Laporan
Arus Kas
(Cash Flow)
Aulia Septiani Astuti
Universitas Negeri Malang
Pembahasan
01 Pengertian
02 Jenis dan Tujuan
03 Klasifikasi
04 Fungsi
05 Metode Penyusunan
06 Langkah-Langkah
07 Contoh Laporan
Pengertian
Laporan
Arus Kas
Laporan arus kas adalah bagian dari laporan keuangan suatu
perusahaan yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang
menunjukkan aliran masuk dan keluar uang perusahaan. Dalam
arti sempit laporan arus kas artinya sebuah laporan keuangan
yang menyajikan arus kas masuk dan kas keluar dari sebuah
perusahaan.
Demi menjaga stabilitas keuangan, sebuah perusahaan barang dan
jasa pasti memiliki sistem akuntansi atau pencatatan laporan dari semua
kegiatan transaksi. Berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan (SAK), selain
neraca dan ekuitas/laporan perubahan modal, terdapat laporan arus kas
yang harus senantiasa dibuat per periode.
Laporan arus kas atau yang biasa disebut dengan cashflow ini sendiri
dapat diartikan sebagai catatan keuangan yang berisi informasi tentang
pemasukan dan pengeluaran selama satu periode. Laporan ini akan
sangat berguna ketika Anda akan mengevaluasi struktur keuangan
(likuiditas dan solvabilitas), serta aktiva bersih perusahaan. Arus kas
dalam keuangan bisnis dan keluarga memiliki sedikit perbedaan. Jika
keuangan keluarga arus kas yang dimaksud adalah cash basis. Sedangkan,
dalam keuangan bisnis terdapat cash basis dan accural basis.
1
Jenis dan Tujuan
Laporan Arus Kas
Jenis-Jenis Laporan Arus Kas
1.Cash from Operating Activities : Uang tunai yang
dihasilkan oleh kegiatan bisnis inti perusahaan - tidak
termasuk arus kas dari investasi. Ini ditemukan pada
Laporan Arus Kas perusahaan di bagian pertama.
2.Free Cash Flow to Equity: Free Cash Flow Equity adalah
mewakili uang tunai yang tersedia setelah diinvestasikan
kembali ke bisnis (pengeluaran modal).
3.Free Cash Flow to the Firm: Jenis ini adalah ukuran yang
mengasumsikan perusahaan tidak memiliki leverage
(utang). Ini digunakan dalam pemodelan keuangan dan
penilaian.
4.Net Change in Cash: Perubahan jumlah arus kas dari satu
periode akuntansi ke periode berikutnya. Jenis Ini biasa
ditemukan di bagian bawah Laporan Arus Kas.
Tujuan Laporan Arus Kas
1.Memperkirakan arus kas pada periode depan
berdasarkan laporan keuangan periode kini
2.Menentukan kemampuan atau ketidakmampuan
perusahaan dalam membayar kewajiban perusahaan.
3.Landasan untuk pengambilan keputusan guna
memperbaiki kinerja perusahaan.
4.Laporan mengenai hubungan laba bersih terhadap
perubahan kas perusahaan.
2
Klasifikasi
Laporan Arus Kas
1. Arus Kas Operasional (Operational Cash Flow), yaitu hal
yang terkait dengan operasional perusahaan pada masa
periode tertentu. Biasanya, yang termasuk pada jenis ini
adalah penerimaan kas dari konsumen atau pendapatan
piutang, pembayaran utang, pembayaran biaya pegawai (gaji
dan perlindungan), penerimaan bunga, pembayaran pajak
dan pengeluaran lainnya yang terkait dengan aktivitas
operasional.
2.Arus Kas Pembiayaan (Financing Cash Flow), yaitu hal yang
terkait dengan aktivitas pembiayaan perusahaan
(pengurangan dan penambahan modal) pada masa periode
tertentu. Beberapa contoh aktivitas pendanaan adalah
pinjaman bank, penerbitan obligasi, penerbitan saham
melalui IPO (Initial Public Offering), penerbitan saham baru
melalui HMETD dan aktivitas lainnya.
3.Arus Kas Investasi (Investing Cash Flow), yaitu flow
penerimaan dan pengeluaran yang terkait dengan aktivitas
investasi perusahaan pada periode tertentu. Beberapa
aktivitas yang tergabung dalam arus kas investasi adalah
pembelian dan penjualan aset tetap, penyertaan saham, dan
bentuk investasi lainnya.
3
Fungsi Laporan
Arus Kas
Pada dasarnya, penyusunan laporan arus kas
memiliki sejumlah fungsi, di antaranya:
1.Memprediksi cash flow periode berikutnya
berdasarkan data periode saat ini.
2.Dasar pengambilan keputusan menajer
keuangan untuk meningkatkan kinerja
perusahaan.
3.Menentukan kemampuan perusahaan dalam
membayar deviden dan kewajiban.
4.Mengetahui laba bersih dan menentukan
ukuran keberhasilan suatu perusahaan.
4
Metode Penyusunan
Laporan Arus Kas
Untuk penyajiannya, cash flow statement
dapat dibedakan menjadi dua, yaitu langsung dan
tidak langsung. Elemen yang dilaporkan di dalam
kedua jenis laporan tersebut tidak ada yang
berbeda, yang berbeda hanyalah metode
penyusunan arus kas yang berasal dari kegiatan
operasional. Pada kedua metode ini, sub-total yang
dihasilkan akan sama untuk ketiga kegiatan
perusahaan, yaitu operasional, investasi serta
pembiayaan. Berikut adalah perbedaan dari kedua
metode ini:
Metode Langsung
Pada metode ini, cash flow statement akan
disajikan dalam 3 kelompok penerimaan dan
pengeluaran kas, yaitu dari kegiatan operasional
(secara lengkap), kegiatan investasi, dan yang
terakhir adalah kegiatan pembiayaan.
5
Metode Penyusunan
Laporan Arus Kas
Pada metode langsung, arus kas dari kegiatan
operasional dibagi menjadi 2, yaitu masuk dan keluar,
kemudian dirinci lagi menjadi beberapa jenis
penerimaan dan pengeluaran kas. Keuntungan cara
penyajian metode langsung adalah Anda dapat
mengetahui sumber dana serta penggunaan kas
melalui laporan metode langsung. Arus kas pada
kegiatan operasi juga digolongkan dalam berbagai
kategori utama sehingga lebih mudah dimengerti.
Kelemahannya adalah jika Anda ingin mencari data
seringkali tidak mudah dan biaya pengumpulannya
umumnya mahal.
Metode Tidak Langsung
Pada metode tidak langsung, arus kas dari kegiatan
operasional, ditentukan dengan mengoreksi
pengaruh dari transaksi bukan kas, penangguhan
atau akrual dari penerimaan atau pembayaran kas
untuk operasi dari masa lalu dan masa depan, dan
unsur penghasilan atau beban yang berkaitan
dengan arus kas investasi atau pendanaa seperti
biaya penyusutan, kenaikan harta lancar dan utang
lancar serta laba atau rugi.
6
Metode Penyusunan
Laporan Arus Kas
Metode penyajian secara tidak langsung ini
didasarkan pada lapoan laba rugi dan neraca
keuangan. Keuntungan metode penyajian secara
tidak langsung adalah data lebih terpusat pada
perbedaan antara laba bersih dan arus kas dari
aktivitas operasional. Metode ini menunjukkan
hubungan antara laporan laba rugi, neraca dan
laporan keuangan arus kas.
7
Langkah-Langkah
Menyusun Laporan Arus
Kas
Metode Langsung
1. Melakukan Pemeriksaan Silang
Ada beberapa dokumen yang diperlukan untuk melakukan proses
pemeriksaan silang. Mulai dari buku kas bank, rekening koran, bonggol
check, serta buku kas kecil atau patty cash. Pemeriksaan silang ini juga
lebih dikenal dengan istilah rekonsiliasi. Jika proses rekonsiliasi bank
serta patty cash ini selesai, artinya tahap pertama sudah berhasil dilalui.
2. Melakukan Eliminasi Silang
Apa saja yang perlu dilakukan eliminasi silang? Semua transaksi
silang yang berhubungan dengan buku kas.
3. Melakukan Klasifikasi Semua Jenis Pengeluaran dan Pemasukan
dalam Laporan Arus Kas
Tahap ini akan memakan banyak waktu. Namun jika saja tahap ini
dilakukan setiap hari (mencatat setiap ada pemasukan dan
pengeluaran) maka tentu bisa lebih cepat. Yang termasuk arus kas
operasi transaksi adalah semua hal yang berkaitan dengan kegiatan
utama perusahaan (tercantum dalam laporan laba/rugi).
Sementara arus kas investasi yaitu semua transaksi yang
berhubungan dengan penjualan dan pembelian aktiva tetap. Selain itu
penerimaan kas dari piutang, dan lain-lain. Terakhir untuk arus kas
pendanaan yaitu transaksi yang berhubungan dengan kewajiban dan
modal yang dimiliki perusahaan.
4. Membuat Laporan Arus Kas
Jika sudah melalui tahap sebelumnya, maka laporan arus kas bisa
langsung disusun. Hal ini karena semua data telah berhasil didapatkan.
8
Langkah-Langkah
Menyusun Laporan Arus
Kas
Metode Tidak Langsung
1. Siapkan Laporan Laba Rugi
Pertama siapkan dulu data-data yang dibutuhkan. Salah
satunya adalah laporan laba rugi dari periode yang sedang berjalan.
Dari data tersebut, akan terlihat kondisi perusahaan, apakah sedang
rugi atau untung.
2. Siapkan Laporan Neraca
Langkah selanjutnya adalah siapkan juga laporan neraca
periode yang berlangsung dan sebelumnya. Mengapa harus
disiapkan laporan tahun berjalan dan sebelumnya? Hal ini berfungsi
untuk membandingkan serta memperoleh data aktivitas keuangan
perusahaan di periode tahun berjalan.
3. Menyesuaikan Laba bersih yang Dilihat dari Laporan
Laba/Rugi
Pada laporan laba rugi akan didapatkan data posisi keuangan
perusahaan. Apakah rugi atau sedang mengalami laba. Dengan
melakukan penyesuaian laba/rugi ini nantinya akan didapatkan arus
kas dari aktivitas operasi. Kas dari aktivitas operasi ini termasuk
dalam komponen laporan arus kas dengan metode tidak langsung.
4. Melakukan Koreksi Pengaruh dari Transaksi bukan Kas
Apabila sudah didapatkan nilai arus kas dari aktivitas operasi,
maka selanjutnya adalah mencari arus kas investasi dan pendanaan.
Caranya dengan melakukan koreksi terhadap pengaruh transaksi
bukan kas. Misalnya seperti penangguhan pembayaran kas untuk
operasi sebelum dan selanjutnya. Data-data ini bisa dilihat melalui
neraca sebelum dan saat periode berjalan.
5. Membuat Laporan Arus Kas
Jika sudah melalui tahap sebelumnya, maka laporan arus kas
bisa langsung disusun. Hal ini karena semua data telah berhasil
didapatkan.
9
Contoh Laporan
Arus Kas
Metode Langsung
10
Contoh Laporan
Arus Kas
Metode Tidak Langsung
11
Contoh Laporan
Arus Kas
Metode Tidak Langsung
12
THANK
YOU
Aulia Septiani Astuti
(200421622050)