PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI
A. Konsep Dasar Persamaan Akuntansi
1. Persamaan Dasar Akuntansi
a. Konsep mendasar dari struktur dasar akuntansi adalah hak
(kepemilikan), namun disertai kewajiban dari pihak lain.
b. Aset (harta) yang dimiliki oleh badan usaha dapat berasal dari
pemilik yang dititipkan untuk dikelola badan usaha dalam rangka
mendapatkan tujuan perusahaan berupa laba atau memberikan
layanan kepada konsumen.
Atas dasar pengertian itu, dapat diformulasikan persamaan sebagai
berikut :
ASET = EKUITAS PEMILIK
Untuk lebih jelasnya, perhatikan contoh berikut.
Pada tanggal 1 Januari 2020, Nn. Ririn membuka usaha salon
dengan nama “Salon Yakin Cantik”. Untuk itu Nn. Ririn
memindahkan uang pribadinya ke kas Salon Yakin Cantik sejumlah
Rp. 100.000.000,- Jika transaksi ini dicatat pada persamaan
akuntansi, akan terlihat sebagai berikut.
Tgl ASET = KEWAJIBAN + EKUITAS PEMILIK
KAS = KEWAJIBAN + EKUITAS PEMILIK
JAN 1 100.000.000,- = 100.000.000,-
2. Pengertiannya hak atau aset yang dititipkan pemilik badan usaha harus
sama nilainya dengan hak dan klaim dari pemilik badan usaha. Andaikan
Salon Yakin Cantik perlu mendapatkan dana tambahan untuk
memperkuat sumber daya yang ada dengan cara meminjam,
bertambahlah aset perusahaan. Dengan demikian diperoleh persaman
akuntansi sebagai berikut.
ASET = KEWAJIBAN + EKUITAS PEMILIK
Contoh : Tanggal 2 Januari 2020, Salon Yakin Cantik membeli peralatan
salon seharga Rp. 20.000.000,- dengan cara kredit. Jika transaksi dicatat
pada persamaan akuntansi akan terlihat sebagai berikut :
TGL ASET = KEWAJIBAN + EKUITAS PEMILIK
KAS + PERALATAN = UTANG USAHA + EKUITAS PEMILIK
JAN 1 100.000.000 = 100.000.000
2
+ 20.000.000 = 20.000.000 +
SALDO
100.000.000 + 20.000.000 = 20.000.000 + 100.000.000
3. Dari persamaan akuntansi, dapat disimpulkan bahwa harta atau aset di
satu pihak akan selalu sama dengan kewajiban dan ekuitas pemilik di
pihak lain.
4. Harta dalam hal ini adalah dalam arti himpunan karena harta itu banyak
jenisnya, misal uang tunai (kas), perlengkapan, peralatan, tanah dan lain-
lain. Kewajiban juga dapat diartikan dalam pengertian himpunan yang
dapat dibagi menjadi utang kepada A, utang kepada B dan lain-lain.
5. Penulisan persamaan akuntansi sengaja mendahulukan kewajiban dari
ekuitas pemilik karena jika dikemudian hari badan usaha dipailitkan,
badan usaha harus melunasi kewajibannya pada debitur (tempat
berutang) terlebih dahulu, sisanya baru menjadi hak pemilik badan usaha.
Berapapun jumlah transaksi yang dilakukan, selalu terjadi persamaan
akuntansi, yaitu aset disatu pihak akan selalu sama dengan kewajiban dan
ekuitas pemilik di pihak lain.
B. Penggolongan Akun
Akun dikelompokkan kedalam tiga kategori yang luas sesuai dengan
persamaan dasar akuntansi, yaitu Aktiva, Liabilitas, dan Ekuitas.
a. Aktiva
Aktiva (aset) adalah sumber daya ekonomi yang akan memberikan
manfaat kepada perusahaan di masa depan. Akun aktiva terdiri dari :
1. Kas (Cash)
2. Piutang Usaha (Account Receivable)
3. Wesel Tagih (Note Receivable)
4. Beban Dibayar Dimuka (Prepaid Expense)
5. Tanah (Land)
6. Bangunan (Building)
7. Peralatan (Equipment)
b. Liabilitas (Kewajiban)
Kewajiban merupakan utang atau kewajiban perusahaan kepada pihak
lain akibat transaksi yang terjadi pada masa lampau. Akun-akun yang
termasuk dalam akun liabilitas (kewajiban) yaitu :
1. Utang Usaha (Account Payable)
2. Wesel Bayar (Note Payable)
3. Kewajiban Akrual (Accrued Liability)
4. Kewajiban Jangka Panjang (Long term Liability)
c. Ekuitas Pemilik
Ekuitas merupakan hak pemilik perusahaan atas kekayaan (aset)
perusahaan. Ekuitas terdiri atas beberapa akun yaitu :
1. Modal (Capital)
2. Penarikan oleh pemilik (Prive)
3. Pendapatan (Revenue)
4. Beban (Expense)
C. Analisis Transaksi dan Pencatatan dalam Persaman Dasar
Akuntansi
1. Konsep mendasar dari struktur dasar akuntansi adalah terjadinya hak
(kepemilikan) di satu pihak akan selalu disertai dengan kewajiban di
pihak lain. Sebagai petunjuk, ketika menganalisis suatu transaksi,
ingatlah bahwa setiap transaksi keuangan yang terjadi akan
mempengaruhi sedikitnya dua jenis akun.
a. Tgl 1 Januari 2020, Nn. Ririn menyetor uang pribadinya pada Salon
Yakin Cantik berupa uang tunai Rp. 100.000.000,-
Analisis : Harta berupa kas untuk Salon Yakin Cantik bertambah
Rp.100.000.000,- dan di pihak lain Ekuitas Pemilik bertambah
Rp.100.000.000,-
b. Tgl 2 Januari 2020, dibeli peralatan salon dengan kredit dari Toko
Utama seharga Rp. 30.000.000,-
Analisis : Harta berupa peralatan salon bertambah Rp.30.000.000,-
Dan di pihak lain kewajiban berupa utang usaha bertambah
Rp.30.000.000,-
c. Tgl 3 Januari 2020, dibayar gaji karyawan Rp. 6.000.000,-
Analisis : Harta perusahaan berupa kas berkurang Rp.6.000.000,-
Di pihak lain ekuitas pemilik juga berkurang Rp. 6.000.000,-
d. Tgl 4 Januari 2020, Salon Yakin Cantik menyelesaikan pekerjaan
salon dan difakturkan untuk ditagih sejumlah Rp. 20.000.000,-
Pada Group musik Harmoni.
Analisis : Harta berupa piutang bertambah Rp.20.000.000,- di pihak
lain ekuitas pemilik bertambah Rp. 20.000.000,-
e. Tgl 5 Januari 2020, dibayar utang kepada Toko Utama sebesar
Rp.25.000.000,-
Analisis : Harta berupa kas berkurang Rp.25.000.000,- dan
kewajiban pada Toko Utama juga berkurang Rp.25.000.000,-
f. Tgl 6 Januari 2020, diterima pembayaran piutang dari group Musik
Harmoni sebesar Rp. 15.000.000,-
Analisis : Harta berupa kas bertambah Rp.15.000.000,- dan harta
berupa piutang berkurang Rp.15.000.000,-
g. Tgl 10 Januari 2020, dibeli perlengkapan salon dari Toko Utama
sebesar Rp.14.000.000,- secara kredit.
Analisis : Harta berupa perlengkapan salon bertambah
Rp.14.000.000,- utang juga bertambah RP.14.000.000,-
h. Tgl 12 Januari 2020, diterima tunai dari hasil pekerjaan salon
sebesar Rp.28.000.000,-
Analisis : Harta berupa kas bertambah Rp.28.000.000,- dan dilain
pihak penerimaan pendapatan ini menambah ekuitas pemilik
Rp.28.000.000,-
i. Tgl 15 Januari 2020, difakturkan untuk ditagih hasil pekerjaan salon
pada Group Musik Harmoni sejumlah Rp.27.000.000,-
Analisis : Harta berupa piutang bertambah Rp.27.000.000,-
bersamaan dengan itu transaksi pendapatan ini menambah ekuitas
pemilik Rp.27.000.000,-
j. Tgl 20 Januari 2020, Nn. Ririn mengambil untuk keperluan
pribadinya sejumlah Rp.10.000.000,-
Analisis : Harta berupa kas berkurang Rp.10.000.000,- dan di pihak
lain ekuitas pemilik juga berkurang Rp.10.000.000,-
k. Tgl 24 Januari 2020, diterima piutang dari Group Musik Harmoni
sebesar Rp.25.000.000,-
Analisis : Harta berupa kas bertambah Rp.25.000.000,- di pihak lain
harta berupa piutang juga berkurang Rp.25.000.000,-
l. Tgl 26 Januari 2020, dibayar sewa ruangan yang dipakai untuk
kegiatan salon sejumlah Rp.7.000.000,-
Analisis : Harta berupa kas berekurang Rp.7.000.000,- dan di pihak
lain ekuitas pemilik juga berkurang Rp.7000.000,- karena
pembayaran sewa ini merupakan beban bagi perusahaan.
m. Tgl 28 Januari 2020 dibeli perlengkapan salon dari Toko Utama
sebesar Rp.15.000.000,- dimana sebesar Rp.5.000.000,- dibayar
tunai sisanya seminggu kemudian.
Analisis : Harta berupa perlengkapan salon bertambah
Rp.15.000.000,- harta berupa kas berkurang Rp.5.000.000,- di pihak
lain kewajiban perusahaan bertambah sebesar Rp.10.000.000,-
n. Tgl 31 Januari 2020, setelah diinventarisir, ternyata perlengkpan
salon yang masih ada berjumlah Rp.10.000.000,-
Analisis : Harta perusahaan berupa perlengkapan salon berkurang
sebesar Rp.19.000.000,- di pihak lain ekuitas pemilik juga berkurang
Rp.19.000.000,-
Berdasarkan transaksi di atas, pencatatan dalam persamaan dasar
akuntansi sebagai berikut :
TGL KET ASET = KEWAJIBAN + EKUITAS
PEMILIK
KAS + PIUTANG + PERLENG + PERA = UTANG + MODAL
USAHA KAPAN LATAN USAHA Nn.RIRIN
Jan 1 Setoran 100.000 = 100.000
2 Beli kredit +30.000 = 30.000
Saldo 100.000 + 30.000 = 30.000 + 100.000
3 Bbn gaji (6.000) = (6.000)
Saldo 94.000 + 30.000 = 30.000 + 94.000
4 Pendptan + 20.000 += + 20.000
Saldo 94.000 + 20.000 + 30.000 = 30.000 + 114.000
5 Byr utang (25.000) + + = (25.000) +
Saldo 69.000 + 20.000 + 30.000 = 5.000 + 114.000
6 Diterima 15.000 + (15.000)
+= +
Saldo 84.000 + 5.000 + 30.000 = 5.000 + 114.000
10 Beli kredit
+ + 14.000 + = 14.000 +
Saldo 84.000 + 5.000 + 14.000 + 30.000 = 19.000 + 114.000
12 Pendptan 28.000 +
+ += + 28.000
15 Saldo 112.000 + 5.000 + 14.000 + 30.000 = 19.000 + 142.000
Pendptan + 27.000 + += + 27.000
20 Saldo 112.000 + 32.000 + 14.000 + 30.000 = 19.000 + 169.000
Prive
(10.000) + + += + (10.000)
24 Saldo 102.000 + 32.000 + 14.000 + 30.000 = 19.000 + 159.000
Diterima +
25.000 + (25.000) + +=
26 Saldo 127.000 + 7.000 + 14.000 + 30.000 = 19.000 + 159.000
Bbn sewa (7.000) + + += + ( 7.000)
28 Saldo 120.000 + 7.000 + 14.000 + 30.000 = 19.000 + 152.000
Beli kredit (5.000) + + 15.000 + = 10.000 +
Saldo 115.000 + 7.000 + 29.000 + 30.000 = 29.000 + 152.000
31 Bbn plkgp + + (19.000) + = + ( 19.000)
Saldo 115.000 + 7.000 + 10.000 + 30.000 = 29.000 + 133.000