KUMPULAN CERITA
UNTUK
ANAK SEKOLAH DASAR
GANY VEGA NUR AINI
A510190164
4C
KESERAKAHAN BERUANG
Oleh : Gilang Sasmita
Di suatu hari didalam hutan lebat yang berada di afrika terdapat goa yang
nyaman. Goa tersebut gelap dan terdapat seekor beruang yang sangat besar.
Beruang itu bernama Haga dan memiliki hobi makan. Ia sangat suka makan-makanan
yang berbau daging baik daging ayam, burung, bahkan kijang. Setiap habis makan-
makanan daging ia sangat suka meminum madu asli dari hutan. Setiap ia mencari
madu, beruang selalu menyimpannya di wadah gentong untuk stok setiap hari.
Di suatu saat ketika Haga pulang berburu dari hutan, Haga melihat pohon
yang dekat sekali dengan tebing yang tingginya kurang lebih 50 meter. Ia melihat
segerombolan sarang lebah yang sangat banyak sekali sampai-sampai ia menetas
air liur saat melihatnya. Ia membayangkan betapa banyaknya air manis tersebut
jika di bawa pulang dan santapnya seorang diri. Disaat Haga membayang ingin
menyantap madu tersebut tiba-tiba muncul segerombolan lebah yang menyegat
bokong haga dari belakang. Haga berteriak dan lari terbirit-birit sambil menahan
rasa sakit sengatan lebah tersebut.
Sesampainya di rumah haga langsung mengoles bokongnya dengan madu yang
berada di dalam gentong. Saat membuka gentong haga kaget lantaran madu
persediannya mulai menipis. Haga lalu mengambil sedikit madu dan mengoleskannya
ke bokong bekas tersengat oleh lebah tadi. Setelah mengoleskan madu tersebut,
ia langsung pergi kekamar mandi untuk mandi. Saat Haga mandi, ia memikirkan cara
untuk mencuri madu-madu tersebut dari segerombolan lebah yang sangat banyak
tadi.
Terbesit di kepala sebuah ide untuk mengusir lebah tersebut dengan
menyemprotkan air, menggunakan asap, bahkan menebang pohon. Setelah mandi
haga melanjutkan tidur untuk mengembalikan stamina karena seharian berburu.
Keesokan paginya haga pun segera mempersiapkan alat alat yang digunakan untuk
mencuri madu. Haga mencoba pergi kesungai untuk mengambil air. Setelah sampai
di sungai haga mengambil air itu dengan satu buah ember yang di bawa. Setelah
penuh haga pun pergi kesarang lebah.
Sesampai di tempat lebah, lebah mengetahui bahwa beruang datang dengan
membawa satu ember. Lalu lebahpun memberitahukan informasi tersebut kepada
ratu lebah.
Lebah : ratu lebah ada bahaya !
Ratu lebah : bahaya apa itu ?
Lebah : hamba melihat seekor beruang membawa satu ember berisi air
dan menuju kesini.
Ratu lebah : mengapa dia membawa ember berisi air ?
Lebah : seperti beruang ingin mengambil madu-madu kita.
Ratu lebah : baiklah sengat beruang tersebut jangan beri ampun!
Akhirnya para lebah melakukan perintah ratu untuk menyengat beruang
tersebut. Sesampainya beruang di sarang lebah dari belakang terdapat
segerombolan lebah yang ingin menyegat beruang. Beruang dengan sigap langsung
mengguyur lebah tersebut dengan air yang berada di ember. Namun ternyata
lebah yang lain datang dari arah depan dan langsung menyengat si beruang. Sontak
beruang kaget dan tersengat oleh lebah. Beruang pun lari kedalam goa. Saat di
dalam goa beruang mengambil kain yang beri minyak tanah lalu melilitkannya ke
batang kayu lalu membakarnya. Setelah di bakar cukup lama akhirnya kayu
tersebut padam dan mengeluarkan asap.
Haga lalu pergi lagi ke sarang lembah sambil membawa kayu yang penuh asap
tiba-tiba muncul hujan yang cukup lebat dan deras. Melihat kondisi cuaca yang
tidak mengmungkinkan hagapun kembali lagi kedalam goa. Setelah hujan sudah
reda beruang pergi lagi kesarang lebih. Beruang membawa sebilah kapak
untuk menebang pohon yang terdapat sarang lebah.
Sesampainya di sarang lebah. Lebah ternyata sudah menyiapkan jebakan
berupa lubang yang di tutupi dedauan kering. Dan pada akhirnya haga menginjak
perangkap yang telah dibuat oleh lebah. Beruang jatuh tersungkur kedalam lubang
dan berteriak minta tolong.saat haga berteriak datanglah ratu lebah dan berkata
Ratu lebah : mengapa kamu datang kesini dengan membawa kapak?
Haga : maafkan aku ratu lebah sebenarnya aku hanya ingin madu darimu.
Ratu lebah : lalu mengapa kau tidak meminta dengan baik-baik?
Haga : maafkan aku sebenarnya aku mau semua madu itu. Maaf aku
terlalu serakah.tapi tolonglah aku yang sekarang terperangkap di
lubang ini.
Ratu lebah lalu menyuruh para lebah untuk mengikatkan ujung tali di pohon
dan melemparkan ujung tali yang tersisa kedalam lubang agar beruang dapat keluar
dari lubang tersebut. Sesudah keluar beruang meminta maaf dan tidak akan
mengulanginya lagi. Lalu ratu lebah memberikan sebagian madunya kepada beruang.
Akhirnya beruang dan lebah hidup damai berdampingan.
MONYET BERBULU PUTIH
Oleh : Stenly Adinda Putri
Dahulu kala disebuah hutan yang lebat jauh dari pemukiman penduduk,
hiduplah beraneka macam hewan didalamnya. Ada singa sang raja hutan, harimau,
kancil, gajah, si cantik angsa, monyet, dan masih banyak lagi. Mereka semua hidup
rukun berdampingan dengan di pimpin oleh sang raja hutan yakni Maharaja Singa
yang perkasa dan bijaksana.
Suatu hari monyet, angsa, kancil, gajah, dan harimau sedang bermain
bersama di lembah hutan, mereka sangat bergembira saat kancil sedang
mendongengkan cerita kepada mereka. Karena kancil sedang bercerita burung
merak yang sangat cantik parasnya maka gajah pun dengan spontan berbicara
bahwa burung merak yang diceritakan sang kancil itu sama cantiknya dengan si
cantik angsa. Mendengarkan perkataan tersebut monyet yang merasa dirinya juga
cantik layaknya burung merak yang diceritakan oleh kancilpun ikut menanggapi
ucapan gajah “Wahai gajah yang kau katakan itu benar memang angsa itu cantik,
tetapi ada yang lebih cantik dari angsa di hutan ini”. Ucap sang monyet kepada
gajah. Lantas gajahpun menganggapi ucapan sang monyet “Siapakah itu monyet
hewan yang lebih cantik dari angsa di hutan ini?”. Mendengar pertanyaan dari sang
gajah lalu monyet pun tersipu malu dan segera menjawab dengan percaya diri dan
dengan suara yang lantang “AKULAH ORANG TERCANTIK DI HUTAN INI” dan
tak lupa diakhiri dengan senyuman bangga yang menyertainya. Mendengar ucapan
dari monyet semua orang yang ada di sana tertawa terbahak-bahak terutama sang
gajah, bahkan gajah juga berkata “Wahai monyet sadarlah, jangan terlalu percaya
diri kau itu, jelas-jelas dihutan ini yang paling cantik itu adalah si cantik angsa.
Lihatlah bulu angsa yang putih bersih cantik, bukan seperti rambutmu yang hitam
dan sangat jelek itu”. Mendengar perkataan dari gajah maka monyet sangat sedih
hatinya bagai tersayat-sayat beribu pisau di hatinya, dan dengan menangis
akhirnya monyet pergi meninggalkan teman-temannya. Melihat hal tersebut kancil
merasa bersalah dan kasihan dengan sang monyet karena ceritanya monyet jadi
bahan olok-olok teman-temannya. Sendangkan gajah dan teman-teman lainnya
tetap saja masih menertawakan ucapan dari monyet tadi.
Monyet disepanjang jalan terus menangis memikirkan ucapan dari sang
gajah tadi yang sangat menyakitkan untuk dirinya. Sudah lelah berjalan akhirnya
sang monyet berhenti dan tetap menangis sesenggukan, dan dia tertelap tidur
karena kecapekan menangis sepanjang jalan. Ke esokan harinya saat monyet
membuka mata dia dibuat kaget karena tibatiba dihadapannya ada kancil yang
sedang memandangi dirinya. Melihat hal tersebut kancil tertawa dan segera
meminta maaf kepada monyet, dan sebagai ucapan maaf kancil akan membantu
monyet selama sehari full ini. Mendengar hal tersebut monyet tersenyum dan
mendapatkan ide bahwa dia akan meminta kancil mencarikan batu gamping yang
telah ditumbuk halus untuk kemudian ditaburkan dirambut sang monyet agar
rambut monyet berubah warna menjadi putih dan dapat cantik seperti angsa.
Kancil hendak menolak permintaan gila dari monyet tetapi karena dia sudah
berjanji untuk membantu monyet sehari full ini jadi dia dengan pasrah menyetujui
dan segera mencari batu gamping.
Setelah sudah menyiapkan batu gamping halus sesuai dengan permintaan
monyet, akhirnya kancil membantu menaburkan batu gamping halus tadi ke rambut
sang monyet. Setelah selesai sang monyet begitu senang dan segera berlalu
meninggalkan kancil tak lupa smabil berterimakasih kepada kacil. Karena tingkah
monyet yang mencurigakan akhirnya kancil menyusul monyet. Ternyata monyet
pergi keteman-temannya yang kemarin menertawakannya dan menganggapnya jelak
itu, seraya berkata “Hai teman-teman lihatlah sekarang rambutku sudah berwarna
putih dan cantik seperti angsa” ucapnya. Lantas hal tersebut tentu saja kembali
mengundang tawa dan ejekan dari teman-temannya pasalnya monyet jadi seperti
badut yang tiba-tiba berubah menjadi putih. Melihat hal tersebut monyet kembali
menangis dan kancilpun segera menghampiri monyet untuk menengangkannya.
Ternyata dari kejauhan sang Maharaja Singa melihat dan memantau anak-
anak remaja itu, dan segera menghampiri mereka. “Kenapa kalian senang sekali
mengejek monyet sampai dia menangis seperti itu, tidakkah kalian lihat bahwa
monyet itu sudah cantik dengan bulu hitamnya yang menawan. Ingat bahwa setiap
hewan itu diciptakan dengan bentuk yang berbeda-beda dan bentuk yang sempurna
sehingga kita tidak boleh mengejek atau mengolok-olok bentuk tubuh hewan
lainnya, sampai sini paham?” Ucap sang Maharaja Singa kepada segerombolan anak-
anak remaja itu yang diangguki oleh semuanya. Lalu teman-teman monyet yang tadi
mengejeknya meminta maaf kepada monyet dan dimaafkan dengan senang hati oleh
monyet.
SI KUNING CERIA
Oleh : Annisa Nur Aulia Arrazaq
Di suatu pedesaan, yaitu desa Kembang terdapat sebuah perkebunan yang
asri dan indah. Kebun itu memiliki banyak jenis tumbuhan dan bunga-bunga yang
bermekaran. Pemilik perkebunan itu ialah keluarga bapak Hendra. Banyak orang
yang selalu berkunjung di kebun itu untuk melihat berbagai jenis bunga. Dari orang
asli desa itu sendiri maupun orang-orang dari kota. Hingga akhirnya perkebunan
itu dijadikan sebuah tempat wisata. Ketika ada pengunjung yang bukan asli desa
itu dan hendak masuk ke kebun tersebut, mereka harus membayar dengan uang
sebanyak sepuluh ribu untuk biaya perawatan perkebunan.
Banyaknya jenis tanaman dan bunga yang ada di kebun tersebut membuat
banyak orang berdatangan untuk melihat secara langsung. Terutama pada bagian
jenis bunga-bunga yang indah dan juga ada berbagai jenis bunga yang jarang
ditemui, seperti bunga mawar hitam, bunga Anggrek ungu, bunga Lilac, bunga
Lavender, bunga Melati, bunga Mawar dengan berbagai jenis dan warna serta yang
tak pernah sepi dikunjungi ialah bunga Matahari. Petak bunga Matahari ini sangat
ramai dikunjungi karena bunganya yang mekar indah dan warna kuning yang cerah
memberikan kesan kebahagiaan.
Suatu hari, perkebunan pak Hendra dikunjungi oleh anak-anak dari sekolah
dasar kota Jakarta untuk berpariwisata. Di perkebunan itu anak-anak melihat
berbagai macam tanaman dan diajarkan untuk berlatih cara menanam serta
merawat tanaman/bunga yang baik dan benar. Anak-anak tersebut memperhatikan
pak Hendra dengan baik cara menanam bunga Matahari. Dalam menanam bunga
Matahari ini, pak Hendra menjelaskan bahwa ada beberapa tahap, “Baik anak-anak,
supaya bunga Matahari yang kita tanam dapat tumbuh dengan baik, maka kita juga
harus menanamnya dengan benar.” “Pertama, kita harus siapkan dahulu bahan
peralatannya. Ada pot, sekop, tanah, dan bibit bunga Matahari tentu
saja. Kedua, masukkan tanah menggunakan sekop kedalam pot. Tetapi jangan
sampai full, cukup setengah pot saja. Kemudian, langkah ketiga masukkan bibit
bunga Matahari itu dan terakhir tambahkan lagi tanah ke dalam pot hingga penuh
agar bunga Matahari itu dapat berdiri tegak dan tumbuh dengan baik. Dan jangan
lupa untuk menyiram bunga Matahari ini dua hari sekali, bisa dilakukan pagi hari
ataupun sore hari.”penjelasan pak Hendra.
Anak-anak mempraktikan cara menanam bunga Matahari itu dengan baik,
kemudian ada salah satu anak yang menjadi pusat perhatian pak Hendra. Anak itu
bernama Dita. Setelah mengamati cara menanam bunga Matahari, eskpresi dari
wajah Dita berubah. Dari yang awalnya tampak ceria, tiba-tiba ekspresi wajahnya
menjadi sedih dan lebih banyak diam. Hingga akhirnya, pak Hendra mendekati Dita
dan bertanya, “apakah kamu mengalami kesulitan dalam menanam bunga ini, nak?”.
Dita terkejut dan menjawab, “Oh tidak pak. Saya bisa melakukannya.”. “Jika kamu
bisa melakukannya, mengapa raut wajahmu seperti merasakan kesedihan?” tanya
pak Hendra. “Ketika saya melihat bunga Matahari ini, saya teringat oleh kakek
saya. Dulu kakek pernah memberikan bunga Matahari yang indah untuk saya. Tetapi
sayangnya bung aitu sekarang sudah rusak dan mati karena tidak saya jaga dengan
baik. Sebab itulah saya menjadi sedih.” Jelas Dita. “Oh jadi begitu.. Jangan
bersedih Dita.. Tenang saja, setelah kamu selesai menanam, bunga Matahari ini
akan jadi milikmu” jawab pak Hendra dengan tersenyum. “Bapak serius? Apakah
saya harus membayar bunga ini? Jika iya, berapa harga bunga ini, pak?” tanya Dita
dengan kegirangan. “Hahaha kamu tidak perlu membayar. Bunga ini bapak berikan
kepadamu gratis tanpa biaya apapun.. tetapi kamu harus janji kepada bapak.”
Penjelasan pak Hendra. “Janji ap aitu pak?”tanya Dita. Kemudian pak Hendra
menjawab, “Kamu harus berjanji untuk merawat bunga Matahari ini dengan baik
dan benar. Tidak lupa untuk memberi pupuk, membasmi hama serta menyiramnya
sesuai dengan langkah-langkah yang bapak jelaskan tadi. Bagaimana, setuju
tidak?”. Dengan rasa bahagia Dita menjawab, “Baik pak, siappp.. saya akan merawat
bunga ini dengan sangat baik. Saya berjanji tidak melakukan kesalahan yang
sama..”. “Oke baiklah.. Kalau begitu selesaikan dulu itu menanam bunganya..” kata
pak Hendra. “Iya pak, siap. Terima kasih pak Hendra, Terima kasih atas pemberian
bunga Matahari ini..” kata Dita yang terharu dan bahagia. “Iya sama-sama.. Nah,
begitu dong ceria kembali.. Sama seperti bunga Matahari ini yang cantik dan ceria
seperti kamu, nak”. Dita pun tersenyum dan tersipu malu. “Yasudah lanjutkan. Kamu
sudah hampir tertinggal dari teman-temanmu” kata pak Hendra. “Baik pak, siap”
jawab Dita. Setelah acara penanaman itu selesai, Dita dan teman-temannya
kembali ke Bus untuk pulang. Ekspresi Dita tidak berubah setelah diberi bunga
Matahari oleh pak Hendra, ceria dan bahagia.
KURA DAN KELINCI
Oleh : Lestari Nur Rahmawati
Di tepi Sungai di suatu hutan, hiduplah sekumpulan binatang. Binatang-
binatang itu tinggal di Desa Animal. Desa tersebut di huni oleh kura-
kura,kelinci,gajah, tupai dan hewan-hewan lainnya. Suatu saat, kura-kura bersama
gajah sedang berjalan menyusuri hutan sembari mencari makan. Tepat nya mereka
berdua akan pergi ke kebun makanan milik gajah. Gajah dan kura berjalan bersama
sambil bercanda ria, namun setengah perjalanan kura-kura merasa lelah karena
perjalanan yang jauh dan kura yang jalannya sangat lambat. “ ayo lah kura lama
sekali kamu” ucap gajah yang tidak menghiraukan kura yang sedang kelelahan. “ aku
lelah sekali gajah apakah kebun mu masih jauh?” sahut kura sambil bernafas
terengah-engah. “ masih sedikit lagi..ayolah kura sebentar lagi!!” jawab gajah
dengan nada keras,sambil menunggu kura yang tengah berhenti karena lelah.
Setelah lama mereka beristirahat, mereka melanjutkan perjalanan nya ke
tempat kebun buah milik gajah. Pohon pisang sudah terlihat di mata gajah yang
sebenarnya masih jauh sekali dilihat oleh kura yang badannya kecil dari gajah. “
wah sudah hampir sampai kura, ayo cepat!!” seru gajah kepada kura yang jalannya
masih dibelakang gajah. Gajah tidak bisa menunggu kura yang sangat lambat
jalannya. Lalu, gajah berjalan lebih dulu untuk sampai ke kebunnya. Gajah terkejut
saat sampai di kebun pisang miliknya itu, tkarena seluruh pisang telah habis
dimakan oleh tupai dan kelinci yang sangat rakus. “ ayo tupai habiskan semua pisang
ini,sebelum gajah datang!” ucap kelinci kepada tupai sambil mengendap-endap.
Gajah sangat marah ketika seluruh pisang nya habis “ ha apa ini mengapa pisang ku
habis semua” ucap gajah yang sangat sedih. Kura-kura akhirnya sampai dikebun
pisang milik gajah itu. “ada apa gajah mengapa kau menangis,bukan kah ini kebun
mu ayo kita makan ”ajak kura yang tidak tahu bahwa seluruh pisang telah habis.
”apa kau tidak lihat seluruh pisang ku habis” sahut gajah dengan nada sedih dan
menangis. “ maafkan aku gajah,ini karena kau menungguku berjalan sangat lambat
dan akhirnya kebun mu sudah hancur” ucap kura dengan sedih.
Akhirnya setelah kenyang merampas seluruh pisang milik gajah, kelinci dan
tupai pun keluar dari kebun itu dan melihat gajah yang sedang menangis. “ hahaha,
terimakasih ya gajah, aku sudah kenyang” ucap kelinci yang rakus sambil membawa
pisang yang belum dimakannya itu. “ wah iya aku juga kenyang terimakasih ya gajah,
kebun pisang mu ini sangat luas buah nya juga manis”, tambah tupai dengan licik.
Gajah tidak menyangka bahwa buah pisang miliknya dirampas oleh kelinci dan tupai.
“jahat sekali kau tupai,kelinci, ini kebun milikku”, seru gajah dengan nada tinggi. “
jahat sekali kalian merampas kebun gajah” tambah kura dengan nada kecewa. “ ini
semua karena kalian lambat, apalagi kamu kura lambat sekali jalannya” seru kelinci
yang mengejek kura. Gajah tidak tega melihat kura yang dihina oleh kelinci, “ hey
jangan seperti itu, dia tidak licik sepertimu kelinci!!” sahut gajah yang membela
kura. “kalau aku jalannya lambat memang kenapa?” jawab kura dengan penuh
percaya diri. Kelinci dan Tupai yang sangat licik itu mengajak kura-kura untuk
bertanding lari, karena kelinci tahu bahwa kelinci yang akan menang. “Bagaimana
kalau kita lomba lari saja kura,Pasti kau takut kan? Ahaha” ajak Kelinci penuh
dengan kesombongan. “siapa takut, aku terima tantanganmu”, jawab kura dengan
penuh percaya diri. “ kalau aku menang kebun gajah jadi milikku, dan jika kau yang
menang maka aku tak akan merampas kebun mu”, ujar tegas kelinci. Gajah dengan
lantang menjawab “baiklah jika itu maumu, jangan kau hina sahabatku lagi” tegas
gajah yang sangat dendam kepada kelinci.
Tiba saatnya perlombaan dimulai, kura,kelinci,tupai, gajah dan penghuni
desa animal lainnya sudah ditempat garis start lari. Kelinci dengan sombong
mengatakan “sudahlah kura menyerah saja”, “tidak akan!” tegas kura. “ayo kelinci
kau pasti bisa” seru tupai yang licik itu. Gajah yang menghitung perlombaan itu
“1..2..3…”. Kura dan Kelinci mulai berlari dan ditengah lomba,kelinci yang sombong
itu berhenti sejenak karena kura-kura yang tidak kunjung menyusul kelinci. “ lama
sekali kura-kura itu,lebih baik aku istirahat dan tidak mungkin dia bisa menang”
ucap sombong Kelinci. “ aku pasti menang, aku pasti menang” ucap kura sambil
kelelahan. Kura-kura melihat kelinci yang sedang tidur dibawah pohon, “ sombong
sekali kau kelinci,lihat saja aku pasti menang” akhirnya kura-kura selangkah lagi
sampai garis finish, dan kelinci terbangun mendengar gajah dan hewan lainnya
teriak histeris melihat kura. Kelinci yang sombong itu berlari sangat kencang
mengejar kura, tetapi kura berhasil menginjak garis finish. Kura-kura menang dan
kelinci dan juga tupai mereka saling menepati janjinya yang tidak akan merampas
kebun pisang milik gajah. Akhirnya Gajah, Kura, Kelinci dan Tupai menjadi akur dan
bersahabat.
DAISY DAN CANGKANG AJAIB
Oleh : Musfiroh Suci Masyhudah
Aqueena daisy yang biasa dipanggil Daisy adalah seorang remaja yang
pekerja keras yang berimpi memiliki rumah sendiri.Dia wanita terhormat dengan
perbuatan baik. Dia sangat menyukai bunga Aster atau bunga daisy karena mirip
dengan namanya.
Suatu hari, kerang aneh membawanya kedunia yang berbeda .Daisy terkejut
saat membuka kedua matanya, saat ini dia sedang bersandar dan setengah
berbaring dikursi santai, dihadapannya terdapat pemandangan taman bunga yang
indah dan sangat megah dimana disekelilingnya terdapat gerbang tinggi dengan
keamanan yang beitu ketat. Terdapat juga kolam renang yang begitu luas yang
berada ditengah-tengah taman, terlihat anjing yang begitu lucu dengan warna
putih bercampur abu-abu yang berada didalam kandang tak jauh dari tempat kolam
renang. Daisy terduduk dan bingung dengan situasi saat ini.
Menatap seelilingnya dengan penuh tanda tanya, dimana ini? Tempat apa
ini?bangunan terlihat seperti mansion bak istana kerjaan.Apakah dia sedang
bermimpi? Apakah dia berada disurga?Daisy mengernyit heran dia ingat betul
sebelum sampai ketempat ini dia sedang membantu menanam bunga dirumah nenek.
Daisy menundukan arah padangnya dan menatap kearah tubuhnya.Rambut coklat
panjang,kulit putih tubuh yang putih mulus.Daisy berpikir apakah dia sedang
bertransmigrasi? Seperti cerita-cerita yang ia baca. Tapi melihat sekitar dan
dengan penampilan seperti ini, itu berarti dia menjadi orang kaya??
“tunggu-tunggu pakaian ini terlihat lebih berkelas dan sangat mahal.” Ucap Daisy
berbicara sendiri.
Entah mengapa daisy merasa ada yang aneh saat ini,seminggu yang lalu ia
meminta cuti selama 3 hari karena libur nasional dan ia sedang membantu menanam
bunga dirumah nenek. Setelah kerja keras, akhirnya impiannya tercapai,akhirnya
impiannya tercapai untuk membeli sebuah rumah.meskipun yang dibeli tidaklah
terlalu besar. Untuk merayakan rumah barunya daisy memilih pergi ke rumah
neneknya untuk membantu menanam bunga .
Hari pertama liburan dia menemukan cangkang keong ditanah dekat dengan
rumput-rumput ilalang kebetulan dia akan membersihkan rumput-
rumput itu.Daisy berencana membawanya untuk dijadikan aksesoris dikamarnya
namun saat dia mengambil cangkang ia merasakan bahwa badannya ikut terseret
kedalam cangkang dan berakhir ditempat ini.
Ahh, Daisy pusing sekarang. Terlalu banyak kejuta. Dia tidak bisa menikmati
liburanya malah pindah kedunia aneh ini.Huh! rumah yang baru dibayar lunas malah
tidak ditempati.Ingin rasanya Daisy menangis sekarang, untung saja ada maid yang
datang menghampiri Daisy.
Daisy masuk kedalam kamar lagi-lagi ia terkejut menatap ruangan yang ada
didalam kamr yang begitu mewaah lebih luas dari rumah barunya yang ada
didunianya. Tak terasa daisy sudah tinggal ditempat ini selama 6 bulan. Daisy rindu
dengan teman-teman dan nenek nya mesipun bukan nenek kandung. Akhirnya Daisy
meutuskan untuk pergi kepantai. Setelah sampai dipantai Daisy berenang dipantai
naas saat berenang kaki Daisy kram dan tiba-tiba ia tenggelam. Saat terbangun
Daisy berada dibawah pohon beringin yang begitu rindang. Yaa Daisy kembali
kedunia asalnya. Daisy tersenyum melihat kehidupan yang pernah ia rasakan ia
sangat bersyukur bisa merasakan rumah yang ia impikan.
Selesai.
KISAH ADI DAN SEORANG PENGEMIS
Oleh : Alifia Nugrahaning Saputri
Di sebuah desa kecil yang jauh dari kota-
kota besar, tinggallah seorang laki-laki yang
bernama Adi bersama keluarga kecilnya. Adi
memiliki seorang istri dan dua anak yang harus adi
nafkahi. Sayangnya saat itu sedang terjadi hujan
yang terjadi beberapa hari berturut-turut yang
menyebabkan adi kesulitan untuk mencari uang
demi memberi makan istri dan kedua anaknya.
Persediaan makanan pun dirumah sudah habis dan
tidak cukup untuk hidup dihari esoknya.
Kemudian istri adi menghampiri adi dengan membawa 5 singkong yang
didapatnya dari kebun belakang. Dan istri adi pun berkata bahwa persediaan bahan
makanan habis, hanya tersisa 5 buah singkong ini yang diambilnya dikebun belakang
rumah. Adi menyuruh sang istri intuk memasak singkong tersebut agar anak-
anaknya bisa makan terlebih nanti, adi memikirkan bagaimana caranya agar adi
mendapatkan uang untuk membelikan makan keluarganya. Adi memutuskan keluar
untuk mecari uang dan membeli bahan makanan walaupun sedang hujan.
Ketika hendak keluar membuka pintu rumah, tiba-tiba ada seorang pengemis yang
mengetuk pintu rumah adi. Melihat pengemis yang sudah tua dan renta serta
kelaparan membuat adi tidak tega dan memberikan 5 buah singkong yang sudah
dimasak sang istri kepada seorang pengemis tersebut, pengemis menerima 5 buah
singkong dan mengembalikan 2 buah singkong kepada adi. Seorang pengemis
meminta adi untuk memberikan 2 buah singkong tersebut untuk dimakan oleh
kedua anaknya.
Setelah seorang pengemis tersebut berterimakasih dan pergi meninggalkan
adi, secara ajaib 2 buah singkong yang dipotong tersebut yang setiap potongnya
menghasilkan 5 buah singkong yang baru begitupun seterusnya. Alhasil keluarga
adi tidak lagi kekurangan bahan makanan untuk kehidupan sehari-harinya, bahkan
adi bisa menanam sisa singkong untuk dijadikan bahan panen adi nanti, dan sisanya
adi berikan kepada tetangga dan orang yang kurang mampu.
Dari kejadian tersebut adi mengajarkan kepada anak-anaknya betapa indahnya
berbagi kepada sesama apa lagi kepada orang yang membutuhkan. Bahkan disaat
sedang kesusahan pun jika membatu orang lain pasti akan mendapatkan balasan
yang berkali lipat dalam bentuk apapun yang tidak ketahui dan tidak kita duga.
Oleh karena itu adi selalu mengajarkan kepada keluarganya untuk jangan segan
membantu orang lain yang sedang kesusahan dan berusaha untuk membantu sebisa
mungkin sesuai dengan kemampuan yang kita miliki.
BANGAU SANG PENGHIANAT
Oleh : Marlina Rizky Suryaningsih
Dahulu kala hiduplah seekor bangau yang memiliki sahabat seekor gagak dan
kepiting di tengah hutan. Gagak dan kepiting sangat mempercayai bangau. Suatu
ketika bangau menemui gagak untuk diajak mencari makan, namun datanglah seekor
monyet yang menyapa mereka sambil mengatakan bahwa gagak memiliki tubuh yang
cantik, putih, dan mengkilat. Ketika monyet memberikan pujian terhadap gagak,
bangau merasa iri terhadap pujian yang diberikan oleh monyet kepada gagak.
Bangau tidak terima dan mengatakan bahwa dirinya juga tidak kalah cantik, namun
monyet lebih menyukai gagak. Bangau pun bertanya kepada gagak ramuan apakah
yang membuat dirinya bisa memiliki tubuh yang cantik dan putih. Karena gagak
memiliki sifat yang baik, ia pun memberikan resep ramuan tersebut kepada bangau.
Sesampainya di rumah, bangau mencoba ramuan yang diberikan oleh gagak.
Resep ramuan tersebut merupakan resep yang digunakan gagak untuk
mempercantik dirinya. Keesokan harinya, bangau merasa ada perubahan pada
dirinya. Ia merasa bahwa tubuhnya semakin putih dan mengkilat. Ia menggunakan
ramuan tersebut selama beberapa hari agar tubuhnya semakin cantik. Terbesit
dalam pikiran bangau untuk tidak akan mengembalikan resep tersebut agar dirinya
menjadi yang tercantik di hutan tersebut. Beberapa hari kemuadian, gagak
menghampiri ke rumah bangau untuk meminta ramuan pemutih kembali. Setelah
dipanggil gagak berulang kali, bangau baru menampakkan dirinya. Gagak takjub
dengan perubahan yang dialami oleh bangau. Gagak meminta kembali ramuan
pemutih kembali, tetapi ketika bangau mengambilkan ramuan ternyata ramuan
tersebut sudah dicamur dengan ramuan lainnya dan disiramkan kepada gagak
sehingga tubuh gagak berubah menjadi hitam. Gagak tidak terima akan
pengkhianatan yang dilakukan oleh sahabatnya, ia pun mengejar bangau hingga
pergi jauh.
Setelah kejadian pengkhiatan kepada gagak, bangau pergi mencari makan ke
danau. Ia sangat kesal karena ikan-ikan yang hidup di danau sangat sulit ditangkap.
Tiba-tiba ada seekor kepiting yang menghampiri bangau yang ternyata sahabatnya
dahulu sebelum ia bersahabat dengan gagak. Kepiting mengatakan bahwa ikan-ikan
yang ada di danau adalah teman-temannya. Pemikiran licik bangau kembali, ia
berpikiran untuk menipu kepiting. Ia mengatakan kepada kepiting bahwa akan
mencarikan tempat yang lebih luas dan memiliki pemandangan indah. Kepiting
memikirkan pendapat dari bangau dan membicarakannya kepada ikan-ikan. Mereka
pun menyetujuinya.
Keesokan harinya, bangau kembali ke danau untuk memindahkan ikan-ikan
tersebut ke tempat yang sudah disetujui dengan membawanya satu persatu.
Namun, seekor kancil tidak sengaja menemukan tulang-tulang ikan yang
berserakan di hutan dan ia tidak sengaja mendengarkan pembicaraan tersebut.
Kancil pun ke danau ia mendapati kepiting dan bertanya mengenai ikan-ikan yang
dibawa oleh bangau. Kepiting menjelaskan semuanya yang terkait, kemudian kancil
menjelaskan semuanya kepada kepiting mengenai pengkhianatannya bangau. Akan
tetapi, kepiting tidak memercayainya dan ingin membuktikannya sendiri. Paginya,
kepiting menanyakan keberadaan teman-temannya apakah dalam keadaan baik-baik
saja. Ia pun meminta kepada bangau untuk membawa menemui ikan, ditengah
perjalanan kepiting melihat tulang ikan berserakan. Kepiting tidak segan-segan
menggigit ekor bangau sehingga jatuh ke tanah. Sayap bangau hingga patah akibat
gigitan kepiting dan tidak ada yang menolong. Dari sini dapat diambil hikmahnya
bahwa jadi orang harus setia kawan, bertanggung jawab, dan memiliki hati yang
baik janganlah merusak kepercayaan orang lain demi kepentingan sendiri.
SI JAMBUL
Oleh : Luthfi Khairunisa
Aldo melamun di depan toples berisi seekor ikan cupang. Rendi sahabat
terbaiknya, baru saja pindah rumah. Sebelum pindah rumah Rendi menitipkan ikan
cupang itu sebagai perpisahan. “Jambul” panggil Aldo pada ikan kesayangan Rendi
itu, “kapan ya, aku bisa main kelereng sama Rendi lagi”? Sebenarnya, Aldo tidak
rela Rendi pindah. Sudah sedari kecil mereka bertetangga dan selalu bermain
bersama. Bahkan saat Rendi akan berangkat, Aldo menangis kencang. Dia merajuk
agar diperbolehkan ikut ke rumah baru Rendi.
Beberapa hari kemudian, air di dalam toples si Jambul sudah terlihat keruh.
Aldo memindahkan si Jambul ke dalam gayung berisi air bersih. Lalu,dia menyikat
toples si Jambul hingga bersih dan mengkilat, kemudian mengganti semua air keruh
di dalamnya. Aldo senang si Jambul berenang kembali di dalam toples yang bersih.
Aldo bertambah gembira karena mendapat pesan dari Rendi “Aku akan mampir
kerumahmu hari Minggu ini, sekalian mau kerumah Kakek,” tulis Rendi pada sebuah
pesan singkat.
Hari Minggu yang ditunggu-tunggu tiba. Begitu bangun Aldo langsung
menengok si Jambul. Namun, sesuatu yang tidak diharapkan terjadi. “JAMBULL”
pekik Aldo. Wajahnya langsung berubah memucat. Dia sangat terkejut melihat di
Jambul sudah mengambang dipermukaan. HUHUHUHU...! Serunya sedih.
Menjelang siang, Rendi datang ke rumah Aldo. Begitu dia tiba, Aldo langsung
mengulurkan tangan dengan muram.“Maafkan aku, Ren. Si Jambul …. mati…,”
ucapnya lirih.Rendi terdiam dan terlihat sedih, Dia juga merasa sedikit marah.
“Kenapa bisa mati, ikan kesayanganku?” tanya Rendi.“Maaf, Ren”. Ujar Aldo lagi.
Dia menyerahkan sebuah kantong penuh kelereng pada Rendi. Rendi membuka isi
kantongnya. “ini kan… emua kelereng milikmu, Do”. Akhirnya mereka berpelukan,
menangisi kematian si Jambul dan menguburkanya bersama. Itulah peremanan
sejati, selalu bergandeng tangan untuk menghadapi suka duka bersama.
SEMUT DAN BURUNG MERPATI
Oleh : Putri Eka Puspitasari
Pada suatu hari didalam hutan semut sedang berjalan-jalan mencari makan.
Saat sedang mencari makan semut merasa kehausan. Semut pun berjalan menuju
sungai untuk minum. saat sedang minum semut terpeleset kesungai. “tolong” teriak
semut, tetapi daerah sekitar sungai sangat sepi tidak ada binatang lain disekitar.
Semut terbawa arus sungai sambil terus berteriak.
Dari kejauhan diatas sebuah pohon seekor burung merpati melihat semut
yang terbawa arus. Saat semut sudah dekat dengan pohon burung merpati
menjatuhkan sebuah daun dan berkata “semut naiklah keatas daun” mendengar
perkataan burung merpati semut pun berusaha menggapai daun tersebut. Setelah
kerja keras semut akhirnya ia dapat menaiki daun. Daun pun menepi dan semutkan
dapat selamat. “ terimakasih merpati” ucap semut. Merpati pun terbang mendekati
semut “sama-sama semut, lain kali hati-hati ya. Aku pergi dulu” balas merpati yang
langsung terbang.
Beberapa hari kemudian seorang pemburu datang kehutan. Di tengah
perjalanan sang pemburu melihat seekor burung merpati yang sedang hinggap
diatas pohon. Tanpa merpati sadari sang pemburu sudah mengarahkan pistol
kepadanya. Namun beruntung, dari balik pohon semut melihat kejadian tersebut.
Semut pun langsung berlari mendekati yang pemburu kemudian semut mengigit
kaki sang memburu. Pemburu pun berteriak kesakitan ”aarrghhh” sambil memegang
kakinya. Mendengar teriakan tersebut merpati terkejut dan terdasar bahwa
pemburu sedang mengincarnya. Merpati langsung terbang menjauh. Semut sangat
gembira karena dapat membalas budi kepada burung merpati. Setelah kejadian
tersebut semut dan burung merpati menjadi sahabat yang akan selalu bersama
baik dalam suka maupun duka dan akan saling melindnyngi satu sama lain.
Dari cerita semut dan burung merpati kita dapat belajar untuk saling
menolong bila melihat orang kesusahan, jangan lupa mengucapkan terimakasih
setelah diberi sesuatu oleh orang lain, serta dila ada kesempatan balaslah budi
orang yang telah menolong kita dengan kemampuan yang kita miliki.
BAHU-MEMBAHU CEGAH VIRUS CORONA
Oleh : Putri Larasati
Pada suatu hari, di sebuah desa terdapat
Kepala Desa yang sangat bijaksana. Ia selalu
melakukan sosialisasi tentang virus yang saat ini
sudah mendunia, yakni Virus Corona atau Covid-19.
Kepala Desa selalu menghimbau warganya untuk
tetap di rumah jika tidak memiliki kepentingan
mendesak dan menjaga jarak dengan warga yang
lain. Keesokan harinya, Kepala Desa sedang
melakukan pengecekan ke setiap rumah warga. Tiba-
tiba Bu Rahma selaku ketua PKK mendatangi Kepala
Desa. “Pak, bagaimana ini pak? Warga sangat
mengeluh dengan pandemi ini”, kata Bu Rahma. “Ibu,
virus ini dapat dicegah dengan kita tetap di rumah, menjaga jarak, dan menjaga
kesehatan kita. Dan jangan lupa memakai maskernya, Bu!” jawab Kepala Desa.
“Namun, persediaan masker di apotek sudah habis. Kami takut terjangkit, Pak!”
jawab Bu Rahma khawatir.
Desa berpikir apa yang harus ia lakukan. Terlintas dipikirannya untuk
membuat masker kain. “Bu Rahma, saya punya ide. Bagaimana jika kita membuat
masker dari kain saja. Ibu sebagai ketua PKK di desa ini menghimbau anggota yang
lain untuk membuat masker kain. Nanti, alat dan bahan saya bisa siapkan”, jawab
Kepala Desa dengan tegas. Bu Rahma menyetujui hal tersebut, karena masker kain
menggunakan alat dan bahan yang mudah didapat.
Pada hari Minggu pagi, Bu Rahma dan lima orang anggota lainnya berkumpul
di pendopo desa untuk membuat masker kain. Setelah itu, Kepala Desa berterima
kasih kepada Bu Rahma dan anggota lainnya yang telah bersedia membantu
menyediakan masker kepada warga-warga yang sulit mendapatkan masker. Kepala
Desa menghimbau untuk pemakaian masker kain ini maksimal dipakai empat jam
dan setelah dipakai harus dicuci dengan sabun. Kepala Desa juga melakukan
penyemprotan disinfektan setiap seminggu sekali di rumah-rumah warga. Dengan
penyemprotan disinfektan dapat mencegah Virus Corona. Hal-hal lain yang juga
dihimbau oleh Kepala Desa yaitu: tidak keluar rumah jika tidak mendesak, menjaga
pola hidup sehat, cuci tangan setelah memegang sesuatu, dan menjauhi tempat-
tempat ramai. Dengan itu, rantai penyebaran Virus Corona dapat diputuskan.
SURAT MISTERIUS
Oleh : Novita Cindy Nuriyanto
Hari ini adalah hari Senin, hari di mana semua orang akan sibuk di awal
minggu yang baru. Bobi bangun dan bersiap untuk pergi ke sekolah seperti
biasanya. Jarak rumahnya ke sekolah dekat jadi ia dapat berangkat sendiri dengan
menaiki sepeda merahnya bersama teman – teman kompleks. Karena sudah kelas 6
SD, Bobi pulang sekolah pukul 13.00. Ya, di jam yang sedang terik – teriknya
matahari. Kebiasaan Bobi setelah pulang sekolah adalah mengecek kotak surat
yang ada di depan rumah untuk memastikan apakah terdapat surat atau tidak. Hari
ini terdapat 2 surat yang tergeletak di dalamnya. Surat yang pertama adalah
undangan pernikahan teman ayah dan surat yang kedua adalah amplop tanpa nama
pengirim. Sebelumnya Bobi tidak pernah melihat surat tanpa nama pengirim
seperti itu di kotak surat, jadi ia penasaran dan membukanya.
Surat itu berisikan secarik kertas yang dilipat bertuliskan “HALO” dengan
huruf yang tidak terlalu jelas dan kaku. “Ah, mungkin hanya orang iseng”, pikir
Bobi. Jadi, ia hanya menyimpan surat anonim tersebut di kamar tanpa
memberitahukan kepada ibunya. Di hari selanjutnya, Bobi melakukan aktivitas pagi
seperti biasa yaitu berangkat sekolah bersama teman – teman naik sepeda
kemudian pulang ke rumah dan tak lupa untuk mengecek kotak surat yang terletak
di depan rumahnya. Hari itu hanya terdapat satu surat dan surat tersebut adalah
surat tanpa nama pengirim lagi. Bobi membuka dan membaca surat tersebut.
Alangkah kagetnya ia bahwa surat itu bertuliskan “BOBI” dengan gaya penulisan
yang sama yaitu tidak terlalu jelas dan kaku. Bobi menoleh ke kanan dan ke kiri
celingukan untuk memastikan siapa pengirim surat tersebut namun tidak ada
seorang pun di sekitar rumahnya. Lalu ia lari masuk ke dalam rumah dan
memberitahukan kepada ibu bahwa ia mendapatkan surat misterius yang aneh
dengan nada ketakutan. Ibu pun membaca surat tersebut. “Bobi, bobi, kamu
itu kok lucu. Ini kan itu tulisan adikmu yang sedang belajar menulis.”, ucap ibu
sambil tertawa geli karena melihat Bobi ketakutan.
Bobi pun terdiam bingung karena ternyata surat misterius yang selama ini
dia dapat adalah surat dari adiknya yang sedang belajar menulis. “Hah, iya? Kok ibu
tidak pernah bilang aku? Kan aku kira ini surat dari penguntit, bu.”, kata Bobi
sedikit kesal. “Ya habis kamu tidak pernah bertanya? Ibu kira kamu sudah tahu
kalau itu tulisan adikmu.”, jelas ibu sambil menggeleng tertawa. “I – iya juga, sih,
bu”, ucap Bobi sambil tertawa malu karena menyadari ketakutannya akan surat itu.
PEMBURU BUAYA
Oleh : Natana Aunillah Naya
Pada zaman dahulu di suatu hutan Papua hidup seekor buaya. Buaya itu
tinggal di sungai seorang diri dan setiap hari buaya suka sekali bermain dengan
kawan-kawannya yaitu monyet kura-kura, kelinci, dan beruang. Permainan yang
disukai buaya dan teman-temannya yaitu petak umpet. Buaya sangat senang
bermain dengan teman-temannya sesekali buaya yang jaga dan terkadang juga
kelinci, kura-kura, monyet, beruang.
Pada saat buaya yang jaga dan teman-temannya sedang bersembunyi
datanglah seorang pemburu lalu buayapun terkejut dan berlari terbirit-birit
sambil berteriak memanggil teman-temannya. Pemburu pun kaget dan tidak sempat
menangkap buaya dan teman-teman buaya pun kaget karena buaya berlari terbirit-
birit sambil berteriak minta tolong. Setelah mendengar teriakan dari buaya
teman-teman nya pun bergegas keluar dan menghampiri buaya dan bertanya.
Kura-kura : kenapa?
Monyet : ada apa buaya.?
Kelinci : kamu kenapa buaya?
Buaya : itu……… ada…….e…..pem……bu….ru…!!!!! (buayapun menjawab dengan
terbata-bata dan raut muka yang begitu takut.)
Monyet : itu dimana pemburunya????
Kelinci : disana (sambil menunjuk ke arah barat)!!
Kura-kura : lebih baik kita lari dan bersembunyi besok kita bicarakan masalah ini.
Buaya : baiklah.
Akhirnya mereka semua pergi dan berlari dari sang pemburu. Keesokan
harinya mereka berkumpul dilapangan dan membahas apa yang terjadi kemarin.
Kura-kura : bagaimana pemburu itu datang??
Buaya : waktu itu ketika aku sedang menghitung dan kalian bersembunyi tiba-
tiba pemburu datang dari belakang sambil menatap diriku.
Kelinci : oh… begitu, makanya kamu kaget dan lari sambil berteriak.
Monyet : kalau begitu kita buat jebakan saja yaitu sebuah lubang dalam 2 meter
dan lubang itu ditutupi dengan ranting dan daun kering!!.
Kura-kura : bagus sekali di tersebut!! kalau kita nanti pancing pemburu itu ke
daerah lubang tersebut.
Buaya : baiklah Ayo kita buat rencana tersebut!!!
Dan akhirnya mereka melaksanakan rencana yang telah dipersiapkan dengan
membuat lubang jebakan. Setelah mempersiapkan lubang jebakan tersebut, lalu
buaya pergi memancing pemburu kearah daerah lubang jebakan yang telah dibuat.
Pemburu melihat buaya lalu mengejar buaya masuklah pemburu ke dalam lubang
perangkap. Rencana yang dibuat oleh mereka akhirnya sukses yang membuat
pemburu masuk ke dalam lubang jebakan. Keesokan harinya pemburu tidak kembali
ke hutan lagi, akhirnya buaya dan ketiga kawannya hidup tenang bahagia di dalam
hutan.
TIGA GAJAH KEMBAR BELALAI UNGU
Oleh : Udiana Wahyu Annisa
Di suatu hari ada segerombol keluarga gajah dan 3 anak gajah, mereka
sedang di hutan mencari makanan. Si induk gajah dan si gajah jantan sedang
berusaha mencari makan untuk dirinya dan anaknya. Si induk gajah mempunyai anak
3. Diantaranya namanya lala,lolo,dan lulu. Si induk gajah bernama gaga dan gajah
jantan bernama jaja. Mereka diwaktu pagi berbondong-bondong pergi bersama
dihutan mencari makan untuk menganjal perutnya yang kelaparan karena diwaktu
malam mereka sangat kelaparan dan tidak memiliki stok makanan . dan saat itu juga
dihutan ada pemburu dan saat itu juga angin begitu kencang dan hujan deras.
Otomatis induk dan jantan gajah tidak bisa mencari makan untuk dirinya dan
anaknya. Dihari selanjutnya waktu pagi mereka bersama-sama mencari makanan.
Saat keluarga gajah sedang mencari makanan bertemulah dengan sungai ,sekalian
deh si keluarga gajah mencari minum.
Selepas itu keluarga gajah sudah kenyang mereka kembali ke tempat dia
tinggal. Sudah sampailah ke tempat tinggal keluarga gajah , ibu gaga dan ayah jaja
berpikir untuk mencari stok makanan dan minum ,agar suatu saat jika terkena
ancaman hutan keluarga gajah tidak merasa kelaparan. Akan tetapi ditinggallah si
lala,lolo,lulu, karena ibu dan ayah gajah takut kalau si anaknya terkena musibah
karena seperti memiliki firasat ada pemburu di hutan. Nah, ayah dan ibu gajah
menemukan banyak makanan lalu dibawanya ketempat tinggal mereka, ayah gajah
sedang mencari minum, mereka membawa ember dari rumah. Beberapa hari itu
juga ayah dan ibu gajah menemukan ember ,entah darimana ember itu berasal
,kesempatan deh bisa ambil air untuk keluarganya. Lalu mereka pulang bersama.
Sesampainya bertemu lala,lolo,lulu, taunya mereka tertidur pulas. Induk
gajah membangunkan dan mengabari kalau sudah sampai. Malam sudah tiba
keluarga gajah makan dengan lahap. Lala bertanya “ ayah besok kita jalan jalan
kehutan yuk ,lala baru ingin makan buah nih sudah lama kita tidak makan buah”
ayah menjawab:”oke kita besok mencari buah di hutan, dan lihat kondisi hutan yaa”.
3 anak gajah menjawab:” horeeee senang hatikuu besok jalan jalan mencari buah
yeyyy”. Tengah malam tiba mereka sekeluarga tertidur pulas karena besok akan
jalan jalan di hutan mencari buah. Waktu menunjukkan pagi hari mereka bergegas
untuk mencari sungai untuk mandi. Setelah itu keluarga gajah bergegas untuk jalan
jalan menyusuri hutan mencari buah. Diperjalanan mereka mendengarkan suara
tembakan pemburu, keluarga gajah merasa ketakutan. Mereka bersembunyi
dibalik pohon dan batu yang amat besar. Untunglah mereka selamat dari kejaran
pemburu.
Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan mencari buah. Si lulu berkata”
kapan sih dapat buah, aaku gak sabar nihh ingin merasakan buah”. Nah ibu gajah
menjawab:” sabar lulu sebentar lagi kita akan menemukan buah.” Nah beberapa
menit perjalanan keluarga gajah menemukan banyak buah diantaranya buah
apel,buah jambu,dan buah jeruk. keluarga gajah langsung mengambil dengan
belalainya, karena lala,lolo,lulu belalainya masih kecil mereka mengumpulkan buah
dari bawah. Selepas itu mereka makan buah itu dibawah pohon. Mereka haus ,
langsung lah lala,lolo,lulu mencari sungai terdekat. Tak lama kemudian mereka
menemukan buah yang menurutnya sangat unik warnanya pink berbentuk seperti
naga. Mereka pertama kali ketakutan tetapi, si lolo ingin tahu buah apa itu dan
langsung diambillah si lolo. Si lolo mencoba merasakan buah pertama kali yang
dikatakannya rasanya manis dan ada warnanya. Si lala dan si lulu masih belum
percaya kalau buah tersebut rasanya manis dan mengeluarkan warna ungu. Si lolo
makan terus hingga si lala dan si lulu merasa ingin mencobanya, tak lama kemudian
si lala dan lulu mengambil buah tersebut dan langsung dimakan. Lala berkata:”
waww super enakk buah ini, bawa yukk untuk ayah dan ibu”. Tak tersadar mereka
bertiga belalainya berwarna ungu.
Sesampainya tempat tersebut bertemu ayah dan ibu , si lala,lolo,dan lulu
merasa kekenyangan dan lupa mencari minum. Ayah dan ibu gajah kaget melihat
lala,lolo,lulu berbelalai ungu. Setelah itu mereka sekeluarga pulang dan mereka
tidur. Sampai pagi harinya belalai lala,lolo dan lulu masih berwarna ungu . maka dari
itu mereka dijuluki TIGA GAJAH KEMBAR BELALAI UNGU. TAMAT
MONYET SI PENCURI
Oleh : Nur Aisyah Amini
Pada suatu hari, ada seekor monyet yang sedang kelaparan. Dia berjalan
kesana kemari untuk mencari makanan, karena persediaan makanannya sudah
habis. Di tengah – tengah perjalanan dia melihat banyak pisang di kebun rumah Pak
Adon. Tanpa berpikir panjang monyet tersebut megambil pisang milik Pak Adon
tanpa izin pemiliknya. Monyet tersebut dengan lahap memakan pisang itu. Setelah
kenyang monyet tersebut kembali ke hutan.
Di tengah – tengah hutan si Monyet bertemu si Tupai. Monyet bercerita
kepada Tupai jika dia telah menemukan dan memakan pisang banyak di kebun Pak
Adon. “Hay Tupai, saya tadi menemukan banyak sekali pisang dan saya memakannya
disana tanpa meminta izin kepada pemiliknya, enak sekali, aku sangat kenyang”,
kata Monyet kepada Tupai. “Wah monyet, kamu mencuri ya, mencuri itu tidak baik
loh”, jawab Tupai. “Tidak apa – apa, pemiliknya juga tidak akan tahu kalau aku yang
mencuri pisangnya, habisnya saya lapar sekali, yasudah deh saya makan saja itu
pisang milik Pak Adon”, jawab Monyet. “Seharusnya kamu meminta izin dulu kepada
pemiliknya, ayo kita ke rumah Pak Adon dan memberi tahu serta meminta maaf
kepada Pak Adon jika kamu yang mencuri pisangnya”, kata Tupai. Monyet menolak
ajakan Tupai untuk pergi kerumah Pak Adon dan meminta maaf kepadanya, “Ahh..
aku tidak mau, bisa saja nanti aku dibunuh karena telah mencuri pisangnya”, jawab
Monyet. “Kita belum mencobanya, kalau kamu jujur dan meminta maaf kepada Pak
Adon mungkin mau memaafkanmu”, jawab Tupai. Monyet pun tetap kekeh tidak mau
menerima ajakan si Tupai.
Keesokan harinya, Pak Adon berkunjung ke kebunnya. Pak Adon kaget
melihat banyak kulit pisang berserakan di kebunnya. Ternyata kulit pisang
tersebut pisang miliknya. Pak Adon sangat marah, kemudian Pak Adon pergi ke
hutan untuk mencari tahu siapa yang mencuri pisangnya. Sesampainya di hutan Pak
Adon bertemu dengan si Monyet dan si Tupai. “Hay kalian, apakah kalian tahu siapa
yang mencuri pisang dikebunku”, Tanya Pak Adon. Si Monyet benar – benar sangat
ketakutan, dia menjawab pertanyaan Pak Adon dengan terbata – bata, “E e e saya
enggak tahu pak. Tupai kemudian menjawab pertanyaan dari Pak Adon,” Saya tahu
pak, siapa yang mencuri pisang bapak”. Si monyet semakin gemeteran dan
ketakutan mendengar jawaban si Tupai. “Siapa yang mencuri pisang saya”, Tanya
Pak Adon. Tupai menjawab pertanyaan Pak Adon dengan lantang, “Si Monyet pak
yang mencuri pisang bapak, kemarin Monyet bilang kepada saya bila dia menemukan
banyak pisang dikebun bapak dan dia memakannya, saya sudah mengajak monyet
untuk ke rumah bapak untuk meminta maaf, namun si monyet menolaknya”. “Maaf
monyet bukan saya bermaksud tidak setia kawan, namun mencuri itu memang
perbuatan yang sangat tidak baik”, kata Tupai kepada di Monyet. “Iya pak Adon,
saya meminta maaf atas perbuatan saya, maaf saya khilaf karena kemarin saya
begitu sangat lapar dan persedian makanan sudah habis, saya nekat mencuri dan
memakan pisang dikebun bapak tanpa seizin pak Adon, saya menyesal pak,
sebenarnya saya mau kerumah bapak untuk meminta maaf namun saya takut Pak
Adon membunuh saya”, jawab monyet. “Iya saya maafkan, lain kali jika kamu lapar
boleh mengambil pisang yang ada dikebun saya asalkan kamu meminta izin, karena
saya tidak suka dengan pencurian, boleh kamu mengambil sepuasmu”, jawab Pak
Adon. Si monyet pun sangat berterimakasih kepada Pak Adon karena telah
memaafkannya.
Pesan moral : Jangan suka mencuri, tindakan ini bukanlah perbuatan yang baik.
Kamu tidak dapat mengambil milik orang lain begitu saja. Pada cerita ini, Monyet
yang sangat cerdik dalam mencuri pun akhirnya ketahuan juga kepada pemiliknya.
KEONG EMAS
Oleh : Rizky Cahyaningtyas
Pada zaman dahulu kala ada seorang Raja yang mempunyai dua orang putri.
Putri itu bernama Galuh Ajeng dan Candra Kirana. Suatu hari, raja hendak
menikahkan Candra Kirana dengan Raden Inu Kertapati. Mendengar hal itu, Galuh
Ajeng menjadi marah. Ternyata, diam-diam Galuh Ajeng juga menyukai Raden Inu.
Karena kesal, Galuh Ajeng meminta penyihir mengubah Candra Kirana menjadi
keong emas. Lalu, Galuh Ajeng membuang keong tersebut ke laut. Hari demi hari
berlalu. Keong emas tanpa sengaja tersangkut di jala nelayan. Nelayan itu ternyata
seorang nenek, “Wah, keong ini cantik sekali. Aku akan membawanya pulang,” pikir
si nenek. Sesampainya di rumah, keong emas diletakkan di atas tempayan.
Keesokan harinya, nenek itu kembali mencari ikan. Ketika pulang, alangkah
terkejutnya si nenek. Di meja makan sudah tersedia berbagai makanan lezat. Hal
yang sama terus berulang. Setiap kali si nenek pulang dari laut, di meja makan
selalu tersedia makanan. Akhirnya, si nenek pura-pura pergi ke laut. Sebenarnya,
dia bersembunyi dan mengintip di luar rumah. Dia sangat terkejut melihat keong
emas berubah menjadi seorang gadis yang cantik. Gadis itu sedang memasak.
“Siapakah engkau sebenarnya, gadis cantik?” tanya si nenek sambil masuk ke
rumah.“Aku adalah putri yang dikutuk menjadi keong emas,” kata Candra Kirana
yang kaget melihat si nenek.
Sementara itu, Raden Inu terus mencari Candra Kirana. Setelah berjalan
jauh, akhirnya dia tiba di sebuah desa nelayan. Raden Inu merasa sangat haus. Dia
pun mendatangi sebuah rumah untuk minta minum. Dari balik jendela, dia melihat
Candra Kirana sedang memasak. Akhirnya, kutukan Candra Kirana hilang. Kutukan
tersebut hilang karena dia sudah ditemukan oleh kekasihnya yaitu Raden Inu.
Raden Inu lalu membawa pulang Candra Kirana. Sesampainya di Kerajaan, mereka
akhirnya melangsungkan acara pernikahan dan hidup bahagia.