The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Salsa Maria, 2024-03-23 00:19:13

BUKU SALSA

BUKU SALSA

PROMOSIKESEHATANBY : SALSA MARIA


KATA PENGANTAR promosi kesehatan yang ada pada saat ini merupakan bentukperkembangan dari pendidikan kesehatan yang telah digunakanberpuluh-puluh tahun yang lalu. Secara umum pendidikan kesehatanmerupakan suatu upaya untuk memengaruhi masyarakat agar dapat berperilaku hidup sehat, sehingga terlihat bahwa target dari pendidikankesehatan yaitu perilaku. Untuk merubah perilaku di masyarakat makaperlakuan yang diberikan tidak hanya sekedar memberikan pengetahuan, pemahaman dan informasi tentang kesehatan, namun diperlukanfaktor lain yang berupa fasilitas atau sarana dan prasarana untuk mendukungterjadinya perilaku tersebut (enabling factors), serta dorongan dari luar yang memperkuat terjadinya perubahan perilaku ini atau disebut jugareinforcing factors (Green, 1980). Oleh sebab itu, penggunaanterminologi promosi kesehatan dianggap lebih tepat dibanding denganpendidikan kesehatan. Promosi kesehatan adalah suatu upaya yangdilakukan untuk memberikan informasi kesehatan kepada masyarakat agar dapat menerapkan pola hidup yang sehat. Pada prinsipnya promosi kesehatan menekankan pada suatu pendekatan untuk meningkatkankemauan (willingness) dan kemampuan (ability) masyarakat dalammemelihara dan meningkatkan kesehatan, sehingga promosi kesehatantidak hanya sekedar menyampaikan pesan atau informasi kesehatanagar masyarakat mengetahui dan berperilaku hidup sehat, tetapi jugabagaimana mampu memelihara dan meningkatkan kesehatannya. Padaaktivitas promosi kesehatan terdapat petugas promosi kesehatanyangditempatkan disetiap instansi kesehatan. Petugas tersebut merupakanelemen penting dari kampanye gerakan kesehatan karena merupakansosok yang berinteraksi langsung dengan masyarakat dan mengetahui kondisi di lapangan. Program promosi kesehatan memiliki peran penting


dalam menyaring informasi langsung dari tingkat masyarakat. Kegiatanpromosi yang berlangsung di masyarakat dapat dijadikan media yangefektif untuk mengumpulkan data dan informasi yang kemudiandapat diolah, dianalisis dan digunakan sebagai informasi penunjanguntukmerancang perencanaan dan pelaksanaan berbagai macamprogrampromosi kesehatan selanjutnya.


MENJADI LANSIA PRODUKTIF DAN MANDIRI Proses perkembangan manusia setelah dilahirkan secara fisiologissemakin lama menjadi lebih tua. Dengan pertambahan usia, makajaringan-jaringan dan sel-sel menjadi tua. Sebagian regenerasi dansebagian yang lain akan mati. Pada masa usia lanjut atau lansia, tidakdapat digambarkan dengan jelas karena setiap individu berbeda-beda. Sikap-sikap sebelumnya, situasi kehidupan, dan kekuatan fisik, dapat mempengaruhi penyesuaian diri pada tahap terakhir kehidupan. Lansiaidentik dengan orang yang sudah tua, tak berdaya dan menambahbebankeluarga. Strereotip yang salah dan tidak etis. Di Indonesia, masih banyaklansia wanita yang bekerja menggunakan fisik dan masih terlihat kuat, dua di antaranya adalah buruh gendong Pasar Malioboro (DIY), pedagangPasar Apung Banjarmasin (Kalimantan Selatan) dengan kelihaiannyamendayung perahu. Dalam konteks pengasuhan, bagi keluargadi Indonesia yang extended family masih menyertakan kakek - nenekyangsudah lansia untuk membantu mengasuh cucunya. Semakin tua manusia, semakin banyak pengalaman hidupnya. Ajaran masa muda yanginginditerapkan pada keluarga anak dan cucunya tidak selamanya seiringsejalan. Tata krama yang sudah luntur disertai dengan model komunikasi masa kini, tidak jarang membuat lansia tersingkirkan secara alami. Perasaan negatif inilah yang dapat membuat lansia menjadi terpurukjiwanya hingga sakit secara fisik, sosial dan berdampak pada ekonomi keluarga. Pengaruh dari semua itu, mereka yang berada dalamusia lanjut merasa dirinya tidak berharga lagi atau kurang dihargai. Tentu ada carauntuk membangkitkan harga diri mereka dari awal, hingga tetapberkualitas di masa tua dan sejahtera.


Perubahan Pola Hidup dan Penyesuaian Diri pada LansiaOrang berusia lanjut atau lansia dalam pemikiran banyakorangdianggap tidak produktif lagi. Kondisi fisik menurun, sehingga dalamkondisi yang sudah uzur berbagai penyakit siap menyerang. Terkadangmuncul pemikiran bahwa mereka berada pada sisa-sisa umur menunggudatangnya kematian. Memasuki masa tua, sebagian besar lanjut usiakurang siap menghadapi dan menyikapinya sehingga kurangdapat menyesuaikan diri dan memecahkan masalah yang dihadapi. Dari beberapa pengertian di atas menerangkan bahwa penyesuaian diri padalanjut usia adalah kemampuan orang yang berusia lanjut untukmenghadapi tekanan atau konflik akibat perubahan-perubahanfisikmaupun sosial-psikologis yang dialami. Begitu juga kemampuanuntukmencapai keselarasan antara tuntutan dari dalam diri dengan tuntutandari lingkungan, disertai dengan kemampuan mengembangkan mekanismepsikologis yang tepat, sehingga dapat memenuhi kebutuhan dirinya tanpamenimbulkan masalah baru. Masalah khusus yang timbul pada lansiaadalah karena mereka tidak mampu menyelesaikan tugasperkembangannya dengan baik. Secara garis besar menurut tugas-tugasperkembangan usia lanjut antara lain menyesuaikan diri dalambeberapakeadaan sebagai berikut: 1. Menurunnya kekuatan fisik dan kesehatan. 2. Masa pensiun dan berkurangnya penghasilan. 3. Kehidupan yangmasihbermakna setelah pensiun. 4. Kematian pasangan hidup. 5. Membentukhubungan dengan orang-orang yang seusia dalam menjalin peransosial yang lebih luas. 6. Membentuk pengaturan fisik yang memuaskan. 7. Cara berkomunikasi dengan mengikuti perkembangan jaman.


Faktor yang Mempengaruhi Psikologis Lansia Beberapa lansia gagal menyesuaikan diri karena menurunnyakekuatan fisik dan kesehatan. Perubahan fisik pada lanjut usiamengakibatkan dirinya merasa tidak dapat mengerjakan berbagai aktivitas seperti pada saat muda dulu. Hal tersebut menyebabkanmunculnya penurunan motivasi untuk beraktifitas, sehingga lebih banyaklansia menarik diri dari lingkungan social dan perasaan tidak berguna. Semua itu membuat harapan hidup pada lanjut usia menjadi menurun. Perlu digaris bawahi, masalah pada lanjut usia adalah meraihusiapanjang tidak hanya soal menjaga kesehatan fisik, tetapi yanglebihpenting bagaimana mental seseorang dalam menyikapi rentang hidupnya. Periode lansia memiliki potensi untuk mengalami kebahagiaan pribadi. Pada masa lansia waktu senggang relatif lebih banyak, dan tanggungjawab terhadap pekerjaan sehari-hari berkurang.Faktor penyebabtimbulnya perubahan atau penurunan psikologis pada lansia adalah: 1. Menghadapi pengalaman atau kejadian hidup yang berat. 2. Penurunankemampuan kognitif lansia dan fungsional akibat penyakit atau tindakanmedis tertentu. 3. Penurunan status social dan ekonomi. Untuk mencegahatau menanggulangi permasalahan psikologis yang timbul pada lansiadiperlukan dukungan dari: 1. Keluarga sebagai lingkungan terbaikbagi lansia untuk menikmati hari tua dengan penuh rasa syukur dan bahagia. Antara lain memberikan dukungan dalam mengatasi post power syndrome, penurunan fisik, sosial dan spiritual pada lansia. 2. Lingkungan sosial merupakan sarana bagi lansia dalamberaktifitasdengan nyaman, aman dan ramah lansia.


OLAHRAGA DAN MANFAATNYA UNTUKLANSIABila Anda sudah berusia lanjut dan selama ini belumterbiasamelakukan aktivitas fisik atau olahraga rutin, tidak ada kata terlambat untuk memulainya dari sekarang. Berikut ini adalah berbagai manfaat olahraga bagi lansia: • Memperkuat otot dan sendi. • Melancarkanperedaran darah. • Mengurangi risiko terjadinya penyakit tertentu, seperti penyakit jantung, stroke, dan diabetes tipe 2. • Menjaga kesehatandanfungsi otak sekaligus menurunkan risiko gangguan pada otak, seperti demensia. • Mengurangi stres dan risiko gangguan mental, seperti depresi atau post power syndrome yang bisa dirasakan di masa pension. •Membantu melangsingkan tubuh dan menjaga berat badan. Tak hanyaitu, seorang lansia yang rutin berolahraga juga bisa tetap produktif danhiduplebih mandiri. Berbagai Pilihan Olahraga untuk Lansia Para lansia disarankanuntuktetap aktif bergerak dan rutin berolahraga setidaknya 150 menit per minggu atau minimal 30 menit setiap harinya. Ada banyak pilihanolahraga bagi para lansia, di antaranya: 1. Berjalan Salah satu aktivitasfisik paling sederhana dan baik untuk lansia adalah jalan santai. Aktivitasini dapat menambah stamina, membakar kalori berlebih, dan menguatkanjantung. Agar tetap bugar dan sehat, para lansia tidak perlu berjalanterlalu lama atau jauh. Cukup dengan rutin berjalan di dalamrumahatausekitar halaman. Namun, perlu diingat bahwa selama pandemi COVID-19ini, para lansia perlu menerapkan protokol kesehatan dan mengenakanmasker saat hendak berjalan di sekitar rumah. 2. Bersepeda Bersepedabaik untuk meningkatkan kekuatan tulang dan sendi, serta menjagakesehatan jantung. Namun, guna mencegah terjadinya cedera, gunakanselalu pelindung saat bersepeda, seperti helm. Tak hanya itu, aturlahkembali sadel serta pegangan sepeda sesuai dengan postur tubuh. 3.


Berdansa Melakukan gerakan dansa sambil diiringi musik ataulagukesenangan tentu menjadi aktivitas yang sangat menyenangkan. Takhanya itu, ternyata berdansa juga baik untuk menjaga kebugarandankeseimbangan tubuh. 4. Berenang Berenang merupakan salah satupilihanolahraga yang paling baik bagi lansia. Olahraga ini dapat meningkatkankekuatan otot dan sendi, melancarkan aliran darah, serta baikuntukkesehatan jantung, otak, dan paru-paru


Click to View FlipBook Version