The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by shantypangaribuan, 2023-07-21 13:26:39

ARTIKEL ETNOSAINS

ARTIKEL ETNOSAINS

Keywords: SNKIJUBD

ARTIKEL ETNOSAINS Kayu Manis Sumatera Utara Seribu Manfaat Sumber: www.merdeka.com Indonesia merupakan negara tropis yang kaya akan tanaman obat yang dikenal sejak ribuan tahun lampau. Tradisi keraton sebagai pusat budaya masyarakat jawa juga menyimpan berbagai resep pengobatan tradisional.Perawatan kecantikan perempuan juga merupakan tradisi keraton yang sampai saat ini masih berkembang dalam masyarakat modern, termasuk perawatan organ intim perempuan dan pria secara tradisional. Ekspor kayu manis Sumatra Utara masih terus meningkat ke 10 negara, termasuk ke Belanda dan Brasil. Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Belawan Andi Yusmanto mengatakan, pada Agustus tercatat ekspor kayu manis sebanyak 593,3 ton senilai Rp 40,73 miliar. Kayu manis atau dengan nama ilmiah Cinnamomum ialah jenis pohon penghasil rempah-rempah. di dalam kamus Biologi, Cinnamomum zeylanicum termasuk ke dalam jenis rempah-rempah yang dihasilkan dari kulit bagian dalam yang kering, yang amat beraroma, manis, dan pedas. Orang biasa menggunakan rempah-rempah dalam makanan yang dibakar manis, anggur panas dan juga dipakai secara medis. Kayu manis adalah salah satu bumbu makanan tertua yang digunakan manusia. Bumbu ini digunakan di Mesir Kuno sekitar 5000 tahun yang lalu, dan disebutkan beberapa kali di dalam kitab-kitab Perjanjian Lama.


Kayu manis juga secara tradisional dijadikan sebagai suplemen untuk berbagai penyakit, dengan dicampur madu, misalnya untuk pengobatan penyakit radang sendi, kulit, jantung, dan perut kembung. Beberapa bahan kimia yang terkandung di dalam kayu manis yaitu minyak atsiri eugenol, safrole, sinamaldehide, tanin, kalsium oksalat, damar, dan zat penyamak. Berbagai aplikasi kayu manis yaitu dapat dijadikan zat antimikroba, antifungi, antivirus, antioksidan, antitumor, penurun tekanan darah, kolesterol, dan memiliki senyawa rendah lemak. Senyawa eugenol dan sinamaldehid memiliki potensi sebagai antibakteri dan antibiofilm. Minyak atsiri dapat dijadikan antiseptik, membangkitkan selera atau menguatkan lambung (stomakik) serta memiliki efek untuk mengeluarkan angin (karminatif). Selain itu, minyaknya dapat digunakan dalam industri sebagai obat kumur dan pasta, penyegar bau sabun, deterjen, lotion parfum dan cream. Dalam pengolahan bahan makanan dan minuman, minyak kayu manis digunakan sebagai pewangi atau peningkat cita rasa, diantaranya untuk minuman keras, minuman ringan (softdrink), agar-agar, kue, kembang gula, bumbu gulai dan sup. Melawan HIV HIV adalah virus yang secara perlahan merusak sistem kekebalan tubuh yang pada akhirnya dapat menyebabkan AIDS jika tidak diobati. Penelitian menunjukkan bahwa kayu manis dapat membantu melawan HIV-1, jenis utama virus HIV pada manusia. Kayu manis yang diekstrak dari varietas Cassia dianggap membantu melawan HIV-1, jenis virus HIV yang paling umum pada manusia. Sebuah penelitian laboratorium yang mengamati sel yang terinfeksi HIV menemukan bahwa kayu manis adalah pengobatan yang paling efektif dari semua 69 tanaman obat yang diteliti. Mengungkap Manfaat Kayu Manis untuk Kesuburan Dilansir dari Parenting Firstcry, kayu manis memiliki kandungan yang dapat meningkatkan aliran darah ke panggul. Senyawa dalam herbal tersebut juga disebut mampu meningkatkan jumlah sperma, sehingga turut membantu kesuburan pria. Tak berhenti di situ, kayu manis juga disebut dapat membantu mengatasi siklus haid yang tidak teratur dan PCOS. Dengan demikian, kemampuan sel telur wanita untuk menyambut sperma pria agar terjadi pembuahan bisa semakin tinggi. “Kayu manis mengandung beberapa zat aktif yang bersifat antiradang dan antioksidan. Selain itu, herbal ini juga mengandung komponen lain yang dapat membunuh bakteri maupun jamur,” ucap dr. Reza Fahlevi, Sp.A.


“Karena dapat menyehatkan tubuh, kayu manis bisa dianggap meningkatkan kesuburan meski tak secara langsung,” tegasnya. Senada dengan itu, sebuah penelitian yang tercatat di WebMD mengatakan bahwa kayu manis dapat membantu mengatasi siklus haid tidak teratur pada wanita yang memiliki gangguan kesuburan secara umum. Sebuah studi kecil oleh Columbia University Medical Center, New York City, menemukan bahwa wanita dengan PCOS yang mengonsumsi kayu manis secara rutin setiap hari mengalami hampir 2 kali siklus haid selama periode 6 bulan. Dapatkah teman-teman menyebutkan contoh lain dari rempah-rempah tradisional yang dapat kita temukan dalam kehidupan sehari-hari ?


OUKUP RANDO: EKSISTENSI SOSIAL PENGOBATAN TRADISIONAL SUKU BATAK KARO DI ERA MODERNISASI Pengobatan yang diwarisi dari nenek moyang yang telah lahir dan berkembang selama ratusan tahun terus menjadi panggilan penting dengan bantuan masyarakat umum dan semakin berkembang variasinya. Terdapat lebih dari 300 etnis di Indonesia yang memiliki kearifan lokal pada bidang kesehatan. Salah satu diantaranya adalah etnis Batak. Etnis Batak terdiri dari beberapa sub etnis diantaranya, Karo, Pakpak, Simalungun, Toba dan Mandailing, Angkola (Aritonang, 2000; Kushnick, 2006; Bangun, 2010). Salah satu dari sub etnis batak yang sampai saat ini masih melekat pada pengobatan tradisional ialah etnis Karo dan Simalungun (Silalahi et al, 2015). Penggunaan tumbuhan sebagai obat tradisional di Sumatera Utara mengalami peningkatan. Hal ini tercatat dalam data Dinas Kesehatan Sumatera Utara yang memiliki 2.629 penyembuh menggunakan obat tradisional yang berasal dari tanaman obat yang diramu sendiri. Termasuk di dalamnya kota Medan yang menunjukkan sejumlah 739 orang (Kemenkes, 2014). Ramuan-ramuan tradisional pada masyarakat suku batak Karo dikenal dengan istilah pulungen tambar yang digunakan terdiri dari tumbuh-tumbuhan, kesayakesaya (bumbubumbu), urat-urat (akar-akaran), bulung- bulung (daun-daun), lak-lak (kulit batang kayu), rudang (bunga), dukut-dukut (rumput), lumut-lumutan dan bagian tubuh dari jenis hewan tertentu.


Sumber: www.youtube.com Pada penelitian Tarigan (1995) mengemukakan obat dan pengobatan tradisional Karo telah terjaring sebanyak 36 penyakit serta pengobatannya. Adapun pengobatan satu diantaranya adalah oukup. Etnis batak Karo mempunyai ramuan untuk oukup atau disebut sauna tradisional. Oukup memiliki teknik pemijatan khusus, pengasapan dan penggunaan herbal. Tidak hanya itu, oukup memberikan sensasi yang menyegarkan badan serta terasa ringan. Oukup digunakan untuk mengobati sebagian penyakit akibat kuman serta virus, penyusutan fungsi tubuh, sampai patah tulang. Dengan metode mandi uap ini dipercaya dapat meningkatkan kembali daya tahan tubuh dan imun. Ramuan yang digunakan juga merupakan campuran dari rempah-rempah pilihan seperti dedaunan dan akar seperti jahe, akar tumbuhan, daun-daunan, kayu manis, serai, urek usar, utte pangir,daun pandan, bunga dilam, bunga sedap malam, bunga tanjung, bunga cina dan masih banyak lagi. Selain itu, oukup sangat baik untuk mengobati penyakit yang disebabkan oleh kotoran dalam darah, membersihkan alat reproduksi wanita, kelainan kulit dan sakit kepala, neuralgia, linu panggul, rematik, asam urat, kelumpuhan, distorsi pinggang, semua gangguan hati dan gangguan limpa dan gangguan perut (kengser), dan saluran pernapasan. Arus perubahan sosial membuat perkembangan oukup saat ini tidak hanya dibuat secara tradisional tetapi juga diproduksi secara modern. Dahulu para ibu sehabis melahirkan wajib beroukup karena dapat dipercaya dapat mengembalikan imun tubuh dan dapat memulihkan sehabis melahirkan. Keyakinan masyarakat karo terhadap obat-obat tradisional tersebut dapat dirasakan dari penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari. Keyakinan ini disebabkan adanya keberhasilan yang dilakukan dalam pengobatan tersebut. Obat – obat tradisional ini dipakai sejak zaman dahulu secara turun – temurun, sebab pada masa dahulu obat – obat modern memang belum ada. Masyarakat Karo juga mempunyai perawatan dalam kesehatan


reproduksi seperti persalinan, vagina rapat, menghilangkan keputihan, mendapatkan keturunan, dan menjaga daya tahan tubuh anak-anak, orang dewasa, dan para orang tua, membawa dampak positif dalam menjaga, mengobati, merawat, kesehatan masyarakat. Seperti Keputihan misalnya bahan-bahannya daun selantam, daun nenas, daun durian, daun alpokat, kapur barus, membuat jadi baik. Sekarang ini sudah diolah menjadi tablet dan lebih gampang meminumnya. Bagi wanita sesudah melahirkan misalnya biasanya mereka di oukup dengan ramuan – ramuan seperti: pandan, daun jeruk purut, batang lengkuas, sere, daun paris dan lain-lain. Sehingga dengan keyakinan tersebut, sistem pengobatan tradisional semakin membudaya dan dapat bertahan di kalangan generasi masyarakat Karo sampai saat ini. Sistem pengobatan tradisional ini salah satunya juga mempengaruhi perilaku masyarakat dalam perawatan kesehatan. Perilaku-perilaku inilah yang merupakan aspek sosial budaya masyarakat dalam penanggulangan kesehatan. Selain Oukup yang mengandung obat-obat tradisional, di daerah lain di Indonesia seperti minangkabau, mengenal obat tradisional seperti ramuan tapak liman (sejenis tumbuhan obat). Ramuan ini dibuat khusus untuk kebugaran wanita dalam proses reproduksi. Ramuan ini terkandung obat-obat alami yang dibuat khusus mengatasi keputihan dan membugarkan tubuh wanita selama proses kehamilan. Dari contoh tersebut, ternyata terdapat berbagai macam jenis obat-obat tradisional yang sangat berkhasiat dalam kebugaran tubuh manusia. Dapat diketahui bahwa obat tradisional memiliki peran penting dalam perobatan dan kebugaran tubuh di Indonesia.


Click to View FlipBook Version