Kata Pengantar
Assalamualaikum Wr. wb
Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah atas berkat rahmat
dan hidayahNya kami dapat menyelesaikan e-book ini yang berjudul
"Tokoh Vokasi Nusantara: Dr. Asbaruddin, S.TP, MM, M.Eng"
dengan penuh semangat dan sangat baik.
Karya ini telah kami susun dengan maksimal dan
mendapatkan bantuan dari berbagai pihak, terutama pembimbing
kami ibu Zulvi Azhana, S. Pd, yang telah memberikan motivasi luar
biasa kepada kami sehingga kami dapat menyempurnakan karya
ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada
semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan karya ini.
Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa
masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata
bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima
segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki
karya tulis ini menjadi lebih baik.
Akhir kata kami berharap semoga karya tulis ilmiah tentang
tokoh vokasi nusantara ini dapat memberikan manfaat maupun
inspirasi terhadap pembaca.
Akhirul Kalam Wassalamualaikum Wr.wb
Lhokseumawe, 26 Juli 2018
Penyusun
i
Daftar Isi
Halaman Cover
Kata Pengantar …………………………...…………......…….. i
Daftar Isi ……...………………………………………………... ii
Biografi Dr.Asbaraduddin ST, M, MM.ENG …….....………. 1
Kembangkan model unit produksi
Argotechnopreneur SMK ............................................. 2
Kurikulum Berbasis Dinusul Islam muncul di Aceh …........... 5
Juara LKS SMK Siska Andesti Tembus Rusia …….………...... 9
Mobile Training Unit Disdik Aceh
Jangkau Santri Dayah …….……….......................….…....... 14
Pelajaran Hidup ….............…………………….…….…….... 19
Penutup …………………………………..…………….…….... 20
Daftar Pusaka ……………………………………………......... 22
Tentang Penulis ........................................................ ...... 23
Tentang Pembimbing ………………………………….……... 25
ii
BIOGRAFI
Dr. Asbaruddin, S.TP, MM, M.Eng
Dr. Asbaruddin lahir di Rimo, Aceh Selatan 12 Oktober
1976, sebelum menjabat sebagai Kepala Seksi Kurikulum dan
Penilaian Pada Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Dinas Pendidikan Aceh sejak tahun 2016 sampai dengan
sekarang, beliau pernah menjabat sebagai Ketua STIP Yashafa
periode 2013-2015 yang selanjutnya menjabat sebagai Kasi
Kurikulum Bidang Dikmen Dinas Pendidikan Aceh pada tahun
2015.
Melalui gelar Doktor yang di perolehnya pada
Universitas Negeri Yokyakarta tahun 2013, Bapak Asbaruddin
mulai merambah ke dunia SMK dengan menorehkan banyak
jasa dalam memperjuangkan Pendidikan SMK di Aceh, di
antaranya membentuk tim guru pembuat kurikulum SMK/SMA
berbasis dinul islam dan keacehan guna membentuk siswa
berkarakter islami serta berperan aktif dalam meningkatkan
kualitas siswa melalui Lomba Kompetensi Siswa (LKS) hingga ke
ajang internasional.
Beliau juga bertindak sebagai koordinator Mobile
Training Unit (Pelatihan Mobil Bergerak) se-provinsi Aceh.
Pelatihan ini bertujuan untuk memberi bekal skill yang terampil
agar dapat membuka lapangan kerja sendiri di masa yang akan
datang.
1
Kembangkan Model
Unit Produksi
Agrotechnopreneur SMK
Di penghujung tahun 2013,
PPs UNY kembali meluluskan
seorang Doktor dari Prodi S3
Pendidikan Teknologi dan Kejuruan
(PTK). Dr. Asbaruddin merupakan
Doktor ke-199 di PPs UNY dan
Doktor ke-56 di Prodi PTK.
Pembantu Ketua I STIP YASHAFA,
Aceh tersebut berhasil lulus dengan hasil Sangat
Memuaskan berkat penelitiannya yang berjudul “Model
Unit Produksi Agrotechnopreneur: Unit Produksi
Kemitraan Antara SMK dengan Dunia Usaha pada
Kelompok Pertanian di Provinsi Aceh” dalam Ujian
Terbuka dan Promosi Doktor yang digelar pada Kamis
(19/12/2013) di Aula PPs UNY. Demikian berita yang
diluncurkan dalam buletin website Perguruan Tinggi
bergengsi tersebut.
2
Jika bercerita tentang sosok Bapak Dr.
Asbaruddin, maka kita akan melihat seorang sosok yang
penuh karakter, penuh semangat, berintelektual tinggi dan
seorang berdedikasi tinggi. Beliau adalah seorang penggiat
pendidikan yang pantang menyerah dalam mencari ilmu
hingga ke jengjang paling dibanggakan yaitu “Doktor”.
Keinginannya dalam memajukan Pendidikan SMK di
Provinsi Aceh juga tampak jelas tergambar dari judul
penelitiannya dalam memperoleh gelar doktor tersebut.
Hal ini dapat di lihat dari paparan penelitiannya
yang merupakan bagian dari kesungguhan untuk
memperoleh gelar Doktor di PTN bergengsi.
Di hadapan Tim Penguji yang diketuai oleh Prof.
Dr. Zuhdan Kun Prasetyo, M.Ed., Dr. Asbaruddin
memaparkan bahwa tujuan utama SMK adalah
menyiapkan tamatan yang siap bekerja di bidangnya. SMK
harus mampu memberi pengalaman belajar kepada
siswanya agar menguasai kompetensi produktif,
kompetensi managerial dan kompetensi profesional.
Siswa belajar cara menghasilkan barang/jasa yang
bernilai ekonomis sekaligus siswa belajar memasarkan
3
sehingga barang yang diproduksi laku dijual di pasaran.
Pengalaman ini memberikan rasa percaya diri bagi siswa
untuk berwirausaha kelak.
Disamping siswa, sekolah juga akan
mendapatkan keuntungan finansial. Keuntungan finansial
unit produksi/jasa ini dapat menjadi salah satu sumber
pendanaan pendidikan di SMK mengingat tingginya biaya
praktik. Agar unit produksi/jasa sekolah dapat menjadi
sumber pembelajaran dan pendanaan pendidikan maka
perlu dikelola secara profesional.
Asbaruddin menambahkan bahwa tujuan
penelitiannya yaitu untuk menemukan model Unit
Produksi (UP) yang dapat digunakan untuk mewadahi
kegiatan produktif serta menumbuhkembangkan
kewirausahaan yang ada di SMK, menghasilkan perangkat
model unit produksi dan kemitraan, menghasilkan model
pengelolaan, menghasilkan model pengelolaan UP yang
memenuhi kriteria efektif,
4
Kurikulum Berbasis
Dinul Islam Muncul di Aceh
Mengenai kisah hidup beliau yang bisa
mengsukseskan dunia pendidikan Kejuruan, ada satu kisah
menarik dari beliau dari perjuangannya memajukan dunia
SMK di propinsi Aceh.
Menjelang akhir tahun 2016 beliau mengadakan
workshop penyusunan kurikulum SMK berbasis Dinul
Islam di Hotel Grand Blang Asan, Sigli. Bapak Asbaruddin
langsung menjadi narasumber dan ketua pelaksana pada
workshop tersebut.
Asbaruddin dalam paparannya mengatakan,
kurikulum yang telah disusun secara nasional dalam
penerapannya nanti di Aceh, akan diboboti nuansa Dinul
Islam.
Sehingga peserta didik di Aceh tidak saja
memiliki ilmu dan pengalaman di bidangnya tetapi juga
menguasai ilmu agama dan berakhlak mulia sesuai dengan
karakter keacehan.
5
“Kita ingin pendidikan di Aceh memiliki ruh
keislaman dan berkarakter keacehan,” papar Asbaruddin
Kabid kurikulum pada Dinas Pendidikan Aceh.
Asbar menambahkan, ajaran Dinul Islam yang
bakal diterapkan di sekolah -sekolah Aceh tidak saja
diajarkan pagi hari dalam pelajaran agama. Melainkan
akan ada praktik-praktik keislaman pada sore hari dalam
bentuk ekstrakurikuler.
Workshop yang diselenggarakan Dinas
Pendidikan Aceh ini juga menghadirkan narasumber Dr
Widiarto dan Dr Nucron M Pd dari Universitas Negeri
Yogyakarta. Dr Nucron M Pd mengatakan, Dinul Islam
ini bisa terintegrasi dalam bahan ajar dan boleh juga
dibuat mata pelajaran tersendiri.
6
Yang dilakukan,
tambah Nucron bukan
membuat kurikulum baru FOTO KURIKULUM ACEH
atau mengubah
kurikulum yang telah ada.
Tetapi, tetap berada
dalam koridor kurikukum nasional. Bobotnya ditambah
atau diperkaya dengan ajaran-ajaran Islam.
Peserta workshop ini, selanjutnya dilatih dan
disiapkan untuk menulis buku mata pelajaran untuk
digunakan sebagai buku pegangan peserta didik di Aceh.
Kegiatan ini terwujud secara sukses dalam kegiatan
berikutnya yaitu sebanyak 100 orang guru Sekolah
Menengah Kejuruan (SMK) dan Sekolah Menengah Atas
(SMA) dari seluruh Aceh mengikuti pelatihan teknis dan
kiat-kiat menulis bahan ajar yang digelar Dinas Pendidikan
Aceh di Banda Aceh.
Pelatihan menulis bahan ajar ini dimaksudkan,
kata Ketua Panitia DR Asbaruddin agar peserta memiliki
motivasi dan kemampuan membuat bahan ajar, seperti
peta konsep bahan ajar, modul guru dan siswa. Bahkan,
7
jika memungkinkan, peserta mampu menyusun buku teks
yang bakal diedarkan ke seluruh sekolah di Aceh.
“Dari kegiatan ini, lahirlah calon-calon penulis
buku. Paling tidak, bahan ajar yang bisa digunakan siswa
dan guru,” ujar Asbaruddin kepada awak media.
Kemudian, tambah Asbar, mereka ini akan
direkrut Dinas Pendidikan Aceh menjadi penulis bahan
ajar kurikulum Aceh.
Dalam hal implementasinya bahan ajar yang di
susun oleh 100 orang guru ini sangatlah bermanfaat baik
bagi siswa maupun bagi guru. Beberapa manfaat bahan
Ajar yang berbasis dinul islam adalah bahan Ajar yang di
siapkan tersebut akan sesuai dengan tuntutan kurikulum,
kearifan lokal dan berkarakter seperti hukum hukum islam
yang berlaku di Aceh dengan mempertimbangkan
kebutuhan peserta didik, yakni
Bahan Ajar yang sesuai
dengan karakteristik dan
setting atau lingkungan
sosial peserta didik.
8
Bahan ajar ini juga akan membantu peserta didik
dalam memperoleh alternatif Bahan Ajar di samping
buku-buku teks umum yang terkadang sulit diperoleh dan
Memudahkan guru dalam melaksanakan pembelajaran.
****
Juara LKS SMK
Siska Andesti Tembus Rusia
Selain Jasa Beliau (Bapak Dr. Asbaruddin) dalam
memperjuangkan kualitas pendidikan di Aceh melalui
guru, Bapak Asbaruddin juga ikut berpartisipasi dalam
9
mempersiapkan siswa-siswa terbaik dengan prestasi yang
gemilang. Hal ini dibuktikan dalam sebuah ulasan media
massa tentang kejuaraan siswa SMK Aceh sehingga dapat
lolos ke ajang Internasional.
Siska Andesti, pelajar SMK Negeri 1 Banda Aceh
berhasil menjuarai bidang lomba Tourist Industry (TI)
pada Lomba Kompetensi Siswa (LKS) yang berlangsung
sejak 6 hingga 12 Mei 2018, di Lombok, Nusa Tenggara
Barat (NTB).
Atas prestasi yang diraihnya itu, Siska Andesti
akan mewakili Indonesia pada ajang Word Skill
Competition (WSC) yang akan dihelat di Rusia pada tahun
2019 mendatang.
Kasi Kurukulum dan Penilaian SMK Dr.
Asbaruddin, S.TP, MM, M. Eng, melalui Kepala Bidang
Pembinaan SMK pada Dinas Pendidikan Aceh, Teuku
Miftahuddin mengatakan, Siska Andesti akan mewakili
Indonesia pada ajang WSC bersama sejumlah peserta
lainnya yang berhasil menjuarai lomba di LKS Nasional
2018.
10
“Siska berhasil
merebut juara lomba
bidang Tourist TI di LKS VIDEO LKS
tingkat Nasional.
Tentunya, ini menjadi
suatu kebanggaan bagi
kita semua atas prestasi yang diukir Siska Andesti. Peserta
didik kita ini akan berangkat bersama sejumlah juara LKS
Nasional lainnya,” ujar T.Miftahuddin,
Pihaknya juga menyampaikan terimakasih dan
apresiasi kepada pembimbing yang telah berhasil
mengantarkan Siska Andesti ke ajang WSC tahun 2019
mendatang di Rusia. ialah Nurkhamisah yang tak lain
adalah guru di sekolah Siska mengenyam pendidikan.
“Ini perlu kita apresiasi atas prestasi yang telah
diraih anak didik kita, apalagi untuk melaju ke event
tingkat Internasional di Rusia,” ungkapnya. Menurutnya,
prestasi yang ditoreh Siska Andesti sekaligus menjadi
penyemangat bagi dunia pendidikan di Aceh. Apalagi
Pemerintah Aceh mempunyai program unggulan Aceh
Carong (Aceh Pintar). “Sehingga, kedepan Aceh semakin
11
diperhitungkan di berbagai tingkat event yang
diselenggarakan secara nasional maupun Internasional.
Aceh benaar-benar akan hebat,” tuturnya.
Namun ia menambahkan meski telah berhasil
lolos ke tingkat Internasional, tidak boleh menyurutkan
semangat untuk terus belajar. “Dengan prestasi ini mari
kita tingkatkan lagi belajar, dunia pendidikan Aceh harus
terus bangkit dan bersaing dengan berbagai provinsi yang
ada di Indonesia maupun tingkat Internasional, SMK harus
bisa, Aceh hebat,” sambungnya.
Lomba Kompetensi Siswa sangatlah berarti bagi
semua kalangan SMK, mengingat Lomba Kompetensi
Siswa ini adalah kompetisi tahunan antar siswa pada
jenjang SMK sesuai bidang keahlian yang diajarkan pada
SMK peserta.
LKS ini setara dengan OSN (Olimpiade Sains
Nasional) yang diadakan di SMP/SMA. Pemenang LKS
tingkat Nasional akan mewakili Indonesia ke ASEAN Skills
(Kompetisi Keahlian tingkat ASEAN) dan World Skills
International Competition (Kompetisi Keahlian tingkat
Dunia).
12
Siswa yang mengikuti LKS adalah siswa yang
telah lolos seleksi tingkat kabupaten dan provinsi dan
karenanya adalah siswa-siswa terbaik dari provinsinya
masing-masing.
Lomba Kompetensi Siswa diadakan setiap
tahunnya. Kegiatan ini merupakan salah satu bagian dari
rangkaian seleksi untuk mendapatkan siswa-siswi terbaik
dari seluruh Indonesia yang akan dibimbing lebih lanjut
oleh tim bidang kompetisi masing-masing dan akan
diikutsertakan pada kompetisi keahlian tingkat
internasional.Ia menyebutkan, selain meraih dua medali
pada LKS Nasional, sejumlah peserta LKS dari provinsi
Aceh turut masuk dalam kategori perolehan nilai terbaik.
Tercatat ada 20 peserta memperoleh nilai Medali of
Exelence (MfE).
Dan pada malam penutupan LKS Nasional yang
berlangsung di Lombok City Center (LCC) itupun, juara
perbaik tahun 2018 akan mendapat kesempatan dan
dipersiapkan untuk ikut pada ajang WSC 2019 di Rusia.
13
Mobile Training Unit Disdik Aceh
Jangkau Santri Dayah
MTU
Perjuangan Bapak Dr. Asbaruddin tidak berhenti
pada titik peningkatan mutu guru-guru berkualitas saja,
tetapi beliau juga terus bergerilya berjuang meningkatkan
kualitas SMK melalui Sumber Daya Manusia (SDM) ke
ruang lingkup melahirkan siswa-siswi dan masyarakat
yang terlatih dan mempunyai skill, melalui program
Mobile Traning Unit (MTU).
“Model program pelatihan Mobile Training Unit
(MTU) adalah mendidik dan melatih siswa SMK supaya
mampu membuka usaha baru dan bisa memasuki dunia
14
usaha dan dunia industri, maka dengan program tersebut
siswa juga akan diikutsertakan ke dalam program magang
industri secara intensif sebagai salah satu strategi untuk
meningkatkan kemampuan, pengetahuan di bidang yang
sedang digeluti oleh siswa,” imbuhnya. Begitu Bapak Dr.
Asbaruddin menerangkan dalam sebuah jumpa pers.
Program Unit Pelatihan Bergerak atau Mobile
Training Unit (MTU) adalah bantuan Dinas Pendidikan
(Disdik) Aceh yang diperuntukkan bagi pelajar Sekolah
Menengah Kejuruan (SMK), kembali dilanjutkan. Bahkan,
pada tahun 2018 ini, kegiatan yang secara teknis
dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Aceh meluas hingga
ke SMK di lingkup Dayah dalam rangka mewujudkan
program Gubernur Aceh, Aceh Carong.
15
“Mulai tahun ini alat praktik bergerak tersebut
turut melatih pelajar SMK di lingkup Dayah. Nah, selain
bisa digunakan siswa SMK Swasta Dayah, alat praktik
bergerak ini juga bisa digunakan oleh masyarakat umum,”
ujar Asbaruddin
Ia menyebutkan, pada tahun 2018 ini Dinas
Pendidikan Aceh akan melatih sebanyak 20 SMK yang
dikelola oleh Pemerintah Aceh dan masyarakat serta 10
SMK Swasta di lingkup Dayah di seluruh Aceh.
“Pelatihan ini terdiri dari 10 angkatan dan
berkelanjutan setiap tahun. Hal ini sehubungan dengan
diberlakukan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Untuk
itu, kita terus memotivasi semua pihak guna
mempersiapkan tenaga kerja siap pakai untuk
mengantisipasi peningkatan mobilisasi tenaga kerja antar
negara ASEAN,” jelasnya.
Menurutnya, hal ini sebagai salah satu upaya
Pemerintah Aceh yang harus dilakukan dalam
menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mampu
membuka usaha baru dan mampu bersaing dalam
mendapatkan pekerjaan.
16
“Intinya, SDM yang dipersiapkan haruslah
benar-benar qualified dan certificated sehingga bisa
bersaing dengan SDM dari negara-negara ASEAN yang
lain. Antisipasi terhadap MEA sangat diperlukan, terutama
di bidang pemberdayaan pengembangan SDM terampil,”
tutur Asbaruddin.
Ia juga menjelaskan, Penghapusan Hambatan
Non-tarif dan Single Window mengakibatkan tenaga kerja
dari luar negeri lebih mudah bermigrasi ke Indonesia.
“Mereka (tenaga kerja asing) yang memiliki
keahlian di atas keahlian SDM Indonesia, tentu akan sulit
bagi tenaga kerja Indonesia mendapat pekerjaan di
perusahaan yang ada di Indonesia jika hal ini tidak
diantisipasi secepat mungkin,” terangnya. Hal ini tentu
saja didasarkan pada keyakinan atas manfaatnya yang
secara konseptual meningkatkan partumbuhan ekonomi
dikawasan ASEAN.
“Dan yang paling diprioritaskan oleh
Pemerintah Indonesia untuk memanfaatkan peluang
tersebut adalah dengan meningkatkan pemberdayaan
17
potensi yang dimiliki, salah
satunya adalah pemberdayaan
SMK,” katanya lagi.
Bapak Dr. Asbaruddin
juga menyampaikan bahwa
Pemerintah Aceh senantiasa
memotivasi SMK untuk
memiliki Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Pertama (LSP
P1) agar tamatan SMK Aceh tidak hanya mendapatkan
ijazah, tapi juga sertifikat kompetensi keahlian sehingga
dapat diakui di dunia usaha/industri dan mampu
berkompetisi menembus pasar tenaga kerja di tingkat
regional dan internasional.
Tentu saja apa yang di lakukan Pak Asbaruddin
pada kegiatan Mobile Traning Unit (MTU) ini sangatlah
di rasakan manfaatnya baik itu bagi siswa SMK maupun
masyarakat umumnya. Melalui Pelatihan yang di
laksanakan pada kegiatan ini tentu saja akan dapat
mengurangi pengangguran, terutama siswa tamat dari
SMK
18
Pelajaran Hidup
Melalui Kisah Perjuangan Bapak Dr. Asbaruddin
dalam memajukan dunia pendidikan SMK di Aceh, banyak
pelajaran yang dapat kita petik, diantaranya:
1. Jika seseorang ingin sukses dalam hidup, maka
berjuang dan belajarlah sebaik mungkin, karena
seseoarang yang bersungguh-sungguh pasti berhasil “man
jadda wa jadaa”
2. Jadilah seorang manusia yang dapat bermanfaat bagi
semua orang baik bagi orang banyak maupun lingkungan
sekitar “sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang
bermanfaat bagi orang lain”
3. Jangan bermalas-malasan dalam hidup, karena sifat
bermalas-malasan adalah cikal bakal dari sebuah
kemiskinan dan kebodohan.
4. Teruslah bergerak meraih mimpi dan cita-cita. Sungguh
tidak ada yang sia-sia dan tidak mungkin, manakala kita
terus berusaha untuk jadi manusia yang lebih baik. Allah
maha pengabul segala permintaan yang disertai dengan
usaha yang maksimal. “kun fayakun”
19
Penutup
Dengan adanya penulisan buku ini diharapkan
dapat memberikan semangat dsan motivasi bagi pembaca
untuk terus berjuang memajukan dunia pendidikan, SMK
pada khususnya.
Semoga dengan biografi Tokoh Vokasi Nusantara:
Dr. Asbaruddin, S.TP, MM, M.Eng ini dapat dijadikan acuan
bagi para pelajar khususnya untuk pantang menyerah belajar,
meraih cita-cita untuk menjadi orang sukses dunia dan
akhirat. Selain dari itu semoga pembaca dapat
mengembangkan segala bakat dan minat dalam diri serta
menjadi sosok yang penuh manfaat bagi orang banyak.
Demikianlah pokok bahasan buku ini yang dapat
kami paparkan, Besar harapan kami buku ini dapat
bermanfaat untuk kalangan banyak. Karena keterbatasan
pengetahuan dan referensi,
Penulis menyadari buku ini masih jauh dari
sempurna, Oleh karena itu saran dan kritik yang
membangun sangat diharapkan agar buku biografi ini dapat
menjadi lebih baik lagi dimasa yang akan datang.
20
Daftar Pustaka
http://pps.uny.ac.id/berita/dr-asbaruddin-kembangkan-model-unit-
produksi-agrotechnopreneur.html, di akses pada 9 Agustus
2018, 10.10 WIB
http://www.meganusantara.info/dinas-pendidikan-aceh-evaluasi-
manajemen-sekolah-smk-se-aceh, di akses pada 9 Agustus
2018, 10.15 WIB
http://disdik.acehprov.go.id/node/1879, di akses pada 9 Agustus
2018, 10.23 WIB
http://www.pos-aceh.com/index.php/2011-11-21-21-35-
50/item/214-guru-smk-diharapkan-mampu-menulis-buku-
kurikulum, di akses pada 9 Agustus 2018, 10.36 WIB
http://detak-unsyiah.com/siaran-pers/juara-lks-smk-siska-andesti-
tembus-rusia.html, di akses pada 9 Agustus 2018, 10.43 WIB
http://kompasiana.com, di akses pada 9 Agustus 2018, 10.45 WIB
http://multimedia.smkmutu.com, di akses pada 9 Agustus 2018,
10.50 WIB
https://id.wikipedia.org, di akses pada 9 Agustus 2018, 10.52 WIB
https://www.youtube.com/watch?v=1SsrAyse6Es
https://www.youtube.com/watch?v=1SsrAyse6Es
21
TENTANG PENULIS
Saya Ismayra Zulmi, biasa
dipanggil ira. Lahir di Kota
Lhokseumawe, di salah satu
Kampung yang bernama Cunda,
19 oktober 2001. Hobi saya
membaca, menulis, dan
mendengar berbagai jenis musik.
Saya sekarang bersekolah di SMKN 1 Lhokseumawe pada
Jurusan Multimedia.
Cita-cita saya menjadi seorang pembuat animasi
terkenal. Saya k-popers dan pencinta karya sastra, membuat
animasi dan terkadang menulis cerpen yang merupakan
kebiasaan saya untuk mengisi waktu luang.
Saya memiliki impian melanjutkan study di
Chairo. Selain daripada itu saya juga sangat berkeinginan
membangun sebuah mesjid di daerah saya tinggal dan
mempunyai usaha di bidang restoran. Penulis dapat di
kontak melalui alamat [email protected] dan
fb: Ismayra Zulmi
23
Saya Hanifa Moulina, lahir di
Kota Lhokseumawe, 26 Mei 2001.
Hobi menonton dan membaca.
Saya sekolah di SMKN 1
Lhokseumawe kelas XII pada
Jurusan Administrasi Perkantoran.
Cita-cita saya menjadi seorang
sekretaris professional.
Impian saya ingin kuliah di Jerman dan membangun
pesantren. Saya juga berkeinginan untuk membangun
rumah layak pakai bagi bagi orang kurang mampu.
Keliling dunia adalah impian saya sejak kecil. Mata
pelajaran yang saya sukai adalah bidang sejarah dan agama.
Suatu saat jika ada kesempatan saya ingin bergabung
komunitas pencinta alam untuk melatih diri saya menjadi
perempuan mandiri, kuat dan berkarakter positif.
24
TENTANG PEMBIMBING
Nama Lengkap pembimbing
adalah ZULVI AZHANA, S. Pd . Lahir di
Kota Lhokseumawe, 17 September 1983.
Selain berfrofesi sebagai guru,
beliau juga mengemban tugas sebagai
Ketua Program Keahlian Teknik
Komputer dan jaringan pada SMK
Negeri 1 Lhokseumawe.
Ibu Zulvi Azhana ini mempunyai motto “My Student
is My Adventure”. Beliau menyelesaikan Pendidikan S1 di
Universitas Negeri Padang tahun 2010. Pada tahun 2016
juga pernah meraih penghargaan sebagai juara 1 Guru
Berprestasi Tingkat Kota Lhokseumawe. Pembimbing kami
ini juga aktif dalam berbagai komunitas guru menulis dan
pembuatan media pembelajaran di provinsi aceh.
Ketertarikannya dalam bidang pengembangan
Pendidikan, mengantarkannya sebagai salah satu Tim
Penulis pembuatan Buku Kurikulum Aceh sejak tahun 2017
sampai dengan sekarang.
25
Dr. Asbaruddin lahir di
Rimo, Aceh Selatan 12 Oktober
1976, sebelum menjabat sebagai
Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian
Pada Bidang Pembinaan Sekolah
Menengah Kejuruan Dinas Pendidikan Aceh sejak tahun 2016 sampai
dengan sekarang, beliau pernah menjabat sebagai Kepala SMK
Pertanian Yayasan Syech Hamzah Fansuri dari 2001-2006
Melalui gelar Doktor yang di perolehnya pada Universitas
Negeri Yokyakarta tahun 2013, Bapak Asbaruddin mulai merambah
ke dunia SMK dengan menorehkan banyak jasa dalam
memperjuangkan Pendidikan SMK di Aceh, di antaranya membentuk
tim guru pembuat kurikulum SMK/SMA berbasis dinul islam dan
keacehan guna membentuk siswa berkarakter islami serta berperan
aktif dalam meningkatkan kualitas
siswa melalui Lomba Kompetensi
Siswa (LKS) hingga ke ajang
internasional.
Beliau juga bertindak
sebagai koordinator Mobile
Training Unit (Pelatihan Mobil
Bergerak) se-provinsi Aceh.