Pedoman Akuntansi PT. SPR LANGGAK 51 | P a g e R 1 [ 0 1 / 0 5 / 2 0 1 0 ] - R 2 [ 1 9 / 0 5 / 2 0 1 1 ] 450 – ACCUM DEPR ASSET RETIRED PENDING APPROVAL BPMIGAS Prime : Akumulasi depresiasi barang-barang kapital yang dalam proses usulan pengahapusan ke BPMIGAS Lokasi : 0 Umum Sub : Tidak Ada Detail A : Tidak Ada Detail B : Tidak Ada Detail C : Tidak Ada Penjelasan : Di kredit pada saat pengajuan usulan penghapusan dan di debit pada saat usulan penghapusan disetujui oleh BPMIGAS. Saat usulan penghapusan Dr. Asset Retired Pending Approval – 440.000 Cr. Accum Depr asset Retired Pending Approval – 450.000 Saat usulan penghapusan disetujui Dr. Accum Depr asset Retired Pending Approval – 450.000 Cr. Asset Retired Pending Approval – 440.000 511 – PREPAID - ASSET INSURANCE Prime : Pembayaran premi asuransi yang melewati satu periode tahun pembukuan yang akan dibebankan pada tahun berikutnya. Lokasi : Tidak Ada Sub : Tidak Ada Detail A : Customer Code (Vendor Code) Detail B : Tidak Ada Detail C : Tidak Ada Penjelasan : Debit untuk pembayaran premi kepada lembaga asuransi yang belum bisa di bebankan pada tahun buku berjalan. Saat pembukuan awal Dr. Biaya Asuransi (tahun berjalan) – 9XX.XXX Dr. Asset Insurance (tahun berikut) - 511.000 Cr. Bank – 12X.XXX
Pedoman Akuntansi PT. SPR LANGGAK 52 | P a g e R 1 [ 0 1 / 0 5 / 2 0 1 0 ] - R 2 [ 1 9 / 0 5 / 2 0 1 1 ] Saat pembebanan ke biaya pada tahun berikutnya Dr. Biaya Asuransi (tahun berjalan) – 9XX.XXX Cr. Asset Insurance (tahun berikut) - 511.000 512 – PREPAID - THIRD PARTY LIABILITIES INSURANCE Prime : Pembayaran asuransi kewajiban kepada pihak ketiga atas sumur produksi, eksplorasi dan pengembangan yang melewati satu periode tahun pembukuan yang akan dibebankan pada tahun berikutnya. Lokasi : Tidak Ada Sub : Tidak Ada Detail A : Customer Code (Vendor Code) Detail B : Tidak Ada Detail C : Tidak Ada Penjelasan : Debit saat pembayaran asuransi TPL dan dikredit pada saat pembebanan biaya. Saat pembayaran Dr. Biaya Asuransi (tahun berjalan) – 9XX.XXX Dr. Third party liabilities (tahun berikut) – 512.000 Cr. Bank – 12X.XXX Saat pembebanan biaya pada tahun berikutnya Dr. Biaya Asuransi (tahun berjalan) – 9XX.XXX Cr. Third party liabilities (tahun berikut) – 512.000 513 – PREPAID - SECURITY DEPOSIT Prime : Security deposit terjadi untuk kontrak jangka panjang dimana PT SPR LANGGAK harus menyerahkan sejumlah dana sebagai jaminan diawal kontrak dan dikembalikan pada saat kontrak berakhir (contoh kontrak Sewa gedung). Lokasi : Tidak Ada Sub : Tidak Ada Detail A : Customer Code Detail B : Tidak Ada
Pedoman Akuntansi PT. SPR LANGGAK 53 | P a g e R 1 [ 0 1 / 0 5 / 2 0 1 0 ] - R 2 [ 1 9 / 0 5 / 2 0 1 1 ] Detail C : Tidak Ada Penjelasan : Di debet atas pembayaran deposit ke rekening pihak ketiga dan di kredit pada saat kontrak berakhir/tidak diperpanjang. Saat setoran Dr. Security Deposit -513.000 Cr. Bank – 12X.XXX Saat kontrak berakhir atau tidak di perpanjang Dr. Bank – 12X.XXX Cr. Security Deposit – 513.000 514 – PREPAID - FUEL Prime : Pembayaran dimuka atas pembelian BBM. Lokasi : Tidak Ada Sub : Tidak Ada Detail A : Customer Code (Vendor Code) Detail B : Tidak Ada Detail C : Tidak Ada Penjelasan : Di debet pada saat pembayaran BBM dan di kreditkan pada saat invoice diterima. Saat pembayaran advance Dr. Prepaid Fuel – 514.000 Cr. Bank – 12X.XXX Saat BBM dan invoice diterima Dr. Biaya cost allocation – 991.010 Cr. Prepaid Fuel – 514.000 515 – PREPAID - CASH CALL PG&T, HCT & TERMINALING Prime : Pembayaran dimuka atas sewa listrik, pipeline dan terminal. Lokasi : Tidak Ada Sub : Tidak Ada Detail A : Customer Code (Vendor Code)
Pedoman Akuntansi PT. SPR LANGGAK 54 | P a g e R 1 [ 0 1 / 0 5 / 2 0 1 0 ] - R 2 [ 1 9 / 0 5 / 2 0 1 1 ] Detail B : Tidak Ada Detail C : Tidak Ada Penjelasan : Di debet pada saat pengiriman Cash Call dan dikredit pada saat pembebanan biaya sewa listrik, pipeline dan terminal. Saat Pembayaran Prepaid Cash Call Dr. Cash Call PG&T, HCT & Terminalling – 515.000 Cr. Bank – 12X.XXX Saat debit memo diterima Dr. Maintenance & PG&T – Power - 922.030 Dr. Maintenance & PG&T – Pipeline & Terminaling - 922.040 Cr. Cash Call PG&T, HCT & Terminalling – 515.000 519 – PREPAID OTHERS Prime : Pembayaran dimuka lainnya. Lokasi : Tidak Ada Sub : Tidak Ada Detail A : Customer Code Detail B : Tidak Ada Detail C : Tidak Ada Penjelasan : Di debet pada saat uang muka dibayarkan dan di kredit pada saat pembebanan biaya. Saat uang dibayarkan. Dr. Prepaid Others - 519.000 Cr. Bank – 12X.XXX Saat pembebanan biaya Dr. Biaya – 9XX.XXX Cr. Prepaid Others - 519.000 520 – DEFFERED EXPENSE Prime : Digunakan untuk menampung pengeluaran-pengeluaran yang akan dibebankan ke pada periode berikutnya. Khusus untuk menampung expense project tahun berikutnya. Lokasi : Tidak Ada Sub : Tidak Ada Detail A : AFE Number
Pedoman Akuntansi PT. SPR LANGGAK 55 | P a g e R 1 [ 0 1 / 0 5 / 2 0 1 0 ] - R 2 [ 1 9 / 0 5 / 2 0 1 1 ] Detail B : Ada Detail C : Tidak Ada Penjelasan : Di debet pada saat pembayaran dan di kredit pada saat pembebanan sebenarnya. Saat pembayaran Dr. Deffered Expense – 520.000 Cr. Kas/Bank – 1XX.XXX Saat pembebanan (AFE diapprove) Dr. Biaya – 9XX.XXX Cr. Deffered Expense- 520.000 530 – CASH ADVANCE Prime : Uang yang dititipkan ke pihak lainnya yang belum diketahui peruntukannya. Lokasi : 0 Umum Sub : Tidak ada Detail A : Customer Code Detail B : Tidak Ada Detail C : Tidak Ada Penjelasan : Di debit saat pengiriman cash advance dan kredit saat pembebanan biaya. Saat pengiriman uang deposit Dr. Cash Advance - 530.000 Cr. Bank – 12X.XXX Saat pembebanan biaya Dr. Biaya – 9XX.XXX Cr. Cash Advance - 530.000 540 - INVESTMENT Prime : Perkiraan ini dipakai pada saat perusahaan melakukan ekspansi usaha (investasi). Lokasi : Tidak Ada
Pedoman Akuntansi PT. SPR LANGGAK 56 | P a g e R 1 [ 0 1 / 0 5 / 2 0 1 0 ] - R 2 [ 1 9 / 0 5 / 2 0 1 1 ] Sub : Tidak Ada Detail A : Customer Code Detail B : Tidak Ada Detail C : Tidak Ada Penjelasan : Didebet pada saat melakukan investasi dan di kredit saat berakhirnya investasi. Saat melakukan investasi Dr. Invesment - 540.000 Cr. Bank – 12X.XXX Saat berakhir investasi Dr. Bank – 12X.XXX Cr. Investment - 540.000 611– AP BPMIGAS Prime : Hutang kepada BPMIGAS. Lokasi : 0 Umum Sub : 10 Bonus (Signature & Production) 20 Overlift 30 GOI Lifting 90 Other Detail A : Tidak Ada Detail B : Tidak Ada Detail C : Tidak Ada Penjelasan : Hutang Bonus (Signature & Production) kepada BPMIGAS di kredit pada saat pengiriman debit note ke Shareholder dan di debet pada saat pembayaran kepada BPMIGAS. Jurnal lihat penjelasan di rekening 221.000 dan 231.000 Hutang Overlift kepada BPMIGAS di kredit pada saat pengiriman debit note ke Shareholder dan di debet pada saat pembayaran kepada BPMIGAS. Jurnal lihat penjelasan di rekening 222.000 dan 232.000 Hutang GOI Lifting kepada BPMIGAS di kredit pada saat pembebanan hasil penjualan GOI Lifting dan di debet pada saat pembayaran kepada BPMIGAS. Saat pembebanan hasil penjualan GOI Lifting Dr. Bank – 12X.XXX
Pedoman Akuntansi PT. SPR LANGGAK 57 | P a g e R 1 [ 0 1 / 0 5 / 2 0 1 0 ] - R 2 [ 1 9 / 0 5 / 2 0 1 1 ] Cr. AP BPMIGAS – 611.0XX Saat pembayaran kepada BPMIGAS Dr. AP BPMIGAS – 611.0XX Cr. Bank – 12X.XXX 612– AP PT SARANA PEMBANGUNAN RIAU (PT SPR) Prime : Hutang kepada PT SPR. Lokasi : 0 Umum Sub : 10 DMO Fee 20 Home Office (HO) Overhead 30 Under Lift 90 Other Detail A : Tidak Ada Detail B : Tidak Ada Detail C : Tidak Ada Penjelasan : Hutang DMO Fee kepada PT SPR di kredit pada saat pembuatan debit note ke BPMIGAS dan di debet pada saat pembayaran kepada Shareholder. Jurnal lihat penjelasan di rekening 211.000 Hutang HO Overhead kepada PT SPR di kredit pada saat pembebanan biaya overhead kepada PT SPR dan di debet pada saat pembayaran hutang overhead kepada PT SPR. Saat pembebanan biaya overhead kepada PT SPR Dr. Biaya Overhead – 9XX.XXX Cr. AP PT SPR HO Overhead – 612.020 Saat pembayaran overhead ke PT SPR Dr. AP PT SPR HO Overhead – 612.020 Cr. Kas/Bank – 1XX.XXX Hutang Underlift kepada PT SPR di kredit pada saat pembuatan debit note ke BPMIGAS dan di debet pada saat pembayaran kepada Shareholder. Jurnal lihat penjelasan di rekening 212.000
Pedoman Akuntansi PT. SPR LANGGAK 58 | P a g e R 1 [ 0 1 / 0 5 / 2 0 1 0 ] - R 2 [ 1 9 / 0 5 / 2 0 1 1 ] 613– AP KINGSWOOD Prime : Hutang kepada Kingswood. Lokasi : 0 Umum Sub : 10 DMO Fee 20 Home Office (HO) Overhead 30 Under Lift 90 Other Detail A : Tidak Ada Detail B : Tidak Ada Detail C : Tidak Ada Penjelasan : Hutang DMO Fee kepada Kingswood di kredit pada saat pembuatan debit note ke BPMIGAS dan di debet pada saat pembayaran kepada Shareholder. Jurnal lihat penjelasan di rekening 211.000 Hutang HO Overhead kepada Kingswood di kredit pada saat pembebanan biaya overhead kepada Kingswood dan di debet pada saat pembayaran hutang overhead kepada Kingswood. Saat pembebanan biaya overhead kepada Kingswood Dr. Biaya Overhead – 9XX.XXX Cr. AP Kingswood - HO Overhead – 613.020 Saat pembayaran overhead ke Kingswood Dr. AP Kingswood - HO Overhead – 613.020 Cr. Kas/Bank – 1XX.XXX Hutang Underlift kepada Kingswood di kredit pada saat pembuatan debit note ke BPMIGAS dan di debet pada saat pembayaran kepada Shareholder. Jurnal lihat penjelasan di rekening 212.000 621– AP OTHER PAYABLE-THIRD PARTY Prime : Hutang kepada pihak ketiga (Vendor) atas penerimaan barang atau jasa. Lokasi : 0 Umum Sub : Tidak Ada
Pedoman Akuntansi PT. SPR LANGGAK 59 | P a g e R 1 [ 0 1 / 0 5 / 2 0 1 0 ] - R 2 [ 1 9 / 0 5 / 2 0 1 1 ] Detail A : Customer Code ( Vendor Code ) Detail B : Tidak Ada Detail C : Detail C Neraca Penjelasan : Hutang kepada pihak ketiga (vendor) di kredit pada saat penerimaan barang atau jasa dan di debit saat pembayaran. Saat penerimaan barang atau jasa dari pihak ketiga (vendor) Dr. Biaya – 9XX.XXX Cr. AP Third Party - 621.000 Saat pembayaran kepada pihak ketiga (vendor) Dr. AP Third Party - 621.000 Cr. Bank – 12X.XXX 631– AP-VAT Prime : Hutang VAT kepada Kas Negara. Lokasi : 0 Umum Sub : 10 Withholding 20 Payment Detail A : Tidak Ada Detail B : Tidak Ada Detail C : Detail C Neraca Penjelasan : VAT- Withholding di kredit saat pembayaran invoice (pungutan) dan di debit bulan berikutnya. Saat pembayaran invoice (pungutan) Dr. VAT Not Yet Billed - 213.010 Cr. VAT Withholding - 631.010 ( Untuk penjelasan VAT Not yet Billed lihat jurnal 213.XXX) VAT- Payment di debit saat pembayaran ke kas negara dan kredit akhir bulan dan akhir tahun (lihat jurnal diatas). Saat pembayaran ke kas negara Dr. VAT Payment - 631.020 Cr. Bank – 12X.XXX
Pedoman Akuntansi PT. SPR LANGGAK 60 | P a g e R 1 [ 0 1 / 0 5 / 2 0 1 0 ] - R 2 [ 1 9 / 0 5 / 2 0 1 1 ] 632– AP-INCOME TAX PASAL 4 Induk : Hutang PPH Pasal 4 kepada Kas Negara. Lokasi : 0 Umum Sub : 10 Withholding 20 Payment Detail A : Tidak Ada Detail B : Tidak Ada Detail C : Detail C Neraca Penjelasan : Income Tax Pasal 4 - Withholding di kredit saat pembayaran invoice (pungutan) dan di debit bulan berikutnya. Saat pembayaran invoice (pungutan) Dr. Biaya – 9XX.XXX Cr. Income Tax Pasal 4 Withholding – 632.010 Income Tax Pasal 4 - Payment di debit saat pembayaran ke kas negara dan kredit bulan berikutnya (lihat jurnal di atas). Saat pembayaran ke kas negara Dr. Income Tax Pasal 4 Payment – 632.020 Cr. Bank – 12X.XXX 633– AP-INCOME TAX PASAL 21 Induk : Hutang PPH Pasal 21 kepada Kas Negara. Lokasi : 0 Umum Sub : 10 Withholding 20 Payment Detail A : Tidak Ada Detail B : Tidak Ada Detail C : Detail C Neraca Penjelasan : Income Tax Pasal 21- Withholding di kredit saat pembayaran gaji (pungutan) dan di debit bulan berikutnya. Saat pembayaran gaji (pungutan) Dr. Cost alokasi Salary Expense – 990.050
Pedoman Akuntansi PT. SPR LANGGAK 61 | P a g e R 1 [ 0 1 / 0 5 / 2 0 1 0 ] - R 2 [ 1 9 / 0 5 / 2 0 1 1 ] Cr. Income Tax Pasal 21 Withholding – 633.010 Income Tax Pasal 21- Payment di debit saat pembayaran ke kas negara dan kredit saat awal tahun berikutnya (lihat jurnal di atas). Saat pembayaran ke kas negara Dr. Income Tax Pasal 21 Payment – 633.020 Cr. Bank – 12X.XXX 634– AP-INCOME TAX PASAL 23 Induk : Hutang PPH Pasal 23 kepada Kas Negara Lokasi : 0 Umum Sub : 10 Withholding 20 Payment Detail A : Tidak Ada Detail B : Tidak Ada Detail C : Detail C Neraca Penjelasan : Income Tax Pasal 23- Withholding di kredit saat pembayaran invoice (pungutan) dan di debit bulan berikutnya. Saat pembayaran invoice (pungutan) Dr. Expense – 9XX.XXX Cr. AP - Income Tax Pasal 23 - Withholding - 634.010 Income Tax Pasal 23- Payment di debit saat pembayaran ke kas negara dan kredit bulan berikutnya (lihat jurnal di atas). Saat pembayaran ke kas negara Dr. AP - Income Tax Pasal 23 – Payment - 634.020 Cr. Bank – 12X.XXX 636– AP-CORPORATE AND DEVIDEN TAX PT. SPR Induk : Hutang Corporate and Deviden Tax PT. SPR kepada Kas Negara Lokasi : 0 Umum Sub : 10 Withholding 20 Payment Detail A : Tidak Ada
Pedoman Akuntansi PT. SPR LANGGAK 62 | P a g e R 1 [ 0 1 / 0 5 / 2 0 1 0 ] - R 2 [ 1 9 / 0 5 / 2 0 1 1 ] Detail B : Tidak Ada Detail C : Tidak Ada Penjelasan : Income Corporate & Deviden Tax - Withholding di kredit saat tagihan lifting dan di debit bulan berikutnya saat pembayaran ke Kas Negara. Saat tagihan lifting diterima Dr. AP – 612090 Total Nilai Lifting yang diterima Cr. AP – 612090 Total Nilai Lifting yang di transfer ke PT. SPR Cr. AP – Corporate & Deviden Tax - Withholding - 636.010 Income Corporate & Deviden Tax - Payment di debit saat pembayaran ke kas negara dan kredit bulan berikutnya (lihat jurnal di atas). Saat pembayaran ke kas negara Dr. AP - Corporate & Deviden Tax – Payment - 636.020 Cr. Bank – 12X.XXX 641– AP-JAMSOSTEK Induk : Hutang Jamsostek adalah iuran Jamsostek yang terdiri dari kontribusi karyawan dan kontribusi perusahaan yang dibayarkan kepada Jamsostek setiap bulannya. Lokasi : 0 Umum Sub : 10 Company Withholding 20 Employee Withholding 30 Payment Detail A : Tidak Ada Detail B : Tidak Ada Detail C : Tidak Ada Penjelasan : Hutang Jamsostek- Company Withholding dan Employee Withholding di kredit saat pembayaran gaji (pungutan) dan di debit bulan berikutnya. Hutang Jamsostek- Payment di debit saat pembayaran kepada Jamsostek dan di kredit bulan berikutnya.
Pedoman Akuntansi PT. SPR LANGGAK 63 | P a g e R 1 [ 0 1 / 0 5 / 2 0 1 0 ] - R 2 [ 1 9 / 0 5 / 2 0 1 1 ] Saat pembayaran gaji (pungutan) Dr. Biaya Jamsostek – 9XX.XXX Dr. Bank – 12X.XXX Cr. AP - Jamsostek Company Withholding - 641.010 Cr. AP - Jamsostek Employee Withholding - 641.020 Saat pembayaran ke Jamsostek Dr. Jamsostek Payment - 641.030 Cr. Bank – 12X.XXX 642– AP-PENSION Induk : Hutang Pension adalah iuran pensiun pegawai yang terdiri dari kontribusi karyawan dan kontribusi perusahaan yang dibayarkan kepada dana pensiun setiap bulannya. Lokasi : 0 Umum Sub : 10 Company Withholding 20 Employee Withholding 30 Payment Detail A : Tidak Ada Detail B : Tidak Ada Detail C : Tidak Ada Penjelasan : Hutang Pension- Company Withholding dan Employee Withholding di kredit saat pembayaran gaji (pungutan) dan di debit bulan berikutnya. Hutang Pension- Payment di debit saat pembayaran kepada Pension dan di kredit saat awal tahun berikutnya. Saat pembayaran gaji (pungutan) Dr. Biaya Pension – 9XX.XXX Dr. Bank – 12X.XXX Cr. AP Pension Company Withholding - 642.010 Cr. AP Pension Employee Withholding - 642.020 Saat pembayaran ke Pension Dr. AP Pension Payment - 642.030 Cr. Bank – 12X.XXX
Pedoman Akuntansi PT. SPR LANGGAK 64 | P a g e R 1 [ 0 1 / 0 5 / 2 0 1 0 ] - R 2 [ 1 9 / 0 5 / 2 0 1 1 ] 643– AP-SAVING PLAN Induk : Hutang Saving Plan adalah iuran tabungan/DPLK pegawai yang terdiri dari kontribusi karyawan dan kontribusi perusahaan yang dibayarkan kepada Dana Pensiun setiap bulannya. Lokasi : 0 Umum Sub : 10 Company Withholding 20 Employee Withholding 30 Payment Detail A : Tidak Ada Detail B : Tidak Ada Detail C : Tidak Ada Penjelasan : Hutang Saving Plan- Company Withholding dan Employee Withholding di kredit saat pembayaran gaji (pungutan) dan di debit bulan berikutnya. Hutang Saving Plan- Payment di debit saat pembayaran kepada Saving Plan dan di kredit bulan berikutnya. Saat pembayaran gaji (pungutan) Dr. Biaya Saving Plan – 9XX.XXX Dr. Bank – 12X.XXX Cr. AP Saving Plan Company Withholding - 643.010 Cr. AP Saving Plan Employee Withholding - 643.020 Saat pembayaran Saving Plan Dr. AP Saving Plan Payment - 643.030 Cr. Bank – 12X.XXX 651– AP TEMPORARY ACCOUNT-SALARY Induk : Temporary Account-Salary adalah Perkiraan sementara untuk pembebanan biaya gaji. Lokasi : 0 Umum Sub : Tidak Ada Detail A : Tidak Ada Detail B : Tidak Ada Detail C : Tidak Ada
Pedoman Akuntansi PT. SPR LANGGAK 65 | P a g e R 1 [ 0 1 / 0 5 / 2 0 1 0 ] - R 2 [ 1 9 / 0 5 / 2 0 1 1 ] Penjelasan : Temporary Account-Salary di kredit pada saat timbulnya pembebanan biaya gaji dari karyawan dan di debit saat pembayaran gaji. Saat pembebanan gaji Dr. Biaya Departemen (Gaji) – 9XX.XXX Cr. Temporary Account Salary - 651.000 Saat pembayaran gaji Dr. Temporary Account Salary - 651.000 Cr. Bank – 12X.XXX 661– AP ACCRUAL-CONTRACT Induk : Accrual-Contract adalah biaya kontrak yang pembayarannya dilakukan pada bulan (tahun) berikutnya. Lokasi : 0 Umum Sub : Tidak Ada Detail A : Customer Code Detail B : Diisi dengan kode accrual (Detail B untuk neraca) Detail C : Diisi bulan tahun (Detail C untuk neraca) Penjelasan : Accrual-Contract di kredit pada saat timbulnya pembebanan biaya kontrak dan di debit saat pembayaran hutang accrual-contract. Saat pembebanan biaya kontrak Dr. Biaya kontrak – 9XX.XXX Cr. AP Accrual Contract - 661.000 Saat pembayaran hutang accrual-contract Dr. AP Accrual Contract - 661.000 Cr. Bank – 12X.XXX 662– AP ACCRUAL-SUNDRIES Induk : Accrual-Sundries adalah biaya sundries yang pembayarannya dilakukan pada bulan (tahun) berikutnya. Lokasi : 0 Umum Sub : Tidak Ada Detail A : Customer Code (Vendor Code)
Pedoman Akuntansi PT. SPR LANGGAK 66 | P a g e R 1 [ 0 1 / 0 5 / 2 0 1 0 ] - R 2 [ 1 9 / 0 5 / 2 0 1 1 ] Detail B : Diisi dengan kode accrual (Detail B untuk neraca) Detail C : Diisi bulan tahun (Detail C untuk neraca) Penjelasan : Accrual-Sundries di kredit pada saat timbulnya pembebanan biaya sundries dan di debit saat pembayaran hutang accrual-sundries. Saat pembebanan biaya sundries Dr. Biaya – 9XX.XXX Cr. AP Accrual Sundries - 662.000 Saat pembayaran hutang accrual-sundries Dr. AP Accrual Sundries - 662.000 Cr. Bank - 12X.XXX 670 – AP CASH CALL Induk : Permintaan Cash Call kepada Share Holder . Lokasi : 0 Umum Sub : 10 PT. SPR 20 Kingswood Detail A : Tidak Ada Detail B : Tidak Ada Detail C : Tidak Ada Penjelasan : Permintaan Cash Call di kredit pada saat penerimaan uang cash call dari PT SPR dan di debit saat akhir tahun. Saat pembuatan surat Cash Call Dr. AR - PT SPR-Cash Call – 223.000 Cr. AP - Cash Call PT. SPR - 670.010 Saat penerimaan Cash Call Dr. Bank – 12X.XXX Cr. AR-PT SPR - Cash Call - 223.000 Saat akhir tahun Dr. AP - Cash Call PT. SPR - 670.010 Cr. Biaya – 9XX.XXX
Pedoman Akuntansi PT. SPR LANGGAK 67 | P a g e R 1 [ 0 1 / 0 5 / 2 0 1 0 ] - R 2 [ 1 9 / 0 5 / 2 0 1 1 ] STOCKHOLDERS EQUITY 711 – CAPITAL STOCK Prime : Setoran dari pemegang saham kepada perseroan untuk menjalankan aktivitas binis. Lokasi : Tidak Ada Sub : Tidak Ada Detail A : Tidak Ada Detail B : Tidak Ada Detail C : Tidak Ada Penjelasan : Di kredit sejumlah Modal yang disetor Dr. Bank Cr. Capital Stock - 711.000 721 – RETAINED EARNING Prime : Sejumlah laba yang tidak dibagikan kepada para pemegang saham, dan akan menjadi tambahan ekuitas pemegang saham. Lokasi : Tidak Ada Sub : Tidak Ada Detail A : Tidak Ada Detail B : Tidak Ada Detail C : Tidak Ada Penjelasan : Dari data income statement suatu periode maka dibuat jurnal closing entries sbb : Saat mentransfer Net Income (Current Year Profit & Loss) ke Retained Earning Dr. Current Year Profit & Loss – 731.000 Cr. Retained Earning – 721.000 731 – CURRENT YEAR PROFIT & LOSS Induk : Mencatat laba/rugi pada tahun berjalan/ merupakan selisih Sales dengan Expense. Lokasi : Tidak Ada Sub : Tidak Ada Detail A : Tidak Ada
Pedoman Akuntansi PT. SPR LANGGAK 68 | P a g e R 1 [ 0 1 / 0 5 / 2 0 1 0 ] - R 2 [ 1 9 / 0 5 / 2 0 1 1 ] Detail B : Tidak Ada Detail C : Tidak Ada Penjelasan : Saat closing entries Dr. Sales – 800.000 Cr. Expense – 9xx.xxx Cr. Current Year Profit & Loss – 731.000 741 - CURRENT YEAR DIVIDENDS DECLARED & PAID Prime : Sejumlah laba yang dibagikan dan dibayarkan kepada para pemegang saham pada tahun berjalan. Lokasi : Tidak Ada Sub : Tidak Ada Detail A : Tidak Ada Detail B : Tidak Ada Detail C : Tidak Ada Penjelasan : Saat mentransfer Deviden ke Retained Earning (Closing Entries) Dr. Retained Eanings Cr. Devidens Pada tanggal deklarasi/pengumunan deviden Dr. Deviden Cr. Deviden Payable Pada tanggal pencatatan Tidak ada ayat jurnal Saat pembayaran deviden kepada stockholder Dr. Deviden Payable Cr. Bank 810 –CONTRACTOR LIFTING Prime : Lifting/penjualan minyak mentah (crude oil) entitlement kontraktor. Lokasi : Tidak ada Sub : Tidak Ada Detail A : Tidak Ada Detail B : Tidak Ada
Pedoman Akuntansi PT. SPR LANGGAK 69 | P a g e R 1 [ 0 1 / 0 5 / 2 0 1 0 ] - R 2 [ 1 9 / 0 5 / 2 0 1 1 ] Detail C : Tidak Ada Penjelasan : Di kredit pada saat penerimaan uang hasil penjualan minyak (lifting) dan pada saat penagihan under lifting ke BPMIGAS, di debet pada saat penerimaan tagihan Overlift dari BPMIGAS. Saat penerimaan uang hasil penjualan Dr. Bank Cr. Sales-Contractor Lifting – 810.000 Saat penerimaan tagihan Overlift dari BPMIGAS Dr. Sales-Contractor Lifting – 810.000 Cr. Hutang Overlift – 611.020 Saat penagihan under lifting ke BPMIGAS Dr. Piutang Underlift – 212.000 Cr. Sales-Contractor Lifting – 810.000 891 – INSURANCE AND DAMAGE CLAIM Prime : Kompensasi yang diterima dalam bentuk uang rupiah atau USD dari asuransi atau pihak lainnya sebagai pengganti kerugian yang terjadi. Lokasi : Tidak ada Sub : Tidak ada Detail A : Customer Code (Vendor Code) Detail B : Tidak Ada Detail C : Detail C Neraca Penjelasan : Di kredit pada saat sejumlah klaim yang diajukan ke pihak ketiga. Saat pengajuan klaim Dr. Piutang kepada pihak ketiga – 240.000 Cr. Insurance and Damage Claim Gain – 891.000 892 – BID / PERFORMANCE BOND CLAIM Induk : Kompensasi yang diterima dalam bentuk uang rupiah atau USD karena kegagalan rekanan / vendor dalam proses lelang (Bid Bond) dan dalam pelaksanaan pekerjaan (Performance Bond) sesuai peraturan yang berlaku.
Pedoman Akuntansi PT. SPR LANGGAK 70 | P a g e R 1 [ 0 1 / 0 5 / 2 0 1 0 ] - R 2 [ 1 9 / 0 5 / 2 0 1 1 ] Lokasi : 1 Jakarta 2 Langgak Sub : Tidak ada Detail A : Customer Code (Vendor Code) Detail B : Tidak Ada Detail C : Detail C Neraca Penjelasan : Di kredit pada saat rekanan / vendor dinyatakan wanprestasi yang diikuti dengan pembuatan debit note ke pihak tertanggung. Dr. Piutang kepada pihak ketiga – 240.000 Cr. Bid/Performance Bond Claim – 892.000 893 – BANK FEE / PROVISIONS Induk : Perkiraan untuk mencatat jasa giro dan provisi lainnya. Lokasi : 1 Jakarta 2 Pekanbaru Sub : Tidak Ada Detail A : Tidak Ada Detail B : Tidak Ada Detail C : Tidak Ada Penjelasan : Di kredit pada saat penerimaan jasa giro dan provisi lainnya. Dr. Bank – 12X.XXX Cr. Bank Fee / Provisi – 893.000 894 – PENALTI Prime : Pemotongan pembayaran atau denda yang dikenakan kepada rekanan / vendor karena tidak memenuhi kewajibannya sesuai kontrak. Lokasi : Tidak Ada Sub : Tidak ada Detail A : Customer Code (Vendor Code) Detail B : Tidak Ada Detail C : Tidak Ada Penjelasan : Pencatatan penalti atas penerimaan barang dan jasa.
Pedoman Akuntansi PT. SPR LANGGAK 71 | P a g e R 1 [ 0 1 / 0 5 / 2 0 1 0 ] - R 2 [ 1 9 / 0 5 / 2 0 1 1 ] Dr. Bank - 12X.XXX Cr. Penalti - 894.000 910 - GENERAL MANAGER Prime : Mencatat semua biaya-biaya yang berhubungan dengan aktifitas GM. Lokasi : 1 – Internal Audit & Secretary Sub : Tidak Ada Detail A : Berlaku untuk code E, project code 9 atau Blank Detail B : Untuk biaya material dari MMS atau Blank Detail C : Catat cost element yang sesuai dengan pengeluaran yang terjadi (lihat daftar cost element). Penjelasan : Di debit untuk biaya yang terjadi terkait kegiatan General Manager dan di kredit kas atau hutang. 911 - MANAGER SDM & PENDUKUNG OPERASI Prime : Mencatat semua biaya-biaya yang berhubungan dengan aktifitas personnel HRM. Lokasi : 1 Legal & Ext Affair 2 SCM & Logistik 3 Shipping 4 HR And Admin Sub : Tidak Ada Detail A : Berlaku untuk code E, 7, 9 Detail B : Tidak Ada Detail C : Catat cost element yang sesuai dengan pengeluaran yang terjadi (lihat daftar cost element). Penjelasan : Di debit untuk biaya yang terjadi terkait kegiatan personel HRM dan di kredit Kas atau hutang. 912 - OPERATION MANAGER Prime : Mencatat semua biaya-biaya yang berhubungan dengan aktifitas personnel operation. Lokasi : 1 Supt. Operation
Pedoman Akuntansi PT. SPR LANGGAK 72 | P a g e R 1 [ 0 1 / 0 5 / 2 0 1 0 ] - R 2 [ 1 9 / 0 5 / 2 0 1 1 ] 2 Production 3 Maintenance 4 HSE Sub : Tidak Ada Detail A : Berlaku untuk code E, V, C, M, dan 9 Detail B : Tidak Ada Detail C : Catat cost element yang sesuai dengan pengeluaran yang terjadi (lihat daftar cost element). Penjelasan : Di debit untuk biaya yang terjadi terkait kegiatan personel operation dan di kredit kas atau hutang. 913 - KA. KEUANGAN Prime : Mencatat semua biaya-biaya yang berhubungan dengan aktifitas personnel Keuangan baik regular maupun non-regular. Lokasi : 1 Finance 2 IT Sub : Tidak Ada Detail A : Berlaku untuk code E, C, dan 9 Detail B : Tidak Ada Detail C : Catat cost element yang sesuai dengan pengeluaran yang terjadi (lihat daftar cost element). Penjelasan : Di debit untuk biaya yang terjadi terkait kegiatan personel Keuangan dan di kredit Kas atau hutang. 940 - INTANGIBLE Prime : Mencatat semua biaya-biaya yang berhubungan dengan biaya pengoboran sumur baru yang masuk kategori intangible. Lokasi : 0 Umum Sub : Tidak ada Detail A : Diisi sesuai dengan no AFE Detail B : Diisi sesuai detail dari intagible cost (3 digit) : Detail C : Ada Penjelasan : Di debit untuk biaya yang kegiatan drilling intangible dan di kredit kas atau hutang.
Pedoman Akuntansi PT. SPR LANGGAK 73 | P a g e R 1 [ 0 1 / 0 5 / 2 0 1 0 ] - R 2 [ 1 9 / 0 5 / 2 0 1 1 ] 950 - DEPRECIATION Prime : Mencatat biaya-biaya depresiasi aktiva tetap perusahaan yang berhubungan langsung dengan kegiatan Production & Operation. Lokasi : 0 Umum Sub : 10 Depr. Production 20 Depr. General & Adm Detail A : Tidak Ada Detail B : Tidak Ada Detail C : Catat cost element yang sesuai Penjelasan : Di debit untuk biaya depresiasi yang terjadi dan di kredit Accumulated Depreciation 961 - OVERHEAD – PT. SPR Induk : Mencatat biaya-biaya yang terjadi sehubungan dengan kegiatan PT. SPR yang dibebankan ke SPR Langgak. Lokasi : 0 Umum Sub : Tidak Ada Detail A : Tidak Ada Detail B : Tidak Ada Detail C : Catat cost element yang sesuai Penjelasan : Di debit untuk biaya overhead yang terjadi dan di kredit kas atau Hutang. 962 - OVERHEAD – KINGSWOOD Prime : Mencatat biaya-biaya yang terjadi sehubungan dengan kegiatan Kingswood dibebankan ke SPR Langgak. Lokasi : 0 Umum Sub : Tidak Ada Detail A : Tidak Ada Detail B : Tidak Ada Detail C : Catat cost element yang sesuai Penjelasan : Di debit untuk biaya Overhead yang terjadi dan di kredit kas atau hutang.
Pedoman Akuntansi PT. SPR LANGGAK 74 | P a g e R 1 [ 0 1 / 0 5 / 2 0 1 0 ] - R 2 [ 1 9 / 0 5 / 2 0 1 1 ] 970 - UNRECOVERRED COST Prime : Mencatat biaya-biaya yang terjadi yang tidak dapat di claim sebagai cost recovery Lokasi : 0 Umum Sub : 10 Audit Finding 20 Lain-Lain Detail A : Tidak Ada Detail B : Tidak Ada Detail C : Catat cost element yang sesuai Penjelasan : Di debit sebesar biaya yang tidak bisa di recovery dan di kredit biaya dari original cost. 980 - MISCELLANEOUS Prime : Mencatat biaya-biaya extraordinary expenditures. Lokasi : 0 Umum Sub : Tidak Ada Detail A : Tidak Ada Detail B : Tidak Ada Detail C : Catat cost element yang sesuai Penjelasan : Di debit sebesar biaya yang terjadi dan di kredit kas atau hutang. 990 - COST ALLOCATION Prime : Mencatat biaya-biaya yang akan dialokasikan ke project atau cost center lainnya. Pada akhir bulan saldo perkiraan ini harus Nil. Lokasi : 0 Umum Sub : 10 Fuel 20 HTE 30 Camp & Messhall 40 Transportation 50 Salary 60 Telecomunication Detail A : Departement Detail B : Tidak Ada
Pedoman Akuntansi PT. SPR LANGGAK 75 | P a g e R 1 [ 0 1 / 0 5 / 2 0 1 0 ] - R 2 [ 1 9 / 0 5 / 2 0 1 1 ] Detail C : Catat cost element yang sesuai Penjelasan : Di debit sebesar biaya departement/project dan di kredit cost allocation. 992 - MATERIAL EXPENSE Prime : Mencatat biaya material yang termasuk dalam kriteria MRO (Maintenance Repair & Operation). Lokasi : 0 Umum Sub : Tidak Ada Detail A : Tidak Ada Detail B : Tidak Ada Detail C : Catat cost element yang sesuai Penjelasan : Di debit sebesar biaya yang yang terjadi dan di kredit kas atau hutang. Saat barang diterima Dr. Biaya Material – 992.000 Cr. Hutang – 621.000 Saat pembayaran Dr. Hutang – 621.000 Cr. Bank – 12X.XXX Saat barang keluar dari warehouse (MIV) Dr. Biaya departemen – 9XX.XXX Cr. Biaya Material – 992.000 Jika ada pengembalian (MRV- Material Return Voucher) Dr. Biaya Material – 992.000 Cr. Biaya departemen – 9XX.XXX
Pedoman Akuntansi PT. SPR LANGGAK 76 | P a g e R 1 [ 0 1 / 0 5 / 2 0 1 0 ] - R 2 [ 1 9 / 0 5 / 2 0 1 1 ] VI. REPORT Salah satu tugas Departemen FINANCE adalah membuat beberapa jenis laporan yang akan disampaikan kepada pihak internal maupun eksternal SPR Langgak. Laporanlaporan tersebut adalah : 1. WORK PROGRAM & BUDGET (WP&B) Merupakan dokumen yang menunjukkan rencana operasi perusahaan dalam bentuk detail aktifitas beserta estimasi biaya dari seluruh aktifitas tsb untuk periode satu tahun. WP&B SPR Langgak pertama kali diajukan kepada PT SPR untuk mendapatkan persetujuan. Tahap berikutnya diajukan ke BPMIGAS juga untuk mendapatkan persetujuan. Penyusunan WP&B oleh setiap departemen dilakukan bulan Juli – September sebelum tahun berjalan. Revisi dilakukan pada pertengahan tahun berjalan. WP&B adalah sarana yang paling penting dari operasi sebuah perusahaan karena menyangkut rencana kegiatan dan sumber pembiayaan. Contoh Format WP & B terlampir 2. FINANCIAL QUARTERLY REPORT ( FQR ) Merupakan laporan triwulanan mengenai status pembiayaan operasi perusahaan yang merupakan kewajiban dari setiap KKKS. FQR disampaikan kepada : Kadiv Pengendalian Operasi Financial BPMIGAS Management SPR Langgak Share holder ( PT SPR ) Jadwal penyampaian FQR paling lambat setiap tanggal 20 yaitu : Kuartal pertama tgl 20 April Kuartal kedua tgl 20 Juli
Pedoman Akuntansi PT. SPR LANGGAK 77 | P a g e R 1 [ 0 1 / 0 5 / 2 0 1 0 ] - R 2 [ 1 9 / 0 5 / 2 0 1 1 ] Kuartal ketiga tgl 20 Oktober Kuartal keempat tgl 30 Januari Setiap KKKS diwajibkan membuat laporan atas biaya-biaya yang telah dikeluarkan dalam jangka waktu tertentu. Laporan ini merupakan dasar penentuan Cost Recovery dan jumlah Entitlement. Contoh format FQR terlampir 3. REPORT TABLE Merupakan Laporan Pertanggung jawaban (monitoring) triwulanan setelah pengiriman FQR Report Table disampaikan kepada Kadiv Pengendalian Operasi Financial BPMIGAS Jadwal penyampaian Report Table yaitu pada bulan Mei, Agustus, November dan Februari Laporan ini diperlukan untuk melihat kinerja operasional perusahaan dari segi keuangan dibandingkan dengan anggaran. Contoh format Report Table terlampir 4. AUTHORIZATION FOR EXPENDITURE ( AFE ) Merupakan dokumen yang berisi persetujuan BPMIGAS atas suatu usulan project. Berdasarkan format AFE terdiri dari Propose dan Close Out Report Sedangkan berdasarkan fungsi AFE terdiri dari Project dan Non Project / Other Certain Project AFE diajukan kepada Deputi Perencanaan BPMIGAS Pengajuan/Penyerahan AFE Bersamaan dengan penyerahan Proposal WP&B, karena secara financial AFE sudah termasuk dalam bagian WP&B.
Pedoman Akuntansi PT. SPR LANGGAK 78 | P a g e R 1 [ 0 1 / 0 5 / 2 0 1 0 ] - R 2 [ 1 9 / 0 5 / 2 0 1 1 ] Untuk revisi budget AFE sudah harus diajukan/dilakukan maksimal pada saat fisik project sudah mencapai 70% sementara realisasi budget sudah hampir mencapai 100%. AFE diperlukan sebagai media untuk mengawasi kegiatan KKKS khususnya yang berkaitan dengan project. Contoh format AFE terlampir 5. DOMESTIC MARKET OBLIGATION ( DMO ) FEE Merupakan laporan untuk tagihan DMO Fee kepada BPMIGAS atas kewajiban DMO Tagihan DMO Fee diajukan kepada BPMIGAS melalui Kadiv Operasi Finansial Tagihan DMO Fee diajukan paling lambat tanggal 15 setiap bulannya Laporan ini merupakan media bagi BPMIGAS untuk memastikan dipenuhinya kewajiban DMO dan menentukan jumlah yang akan dibayarkan kepada kontraktor yang bersangkutan. Contoh format DMO Fee terlampir 6. VAT REIMBURSEMENT Merupakan dokumen tagihan reimbursement PPN kepada Pemerintah melalui BPMIGAS atas PPN yang sudah disetor oleh PT. SPR Langgak. Dokumen penagihan ini ditujukan kepada Kadiv pengendalian Finansial BPMIGAS Paling lambat tgl 10 bulan berikutnya Laporan atau dokumen ini digunakan untuk menagih kembali uang setoran PPN. Contoh format VAT Reimbursement terlampir
Pedoman Akuntansi PT. SPR LANGGAK 79 | P a g e R 1 [ 0 1 / 0 5 / 2 0 1 0 ] - R 2 [ 1 9 / 0 5 / 2 0 1 1 ] 7. INSURANCE Merupakan laporan deklarasi atas aset yang dikelola oleh PT. SPR Langgak untuk diasuransikan pada tahun tertentu. Laporan ini disampaikan kepada Kadiv Risk and Portofolio BPMIGAS. Laporan ini disampaikan setiap awal tahun. Laporan ini digunakan sebagai dasar untuk perhitungan jumlah premi asuransi terhadap aset-aset dibawah pengelolaan PT. SPR Langgak. Contoh format Insurance terlampir 8. HARMONI III Daftar asset berwujud milik negara ( BPMIGAS ) yang dimanfaatkan oleh kontraktor. Harmoni pada umumnya mempunyai nomor identifikasi dan dicatat dengan nilai perolehan. Pencatatatan harta benda modal dilaporkan kepada BPMIGAS. Pelaporan terhadap status perubahan harta benda modal dilakukan di PT. SPR Langgak setiap 3 bulan sekali. Laporan ini digunakan untuk mencatat dan mengawasi keberadaan asset-asset yang dikelola PT.SPR Langgak. Laporan ini juga menghasilkan perhitungan depresiasi yang akan dicantumkan dalam FQR. Contoh format Harmoni III terlampir 9. QUANTITY ACCOUNTING / OIL FLOW Merupakan laporan bulanan yang menyajikan jumlah kuantitas minyak pada kondisi standar 60 F di setiap pengukuran arus minyak Laporan ini disampaikan kepada Dinas Produksi dan Dinas Akuntansi Revenue BPMIGAS Laporan ini disampaikan setiap bulan bersamaan dengan laporan bulanan SPR Langgak
Pedoman Akuntansi PT. SPR LANGGAK 80 | P a g e R 1 [ 0 1 / 0 5 / 2 0 1 0 ] - R 2 [ 1 9 / 0 5 / 2 0 1 1 ] Laporan ini digunakan untuk monitoring jumlah produksi sampai dengan titik penyerahan dalam kondisi standar 60 F Contoh format Quantity Accounting terlampir 10. BUDGET MONITORING Suatu laporan yang memuat realisasi rencana kerja budget yang terjadi disetiap Departemen dengan tetap mengacu kepada budget yang telah ditetapkan. Laporan ini adalah merupakan konsumsi tiap-tiap budget departemen maupun managemen SPR Langgak. Laporan ini dibuat setiap satu bulan namun setiap saat pelaksanaan tetap harus dimonitor agar tidak terjadi penyimpangan dari rencana kerja dan budget. Monitoring harus dilakukan agar pada pelaksanaan rencana kerja tidak terjadi over budget atau menyimpang dari program kerja yang sudah disetujui Contoh format Budget Monitoring terlampir 11. TREND FINANCIAL REPORT Laporan yang menggambarkan realisasi kinerja perusahaan secara keuangan. Management SPR Langgak Dikirimkan setelah tutup buku setiap bulannya kepada managemen. Laporan ini dibutuhkan untuk mengevaluasi kinerja perusahaan dari sudut pandang keuangan. Contoh format Financial Report terlampir 12. MONTHLY REPORT Suatu laporan atas aktivitas opersional dalam periode tertentu (perbulan) yang berisikan tentang cost recovery revenue, lifting, production dan own use.
Pedoman Akuntansi PT. SPR LANGGAK 81 | P a g e R 1 [ 0 1 / 0 5 / 2 0 1 0 ] - R 2 [ 1 9 / 0 5 / 2 0 1 1 ] Laporan ini diserahkan kepada managemen. Dikirimkan setelah tutup buku setiap bulannya kepada managemen. Sebagai ukuran kinerja perusahaan (setiap departemen). Contoh format Monthly Report terlampir 13. HUTANG PIUTANG KARYAWAN Laporan tentang posisi hutang piutang karyawan setiap bulannya Laporan ini diserahkan kepada managemen Dikirimkan setelah tutup buku setiap bulannya kepada managemen Laporan ini bermanfaat untuk sebagai media bagi managemen untuk mengetahui berapa jumlah hutang piutang karyawan Contoh format Hutang Piutang Karyawan terlampir 14. PROJECT MONITORING Suatu kegiatan monitoring project mulai dari pengajuan budget project (AFE), AFE approval dari BPMIGAS, sampai realisasi biaya yang dibandingkan dengan progres project secara fisik Project cost monitoring ini dibuat dan digunakan untuk keperluan internal SPR Langgak Project cost monitoring pelaksanaannya dimulai bersamaan dengan dibuatnya AFE oleh team-team yang terkait dengan pelaksanaan suatu project. Kegiatan project cost monitoring ini sangat penting dilaksanakan untuk mengetahui total realisasi biaya suatu project sehingga diketahui apakah diperlukan revisi AFE atau tidak serta untuk menciptakan tertib pembukuan, auditable, accountable sekaligus persiapan close out baik secara prelimenary, partial atau final close out. Contoh format Project Monitoring terlampir
Pedoman Akuntansi PT. SPR LANGGAK 82 | P a g e R 1 [ 0 1 / 0 5 / 2 0 1 0 ] - R 2 [ 1 9 / 0 5 / 2 0 1 1 ] 15. CONTRACT MONITORING Contract Monitoring merupakan formulir yang digunakan untuk memonitor pembayaran atas suatu kontrak. Contract Monitoring dilakukan terhadap semua kontrak yang ada dan dilaporkan kepada manajemen. Contract Monitoring terutama dilaksanakan saat pembayaran atas tagihan kontrak yang ada. Untuk menghindari terjadinya kelebihan pembayaran dan dasar untuk membuat perpanjangan kontrak yang bersangkutan Contoh format Contract Moniroting terlampir 16. ENTITLEMENT CALCULATION STATEMENT ( ECS ) ECS merupakan format laporan untuk menghitung entitlement / hak pemerintah dan kontraktor atas produksi minyak. Laporan ini disampaikan kepada PT SPR dan Kingswood. ECS disampaikan setelah tutup buku setiap bulannya. Laporan ini bermanfaat untuk mengetahui besarnya hak yang dimiliki oleh masing-masing pihak (pemerintah & kontraktor) dan untuk memonitor over/under lifting masing-masing pihak. Contoh format ECS terlampir 17. JOINT INTEREST BILLING Joint Interest Billing merupakan laporan yang menampilkan asset perusahaan, biaya dan kewajiban. Laporan ini disampaikan kepada PT. SPR. Laporan ini disampaikan setiap awal tahun setelah proses tutup buku tahunan.
Pedoman Akuntansi PT. SPR LANGGAK 83 | P a g e R 1 [ 0 1 / 0 5 / 2 0 1 0 ] - R 2 [ 1 9 / 0 5 / 2 0 1 1 ] Laporan ini sebagai pertanggungjawaban atas semua uang yang masuk dan uang yang sudah keluar serta asset perusahaan. Contoh format Joint Interes Billing terlampir 18. CASH FLOW Merupakan laporan yang menjelaskan tentang aliran kas inflow dan outflow baik dari shareholder maupun dari transaksi internal SPR Langgak. Laporan ini disampaikan kepada shareholder. Dibuat dan dilaporkan setiap awal bulan setelah proses tutup buku bulanan Sebagai pertanggungjawaban atas cash call dan permintaan cash call bulan berikutnya. Contoh format Cash Flow terlampir 19. STATEMENT ACTUAL EXPENDITURE ( SAE ) Merupakan laporan yang menjelaskan realisasi biaya yang dikelompokkan berdasarkan jenis – jenis biaya sebagai salah satu dasar pengajuan cash call periode berikutnya. Laporan ini disampaikan kepada shareholder. Dibuat dan dilaporkan setiap awal bulan setelah proses tutup buku bulanan Laporan ini sebagai sarana bagi shareholder dan management untuk mengetahui realisasi biaya. Contoh format SAE terlampir
Pedoman Akuntansi PT. SPR LANGGAK 84 | P a g e R 1 [ 0 1 / 0 5 / 2 0 1 0 ] - R 2 [ 1 9 / 0 5 / 2 0 1 1 ] 20. SPT MASA / TAHUNAN Merupakan laporan pajak atas pembayaran pajak yang dilakukan pada bulan tertentu selama bulan atau tahun tertentu. Dilaporkan kepada kantor pajak tempat terdaftarnya pemotong/pemungut pajak. Laporan ini harus dilaporkan paling lambat tanggal 20 pada bulan takwim berikutnya untuk SPT Masa dan tanggal 31 Maret tahun takwim berikutnya untuk SPT Tahunan. Sebagai laporan/bukti bahwa telah dilaksanakan kewajiban perpajakan (pemotong/pemungut/penyetoran pajak). Contoh format SPT Masa / Tahunan terlampir
Pedoman Akuntansi PT. SPR LANGGAK 85 | P a g e R 1 [ 0 1 / 0 5 / 2 0 1 0 ] - R 2 [ 1 9 / 0 5 / 2 0 1 1 ] VII. GLOSSARY ADMINISTRATION COST Biaya-biaya tidak langsung yang dikeluarkan dalam rangka mendukung operasional minyak dan gas. AFE (AUTHORIZATION FOR EXPENDITURE) Proses perencanaan pekerjaan yang akan dilaksanakan yang diajukan kepada BPMIGAS untuk memperoleh persetujuan. Meliputi biaya yang dikategorikan sebagai IDC (Intangible Drilling Cost) maupun biaya tangible. Baik secara total maupun detail. Bbl (Barrel) Suatu standar ukuran isi untuk crude oil dan produk petroleum cair lainnya. Satu barrel sama dengan 42 US Gallon dalam temperature 600 derajat Fahrenheit. BONUS PENANDATANGANAN (SIGNATURE BONUS) Pembayaran yang dilakukan oleh kontraktor kepada pemerintah sebagai kompensasi atas informasi yang diberikan oleh BPMIGAS berkaitan dengan geological, geopysical, drilling, well dan produksi dari wilayah kuasa pertambangan yang bersangkutan. Kewajiban pembayaran signature bonus biasanya dikaitkan dengan penandatanganan kontrak, baik kontrak baru ataupun perpanjangannya. Besarnya bonus ditentukan dalam kontrak dan pembayarannya dilakukan dalam masa 30 hari setelah BPMIGAS menyerahkan copy kontrak yang telah disetujui kepada kontraktor. BONUS PRODUKSI (PRODUCTION BONUS) Kontraktor diwajibkan membayar bonus produksi kepada BPMIGAS apabila telah memenuhi ketentuan dalam kontrak seperti : BOPD untuk wilayah kerja kontrak tersebut telah mencapai tingkat produksi harian tertentu. Akumulasi produksi untuk wilayah kerja kontrak tersebut telah mencapai jumlah tertentu Akumulasi produksi untuk wilayah kerja kontrak tersebut telah mencapai jumlah tertentu atau melampaui periode waktu tertentu, mana yang lebih dulu. Persyaratan tingkat produksi umumnya ditentukan berdasarkan atas produksi harian secara terus menerus dalam rata-rata selama jangka waktu 120 hari. Setelah memenuhi persyaratan ini, maka pembayaran bonus harus dilakukan dlam masa 30 hari. Kedua bonus tersebut diatas dibagi 60% untuk Departemen Keuangan dan 40% untuk BPMIGAS.
Pedoman Akuntansi PT. SPR LANGGAK 86 | P a g e R 1 [ 0 1 / 0 5 / 2 0 1 0 ] - R 2 [ 1 9 / 0 5 / 2 0 1 1 ] BOPD (BARREL OIL PERDAY) Hasil produksi sehari dari operasi suatu kontrak. CASH CALL Permintaan uang tunai oleh SPR Langgak kepada pihak (PT SPR) COST ALLOCATION ACCOUNT Suatu perkiraan yang digunakan untuk mengakumulasi biaya-biaya dalam suatu periode tertentu. Pada akhir periode, saldo akumulasinya kemudian dialokasikan ke perkiraan lainnya dengan menggunakan formula yang telah ditetapkan sebelumnya sehingga akhirnya menjadi nihil. COST RECOVERY Penggantian biaya operasi oleh pemerintah/ BPMIGAS kepada kontraktor sesuai perjanjian, biasanya dibayar dalam bentuk hasil produksi, dimana hasil produksi tersebut dinilai dengan Weighted Average Price (WAP) CRUDE OIL Minyak mentah yang dihasilkan sebelum diproses lebih lanjut (refinery). Crude oil meliputi mineral oil, asphalt, ozokerite, dan segala jenis hydrocarbon dan bitumen, baik dalam bentuk padat atau cair, dalam bentuk alami (natural) atau diperoleh natural gas melaui kondensasi atau extraction. DEPRECIATION Alokasi biaya dari suatu capital assets sesuai dengan masa manfaat yang diatur dalam PSC. DEVELOPMENT COST Merupakan biaya drilling dan biaya-biaya lainnya dari suatu well, termasuk casing tetapi tidak termasuk biaya eksplorasi, sedang pengembangan property adalah kegiatan drilling dari proven property dan melengkapinya dengan segala fasilitas produksi yang diperlukan. DEVELOPMENT WELL Suatu well yang digali untuk memperoleh akses ke oil atau gas dari suatu “proven reserved”. DMO (DOMESTIC MARKET OBLIGATION) Kontrak bagi hasil diwajibkan menjual sebagian dari produksinya untuk kepentingan pemasaran dalam negeri, apabila terdapat equity to be split. Untuk itu pemerintah diwajibkan membayar suatu fee. Perhitungan besarnya DMO diatur dalam kontrak yang bersangkutan.
Pedoman Akuntansi PT. SPR LANGGAK 87 | P a g e R 1 [ 0 1 / 0 5 / 2 0 1 0 ] - R 2 [ 1 9 / 0 5 / 2 0 1 1 ] DMO FEE Fee yang dibayarkan oleh pemerintah kepada kontraktor sehubungan dengan kewajiban bagiannya untuk memenuhi kebutuhan minyak dalam negeri. DMO diklasifikasikan dalam dua kelompok. Pertama, untuk suatu periode awal produksi (lima tahun) menggunakan WAP (Indonesian Crude Price). Sedangkan untuk periode selanjutnya dinilai sebesar US$ 0,20/barrel untuk PSC lama dan sebesar 10% dari ICP untuk PSC baru atau menurut harga lainnya yang ditetapkan dalam PSC. DOWNTIME Waktu yang hilang selama periode berhenti bekerja, karena tidak cocoknya suatu alat untuk pemakaian atau karena adanya perbaikan (repair). DRY HOLE Suatu exploratory/development well yang tidak menghasilkan minyak atau gas secara komersial. Disebut juga duster. EQUITY SHARE Bagian pemerintah atau kontraktor yang dihitung berdasarkan suatu prosentase yang ditetapkan dalam kontrak dari equity to be split. EQUITY TO BE SPLIT Nilai yang tersisa dari nilai lifting setelah dikurangi dengan first tranche petroleum, cost recovery dan investment credit, yang dibagi antara pemerintah dan kontraktor. EXPLORATION COST Biaya biaya yang timbul dalam rangka mengidentifikasikan/mencari hydrocarbon (minyak dan gas). FIELD Field menunjukkan formasi produktif bawah tanah tempat terdapatnya sejumlah sumur yang memproduksi minyak dan gas bumi. Dalam satu field mungkin terdapat beberapa reservoir dengan kedalaman yang berbeda. FTP (FIRST TRANCHE PETROLEUM) Penyisihan dari lifting oil atau gas (biasanya 20%) sebelum lifting tersebut dikurangi dengan cost recovery. Selanjutnya penyisihan tersebut dibagi antara BPMIGAS dan kotraktor menurut prosentase yang ditetapkan dalam kontrak. FTP diperhitungkan tanpa mempertimbangkan apakah dari operasi oil atau gas yang bersangkutan terdapat Equity To Be Split.
Pedoman Akuntansi PT. SPR LANGGAK 88 | P a g e R 1 [ 0 1 / 0 5 / 2 0 1 0 ] - R 2 [ 1 9 / 0 5 / 2 0 1 1 ] G & G (GEOLOGICAL AND GEOPHYICAL) STUDIES Suatu proses untuk mengindikasikan pemukaan atau bawah permukaan dari struktur tanah atau formasi, dimana pengalaman yang ada menunjukkan adanya kemungkinan kandungan mineral. ICP (INDONESIAN CRUDE PRICE) Harga Crude Oil yang ditetapkan oleh pemerintah setiap bulan untuk menghitung nilai lifting. IDC (INTANGIBLE DRILLING COST) Pengeluaran dalam kegiatan drilling yang langsung dibiayakan dalam tahun terjadinya. Pengeluaran tersebut meliputi biaya-biaya dalam rangka menggali well atau menyiapkan well agar berproduksi. IDC juga meliputi biaya untuk memperdalam ke formasi yang berbeda atau menutup kembali well oil atau gas yang sebelumnya telah digali atau ditinggalkan (Abandoned). INVESTMENT CREDIT Suatu paket insentif yang diberikan oleh pemerintah /BPMIGAS kepada kontraktor untuk merangsang kontraktor menambah investasinya. Insentif diberikan berupa suatu prosentase yang ditetapkan dalam kontrak dari investasi yang dilakukan untuk direct production oil facilities. LIFTING Yaitu mengirimkan produk petroleum. Point of lifting pada umumnya diperlakukan sebagai Point of sale dalam perhitungan bagi hasil. Lifting untuk oil dinilai berdasarkan Indonesian Crude Price (ICP), sedangkan lifting untuk gas ditetapkan berdasarkan perjanjian yang berlaku. LIFTING ENTITLEMENT Merupakan hak pemerintah/BPMIGAS dan kontraktor dari lifting yang telah dilakukan. PIS (PLACED INTO SERVICE) Asset yang digunakan untuk operasi perminyakan sehingga dapat diperhitungkan beban depresiasinya. Asset yang telah PIS dicatat dalam Harmoni III. PO (PURCHASED ORDER) Adalah order pembelian yang dibuat oleh kontraktor kepada vendor tertentu untuk mendeliver suatu barang yang spesifikasinya sudah pasti. PRODUCTION COST Biaya-biaya yang terjadi dalam rangka memproduksi minyak dan gas, meliputi biaya mengangkat minyak dan gas bumi dari sumur-sumur sampai siap dilifting.
Pedoman Akuntansi PT. SPR LANGGAK 89 | P a g e R 1 [ 0 1 / 0 5 / 2 0 1 0 ] - R 2 [ 1 9 / 0 5 / 2 0 1 1 ] PSC (PRODUCTION SHARING CONTRACT) Kontrak Bagi Hasil antara pemerintah c.q. BPMIGAS dengan kontraktor dimana hasil produksi setelah dikurangi dengan biaya operasi (dalam unit) dibagi menurut suatu prosentase yang telah ditetapkan dalam kontrak yang bersangkutan. Dalam kenyataannya perhitungan bagi hasil tiap-tiap tahun dihitung dari lifting setelah dikurangi dengan biaya operasi. TANGIBLE ASSETS Harta berwujud seperti transportation equipment, gedung, dan production facilities. Biaya perolehan asset tersebut mempunyai nilai sisa (salvage value) dimana alokasi biayanya dilakukan melalui depresiasi setelah placed into service. WAP (WEIGHTED AVERAGE PRICE) Harga rata-rata tertimbang dihitung berdasarkan nilai lifting selama satu tahun dibagi dengan jumlah satuan lifting selama periode yang sama. Nilai lifting dan jumlah satuan lifting tersebut tidak termasuk domestic market obligation.