The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

untuk memenuhi tugas uts pada mata kuliah pkn

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by vira aureillia, 2020-11-08 01:57:31

MODUL TUGAS UTS PKN

untuk memenuhi tugas uts pada mata kuliah pkn

Proses kehidupan berbangsa dan bernegara mulai berkembang sejak Sumpah Pemuda

dikumandangkan ke seluruh nusantara. Dalam periode selanjutnya secara nyata mulai

dipersiapkan kemerdekaan Indonesia pada masa pendudukan Jepang, yaitu dengan

dibentuknya Badan Penyelidik Usaha – usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia. Dan

puncaknya adalah ketika Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus

1945.

⦁ Proses berbangsa dan bernegara pada masa sekarang

Proses berbangsa dan bernegara pada masa sekarang erat kaitannya dengan hakikat

pendidikan kewarganegaraan, yaitu upaya sadar dan terencana untuk mencerdaskan

kehidupan bangsa bagi warga negara dengan menumbuhkan jati diri dan moral bangsa

sebagai landasan pelaksanaan hak dan kewajiban dalam bela negara, demi kelangsungan

kehidupan dan kejayaan bangsa dan negara. Sehingga dengan mencerdaskan kehidupan

bangsa, memberi ilmu tentang tata negara,menumbuhkan kepercayaan dan jati diri

bangsa serta moral bangsa,maka takkan sulit untuk menjaga kelangsungan kehidupan

dan kejayaan Indonesia dalam proses berbangsa dan bernegara.

Negara Indonesia merupakan negara yang berkembang dan negara yang akan melangkah

maju membutuhkan daya dukung besar dari masyarakat, membutuhkan tenaga kerja

yang lebih berkualitas, dengan semangat loyalitas yang tinggi. Negara didorong untuk

menggugah masyarakat agar dapat tercipta rasa persatuan dan kesatuan serta rasa turut

memiliki. Masyarakat

harus disadarkan untuk segera mengabdikan dirinya pada negaranya, bersatu padu dalam

rasa yang sama untuk menghadapi krisis budaya, kepercayaaan, moral dan lain-lain.

Negara harus menggambarkan image pada masyarakat agar timbul rasa bangga dan

keinginan untuk melindungi serta mempertahankan negara itu sendiri. Pendidikan

kewarganegaraan adalah sebuah sarana yang tepat untuk memberikan gambaran secara

langsung tentang hal-hal yang bersangkutan tentang kewarganegaraan pada masyarakat

sehingga proses berbangsa dan bernegara dapat berlangsung dengan efektif dan efisien.

Dalam upaya untuk memahami proses berbangsa dan bernegara, merupakan bagian yang

tidak dapat dipisahakan dengan perkembangan kehidupan masyarakat. Kesadaran

terhadap sejarah menjadi penting ketika suatu masyarakat mulai menyadari bagaimana

posisinya sekarang dan seperti apa jatidiri atau identitasnya serta apa yang dilakukan ke

depan. Penciptaan suatu identitas bersama berkisar pada perkembangan keyakinan dan

nilai – nilai yang dianut bersama yang dapat memberi suatu perasaan solidaritas sosial

pada suatu masyarakat suatu wilayah tertentu. Suatu identitas bersama menunjukkan

bahwa individu – individu tersebut setuju atas pendefinisian diri mereka yang saling

diakui, yakni suatu kesadaran mengenai perbedaan dengan orang lain, dan suatu

perasaan akan harga diri.

Dalam proses berbangsa dan bernegara itu juga diperlukan penciptaan identitas bersama.

51

Identitas sebagai bangsa dan negara Indonesia dapat dilihat pada:

Bendera Negara yaitu Sang Merah Putih.
⦁ Lambang Negara yaitu Garuda Pancasila
⦁ Lambang negara yaitu Garuda Pancasila
⦁ Slogan / semboyan yaitu Bhineka Tunggal Ika
⦁ Sarana komunikasi / bahasa negara yaitu Bahasa Indonesia
⦁ Lagu kebangsaan yaitu Indonesia Raya
⦁ Pahlawan – pahlawan rakyat pada masa perjuangan nasional seperti Pattimura,
Hasanudin, Pangeran Antasari dan lain – lain.
Dengan terwujudnya identitas bersama sebagai bangsa dan negara Indonesia
dapat mengikat eksistensinya serta memberikan daya hidup. Sebagai bangsa dan
negara yang merdeka, berdaulat dalam hubungan internasional akan dihargai dan
sejajar dengan bangsa dan negara lain. Identitas bersama itu juga dapat
menunjukkan jatidiri serta kepribadiannya. Rasa solidaritas sosial, kebersamaan
sebagai kelompok dapat mendukung upaya mengisi kemerdekaan. Dengan
identitas bersama itu juga dapat memberikan motivasi untuk mencapai kejayaan
bangsa dan negara di masa depan.

4. Jelaskan pengertian bangsa menurut para ahli?
Jawab:
Ernest Renan (Perancis)
Bangsa adalah sekelompok manusia yang berada dalam suatu ikatan batin yang
dipersatukan karena terdapat persamaan sejarah dan cita – cita yang sama walaupun
didalam suatu kelompok manusia terdapat berbagai suku, ras, budaya, bahasa, adat
istiadat dan lain sebagainya.
Hans Kohn
Bangsa adalah hasil proses perjuangan sejarah. Bangsa itu adalah golongan yang
majemuk dan tidak bisa dirumuskan secara esakta. Hal tersebut terbukti dengan adanya
faktor obyektif yang melatar belakangi serta menjadikan ciri khas suatu bangsa,
contohnya persamaan ras, wilayah, bahasa, adat istiadat dan agama.
Otto Bauer
Bangsa adalah suatu kelompok manusia yang memiliki persamaan karakter yang tumbuh
dikarenakan adanya persamaan nasib.

5. Jelaskan tentang unsur unsur bangsa!
Jawab:

52

Unsur-unsur negara pertama yang harus dipenuhi adalah rakyat. Dalam hal ini, suatu
negara harus memiliki masyarakat atau kumpulan Individu yang hidup dan tinggal di suatu
wilayah dalam negara tersebut.
Dengan begitu, dapat dipahami bahwa sebelum status negara diakui, negara tersebut
harus memiliki rakyat yang menjadi subyek pemerintahan atau pengaturan dari suatu
negara.
Sehingga jika sebuah negara yang tidak memiliki rakyat maka itu belum bisa dikatakan
sebagai negara, melainkan tanah atau pulau kosong tanpa penghuni. Maka dari itu, rakyat
menjadi salah satu unsur-unsur negara yang paling utama untuk dipenuhi terlebih dahulu.

Selain rakyat, wilayah juga menjadi salah satu unsur-unsur negara yang tidak kalah
penting. Di sini, suatu negara harus memiliki wilayah dengan batasan teritorial yang jelas.
Dalam hal ini, diperlukan wilayah secara geografis, artinya wilayah yang mencakup bagian
daratan, perairan, dan udara.

Bukan hanya itu, negara juga harus memiliki batas yang jelas dengan wilayah negara lain.
Biasanya batas wilayah antar negara ini ditandai dengan berbagai macam benda.

Mulai dari batok kayu atau batu, garis cat, kawat berduri, hingga tembok raksasa. Batas
wilayah antar negara ini ditentukan berdasarkan kesepakatan dalam perjanjian bilateral
atau internasional.

Bukan hanya daratan, batas dari wilayah perairan dan udara juga didapatkan dari hasil
perjanjian antar negara atau internasional. Dalam hal ini, batas wilayah laut ditentukan
oleh hukum laut internasional, yaitu zona tambahan, zona ekonomi eksklusif, landas
benua, landas kontinen, dan laut pedalaman.

Sedangkan batas udara biasanya dibedakan menjadi aliran udara bebas dan aliran
kedaulatan udara di atas wilayah negara.

Unsur-unsur negara yang perlu diperhatikan berikutnya adalah pemerintah yang
berdaulat. Di sini, pemerintah dapat diartikan sebagai lembaga legislatif yang bertugas
membentuk undang-undang beserta jajarannya.

53

Selain itu, pemerintah juga dapat dimaknai sebagai keseluruhan lambang negara. Dalam
sistem demokrasi, pemerintah Indonesia menganut trias politica dalam menjalankan
fungsinya, yaitu berupa lembaga legislatif, eksekutif, dan yudikatif.
Dalam menjalankan fungsinya, pemerintah menyelenggarakan menetapkan peraturan,
menegakkan hukum, dan mengatur kehidupan masyarakat dengan baik, adil, dan
sejahtera.
Di sini, pemerintah juga memegang kunci sebagai negara berdaulat. Artinya pemerintah
dapat dengan bebas, mandiri dan tanpa tekanan dari negara lain dalam mengatur
kehidupan masyarakatnya.
Unsur-unsur negara terakhir yang harus dipenuhi adalah mendapatkan pengakuan dari
negara lain. Di sini keberadaan negara diperkuat dengan adanya pengakuan dari negara
lain, bahwa negara tersebut mampu secara mandiri mengatur rakyatnya dengan baik.
Unsur negara yang satu ini bersifat deklaratif. Artinya suatu negara baru memberikan
pernyataan dirinya dan suatu negara yang sudah berdiri sebelumnya, telah memberikan
pengakuan dari status kenegaraannya. Ini menjadi salah satu dari unsur-unsur negara
yang wajib dipenuhi.

54

BAB 4

PROSES PERUMUSAN PANCASILA

1. Jelaskan nilai-nilai Pancasila pada masa kerajaan majapahit!
Jawab:

berikut ini nilai-nilai yang terkandung didalam masa kerajaan majapahit:

Sila pertama : Terbukti, agama Hindu dan Budha hidup berdampingan

secara damai. Istilah Pancasila terdapat dalam bukuNegarakertagama karangan Empu

Prapanca dan Empu Tantular mengarang buku Sutasoma yang terdapat Sloka persatuan

nasional yang berbunyi ”Bhineka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrua” yang artinya,

walaupun berbeda-beda namun tetap satu jua dan tidak ada agama yang memiliki tujuan

berbeda.

Sila kedua : Terwujud pada hubungan baik Raja Hayam Wuruk

dengan Kerajaan Tiongkok, Ayoda, Champa, dan Kamboja. Disamping itu juga menjalin

persahabatan dengan Negara-negara tetangga.

Sila ketiga : Terwujud dengan keutuhan kerajaan. Khususnya dalam

Sumpah Palapa yang diucapkan oleh Mahapatih Gajah Mada dalam sidang Ratu dan

Menteri-menteri pada tahun 1331.

Sila keempat : Terdapat semacam penasehat dalam tata

pemerintahan Majapahit yang menunjukan nilai-nilai musyawarah mufakat. Menurut

Prasasti Kerajaan Brambang (1329), dalam tata Pemerintahan Kerajaan Majapahit

terdapat semacam penasehat kerajaan. Seperti, Rakryan I Hino, I Sirikan dan I

Halu yang berarti memberikan nasehat kepada Raja. Kerukunan dan gotong royong

dalam kehidupan masyarakat telah menumbuhkan adat bermusyawarah untuk mufakat

dalam memutuskan masalah bersama.

Sila kelima : Terwujud dengan berdirinya kerajaan selama beberapa

abad yang ditopang dengan kesejahteraan dan kemakmuran rakyatnya.

2. Jelaskan pada masa penjajahan bangsa eropa!
Jawab:

Zaman penjajahan dimulai bangsa Eropa yang membutuhkan rempah-rempah itu
mulai memasuki Indonesia, yaitu Portugis, spanyol, Inggris dan belanda. Masuknya
bangsaEropa seiring dengan keruntuhan Kerajaan Majapahit sebagai akibat dari perselisihan
danperang soudara, yang berarti nilai-nilai nasionalisme sudah di tinggalkan. Pada zaman ini
tidak ada rasa persatuan dan kesatuan sehingga perjuangan melawan penjajah secara fisik

55

dilakukan secara sendiri-sendiri disetiap daerah. Rakyat mudah diadu domba sehingga
mudah dipecah belah, hal ini juga yang menimbulkan rakyat Indonesia semakin miskin dan
bodoh akibat penjajahan tersebut. Oleh karena itu untuk semboyan yang berbunyi
"Bersatukita teguh, bercerai kita runtuh" merupakan semangat agar rakyat Indonesia bisa
menciptakan persatuan dan kesatuan karena tanpa persatuan kita tidak akan bisa mengusir
penjajah.

3. Jelaskan pengertian dari paleotikum, mesolitikum, neolitikum!
Jawab:

paleotikum adalah zaman yang memiliki ciri khas berupa perkembangan alat-alat batu.
Zaman ini mencakup sekitar 95% masa prasejarah teknologi manusia. Zaman ini dimulai
dari penggunaan alat batu pertama oleh hominin sekitar 3,3 juta tahun yang lalu hingga
akhir Pleistosen sekitar 11.650 tahun yang lalu. Zaman Paleolitikum digantikan
oleh Mesolitikum, walaupun masa transisinya berbeda-beda di setiap wilayah.
Peninggalan yang ditemukan antara lain berupa peralatan batu seperti flakes (alat
penyerpih berfungsi misalnya untuk mengupas, menguliti), chopper (kapak genggam/alat
penetak), selain itu terdapat pula peralatan dari tulang. Spesies manusia purba yang telah
ada:

1. Meganthropus Paleojavanicus

2. Pithecanthropus Erectus (Pithecanthropus Mojokertensis, Pithecanthropus Robustus)

Proses pembuatan kapak batu: 1. Memilih batu yang cocok dan mudah dibentuk 2. Batu
tersebut dipukulkan dengan menggunakan batu yang lebih keras 3. Pembentukan dengan
cara dihaluskan menggunakan kapak tulang, tangan juga dilindungi dengan kulit.

Mesolitikum adalah suatu periode dalam perkembangan teknologi manusia,
antara Paleolitik atau Zaman Batu Tua dan Neolitik atau Zaman Batu Muda.

Istilah ini diperkenalkan oleh John Lubbock dalam makalahnya "Zaman Prasejarah"
(bahasa Inggris: Pre-historic Times) yang diterbitkan pada tahun 1865. Namun istilah ini
tidak terlalu sering digunakan sampai V. Gordon Childe mempopulerkannya dalam
bukunya The Dawn of Europe (1947).

Pada zaman mesolitikum di Indonesia, manusia hidup tidak jauh berbeda dengan
zaman paleolitikum, yaitu dengan berburu dan menangkap ikan, tetapi manusia pada
masa itu juga mulai mempunyai tempat tinggal agak tetap dan bercocok tanam secara
sederhana. Tempat tinggal yang mereka pilih umumnya berlokasi di tepi

56

pantai (kjokkenmoddinger) dan goa-goa (abris sous roche) sehingga di lokasi-lokasi
tersebut banyak ditemukan berkas-berkas kebudayaan manusia pada zaman itu.

Neolitikum adalah fase atau tingkat kebudayaan pada zaman prasejarah yang
mempunyai ciri-ciri berupa unsur kebudayaan, seperti peralatan dari batu yang
diasah, pertanian menetap, peternakan, dan pembuatan tembikar.

4. Jelaskan Pancasila sebagai dasar negara!
Jawab: Pancasila sebagai dasar Negara berarti setiap sendi-sendi ketatanegaraan pada
Negara Republik Indonesia harus berlandaskan pada nilai-nilai pancasila. Artinya,
pancasila harus senantiasa menjadi ruh atau power yang menjiwai kegiatan dalam
membentuk Negara. Konsep pancasila sebagai dasar Negara dianjurkan oleh Ir. Soekarno
dalam pidatonya pada hari terakhir sidang pertama BPUPKI tanggal 1 Juni 1945, yang
isinya untuk menjadikan pancasila sebagai dasar Negara falsafah Negara atau
filosophische gromdslag bagi Negara Indonesia merdeka. Usulan tersebut ternyata dapat
diterima oleh seluruh anggota sidang. Sejak saat itu pancasila sebagai dasar Negara yang
mempunyai kedudukan sebagai berikut:
1) Sumber dari segala sumber hukum di Indonesia.
2) Meliputi suasana kebatinan dari Undang-Undang Dasar 1945.
3) Menciptakan cita-cita hukum bagi hukum dasar negara.
4) Menjadi sumber semangat bagi UUD 1945, dan
5) Mengandung norma-norma yang mengharuskan UUD untuk mewajibkan
perintah maupun penyelenggara Negara yang lain untuk memelihara budi
pekerti luhur.
Pancasila sebagai ideology juga mengandung system nilai yang bersifat menyuruh.
Pancasila merupakan dasar kehidupan dasar sehari-hari, baik berdasarkan realita
kehidupan masyarakat. Untuk mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia, masyarakat harus
lebih dahulu memahami dasar falsafah dan ideologi negara itu, yang selanjutnyaakan
mendorong perilaku warga negara, rakyat maupun penyelenggara negara dalam suasana
realitas. Pancasila juga merupakan ideology terbuka. Artinya, yang dikandung oleh sila-
sila pancasila hanyalah terbatas pada nilai-nilai dasar dan prinsip-prinsip dasar dalam
kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

5. Jelaskan nilai-nilai yang ada didalam masa kerajaan sriwijaya

Jawab: Sila pertama : Agama Budha dan Hindu hidup berdampingan secara

damai pada masa Kerajaan Sriwijaya.

Sila kedua : Terjalinnya hubungan antara Sriwijaya dengan India (Dinasti
Marsha). Pengiriman para pemuda untuk belajar ke India menunjukan telah
tumbuh nilai-nilai politik luar negeri yang bebas aktif.

57

Sila ketiga : Sebagai Negara Maritim, Kerajaan Sriwijaya telah menerapkan
konsep Negara kepulauan sesuai dengan konsep wawasan nusantara.
Sila keempat : Tercermin dalam cita-cita Kesejahteraan bersama Kerajaan
Sriwijaya sebagaimana tersebut dalam perkataan “Marvuai Vannua Criwijaya
Siddhayatra Subhika” (suatu cita-cita negara yang adil dan makmur).
Sila kelima : Kerajaan Sriwijaya menjadi pusat pelayanan dan perdagangan
sehingga kehidupan rakyatnya sangat makmur.

58

BAB 5

PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT DAN IDEOLOGI

1. Jelaskan yang dimaksud dengan ideology beserta pengertian menurut beberapa orang!
Jawab:
Istilah ideologi berasal dari kata idea yang berarti gagasan, konsep, pengertian dasar, cita-cita
dan logos yang berarti ilmu. Jadi secara harafiah ideologi berarti ilmu tentang pengertian
dasar, ide atau cita-cita. Cita-cita yang dimaksudkan adalah cita-cita yang tetap sifatnya dan
harus dapat dicapai sehingga cita-cita itu sekaligus merupakan dasar, pandangan, paham.
Ideologi yang semula berarti gagasan, ide, cita-cita itu berkembang menjadi suatu paham
mengenai seperangkat nilai atau pemikiran yang oleh seseorang atau sekelompok orang
menjadi suatu pegangan hidup.

Beberapa pengertian ideologi:

 A.S. Hornby mengatakan bahwa ideologi adalah seperangkat gagasan yang
membentuk landasan teori ekonomi dan politik atau yang dipegangi oleh
seorang atau sekelompok orang.

 Soerjono Soekanto menyatakan bahwa secara umum ideologi sebagai
kumpulan gagasan, ide, keyakinan, kepercayaan yang menyeluruh dan
sistematis, yang menyangkut bidang politik, sosial, kebudayaan, dan agama.

 Gunawan Setiardja merumuskan ideologi sebagai seperangkat ide asasi
tentang manusia dan seluruh realitas yang dijadikan pedoman dan cita-cita
hidup.

 Frans Magnis Suseno mengatakan bahwa ideologi sebagai suatu sistem
pemikiran yang dapat dibedakan menjadi ideologi tertutup dan ideologi
terbuka.

Ideologi tertutup, merupakan suatu sistem pemikiran tertutup. Ciri-cirinya:
merupakan cita-cita suatu kelompok orang untuk mengubah dan memperbarui
masyarakat; atas nama ideologi dibenarkan pengorbanan-pengorbanan yang
dibebankan kepada masyarakat; isinya bukan hanya nilai-nilai dan cita-cita tertentu,
melainkan terdiri dari tuntutan-tuntutan konkret dan operasional yang keras, yang
diajukan dengan mutlak.

Ideologi terbuka, merupakan suatu pemikiran yang terbuka. Ciri-cirinya: bahwa nilai-
nilai dan cita-citanya tidak dapat dipaksakan dari luar, melainkan digali dan diambil
dari moral, budaya masyarakat itu sendiri; dasarnya bukan keyakinan ideologis

59

sekelompok orang, melainkan hasil musyawarah dari konsensus masyarakat tersebut;
nilai-nilai itu sifatnya dasar, secara garis besar saja sehingga tidak langsung
operasional.

2. Sebutkan macam teori menurut Max Scheler dan Walter G. Everet!
Jawab:
Max Scheler mengemukakan bahwa nilai ada tingkatannya, dan dapat dikelompokkan
menjadi empat tingkatan, yaitu:
o Nilai-nilai kenikmatan: dalam tingkat ini terdapat nilai yang mengenakkan dan
nilai yang tidak mengenakkan, yang menyebabkan orang senang atau
menderita.
o Nilai-nilai kehidupan: dalam tingkat ini terdapat nilai-nilai yang penting dalam
kehidupan, seperti kesejahteraan, keadilan, kesegaran.
o Nilai-nilai kejiwaan: dalam tingkat ini terdapat nilai-nilai kejiwaan (geistige
werte) yang sama sekali tidak tergantung dari keadaan jasmani maupun
lingkungan. Nilai-nilai semacam ini misalnya, keindahan, kebenaran, dan
pengetahuan murni yang dicapai dalam filsafat.
o Nilai-nilai kerokhanian: dalam tingkat ini terdapat moralitas nilai yang suci dan
tidak suci. Nilai semacam ini terutama terdiri dari nilai-nilai pribadi.
(Driyarkara, 1978)
Walter G. Everet menggolongkan nilai-nilai manusia ke dalam delapan kelompok:

o Nilai-nilai ekonomis: ditunjukkan oleh harga pasar dan meliputi semua benda
yang dapat dibeli.

o Nilai-nilai kejasmanian: membantu pada kesehatan, efisiensi dan keindahan
dari kehidupan badan.

o Nilai-nilai hiburan: nilai-nilai permainan dan waktu senggang yang dapat
menyumbangkan pada pengayaan kehidupan.

o Nilai-nilai sosial: berasal mula dari pelbagai bentuk perserikatan manusia.
o Nilai-nilai watak: keseluruhan dari keutuhan kepribadian dan sosial yang

diinginkan.
o Nilai-nilai estetis: nilai-nilai keindahan dalam alam dan karya seni.
o Nilai-nilai intelektual: nilai-nilai pengetahuan dan pengajaran kebenaran.
o Nilai-nilai keagamaan

3. Jelaskan dari landasan Ontologis Pancasila, Epistomologis Pancasila dan Aksiologis Pancasila!
Jawab:
dapat dijelaskan sebagai berikut:
a) Landasan Ontologis Pancasila

60

Ontologi, menurut Aristoteles adalah ilmu yang meyelidiki hakikat
sesuatu atau tentang ada, keberadaan atau eksistensi dan disamakan artinya dengan
metafisika.

Masalah ontologis antara lain: Apakah hakikat sesuatu itu? Apakah realitas yang ada
tampak ini suatu realitas sebagai wujudnya, yaitu benda? Apakah ada suatu rahasia di
balik realitas itu, sebagaimana yang tampak pada makhluk hidup? Dan seterusnya.

Bidang ontologi menyelidiki tentang makna yang ada (eksistensi dan keberadaan)
manusia, benda, alam semesta (kosmologi), metafisika.

Secara ontologis, penyelidikan Pancasila sebagai filsafat dimaksudkan sebagai upaya
untuk mengetahui hakikat dasar dari sila-sila Pancasila.

Pancasila yang terdiri atas lima sila, setiap sila bukanlah merupakan asas yang berdiri
sendiri-sendiri, malainkan memiliki satu kesatuan dasar ontologis.

Dasar ontologis Pancasila pada hakikatnya adalah manusia, yang memiliki hakikat
mutlak yaitu monopluralis, atau monodualis, karena itu juga disebut sebagai dasar
antropologis. Subyek pendukung pokok dari sila-sila Pancasila adalah manusia.

Hal tersebut dapat dijelaskan bahwa yang Berketuhan Yang Maha Esa, yang
berkemanusiaan yang adil dan beradab, yang berpersatuan, yang berkerakyatan yang
dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan serta yang
berkeadilan sosial pada hakikatnya adalah manusia.

Sedangkan manusia sebagai pendukung pokok sila-sila Pancasila secara ontologis
memiliki hal-hal yang mutlak, yaitu terdiri atas susunan kodrat, raga dan jiwa, jasmani
dan rohani. Sifat kodrat manusia adalah sebagai makhluk individu dan makhluk sosial
serta sebagai makhluk pribadi dan makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Maka secara
hirarkis sila pertama mendasari dan menjiwai sila-sila Pancasila lainnya. (lihat
Notonagoro, 1975: 53).

Hubungan kesesuaian antara negara dan landasan sila-sila Pancasila adalah berupa
hubungan sebab-akibat:

Negara sebagai pendukung hubungan, sedangkan Tuhan, manusia, satu, rakyat, dan
adil sebagai pokok pangkal hubungan.

Landasan sila-sila Pancasila yaitu Tuhan, manusia, satu, rakyat dan adil adalah sebagai
sebab, dan negara adalah sebagai akibat.

b) Landasan Epistemologis Pancasila

61

Epistemologi adalah cabang filsafat yang menyelidiki asal, syarat, susunan, metode,
dan validitas ilmu pengetahuan. Epistemologi meneliti sumber pengetahuan, proses
dan syarat terjadinya pengetahuan, batas dan validitas ilmu pengetahuan.

Epistemologi adalah ilmu tentang ilmu atau teori terjadinya ilmu atau science of
science.

Menurut Titus (1984:20) terdapat tiga persoalan yang mendasar dalam epistemologi,
yaitu:

 Tentang sumber pengetahuan manusia;
 Tentang teori kebenaran pengetahuan manusia;
 Tentang watak pengetahuan manusia.
Secara epistemologis kajian Pancasila sebagai filsafat dimaksudkan sebagai upaya
untuk mencari hakikat Pancasila sebagai suatu sistem pengetahuan.

Pancasila sebagai sistem filsafat pada hakikatnya juga merupakan sistem
pengetahuan. Ini berarti Pancasila telah menjadi suatu belief system, sistem cita-cita,
menjadi suatu ideologi. Oleh karena itu Pancasila harus memiliki unsur rasionalitas
terutama dalam kedudukannya sebagai sistem pengetahuan.

Dasar epistemologis Pancasila pada hakikatnya tidak dapat dipisahkan dengan dasar
ontologisnya. Maka, dasar epistemologis Pancasila sangat berkaitan erat dengan
konsep dasarnya tentang hakikat manusia.

Pancasila sebagai suatu obyek pengetahuan pada hakikatnya meliputi masalah
sumber pengetahuan dan susunan pengetahuan Pancasila.

Tentang sumber pengetahuan Pancasila, sebagaimana telah dipahami bersama
adalah nilai-nilai yang ada pada bangsa Indonesia sendiri. Nilai-nilai tersebut
merupakan kausa materialis Pancasila.

Tentang susunan Pancasila sebagai suatu sistem pengetahuan, maka Pancasila
memiliki susunan yang bersifat formal logis, baik dalam arti susunan sila-sila Pancasila
maupun isi arti dari sila-sila Pancasila itu. Susunan kesatuan sila-sila Pancasila adalah
bersifat hirarkis dan berbentuk piramidal.

Sifat hirarkis dan bentuk piramidal itu nampak dalam susunan Pancasila, di mana sila
pertama Pancasila mendasari dan menjiwai keempat sila lainny, sila kedua didasari
sila pertama dan mendasari serta menjiwai sila ketiga, keempat dan kelima, sila ketiga
didasari dan dijiwai sila pertama dan kedua, serta mendasari dan menjiwai sila
keempat dan kelima, sila keempat didasari dan dijiwai sila pertama, kedua dan ketiga,

62

serta mendasari dan menjiwai sila kelma, sila kelima didasari dan dijiwai sila pertama,
kedua, ketiga dan keempat

Dengan demikian susunan Pancasila memiliki sistem logis baik yang menyangkut
kualitas maupun kuantitasnya.

Susunan isi arti Pancasila meliputi tiga hal, yaitu:

Isi arti Pancasila yang umum universal, yaitu hakikat sila-sila Pancasila yang
merupakan inti sari Pancasila sehingga merupakan pangkal tolak dalam pelaksanaan
dalam bidang kenegaraan dan tertib hukum Indonesia serta dalam realisasi praksis
dalam berbagai bidang kehidupan konkrit.

Isi arti Pancasila yang umum kolektif, yaitu isi arti Pancasila sebagai pedoman kolektif
negara dan bangsa Indonesia terutama dalam tertib hukum Indonesia.

Isi arti Pancasila yang bersifat khusus dan konkrit, yaitu isi arti Pancasila dalam
realisasi praksis dalam berbagai bidang kehidupan sehingga memiliki sifat khhusus
konkrit serta dinamis (lihat Notonagoro, 1975: 36-40)

Menurut Pancasila, hakikat manusia adalah monopluralis, yaitu hakikat manusia yang
memiliki unsur pokok susunan kodrat yang terdiri atas raga dan jiwa. Hakikat raga
manusia memiliki unsur fisis anorganis, vegetatif, dan animal. Hakikat jiwa memiliki
unsur akal, rasa, kehendak yang merupakan potensi sebagai sumber daya cipta
manusia yang melahirkan pengetahuan yang benar, berdasarkan pemikiran memoris,
reseptif, kritis dan kreatif. Selain itu, potensi atau daya tersebut mampu meresapkan
pengetahuan dan menstranformasikan pengetahuan dalam demontrasi, imajinasi,
asosiasi, analogi, refleksi, intuisi, inspirasi dan ilham.

Dasar-dasar rasional logis Pancasila menyangkut kualitas maupun kuantitasnya, juga
menyangkut isi arti Pancasila tersebut.

Sila Ketuhanan Yang Maha Esa memberi landasan kebenaran pengetahuan manusia
yang bersumber pada intuisi.

Manusia pada hakikatnya kedudukan dan kodratnya adalah sebagai makhluk Tuhan
Yang Maha Esa, maka sesuai dengan sila pertama Pancasila, epistemologi Pancasila
juga mengakui kebenaran wahyu yang bersifat mutlak. Hal ini sebagai tingkat
kebenaran yang tinggi.

Dengan demikian kebenaran dan pengetahuan manusia merupapakan suatu sintesa
yang harmonis antara potensi-potensi kejiwaan manusia yaitu akal, rasa dan
kehendak manusia untuk mendapatkankebenaran yang tinggi.

63

Selanjutnya dalam sila ketiga, keempat, dan kelima, maka epistemologi Pancasila
mengakui kebenaran konsensus terutama dalam kaitannya dengan hakikat sifat
kodrat manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial.

Sebagai suatu paham epistemologi, maka Pancasila mendasarkan pada
pandangannya bahwa ilmu pengetahuan pada hakikatnya tidak bebas nilai karena
harus diletakkan pada kerangka moralitas kodrat manusia serta moralitas religius
dalamupaya untuk mendapatkan suatu tingkatan pengetahuan yang mutlak dalam
hidup manusia.

c) Landasan Aksiologis Pancasila
Sila-sila Pancasila sebagai suatu sistem filsafat memiliki satu kesatuan dasar aksiologis,
yaitu nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila pada hakikatnya juga merupakan
suatu kesatuan. Aksiologi Pancasila mengandung arti bahwa kita membahas tentang
filsafat nilai Pancasila. Istilah aksiologi berasal dari kata Yunani axios yang artinya nilai,
manfaat, dan logos yang artinya pikiran, ilmu atau teori.

Aksiologi adalah teori nilai, yaitu sesuatu yang diinginkan, disukai atau yang baik.
Bidang yang diselidiki adalah hakikat nilai, kriteria nilai, dan kedudukan metafisika
suatu nilai.

Nilai (value dalam Inggris) berasal dari kata Latin valere yang artinya kuat, baik,
berharga. Dalam kajian filsafat merujuk pada sesuatu yang sifatnya abstrak yang
dapat diartikan sebagai “keberhargaan” (worth) atau “kebaikan” (goodness). Nilai itu
sesuatu yang berguna. Nilai juga mengandung harapan akan sesuatu yang diinginkan.

Nilai adalah suatu kemampuan yang dipercayai yang ada pada suatu benda untuk
memuaskan manusia (dictionary of sosiology an related science). Nilai itu suatu sifat
atau kualitas yang melekat pada suatu obyek.

Ada berbagai macam teori tentang nilai.

Max Scheler mengemukakan bahwa nilai ada tingkatannya, dan dapat dikelompokkan
menjadi empat tingkatan, yaitu:

o Nilai-nilai kenikmatan: dalam tingkat ini terdapat nilai yang mengenakkan dan
nilai yang tidak mengenakkan, yang menyebabkan orang senang atau
menderita.

o Nilai-nilai kehidupan: dalam tingkat ini terdapat nilai-nilai yang penting dalam
kehidupan, seperti kesejahteraan, keadilan, kesegaran.

o Nilai-nilai kejiwaan: dalam tingkat ini terdapat nilai-nilai kejiwaan (geistige
werte) yang sama sekali tidak tergantung dari keadaan jasmani maupun

64

lingkungan. Nilai-nilai semacam ini misalnya, keindahan, kebenaran, dan
pengetahuan murni yang dicapai dalam filsafat.
o Nilai-nilai kerokhanian: dalam tingkat ini terdapat moralitas nilai yang suci dan
tidak suci. Nilai semacam ini terutama terdiri dari nilai-nilai pribadi.
(Driyarkara, 1978)
Walter G. Everet menggolongkan nilai-nilai manusia ke dalam delapan kelompok:

o Nilai-nilai ekonomis: ditunjukkan oleh harga pasar dan meliputi semua benda
yang dapat dibeli.

o Nilai-nilai kejasmanian: membantu pada kesehatan, efisiensi dan keindahan
dari kehidupan badan.

o Nilai-nilai hiburan: nilai-nilai permainan dan waktu senggang yang dapat
menyumbangkan pada pengayaan kehidupan.

o Nilai-nilai sosial: berasal mula dari pelbagai bentuk perserikatan manusia.
o Nilai-nilai watak: keseluruhan dari keutuhan kepribadian dan sosial yang

diinginkan.
o Nilai-nilai estetis: nilai-nilai keindahan dalam alam dan karya seni.
o Nilai-nilai intelektual: nilai-nilai pengetahuan dan pengajaran kebenaran.
o Nilai-nilai keagamaan
Notonagoro membagi nilai menjadi tiga macam,, yaitu:

o Nilai material, yaitu sesuatu yang berguna bagi manusia.
o Nilai vital, yaitu sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat

melaksanakana kegiatan atau aktivitas.
o Nilai kerokhanian, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi rohani yang dapat

dibedakan menjadi empat macam:
o Nilai kebenaran, yang bersumber pada akal (ratio, budi, cipta) manusia.
o Nilai keindahan, atau nilai estetis, yang bersumber pada unsur perasaan

(aesthetis, rasa) manusia.
o Nilai kebaikan, atau nilai moral, yang bersumber pada unsur kehendak (will,

karsa) manusia.
o Nilai religius, yang merupakan nilai kerokhanian tertinggi dan mutlak. Nilai

religius ini bersumber kepada kepercayaan atau keyakinan manusia.
Dalam filsafat Pancasila, disebutkan ada tiga tingkatan nilai, yaitu nilai dasar, nilai
instrumental, dan nilai praktis.

Nilai dasar, adalah asas-asas yang kita terima sebagai dalil yang bersifat mutlak,
sebagai sesuatu yang benar atau tidak perlu dipertanyakan lagi. Nilai-nilai dasar dari
Pancasila adalah nilai ketuhanan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai kerakyatan,
dan nilai keadilan.

65

Nilai instrumental, adalah nilai yang berbentuk norma sosial dan norma hukum yang
selanjutnya akan terkristalisasi dalam peraturan dan mekanisme lembaga-lembaga
negara.

Nilai praksis, adalah nilai yang sesungguhnya kita laksanakan dalam kenyataan. Nilai
ini merupakan batu ujian apakah nilai dasar dan nilai instrumental itu benar-benar
hidup dalam masyarakat.

Nila-nilai dalam Pancasila termasuk nilai etik atau nilai moral merupakan nilai dasar
yang mendasari nilai intrumental dan selanjutnya mendasari semua aktivitas
kehidupan masyarakat, berbansa, dan bernegara.

Secara aksiologis, bangsa Indonesia merupakan pendukung nilai-nilai Pancasila
(subscriber of value Pancasila), yaitu bangsa yang berketuhanan, yang
berkemanusiaan, yang berpersatuan, yang berkerakyatan dan berkeadilan sosial.

Pengakuan, penerimaan dan pernghargaan atas nilai-nilai Pancasila itu nampak dalam
sikap, tingkah laku, dan perbuatan bangsa Indonesia sehingga mencerminkan sifat
khas sebagai Manusia Indonesia.

4. Ada tiga dimensi dalam dalah sifat ideology, jelaskan!
Jawab:
Ada tiga dimensi sifat ideologi, yaitu dimensi realitas, dimensi idealisme, dan dimensi
fleksibilitas.
 Dimensi Realitas: nilai yang terkandung dalam dirinya, bersumber dari nilai-nilai yang
hidup dalam masyarakat, terutama pada waktu ideologi itu lahir, sehingga mereka
betul-betul merasakan dan menghayati bahwa nilai-nilai dasar itu adalah milik mereka
bersama. Pancasila mengandung sifat dimensi realitas ini dalam dirinya.
 Dimensi idealisme: ideologi itu mengandung cita-cita yang ingin diicapai dalam
berbagai bidang kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Pancasila
bukan saja memenuhi dimensi idealisme ini tetapi juga berkaitan dengan dimensi
realitas.
 Dimensi fleksibilitas: ideologi itu memberikan penyegaran, memelihara dan
memperkuat relevansinya dari waktu ke waktu sehingga bebrsifat dinamis,
demokrastis. Pancasila memiliki dimensi fleksibilitas karena memelihara,
memperkuat relevansinya dari masa ke masa.

5. Jelaskan pengertian filsafat!
Jawab:

66

Secara fonetik Filsafat merupakan bidang ilmu yang rumit, kompleks dan sulit. Secara
etimologis istilah filsafat berasal dari bahasa Yunani “Pihilein” yang artinya “cinta” dan “sophos”
yang artinya “hikmah” atau “kebijaksanaan” atau “wisdom”. Jadi, secara Harfiah istilah
“filsafat”mengandung makna kebijaksanaan. keseluruhan Arti Filsafat yang meliputi berbagai
masalah tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua macam yaitu:
1. Filsafat sebagai produk yang menyakup pengertian:.Filsafat sebagai jenis pengetahuan, ilmu,
konsep, pemikiran dari suatu filsus pada zaman dahulu yang lazimnya merupakan aliran atau
sistem filsafat tertentu, misalnya rasionalisme, materialisme, pragmatisme, dan lain
sebagainyaFilsafat sebagai suatu jenis problema yang dihadapi oleh manusia sebagai hasil dari
aktifitas berfilsafat.
2. Filsafat Sebagai suatu proses yang dalam hal ini filsafat diartikan dalam sebuah bentuk aktifitas
berfilsafat, dalam proses pemecahan suatu permasalahan dengan menggunakan suatu cara dan
metode tertentu yang sesuai dengan objeknya.

67

BAB 6

HAK ASASI MANUSIA

1. Jelaskan perbedaan hak asasi manusia di negara Yunani dan negara Amerika Serikat!
Jawab:
berikut perbedaan hak asasi antar negara diatas:
 HAK ASASI MANUSIA DI YUNANI
Filosof Yunani, seperti Socrates (470-399 SM) dan Plato (428-348 SM) meletakkan dasar
bagi perlindungan dan jaminan diakuinya hak – hak asasi manusia. Konsepsinya
menganjurkan masyarakat untuk melakukan sosial kontrol kepada penguasa yang zalim
dan tidak mengakui nilai – nilai keadilan dan kebenaran. Aristoteles (348-322 SM)
mengajarkan pemerintah harus mendasarkan kekuasaannya pada kemauan dan
kehendak warga negaranya.
 HAK ASASI MANUSIA DI AMERIKA SERIKAT
Pemikiran filsuf John Locke (1632-1704) yang merumuskan hak-hak alam, seperti hak
atas hidup, kebebasan, dan milik (life, liberty, and property) mengilhami sekaligus
menjadi pegangan bagi rakyat Amerika sewaktu memberontak melawan penguasa Inggris
pada tahun 1776. Pemikiran John Locke mengenai hak-hak dasar ini terlihat jelas dalam
Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat yang dikenal dengan Declaration of
Independence of the United States.

2. Jelaskan perumusan subtansi hak asasi manusia menggunakan pendekatan normative,
deskriptif, dan analitik!
Jawab:
Pendekatan dan Substansi Perumusan substansi hak asasi manusia menggunakan
pendekatan normatif, empirik, deskriptif, dan analitik sebagai berikut:
a. Hak asasi manusia adalah hak dasar yang melekat pada diri manusia yang
sifatnya kodrati dan universal sebagai karunia Tuhan Yang Maha Esa dan
berfungsi untuk menjamin kelangsungan hidup, kemerdekaan, perkembangan
manusia dan masyarakat, yang tidak boleh diabaikan, dirampas, atau
diganggu-gugat oleh siapapun.
b. Masyarakat Indonesia yang berkembang sejak masih sangat sederhana
sampai modern, pada dasarnya merupakan masyarakat kekeluargaan.
Masyarakat kekeluargaan telah mengenal pranata sosial yang menyangkut
hak dan kewajiban warga masyarakat yang terdiri atas pranata religius yang
mengakui bahwa manusia adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Esa dengan segala
hak dan kewajibannya; pranata keluarga sebagai wadah manusia hidup
bersama untuk mengembangkan keturunan dalam menjaga kelangsungan

68

keberadaannya; pranata ekonomi yang merupakan upaya manusia untuk
meningkatkan kesejahteraan; pranata pendidikan dan pengajaran untuk
mengembangkan kecerdasan dan kepribadian manusia; pranata informasi dan
komunikasi untuk memperluas wawasan dan keterbukaan; pranata hukum
dan keadilan untuk menjamin ketertiban dan kerukunan hidup; pranata
keamanan untuk menjamin keselamatan setiap manusia. Dengan demikian
substansi hak asasi manusia meliputi: hak untuk hidup; hak berkeluarga dan
melanjutkan keturunan; hak mengembangkan diri; hak keadilan; hak
kemerdekaan; hak berkomunikasi; hak keamanan; dan hak kesejahteraan.
c. Bangsa Indonesia menyadari dan mengakui bahwa setiap individu adalah
bagian dari masyarakat dan sebaliknya masyarakat terdiri dari individu-
individu yang mempunyai hak asasi serta hidup di dalam lingkungan yang
merupakan sumber daya bagi kehidupannya. Oleh karena itu tiap individu di
samping mempunyai hak asasi, juga mengemban kewajiban dan tanggung
jawab untuk menghormati hak asasi individu lain, tata tertib masyarakat serta
kelestarian fungsi, perbaikan tatanan dan peningkatan mutu lingkungan
hidup.

3. Ceritakan pelanggaran HAM pada peristiwa panai 2014 di Papua!
Jawab:
Menurut Kontras, kejadian bermula pada 8 Desember 2014 tengah malam, saat sebuah mobil
hitam melaju dari Enaro menuju kota Madi, diduga dikendarai oleh dua oknum anggota TNI,
dihentikan tiga remaja warga sipil. Ketiga remaja tersebut meminta lampu mobil dinyalakan
karena warga sedang mengetatkan keamanan jelang natal. Mereka pun menahan mobil
tersebut. Tidak terima ditahan, terduga anggota TNI tersebut kembali ke Markas TNI di Madi
Kota, dan kemudian mengajak beberapa anggota lainnya kembali ke Togokotu, tempat ketiga
remaja tersebut menghentikan mereka. Mereka pun kembali dan mengejar tiga remaja tadi.
Dua orang lari, satu lainnya dipukul hingga babak belur.
Warga lalu melarikan anak yang terluka tersebut ke rumah sakit. Keeseokan paginya warga
Paniai berkumpul dan meminta aparat melakukan pertanggung jawaban terhadap remaja
yang dipukul.
Warga berkumpul di lapangan Karel Gobay, namun sebelum dilakukan pembicaraan, aparat
gabungan TNI dan Polri sudah melakukan penembakan ke warga.
Empat orang tewas ditempat, 13 orang terluka dilarikan ke rumah sakit. Satu orang akhirnya
meninggal dalam perawatan di rumah sakit Mahdi.

69

Kelima orang yang tewas adalah Simon Degei (18 tahun), Otianus Gobai (18 tahun), Alfius
Youw (17 tahun), Yulian Yeimo (17 tahun), Abia Gobay (17 tahun). Kesemuanya pelajar di
SMA Negeri 1 Paniai.

4. Jelaskan perkembangan HAM di Indonesia pada periode sebelum kemerdekaan!
Jawab: .
Periode Sebelum Kemerdekaan ( 1908 – 1945 )
 RA. Kartini adalah orang pertama yang secara jelas mengungkapkan
pemikiran mengenai HAM, diungkapkan dalam surat-surat yang ditulis 40
tahun sebelum proklamasi.
 Boedi Oetomo. Konteks pemikiran HAM, pemimpin Boedi Oetomo telah
memperlihatkan adanya kesadaran berserikat dan mengeluarkan pendapat
melalui petisi – petisi yang dilakukan kepada pemerintah kolonial maupun
dalam tulisan yang dalam surat kabar goeroe desa. Bentuk pemikiran HAM
Boedi Oetomo dalam bidang hak kebebasan berserikat dan mengeluarkan
pendapat.
 Perhimpunan Indonesia Lebih menitikberatkan pada hak untuk menentukan
nasib sendiri.
 Sarekat Islam menekankan pada usaha – usaha unutk memperoleh
penghidupan yang layak dan bebas dari penindasan dan deskriminasi rasial.
 Partai Komunis Indonesia Sebagai partai yang berlandaskan paham
Marxisme lebih condong pada hak – hak yang bersifat sosial dan menyentuh
isu – isu yang berkenan dengan alat produksi.
 Indische Partij. Pemikiran HAM yang paling menonjol adalah hak untuk
mendapatkan kemerdekaan serta mendapatkan perlakuan yang sama dan
hak kemerdekaan.
 Partai Nasional Indonesia Mengedepankan pada hak untuk memperoleh
kemerdekaan.
 Organisasi Pendidikan Nasional Indonesia Menekankan pada hak politik yaitu
hak untuk mengeluarkan pendapat, hak untuk menentukan nasib sendiri, hak
berserikat dan berkumpul, hak persamaan di muka hukum serta hak untuk
turut dalam penyelenggaraan Negara. Pemikiran HAM sebelum
kemerdekaan juga terjadi perdebatan dalam sidang BPUPKI antara Soekarno
dan Soepomo di satu pihak dengan Mohammad Hatta dan Mohammad
Yamin pada pihak lain. Perdebatan pemikiran HAM yang terjadi dalam sidang
BPUPKI berkaitan dengan masalah hak persamaan kedudukan di muka
hukum, hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak, hak untuk memeluk

70

agama dan kepercayaan, hak berserikat, hak untuk berkumpul, hak untuk
mengeluarkan pikiran dengan tulisan dan lisan.

5. Jelaskan perkembangan HAM!
Jawab:
Sejarah hak asasi manusia berawal dari Magna Charta di Inggris pada tahun 1215. Magna
Charta merupakan cikal bakal kebebasan warga negara Inggris yang berupa kompromi
pembagian kekuasaan antara Raja John dan bangsawannya (Davidson, 1994). Langkah
penting selanjutnya adalah keputusan Raja Charles I Inggris dalam “Petition of Rights” pada
tahun 1628 sebagai garansi terhadap hak habeas corpus, yaitu hak seseorang untuk dibawa
sebelum pengadilan untuk menentukan apakah dia bisa dibebaskan.
Teori tentang hak-hak alami manusia muncul seiring dengan terjadinya revolusi di berbagai
negara dalam waktu yang berbeda, yaitu Revolusi Inggris (1688) yang memunculkan “Bill of
Rights”, Revolusi Amerika (1776) dengan “Rights of Man” sebagai awal deklarasi
kemerdekaan Amerika, dan Revolusi Prancis (1789) dengan Deklarasi Hak Manusia dan
Warganegara. Revolusi-revolusi tersebut menekankan bahwa kebebasan individu adalah
natural dan pemerintah tidak bisa membatasinya.

Hak asasi manusia mengalami perkembangan dalam bidang hokum internasional berawal
ketika abad ke-18 dan 19 di Eropa, terutama dari Traktat Perdamaian Paris (1814) antara
Inggris dan Prancis. Kemudian pembentukan International Committee of the Red Cross atau
ICRC (1863) diikuti dengan Konvensi Genewa I (1864) untuk melindungi tawanan perang,
mengatur cara-cara perang dan perlindungan terhadap masyarakat sipil yang tidak terlibat
dalam perang (noncombatan). Pada abad ke-20, melalui Traktat Versailles (1919)
dibentuklah International Labor Organization atau ILO yang fokus kepada upaya keadilan
sosial dan kepedulian atas standar perlakuan terhadap kaum buruh. Lebih lanjut, Liga Bangsa-
Bangsa menggencarkan upaya untuk menghapuskan perbudakan melalui Konvensi untuk
Melenyapkan Perbudakan dan Perdagangan Budak (1926). Globalisasi isu hak asasi manusia
ditandai dengan adanya Universal Declaration on Human Rights (UDHR) pada tahun 1948,
kemudian International Covenant on Civil and Political Rights (hak-hak sipil dan politik)
dan International Covenant on Economic, Social and Cultural Rights (hak-hak ekonomi, sosial
dan budaya) pada tahun 1966, serta beberapa konvensi seperti CEDAW, CAT, CRC, CERD, dan
CMW.

71

DAFTAR PUSTAKA

Dikutip pada 31 September 2020 dari situs http://eprints.uny.ac.id/23974/3/BAB%20II.pdf

Dikutip pada 31 September 2020 dari situs https://www.padamu.net/sejarah-pendidikan-
kewarganegaraan

Dikutip pada 31 September 2020 dari situs http://www.pustaka.ut.ac.id/lib/wp-
content/uploads/pdfmk/MKDU411102-M1.pdf

Dikutip pada 01 Oktober 2020 dari situs
https://agungborn91.wordpress.com/2011/02/15/sejarah-perkembangan-pendidikan-
kewarganegaraan-di-indonesia/

Dikutip pada 01 Oktober 2020 dari situs https://republika.co.id/berita/jurnalisme-
warga/wacana/16/11/02/og09bm371-pendidikan-bela-negara-bagi-asn

Dikutip pada 01 Oktober 2020 dari situs
https://www.kompas.com/skola/read/2020/02/05/130000169/bela-negara--tujuan-fungsi-dan-
manfaat

Dikutip pada 01 Oktober 2020 dari situs
https://nurfadlillah.wordpress.com/2010/03/06/peranan-pendidikan-kewarganegaraan/

Dikutip pada 01 oktober 2020 dari situs
https://anisahaseena.wordpress.com/2013/03/18/pendidikan-kewarganegaraan-serta-
pendidikan-pendahuluan-bela-negara-ppbn/

Disusun pada 11 Oktober 2020 dari situs https://id.wikipedia.org/wiki/Negara

Disusun pada 11 Oktober 2020 dari situs https://id.wikipedia.org/wiki/Bangsa

Disusun pada 11 Oktober 2020 dari situs https://pengajar.co.id/negara/

Disusun pada 11 Oktober 2020 dari situs
https://www.liputan6.com/citizen6/read/3876992/fungsi-negara-secara-umum-dan-
penjelasannya

Disusun pada 11 Oktober 2020 dari situs https://id.wikipedia.org/wiki/Kewarganegaraan

Disusun pada 11 Oktober 2020 dari situs http://nikmahajah.blogspot.com/2013/11/proses-
berbangsa-dan-bernegara.html

Dikutip pada 19 Oktober 2020 dari situs
https://www.academia.edu/9456473/Nilai_nilai_pancasila_sejak_zaman_prasejarah_dan_pros
es_perumusan_pancasila

72

Dikutip pada tanggal 19 Oktober 2020 dari situs
https://www.slideshare.net/majid66abdullah/nilai-nilai-pancasila-dan-proses-perumusan-
pancasila

Dikutip pada tanggal 19 Oktober 2020 dari situs https://www.google.com/search?q=nilai-
nilai+pancasila+pada+zaman+hindu-budha&oq=nilai-nilai+pancasila+pada+zaman+hindu-
budha&aqs=chrome..69i57j33i22i29i30.13380j0j15&sourceid=chrome&ie=UTF-8#

Dikutip pada tanggal 19 Oktober 2020 dari situs https://dppai.uii.ac.id/web/wp-
content/uploads/2018/12/NILAI-NILAI-PANCASILA-DALAM-ISLAM.pdf

Dikutip pada tanggal 19 Oktober 2020 dari situs
https://www.google.com/search?safe=strict&sxsrf=ALeKk012bdL4UWIhJaLpyBSj8sqlWllisA%3A
1603091320048&ei=eDuNX826Apr0rQHC55boAg&q=nilai+pancasila+pada+perumusan+pancasi
la+sebagai+dasar+negara&oq=nilai+pancasila+pada+perumusan+pancasila+sebagai+dasar+neg
ara&gs_lcp=CgZwc3ktYWIQAzIGCAAQFhAeOgQIABBHOgQIIxAnOgIIADoICCEQFhAdEB46BQghEK
ABUMYpWPGvAWCstQFoAHACeACAAfQBiAGKHpIBBjMyLjguMZgBAKABAaoBB2d3cy13aXrIAQj
AAQE&sclient=psy-ab&ved=0ahUKEwjN1rHFjMDsAhUaeisKHcKzBS0Q4dUDCAw&uact=5#

Nirmala, A. (2020). PANCASILA SEBAGAI FILSAFAT DAN IDEOLOGI NASIONAL. Retrieved 25

October 2020, from

https://www.academia.edu/38707515/PANCASILA_SEBAGAI_FILSAFAT_DAN_IDEOLOGI_NASIO

NAL

Dikutip pada tanggal 25 Oktober 2020 pada situs
https://www.google.com/search?q=pancasila+sebagi+sistem+filsafat+dan+ideologi+negara&oq
=pancasila+sebagi+sistem+filsafat+dan+ideologi+negara&aqs=chrome..69i57j0i13l2j0i22i30l4.4
5227j0j7&sourceid=chrome&ie=UTF-8#

Dikutip pada tanggal 25 Oktober 2020 pada situs
https://www.google.com/search?safe=strict&sxsrf=ALeKk03CPXRrj9eNq7LxTl8kJhxcpQEgAQ%3
A1603604010077&ei=Kg6VX9SlBMP49QPKp6PwDA&q=pengertian+sistem&oq=pengertian+sist
em&gs_lcp=CgZwc3ktYWIQAzIECCMQJzIFCAAQsQMyBQgAELEDMgIIADICCAAyAggAMgUIABCxA
zICCAAyAggAMgIIADoHCCMQ6gIQJzoECAAQQzoICAAQsQMQgwE6BQguELEDOgcIABCxAxBDUL
49WPdxYIB2aAJwAHgAgAFUiAHDCZIBAjE4mAEAoAEBqgEHZ3dzLXdperABCsABAQ&sclient=psy-
ab&ved=0ahUKEwjU4oW7gs_sAhVDfH0KHcrTCM4Q4dUDCAw&uact=5#

Dikutip pada tanggal 25 Oktober 2020 pada situs
https://ejournal.undip.ac.id/index.php/mmh/article/viewFile/5770/9858

Dikutip pada tanggal 25 Oktober 2020 pada situs
https://docs.google.com/presentation/d/1lUUOSHuTPqQXwJh_YAWYkh1BROYHkpUV1oBP38v

73

NyBE/htmlpresent#:~:text=Nilai%2Dnilai%20dasar%20dari%20Pancasila,nilai%20kerakyatan%2
C%20dan%20nilai%20keadilan

DIKUTIP PADA TANGGAL 30 OKTOBER 2020 PADA SITUS
https://www.negarahukum.com/hukum/konsep-hak-asasi-
manusia.html#:~:text=Hak%20Asasi%20Manusia%20adalah%20seperangkat,perlindungan%20h
arkat%20dan%20martabat%20manusia.

DIKUTIP PADA TANGGAL 30 OKTOBER 2020 PADA SITUS
https://www.google.com/search?q=konsepsi+ham&oq=konsepsi+ham+&aqs=chrome.0.69i59j0
l5j0i22i30j69i60.9785j0j7&sourceid=chrome&ie=UTF-8#

DIKUTIP PADA TANGGAL 30 OKTOBER 2020 PADA SITUS
https://kanshaforlife.wordpress.com/tag/perkembangan-
ham/#:~:text=Sejarah%20hak%20asasi%20manusia%20berawal,di%20Inggris%20pada%20tahu
n%201215.&text=Hak%20asasi%20manusia%20mengalami%20perkembangan,1814)%20antara
%20Inggris%20dan%20Prancis.

DIKUTIP PADA TANGGAL 30 OKTOBER 2020 PADA SITUS
https://www.google.com/search?safe=strict&sxsrf=ALeKk03QSPeaJNqnwEhOeu-C27Kxx-
Hcjg%3A1604062465712&ei=AQ2cX6eHK5PRrQHCtaxo&q=Achievement+right+ham&oq=Achie
vement+right+ham&gs_lcp=CgZwc3ktYWIQAzIFCCEQoAEyBQghEKABOgcIABBHELADOgYIABAW
EB46BAghEBVQwBpYwCBgoypoAXAAeACAAXSIAY0DkgEDMi4ymAEAoAEBqgEHZ3dzLXdpesgBC
MABAQ&sclient=psy-ab&ved=0ahUKEwjni92rrtzsAhWTaCsKHcIaCw0Q4dUDCAw&uact=5#

DIKUTIP PADA TANGAL 30 OKTOBER 2020 PADA SITUS
https://www.google.com/search?q=pandangan+indonesia+tentang+ham&safe=strict&sxsrf=AL
eKk03lVt8fbhOi1ECxsfEYHuHpkKSSfg:1604063876473&ei=hBKcX6i-
HNOf9QPxl4fwBg&start=10&sa=N&ved=2ahUKEwiokLfMs9zsAhXTT30KHfHLAW4Q8tMDegQID
BA0&biw=1366&bih=657#

DIKUTIP PADA TANGGAL 30 OKTOBER 2020 PADA SITUS
https://www.google.com/search?safe=strict&biw=1366&bih=657&sxsrf=ALeKk02fsoUEQoyUFci
-wjd_xbqAJ-
_AKQ%3A1604064909311&ei=jRacX_XPEpv6rQGK5KKAAQ&q=PERUMUSAN+DAN+SUBTANSI+H
AM&oq=PERUMUSAN+DAN+SUBTANSI+HAM&gs_lcp=CgZwc3ktYWIQAzIGCAAQFhAeOgcIABBH
ELADOgQIIxAnOgQIABBDOgIIADoHCCMQ6gIQJzoFCAAQsQM6BAgAEAo6BwghEAoQoAE6BAghE
ApQhxJYoV5gs2NoAnAAeASAAc0BiAGWIpIBBjQ3LjUuMZgBAKABAaoBB2d3cy13aXqwAQrIAQjA
AQE&sclient=psy-ab&ved=0ahUKEwi1yva4t9zsAhUbfSsKHQqyCBAQ4dUDCAw&uact=5#

DIKUTIP PADA TANGGAL 30 OKTOBER 2020 PADA SITUS
https://id.wikipedia.org/wiki/Pengadilan_hak_asasi_manusia_di_Indonesia#:~:text=Pengadilan

74

%20Hak%20Asasi%20Manusia%20(disingkat,berada%20di%20lingkungan%20Peradilan%20Umu
m.

DIKUTIP PADA TANGGAL 30 OKTOBER 2020 PADA SITUS
https://nasional.kompas.com/read/2020/10/21/20455091/komnas-ham-12-kasus-
pelanggaran-ham-berat-belum-diselesaikan-pemerintah?page=all

DIKUTIP PADA TANGGAL 30 OKTOBER 2020 PADA SITUS
https://www.kompas.com/skola/read/2020/04/03/170000469/hak-dan-kewajiban-warga-
negara-
indonesia#:~:text=Berikut%20kewajiban%20warga%20negara%20Indonesia,serta%20dalam%2
0upaya%20pembelaan%20negara

DIKUTIP PADA TANGGAL 30 OKTOBER 2020 PADA SITUS
http://repository.ut.ac.id/3929/1/PKNI4317-M1.pdf

75


Click to View FlipBook Version