The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

LK 0.1 Lembar Kerja Belajar Mandiri Pedagogi Sandi

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by sainel1308, 2022-11-02 18:07:13

LK 0.1 Lembar Kerja Belajar Mandiri Pedagogi Sandi

LK 0.1 Lembar Kerja Belajar Mandiri Pedagogi Sandi

LK 1: Lembar Kerja Belajar Mandiri

Nama : Sandi Eko Rully Tristiawan
No. UKG : 201502695443

Judul Modul 1. Konsep Dasar Ilmu Pendidikan
Judul Kegiatan Belajar (KB)
1. Konsep Dasar, Rasional, Dan Landasan Ilmu Pendidikan
No Butir Refleksi 2. Karakteristik Peserta Didik
1 Garis besar materi 3. Teori Belajar dan Implikasinya dalam Pembelajaran
4. Kurikulum Pendidikan Di Indonesia
yang dipelajari
Respon/Jawaban

KB 1:
1. Konsep Dasar dan Rasional Ilmu Pendidikan

a. Subjek pendidikan
1) Makhluk monopluralis berarti manusia itu
mempunyai banyak unsur kodrat (plural) yaitu jiwa
dan raga, namun merupakan satu kesatuan (mono).
2) Makhluk monodualis yaitu makhluk yang terdiri
dari dua sifat yaitu sebagai makhluk pribadidan sosial
(dualis), tetapi juga merupakan kesatuan yang utuh
(mono).

b. Pendidikan adalah ilmu yang sistematis atau
pengajaran yang berhubungan dengan prinsip-prinsip
dan metode mengajar, pengawasan dan
pembimbingan peserta didik.

c. Kompetensi pedagogik adalah kemampuan
pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan
pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan
pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan
berbagai potensi yang dimilikinya.

2. Landasan Ilmu Pendidikan
a. Landasan Filosofis adalah pandangan-pandangan yang
bersumber dari filsafat pendidikan mengenai hakikat
manusia, hakikat ilmu, nilai serta perilaku yang dinilai
baik dan dijalankan setiap lembaga pendidikan.
Teori-teori pendidikan:
1) Esensialisme merupakan mahzab filsafat pendidikan
yang menerapkan prinsip idealisme dan realisme
secara eklektis.
2) Perenialisme menekankan pada keabadian atau
ketetapan atau kenikmatan yaitu hal-hal yang ada
sepanjang masa.
3) Progresivisme yaitu perubahan untuk maju.
4) Rekonstruksionalisme adalah suatu kelanjutan yang
logis dari cara berpikir progesif dalam pendidikan.
5) Humanisme merupakan kelanjutan dari prinsip
progresivisme karena telah menganut banyak
prinsip dari aliran tersebut seperti pendidikan yang
berpusat pada siswa, guru tidak otoriter fokus
terhadap aktivitas dan partisipasi siswa.
b. Landasan Yuridis adalah aspek-aspek hukum yang
mendasari dan melandasi penyelenggaraan pendidikan.
c. Landasan Empiris

LK 1: Lembar Kerja Belajar Mandiri

1) Landasan Psikologis: ilmu yang mempelajari gejala
kejiwaan yang ditampakkan dalam bentuk perilaku
baik manusia ataupun hewan, yang pemanfaatannya
untuk kepentingan individu atau manusia baik
disadari ataupun tidak, yang diperoleh melalui
langkah-langkah ilmiah tertentu serta mempelajari
penerapan dasar-dasar atau prinsipprinsip, metode,

teknik, dan pendekatan psikologis untuk memahami
dan memecahkan masalah-masalah dalam
pendidikan.
Mencakup dua ilmu:
a) Psikologi perkembangan adalah ilmu-ilmu yang

mempelajari tingkah laku individu dalam
perkembangannya meliputi perkembangan fisik,
psikologi, sosial, emosional, emosi dan moral.
b) Psikologi belajar membahas tentang faktor-
faktor yang mempengaruhi individu belajar dan
bagaimana individu belajar yang dikenal dengan
istilah teori belajar.
2) Landasan Sosiologis: bersumber pada norma
kehidupan masyarakat yang dianut oleh suatu
bangsa sehingga tercipta nilai-nilai sosial yang dalam
perkembangannya menjadi norma-norma sosial
yang mengikat kehidupan bermasyarakat dan harus
dipatuhi oleh masing-masing anggota masyarakat.
3) Landasan Historis: pandangan ke masa lalu atau
pandangan retrospektif.
4) Landasan Religi: asumsi-asumsi yang bersumber
dari religi atau agama yang menjadi titik tolak dalam
rangka praktik pendidikan dan atau studi
pendidikan.

KB 2:
1. Pengertian Karakteristik Peserta Didik

Karakteristik Peserta Didik dapat diartikan keseluruhan pola
kelakukan atau kemampuan yang dimiliki peserta didik

sebagai hasil dari pembawaan dan lingkungan, sehingga
menentukan aktivitasnya dalam mencapai cita-cita atau

tujuannya.
2. Ragam Karakteristik Peserta Didik

a. Etnik: suku bangsa.
b. Kultural: budaya (kesenian, kepercayaan, norma,

kebiasaan, dan adat istiadat).
c. Status Sosial: pekerjaan, kesehatan, kekayaan,

kedudukan, dan penghasilan yang berbeda-beda.
d. Minat: rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas.

e. Perkembangan Kognitif
Tahap-tahap perkembangan intelektual peserta didik:

1) 0,0 - 2,0 tahun: Tahap Sensorimotorik
2) 2,0 – 7,0 tahun: Tahap Preoperasional
3) 7,0 – 11,0 tahun: Tahap Operasional kongkret

4) 11,0 – 15,0 tahun: Tahap Operasional formal
f. Kemampuan/pengetahuan awal: keadaan

pengetahuan dan keterampilan yang harus dimiliki

LK 1: Lembar Kerja Belajar Mandiri

terlebih dahulu oleh peserta didik sebelum mempelajari
pengetahuan atau keterampilan baru.
g. Gaya belajar: cara yang cenderung dipilih/digunakan
oleh peserta didik dalam menerima, mengatur, dan
memproses informasi atau pesan dari komunikator/
pemberi informasi.
1) Peserta didik visual yaitu peserta didik yang

belajarnya akan mudah dan baik jika melalui
visual/penglihatan.
2) Peserta didik auditori, yaitu mereka yang
mempelajari sesuatu akan mudah dan sukses
melalui pendengaran.
3) Peserta didik dengan gaya belajar kinestetik, adalah
peserta didik yang melakukan aktivitas belajarnya
secara fisik dengan cara bergerak,
menyentuh/meraba, dan melakukan.
h. Motivasi: suatu kondisi yang menyebabkan atau
menimbulkan perilaku tertentu, dan yang memberi arah
dan ketahanan (persistence) pada tingkah laku tersebut.
i. Perkembangan emosi: tergugahnya perasaan yang
disertai dengan perubahan-perubahan dalam tubuh,
misalnya otot menegang, dan jantung berdebar.
j. Perkembangan sosial: kemampuan anak untuk
berinteraksi dengan lingkungannya, bagaimana anak
tersebut memahami keadaan lingkungan dan
mempengaruhinya dalam berperilaku baik kepada
dirinya sendiri maupun kepada orang lain.
k. Perkembangan Moral dan Spiritual
1) Preconventional: meliputi aspek obedience and
paunisment orientatation, orientasi anak/peserta
didik masih pada konsekvensi fisik dari perbuatan
benar-salahnya yaitu hukuman dan kepatuhan atau
anak menilai baik – buruk berdasarkan akibat
perbuatan; dan aspek naively egoistic orientation;
orientasi anak/peserta didik pada instrumen relatif
2) Conventional: meliputi aspek good boy orientation,
orientasi perbuatan yang baik adalah yang
menyenangkan, membantu, atau disepakati oleh
orang lain
3) Postconventional: meliputi contractual legalistic
orientation, orientasi orang pada legalitas kontrak
sosial.
l. Perkembangan Motorik: perkembangan gerakan
jasmaniah melalui kegiatan pusatsyaraf, urat syaraf, dan
otot yang terkordinasi.
1) Motorik kasar: gerakan tubuh yang menggunakan
otot-otot besar atau sebagian besar atau seluruh
anggota tubuh yang dipengaruhi oleh kematangan
anak itu sendiri.
2) Motorik halus: gerakan yang menggunakan otot
halus, atau sebagian anggota tubuh tertentu yang
dipengaruhi oleh kesempatan untuk belajar dan
berlatih.

LK 1: Lembar Kerja Belajar Mandiri

KB 3:
Macam-macam Teori Belajar
1. Teori Belajar Behavioristik: perubahan tingkah laku

sebagai akibat dari adanya interaksi antar stimulus dan
respon.
a. Edward Lee Thorndike (1871-1949)

Thorndike mengemukakan bahwa belajar adalah proses
interaksi antara stimulus (S) dan respon (R).
b. Jhon Broades Watson (1878-1958)
Belajar menurut Watson adalah proses interaksi antara
stimulus dan respon, namun stimulus dan respon yang
dimaksud harus berbentuk tingkah laku yang dapat
diamati (observabel) dan dapat diukur.
c. Edwin Ray Guthrie (1886-1959)
Hubungan antara stimulus dan respon cenderung
hanya bersifat sementara, oleh sebab itu dalam kegiatan
belajar peserta didik perlu sesering mungkin diberikan
stimulus agar hubungan antara stimulus dan respon
bersifat lebih tetap.
d. Burrhusm Frederic Skinner (1904-1990)
Belajar merupakan perilaku dan perubahan-perubahan
perilaku yang tercermin dalam kekerapan respon yang
merupakan fungsi dari kejadian dalam lingkungan
kondisi.
2. Teori Belajar Kognitif: lebih mementingkan proses belajar
dari pada hasil belajarnya.
a. Jean Piaget (1896-1980)
Perkembangan kognitif merupakan suatu proses genetik,
yaitu suatu proses yang didasarkan atas mekanisme
biologis perkembangan sistem syaraf.
Proses belajar terdiri dari 3 tahap:
1) Asimilasi adalah proses pengintegrasian informasi

baru ke struktur kognitif yang sudah ada.
2) Akomodasi adalah proses penyesuaian struktur

kognitif ke dalam siatuasi yang baru.
3) Equilibrasi adalah penyesuaian kesinambungan

antara asimilasi dan akomodasi.
b. Jerome Bruner (1915-2016)

Teori ini menjelaskan bahwa proses belajar akan
berjalan dengan baik dan kreatif jika guru memberi
kesempatan kepada peserta didik untuk menemukan
suatu aturan (termasuk konsep, toeri, definisi, dan
sebagainya) melalui contoh-contoh yang yang
menggambarkan (mewakili) aturan yang menjadi
sumbernya.
Perkembangan kognitif melalui tiga tahap:
1) Tahap enaktif, seseorang melakukan aktivitas-

aktivitas dalam upayanya untuk memahami
lingkungan sekitarnya
2) Tahap ikonik, seseorang memahami obyek-obyek
atau dunianya melalui gambar-gambar dan
visualisasi verbal
3) Tahap simbolik, seseorang telah mampu memiliki
ide-ide atau gagasangagasan abstrak yang sangat

LK 1: Lembar Kerja Belajar Mandiri

dipengaruhi oleh kemampuannya dalam berbahasa
dan logika
c. David Ausubel (1918-2008)
Peserta didik akan belajar dengan baik jika isi pelajaran
(instructional content) sebelumnya didefinisikan dan
kemudian dipresentasikan dengan baik dan tepat kepada
peserta didik (advance orginizer).
Advance orginizer adalah konsep atau informasi umum
yang mewadahi semua isi pelajaran yang akan diajarkan
kepada peserta didik.
3. Teori belajar Konstruktivistik: proses pembentukan
(kontruksi) pengetahuan oleh peserta didik itu sendiri.
a. Ciri-ciri belajar konstruktivisme
1) Orientasi, yaitu peserta didik diberik kesempatan
untuk mengembangkan motivasi dalam mempelajari
suatu topik dengan memberi kesempatan melakukan
observasi.
2) Elitasi, yaitu peserta didik mengungkapkan idenya
denegan jalan berdiskusi, menulis, membuat poster,
dan lain-lain.
3) Restrukturisasi ide, yaitu klarifikasi ide dengan ide
orang lain, membangun ide baru, mengevaluasi ide
baru.
4) Penggunaan ide baru dalam setiap situasi, yaitu ide
atau pengetahuan yang telah terbentuk perlu
diaplikasikan pada bermacam-macam situasi.
5) Review, yaitu dalam mengapliasikan pengetahuan,
gagasan yang ada perlu direvisi dengan
menambahkan atau mengubah.
b. Lev Vygotsky (1896-1934)
Manusia mengembangkan konsep yang sistematis, logis
dan rasional sebagai akibat dari percakapan dengan
seorang yang dianggap ahli disekitarnya.
4. Teori belajar Humanistik: proses belajar harus dimulai dan
ditujukan untuk kepentingan memanusiakan manusia itu
sendiri.
a. Pandangan David A. Kolb terhadap Belajar
Empat Tahapan Belajar:
1) Pengalaman konkrit, pada tahap ini peristiwa
belajar adalah seseorang mampu atau dapat
mengalami suatu peristiwa atau suatu kejadian
sebagaima adanya.
2) Pengamatan aktif dan reflektif, bahwa seseorang
makin lama akan semakin mampu melakukan
observasi secara aktif terhadap peristiwa yang
dialaminya.
3) Konseptualisasi, peristiwa belajar adalah seseorang
sudah mulai berupaya untuk membuat abstraksi,
mengembangkan suatu teori, konsep, atau hukum
dan prosedur tentang sesuatu yang menjadi obyek
perhatiannya.
4) Eksperimen aktif, peristiwa belajar adalah
melakukan eksperimentasi secara aktif.

LK 1: Lembar Kerja Belajar Mandiri

b. Pandangan Peter Honey dan Alan Mumford terhadap
Belajar
Empat Tipe Peserta Didik:
1) Peserta didik tipe aktivis, yaitu peserta didik yang
cenderung melibatkan diri pada dan berpartisipasi
aktif dengan berbagai kegiatan, dengan tujuan
mendapatkan pengalaman-pengalaman baru.
2) Peserta didik tipe reflektor, tipe ini cenderung
berhati hati mengambil langkah dan penuh
pertimbangan.
3) Peserta didik tipe teoris, tipe ini biasanya sangat
kritis, suka menganalisis, selalu berfikir rasional
menggunakan penalarannya.
4) Peserta didik tipe pragmatis, tipe ini menaruh
perhatian besar terhadap aspek-aspek praktis dalam
segala hal, mereka tidak suka bertele-tele dalam
membahas aspek toeritis-filosofis dari sesuatu.

c. Pandangan Jurgen Hubermas terhadap Belajar
Tiga macam tipe belajar:
1) Technical learning (belajar teknis): peserta didik
belajar berinteraksi dengan alam alam sekelilingnya.
2) Practical elarning (belajar praktis): belajar
bagaimana seseorang dapat berinteraksi dengan
lingkungan sosialnya, yaitu dengan orang-orang di
sekelilingnya dengan baik.
3) Emancpatory learning (belajar emansipatori):
menekankan upaya agar seseorang mencapai suatu
pemahaman dan kesadaran yang tinggi akan
terjadinya perubahan atau transformasi budaya
dalam lingkungan sosialnya.

d. Pandangan Benjamin Samuel Bloom (1913-1999)
dan David Krathwohl (1921-2016) terhadap Belajar
Taksonomi Bloom:
1) Kawasan kognitif (mengingat, mengerti, memakai,
menganalisis, menilai, mencipta).
2) Kawasan afektif (penerimaan, pemberian respons,
pemberian nilai atau penghargaan,
pengorganisasian, karakterisasi).
3) Kawasan psikomotor (peniruan, penggunaan,
ketepatan, perangkaian, naturalisasi).

KB 4:
1. Konsep kurikulum

a. Kurikulum sebagai daftar mata pelajaran
Kurikulum sebagai sejumlah mata pelajaran yang harus
ditempuh oleh peserta didik, merupakan konsep
kurikulum yang sampai saat ini mewarnaiteori-teori dan
praktik pendidikan.

b. Kurikulum sebagai pengalaman belajar siswa
Kurikulum adalah seluruh kegiatan yang dilakukan siswa
baik di dalam maupun di luar sekolah dimana kegiatan
tersebut berada dalam tanggung jawab sekolah.

c. Kurikulum sebagai rencana atau program belajar

LK 1: Lembar Kerja Belajar Mandiri

Kurikulum pada dasarnya adalah suatu perencanaan
atau program pengalaman siswa yang diarahkan
sekolah.
2. Pembaharuan kurikulum di Indonesia
Kurikulum 1947, 1952, 1964, 1968, 1975, 1984, 1994,
kurikulum berbasis kompetensi 2004, KTSP 2006 dan
kurikulum 2013.
3. Peran, Fungsi, dan Komponen Kurikulum
a. Peran kurikulum
1) Peran konservatif menekankan bahwa kurikulum

dijadikan sebagai sarana untuk mentransmisikan
nilai-nilai budaya. masa alalu yang dianggap masih
sesuai dengan masa kini.
2) Peran kreatif menekankan bahwa kurikulum harus
mampu mengembangkan sesuatu kebaruan yang
sesuai dengan perubahan tersebut.
3) Peran Kritis dan evaluatif tidak hanya mewariskan
nilai dan budaya melainkan juga berperan untuk
menilai dan memilih nilai budaya serta pengetahuan
baru yang akan diwariskan.
b. Fungsi Kurikulum
1) Fungsi pendidikan umum (common and general
education): mempersiapkan peserta didik agar
menjadi anggota masyarakat baik sebagai warga
negara dan warga dunia yang baik dan bertanggung
jawab.
2) Suplementasi (suplementation): memberikan
pelayanan kepada setiap peserta didik sesuai dengan
perbedaan yang dimilikinya.
3) Eksplorasi: kurikulum harus dapat menemukan dan
mengembangkan minat dan bakat peserta didik
4) Keahlian: mengembangkan kemampuan peserta
didik sesuai dengan keahliannya yang didasarkan
atas minat dan bakat pesertadidik.
c. Komponen Kurikulum
1) Tujuan: dalam kurikulum menggambarkan kualitas
manusia yang diharapkan dapat terwujud dari suatu
proses pendidikan.
2) Isi atau content: merupakan pengetahuan ilmiah
yang terdiri dari fakta, konsep, prinsip, nilai dan
keterampilan yang perlu diberikan kepada siswa.
3) Aktivitas belajar: strategi pembelajaran yang
berkaitan dengan cara atau sistem penyampaian dari
isi kurikulum agar mencapai tujuan kurikulum.
4) Evaluasi: untuk menilai pencapaian tujuan
kurikulum dan menilai proses implementasi suatu
kurikulum secara keseluruhan.
4. Hakikat Pengembangan Kurikulum
a. Pengembangan kurikulum pada hakikatnya adalah
proses penyusunan rencana tentang isi dan bahan
pelajaran yang harus dipelajari serta bagaimana harus
mempelajarinya.
b. Prinsip untuk mengembangkan kurikulum

LK 1: Lembar Kerja Belajar Mandiri

2 Daftar materi yang 1) Prinsip Relevansi: kurikulum merupakan otaknya
sulit dipahami di pendidikan untuk mengarahkan siswa agar dapat
modul ini memperoleh hasil belajar yang maksimal sesuai
dengan kebutuhan zaman, kebutuhan social
3 Daftar materi yang masyarakat, dan jugakebutuhan lainnya.
sering mengalami
miskonsepsi 2) Prinsip Fleksibilitas: kurikulum itu harus bisa
dilaksanakan dalam kondisi yang ada dan
memungkinkan untuk dilaksanakan.

3) Prinsip Kontinuitas: kurikulum ini harus memiliki
efek kesinambungan antara jenjang satu kepada
jenjang lainnya.

4) Prinsip efektivitas: berkenaan dengan rencana
dalam suatu kurikulum dapat dilaksanakan dan
dapat dicapai dalam kegiatan belajar mengajar.

5) Prinsip Efisiensi: efisiensi berhubungan dengan
perbandingan antara tenaga, waktu, suara, dan biaya
yang dikeluarkan dengan hasil yang diperoleh.

c. Tantangan kurikulum yang harus dihadapi
1) Bonus demografi: keadaan dimana sumber daya
manusia dalam usia produktif (15-64 tahun) lebih
banyak dari pada usia non produktif.
2) Teknologi di ruang kelas: perubahan penggunaan
teknologi di ruang kelas akan berpengaruh kepada
fungsi guru di dalam kelas.
3) Globalisasi dan perubahan kebijakan
pendidikan: menyesuaikan pendidikan sehingga
akan terjadi perubahan kurikulum Pendidikan abad
21.

1. Penerapan berbagai landasan ilmu pendidikan dalam praktik
pendidikan.

2. Menentukan peserta didik bergaya belajar visual, auditori,
atau kinestetik.

3. Implikasi macam-macam teori belajar dalam kegiatan
pembelejaran.

4. Peran kurikulum.

1. Pemahaman landasan filosofis, empiris, dan yuridis.
2. Pengertian Preconventional, Conventional, dan

Postconventional.
3. Prinsip relevansi, prinsip fleksibilitas, prinsip efektivitas,

prinsip efisiensi.

Judul Modul 2. Peran Guru Dalam Pembelajaran Abad 21
Judul Kegiatan Belajar (KB)
1. Karakteristik pembelajaran abad 21
No Butir Refleksi 2. Profil dan kompetensi guru abad 21
1 Garis besar materi 3. Tugas pokok dan fungsi guru abad 21
4. Strategi pengembangan keprofesian berkelanjutan
yang dipelajari
Respon/Jawaban

KB 1:
1. Fenomena perubahan pembelajaran abad 21

a. MOOC (massive open onlinecourse) yaitu suatu sistem
pembelajaran yang diselenggarakan secara online,
ditawarkan secara besar-besaran dan terbuka.

b. Fenomena disrupsi

LK 1: Lembar Kerja Belajar Mandiri

1) Belajar tidak lagi terbatas pada paket-paket
pengetahuan terstruktur namun belajar tanpa batas
sesuai minat (continuum learning).

2) Pola belajar menjadi lebih informal.
3) Keterampilan belajar mandiri (self motivated

learning) semakin berperan penting.
4) Banyakcara untuk belajar dan banyak sumber yang

bisa diakses seiring pertumbuhan MOOC secara
besar-besaran.
c. Komponen pembelajaran abad 21
1) Aktifitas instruktur/guru/mentor/fasilitator.
2) Desain pembelajaran online.
3) Data sebagai sumber belajar (big data).
4) Strategi pembelajaran online.
5) Unjuk kerja peserta didik.
d. Orientasi pembelajaran abad 21
1) Berpikir kritis dan penyelesaian masalah (critical
thinking and problem solving).
2) Kreatifitas dan inovasi (creativity and innovation).
3) Pemahaman lintas budaya (cross-cultural
understanding).
4) Komunikasi, literasi informasi dan media (media
literacy, information, and communication skill).
5) Komputer dan literasi Teknologi Informasi dan
Komunikasi (computing and ICT literacy).
6) Karir dan kehidupan (life and career skill).
2. Karakteristik Peserta Didik Abad 21
a. Generasi z yaitu anak-anak yang lahir setelah tahun
1995.
b. Karakteristik generasi z
1) Generasi z menyukai kebebasan dalam belajar (self
directed learning).
2) Generasi z suka mempelajarai hal-hal baru yang
praktis.
3) Merasa nyaman dengan lingkungan yang terhubung
dengan jaringan internet.
4) Lebih suka berkomunikasi dengan gambar images,
ikon, dan simbo-simbol daripada teks.
5) Memeiliki rentang perhatian pendek (short attention
span).
6) Berinteraksi secara kompleks dengan media.
7) Suka membangun eksistensi di media sosial.
3. Model-model Pembelajaran Abad 21
a. Discovery learning; belajar melalui penelusuran,
penelitian, penemuan, dan pembuktian.
b. Pembelajaran berbasis proyek; peserta didik
merencanakan cara untuk mencapai target dengan
dipandu oleh pertanyaan menantang.
c. Pembelajaran berbasis masalah dan penyelidikan;
belajar berdasarkan masalah dengan solusi “open
ended”, melalui penelusuran dan penyelidikan sehingga
dapat ditemukan banyak solusi masalah.
d. Belajar berdasarkan pengalaman sendiri (Self Directed
Learning/SDL); SDL merupakan proses di mana insiatif

LK 1: Lembar Kerja Belajar Mandiri

belajar dengan/atau tanpa bantuan pihak laindilakukan
oleh peserta didik sendiri.
e. Pembelajaran kontekstual (melakukan); guru
mengaitkan materi yang dipelajaridengan situasi dunia
nyata peserta didik sehingga memungkinkan peserta
didik menangkap makna dari yang pelajari,
mengkaitkan pengetahuan baru dengan pegetahuan dan
pengalaman yang sudah dimiliki.
f. Bermain peran dan simulasi; peserta didik bisa diajak
untuk bermain peran dan menirukan adegan,
gerak/model/pola/prosedur tertentu.
g. Pembelajaran kooperatif; pembelajaran berdasarkan
faham kontruktivistik.
h. Pembelajaran kolaboratif; merupakan belajar dalam tim
dengan tugas yang berbeda untuk mencapai tujuan
bersama.
i. Diskusi kelompok kecil; diskusi kelompok kecil
diorientasikan untuk berbagai pengetahuan dan
pengalaman serta untuk melatih komunikasi lompok
kecil tujuannya agar peserta didik memiliki ketrampilan
memecahkan masalah terkait materi pokok dan
persoalan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.
4. TPACK sebagai Kerangka Integrasi Teknologi
Delapan domain untuk penerapan TPACK
1) Menggunakan TIK untuk menilai peserta didik.
2) Menggunakan TIK untuk memahami materi
pembelajaran.
3) Mengintegrasikan TIK untuk memahami peserta didik.
4) Mengintegrasikan TIK dalam rancangan kurikulum
termasuk kebijakan.
5) Mengintegrasikan TIK untuk menyajikan data.
6) Mengintegrasikan TIK dalam strategi pembelajaran.
7) Menerapkan TIK untuk pengelolaan pembelajaran.
8) Mengintegrasikan TIK dalam konteks mengajar.

KB 2:
1. Profil Guru Efektif Abad 21

a. 4 tipe guru
1) Guru Medioker (Mediocre Teacher): monoton, mata
lebih banyak melihat buku dan membacanya, selalu
duduk atau berdiri di depan ruang kelas,
pendapatnya seolah merupakan kebenaran mutlak,
dan peserta didik lebih banyak mendengar suara
guru.
2) Guru yang baik (good teacher): memiliki
kemampuan ceramah dan menjelaskan berdasarkan
hasil analisis bukan sekedar membaca ulang dan
menghafal meskipun dilihat dari gaya mengajarnya
masih cenderung berpusat guru.
3) Guru superior (demonstrates): suasana kelas
menjadi lebih interaktifdan kreatif, semua peserta
didik memiliki kesempatan yang sama untuk
menyampaikan pendapat.

LK 1: Lembar Kerja Belajar Mandiri

4) Great teacher (inspires): proses pembelajarannya
selalu dilandasi oleh panggilan jiwa, ibadah, dan
merasa berdosa apabila tidak mampu menginspirasi
peserta didiknya.

b. Ciri-ciri guru profesional
1) Memiliki kepribadian yang matang dan
berkembang.
2) Memiliki keterampilan untuk membangkitkan minat
peserta didik.
3) Memiliki penguasaan ilmu pengetahuan dan
teknologi yang kuat.
4) Sikap profesionalnya berkembang secara
berkesinambungan.
5) Menguasai subjek (kandungan kurikulum).
6) Mahir dan berketrampilan dalam pedagogi
(pengajaran & pembelajaran).
7) Memahami perkembangan murid-murid dan
menyayangi mereka.
8) Memahami psikologi pembelajaran (cognitive
psychology).
9) Memiliki kemahiran konseling.

2. Kompetensi Guru Abad 21
a. Kompetensi pedagogik merupakan kemampuan guru
yang berkenaan dengan pemahaman terhadap peserta
didik dan pengelolaan pembelajaran mulai dari
merencanakan, melaksanakan sampai dengan
mengevaluasi.
1) Menguasai karakteristik peserta didik dari aspek
fisik, moral, sosial, kultural, emosional, dan
intelektual.
2) Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip
pembelajaran yang mendidik.
3) Mengembangkan kurikulum yang terkait dengan
mata pelajaran/bidang pengembangan yang
diampu.
4) Menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik.
5) Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi
untuk kepentingan pembelajaran.
6) Memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik
untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang
dimiliki.
7) Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun
dengan peserta didik.
8) Menyelenggarakan penilaian dan evaluasi proses
dan hasil belajar.
9) Memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi untuk
kepentingan pembelajaran.

LK 1: Lembar Kerja Belajar Mandiri

10) Melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan
kualitas pembelajaran.

b. Kompetensi kepribadian merupakan personal yang
mencerminkan kepribadian yang mantap, stabil,
dewasa, arif dan berwibawa menjadi teladan bagi
peserta didik dan berakhak mulia.
1) Bertindak sesuai dengan norma agama, hukum,
sosial, dan kebudayaan nasional Indonesia.
2) Menampilkan diri sebagai pribadi yang jujur,
berakhlak mulia, dan teladan bagi peserta didik dan
masyarakat.
3) Menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap,
stabil, dewasa, arif, dan berwibawa.
4) Menunjukkan etos kerja, tanggung jawab yang
tinggi, rasa bangga menjadi guru, dan rasa percaya
diri.
5) Menjunjung tinggi kode etik profesi guru.

c. Kompetensi sosial berkenaan dengan kemampuan
pendidik sebagai bagian dari masyarakat untuk
berkomunikasi dan bergaul secara efektifdengan
peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidian,
orang tua peserta didik, dan masyarakat sekitar.
1) Bersikap inklusif, bertindak objektif, serta tidak
diskriminatif karena pertimbangan jenis kelamin,
agama, ras, kondisi fisik, latar belakang keluarga,
dan status sosial ekonomi.
2) Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun
dengan sesama pendidik, tenaga kependidikan,
orang tua, dan masyarakat.
3) Beradaptasi sesuai tempat ketika bertugas di
seluruh wilayah republik indonesia yang memiliki
keragaman sosial budaya.
4) Berkomunikasi dengan komunitas profesi sendiri
dan profesi lain secara lisan dan tulisan atau bentuk
lain.

d. Kompetensi profesional merupakan kemampuan
penguasaanmateri pembelajaran secara luas dan
mendalam yang mencakup penguasaan substansi isi
materi pembelajaran, dan substansi
keilmuan yang menaungi materi dalam kurikulum, serta
menambah wawasan keilmuan.
1) Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir
keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang
diampu sesuai jenjang pendidikan.

LK 1: Lembar Kerja Belajar Mandiri

2) Menguasai standar kompetensi dan kompetensi
dasar mata pelajaran/bidang pengembangan yang
diampu.

3) Mengembangkan materi pembelajaran yang diampu
secara kreatif.

4) Mengembangkan keprofesionalan secara
berkelanjutan denganmelakukan tindakan reflektif.

5) Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi
untuk berkomunikasi dan mengembangkan diri.

3. Kompetensi Guru Abad 21 yang Memesona
a. Guru harus bisa menjadi teman belajar (co learner) yang
menyenangkan, pandai membuat analogi materi yang
sulit dengan padanan sehingga mudah dipahami.
b. Pandai membuat metafora atau perumpamaan sebagai
strategi sehingga peserta didik mudah menangkap
esensi dari suatu materi.
c. Canggih. Guru memesona harus terlihat canggih
sehingga generasi z merasaada sesuatu yang perlu
dipelajari dari gurunya dan terkagum-kagum.
d. Humoris namun tegas dan disiplin. Guru yang humoris
membawa suasana lebih akrab dan dekat, menyebabkan
suasana riang namun tetap tegas dan disiplin kapan
waktunya belajar dan kapan bersikap humor.
e. Guru pandai berempati dan menyayangi peserta didik.
f. Memiliki rasa kesepenuhhatian dan menyadari apa yang
dilakukan adalah panggilan jiwa

KB 3:
1. Profesi Guru dalam Pandangan Yuridis

a. Undang-undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan
Dosen.

b. Undang-undang Sisdiknas No. 20 Tahun 2003.
c. Permendiknas No. 15 Tahun 2018 pasa 3 ayat (1).
2. Tugas Pokok Guru Berdasarkan Undang-Undang
a. Merencanakan pembelajaran atau pembimbingan

1) Pengkajian Kurikulum
2) Pengkajian Program Tahunan (Prota) dan Program

Semester (Prosem)
3) Penyusunan silabus
4) Pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

(RPP)
b. Melaksanakan pembelajaran atau pembimbingan

Prinsip-prinsip pembelajaran:
1) Peserta didik diposisikan sebagai subyek aktif

dalam membangun pengetahuannya.
2) Pembelajaran memanfaatkan beragam sumber

belajar sehingga guru abad 21 harus pandai
memanfaatkan aneka sumber baik digital maupun
non digital.

LK 1: Lembar Kerja Belajar Mandiri

3) Pendekatan tekstual menuju proses sebagai
penguatan penggunaan pendekatan ilmiah.

4) Pembelajaran berbasis konten menuju
pembelajaran berbasis kompetensi.

5) Perubahan pembelajaran parsial menuju
pembelajaran terpadu.

6) Pembelajaran yang menekankan jawaban tunggal
menuju pembelajaran dengan jawaban yang
kebenarannya multi dimensi (berpikir divergen).

7) Pembelajaran menuju keterampilan aplikatif, bukan
verbalisme.

8) Peningkatan dan keseimbangan antara
keterampilan fisikal (hardskills) danketerampilan
mental (softskills).

9) Pembelajaran yang mengutamakan pembudayaan
dan pemberdayaanpeserta didik sebagai pembelajar
sepanjang hayat.

10) Pembelajaran yang menerapkan nilai-nilai dengan
memberi keteladanan (ing ngarso sung tulodo),
membangun kemauan (ing madyo mangun karso),
dan mengembangkan kreatifitas peserta didik dalam
proses pembelajaran (tut wuri handayani).

11) Pembelajaran yang berlangsung di rumah, di
sekolah, di masyarakat, dan didunia media sosial.

12) Pembelajaran yang menerapkan prinsip bahwa
siapa saja adalah guru, siapasaja adalah peserta
didik, dan di mana saja adalah kelas.

13) Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi
untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas
pembelajaran.

14) Pengakuan atas perbedaan individual dan latar
belakang budaya peserta didik.

c. Melaksanakan penilaian
1) Pelaksanaan Penilaian
Tiga pendekatan untuk melaksanakan tugas
penilaian:
a) Mengukur pencapaian hasil belajar setelah
pembelajaran berlangsung (assessment of
learning).
b) Penilaian proses pembelajaran belajar saat
pembelajaran masih berlangsung (assessment
for learning).
c) Penilaian saat pembelajaran berlangsung
melibatkan peserta didik seperti menentukan
kriteria, aspek yang di nilai, instrumen penilaian
(assessment as learning).
2) Prinsip Penilaian
a) Sahih: Instrumen mengukur apa yang
seharusnya diukur.
b) Objektif: Gunakan pedoman (agar tidak
subjektif), penilaian konsisten keajegan
(reliabilitas) jika melibatkan lebih dari 1 penilai
(reliabilitas antar antar penilai).

LK 1: Lembar Kerja Belajar Mandiri

c) Adil: Tidak merugikan atau menguntungkan
peserta didik karena semata-mata perbedaan
capaian pembelajaran.

d) Terpadu: Penilaian kompetensi tidak boleh lepas
dari aktifitas pembelajaran dalam mencapainya.

e) Terbuka: Transparan dan dapat diketahui oleh
siapapun.

f) Menyeluruh dan berkesinambungan: Penilaian
dilakukan dengan beragam cara, sepanjang
waktu, dan focus kepada hasil, proses, dan
pengembangan partisipasi peserta didik dan
keterampilan belajar.

g) Sistematis: Penilaian mengikuti langkah baku
dari analisis dan identifikasi KD dan indikator
sehingga diperoleh bentuk, teknik dan waktu
penilaian yang tepat.

h) Mengacu kriteria: Penentuan tuntas dan
tidaknya dibandingkan dengan kriteria yang
ditetapkan (KKM).

i) Akuntabel: Penilaian dapat
dipertanggungjawabkan, baik dari segi teknik,
prosedur, maupun hasilnya.

d. Membimbing, mendidik, dan melatih
1) Mendidik: berkaitan dengan pembentukan
kesadaran moral dan kepribadian.
2) Membimbing: sangat erat dengan norma dan tata
tertib misalnya memberikan perhatian dan
pendampingan saat siswa sedang proses
menghayati suatu nilai-nilai.
3) Melatih: dilihat dari isinya berupa keterampilan
atau kecakapan hidup (life skills).

e. Melaksanakan tugas tambahan
1) Wakil kepala satuan pendidikan atau wakil kepala
sekolah.
2) Ketua program keahlian satuan pendidikan.
3) Kepala perpustakaan satuan pendidikan.
4) Kepala laboratorium, bengkel, atau unit produksi/
teaching factory satuan pendidikan.
5) Pembimbing khusus pada satuan pendidikan yang
menyelenggarakan pendidikan inklusif atau
pendidikan terpadu.
6) Menjadi wali kelas.
7) Pembina Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS).
8) Pembina ekstrakurikuler.
9) Koordinator Pengembangan Keprofesian
Berkelanjutan (PKB)/Penilaian Kinerja Guru (PKG)
atau koordinator Bursa Kerja Khusus (BKK) pada
SMK.
10)Guru piket.
11)Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Pertama
(LSP-P1).
12)Penilai kinerja Guru.
13)Pengurus organisasi/asosiasi profesi Guru.

LK 1: Lembar Kerja Belajar Mandiri

14)Tutor pada pendidikan jarak jauh pendidikan dasar
dan pendidikan menengah.

3. Fungsi Guru Berdasarkan Undang-Undang
a. Memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan
bangsa.
b. Menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan,
hukum, dan kode etikguru, serta nilai-nilai agama dan
etika.
c. Menciptakan suasana pendidikan yang bermakna,
menyenangkan, kreatif,dinamis dan dialogis.
d. Memelihara komitmen secara profesional untuk
meningkatkan mutu pendidikan.
e. Memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga,
profesi, dan kedudukansesuai dengan kepercayaan
yang diberikan kepadanya.

KB 4:
1. Pengembangan Profesi Berkelanjutan

a. Life long education: guru adalah seorang professional
dan agen pembaharuan seharusnya tidak menunggu
tawaran pihak luar dalam upaya melakukan
pengembangan diri.

b. Konsep belajar guru profesional:
1) Belajar dari pengalaman dan terjadi secara siklikal.
2) Belajar dari tindakan reflektif.
3) Belajar dimediasi oleh konteks.

2. Guru sebagai Profesional yang Reflektif
a. Refleksi adalah proses berpikir mendalam tentang
suatu aktifitas dan berupaka menemukan strategi
penyelesaian masalahnya.
b. Makna Kata Reflection
1) Remember (mengingat): Mengingat kembali
pengalaman.
2) Enlighten (pencerahan): Temukan titik terang
masalah.
3) Focus (fokus): Penuh perhatian terhadap fokus
masalah.
4) Learn (belajar): Belajar dan mencari informasi
untuk menyelesaikan masalah.
5) Educate (mendidik diri): Mendidik diri sendiri
mempertahankan kebiasaan.
6) Concentrate (konsentrasi): Konsentrasi penuh
terhadap upaya meningkatkan kapasitas diri.
7) Think (berpikir): Memikirkan cara dan praktek
terbaik yang dapat diterapkan.
8) Internalized (internalisasi): Mencoba menjadikan
kegatan sebelumya sebagai kebiasaan.
9) Own (memiliki): Berusaha membumikan untuk
memiliki kebiasaan berefleksi.
10) Nurture (memelihara): Memelihara sikap reflektif
dalam praktek keprofesionalannya
c. Model refleksi
1) Membuat deskripsi
2) Cobalah memahami dan merasakan situasi

LK 1: Lembar Kerja Belajar Mandiri

2 Daftar materi yang 3) Mengevaluasi situasi
sulit dipahami di 4) Tahap analisis
modul ini 5) Kesimpulan
6) Menyusun rencana aksi
3 Daftar materi yang 3. Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB)
sering mengalami a. Pengembangan diri: upaya-upaya guru dalam rangka
miskonsepsi meningkatkan profesionalismenya
b. Publikasi ilmiah:
1) Presentasi pada forum ilmiah.
2) Publikasi hasil penelitian atau gagasan inovatif pada

bidang pendidikan formal.
3) Publikasi buku teks pelajaran, buku pengayaan,

pedoman guru dan buku bidang pendidikan.
c. Karya inovatif:

1) Menemukan Teknologi Tepat Guna (Karya
Sains/Teknologi) misalnya multimedia
pembelajaran interaktif, model pembelajaran
inovatif.

2) Menemukan/Menciptakan Karya Seni misalnya seni
sastra (novel, kumpulan cerpen, kumpulan puisi,
naskah drama/teater/film), seni kria (benda
suvenir, kria kulit, kria logam, kria keramik.

1. TPACK sebagai Kerangka Integrasi Teknologi.
2. Profesi dan kedudukan guru secara yuridis.
3. Konsep dan paradigma pengembangan profesi

berkelanjutan.

1. Orientasi pembelajaran abad 21.
2. Guru sebagai profesional yang reflektif.

Judul Modul 3. Pembelajaran Inovatif
Judul Kegiatan Belajar (KB)
1. Pembelajaran STEAM
No Butir Refleksi 2. Pembelajaran berbasis Neurosains
1 Garis besar materi 3. Pembelajaran Digital
4. Pembelajaran “Blended Learning”
yang dipelajari
Respon/Jawaban

KB 1:
5. Pengertian Pembelajaran STEAM

Pembelajaran STEAM merupakan suatu pendekatan
pembelajaran interdisipliner yang inovatif dimana IPA,
teknologi, teknik, seni dan matematika diintegrasikan
dengan fokus pada proses pembelajaran pemecahan
masalah dalam kehidupan nyata, pembelajaran STEAM
memperlihatkan kepada peserta didik bagaimana konsep-
konsep, prinsip-prinsip IPA, teknologi, teknik, dan
matematika digunakan secara terpadu untuk
mengembangkan produk, proses, dan sistem yang
memberikan manfaat bagi kehidupan manusia yang
kompetitif.
6. Tujuan Pembelajaran STEAM: menumbuhkan
keingintahuan, keterampilan kognitif penalaran berbasis

LK 1: Lembar Kerja Belajar Mandiri

bukti, dan pemahaman dan apresiasi dari proses
penyelidikan ilmiah.
7. Prinsip-Prinsip Pembelajaran STEAM:
a. Prinsip perhatian dan motivasi: Apa yang dipelajari

dan seberapa banyak yang dipelajari, dipengaruhi oleh
motivasi peserta didik.
b. Prinsip keaktifan: Peserta didik melakukan kegiatan
secara sadar untuk mengubah suatu perilaku.
c. Prinsip keterlibatanlangsung: Pengetahuan akan
bermakna jika adanya upaya konstruksi pengetahuan
yang dilakukan oleh peserta didik.
d. Prinsip pengulangan: Melalui coba (trial) dan gagal
(eror) peserta didik perlu melakukan pengulangan
dalam pembelajaran.
e. Prinsip tantangan: Suatu kondisi yang menantang
seperti mengandung masalah yang perlu dipecahkan,
peserta didik akan tertantang untuk mempelajarinya.
f. Prinsip balikan dan penguatan: Pemberian respon
yang positif secara berulang dapat memperkuat
tindakan peserta didik sedangkan pemberian respon
negatif memperlemah tindakan peserta didik.
g. Prinsip perbedaan individual: Proses belajar yang
terjadi pada setiap individu berbeda satu dengan yang
lain seperti fisik, maupun kapabilitas belajar.
8. Pembelajaran STEAM menggunakan Model Problem
Based Learning
Problem Based Learning atau pembelajaran berbasis
masalah merupakan model pembelajaran yang menantang
peserta didik untuk belajar bagaimana belajar, dan bekerja
secara berkelompok untuk mencari solusi dari
permasalahan dunia nyata.
a. Sintak (langkah-langkah) Pembelajaran Berbasis
Masalah
1) Fase 1, Orientasi peserta didik kepada masalah

Pendidik menjelaskan apa tujuan pembelajaran,
bagaimana proses pembelajaran yang akan
dilaksanakan, dan memotivasi peserta didik terlibat
dalam aktivitas pemecahan masalah yang dapat
dipilih.
2) Fase 2, Mengorganisasikan peserta didik
Pendidik membantu peserta didik mendefinisikan
dan mengorganisasikan tugas belajar yang
berhubungan dengan masalah tersebut(menetapkan
topik dan tugas).
3) Fase 3, Membimbing penyelidikan individu dan
kelompok
Pendidik membantu peserta didik untuk
mengumpulkan informasi yangsesuai, eksperimen
untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan
masalah, pengumpulan data, hipotesis, dan
pemecahan masalah.
4) Fase 4, Mengembangkan dan menyajikan hasil
karya

LK 1: Lembar Kerja Belajar Mandiri

Pendidik membantu peserta didik dalam
merencanakan serta menyiapkan karya yang sesuai
seperti, laporan dan demonstrasi.
5) Fase 5, Menganalisis dan mengevaluasi proses
pemecahan masalah
Pendidik membantu peserta didik untuk melakukan
refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka
dan proses-proses yang digunakan.
b. Sistem Sosial: peserta didik bekerja sama dengan
teman dalam sebuah tim atau kelompok untuk
mendiskusikan masalah yang diberikan pada saat
pembelajaran.
c. Prinsip Reaksi: pendidik sebagai fasilitator dalam
proses peserta didik melakukan aktivitas pemecahan
masalah.
d. Sistem Penunjang: segala masalah-masalah aktual
yang mampu menciptakan suasana konfrontatif dan
dapat membangkitkan proses metakognisi, berpikir
kritis, dan strategi pemecahan masalah yang bersifat
divergen.
e. Dampak Instruksional dan Penyerta: pemahaman,
transfer pengetahuan, keterampilan berpikir kritis,
kemampuan memecahkan masalah dan kemampuan
komunikasi ini merupakan dampak langsung dari
pembelajaran.
9. Pembelajaran STEAM Berpusat pada Proyek
Pembelajaran STEAM berpusat proyek dapat dilakukan
menggunakan tahapan sebagai berikut:
a. Memilih salah satu topik yang memungkinkan Anda
menggabungkan seluruh 5 aspek STEAM;
b. Menghubungkan topik dengan masalah di dunia nyata;
c. Mendefinisikan tantangan (apa tujuan pembelajaran
akan dicapai peserta didik);
d. Memiliki solusi atas penelitian dan curah pendapat
peserta didik;
e. Menjelaskan tantangan kepada peserta didik (gunakan
video untuk melibatkan peserta didik);
f. Menggunakan rencana desain teknik penyelesaian
masalah;
g. Membimbing peserta didik ketika mereka memilih
gagasan dan membuat prototype;
h. Menguji prototype yang dihasilkan;
i. Meminta peserta didik mengkomunikasikan temuan
mereka;
j. Mendesain ulang prototype yang dihasilkan sehingga
memperoleh prototype sesuai yang diharapkan;
10. Tantangan-Tantangan dalam Pembelajaran STEAM
a. Perbedaan pendekatan/cara dalam menerapkan
pembelajaran STEAM.
b. Kurangnya standar yang jelas.
c. Dianggap terlambat saat STEAM hanya diterapkan pada
pendidikan tingkat menengah.

KB 2:

LK 1: Lembar Kerja Belajar Mandiri

1. Pengertian Neurosains, Kapasitas dan Fungsi Bagian
Otak Manusia
a. Neurosains merupakan ilmu yang mempelajari sistem
syaraf otak dengan seluruh fungsinya, seperti
bagaimana proses berfikir terjadi dalam otak manusia.
b. Kapasitas: Sel otak manusia selama masih dalam
kandungan mengalami rata-rata pertumbuhan sekitar
250.000 sel otak per menit, dan saat dilahirkan memiliki
sekitar seratus miliar (100.000.000.000) neuron. Setiap
neuron mempunyai cabang hingga 10 ribu cabang
dendrit, yang dapat membangun sejumlah satu
kuadrilion koneksi komunikasi.
c. Fungsi bagian otak manusia:
1) Batang otak: berfungsi mengendalikan pertahanan
seseorang ketika mendapatkan suatu ancaman,
tekanan, kritikan, atau ketika diliputi rasa takut.
2) Sistem limbik: berfungsi mengendalikan emosi
seseorang.
3) Korteks: berfungsi mengendalikan kemampuan
berfikir atau bernalar seseorang.

2. Cara otak kita belajar: Saat seseorang belajar sesuatu,
maka dalam otak kita akan terjadi pengaktifan dan
pembentukan pola hubungan (jaringan) antar neuron.

3. Prinsip-prinsip pembelajaran berbasis Neurosains
a. Secara umum, memori jangka pendek otak kita berada
pada kondisi terbaikuntuk menyimpan informasi pada
pagi hari dan paling tidak efektif pada sore hari,
sebaliknya memori jangka panjang kita berada pada
kondisi terbaik untuk menyimpan informasi pada sore
hari.
b. Otak kita memiliki siklus bio-kognitif terkait perhatian
yang naik turun setiap 90 menit. Dalam 24 jam otak kita
memiliki siklus naik turunperhatiannya sebanyak 16
kali.
c. Pembelajaran akan lebih optimal, apabila mampu
mengembangkan keduabelahan otak kanan dan kiri
secara seimbang.
d. Belahan otak kanan dan kiri kita mengalami siklus
efisiensi secara bergantian setiap sembilan puluh
sampai seratus menit, dari spasial tinggi- verbal rendah-
verbal tinggi-spasial rendah.
e. Pembelajaran mencapai hasil terbaik apabila difokuskan
pada pembahasanmateri, dipecah kegiatan lain seperti
kerja kelompok, kemudian difokuskan kembali pada
pembahasan materi.
f. Pembelajaran akan menarik perhatian otak, jika
memperhatikan perubahangerakan, cahaya,
kekontrasan, dan warna.
g. Proses pembelajaran agar optimal perlu
memperhatikan beberapa faktor lingkungan.
h. Proses pembelajaran akan lebih optimal jika peserta
didik memperoleh asupan gizi dan nutrisi yang cukup,
sehingga anak memiliki hemoglobin dalam darah (HB)
yang tinggi.

LK 1: Lembar Kerja Belajar Mandiri

i. Emosi memicu perubahan zat kimiawi dalam tubuh yang
dapat mengubahsuasana hati dan perilaku peserta didik.

4. Tahap-tahap pembelajaran berbasis neurosains
a. Persiapan
Tahap pemberian kerangka kerja bagi pembelajaran
baru dan mempersiapkan otak pesertadidik dengan
koneksi-koneksi yang memungkinkan.
b. Akuisisi
Dapat dilakukan melalui pembelajaranlangsung & tidak
langsung
c. Elaborasi
Tahap untuk memastikan bahwa apa yang dikuasai
peserta didik adalah ilmu yang benar dan akurat.
d. Formasi memori
Tahap pembelajaran yang merekatkan ikatan koneksi
neuron lebih kuat
e. Integrasi fungsional
Upaya untuk memperkuat dan memperluas materi
pembelajaran.

KB 3:
1. Konsep dan Prinsip Pembelajaran Digital

a. Pengertian Pembelajaran Digital
Pembelajaran digital pada hakekatnya adalah
pembelajaran yang melibatkan penggunaan alat dan
teknologi digital secara inovatif selama proses belajar
mengajar, dan sering juga disebut sebagai Technology
Enhanced Learning (TEL) atau e-Learning.

b. Prinsip-Prinsip Penerapan Pembelajaran Digital
1) Personalisasi: pembelajaran digital sebaiknya
dikembangkan dan disesuaikan berdasarkan pada
kemampuan peserta didik, pengetahuansebelumnya
(prior knowledge), dan kenyamanan belajar peserta
didik.
2) Partisipasi aktif peserta didik: pembelajaran digital
harus mengedepankan partisipasi aktif peserta
didik dalam proses pembelajaran mereka sendiri,
baik melalui permainan edukatif maupun simulasi
virtual, dimana platform Pembelajaran Digital
berpotensi untuk membantu mencapai tujuan ini.
3) Aksesibilitas: platform pembelajaran digital harus
dapat dengan mudah diakses oleh peserta didik
kapan saja dan di mana saja.
4) Penilaian: evaluasi yang mendalam dan
komprehensif sangat diperlukan untuk mengukur
tingkat kejelasan konseptual di kalangan peserta
didik.

2. Pemanfaatan Pembelajaran Digital
a. Mengkaitkan pembelajaran digital ke pembelajaran
offline.
b. Mempelajari aplikasi praktis dari sebuah pengetahuan
(sebuah materi).
c. Mendapatkan umpan balik yang berkesinambungan dan
analisis kemajuan.

LK 1: Lembar Kerja Belajar Mandiri

d. Mengaktifkan keterlibatan sosial (social engagement).
e. Belajar melalui pendekatan campuran (mix approach).
3. Ragam Pembelajaran Digital
a. Mobile learning (M-Learning): pembelajaran yang

disampaikan (atau didukung) oleh teknologi mobile.
b. Media Sosial (Social Media): sebuah media online yang

para penggunanya berpatisipasi dan bersosialisasi
menggunakan internet.
c. Pembelajaran berbasis permainan (Games Based
Learning): Games Based Learning (GBL) berfokus
dengan menggunakan permainan bukan untuk
menghibur tapi untuk tujuan pembelajaran.
d. Pembelajaran Elektronik Berbasis “Awan” atau Cloud:
komputasi merupakan sebuah model yang
memungkinkan terjadinya penggunaan sumber daya
(jaringan, server, media penyimpanan, aplikasi, dan
service) secara bersama-sama.

KB 4:
1. Pengertian Pembelajaran Blended Learning

Blended learning dapat diartikan sebagai campuran atau
kombinasi dari pola pembelajaran satu dengan yang
lainnya.
2. Karakteristik pembelajaran ‘Blended Learning’
a. Model blended learning menggabungkan berbagai cara

penyampaian, model pendidikan, gaya pembelajaran,
dan menggunakan berbagai media berbasis teknologi.
b. Model pembelajaran blended learning merupakan
kombinasi dari pola pembelajaran langsung (tatap
muka), belajar mandiri, dan pembelajaran
menggunakan sistem online.
c. Guru dan orangtua memiliki peran yang sama penting,
dimana guru berperan sebagai fasilitator dan orangtua
berperan sebagai pendukung.
3. Model-model pembelajaran ‘Blended Learning’
a. Model Rotasi (Rotation Model): peserta didik akan
diatur untuk bergantian menempati pos-pos kegiatan
pembelajaran yang telah disediakan.
1) Model Kelas Station Rotation: terdapat beberapa

tempat atau perhentian (station) dimana peserta
didik dapatmenempatinya secara bergiliran sesuai
dengan kesepakatan atau arahan dari guru.
2) Model Kelas Lab/Whole Group Rotation:
perpindahan/ perputaran yang dilakukan peserta
didik masih berada dalam satu ruangan yang sama,
pada model kelas lab/whole group rotation, peserta
didik akan diatur untuk berpindah dari satu
ruangan ke ruangan lain.
3) Model Kelas Flipped (Flipped Clasroom): sebelum
peserta didik memulai kelas, mereka akan
mendapatkan pengajaran secara langsung melalui
video secara online.
4) Model Rotasi Individu (Individual Rotation):
siswa mendapatkan jadwal yang telah disesuaikan

LK 1: Lembar Kerja Belajar Mandiri

dengan masing-masing individual untuk dapat
belajar secara mandiri.
b. Model Kelas Flex: sebagian besar pembelajaran
dilakukan secara online sehingga pembelajaran bersifat
sangat fleksibel
c. Model Self-Blend: peserta didik dapat mengambil satu
atau lebih kegiatanpembelajaran online sebagai
tambahan dari kegiatan pembelajaran tatap mukayang
telah dilakukan.
d. Model Enriched-Virtual: pembelajaran dibagi menjadi
dua sesi, yaitu pembelajaran tatap muka dan
pembelajaran secara online.
e. Memilih model kelas yang sesuai: guru dapat memilih
dan menggabungkan beberapa model kelas dan
disesuaikan dengan kebutuhan guru dan peserta didik.
4. Program Aplikasi atau Platform untuk Pembelajaran
Model Blended Learning
a. Web 2.0 yang digunakan untuk model blended learning
adalah aplikasi software sistem manajemen
pembelajaran (Learning management System – LMS)
yaitu Moodle
b. Edmodo
1) Berkomunikasi dengan siswa dan orangtua siswa.
2) Memonitor aktifitas pembelajaran online.
3) Membuat kuis, latihan, atau ujian.
4) Mengunggah materi belajar.
c. Google Group
1) Gmail: berupa sistem yang dapat digunakan untuk
saling berkirim email secara aman dengan kelas
atau sekolah.
2) Drive: berupa sistem yang dapat digunakan untuk
menyimpan dan mengorganisir tugas, dokumen,
atau kurikulum kelas.
3) Kalender: dapat digunakan untuk membagikan
atau membuat jadwal suatu kegiatan bersama
dengan siswa.
4) Dokumen, Spreadsheet, dan Slide: fitur ini dapat
digunakan untuk berkolaborasi, berbagi masukan,
dan bekerja sama dengan siswa secara real time di
dokumen, spreadsheet, dan presentasi.
5) Formulir: fitur ini dapat digunakan untuk membuat
formulir, kuis, dan survei untuk mengumpulkan dan
menganalisis jawaban.
6) Jamboard: dapat digunakan untuk membuat sketsa
dan berkolaborasi dengan siswa menggunakan
kanvas interaktif.
7) Sites: web builder yang dapat digunakan untuk
membuat situs, menjadi host kurikulum pelajaran,
membangun keterampilan pengembangan, dan
memfasilitasi kreativitas siswa.
8) Hangouts Meet: fitur ini memungkinkan guru
untuk terhubung dengan siswa secara virtual
melalui video call dan pengiriman pesan yang aman

LK 1: Lembar Kerja Belajar Mandiri

2 Daftar materi yang agar pembelajaran tetap berlangsung meskipun di
sulit dipahami di luar sekolah.
modul ini 9) Grup: fitur ini dapat digunakan untuk membuat
forum diskusi secara online guna meningkatkan
3 Daftar materi yang kemampuan komunikasi dan keterlibatan siswa
sering mengalami dalam suatu topik diskusi.
miskonsepsi 10) Vault: dapat digunakan untuk mengelola perangkat
yang terhubung dalam kelas online,
mengkonfigurasikan keamanan dan setelan agar
data tetap aman.

1. Pembelajaran STEAM menggunakan model problem based
learning.

2. Tahap pembelajaran berbasis neurosains.
3. Prinsip penerapan pembelajaran digital.
4. Model-model pembelajaran ‘Blended Learning’.

1. Pengertian pembelajaran STEAM.
2. Ragam penerapan pembelajaran digital

Judul Modul 4. Perancangan Pembelajaran Inovatif
Judul Kegiatan Belajar (KB)
1. Merancang Pembelajaran Inovatif
No Butir Refleksi 2. Merancang Pembelajaran STEAM
1 Garis besar materi 3. Merancang Pembelajaran Blanded Learning
4. Merancang Pembelajaran Project Based Learning
yang dipelajari
Respon/Jawaban

KB 1:
11. Pengertian Rancangan Pembelajaran Inovatif

Rancangan pembelajaran inovatif dalam hal ini dimaknai
sebagai aktivitas persiapan pelaksanaan pembelajaran yang
menerapkan unsur-unsur pembelajaran terbaru di abad 21
dan terintegrasi dalam komponen maupun tahapan
pembelajaran yang akan dilaksanakan untuk mencapai
tujuan yang telah ditetapkan.
12. Karakteristik Rancangan Pembelajaran Inovatif
a. Kolaborasi peserta didik dan guru: dapat dilakukan

dengan tanya jawab, diskusi, demontrasi, bermain
peran, simulasi, permainan, praktek, latihan, penemuan,
atau eksperimen.
b. Berorientasi HOTS:
1) HOTS (Higher Order Thinking Skill) atau

keterampilan berpikir tingkat tinggi adalah proses
berpikir kompleks dalam menguraikan materi,
membuat kesimpulan, membangun representasi,
menganalisis, dan membangun hubungan dengan
melibatkan aktivitas mental yang paling dasar.
2) Cakupan penerapan HOTS dalam RPP:
a) RPP yang berorientasi HOTS terdapat pada

komponen IPK: ditandai dengan penggunaan
kata kerja operasional sesuai perkembangan
berpikir tingkat tinggi.

LK 1: Lembar Kerja Belajar Mandiri

b) Rumusan tujuan pembelajaran dalam RPP:
menggunakan kata kerja operasional dengan
kategoriberpikir tingkat tinggi pada level C4 dan
C5.

c) Langkah-langkah pembelajarannya: integrasi
HOTS bisa dilakukan padaKegiatan Pendahuluan,
Kegiatan Inti, maupun Kegiatan Penutup.

d) Komponen penilaian: tercermin pada instrumen
penilaian yang digunakan, baik berupa tes
maupun non tes.

c. Mengintegrasikan Teknologi Informasi dan
Komunikasi (ICT): penggunaan laptop, HP, atau gawai
lainnya oleh guru maupun siswa dalam kegiatan
pembelajaran di kelas maupun di luar kelas merupakan
wujud dari integrasi ICT.

d. Berorientasi pada keterampilan belajar dan
mengembangkan Keterampilan Abad 21 4C:
Creativity, Collaboration, Critical Thingking, dan
Communication.

e. Mengembangkan kemampuan literasi: menerapkan
konsepNeuroscience dan TPACK dalam RPP pada
aktivitas pembelajaran.

f. Penguatan Pendidikan Karakter (PPK): lima nilai
karakter utama dalam PPK yang bersumber dari
Pancasila, yaitu: religiusitas, nasionalisme, integritas
(kejujuran), kemandirian, dan gotong royong.

13. Penyusunan Rancangan Pembelajaran Inovatif
a. Identitas: sekolah, Kelas/ semester, tema, sub tema,
muatan terpadu (kalau ada), pembelajaran, dan alokasi
waktu diisi dengan benar.
b. Kompetensi Inti (KI): KI ditulis berdasar kesesuaian
dengan silabus.
c. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian
Kompetensi

d. Tujuan Pembelajaran: tulislah tujuan pembelajaran
dengan redaksi kalimat yang jelas dan mengandung
unsur ABCD sesuai modul RPP Kurikulum 2013 dari
Kemdikbud (2018).

e. Penguatan Pendidikan Karakter (PPK): Religiusitas,
Nasionalisme, Kejujuran, Kedisiplinan.

f. Materi Pembelajaran: tulis tema/ sub-tema/ jenis teks
atau butir-butir materi yang dicakup untuk materi
pembelajaran reguler, pengayaan, maupun remedial.

g. Model, Pendekatan, dan Metode Pembelajaran: tulis
model, pendekatan, dan metode yang efektif dan efisien
akan memfasilitasi peserta didik mencapai indikator-
indikator pencapaian KD beserta kecakapan abad 21.

h. Media dan Bahan, Sumber Belajar

LK 1: Lembar Kerja Belajar Mandiri

1) Media: tulis spesifikasi semua media pembelajaran
(video/film, rekaman audio, model, chart, gambar,
realia, dsb.).

2) Bahan: tulis spesifikasi (misalnya nama, jumlah,
ukuran) semua bahan yang diperlukan. Misal:
kertas, gunting, lem, pengggaris, dan sebagainya.

3) Sumber Belajar: tulis spesifikasi semua sumber
belajar (buku siswa, buku referensi, majalah, koran,
situs internet, lingkungan sekitar, narasumber, dan
sebagainya).

i. Langkah-langkah Pembelajaran: kegiatan
pendahuluan, kegiatan inti, dan penutup.

j. Penilaian: teknik penilaian (Sikap spiritual dan sikap
sosial, Pengetahuan, Keterampilan)

k. Pembelajaran Remedial: tindak lanjut setelah
dilaksanakan evaluasi atau penilaian pembelajaran.

l. Pembelajaran Pengayaan: peserta didik yang sudah
mencapaiketuntasan belajar diberi kegiatan
pembelajaran pengayaan untuk perluasan dan atau
pendalaman materi.

KB 2:
1. Pengertian Rancangan Pembelajaran Inovatif dengan

Pendekatan STEAM: segala persiapan pelaksanaan
pembelajaran yang menerapkan unsur-unsur pendekatan
STEAM baik secara tertanam(embedded) maupun
terintegrasi (integrated) dalam komponen maupun tahapan
rencana pembelajaran yang akan dilaksanakan guna
mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
2. Langkah-langkah Perancangan Pembelajaran Inovatif
dengan pendekatan STEAM
a. Merumuskan Tujuan Pembelajaran: memenuhi unsur

ABCD (Audience, Behavior, Condition, Degree).
b. Menganalisis Materi Pembelajaran: materi

pembelajaran harus memuat fakta, konsep, prinsip, dan
prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-
butir sesuai dengan rumusan IPK (Indikator Pencapaian
Kompetensi).
c. Menentukan Model, dan Metode Pembelajaran
1) Model pembelajaran STEAM

a) Pembelajaran Berbasis Inkuiri (Inquiry-Based
Learning)

b) Pembelajaran Berbasis Penemuan (Discovery
Based Learning)

c) Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based
Learning)

d) Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based
Learning

2) Metode pembelajaran yang sesuai dengan
pendekatan STEAM: tanya Jawab, Diskusi,
Eksperimen, Demonstrasi, SimulasiInquiry, dan
lainnya yang mengedepankan aktivitas kolaborasi
antarasiswa dan guru.

LK 1: Lembar Kerja Belajar Mandiri

d. Menentukan Media, Alat, dan Sumber Belajar:
semakin beragam media, alat dan sumber belajar yang
dimanfaatkan akan semakin memberikan siswa
keleluasan dalam mencari informasi, bereksperimen
dan memecahkan masalah.

e. Menyusun langkah-langkah Pembelajaran: langkah-
langkah pembelajaran terdiri dari 3 tahapan yaitu
pendahuluan, inti, dan penutup.

f. Penilaian Pembelajaran:
1) Pola tertanam: maka hanya mata pelajaran sebagai
bidang utama yang perlu dinilai pada semua
aspeknya, baik spiritual, sosial, pengetahuan,
maupun keterampilannya.
2) Pola terpadu: maka semua mata pelajaran yang
terintegrasi dalam satu tema perlu dinilai pada
semua aspeknya, baik spiritual, sosial, pengetahuan,
maupun keterampilannya.

g. Menyusun Kegiatan Tindak Lanjut: kegiatan yang
akan dilakukan apabila siswa berhasil atau belum
berhasil mencapai tujuan pembelajaran setelah
dilaksanakannya penilaian atau evaluasi.

KB 3:
1. Perencanaan Pembelajaran “blended learning”

a. Menentukan model pembelajaran “blended
learning”
1) Rotation model (model rotasi)
a) station rotation model
b) lab rotation model
c) flipped classroom model
d) individual rotation model
2) Flex model (model fleksibel)
3) Self-blend model (model pengaturan diri)
4) Enriched-virtual model

b. Menyusun RPP “blended learning”
1) Menentukan tema pembelajaran, menuliskan
kembali: identitas RPP,kompetensi inti, dan
kompetensi dasar dari RPP konvensional ke dalam
RPP “blended learning”.
2) Menganalisis rumusan tujuan pembelajaran yang
ada pada RPPkonvensional sebelum dituangkan ke
dalam RPP “blended learning”.
3) Menentukan metode penilaian dan kegiatan
pembelajaran “blendedlearning” untuk mencapai
tujuan yang telah ditetapkan.
4) Menganalisis kegiatan pelaksanaan pembelajaran
pada RPPkonvensional dan menyusun Rencana
Kegiatan Pembelajaran “Blended Learning”.

c. Menyiapkan Bahan, Alat/Media, dan Sumber Belajar
Tatap Mukadan Daring

2. Pemanfaatan teknologi untuk pembelajaran daring
(online)
a. Teknologi e-learning dengan aplikasi cisco webex

LK 1: Lembar Kerja Belajar Mandiri

WebEx mengkombinasikan komunikasi lewat Telepon
dengan tampilan di layar Komputer
1) Cisco WebEx Meeting Center: layanan ini

memberikan kemudahan bagi pengguna untuk
bertemu dalam jaringan secara langsung dan nyata,
serta mengurangi batasan, mengurangi waktu untuk
menyelesaikan masalah, dan waktu dalam bekerja
bersama.
2) Cisco WebEx Training Center: layanan ini
memberikan lingkungan belajar yang dinamis
kepada pengguna (guru/siswa) dengan ruang kelas
dalam jaringan.
3) Cisco WebEx Event Center: melalui layanan ini
sekolah dapat mengatur jadwal dalam rangka untuk
menyepakati pelaksanaan kegiatan pembelajaran
online antara guru dan siswa.
4) Cisco WebEx Support Center: melayani koneksi
dengan sekali klik secara nyata, pengiriman data
dengan dua arah, masuk kedalam komputer meja
klien sebagai penyelenggara, dan mengatur staf
dengan pemantauan secara berkala.
5) Cisco WebEx Connect: memberikan layanan untuk
berkomunikasi lebih efektif, menginformasikan
keputusan secara lebih cepat, dan mengurangi
ongkos perjalanan.
6) Cisco WebEx Mail: melalui fitur ini biaya menjadi
lebih efektif dengan dukungan Microsoft Outlook,
kapasitas penyimpanan data yang besar, dan akses
yang aman bagi para pengguna.
b. Teknologi online learning dengan aplikasi SEVIMA
EdLink
Sevima EdLink adalah aplikasi berbasis android yang
dikhususkan untuk dunia pendidikan dalam membantu
dosen/guru menghemat waktu, menjaga kelas tetap
teratur, dan meningkatkan komunikasi dengan peserta
didik.
c. Teknologi e-learning dengan aplikasi Google
Classroom
Google Classroom (atau dalam bahasa Indonesia yaitu
Ruang Kelas Google) suatu serambi pembelajaran
campuran yang diperuntukkan terhadap setiap ruang
lingkup pendidikan yang dimaksudkan untuk
menemukan jalan keluar atas kesulitan dalam membuat,
membagikan dan menggolong-golongkan setiap
penugasan tanpa kertas.
d. Teknologi e-learning dengan aplikasi Zoom Cloud
Meetings
1) Fitur Raise Hand (Mengangkat Tangan): fitur ini
memberikan layanan tanya jawab pada suatu
meeting.
2) Fitur Sharing Screen (Menampilkan Layar Host
Ke Peserta): host bisa melakukan sharing screen
atau menampilkan layar monitornya kepada peserta
yang lain.

LK 1: Lembar Kerja Belajar Mandiri

2 Daftar materi yang e. Teknologi e-learning dengan aplikasi Edmodo
sulit dipahami di Edmodo adalah platform pembelajaran berbasis jejaring
modul ini sosial yang diperuntukkan untuk guru, murid sekaligus
orang tua murid.
3 Daftar materi yang
sering mengalami f. Teknologi e-learning dengan aplikasi Moodle
miskonsepsi MOODLE (singkatan dari Modular Object-Oriented
Dynamic Learning Environment) adalah paket perangkat
lunak yang diproduksi untuk kegiatan belajar berbasis
internet dan situs web yang menggunakan prinsip social
constructionist pedagogy.

g. Teknologi e-learning dengan aplikasi Schoology
Schoology adalah Learning Management System (LMS)
yang menyediakan layanan bagi user untuk membuat,
mengatur, dan membagikan file.

KB 4:
1. Pengertian dan Karakteristik Pembelajaran Berbasis

Proyek
a. PjBL merupakan pendekatan inovatif yang mengajarkan

beragam strategi mencapai kesuksesan abad 21,
membantu peserta didik mengembangkan keterampilan
abad 21, meningkatkan tanggungjawab, melatih
pemecahan masalah, self direction, komunikasi, dan
kreativitas.
b. PjBL bisa dikatagorikan
1) Proyek terstruktur (structured project)
2) Proyek sesuai topik (topic related project)
3) Proyek terbuka tertutup (open ended project)
2. Merancang Pembelajaran Berbasis Proyek
a. Menuliskan KI sesuai dengan jenjang kelas.
b. Menelaah KD manakah yang paling cocok diterapkan
dalam pembelajaran dengan pendekatan PjBL.
c. Tuliskan kembali identitas RPP. Kompetensi Inti dan
Kompetensi Dasar ditulis di bawahnya.
d. Menuliskan indikator; ketercapaian setiap KD tentu
harus bisa diketahui dan dapat diukur dan atau
dibuktikan.
e. Menuliskan tujuan pembelajaran.
f. Menyusun materi pembelajaran.
g. Menentukan metode pembelajaran.
h. Sumber belajar.
i. Langkah-langkah pembelajaran.
j. Penilaian hasil pembelajaran.
1. Rancangan pembelajaran inovatif abad 21.
2. Langkah-langkah Perancangan Pembelajaran Inovatif
dengan pendekatan STEAM.
3. Pemanfaatan teknologi untuk pembelajaran daring (online).
1. Penilaian pembelajaran berbasis STEAM pola pendekatan
tertanam dan pola pendekatan terpadu.
2. Pengertian pembelajaran berbasis proyek.

LK 1: Lembar Kerja Belajar Mandiri


Click to View FlipBook Version