The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

E-Book pembelajaran berbasis android yang dioperasikan secara online

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by meylindaputrisiregar, 2021-11-18 00:00:28

E-Book Keanekaragaman Hayati

E-Book pembelajaran berbasis android yang dioperasikan secara online

Keywords: BIOLOGI

Daftar Isi

Halaman
Daftar Isi .............................................................................................................................. 2
Peta Konsep ............................................................................................................................. 3

A. Pengertian Keanekaragaman Hayati....................................................................... 4
B. Tingkat Keanekaragaman Hayati ............................................................................ 5

1. Keanekaragaman Hayati Tingkat Gen ................................................................ 5
2. Keanekaragaman Hayati Tingkat Spesies ........................................................ 10
3. Keanekaragaman Hayati Tingkat Ekosistem.................................................... 14
C. Macam-macam jenis keanekaragaman hayati tingkat ekosistem...................... 24
1. Kehati Berdasarkan Karakteristik Wilayahnya ............................................. ....24
2. Kehati Indonesia Berdasarkan Penyebarannya (Biogeografi) ................... ....25
D. Tumbuhan dan Hewan Endemik di Indonesia ..................................................... ....36
E. Peranan Keanekaragaman Hayati.......................................................................... ....43
F. Upaya Pelestarian Keanekaragaman Hayati di Indonesia ............................... ... .46
G. Pelestarian Keanekaragaman Hayati di Indonesia............................................ ....48
Daftar Pustaka .... ..................................................................................................................... 51

2

PETA KONSEP

Keanekaragaman Hayati

Terbagi atas Dipengaruhi

Manusia

Gen Spesies Ekosistem

Di Negara dapat dimanfaatkan oleh

Indonesia Manusia

Terdiri Atas Untuk

Sandang Pangan Papan Obat-
obatan
Flora Fauna

Terbagi atas

Orientalis Peralihan Australis Contoh Contoh

Pelestarian Pemanfaatan

3

A. Pengertian Keanekaragaman Hayati

Tahukah kamu apa itu
keanekaragaman hayati??

Keanekaragaman hayati adalah

keanekaragaman organisme yang menunjukkan

keseluruhan atau totalitas variasi gen, jenis dan

ekosistem pada suatu daerah. Menurut UU No 5

Tahun 1994 keanekaragaman hayati ialah

keanekaragaman di antara makhluk hidup dari

sumber, termasuk diantaranya daratan, lautan dan

ekosistem akuatik lainnya, serta kompleks-

kompleks ekologi yang merupakan bagian

keanekaragamannnya,mencakup keanekaragaman

dalam spesies, antar spesies dengan ekosistem.

Keanekaragaman hayati terdiri dari tiga tingkatan yaitu
keanekaragaman gen, keanekaragaman jenis, dan keanekaragaman
ekosistem. Setiap sistem lingkungan memiliki keanekaragaman yang
berbeda. Keanekaragaman hayati merupakan komponen penting dalam
berkelangsungan bumi dan isinya.

4

B. Tingkat Keanekaragaman Hayati

1. Keanekaragaman Hayati Tingkat Gen

Keanekaragaman Gen adalah variasi, atau perbedaan

susunan gen dalam suatu spesies makhluk hidup. Gen-gen
tersebut mengekspresikan berbagai variasi dari satu jenis
makhluk hidup, seperti tampilan pada warna mahkota bunga,
ukuran daun, tinggi pohon, dan sebagainya. Keanekaragaman gen
dalam satu spesies makhluk hidup yang menimbulkan variasi
disebut varietas. Setiap gen mempunyai susunan gen yang
berbeda dengan individu lainnya, walaupun termasuk ke dalam
jenis yang sama. Variasi susunan gen pada individu – individu
yang termasuk dalam jenis sama akan mengakibatkan adanya
variasi bentuk, penampilan dan sifat yang tampak akan
berbeda.

5

Variasi bentuk, penampilan dan sifat antar individu tanaman padi
dan mangga merupakan contoh keanekaragaman gen pada
tumbuhan. Variasi bentuk, penampilan antar individu tikus merupakan
contoh keanekaragaman pada hewan. Keanekaragaman warna bunga
pada tanaman mawar. Bentuk, rasa dan warna pada buah mangga,
serta keanekaragaman sifat, warna bulu dan bentuk pial pada
ayam. Ini semua disebabkan oleh pengaruh perangkat pembawa
sifat yang disebut gen. Semua makhluk hidup dalam satu spesies
/jenis memiliki perangkat dasar penyusun gen yang sama.
Keanekaragaman sifat genetik pada suatu organisme dikendalikan oleh
gen-gen yang terdapat didalam kromosom yang dimilikinya.
Kromosom tersebut diperoleh dari kedua induknya melalui pewarisan
sifat (Bardiyanto dkk, 2013: 22).

6

Contoh keanekaragaman tingkat gen sebagai berikut :

a. Keanekaragaman warna pada bunga mawar, yaitu warna
merah, warna pink dan warna putih

(a) (b) (c)

Keanekaragaman gen warna mawar
Sumber: (dok, pribadi, 2019)

b. Keanekaragaman warna pada kucing kampung, yaitu warna
hitam, putih, warna belang dan warna belang tiga hitam,
putih dan orange.

(a) (b) (c)

Keanekaragaman gen pada warna bulu kucing

Sumber: (Mariandayani, 2012: 14-17)

7

Contoh lain dari keanekaragaman hayati tingkat gen
yaitu pada mangga

Sumber : (Widjaia dkk, 2014: 139)

8

Mangga merupakan tanaman buah yang
memberikan sumbangan terbesar ketiga setelah
pisang dan jeruk. Prioritas pemuliaan mangga
terutama ditujukan pada dua varietas, yaitu gedong
gincu dan arumanis. Evaluasi dan seleksi ditujukan
untuk mencari karakter kulit buah berwarna merah
dan cita rasa buah yang enak . Hingga saat ini, telah
dilepas 14 varietas unggul mangga lokal (di antaranya
Arumanis 143, golek, madu, kweni, dan garifta) dan 4
varietas hasil pemuliaan yang sudah didaftar.
Beberapa kultivar mangga yang dikoleksi oleh Balitbu
dapat dilihat pada Gambar diatas.

9

2.Keanekaragaman Hayati Tingkat Jenis/Spesies

Keanekaragaman jenis (spesies) adalah variasi
atau perbedaan sifat dan penampilan antar individu
berbeda jenis/spesies dalam satu familia
(keluarga). Keanekaragaman jenis terbentuk
karena perbedaan struktur dan jumlah gen.
Keanekaragaman hayati antar spesies mudah di
amati karena perbedaannya yang mencolok.

Sebagai contoh, yaitu variasi antara kucing, harimau
dan singa. Ketiga hewan tersebut termasuk dalam satu
kelompok kucing. Meskipun demikian, antara kucing,
harimau dan singa terdapat perbedaan fisik, tingkah
laku dan habitat. Selain itu, keanekaragaman pada famili
leguminosae (kacang-kacangan), yaitu kacang kapri, kacang
kedelai, kacang tanah dan sebagainya.

10

Perbedaan ciri antar individu berbeda spesies
menunjukkan adanya keanekaragaman jenis. Perbedaan
ciri pada individu berbeda spesies lebih mudah dikenali
dari pada ciri individu dalam satu spesies. Perbedaan
bentuk, penampilan dan sifat yang terdapat pada
individu – individu yang berbeda jenis menunjukkan
adanya keanekaragaman jenis. Perbedaan ciri – ciri antar
individu berbeda spesies akan lebih mudah kita kenali
dari pada perbedaan antar individu dalam satu spesies.

Contoh keanekaragaman pada tingkat jenis:

a. Keanekaragaman pada famili leguminosae, yaitu pada
keluarga kacang-kacangan, diantaranya kacang kapri,
kacang kedelai kacang tanah dan sebagainya.

(a) (b) (c)

Kacang kapri Kacang kedelai Kacang tanah

(Pisum sativum) (Glycine max) (Arachis hypogea)

Keanekaragaman jenis kacang-kacangan

Sumber : (Nurhayati, N 2013 : 50)

11

b. Keanekaragaman pada famili felidae, yaitu harimau, singa dan
kucing.

(a) (b) (c)

Harimau Singa Kucing

(Panthera tigris) (Panthera leo) (Felis domesticus)

Keanekaragaman Jenis pada Famili Felidae

Sumber : ( Bardiyanto dkk,2013: 22)

Saat ini di dunia terdapat lebih dari 325.000
spesies tumbuhan, 1.600.000 spesies hewan, dan
160.000 spesies mikroorganisme. Jumlah tersebut
setiap tahunnya dapat terus berubah dengan terus
dilakukannya penelitian-penelitian terhadap
makhluk hidup dan penemuan spesies-spesies baru.
Setiap spesies makhluk hidup tersebut memiliki
ciri-ciri khusus yang membedakannya dengan
spesies lainnya.

12

Contoh lain dari keanekaragaman hayati pada
tingkat jenis yaitu pada alga. Alga banyak dijumpai di
daerah terumbu karang dengan warna yang
bermacam-macam. Perbedaan warna tersebut
disebabkan oleh kandungan pigmen yang terdapat pada
tumbuhan tersebut. Beberapa Alga yang ditemukan di
perairan Indonesia dapat dilihat pada gambar :

Sumber : (Widjaia dkk, 2014:53)

13

3.Keanekaragaman Hayati Tingkat Ekosistem

Keanekaragaman ekosistem adalah variasi
bentuk dan jenis bentang alam, daratan maupun
perairan dimana tumbuhan,hewan dan organisme yang
lain saling berinteraksi. Makhluk hidup akan
mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang
baik apabila berada di lingkungan yang sesuai. Pada
lingkungan yang sesuai setiap makhluk hidup akan
dibentuk oleh lingkungan tersebut. Jadi antara,
makhluk hidup dengan lingkungannya akan terjadi
interaksi yang dinamis.

Didalam ekosistem komponen abiotik yang beragam
menyebabkan jenis makhluk hidup (biotik) yang dapat
beradaptasi dengan lingkungan tersebut berbed-beda. Akibatnya
akan terbentuk keanekaragaman ekosistem. Sedangkan
keanekaragaman abiotik (factor fisik: iklim, cahaya, suhu. air,
tanah, kelembapan, dan faktor kimia: salinitas, tingkat keasaman
kandungan mineral). Salah satu penyebab keanekaragaman ekosistem
adalah perbedaan letak geografis.

14

Ekosistem bervariasi sesuai spesies pembentuknya,
yaitu ada yang alami dan ada yang buatan. Ekosistem
alami antara lain hutan, rawa, terumbu karang, laut dalam,
padang lamun, mangrove, pantai, sungai, danau dan
padang rumput. Sedangkan ekosistem buatan misalnya
agroekosistem dalam bentuk sawah, ladang dan kebon.

Ekosistem dapat dibedakan menjadi dua tipe, yaitu
ekosistem darat (terestrial) dan ekosistem perairan
(akuatik). Ekosistem darat meliputi area yang sangat luas
yang disebut bioma. Tipe bioma sangat dipengaruhi oleh
iklim, sedangkan iklim dipengaruhi oleh letak geografis
garis lintang dan ketinggian tempat dari permukaan laut.
Sebagian nama bioma disesuaikan dengan vegetasi yang
dominan.

15

Terdapat tujuh macam bioma dibumi, antara lain :
1) Hutan Hujan Tropis
Hutan hujan tropis terdapat di wilayah khatulistiwa. Pohon
–pohon di hutan hujan tropis tumbuh tinggi (mencapai 55
m) dan membentuk kanopi (tudung). Curah hujan sangat
tinggi, antara 200-450 cm/tahun, matahari bersinar
sepanjang tahun dengan suhu lingkungan antara 21-300C.
Terdapat di Amerika Tengah, Amerika Selatan, Afrika, Asia
Tenggara dan Australia Timur (Irnaningtyas, 2013:44).

Hutan hujan tropis
Sumber : (Iqbalsweden.com)

16

2) Sabana
Sabana merupakan padang rumput yang diselingi pohon –
pohon. Sabana terdapat di daerah tropis, dengan curah hujan 90 –
150 cm/tahun. Tumbuhan pembentuk bioma yaitu Eucalyptus,
Acacia dan Corypha. Terdapat di Kenya, Australia Utara, Nusa
Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur (Irnaningtyas,
2013:44).

Sabana
Sumber : (Indonesiakehati.com)

3) Padang Rumput
Padang rumput terdapat di daerah tropis hingga beriklim sedang.
Curah hujan rata-rata 25-50 cm/tahun. Tumbuhan yang tumbuh
seperti Bluestemrasses, Gramagrasses dan Buffalograsses.
Terdapat di daerah Amerika Selatan, Australia, Hongaria dan
Rusia Selatan (Irnaningtyas, 2013:45).

Padang rumput
Sumber : (Ockym.blogspot.com)

17

4) Gurun
Gurun merupakan padang luas yang tandus karena hujan sangat
jarang turun di daerah tersebut. Curah hujan sangat rendah,
yaitu kurang dari 25cm/tahun kelembapan udara sangat rendah, suhu
lingkungan pada siang hari mencapai 600C dan malam hari mencapai
00C dan keadaan tanah yang tandus. Tumbuhan yang hidup
seperti kaktus dan perdu. Terdapat di Asia (gurun Gobi) dan
Afrika (gurun Sahara) (Irnaningtyas, 2013:46).

Gurun
Sumber : (Man3bojonegoro.sch.id)

5) Hutan Gugur
Hutan gugur terdapat di daerah yang mengalami 4 musim
(panas, semi, dingin dan gugur). Curah hujan antara 75-100cm/tahun.
Tumbuhan yang hidup umumnya berdaun lebar, seperti elm, beech,
oak dan maple. Terdapat di Amerika Serikat bagian timur, Chili,
Eropa Barat dan Asia Timur (Irnaningtyas, 2013:47).

Hutan gugur
Sumber : (Geographyedu1c8ation.wordpress.com)

6) Taiga
Taiga (hutan boreal) terdapat di daerah antara subtropis dan
kutub. Tumbuhan dominan berdaun jarum (konifer), misalnya
spruce, birch, alder, juniper dan cemara. Terdapat di Amerika
Utara, Alaska, Semenanjung Skandinavia dan Rusia
(Irnaningtyas,2013:48).

Taiga
Sumber : (Smart-pustaka.blogspot.com)

7) Tundra
Tundra merupakan bioma yang paling dingin. Bioma ini
dibedakan menjadi dua yaitu tundra arktik dan tundra alpin.
Tundra arktik terdapat di daerah kutub dan kurangnya cahaya
matahari. Vegatasi yang dominan adalah lumut Sphagnum, liken
“reindeer”. Sedangkan tundra alpin terdapat di puncak
pegunungan yang tinggi.
Vegetasi di dominasi oleh rumput alang-alang, perdu, lumut daun
dan liken (Irnaningtyas, 2013:49).

Tundra
Sumber : (Thoughtco.com)

19

Adapun, ekosistem perairan adalah ekosistem yang
komponen abiotiknya sebagian besar terdiri atas air.
Ekosistem perairan dibedakan menjadi dua macam, yaitu
ekosistem air tawar dan ekosistem air laut.

1) Ekosistem air tawar
Ekosistem air tawar memiliki ciri abitotik yaitu, memiliki
kadar garam (salinitas) yang rendah, bahkan lebih rendah
daripada cairan sel makhluk hidup; dipengaruhi oleh iklim
dan cuaca; serta penetrasi atau masuknya cahaya matahari
kurang.Berdasarkan keadaan airnya, ekosistem air
tawar dibedakan menjadi dua yaitu:
a. Ekosistem air tawar lentik
Tidak ada aliran secara dinamis, distribusi nutrisi
kurang merata, misalnya danau, rawa, kolam, waduk,
bendungan dan lain-lain (Irnaningtyas, 2013:50).

Danau sipin
Sumber : (dok.pribadi,2019)

20

b. Ekosistem air tawar lotik
Air secara terus-menerus bergerak sesuai dengan dinamika
aliran air. Distribusi nutrisi lebih merata dibandingkan
dengan ekosistem lentik, misalnya sungai dan air terjun
(Irnaningtyas, 2013:51).

Air terjun
Sumber : (Idntimes.com)
2) Ekosistem air laut
Ekosistem air laut memiliki ciri-ciri abiotik yaitu, memiliki kadar
garam yang tinggi; tidak dipengaruhi oleh iklim dan cuaca; habitat air
laiut saling berhubungan antara laut yang satu dengan laut
30 yang lainnya; memiliki perbedaan suhu di bagian permukaan dengan
di kedalaman. Contoh ekosistem air laut yaitu pada terumbu karang.

21

Terumbu karang merupakan ekosistem marine yang dihuni oleh
berbagai tipe karang, yaitu karang keras (hermatipik, stony coral)
atau terumbu karang, karang lunak (ahermatipik, soft coral), dan
gorgonian. Indonesia memiliki keanekaragaman terumbu karang yang
tinggi, tercatat sekitar 590 jenis (82 marga) koral keras, 210 jenis
koral lunak, dan 350 jenis gorgonian. Selain itu, terdapat sekitar
2.057 jenis fauna yang hidup dalam terumbu karang, 97 jenis di
antaranya adalah endemik perairan Indonesia.

22

Sumber : (Widjaia dkk, 2014: 14)
23

C.Macam-macam Keanekaragaman Hayati Tingkat Ekosistem

1.Keanekaragaman Hayati Berdasarkan Tingkat
Karakteristik Wilayhnya

Secara Astronomis, Indonesia terletak pada 60 LU – 110 LS dan
950 BT – 1410 BT. Indonesia terletak di daerah iklim tropis karena
terdapat di antara 231/20 LU dan 231/20 LS, ciri-ciri daerah tropis
antara lain memiliki temperatur udara cukup tinggi, yaitu 260C – 280
C, curah hujan pun cukup tinggi, yaitu 700-7.000 mm/tahun dan
tanahnya subur karena proses pelapukan bantuan cukup cepat. Untuk
kekayaan hewan memiliki jumlah keragaman yang tinggi dibandingkan
negara-negara lain (Anshori dan Djoko, 2009:20)

Hewan mamalia menduduki peringkat pertama di dunia hampir

mencapai 515 jenis, 125 jenis diantaranya endemik, artinya tidak

ditemukan di daerah lain. Peringkat kedua diduduki oleh kupu-kupu

meliputi 151 jenis. Reptil menduduki peringkat tiga dunia, lebih dari 600

jenis. Sedangkan, burung menduduki peringkat keempat yang mencapai

1519 jenis dan 420 jenis bersifat endemik. Peringkat kelima diduduki

oleh amfibi hampir 270 jenis. 24

2.Keanekaragaman Hayati Berdasarkan Penyebarannya

Setiap makhluk hidup tinggal dan beradaptasi di
habitat yang sesuai dengan karakteristik hidupnya. Di
bumi, terdapat beranekaragam ekosistem yang memiliki
karakteristik yang berbeda-beda. Beranekaragamnya
ekosistem merupakan salah satu faktor yang sangat
memengaruhi pola sebaran makhluk hidup.

Wilayah sebaran makhluk hidup disebut Biogeografi.
Wilayah sebaran mkhluk hidup dibedakan menjadi 2 jenis
berdasarkan jenis makhluk hidupnya yaiu, Zoogeografi dan
Fitogeografi. Zoogeografi adalah peta wilayah persebaran
makhluk hidup untuk hewan sedangkan Fitogeografi adalah
peta wilaya persebaran untuk tumbuhan.

25

a) Zoogeografi
Pada tahun 1876, seorang Ilmuwan Inggris Alfred Russel

Wallace melakukan penelitian tentang sebaran hewan di
permukaan bumi. Berdasarkan penelitinnya, setia wilayah
memiliki hewan dengan kekhasan tersendiri sesuai dengan letak
geografisnya. Wallace membagi wilayah persebaran hewan di
permukaan bumi menjadi 6 wilayah utama yaitu, Oriental,
Paleartik, Ethiopia, Neartik, Neotropik dan Australasia.

Gambar : Pembagian wilayah Wallace

26

• Zona Oriental

Zona ini secara

keseluruhan membentuk

wilayah Asia dengan

kepulauan – kepulauan yang

berdekatan seperti India,

Silanka, Sumatera, • Zona Paleartik
Zona ini meliputi hampir
Kalimantan, Jawa, Sulawesi,
seluruh Eurasia, Himalaya,
Kepulauan Formosa dan Persia, Afganistan, Afrika,
Inggris dan Jepang. Zona ini
Filiphina. Contoh hewan yang merupakan wilayah yang
memiliki perbedaan dan
hidup di daerah oriental perubahan suhu yang tinggi
serta perbedan curah hujan
antara lain : harimau, gajah, dan keanekaragaman yang
tinggi. Contoh hewan yang
orangutan. Badak bercula hidup di wilayah ini seperti
landak, bison, kucing kutub,
satu dan dua, antilop dan beruang dan mejangan.

tapir. Zona ini mempunyai

barier berupa samudra atau

gurun pasir.

27

• Zona Ethiopia • Zona Neartik meliputi
Zona ini meliputi Afrika Zona ini

disebelah Selatan Sahara, Amerika Utara dan seluruh
Madagaskar, dan Arb. Contoh
hewan yang hidup di wilayah daerah Greenland. Kondisi
Ethiopia yaitu Jerapah,
Zebra, Unta, Badak Afrika, fisik lingkungan bersalju,
Primata seperti Lemur, Gorila
dan Simpanse. hutan gugur, padang rumput

atau hutan conifer. Hewan

yang hidup di zona ini ada

kesamaan dengan wilayah

Paleartik, contohnya : Kalkun,

Salamander, Bison dan

Caribou.

28

• Zona Neotropik
Zona ini meliputi Meksiko bagian selatan hingga Amerika

bagian tengah dan Amerika Selatan. Kondisi lingkungan sebagian
besar beriklim tropis dan sebagian beriklim substropis. Hewan
yang hidup di wilayah tersebut antara lain, Armadio,
Giantanteaater dan Ungulata (hewan berkuku) sepeti
menjangan, babi, antilop dan kuda.

• Zona Australasia
Zona ini meliputi Australia, Selandia Baru, Papua, Maluku

dan pulau di sekitarnya. Kondisi lingkungan di wilayah ini
sebagian besar beriklim tropis dan sebagain subtropik.
Beberapa hewan yang hidup di zona ini antara lain Kangguru,
Koala, Burung Kasuari dan Cendrawasih.

29

b) Fitogeografi
Persebaran tumbuhan di pemukaan bumi sangat

dipengaruhi oleh iklim, seperti temperature, kelembapan,
curah hujan, dan intensitas cahaya. Selain itu persebaran
tumbuhan dipengaruhi pula oleh kondisi tanah dan letak
geografisnya.

30

3.Keanekaragaman hayati di Indonesia

Indonesia merupakan Negara yang
terletak di daerah tropis, yang berada di
antara dua benua yaitu benua Asia dan
Australia

1.Persebaran Fauna (Hewan) di Indonesia

Berdasarkan letak Geografisnya, wilayah Indonesia
dilewati oleh dua garis khayal yaitu Garis Wallace dan Garis
Weber. Kedua garis khayal ini menyebabkan terjadinya
perbedaan persebaran hewan di Indonesia.

31

Gambar : Persebran Hewan di Indonesia

a. Daerah sebelah Timur Garis Wallace
Wilayah Indonesia yang ad di sebelah timur Garis Wallace

memiliki berbagai jenis fauna Australian yaitu jenis burung dengan
warna bulu yng mencolok. Misalnya : Kasuari (Casuarius casuarius),
Cendrawasih, kakaktua (Cacatua galerita), burung nuri
(Tanygnathus sumatranus) dan parkit. Jenis fauna lainnya yaitu,
komodo (Varanus komodoensis), babi rusa (Babyrousa babyrussa)
dan kuskus (phalanger sp.)

32

Gambar : Jenis Fauna di bagian Indonesia Timur

b.Daerah Peralihan (Wilayah Wallace)
Derah Peralihan adalah derah di antara dua garis Wallace dan
Weber, Yang disebut wilayah Wallace. Semakin ke timur dari garis
Wallace jumlah fauna Oriental semakin berkurang. Sebaliknya semakin
ke barat dari garis Weber fauna Australian semakin berkurang.
Sementara itu hewan – hewan oriental misalnya : burung hantu (Otus
migicus beccari), bajing (Callosciurus nigrevitatus) dan babi (Artamus
leucorynchus) melintasi garis Wallace sampai Sulawesi. Hewan
Australian yang lainnya, contohnya, anoa (Anoa depressicornis) maleo
(Macrochephalon maleo).

33

Gambar : Jenis fauna bagian daerah peralihan

2.Persebaran Flora (Tumbuhan) di Indonesia

Indonesia merupakan Flora Indonesia termasuk
salah satu Negara terkaya di flora kawasan Malesiana yang
dunia dalam hal tumbuh – meliputi Malaysia, Filipina,
tumbuhan. Daerah di Indonesia dan Papua Nugini.
Indonesia yang memiliki jenis Indonesia memiliki 2 di antara lima
tumbuhan terkaya adalah bioma di dunia yaitu, bioma hujan
hutan hujan primer dataran hutan tropis dan bioma savana.
rendah Kalimantan dengan Bioma hutan hujan tropis memiliki
34% dari 100.000 jenis keanekaragaman tumbuhan yang
tumbuhan berbiji endemik. sangat tinggi. Di dalam bioma
tersebut terdapat 10% jenis
tumbuhan yang ada di dunia.

34

Tumbuhan khas Malesiana yang terkenal adalah Raflesia
arnoldi. Tumbuhn ini merupakan tumbuhan parasit yang hidup
melekat pada akar atau batang tumbuhan pemanjat. Penyebaran
Raflesia meliputi Sumatera (Aceh dan Bengkulu), Malaysia,
Kalimantan dan Jawa.

Gambar : Raflesia arnoldi
Selain itu, terdapat juga Amorphophallus
titanium yang sering disebut bunga bangkai.
Amorphophallus merupakan flora khas Indonesia
yang terdapat di Sumatera.

35

D. Tumbuhan dan Hewan Endemik di Indonesia

Tahukah kamu ???

Indonesia memiliki banyak
tumbuhan dan hewan endemik,
yang artinya tumbuhan dan hewan
itu hanya terdapat di wilayah
Indonesia, dan tidak terdapat di
Negara lain :

1. Tumbuhan Endemik
Di negara Indonesia terdapat bunga yang langka, yaitu

bunga Rafflesia arnoldi, bunga ini dapat dilihat di kebun Raya
Bogor. Tumbuhan ini tidak terdapat di negara lain. Rafflesia
merupakan jenis bunga yang sangat besar. Contoh tumbuhan
endemik di Indonesia yaitu :

36

1) Di Sumatera terdapat 2) Di Kalimantan
Bunga Bangkai terdapat Anggrek
(Amorphophalus hitam (Coelogyne
titanium) pandurata)

Gambar : Bunga bangkai Gambar : Anggrek hitam
(Amorphophalus titanium) (Coelogyne pandurata)

3) Di jawa terdapat bunga Rafflesia horsfilldi, Rafflesia patma,
Rafflesia rochussenii.

(a) (b) (c)

Gambar : (a) Rafflesia horsfilldi, (b) Rafflesia patma dan (c) Rafflesia rochusseni
37

4) Di Nusa Tenggara 5) Di Sulawesi terdapat
terdapat kayu Cendana kayu Eboni (Diospyros
(Santalum album) spp)

Gambar : kayu Cendana Gambar : kayu Eboni
(Santalum album) (Diospyros spp)

6) Papua terdapat Matoa (Pametia pinnata) dan Sagu (Metroxylon
sagu)

Gambar : Matoa (Pametia pinnata) Gambar : Sagu (Metroxylon sagu)

38

2. Menurut Anshori (2009:21) ada beberapa hewan endemik
yang terdapat di Indonesia adalah sebagai berikut :

1. di Sumatera terdapat harimau Sumaetra
(Panthera tigris sumatrae)

Gambar : Harimau Sumaetra (Panthera tigris
sumatrae)

2. di Kalimantan terdapat kera Belanda (Nasalis
larvatus), burung rangkong (Buceros rhinoceros)
dan orang utan (Pongo pygmaeus pygmaeus)

39

(a)

(b) (c)
Gambar : (a) Kera Belanda (Nasalis larvatus), (b) Burung rangkong
(Bu ceros rhinoceros) dan (c) orang utan (Pongo pygmaeus pygmaeus)

3. di Jawa terdapat macan tutul jawa (Panthera
pardus), banteng (Bos Javanicus) dan badak
bercula satu (Rhinoceros sondaicus)

(a) (b) (c)
Gambar : (a) macan tutul jawa (Panthera pardus), (b) banteng (Bos

Javanicus) dan (c) badak bercula satu (Rhinoceros sondaicus)

40

5. di Nusa Tenggara/Pulau
Komodo terdapat komodo
(Varanus komodoensis)

Gambar : komodo (Varanus
komodoensis)

4. di Sulawesi terdapat babi rusa (Babyrousa
babyrussa), anoa (Bubalus depressicornis) dan burung
maleo (Macrochepalon maleo)

(a) (b) (c)
Gambar : (a) Babi rusa (Babyrousa babyrussa), (b) Anoa (Bubalus

depressicornis) dan (c) Burung maleo (Macrochepalon maleo)

41

6. di Papua terdapat burung cendrawasih (Paradisaea minor)
dan buaya irian (Crocodylus porosus)

(a) (b)
Gambar : (a) Burung cendrawasih (Paradisaea minor) dan (b) Buaya

irian (Crocodylus porosus)

42

E. Peranan Keanekaragaman Hayati

Beranekaragam jenis tumbuhan dan hewan
mempunya peranan penting dalam kehidupan manusia,
antara lain, sebagai sumber pangan, sumber sandang,
papan, dan pengobatan.

A. Peranan Bidang Pangan

Sebagian besar penduduk Selain tumbuhan, hewan
Indonesia mengonsumsi beras sebagai sumber daya alam hayati
sebagai sumber makanan pokoknya. juga dapat dimanfaatkan oleh
Beberapa daerah lain memanfaatkan manusia sebagai sumber pangan,
jagung dan sagu sebagai sumber contohnya unggas dan ikan. Hewan
karbohidratnya. Sumber daya hayati unggas yang dimanfaatkan ini
yang dapat dimanfaatkan sebagai banyak jenisnya, seperti ayam ituk,
bahan pangan lainnya adalah merpati dan bebek. Adapaun jenis
beragam jenis buah-buahan, rempah, ikan yang dimanfaatkan contohnya
sayuran dan lain-lain. ikan mas, lele, mujair, bandeng dan

lainnya.

43

B. Manfaat Bidang Sandang dan Papan

Keanekaragaman hayati yang dimanfaatkan sebagai
bahan sandang, cukup banyak dan tersebar, contohnya
tanaman kapas. Tanaman kapas sebagai bahan sandang
dijadikan bahan dasar pakaian. Contoh bahan sandang dari
sumber hewan yaitu kulit domba atau kambing yang
digunakan untuk bahan jaket. Kulit kerang yang ada di
daerah pantai digunakan juga untuk aksesoris.

Keanekaragaman hayati yang dapat dimanfaatkan di
bidang papan, contohnya untuk bahan dasar bangunan
ataupun peralatan rumah tangga. Biasanya untuk bahan
papan ini berasal dari tumbuh-tumbuhan berkayu, seperti
kayu jati, pohon kelapa, dan meranti. Daun lontar dan alang-
alang juga sering dimanfaatkan untuk membuat atap dan
dinding rumah.

44

C. Manfaat Bidang Pengobatan
Indonesia memiliki banyak jenis tanaman yang

dapat dimanfaatkan sebagai bahan obat-obatan. Daun
muda pohon jambu merupakan salah satu contoh
tanaman obat untuk mengobati sakit perut secara
tradisional. Selain tumbuhan, berbagai jenis hewan juga
sering dimanfaatkan dalam pengobatan. Contohnya
madu dari lebah yang bermanfaat sebagai antibiotik
dan memperkuat daya tahan tubuh.

45

F.Upaya-upaya Pelestarian Keanekaragaman Hayati di Indonesia

Perlindungan dan pelestarian keanekaragaman hayati di
Indonesia telah dilaksanakan semenjak pemerintahan Hindia
Belanda, tepatnya tahun 1912 yang berpusat di Bogor. Setelah
merdeka, perlindungan alam dilaksanan oleh Departemen
Kehutanan dan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I.

Menurut Sulistyorini (2009:143)
Perlindungan alama secara umum berarti
melindungi semua komponen alam secara
keseluruhan yang meliputi kesatuan flora,
fauna, dan tanahnya.

Perlindungan alam secara umum dapat dibedakan
menjadi tiga macam yaitu sebagai berikut:

1.Perlindungan Alam Ketat
2.Taman Nasional

3.Perlindungan Alam Terbimbing

46

1.Perlindungan Alam Ketat
Keadaan alam dibiarkan menurut

kehendak alam tanpa campur tangan
manusia, kecuali jika diperlukan.
Biasanya, daerah ini digunakan untuk
kepentingan ilmiah atau penelitian,
misalnya, Ujung Kulon dan Pulau
Panaitan.

3.Taman Nasional
Biasanya meliputi daerah

yang luas , tidak boleh ada
bangunan tempat tinggal, dan
biasanya berfungsi sebagai
tempat rekreasi.

2.Perlindungan Alam Terbimbing
Keadaan alam di suatu daerah

tidak dilepaskan begitu saja, tetapi
dibina oleh para ahli misanya, Kebun
raya Bogor.

47

G.Pelestarian Keanekaragaman Hayati di Indonesia

1.Pelestarian In situ
Pelestarian In situ, yaitu upaya pelestarian sumber

daya alam hayati di habitat atau tempat aslinya. Hal ini
dilakukan dengan pertimbangan karakteristik tumbuhan
atau hewan tertentu sangat membahayakan kelestariannya
apabila dipindahkan ke tempat lainnya.

2. Pelestarian Ex-situ
Pelestarian ex-situ yaitu suatu upaya
pelestarian yang dilakukan dengan memindahkan
ke tempat lain yang lebih cocok bagi
perkembangan kehidupannya.

48

Contoh pelestarian In situ
a. Suaka margasatwa untuk komodo di Taman Nasional

Komodo, Pulau Komodo

b. Suaka margasatwa untuk badak bercula satu di
Taman Nasional Ujung Kulon, Jawa Barat

c. Pelestarian bungan Rafflesia di Taman Nasional
Bengkulu

49

Contoh pelestarian Ex situ
a. Kebun Raya dan Kebun Koleksi untuk menyeleksi

berbagai tumbuhan langka dalam rangka
melestarikan plasma nutfah.
b. Penangkaran jalak Bali di kebun binatang
Wonokromo (Anshori dan Djoko, 2009:30)

50


Click to View FlipBook Version