The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by tiaam1506, 2023-02-08 01:41:47

KELOMPOK 5 "BURGER'' XII MIPA 3 BIOLOGI

Cara Membuat Burger

PENGARUH SACCHAROMYCES CEREVISIAE PADA PEMBUATAN BURGER DI SUSUN OLEH : KELOMPOK 5 1. Abidah 2. Claudia Alamanda S. 3. Dhimas Saputra 4. Hanna Meylinda 5. Nur Quratul N.A. 6. Tia Aris M. KELAS: XII MIPA 3 SMA NEGERI 1 PALIMANAN JL.KH.AGUS SALIMNO.128 PALIMANAN,45161TLP.:(0231) 341023Email:[email protected] Web:http://www.sman1palimanan.sch.id


Daftar Isi ................................................................................................2 BAB I Pendahuluan...............................................................................3 1.1 Latar Belakang.........................................................................3 1.2 Rumusan Masalah....................................................................3 1.3 Tujuan.......................................................................................3 1.4 Manfaat.....................................................................................3 BAB II Landasan Teori.........................................................................4 2.1 Pengertian bioteknologi...........................................................4 2.2 pengertian jamur ragi..............................................................4 2.3 Bahan baku pembuatan burger..............................................5 2.4 Bahan tambahan pembuatan burger.....................................5 BAB III Metode Penelitian....................................................................6 3.1 Waktu dan tempat pelaksanaan.............................................6 3.2 Alat dan Bahan.........................................................................6 3.3 Cara pembuatan.......................................................................7 BAB IV PEMBAHASAN.......................................................................8 4.1 Pembahasan..............................................................................8 BAB V PENUTUP..................................................................................8 Kesimpulan.....................................................................................8 DAFTAR PUSTAKA.............................................................................9 LAMPIRAN............................................................................................9


BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bioteknologi adalah terapan biologi yang melibatkan ilmu mikrobiologi, biokimia, genetika, dan biologi monokuler. Definisi bioteknologi secara klasik atau konvensional adalah teknologi yang memanfaatkan agen hayati atau bagian- bagiannya untuk menghasilkan barang dan jasa dalam skala industri untuk memenuhi kebutuhan manusia. Bioteknologi dikembangkan untuk meningkatkan nilai bahan mentah dengan memanfaatkan kemampuan mikroorganisme atau bagian-bagiannya misalnya bakteri. Contohnya saja pada pembuatan roti dengan melibatkan suatu organisme patogen seperti mikroorganisme. Salah satu bahan baku roti yang paling penting adalah ragi. Ragi adalah mikroorganisme hidup yang berkembang biak dengan cara memakan gula. Fungsi utama ragi adalah mengembangkan adonan. Pengembangan adonan terjadi karena ragi menghasilkan gas karbondioksida (CO2) selama fermentasi. Gas ini kemudian terperangkap dalam jaringan gluten yang menyebabkan roti bisa mengembang. Komponen lain yang terbentuk selama proses fermentasi adalah asam dan alkohol yang berkontribusi terhadap rasa dan aroma roti, namun alkohol akan menguap dalam proses pemanggangan roti. Berdasarkan uraian di atas, pada praktikum ini kami akan membuat roti dengan tampilan yang lebih modern yaitu burger. Hamburger adalah sejenis makanan berupa roti berbentuk bundar yang diiris dua dan di tengahnya diisi dengan patty.Nama hamburger sendiri bukan berasal dari kata "ham" atau dalam bahasa Inggris disebut juga dengan daging asap. Hamburger mendapatkan namanya dari Hamburg, Jerman, di mana itu adalah sebutan untuk potongan daging sapi yang disebut steak berasal. Konon katanya, hamburger adalah hidangan populer di Jerman yang dibawa ke Amerika oleh imigran Jerman. Hamburger atau burger adalah sejenis roti berbentuk bundar yang diiris dua, dan di tengahnya diisi dengan patty yang biasanya diambil dari daging, kemudian sayur-sayuran berupa selada, tomat dan bawang bombai. Sebagai sausnya, hamburger diberi berbagai jenis saus seperti mayones, saus tomat dan sambal. 1.2 Rumusan Masalah Bagaimana pengaruh saccharomyces cereviciae pada pembuatan burger? 1.3 Tujuan Untuk mengetahui pengaruh saccharomyces cereviciae pada pembuatan pizza 1.4 Manfaat Agar dapat memahami bagaimana cara pembuatan burger dengan bantuan mikroorganisme Saccharomyces cereviciae.


BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Bioteknologi Bioteknologi itu berasal dari kata bio yang artinya makhluk hidup, dan teknologi, ya. Jadi, pengertian bioteknologi adalah pemanfaatan makhluk hidup secara utuh maupun bagian- bagiannya untuk menghasilkan atau memodifikasi produk yang bermanfaat melalui cara prinsip atau teknologi tertentu. Bioteknologi adalah pemanfaatan makhluk hidup secara utuh maupun bagian- bagiannya untuk menghasilkan atau memodifikasi produk yang bermanfaat melalui cara prinsip atau teknologi tertentu.Di bagi menjadi 2 yaitu Bioteknologi konvensional yaitu bioteknologi yang memanfaatkan makhluk hidup atau mikroorganisme secara langsung,contoh nya:pembuatan tempe,tape,roti,keju,yoghurt,kecap.Bioteknologi modern yaitu bioteknologi yang memanfaatkan makhluk hidup atau mikroorganisme secara tidak langsung, contoh nya:Profil DNA. Kloning DNA. Analisis genom,Transgenesis,Xenotransplantasi,Sel punca dan rekayasa jaringan,Bayi tabung,Antibiotik,Vaksin. 2.2 Pengertian Jamur Ragi Saccharomyces adalah genus dalam kerajaan jamur yang mencakup banyak jenis ragi. Saccharomyces berasal dari bahasa Latin yang berarti gula jamur. Banyak anggota dari genus ini dianggap sangat penting dalam produksi makanan. Salah satu contoh adalah Saccharomyces cerevisiae, yang digunakan dalam pembuatan anggur, roti, dan bir. Ketidak mampuan untuk memanfaatkan nitrat dan kemampuan untuk berbagai memfermentasi karbohidrat adalah karakteristik khas dari Saccharomyces. S. cerevisiae adalah jamur bersel tunggal yang telah memahat milestones dalam kehidupan dunia. Jamur ini merupakan mikroorganisme pertama yang dikembangbiakkan oleh manusia untuk membuat makanan (sebagai ragi roti, sekitar 100 SM, Romawi kuno) dan minuman (sebagai jamur fermentasi bir dan anggur, sekitar 7000 SM, di Assyria, Caucasia, Mesopotamia, dan Sumeria). Di Indonesia sendiri, jamur ini telah melekat dalam kehidupan sehari-hari. Nenek moyang kita dan hingga saat ini kita sendiri menggunakannya dalam pembuatan makanan dan minuman, seperti tempe, tape, dan tuak. Saccharomyces cereviciae yang penting dalam pembuatan roti memiliki sifat dapat memfermentasikan maltosa secara cepat (lean dough yeast), memperbaiki sifat osmotolesance (sweet dough yeast), rapid fermentation kinetics, freeze dan thaw tolerance, dan memiliki kemampuan memetabolisme substrat. Pemakaian ragi dalam adonan sangat berguna untuk mengembangkan adonan karena terjadi proses peragian terhadap gula, memberi aroma (alkohol). Saccharomyces cerevisiae juga telah digunakan dalam beberapa industri lainnya, seperti industri roti (bakery), industri flavour, (menggunakan ektrak ragi/yeast extracts), industri pembuatan alcohol (farmasi) dan industri pakan ternak.


2.3 Bahan Baku Pembuatan Burger Tepung Terigu Tepung terigu adalah tepung yang terbuat dari biji gandum yang digiling sampai teksturnya berubah halus dan warnanya putih bersih dengan sedikit warna kekuningan yang tidak kentara. Tepung terigu sendiri dibedakan menjadi tiga macam protein, yaitu tepung teirgu protein rendah, sedang dan tinggi. Masing-masing memiliki fungsi atau kelebihan dan kekurangannya sendiri.Tepung terigu dibuat dari biji gandum yang sudah dipisahkan atau dikupas dari kulit arinya sehingga memiliki serat yang lebih rendah namun mampu menghasilkan olahan roti yang teksturnya lembut dan empuk. Karena terbuat dari biji gandum, tepung terigu memiliki nutrisi hampir sama dengan gandum, seperti karbohidrat, serat, vitamin, dan mineral. Tepung terigu juga termasuk kategori tepung dengan kandungan gluten yang tinggi. Roti Roti adalah produk makanan yang terbuat dari tepung terigu yang difermentasikan dengan ragi roti Saccharomyces cerevisiae, air dan atau tanpa penambahan makanan lain yang diolah dengan cara dipanggang . Daging Sapi Giling Daging giling, daging giling atau beef mince adalah daging sapi yang telah dicincang halus dengan pisau, meat grinder, mincer atau mesin pencacah. Ini digunakan dalam banyak resep termasuk hamburger, saus bolognese, meatloaf, bakso dan kofta. 2.4 Bahan Tambahan Pembuatan Burger Hamburger atau burger adalah sejenis roti berbentuk bundar yang diiris dua, dan di tengahnya diisi dengan patty yang biasanya diambil dari daging, kemudian sayur-sayuran berupa selada, tomat dan bawang bombai. Sebagai sausnya, hamburger diberi berbagai jenis saus seperti mayones, saus tomat dan sambal, serta moster.


BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Pelaksanaan Waktu : 17.00 -22.00 WIB Tempat : Rumah Nur Quratul N.A 3.2 Alat dan Bahan Alat : Baskom, Sendok,Pisau,Talenan,oven,kertas roti, blender daging, timbangan,kompor,sarung tangan, dll. Bahan Roti 1. 300 gram tepung trigu protein sedang 2. 190 ml susu cair 3. 1 sdm bluband 4. 1 butir telur 5. 3 gram ragi instant 6. 1 gram bread improver/pelembut roti 7. 60 gram gula pasir Bahan Olesan dan Taburan 1. 1 butir telur & 2 sdm susu cair (aduk rata) 2. Wijen putih Bahan Isian 1. 200 gram daging sapi yang telah dicincang halus 2. 3 siung bawang putih yang telah dihaluskan 3. 1/2 sendok teh lada bubuk 4. 1/2 sendok teh garam 5. 1/2 sendok teh pala bubuk 6. Butter atau margarin secukupnya untuk menumis 7. Bawang Bombay,tomat,selada,saus tomat, mayonaise,timun, dll.


3.3 Cara Pembuatan Membuat Roti: Siapkan wadah telur kocok lepas,masukkan gula pasir,ragi instant & bread improver aduk rata,masukkan susu cair,tepung trigu aduk & uleni setengah kalis,masukkan bluband uleni sampai kalis kurang lebih 15-20 menit. Setelah kalis tutup rapat adonan diamkan selama 1 jam/sampai mengembang 2x lipat. Setelah mengembang bagi adonan jadi 6 bagian/besar kecil sesuai selera. Rapikan adonan bentuk bulat"an (lipat kedalam seperti di video) kerjakan sampai selesai Setelah semua selesai di bentuk diamkan selama 20 menit/mengembang tutup dengan plastik atau kain bersih. Setelah mengembang olesi dengan bahan olesan sampai rata,lalu taburi dengan wijen putih,lalu diamkan selama 5 menit (biar set/kering & wijen nempel sempurna). Panaskan oven terlebih dahulu selama 10 menit,lalu panggang roti burger selama 50 menit dengan api atas bawah suhu 180-200°C atau sesuaikan dengan oven masing". Setelah matang keluarkan dari oven,roti burger siap di gunakan/konsumsi beri isian/topping sesuai selera. Cara Membuat Isian: 1. Taruh daging cincang sapi dalam wadah besar. 2. Masukkan semua bahan (bawang putih halus, lada bubuk, garam, dan pala bubuk). 3. Aduk rata hingga semua bumbu tercampur sempurna dengan daging sapi. 4. Bagi adonan daging menjadi 4 bagian yang sama. 5. Bulatkan masing masing bagian lalu pipihkan dengan tangan. 6. Panaskan butter atau margarin dengan api sedang di wajan datar seperti teflon. 7. Panggang daging burger sampai berubah warna menjadi kecokelatan. 8. Daging burger siap disajikan dengan bahan pelengkap lain seperti saus atau dibuat menjadi burger ala rumahan.


BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Pembahasan Dalam pembuatan roti dan kue, ragi berfungsi untuk memfermentasi karbohidrat dan menghasilkan CO2 (karbon dioksida) dan menciptakan alkohol dalam tepung.Adonan roti atau kue akan mengembang karena CO2 yang terperangkap dalam gluten (zat dalam tepung). Alkohol yang tercipta juga menguap selama proses pemanggangan. Ragi dalam hal ini akan membuat adonan tepung menjadi elastis dan lebih melekat, sehingga dapat menambah cita rasa dan aroma dari roti atau kue itu sendiri. Maka dari itu kami menggunakan ragi dan tepung secukupnya agar roti tidak asam dan keras. BAB V PENUTUP Kesimpulan: Jika ragi terlalu banyak maka aroma roti akan masam dan rasa manis pada roti pun sedikit hilang. Selain itu, ragi juga dapat menghasilkan gas supaya roti mempunyai pori- pori. Penggunaan ragi terlalu banyak membuat bagian roti berpori-pori besar dan kasar. Maka dari itu kami menggunakan ragi secukupnya agar aroma roti tidak akan asam. Terlalu banyak tepung yang kamu gunakan ke dalam adonan tentu akan membuatnya membuat roti terlalu keras. Maka dari itu kami belajar dari kesalahan sebelumnya untuk tidak memberikan tepung secara berlebihan,dan memberikan tepung secukupnya.


DAFTAR PUSTAKA https://kids-grid-id.cdn.ampproject.org/v/s/kids.grid.id/amp/472912039/asal-usul-dan-sejarah- burger-berasal-dari-jerman-atau-amerika-serikat. https://www.orami.co.id/magazine/resep-daging-burger https://m-fimela-com.cdn.ampproject.org/v/s/m.fimela.com/amp/4983258/apa-itu-tepungterigu-dan-tepung-gandum https://www.ruangguru.com/blog/pengertian-penggolongan-dan-penerapan-bioteknologi https://aguskrisnoblog.wordpress.com/2011/12/27/peranan-jamur-ragi-saccharomyces- cerevisiae-sebagai-fermentasi-roti/ LAMPIRAN .


Click to View FlipBook Version