The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Bhoja Naradhipa, 2023-07-12 00:29:43

Be Strong

Be Strong

50


51


52


53


54


55


56


57


58


59


60


61


62


Denzel Elden Wijaya Penerima Beasiswa Indonesia Maju (BIM) Haiii gais, Kembali lagi bersama saya Denzel Elden Wijaya di edisi ketiga. Saya akan menceritakan kisah perjuangan di Beasiswa Indonesia Maju (BIM), dari awal yang tidak tahu apa-apa tentang BIM ini, sampai ke titik perjuangan mendapatkan beasiswa ini. Semoga bisa enjoy dengan cerita yang saya tuliskan, ya. Jadi, semuanya bermula di akhir kelas 11 semester 2 sekaligus menjelang kenaikan kelas 12 semester 1. Ya, sebenarnya awalnya niatnya mah liburan santai sebelum masuk sekolah offline kan bakal capek banget, yah. Eh, ternyata pas scroll Ig, saya liat di IG puspresnas (btw kalo yang mau ikutin nih Beasiswa Indonesia Maju, pantengin aja IG puspresnas, yakni @puspresnas). Ya, udah lah, tanpa basa-basi, aku juga yang lagi itu baru banget menang lomba tingkat Asia Pasifik, yakni APMO (Asia Pacific Mathematics Olympiad) 2022, langsung saja dengan percaya diri bahwa dengan semua prestasi yang saya koleksi, saya bisa lolos seleksi berkas. Ternyata, untuk kita yang ingin mendaftar untuk beasiswa ini ada beberapa dokumen yang perlu disiapkan, yakni 3 prestasi terbaik (baik acara resmi puspresnas maupun acara nasional/internasional dari Lembaga terntentu), 3 essay mengenai kepribadian dan juga kebelanegaraan kita, nilai raport kelas 10-11. Oke, perlu dicatat untuk temanteman yang baru masuk kelas 10, kalau misalkan nilai rapot kalian kurang memuaskan di 2 semester awal, itu enggak papa, kok, yang dilihat dari nilai rapot di hampir setiap universitas dunia adalah seberapa progresif kamu jadi murid selama bersekolah. Jadi, coba lakukan yang terbaik di semester selanjut-lanjutnya. Dan satu lagi, namanama universitas target kalian, untuk aku sendiri, aku memilih National University of Singapore (NUS), Nanyang Technological University (NTU), Monash University, Hong Kong University of Science and Technology (HKUST), Princeton University, Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST), University of British Columbia (UBC), University of Toronto (UofT). Prestasi yang saya lampirkan saat itu, medalis perunggu OSN SMA Matematika 2020, Perunggu Asia Pacific Mathematics Olympiad (APMO) 2022, Juara 1 OMVN (Olimpiade Matematika Vektor Nasional) 2021. 63


Nah untuk siswa kelas 11 yang kurang tahu basic writing academic essay kaget, dong. kayak hah buat essay waduh mau nulis apa yah, kerangkanya gimana yah, biasa soalnya disuruh buat cerita doang, terus itu pun Bahasa Indonesia, kan. Jadi, aku minta bantuan dari seorang pakar nih, Namanya Winson Kurniawan Toyip (promosi Sun Education dikit ehehe), jadi setelah aku selesai menulis semua rentetan essayku, aku tanya ke beliau apakah essay ini layak untuk diajukan ke pihak Beasiswa Indonesia Maju. Kalian tau apa? Wah, essay pertama saya hancur banget wkwkwkw, yang berakhir dengan seribu revisi, tapi tidak apa-apa itulah proses Di atas ini salah satu essay yang perlu kalian siapkan, yaitu mengenai value yang ada di dalam diri kalian. Singkat cerita, aku selesai dengan persiapan essay yang cukup mepet ini, tinggal nunggu pengumuman apakah aku akan lolos selesi berkas. Oh, ya, aku juga ingin mengatakan bahwa BIM ini terdiri dari beberapa tahap dan yang aku ikuti adalah Kelas Persiapan BIM NonGelar yang artinya aku harus melalui masa-masa pelatihan terlebih dahulu baru mendaftar ke beasiswanya di akhir rangkaian acara. 1. Seleksi berkas 2. Seleksi Interview 3. Kelas persiapan BIM 4. Pendaftaran beasiswa dengan LoA yang kita punya Jadi, sembari menunggu pengumuman seleksi berkas, saya dan Savero gabut, jadi ikut lomba skala Nasional di ITB, Namanya IMPACT. Walaupun sempat pesimis, tapi kami berakhir di juara 1 secara Ajaib karena saat final kami benar-benar dilimpahi berkah. Saya ingat betul bahwa pengumuman seleksi berkas adalah ketika semifinal dari IMPACT ini berlangsung. Setelah benar-benar Lelah mengerjakan soal, kami dikejutkan bahwa kami lolos seleksi berkas dan ada hal yang masih perlu kami siapkan, yakni seleksi interview. 64


Lagi-lagi panik. Di sini saya dan Savero meminta tolong Ko Winson lagi, tapi kami ingin mencari perspektif yang lebih luas dan pada akhirnya, kami juga meminta tolong guru Bahasa Inggris satu-satunya yang pernah mengajar kami selama 3 tahun bersekolah, siapa lagi kalua bukan Mr. Dominicus Setiadi, or we usually call him Sirdom eh enggak boleh Sir, Mr. Domi. Yes, kita google meet malam-malam dan dapat banyak saran dari beliau, dan pada akhirnya di hari h, saya merasa sangat confident dan benar saja tidak alam dari situ, saya dinyatakan lolos seleksi wawancara. Horeeee Sekarang, baru kita masuk ke bagian susahnya wkwkwk. Jadi, sembari liburan, ternyata kami diajak untuk mengikuti camp/program dari BIM sebagai titik awal perjuangan kita di BIM, aku pikir awalnya kita bakal santai damai di kelas 12, ternyata saya salah. Ada 4 jadwal utama selama semester 1 ini yang perlu aku lalui selama 6 bulan, yakni 1. Koding Next (ini adalah camp perdana untuk kami sebagai awardee dari Kelas Persiapan Beasiswa Indonesia Maju, ada banyak pilihannya sebenarnya, tapi aku memilih kelas koding karena menurutku camp inilah yang paling cocok untuk dilakukan sebagai anak yang bercita-cita masuk Computer Science di Singapura. Ya seneng, sih, bisa banyak berkembang di bidang koding apalagi ngerti cara make scratch. 2. Kursus IELTS dan SAT, yakmi dua tes sebagai standar Bahasa Inggris dan juga matematika yang biasanya diminta oleh universitas di luar negeri. Jadwalnya senin, rabu, dan jumat adalah jadwal IELTS dan selasa, kamis adalah jadwal SAT. Aku benar-benar 4-5 bulan melakukan hal itu. Lelah? Ya Lelah lah, tapi ini untuk hal yang terbaik juga untukku ke depannya. 3. Social project BIM yang mana aku membuat Musica et Scienta yaitu pelatihan gratis music dan sains satu Lampung yang kami adakan dengan menyertakan dua pihak sekolah, yakni SMA Fransiskus dan juga SMAK BPK Penabur Bandar Lampung, serta dinas Provinsi Lampung. 65


Lantas bagaimana cara aku membagi waktu? Ya di samping padatnya jadwal, aku juga harus adaptasi sama kelas baru kan, tapi untungnya kelas baru ini lumayan solid, jadi yah aku merasa nyaman-nyaman aja di kelas terlebih lagi dengan wali kelas Bu Merry, sang bumil dengan seribu tangan karena masih bisa mengurus OSIS dll. Apa lagi ternyata aku masih terpilih untuk mewakili sekolah mengikuti OSN-P ataupun OSN 2022. Jadi, benarbenar semua yang bisa kulakukan saat itu hanyalah berdoa dan juga berusaha. Aku terus berdoa tiap malam kepada Sang Buddha, semoga nafasku masih bisa berhembus untuk esok hari, hilangkan rasa letih ini dan juga besok aku dapat mereset Kembali kekuatan serta menjalani semuanya seakan-akan dengan mudah. Karena aku percaya dengan penyertaan Sang Buddha, aku percaya dengans egala proses yang harus kulewati seakan yang telah diajarkan oleh Sang Buddha yakni kehidupan itu layaknya roda, ada saatnya aku di atas dan aku di bawah. Jadi, aku mengset, dimana untuk bulan Agustus-September aku fokuskan diriku untuk tes IELTS, aku Latihan writing dan speaking karena kebetulan dua tes ini menurutku paling sulit, serta kursus di Sun Education dengan bantuan dari mr. Eko. Hari demi hari kulewati hingga H-1 tes IELTS, yakni hari Jumat, 9 September 2022, wah ini tanggal aku ingat kenapa? Yoi, jatuh dari motor, dong, merubah merk Honda menjadi Ionda milik bang Matias. Sialnya, aku masih tertawa saat itu, dan esoknya aku tetap menjalani tes IELTS dengan percaya diri. Eh, ternyata bagian yang dimana aku percaya diri yakni Listening, malah aku kepleset dan berakhir kurang memuaskan. Walaupun deg-degan tapi ternyata ketika keluar hasilnya lumayan bagus, yakni dengan overall 7.0 dan writing 6.5, saya senang karena memang, ya, jelas (nada Pak Pius Martinus) semua universitas maksimal hanya membutuhkan kurang lebih 6.0-6.5 saja untuk overall dan saya merasa terpenuhi. 66


Untuk tes SAT memang hanyalah tes tambahan, tapi ya saya tetap berlatih sembari Latihan untuk OSN tingkat Nasional 2022, karena pada saat itu haha, posisinya tahun 2021 saya gak dapat medali, jadi kesannya saya ingin balas dendam lah untuk tahun terakhir saya di SMA, saya ingin memberikan hasil yang terbaik untuk sekolah ini, rasanya kalua tidak menang OSN itu, saya rasa masih ada yang kurang walaupun saya sudah pernah menang di 2020, pada saat itu saya masih membawa nama SMP Xaverius. Jadi, lagi-lagi management skill saya lagi-lagi diuji, jujur di fase ini saya benar-benar pusing sampai tidak tau mau ngapain. Saya juga banyak ngobrol sama beberapa teman, agar tidak jenuh dan peran orang tua di sini sangat signifikan bagi saya, sebab tanpa mereka, saya jelas kesulitan untuk mendapatkan motivasi hidup. Dipikir-pikir emang gila saya pada saat itu hahaha. Dan singkat cerita kedua tes pun berlangsung, dimana untuk SAT saya harus datang ke Jakarta dan melakukan tesnya di Raffles College, pesimis tipis-tipis, tapi saya masih yakin hasilnya lumayan. Saya juga terbang bareng Alvin, teman saya dari Penabur, seru sih, bareng dia memang udah dari SMP dan Savero, sang bestie. Dan, akhirnya segala tes-tesan ini berakhir dengan baik, terima kasih untuk guru-guru dari Westwood prep karena sudah membantu saya dengan baik. Untuk OSN, sebenarnya saya sudah banyak cerita jadi saya time skip saja, saya sudah konsultasi dengan Bu Inggrid berkali-kali karena merasa anxious berulang-ulang. Tapi, kali ini di 2022, saya yakin bisa memberikan hasil kenangan manis untuk sekolah. Hari pertama bisa ¾, dan hari kedua lagi-lagi menjadi momok dan aku sakit mag pagi-pagi dan hanya sanggup menyelesaikan 2,5/4 soal. Puji buddha, ketika pengumuman, deg-degan jelas, tapi kali ini saya pede dapat medali dan akhirnya saya dapat medali perak, ketika pengumuman saya ditemani oleh Pak Adhi dan Pak Christo. 67


Masa-masa tes telah usai, sekarang masuk ke bagian yang ditunggutunggu, yakni pendaftaran universitas. Aku mulai dari HKUST yang memiliki deadline sangat mepet pada saat itu, dan secara umum sebenarnya setiap universitas memiliki ketentuan yang sama, yaitu mempersiapkan dokumen, melampirkan prestasi-prestasi, dan terakhir adalah membuat essay. Ya, yang jadi struggle adalah membuat essay. Oh, ya satu lagi recommendation letter dari guru sekolah. Pembuatan essay tidak semudah yang kalian bayangkan karena memang butuh banyak kesabaran serta ilmu yang mendalam. Bener kata Bu Diah, Ilmu Bahasa itu memang sederhana, hanya saja pengaplikasiannya yang fleksibel membuat mereka semakin menarik, kalo Mr. Domi bilangnya, “If Math says when 10 ducks, 2 shot, there would be 8 left, then Language says that there was none left, because they fled away.” Maaf Sir, kalo salah grammar-nya. Lalu, untuk membuat essay, kalian juga harus open minded alias meminta beberapa saran dari orang terdekat ataupun expert. Ada baiknya, kalian juga menanyakan teman-teman terdekat kalian, karena memang ketika berbicara mengenai personality, oranglah yang bisa menilai, jadi saat itu aku meminta tolong salah satu temanku, Vinko untuk memberitahukannya, begitupun dengan mantan teman-teman sekelas lainnya, aku harus menggali lebih dalam agar essay tidak hanya untuk HKUST, namun untuk universitas lainnya menjadi essay yang berkualitas dan tidak bertele-tele. 68


Kebetulan untuk HKUST dan NTU, keduanya juga harus melewati sesi interview untuk lolos ke universitas mereka. Dan, kebetulan universitas yang paling pertama menerimaku adalah Monash University tanpa jalur interview alias langsung. Namun, dari awal sudah saya targetkan bahwa memang Singapuralah satu-satunya tujuan utamaku. Jadi, rasa senangku belum 100%, salaam impianku belum tercapai aku tak akan merasa puas. Essay demi essay kubuat, revisi demi revisi kulakukan, saran demi saran kuterima. Dan aku merasa confident dengan setiap essay yang kubuat, dan harus kuakui persiapan untuk Princeton University sebagai universitas ternama di Amerika Serikat memanglah yang tersulit (mana gak keterima pula). Dan lebih lelahnya adalah, aku harus menjalani proyek sosial Musica et Scientia tadi dimana aku berlaku sebagai ketua yang wara-wiri menghubungin kepala sekolah di Lampung untuk ikut serta dalam acara ini. Di sini saya belajar bagaimana menjadi pemimpin yang memiliki prospek untuk anggotanya, yakni Savero, Alvin, dan Norman. Di balik kesibukan kami, kami harus meluangkan waktu kami untuk acara ini. Puji Buddha semuanya lancar dan kami sangat sneang bahwa pihak BIM menyatakan kami sebagai salah satu tim terbaik untuk social project. Nah, terus recommendation letter itu apa yah? Jadi, itu adalah surat rekomendasi dari guru-guru mata pelajaran tertentu yang mengevaluasi diri kita dan dituangkan dalam bentuk tulisan. Ya, kita hanya boleh meminta guru untuk membuatnya bukan membuatkannya sesuka hati kita, karean ini adalah penilaian subjektif dari guru-guru untuk diri kita. Di sini, saya meminta banyak guru membantu saya, yakni Pak Adhi, selaku boss saya di sekolah yang sudah membantu saya dalam pembuatan Rec. Letter HKUST, Princeton, dan lain-lain. Beliau ini juga yang membantu saya di banyak administrasi sekolah. Pokoknya bapak saya yang kedua lah, lalu ada Bu Diah, guru Bahasa Indonesia kebanggaan kita semua yang sudah banyak menceramahi saya dan juga membantu membuat rec Letter untuk Princeton. Bu Inggrid selaku guru BK dan konselor sekolah, serta Mr. Domi, yang membuatkan Rec. Letter dengan padat dan tegas yang membantu saya diterima di HKUST. Merekalah orang-orang berjasa yang secara langsung untuk administasi universitas saya; dan guru-guru lain, seperti Pak Christo, Pak Wawan, Ms. Laras, Bu Ike, dan guru-guru lainnya yang tidak bisa saya sebutkan satu-satu telah membantu saya juga untuk urusan tugas, dan saya bersyukur memiliki mereka sebagai guru saya di SMA Fransiskus Bandar Lampung ini. 69


S e k a r a n g , k i t a c u m a m e n u n g g u p e n g u m u m a n s a j a t u g a s n y a . D e g - d e g a n s e h a r i a n s u d a h m e n j a d i m a k a n a n s e h a r i - h a r i k e t i k a m e m a s u k i t a h u n 2 0 2 3 . O h y a , u n t u k i n t e r v i e w H K U S T s a y a s a n g a t l a n c e r k a r e n a m e m a n g p e r s i a p a n n y a c u k u p m a t a n g d a n s a y a m e r a s a i t u l a h y a n g b e n a r - b e n a r t e r b a i k k a r e n a d i s e s i p e r s a i n g a n i n t e r v i e w a t a u s e p e r t i b i s a d i b i l a n g , s a l i n g b a l a s a r g u m e n t , h a n y a a d a d u a o r a n g y a n g m e n o n j o l , d i r i k u , d a n s e o r a n g p e r e m p u a n b e r k h a r i s m a d a r i S M A P a h o a . Y a b e r h e n t i s a m p a i d i s i t u s a j a u n t u k b a g i a n p e r e m p u a n n y a w k w k w k w k . D a n t i d a k l a m a , a k u m e n e r i m a p e n g u m u m a n b a h w a , s a y a d i t e r i m a d i H K U S T h o r e e e e Y a , h a r i d e m i h a r i , p e n g u m u m a n d a r i U o f T d a n U B C j u g a k u n j u n g m u n c u l , n a m u n u n t u k S i n g a p u r a s u n g g u h s e m a k i n l a m a d i t u n g g u , a k u s m e a k i n p u s i n g , k a r e n a m e m a n g p e n g u m u m a n n y a t e l a t s e n d i r i , d a n d i s i n i r a s a b i m b a n g k u k e l u a r . S a t u , a p a k a h a k u h a r u s m e n u n g g u S i n g a p u r a d a n m e r e l a k a n t a w a r a n d a r i u n i v e r s i t a s l a i n n y a , a t a u a k u m e n e r i m a y a n g s u d a h j e l a s s a j a d a n m e n g a b a i k a n t a w a r a n S i n g a p u r a y a n g t a k k u n j u n g k e l u a r . 7 0


Ronde terakhir, adalah menunggu Singapura. Sebenarnya, untuk pembuatan essay dua universitas di atas menyimpan cerita unik, dimana ada yang saya buat ketika saya sedang ngopi di Kopi Ketje dan dikira sebagai businessman. Ada juga yang kubuat di depan anak-anak OSIS yang sedang mempersiapkan Francis Day saat itu. Sungguh cerita yang abstrak, namun memang begitulah perjuangannya. Ya, kisaran bulan Maret akhir, tiba-tiba ada email dari NTU. Itu bulan-bulan sibuk LUS dan US kalau boleh jujur. Email apaan, nih? Oh, ternyata aku lolos seleksi berkas NTU gaisss, belum senang banget, sih, awalnya, tapi tiba-tiba chat BIM yang isinya siswa saja bergemuruh, aku kaget kan, ternyata apa? Oh, emas-emas OSN banyak yang ditolak NTU, aku tiba-tiba merasa, wah, enggak jadi, deh, bersyukur banget ini dan aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Dan yes, aku mempersiapkan segala interview terakhir ini dengan banyak berbicara di depan cermin atau adik saya sebagai gambaran interviewer, serta sedikit evaluasi dengan Wardaya College. Dan kalian tahu, kekurangan saya hanya apa pada saat itu? Kamera laptop saya terlalu gelap dan membuat wajah saya tidak jelas, maka dari itu, untuk Laptop Asus lama saya yang tercinta dan kesayangan semua guru hanya karena itu salah satu laptop yang bisa langsung connect di Epson kesayangan Dubidu, saya ucapkan terima kasih dan sampai jumpa. Umur laptop itu 6 tahun dan telah mengalami suka duka saya dari awal SMP, laptop itulah yang paling banyak melihat saya menangis dipupuskan ekspetasi. 71


Hari interview pun ditentukan, yakni Hari Sabtu, 25 Maret 2023, aku Bersiap dengan laptop baruku, aku dengan percaya diri akan menjawab 7 soal dengan lancar. Baru pertanyaan pertama, saya langsung pusing karena kaget dengan pertanyaan yang menanyakan mengenai 5 jurusan pilihan saya. Waduh, saya hanya ingat 4, ya sudahlah saya anggap ini sebagai pemanasan, dan untuk soal kedua sampai ketujuh, saya benar-benar untungnya mempersiapkan semua soalnya dengan mantap, jujur saya puas karena ada beberapa pertanyaan yang tidak akademik, namun saya bisa menjawabnya dengan baik, yaitu contohnya “bagaimana cara kamu menanggapi orang yang tidak menyukaimu?” Dengan mudah saya jawab, “Cukup tahu saja, dan perbuatlah mereka dengan baik hingga mereka merasa bahwa perbuatan mereka bukanlah hal yang tepat, dan kujelaskan dengan cukup baik dengan ini. Apalagi saya juga diajarkan di agama saya untuk menyebarkan Metta (cinta kasih) kepada semua makhluk.” Dan lagi-lagi aku harus menunggu dengan penuh gambling. Jujur di sinilah, peran keluarga saya tampak jelas, karena mereka juga lumayan meyakinkan saya, namun karena waktu yang terlalu lama, mereka pun juga hampir putus asa. Tapi, kesabaranku pun berbuah, aku ingat betul kala itu 18 April 2023. Aku sebenarnya sedang meratapi nasib, ketika aku tidak berhasil lolos pelatnas IMO 2023 karena memang aku kehilangan focus dan arah serta lebih memusatkan pikiranku dengan bagaimana nasibku di universitas, tapi tetaplah kekalahan memang perlu diratapi dan dievaluasi apa yang menjadi masalahku saat itu. Sore itu, aku bermain Mobile Legend benar-benar sendirian di kamar, aku ingat betul aku sedang mode badmood, jadi aku memakai hero Epic, yakni Dyrroth, tiba-tiba salah satu temanku melakukan chat, yakni Kenji, dia menanyakan kepadaku apakah hasil NTU ku sudah keluar, dan aku hanya menjawab, tadi siang kucek belum. Lantas, dia bilang, keluarnya baru sore ini kok, masih kujawab dengan santai, “oalah, ya udh ntar gw cek”. Sembari, menangin lane di game, aku membuka laptopku dan mengecek temtang kevalidasiannya dari omongannya. Ternyata memang di bagian paling atas ada email dari NTU. Kupikir, mereka hanya menjawab pertanyaanku mengenai kapan hasilnya akan keluar, ternyata ada tulisan begini, “Greetings from the Nanyang Technological University, Singapore! I am very pleased to inform you that you have been selected for admission to the Nanyang Technological University in academic year 2023-24 for reading COMPUTER SCIENCE under the non-subsidised tuition fee category. Please refer to the `Letter of Offer' on the terms of offer.” Sontak, aku teriak dan membangunkan mamaku dari lelapnya yang bahkan di hari sebelumnya mengatakan, “Kalau sampai akhir bulan kamu enggak dapat, udah lah ya ko, lepas aja Singapura.” Aku yang mengiyakan dengan sedih langsung bangkit dan membuktikan kalau imanku mengalahkan segala keraguan orang lain yang mengatakan bahwa Beasiswa di Singapura untuk anak Lampung adalah hal yang mustahil. 72


“MAMAAA…. PAPAAA…. Aku ke Singapura maaaa, NTU nerima akuuuu!” kupeluk mamaku saat itu. Hilang akalku (lah kebawa drama Ayahku Pulang). Benar-benar tidak ada yang bisa kulakukan saat itu, hanya selain bersyukur ke Tuhan, karena Aku sungguh merasa terberkati menjadi manusia yang bisa menerima kelimpahan berkat-Nya dari awal hingga saat ini. Di situ aku sadar bahwa di balik setiap kesulitan bahwa terdapat berkat yang lebih meilmpah di dunia ini. Bayangkan, aku bisa berdiri di Universitas peringkat 19 dunia tahun ini dengan jurusan Computer Science yang mencapai 10 besar dunia sebagai jurusan impian saya pula. Tidak ada yang bisa melebihi kesenangan ini, bahkan walaupun saya menang OSN pun, saya tidak pernah merasa sebahagia, mungkin ini hampir sama dengan ketika aku memenangkan lomba di India kala 2019 itu. Tinggal pengajuan funding yang menuai banyak kontroversi karena sulitnya lolos ke funding BIM, namun Puji Buddha saya cukup menjalani sekali seleksi dan langsung berbuah warna biru yang dinanti-nantikan banyak orang yang menempuh beasiswa ini. Sungguh melimpahnya berkat kepada diri saya. Terima Kasih Tuhan atas berkat-Mu yang luar biasa. Aku tidak akan pernah berhenti mengucap syukur atas segala perjuangan dan perjalanan selama kurang lebih 18 tahun kehidupan di dunia. Mungkin yang bisa aku tekankan dari ceritaku di awal adalah, jika kalian memiliki mimpi berusahalah sekuat tenaga dan gapailah mimpi itu tanpa rasa penyesalan. Ingat, setiap langkah dirimu itu layaknya perahu yang ada di samudera luas. Dia akan selalu membawamu ke suatu pulau dengan harapan yang berbeda. Kamu hanya bisa terus berusaha dan berdoa kepada Tuhan bahwa kalian tidak berada di jalan yang sesat. 73


Untuk tips dan trik, semua universitas sebenarnya memiliki karakteristiknya masing-masing, untuk tipikal universitas Asia, kalian membutuhkan tingkat akademik yang sangat baik, dari nilai rapot hingga prestasi lomba. Sedangkan, untuk universitas di Amerika, mereka membutuhkan keholistikan kalian, yang artinya tidak hanya akademik, namun kalian juga harus bagus secara keorganisasian, sikap, dan lain-lain. Setiap universitas memiliki pro dan kontranya masing-masing, itu hanyalah pilihan kalian mana universitas yang terbaik bagimu. Semoga cerita ini bisa menjadi inspirasi dan gambaran untuk kalian bagaimana Langkah terbaik untuk kelas 12 kalian. Masa depan itu di tangan kalian, bukan teman ataupun orang tua kalian, jadi berdirilah di kaki kalian sendiri dan yakinlah bahwa kekuatan kalian itu melebihi ekspetasi kalian. Siapkanlah semuanya di awal kelas 12, jadi kalian tidak perlu terlalu panik ketika mendekati deadline, puaskanlah waktu bermain kalian ketika kelas 10 dan 11, kelas 12 adalah masa dimana kalian menentukan jalan apa yang akan kalian tempuh ketika sudah selesai bersekolah. Aku harap di generasi-generasi selanjutnya, akan muncul orang-orang hebat baru yang akan melanjutkan perjuangan saya. Semangat semuanya!!! Bunga Teratai tidak akan memancarkan kecantikannya jika ia tidak hidup di tempat berlumpur, maka dari itu jangan takut dengan segala rintangan yang kalian hadapi. 74


Savero Lukianto Chandra: Diterima di Enam Perguruan Tinggi Unggulan Dunia Semua bermula dari delapan tahun yang lalu, tahun 2015, ketika saya yang masih menjadi siswa kelas 5 SD iseng mencoba mengikuti olimpiade matematika. Siapa sangka, keisengan tersebut membuat saya mengalami perjuangan, kekalahan, dan kemenangan yang datang silih berganti; berbagai kompetisi saya ikuti mulai dari tingkat kecamatan, kota, provinsi, nasional, bahkan internasional. Begitu banyak momen berharga tak terlupakan selama empat tahun berkecimpung di dunia olimpiade matematika, mulai dari mendapatkan juara 1 di Kota Malang tepat di hari ulang tahun ke-11 hingga harus menelan kata tak pantas dari ”regulator pendidikan” di provinsi sendiri akibat gagal mendapatkan medali meskipun kondisi tubuh sedang tidak prima. Pada tahun 2018 akhir, karena suatu alasan, saya memutuskan untuk menggeluti olimpiade bidang IPA Terpadu (SMP) dengan target meraih medali pada Olimpiade Sains Nasional (OSN) SMP. Peralihan dari kombinatorik ke struktur periodik, dari teori bilangan ke analisis rangkaian, hingga dari geometri ke anatomi tentunya memerlukan banyak adaptasi pada bulan-bulan awal persiapan saya. Kendati demikian, saya masih berhasil meraih Medali Perunggu pada OSN IPA SMP 2019 di Yogyakarta. Penghargaan ini membuat saya menerima berbagai tawaran beasiswa penuh dari SMA-SMA unggulan, baik di dalam maupun luar Lampung. Namun, pada akhirnya saya memilih untuk berlabuh di SMA Fransiskus untuk mengenyam pendidikan SMA. 75


Tahun pertama di SMA tidak terlalu berwarna seperti yang saya kira. Pandemi COVID-19 mengharuskan segala kegiatan dilakukan dalam jarak jauh secara daring. Kebosanan ini pun mendorong saya untuk menemukan warna sendiri pada tahun pertama di SMA. Saya memutuskan untuk mendaftarkan diri pada ajang Kompetisi Sains Nasional (KSN) SMA bidang fisika sejak kelas 9 SMP. Proses registrasi awalnya bertumbukan dengan kesulitan dengan pihak panitia, mengingat ini adalah kasus pertama siswa SMP di Lampung mengikuti KSN tingkat SMA. Namun, berkat bantuan guruguru SMA Fransiskus, serta Suster Pauli dan Suster Floriani, saya berhasil mengikuti KSN tingkat SMA. Waktu penyelenggaraan KSN yang bentrok dengan ujian SMP (sebelum COVID) membuat saya hanya melakukan persiapan secara minim. Untungnya, saya masih berhasil meraih juara 3 di tingkat Kota Bandar Lampung. Selama liburan kelulusan SMP, saya menghabiskan sebagian besar waktu saya untuk persiapan KSN tingkat provinsi. Sekitar 4 dari 24 jam dalam sehari saya habiskan untuk menggambar diagram gaya, mencari hubungan percepatan, menurunkan persamaan energi untuk mencari persamaan gerak, dan hal membosankan (baca: seru) lainnya. Selain itu, saya juga mengikuti berbagai pelatihan online untuk mengisi waktu luang sekaligus mengasah kemampuan saya. Syukurnya, perjuangan saya tidak sia-sia. Pada akhirnya, saya berhasil mendapatkan peringkat 2 pada KSN tingkat Provinsi Lampung dan Medali Perunggu di KSN tingkat nasional. 76


Prestasi di KSN menjadi batu loncatan bagi saya. Pasca menjadi ”alumni KSN”, saya mendapatkan kesempatan untuk mengikuti seleksi dan pembinaan menuju International Physics Olympiad (IPhO) bersama 29 siswa SMA lainnya. Meskipun gagal lolos ke tingkat internasional pada tahun 2022, melalui pertemuan di Pelatnas, saya bersama teman-teman seperjuangan berinisiatif mendirikan komunitas olimpiade fisika bernama Fisikampunk yang bertujuan untuk mengakomodasi siswa-siswi dari seluruh di daerah di Indonesia yang hendak mempersiapkan diri untuk mengikuti olimpiade fisika, terutama KSN/OSN. Sejak awal berdiri pada Agustus 2021, Fisikampunk telah memiliki grup diskusi daring yang telah diikuti oleh lebih dari 250 siswa se-Indonesia dan berhasil menyelenggarakan pelatihan daring yang berperan dalam mencetak 12 partisipannya untuk menjadi medalis pada OSN 2022. Seluruh proyek Fisikampunk dikoordinir oleh alumni KSN Fisika sendiri, salah satunya saya. Hal ini tak terlepas dari pelajaran hidup yang kami dapat ketika mengikuti pembinaan IPhO, bahwasanya hal terpenting dalam hidup bukanlah soal menjadi yang terbaik, melainkan soal menjadi orang baik yang bisa berbuat banyak kebaikan. 77


Tak hanya mendapatkan koneksi yang lebih luas, prestasi KSN juga membantu saya untuk mendapatkan Beasiswa Indonesia Maju (BIM) program S-1 Luar Negeri, baik program persiapan non-gelar (pendaftaran kuliah) maupun program bergelar dari Pusat Prestasi Nasional. Pada program persiapan kuliah, saya mendapatkan begitu banyak webinar yang turut membuka wawasan saya mengenai universitas dari berbagai belahan dunia. Selain itu, saya juga mendapatkan kesempatan untuk mengikuti kursus persiapan International English Language Testing System (IELTS) dan Scholastic Aptitude Test (SAT), yakni tes-tes standarisasi yang perlu (atau opsional, tergantung negara) diikuti sebagai salah satu syarat berkuliah di universitas luar negeri. Seluruh komponen biaya, mulai dari pendaftaran tes, pendaftaran aplikasi, biaya terjemah dokumen, dan lain-lain juga ditanggung oleh pihak BIM. Fasilitas tersebut tentunya mempermudah saya untuk mendapatkan Letter of Acceptance (LoA) dari berbagai universitas unggulan dunia. Pada akhir kelas 12, saya sudah diterima di enam perguruan tinggi unggulan dunia, di antaranya Monash University (Australia), The University of Sydney (Australia), Hong Kong University of Science and Technology (Hong Kong), University of British Columbia (Kanada), University of Toronto (Kanada), dan Nanyang Technological University (Singapura). Setelah menimbang satu dan lain hal, saya pun memutuskan untuk melanjutkan kuliah ke University of British Columbia (UBC) di Vancouver, Kanada. Proses yang saya lalui memang bukanlah seratus persen hanya kenikmatan dan keberhasilan, melainkan merupakan serangkaian alternasi antara kesuksesan dan kegagalan. Ibarat karbon, hanya karbon yang terkena tekanan tinggi yang mampu menjadi intan yang indah dan bernilai. Meskipun perjalanan hidup terasa gelap-terang seperti pola interferensi, semangat untuk berprestasi haruslah tetap dijunjung tinggi. 78


Pengalaman Perdana Audisi GBN Oleh : Maria Chiesa Nur Widhiningtyas Malam hari menjelang audisi Gita Bahana Nusantara, kukirim chat ke ibu memberi informasi bahwa besok pagi akan ikut audisi. Kemudian Ibu memberi banyak nasihat, salah satunya agar aku berdoa karena itu kekuatanku. Pagi harinya, Selasa 16 Mei 2023 pukul 08.00 aku bersama Miranda, Carmel, dan Loverdine didampingi Bu Maya pergi ke Balai Keratun Pemprov Teluk Betung. Sampai sana sudah ramai dengan para peserta audisi. Aku mendapat undian no 038. Peserta audisi kurang lebih 100 orang dari berbagai SMA dan Perguruan Tinggi di Lampung. Ketika peserta mulai tampil kuamati dengan seksama. Selain menyanyi juga diminta untuk membaca not. Di sana kulihat kakak-kakak yang kukenal bersuara merdu seperti Mbak Vila dan Mbak Laras Wesanty yang sudah pernah ke Istana Negara beberapa tahun lalu. Tiba giliranku tampil, kubuat tanda salib lalu melangkah maju. Rasanya gerogi juga dihadapan Pak Purwacaraka yang sangat terkenal teliti. 79


Setelah seluruh peserta menunjukkan kebolehannya, kami diberi masukan oleh para juri kemudian mengumumkan hasil audisi. Aku pasrah saja. Ingat kata ibuku agar aku menyerahkan pada kuasa Tuhan Yesus. Saat pengumuman ada namaku disebut, rasanya tak percaya karena diantara 100 peserta banyak yang bagus. Akhirnya aku terpilih sebagai sopran, Mba Vila tetangga rumah sekaligus kakak kelas dan satu almamater yang biasa kami lomba bersama masuk di alto. Mba Vila dari UBL, Kak Theo dari Penabur, dan Kak Ruben dari Itera. Kami masing-masing dapat uang pembinaan Rp1. 200.000,- Hari berikutnya kami berjumpa kembali ditempat yang sama untuk latihan pertama. Saya sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada para pembimbing dan pihak sekolah yang mengijinkan saya ikut ajang ini. Setelah menyapa dan dapat senyuman dari juri membuatku merasa santai dan nyaman. Kunyanyikan lagu Indonesia Pusaka. Pak Purwa memintaku mengulang nyanyi yang kupikir apa salah tadi. Aku pun tak tahu alasannya apa. Lalu aku diminta memilih sendiri notasi angka yang harus aku bacakan. Ada yang salah kubaca tetapi tetap kulanjutkan. Entahlah, rasanya adrenalinku naik sehingga walaupun salah aku tidak takut. Setelah selesai para juri kuberi hormat dan senyuman lalu aku kembali ke kursiku. Sudah lega rasanya tinggal menanti hasil. 80


Shinta Bela: Guru Baru Siap Melayani Udah pada tahu belum nih, ada guru baru lo di sekolah kita. Beberapa pasti udah tahu, ya. Siapa sih, namanya? Nama lengkap beliau adalah Shinta Bela. Lahir di Bandarlampung 12 Mei 2023. Pendidikan di SD fransiskus 1 Tanjung Karang, lalu SMP Fransiskus Tanjung karang. Pendidikan menengah atas dilalui di SMA di SMA N 12 Bandar Lampung. Sementara perguruan tinggi dijalani di salah satu PTN yaitu di Bandar Lampung. “Saya mempunyai hoby melukis saya senang melukis sehingga saya dapat menyampaikan ide kreatifitas saya melalui lukisan. “Bagi saya mengajar anak-anak harus memiliki tekad kuat karena pekerjaan ini tidak dinilai dari gaji yang didapatkan, namun kualitas pembelajaran yang diberikan. Keikhlasan dari saya berikan untuk berbagi ilmu pengetahuan, mendidik anak-anak yang bahkan tidak saya kenal sebelumnya, hingga membantu mereka mencapai apa yang mereka citacitakan. Saya aktif ikut pelayanan sekolah minggu di GPIB Marturia. Saya memulai pelayanan pada tahun 2017 karena memiliki minat dalam hal pelayanan anak sekolah minggu dan saya sangat menyukai interaksi dengan anak kecil,” ungkapnya dalam sebuah obrolan. Saat ini Bu Shinta Bela berkerja sebagai pendidik di SMA Fransiskus yang merupakan salah satu sekolah favorit di Bandar Lampung. Apa kata Bu Guru manis ini tentang pekerjaan barunya? Saya ingin menjadi guru yang dikenal sebagai pembawa terang yang bisa mengerti anak didik serta anak didik mampu menerapkan ilmu yang didapat dalam kehidupan sehari-hari dengan happy dan untuk kemuliaan Tuhan.” Wah, amazing sekali, ya! Semoga Bu Sinta segera bisa beradaptasi di sekolah ini dan menjadi berkat bagi keluarga besar SMA Fransiskus Bandar Lampung. 81


Khatarina Aninditya Kristyaningrum (Guru Bimbingan Konseling SMA Fransiskus Bandar Lampung) Khatarina Aninditya Kristyaningrum merupakan salah satu sosok guru muda yang bersahabat dan memiliki karakter energik bagi siswa-siswi SMA Fransiskus Bandar Lampung. Guru Bimbingan Konseling yang akrab disapa Bu Anin ini, memulai karya pendidikan di SMA Fransiskus Bandar Lampung terhitung sejak 4 Januari 2023. Bu Anin kecil lahir pada tanggal 28 April 1999 di kota Bandar Lampung. Pada kurun waktu usia 1 hingga 6 tahun, ia menghabiskan kehidupannya di Kota Tanggerang karena mengikuti pekerjaan orang tua. Ketika memulai jenjang SD, ia kembali ke Kota Bandar Lampung untuk memulai jenjang pendidikan dasarnya. Di masa kecil Bu Anin mengenyam pendidikan dasar di SD Xaverius 3 Bandar Lampung. Setelah menamatkan pendidikan dasar selama 6 tahun, ia melanjutkan pendidikan pada jenjang menengah pertama di SMP Xaverius 4 Bandar Lampung. Setelahmenghabiskan pendidkan Dasar hingga menengah pertama di kota Bandar Lampung, ia mencoba melakukan tantangan untuk melanjutkan studi ke kota Yogyakarta dengan menempuh jenjang SMA di Sekolah Santa Maria Yogyakarta. Selama menempuh studi di Kota pelajar, ia banyak memperoleh pengetahuan dan pengalaman yang sangat berharga. Setelah menghabiskan masa-masa SMA di Kota Pelajar, Bu Anin muda melanjutkan Jenjang Perguruan Tinggi untuk kembali Ke Kota Bandar Lampung. Pada tahap ini, ia mengenyam studi S1 Pendidikan Bimbingan Konseling di STKIP PGRI Bandar Lampung. Tahap demi tahap ia lalui dalam menempuh jenjang perguruan tinggi. Tercatat dalam riwayat hidupnya, ia memulai studi pada tahun 2018 dan diwisuda pada akhir tahun 2022. Tak berselang lama setelah diwisuda, ia akhirnya bergabung dengan SMA Fransiskus Bandar Lampung. Dalam wawancara penulis bersama Bu Anin, ia menyebutkan salah satu alasannya menjadi Guru BK adalah karena terinspirasi dari seorang Guru BKnya ketika semasa SMA. Ia menganggap bahwa sosok guru tersebut merupakan sosok guru yang sabar, bijak hingga mampu menjadi teladan hidup bagi murid-muridnya. Dari sosok seorang gurunya tersebut Bu Anin berharap bahwa ia dapat mencontoh teladan sang guru tersebut hingga pada akhirnya ia dapat mengaplikasikannya kepada siswa-siswi SMA Fransiskus Bandar Lampung. Disamping itu juga, ia mengatakan bahwa Guru BK pada dasarnya harus adaptif, sehingga ia dapat lebih mudah memahami kondisi peserta didik setiap era nya. Pada akhir wawancara episode kali ini, ada kata bijak dari Bu Anin yang selalu terparti dalam ingatan penulis tentang seorang guru. Pesannya itu ialah “Tugas seorang guru bukanlah menebang hutan, tetapi seberapa jauh untuk dapat mengairi gurun”. 82


Pameran Pendidikan 24-25 Okt 2022 Lomba Antar SMP 26 -28 Okt 2022 FRANCIS DAY PENDAFTARAN peserta didik baru SMA FRANSISKUS BANDARLAMPUNG T A H U N A J A R A N 2023/202 4 Keungulan sekolah kami : Syarat Pendaftaran : Info pendaftaran lebih lanjut : Tentang sekolah kami JALUR REGULER JALUR PRESTASI Pindai kode ini untuk pendaftaran dalam jaringan Fasilitas Pembelajaran yang Lengkap PEMBUKAAN DIMERIAHKAN DENGAN : Mengisi formulir pendaftaran Fotokopi Raport SMP Kelas VII & VIII Fotokopi kartu keluarga dan akta kelahiran Pas foto 3x4 dan 2x3 Mendidik pribadi unggul yang beriman dan mampu mewujudkan Cinta Kasih Allah Yang Penuh Kerahiman Mendidik pribadi unggul yang mencintai sesama dan alam ciptaan Mendidik pribadi unggul dalam kesederhanaan, kegembiraan dan persaudaraan Mendidik pribadi unggul dalam kecerdasan,kejujuran, toleransi, kedisiplinan dan berjiwa Pancasila. Mendidik pribadi unggul yang berjiwa nasionalis dan menjunjung tinggi kebhinekaan Mendidik pribadi unggul yang memiliki semangat tinggi untuk terus belajar (on going formation) dan berwawasan global. Mendidik pribadi unggul yang bermartabat, bertindak atas dasar hati nurani yang benar dan berintegritas. VISI SMA FRANSISKUS Lembaga Pendidikan Katolik yang unggul dalam mendidik pribadi menjadi Pelajar Pancasila yang berjiwa besar demi terwujudnya Indonesia maju dan bermartabat. MISI SMA FRANSISKUS 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Lingkungan sekolah yang asri dan nyaman Kegitatan Pengembangan karakter Aktivitas interaktif dan menarik Pengembangan Bakat Minat Akademik dan Non Akdemik EDUCATION FAIR SMA FRANSISKUS Jl. Bumi Manti II Kampung Baru, Labuhan Ratu Bandarlampung 35143 0823-7596-9488 SMA FRANSISKUS BDL 0721-782351 osisfransiba smafransiskusbalam.sch.id Info kegiatan: bit.ly/ppdb23-24fransib Biaya Formulir Rp. 100.000,- Biaya Formulir Rp. 150.000,-


Click to View FlipBook Version