The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Materi Identifikasi dan Refleksi Nilai-Nilai dalam Buku Fiksi dan Non Fiksi

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by , 2021-12-16 04:24:12

E-MODUL BAHASA INDONESIA

Materi Identifikasi dan Refleksi Nilai-Nilai dalam Buku Fiksi dan Non Fiksi

Keywords: myob

BAB 1

Pendahuluan

Pada aktivitas kegiatan belajar di sekolah terutama dalam mendukung
sarana pembelajaran membutuhkan sebuah buku pengayaan. Perlu diketahui
bahwa buku pengayaan adalah buku yang digunakan sebagai penunjang atau
pelengkap dari buku utama. Buku pengayaan ini biasa digunakan oleh siswa
sebagai buku tambahan materi untuk menambah wawasan dan pengetahuan.
Buku ini biasanya tidak diwajibkan oleh guru. Penulisan naskah buku
pengayaan tidak mengacu kepada kurikulum sehingga di buku pengayaan tidak
selalu ada latihannya. Buku pengayaan bisa dijadikan sebagai alternatif dalam
menambah pengetahuan dan kecakapan siswa di luar penggunaan buku teks.
Bentuk-bentuk dari buku pengayaan, seperti buku atau bacaan umum (komik,
cerpen, novel), buku motivasi (biografi dan kesejarahan), buku keterampilan
(cara merajut dan menjahit), dan buku pengetahuan (pelajaran atau buku trik-
trik belajar).

Adapun, buku lain yang mendukung materi pembelajaran di setiap
kompetensi dasar, seperti buku drama. Buku drama adalah buku yang berisi
naskah drama yaitu salah satu sastra lisan yang menggambarkan kehidupan
manusia dengan bergerak dan bercakap atau berdialog. Drama adalah sebuah
genre atau salah satu jenis dari sebuah karya sastra yang menggambarkan
kehidupan manusia dengan adanya gerak gerik tertentu. Drama menggambarkan
suatu realita kehidupan, tingkah laku dan juga watak manusia berdasarkan peran
yang didukung dengan adanya dialog dalam sebuah pementasan. Kisah dan juga
cerita dalam sebuah drama memuat emosi serta konflik yang memang ditujukan
untuk ditampilkan dalam sebuah pertunjukan teater dan pementasan tertentu.

Selama kegiatan pembelajaran materi buku pengayaan (nonfiksi) dan satu
buku drama (fiksi) ditemukan beberapa permasalahan, hal tersebut dipengaruhi
dari bahan ajar yang digunakan oleh peserta didik saat proses pembelajaran
hanya berupa buku teks saja. pendidik cenderung menerapkan pola
pembelajaran yang bersifat teacher centered learning untuk mengatasi
keterbatasan bahan ajar sehingga peserta didik kurang dilibatkan dalam
pembelajaran. Hal ini menimbulkan rasa jenuh dan kurang berminatnya peserta
didik yang akibatnya berdampak kepada tidak tercapainya tujuan pembelajaran.
Sehingga, dikembangkan sebuah modul yang memuat pembelajaran buku
pengayaan (nonfiksi) dan satu buku drama (fiksi) berdasarkan permendikbud
nomor 37 tahun 2018 pada kompetensi dasar (KD) 3.14 mengidentifikasi nilai-
nilai yang terdapat dalam sebuah buku pengayaan (nonfiksi) dan satu buku
drama (fiksi) kelas XII SMA/SMK/MA. Adanya modul ini diharapkan
memotivasi peserta didik agar tertib dan disiplin dalam belajar. Selain itu,
mampu membantu peserta didik untuk memanfaatkan waktu dengan bijak agar
tercapai tujuan pembelajaran dan memperoleh nilai yang memuaskan.

Kompetensi Dasar (KD) merupakan kemampuan dan materi pembelajaran minimal
yang harus dicapai peserta didik untuk suatu mata pelajaran pada masing-masing
satuan yang mengacu pada kompetensi inti. Berikut kompetensi inti dan kompetensi
dasar pada pembelajaran modul yang harus peserta didik capai.

Kompetensi Inti Kompetensi Dasar

3. Memahami, menerapkan, dan 3.14 Mengidentifikasi nilai-nilai yang

menganalisis pengetahuan faktual, terdapat dalam sebuah buku

konseptual, prosedural, dan pengayaan (nonfiksi) dan satu

metakognitif berdasarkan rasa buku drama (fiksi).

ingin tahunya tentang ilmu

pengetahuan, teknologi, seni,

budaya, dan humaniora dengan

wawasan kemanusiaan,

kebangsaan, kenegaraan, dan

peradaban terkait penyebab

fenomena dan kejadian, serta

menerapkan pengetahuan

prosedural pada bidang kajian

yang spesifik sesuai dengan bakat

dan minatnya untuk memecahkan

masalah.

4. Mengolah, menalar, dan menyaji 4.14 Menulis refleksi tentang nilai-nilai

dalam ranah konkret dan ranah yang terkandung dalam sebuah

abstrak terkait dengan buku pengayaan (nonfiksi) dan

pengembangan dari yang satu buku drama (fiksi)

dipelajarinya di sekolah secara

mandiri, dan mampu

menggunakan metoda sesuai

kaidah keilmuan.

Agar belajar kalian mudah dan bermanfaat, ada beberapa hal yang perlu kalian
lakukan :

1. Kalian harus menyiapkan terlebih dahulu satu buku pengayaan (nonfiksi) dan
naskah drama. Kalian bisa memilih buku yang menarik dan bermanfaat untuk
kalian.

2. Modul ini dapat kalian pelajari secara mandiri atau kelompok, baik di sekolah
maupun diluar sekolah.

3. Kalian pelajari modul ini dengan membaca, melihat dan mengamati hal-hal yang
berhubungan dengan materi tersebut atau kalian dapat menambah wawasan dari
berbagai sumber lain.

4. Diskusikan dengan teman kalian, atau membentuk kelompok diskusi yang efektif.

5. Kerjakan Tugas/latihan, praktik menulis dan evaluasi yang ada pada modul ini
sampai selesai dengan tidak melihat kunci jawaban terlebih dahulu.

6. Jika sudah lengkap mengerjakan soal latihan, buikalah kunci jawaban dan
hitunglah skor yang kalian peroleh.

Menentukan Nilai-Nilai Buku Pengayaan (Nonfiksi)

Modul ini terdiri 4 kegiatan, di dalam modul ini terdapat uraian materi, contoh
hasil kegiatan, dan tugas/latihan praktik menulis.

Pertama : Mengidentifikasi nilai-nilai dalam buku pengayaan (nonfiksi)

Kedua : Mengidentifikasi nilai-nilai dalam buku drama (fiksi)

Ketiga : Menulis refleksi nilai-nilai dalam buku pengayaan (nonfiksi)

Keempat : Menulis refleksi nilai-nilai dalam naskah drama (fiksi)

Modul ini sangat bermanfaat bagi kalian. Selain dapat lebih meningkatkan
kegemaran membaca buku pengayaan (nonfiksi) dan naskah drama (fiksi), kalian
juga dapat menambah berbagai ilmu yang didapat dari buku pengayan, serta dapat
belajar menjalani kehidupan ini dengan mempelajari karakter tokoh pada drama
(fiksi) yang kalian baca. Jika ada kata-kata yang tidak kalian pahami, kalian dapat
mencermati glosarium sebagai gambaran makna katanya. Semoga kalian selalu
semangat untuk membaca buku baik pengayaan (nonfiksi dan fiksi).

Tujuan Pembelajaran

Setelah membaca dan mencermati isi modul serta mengerjakan soal latihan,
diharapkan kalian dapat mengidentifikasi nilai-nilai dalam buku pengayaan/nonfiksi
yang kalian baca. Kegiatan ini hendaknya kalian lakukan dengan jujur, penuh rasa
ingin tahu, bertanggung jawab, serta responsif.

A. Pengertian Buku Pengayaan

Kalian bisa memilih buku nonfiksi yang akan kalian baca pada untuk memenuhi
target kompetensi kalian dalam membaca buku.

Gambar disamping berupa
gambar buku nonfiksi

Buku pengayaan adalah buku penunjang buku utama (buku teks) yang digunakan oleh
siswa. Buku pengayaan sangat penting untuk menambah wawasan kalian. Selain
pengetahuan yang didapatkan dari buku teks. Buku pengayaan bisa dijadikan sebagai
buku bacaan umum. Buku pengayaan yang baik adalah buku pengayaan yang betul-
betul menunjang buku teks yang digunakan di sekolah. Kalian dapat meningkatkan
kemampuan berfikir dan memperluas wawasan dengan sering membaca buku-buku
pengayaan yang bermutu dan update sesuai dengan keadaan sekarang. Salah satu
contoh adalah buku pengayaan yang di dalamnya berisi motivator atau biografi orang-
orang sukses. Buku pengayaan seperti itu akan merangsang pemikiran dan pola
pikirmu, sehingga mempunyai tekad untuk maju yang diawali belajar dengan baik dan
sungguh-sungguh. Buku pengayaan ini terbagi menjadi tiga kelompok yaitu buku
pengayaan untuk pengetahuan, keterampilan dan kepribadian.

B. Ciri-ciri buku pengayaan (nonfiksi)

a) Ditulis Menggunakan Bahasa Formal
Ciri yang paling menonjol dari kategori menulis buku nonfiksi terletak dari
penyampaiannya. Dari segi penulisan buku non fiksi disampaikan menggunakan
bahasa formal. Formal dalam hal ini tidak menggunakan bahasa tidak baku dan tidak
menggunakan tulisan yang macam-macam. Dari segi penulisan sesuai dengan
bahasa yang baik dan benar. Meskipun ada beberapa buku nonfiksi, misal buku
motivasi dan buku referensi ada yang ditulis menggunakan bahasa yang lebih santai
dan tetap menggunakan bahasa yang benar, cara ini diperbolehkan.
Terkait penulisan buku nonfiksi, setiap penerbit memiliki kategori berbeda-beda.
Ada penerbit buku yang menerima buku yang menggunakan bahasa baku dan ide
yang baru. Ada juga penerbit yang menerima buku nonfiksi yang mengunakan
bahasa yang sesuai karakter penulis. Namun, dari segi penyampaian tetap
menggunakan ejaan yang baik dan benar. Jadi kembali lagi, tergantung dari masing-
masing kebijakan penerbit.

b) Menggunakan Metode Penulisan Denotatif
Buku nonfiksi menggunakan bahasa denotatif. Maksud dari bahasa denotatif
menggunakan makna sebenarnya. Jadi, penulis menyampaikan apa yang ingin
disampaikan secara lengkap, to the point,dan tegas. Berbeda dengan kategori buku
fiksi, pada buku fiksi penyampaian penulisan bisa menggunakan bahasa tidak
sebenarnya dan pesan yang disampaikan pun tersamar.
Kenapa buku nonfiksi menggunakan penulisan denotatif? karena tujuan penulis
memberikan informasi kepada pembaca. Informasi yang tidak berbelit-belit, tetapi
juga memberikan motivasi dan inspirasi kepada pembaca.

c) Faktual/Fakta
Sifat dari isi pesan bersifat fakta dan faktual. Fakta sesuai dengan data yang
diperoleh. Isi buku yang disampaikan bersifat faktual sehingga pembaca langsung
memperoleh manfaat dari informasi yang disampaikan. Kategori buku nonfiksi ada
banyak jenis, diantarannya ada jenis buku ajar, motivasi dan buku referensi. Dari
beberapa jenis buku tersebut, semuanya memiliki karakteristik berbeda, dan
memiliki satu esensi yang sama, yaitu buku imajinatif tanpa sumber.

d) Berbentuk Tulisan Ilmiah Popular
Ciri-ciri buku non fiksi juga dapat disampaikan dengan gaya penulisan ilmiah
popular. Dengan kata lain, tulisan tidak melulu kaku dan itu saja. Bagaimana bentuk
tulisan ilmiah popular? ketika kalian membaca artikel, skripsi, laporan, makalah,
tesis adalah salah satu contoh tulisan ilmiah popular yang dapat kalian pelajari
secara mandiri. Dikatakan tulisan ilmiah popular karena disampaikan dengan bahasa
yang sesuai dengan pasar dan data yang diambil berdasarkan dengan kajian, daftar
pustaka dan sumber referensi yang diacu. Sumber referensi yang digunakan bukan
berarti langsung diambil ditulis ulang begitu saja. Tetapi cukup dipahami dan
disampaikan ulang menggunakan bahasa sendiri. Cara yang lebih baik dapat
dilakukan dengan cara mengkombinasi ide dari sumber referensi dengan ide yang
kita miliki.

e) Menyajikan temuan baru atau penyempurnaan temuan yang sudah ada
Ciri-ciri buku non fiksi ditulis oleh sang penulis karena bertujuan untuk
menyempurnakan ide dari penulis/ulasan naskah yang terlebih dahulu. Oleh sebab
itu, bagi penulis yang menulis tema yang sama dengan isi yang sama dengan bahasa
yang berbeda sering ditolak oleh penerbit besar. Karena penerbit besar akan mencari
sesuatu yang menarik dan yang berbeda. Jadi, tulislah buku yang memiliki selling
point lebih, agar naskah buku kalian dilirik oleh penerbit. Pastikan, ide buku tersebut
asli.

Itulah lima ciri-ciri buku non fiksi yang bisa dapat dijadikan sebagai pengetahuan
kalian. Pembeda paling tampak antara buku fiksi dan non fiksi dari tujuannya. Buku
nonfiksi memiliki aturan sendiri agar tulisan bersifat baku dan memiliki ranah yang
sangat luas. Buku nonfiksi berisi beberapa jenis buku yang didasarkan pada disiplin
ilmu tertentu.

C. Rangkuman

1. Pengertian buku pengayaan
Buku pengayaan adalah buku penunjang buku utama (buku teks) yang digunakan
oleh siswa. Buku pengayaan sangat penting untuk menambah wawasan kalian.
Selain pengetahuan yang didapatkan dari buku teks.

2. Ciri-ciri buku pengayaan (Nonfiksi)
a. Ditulis dengan bahasa formal
b. Ditulis dengan metode denotatif
c. Faktual/fakta
d. Berbentuk tulisan ilmiah populer
e. Menyajikan temuan baru atau penyempurnaan temuan yang sudah ada

3. Contoh buku pengayaan (Nonfiksi)
Buku referensi yang ada di rumah, yang membantu kalian untuk memahami buku
utama yang kalian baca, dapat juga berupa majalah.

LATIHAN SOAL

Berilah tanda silang (X) pada jawaban yang kalian anggap benar!

1. Bacalah kutipan buku biografi berikut!
Bob pun sempat depresi, tetapi bukan berarti harus menyerah. Baginya, kondisi
tersebut adalah tantangan yang harus dihadapi. Menyerah berarti sebuah kegagalan.
“Mungkin waktu itu saya anggap tantangan. Ternyata ketika saya tidak punya uang
dan saya punya keluarga, saya bisa merasakan kekuatan sebagai orang miskin. Itu
tantangan, powerfull. Seperti magma yang sedang bergejolak di dalam gunung
berapi,” papar Bob.
(Mereka Bilang Saya Gila: Bob Sadino)
Kutipan buku biografi tersebut mengandung nilai ….
a. Ekonomi
b. Filsafat
c. Sosial
d. Agama
e. Etika

2. Cermati penggalan teks berikut!
Keadaan tersebut ternyata diketahui teman-temannya di Eropa. Mereka prihatin. Bob
yang dulu hidup mapan dalam menikmati hidup harus terpuruk dalam kemiskinan.
Keprihatinan juga datang dari saudara-saudaranya. Mereka menawarkan berbagai
bantuan agar Bob bisa keluar dari keadaan tersebut. Namun, Bob menolaknya.
Nilai yang terdapat dalam penggalan teks tersebut adalah nilai ….
a. Moral
b. Budaya
c. Sosial
d. Pendidikan
e. Etika

3. Cermatilah penggalan teks berikut!
Ketika bisnis telur ayam terus berkembang Bob melanjutkan usahanya dengan
berjualan daging ayam. Kini Bob mempunyai PT Kem Foods (pabrik sosis dan
daging). Bob juga kini memiliki usaha agrobisnis dengan sistem hidroponik di bawah
PT Kem Farms.
Nilai yang terdapat pada penggalan teks tersebut adalah …
a. Filsafat
b. Sosial
c. Agama
d. Ekonomi
e. Etika

4. Pernyataan berikut merupakan manfaat membaca buku nonfiksi, kecuali ….
a. Melatih kemampuan berpikir
b. Mencegah kepikunan
c. Menambah wawasan

d. Mendapatkan hiburan
e. Menambah pemahaman tentang sesuatu

5. Bacalah penggalan teks berikut ini!
Pengalaman hidup Bob yang panjang dan berliku menjadikan dirinya sebagai salah
satu ikon entrepreneur Indonesia. Kemauan keras, tidak takut risiko, dan berani
menjadi miskin merupakan hal-hal yang tidak dipisahkan dari resepna dalam
menjalani tantangan hidup.
Nilai yang terkandung dalam penggalan teks di atas adalah ....
a. Adat
b. Sosial
c. Ekonomi
d. Pendidikan
e. Filsafat

Menentukan Nilai-Nilai Buku Drama (Fiksi)

Tujuan Pembelajaran

Setelah menguasai materi dan latihan pada kegiatan 1, kalian diharapkan dapat
mengidentifikssi nilai-nilai dalam naskah drama yang kalian baca. Kegiatan ini
hendaknya kalian lakukan dengan jujur, penuh rasa ingin tahu, bertanggung jawab
serta responsif.

A. Pengertian Drama

Buku drama adalah buku yang berisi naskah drama yaitu salah satu sastra lisan yang
menggambarkan kehidupan manusia dengan bergerak dan bercakap atau berdialog.
Drama menggambarkan kenyataan hidup seseorang dan tingkah laku seseorang
melalui sebuah percakapan dan penokohan yang dipentaskan. Dalam pementasan
drama biasanya mengandung konflik dan emosi yang secara khusus di ceritakan
dalam sebuah pementaan teater.

B. Jenis Drama

Ada beberapa jenis drama tergantung dari dasar yang dipakainya. Dalam pembagian
jenis drama, biasanya digunakan ada tiga dasar, yakni: berdasarkan penyajian lakon
drama, berdasarkan sarana, dan berdasarkan keberadaan naskah drama. Berdasarkan
penyajian lakon, drama dapat dibedakan menjadi delapan jenis, yaitu:
a. Opera: drama yang dialognya dinyanyikan dengan diiringi musik.
b. Tragedi: drama yang penuh dengan kesedihan
c. Komedi: drama penggeli hati yang penuh dengan kelucuan.
d. Tragekomedi: perpaduan antara drama tragedi dan komedi.
e. Farce: drama yang menyerupai dagelan, tetapi tidak sepenuhnya dagelan.
f. Tablo: jenis drama yang mengutamakan gerak, para pemainnya tidak

mengucapkan dialog, tetapi hanya melakukan gerakan-gerakan.
g. Melodrama: drama yang dialognya diucapkan dengan diiringi melodi/musik.
h. Sendratari: gabungan antara seni drama dan seni tari

C. Ciri-Ciri Drama

a. Naskah cerita drama berisi kumpulan dialog atau percakapan yang disusun dalam
bentuk teks yang digunakan tokoh maupun yang digunakan narator.

b. Dialog yang di tuliskan bukan kalimat langsung dan tidak menggunakan tanda
petik (“....”)

c. Dalam sebuah drama terdapat sebuah kalimat petunjuk tertentu yang sangat perlu
diperhatikan oleh tokoh yang sedang pentas karena petunjuk itu selalu
memberitahu suasana dalam suatu cerita, dan kalimat petunjuk itu dituliskan dala
bentuk kalimat yang di ampit dengan tanda kurung

d. Terdapat suatu cerita yang diceritakan dalam naskah drama
e. Dalam pementasan drama terdapat 3-10 orang yang tertulis dalam dialog.

D. Struktur Drama

Dalam sebuah teks karangan tentu memiliki sebuah struktur karena struktur inilah
yang menjadi suatu bagan dari karangan yang dibuat. Dan dalam drama juga terdapat
struktur yang di bagi menjadi 3 bagian yaitu prolog, dialog, dan epilog. Berikut adalah
penjelasan dari ketiga struktur diatas:
a. Prolog adalah suatu bagian pengantar yang berisi gambaran atau keadaan dari

sebuah cerita yang di kisahkan. Pada bagian ini pula awal dari sebuah drama yang
akan di pertunjukan, biasanya prolog ini di bacakan oleh narator dalam sebuah
pementasan.
b. Dialog adalah sebuah percakapan antar tokoh dalam drama yang dilakukan oleh
dua orang atau lebih dan merupakan inti dari pertunjukan drama karena disaat
inilah drama dimulai dengan percakapan dan gerak.
c. Epilog adalah akhir dari drama yang berisi kesimpulan dari drama yang di
pertunjukan dan pada bagian ini pula terdapat pesan yang disampaikan dalam
sebuah drama dan bagian ini adalah bagian penutup dari drama.

E. Kaidah Kebahasaan Drama

a. Kalimat pada teks drama hampir semuanya berupa dialog atau tuturan langsung
para tokohnya (kalimat langsung). Kalimat langsung dalam drama lazimnya diapit
oleh dua tanda petik (“.....”).

b. Menggunakan kata ganti orang ketiga pada prolog dan epilog. Kata ganti yang
biasanya digunakan adalah mereka.

c. Pada bagian dialog menggunakan kata ganti orang pertama dan kedua atau
mungkin juga menggunakan kata sapaan.

d. Dialog dalam teks drama tidak lepas dari munculnya kata tidak baku dan kosa kata
percakapan.

e. Menggunakan konjungsi temporal, kata kerja, kata seru, kata perintah, dan kata
tanya.

f. Menggunakan kata sifat untuk menggambarkan tokoh, tempat, dan suasana.

F. Nilai-Nilai Drama

a. Nilai sosial, yaitu nilai yang berkaitan dengan masyarakat, sifat yang suka
memperhatikan kepentingan umum (menolong, menderma, dan lain-lain).

b. Nilai budaya, yaitu nilai yang berkaitan dengan pikiran, akal budi, kepercayaan,
kesenian, dan adat istiadat suatu tempat yang menjadi kebiasaan dan sulit diubah.

c. Nilai ekonomi, yaitu nilai yang berkaitan dengan pemanfaatan dan asas-asas
produksi, distribusi, pemakaian barang, dan kekayaan (keuangan, tenaga, waktu,
industri, dan pedagangan).

d. Nilai filsafat, yaitu nilai yang berkaitan dengan hakikat segala yang ada, sebab,
asal, dan hukumnya.

e. Nilai politik, yaitu nilai yang berkaitan dengan proses mental, baik normal
maupun abnormal dan pengetahuannya pada perilaku.

G. Rangkuman

1. Pengertian drama
Buku drama dalah buku yang berisi naskah drama yaitu salah satu sastra lisan
yang menggambarkan kehidupan manusia dengan bergerak dan bercakap atau
berdialog.

2. Jenis-jenis drama
a. opera
b. tragedi
c. komedi
d. tragedi komedi
e. farce
f. tablo
g. melodrama
h. sendratari

3. Ciri-Ciri Drama
a. merupakan dialog
b. kerdapat kalimat petunjuk
c. terdapat kronologis cerita
d. terdapat 3 - 10 pelaku dalam pementasan

4. Struktur drama
a. prolog (adegan pembukaan)
b. dialog
c. epilog

5. Kaidah kebahasaan drama
a. Dalam dialog menggunakan kalimat langsung
b. Menggunakan kata ganti orang ketiga pada prolog dan epilog
c. Menggunakan kata ganti orang pertama pada dialog
d. Menggunakan kata kerja
e. Menggunakan kata sifat untuk menggambarkan tokoh, tempat, dan suasana.
f. Menggunakan kalimat seru
g. Menggunakan kalimat perintah/suruhan
h. Menggunakan kalimat Tanya

6. Nilai-nilai drama
a. nilai sosial
b. nilai budaya
c. nilai ekonomi
d. nilai filsafat
e. nilai politik

LATIHAN SOAL

Berilah tanda silang (X) pada jawaban yang kalian anggap benar!

1. Bacalah penggalan naskah drama berikut!
Rini : “Manis, kau tentu mengerti arti kata maaf dan pengertian yang penuh
kelapangan dada yang hanya dipunyai seorang ibu serta pintu maaf yang
selalu terbuka untuk anaknya. Kembalilah Santi! Mereka ibumu, kakakmu
semua sudah paham bahwa kemarahan dan kesedihan seseorang dapat
terlupa. Mereka mengerti bahwa sebenarnya kau anak yang manis”
Santi : (memegang bahu Rini, tersenyum) “Baiklah Rini (mengangguk) baiklah
akhirnya aku akan kembali ke pangkuan bunda”
Pesan yang ingin disampaikan pengarang pada penggalan naskah drama di atas
adalah ….
a. Nasihat agar seorang anak kembali kepada keluarganya
b. Ibu yang berdosan kepada anaknya
c. Penyesalan seorang anak yang berdosa
d. Seorang ibu yang meninggalkan anaknya
e. Kesedihan seorang anak yang terpisah dari ibunya

2. Bacalah penggalan naskah berikut!
Mas Abu : Hasilnya? Pasukan musuh itu mampus semuanya, dan senjata-
senjatanya kami rampas semua. Ah… kalau aku terkenang lagi kepada
pertempuran-pertempuran seperti itu. Kadang-kadang aku ingin
kembali ke zaman perang revolusi itu. Sungguh mati Saudara-Saudara,
bukan sombong.
Samsu : (sambil makan kroket) Ya. Ya aku bisa mengerti sebab aku pun begitu
juga.
Sumantri : (sambil mengaduk kopi susunya) Saudara di mana ketika itu?
Samsu : Saya? Saya waktu itu berada di Lereng Gunung Galunggung. Saya pun
memimpin satu pasukan.

Inti penggalan naskah drama tersebut adalah ….
a. Pejuang yang terkenang pada saat perang revolusi.
b. Pejuang yang berhasil menghabisi lawanna saat perang revolusi.
c. Pemimpin pasukan ang memimpin perang pada saat perang revolusi.
d. Pejuang yang meragukan pemimpin yang lainnya pada saat perang revolusi.
e. Pejuang yang memahami keberadaan pejuang lainnya pada saat perang

revolusi

3. Bacalah penggalan naskah drama berikut!
Arman : “Tak jadi lagi?”
Hari : “Kau lagi baru datang, mengapa?”
Ani : “Sudan!”
Husin : tiba-tiba marah dengan raut muka merah) “Sudan, setiap bertemu begini
terus!”

Ani : “Sudah, kau juga sama saja! Marah selalu”
Husin : “Diam kau!”
Tokoh Husin dalam penggalan drama tersebut berwatak …
a. Pemalas
b. Pendendam
c. Pemarah
d. Pembangkang
e. Pendiam
4. Bacalah penggalan naskah drama berikut!
Pak Hasan : “Ini memang soal penting! Pelajaran penting, masalah agama. Jadi,

saya mesti mengoreksinya dengan benar. Kalau guru hanya
mengoreksi soal-soal penting dan fundamen seperti ini hanya main-
main, apa jadinya murid-muridku nanti Bisa-bisa jadi rusak generasi
bangsa ini.”
Bu Hasan : “Kan banyak juga guru yang bekerja seadanya, Pak. Yang bekerja
tanpa membedakan apakah itu matematika, ekonomi, atau agama.
Kan sama-sama pelajaran di sekolah. (Sambil bicara, Bu Hasan
mengambil sapu dan membersihkan lantai)
Pak Hasan : “Bu, beda! Kalau matematika salah, bisa diperbaiki. "Kan hanya di
kepala. Kalau soal agama, bahaya karena masuk ke dalam hati.
Salah sedikit bisa memengaruhi tingkah laku anak. Pelajaran agama
itu juga masalah hati, masalah moral bangsa, masalah kehidupan di
dunia dan akhirat nanti. Jadi, bukan sekadar angka, tidak bisa
disamakan dengan matematika atau pelajaran IPA.
Nilai kehidupan yang terdapat dalam kutipan naskah drama tersebut adalah ..
a. Sosial
b. Religi
c. Moral
d. Budaya
e. Politik
5. Andin : Kamu kok tega sih Aulia, kalau kamu butuh uang kamu tinggal bilang
sama kami, bukan begini caranya, selama kami selalu membantu kamu, tapi kamu
kok tega banget.
Aulia : Tapi bukan aku yang mencurinya.
Aldi : Terus kamu tuduh aku yang mencurinya, jelas dompet Andin ada ditas
kamukan?
Audy : Dasar, sudah dikasih hati malah minta jantung.
Andin : Mulai saat ini kamu tidak akan jadi sahabat kamu lagi.
Nilai kehidupan yang terdapat dalam kutipan naskah drama tersebut adalah ..
a. Sosial
b. Religi
c. Moral
d. Budaya
e. Politik

KEGIATAN BELAJAR 3

MEREFLEKSI TENTANG NILAI-NILAI DALAM BUKU

PENGAYAAN (NONFIKSI)

Tujuan Pembelajaran

Setelah menguasai materi dan latihan pada kegiatan 2, kemudian menguasai materi
dan mengerjakan latihan, diharapkan kalian dapat menulis refleksi tentang nilai-nilai
dalam buku pengayaan/nonfiksi yang kalian baca. Kegiatan ini hendaknya kalian
lakukan dengan jujur, penuh rasa ingin tahu, bertanggung jawab serta responsif.

A. Menulis Refleksi Buku Pengayaan (Nonfiksi)

Tulisan atau karya tulis reflektif (reflective writing) adalah jenis karya tulis yang
mendeskripsikan suatu kejadian yang sebenarnya atau hasil imajinasi sekaligus
interaksi, pikiran mengenai sesuatu, ingatan (memory), dengan menambahkan
unsur refleksi pribadi dan pemberian makna terhadap kejadian tersebut, dengan
menyertakan tidak hanya pikiran atau refleksinya, tetapi juga perasaan, emosi,
atau situasi personal tertentu.
Berdasarkan pengertian ini tulisan reflektif, dengan demikian, tidak sekadar
bersifat deskriptif. Penulis justru melakukan eksplorasi lebih mendalam dengan
mengecek detail dan melibatkan emosi, merefleksikan dan mengikutkan makna
atas apa yang sedang terjadi atau menambahkan hal-hal lain yang seharusnya ada
sebagai aspek tambahan bagi pembelajaran, dan merelasikannya dengan teori
dan/atau pandangan tertentu yang sudah ada.

B. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menulis refleksi
diantaranya:

a. Merupakan Tantangan
Tulisan reflektif melibatkan eksplorasi dan eksplanasi atas sebuah kejadian.
Tidak mudah menulis jenis karya ini dibandingkan dengan karya akademis
lainnya, karena jenis tulisan ini melibatkan subjek dalam memikirkan dan
menulis mengenai rasa khawatir dan berbagai kesalahan, demikian juga
seluruh kesuksesan dalam interaksi dengan individu lain atau ketika harus
menjalankan sebuah tugas praktis tertentu. Individu yang menulis karya ini
dituntut untuk mengambil posisi di balik sebuah peristiwa atau kejadian dan
berusaha menjadi objektif (sebisa mungkin). Meskipun seseorang harus
menulis pengalaman dan perasaan yang dialaminya sendiri, dia harus mampu
mengambil jarak terhadap berbagai peristiwa atau kejadian agar bisa
mengungkapkan makna di baliknya secara kurang lebih objektif. Jenis karya
ini biasanya sangat dibatasi dari segi keluasan gagasan. Karena itu, Anda harus
membatasi diri pada pengalaman tertentu saja. Anda tidak bisa menulis segala
hal yang dialami. Pilihlah bagian atau kejadian tertentu yang ingin ditonjolkan
yang pada gilirannya akan menjadi insight yang memicu refleksi. Ini penting

untuk menghindari “godaan” mendeskripsikan kejadian. Karena itu, Anda
dituntut untuk mendeskripsikan peristiwa atau kejadian secara sangat singkat
dan tidak berbelit-belit.

b. Elemen Utama Tulisan Reflektif
Sebenarnya tulisan reflektif adalah cara seseorang memproses atau mengolah
pengalaman (hal yang dialaminya sendiri) untuk kemudian menghasilkan
pembelajaran. Dengan kata lain, melalui tulisan reflektif seseorang menegaskan
apa yang telah dipelajarinya dalam sebuah pengalaman.
Setiap tulisan reflektif memiliki dua elemen utama, yakni
(1) Mengintegrasikan teori dan praktik
(2) Mengidentifikasi hasil akhir pembelajaran dari pengalaman penulis.

Tulisan reflektif mengintegrasikan teori dan praktik. Mencapai hal ini, Anda
harus mampu mengidentifikasi aspek-aspek yang penting dari refleksi Anda dan
menuliskannya menggunakan teori-teori yang memang cocok. Untuk itu, pilihan
teori Anda tidak boleh melenceng dari konteks akademis dalam menjelaskan dan
menginterpretasikan refleksi Anda. Gunakan pengalaman-pengalamanmu untuk
mengevaluasi pilihan teori dengan mengajukan pertanyaan: apakah teori tertentu
dapat diadaptasi atau dimodifikasi agar menjadi lebih cocok (bermanfaat) dalam
menjelaskan situasi yang Anda hadapi? Identifikasikan tujuan pembelajaran
(yang mau dicapai) dari pengalaman-pengalaman Anda. Hal tersebut penting
supaya dalam tulisan reflektif itu Anda bisa menyertakan juga rencana mengenai
apa yang akan Anda lakukan secara berbeda di masa depan, pemahaman baru
Anda atau nilai-nilai atau hal-hal tak-terduga yang telah Anda pelajari secara
mandiri.

c. Gunakan Pembuktian Akademis dalam Tulisan Reflektif
Tujuan yang hendak Anda capai dalam sebuah tulisan reflektif sebenarnya adalah
menarik hubungan antara teori dan praktik. Karena itu, Anda harus bisa
menunjukkan perbandingan antara keduanya dan mengeksplorasi hubungan
antara keduanya. Hal yang perlu Anda lakukan adalah selalu menganalisis
peristiwa atau kejadian dengan cara memikirkannya dengan menghubungkan
peritiwa demi peristiwa (mereferensikannya) dengan teori tertentu. Hal ini yang
disebut di sini sebagai evidensi atau bukti akademis (academic evidence). Apakah
berbagai observasi yang Anda lakukan memang konsisten atau berhubungan
dengan teori, model, atau bukti akademis tertentu yang sudah terpublikasikan?
Anda juga harus mampu mempertimbangkan bagaimana mungkin teori-teori
tertentu membantu Anda menginterpretasikan dan memahami pengalaman
tertentu yang Anda alami tersebut? Anda juga bisa mempertimbangkan
bagaimana pengalaman nyata yang membantu Anda memahami sebuah teori.
Apakah memang pengalaman nyata tersebut memang mengejawantahkan apa
yang dinyatakan/diprediksikan oleh teori ilmiah? atau justru hal yang berbeda?
jika demikian, apakah Anda bisa mengidentifikasi mengapa hal itu ternyata
berbeda? (Misalnya, bisa jadi Anda menerapkan sebuah teori dalam kontek atau
keadaan yang berbeda dibandingkan dengan penelitian asalnya).

C. Rangkuman

1. Menulis Refleksi Buku Nonfiksi
Tulisan atau karya tulis reflektif (reflective writing) adalah jenis karya tulis
yang mana seorang penulis mendeskripsikan suatu kejadian – real atau
imajiner – tetapi juga interaksi, pikiran mengenai sesuatu, ingatan (memory),
dengan menambahkan unsur refleksi pribadi dan pemberian makna terhadap
kejadian tersebut, dengan menyertakan tidak hanya pikiran atau refleksinya,
tetapi juga perasaan, emosi, atau situasi personal tertentu.

2. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menulis refleksi
diantaranya:
a. Merupakan Tantangan
Tulisan reflektif melibatkan eksplorasi dan eksplanasi atas sebuah
kejadian. Tidak mudah menulis jenis karya ini dibandingkan dengan karya
akademis lainnya, karena jenis tulisan ini melibatkan subjek dalam
memikirkan dan menulis mengenai rasa khawatir dan berbagai kesalahan,
demikian juga seluruh kesuksesan dalam interaksi dengan individu lain
atau ketika harus menjalankan sebuah tugas praktis tertentu.

b. Elemen Utama Tulisan Reflektif
1) Mengintegrasikan teori dan praktik
2) Mmengidentifikasi hasil akhir pembelajaran dari pengalaman penulis

c. Gunakan Pembuktian Akademis dalam Tulisan Reflektif
Tujuan yang hendak Anda capai dalam sebuah tulisan reflektif sebenarnya
adalah menarik hubungan antara teori dan praktik. Karena itu, Anda harus
bisa menunjukkan perbandingan antara keduanya dan mengekslorasi
hubungan antara keduanya.

LATIHAN

Kerjakan tugas pada kegiatan kedua ini dengan sungguh-sungguh!

Latihan kegiatan 3 ini kalian akan menyusun teks refleksi tentang nilai-nilai yang
telah kalian dapatkan pada buku pengayaan yang sudah kalian baca. Cobalah berani
untuk menulis, jangan ragu-ragu, setelah tulisan kalian jadi, baca dan cermati serta
editlah beberapa kali sampai tulisan kalian sesuai dengan yang kalian maksudkan.
Ingat prinsip POIN (purpose, overview, interpretasi, note)

Hasil Kegiatan Menulis Teks Refleksi

KEGIATAN BELAJAR 4
MEREFLEKSI NILAI-NILAI DALAM BUKU DRAMA (FIKSI)

TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah memahami menguasai materi pada kegiatan 3 serta menguasai materi 4 dan pada
modul ini, diharapkan kalian dapat menyusun refleksi terhadap pesan pada sebuah buku
drama (fiksi). Kegiatan ini harus kalian laksanakan dengan jujur, semangat, penuh rasa
ingin tau dan kritis.

A. Uraian Materi

Materi untuk menulis refleksi telah diuraikan pada kegiatan 3. Perbedaan dengan
kegiatan 4 ini adalah nilai yang direfleksi adalah naskah drama. Langkah yang
dilakukan sama saja dengan menulis refleksi buku nonfiksi.

B. LATIHAN

1. Pastikan kalian telah membaca buku/naskah drama.
2. Pastikan kalian telah mengidentifikasi nilai-nilai buku/naskah drama.
3. Tulislah refleksi kalian terhadap nilai-nilai yang telah kalian identifikasi!

Refleksi Nilai-Nilai Drama

..........................................

......................................................................................................

......................................................................................................

......................................................................................................

......................................................................................................

......................................................................................................


Click to View FlipBook Version