The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Perpustakaan Digital UKMC Palembang, 2022-11-10 22:30:58

MANAJEMEN KEPERAWATAN Pendidikan Keperawatan & Proses Pembelajaran

a) Menyampaikan tujuan simulasi

b) Menjelaskan jalannya simulasi
c) Peserta didik diatur untuk melakukan perannya

sesuai dengan peran yang sudah dibagikan didalam

metode simulasi
d) Melakukan uji coba untuk metode simulasi yang

dilakukan pada kelompok yang sudah dikenal oleh
pembimbing itu sendiri

e) Memberikan komentar dan masukan kepada
kelompok apabila pada saat simulasi kelompok

belum sepenuhnya menguasai materi

f) Melakukan diskusi untuk membahas proses simulasi
(Efendi, p. 113)

6. Kelebihan simulasi
a) Memperkaya peengetahuan

b) Peserta didik diberikan kesempat agar bisa
menyalurkan perasaan yang terpendam di dalam diri

peserta didik

c) Dapat mengembangkan bakat serta kemampuan
yang mungkin dimiliki oleh peserta didik yang

selama ini belum diketahui (Efendi, p. 113)











44 MANAJEMEN KEPERAWATAN “Pendidikan Keperawatan &
Proses Pembelajaran

7. Kekurangan metode simulasi

a) Pengalaman yang diperoleh melalui simulasi tidak
selalu tepat dan sempurna dengan kenyataan di

lapangan

b) Tidak jarang simlasi dijadikan sebagai alat hiburan
c) Simulasi dipengaruhi oleh faktor-faktor emosional

seperti rasa malu, ragu-ragu, atau takut
d) Simulasi menuntut hubungan informal antara guru

dan peserta didik yang akrab dan fleksibel
e) Simulasi menuntut imajinasi peserta didik (Efendi,

p. 113)


c. Metode Eksperimen


1) Pengertian
Metode eksperimen adalah suatu metode penyajian

pembelajaran dimana peserta didik melakukan
eksperimen dengan megalami dan membuktikan

sendiri sesuatu yang dipelajarinya (Efendi).

2) Tujuan
Untuk meningkatkan kemampuan peserta didik

untuk dapat belajar mandiri dan memecahkan
masalah (Efendi).

3) Langkah-langkah metode eksperimen
Menurut Efendi langkah-langkah metode

eksperimen adalah sebagai berikut:






Program Profesi Di Klinik dan Lapangan 45

a) Persiapan

(1) Menetapkan tujuan eksperimen
(2) Mempersiapkan alat, bahan, dan tempat

(3) Mempertimbangkan jumlah peserta didik

dengan alat yang ada
(4) Mempertimbangkan pada saat dilakukan

eksperimen dilakukan secara keseluruhan
atau dilakukan dengan cara bergantian

(5) Memperhatikan tata tertib/peraturan terutama
tentang alat dan bahan.

(6) Menjelaskan tentang apa yang harus

diperhatikan
b) Pelaksanaan eksperimen

(1) Peserta didik memulai eksperimen
(2) Pada waktu eksperimen dilakukan, peserta

didik wajib untuk memperhatikan metode
eksperimen yang dilakukan kemudian

mendiskusikan hasil gejala yang ditimbulkan

c) Tindak lanjut eksperimen
(1) Mendiskusikan berbagai masalah yang

ditemukan selama eksperimen

(2) Menyiapkan kembali peralatan yang
digunakan dalam keadaan rapi dan bersih








46 MANAJEMEN KEPERAWATAN “Pendidikan Keperawatan &
Proses Pembelajaran

4) Proses Pembimbingan

Menurut Efendi proses bimbingan metode
eksperimen adalah:

a) Menyediakan permasalahan sesuai dengan

kebutuhan
b) Menjelaskan pedoman pelaksanaan eksperimen

c) Memfasilitasi pesera didik untuk menganalisa
masalah dan mencari sumber-sumber

d) Memberikan kesempatan kepada peserta didik
agar bisa melakukan uji coba dalam mengamati

proses, menganalisa, dan mengambil kesimpulan

didalam proses bimbingan
e) Mendiskusikan masalah-masalah yang

ditemukan selama melakukan eksperimen
f) Melakukan evaluasi proses dan hasil

5) Kelebihan metode eksperimen
a) Peserta didik bisa mengalami sendiri dan

merasakan sendiri suatu proses kejadian

b) Peserta didik terhindar jauh dari verbalisme
c) Memperkaya pengalaman dengan hal-hal yang

bersifat objektif dan realistis

d) Mengembangkan sikap berpikir ilmiah
e) Hasil belajar akan terjadi dalam bentuk referensi

(Efendi)








Program Profesi Di Klinik dan Lapangan 47

6) Kekurangan metode eksperimen

a) Metode ini lebih sesuai untuk menyajikan bidang
ilmu pengetahuan dan teknologi

b) Pelaksanaannya memerlukan alat dan bahan

yang tidak mudah didapat
c) Metode ini menuntut ketelitian, keuletan dan

ketabahan (Efendi)

d. Model bimbingan praktik


1. Pengertian

Model bimbingan praktik adalah upaya yang dilakukan

untuk menumbuhkan kemampuan profesional (intelektual,
teknikal, dan interpersonal) peserta didik melalui upaya

integrasi berbagai konsep, teori, dan prinsip keperawatan
dalam rangka memenuhi kebutuhan dasar klien secara

komprehensif (Nursalam and Efendi, p. 174).
2. Tujuan

Model bimbingan praktik bertujuan untuk membantu

peserta didik mencapai tujuan yang diinginkan dalam
pembelajaran klinik melalui proses peningkatan

kemampuan intelektual, teknikal, dan interpersonal yang
dilandasi etika keperawatan. Kemampuan intelektual yang

harus dicapai pada metode bimbingan praktik yaitu :
1) Menganalisis data subjektif dan objektif

2) Menetapkan diagnosis keperawatan




48 MANAJEMEN KEPERAWATAN “Pendidikan Keperawatan &
Proses Pembelajaran

3) Menetapkan rencana intervensi keperawatan

4) Mengevaluasi asuhan keperawatan
5) Memodifikasi rencana keperawatan (Nursalam and

Efendi, p. 174)

Kemampuan teknik yang harus dicapai pada metode ini
yaitu :

1) Melakukan berbagai keterampilan
2) Kemampuan interpersonal :

a) Melakukan wawancara
b) Melakukan komunikasi terapeutik (Nursalam

and Efendi, p. 174)


3. Metode Bimbingan Praktik


1) Fase kerja
Fase kerja adalah periode terjadinya interaksi yang

aktif antara peserta didik dan klien dalam upaya
membantu klien mengatasi masalah yang sedang

dihadapinya. Tahapan fase kerja yaitu :

a) Peserta didik dan klien mengeksplorasi penyebab
stress (stressor) dan mendukung perkembangan

kesadaran diri dengan menghubungkan persepsi,
pikiran, perasaan, dan perbuatan klien

b) Peserta didik membantu klien dalam mengatasi
kecemasan, meningkatkan kemandirian dan









Program Profesi Di Klinik dan Lapangan 49

tanggung jawab klien, serta mengembangkan

mekanisme koping yang konstruktif
c) Pada fase kerja dibutuhkan PK yang ahli dan

terampil, karena banyak terkait dengan tindakan

dan prosedur keperawatan
d) Fase kerja merupakan periode yang tepat dalam

melaksanakan metode bimbingan klnik,
contohnya ronde keperawatan

2) Fase terminasi
a) Pada fase terminasi peserta didik dan klien akan

merasakan kehilangan. Tugas peserta didik

adalah menghadapi realitas perpisahan peserta
didik dan klien bersama-sama mengevaluasi

proses keperawatan yang telah dilalui dan upaya
percapaian tujuan

b) Terminasi yang mendadak dan tanpa persiapan
dapat diartikan sebagai penolakan

c) Tugas PK adalah menilai kemampuan

interpersonal (Nursalam and Efendi, p. 176)
4.6 Tujuan Program Profesi

Pendidikan profesi keperawatan bertujuan untuk

menyiapkan mahasiswa keperawatan untuk mampu
melaksanakan fungsi dan peran sebagai ners atau perawat

professional. Hal ini sesuai dengan keputusan Menteri






50 MANAJEMEN KEPERAWATAN “Pendidikan Keperawatan &
Proses Pembelajaran

Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. 232/U/2000

pasal 2 ayat 2 bahwa program pendidikan profesional
bertujuan untuk menyiapkan peserta didik menjadi anggota

masyarakat yang memiliki kemampuan profesional dalam

menerapkan, mengembangkan, dan menyebarluaskan
teknologi, serta mengupayakan penggunaannya

untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan
memperkaya kebudayaan nasional (Prodi Ners Fakultas

Keperawatan 2021).
Program pendidikan profesi ners diselenggarakan

setelah menyelesaikan program pendidikan sarjana

keperawatan (mengacu pada Peraturan Menteri Riset,
Teknologi, dan Pendidikan Tinggi No 44 tahun 2015

tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi). Pendidikan
Ners tahap profesi merupakan tahapan proses adaptasi

profesi untuk dapat menerima pendelegasian kewenangan
secara bertahap dalam melakukan asuhan keperawatan

profesional, memberikan pendidikan kesehatan

menjalankan fungsi advokasi pada klien, membuat
keputusan legal dan etik serta menggunakan hasil

penelitian terkini yang berkaitan dengan keperawatan

(Prodi Ners Fakultas Keperawatan 2021).
Pendidikan merupakan suatu proses yang sangat

kompleks dengan tujuan akhir terjadi perubahan perilaku








Program Profesi Di Klinik dan Lapangan 51

pada diri seseorang, dalam pendidikan keperawatan

membutuhkan proses belajar yang dapat merubah perilaku
dalam dunia pendidikan keperawatan, Pendidikan tinggi

keperawatan merupakan bagian dari pendidikan nasional

yang mana pola pendidikan terdiri dari dua aspek yakni
pendidikan akademik dan pendidikan profesi. Kedua tahap

pendidikan keperawatan ini harus diikuti karena keduanya
merupakan tahapan pendidikan yang terintegrasi sehingga

tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya. Telah
disepakati oleh semua institusi yang tergabung dalam

Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia bahwa lulusan

profesi keperawatan yang siap bekerja atau telah memenuhi
standar kompetensinya adalah lulusan Ners (Nurhidayah,

2011 dalam Perceka, 2020, p. 116).
4.7 Kompetensi Program Profesi

a. Pengertian
Menurut PPNI (2005) standar kompetensi merupakan

ukuran atau patokan kemampuan seseorang yang dapat

terobservasi mencakup pengetahuan, keterampilan dan
sikap dalam menyelesaikan suatu pekerjaan atau tugas

dengan standar kinerja yang ditetapkan.

b. Area Kompetensi
Menurut Menteri Kesehatan Republik Indonesia (2020)

kerangka kompetensi perawat dikelompokkan dalam 5






52 MANAJEMEN KEPERAWATAN “Pendidikan Keperawatan &
Proses Pembelajaran

(lima) area kompetensi. Area ini sesuai dengan 5 Domains

of the ASEAN Nursing Common Core Competencies
sebagai berikut:

1) Praktik berdasarkan Etik, Legal, dan Peka Budaya

2) Praktik Keperawatan Profesional
3) Kepemimpinan dan Manajemen

4) Pendidikan dan Penelitian
5) Pengembangan Kualitas Personal dan Profesional

c. Penjabaran Kompetensi
Menurut Menteri Kesehatan Republik Indonesia (2020)

Nomor HK.01.07/MENKES/425/2020 Standar Profesi

Perawat, adalah sebagai berikut:
1) Praktik berdasarkan Etik, Legal, dan Peka Budaya

Lulusan perawat mampu:
a) Memahami konsep etik, norma, agama, budaya, hak

asasi manusia dalam pelayanan keperawatan.
b) Menghargai perbedaan latar belakang agama, budaya,

dan sosial antara klien dengan perawat.

c) Memprioritaskan kepentingan klien dalam pemberian
pelayanan keperawatan.

d) Menjaga hak privasi klien.

e) Menjaga rahasia klien yang diperoleh berdasarkan
hubungan terapeutik.











Program Profesi Di Klinik dan Lapangan 53

f) Menjaga kesehatan diri perawat sehingga tidak

berdampak kepada klien.
g) Menghindari konflik kepentingan dengan klien dalam

memberikan pelayanan kesehatan.

h) Menunjukkan sikap empati dan peduli (caring) dalam
pemberian pelayanan keperawatan.

i) Menjaga dan membangun hubungan profesional sesama
perawat dan dengan profesi lain untuk pelayanan

keperawatan bermutu.
j) Melindungi klien dari pelayanan kesehatan yang tidak

bermutu.

k) Berpartisipasi aktif dalam pengembangan keprofesian
untuk menjaga kualitas pelayanan keperawatan.

l) Memahami ketentuan peraturan perundang-undangan
yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan dan

keperawatan.
m) Melakukan praktik keperawatan professional sesuai

dengan peraturan perundang-undangan terkait dengan

pelayanan kesehatan dan keperawatan.
n) Menunjukkan sikap sadar hukum dalam pelayanan

kesehatan dan keperawatan.

o) Menggunakan pendekatan budaya untuk meningkatkan
mutu pemberian pelayanan keperawatan.









54 MANAJEMEN KEPERAWATAN “Pendidikan Keperawatan &
Proses Pembelajaran

p) Mendorong kemandirian masyarakat dengan basis

budaya setempat untuk meningkatkan status kesehatan
masyarakat (Menteri Kesehatan Republik Indonesia,

2020).

2) Area Praktik Keperawatan Profesional
Lulusan perawat mampu:

Menerapkan ilmu biomedik, ilmu humaniora, ilmu
keperawatan, dan ilmu kesehatan masyarakat yang

terkini untuk mengelola masalah keperawatan secara
menyeluruh (holistic), terpadu, dan kontinu meliputi:

a) Pelayanan promosi kesehatan untuk individu, kelompok,

keluarga, komunitas, dan masyarakat.
b) Pencegahan masalah kesehatan umum dan khusus

untuk individu, keluarga, kelompok, komunitas, dan
masyarakat.

c) Perumusan diagnosis keperawatan dan analisis masalah
keperawatan sesuai dengan standar praktik keperawatan

d) Sebagai landasan untuk penyusunan rencana intervensi

dan evaluasi hasil asuhan keperawatan.
e) Intervensi keperawatan sesuai masalah dan diagnosis

keperawatan pada seluruh tatanan pelayanan di fasilitas

pelayanan kesehatan primer, sekunder, tersier, dan
khusus.











Program Profesi Di Klinik dan Lapangan 55

f) Pelayanan pemulihan kesehatan individu, keluarga,

kelompok, komunitas, dan masyarakat untuk
tercapainya derajat kesehatan yang lebih baik.

Memahami standar mutu yang digunakan dalam

pelayanan keperawatan untuk melindungi klien dalam
pemenuhan kebutuhan terhadap pelayanan kesehatan,

meliputi:
a) Rumusan masukan, proses, dan luaran dalam pemberian

pelayanan keperawatan untuk individu, keluarga,
kelompok, komunitas, dan masyarakat.

b) Mampu beradaptasi dengan ketersediaan sumber daya

tanpa mengorbankan mutu pelayanan keperawatan
untuk individu, keluarga, kelompok, komunitas, dan

masyarakat (Menteri Kesehatan Republik Indonesia,
2020).

3) Area Kepemimpinan dan Manajemen
Lulusan perawat mampu:

Menerapkan konsep kepemimpinan dan manajemen

dalam pengelolaan:
a) Asuhan keperawatan individu, keluarga, kelompok,

komunitas, dan masyarakat.

b) Program kesehatan komunitas untuk tujuan promosi dan
pencegahan masalah kesehatan.









56 MANAJEMEN KEPERAWATAN “Pendidikan Keperawatan &
Proses Pembelajaran

c) Fasilitas kesehatan untuk menunjang Pelayanan

Keperawatan.
d) Sumber daya manusia, saran adanya prasarana, dan

finansial untuk pelayanan keperawatan bermutu.

e) Penyelenggaran pelayanan keperawatan personal,
kolaborasi, institusional yang efektif, efisien, akuntabel

dan terjangkau.
f) Masalah-masalah kesehatan dan kebijakan pemerintah

dalam bidang kesehatan dan keperawatan dengan
perumusan masalah dan pemilihan prioritas intervensi

yang efektif dan efisien (Menteri Kesehatan Republik

Indonesia, 2020).
4) Area Pendidikan dan Penelitian

Lulusan perawat mampu:
a) Memahami peran dan fungsi pendidik klinik (preceptor)

dalam pendidikan keperawatan.
b) Memahami kebutuhan pendidikan dan keterampilan

klinik dalam pendidikan keperawatan.

c) Merancang dan melaksanakan penelitian sederhana
dalam bidang keperawatan.

d) Menerapkan hasil penelitian untuk meningkatkan mutu

asuhan keperawatan (Menteri Kesehatan Republik
Indonesia, 2020).










Program Profesi Di Klinik dan Lapangan 57

5) Area Pengembangan Kualitas Personal dan Profesional

Lulusan perawat mampu:
a) Menyadari kebutuhan untuk mempertahankan dan

meningkatkan kompetensi keperawatan melalui program

pengembangan keprofesian berkelanjutan.
b) Mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan

teknologi dalam bidang keperawatan untuk menunjang
mutu pelayanan keperawatan (Menteri Kesehatan

Republik Indonesia, 2020).
4.8 Sistem evaluasi

a. Pengertian

Evaluasi adalah tindakan menganalisis kumpulan
pekerjaan-pekerjaan yang sistematis untuk melihat adanya

kemajuan belajar dalam kurun waktu tertentu dalam
mencapai tujuan pembelajaran (Saputro 2020, p.52).

b. Cara Evaluasi
Evaluasi dalam pendekatan PBL dilakukan dengan cara

evaluasi diri (self-assessment) dan peer-assessment.

1) Self-assessment
Sel assessment adalah penilaian yang dilakukan oleh

pembelajar itu sendiri terhadap usaha-usaha dan hasil

pekerjaannya dengan merujuk pada tujuan yang ingin
dicapai (standart) oleh pembelajar itu sendiri dalam proses

belajar.






58 MANAJEMEN KEPERAWATAN “Pendidikan Keperawatan &
Proses Pembelajaran

2) Peer-assessment

Peer-assessment adalah penilaian dimana pembelajar
berdiskusi untuk memberikan penilaian terhadap upaya

dan hasil penyelesaian tugas-tugas yang telah

dilakukannnya sendiri ataupun dalam kelompok. (Saputro
2020).

Evaluasi yang relevan dalam PBL adalah sebagai
berikut :

1) Penilaian kinerja peserta didik
Pada penilai ini, peserta didik diminta untuk kerja atau

mendemonstrasikan kemampuan melakukan tugas-tugas

tertentu, seperti menulis karangan, melakukan suatu
eksperimen, menginterpretasikan jawaban pada suatu

masalah, memainkan suatu lagu, atau melukis suatu
gambar.

2) Penilaian portofolio peserta didik
Penilaian ini adalah penilaian berkelanjutan yang

didasarkan pada kumpulan informasi yang menunjukkan

perkembangan kemampuan peserta didik dalam suatu
periode tertentu. Informasi perkembangan peserta didik

dapat berupa hasil karya terbaik peserta didik selama

proses belajar, pekerjaan hasil tes, piagam penghargaan,
atau bentuk informasi lain yang terkait kompetensi tertentu

dalam suatu mata pelajaran. Dari informasi perkembangan








Program Profesi Di Klinik dan Lapangan 59

itu peserta didik dan guru dapat menilai kemajuan belajar

yang dicapai dan peserta didik terus berusaha
memperbaiki diri. Penilaian dengan portofolio dapat

dipakai untuk penilaian pembelajaran yang dilakukan

secara kolaboratif. Penilaian kolaboratif dalam PBL
dilakukan dengan cara evaluasi diri (self assessment) dan

peer assessment.
3) Penilaian potensi belajar

Penilaian ini dilakukan untuk mengukur potensi belajar
peserta didik yaitu mengukur kemampuan yang dapat

ditingkatkan dengan bantuan guru atau teman-teman yang

lebih maju. PBL yang memberi tugas-tugas pemecahan
masalah memungkinkan peserta didik untuk

mengembangkan dan mengenali potensi kesiapan
belajarnya.

4) Penilaian usaha kelompok
Menilai usaha kelompok misalnya pada pembelajaran

kooperatif dapat dilakukan pada PBL. Penilai ini

mengurangi kompetisi merugikan yang sering terjadi
misalnya membandingkan peserta didik dengan temannya.

Penilaian dan evaluasi yang sesuai dengan model

pembelajaran berbasis masalah adalah menilai pekerjaan
yang dihasilkan oleh peserta didik sebagai hasil pekerjaan









60 MANAJEMEN KEPERAWATAN “Pendidikan Keperawatan &
Proses Pembelajaran

mereka dan mendiskusikan hasil pekerjaan secara

bersama-sama.
5) Penilaian proses

Penilaian proses dapat digunakan untuk menilai pekerjaan

peserta didik, penilaian ini yaitu :
a) Assessment kerja

b) Assesment autentik
c) Portofolio (Saputro 2020)


















































Program Profesi Di Klinik dan Lapangan 61

62

BAB 5


Pengelolaan Profesi Ners dan Evaluasi


Program Profesi




5.1 Pendahuluan

Perawat merupakan suatu profesi yang pada akhirnya

akan bertanggung jawab dalam memberikan asuhan

keperawatan secara menyaluruh, aman dan berkualitas
(Sihombing et al. 2021, p.41). Sehingga kita perlu

mempelajari program profesi yang merupakan proses
pengenalan/sosialisai yang diberikan untuk peserta didik

sehingga mendapatkan pengalaman nyata untuk mencapai
kemampuan keterampilan profesional (intelaktual,

interpesonal dan teknis) dalam memberikan asuhan

keperawatan kepada pasien (Nursalam 2012b). Pendidikan
profesi keperawatan bertujuan untuk menyiapkan peserta

didik agar mampu melaksanakan fungsi dan peran sebagai
seorang ners (Yuliani 2019, p.3).

Program studi S1 Ilmu Keperawatan yaitu salah satu

pendidikan yang pada dasarnya memiliki tujuan
menghasilkan perawat yang profesional (Nursalam 2012b).

Pada tahap pendidikan profesi Ners ini merupakan tahapan
proses adaptasi profesi sehingga dapat menerima







Pengelolaan Profesi Ners dan Evaluasi Program Profesi 63

pendelegasian kewenangan secara bertahap dalam

melakukan asuhan keperawatan profesional, memberikan
pendidikan kesehatan menjalankan fungsi advokasi pada

klien, membuat keputusan legal dan etik serta

menggunakan hasil penelitian terkini yang berkaitan
dengan keperawatan (Lestari et al. 2019, p.2).

Program profesi merupakan proses transformasi
(perpindahan) dari mahasiswa menjadi seorang perawat

yang profesional. Yang dapat dikatakan, peserta didik akan
memiliki perilaku sebagai perawat yang profesional setelah

program profesi. Dalam fase ini, mahasiswa mendapatkan

kesempatan untuk ikut berpartisipasi pada pernyataan
sebagai perawat profesional dalam masyarakat keperawatan

dan lingkungan pelayanan/asuhan keperawatan (Nursalam
2012b). Manajemen keperawatan merupakan pelaksanaan

fungsi-fungsi pengelolaan dan pelayanan dalam ruang
lingkup keperawatan, mencakup fungsi-fungsi manajemen

seperti perencanaan, organisasi, staffing, pengarahan, dan

pengontrolan (Rachmania et al. 2019, p.144).
Manajemen keperawatan merupakan bentuk ilmu

pengetahuan dilakukan untuk mencapai tujuan dan

objektivitas dalam perawatan dan layanan keperawatan
(Kustiati et al. 2020, p.2). Bab ini akan membahas tentang

konsep evaluasi hasil belajar performa klinik, pengelolahan






64 MANAJEMEN KEPERAWATAN “Pendidikan Keperawatan &
Proses Pembelajaran

evaluasi klinik, pelaksanaan evaluasi klinik, model evaluasi

klinik, pemberian nilai (skor) dan keputusan dan pemberian
predikat (Nursalam 2012b).

2. Konsep evaluasi hasil belajar performa klinik

a. Pengertian
Evaluasi klinik pada dasarnya adalah kegiatan evaluasi

hasil pendidikan yang dilaksanakan di klinik atau di
tempat pengalaman belajar klinik mahasiswa. Evaluasi

adalah proses stimulasi untuk menentukan keberhasilan.
Evaluasi hasil pendidikan adalah proses sistematis untuk

mencapai tingkat pencapaian tujuan pendidikan yang

terdiri dari kegiatan mengukur dan menilai (Nursalam
2012b). Mengukur adalah kegiatan mengamati penampilan

peserta didik berdasarkan indikator yang telah ditetapkan
dan menggunakan alat dan metode pengukuran tertentu.

Menilai adalah membandingkan hasil pengukuran
penampilan peserta didik dengan keberhasilan kriteria

yang ditetapkan (Nursalam & Efendi 2012, p.278).

Evaluasi merupakan kegiatan pemantauan sejauh mana
keberhasilan program yang telah dirancanakan dapat

berhasil, dan sesuai dengan visi dan misi (Kamila et al.

2020, p.48).











Pengelolaan Profesi Ners dan Evaluasi Program Profesi 65

b. Prinsip dasar evaluasi belajar
Beberapa prinsip dasar evaluasi belajar yang perlu

diperhatikan untuk melihat tujuan belajar, atau mengukur

kemampuan, atau keterampilan peserta didik:
1. Tes tersebut hendaknya dapat mengukur dengan jelas

hasil belajar yang telah ditetapkan sesuai dengan tujuan
instruksional.

2. Mengukur sampel yang representatif dari hasil belajar
dan materi yang telah diajarkan. Tes harus mencakup

soal-soal yang telah dipelajari oleh peserta didik.

3. Mencakup bermacam-macam bentuk soal yang benar-
benar cocok untuk mengukur hasil belajar yang

diinginkan dengan tujuan. Untuk mengukur hasil
diperlukan kecakapan menyusun berbagai bentuk soal

dan alat evaluasi.
4. Disusun sesuai dengan kegunaannya untuk memperoleh

hasil yang diinginkan. Tes memiliki karakteristik

tertentu seperti tingkat kesukaran, daya pembeda,
bobot, maupun cara pengolahannya.

5. Dibuat seandal mungkin sehingga mudah

diinterpretasikan dengan baik. Suatu alat evaluasi
dikatakan andal jika alat tersebut dapat menghasilkan

hasil pengukuran yang dapat dipercaya. Suatu tes






66 MANAJEMEN KEPERAWATAN “Pendidikan Keperawatan &
Proses Pembelajaran

dikatakan andal jika tes itu diujikan berulang-ulang

terhadap objek yang sama tetapi hasilnya akan tetap
atau relatif sama

6. Digunakan untuk memperbaiki belajar peserta didik dan

cara mengajar pengajar.
Proses evaluasi terus berlangsung selama proses

belajar mengajar, evaluasi terdiri dari evaluasi formatif
dan evaluasi sumatif.

a) Evaluasi formatif
- Mengenali kekurangan peserta didik untuk bahan

dan dasar pemberian bimbingan

- Dilakukan sepanjang proses belajar
b) Evaluasi sumatif

- Menentukan derajat keberhasilan (nilai) peserta
didik

- dilakukan pada akhir unit peserta belajar atau akhir
proses belajar (Nursalam & Efendi 2012).



c. Ciri- Ciri Evaluasi yang Baik
Suatu tes dikatakan baik sebagai suatu alat pengukur bila

memenuhi ciri-ciri sebagai berikut:













Pengelolaan Profesi Ners dan Evaluasi Program Profesi 67

1) Validitas

Sebuah tes dikatakan valid apabila tes tersebut dapat
mengukur. Kesesuaian isi tes dengan tujuan belajar disebut

validitas isi atau content validity yang dapat diupayakan

dengan cara menyusun kisi-kisi soal atau pun blueprint.
2) Reliabilitas

Reliabel berarti dapat dipercaya. Sebuah tes dinyatakan
reliabel, apabila hasil tes tersebut menunjukkan ketepatan.

Jadi jika tes mempunyai nilai reliabilitas yang tinggi akan
dapat memberikan hasil yang tetap walaupun diujikan

berkali-kali.

3) Objektivitas
Tes dikatakan objektivitas apabila dalam pelaksanaannya

tidak ada faktor luar yang memengaruhi
4) Praktis

Sebuah tes dikatakan praktis apabila tes tersebut mudah
dilaksanakan, mudah diperiksa, dan petunjuk teknisnya

jelas.

5) Ekonomis
Yang dimaksud ekonomis adalah pelaksanaan tes tersebut

tidak membutuhkan biaya yang mahal, tenaga yang

banyak, maupun waktu yang lama (Nursalam 2012b).









68 MANAJEMEN KEPERAWATAN “Pendidikan Keperawatan &
Proses Pembelajaran

d. Aspek yang Dievaluasi

Aspek yang perlu dievaluasi pada performa klinis meliputi
empat keterampilan, antara lain:

1) Kemampuan sosial, yaitu bekerja dengan sejawat dan

kesadaran diri
2) Keterampilan berkomunikasi, yaitu kemampuan

berbicara, mendengar, membaca, dan menulis
3) Keterampilan praktik, yaitu kemampuan dalam

penggunaan alat, teknik aseptis dan pemberian obat
4) Kemampuan mengambil keputusan, yaitu asuhan

keperawatan, manajemen, dan pendidikan kesehatan

(Nursalam 2012b).
3. Pengelolaan evaluasi klinik

Perencanaan pembelajaran merupakan suatu komponen
yang harus dibuat oleh seorang dosen dalam hal pembimbing

klinik sebelum dilakukan proses pembelajaran dengan
harapan langkah-langkah dalam pelaksanaan pembelajaran

dapat terlaksana dengan baik. Perencanaan pembelajaran

praktik klinik harus dibuat oleh pembimbing klinik dan harus
dikuasai sebelum pelaksanaan praktik klinik dilakanakan.

Dalam merencanakan pembelajaran evaluasi klinik itu

sendiri terdiri dari tiga jenis kemampuan yaitu menyiapkan
materi pembelajaran, merencanakan strategi pembelajaran,

dan merencanakan evaluasi pembelajaran (Aprilalutin 2013).








Pengelolaan Profesi Ners dan Evaluasi Program Profesi 69

Evaluasi klinik perlu dikelola dengan baik sehingga

dalam pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik pula.
Dalam evaluasi klini ini biasanya dapat dikaitkan dengan

mata kuliah tertentu. Maka hal ini koordinator dalam mata

kuliah harus bertanggung jawab atas pengelolaan evaluasi
klinik. Bersama dengan tim lainnya dalam pengelola mata

kuliah, suatu program evaluasi harus disusun yang
didalamnya berisi tujuan pengalaman belajar klinik (tujuan

instruktur), metode dan aspek yang dievaluasi setiap metode,
serta kriteria dari evaluasi (termasuk pembobotan nilai dan

kelulusan (Nursalam 2012b).

4. Pelaksanaan evaluasi klinik
Evaluasi yang dilakukan dalam manajemen keperawatan

merupakan mekanisme umpan balik selain itu juga
merupakan proses konstruktif untuk melihat hasil kinerja

(Sihombing et al. 2021). klinik dilakukan sesuai dengan
metode evaluasi yang telah disepakati untuk menilai setiap

aspek penampilan klinik. Seperti yang telah diungkapkan

sebelumnya. Bahwa setiap jenis kemampuan (domain) harus
dievaluasi dengan metode yang sesuai (Nursalam 2012b).














70 MANAJEMEN KEPERAWATAN “Pendidikan Keperawatan &
Proses Pembelajaran

Tabel 17.2 tahapan yang dilakukan pada pelaksanaan

evaluasi klinik
Tahap Isi Konsep Hasil (Outcome)
1. 1. Dasar dari ilmu 1. Dasar pengetahuan
sosial dan untuk praktik
biologi keterampilan
2. Konsep pengakjian
kebutuhan dan 2. Pengenalan rencana
penyakit Tindakan
3. Model 3. Kesadaran diri
keperawatan 4. Kemampuan untuk
4. Keterampilan berfungsi sebagai
interaksi angota tim
5. Teknik keperawatan yang
keperawatan junior
secara umum
2. 1. Skala tentang 1. Kamampuan untuk
pengetahuan menginteraksikan
proses patologi pengetahuan ilmu
2. Pengetahuan biologi dan sosial
tentang aspek pada rencana
psikososial tindakan
3. Kesehatan dan 2. Kemampuan untuk
penyakit serta mengimplementasik
kecacatan an

3. 1. Koordinasi 1. Peningkatan
pemberian kesehatan
asuhan 2. Kemampuan sebagai
2. Analisa anggota tim
3. Pengetahuan kesehatan
tentang riset 3. Merawat kelompok
4. Pengetahuan pasien
mengajar 4. Evaluasi asuhan
5. Mengambil inisiatif







Pengelolaan Profesi Ners dan Evaluasi Program Profesi 71

baru dan
menggunakan yang
asli
6. Kompetensi
keselamatan dan
praktik secara
independen


Kemampuan yang dicapai mahasiswa cukup kompleks,
berupa perpanduan antara aspek pengetahuan keterampilan

dan sikap, pengetahuan (cognitive domain) adalah aspek

minimal yang harus dimiliki pada jenjang aplikasi. Seluruh
aspek perlu dievaluasi secara proporsional dengan metode

evaluasi yang sesuai (Nursalam 2012b).

5. Model evaluasi klinik
Proses manajemen keperawatan adalah kelompok

manajer dari tingkat pengelola keperawatan tertinggi sampai
ke perawat pelaksana yang mempunyai tugas dan wewenang

untuk melakukan perencanaan, pengorganisasian,
pengarahan dan pengawasan dalam pelaksanaan pelayanan

keperawatan. Kontrol yang digunakan dalam proses

manajemen keperawatan termasuk juga bagian keperawatan,
evaluasi penampilan kerja perawat, prosedur yang standar

dan akreditasi yang dapat dilakukan dengan metode ini
dikelompokkan menjadi metode observasi, tertulis, laporan,

lisan, dan OSCE (Meirawaty & Yudianto 2019, p.205).






72 MANAJEMEN KEPERAWATAN “Pendidikan Keperawatan &
Proses Pembelajaran

1. Observasi

Penggunaan metode observasi banyak dipengaruhi oleh
latar belakang dan harapan pengamat. Dengan demikian,

dapat mempengaruhi relibilitas dan objektivitas evaluasi.

Evaluasi yang menggunakan metode observasi ini akan
memiliki kecendrungan terjadinya subjektivitas. Untuk

mengurangi kecendrungan subjektivitas dan menciptakan
keadilan, metode observasi pelu kecendrungan

subjektivitas dan menciptakan keadilan, metode observasi
perlu didukung dengan perangkat evaluasi berupa

kejelasan aspek yang diobservasi dan pmberian nilai, serta

pemberian umpan balik, kejelasan aspek yang diobservasi
dan pemberian nilai diupayakan dengan membuat formulir

penilaian berisikan aspekyang dievaluasi secara jelas.
Pemberian umpan balikdilakukan segera setelah obervasi

dilaksanakan disertai, proses diskusi, hal ini dimaksudkan
sebagai validasi dan klarifikasi terhadap kualitas

penampilan yang dievaluasi. Alat evaluasi yang digunakan

berupa daftar cek keterampilan, dan catatan anekdot
(Nursalam 2012b).

2. Tertulis

Metode tertulis digunakan untuk mengevaluasi
kemampuan kognitif, yaitu pada jenjang aplikasi dan

pemecahan masalah melalui proses analisis sintesis.








Pengelolaan Profesi Ners dan Evaluasi Program Profesi 73

Metode tertulis dilaksanakan dengan cara memberi tugas

pada peserta didik untuk menuliskan hasil pengamatan,
hasil rangkaian kegiatan saat melakukan tindakan, atau

asuhan keperawatan berupa laporan tertulis. Tulisan

mahasiswa dijadikan bahan evaluasi dapat berupa
(Nursalam 2012b):

a. Rencana keperawatan
b. Laporan studi kasus

c. Laporan proses keperawatan
d. Rencana pendidikan kesehatan

e. Catatan studi obat

3. Lisan
Metode evaluasi secara lisan atau oral berbentuk tanya

jawab dan dialog terhadap pertanyaan yang diajukan oleh
penguji. Seperti metode observasi, metode lisan ini akan

terjadi jika interaksi langsung antara penguji dan
mahasiswa yang dapat mempengaruhi objektivitas dan

reabilitas evaluasi. Oleh karna itu, metode lisan perlu di

dukung dengan perangkat evaluasi yang dapat digunakan
penilai untuk mengajukan pertanyaan dan memberi nilai.

Metode lisan digunakan pada saat pembimbing

melakukan validasi terhadap data yang di kumpulkan
dalam penyusunan renpra, pada saat menilai justifikasi

yang digunakan mahasiswa untuk melakukan tindakan,






74 MANAJEMEN KEPERAWATAN “Pendidikan Keperawatan &
Proses Pembelajaran

serta pada saat menilai kemampuan mahasiswa terhadap

perkembangan kasus (Nursalam 2012b).
4. OSCE

OSCE adalah metode evaluasi untuk menilai

kemampuan klinik secara terstuktur dan bersifat objektif.
Dengan metode evaluasi OSCE kemampuan pengetahuan,

psikomotor, dan sikap dapat secara bersamaan dievaluasi.
Secara spesifik aspek yang dapat dievaluasi adalah

tahapan persiapan dan pelaksanaan. Berikut ini adalah
contoh OSCE pada gangguan sistem pernafasan (Nursalam

2012b).

a. Aspek yag dapat dievaluasi (Nursalam 2012b):
1) Pengkajian riwayat hidup

2) Pemeriksaan fisik
3) Laboratorium

4) Identifikasi masalah
5) Merumuskan data

6) Interpretasi pemeriksaan

7) Menerapkan pengelolaan klinik
8) Mendemonstrasikan prosedur

9) Kemajuan berkomunikasi

10) Pemberian pendidikan keperawatan
b. Tahapan (Nursalam 2012b):

1) Identifikasi area kemampuan yang akan dievaluasi








Pengelolaan Profesi Ners dan Evaluasi Program Profesi 75

2) Tentukan jenis kemampuan yang akan dievaluasi

3) Siapkan soal dan petunjuk untuk setiap kemampuan
yang akan di evaluasi

4) Siapkan sarana yang diperlukan seperti : Alat,

Pasien, Model,Gambar, Data
5) Tetapkan ketentuan pelaksanaan OSCE

6) Koordinasikan program evaluasi dengan pihak
terkait seperti mahasiswa

7) Tentukan ruang tempat pelaksanaan OSCE
c. Pelaksanaan OSCE

1) Tempatkan secara terpisah soal dan petunjuk, klien,

alat, serta staf diruang evaluasi
2) Beri nomor urut setiap terminal, misalnya jumlah

terminal 12, maka 3 tentukan dua terminal istirahat
3) Penanggung jawab memonitor pelaksanaan osce,

misalnya 12 orang mahasiswa menempati 12
terminal yang harus dilalui dalam waktu 60 menit,

berarti setiap 5 menit penanggung jawab memberi

tanda untuk mahasiswa berpindah terminal sesuai
arah jarum jam, kemudian mahasiswa menyerahkan

jawaban tertulis kepenanggung jawab sebelum

meninggalkan ruang evaluasi.(Nursalam 2012b)









76 MANAJEMEN KEPERAWATAN “Pendidikan Keperawatan &
Proses Pembelajaran

6. Pemberian nilai (Score)

Proses pemberian nilai yaitu proses paling penting dan
mendalam dalam melakukan evaluasi. Pemberian nilain ini

dilakukan dengan cara bertahap selama proses belajar klinik

secara langsung, sesuai dengan kebutuhan yangtelah
ditetapkan dalam program evaluasi klinik di mata ajaran

tertantu (Nursalam 2012b).
Setiap aspek diberikan nilai sesuai dengan teknik

pengumpulan instrument evaluasi dan juga berpatokan pada
nilai yang telah ditentukan dari awa. Patokan nilai ini dapat

berupa nilai maksimal diperoleh jika melakukan kegiatan/

praktik dan bobot yang diberikan pada setiap jenis
keterampilan klinik yang dievaluasi harus dijadikan dasar

pada saat melakukan rekapitulasi(Nursalam 2012b).
Kegiatan evaluasi klinik pada dasaranya harus disertai

dengan catatan yang baik. Sehingga memungkinkan tim
untuk mendapatkan data tentang keterampilan mahasiswa,

dapat melakukan analisis dari data tersebut dan dapat

menetapkan nilai atau tingkat keberhasilan dari mahasiswa
tersebut, dan dapat mengambil keputusan(Nursalam 2012b).

7. Keputusan dan pemberian predikat

Tahap ini merupakan suatu tahap terakhir yang
dilakukan dalam melakukan evaluasi dan juga membeuat

keputusan, apakah nantinya mahasiswa tersebut dapat








Pengelolaan Profesi Ners dan Evaluasi Program Profesi 77

dikatakan berhasil atau tidak selain itu juga dapat melihat

sejauh mana pemahaman dan keberhasilan dari mahasiawa
tersebut. Dari sebat itu perlu dilakukan ketentuan batas

kelulusan. Secara professional, kompetendari teori dan juga

praktik ini harus dikuasai oleh setiap mahasiswa. Dengan
kata lain mahasiawa harus lulus dari dua aspek tersebut yaitu

praktik dan juga teori. Dalam pengambilan keputusan bobot
pembanding keduanya juga perlu duterapkan. Pemberian

nilai pada program profesi Ners kompeten dan tidak
kompeten atau bisa lulus dan tidak lulus(Nursalam 2012b)











































78 MANAJEMEN KEPERAWATAN “Pendidikan Keperawatan &
Proses Pembelajaran

RANGKUMAN


Pengembangan sistem pendidikan tinggi keperawatan

sangat penting dan sangat berperan dalam pengembangan

pelayanan keperawatan profesional, pengembangan
teknologi keperawatan, pembinaan kehidupan keprofesian

dan pendidikan keperawatan berlanjut yang dicapai melalui
lulusan dengan kemampuan profesional. Dari berbagai aspek

pembangunan nasional, pembangunan dalam bidang
pendidikan merupakan bagian yang paling mendasar dalam

pengembangan sumber daya manusia. Hal ini sesuai dengan

sistem pendidikan nasional yang bertujuan untuk
mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan

manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman

dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi
luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, sehat

jasmani dan rohani, berkepribadian mantap dan mandiri serta
memiliki rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan

kebangsaan. Menurut Hasil lokakarya nasional dalam bidang
keperawatan tahun 1983 telah menghasilkan kesepakatan

nasional secara konseptual yang mengakui keperawatan di

Indonesia sebagai profesi mencakup pengertian, pelayanan
keperawatan sebagai profesional dan pendidikan

keperawatan sebagai pendidikan profesi. Bertolak dari




79

pandangan keperawatan sebagai profesi dan ilmu

keperawatan seperti yang diuraikan diatas, maka orientasi
pendidikan tinggi keperawatan adalah ilmu pengetahuan dan

tekhnologi serta masyrakat. Pada saat ini berbagai upaya

untuk lebih mengembangkan pendidikan keperawatan yang
profesional memang sedang dilakukan, salah satunya dengan

mengobservasi pendidikan spk ke jenjang akademi
keperawatan dari lulusan akademi keperawatan di harapkan

melanjutkan ke jenjang S1 keperawatan (ners). Hal ini
menjadi kendala dalam upaya mempercepat profesionalisme

keperawatan. untuk memperoleh sebagai lulusan D3

keperawatan, maka setiap instutusi pendidikan D3
keperawatan harus melengkapi kurikulum nasional dengan

muatan-muatan pelengkap sehingga menjadi kurikulum
lengkap instutusi seperti halnya, Visi merupakan

kemampuan melihat pada inti persoalan, luas pandang, dan
wawasan. Isi pokok visi adalah keberadaan atau eksistensi

suatu organisasi atau seseorang yang diharapkan akan

menjadi kenyataan dimasa depan. Misi tugas yang dirasakan
seseorang sebagai suatu kewajiban untuk dilakukan demi

agama, ideologi, patriotisme, profesi dll. Visi dapat juga

dikatakan bahwa misi adalah tugas pokok yang harus
dilaksanakan untuk merealisasikan sebuah visi. Misi institusi

pendidikan adalah Langkah-langkah atau hal-hal yang


80 MANAJEMEN KEPERAWATAN “Pendidikan Keperawatan &
Proses Pembelajaran

diyakini menjadi tanggung jawab institusi untuk

dilaksanakan sebagai upaya untuk merealisasikan
pandangan. Orientasi adalah peninjauan, kecenderungan

pandangan atau titik berat pandangan untuk menentukan

sikap (arah, tempat dan sebagainya) yang tepat dan benar.


Management keperawatan merupakan sebuah bentuk
koordinasi dan integrasi sumber-sumber keperawatan dengan

menerapkan proses management guna tercapainya tujuan dan
obyektifitas asuhan keperawatan (Supinganto, Agus. Hadi,

2020, p. 2). Konsep manajemen keperawatan meliputi,

management sebagai ilmu, management sebagai seni,
management sebagai profesi dan management sebagai

proses. Tujuan dari management keperawatan ini,
mengarahkan seluruh kegiatan yang terencana, mencegah

dan mengatasi permasalahan material, pencapaian tujuan
organisasi secara efektif dan efisien, meningkatan metode

kerja. Strategi pembelajaran praktikum dapat ditentukan

berdasarkan tujuan suatu pembelajaran yang sudah
ditentukan dan ingin dicapai. Tujuan dari pembelajaran

praktikum dalam perumusannya seperti pengetahuan, sikap

dan keterampilan dasar professional (Efendi, p. 105).
Berdasarkan modelnya pembelajaran praktik ini dapat

digambarkan bahwa pembelajaran laboratorium atau




RANGKUMAN 81

praktikum dapat memperkuat dalam teori-teori atau

pengetahuan yang sudah didapatkan oleh perserta didik
dengan melalui pembelajaran lain, misalnya seperti

pengalaman belajar ceramah (PBC). PBL Merupakan suatu

proses kegiatan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa
dalam memecahkan berbagai masalah kesehatan masyarakat

pada kondisi rill di masyarakat dan sekaligus sebagai pogram
pengabdian untuk pemberdayaan masyarakat (Harnani,

2015, p. 3). Metode pembelajaran PBL adalah proses
pembelajaran yang memiliki ciri-ciri pembelajaran dimulai

dengan pemberian masalah yang konteks dengan dunia

nyata, pembelajaran berkelompok aktif, merumuskan
masalah dan mengidentifikasi kesenjangan pengetahuan

mereka, mempelajari dan mencari sendiri materi yang terkait
dengan masalah tersebut (Yulianti, 2019, p. 401).


Metode pembelajaran merupakan suatu metode untuk

mendidik peserta didik di klinik yang memungkinkan

pendidik memilih dan menerapkan cara mendidik yang
sesuai dengan tujuan dan karakteristik individual peserta

didik berdasarkan kerangka konsep pembelajaran. Model

bimbingan praktik adalah upaya yang dilakukan untuk
menumbuhkan kemampuan professional (intelektual,

teknikal, dan interpersonal). Evaluasi dalam pendekatan PBL


82 MANAJEMEN KEPERAWATAN “Pendidikan Keperawatan &
Proses Pembelajaran

dilakukan dengan cara evaluasi diri (self-assessment) dan

peer-assessment. Profesi keperawatan merupakan program
studi peralihan, yang memiliki tujuan untuk memperoleh

lulusan yang professional baik dalam bentuk pengajaran

klinik dan juga lapangan secara komperhensif. Evaluasi yang
dilakukan dalam program profesi merupakan komponen

utama dalam melakukan penilaian peserta didik yang sedang
menjalankan Pendidikan klinik maupun lapangan. Evaluasi

dari hasil belajar pada dasarnya perlu dilakukan penyusunan
yang baik, berkesinambungan dan dapat memberikan

kesempatan kepada mahasiswa secara optimal, sehingga

dapat memenuhi kompetansi yang seharusnya dicapai oleh
setiap mahasiswa.

































RANGKUMAN 83

LATIHAN SOAL


1. Langkah penyusunan kurikulum lengkap dan muatan

lokal dikelompokkan menjadi 3 bagian. Manakah bagian

dari langkah-langkah tersebut yang benar adalah....
a. Misi, Visi, dan Orientasi.

b. Visi dan misi
c. Visi,Misi dan Orientasi

d. Orientasi dan misi.
2. Dibawah ini yang termasuk dalam peran pendidikan

tinggi keperawatan, kecuali....

a. Membina sikap, pandangan dan kemampuan
profesional.

b. Meningkatkan mutu pelayanan/asuhan keperawatan

dan kesehatan.
c. Menyelesaikan masalah keperawatan dan

mengembangkan iptek keperawatan melalui
penelitian

d. Meningkatkan kesejahteraan dalam keperawatan.
3. Di bawah ini yang termasuk dalam fungsi pendidikan

adalah....

a. Peserta didik dalam hal kualifikasi /persyaratan,
mekanisme seleksi dan penerimaan, dan daya

tampung peserta didik.




84

b. Berperan aktif dalam riset dasar dan terapan,

pengembangan ilmu pengetahuan keperawatan,
pengembangan teknologi keperawatan,

meningkatkan mutu dan memperluas jangkauan

keperawatan.
c. Pemanfaatan teknologi maju secara tepat.

d. Melaksanakan berbagai bentuk kegiatan ilmiah.
4. Dibawah ini yang termasuk dalam Penataan jenis dan

jenjang pendidikan keperawatan adalah, kecuali.....
a. Program pendidikan D3 Keperawatan

b. Program pendidikan nurse.

c. Program pendidikan S3 Keperawatan
d. Pendidikan sekolah menengah atas.

5. Dasar dan langkah penyusunan kurikulum lengkap
pendidikan tingkat keperawatan terdiri dari, keculai....

a. Perkembangan iptek kesehatan dan keperawatan.
b. Perubahan sosial politik dan ekonomi.

c. Kurikulum nasional

d. Pemerintahan
6. Nn.Y merupakan salah satu mahasiswi dari Fakultas

llmu Kesehatan Unika Musi Charitas. Nn.Y saat ini

sedang mengikuti PBL. PBL ini sendiri adalah suatu
proses kegiatan yang dilakukan untuk menentukan

kompetensi mahasiswa dengan cara?




LATIHAN SOAL 85

a. Melakukan pengabdian dengan masyarakat dan

pemberdayaan masyarakat
b. Belajar mandiri di labolatorium

c. Bekerja sama satu tim

d. Melakukan praktik labolatorium
e. Semua benar

7. Nn. D salah satu mahasiswi dari Fakultas Ilmu
Kesehatan Unika Musi Charitas. Nn.D di dalam

kelompok selalu mampu bekerja sama dalam
menyelesaikan tugas. Sikap yang dimiliki Nn.D

merupakan salah satu?

a. Prinsip PBL
b. Fungsi PBL

c. Tujuan Umum PBL
d. Tujuan Khusus PBL

e. Semua benar
8. Salah satu dosen dari Unika Musi Charitas memberikan

arahan tentang cara penggunaan alat-alat medis yang ada

di Unika Musi Charitas, tetapi karena sedang berada di
masa pandemi ini dosen memberikan arahannya melalui

media berbentuk video supaya semua mahasiswa bisa

jelas melihat dan mendengarkan arahannya.
Metode pembelajaran jenis apa yang dipakai dosen

tersebut?


86 MANAJEMEN KEPERAWATAN “Pendidikan Keperawatan &
Proses Pembelajaran

a. Simulasi

b. Demontrasi
c. Offline

d. Review

e. Eksperimen
9. Nn.J yang sedang berdinas di ruang IGD terlihat sedang

melakukan tindakan perawatan luka terhadap pasien
yang datang dengan kondisi yang cukup parah akibat

kecelakaan lalu lintas.
Tahap apa yang dilakukan Nn.J tersebut?

a. Tahap pra interaksi

b. Tahap terminasi
c. Tahap kerja

d. Tahap interaksi
e. Semua salah

10. Nn.D setelah selesai PBL melakukan evaluasi diri
mengenai proses selama mengikuti PBL. Nn.D merasa

selama PBL itu semua usaha yang dilakukannya sudah

cukup baik dan Nn.D sudah memikirkan tujuan yang ingin
dicapai selama PBL kemarin. Evaluasi diri yang dilakukan

oleh Nn.D merupakan cara evaluasi?

a. Peer-assesment
b. Initial-assesment

c. Refleksi diri




LATIHAN SOAL 87

d. Self-assesment

e. Assesment
11. Di fakultas X terdapat beberapa mahasiswa yang baru

menyelesaikan S1 Keperawatannya ingin melanjutkan ke

jenjang profesi karena menurut mereka pendidikan tinggi
profesi merupakan Pendidikan yang memiliki tujaun?

a. Mencapai keterampilan yang profesional
b. Memberiakan asuhan keperawatan setara dengan DIII

keperawatan
c. Kompeten dalan satu bidang

d. Melaksanakan asuhan keperawatan dengan masalah

yang sederhana
e. Mendokumentasikan sebagian dari proses keperawatan

12. Seorang pemimpin di perguruan tinggi keperawatan,
sebelum melakukan perencanaan evaluasi keperawatan hal-

hal yang perlu diperharikan adalah...?
a. Merencanakan srategi pembelajaran yang dilakukan oleh

mahasiswa

b. Menyiapkan materi pembelajaran yang dilakukan oleh
dosen

c. Merencanakan evaluasi pembelajaran

d. Menyiapkan materi perencanaan, merencanakan strategi
perencanaan, merencanakan evaluasi pembelajaran

e. Memberikan materi pembelajaran


88 MANAJEMEN KEPERAWATAN “Pendidikan Keperawatan &
Proses Pembelajaran

13. Dalam melakukan evaluasi terdapat beberapa metode,

metode yang digunanakan untuk melakukan evaluasi
kemapuan kognitif merupakan metode?

a. Metode observasi

b. Metode tertulis
c. Metode lisan

d. Metode OSCE
e. Metode diskusi

14. Metode OSCE merupakan metode yang dilakukan untuk
mengevaluasi nilai keterampilan secara terstruktur dan

bersifat objektif, berikut ini merupakan aspek yang dapat

dievaluasi menggunakan OSCE yaitu?
a. Pemberian rujukan

b. Pemberian obat
c. Tidak menggunakan komunikasi yang baik

d. Pengkajian Riwayat hidup
15. Saat mahasiswa telah selesai melakukan klinil dilapangan

lalu dilanjutkan dengan pemberian score, aspek dalam

pemberian score yaitu?
a. Tidak ada ketentuan dari awal

b. Dapat berubah-ubah, sesuai kemauan pemberi score

c. Berpatokan pada nilai yang telag ditetapkan
d. Score diberikan sesuai kemampuan







LATIHAN SOAL 89

e. Sarana pencatatab yanga baik tidak diperlukan dalam

pemberian score



























































90 MANAJEMEN KEPERAWATAN “Pendidikan Keperawatan &
Proses Pembelajaran

DAFTAR PUSTAKA

Afdoluddin, D. et al., 2020. Peningkatan Mutu Pendidikan Program
Diploma Iii Keperawatan Melalui Penerapan Total Quality. , 3,
pp.370–378.

Anon, 2012. Materi Problem Learning (PBL). , pp.1–2.


Aprilalutin, T., 2013. Pengelolaan Pembelajaran Klinik (Studi Evaluasi
Di Politeknik kesehatan provinsi Bengkulu).

Astuti, R.K., 2016. Manajemen Program Praktik Laboratorium Untuk
Peningkatan Ketrampilan Keperawatan Mahasiswa. Journal of
Chemical Information and Modeling, 2, pp.34–40.

Daeli, N.E., Pranata, L. and Indaryati, S., 2020. Manajemen Edukasi
Pasien dan Keluarga yang Menderita Diabetes Mellitus.

Efendi, nursalam ferry, Pendidikan dalam Keperawatan, Salemba
Medika.

Erita., 2019. Buku Materi Pembelajaran Management Keperawatan,
Jakarta: Prodi Keperawatan Fakultas Vokasi Universitas Kristen
Indonesia.

Harnani, Y., 2015. Panduan Pengalaman Belajar Lapangan (PBL),
Sleman: DEEPUBLISH.

Julianto, M., 2016. Pran dan fungsi Manajemen Keperawatan dalam
Manajemen Konflik. Fatmawati Hospital Journal.

Kamila, L., Said, A. & Risky, S., 2020. Manajemen Keperawatan
(Nursing Management), Bandung: CV Media Sains Indonesia.

Kastuti, T.I. et al., Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan. , 2,
pp.106–120.



91

Kustiati, E., Pohan, V.Y. & Hartiti, T., 2020. Analysis Of Nursing
Supervision Function In Nursing Supervision Implementation. ,
2(3), pp.1–9.

Lestari, K.P. et al., 2019. Pelatihan Instruktur Klinik : Metode
Perseptor Dalam Pembelajaran Klinik Di Lingkungan Dinas
Kesehatan Kota Semarang. Link, 15(1), p.7.

Lestari, T.R.P., 2014. Pendidikan Keperawatan: Upaya Menghasilkan
Tenaga Perawat Berkualitas. Nursing Education-Aspirasi, 5(1),
pp.1–10.

Meirawaty, G. & Yudianto, K., 2019. Field Experience : Manajemen
Strategis pada Proses Manajemen Keperawatan Pendahuluan
Sistem manajemen adalah suatu totalitas yang terdiri dari
subsistem-subsistem dengan atributnya yang satu sama yang
lain saling berkaitan , saling ketergantungan , saling. , 2(2).

Menteri Kesehatan Republik Indonesia, 2020. Keputusan Menteri
Kesehatan Republik Indonesia Nomor
Hk.01.07/Menkes/425/2020 Tentang Standar Profesi Perawat.
Malaysian Palm Oil Council (MPOC), 21(1), pp.1–9.

Mugianti, S., 2016. Management Dan Kepemimpinan Dalam Praktik
Keperawatan 1st ed., Jakarta Selatan: Pusdik SDM Kesehatan
KemenKes RI.

Nursalam, 2012a. Manajemen Keperawatan, Jakarta: Salemba
Medika.

Nursalam, 2012b. Manajemen Keperawatan Aplikasi dalam Praktik
Keperawatan Profesional, Jakarta: Salemba Medika.


Nursalam, 2008. Manajemen Keperawatan Aplikasi dalam Praktik
Keperawatan Profesional, Jakarta: Salemba Medika.

92 MANAJEMEN KEPERAWATAN “Pendidikan Keperawatan &
Proses Pembelajaran

Nursalam & Efendi, F., Pendidikan dalam Keperawatan, Salemba
Medika.

Nursalam & Efendi, F., 2012. Pendidikan dalam Keperawatan,
Jakarta: Salemba Medika.


Pranata, L., Rini, M.T. and Surani, V., 2018. Faktor-Faktor Yang
Berhubungan Dengan Kepuasan Kerja Perawat Di Ruang Rawat
Inap Rumah Sakit Myria Kota Palembang. Jurnal Akademika
Baiturrahim Jambi, 6(2), pp.44-51.

Pranata, L., 2020. Perawatan Lansia Di Era Pademi Covid 19.


Pratama, Y.D., Sri, D. and Pranata, L., 2018, September. Community
Empowerment as an Effort to Reduce Poverty Level in
Palembang City. In 1st APTIK International Conference on
Poverty and Environment: Resilience in Poverty Alleviation and
Environmental Mitigation. Universitas Atma Jaya Jogjakarta.

Perceka, A.L., 2020. Hubungan Motivasi Dan Dukungan Keluarga
Dengan Keinginan Mahasiswa S1 Keperawatan Semester 8
Untuk Meneruskan Program Profesi Ners. Ilmiah Pendidikan
dan Pembelajaran, 4.


Putri, O., Pranata, L. and Nurjanah, V., 2020. Relationship of Social,
Family Support and Self-Efficacy on Complications Prevention
of Mellitus Diabetes. Sorume Health Sciences Journal, 1(2),
pp.64-74.


PPNI, 2005. Standar Kompetensi Persatuan Perawat Nasional
Indonesia (PPNI). Standar Kompetensi Perawat Indonesia, (15),
pp.1–65.


Prodi Ners Fakultas Keperawatan, 2021. No Titl.

Purnamawati, I., Haskas, Y. & Fauzia, L., 2020. Faktor Yang


DAFTAR PUSTAKA 93


Click to View FlipBook Version