ALAT DAN
BAHAN
PEMBUATAN
BATIK
Muatan Lokal
Sekar Widyaningrum
1
BATIK TULIS
Batik tulis merupakan batik yang dibuat dengan penuh
kesabarabaran dan ketelitian karena dibuat secara manual sehingga
membutuhkan waktu yang lama namun menghasilkan batik yang
memiliki kualitas tinggi dan tentunya eksklusif. Harga dari batik tulis
juga lumayan mahal dibanding dengan batik dengan teknik
pembuatan yang lainnya. Berikut bahan dan alat yang dibutuhkan
dalam pembuatan batik tulis.
A. BAHAN
1. Kain putih atau kain mori
Pada awalnya kain yang di gunakan adalah hasil tenunan
sendiri pada abad ke 19 mulai digunakan kain putih impor saat
ini kain yang digunakan tidak hanya kain mori tetapi juga kain
sutra. Berikut beberapa kain yang bisa digunakan untuk
membatik :
• Kain Mori
Kain mori adalah kain yang berasal dari bahan kapas dan
telah mengalami proses pemutihan dan merupakan kain
katun yang memiliki bermacam kualitas.
Klasifikasi kain mori :
2
➢ Kain mori primisima yaitu kain yang berkualitas tinggi
mempunyai serat benang yang cukup rapat dengan
ketebalan yang baik dan lembut. Biasanya dalam bentuk
gulungan dengan ukuran 1,06 m dan panjang 15,5 m.
merek yang terkenal dipasaran crown, kreta kencana dan
bendera.
➢ Kain mori berjenis prima memiliki kualitas sedang
dengan benang yang sedikit kasar, dengn merek yang
tekenal kupu, menjangan, ayam mas
➢ Kain Santyu kain ini sering digunakan perajin untuk
membuat batik karna harganya yang terjangkau dan
termasuk dalam katagori menengah
➢ Kain mori biru merupakan kain dengan kualitas rendah
dengan tekstur kasar, merek dipasaran nanas,
cendrawasih
➢ Kain Samforis kain ini merupakan jenis baru yang
digunakan untuk membatik, belum terlalu banyak
beredar di pasaran, kualitasnya sedikit lebih bagus
dibandigkan katun santyu
➢ Katun Sada merupakan katun dengan kualitas terendah
jenis ini memiliki tekstur kasar dan tipis, jika dipakai akan
terasa panas
• Kain Sutra
3
Kain ini memiliki kualitas yang sangat tinggi dan sering
digunakan oleh para pembatik untuk menghasilkan batik
dengan kualitas tinggi, kain ini memiliki tekstur halus dan
lembut.
• Kain Dobi
Kain ini sering disebut dengan kain setengah sutra karena
memiliki tekstur halus seperti sutra, memiliki kualitas
dibawah kain sutra. kualitas batik ditentukan oleh kain yang
digunakan.
2. Lilin Malam
• Malam tembokan atau popokan
Jenis ini digunakan untuk menjaga agar kain yang bermotif
dapat dirintangi secara sempurna. Ciri-cirinya sulit dicairkan
dan cepat membeku, daya ikat yang kuat sehingga cepat
4
melekat pada kain, sulit untuk dilorod, tidak meninggalkan
bekas ketika selesai dilorod, berwarna coklat.
• Malam klowong
Fungsinya untuk menutupi ragam hias dan desain batik
yang dilakukan secara reng-rengan dan nerusi (bolak balik
di kedua sisi kain), kerangka morif yang menggunakan lilin
ini adalah isen isen seperti cecek, sawut dll. Ciri cirinya :
mudah encer dan mudah membeku, dapat membuat garis
motif yang tajam, mudah dilorod dan tidak meninggalkan
bekas ketika dilorod, lilin ini mudah hancur jika salah
memberikan perlakuan pada kain. Berwarna kuning pucat.
• Lilin tutupan
Fungsinya untuk menutupi warna motif tertentu yang
dipertahankan pada kain setelah dicelup atau dicolet,
berwarna lebih coklat. Ciri-cirinya; mudah cair dan
membeku, mudah dilorot, daya lekat cukup kuat, tidak
tahan terhadap alkali. Bahan campuran lilin malam parafin,
gondorukem, kote/lilin tawon, lemak binatang/ kendalg,
minyak nabati, damar.
3. Pewarna Batik
5
Zat pewarna batik terbuat dari bahan alam maupun bahan
sintetis (buatan).
• Bahan alami
Warna alam terbuat dari daun-daunan, umbi, akar, kulit
kayu. Contoh warna alam diantaranya adalah: kulit kayu
mahoni, jelawe, secang, tegeran, kayu nangka, hingga
bahan jamu, pohon nila, dan daun tom.
• Warna sintetis
Warna sintetis terbuat dari bahan kimia. Warna sintetis yang
biasa digunakan untuk pembuatan batik antara lain Zat
warna indigosol, Zat warna Naphtol, Zat warna rapide, zat
warna reaktif.
B. ALAT
1. Gawangan
Gawangan adalah perkakas untuk menyangkutkan dan
membentangkan mori sewaktu dibatik. Gawangan dibuat dari
bahan kayu, atau bambu. Gawangan harus dibuat sedemikian
rupa, sehingga mudah dipindah-pindah, tetapi harus kuat dan
ringan.
6
2. Bandul
Bandul dibuat dari timah, atau kayu, atau batu yang
dikantongi. Fungsi pokok bandul adalah untuk menahan mori
yang sedang dibatik agar tidak mudah tergesar tertiup angin,
atau tarikan si pembantik secara tidak sengaja.
3. Canting
Canting adalah alat yang dipakai untuk memindahkan atau
mengambil cairan. Canting berfungsi semacam pena, yang diisi
lilin malam cair sebagai tintanya. Bentuk canting beraneka
ragam, dari yang berujung satu hingga beberapa ujung.
Canting yang memiliki beberapa ujung berfungsi untuk
membuat titik dalam sekali sentuhan. Sedangkan canting yang
berujung satu berfungsi untuk membuat garis, lekukan dan
sebagainya. Canting terdiri dari tiga bagian yaitu:
- Pegangan canting terbuat dari bambu (gagang)
- Terdapat mangkuk sebagai tempat lilin malam (nyamplung)
- Ujung yang berlubang sebagai ujung pena tempat keluarnya
lilin malam ( cucuk/ carat)
Ada beberapa jenis canting yaitu:
• Berdasarkan fungsinya dibedakan:
➢ Canting reng-rengan (untuk membuat desain awal)
7
Digunakan sebagai proses awal membatik, yaitu proses
membuat pola. Sebelumnya pola sudah dibuat terlebih
dahulu yang kemudian dilanjutkan dengan menggunakan
canting
reng-rengan. Canting ini memiliki cucuk tunggal dengan
diameter 1mm-2,5mm.
➢ Canting isen (untuk mengisi bidang yang sudah dibuat
polanya)
Canting isen memiliki arti „isi‟. Canting isen berfungsi
untuk
memberikan motif tambahan pada kain batik. Ada pula
motif
batik yang dimaksud seperti garis maupun titik. Canting
isen
memiliki cucuk tunggal dengan diameter 0,5mm-1,5mm
dan
digunakan untuk detail yang lebih kecil.
➢ Canting klowong
Digunakan untuk membuat pola utama dari batik yang
mana
membutuhkan detail yang lebih besar dan motif yang
mendominasi dari batik secara keseluruhan.
➢ Canting tembok
Biasa juga disebut sebagai Canting blok. Canting tembok
memiliki bagian cucuk yang lebih lebar. Cucuk yang lebar
berfungsi agar mempermudah proses membatik untuk
mengeblok motif secara keseluruhan. Biasanya
digunakan untuk menutup motif batik yang memiliki
ukuran yang lebih besar.
• Berdasarkan ukurannya dibedakan:
➢ Canting kecil
➢ Canting sedang
➢ Canting besar
• Berdasarkan jumlah caratnya dibedakan:
➢ Canting cecekan (bercarat tunggal kecil) dipergunakan
untuk membuat titik- titik kecil dan garis-garis kecil
8
➢ Canting loron (bercarat 2, berjajar atas bawah)
dipergunakan untuk membuat garis rangkap.
➢ Canting telon (bercarat 3, bersusun bentuk segi tiga)
funsinya sebagai isen-isen
➢ Canting prapatan (bercarat 4) dipergunakan untuk
membuat empat buah titik yang membentuk
bujursangkar sebagai pengisi bidang.
➢ Canting liman (bercarat 5)
Canting ini bercucuk lima untuk membuat bujursangkar
kecil yang dibentuk oleh empat buah titik dan sebuah titik
ditengahnya.
➢ Canting byok
Canting byok ialah canting yang bercucuk tujuh buah
atau lebih dipergunakan untuk membentuk lingkaran
kecil yang terdiri dari titik-titik, ; sebuah titik atau lebih,
sesuai dengan banyaknya cucuk, atau besar kecilnya
lingkaran. Canting byok biasanya bercucuk ganjil.
➢ Canting renteng atau galaran
Galaran berasal dari kata galar, suatu alat tempat tidur
terbuat dari bambu yang dicacah membujur. Renteng
adalah rangkaian sesuatu yang berjejer ; cara merangkai
dengan sistem tusuk. Canting galaran atau renteng selalu
bercucuk genap ; empat buah cucuk atau lebih : biasanya
paling banyak enam buah, tersusun dari bawah ke atas.
4. Wajan
Wajan ialah perkakas yang digunakan untuk mencairkan
“malam”. Wajan dibuat dari logam baja, atau tanah liat.
5. Kompor
Kompor adalah alat untuk membuat api untuk memanaskan
lilin malam. Kompor yang biasa digunakan adalah kompor
dengan bahan bakar minyak.
6. Saringan “malam”
Saringan ialah alat untuk menyaring “malam” panas yang
banyak kotorannya. sehingga tidak mengganggu jalannya
“malam” pada cucuk canting sewaktu dipergunakan untuk
membatik
7. Taplak
9
Taplak ialah kain untuk menutup paha si pembantik supaya
tidak kena tetesan “malam” panas sewaktu canting ditiup, atau
waktu membatik
8. Sarung tangan
Digunakan untuk pelindung tangan pada saat proses
pewarnaan
9. Dandang besar
Digunakan untuk mencelup kain yang telah selesai dibatik
dalam proses pewarnaan dan pelarutan lilin
10. Sterika
Digunakan untuk menghilangkan sisa lilin yang masih
menempel dengan cara menyetrika kain batik dengan kertas
koran diatasnya sehingga lilin akan menempel ke kertas
11. Dingklek
Dingklik digunakan pembuat batik untuk duduk saat
mencanting motif pada kain
10
2
BATIK CAP
Batik cap merupakan salah satu jenis proses produksi batik yang
dibuat dengan menggunakan canting cap. Bahan dan alat dalam
pembuatan batik cap ada yang memiliki kesamaan dengan bahan dan
alat yang digunakan dalam pembuatan batik tulis canting.
Perbedaannya hanya terletak pada alat yang digunakan dalam
menorehkan lilin malam, jika batik tulis menggunakan canting maka
batik cap menggunakan alat yang disebut setempel, Canting cap
merupakan alat yang berberbentuk mirip seperti stempel tetapi
dimensinya lebih besar. Ukuran rata rata dari stempel cap adalah 20
cm x 20 cm. berikut bahan dan alat yang digunakan.
A. BAHAN
1. Kain putih
Kain yang digunakan dalam pembuatan batik cap sama dengan
kain yang digunakan dalam pembuatan batik tulis seperti kain
mori, kain katun, kain sutra dan kain dobi. Kain yang biasa
digunakan pengrajin adalah kain mori prima dan kain mori biru,
tetapi jika ingin membuat batik cap dengan kualitas yang halus
makan kain yang dipakai adalah kain mori primisima.
2. Lilin malam
11
Lilin malam yang digunakan dalam pembuatan batik cap sama
dengan lilin yang digunakan dalam pembuatan batik tulis,
namun karena proses pembuatan batik cap ini relative cepat
maka lilin yang digunakan tidak harus lilin yang memiliki
kualitas bagus
3. Pewarna dan zat penguat warna
Pewarna batik yang dipakia dalam proses pembuatan batik cap
dapat menggunakan pewarna alami ataupun pewarna buatan.
Namun pewarna yang sering digunakan adalah pewarna
sintesis karena memiliki warna yang beragam dan lebih mudah
pemakaiannya.
4. Zat pembantu
Zat pembantu yang digunakan dalam pembuatan batik cap
sama dengan zat yang digunakan dalam pembuatan batik tulis
seperti soda abu sebagai bahan pembantu untuk proses
pelorotan, water glas sebagai pengunci warna jika
menggunakan pewarna sintetis remasol dll. Zat pembantu ini
disesuakain dengan kebutuhan masing masing pengrajin saat
akan membuat batik.
A. ALAT
Dalam proses pembuatan batik cap dibutuhkan beberapa alat
khusus seperti
1. Meja
Meja merupakan alat yang digunakan sebagai media untuk
mengecap kain mori. Meja cap ini sebagian besar berbahan
dasar kayu yang panjang, lebar dan tingginya disesuaikan
dengan ukuran kain mori yang akan di cap, agar pengrajin
nyaman dalam bekerja. Pada permakaian meja dilapisi dengan
busa yang dilengkapi dengan kain belacu dan kain serak tipis
yang selalu dalam keadaan lembab (diseka dengan larutan
soda abu)
2. Kasur/bantalan
Bantalan Kasur ini terbuat dari kapas yang dibungkus dengan
kain, berfungsi sebagai lapisan bantalan kain mori yang akan
dicap. Ketebalan dari kasur/busa ini 10 cm.
12
3. Taplak
Taplak ini terbuat dari kain katun yang berfungsi untuk lapisan
kasur
5. Anglo besar
Anglo ini terbuat dari gerabah yang berfungsi untuk tungku
yang di dalamnya diletakkan kompor untuk perapian.
Penggunaan Anglo ini untuk melindungi api dari angin sehingga
api dapat menyala lebih tenang.
6. Loyang
Tempat memanaskan malam. Loyang terbuat dari tembaga
berbentuk lingkaran dengan garis tengah kurang lebih 40
sampai 50 cm, tinggi kurang lebih 4,5 cm. Berat loyang
tersebut ada yang 3½ kg dan 5 kg. Saringan tembaga (angsang
tembaga) yang ditempatkan di dalam loyang. Bentuknya
persegi dan diberi lubang-lubang. Saringan kawat (angsang
kawat) atau kawat yang lembut dari tembaga (kawat spoel)
dibuat sedemikian tidak teratur tetapi rapat, menjadi bentuk
segi empat yang berfungsi sebagai alat penyaring yang halus.
Kawat tersebut dibuat pipih rata setebal kurang lebih ½ cm.
Kain-kain (serak kasar dan serak halus). Ini digunakan untuk
menutup saringan-saringan dari kawat tadi dan serak halus
diletakkan dibagian teratas.
7. Kompor
Menggunakan kompor minyak ataupun kompor gas. Posisi
kompor terletak agak tinggi sehingga dibuatkan tempat khusus
kompor.
8. Angsang
13
Angsang ini terbuat dari tembaga dengan permukaan berupa
anyaman strimin yang diletakkan pada loyang. Angsang ini
berfungsi untuk lapisan dasar pada permukaan loyang.
9. Serak kasar dan serak halus
Serak kasar dan serak halus ini terbuat dari kain katun dengan
bentuk seperti kain kasa berfungsi sebagai lapisan diatas
angsang untuk meletakkan cap saat pengambilan lilin malam
yang sudah meleleh.
10. Londo
Berupa jambangan kecil yang berisi air dan abu yang berfungsi
untuk dipergunakan membasahi kasur agar tetap basah saat
akan dipergunakan untuk meletakkan mori saat akan dicap.
11. Alat cap
Canting cap adalah alat pokok untuk melekatkan malam pada
proses pengecapan. Terbuat dari plat tembaga yang disusun
sedemikian rupa
sehingga membentuk sebuah motif batik. Canting cap terdiri
dari tiga bagian:
- Bagian muka yang berbentuk susunan plat tembaga yang
membentuk pola batik.
- Bagian dasar, untuk melekatkan bagian muka dan disebut
“andangan”.
- Tangkai cap (garan) untuk pegangan pada waktu mencap.
Berdasarkan fungsi dan kegunaannya canting cap dibagi
menjadi beberapa macam yaitu:
➢ Canting cap klowong, terdiri dari canting cap klowong
rengreng dan canting cap klowong terusan.
➢ Canting cap tembokan, terdiri dari canting cap tembokan
rengreng dan canting cap tembokan terusan.
➢ Canting cap jeblog, terdiri dari canting cap jeblog
rengreng dan canting cap jeblog terusan.
➢ Canting cap biron, terdiri dari canting cap biron rengreng
dan canting cap biron terusan.
Penggunaan canting cap klowong tidak ubahnya dengan
membatik tulis klowong. Untuk pekerjaan selanjutnya harus
14
menggunakan canting cap tembokan pada pekerjaan
menembok. Sedangkan canting cap jeblog merupakan suatu
canting cap dimana klowong rengreng dan tembokannya
menjadi satu. Canting cap biron terdapat hanya di daerah-
daerah pusat pembatikan tertentu misalnya Banyumas dan
Pekalongan. Canting cap biron tersebut di samping digunakan
untuk mbironi juga digunakan untuk merining.
12. Alat Tambahan
Selama proses pembuatan batik, juga memerlukan beberapa
alat tambahan, Seperti Baskom, Angsang, Serak kasar, Serak
halus, Kemplong, Gunting, Celemek dan Sarung tangan karet.
15
3
BATIK CAP
KOMBINASI
TULIS
Dalam proses pembuatan batik cap kombinasi tulis dibutuhkan bahan
dan alat yang digunakan dalam proses pembuatan batik tulis dan cap.
A. BAHAN
Bahan yang digunakan meliputi kain mori, lilin malam, pewarna dan
juga zat pembantu dalam proses plorotan dan fixsasi warna agar
tidak luntur.
B. ALAT
1. Canting cap
Digunakan untuk membuat ornament utama
2. Canting tulis
Digunakan untuk membuat isian (isen isen) pada kain batik
3. Meja
16
Dilengkapi dengan busa dan kain belacu serta serak tipis untuk
mengecap.
4. Kompor
Dalam pembuatan batik cap kombinasi tulis kompor yang
digunakan ada dua macam yaitu kompor yang sudah
dimodifikasi untuk batik cap dan kompor biasa untuk batik tulis.
5. Loyang dan angsangan
Digunakan untuk melelehkan lilin malam saat akan digunakan
canting cap untuk membuat stempel pada kain.
6. Gawangan
Alat ini digunakan saat kain yang sudah dicap akan di buat isen
isennya dengan menggunakan canting tulis, kain tersebut akan
di letakan digawangan, sehingga akan memudahkan pengrajin
dalam mencanting.
7. Wajan
Digunakan untuk melelehkan lilin malam saat menggunakan
canting tulis.
8. Alat lain yang dibutuhkan yaitu sarung tangan, dandang/panci
untuk nglorod, kayu untuk mengaduk dan strika.
Batik kombinasi ini ornament utamanya dibuat dengan menggunakan
canting cap kemudian isen isennya menggunakan canting tulis, hal
ini bertujuan agar batik yang dihasilkan terlihat lebih halus dan tidak
memakan waktu yang lama.
17
4
BATIK CELUP
IKAT
Batik dengan teknik celup ikat ini sering disebut dengan batik
jumputan. Batik Jumputan (ikat celup) adalah karya seni batik yang
teknik pembuatannya dengan cara mengikat kain menggunakan tali,
bermotif lingkaran, kotak-kotak, abstrak atau bebas. Dengan
menggunakan teknik batik yaitu teknik tutup celup dan pewarna batik
alam atau pewarna sintetis. Teknik tutup celup yang digunakan pada
batik jumputan tidak menggunakan lilin malam sebagai penutupnya,
tetapi digantikan oleh tali sebagai pengikat untuk menutup bagian
kain pada saat dicelup pewarna.
Bahan dan alat yang dibutuhkan yaitu:
A. BAHAN
1. Kain
Kain yang bisa digunakan adalah kain mori prima, prissima.
Terkadang batik ini juga dibuat dengan menggunakan kaos
katun sebagai media pengganti kain.
2. Garam dan cuka secukupnya
18
Fungsinya agar warna mendapatkan warna yang brilliant
sekaligus membuat warna menempel kuat pada kain.
3. Pewarna tekstil (remasol)
Perwarna yang digunakan biasanya pewarna sintetis seperti
napthol, remasol ataupun wantex.
4. Waterglass atau vixanol
Fungsinya untuk mengikat warna agar tidak luntur ketika dicuci
5. Air secukupnya.
Untuk campuran warna dan mencuci kain.
B. ALAT
1. Ember atau baskom
Untuk merendam kain dan pencampuran warna.
2. Kayu pengaduk
Digunakan Untuk mengaduk pewarna
3. Kuas
Alat bantu untuk mewarnai kain yang tidak dicelup
4. Tali (plastik, karet)
Digunakan untuk mengikat kain agar mendapatkan motif batik,
pada proses pembuatan batik celup ikat ini tidak menggunakan
lilin malam sebagai perintang tetapi menggunakan tali bisa dari
karet, raffia atau tali lain yang tidak bisa terkena warna.
5. Kelereng, uang logam, atau batu kerikil
Berfungsi untuk membuat motif, kain disi terlebih dahulu
dengan menggunakan koin atau klereng baru diikat tujuannya
agar nanti dapat menghasilkan motif yang berfariasi.
6. Panci, kompor, sarung tangan.
Digunakan untuk mencampur warna dan membuat rebusan air
untuk merendam kain.
19
5
BATIK
PRINTING
Batik printing atau batik sablon termasuk batik penemuan baru yang
cara pembuatannya melalui proses cetak sablon manual atau printing
mesin pabrik. Seperti dilihat dari namanya,cara membuat batik
printing ini sama seperti teknik pembuatan spanduk hanya saja
bedanya adalah pada bahan dan warna yang digunakan. Dalam
proses pembuatannya batik printing ini dibagi menjadi dua yaitu batik
printing sablon dan batik digital printing (pengerjaan dengan
menggunakan mesin).
A. BAHAN
1. Pewarna
Pewarna batik sablon terdiri dari berbagai jenis. Masing-masing
jenis memiliki karakter dan sifat sendiri-sendiri. Macam-macam
pewarna sablon batik yang sering dipakai oleh produsen batik
printing ,antara lain: manuteks, procion (prosen), pigmen,
blinder, obat base.
• Manuteks
20
Manuteks adalah bahan berbentuk serbuk (bubuk) sebagai
bahan untuk campuran berbagai zat pewarna. Diantaranya
sebagai campuran obat procion (prosen). Sebelum
digunakan obat ini harus diberi air panas sampai berbentuk
pasta, kemudian didiamkan selama 12 jam atau semalam
untuk mendapatkan hasil yang optimal. Selain itu manuteks
berfungsi agar hasil penyablonan kelihatan rapi.
• Proci Procion (prosen) adalah golongan cat reaktif, yaitu
golongan cat baru yang langsung menghasilkan warna pada
mori. Warna cat procion sangat menyolok dan kuat sehingga
sangat disukai para perajin batik Pekalongan.
Pemakaiannya dalam batik sablon dicampur dengan
manuteks dan air panas. Sebelum untuk proses
penyablonan harus diinapkan selama satu malam. Beberapa
contoh cat procion antara lain :
- procion yellow RS
- procion briliant orange GS
- procion briliant red 2 BS
- procion blue 3 GS
- procion briliant yellow 6 GS
- procion briliant blue RS
- procion briliant red 5 BSon (prosen)
• Vigmen
Vigmen adalah obat warna sintetis untuk sablon tekstil
berbentuk cair. Karena itu penggunaan untuk sablon harus
dicampur dengan blinder terlebih dahulu.
• Blinder
Blinder adalah bahan pengental vigmen. Bentuknya pasta
berwarna putih atau netral. Selain untuk pengental blinder
juga berfungsi untuk melicinkan proses penyablonan.
• Obat base
Obat Base adalah bahan pembangkit warna Napthol yang
belum dibuat garam atau belum diazokan. Obat-obat base
ini lebih rumit karena warna baru akan muncul setelah
melalui proses diazoteren ebih dahulu. Sebelum melalui
proses penggaraman (diazo) tersebut warna tidak muncul
21
secara langsung. Tentu hal ini berbeda dengan ketika kita
menggunakan bahan vigmen atau procion.
Macam-macam Napthol antara lain : Naphazol A, Naphazol
D, Naphazol F, Naphazol B, Naphazol 3B, Naphazol SW,
Naphazol J, Naphazol STR, Naphazol RL dan Naphazol TR
Macam-macam garam yaitu Garam Orange JS, Garam R,
Garam Bordo GP, Garam GG, Garam OMerah 3 GL, Garam
Biru BL, Garam Merah B dan Garam violet B.
Obat pendukung yang dimaksud obat pendukung adalah
jenis kimia yang berfungsi untuk campuran cairan warna.
Obat pendukung tersebut antara lain : Blinder berfungsi
untuk mengentalkan vigmen juga untuk melicinkan cat
sehingga mudah untuk proses penyablonan. Manuteks
berfungsi untuk mengentalkan procion, soda kue, garam.
Kaoprint berfungsi untuk campuran obat cabut warna,
Waterglass untuk memperkuat warna dan sebagainya.
2. Lem Sablon
Salah satu langkah awal sebelum proses penyablonan
dilaksanakan adalah menata mori di atas meja sablon secara
rata sehingga proses pencetakan bisa berhasil secara optimal.
Karena itu mori tidak boleh bergeser selama dalam proses
penyablonan berlangsung. Lem sablon adalah bahan untuk
merekatkan kain mori yang akan di sablon dengan permukaan
meja sablon. Ada dua macam lem sablon yang beredar di
pasaran yaitu lem dengan basis minyak dan lem berbasis air.
3. Film/ Klise
Film atau klise dalam proses batik sablon merupakan hal yang
sangat vital dan harus ada. Karena klise atau film merupakan
22
desain atau gambar rencana motif. Ada dua macam klise
sablon berdasarkan jenis pengembangannya. Untuk
pengembangan dengan teknik afdruk digunakan klise di atas
media transparan seperti plastik mika. Sementara untuk
pengembangan sistem langsung digunakan klise dengan
gambar di atas kertas. Gambar pola di atas bahan transparan
seperti plastik mika berupa gambar yang berbentuk pekat dan
tidak tembus cahaya. Hal ini diperlukan karena sistem afdruk
dikerjakan dengan teknik penyinaran.
4. Lak
Lak adalah bahan penutup pori-pori kain screen agar cat tidak
merembes. Lak bisa didapatkan di toko-toko obat sablon tekstil
dengan mudah. Lak berbentuk cairan yang bisa mengering dan
keras.
5. Thinner
Thinner berfungsi untuk menghapus atau menghilangkan lak.
6. Minyak Tanah
Berfungsi untuk membersihkan plangkan yang telah selesai
untuk proses penyablonan. Caranya minyak tanah di campur
dengan detergen lalu digosokkan pada permukaan screen lalu
disemprot dengan air bersih.
B. ALAT
1. Plangkan
Plangkan yaitu alat utama dalam proses sablon. Alat ini terbuat
dari sebuah kain saring yang dibentangkan pada sebuah
bingkai kayu atau aluminium. Kain yang digunakan bernama
kain monil, yaitu kain yang terbuat dari benang sintetis. Kain
monil memiliki karakter tipis, halus, namun sangat kuat.
Dengan demikian tidak mudah rusak dalam proses sablon.
Bingkai terbuat dari kayu jati atau aluminium. Kayu yang
digunakan harus kuat dan lurus.
2. Meja Sablon
Meja sablon atau meja kerja adalah meja yang digunakan
sebagai tempat proses cetak sablon dilakukan. Di dalam
pekerjaan sablon kertas, meja kerja mirip dengan meja biasa,
23
hanya saja pada permukaannya menggunakan kaca agar rata.
Sementara meja sablon kain batik berbentuk meja yang
memanjang sampai puluhan meter. Hal ini disesuaikan dengan
ukuran media (kain mori) yang akan dicetak.
Permukaan meja sablon tersusun atas beberapa unsur,
masing-masing dari bawah terdiri dari tripleks, karet busa,
plastik perlak, dan plastik bening biasa.
• Plastik bening berfungsi agar permukaan meja sablon bersih
dan mudah dibersihkan
• Plastik perlak berfungsi sebagai pelapis
• Spon / busa berfungsi sebagai stabilator atau penyeimbang
dan agar meja lentur
• T berfungsi agar meja sablon rata
• Kayu meja berfungsi sebagai konstruksi utama meja sablon
3. Rakel
Rakel adalah alat yang berfungsi untuk meratakan,
menjalankan dan menekan zat warna di dalam plangkan
sehingga menembus kain screen. Cat yang menembus inilah
yang nantinya membekas dan meninggalkan pola pada kain
mori. Rakel terdiri dari dua bagian, yaitu permukaan rakel dan
gagang rakel. Permukaan rakel memiliki berbagai jenis dan
kualitas. Masing-masing memilki karakter dan sifat yang
berbeda. Perbedaan jenis rakel disebabkan bahan warna atau
cat yang berbeda. Misalnya untuk cat (warna) yang
menggunakan basis minyak dengan cat yang berbasis air.
Gagang rakel tebuat dari kayu yang ringan namun kuat.
Sementara permukaan rakel terbuat dari karet atau bahan
sintetis yang kuat. Batik digital printing (pengerjaan dengan
menggunakan mesin).
digital textile adalah apa saja yang dapat dicetak secara digital
di atas media kain atau tekstil. Secara teknis ada dua cara
mencetak di atas kain tersebut; secara langsung (direct
printing) mencetak di atas kain dan secara tidak langsung
(indirect printing) dengan menggunakan media perantara,
dalam hal ini biasanya berupa kertas transfer (transfer
paper).
24
Metode digital printing merupakan metode paling terbaru
dalam membuat motif batik dengan proses produksi yang
mungkin lebih cepat dan lebih mudah dibandingkan dengan
proses produksi motif batik lainnya dikarenakan menggunakan
proses komputerisasi dan di proses
oleh mesin.
Berdasarkan jenis bahannya, ada beberapa jenis digital textile
printing yang dapat digunakan yaitu:
a. Kain Polyester
b. Kain Serat Alam (Katun / Sutera)
c. Garmen
25
6
BATIK
COLET/LUKIS
Pada prinsipnya, batik lukis hampir sama cara pembuatannya dengan
batik tulis. Ada proses pencantingan, pewarnaan dan pelorotan
(penghilangan malam). Bedanya adalah batik lukis dibuat tanpa pola,
tetapi langsung meramu warna pada kain. Namun, tetap saja batik
tulis dan batik lukis merupakan karya seni menawan yang indah.
A. BAHAN
1. Kain Mori
Kain yang digunakan biasanya kain mori prisma atau
primisima, kain yang digunakan adalah kain mori dengan
kualitas bagus
2. Malam
Digunakan untuk membuat motif langsung diatas kain sebagai
tinta.
3. Pewarna
Pewarna yang digunakan biasanya pewarna remasol agar
mendapatkan warna yang cemerlang dan ragam warnanya
lebih banyak.
26
4. Water glas
Digunakan sebagai fixsasi atau untuk mengancing warna
B. ALAT
1. Canting
Alat ini di gunakan untuk melukis sama seperti membuat batik
tulis bedanya jika batik lukis pola atau ornament sudah dibuat
sedangkan batik lukis ornament langsung diatas kain tanpa
pola.
2. Wajan
Digunakan untuk memanaskan lilin malam
3. Kuas
Di gunakn untuk mewarnai kain yang sudah diberi ornament
atau pola.
4. Panci
Digunakan untuk merebus air yang akan digunakan untuk
proses pelorotan
5. Kompor
Digunakan untuk melelehkan kain dan merebus air untuk
proses pelorotan. Sehingga kompor yang disediakan harus 2
buah.
27
DAFTAR
PUSTAKA
chinoblecofely9126. (2017, November 15). Batik Cap - Batik Cap. Dipetik
Februari 1, 2022, dari chinoblecofely9126.wordpress.com:
https://chinoblecofely9126.wordpress.com/2017/11/15/batik-cap-
2/
DAN, B. (2011, 9). Cara Pembuatan Batik Tulis. Dipetik Februari 1, 2022,
dari batikdan.blogspot.com:
http://batikdan.blogspot.com/2011/09/cara-pembuatan-batik-
tulis.html
Fitinline. (2012, Desember 2). Proses Pembuatan Batik Cap Dengan
Mudah dan Sederana. Dipetik Februari 1, 2022, dari fitinline.com:
https://fitinline.com/article/read/batik-cap/
LP, A. (2018, November 14). www.literasipublik.com › batik-warisan-
budayaBatik Warisan Budaya Indonesia - Literasi Publik. Dipetik
Februari 1, 2022, dari literasipublik.com:
https://www.literasipublik.com/batik-warisan-budaya-indonesia/
parasakti7970. (2012, Maret 2). Guru BATIK.blog: Unsur Seni Rupa dalam
Batik. Dipetik Februari 1, 2022, dari parasakti7970.blogspot.com:
https://parasakti7970.blogspot.com/2012/03/unsur-seni-rupa-
dalam-batik.html
Yudita, K. R. (2022, Januari 19). Mengenal Bahan, Alat Produksi, dan
Proses Pembuatan Batik: Nganji hingga Pencelupan Warna. (Miftah,
Editor) Dipetik Februari 1, 2022, dari tribunnews.com:
https://www.tribunnews.com/pendidikan/2022/01/19/mengenal-
bahan-alat-produksi-dan-proses-pembuatan-batik-nganji-hingga-
pencelupan-warna?page=3
28