GAMBAR KERJA / SHOP
DRAWING BBS
Copyright © 2020 Total Construction Institute. All rights reserved. In collaboration with Dept. CERD 1
Gambar Kerja / Shop Drawing BBS
Sebelum membuat gambar kerja pembesian / Shop drawing BBS diperlukan :
• Pengetahuan mengenai baja tulangan dan
• Kemampuan untuk bisa membaca dan memahami gambar / notasi detail
pembesian / penulangan beton gambar struktur ( Forcon ) dan
menerjemahkannya kedalam gambar / Shop drawing BBS.
• Memahami gambar struktur, yang harus dipahami adalah :
• Gambar denah struktur ( elevasi, type balok, type plat, type kolom dll ),
• Gambar potongan tulangan balok, plat, kolom dan semua elemen
struktur yang ada pembesiannya
Copyright © 2020 Total Construction Institute. All rights reserved. In collaboration with Dept. CERD 2
Gambar Kerja / Shop Drawing BBS 3
Macam-macam baja tulangan ( bentuk, ukuran & kualitas) :
Baja tulangan terbagi dalam dua macam tulangan, menurut bentuknya, yaitu :
1. Batang polos
• Batang polos, rata
• Mempunyai tanda ø di dokumen (untuk garis tengah tulangannya).
• Disebut juga dengan singkatan : BJTP (Baja Tulangan Polos) contoh :
Baja tulangan polos 24, atau BJTP 24
2. Batang yang diprofilkan/ulir
• Batangnya dapat mempunyai rusuk-rusuk, berulir.
• Mempunyai tanda D di dokumen (untuk garis tengah tulangannya).
• Disebut juga dengan singkatan Bj TD (Baja Tulangan Diform) contoh:
Baja tulangan deform 40, atau BJTD 40
Copyright © 2020 Total Construction Institute. All rights reserved. In collaboration with Dept. CERD
Gambar Kerja / Shop Drawing BBS
Diameter besi tulangan dalam mm : Diameter besi tulangan dalam inch :
• 6 mm • #3 (3/8”)
• 8 mm • #4 (1/2”)
• 10 mm • #5 (5/8”)
• 13 mm • #6 (3/4”)
• 16 mm • #7 (7/8”)
• 19 mm • #8 (1”)
• 22 mm • #9 (9/8”)
• 25 mm • #10 (10/8”)
• 29 mm
• 32 mm Standar panjang besi tulangan dalam Feet
• 36 mm Standar panjang = 40 feet
Standar panjang besi tulangan dalam meter
Standar panjang = 12 m
Copyright © 2020 Total Construction Institute. All rights reserved. In collaboration with Dept. CERD 4
Gambar Kerja / Shop Drawing BBS
Rumus untuk menghitung berat besi dalam Meter Bj Tul = 7850 kg/m3
Berat per meter = A tul * Bj Tul
= 0.25 * 3.14 * D^2 * 7850 kg/m3 / 1000000
Ctt : D dalam mm
Contoh : D = 10 mm
Berat per meter = W = 0.25*3.14*(10)^2*7850/1000000
W = 0.616 kg/m
Berat per batang 12 m = W*12 = 0.616*12 = 7.398 kg/batang
Rumus cepat menghitung berat besi dalam meter 5
Berat per meter = D^2/162.196 (D dalam mm)
Contoh : D = 10 mm
Berat per meter = W = 10^2/162.196 = 0.616 kg/m
Copyright © 2020 Total Construction Institute. All rights reserved. In collaboration with Dept. CERD
Gambar Kerja / Shop Drawing BBS
Kualitas Besi Beton :
Tanda pada dokumen yang menunjukkan kualitas (mutu) besi beton yang
disyaratkan ialah : U dengan disertai angka yang menunjukkan nilai titik
lelahnya (dalam MPa atau Kg/ cm2).
Contoh : U-24, U-40, U-50, dan seterusnya. Jadi mutu besi beton
(kekuatannya) ada berbagai macam (tanda mutu besi beton biasanya
dicantumkan dalam gambar/ spesifikasi).
Copyright © 2020 Total Construction Institute. All rights reserved. In collaboration with Dept. CERD 6
Gambar Kerja / Shop Drawing BBS 7
Gambar/notasi detail pembesian :
Copyright © 2020 Total Construction Institute. All rights reserved. In collaboration with Dept. CERD
Gambar Kerja / Shop Drawing BBS 8
Gambar detail/potongan pembesian :
Copyright © 2020 Total Construction Institute. All rights reserved. In collaboration with Dept. CERD
Gambar Kerja / Shop Drawing BBS
Setelah memahami gambar struktur penulangan, dilanjutkan dengan
membuat gambar kerja pembesian / Shop drawing BBS.
Shop Drawing BBS dibuat sedemikian rupa dengan cara mengkombinasikan
pola-pola panjang tulangan yang optimal sesuai dengan standart detail dengan
tujuan mendapatkan nilai sisa material terkecil atau mengkombinasikan sisa
material agar dapat digunakan kembali.
Yang harus diperhatikan dalam membuat Shop Drawing BBS adalah :
• Satuan : mm (milimeter)
• Setiap gambar tulangan harus diberi notasi / nomor untuk mempermudah
check pemasangan & input data (Program BBS )
Copyright © 2020 Total Construction Institute. All rights reserved. In collaboration with Dept. CERD 9
Gambar Kerja / Shop Drawing BBS 10
Yang harus diperhatikan dalam membuat Shop Drawing BBS adalah :
• Satuan : mm (milimeter)
• Setiap gambar tulangan harus diberi notasi / nomor untuk mempermudah
check pemasangan & input data (Program BBS )
• Panjang pemotongan yang akurat untuk fabrikasi karena besi baja
sifatnya ulet dan dapat diperpanjang ( mulur) sebab itu panjang tulangan
bertambah ketika ada tekukan atau kait.
Copyright © 2020 Total Construction Institute. All rights reserved. In collaboration with Dept. CERD
Gambar Kerja / Shop Drawing BBS
Simulasi perhitungan panjang tulangan akibat tekukan
Diketahui D=25 mm sudut bengkokan = 90° Panjang pengurangan : BS 8666-2005
Cara lama : Panjang actual potong = 6000 + 300 – 0.5x87 - 25
Panjang tulangan = (A) 6000 mm + (B) 300 mm = 6300 – 70
= 6300 mm
Panjang actual potong sebelum tekuk/bending = 6230 mm
Panjang actual setelah tekuk/bending = 6300 mm
Copyright © 2020 Total Construction Institute. All rights reserved. In collaboration with Dept. CERD 11
Pembagian Shop Drawing BBS ( Gambar ) 12
1. Shop Drawing BBS Struktur Bawah
▪ Bored Pile (dibuat per type)
▪ Pile Cap (dibuat per type)
▪ Mat Foundation / Raft Foundation dibuat terpisah :
Tulangan Besi Bawah dibuat per-layer / lapis Arah X & Y ( lapis 1,2 dst)
2. Shop Drawing Struktur Vertikal
▪ Kolom (dibuat per As dari lantai bawah sampai atas)
▪ Core Wall / Shear Wall
▪ Retaining Wall
3. Shop Drawing Struktural Horisontal
• Tie Beam (dibuat per lajur/portal)
• Balok ( Girder/Induk & Beam/Anak) (dibuat per lajur/portal)
• Plat dibuat dengan cara :
• 1.Tulangan Besi Bawah
• 2.Tulangan Besi Atas
Copyright © 2020 Total Construction Institute. All rights reserved. In collaboration with Dept. CERD
Pembagian Shop Drawing BBS ( Gambar ) 13
1. Shop Drawing BBS Struktur Bawah
▪ Gambar shop drawing pembesian yang dibuat sedemikian rupa dengan cara
mengkombinasikan pola-pola yang paling optimal sesuai standar yang berlaku
dengan tujuan mendapatkan nilai sisa material besi terkecil atau mengkombinasikan
sisa material agar dapat digunakan kembali pada type besi tulangan berikutnya pada
struktur bawah.
▪ Jadi dilapangan dipakai sebagai gambar kerja untuk petunjuk potongan, fabrikasi
dan pemasangan tulangan tulangan struktur bagian bawah seperti borepile,
matfoundation, pile cap dll.
▪ Pembesian struktur bagian bawah biasanya mengunakan besi dengan diameter yang
besar seperti D22, D25, D29, D32 dan D36. Untuk besi dengan diameter yang masih
bisa dipakai pada struktur berikutnya bukan menjadi masalah seperti D22, D25 tapi
untuk diameter D29, D32 dan D36 diperlukan pembuatan yang lebih teliti supaya besi
tidak sisa banyak dilapangan.
▪ Penting untuk dipahami : WASTE terbesar pada proyek biasanya terjadi pada
struktur bagian bawah.
Copyright © 2020 Total Construction Institute. All rights reserved. In collaboration with Dept. CERD
Pembagian Shop Drawing BBS ( Gambar )
2. Shop Drawing BBS Struktur Vertikal
▪ Gambar shop drawing pembesian yang dibuat sedemikian rupa dengan cara
mengkombinasikan pola-pola yang paling optimal sesuai standar yang berlaku
dengan tujuan mendapatkan nilai sisa material besi terkecil atau mengkombinasikan
sisa material agar dapat digunakan kembali pada type besi tulangan berikutnya pada
struktur vertikal.
▪ Jadi dilapangan dipakai sebagai gambar kerja untuk petunjuk potongan, fabrikasi
dan pemasangan tulangan tulangan struktur vertikal seperti kolom, core wall, shear
wall dll.
▪ Pembesian struktur bagian bawah vertikal biasanya mengunakan besi dengan
diameter yang besar seperti D25, D29, dan semakin keatas biasanya diameter
tulangan mengecil atau jumlah tulangan berkurang
Copyright © 2020 Total Construction Institute. All rights reserved. In collaboration with Dept. CERD 14
Pembagian Shop Drawing BBS ( Gambar )
3. Shop Drawing BBS Struktur Horizontal
▪ Gambar shop drawing pembesian yang dibuat sedemikian rupa dengan cara
mengkombinasikan pola-pola yang paling optimal sesuai standar yang berlaku
dengan tujuan mendapatkan nilai sisa material besi terkecil atau mengkombinasikan
sisa material agar dapat digunakan kembali pada type besi tulangan berikutnya pada
struktur horizontal.
▪ Jadi dilapangan dipakai sebagai gambar kerja untuk petunjuk potongan, fabrikasi
dan pemasangan tulangan tulangan struktur horizontal seperti tie beam, balok,
pelat lantai dll.
▪ Proses pembuatan shop drawing horizontal harus dibuat per as / portal dan lokasi
penyambungan tulangan harus memperhatikan standar detil dan optimasi
pemakaian tulangan.
▪ Sementara untuk pelat lantai dibuat per lantai dan per layer /lapis tulangan.
Copyright © 2020 Total Construction Institute. All rights reserved. In collaboration with Dept. CERD 15
FLOW CHART SHOP DRAWING & CUTTING LIST BBS
START
FORCON SHOP DRAWING
DRAWING PROCESS
SHOP
DRAWING+CUTTING
LIST BBS
NO SHOP DRAWING
CHECK APPROV
BY SE
YES
DOKUMEN SD &
CUTTING LIST
BSS
END TONASE & WASTE PIHAK YG END
MEMBUTUHKAN
Copyright © 2020 Total Construction Institute. All rights reserved. In collaboration with Dept. CERD 16
SHOP DRAWING BBS STR BAWAH BOREPILE
LANGKAH-LANGKAH PEMBUATAN SHOP DRAWING BAR BENDING SCHEDULE 17
1).BORE PILE ( CONTOH PROYEK BINUS ALAM SUTERA )
1. TIA NG BOR A DA 2 TYPE YA ITU :
-TYPE Ø1000 MM
-TYPE Ø 800 MM
2. HITUNG JUMLA H TIA NG BOR YA NG A DA DENGA N 2 TYPE YA ITU :
-TYPE Ø1000 MM = 135 TIA NG
-TYPE Ø 800 MM = 161 TIA NG
3. CHECK JUMLA H TULA NGA N DI MA SING-MA SING TYPE DA N A REA
-TYPE Ø 1000 MM
Satuan yang dipakai dalam gambar adalah mm
Dikedalaman ˜16000 mm = 5000mm dengan tul 12D22 dan 11000mm dengan tul 16D22
Panjang besi dikedalaman 5000mm+1000mm (pjng lewatan/overlape)=6000mm
Panjang besi dikedalaman 11000mm+1000mm (pjng lewatan/overlape)=12000mm
Setiap gambar penulangan besi harus diberi notasi atau nomor untuk :
-Mempermudah pengecekan
-Mempermudah waktu input data di program excel
Sehingga menjadi :
Nomor 1)12D22-6000 ( artinya ada 12 besi dg D22 dengan panjang besi 6000 mm )
Nomor 2)16D22-12000 ( artinya ada 16 besi dg D22 dengan panjang besi 12000 mm )
Untuk sengkang :
dikedalaman 2000mm dipakai D13-100 jarak sengkang spiral 100mm
dikedalaman 14000mm dipakai D13-200 jarak sengkang spiral 200mm
-TYPE Ø 800 MM
Satuan yang dipakai dalam gambar adalah mm
Dikedalaman ˜16000 mm = 5000mm dengan tul 10D19 dan 11000mm dengan tul 16D19
Panjang besi dikedalaman 5000mm+1000mm (pjng lewatan/overlape)=6000mm
Panjang besi dikedalaman 11000mm+1000mm (pjng lewatan/overlape)=12000mm
Setiap gambar penulangan besi harus diberi notasi atau nomor untuk :
-Mempermudah pengecekan
-Mempermudah waktu input data di program excel
Sehingga menjadi :
Nomor 1)10D19-6000 ( artinya ada 10 besi dg D19 dengan panjang besi 6000 mm )
Nomor 2)16D19-12000 ( artinya ada 16 besi dg D19 dengan panjang besi 12000 mm )
Untuk sengkang :
dikedalaman 2000mm dipakai D13-100 jarak sengkang spiral 100mm
dikedalaman 14000mm dipakai D13-200 jarak sengkang spiral 200mm
Copyright © 2020 Total Construction Institute. All rights reserved. In collaboration with Dept. CERD
SHOP DRAWING BBS STR BAWAH BOREPILE
Copyright © 2020 Total Construction Institute. All rights reserved. In collaboration with Dept. CERD 18
SHOP DRAWING BBS STR BAWAH MATFOUND
LANGKAH-LANGKAH PEMBUAT AN SHOP DRAWING BAR BENDING SCHEDULE 19
2).MAT T .FONDAT ION ( CONT OH PROYEK BINUS ALAM SUT ERA )
BIA SA NYA PEMBESIA N MA TT.FOND BERLA PIS-LA PIS SEBA IKNYA DIBUA T SEDETA IL MUNGKIN.
1.SHOP DRA WING BBS DIBUA T :
-TULA NGA N BA WA H
-TULA NGA N A TA S
2.SHOP DRA WING BBS MA TT.FOND HA RUS DIBUA T DETA IL A RA H X DA N Y SESUA I LA PIS/LA YER .
-TULA NGA N LA PIS-1
-TULA NGA N LA PIS-2
-TULA NGA N LA PIS-3
-TULA NGA N LA PIS-4
3.JA DI KESELURUHA N DIBUA T SHOP DRA WING :
-TULA NGA N BA WA H : -TULA NGA N BA WA H LA PIS-1
-TULA NGA N BA WA H LA PIS-2
-TULA NGA N BA WA H LA PIS-3
-TULA NGA N BA WA H LA PIS-4
-TULA NGA N A TA S : -TULA NGA N A TA S LA PIS-1
-TULA NGA N A TA S LA PIS-2
-TULA NGA N A TA S LA PIS-3
-TULA NGA N A TA S LA PIS-4
NOTE : JUMLA H LA PIS DISESUA IKA N DENGA N SHOP DRA WING A PPROVA L PA DA PROYEK TERSEBUT.
CONT OH GAMBAR PEMBESIAN MAT T .FOND SBB :
1.T ULANGAN BESI BAWAH
1.TULA NGA N BA WA H LA PIS-1 (D25-100) A RA H -Y
2.TULA NGA N BA WA H LA PIS-2 (D25-100) A RA H -X
3.TULA NGA N BA WA H LA PIS-3 (D22-100) A RA H -Y
4.TULA NGA N BA WA H LA PIS-4 (D22-100 & D16-100) A RA H -X
2.T ULANGAN BESI AT AS
1.TULA NGA N A TA S LA PIS-1 (D22-100) A RA H -Y
2.TULA NGA N A TA S LA PIS-2 (D22-100) A RA H -X
3.TULA NGA N A TA S LA PIS-3 (D22-100) A RA H -Y
3.T ULANGAN PEMINGGANG
A DA 2 LA PIS TULA NGA N PEMINGGA NG BESI D10 YG DIBUA T MENGELILINGI MA TT.FOND
4.T ULANGAN T IES
TULA NGA N TIES D16-100 (TYP)
SHOP DRAWING BBS DIBUAT BERDASARKAN ST ANDART DET AIL PEMBESIAN
-TA BEL SELIMUT BETON
-MUTU BA HA N :
- BETON PA NJA NG PENYA LURA N (Ld)
- BA JA PA NJA NG LEWA TA N (La)
Copyright © 2020 Total Construction Institute. All rights reserved. In collaboration with Dept. CERD
SHOP DRAWING BBS STR BAWAH MATFOUND
Copyright © 2020 Total Construction Institute. All rights reserved. In collaboration with Dept. CERD 20
SHOP DRAWING BBS STR BAWAH PILECAP
LANGKAH-LANGKAH PEMBUATAN SHOP DRAWING BAR BENDING SCHEDULE 21
3).PILE CAP ( CONTOH PROYEK BINUS ALAM SUTERA )
PILE CAP DIBUAT SESUAI TYPE PILE CAP YG ADA :
1.PILE CAP TYPE P-2
2.PILE CAP TYPE P-2A
3.PILE CAP TYPE P-3
4.PILE CAP TYPE P-3A
5.PILE CAP TYPE P-20
6.PILE CAP TYPE P-24
1.& 2.PILE CAP TYPE P-2 DAN P2A
TULANGAN BAWAH 3 LAPIS = D25-150 (TULANGAN ARAH X DAN Y)
TULANGAN ATAS MENJADI SATU DG TULANGAN PLAT
3.& 4.PILE CAP TYPE P-3 DAN P3A
TULANGAN BAWAH 2 LAPIS = D25-150 (TULANGAN ARAH X DAN Y)
BENTUK PILE CAP TIDAK BERATURAN, PANJANG BESI DIBUAT MENGIKUTI KEBUTUHAN -
TULANGAN ARAH X DAN Y
TULANGAN ATAS MENJADI SATU DG TULANGAN PLAT
5.PILE CAP TYPE 20
TULANGAN BAWAH 3 LAPIS = D25-150 (TULANGAN ARAH X DAN Y)
TULANGAN ATAS 2 LAPIS = D22-150 (TULANGAN ARAH X DAN Y)
6.PILE CAP TYPE 24
TULANGAN BAWAH 3 LAPIS = D25-150 (TULANGAN ARAH X DAN Y)
TULANGAN ATAS 2 LAPIS = D22-150 (TULANGAN ARAH X DAN Y)
TULANGAN PEMINGGANG
ADA 2 LAPIS TULANGAN PEMINGGANG BESI D10 YG DIBUAT MENGELILINGI PILE CAP
TULANGAN TIES
TULANGAN TIES D16-100 (TYP)
Copyright © 2020 Total Construction Institute. All rights reserved. In collaboration with Dept. CERD
SHOP DRAWING BBS STR BAWAH PILECAP
Copyright © 2020 Total Construction Institute. All rights reserved. In collaboration with Dept. CERD 22
SHOP DRAWING BBS STR VERTICAL KOLOM
LANGKAH-LANGKAH PEMBUATAN SHOP DRAWING BAR BENDING SCHEDULE 23
1).CONTOH KOLOM
1. Check & jumlah type kolom yang sama.
2. Check dimensi kolom & tumpuan dibawahnya ( Pile cap)
3. Contoh type kolom K1, K2, K3 dll
4. Check level kolom
5. Check level kolom floor to floor.
Setiap gambar penulangan besi kolom harus diberi notasi atau nomor untuk :
-Mempermudah pengecekan
-Mempermudah waktu input data di program excel
Bila memungkinkan sebaiknya Shop drawing BBS kolom dibuat menerus dari bawah sampai atas.
Tiap level floor to floor harus di check :
1. Dimensi apakah ada perubahan dimensi.
2. Jumlah tulangan kolom yg berlaku, apakah bertambah atau berkurang
- Contoh tulangan pokok kolom 20D25, dilevel atasnya menjadi 20D25.
berarti tulangan D25 yg menerus ada 20 batang dan 5 batang tidak menerus.
3. Diameter tulangan kolom yg berlaku, apakah berubah dimensi.
- Contoh tulangan pokok kolom D25, dilevel atasnya menjadi D22
berarti tulangan D25 tidak ada yg menerus.
4. Jarak pemasangan sengkang biasanya berbeda, disesuaikan dengan yg berlaku.
- Contoh sengkang D10-100 pada 1/4 h dari atas dan bawah , pada 1/2 h dipasang sengkang D10-200
5. Bila ada perubahan tinggi floor to floor, shop drawing BBS harus dibuat ulang sesuai revisi.
6. Panjang lewatan atau overlape besi harus dibuat sesuai standart detail pembesian yang berlaku.
- Panjang besi 12 m sedapat mungkin habis dipakai tanpa sisa misal 6m+6m dst
7.Pembuatan shop drawing kolom harus dibuat detail untuk type kolom dengan tulangan pokok yang berbeda.
- Contoh tulangan pokok kolom 8D19+8d16 (1 kolom ada 2 diameter besi)
Copyright © 2020 Total Construction Institute. All rights reserved. In collaboration with Dept. CERD
SHOP DRAWING BBS STR VERTICAL KOLOM
Copyright © 2020 Total Construction Institute. All rights reserved. In collaboration with Dept. CERD 24
SHOP DRAWING BBS STR VERTICAL COREWALL
LANGKAH-LANGKAH PEMBUATAN SHOP DRAWING BAR BENDING SCHEDULE 25
2).CORE-WALL
1. Check & jumlah type core-wall yang sama.
2. Check dimensi core-wall & tumpuan dibawahnya ( Pile cap)
3. Contoh type core-wall CW1, CW2, CW3 dll
4. Check level core-wall
5. Check level core-wall floor to floor.
Setiap gambar penulangan besi core wall harus diberi notasi atau nomor untuk :
-Mempermudah pengecekan
-Mempermudah waktu input data di program excel
Bila memungkinkan sebaiknya Shop drawing BBS core wall dibuat menerus dari bawah sampai atas.
Tiap level floor to floor harus di check :
1. Dimensi apakah ada perubahan dimensi.
2. Jumlah tulangan core wall yg berlaku, apakah bertambah atau berkurang
- Contoh tulangan pokok core-wall 20D25, dilevel atasnya menjadi 20D25.
berarti tulangan D25 yg menerus ada 20 batang dan 5 batang tidak menerus.
3. Diameter tulangan core wall yg berlaku, apakah berubah dimensi.
- Contoh tulangan pokok core wall D25, dilevel atasnya menjadi D22
berarti tulangan D25 tidak ada yg menerus.
4. Jarak pemasangan sengkang biasanya berbeda, disesuaikan dengan yg berlaku.
- Contoh sengkang D10-100 pada 1/4 h dari atas dan bawah , pada 1/2 h dipasang sengkang D10-200
5. Bila ada perubahan tinggi floor to floor, shop drawing BBS harus dibuat ulang sesuai revisi.
6. Panjang lewatan atau overlape besi harus dibuat sesuai standart detail pembesian yang berlaku.
- Panjang besi 12 m sedapat mungkin habis dipakai tanpa sisa misal 6m+6m dst
7.Pembuatan shop drawing core wall harus dibuat detail untuk type core wall dg tulangan pokok yang berbeda.
- Contoh tulangan pokok core-wall 8D19+8d16 (1 core-wall ada 2 diameter besi)
8.Pembuatan shop drawing core wall harus dibuat lebih detail dan teliti karena banyak variasi tulangan.
9.Banyak terjadi kesalahan perhitungan tonage karena banyak variasi penulangan pada waktu input data.
10.Harus diperhitungkan tonage prefabrikasi core wall pada waktu install dilapangan.
Copyright © 2020 Total Construction Institute. All rights reserved. In collaboration with Dept. CERD
SHOP DRAWING BBS STR VERTICAL COREWALL
Copyright © 2020 Total Construction Institute. All rights reserved. In collaboration with Dept. CERD 26
SHOP DRAWING BBS STR VERTICAL DINDING RW
LANGKAH-LANGKAH PEMBUATAN SHOP DRAWING BAR BENDING SCHEDULE 27
3).RETAINING WALL
1. Check & jumlah type retaining-wall yang sama.
2. Check dimensi core-wall & tumpuan dibawahnya ( tie-beam)
3. Contoh type ret-wall W1, W2, W3 dll
4. Check level ret-wall
Setiap gambar penulangan besi ret-wall harus diberi notasi atau nomor untuk :
-Mempermudah pengecekan
-Mempermudah waktu input data di program excel
Bila memungkinkan sebaiknya Shop drawing BBS ret-wall dibuat menerus dari bawah sampai atas.
Tiap type ret-wall di check :
1. Dimensi apakah ada perubahan dimensi.
2. Jumlah tulangan ret- wall yg berlaku, apakah bertambah atau berkurang
- Contoh tulangan pokok ret-wall 20D25, dilevel atasnya menjadi 20D25.
berarti tulangan D25 yg menerus ada 20 batang dan 5 batang tidak menerus.
3. Diameter tulangan ret wall yg berlaku, apakah berubah dimensi.
- Contoh tulangan pokok ret-wall D25, dilevel atasnya menjadi D22
berarti tulangan D25 tidak ada yg menerus.
4. Jarak pemasangan sengkang biasanya berbeda, disesuaikan dengan yg berlaku.
- Contoh sengkang D10-100 pada 1/4 h dari atas dan bawah , pada 1/2 h dipasang sengkang D10-200
5. Bila ada perubahan tinggi floor to floor, shop drawing BBS harus dibuat ulang sesuai revisi.
6. Panjang lewatan atau overlape besi harus dibuat sesuai standart detail pembesian yang berlaku.
- Panjang besi 12 m sedapat mungkin habis dipakai tanpa sisa misal 6m+6m dst
7.Pembuatan shop drawing ret wall harus dibuat detail untuk type ret-wall dg tulangan pokok yang berbeda.
- Contoh tulangan pokok ret-wall 8D19+8d16 (1 ret-wall ada 2 diameter besi)
8.Pembuatan shop drawing ret- wall harus dibuat lebih detail dan teliti karena banyak variasi tulangan.
9.Banyak terjadi kesalahan perhitungan tonage karena banyak variasi penulangan pada waktu input data.
Copyright © 2020 Total Construction Institute. All rights reserved. In collaboration with Dept. CERD
SHOP DRAWING BBS STR VERTICAL DINDING RW
Copyright © 2020 Total Construction Institute. All rights reserved. In collaboration with Dept. CERD 28
SHOP DRAWING BBS STR HORIZONTAL BALOK
LANGKAH-LANGKAH PEMBUATAN SHOP DRAWING BAR BENDING SCHEDULE 29
1).CONTOH BALOK
1. Pembuatan balok dibagi : -A rah-X (mendatar/horisontal)
-A rah-Y (vertikal)
2. Check dimensi balok per as untuk balok menerus.
3. Contoh type balok : -Girder/balok induk (G1, G2, G3 dll)
-Beam/balok anak (B1, B2, B3 dll)
4. Check level balok (top of beam)
Setiap gambar penulangan besi balok harus diberi notasi atau nomor untuk :
-Mempermudah pengecekan
-Mempermudah waktu input data di program excel
Bila memungkinkan sebaiknya Shop drawing BBS balok dibuat menerus .
Tiap pembuatan shop drawing BBS balok harus di check :
1. Type balok per as karena biasanya tiap as beda type balok beda dimensi dan tulangan.
2. Jumlah tulangan balok yg menerus, apakah bertambah atau berkurang
- Contoh tulangan atas : daerah tumpuan : 4D22 (1/4 jarak bersih kolom-kolom/balok-balok)
daerah lapangan : 2D22(1/2 jarak bersih kolom-kolom/balok-balok)
Berarti tulangan pokok yang menerus adalah 2D22
Sisanya 2 D22 daerah tumpuan adalah tulangan ekstra.
- Contoh tulangan bawah : daerah tumpuan : 2D22 (1/4 jarak bersih kolom-kolom/balok-balok)
daerah lapangan : 4D22(1/2 jarak bersih kolom-kolom/balok-balok)
Berarti tulangan pokok yang menerus adalah 2D22
Sisanya 2 D22 daerah lapangan adalah tulangan ekstra.
3. Diameter tulangan balok yg menerus, apakah berubah dimensi.
- Contoh dimensi balok 400x750, di as balok berikutnya berubah menjadi 450x900
berarti tulangan balok atas bisa menerus tapi tulangan balok bawah tidak dapat menerus.
4. Jarak pemasangan sengkang biasanya berbeda, disesuaikan dengan yg berlaku.
daerah tumpuan : D10-150 (1/4 jarak bersih kolom-kolom/balok-balok)
daerah lapangan : D10-200(1/2 jarak bersih kolom-kolom/balok-balok)
5. Bila ada perubahan tiype balok, shop drawing BBS harus dibuat ulang sesuai revisi.
6. Panjang lewatan atau overlape besi harus dibuat sesuai standart detail pembesian yang berlaku.
- Panjang besi 12 m sedapat mungkin habis dipakai tanpa sisa misal 6m+6m dst
7.Pembuatan shop drawing balok harus dibuat detail untuk type balok dengan tulangan pokok yang berbeda.
- Contoh tulangan atas : daerah tumpuan : 4D22+3D16 (1/4 jarak bersih kolom-kolom/balok-balok)
daerah lapangan : 1D22+3D16(1/2 jarak bersih kolom-kolom/balok-balok)
- Contoh tulangan bawah : daerah tumpuan : 1D22+3D16 (1/4 jarak bersih kolom-kolom/balok-balok)
daerah lapangan : 4D22+3D16(1/2 jarak bersih kolom-kolom/balok-balok)
Copyright © 2020 Total Construction Institute. All rights reserved. In collaboration with Dept. CERD
SHOP DRAWING BBS STR HORIZONTAL BALOK
Copyright © 2020 Total Construction Institute. All rights reserved. In collaboration with Dept. CERD 30
SHOP DRAWING BBS STR HORIZONTAL TIE BEAM
LANGKAH-LANGKAH PEMBUATAN SHOP DRAWING BAR BENDING SCHEDULE 31
2).T IE-BEA M
1. Pembuatan tie-beam dibagi : -A rah-X (mendatar/horisontal)
-A rah-Y (vertikal)
2. Check dimensi tie-beam per as untuk balok menerus.
3. Contoh type tie-beam : -Girder/balok induk (TG1, TG2, TG3 dll)
-Beam/balok anak (TB1, TB2,T B3 dll)
4. Check level tie-beam (top of beam)
Setiap gambar penulangan besi tie-beam harus diberi notasi atau nomor untuk :
-Mempermudah pengecekan
-Mempermudah waktu input data di program excel
Bila memungkinkan sebaiknya Shop drawing BBS tie-beam dibuat menerus .
Tiap pembuatan shop drawing BBS tie-beam harus di check :
1. Type tie-beam per as karena biasanya tiap as beda type tie-beam beda dimensi dan tulangan.
2. Jumlah tulangan tie-beam yg menerus, apakah bertambah atau berkurang
- Contoh tulangan atas : daerah tumpuan : 4D22 (1/4 jarak bersih kolom-kolom/balok-balok)
daerah lapangan : 2D22(1/2 jarak bersih kolom-kolom/balok-balok)
Berarti tulangan pokok yang menerus adalah 2D22
Sisanya 2 D22 daerah tumpuan adalah tulangan ekstra.
- Contoh tulangan bawah : daerah tumpuan : 2D22 (1/4 jarak bersih kolom-kolom/balok-balok)
daerah lapangan : 4D22(1/2 jarak bersih kolom-kolom/balok-balok)
Berarti tulangan pokok yang menerus adalah 2D22
Sisanya 2 D22 daerah lapangan adalah tulangan ekstra.
3. Diameter tulangan tie-beam yg menerus, apakah berubah dimensi.
- Contoh dimensi tie-beam 400x750, di as berikutnya berubah menjadi 450x900
berarti tulangan tie-beam atas bisa menerus tapi tulangan tie-beam bawah tidak dapat menerus.
4. Jarak pemasangan sengkang biasanya berbeda, disesuaikan dengan yg berlaku.
daerah tumpuan : D10-150 (1/4 jarak bersih kolom-kolom/tiebeam-tiebeam)
daerah lapangan : D10-200(1/2 jarak bersih kolom-kolom/tiebeam-tiebeam)
5. Bila ada perubahan tiype tiebeam, shop drawing BBS harus dibuat ulang sesuai revisi.
6. Panjang lewatan atau overlape besi harus dibuat sesuai standart detail pembesian yang berlaku.
- Panjang besi 12 m sedapat mungkin habis dipakai tanpa sisa misal 6m+6m dst
7.Pembuatan shop drawing tiebeam harus dibuat detail untuk type tiebeam dengan tulangan pokok yang berbeda.
- Contoh tulangan atas : daerah tumpuan : 4D22+3D16 (1/4 jarak bersih kolom-kolom/tiebeam-tiebeam)
daerah lapangan : 1D22+3D16(1/2 jarak bersih kolom-kolom/tiebeam-tiebeam)
- Contoh tulangan bawah : daerah tumpuan : 1D22+3D16 (1/4 jarak bersih kolom-kolom/tiebeam-tiebeam)
daerah lapangan : 4D22+3D16(1/2 jarak bersih kolom-kolom/tiebeam-tiebeam)
Copyright © 2020 Total Construction Institute. All rights reserved. In collaboration with Dept. CERD
SHOP DRAWING BBS STR HORIZONTAL TIE BEAM
Copyright © 2020 Total Construction Institute. All rights reserved. In collaboration with Dept. CERD 32
SHOP DRAWING BBS STR HORIZONTAL PELAT LANTAI/SLAB
LANGKAH-LANGKAH PEMBUATAN SHOP DRAWING BAR BENDING SCHEDULE
4).PLAT LANTAI / SLAB
1. Check type -type plat lantai/ slab -type plat - S1
-type plat - S2
-type plat - S3
-type plat - S4
2. Check tebal plat setiap type plat lantai.
3. Check level plat lantai tiap area.
4. Check drop lantai.
Setiap gambar penulangan besi plat lantai harus diberi notasi atau nomor untuk :
-Mempermudah pengecekan
-Mempermudah waktu input data di program excel
Bila memungkinkan sebaiknya Shop drawing BBS plat lantai dibuat menerus .
Tiap type plat lantai di check :
1.Lapis tulangan, shop drawing BBS plat lantai dibuat tiap lapis/layer :
1.Tulangan bawah : - Tulangan bawah utama lapis-1
- Tulangan bawah utama lapis-2 `
- Tulangan bawah ekstra lapis-3
- Tulangan bawah ekstra lapis-4
2.Tulangan atas : - Tulangan atas utama lapis-1
- Tulangan atas utama lapis-2
- Tulangan atas uekstra lapis-3
2. Bila ada perubahan level lantai atau drop lantai , shop drawing BBS harus dibuat ulang sesuai revisi.
3. Panjang lewatan atau overlape besi harus dibuat sesuai standart detail pembesian yang berlaku.
- Panjang besi 12 m sedapat mungkin habis dipakai tanpa sisa.
- Waste besi terkecil pada pekerjaan plat lantai.
Copyright © 2020 Total Construction Institute. All rights reserved. In collaboration with Dept. CERD 33
SHOP DRAWING BBS STR HORIZONTAL PELAT LANTAI/SLAB
Copyright © 2020 Total Construction Institute. All rights reserved. In collaboration with Dept. CERD 34
CHECK by SE (Site Engineer)
Hal hal mendasar yang harus di Check oleh SE Struktur dalam pembuatan BBS adalah
sebagai berikut :
1. Dasar gambar yang digunakan pembuatan BBS ( Gambar Referensi : Gambar no : ) harus
sama dengan Shop drawing Struktur Approval yang dipakai dilapangan.
2. Dasar perhitungan dan pembuatan BBS harus mengacu / sesuai dengan standar detail
yang berlaku seperti :
▪ Panjang Lewatan / Lap Splice / Overlap
▪ Panjang Penyaluran dan Panjang Penjangkaran
▪ Kait standar tulangan
▪ Posisi sambungan lewatan tulangan / overlap yang diijinkan
3. Pembuatan BBS harus sesuai dengan schedule BBS, sehingga pembuatan BBS sesuai
dengan item pekerjaan untuk fabrikasi dan pemasangan dilapangan yang sudah
direncanakan.
Copyright © 2020 Total Construction Institute. All rights reserved. In collaboration with Dept. CERD 35