[Grab your reader’s attention with a great quote from the document or use this space to emphasize a key point. To place this text box anywhere on the page, just drag it.] GURU MATA PELAJARAN : Indari Prasetyaningtyas, S.Kom. KODE GURU : BE MATA PELAJARAN : KK DKV
YAYASAN PEGURUAN ISLAM REPUBLIK INDONESIA SMK KESATRIAN PURWOKERTO TERAKREDITASI “A” Jl. Kesatrian No. 62 Telp/fax (0281) 636122 Purwokerto 53115 Website: smkkesatrianpwt.sch.id, Email: [email protected] TEKNIK AUDIO VIDEO●TEKNIK KENDARAAN RINGAN● DESAIN KOMUNIKASI VISUAL● TEKNIK SEPEDA MOTOR● TEKNIK JARINGAN KOMPUTER DAN TELEKOMUNIKASI MODUL AJAR KONSENTRASI KEAHLIAN DESAIN KOMUNIKASI VISUAL TAHUN PELAJARAN 2023/2024 I. INFORMASI UMUM : A. Identitas Penulis Modul Nama Sekolah : SMK Kesatrian Purwokerto Nama Penyusun : Indari Prasetya Ning Tyas, S.Kom Fase/ Kelas : F / XI Semester : Gasal Alokasi Waktu : 810 menit ( 2 pertemuan @18 x 45menit) Elemen : Prinsip Dasar Desain dan Komunikasi Capaian Pembelajaran : Pada fase F, peserta didik mampu mengaplikasikan prinsip-prinsip dalam merancang visual, di antaranya: unity (kesatuan), balance (keseimbangan), composition (komposisi), proportion (proporsi), rhythm (irama), emphasis (penekanan), simplicity (kesederhanaan), clarity (kejelasan), space (ruang). Peserta didik mampu memahami dan menerapkan peran komunikator, komunikan dan media komunikasi dalam perancangan komunikasi visual,melakukan pembiasaan kerja sesuai Prosedur Opersional Standar (POS) II. KOMPONEN INTI : A. Tujuan Pembelajaran Menjelaskan prinsip-prinsip dalam merancang visual dan aplikasinya B. Indikator Tujuan Pembelajaran 1. Mampu menjelaskan elemen desain 2. Mampu menjelaskan prinsip komposisi desain C. Kegiatan Pembelajaran KEGIATAN PEMBELAJARAN Pertemuan 1 Tahapan Kegiatan Alokasi Waktu Pendahuluan Guru memberikan salam Guru meminta salah satu peserta didik untuk memimpin berdoa dan melakukan SOP awal pembelajaran berupa: - Membaca 5 ayat Al Quran bagi peserta didik yang beragam Islam, dan membaca Kitab Suci bagi peserta didik yang beragama non muslim (CRT= Cultural Responsible Teaching) - Mengucapkan Safety Commitment dan yel-yel SMK Kesatrian Purwokerto - Melakukan 5S di ruang kelas Guru melakukan presensi 15 menit
KEGIATAN PEMBELAJARAN Pertemuan 1 Tahapan Kegiatan Alokasi Waktu Guru sebagai berikut : memberikan pertanyaan pemantik 1. Apa yang kalian ketahui tentang desain visual ? 2. Jika diminta untuk membuat desain visual, apa saja yang harus diperhatikan agar desain itu menjadi karya visual yang baik ? Apersepsi Guru memberikan apersepsi tentang materi elemen desain komunikasi visual, serta kaitan dengan materi-materi sebelumnya yaitu sejarah desain dan pengertian desain Motivasi Setelah mempelajari materi, maka peserta didik dapat memiliki pemahaman bahwa desain visual memiliki elemen penting yang harus ada dalam sebuah desain yang baik. Kegiatan Inti 1. Peserta didik memperhatikan tayangan singkat di layar menggunakan laptop dan infocus (media pembelajaran/TPACK) lanjutan dari tayangan prinsip desain visual sambil sesekali memberikan tanggapan dan guru memberikan penguatan. Berikut link tayangan elemen desain visual: https://www.youtube.com/watch?v=3jyO-SA6K1A (daftar pustaka) 2. Peserta didik diminta untuk browsing materi tentang elemen desain komunikasi visual disertai dengan contoh setiap elemennya dengan menggunakan HP (media pembelajaran/TPACK) masing-masing 3. Peserta didik dibagi menjadi 9 kelompok setiap kelompok berisi 4 siswa diskusi sebagaimana tercantum dalam LKPD 1 (Dimensi P3 kreatif : mengeksplorasi dan mengekspresikan pikiran dan/atau perasaannya dalam bentuk karya dan/atau tindakan, serta mengevaluasinya dan mempertimbangkan dampak dan resikonya bagi diri dan lingkungannya) 4. Hasil diskusi kelompok dituangkan dalam bentuk video menggunakan kemudian ditayangkan didepan kelompok lain dengan menyampaikan tanggapan dalam bentuk pertanyaan, masukan ataupun sanggahan 5. Peserta didik membuat laporan hasil diskusi dengan menyertakan foto karya/hasil diskusi dalam bentuk deskripsi, PPT atau animasi (media pembelajaran/TPACK), kemudian dipresentasikan di depan kelas secara bergiliran, sementara kelompok lain memberikan tanggapan 195 menit Penutup Peserta didik diminta menyimpulkan keseluruhan materi dan guru memberikan penguatan dilanjutkan dengan penyampaian refleksi antar peserta didik dan kepada guru terkait penyampaian materi apakah menyenangkan, materi yang dibahas apakah sudah dipahami, apakah semua peserta didik paham, siapa saja yang belum paham, 30 menit
KEGIATAN PEMBELAJARAN Pertemuan 1 Tahapan Kegiatan Alokasi Waktu adakah materi yang susah dipahami, materi mana yang perlu diperbaiki ? Peserta didik mendengarkan pesan dari guru tentang materi yang harus disiapkan untuk pertemuan selanjutnya Guru meminta salah satu peserta didik untuk memimpin SOP akhir pembelajaran Pembelajaran ditutup dengan membersihkan dan merapikan ruang kelas (5S), dilanjutkan dengan doa dan salam penutup. KEGIATAN PEMBELAJARAN Pertemuan 2 Tahapan Kegiatan Alokasi Waktu Pendahuluan Guru memberikan salam Guru meminta salah satu peserta didik untuk memimpin berdoa dan melakukan SOP awal pembelajaran berupa: - Membaca 5 ayat Al Quran bagi peserta didik yang beragam Islam, dan membaca Kitab Suci bagi peserta didik yang beragama non muslim (CRT= Cultural Responsible Teaching) - Mengucapkan Safety Commitment dan yel-yel SMK Kesatrian Purwokerto - Melakukan 5S di ruang kelas Guru melakukan presensi Guru sebagai berikut : memberikan pertanyaan pemantik 1. Apa yang kalian ketahui tentang elemen desain komunikasi visual ? Apersepsi Guru memberikan apersepsi tentang materi prinsip desain komunikasi visual, serta kaitan dengan materi-materi sebelumnya yaitu sejarah desain dan pengertian desain Motivasi Setelah mempelajari materi, maka peserta didik dapat memiliki pemahaman bahwa desain visual memiliki prinsipn penting yang harus ada dalam sebuah desain yang baik. 15 menit Kegiatan Inti 6. Peserta didik memperhatikan tayangan singkat di layar menggunakan laptop dan infocus (media pembelajaran/TPACK) lanjutan dari tayangan prinsip desain visual sambil sesekali memberikan tanggapan dan guru memberikan penguatan. Berikut link tayangan prinsip desain visual: https://www.youtube.com/watch?v=3jyO-SA6K1A (daftar pustaka) 7. Peserta didik diminta untuk browsing materi tentang prinsip desain komunikasi visual disertai dengan contoh setiap elemennya dengan menggunakan HP (media pembelajaran/TPACK) masing-masing 195 menit
KEGIATAN PEMBELAJARAN Pertemuan 2 Tahapan Kegiatan Alokasi Waktu 8. Peserta didik dibagi menjadi 9 kelompok setiap kelompok berisi 4 siswa diskusi sebagaimana tercantum dalam LKPD 2 (Dimensi P3 kreatif : mengeksplorasi dan mengekspresikan pikiran dan/atau perasaannya dalam bentuk karya dan/atau tindakan, serta mengevaluasinya dan mempertimbangkan dampak dan resikonya bagi diri dan lingkungannya) 9. Hasil diskusi kelompok dituangkan dalam bentuk video menggunakan kemudian ditayangkan didepan kelompok lain dengan menyampaikan tanggapan dalam bentuk pertanyaan, masukan ataupun sanggahan 10. Peserta didik membuat laporan hasil diskusi dengan menyertakan foto karya/hasil diskusi dalam bentuk deskripsi, PPT atau animasi (media pembelajaran/TPACK), kemudian dipresentasikan di depan kelas secara bergiliran, sementara kelompok lain memberikan tanggapan Penutup 1. Peserta didik diminta menyimpulkan keseluruhan materi dan guru memberikan penguatan dilanjutkan dengan penyampaian refleksi antar peserta didik dan kepada guru terkait penyampaian materi apakah menyenangkan, materi yang dibahas apakah sudah dipahami, apakah semua peserta didik paham, siapa saja yang belum paham, adakah materi yang susah dipahami, materi mana yang perlu diperbaiki ? 2. Peserta didik mendengarkan pesan dari guru tentang materi yang harus disiapkan untuk pertemuan selanjutnya 3. Guru meminta salah satu peserta didik untuk memimpin SOP akhir pembelajaran 4. Pembelajaran ditutup dengan membersihkan dan merapikan ruang kelas (5S), dilanjutkan dengan doa dan salam penutup. 30 menit D. Asesmen a. Asesmen Awal Non Kognitif : memberikan pertanyaan kepada siswa tentang dukungan yang diperlukan supaya dapat berkembang dalam tahap capaian pembelajaran ini. Pilihlah satu jawaban yang sesuai dengan kondisimu pada saat ini! 1. Gambar dibawah ini manakah yang mewakili perasaanmu saat ini? 2. Berilah skor 1 bila jawabanmu “YA” dan 0 bila “TIDAK” pada kotak di belakangnya ! No Pernyataan skor 1. Saya lebih suka banyak ilustrasi (gambar-gambar) saat belajar 2. Saya lebih mudah memahami pelajaran dengan bentuk ilustrasi gambar 3. Saya sangat menyukai obyek yang warna warni
4. Saya sering mengantuk dan susah focus kalau guru menerangkan atau berbicara 5. Saya lebih mudah mengingat materi tayangan film / video dari pada penjelasan guru 6. Saya lebih mudah mengingat dari penjelasan atau pemapaparan guru 7. Saya lebih mudah hafal apabila diucapkan berulangkali 8. Saya lebih nyaman melafalkan dengan keras saat belajar 9. Saya merasa asik kalau mendengarkan orang yang sedang berbicara 10. Saya lebih mudah belajar melalui praktik dari pada mendengarkan Klasifikasi diagnostik : 1 - 5 : lebih banyak YA, bermakna bahwa siswa tersebut type Visual 6- 10 : lebih banyak YA, bermakna bahwa siswa tersebut type Audial b. Asesmen Formatif Memantau perkembangan siswa dalam mengerjakan tugas Observasi diskusi sesuai LKPD 1 dan LKPD 2 c. Asesmen akhir (sumatif) Penilaian produk (portofolio), dengan kriteria penilaian : kesesuaian gambar, waktu pengerjaan gambar Observasi desain dan proses pembuatannya dari salah satu video dan dipandu dengan LKPD 3 E. LAMPIRAN 1. Lembar Kerja Peserta Didik Kegiatan 1 : a) Petunjuk Kerja : - Buat kelompok yang terdiri dari 3-4 orang - Siapkan software Power Point b) Lembar Kerja Paparkan dan berikan contoh terkait dengan desain komunikasi visual dan elemenelemennya 1.Displin 2.Memiliki komitmen tinggi 3.Jujur 4.Kreatif dan Inovatif Kerjakan bersama kelompoknya di Power Point kemudian dipresentasikan. c) Rubrik Penilaian Sikap Indikator Aspek Pengamatan Skor Disiplin Hadir tepat waktu 3, Jika ketiga aspek dilakukan Pengumpulan tugas tepatwaktu 2, Jika Dua aspek dilakukan
Tertib mengikuti pelajaran 1, Jika satu aspek dilakukan Tanggung Jawab Mengerjakan tugas dengan sungguhsungguh 3, Jika ketiga aspek dilakukan Mengakui kesalahan 2, Jika Dua aspek dilakukan Selalu melaksanakan amanat atau perintah 1, Jika satu aspek dilakukan Nilai Sikap : 3=Baik, 2=Cukup dan 1 =Kurang Lembar Penilaian Sikap Hari/Tanggal : No. Nama Kelas Disiplin Tanggung Jawab 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20
d) Rubrik Penilaian Presentasi Kelompok Nama Kelompok : Waktu Presentasi : Materi : Anggota : No Kriteria Penilaian Kurang ( 20-39) Cukup 40-59 Baik 60-79 Sangat Baik 80-100 1 Penguasaaan Materi 2 Alat Peraga & Power Point 3 Kekompakan Pembagian Kerja 4 Pernyampaian Kegiatan 2 : LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) 2 KONSENTRASI KEAHLIAN DESAIN KOMUNIKASI VISUAL Nama Kelompok : ............................................................................................. Nama Siswa : ............................................................................................. Kelas : ............................................................................................. A. CAPAIAN PEMBELAJARAN Pada fase F, peserta didik mampu mengaplikasikan prinsip-prinsip dalam merancang visual, di antaranya: unity (kesatuan), balance (keseimbangan), composition (komposisi), proportion (proporsi), rhythm (irama), emphasis (penekanan), simplicity (kesederhanaan), clarity (kejelasan), space (ruang). Peserta didik mampu memahami dan menerapkan peran komunikator, komunikan dan media komunikasi dalam perancangan komunikasi visual,melakukan pembiasaan kerja sesuai Prosedur Opersional Standar (POS) B. ELEMEN Prinsip Dasar Desain dan Komunikasi C. TUJUAN PEMBELAJARAN Dengan kegiatan pembelajaran ini diharapkan peserta didik dapat : 1. Menjelaskan prinsip-prinsip dalam merancang visual dan aplikasinya D. KRITERIA KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Mampu menjelaskan elemen desain 2. Mampu menjelaskan prinsip-prinsip desain
E. ALAT DAN BAHAN 1. Komputer 2. Jaringan Internet 3. CorelDraw 4. Pensil 5. Penggaris 6. Pensil Warna / Crayon 7. Sketchbook 8. Penghapus F. TUGAS Gambarkan elemen desain komunikasi visual titik, garis, bidang dan warna secara individu pada lembar sketchbook kemudian aplikasikan gambar manual tersebut ke dalam aplikasi CorelDraw. Berikut contoh desainnya : LANGKAH KERJA 1. Persiapkan alaat dan bahan 2. Gunakan alat dan bahan sesuai dengan SOP 3. Buat garis tepi 1 cm pada lembar sketchbook 4. Gambarlah elemen desain komunikasi visual (titik, garis, bidang, dan warna) dengan cara menggambarkan pada lembar sketchbook 5. Gambar yang sudah dibuat kemudian discan dan di desain dengan menggunakan aplikasi CorelDraw 6. Kirim hasil desain di grup whatsapp 2. Rubrik Penilaian Sikap Indikator Aspek Pengamatan Skor Disiplin Hadir tepat waktu 3, Jika ketiga aspek dilakukan Pengumpulan tugas tepat waktu 2, Jika Dua aspek dilakukan Tertib mengikuti pelajaran 1, Jika satu aspek dilakukan Tanggung Jawab Mengerjakan tugas dengan sungguh-sungguh 3, Jika ketiga aspek dilakukan Mengakui kesalahan 2, Jika Dua aspek dilakukan Selalu melaksanakan amanat atau perintah 1, Jika satu aspek dilakukan Nilai Sikap : 3 = Baik, 2 = Cukup dan 1 = Kurang
Lembar Penilaian Sikap Hari/Tanggal : No. Nama Kelas Disiplin Tanggung Jawab 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 Indari Prasetya Ning Tyas/KKDKV/Fase F/TP 2023_2024 - 9
3. Rubrik Penilaian Presentasi Kelompok Nama Kelompok : 1. 2. 3. 4. Kelas : Materi : No Kriteria Penilaian Kurang ( 20-39) Cukup 40-59 Baik 60-79 Sangat Baik 80-100 1 Penguasaaan Materi 2 Alat Peraga & Power Point 3 Kekompakan Pembagian Kerja 4 Pernyampaian 2. Pengayaan dan Remedial Ketuntasan proses pembelajaran dapat ditunjukkan dengan pencapaian kompetensi yang telah ditetapkan berdasarkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Peserta didik yang belum mencapai batas Kriteria Ketuntasan Minimal yang telah ditetapkan maka dapat dikatakan Peserta didik tersebut belum mencapai ketuntasan. Pokok bahasan atau materi yang belum mencapai batas KKM harus dianalisis serta dilaksanakan program pendalaman materi dan selanjutnya diadakan program remedial atau perbaikan. Pada prinsipnya program remedial atau perbaikan dilaksanakan untuk menuntaskan tujuan pembelajaran yang belum dicapai Peserta didik. 3. Bahan Bacaan Pendidik dan Peserta Didik DESAIN KOMUNIKASI VISUAL Dalam Desain Komunikasi Visual dikenal istilah Nirmana yaitu sebagai titik awal atau merupakan pelajaran yang harus dikuasai oleh seseorang yang ingin belajar tentang desain sebelum mulai berkarya. Nirmana dimaksudkan agar seseorang dapat memahami unsur-unsur visual, variabel penyusun visual, komposisi, prinsip komposisi, keseimbangan, irama, kontras, menggambar ekpresi, dan warna dalam dunia komputer sehingga dapat menjadi pegangan sebelum membuat karya Desain Komunikasi Visual (DKV) baik itu seni rupa maupun desain grafis. 1. Prinsip Dasar DKV Elemen atau unsur merupakan bagian dari suatu karya desain. Elemen-elemen tersebut saling berhubungan satu sama lain. Masingmasing memiliki sikap tertentu terhadap yang lain, misalnya sebuah garis mengandung warna dan juga memiliki style garis utuh dsb. Elemenelemen seni visual tersusun dalam satu bentuk organisasi dasar dan prinsip-prinsip desain. Nirmana atau desain awal juga merupakan suatu bentuk karya awal yang menggunakan prinsip-prinsip elemen dasar dalam DKV. Indari Prasetya Ning Tyas/KKDKV/Fase F/TP 2023_2024 - 10
2. Unsur-Unsur Visual Untuk mewujudkan suatu tampilan visual, ada beberapa unsur yang diperlukan yaitu titik, garis, bidang, ruang, warna, dan tekstur. Titik : Titik adalah salah satu unsur visual yang wujudnya relatif kecil dengan dimensi panjang dan lebarnya dianggap tidak berarti. Titik cenderung ditampilkan dalam bentuk kelompok dengan variasi jumlah, susunan, dan kepadatan tertentu. Garis : Garis dianggap sebagai unsur visual yang banyak berpengaruh terhadap pembentukan suatu objek sehingga garis, selain dikenal sebagai goresan atau coretan yang menjadi batas (limit) bidang suatu warna. Ciri utama garis ialah terdapat arah serta dimensi memanjang yang dapat dilakukan secara lurus, lengkung, gelombang, zig-zag, dan lainnya. Kualitas garis ditentukan oleh tiga hal, yaitu orang yang membuatnya, alat yang digunakannya, serta bidang dasar tempat garis digoreskan. Bidang : Bidang merupakan unsur visual yang berdimensi panjang dan lebar. Terdapat dua kategori yaitu bidang geometri dan nongeometri. Bidang geometri relatif mudah diukur luasnya, sementara bidang non-geometri sebaliknya. Bidang bisa dihadirkan dengan menyusun titik maupun garis dalam kepadatan tertentu, dan dapat pula dihadirkan dengan mempertemukan potongan hasil goresan satu garis atau lebih. Ruang : Ruang dapat dihadirkan dengan adanya bidang. Pembagian bidang atau jarak antar objek berunsur titik, garis, bidang, dan warna. Ruang lebih mengarah pada perwujudan tiga dimensi sehingga ruang dapat dibagi dua, yaitu ruang nyata dan Indari Prasetya Ning Tyas/KKDKV/Fase F/TP 2023_2024 - 11
semu. Keberadaan ruang sebagai salah satu unsur visual sebenarnya tidak dapat diraba tetapi dapat dimengerti. Warna : berkaitan dengan bahan yang mendukung keberadaannya ditentukan oleh garis pigmen. Ketiga unsur pembentuk warna ialah Hue (spektrum warna), Saturatuin (nilai kepekatan) dan lightness (nilai cahaya dari gelap ke terang) Tekstur : berkaitan dengan nilai raba dari suatu permukaan. Secara fisik terdapat tekstur kasar dan halus. Secara efek tampilan terdapat tekstur nyata dan semu. Tekstur dapat berpengaruh terhadap unsur visual lainnya yaitu kejelasan titik, kualitas garis, keluasan bidang dan ruang, serta intensitas warna. Unsur Visual Kedudukan : masalah dimana suatu objek yang terbentuk oleh unsur-unsur visual yang ditempatkan Arah : pilihan menghadap kemana suatu objek tersebut dan menimbulkan efek hubungan satu objek dengan objek yang lain. Ukuran : menentukan kesan besar-kecilnya sesuai peranan Jarak : bentuk dan jumlah berpengaruh terhadap kepadatan, bobot dan keluasaan ruang atau bidang dimana berbagai objek dihadirkan. Indari Prasetya Ning Tyas/KKDKV/Fase F/TP 2023_2024 - 12
Komposisi Komposisi adalah pengorganisasian unsur-unsur rupa yang disusun dalam karya desain grafis secara harmonis antara bagian yang satu dengan yang lain, maupun antara bagian dengan keseluruhan. Prinsip-prinsip komposisi yaitu kesatuan (unity), keseimbangan (balance), irama (ritme), kontras, fokus, serta proporsi. Kesatuan (Unity) : Merupakan salah satu prinsip yang menekankan pada keselarasan dari unsur-unsur yang disusun, baik dalam wujudnya maupun kaitannya dengan ide yang melandasinya. Cara-cara untuk mencapai kesatuan ialah menentukan dominasi agar diperoleh pengaruh yang tepat, dominan pada ukuran, dominan pada warna, dominan pada letak/penempatan, ukuran sebagai daya tarik, menyatukan arah, atau menyatukan bentuk. Keseimbangan : Merupakan prinsip komposisi yang menghindari kesan berat sebelah atas suatu bidang atau ruang yang diisi dengan unsur-unsur rupa. Keseimbangan dapat dibagi menjadi keseimbangan simetris & simetris, serta memusat & menyebar. Cara untuk mencapai keseimbangan yaitu dipeorleh dari bentuk dan ukuran, dalam warna, oleh tekstur, atau komposisi ketiganya. Irama : Penyusunan unsur-unsur dengan mengikuti suatu pola penataan tertentu secara teratur agar didapatkan kesan menarik. Penataannya dapat dilaksanakan dengan mengadakan pengulangan maupun pergantian secara teratur. Kontras : Sebagai vitalitas agar tidak terkesan monoton namun tetap harus ditampilkan secukupnya agar tidak menimbulkan ketidakteraturan dan kontradiksi yang jauh dari kesan harmonis. Fokus : Diperlukan untuk menunjukkan bagian yang dianggap penting dan diharapkan menjadi perhatian utama. Proporsi : Perbandingan ukuran antara bagian dengan bagian, atau bagian dengan keseluruhan. Warna Warna merupakan pelengkap gambar serta mewakili suasana kejiwaan pelukisnya dalam berkomunikasi. Warna juga merupakan unsur yang sangat tajam untuk menyentuh kepekaan pengelihatan sehingga mampu merangsang munculnya rasa haru, sedih, gembira, mood, semangat, dll. Untuk, memahami warna lebih mendetail berikut disajikan tabel tentang aspekaspek yang melingkupi warna. Aspek warna dan uraiannya Setiap warna mampu menghadirkan makna atau respons psikologis yang mampu ditimbulkan Teknik Warna Teknik berdasarkan Teori Sir Isaac Newton, Teori Kesehatan, Teori Brewster, dan Teori Munsell Warna dalam dunia kontemporer Additive Color (RGB) Dibuat dengan bersumber pada sinar Substractive Color (CMYK) Bersumber pada pantulan cahaya, Cyan (biru muda), Magenta (Merah), Yellow (Kuning), dan Black (Hitam) Indari Prasetya Ning Tyas/KKDKV/Fase F/TP 2023_2024 - 13
(https://komunikasi.trunojoyo.ac.id/wp-content/uploads/2020/07/sri-wahyuni-final- Edisi-2.pd f) 4. Refleksi Peserta Didik dan Pendidik Refleksi Peserta Didik 1. Apakah sudah tergambar tentang elemen dalam merancang desain visual ? 2. Apakah sudah tergambar tentang prinsip-prinsip dalam merancang desain visual ? Refleksi Pendidik 1. Apakah metode yang digunakan untuk mencapai tujuan aktifitas telah sesuai ? 2. Apakah aktifitas materi telah berjalan sesuai dengan alur ? 3. Apa kendala dan hambatan dalam melaksanakan aktifitas materi ini? 4. Apakah pesan dimensi profil pelajar Pancasila sudah tercapai ? RUBRIK PENILAIAN 1. Asesmen Proses No Kelompok Keterbaca an Materi Karya berupa Desain Kreativitas Laporan Diskusi Presentasi Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk 2. Asesmen Akhir Nama Siswa: No KKTP KETERCAPAIAN Kurang kompeten (71-80) Cukup Kompeten (81-90) Sangat Kompeten (91-100) 1 Menjelaskan elemen desain 2 Menjelaskan prinsip-prinsip desain Profil Pelajar Pancasila Mulai Sedang Berkemb Sangat Indari Prasetya Ning Tyas/KKDKV/Fase F/TP 2023_2024 - 14
No Dimensi Kreatif-Sub Elemen Berkemb ang Berkem bang ang Sesuai Harapan Berkem bang 1 Mengeksplorasi dan mengekspresikan pikiran dan/atau perasaannya dalam bentuk karya dan/atau tindakan, serta mengevaluasinya dan mempertimbangkan dampak dan risikonya bagi diri dan lingkungannya 2 Menghasilkan gagasan yang beragam untuk mengekspresikan pikiran dan/atau perasaannya, menilai gagasannya, serta memikirkan segala risikonya dengan mempertimbangkan banyak perspektif seperti etika dan nilai kemanusiaan ketika gagasannya direalisasikan Indari Prasetya Ning Tyas/KKDKV/Fase F/TP 2023_2024 - 15
BAHAN BACAAN 1. PRINSIP PERANCANGAN VISUAL A. Komposisi (Composition) Merancang/mendesain pada dasarnya adalah hasil penyusunan pengalaman visual dan emosional dengan memperhatikan elemen-elemen dan prinsip-prinsip desain yang dituangkan dalam satu kesatuan komposisi yang mantap. Komposisi = Composition = Componere (asal kata dari bahasa Latin), yang artinya penggabungan. Pada dasarnya, suatu komposisi merupakan penggabungan dari banyak bagian menjadi suatu bentuk yang serasi. Definisi umum: Suatu susunan unsur desain yang digunakan dalam perencanaan komposisi, yang ditata/di-layout secara serasi/harmony dengan berlandaskan prinsip-prinsip desain sehingga tercapai kesatuan antara unsurunsur desain (total organization). Komposisi sebagai pedoman dasar/arahan umum/wacana berpikir awal ini mampu mencapai rancangan bentuk abstrak, alamiah, nonobjektif, ornamental, ataupun struktural. Dalam menyusun unsur-unsur untuk membuat suatu karya rancang harus mengetahui/memperhatikan 4 dasar pokok prinsip seni dan desain berikut ini. Prinsip-prinsip ini patut dipahami, untuk mendapatkan satu pandangan yang efektif (tepat guna) terhadap suatu karya seni/desain. B. Keseimbangan (Balance) Keseimbangan dapat dicapai dengan menampilkan unsur-unsur desain, seperti bentuk dan ukuran, warna, tekstur, dan sebagainyaagar unsur-unsur yang ada dikomposisikan dengan serasi, sepadan, dan memberi kesan mantap serta tepat pada tempatnya. Secara garis besar, sifat keseimbangan dibagi 2 macam, yaitu: 1) Keseimbangan Nyata (Formal Balance) Indari Prasetya Ning Tyas/KKDKV/Fase F/TP 2023_2024 - 16
2) Keseimbangan Tak Nyata (Informal Balance) Dalam ilmu dasar desain, bentuk keseimbangan terbagi 2 macam, yaitu Simetris (symmetric) dan Asimetris (asymmetric). Prinsip Dasar: Bilamana pada dua sisi terdapat benda dengan berat dan jarak yang sama terhadap sumbu khayal/maya, pada kedua belah sisi dari sumbu khayal tersebut tampak seolah-olah berbobot sama. 1) Simetris/symmetric (Berkesan Statis) Pada umumnya, yang terjadi bersifat formal balance, tetapi bisa juga informal balance. Keseimbangan simetris terbagi dalam 2 macam, yaitu axial balance (berdasar garis sumbu), bentuk yang sama (posisi, letak, ukuran, warna, dan lain-lain) dalam 2 ruang (kiri-kanan, atas bawah sebagai garis sumbu), dan radial balance (berdasarkan titik sumbu). Keseimbangan bisa terjadi, baik secara fisik maupun secara optis. Untuk menghayatinya hanya diperlukan satu titik atau sumbu khayal, guna menentukan letak objek yang akan disusun menurut prinsip keseimbangan. Indari Prasetya Ning Tyas/KKDKV/Fase F/TP 2023_2024 - 17
2) Asimetris/asymmetric (Berkesan Dinamis) Memiliki sifat informal balance, karena bagian-bagiannya (entah itu posisinya, letaknya, ukurannya, warnanya, atau lainnya) dirancang variatif untuk pencapaian kedinamisan,. namun, memiliki kesan sama berat/seimbang. Hal ini merupakan upaya menciptakan penekanan dalam sebuah tampilan visual. Penekanan ini dilakukan untuk mengurangi unsur kejenuhan visual yang tampil dari sudut visual yang simetris. Pola asimetris ini pada hakikatnya juga menyentuh upaya aplikasi golden ratio dalam meningkatkan unsur estetika. C. Irama (Rhythm)/Gerakan Merupakan upaya memvisualisasikan unsur gerak pada media grafis yang statis. Penampilan gerak ini dilakukan untuk mendapatkan unsur dinamis dalam menambah nuansa penekanan yang informatif. Untuk itu, unsur gerak tidak selalu ditampilkan dalam visual yang ikonik, tetapi juga permainan psikologi visual yang dapat mengarahkan mata pengamat. Secara psikologi, mata manusia akan mengarah dari unsur warna yang gelap ke terang, dan/atau dari area yang kompleks ke area yang sederhana (simple). D. Perbandingan/Proporsi (Proportional) Indari Prasetya Ning Tyas/KKDKV/Fase F/TP 2023_2024 - 18
Suatu perbandingan antara suatu unsur/materi yang satu dengan yang lain, berhubungan dengan ukuran dan bentuk bidang yang akan disusun untuk menunjukkan ukuran perbandingan bagian-bagian atau keseluruhan antara serangkaian unsur yang dikomposisikan. Perbandingan merupakan salah satu prinsip yang menentukan baik-tidaknya suatu komposisi/struktur/susunan, dan seterusnya dalam mewujudkan bentuk, bisa merupakan perbandingan ukuran, perbandingan posisi, ataupun perbandingan ruang (space) yang berelasi dengan satuan ukuran: panjang, lebar, dan tinggi. Golden ratio adalah sebuah perbandingan satuan ukuran yang banyak dipakai dalam membuat sebuat karya seni dan grafis. Perbandingan ukuran ini dapat ditemukan dengan mengukur pembagian lingkar sebuah kerang, sehingga dipakai sebagai patokan ukuran proporsi yang sempurna. Seperti halnya ilustrasi Vitruvian Man milik Leonardo da Vinci, di dalamnya terdapat perbandingan golden ratio yang memperkuat asumsi kesempurnaan sebuah proporsi tubuh manusia. Saat ini perbandingan satuan ukuran yang proposional ini banyak dipakai oleh para pencipta seni, terutama yang terkait dengan pendekatan estetika manusia. E. Kesatuan (Unity)/Total Organization/Harmony Keserasian adalah prinsip desain yang diartikan sebagai keteraturan di Indari Prasetya Ning Tyas/KKDKV/Fase F/TP 2023_2024 - 19
antara unsur-unsur desain lainnya. Penggabungan elemen-elemen/ unsurunsur desain dengan memperhatikan keseimbangan, irama, perbandingan, dan semuanya dalam suatu komposisi yang utuh agar nikmat untuk dipandang. Semua hal yang membentuk suatu rancangan harus ada hubungannya satu sama lain dengan seluruh rancangan sehingga memberi kesan menjadi satu (hubungan/ikatan antara unsur-unsur yang satu dengan yang lainnya sebagai suatu bentuk yang tak dapat dipisahkan). PRINSIP DASAR KOMUNIKASI Kata komunikasi atau communication dalam bahasa Inggris, berasal dari bahasa latin communicare yang berarti membagi sesuatu dengan seseorang, memberikan sebagian untuk seseorang, tukar-menukar, memberitahukan sesuatu kepada seseorang, bercakap-cakap, bertukarpikiran, berhubungan, dan berteman (Esti, 2017: 07). Jadi, komunikasi adalah suatu proses dalam penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan dengan media tertentu yang berguna untuk membuat pemahaman yang sama diantara mereka, informasi yang disampaikan dapat memberikan efek tertentu kepada komunikan. Komunikasi merupakan suatu proses yang di dalamnya terdapat berbagai komponen sebagai berikut (Esti, 2017: 08). 1) Sumber (source)/komunikator: pihak yang berinisiatif atau berkebutuhan untuk berkomunikasi. Pihak sumber memiliki gagasan yang akan disampaikan kepada penerima. Gagasan diubah menjadi pesan melalui proses encoding, yaitu proses mengubah gagasan menjadi simbol-simbol yang umum (kata, bahasa, tanda, gambar, dst.) sehingga dapat dipahami oleh penerima. 2) Pesan (message): hal-hal yang bersifat verbal dan/atau nonverbal yang mewakili perasaan, pikiran, keinginan atau maksud sumber. 3) Saluran/media (channel): alat/wahana yang digunakan sumber untuk menyampaikan pesan kepada penerima. 4) Penerima (receiver)/komunikan: orang yang menerima pesan dari sumber. Penerima pesan ini menerjemahkan/menafsirkan seperangkat simbol verbal dan/atau nonverbal yang diterima untuk menjadi gagasan yang dapat dipahami. Proses itu disebut decoding. 5) Efek (effect): apa yang terjadi pada penerima setelah menerima pesan tersebut. Jenis-jenis komunikasi, yakni: 1) Komunikasi Verbal Komunikasi verbal merupakan cara manusia dalam menyampaikan informasi atau berkomunikasi dengan menggunakan aspek bahasa (Nunung, Indari Prasetya Ning Tyas/KKDKV/Fase F/TP 2023_2024 - 20
2020). Komunikasi verbal meliputi komunikasi lisan dan tertulis. Contoh komunikasi verbal lisan: orang yang sedang berinteraksi atau berbincang menggunakan perantara media atau telepon genggam, orang yang sedang berbincang di suasana rapat, dll. Contoh komunikasi verbal tulisan seperti mengirim email, saling chating, dll. 2) Komunikasi Nonverbal Komunikasi nonverbal merupakan cara manusia dalam berkomunikasi tanpa menggunakan aspek bahasa (Nunung, 2020). Komunikasi nonverbal menggunakan bahasa tubuh, gerak tubuh, dan ekspresi wajah untuk menyampaikan informasi kepada orang lain. Contoh komunikasi nonverbal: ekpresi wajah yang takut menandakan seseorang itu sedang takut, bahasa tubuh orang yang sedang mengerutkan dahinya menandakan seseorang itu sedang kesal atau marah, sentuhan orang yang sedang tertawa spontan, maka tak sengaja lawan bicaranya menepuk bahunya menandakan lawan bicara tersebut merasa dihargai, penampilan contohnya dari gaya rambut, berpakaian hingga cara make up. 3) Komunikasi Visual Komunikasi visual adalah sebuah proses penyampaian suatu informasi menggunakan media penggambaran seperti foto, video, bagan, dan grafik. Berkomunikasi melalui media, tidak semua masyarakat dapat dijadikan sasaran iklan, karena desain memiliki karakter, warna, isi, gaya yang disesuaikan dengan segmentasi pasarnya. Desainer harus menciptakan desain yang sesuai dengan strata sosial, ekonomi, pendidikan, gaya hidup, budaya, seni dan lainnya agar desain akan mencapai sasaran dengan efektif dan efisien. Peran unsur-unsur visual yang dirancang merupakan tanda dan simbol komunikasi yang memiliki kekuatan untuk mempengaruhi orang yang melihat atau membaca. Tanda ini sengaja dibuat agar orang mau menerima dan mengikuti pesannya baik langsung maupun tidak langsung yaitu melalui tahapan-tahapan tertentu. Di dalam proses komunikasi tahapan ini dikenal dengan singkatan “AIDCA” (Freddy, 2017: 11-12). 1) Attention (perhatian), adalah tahapan pertama dalam komunikasi dimana seseorang ketika melihat sesuatu obyek termasuk ketika melihat desain iklan, perhatian baru tertuju pada sasarannya. Perhatian ini disebabkan oleh ada salah satu atau beberapa unsur yang ada di dalam obyek tersebut membuat seseorang menoleh, menengok, melihat, istilah lain terperangah dan memandanginya. 2) Interest (daya tarik), adalah tahapan komunikasi kedua, dimana obyek yang dilihat menciptakan daya tarik lebih daripada hanya sekedar menengok. Daya tarik disini bukan sekedar perhatian tetapi lebih lanjut untuk mendatangi, mendekat, memegang, memilih dan mencoba. 3) Desire (keinginan), adalah tahapan ketiga dimana seseorang mulai berminat untuk melakukan sesuatu, seperti menanyakan harga, kualitas bahan, produksi dari mana, merek, motif dan warna. 4) Conviction (keyakinan), adalah tahapan keempat dalam komunikasi, dimana seseorang telah terpengaruh lebih dalam lagi untuk mengambil kepastian. Keyakinan setelah melalui tahapan sebelumnya disebabkan adanya unsur unsur dalam obyek atau desain iklan tersebut memiliki kriteria yang sesuai dengan yang dimiliki, mungkin dari bentuk, warna, dana, formulasi, bahan, fungsi, manfaat dan mungkin dari aspek prestise (harga diri). Indari Prasetya Ning Tyas/KKDKV/Fase F/TP 2023_2024 - 21
5) Action (keputusan), adalah tahapan terakhir seseorang mengambil keputusan untuk membeli obyek atau barang tersebut mungkin sekedar hiasan atau benar-benar dari aspek fungsionalnya. Jadi setiap orang bila melihat sebuah barang, produk atau desain iklan khususnya maka proses komunikasi yang dijalankan selalu mempertimbangkan beberapa fisikalnya, sehingga tidak semua barang komunikasinya diproses secara cepat, artinya seseorang perhatiannya tidak langsung lompat dari tahap pertama menuju ketahap kelima yaitu langsung membeli barang. Glosarium Komposisi : Penggabungan dari banyak bagian menjadi suatu bentuk yang serasi. Komunikasi : Proses penyampaian pesan dari komunikator kepada nkomunikan dengan media tertentu untuk membuat pemahaman yang sama diantara mereka sehingga informasi Indari Prasetya Ning Tyas/KKDKV/Fase F/TP 2023_2024 - 22
yang disampaikan dapat memberikan efek tertentu kepada komunikan. Mendesain : Hasil penyusunan pengalaman visual dan emosional dengan memerhatikan elemen-elemen dan prinsip- prinsip desain dalam satu kesatuan komposisi. Visual : Dapat dilihat dengan indra penglihat (mata). DAFTAR PUSTAKA a. Adiono, F. 2017. Karya Desain Komunikasi Visual: Kompetensi Profesional Kelompok Kompetensi J. Jakarta: Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Indari Prasetya Ning Tyas/KKDKV/Fase F/TP 2023_2024 - 23
b. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan. 2016. Pengantar Desain Grafis. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. c. Link Video Youtube https://www.youtube.com/watch?v=3jyO-SA6K1A https://www.youtube.com/watch?v=3jyO-SA6K1A d. Link Materi https://files1.simpkb.id/guruberbagi/rpp/607514-1673362730.pdf https://purwadhika.com/blog/definisi-desain-visual-adalah-penjelasan-prinsip-dan-jenisnya Indari Prasetya Ning Tyas/KKDKV/Fase F/TP 2023_2024 - 24
Nama Guru/Mata Pelajaran/Fase .../TP 2023_2024 - 25
YAYASAN PEGURUAN ISLAM REPUBLIK INDONESIA SMK KESATRIAN PURWOKERTO TERAKREDITASI “A” Jl. Kesatrian No. 62 Telp/fax (0281) 636122 Purwokerto 53115 Website: smkkesatrianpwt.sch.id, Email: [email protected] TEKNIK AUDIO VIDEO●TEKNIK KENDARAAN RINGAN● DESAIN KOMUNIKASI VISUAL● TEKNIK SEPEDA MOTOR● TEKNIK JARINGAN KOMPUTER DAN TELEKOMUNIKASI MODUL AJAR KONSENTRASI KEAHLIAN DESAIN KOMUNIKASI VISUAL TAHUN PELAJARAN 2023/2024 I. INFORMASI UMUM : A. Identitas Penulis Modul Nama Sekolah : SMK Kesatrian Purwokerto Nama Penyusun : Indari Prasetya Ning Tyas, S.Kom Fase/ Kelas : F / XI Semester : Gasal Alokasi Waktu : 810 menit ( 2 pertemuan @18 x 45menit) Elemen : Prinsip Dasar Desain dan Komunikasi Capaian Pembelajaran : Pada fase F, peserta didik mampu mengaplikasikan prinsip-prinsip dalam merancang visual, di antaranya: unity (kesatuan), balance (keseimbangan), composition (komposisi), proportion (proporsi), rhythm (irama), emphasis (penekanan), simplicity (kesederhanaan), clarity (kejelasan), space (ruang). Peserta didik mampu memahami dan menerapkan peran komunikator, komunikan dan media komunikasi dalam perancangan komunikasi visual,melakukan pembiasaan kerja sesuai Prosedur Opersional Standar (POS) II. KOMPONEN INTI : A. Tujuan Pembelajaran Menerapkan prinsip komunikasi dalam perancangan komunikasi visual B. Indikator Tujuan Pembelajaran 1. Mampu menjelaskan konsep komunikator, komunikan dan media komunikasi dalam perancangan komunikasi 2. Mampu menerapkan prinsip komunikasi C. Kegiatan Pembelajaran KEGIATAN PEMBELAJARAN Pertemuan 1 Tahapan Kegiatan Alokasi Waktu Pendahuluan Guru memberikan salam Guru meminta salah satu peserta didik untuk memimpin berdoa dan melakukan SOP awal pembelajaran berupa: - Membaca 5 ayat Al Quran bagi peserta didik yang beragam Islam, dan membaca Kitab Suci bagi peserta didik yang beragama non muslim (CRT= Cultural Responsible Teaching) - Mengucapkan Safety Commitment dan yel-yel SMK Kesatrian Purwokerto - Melakukan 5S di ruang kelas 15 menit
KEGIATAN PEMBELAJARAN Pertemuan 1 Tahapan Kegiatan Alokasi Waktu Guru melakukan presensi Guru sebagai berikut : memberikan pertanyaan pemantik 1. Apa yang kalian ketahui tentang komunikasi ? 2. Apa yang kalian ketahui tentang perancangan komunikasi visual ? Apersepsi Guru memberikan apersepsi tentang materi konsep komunikator, komunikan dan media komunikasi dalam perancangan komunikasi, serta kaitan dengan materi-materi sebelumnya yaitu sejarah desain dan pengertian desain Motivasi Setelah mempelajari materi, maka peserta didik dapat memiliki pemahaman bahwa komunikasi memiliki peranan penting dalam perancangan desain visual. Kegiatan Inti 1. Peserta didik memperhatikan tayangan singkat di layar menggunakan laptop dan infocus (media pembelajaran/TPACK) lanjutan dari tayangan prinsip desain visual sambil sesekali memberikan tanggapan dan guru memberikan penguatan. Berikut link tayangan konsep komunikator, komunikan dan media komunikasi dalam perancangan komunikasi : https://www.youtube.com/watch?v=BxWTZm8ZXQw (daftar pustaka) 2. Peserta didik diminta untuk browsing materi tentang konsep komunikator, komunikan dan media komunikasi dalam perancangan komunikasi dengan menggunakan HP (media pembelajaran/TPACK) masing-masing 3. Peserta didik dibagi menjadi 9 kelompok setiap kelompok berisi 4 siswa diskusi sebagaimana tercantum dalam LKPD 1 (Dimensi P3 kreatif : mengeksplorasi dan mengekspresikan pikiran dan/atau perasaannya dalam bentuk karya dan/atau tindakan, serta mengevaluasinya dan mempertimbangkan dampak dan resikonya bagi diri dan lingkungannya) 4. Hasil diskusi kelompok dituangkan dalam bentuk video kemudian ditayangkan didepan kelompok lain dengan menyampaikan tanggapan dalam bentuk pertanyaan, masukan ataupun sanggahan 5. Peserta didik membuat laporan hasil diskusi dengan menyertakan foto karya/hasil diskusi dalam bentuk deskripsi, PPT atau animasi (media pembelajaran/TPACK), kemudian dipresentasikan di depan kelas secara bergiliran, sementara kelompok lain memberikan tanggapan 195 menit Penutup Peserta didik diminta menyimpulkan keseluruhan materi dan guru memberikan penguatan dilanjutkan dengan penyampaian refleksi antar peserta didik dan kepada guru terkait penyampaian materi apakah menyenangkan, 30 menit
KEGIATAN PEMBELAJARAN Pertemuan 1 Tahapan Kegiatan Alokasi Waktu materi yang dibahas apakah sudah dipahami, apakah semua peserta didik paham, siapa saja yang belum paham, adakah materi yang susah dipahami, materi mana yang perlu diperbaiki ? Peserta didik mendengarkan pesan dari guru tentang materi yang harus disiapkan untuk pertemuan selanjutnya Guru meminta salah satu peserta didik untuk memimpin SOP akhir pembelajaran Pembelajaran ditutup dengan membersihkan dan merapikan ruang kelas (5S), dilanjutkan dengan doa dan salam penutup. KEGIATAN PEMBELAJARAN Pertemuan 2 Tahapan Kegiatan Alokasi Waktu Pendahuluan Guru memberikan salam Guru meminta salah satu peserta didik untuk memimpin berdoa dan melakukan SOP awal pembelajaran berupa: - Membaca 5 ayat Al Quran bagi peserta didik yang beragam Islam, dan membaca Kitab Suci bagi peserta didik yang beragama non muslim (CRT= Cultural Responsible Teaching) - Mengucapkan Safety Commitment dan yel-yel SMK Kesatrian Purwokerto - Melakukan 5S di ruang kelas Guru melakukan presensi Guru sebagai berikut : memberikan pertanyaan pemantik 1. Menurut kalian apa itu prinsip komunikasi visual ? Apersepsi Guru memberikan apersepsi tentang materi menerapkan prinsip komunikasi, serta kaitan dengan materi-materi sebelumnya yaitu konsep komunikator, komunikan dan media komunikasi dalam perancangan komunikasi Motivasi Setelah mempelajari materi, maka peserta didik dapat memiliki pemahaman bahwa dalam proses perancangan visual perlu penerapan prinsip komunikasi agar desain dapat tersampaikan dengan baik. 15 menit Kegiatan Inti 6. Peserta didik memperhatikan tayangan singkat di layar menggunakan laptop dan infocus (media pembelajaran/TPACK) lanjutan dari tayangan prinsip desain visual sambil sesekali memberikan tanggapan dan guru memberikan penguatan. Berikut link tayangan prinsip komunikasi visual : https://www.youtube.com/watch?v=b0-ltdOnnlQ dan https://www.youtube.com/watch?v=D0I84OPsI5Q (daftar pustaka) 195 menit
KEGIATAN PEMBELAJARAN Pertemuan 2 Tahapan Kegiatan Alokasi Waktu 7. Peserta didik diminta untuk browsing materi tentang menerapkan prinsip komunikasi dengan menggunakan HP (media pembelajaran/TPACK) masing-masing 8. Peserta didik dibagi menjadi 9 kelompok setiap kelompok berisi 4 siswa diskusi sebagaimana tercantum dalam LKPD 2 (Dimensi P3 kreatif : mengeksplorasi dan mengekspresikan pikiran dan/atau perasaannya dalam bentuk karya dan/atau tindakan, serta mengevaluasinya dan mempertimbangkan dampak dan resikonya bagi diri dan lingkungannya) 9. Hasil diskusi kelompok dituangkan dalam bentuk video kemudian ditayangkan didepan kelompok lain dengan menyampaikan tanggapan dalam bentuk pertanyaan, masukan ataupun sanggahan 10. Peserta didik membuat laporan hasil diskusi dengan menyertakan foto karya/hasil diskusi dalam bentuk deskripsi, PPT atau animasi (media pembelajaran/TPACK), kemudian dipresentasikan di depan kelas secara bergiliran, sementara kelompok lain memberikan tanggapan Penutup 1. Peserta didik diminta menyimpulkan keseluruhan materi dan guru memberikan penguatan dilanjutkan dengan penyampaian refleksi antar peserta didik dan kepada guru terkait penyampaian materi apakah menyenangkan, materi yang dibahas apakah sudah dipahami, apakah semua peserta didik paham, siapa saja yang belum paham, adakah materi yang susah dipahami, materi mana yang perlu diperbaiki ? 2. Peserta didik mendengarkan pesan dari guru tentang materi yang harus disiapkan untuk pertemuan selanjutnya 3. Guru meminta salah satu peserta didik untuk memimpin SOP akhir pembelajaran 4. Pembelajaran ditutup dengan membersihkan dan merapikan ruang kelas (5S), dilanjutkan dengan doa dan salam penutup. 30 menit D. Asesmen a. Asesmen Awal Non Kognitif : memberikan pertanyaan kepada siswa tentang dukungan yang diperlukan supaya dapat berkembang dalam tahap capaian pembelajaran ini. Pilihlah satu jawaban yang sesuai dengan kondisimu pada saat ini! 1. Gambar dibawah ini manakah yang mewakili perasaanmu saat ini? 2. Berilah skor 1 bila jawabanmu “YA” dan 0 bila “TIDAK” pada kotak di belakangnya ! No Pernyataan skor
1. Saya lebih suka banyak ilustrasi (gambar-gambar) saat belajar 2. Saya lebih mudah memahami pelajaran dengan bentuk ilustrasi gambar 3. Saya sangat menyukai obyek yang warna warni 4. Saya sering mengantuk dan susah focus kalau guru menerangkan atau berbicara 5. Saya lebih mudah mengingat materi tayangan film / video dari pada penjelasan guru 6. Saya lebih mudah mengingat dari penjelasan atau pemapaparan guru 7. Saya lebih mudah hafal apabila diucapkan berulangkali 8. Saya lebih nyaman melafalkan dengan keras saat belajar 9. Saya merasa asik kalau mendengarkan orang yang sedang berbicara 10. Saya lebih mudah belajar melalui praktik dari pada mendengarkan Klasifikasi diagnostik : 1 - 5 : lebih banyak YA, bermakna bahwa siswa tersebut type Visual 6- 10 : lebih banyak YA, bermakna bahwa siswa tersebut type Audial b. Asesmen Formatif Memantau perkembangan siswa dalam mengerjakan tugas Observasi diskusi sesuai LKPD 3 dan LKPD 4 c. Asesmen akhir (sumatif) Penilaian produk (portofolio), dengan kriteria penilaian : kesesuaian gambar, waktu pengerjaan gambar Observasi desain dan proses pembuatannya dari salah satu video dan dipandu dengan LKPD 3 E. LAMPIRAN 1. Lembar Kerja Peserta Didik Kegiatan 1 : a) Petunjuk Kerja : - Buat kelompok yang terdiri dari 3-4 orang - Siapkan software Power Point b) Lembar Kerja Paparkan dan berikan contoh terkait dengan konsep komunikator, komunikan dan media komunikasi dalam perancangan komunikasi 1.Displin 2.Memiliki komitmen tinggi 3.Jujur 4.Kreatif dan Inovatif Kerjakan bersama kelompoknya di Power Point kemudian dipresentasikan. c) Rubrik Penilaian Sikap Indikator Aspek Pengamatan Skor Disiplin Hadir tepat waktu 3, Jika ketiga aspek dilakukan Pengumpulan tugas tepatwaktu 2, Jika Dua aspek dilakukan
Tertib mengikuti pelajaran 1, Jika satu aspek dilakukan Tanggung Jawab Mengerjakan tugas dengan sungguh-sungguh 3, Jika ketiga aspek dilakukan Mengakui kesalahan 2, Jika Dua aspek dilakukan Selalu melaksanakan amanat atau perintah 1, Jika satu aspek dilakukan Nilai Sikap : 3=Baik, 2=Cukup dan 1 =Kurang Lembar Penilaian Sikap Hari/Tanggal : No. Nama Kelas Disiplin Tanggung Jawab 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20
d) Rubrik Penilaian Presentasi Kelompok Nama Kelompok : Waktu Presentasi : Materi : Anggota : No Kriteria Penilaian Kurang ( 20-39) Cukup 40-59 Baik 60-79 Sangat Baik 80-100 1 Penguasaaan Materi 2 Alat Peraga & Power Point 3 Kekompakan Pembagian Kerja 4 Pernyampaian Kegiatan 2 : LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK Kegiatan 2 : a. Petunjuk Kerja : - Buat kelompok yang terdiri dari 3-4 orang - Siapkan aplikasi editing video b. Lembar Kerja Paparkan dan peragakan penerapan prinsip komunikasi dalam perancangan desain komunikasi visual. Bagaimana konsep komunikator, komunikan dan media komunikasi dalam perancangan komunikasi, kemudian record proses penerapannya dan edit dengan menggunakan aplikasi editing video. Kerjakan bersama kelompok dan hasilnya ditampilkan dengan menggunakan LCD proyektor kemudian dipresentasikan. c. Rubrik Penilaian Sikap Indikator Aspek Pengamatan Skor Disiplin Hadir tepat waktu 3, Jika ketiga aspek dilakukan Pengumpulan tugas tepat waktu 2, Jika Dua aspek dilakukan Tertib mengikuti pelajaran 1, Jika satu aspek dilakukan Tanggung Jawab Mengerjakan tugas dengan sungguh-sungguh 3, Jika ketiga aspek dilakukan Mengakui kesalahan 2, Jika Dua aspek dilakukan Selalu melaksanakan amanat atau perintah 1, Jika satu aspek dilakukan Nilai Sikap : 3=Baik, 2=Cukup dan 1 =Kurang
Lembar Penilaian Sikap Hari/Tanggal : No. Nama Kls Disiplin Tanggung Jawab 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36
9 RUBRIK PENILAIAN 1. Asesmen Proses No Kelompok Keterbacaan Materi Karya berupa Peta Konsep Kreativitas Laporan Diskusi Presentasi Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk 2. Asesmen Akhir Nama Siswa: No KKTP KETERCAPAIAN Kurang kompeten (71-80) Cukup Kompeten (81-90) Sangat Kompeten (91-100) 1 Menjelaskan konsep komunikator 2 Menjelaskan konsep komunikan 3 Menjelaskan konsep media komunikasi 4 Menjelaskan prinsip komunikasi visual 5 Menerapkan prinsip komunikasi dalam perancangan visual Profil Pelajar Pancasila No Dimensi Kreatif-Sub Elemen Mulai Berkemba ng Sedang Berkemb ang Berkemb ang Sesuai Harapan Sangat Berkemb ang 1 Mengeksplorasi dan mengekspresikan pikiran dan/atau perasaannya dalam bentuk karya dan/atau tindakan, serta mengevaluasinya dan mempertimbangkan dampak dan risikonya bagi diri dan lingkungannya
10 2 Menghasilkan gagasan yang beragam untuk mengekspresikan pikiran dan/atau perasaannya, menilai gagasannya, serta memikirkan segala risikonya dengan mempertimbangkan banyak perspektif seperti etika dan nilai kemanusiaan ketika gagasannya direalisasikan 2. Pengayaan dan Remedial Ketuntasan proses pembelajaran dapat ditunjukkan dengan pencapaian kompetensi yang telah ditetapkan berdasarkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Peserta didik yang belum mencapai batas Kriteria Ketuntasan Minimal yang telah ditetapkan maka dapat dikatakan Peserta didik tersebut belum mencapai ketuntasan. Pokok bahasan atau materi yang belum mencapai batas KKM harus dianalisis serta dilaksanakan program pendalaman materi dan selanjutnya diadakan program remedial atau perbaikan. Pada prinsipnya program remedial atau perbaikan dilaksanakan untuk menuntaskan tujuan pembelajaran yang belum dicapai Peserta didik. 3. Bahan Bacaan Pendidik dan Peserta Didik STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL 1. Strategi Perancangan Saat ini media informasi yang membahas tentang kuliner dan tempat makan di kota Bandung sudah cukup banyak, akan tetapi pengelolaan dan publikasi yang membahas informasi terkait restoran – restoran yang berada di kota Bandung masih kurang. Hal ini menjadi faktor utama apabila restoran yang berada di kota Bandung dijadikan penunjang wisata. Untuk mencapai hal tersebut perlu adanya strategi perancangan dengan ide-ide kreatif dan inovatif agar informasi yang disampaikan tepat kepada target audience. 2. Pendekatan Komunikasi Komunikasi merupakan proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan. Supaya pesan yang disampaikan dimengerti dan dipahami oleh target audience, maka dibutuhkan pendekatan komunikasi yang tepat. Pendekatan dan perumusan pesan dalam perancangan media informasi ini adalah dengan melakukan pendekatan secara rasional, moral dan emosional. Pendekatan rasional yang dimaksud adalah proses pemecahan masalah yang berhubungan erat berdasarkan fakta yang didapat, sedangkan moral erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari dimana sesuatu dikatakan baik atau buruk. Pendekatan emosional merupakan pendekatan yang lebih menekankan pada perasaan emosi. 3. Pendekatan Visual Pada prinsipnya desain komunikasi visual adalah perancangan untuk menyampaikan pola pikir dari penyampaian pesan kepada penerima pesan, berupa bentuk visual yang komunikatif, efektif, efisien dan tepat. terpola dan terpadu serta estetis, melalui media tertentu sehingga dapat mengubah sikap positif sasaran. elemen desain komunikasi visual adalah gambar / foto, huruf, warna dan tata letak dalam berbagai media. baik
11 media cetak, massa, elektronika maupun audio visual. Pendekatan visual yang digunakan dalam media informasi ini adalah dengan menerapkan tekhnologi sebagai media utamanya dan penyampaian elemen grafis sebagai pesan yang efektif, efisien dan komunikatif. Menggunakan gaya visual yang modern, supaya isi dari media informasi bersifat tidak kaku dan kuno. Dengan kata lain, bertujuan agar target audience tidak merasa bosan. 4. Pendekatan Verbal Dalam perancangan media informasi ini diperlukan perpaduan yang tepat antara pendekatan visual dan verbal. Hal ini dilakukan agar pesan yang disampaikan mudah diterima oleh target audience. Penggunaan bahasa yang digunakan pada perancangan media informasi ini adalah bahasa Indonesia, Inggris baku dan non baku. Karena melihat psikografis target audience yang terpengaruh modernisasi dari lingkungan, sehingga pada jaman sekarang banyak diantara target audience menggunakan bahasa non-formal. 5. Strategi Kreatif Strategi kreatif merupakan suatu istilah yang memiliki beberapa arti sangat tergantung dari mana dan siapa yang melihatnya. Namun, dari segi manapun strategi kreatif dilihat sebaiknya terlepas dari strategi pemasaran secara keseluruhan. Untuk pencapaian yang maksimal dalam perancangan media informasi ini, maka diperlukan proses kreatif dan efektif. Melihat hal tersebut maka diperlukan 5W + 1H untuk mengatasi dari sebuah rancangan yang akan diterapkan kedalam media informasi restoran sebagai penunjang wisata kota Bandung. 1. What Media untuk memberikan informasi seputar keberadaan restoran – restoran yang berada di kota Bandung berdasarkan sub-wilayah kota Bandung. 2. Who Wisatawan yang berkunjung ataupun yang tinggal di Bandung. 3. Why Keterbatasan media informasi yang membahas tentang restoran – restoran yang berada dikota Bandung, baik itu secara media online maupun offline. 4. Where Media informasi akan diterapkan pada sebuah media online sehingga para wisatawan dapat mengaksesnya dengan mudah. 5. When Media informasi restoran-restoran yang berada di kota Bandung, dapat diakses kapan saja apabila wisatawan terkoneksi dengan jaringan internet. 6. How Perancangan media informasi bersifat situs website sebagai media utamanya dan didukung dengan beberapa media pendukung, sebagai penunjang informasi pada media utama. 6. Strategi Media Perencanaan media meliputi proses penyusunan rencana penjadwalan yang
12 menunjukan bagaimana waktu dan ruang periklanan akan mencapai tujuan pemasaran. Oleh karena itu, strategi media sebenarnya dikembangkan dari strategi periklanan yang lebih umum. Strategi dalam perancangan media informasi restoran sebagai penunjang wisata kota Bandung ini meliputi, media utama dan pendukung. Media utama yang dimaksud berisikan tentang seluruh informasi yang terkait dalam restoran – restoran di kota Bandung, sedangkan media pendukung adalah media yang bersifat melengkapi atau menunjang media utama. 1. Media Utama Media utama sebagai media yang dapat memberikan informasi kepada target audience. Media yang dijadikan dalam Perancangan Media Informasi Restoran Sebagai Penunjang Wisata Kota Bandung ini adalah berupa website. Website adalah kumpulan dari halaman-halaman situs, yang terangkum dalam sebuah domain atau subdomain, yang tempatnya berada didalam World Wide Web (WWW) didalam internet. Website mampu menyampaikan pesan berupa teks, gambar, suara maupun video interaktif melalui media komputer atau perangkat elektronik lainnya. Sehingga media ini mudah diakses dimanapun dan kapanpun dengan didukung jaringan internet. 2. Media Pendukung 1. Media Sosial Facebook dan Twitter sebagai media yang tingkat penggunanya masih tinggi sampai saat ini, merupakan salah satu solusi untuk menarik target audience. Didalam media sosial ini dapat berinteraksi secara tidak langsung kepada para wisatawan yang ingin mengetahui informasi tentang restoran-restoran yang berada di kota Bandung. 2. Poster Poster atau plakat adalah karya seni atau desain grafis yang memuat komposisi gambar dan huruf di atas kertas berukuran besar. Pengaplikasiannya dengan ditempel di dinding atau permukaan datar lainnya dengan sifat mencari perhatian mata sekuat mungkin. Karena itu poster biasanya dibuat dengan warna-warna kontras dan kuat. 3. Flag Chain Flag chain adalah media iklan berbentuk bendera dengan ukuran kecil yang dibuat dari bahan plastik, kertas atau bahan yang sejenis yang menampilkan gambar produk, merk, slogan, atau gabungan dari semua itu.
13 4. Flyer Selebaran/flyer adalah bentuk sederhana dari brosur. Yang membedakannya dengan brosur adalah isi atau tema yang ada dalam disainnya. Brosur biasanya hanya menonjolkan kelebihan utama sebuah produk. Sedangkan selebaran/flyer biasanya berisi tentang program khusus yang sifatnya sementara (temporary). 5. X-Banner Media yang digunakan untuk menyampaikan informasi, berbentuk banner dengan konstruksi penyangga berbentuk "X" sehingga banner bisa berdiri sendiri. 6. Sticker Secara umum sticker merupakan media kertas yang terlapisi plastik beserta perekatnya untuk bisa diletakkan disemua wadah mendatar sesuai keinginan. Kegunaan pun sangat beragam, karena tingkat fleksibilitas yang tinggi serta memiliki keunikan sendiri sebagai sebuah media untuk mengenal sebuah produk / jasa ataupun hanya sebagai penghias keindahan. 7. Strategi Distribusi Strategi distribusi merupakan suatu proses perencanaan penyaluran suatu barang atau jasa sehingga dapat menjangkau sasarannya. Pendistribusian awal akan dilakukan dengan peluncuran media utama, yaitu website dan kemudian dilanjutkan dengan media pendukung sebagai penyampaian pesan untuk menunjang informasi pada media utama. Flag Chain Dengan memanfaatkan acara Festival yang bertajuk kuliner, flag chain akan diterapkan sebagai dekorasi acara tersebut. Flyer Dengan memanfaatkan acara festival yang bertajuk kuliner, flyer akan dibagikan kepada pengunjung acara tersebut. X - Banner Dengan memanfaatkan acara Festival yang bertajuk kuliner, X banner akan ditempatkan di berbagai sudut acara tersebut. Sticker Dengan memanfaatkan acara festival yang bertajuk kuliner, sticker akan dibagikan kepada pengunjung acara tersebut. Tabel III.1 Tabel Distribusi Media Agustus September Minggu Minggu 1 2 3 4 1 2 3 4 Website Media Sosial
14 Poster Flag Chain Flyer X - Banner Sticker Tabel III.2 Jadwal Pendistribusian Media • Konsep Visual Visual merupakan salah satu cara mengorganisasikan pemikiran dan meningkatkan kemampuan berpikir dan komunikasi, maka dari itu perlu adanya konsep sebagai suatu rancangan yang dapat mendukung terjadinya komunikasi, sehingga informasi yang disampaikan dapat diterima oleh audience. Konsep visual perancangan website sebagai salah satu media informasi restoran sebagai penunjang wisata kota Bandung, antara lain dengan menggunakan beberapa gaya visual yang simple namun terkesan modern. Mengingat penggunaan gaya desain website yang flat atau datar (UI Kit) sedang populer pada belakangan ini. Kombinasi warna – warna cerah dan penggunaan tipografi yang eksotik dapat mendukung rancangan website ini, mengingat isi dari website menginformasikan profil restoran – restoran yang berada di kota Bandung sehingga berkaitan langsung dengan berwisata kuliner. Gambar III.1 Logo website • Sistem Navigasi Adapun sistem navigasi yang merupakan bagian dari rancangan website Bandung Resto:
15 Gambar III.2 Sistem Navigasi website • Format Desain Format desain yang akan dipakai untuk perancangan website, menggunakan kertas landscap, dengan ukuran kertas width= 1024 px dan height= - px dan resolusi yang digunakan adalah 100 pixel/inch • Tata Letak (layout) Sebuah layout dapat bekerja dan mencapai tujuannya bila pesan-pesan yang akan disampaikan dapat segera ditangkap dan dipahamin oleh pengguna dengan suatu cara tertentu. Layout merupakan proses penataan dan pengaturan teks beserta elemen – elemen visual lainnya dalam suatu bidang media tertentu untuk mendukung konsep atau pesan yang disampaikan. Maka pada perancangan media website ini, layout yang akan dirancang bersifat dominative. Yaitu logo, simbol dan visual lainnya ditempatkan pada halaman web dengan ukuran besar, sehingga faktor perhatian utama menarik. Gambar III.3 Layout website
• Tipografi Jenis font yang digunakan pada perancangan media informasi restoran sebagai penunjang wisata kota Bandung, menggunakan jenis font serif . Karena pada website ini berisikan tentang informasi dan artikel – artikel sehingga tingkat keterbacaannya terjaga. 1. Century Ghotic ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ abcdefghijklmnopqrstuvwxyz 2. ITC Avant Garde Ghotic Pro ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ abcdefghijklmnopqrstuvwxyz 3. Coventry Garden ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ abcdefghijklmnopqrstuvwxyz • Illustrasi Ilustrasi yang dipakai bersifat penambahan, untuk mengoptimalkan tampilan website, sehingga tampilan website tidak terlalu kosong. Pada [erancangan website ini akan menggunakan ilustrasi yang bersifat flat karena disesuaikan dengan konsep perancangan. Gambar III.4 Contoh gambar ilustrasi yang bersifat datar atau flat Sumber: http://media02.hongkiat.com/flat-design-resources/pixeden-flat-websiteicons-vol1- preview.jpg?new (11 November 2013) • Warna Warna memiliki peran dalam menciptakan suasana pembelian, memperkuat image produk, serta peningkatan citra bisnis. Warna merupakan pelengkap dalam gambar dan mewakili sisi psikologis manusia. Penggunaan dan pemilihan warna yang tepat dapat memberikan kesan yang baik pula. Oleh karena itu pemilihan warna pada perancangan website yang akan dibuat menyesuaikan dengan karakter dari target audience, sehingga pesan atau informasi yang terdapat dalam website tersampaikan dengan baik. Gambar III.5 Penggunaan warna pada website. Penggunaan warna - warna diatas bermaksud agar target audience merasa nyaman terhadap tampilan website, karena sifat website yang memberikan informasi dan berisi artikel – artikel. Diharapkan dengan penggunaan warna tersebut dapat memberikan efek nyaman ketika target audience berada dalam website. (https://elib.unikom.ac.id/files/disk1/694/jbptunikompp-gdl-endrianpra-34662-10- unikom_e-i.pdf) Indari Prasetya Ning Tyas/KKDKV/Fase F/TP 2023_2024 - 16
4. Refleksi Peserta Didik dan Pendidik Refleksi Peserta Didik 1. Apakah sudah tergambar tentang elemen dalam merancang desain visual ? 2. Apakah sudah tergambar tentang prinsip-prinsip dalam merancang desain visual ? Refleksi Pendidik 1. Apakah metode yang digunakan untuk mencapai tujuan aktifitas telah sesuai ? 2. Apakah aktifitas materi telah berjalan sesuai dengan alur ? 3. Apa kendala dan hambatan dalam melaksanakan aktifitas materi ini? 4. Apakah pesan dimensi profil pelajar Pancasila sudah tercapai ? BAHAN BACAAN 1. PRINSIP PERANCANGAN VISUAL A. Komposisi (Composition) Merancang/mendesain pada dasarnya adalah hasil penyusunan pengalaman visual dan emosional dengan memperhatikan elemen-elemen dan prinsip-prinsip desain yang dituangkan dalam satu kesatuan komposisi yang mantap. Komposisi = Composition = Componere (asal kata dari bahasa Latin), yang artinya penggabungan. Pada dasarnya, suatu komposisi merupakan penggabungan dari banyak bagian menjadi suatu bentuk yang serasi. Definisi umum: Suatu susunan unsur desain yang digunakan dalam perencanaan komposisi, yang ditata/di-layout secara serasi/harmony dengan berlandaskan prinsip-prinsip desain sehingga tercapai kesatuan antara unsurunsur desain (total organization). Komposisi sebagai pedoman dasar/arahan umum/wacana berpikir awal ini mampu mencapai rancangan bentuk abstrak, alamiah, nonobjektif, ornamental, ataupun struktural. Dalam menyusun unsur-unsur untuk membuat suatu karya rancang harus mengetahui/memperhatikan 4 dasar pokok prinsip seni dan desain berikut ini. Prinsip-prinsip ini patut dipahami, untuk mendapatkan satu pandangan yang efektif (tepat guna) terhadap suatu karya seni/desain. Indari Prasetya Ning Tyas/KKDKV/Fase F/TP 2023_2024 - 17
B. Keseimbangan (Balance) Keseimbangan dapat dicapai dengan menampilkan unsur-unsur desain, seperti bentuk dan ukuran, warna, tekstur, dan sebagainyaagar unsur-unsur yang ada dikomposisikan dengan serasi, sepadan, dan memberi kesan mantap serta tepat pada tempatnya. Secara garis besar, sifat keseimbangan dibagi 2 macam, yaitu: 1) Keseimbangan Nyata (Formal Balance) 2) Keseimbangan Tak Nyata (Informal Balance) Dalam ilmu dasar desain, bentuk keseimbangan terbagi 2 macam, yaitu Simetris (symmetric) dan Asimetris (asymmetric). Prinsip Dasar: Bilamana pada dua sisi terdapat benda dengan berat dan jarak yang sama terhadap sumbu khayal/maya, pada kedua belah sisi dari sumbu khayal tersebut tampak seolah-olah berbobot sama. 1) Simetris/symmetric (Berkesan Statis) Pada umumnya, yang terjadi bersifat formal balance, tetapi bisa juga informal balance. Keseimbangan simetris terbagi dalam 2 macam, yaitu axial balance (berdasar garis sumbu), bentuk yang sama (posisi, letak, ukuran, warna, dan lain-lain) dalam 2 ruang (kiri-kanan, atas bawah sebagai garis sumbu), dan radial balance (berdasarkan titik sumbu). Keseimbangan bisa terjadi, baik secara fisik maupun secara optis. Untuk menghayatinya hanya diperlukan satu titik atau sumbu khayal, guna menentukan letak objek yang akan disusun menurut prinsip keseimbangan. Indari Prasetya Ning Tyas/KKDKV/Fase F/TP 2023_2024 - 18
2) Asimetris/asymmetric (Berkesan Dinamis) Memiliki sifat informal balance, karena bagian-bagiannya (entah itu posisinya, letaknya, ukurannya, warnanya, atau lainnya) dirancang variatif untuk pencapaian kedinamisan,. namun, memiliki kesan sama berat/seimbang. Hal ini merupakan upaya menciptakan penekanan dalam sebuah tampilan visual. Penekanan ini dilakukan untuk mengurangi unsur kejenuhan visual yang tampil dari sudut visual yang simetris. Pola asimetris ini pada hakikatnya juga menyentuh upaya aplikasi golden ratio dalam meningkatkan unsur estetika. C. Irama (Rhythm)/Gerakan Merupakan upaya memvisualisasikan unsur gerak pada media grafis yang statis. Penampilan gerak ini dilakukan untuk mendapatkan unsur dinamis dalam menambah nuansa penekanan yang informatif. Untuk itu, unsur gerak tidak selalu ditampilkan dalam visual yang ikonik, tetapi juga permainan psikologi visual yang dapat mengarahkan mata pengamat. Secara psikologi, mata manusia akan mengarah dari unsur warna yang gelap ke terang, dan/atau dari area yang kompleks ke area yang sederhana (simple). D. Perbandingan/Proporsi (Proportional) Indari Prasetya Ning Tyas/KKDKV/Fase F/TP 2023_2024 - 19
Suatu perbandingan antara suatu unsur/materi yang satu dengan yang lain, berhubungan dengan ukuran dan bentuk bidang yang akan disusun untuk menunjukkan ukuran perbandingan bagian-bagian atau keseluruhan antara serangkaian unsur yang dikomposisikan. Perbandingan merupakan salah satu prinsip yang menentukan baik-tidaknya suatu komposisi/struktur/susunan, dan seterusnya dalam mewujudkan bentuk, bisa merupakan perbandingan ukuran, perbandingan posisi, ataupun perbandingan ruang (space) yang berelasi dengan satuan ukuran: panjang, lebar, dan tinggi. Golden ratio adalah sebuah perbandingan satuan ukuran yang banyak dipakai dalam membuat sebuat karya seni dan grafis. Perbandingan ukuran ini dapat ditemukan dengan mengukur pembagian lingkar sebuah kerang, sehingga dipakai sebagai patokan ukuran proporsi yang sempurna. Seperti halnya ilustrasi Vitruvian Man milik Leonardo da Vinci, di dalamnya terdapat perbandingan golden ratio yang memperkuat asumsi kesempurnaan sebuah proporsi tubuh manusia. Saat ini perbandingan satuan ukuran yang proposional ini banyak dipakai oleh para pencipta seni, terutama yang terkait dengan pendekatan estetika manusia. E. Kesatuan (Unity)/Total Organization/Harmony Keserasian adalah prinsip desain yang diartikan sebagai keteraturan di antara unsur-unsur desain lainnya. Penggabungan elemen-elemen/ unsurIndari Prasetya Ning Tyas/KKDKV/Fase F/TP 2023_2024 - 20
unsur desain dengan memperhatikan keseimbangan, irama, perbandingan, dan semuanya dalam suatu komposisi yang utuh agar nikmat untuk dipandang. Semua hal yang membentuk suatu rancangan harus ada hubungannya satu sama lain dengan seluruh rancangan sehingga memberi kesan menjadi satu (hubungan/ikatan antara unsur-unsur yang satu dengan yang lainnya sebagai suatu bentuk yang tak dapat dipisahkan). PRINSIP DASAR KOMUNIKASI Kata komunikasi atau communication dalam bahasa Inggris, berasal dari bahasa latin communicare yang berarti membagi sesuatu dengan seseorang, memberikan sebagian untuk seseorang, tukar-menukar, memberitahukan sesuatu kepada seseorang, bercakap-cakap, bertukarpikiran, berhubungan, dan berteman (Esti, 2017: 07). Jadi, komunikasi adalah suatu proses dalam penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan dengan media tertentu yang berguna untuk membuat pemahaman yang sama diantara mereka, informasi yang disampaikan dapat memberikan efek tertentu kepada komunikan. Komunikasi merupakan suatu proses yang di dalamnya terdapat berbagai komponen sebagai berikut (Esti, 2017: 08). 1) Sumber (source)/komunikator: pihak yang berinisiatif atau berkebutuhan untuk berkomunikasi. Pihak sumber memiliki gagasan yang akan disampaikan kepada penerima. Gagasan diubah menjadi pesan melalui proses encoding, yaitu proses mengubah gagasan menjadi simbol-simbol yang umum (kata, bahasa, tanda, gambar, dst.) sehingga dapat dipahami oleh penerima. 2) Pesan (message): hal-hal yang bersifat verbal dan/atau nonverbal yang mewakili perasaan, pikiran, keinginan atau maksud sumber. 3) Saluran/media (channel): alat/wahana yang digunakan sumber untuk menyampaikan pesan kepada penerima. 4) Penerima (receiver)/komunikan: orang yang menerima pesan dari sumber. Penerima pesan ini menerjemahkan/menafsirkan seperangkat simbol verbal dan/atau nonverbal yang diterima untuk menjadi gagasan yang dapat dipahami. Proses itu disebut decoding. 5) Efek (effect): apa yang terjadi pada penerima setelah menerima pesan tersebut. Jenis-jenis komunikasi, yakni: 1) Komunikasi Verbal Komunikasi verbal merupakan cara manusia dalam menyampaikan informasi atau berkomunikasi dengan menggunakan aspek bahasa (Nunung, 2020). Komunikasi verbal meliputi komunikasi lisan dan tertulis. Contoh Indari Prasetya Ning Tyas/KKDKV/Fase F/TP 2023_2024 - 21
komunikasi verbal lisan: orang yang sedang berinteraksi atau berbincang menggunakan perantara media atau telepon genggam, orang yang sedang berbincang di suasana rapat, dll. Contoh komunikasi verbal tulisan seperti mengirim email, saling chating, dll. 2) Komunikasi Nonverbal Komunikasi nonverbal merupakan cara manusia dalam berkomunikasi tanpa menggunakan aspek bahasa (Nunung, 2020). Komunikasi nonverbal menggunakan bahasa tubuh, gerak tubuh, dan ekspresi wajah untuk menyampaikan informasi kepada orang lain. Contoh komunikasi nonverbal: ekpresi wajah yang takut menandakan seseorang itu sedang takut, bahasa tubuh orang yang sedang mengerutkan dahinya menandakan seseorang itu sedang kesal atau marah, sentuhan orang yang sedang tertawa spontan, maka tak sengaja lawan bicaranya menepuk bahunya menandakan lawan bicara tersebut merasa dihargai, penampilan contohnya dari gaya rambut, berpakaian hingga cara make up. 3) Komunikasi Visual Komunikasi visual adalah sebuah proses penyampaian suatu informasi menggunakan media penggambaran seperti foto, video, bagan, dan grafik. Berkomunikasi melalui media, tidak semua masyarakat dapat dijadikan sasaran iklan, karena desain memiliki karakter, warna, isi, gaya yang disesuaikan dengan segmentasi pasarnya. Desainer harus menciptakan desain yang sesuai dengan strata sosial, ekonomi, pendidikan, gaya hidup, budaya, seni dan lainnya agar desain akan mencapai sasaran dengan efektif dan efisien. Peran unsur-unsur visual yang dirancang merupakan tanda dan simbol komunikasi yang memiliki kekuatan untuk mempengaruhi orang yang melihat atau membaca. Tanda ini sengaja dibuat agar orang mau menerima dan mengikuti pesannya baik langsung maupun tidak langsung yaitu melalui tahapan-tahapan tertentu. Di dalam proses komunikasi tahapan ini dikenal dengan singkatan “AIDCA” (Freddy, 2017: 11-12). 1) Attention (perhatian), adalah tahapan pertama dalam komunikasi dimana seseorang ketika melihat sesuatu obyek termasuk ketika melihat desain iklan, perhatian baru tertuju pada sasarannya. Perhatian ini disebabkan oleh ada salah satu atau beberapa unsur yang ada di dalam obyek tersebut membuat seseorang menoleh, menengok, melihat, istilah lain terperangah dan memandanginya. 2) Interest (daya tarik), adalah tahapan komunikasi kedua, dimana obyek yang dilihat menciptakan daya tarik lebih daripada hanya sekedar menengok. Daya tarik disini bukan sekedar perhatian tetapi lebih lanjut untuk mendatangi, mendekat, memegang, memilih dan mencoba. 3) Desire (keinginan), adalah tahapan ketiga dimana seseorang mulai berminat untuk melakukan sesuatu, seperti menanyakan harga, kualitas bahan, produksi dari mana, merek, motif dan warna. 4) Conviction (keyakinan), adalah tahapan keempat dalam komunikasi, dimana seseorang telah terpengaruh lebih dalam lagi untuk mengambil kepastian. Keyakinan setelah melalui tahapan sebelumnya disebabkan adanya unsur unsur dalam obyek atau desain iklan tersebut memiliki kriteria yang sesuai dengan yang dimiliki, mungkin dari bentuk, warna, dana, formulasi, bahan, fungsi, manfaat dan mungkin dari aspek prestise (harga diri). 5) Action (keputusan), adalah tahapan terakhir seseorang mengambil Indari Prasetya Ning Tyas/KKDKV/Fase F/TP 2023_2024 - 22
keputusan untuk membeli obyek atau barang tersebut mungkin sekedar hiasan atau benar-benar dari aspek fungsionalnya. Jadi setiap orang bila melihat sebuah barang, produk atau desain iklan khususnya maka proses komunikasi yang dijalankan selalu mempertimbangkan beberapa fisikalnya, sehingga tidak semua barang komunikasinya diproses secara cepat, artinya seseorang perhatiannya tidak langsung lompat dari tahap pertama menuju ketahap kelima yaitu langsung membeli barang. Glosarium Komposisi : Penggabungan dari banyak bagian menjadi suatu bentuk yang serasi. Komunikasi : Proses penyampaian pesan dari komunikator kepada nkomunikan dengan media tertentu untuk membuat pemahaman yang sama diantara mereka sehingga informasi yang disampaikan dapat memberikan efek tertentu kepada komunikan. Mendesain : Hasil penyusunan pengalaman visual dan emosional dengan memerhatikan elemen-elemen dan prinsip- prinsip desain dalam satu kesatuan komposisi. Visual : Dapat dilihat dengan indra penglihat (mata). Indari Prasetya Ning Tyas/KKDKV/Fase F/TP 2023_2024 - 23
DAFTAR PUSTAKA a. Adiono, F. 2017. Karya Desain Komunikasi Visual: Kompetensi Profesional Kelompok Kompetensi J. Jakarta: Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. b. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan. 2016. Pengantar Desain Grafis. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. c. Link Video Youtube https://www.youtube.com/watch?v=3jyO-SA6K1A https://www.youtube.com/watch?v=3jyO-SA6K1A https://www.youtube.com/watch?v=BxWTZm8ZXQw https://www.youtube.com/watch?v=b0-ltdOnnlQ https://www.youtube.com/watch?v=D0I84OPsI5Q d. Link Materi https://files1.simpkb.id/guruberbagi/rpp/607514-1673362730.pdf Indari Prasetya Ning Tyas/KKDKV/Fase F/TP 2023_2024 - 24