The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

KD. 3.3 menganalisis pemikiran-pemikiran yang melandasi peristiwa-peristiwa penting di Eropa antara lain Renaissance, Merkantilisme, Reformasi Gereja, Aufklarung, Revolusi Industri dan pengaruhnya bagi kehidupan bangsa Indonesia serta bangsa lain di dunia pada masa kini

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by adheliamhr, 2021-11-22 06:24:44

media pembelajaran

KD. 3.3 menganalisis pemikiran-pemikiran yang melandasi peristiwa-peristiwa penting di Eropa antara lain Renaissance, Merkantilisme, Reformasi Gereja, Aufklarung, Revolusi Industri dan pengaruhnya bagi kehidupan bangsa Indonesia serta bangsa lain di dunia pada masa kini

Keywords: ABAD PENCERAHAN

Abad Pencerahan
(Aufklarung)

Adhelia Mahira Putri
(200210302090)

Abad Pencerahan
(Aufklarung)

Dosen Pengampu Adhelia Mahira Putri
Mahasiswa Semester 3
Dr. Nurul Umamah, Pendidikan Sejarah
M.Pd Universiras Jember
[email protected]
Rully Putri Nirmala
Puji, S. Pd., M. Ed KD. 3.3 menganalisis
pemikiran-pemikiran yang
melandasi peristiwa-
peristiwa penting di Eropa
antara lain Renaissance,
Merkantilisme, Reformasi
Gereja, Aufklarung, Revolusi
Industri dan pengaruhnya
bagi kehidupan bangsa
Indonesia serta bangsa lain
di dunia pada masa kini

.

DAFTAR ISI

01 Pengertian dan Gambaran
Umum

02 Karakteristik Zaman
Pencerahan

03 Kondisi Politik, Sosial,
Ekonomi, Dan Agama Pada

Zaman Pencerahan

04 Pencerahan di Inggris
Perancis, dan Jerman

“Pengertian dan Gambaran Umum” “

Abad Pencerahan Age of Enlightenment (1685-1815) adalah suatu periode
dalam sejarah manusia yang ditandai dengan optimisme yang tinggi pada kemampuan
rasio manusia untuk menciptakan kemajuan.) Nama pencerahan diberikan untuk zaman
ini karena manusia mulai mencari cahaya baru melalui rasionya sendiri. Dengan kata
lain, Abad Pencerahan merupakan era ketika manusia mencari cahaya baru melalui
rasionya.

Keyakinan pada kemampuan rasio untuk mencapai kemajuan sedemikian tinggi
sehingga pada masa ini rumbuh keyakinan bahwa peran Tuhan dianggap berhenti
setelah proses penciptaan alam semesta dan segala isinya selesai. Setelah itu, Tuhan
tidak terlibat atau campur tangan lagi dalam urusan dunia. Urusan di dunia diserahkan
sepenuhnya kepada manusia yang telah Tuhan anugerahi dengan rasio. Dengan
rasionya, manusia dituntut untuk memahami hukum-hukum yang berlaku objektif dan
ketat demi kemajuan dan perkembangan hidupnya. Gagasan pencerahan semacam ini
disebut dengan deisme. Dalam pandangan ini, Tuhan ibarat seorang pembuat jam
(watchmaker). Setelah jam dibuat. pembuat jam membiarkan jam itu bekerja sendiri
tanpa campur tangannya lagi.

Abad Pencerahan berlangsung pada abad XVII-XVIII (1685 1815), Sumber lain
mengatakan, periode ini membentang antara apa yang disebut "The Glorious
Revolution 1688 di Inggris dan Revolusi Prancis 1789. Negara-negara pelopornya
adalah Inggris dan Prancis. Di kedua negara ini lahir banyak ilmuwan, dan pemikir atau
filsuf, yang gagasan-gagasannya sangat berperan memicu lahirnya Abad Pencerahan.

Gagasan Pencerahan mencapai puncaknya dalam Revolusi Prancis (1789-1799).
Melalui revolusi ini, tatanan hierarki tradisional, seperti monarki Prancis, privilese-
privilese bagi kaum bangsawan, serta kekuasaan politik dan otoritas Gereja,
dihancurkan secara kejam, kemudian digantikan oleh tatanan sosial-politik yang
diilhami dari ide-ide pencerahan: kebebasan (liberte), kesetaraan (egalite), dan
persaudaraan (fratermite). Meski demikian, dampak kemanusiaan yang ditimbulkan
revolusi ini serentak juga menunjukkan bahwa gagasan pencerahan, terutama rasio
manusia, memiliki keterbatasan.

“Karakteristik Zaman Pencerahan”

Secara umum, karakteristik zaman pencerahan ditandai dengan munculnya
kritik, yaitu munculnya budaya kritik baik terhadap aliran pemikiran yang berkembang
pada periode sebelumnya maupun terhadap kekuatan gereja atau negara, di mana ilmu
pengetahuan hadir. tumbuh dan berkembang secara bertahap. Kewenangan ilmiah ini
tentu saja sangat berbeda dengan otoritas gereja, dimana gereja tidak lagi memiliki
kewenangan untuk memaksakan kehendak kepada siapa saja yang menolaknya, dan
tidak lagi memiliki pengaruh apapun terhadap mereka yang menerimanya. seperti yang
pernah dimiliki.

Karakteristik lain adalah munculnya individualisme. Individualisme adalah
munculnya berbagai pemikiran saat ini, di mana setiap orang bebas untuk
mengekspresikan pemikirannya tanpa ragu, apakah ditolak atau diterima oleh orang
lain. Juga tanpa mempertimbangkan persamaan atau perbedaan sekte atau wilayah,
termasuk negara di antara mereka sendiri. Akibat munculnya sikap individualisme,
timbul sikap liberalisme. Liberalisme, khususnya di bidang pemikiran,
memanifestasikan dirinya dalam para pemikir yang bebas mengarahkan penelitiannya
ke berbagai arah. Dan akibat selanjutnya adalah filsafat semakin terpecah. Menjadi
Filsafat Jerman, Filsafat Prancis, dll. Dan masing-masing berjalan dengan caranya
sendiri.

Pencerahan adalah Gerakan filosofis intelektual abad ke 18 yang ditandai
dengan pencapaian Revolusi Ilmiah. Mereka menerapkan metode ilmiah untik
memahami semua kehidupan dengan harapan membuat masyarakat lebih maju Zaman
pencerahan menawarkan perspektif baru mengenai beragam topik seperti teori politik,
ekonomi, ilmu pengetahuan dan kedokteran, filsafat, pendidikan, literatur, dan sejarah.
Selain itu, pencerahan juga berusaha memberikan jawaban atas pertanyaan tentang
perkembangan dan kemajuan umat manusia.

“Kondisi Politik, Sosial, Ekonomi, Dan
Agama Pada Zaman Pencerahan “

a. Kondisi Politik
Gagasan, yang ada pada masa Aufklarung, muncul karena raja atau kaisar

memerintah hampir semua masyarakat pertanian yang menetap. Masyarakat kecil
terkadang memperkenalkan pemerintahan demokratis di mana semua warga negara
berpartisipasi dalam urusan politik, atau pemerintahan republik di mana delegasi
mengirim utusan untuk kepentingan berbagai pemilih.
b. Kondisi Sosial

Aufklarung dapat diartikan sebagai gerakan budaya yang berkembang dan
muncul dalam kehidupan masyarakat Eropa untuk memerangi dan memberantas
segala bentuk takhayul, prasangka dan mitos yang tidak sesuai dengan akal.
c. Kondisi Ekonomi

Perluasan gerakam ekonomi pada abad XVIII, negara menjalankan politik
ekonomi, maka timbullah Gerakan merkantilisme yang bertujuan menimbun uang
tunai sebagai perwujudan kekayaan negara, tetapi negara juga harus melindungi,
memajukan, dan menguasai industry, perdagangan dan keuangan nasional. Zaman
Pencerahan terjadi pergeseran sistem ekonomi merkantilisme menuju sistem
kapitalis Kaum borjuis merupakan kelompok sosial terkemuka dalam masyarakat
yang memberikan kontribusi meruntuhkan rezim lama. d. Kondisi Agama Para
intelektual Aufklarung ini berusaha untuk menggantikan dan memerangi takhayul
dengan ilmu pengetahuan dan untuk mengoreksi beberapa penyimpangan yang
dilakukan oleh gereja dan negara.

“Pencerahan di Inggris Perancis, dan
Jerman”

a. Pencerahan di Inggris

Foto david hum
https://www.sosiologi79.com/2017/04/david-hume-1711-1776.html?m=1

Terdapat dua tanda Pencerahan di Inggris yaitu:
1. Pencerahan di Inggris ditandai dengan pelbagai penemuan - penemuan semisal

penemuan mesin uap oleh James Watt. sehingga yang terjadi pada abad ke 18
di Inggris muncul adanya revolusi Industri. Inggris menjadi negara awal
munculnya revolusi industri dikarenakan letaknya strategis, tingkat kehidupan
lebih baik, cara produksi yang memakai mesin dan tumbuhnya industri - industri.
2. Munculnya faham Deisme. Deisme merupakan ajaran yang mengakui
keberadaan tuhan sebagai pencipta alam semesta.
Tokoh yang terdapat dalam pencerahan di Inggris yaitu David Hume (1711 -
1776). Hume berpendapat bahwa manusia tidak bisa mengetahui sesuatu apapun
yang menjadi keseluruhan, yang paling utama tidak bisa mengetahui hakekat dari
sesuatu apa pun. Hume juga menginstruksikan bahwa manusia tidak membawa
pengetahuan didalam hidupnya.

b. Pencerahan di Perancis
Penceraham di Perancis mengarah di bidang sosial, politik dan kebudayaan.

Pelopor pencerahan adalah Jean Jacques Rousseau (1712 - 1778). Rousseau
beranggapan bahwa manusia pada dasarnya baik hal ini merupakan kontradiksi dari
pemikiran Hobbes). Rousseau dianggap bapak kebebasan berkemauan. Rousseau
beranggapan bahwa setiap warga negara memiliki hak penuh atas kebebasan dari
campur tangan pemerintah. Menurut Rousseau kebudayaan berselisih dengan alam,
akibatnya hasil kebudayaan dapat merusak alam manusia, jadi dapat disimpulkan
bahwa kebudayaan yang berlebihan tidak terkendali dan semu.
c. Pencerahan di Jerman

Foto Imanuel Kant
https://iphincow.com/immanuel-kant/
Tokoh pemikir pencerahan di Jerman adalah Immanuel Kant (representatif).
Menurut Kant, ada kategori yang bersifat dasar khusus yang menunjukkan kuantitas,
kualitas, relasi dan modalitas. Jenis-jenis kategori ini dapat sangat disederhanakan
dalam formulasinya dalam satu langkah, sebuah antitesis dan sintesis, yaitu, melalui
media imajinasi, intelek menyusun objek yang diamati. Pengamatan belum
merupakan pengetahuan sebelum objek yang kita pikirkan. Ini berarti bahwa kita
harus terlebih dahulu membuat keputusan tentang gambaran dari fantasi atau visi.
Secara umum gerakan pencerahan di Jerman tidak mengalami gejolak perubahan
sosial sebagaimana yang terjadi dengan Revolusi Prancis dan Revolusi industri di
Inggris. Hal ini agaknya bisa dimengerti mengingat masyarakat Jerman sebagian
besar masih agrikultural dan kaum pedagangnya dari kelas menengah tidak
mempunyai kekuatan yang berarti dan tidak pula merasa berkepentingan untuk
tampil sebagai kekuatan melawan kekuasaan yang berlaku. Namun demikian bukan
berarti tidak terjadi perubahan sama sekali hanya saja perubahannya bersifat
evolutive. (Polignano, 2019).

DAFTAR PUSTAKA

Fiveers, D. Zaman Renaissance dan Aufklarung. Publisher Academia.edu
Hisyam, M. 2018. Makalah Aufklarung. UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Publisher

Academia.edu
Husodo, P. 2021. Sejarah Pemikiran Barat. Yogyakarta: AG Publisher,2021. Hermann

Luchterband. 1973. The Philosophy of the Enlightenment The Christian Burgess and
the Enlightenment. London: Great Britain
Polignano, M. V. (2019). Filsafat Barat Abad Xviii. Journal of Chemical Information and
Modeling, 53(9), 1689–1699.
Sutendy, U. A. (2015). Dampak Penemuan-Penemuan Ilmu Pengetahuan Terhadap Konsep
Ketuhanan Pada Zaman Pencerahan. Jurnal Artefak, 2(9), 221– 230.


Click to View FlipBook Version