Bunga Matahari Yang Baik Hati dan Kupu-Kupu
Disuatu tempat, terdapat sebuah kawasan hutan lebat yang menjadi tempat tumbuh
subur berbagai jenis tanaman. Aneka pohon berbuah manis menghasilkan buah
aneka rupa dengan tampilan cantik dan aroma yang mengundang selera. Sekitar
pepohonan ini ikut tumbuh subur pula aneka jenis tanaman yang membentuk
semak perdu yang cukup tebal.
Tidak heran banyak hewan bisa dengan nyaman tinggal di dalamnya, mulai dari rusa, gajah,
harimau, jerapah, dan lain sebagainya. Semua penghuni hutan memiliki hubungan yang harmonis
sebab semuanya saling berbagi dan mengerti. Tidak ada perselisihan sehingga kondisi hutan selalu
damai dan senantiasa terbuka untuk menerima pendatang baru.
Suatu ketika datang seekor ulat kecil bernama Lili . Lili ini berbeda
dengan ulat-ulat yang lain. Yakni rakus dalam menyantap makanan
dan mampu menghabiskan daun semua pepohonan dalam tempo
singkat. Sedangkan Lili tidak demikian. Karena dianggap sebagai
ancaman, maka kehadiran Lili pun mendapatkan sambutan yang
tidak mengenakan. Sebagai pendatang Lili pun berusaha untuk
membaur, dan kali pertama bertemu dengan pohon apel.
Hai. Pohon apel, apakah
engkau mau menerima
aku tinggal di dahanmu
Aku tidak mau,, nanti
pohonku tidak bisa berbuah
karena habis kau makan
wahai sang pohon apel, sudikah engkau menerimaku tinggal di dahanmu yang rindang?”, tanya
Lili. “Kamu tidak boleh kesini, nanti daunku habis kau makan. Bagaimana caranya aku bisa
berbuah? Sebaiknya carilah pohon lain untuk kamu tinggali.. “, jawab si pohon apel. Tak berani
membantah ucapan sang pohon apel akhirnya Lili dengan wajah sedih mencoba berjalan ke arah
lain. Mencari pohon lain yang sudi menerimanya untuk tinggal bersama.
Hai. Pohon mangga, apakah
engkau mau menerima aku
tinggal di dahanmu yang rindang
Aku tidak mau,, nanti
daunku akan habis kau
makan
Kemudian Lili bertemu dengan pohon mangga,. “Wahai pohon mangga, sudikah engkau
menerimaku tinggal di dahanmu yang rindang?”, kata Lili.
“Kamu tidak boleh kesini, daunku akan habis kamu santap.“Tapi aku berjanji akan mengingat
budimu kepadaku..”, pinta Lili dengan memelas mencoba berunding.“Tetap tidak boleh, kamu
makannya rakus sekali. “tidak, aku akan memakan hanya sedikit demi sedikit” . tetap tidak boleh,”
kata pohon manga
Namaku Lili, aku bersedih Hai. Ulat kecil, siapa namamu,
karena tidak punya tempat kenapa kamu bersedih ?
tinggal
Apakah kau mau tinggal
bersamaku ?
Benarkah ? terimakasih bunga
matahari, akhirnya kini aku
punya tempat tinggal
“Aku juga tak mengapa bila kau ingin makan daun yang banyak.
Apalah arti sebuah daun. Ketika daun kami mengering, rusak, atau
habis dimakan, mereka akan tumbuh kembali. Teman lebih berharga
dari apa pun. Kita sekarang teman, kan?” imbuh bunga matahari .
“Terima kasih, bunga matahari. Aku sangat bahagia karena kini
akhirnya aku punya tempat tinggal,” ucap Lili sambil meneteskan
air mata karena terharu. Sejak saat itu, mereka selalu bersama.
Sepanjang hari, mereka melaluinya dengan suka cinta, bercanda,
saling bercerita, dan tertawa. Lili ternyata ulat yang sangat ceria dan
lucu. Ia selalu punya cerita-cerita lucu untuk diceritakan pada bunga
Matahari.
SURAT PERNYATAAN
Yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama : MU’ARIFAH, S.Pd
NUPTK : 1150758659210103
Jabatan : Guru
Unit Kerja : TK Ya Bunaiya Cerme Gresik
Email : [email protected]
Menyatakan bahwa buku cerita ini merupakan milik saya pribadi dan
belum pernah diterbitkan oleh pihak manapun.
Cerme, 16 Oktober 2021
Mu’arifah
LEMBAR PENGESAHAN
Buku cerita dengan judul “ Bunga Matahari Yang Baik Hati dan Kupu-
Kupu” merupakan karya dari :
Nama : MU’ARIFAH
Nuptk : 1150758659210103
Unit Kerja : TK Ya Bunaiya
Dinyatakan telah diterima dan disahkan oleh lembaga Ya Bunaiya Cerme
Gresik.
Mengetahui Guru
Kepala Ya Bunaiya
TUTIK LESTARI, S. Pd MU’ARIFAH,S. Pd