan cara
berhubungan antara individu dan kelompok untuk
membangun sistem dalam hubungan sosial
Gilin Soerjono Soekanto
CIRI DAN SYARAT INTERAKSI
SOSIAL
Ciri-ciri Interaksi Sosial
Menurut Sosiologi Charles P. Loomis ciri-ciri interaksi
sosial , yaitu:
1.Jumlah pelaku lebih dari seorang bahkan lebih
2.Adanya komunikasi diantara para pelaku dengan
menggunakan simbol-simbol.
3.Adanya tujuan-tujuan tertentu, terlepas dari sama
atau tidak sama dengan yang diperkirakan oleh para
pengamat.
Syarat Interaksi Sosial
1. Kontak Sosial
Dalam pengertian sosiologi, kontak sosial tidak hanya
interaksi melalui tatap muka saja namun adapun
melakukan kontak tanpa bertemu langsung seperti
informasi melalui, radio, telepon bahkan surat
elektronik ini termasuk interaksi sosial yang sudah
berkembang di kemajuan zaman.
Kontak sosial dibagi menjadi dua:
Kontak Sosial bersifat Primer: Kontak terjadi secara
langsung seperti bertatap muka.
Kontak Sosial bersifat Sekunder: Kontak terjadi
secara tidak langsung atau menggunakan media
penghubung seperti telepon, surat elektronik
bahkan melalui pesan media sosial.
2. Komunikasi
Dalam interaksi sosial, komunikasi merupakan hal yang
sangat penting dengan maksud adanya saling
mengungkapkan perilaku entah itu dalam berbicara,
sikap bahkan gesture untuk menyampaikan pesan.
Namun, ada beberapa unsur pokok dalam komunikasi
yaitu:
Komunikator adalah seorang atau sekelompok
orang yang menyampaikan pesan untuk menjadi
sumber dalam sebuah hubungan atau keterkaitan.
Komunikan adalah seorang atau kelompok yang
menerima pesan dari komunikator.
Pesan adalah sesuatu hal yang disampaikan oleh
komunikator. Pesan biasanya berisikan informasi,
pertanyaan, bahkan pengungkapan emosi dan
perasaan.
Media adalah perantara untuk menyampaikan
pesan. Media komunikasi dapat berupa lisan,
tulisan, gambar bahkan film biasanya memberikan
pesan tersurat.
Efek adalah perubahan yang diharapkan terjadi pada
komunikan, setelah mendapatkan pesan dari
komunikator.
Komunikasi yang terjadi antara satu individu dengan
individu lainnya dapat disebut sebagai komunikasi
interpersonal yang memiliki banyak teori di dalamnya.
FAKTOR PENDORONG
INTERAKSI SOSIAL
1. IMITASI
Imitasi adalah tindakan seseorang meniru orang
lain. Imitasi mendorong seseorang untuk
mematuhi kaidah-kaidah dan nilai-nilai tertentu
yang berlaku yang berupa nilai positif dan
negatif.
Contoh : Seorang anak yang meniru model
rambut idolanya, Pelajar yang meniru temannya
yang membolos, dsb.
2. SUGESTI
Sugesti adalah dorongan
atau pengaruh yang dapat
menggerakkan hati orang dan sebagainya.
Pengaruh tersebut menimbulkan emosi spontan
yang mengakibatkan rasionalitas seseorang
terpengaruh. Oleh karena itu individu cenderung
menerima masukan orang lain.
Contoh : Seorang pasien yang akan berobat ke
seorang dokter, pasien tersebut akan cepat
mengalami penyembuhan salah satunya
disebabkan rasa percayanya yang tinggi (sugesti)
pada dokter tersebut.
3. IDENTIFIKASI
Identifikasi adalah proses psikologi yang terjadi pada
diri seseorang karena secara tidak sadar dia
membayangkan dirinya seperti orang lain yang
dikaguminya, lalu dia meniru tingkah laku orang yang
dikaguminya itu, mirip dengan imitasi, namun,
kekaguman tersebut cenderung mendorong individu
untuk menjadikan dirinya sama atau identik dengan
tokoh tersebut karena pada dasarnya proses identifikasi
jauh lebih mendalam dari proses imitasi.
Contoh : Kita mengidolakan seseorang sehingga semua
tingkah laku orang itu kita lakukan
4. MOTIVASI
Motivasi adalah dorongan, rangsangan, pengaruh, atau
stimulan. Motivasi adalah dorongan yang timbul pada
diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk
melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu
Motivasi dapat diberikan oleh seorang individu kepada
individu lain, seorang individu kepada kelompok atau
kelompok kepada kelompok lain. Pihak yang diberi
motivasi akan mengikuti kemauan orang yang memberi
motivasi. Namun, dia tetap bersikap kritis, rasional, dan
bertanggung jawab. Berbeda dengan sugesti, perilaku
orang yang menerima sugesti menjadi kurang rasional.
Contoh : Kamu yang serius belajar dengan motivasi
mendapatkan nilai yang memuaskan.
5. SIMPATI
Simpati merupakan suatu proses dimana seseorang
merasa tertarik dengan pihak lain.Simpati juga dapat
diartikan sebagai situasi di mana seseorang dapat
merasakan kondisi yang sedang dirasakan oleh orang
lain. Dalam simpati, faktor perasaan memegang peran
penting, meskipun dorongan utama simpati adalah
keinginan memahami pihak lain dan bekerja sama
dengan orang lain.
Contoh : seseorang dapat merasakan sedihnya
seseorang yang menjadi korban bencana alam, merasa
kasihan pada anak yang putus sekolah, dsb.
6. EMPATI
Empati adalah proses larutnya kejiwaan seseorang ke
dalam kedukaan atau kesukaan orang lain. Empati juga
dapat diartikan sebagai wujud dari rasa simpati yang
berupa perbuatan nyata atas dasar rasa simpati.
Contoh : para relawan yang rela tidak dibayar untuk
menolong para korban bencana alam, Mengumpulkan
sumbangan sukarela dari teman-teman sekelas untuk
teman yang sakit, dsb.
EMPATI SIMPATI
BENTUK INTERAKSI SOSIAL
INTERAKSI SOSIAL DIBEDAKAN MENJADI 3
BENTUK
ASOSIATIF
DISOSIATIF
AKOMODATIF
INTERAKSI SOSIAL ASOSIATIF DIBAGI
MENJADI 4 YAITU
1.Kerjasama (cooperation)
Kerja sama adalah suatu usaha antara perorangan
atau kelompok mencapai tujuan bersama. Kerja
sama ini umumnya bersifat konstruktif atau
membangun.
Bentuk-bentuk kerja sama, antara lain:
• Bargaining, yaitu perjanjian mengenai pertukaran
barang dan jasa antara dua organisasi atau lebih.
Cooperation. yaitu penerimaan unsur-unsur
baru
dalam kepemimpinan dari suatu organisasi untuk
menghindari terjadinya kecurangan dalam
stabilitas organisasi yang bersangkutan.
Coalition. yaitu gabungan antara dua organisasi
atau
lebih yang mempunyai tujuan yang sama.
Joint venture, yaitu kerja sama dalam usaha
proyek
proyek tertentu
2. Akomodasi
Akomodasi adalah suatu proses penyesuaian diri dari
setiap orang atau kelompok-kelompok yang semua
saling bertentangan, sebagai upaya untuk mengatasi
ketegangan-ketegangan. Bentuk- bentuk akomodasi:
Coersion, yaitu pemaksaan kehendak pihak
tertentu kepada pihak lain yang lebih lemah.
Kompromi, yaitu ketika pihak-pihak yang terlibat
perselisihan saling mengurangi tuntutan agar
tercapai suatu penyelesaian konflik.
Arbitrasi, apabila pihak-pihak yang berselisih
tidak sanggup mencapai kompromi sendiri. perlu
mengundang pihak ketiga yang netral untuk
menyelesaikan pertentangan.
Mediasi, hampir sama dengan arbitrasi, namun
dalam hal ini pihak ketiga tidak berwenang
memberikan keputusan-keputusan penyelesaian
Konsiliasi, mempertemukan keinginan dari pihak-
pihak yang berselisih demi tercapainya tujuan
bersama.
Toleransi keinginan untuk menghindari
perselisihan
Stalemate, ketika kedua kelompok yang bertikal
mempunyai kekuatan seimbang
Adjudication. Penyelesaian masalah melalui jalur
hukum/pengadilan
3. Asimilasi
Menurut Soejono Soekanto, asimilasi merupakan
proses sosial yang ditandai dengan adanya usaha-
usaha mengurangi perbedaan yang terdapat antara
perorangan atau kelompok. Hal tersebut meliputi
usaha-usaha untuk mempertinggi kesatuan tindakan,
sikap, dan proses mental dengan memperhatikan
tujuan dan kepentingan bersama. Secara singkat
asimilasi dapat diartikan sebagai peleburan dua
kebudayaan menjadi satu kebudayaan.
Contohnya musik dangdut. Musik dangdut itu
adalah musik asli Indonesia. Padahal musik
dangdut merupakan hasil asimilasi dari budaya
Melayu. Arab. dan India. Iho! Ketiga musik
tersebut bercampur menjadi satu dan
membentuk genre musik baru yaitu musik
dangdut yang menghilangkan ciri budaya
lamanya. Makanya. banyak orang menyangka
kalo musik dangdut adalah musik khas
Indonesia.
4.Akulturasi
Akulturasi adalah proses sosial yang timbul karena
penerimaan dan pengolahan unsur-unsur
kebudayaan asing tanpa menghilangkan unsur-unsur
budaya asli.
Contohnya itu bangunan Masjid Kudus yang
mencerminkan adanya interaksi antara budaya Jawa.
Hindu. dan Islam. Hal itu merupakan perpaduan dua
kebudayaan dalam waktu yang cukup lama. tanpa
menghilangkan budaya aslinya
INTERAKSI SOSIAL DISOSIATIF DIBAGI
MENJADI 3 YAITU
1.Persaingan (competition)
Persaingan merupakan proses sosial yang
melibatkan individu atau kelompok dalam
mencapai keuntungan. melalui bidang
kehidupan. yang pada suatu saat tertentu
menjadi pusat perhatian umum. tanpa ancaman
atau kekerasan.
Misalnya. kompetisi sepakbola pada piala dunia
2.Kontravensi
Kontravensi adalah proses sosial yang ditandai
oleh adanya sikap dan perasaan tidak suka yang
disembunyikan, tetapi tidak menimbulkan
konflik sosial. Bentuk proses sosial ini berada di
antara persaingan dan konflik.
Biasanya, orang yang sedang melakukan
kontravensi akan lebih sering ngomong dalam
hati. Kontravensi ini banyak kita temukan dalam
sinetron di televisi.
4. Konflik
Konfilik berasal dari kata latin. yaitu 'configure'
yang berarti saling memukul. Konflik dapat
didefinisikan sebagai suatu proses sosial di mana
dua orang atau kelompok berusaha
menyingkirkan pihak lain dengan jalan
menghancurkan atau membuatnya tidak
berdaya. Contoh:
1. Memperebutkan mainan dengan teman sebaya
2. Konflik dengan tetangga tentang pembakaran
dan pembuangan sampah.
DAFTAR PUSTAKA :
1.Ananda. 2022. Pengertian Ilmu Sosiologi: Sejarah
dan Ruang Lingkupnya. https://s.id/1onH5.
Diakses pada 30 Oktober 2022.
2. Heriyanto, Arief. 2018. KELAS SOSIAL, STATUS
SOSIAL, PERANAN SOSIAL DAN PENGARUHNYA.
Modul ajar sosiologi.
3.Abdhul, Yusuf. 2019. Tindakan Sosial: Pengertian,
Jenis Dan Contoh.
https://deepublishstore.com/materi/tindakan-
sosial/. Diaksespada 12 November 2022.
PENULIS :
MBAJENG NURFAIZAH KUSWORO/21/X-1