The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

sejarah singkat perkembanteknologsi-digabungkan

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by maulanahasansyaiful, 2021-06-22 17:34:23

sejarah singkat perkembangan teknologi komunikasi

sejarah singkat perkembanteknologsi-digabungkan

TAHAPAN PERKEMBANGAN TEKNOLOGI
KOMUNIKASI

SEJARAH SINGKAT
PERKEMBANGAN TEKNOLOGI

KOMUNIKASI

teknologi sangat pesat berkembang tiap
tahunnya

prodi: ilmu komikasi
universitas muhammadiyah buton

SEJARAH SINGKAT PERKEMBANGAN
TEKNOLOGI KOMUNIKASI

Ada banyak pakar yang melukiskan sejarah perkembangan teknologi komunikasi.
Sebenarnya, tidak ada satu pakar pun yang menceritakan secara khusus tentang
perkembangan teknologi komunikasi, tetapi perkembangan yang diceritakan jelas
berkaitan dengan teknologi yang digunakan umat manusia. Sebab, kaitan antara
manusia dengan teknologi begitu erat. Awalnya, manusia menciptakan teknologi
untuk mempermudah aktivitas, kemudian berkembang pesat yang pada akhirnya
membuat kehidupan mereka tergantung pada teknologi itu sendiri. Begitu
seterusnya sejarah perkembangan manusia dengan teknologi yang terus
mengalami kemajuan.

Sejarah teknologi komunikasi sejalan dengan peradaban manusia. Dengan kata
lain, saat kita menceritakan perkembangan teknologi komunikasi, berarti juga
bercerita tentang sejarah peradaban manusia, begitu pun sebaliknya. Manusia
yang mempunyai teknologi, menciptakan peradaban umat manusia. Peradaban
manusia itu berubah dan berganti (bahkan antar daerah atau negara berbeda)
sangat tergantung pada teknologi yang digunakan. Peradaban di negara Barat
(yang sering dikatakan maju) berbeda dengan peradaban Timur karena perbedaan
penggunaan teknologi tersebut. Jadi, menceritakan sejarah peradaban umat
manusia sekaligus perkembangan teknologi komunikasi.

1

A. Tahapan Perkembangan Teknologi Komunikasi

Alvin Toffler, pada tahun 80-an pernah menulis The Third Wave (Gelombang
Ketiga). Ia membagi perkembangan peradaban manusia dengan teknologinya
menjadi tiga bagian, yakni (1) gelombang pertama disebut fase pertanian; (2)
gelombang kedua disebut fase industri; dan (3) gelomhang ketiga disebut dengan
fase pasca industri. Pasca industri inilah yang disebut dengan gelombang ketiga
dan dialami manusia sekarang ini. Gelombang ketiga juga disebut dengan
gelombang atau tase jasa dan komunikasi di mana jasa serta komunikasi
memegang peran sangat penting dalam aktivitas manusia sehari-hari.

Gelombang pertama (muncul pada 8000-7000 tahun SM) adalah fase di mana
ada perubahan cara hidup manusia dengan bercocok tanam. Dengan bercocok
tanam, manusia sudah mulai mengenal pertanian (mengolah persawahan, cara
bertani, memanen). Saat itulah adanya peralihan manusia dari kegiatan
mengumpulkan hasil hutan ke era pertanian. Era pertanian adalah era dimulainya
manusia menetap di suatu lokasi dari berpindah pindah (mengumpulkan hasil
hutan). Gelombang ini juga disebut fase di mana manusia menggantungkan
kehidupannya dari hasil pertanian. Beberapa ciri yang menyertai gelombang
pertama ini antara lain; (a) tenaga utama manusia dan binatang; (b) mobilitas
manusia dan informasi berjalan sangat lambat; (c) energi yang digunakan adalah
otot; (d) pendapatan hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja; (e)
hidupnya sangat tergantung pada kondisi alam; dan (f) masih memakai hukum
homo monini lupus (manusia adalah serigala bagi sesamanya, siapa kuat dialah
yang menang).

Jika dilihat dari proses komunikasinya, pengiriman pesan dilakukan dengan
komunikasi interpersonal (tatap muka). Tentu saja komunikasi yang dilakukan
masih secara lisan dan belum memakai bantuan teknologi media lain. Namun
demikian, dalam pandangan Everett M. Rogers (1986), era ini tidak serta-merta
dianggap sebagai awal gelombang,

2

sebagaimana dikatakan Alvin Tofler. Rogers mengatakan, bahwa pada 22000 SM,
manusia prasejarah telah mampu mendokumentasikan setiap peristiwa,
peringatan maupun catatan-catatan di dinding gua atau tempat tinggal yang tidak
menetap itu. Sementara pada 4000 SM, orang Sumeria sudah mulai menulis di
tanah liat. Kemudian teknologi berkembang sampai pada 1401, yang digunakan
Gelombang kedua (1700 nculnya revolusi era Masehi, pada 124 CM-1970),
ditandai dengan ciri utama Industri. Kalau mengandalkan tenaga hewan
digantikan dengan manusia. gelombang kedua sudah dengan mesin. Peradaban
kehidupan manusia juga dianggap lebih maju. dijadikannya mesin sebagai
teknologi penting bagi kehidupan, maka dikenal pula transportasi inilah muncul
gelombang imperialisme dan kolonialisme pendidikan, bisnis, perdagangan dan
lain-lain. Gelombang kedua bisa dikatakan sebagai era "manusia ekonomis" yang
rakus. Dari era inilah kejayaan, agama, dan penyebaran agama (glory, gold, god).
(b) muncui dudaya produk massa, pendidikan media massa; (c) ilmu pengetahuan
tumbuh dengan pesat: massa, dan media dapat diperbaharui dan polusi yang
menyebabkan kerusakan lingkungan. Ciri ttama masyarakat ini adalan (a)
penggantian tenaga otot (manusia dan hewan); (b) tenaga mesin aidukung energi
minyak dan batubara: (c) nenogunaan energi secara besar-besaran; (d) mobilitas
manusia dan barang sangat cepat; dan (e) penjajanan muncul sebagai cara
menyediakan cadangan sumber energi. Bisa dikatakan pula era ini pemikiran
manusia semakin maju, bahkan mulai berpikir, bagaimana memanfaatkan sumber
daya alam untuk kepentingan hidupnya. Dengan memanfaatkan teknologi yang
sudah ditemukan, manusia punya mobilitas tinggi. Tidak hanya terbatas antar
daerah tetapi negara dan Denua. Revolusi industri telah memunculkan ekspansi
ekonomi ke berbagai wlayan. Maka, penjajahan dilakukan untuk mendukung
eksistensi manustd dalam mendukung proses industri di negara asalnya. Apalagi
sejak ditemukannya mesin cetak oleh Johanness Gutenberg, hasil cetakan bisa
ditingkatkan ratusan kali lipat per jam. Surat kabar yang ditulis tangan dengan
jumlah hanya 100 lembar meningkat me plar per jam. Bahkan dengan mesin
offset, percetakan dapat ditingkatkan a. 400 menjadi 8000-10.000 eksemplar per
jam Pada 1456 kitab suci mulai dicetak

3

dengan bantuan mesin cetak Gutenderg, waktu itu menggunakan cetakan besi.
Kitab Injil yang awalnya hanya bisa aibaca oleh kalangan gereja, meluas hingga ke
masyarakat. Akibatnya tafsir dan pemahaman Injil juga melebar ke masyarakat
luas dan ini mendorong arus pemikiran baru yang semakin meningkat di
masyarakat. Kemudian, berkembang media audio visual dengan pemanfaatan
satelit pemancar yang bisa menjangkau seluruh dunia dengan mudah. Radio mulai
digunakan untuk propaganda dan perjuangan dalam memenangkan perang.
Bukan pada perangnya, yang penting dibahas, tetapi bagaimana teknologi radio
dan surat kabar berperan dalam penye baran informasi ini. Sementara itu,
gelombang ketiga (1979-2000) ditandai dengan (a) penggunaan energi yang dapat
diperbaharui (renewable energy) karena bahan bakar fosil berkurang: (b) proses
produksi massal cenderung menjauhi pemusatan produksi; (c) kecenderungan
bahwa konsumen juga menjadi produsen dan sebaliknya; dan (d) kemajuan
teknologi komunikasi dan transportasi mendorong deurbanisasi. Era ini juga bisa
disebut dengan era informasi. Adapun masyarakat informasi mempunyai ciri-ciri
(a) kelangkaan bahan bakar fosil, maka muncul gerakan kembali ke energi yang
diperbarui; (6) munculnya globalisasi akibat kemajuan teknologi komunikasi; (©)
penggunaan satelit telekomunikasi, jaringan internet yang mengubah proses
komunikasi manusia secara revolusioner. Dalam beberapa sumber dikatakan,
bahwa awal munculnya gelombang tiga diawali dengan ditemukannya transistor
oleh William Schokley (1947). Dua puluh tahun kemudian muncul integrated
circuit/1C/CHIPS. Keberadaan IC ini sangat memengaruhi proses produksi barang
elektronik secara besar- besaran. Dalam bahasa Alvin Toffler, era ini disebut
dengan gejala massifikasi produk yang diproduksi besar-besaran kemudian dijual
murah). Munculnya Personal Computer (PC), menambah percepatan
perkembangan teknologi komunikasi. Produk PC dilakukan secara massal pula.
Bahkan pada 1960- 1980 dari 10.000 set menjadi 10 juta set. Enam tahun
kemudian, meningkat menjadi 40 juta.

4

Beberapa ciri yang bisa dilihat dari gelombang ketiga antara lain; (a) mobilitas
manusia dan barang meningkat tajam; (b) industri mekanik berubah menjadi
industri program (software); (c) diperoleh energi alternatif yang dapat didaur
ulang; (d) bioteknologi muncul sebagai alternatif produktivitas pangan; dan (e)
proses penyebaran informasi sangat cepat dengan tingkat efisiensi yang tinggi.

Gelombang ketiga itu terus berlanjut sampai sekarang dan tak tahu sampai
kapan berakhir. Gelombang inilah yang menandai munculnya masyarakat
informasi. Bahkan sekarang perangkat-perangkat teknologi komunikasi semakin
canggih, dimulai dari penemuan satelit, PC, handphone, internet, dan perpaduan
perangkat tersebut. Perpaduan perangkat itu kemudian memunculkan berbagai
macam perubahan pada proses pengiriman informasi dan peradaban masyarakat.
Setelah 2000 bisa dikatakan kita memasuki gelombang keempat karena terjadi
proses revolusi perubahan di mana komunikasi, memegang peranan sangat
penting. Di era gelombang keempat ini tenaga mesin tetap masih digunakan,
tetapi mesin yang berkaitan dengan perangkat teknologi untuk berkomunikasi
berkembang sangat cepat.

Gelombang keempat ditandai dengan (a) revolusi proses komunikasi akibat
perkembangan media sosial; (b) meminjam istilah Alvin Toffler, kita berada dalam
masyarakat electronic cottage/kampung elektronik tempat orang bekerja di
rumah dan tidak di kantor; serta (c) demasifikasi atau tidak massal dari pesan
komunikasi, yakni pusat pesan berubah ke individu dan tidak massal lagi. Bisa
dikatakan, individulah pengontrol pesannya (sebelumnya salah satu pengontrol
pesan adalah lembaga media massa).

5

Seandainya kita memakai pendapat Alvin Toffler untuk menggambarkan Ciri-
Ciri perkembangan sejarah peradaban manusia dan teknologi komunikasi di
masyarakat, ciri-cirinya akan tersaji dalam tabel sebagai berikut (Dissayanake,
1983);

Kategori Masyarakat Masyarakat Masyarakat
perubahan pertanian industry informasi
Barang
Produk Makanan Modal Informasi
Faktor produksi Tanah Pabrik Keahlian
Tempat produksi Rumah Utlitas
Pekerja pabrik informasi
Aktor Petani/Artis Teknologi tenaga Teknisi
Sifat teknologi Berorientasi pada Teknologi
perkakas informasi

Kategori Masyarakat Masyarakat Masyarakat informasi
perubahan pertanian industri
Metodologi Trial dan Error Teori abstrak/simulasi
Faktor petunjuk Tradisi Eksperimen Komodifikasi
Pertumbuhan pengetahuan
Syarat Bicara ekonomi Melek
keberhasilan Hirarkis/otoriter Melek baca dan visual/aural/komputer
Aturan tulis Demokrasi partisipatif
Demokrasi
Prinsip kesatuan Regionalisme representasi Globalisme
Nasionalisme

6

Kemudian, sebagaimana dikatakan rogers (1986) jika tiga masyarakat itu di
perbandingkan akan ditemukan tabel sebagai berikut:

Tabel 2.2 perbandingan tiga tahapan masyarakat.

Karakteristik Masyarakat Masyarakat Masyarakat
pertanian industry informasi
Periode waktu 10.000 tahun (di 200 tahun ( di
lanjutkan sekarang mulai tahun1750 ? ( di amerika
Elemen kunci di negara ketiga) di inggris) sekitar tahun
Tipe pekerja Makanan Energi 1955}
Petani Buruh pabrik Informasi
Lembaga social Pegawai
kunci Pertanian Perusahaan informasi
Basis teknologi Penelitian
Pekerja manual Mesin universitas
Komunikasi massa Komputer
Media cetak satu Media elektronik elektronik
arah satu Media interaktif
arah(radio,TV,film) yang telah
mengalami
demasivikasi

7

B. Teknologi Komunikasi Gelombang Ketiga

Sejarah teknologi komunikasi dapat dilihat dalam berbagai sudut pandang.
Dalam bagian ini, disajikan gambaran perkembangan teknologi komunikasi yang
lebih spesifik dengan memberikan uraian singkat dalam bahasannya. Jika kita
memakai pendapat Alvin Toffler, maka bahasan dalam bagian ini, khusus
berkaitan dengan perkembangan pada gelombang ketiga.

Sebagai bagian dari gelombang ketiga, fokus utamanya hanya mencakup era
media cetak, elektronik, dan digital

Perspektif di atas sangat dibutuhkan untuk perbandingan antar era
perkembangan teknologi munikasi akan terus berkembang dengan pesat ke
depan tanpa bisa diprediksi sebelumnya. Saat orang menggunakan kabel sebagai
alat berkomunikasi tidak gkan, jika pengirim pesan bisa memakai gelombang
ahasan bagian ini bisa memperjelas tentang apa yang sudah terjadi dan mungkin
akan terjadi.

1. Era Cetak

Penemuan mesin cetak dianggap sebagai penyempurnaan paling besar dari
perkembangan teknologi komunikasi. Saat belum ditemukan mesin cetak,
tepatnya sebelum abad ke-15, orang-orang Eropa biasa memproduksi buku
dengan menyiapkan manuscripti (manuskrip) berupa salinan yang dicetak dengan
menggunakan tangan. Asa Briggs dan Peter Burke (2006) pernah mencatat bahwa
manuskrip ini sudah diproduksi dua abad sebelum ditemukannya mesin cetak.
Walaupun, hal demikian merupakan perkembangan bagus dalam dunia tulisan,
proses tersebut sering tidak lepas dari kesalahan. Lebih penting lagi adalah jumlah
buku yang disediakan sama sekali terbatas. Yang jelas, cetakan membawa
perubahan yang fantastis. Ribuan salinan buku tertentu dapat diproduksi dengan
tepat dan cepat. Bisa dikatakan, penemuan mesin cetak merupakan kemajuan
yang menakjubkan dalam perkembangan teknologi komunikasi manusia.

8

Masalah penting yang mengikuti perkembangan era cetak ini adalah penggunaan
kertas dalam usahanya menyimpan tulisan. Sebenarnya, usaha menyimpan
tulisan tersebut sudah dimulai pada dunia Islam sepanjang abad ke-18 dengan
kertas kulit (meskipun sebenarnya kertas sudah muncul di China). Lama-
kelamaan, sistem pemakaian tulisan di atas kertas tersebar ke umat Kristen Eropa,
khususnya ketika tentara Moors menduduki Spanvol. lulisan yang awal-mulanya
dimonopoli oleh kalangan pendeta, elite noliti ilmuwan, dan ahli lain, mulai
bergeser ke masyarakat umum. Masyarakat umum yang punya kemampuan
untuk nenulis dan membaca mula merasakan kemanfaatannya. Proses cetak-
mencetak awal dan tertua etouat dari tanah liat. Kemudian dilaniutkan dengan
mencetak di dalam Daiok kayu lunak, baru setelah itu digunakan tinta atau
mencetak ke dalam kertas. Orang-orang China sendiri telah melakukan proses
mencetak pada 800 Masehi. Penemuan penting yang dilakukan orang China, yakni
mereka telah berhasil mencetak buku pertama yang berjudul Diamond Sutra.

Di China dan Jepang, teknik percetakan sudah dimulai dari abad ke-8.
Percetakan di kedua negara itu masih memakai metode yang biasa dikenal
sebagai "percetakan balok". Metode tersebut terdiri dari sebuah blok kayu
berukir yang bisa digunakan untuk mencetak satu halaman tunggal dari suatu teks
khusus. Pada permulaan abad ke-15 orang Korea telah menciptakan suatu bentuk
dan dapat digerakkan dengan apa yang telah digambarkan oleh ilmuwan Prancis
Henri-Jean Martin sebagai "sesuatu kemiripan yang hampir bersifat khayal
dengan apa yang dibuat Gutenberg. Akibatnya, penemuan Barat mungkin sekali
didorong oleh berita-berita tentang apa yang telah terjadi di Timur" (Briggs dan
Burke, 2006).

Cetakan sebagai mana yang kita ketahui saat ini tidak mungkin terjadi, tanpa
perantaraan tukang emas di Mainz, Jerman pada 1455. Tukang emas ini kemudian
dikenal dengan, Johanness Gutenberg. Dialah yang awal mulanya
memperkenalkan cara unik mencetak. Sesudah melakukan banyak percobaan, dia
membangun gagasan dengan membuat mesin baja untuk masing-masing huruf.

9

Ternyata, mesinnya mampu mencetak secara benar dan tepat, paling tidak jika
hanya dibandingkan dengan salinan tulisan dengan memakai tangan.

Gutenberg sendiri, awalnya heran bahwa percobaannyabisa melipatgandakan
jumlah cetakan. Tetapi dia khawatir, jangan-jangan penemuannya akan dianggap
orang lain sebagai tiruan murah dari tulisan tangan. Kekhawatiran itu, justru
membuatnya sangat hati-hati dalam menerapkan penemuannya. Kemudian, dia
melakukan proyek pertama kali dengan mencetak Injil dan ternyata percobaannya
sungguh luar biasa. Sayangnya, Gutenberg sebenarnya tidak pernah menikmati
hasil kreativitas dan imajinasinya itu, meskipun orang lain jelas akan mengakui
kehebatan penemuannya.

Mengapa begitu? Ceritanya, suatu saat dia meminjam uang kepada
pengacaranya untuk menyempurnakan penemuan mesin yang bisa
melipatgandakan cetakan. Baru saja dia menyelesaikan proyek pertamanya
mencetak Injil yang belum pernah dilakukan orang lain) pengacaranya menuntut
pembayaran kembali pinjamannya, bahkan mengadili dan "membersihkan" toko,
cetakan, dan semua penemuannya (200 Injil yang sudah tercetak dan segala hal
yang dia miliki). Sepuluh tahun kemudian Gutenberg meninggal di dalam
kemiskinan dan keputusasaan. Dia tidak pernah menyangka bahwa penemuannya
tersebut menjadi titik awal munculnya abad cetakan dan sangat berguna bagi
umat manusia dewasa ini. Percetakan di Amerika serikat tumbuh dari sebuah
koran pada 1690 dan amudian menjadi industri cetak terbesar di dunia,
sebagaimana dicatat oleh Departemen Perdagangan Amerika pada 2000.
Perusahaan itu mencakup koran, majalah, buku, direktori, kartu ucapan, dan
media cetak lain.

10

KORAN

Ide dasar pengembangan surat kabar, pada mulanya muncul di benua Eropa
umumnya dan khususnya Inggris serta "Dunia Baru" (negara taklukan atau yang
ditemukan masyarakat Eropa). Pers kolonial orang Amerika itu (untuk menyebut
orang Eropa) baru mapan beberapa tahun sebelum Amerika Serikat ditemukan
sebagai negara baru. Di Amerika sendiri baru pada 1830- an ada surat kabar di
New York yang boleh dibilang sukses.

Dikatakan sukses karena sebagai negara "jajahan" Eropa, surat kabar tersebut
bisa disebarkan ke beberapa belahan dunia. Pada dekade ketiga abad ke-19
dampak perkembangan cepat dari media cetak sungguh terasa sekali. Percepatan
ini menumbuhkan keinginan kuat pada gagasan untuk mengombinasikan surat
kabar ke dalam media massa komunikasi lainnya. Publick Occurrences Both
Foreign and Domestick adalah koran yang terbit pertama kali pada 1690 di
Amerika Utara. Koran itu terbit beberapa halaman, sebelumnya ada single page
newspapers (surat kabar satu halaman) yang disebut dengan selebaran
diterbitkan di koloni, Cambridge, Inggris.

Dominick (2008) mencatat bahwa surat kabar di atas pernah memberitakan
perselingkuhan Raja Prancis dengan menantunya. Akibat pemberitaan yang
dianggap tendesius tersebut, surat kabar itu akhirnya dibredel. Belasan tahun
kemudian, James Franklin menerbitkan surat kabar lagi (tanpa mendapat izin
pemerintah) berjudul New England Courant. Karena terlalu berani dalam
pemberitaannya, Franklin dimasukkan ke penjara oleh Pemerintah lokal waktu
itu. Kemudian, adiknya bernama Benjamin Franklin pindah ke Philadelphia dan
membuat surat kabar bernama Pennsylvania Gazette Sirkulasi surat kabar di
Amerika mengalami pertumbuhan yang sangat dt $ampai 1800-an. Hal itu
disebabkan karena rendahnya tingkat melek huruf dan daya beli masvarakat.
Namun demikian, munculnya revolusi industri membawa dampak meningkatnya
daya beli masyarakat dan itu juga

11

berdampak pada proses percetakan. Karenanya, harga koran menjadi rendah,
sementara semakin meningkatnya pemasang iklan di koran tersebut ikut
mendorong pertumbuhan secara signifikan pada 1830-an. Budaya baca
masyarakat Amerika meningkat sejak perang sipil (civil war) pada 1800-an. Akibat
adanya perang itu, muncul tuntutan agar media memberitakan secara luas. Maka,
koran mencoba menindaklanjuti keinginan masyarakat itu dengan menambah
topik-topik tertentu yang lebih menarik, termasuk menambah jumlah wartawan.
Dari sinilah mulai ada embrio munculnya praktik jurnalisme modern.

Akibat budaya baca yang semakin meningkat disertai dengan peningkatan
jumlah surat kabar, terjadilah persaingan ketat media cetak pada 1880-an.
Persaingan pemberitaan koran- koran Amerika, bisa dilihat dari pilihan judul yang
cenderung bombastis dan sensasional dan terkadang terlalu didramatisir. Jumlah
perusahaan koran dan Sirkulasinya juga mengalami peningkatan. Saat jumlah
perusahaan tidak lagi bertambah, sirkulasinya tetap melambung tinggi. Ini
disebabkan kebutuhan masyarakat akan informasi waktu sangat tinggi.

Pada 1950, jumlah surat kabar yang terbit pagi hari mengalami peningkatan
dua kali lipat. Secara keseluruhan, sirkulasi surat kabar tetap tinggi pada 1950.
Namun, lambat-laun sirkulasinya mengalami penurunan sepanjang 1990-an.
Sementara itu, pertumbuhan surat kabar di negara selain Amerika terus
mengalami peningkatan, setidaknya sebelum 1990- an. Sekarang ini, beberapa
koran yang sudah beroperasi satu dekade lebih. mengalami kebangkrutan dan
gulung tikar. Untuk menjaga eksistensi pemberitaannya, beberapa surat kabar
menawarkan pemberitaan secara online. Perkembangan surat kabar di Indonesia
sejak kolonial Belanda bisa dibaca lebih lengkap dalam buku penulis berjudul
Jurnalisme Masa Kini (2009).

12

MAJALAH

Menurut catatan Straubhaar, LaRose, dan Davenport (2012) dalam Media Now:
Understanding Media, Culture, and Technology dikemukakan, bahwa majalah
mulai berkembang di Inggris pada 1700-an. Pada saat itu, majalahnya berisi berita
fiksi dan nonfiksi dalam berbagai segmen, tergantung kebutuhan pembacanya.

Namun demikian, catatan menunjukkan hal yang berbeda. Dalam Media and
Culture (2002) R Campbell, pernah mengatakan, "Majalah colonial pertama kali
yang muncul ada di Philadelphia pada 1741 atau sekitar 50 tahun setelah
munculnya surat kabar". Majalah ini harganya lebih mahal dari surat Maka.,
hanya beberapa orang saja yang bisa membacanya, hal itu juga terjadi di Amerika.
Karena mahal, majalah sering dibuat dan didistrihtusikan oleh kelompok khusus,
salah satunya Gereja. The Sutarday Evening Post/SEP(1821) menjadi majalah
terlama yang terbit dalam sejarah Amerika.

SEP menjadi majalah pertama dengan target pembaca kaum orempuan. Pada
1850, oplah majalah itu mencapai 600 eksemplar. Kupasan menarik dari SEP
sekitar bisnis Amerika, inspirasional kisah sukses, kisah aksi roman, dan beberapa
laporan faktual. Malangnya, pada 1969 majalah ini bangkut karena kalah bersaing
dengan televisi Pada awal abad ke-20, majalah mulai tubuh pesat dengan
jangkauan distribusi semakin meluas yang mengakibatkan persaingan semakin
ketat. Oleh karena itu, majalah yang benar-benar populer akan mendapat
pemasang iklan lebih banyak.

Mengapa pemasang iklan tertarik pada majalah? Salah satu alasannya, ingin
menjangkau khalayak yang lebih luas dengan sasaran khusus Namun demikian,
pada pertengahan abad ini, majalah nasional sudah mulai sekarat. Salah satu
tantangan terbesar majalah, berasal dari televisi, serta meningkatnya biaya
distribusi. Iklan juga mulai berkurang, karena pemasang iklan banyak
mengalihkannya ke televisi. Karena banyak kehilangan pembaca, sementara
jumlah iklan yang masuk juga semakin menurun, maka majalah mulai
menargetkan pasar pembaca baru yang lebih sedikit.

13

Di Amerika, antara 1958-1960 jumlah judul majalah baru mengalami kenaikan
hampir dua kali lipat. Pada 2009, penjualan majalah mengalami penurunan sekitar
17,2 %, sementara itu sirkulasi berlanggaran ikut turun menjadi 5,9 %. Pada 2010,
Biro Audit Sirkulasi (Audit Bureau of Circulation) Amerika melaporkan bahwa dari
522 judul majalah yang dipantau menurun sekitar 8,7 % (Agnese, 2011).Pada 2010
ada sekitar 20.707 pelanggan majalah yang diterbitkan di Amerika Utara
mencapai pembayaran sekitar $8,8 miliar dolar AS.

Dari Jumlah itu, pelanggan menyumbang sekitar $6,6 miliar dolar AS atau
SeKitar 71% dari sirkulasi. Selama tahun itu pula, 193 majalah di Amerika Otara
sudah diterbitkan, tetapi sampai saat ini sudah 176 yang gulung tikar. rnya,
banyak juga majalah yang kemudian berbentuk digital atau majalah Ldk yang
didukung penerbitan digitalnya. Pada 2009, ada 81 majalah di cIKa Utara sudah
pindah online, tetapi jumlah majalah itu terus mengalami nan dan hanya 28
majalah pada 2010 (Agnese, 2011).

Dengan perkembangan internet yang terus meningkat tajam, banyak majalah
online (e-magazine/online magazine/webzine/ezines/majalah elektronik) yang
bermunculan. Tentu saja, majalah ini didistribusikan melalui metode online
dengan fokus utamanya adalah para pembaca yang punya kebiasan untuk bekerja
atau beraktifitas di depan komputer atau tablet. Fungsinya dengan majalah cetak
yang sudah muncul tetap sama, yakni memenuhi kebutuhan informasi
masyarakat.

BUKU

Percetakan buku mengalami perkembangan pesat sejak ditemukan mesin
cetak oleh Gutenberg (Jerman). Praktik mencetak tersebar di seluruh Eropa
melalui penyebaran orang-orang Jerman. Pada 1500 percetakan telah didirikan di
lebih dari 250 tempat di Eropa; 80 di antaranya di Italia, 52 di Jerman, dan 43 di
Prancis. Percetakan itu telah mencapai Basel (1466), Roma (1467), Paris dan
Pilsen (1468), Venesia (1469), Leuven, Valencia, Krakovw dan Buda (1473),
Westminster (1476), dan Praha (1477).

14

Di antara mereka, percetakan ini telah menghasilkan kira-kira 27.000 judul
pada 1500. Itu berarti, bahwa (dengan perkiraan rata-rata hasil cetak 500
eksemplar setiap judulnya) kira-kira 13 juta buku telah beredar di Eropa yang
berpenduduk 100 juta orang. Kira-kira 2 juta dari buku-buku itu dihasilkan hanya
di Venice, sedangkan Paris merupakan suatu pusat percetakan penting yang lain,
dengan 181 tempat kerja pada 1500 (Briggs dan Burke, 2006).

Saat awal abad ke-16 baru dimulai, mesin cetak Gutenberg telah mampu
mencetak ribuan salinan buku. Mereka menerbitkannya ke beberapa bahasa di
benua Eropa dan bahasa lain. Hasil cetakan itu dapat dibaca oleh setiap orang
yang mampu membaca ke dalam bahasanya masing-masing. Tersedianya buku-
buku itu memacu perluasan akan arti pentingnya belajar membaca.

Percetakan buku yang dianggap monumental adalah mencetak Injil yang
sebelumnya diedarkan terbatas untuk kalangan gereja. Dalam perkembangannya,
kitab Injil juga tidak hanya dicetak dalam bahasa Latin, tetapi juga banyak bahasa.
Hal demikian, pernah menimbulkan kekhawatiran pihak Gereja Roma. Pihak
gereja khawatir jangan-jangan keaslian kitab itu terancam. Oleh karena itu, gereja
berusaha menjaga keaslian kitab ini dengan mencetak ke dalam bahasa kuno.
Tetapi perkembangan cetak-mencetak sudah Sedemikian pesat, kalangan gereja
juga tidak bisa melarang penerbitannya.

Akhirnya, kitab itu tidak hanya dimonopoli kalangan gereja saja, tetapi juga
masyarakat umum. Semakin mudahnya masyarakat membaca kitab Injil, tafsir
kitab tidak lagi menjadi monopoli gereja. Akibat selanjutnya, mereka mulai berani
menentang otoritas dan interpretasi tunggal atas kitab Injil pihak Gereja Roma.
Teknologi komunikasi cetak membuka peluang untuk memprotes keberadaan
agama dan struktur sosial. Munculnya gerakan Protestan juga mengarahkan pada
perubahan besar yang mempunyai dampak pada hak-hak masyarakat Barat
sampai hari ini.

15

Secara historis, The Bay Psalm adalah buku pertama kali terbit pada 1640 yang
dicetak oleh Stephen Daye. Buku itu relatif mahal dan langka sampai muncul era
revolusi industri. Pada 1880-an mesin Linotype dikembangkan. Setelah Perang
Dunia II, popularitas buku paperback membantu pengembangan industri. Sampai
saat ini, jumlah penerbitan di Amerika mencapai 87.000, termasuk penerbitan
buku dalam skala kecil. Banyak di antara buku-buku itu secara harfiah disebut
dengan "mom-and-pop desktop operations'".

Perkembangan yang mengejutkan dalam penerbitan buku adalah
keberhasilannya memublikasikan buku elektronik (e-book). Tentu saja, era digital
telah mengubah pola membaca secara langsung dalam bentuk fisik berubah ke
elektronik di layar sentuh. Pada 2009, 3,7 juta orang Amerika membaca buku
elektronik, setahun kemudian, jumlah pembacanya meningkat sebesar 178%
(10,3 juta). Bahkan survei yang dilakukan Book Industry Study Group (BISG)
membuktikan bahwa sekitar 20% responsden telah berhenti membeli buku cetak
dalam waktu satu tahun terakhir.

Pada Juli 2010, Amazon melaporkan bahwa penjualan e-book-nya melampaui
penjualan buku tercetak untuk pertama kalinya. Tepatnya, 143 e-book terjual
untuk setiap 100 buku yang tercetak. Dari pertengahan Desember 2011 hingga
Januari 2012, proporsi orang Amerika sebagai pembaca e-book dan komputer
tablet meningkat dua kali lipat (dari 10% menjadi 19%, dengan 29% memiliki
setidaknya salah satu perangkat) (Raine, 2012).

2. Era Elektronik

Era elektronik ini ditandai dengan penemuan telegraf. Telegraf yang
ditemukan oleh Samuel Finley Breese Morse (dikenal dengan Morse) itu telah
mengubah proses pengiriman pesan dari cetak ke elektronik yang jauh lebih
cepat.

16

Perkembangan selanjutnya, orang-orang di seluruh dunia kemudian ikut
mengembangkan telegraf tersebut, berlanjut muncul media elektronik, seperti
telepon kabel, film, rekaman audio, radio, televisi, televisi kabel, dan televisi
satelit.

TELEPON

Dengan telepon, Alexander Graham Bell (1847-1922) menjadi orang pertama
yang mengirimkan pesan elektronik pada 1876. Perkembangannya kemudian,
pada 30 Juni 1877, sudah ada 230 telepon yang digunakan. Pada akhir Agustus
1877 jumlahnya meningkat menjadi 1.300. Melalui media ini, kantor pertama
yang terhubung dengan tiga kantor lain dilakukan di Boston pada 17 Mei 1877. Ini
mencerminkan bahwa telepon masih digunakan untuk urusan bisnis dan belum
untuk telepon rumah (sebagaimana dikenal kemudian).

Penggunaan telepon untuk urusan bisnis berlangsung selama beberapa dekade
awal pertumbuhan media itu. Hotel adalah instansi pelopor yang menggunakan
telepon untuk menggantikan komunikasi lisan antar manusia. Hotel punya alasan,
bahwa penggunaan telepon bisa menekan biaya operasional. Setelah 1894
penggunaan telepon terus berkembang, bahkan digunakan untuk kegiatan
nonbisnis. Pada 1902, tercatat 2.315.000 telepon di Amerika yang digunakan
secara aktif. Di New York, pernah ada 100 hotel yang memiliki 21.000 telepon
pada 1909.

Guglielmo Marconi (kemudian dikenal sebagai penemu radio) adalah orang
pertama yang mengirim pesan data nirkabel pada 1895. Meningkatnya jumlah
pemakai telepon memancing banyak percobaan dengan teknologi radio milik
Marconi sebagai cara lain untuk berkomunikasi secara interpersonal. Pada 1920,
mobil polisi Detroit sudah memiliki telepon radio untuk berkomunikasi. Sistem
yang dikembangkan Bell menawarkan layanan telepon radio pada 1956 di St Louis
dari 25 kota, Kemudian berkembang pula telepon seluler, melengkapi telepon
rumah dan kantor.

17

Pada 1981, hanya 24 orang di kota New York yang bisa menggunakan telepon
seluler pada saat yang sama dan hanya 700 pelanggan yang bisa memiliki kontrak
aktif penggunaan alat itu. Untuk meningkatkan Jumlah orang yang bisa menerima
layanan, Federal Communications CommisSion (FCC) mulai menawarkan sistem
izin telepon seluler dengan undian pada Juni 1982 (Murray, 2001). Bahkan, Jepang
(1979) dan Arab Saudi (1982) tercatat sebagai negara yang justru
mengoperasionalkan telepon seluler lebih awal dari Amerika.

Kongres Amerika pernah mengenalkan layanan komunikasi yang lebih maju
dari layanan komunikasi sebelumnya pada tahun 1993. Layanan itu dikenal
dengan sebutan Commercial Mobile Radio Service. Pada akhir 1996, sekitar 44
juta orang Amerika berlanggaran layanan telepon nirkabel tersebut.

Abad baru membawa ledakan telepon nirkabel yang terus menjadi perangkat
serbaguna (smartphone). Sebelumnya, telepon kemampuannya hanya terbatas
pada komputer. Pada 2012, penetrasi telepon nirkabel di Amerika mencapai
326.400.000 pelanggan. Tingkat penetrasinya diperkirakan mencapai 102,2%
(Moorman, 2013) jauh melampaui telepon kabel. Sekitar 38,2% rumah tangga di
Amerika memiliki telepon nirkabel pada akhir 2012. Angka itu menunjukkan
adanya kenaikan sekitar 10% sejak 2006. Pada 2013, pengiriman seluruh dunia
smartphone melampaui 900 juta unit, kira-kira tiga kali lipat jumlah yang dikirim
pada 2010 (Amobi, 2013).

FILM

Pada 1889 George Estman membeli karya dan hak paten dari Hannibal
Goodwin untuk hak memproduksi film. Ia kemudian mengembangkannya pada
1890-an. Lumeire bersaudara memutar film di sebuah kafe Paris pada 1895, dan
ada sekitar 2.500 orang setiap malam yang menonton. Agar pengambilan gambar
lebih baik dan tontotan lebih memuaskan, William Dickson (asisten Thomas Alva
Edison), kemudian mengembangkan Kinetograph (kamera film awal) dan
Kinetoscope (sistem melihat film).

18

Di New York, Amerika Serikat, termpat untuk menonton film dibuka pada 1894
yang menawarkan penonton bioskop dengan beberapa kinetoscope. Vitascope
yang dikembangkan oleh Edison mampu memperpanjang waktu menonton film,
sebagaimana ditunjukkan dalam kinetoscope dan itu juga memungkinkan
khalayak yang lebih banyak untuk bersama-sama melihat film. Vitascope muncul
pertama kali pada 1896. Pada tahun yang sama di Prancis, George Melies mulai
pertama kali mengenalkan bioskop. Film pendek menjadi hiburan umum di
berbagai tempat di Amerika pada 1900 (Campbell, 2002). Rata-rata kehadiran film
mingguan mencapai 40 juta penonton pada 1922.

Dari 1922-1930 penonton bioskop terus mengalami kenaikan karena setiap
minggu ada film yang diputar. Jumlah penonton pernah mengalami penurunan
secara dramatis, tetapi naik lagi pada I934, bahkan berlanjut hingga 1937.
Penurunan itu berkaitan dengan Perang Dunia yang memengaruhi stabilitas
waktu itu. Setelah perang berakhir, rata-rata kehadiran penonton per minggunya
mencapai 90 juta peserta dari 1946 hingga 1949.

Setelah kehadiran televisi, jumlah penonton film per minggunya terus
mengalami penurunan sampai 1972. Setelah 1972 relatif stabil, artinya tidak
mengalami penurunan atau kenaikan tajam. Satu dekade terakhir bisa dikatakan
mencukupi jika dihitung dari keuntungan memang kecil) dan stabil.

Film-film box office mengalami penurunan selama 20 tahun sejak kehadiran
televisi. Mulai naik pada akhir 1960-an kemudian naik tajam pada 1970-an.
Ledakan itu berlanjut sampai awal abad ke-20. Akan tetapi, kenaikan pendapatan
dari film-film bioskop itu berasal dari harga tiket dan inflasi, bukan dari
meningkatnya jumlah penonton. Total penerimaan bioskop dari box office
menurun juga selama beberapa tahun terakhir. Beberapa studio film mengakui
bahwa pendapatannya kebanyakan berasal dari televisi (film yang diputar di
televisi) dan kaset video (sebagaimana data dari US Department of Commerce
pada 2000).

19

Penggemar film di Amerika menghabiskan rata-rata 12 jam per orang per
tahun dari 1993-1997 di gedung bioskop. Namun, jumlah penonton bioskop terus
mengalami penurunan karena semakin populernya menonton film di rumah
dengan alat digital yang baru (termasuk perkembangan baru menonton film 3D).

Di Amerika Serikat, hampir 8.000 dari 39.500 layar theater didirikan untuk film
3D pada akhir 2010. Harga tiket untuk film 3D naik 20-30% lebih tinggi dari film
2D. Ini karena tidak saja teknologinya, tetapi film-filmnya juga baru. Namun
demikian, penonton Amerika lebih suka menonton film 2D padahal sudah ada 3D,
hal ini disebabkan karena kacamata untuk menonton 3D dianggap kurang
nyaman. Tanggapan atas film 3D tetap kuat di luar Amerika Serikat. Pada 2010,
pembelian atau persewaan film dari rumah video mencapai $18,8 milyar dolar di
Amerika Utara, dibandingkan dengan hanya $10,6 miliar dolar di bioskop (Amobi,
2011b).

Lain lagi dengan China. Di negeri ini ditawarkan globalisasi industri film. Film-
tilm box office di China meningkat 35% antara 2004-2010. Jumlah laba film box
office di tahun itu mencapai $ 10,6 miliar dolar, meskipun pemerintah China
hanya memperbolehkan merilis 20 judul film asing setiap tahun.

REKAMAN AUDIO

Thomas Alva Edison mendalami percobaan yang dilakukan oleh Leon Scott de
Martinville pada 1950-an. Percobaan itu menghasilkan mesin yang bisa berbicara
atau phonograph pada 1877. Phonograph mampu menghasilkan rekaman suara
dari lukisan di kertas timah. Edison kemudian menggantikan timah dengan lilin.
Pada 1880-an, Emile Berliner menciptakan catatan datar pertama dari logam yang
dirancang untuk bermain di gramofonnya. Ciptaan Berliner ini menghasilkan
produksi rekaman secara massal. Waktu yang dibutuhkan untuk memutar
rekaman standar awal sekitar 78 putaran per menit (rpm).

20

Jerman menggunakan pita magnet plastik untuk merekam suara selama Perang
Dunia II. Setelah Amerika menyita beberapa kaset, teknologi ditingkatkan dan
menjadi anugerah editing dan rekaman lagu bagi negara Barat yang dimainkan
pada mesin lebih baik. Pada 1960, gulungan yang terbungkus dalam kaset,
terbukti menjadi pesaing mematikan pada 1970. Pada 1970-an, Thomas Stocholm
mengenalkan compact disc (CD) yang bisa merekam suara. Pada 1983 CD
mengancam keberadaan pita rekaman. Selanjutnya, pada 2000 rekaman pita
kaset pun sudah mulai hilang.

Pada abad ke-21 ada ledakan perkembangan baru dalam proses rekaman
suara. Munculnya Apple, iPod, pada 2001 meningkatkan kapasitas penyimpanan
dan merambah 19% dari penjualan musik pada awal kemunculannya. iTunes yang
dipunyai Apple kemudian mengembangkan diri pada 2003 dan menjadi penjual
musik terbesar.

RADIO

Pesan nirkabel Guglielmo Marconi pada ayahnya pada 1895, mendorongnya
untuk mendirikan sebuah perusahaan di Inggris yang bisa mengirimkan pesan dari
kapal ke kapal dan dari kapal ke pantai. la kemudian juga membentuk anak
perusahaan Amerika (1899) yang kemudian dikenal dengan "The American
Marconi Company". Perkembangan selanjutnya, Reginald A. Fessenden dan Lee
De Forest secara independen berhasil mengirimkan suara dengan nirkabel pada
1906. Pada 1910, Enrico Caruso merintis siaran radio.

Perkembangan siaran radio terus mengalami kemajuan, sampai kemudian
beberapa perusahaan AS dan Marconi's British Company memiliki hak paten
penting yang diperlukan untuk pengembangan industri baru. Lewat
pengembangan itu mendorong perusahaan-perusahaan AS membentuk Radio
Corporation of America (RCA) untuk membeli hak paten dari Marconi.

21

Radio terus berkembang. Pada 1919, Dr. Frank Conrad dari Westinghouse
siaran musik dari piringan hitam di garasi rumahnya di East Pittsburgh. Bahkan
Westinghouse KDKA di Pittsburgh berhasil mengumumkan pesan akan diadakan
Pemilihan Presiden melalui gelombang udara pada 2 November 1920.
Selanjutnya, pada 1 Januari 1922, Menteri Perdagangan telah mengeluarkan 30
izin siaran dan jumlah pemegang lisensi membengkak menjadi 556 pada awal
1923.

Pada 1924, RCA milik sebuah stasiun di New York, dan Westinghouse diperluas
ke Chicago, Philadelphia, dan Boston. Pada 1922, AT &T menarik diri dari RCA dan
mulai menjalankan perusahaan radio WEAF di New York. Ini stasiun radio pertama
yang didukung oleh iklan. Pada 1923, AT &T terhubung WEAF dengan WNAC di
Boston oleh saluran perusahaan telepon untuk memulai sebuah program
gabungan. Inilah jaringan pertama, yang tumbuh dengan 26 stasiun pada 1925.
Perkembangan selanjutnya, penetrasi radio ke rumah tangga di Amerika
mencapai 40% pada 1930, sementara 1947 sekitar 90%.

Perkembangan radio sedemikian cepat dari gelombang pendek Amplitude
Modulation (AM) ke gelombang Frequency Modulation (FM). Pacda 2000-an
sudah banyak radio yang terkoneksi internet. Channel1 03 1.com menjadi stasiun
radio yang berhenti menggunakan FM dan secara eksklusif menggunakan internet
pada September 2000. Ada stasiun radio yang kemudian hanya menggunakan
internet dan ada pula yang menggunakan keduanya. Koneksi radio ke internet
membawa konsekuensi pembayaran royalti dan komersialisasi. Pada 2002,
Pustakawan Kongres menetapkan tarif royalti untuk transmisi internet dari
rekaman suara (Kantor Hak Cipta AS, 2003). Sebuah pengadilan tederal juga
menguatkan hak Kantor Hak Cipta untuk menetapkan biaya pada streaming musik
melalui internet (Brown, 2014).

22

Pada Maret 2001, Amerika meluncurkan pertama kali 2 satelit audio yang
menawarkan janji ratusan saluran radio satelit (AP, 2001). Dengan kebijakan itu
diharapkan konsumen bisa membayar $9,95 dolar per bulan. Satelit di atas juga
dipakai untuk radio mobil. Pada akhir 2003, sekitar 1.6 ista nelanggan radio satelit
terhubung ke penyedia layanan, antara lain XM dan Sirius. Sebelum krisis terjadi
pada 2008, kedua perusahaan itu bergabung dengan nama baru yakni Sirius XM
Radio. Pada 2011, layanan itu digunakan oleh hampir 2,5 juta pelanggan.

SATELIT

Ide dasar munculnya embrio televisi berasal dari Paul Niokow saat ia
menciptakan alat scan disk pada 1880-an. Namun Philo Farnsworth-lah yang
menjadi orang pertama secara elektronik mengirimkan gambar melalui udara
pada 1927 dengan mengirimkan tanda uang dolar. Tiga tahun kemudian (1930), ia
menerima hak paten untuk televisi elektronik pertama kali. Pada 1932, Vladimir
Zworykin menemukan sarana mengonversi sinar cahaya menjadi sinar elektronik
yang dapat dikirimkan pada pesawat penerima. RCA sangat tertarik dengan
penemuan itu, maka RCA menawarkan diri pada Zworykin agar mau
mendemonstrasikan televisi penemuannya pada pameran Dunia 1939.

Pada 1941, Federal Communication Commission (FCC) Amerika menunjuk 13
saluran yang digunakan untuk transmisi televisi hitam putih. Komisi itu
mengeluarkan hampir 100 izin stasiun televisi. Pada 1848 diberlakukan aturan
pembekuan izin terkait masalah teknis. Sesuai data dari www.tfi.com/ctu hampir
ada 4000 rumah tangga yang memiliki televisi pada 1950. Dalam satu dekade
selanjutnya meningkat dari 9% menjadi 87%. Pada 2010, sekitar 288,5 juta orang
Amerika memiliki televisi dan terus naik sekitar 0,8% dari 2009. Waktu rata-rata
bulanan yang dihabiskan untuk menonton mencapai 158 jam dan 47 menit,
meningkat 0,2% dari tahun sebelumnya (Brown, 2014).

23

Pada 1980, High Definition Television (HDTV) Jepang menunjukkan kenaikan
kualitas gambar lebih dari 1.100 baris data dalam gambar televisi. Peningkatan ini
memungkinkan gambar berkualitas tinggi banyak yang harus ditransmisikan
dengan lebih sedikit pancaran gelombang elektromagnetik per sinyal. Pada 1996,
FCC menyetujui standar transmisi televisi digital dan berwenang menyiarkan
saluran Stasiun televisi periode 10 tahun untuk memungkinkan transisi ke HDTV.
Akibatnya, masa transisi itu membuat semua televisi analog yang lebih dahulu
muncul tersingkir karena tidak dapat memproses sinyal HDTV (Campbell, 2002).

Pada 1 Agustus 2001, 10 jaringan televisi terbesar telah masuk dalam jaringan
HDTV. Hampir 83% semua televisi Amerika telah menerima izin untuk
mengaplikasikan fasilitas HDTV. Namun demikian, penetrasi HDTV ke pemakai
televisi rumah tangga melambat karena harga televisi relatif mahal.
Perkembangan selanjutnya di musim gugur 2010, b0% rumah tangga televisi
Amerika telah memiliki setidaknya satu set HDTV.

Saat berkembangnya televisi HDTV, televisi 3D sudah mulai ada. Namun tidak
semua rumah tangga Amerika memanfaatkan fasilitas tersebut karena tidak
banyak isi televisi yang berkaitan dengan tampilan 3D dan kacamata 3D tidak
nyaman untuk dipakai. Selama musim gugur 2011-2012, perusahaan Nielsen
melaporkan bahwa jumlah rumah tangga Amerika dengan televisi mengalami
penurunan. Penurunan terjadi dari 115.900.000 menjadi 114.700.000. Penurunan
terjadi sekitar 2,2%, padahal perkembangan kenaikan pernah mencapai 96%.
Penurunan ini terjadi tidak saja karena krisis ekonomi tetapi tantangan baru
media di luar televisi terutama media online (Brown, 2014).

TELEVISI KABEL

Televisi kabel muncul untuk mengatasi gangguan sinyal gelombang
elektromagnetik. John Watson adalah orang yang berjasa mengembangkan
sistem antena induk pada 1948. Robert J. Tarlton (Pennsylvania) dan Ed Parsosns
(Oregon) telah menyiapkan sistem itu juga pada 1949 dengan menggunakan
antena tunggal untuk menerima program melalui udara dan menyalurkannya

24

melalui kabel coaxial ke beberapa pengguna (Baldwin & McVoy, 1983). FCC
melihat adanya potensi besar televisi kabel itu. Pada awalnya, FCC memilih untuk
tidak mengatur televisi sistem kabel itu, tetapi setelah muncul media baru yang
menjadi ancaman, sistem kabel juga menjadi perhatian pemerintah. Saat
pemerintahan Presiden Ronald Reagen, aturan televisi kabel mulai diterapkan
karena semakin berkembangnya sistem itu (Brown, 2014).

Pada awal abad ke-21, pelanggan televisi kabel mulai menerima akses ke
beberapa pilihan, seperti video digital, video penerimaan, DVR, HDTV, dan
telepon. Kesuksesan kabel digital mendorong FCC memutuskan untuk
menghilangkan siaran televisi analog pada 17 Februari 2009. Akan tetapi, pada
September 2007, FCC dengan suara bulat tetap memberikan kesempatan Siaran
televisi analog. Kebijakan ini dirancang untuk memberikan layanan bagi

televisi lokal agar tidak terganggu dengan aturan baru bagi semua pengguna
televisi kabel. Kebijakan tersebut bisa melindungi sekitar 40 juta (35%) rumah
tangga yang masih tetap menggunakan sistem analog (Brown, 2014).

Layanan telepon menjadi luas melalui kabel selama beberapa tahun sebelum
abad ke-21, bahkan pernah mencapai 3,6 juta pelanggan pada akhir 2004. Industri
menawarkan layanan telepon melalui Voice Over Internet Protocol (VoIP) untuk
38% rumah tangga kabel, menarik 600.000 pelanggan. Jumlah itu terus tumbuh
menjadi 1,2 juta pada Juli 2005 (Amobi, 2005)

Pada awal abad ke-21, pertumbuhan kabel juga terlihat dari munculnya Video
On Demand (VOD) yang menawarkan pelanggan televisi kabel kemampuan untuk
memesan program secara langsung. Pembelian VOD meningkat 21% dibanding
2010 dan menghasilkan pendapatan sekitar $1,8 miliar dolar.

25

Penetrasi kabel menurun setelah 2000, namun penggunaan kombinasi antara
kabel dan satelit terus meningkat. Di seluruh dunia, televisi berbayar berkembang
di abad baru, terutama di pasar digital. Dari 2009-2010, pelanggan meningkat dari
648 juta menjadi 704 juta rumah tangga. Menurut lembaga penelitian ABI,
diperkirakan ada 704 juta pelanggan TV berbayar pada 2011. Setengahnya
menjadi pelanggan televisi digital dan sekitar 225 rumah tangga akan
berlanggaran HDTV.

SATELIT PEMANCAR LANGSUNG DAN PESAING TV KABEL LAIN

Teknologi satelit dimuai pada 1940-an, tetapi Home Box Office (HB0) menjadi
layanan pertama yang menggunakannya. HBO memakainya untuk menyiarkan
hiburan pada 1976, ketika perusahaan pemrograman untuk afiliasi kabelnya.
Jaringan lain segera mengikuti langkah HBO, juga stasiun siaran individu (WTBS,
WGN, WwOR, dan Wpix).

Pesaing untuk industri kabel mulai bermunculan-termasuk berbagai teknologi
baru. Laporan FCC menyebutkan, la membedakan antara Home Satellite Dish
(HSD) atau sistem parabola rumah dan satelit siaran langsung atau Direct
Broadcast Satellite (DBS). Keduanya dimasukkan sebagai MVPDs (Multichannel
Video Program Distributors) yang mencakup televisi kabel, sistem nirkabel yang
disebut dengan Multichannel Multipoint Distribution Services (MMDS), dan
sistem kabel swasta yang disebut dengan Satellite Master Antenna Televi wesion
(SMATV).

VIDEO RUMAHAN

Meskipun VCR muncul pada akhir 1970, tetapi ketercukupan standar teknis
sangat lambat dalam mengadopsi perangkat baru. Setelah kapasitas merekam
lebih lama dari format VHS memenangkan penerimaan publik yang lebih besar
atas gambar berkualitas tinggi dari Betamax, popularitas rekaman rumah, dan
pemutaran cepat dipacu.

26

Sebagaimana dicatat oleh T.N Amobi dan W.H. Donald (2007), pada 2004
belanja sewa untuk rekaman video dan DVD mencapai $24,5 miliar dolar jauh
melebihi $9,4 miliar yang dihabiskan untuk tiket film pada tahun itu. Selama 2005,
penjualan DVD meningkat 400% dibandingkan 2000. Ada kenaikan dari $4 miliar
dolar menjadi $15,7 miliar dolar. Namun, tingkat pertumbuhan tahunan berbalik
arah dan melambat pada tahun itu sampai 45% dan terus menurun sampai 2%
pada tahun berikutnya. Penjualan VHS hanya mencapai $300 juta dolar pada 2006
(Brown, 2014).

Faktor-faktor dalam penurunan VHS dan DVD ini akibat kenaikan permintaan
layanan video kabel dan satelit, termasuk video broadband, serta download isi
digital (Amobi, 2009). Sampai awal 2008, persaingan antara pendukung HD-DVD
dan format Blu-ray belum terselesaikan, dan beberapa studio berencana untuk
mendistribusikan film di kedua format. Blu-ray tampaknya muncul sebagai
pemenang pada 2008 ketika perusahaan besar (misalnya Time Warner, Wal-Mart,
Netflix) menyatakan kesetiaan untuk mengikuti format tersebut. Pada Juli 2010,
penetrasi Blu-ray mencapai 17% rumah tangga di Amerika (Gruenwedel, 2010),
dan 170 juta Blu-ray didistribusikan tahun itu (Amobi, 2011b). Perekam video
digital (DVR, juga disebut perekam video pribadi/PVR) memulai debutnya pada
2000. Pada 2001 berhasil terjual sekitar 500.000 unit (FCC, 2002).

3. ERA DIGITAL

Era digital merupakan transisi dalam mode pengiriman pesan yang memakai
alat bantu. Meskipun sudah berubah ke era digital, namun isinya dalam beberapa
kasus tidak banyak perubahan. Dengan media lain, seperti media sosial, isi digital
menjadi media baru bagi orang yang berkomunikasi. Bagian era digital ini hanya
berisi sejarah perkembangan komputer dan internet.

27

Bagian pembahasan sebelumnya (HDTV, film di DVD) dapat dianggap sebagai
bagian dari era digital juga. Namun demikian, diskusi dari bagian tersebut
dianggap berada di bawah era sebelumnya (era sebelum digital).

KOMPUTER

Intel memperkenalkan prosesor kecil (microprocessor) pertama pada 1971 The
MITS Altair (8080 prosesor dan 256 bjyte, "Random Access Memory (RAM)). dijual
seharga $498 dolar pada 1975. la juga mengenalkan perangkat komputer untuk
individu. Pada 1977, Radio Shack menawarkan komputer TRS80 rumah, dan Apple
II menetapkan standar baru untuk komputasi personal, menjual untuk $1.298
dolar. Perusahaan lain mulai memperkenalkan komputer pribadi, dan pada 1978,
sekitar 212.000 komputer pribadi yang dikirim untuk dijual.

S.H. Kessler dalam tulisannya Industry Surveys: Computers Services and the
Internet (2011) mengungkapkan di awal perkembangannya, komputer dipakai
untuk membantu kegiatan akuntansi. Ketika komputer dianggap cukup kecil dan
mudah diletakkan di meja kantor pada 1980-an, banyak yang menggunakan untuk
mengolah data, termasuk diminati sebagai komputer rumah. Pada 1990-an
tercatat adanya pertumbuhan jaringan komputer karena mulai banyak orang yang
memanfaatkannya. Pengiriman komputer di seluruh dunia tumbulh setiap tahun
lebih dari 20% antara 1991 sampai 1995 (Brown, 2014).

Pada 1997, mayoritas rumah tangga dengan penghasilan tahunan lebih dari
$50.000 dolar AS memiliki komputer pribadi. Pada saat itu, komputer dijual
dengan harga $2000 dolar. Pada 1990-an, harga komputer mengalami penurunan
di bawah $1000 dolar per unit. Hampir 60% rumah tangga Amerika memiliki
komputer pada tahun-tahun setelahnya.

28

PENETRASI DAN PENGGUNAAN

Selama dekade pertama abad ke-21, internet menjadi alasan utama Konsumen
membeli komputer baru. Modem kabel dan Digital Subscriber LITes (DsL) saluran
telepon meningkat di kalangan pengguna rumah sebagai Satdna untuk
menghubungkannya ke internet. Itu disebabkan karena lebih ddScparuh rumah
tangga Amerika mengakses internet dan koneksinya (koneksi broadband) juga
semakin tinggi.

Data menunjukkan, pada 2008, 74 juta (63%) rumah tangga di Amerika
memiliki akses broadband kecepatan tinggi (Kessler, 2011). Pada Juni 2013, ada
sekitar 91.342.000 langganan broadband tetap dan 299.447.000 juta pelanggan
Amerika memiliki langganan broadband nirkabel (OECD, 2013) meningkat dalam
pengiriman komputer Amerika dan penetrasi rumah. Pada 1998, 42,1% rumah
tangga di Amerika memiliki komputer pribadi (AS Biro Sensus, 2006). Setelah awal
abad ke-21, harga komputer pribadi menurun dan penetrasi meningkat dari 63%
pada 2000 menjadi 77% pada 2008 (Forrester Research seperti dikutip dalam
Kessler, 2011). Di seluruh dunia, penjualan komputer pribadi meningkat 34% dari
287 juta di 2008, menjadi 385 juta pada 201l (Brown, 2014).

INTERNET

Sejarah singkat internet dimulai pada 1960 dengan nama ARPANET. ARPANET
adalah proyek jaringan Advanced Research Projects Agency (ARPA), di bawah
naungan Departemen Pertahanan AS. Proyek itu bertujuan untuk kepentingan
militer dan peneliti agar terhubung di beberapa saluran yang menghubungkan
komputer. Jaringan itu digunakan untuk berbagi data dan sistem tetap berjalan
yang tidak bisa dilakukan pada komunikasi tradisional.

29

Lembaga awal yang menggunakan komputer kebanyakan universitas dan
laboratorium penelitian pribadi. Komputer telah nyata mendukung peredaran
surat elektronik dan informasi lain yang tersaji dalam komputer Penggunaan
internet meningkat secara drastis pada 1982 setelah National Science Foundation
didukung kecepatan tinggi dengan jaringan ke beberapa lokasi di seluruh Amerika
Serikat. Setelah runtuhnya Uni Soviet pada 1980- an, pengguna militer
ditinggalkan ARPANET, namun pengguna pribadi terus menggunakannya dan
transmisi multimedia audio dan video menjadi sangat mungkin untuk sistem ini.

Perkembangan internet di Indonesia juga mengalami kenaikan drastis.
Berdasar data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia jumlah
pengguna internet sebagai berikut;

Munculnya dalam bentuk digital telah menikmati pertumbuhan eksplosif
selama era digital. Horrigan (2005) mencatat bahwa tingkat adopsi internet
kecepatan tinggi sangat tinggi dibanding teknologi elektronik lainnya. Dia
mengamati bahwa 10% dari populasi menggunakan akses internet kecepatan
tinggi kurang dari lima tahun. Komputer pribadi memerlukan 4 tahun, pemutar CD
membutuhkan 4,5 tahun, telepon seluler memerlukan 8, VCR mengambil 10
tahun, sementara itu televisi warna membutuhkan waktu sekitar 12 tahun. Awal
visi dari internet tidak termasuk penekanan pada hiburan dan informasi kepada
masyarakat umum yang telah muncul. Kombinasi media baru ini dengan media
yang lebih tua disebut dengan konvergensi, mengacu pada penggabungan fungsi
media lama dan baru. Pada 2002, FCC (2002) melaporkan bahwa jenis yang paling
penting dari konvergensi yang terkait dengan isi video adalah bergabungnya
layanan internet. Laporan itu juga mencatat bahwa perusahaan dari berbagai area
bisnis menyediakan berbagai video, data, dan layanan komunikasi lainnya (Brown,
2014).

30

Satu abad yang lalu radio dan rekaman bergabung dalam alat yang sama, tak
terkecuali dengan media-media sekarang ini. Media dalam beberapa tahun
terakhir telah konvergen dengan kecepatan yang jauh lebih cepat. Sebagai media
yang pernah mencapai distribusi yang paling luas pada zamannya, media cetak
mengalami penurunan sepanjang 1990-an, sementara itu popularitas internet
justru tumbuh pesat.

John Naisbitt dan Patria Aburdene dalam New Directions For the 1990's
Megatrands 2000 (1990) mengatakan ada beberapa kenyataan yang
memengaruhi dan menaungi kehidupan umat manusia di abad ke-21 antara lain
(1) Bom ekonomi global pada 1990-an; (2) Renaissance dalam seni; (3) Munculnya
sosialisme pasar bebas; (4) Gaya hidup global dan nasionalis me kultural; (5)
Penswastaan negara kesejahteraan, (6) Kebangkitan tepi pasifik; (7) Dasawarsa
wanita dalam kepemimpinan, (8) Abad biologi; (9) Kebangkitan agama milenium
baru; dan (10) Kejayaan individu.

31


Click to View FlipBook Version