The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Karanganyar, 2024-02-04 21:44:06

Fajar Mustaqim_192075

Fajar Mustaqim_192075

Keywords: generasi milenial,kambing dan domba potong,minat usaha

36 banyak kebaikan pada daging kambing dan domba potong, kebaikan yang dimaksud karena ternak kambing dan domba sering dipakai dalam kegiatan yang bersifat keagamaan. Terdapat perintah agar kita memelihara dan memanfaatkan kambing dan domba karena padanya ada keberkahan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : اتخذوا الغنم فإن فيها بركة Artinya :” Peliharalah (manfaatkan) oleh kalian kambing kerana di dalamnya terdapat barakah”[1. HR. Ahmad, dishahihkan oleh syaikh Al-Albani dalam As-Silsilah As-Shahihah 2/417]. Selain daging kambing, keberkahan juga ada pada susu dan kulitnya. Susunya bisa diminum serta kulitnya bisa dijadikan bahan kain atau pakaian. Ahli tafsir Al-Qurthubi rahimahullah menjelaskan : وجعل البركة في الغنم لما فيها من اللباس والطعام والشراب وكثرة األوالد، فإنها تلد في العام ثالث مرات إلى ما يتبعها من السكينة، وتحمل صاحبها عليه من خفض الجناح ولين الجانب Artinya : “Allah telah menjadikan berkah pada kambing di mana kambing bisa dimanfaatkan untuk pakaian, makanan, minuman, banyaknya anak, karena kambing beranak tiga kali dalam setahun, sehingga memberikan ketenangan bagi pemiliknya. Kambing juga membuat pemiliknya rendah hati dan lembut terhadap orang lain”[Al-Jami’ li Ahkaamil-Qur’an, 10/80, Darul Kutub Al-Mishriyah, Koiro, 1384 H, Asy Syamilah]. 2. Usaha Nabi Berdasarkan Tabel 9, terdapat 9 responden (27,27%) yang berpendapat bahwa ternak kambing dan domba potong adalah satu usaha nabi merupakan faktor yang mempengaruhi minat usaha dalam beternak kambing dan domba potong yang harus kita jaga dan harus kita kembangkan semua apa yang dikerjakan oleh nabi pada zaman dahulu. Ternak kambing dan domba juga salah satu hewan yang pada zaman dahulu dipelihara oleh nabi sebagai salah satu penghasilan untuk PERPUSTAKAAN UMUKA


37 mencukupi kebutuhan. Ternak kambing dan domba potong juga mengajarkan kita untuk belajar bersabar dan kasih sayang kepada sesama mahkluk ciptaan tuhan yang harus kita jaga dan kita rawat. Dasar pemikiran beternak kambing dan domba adalah usaha nabi sesuai dengan hadist Al-Bukhari no 2262 meriwayatkan : َر َرْي ِي هُ ب َ َث َّّٰللا َع ُ ْن أ َما بَعَ ِ يِ صلى هللا عليه وسلم قَا َل: ةَ رضي هللا عنه َع ْن النَّب ْه ِل ِري َط ِألَ َرا ْر َعا َها َعلَى قَ َ ْن َت؟ فَقَا َل: نَعَ ْم. كُ ْن ُت أ َ َوأ ْص َحابُهُ: َ . فَقَا َل أ َ غَنَم ْ َّال َر َعى ال ِ إ ِي اً َم نَب َّكةَ Dari Abu Hurairah dari Rasulullah SAW bersabda : “Tidaklah Allah mengutus seorang Nabi kecuali dia memelihara kambing.” Para sahabat bertanya “Dan engkau?” Rasulullah SAW menjawab “Benar, aku pernah memeliharanya dengan upah beberapa qirath bagi penduduk Makkah." Nabi lain yang menjadi penggembala kambing dan domba potong adalah Nabi Musa ‘alaihis salam sebagaimana disebutkan dalam ayat : ِر ُب َمآ َها َي فِي ِ َها َعلَى َغنَ ِمي َوِل ُّش ب َهُ َوأ َها ْي َعلَ ُ َو َّكأ تَ َ َي أ َي َع َصا قَا َل ِه ْخ َرى ُ .أ Artinya : “Musa berkata, “Ini adalah tongkatku. Aku bertelekan padanya, dan aku pukul (daun) dengannya untuk kambingku, dan bagiku ada lagi keperluan yang lain padanya.” (QS. Thaha: 18). Berdasarkan hadis diatas sudah saatnya beternak kambing dan domba potong dapat dijadikan sebuah alasan untuk mendekat kepada sang pencipta, karena di dalamnya sangat banyak sekali pahala, manfaat bukan hanya untuk individu tapi untuk kepentingan hidup bersama. Pada hakikatnya hidup bukan hanya beribadah saja, tetapi kita juga diwajibkan utuk bekerja. Ternak kambing dan domba potong bisa menjadi sebuah jawaban agar kita juga memuliakan kepada sesama mahkluk ciptaan Tuhan. PERPUSTAKAAN UMUKA


38 3. Warisan Berdasarkan Tabel 9, terdapat 7 responden (21,21%) yang berpendapat bahwa warisan adalah salah satu faktor yang mempengaruhi minat usaha dalam beternak. Alasan peternak berpendapat warisan sebagai faktor minat usaha beternak kambing dan domba potong karena warisan adalah semua peninggalan pewaris yang berupa hak dan kewajiban atau semua harta kekayaan yang ditinggalkan oleh orang yang meninggal dunia setelah dikurangi semua utangnya. Warisan juga harus dijaga dan dijalankan dengan baik agar amal jariyah selalu mengalir. Penjelasan tentang warisan terdapat pada “QSAn-Nisaa: 33”: ل َو ُه ِلكُ ِصيبَ ْم نَ اتُوهُ َٔ ْم فَـ َمَٰ نُكُ ْي َ ِذي َن َعقَدَ ْت أ َّ َوٱل َربُو َنۚ قْ ِن َوٱْْلَ َو َٰ ِلدَا ْ َر َك ٱل َى ِمَّما تَ َمَو َٰ ِل نَا ْ َكا َن َجعَل َّن ٱ ََّّللَ ِ ْمۚ إ ِل َش ْى ء َش ِهيدًا َٰى كُ َعلَ Artinya : “Bagi tiap-tiap harta peninggalan dari harta yang ditinggalkan ibu bapak dan karib kerabat, Kami jadikan pewarispewarisnya. Dan (jika ada) orang-orang yang kamu telah bersumpah setia dengan mereka, maka berilah kepada mereka bahagiannya. Sesungguhnya Allah menyaksikan segala sesuatu”. QS An-Nisaa : 33. Berdsarkan kedua ayat tersebut, dapat dikatakan bahwa warisan dapat menjadi sebuah faktor minat usaha ternak kmbing dan domba potong bagi generasi milenial, karena semua warisan dari orang yang sudah meninggal adalah sebuah kewajiban abgi kita untuk mengemban semua amanah, dimana kita harus bisa meneruskan atau memulai peninggalan warisan tersebut untuk kita pergunakan sebaikya. 4. Faktor Emosi Menurut Crow & Crow (2011) mengartikan emosi sebagai suatu keadaan yang bergejolak pada diri individu yang berfungsi sebagai inner adjustment (penyesuaian dari dalam) terhadap lingkungan untuk mencapai kesejahteraan dan keselamatan hidup. Faktor emosi, berkaitan erat dengan PERPUSTAKAAN UMUKA


39 perasaan senang, kegemaran, kepuasan yang melekat pada diri seseorang atau lebih dikenal dengan istilah hobi. Berikut yang menunjukkan faktor emosi sebagai berikut : a. Hobi Berdasarkan Penelitian, terdapat 10 responden (100%) yang berpendapat bahwa hobi adalah salah satu faktor yang mempengaruhi minat usaha dalam beternak. Hobi memang bisa dikatakan bukan merupakan sebuah profesi, karena pada dasarnya hobi hanya untuk kesenangan, kegemaran, dan dilakukan pada waktu luang bukan untuk mencari income semata. Namun, siapa sangka dari hobi itulah dapat menumbuhkan jiwa profesi peternak kambing dan domba potong, sehingga bermula dari sebuah hobi bisa mejadi sebuah usaha peternak yang menjanjikan. Oleh karena itu, munculah pernyataan tentang bahwa pekerjaan yang terbaik adalah hobi yang dibayar. Setiaji (2014) hobi merepukan sifat kegemaran atau adanya ketertarikan dari dalam diri sendiri terhadap suatu hal yang digemari. Hobi merupakan suatu kegiatan luang. Perkembangan teknologi berupa sosial media menjadi salah satu jembatan bagi peternak yang menekuni hobi sekaligus menghasilkan uang, terutama saat ini. Hobi bukan lagi semata-mata sebagai kegiatan menghabiskan waktu luang, namun juga dapat mendatangkan berbagai keuntungan lainnya selain materiil. Hal itulah yang membuat peternak kambing dan domba potong yang mengembangkan hobi beternak mereka menjadi sebuah usaha yang menjanjikan yang dapat memberikan banyak manfaat bagi diri sendiri, masyarakat, bahkan bahkan bangsa dan negara. PERPUSTAKAAN UMUKA


40 V. KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa FaktorFaktor Minat Usaha Ternak Kambing Dan Domba Potong Bagi Generasi Milenial terdapat 4 faktor yaitu faktor intrinsik (dalam) berupa nilai ekonomis, keterampilan, usia, tali silaturahmi, prestasi. Faktor ekstriksik (luar) berupa mengurangi impor, pakan, lapangan pekerjaan, permintaan pasar, manajemen mudah, modal kecil, luas lahan dan peran pemerintah. Faktor spiritual berupa warisan, memberi keberkahan dan manfaat, usaha nabi. Faktor emosi berupa hobi. Faktor Utama yang Mempengaruhi Minat Usaha Ternak Kambing dan domba Potong bagi Generasi Milenial dengan faktor ekstrinsik adalah faktor eksrinsik (luar). . B. Saran Memelihara ternak kambing dan domba potong, peternak generasi milenial perlu memperhatikan 4 faktor yaitu faktor intrinsik, faktor ekstrinsik, faktor spiritual, dan faktor emosi. PERPUSTAKAAN UMUKA


41 DAFTAR PUSTAKA Abidin, Z. dan A. Sodiq. 2002. Kambing Peranakan Ettawa Penghasil Susu. Berkhasiat Obat (Cetakan Edisi Pertama). Agromedia Pustaka, Jakarta. Ajzen, I. (2005). Attitudes, personality, and behavior. New York: Open. University Press. Al-Jami’ li Ahkaamil-Qur’an, 10/80, Darul Kutub Al-Mishriyah, Koiro, 1384 H, Asy Syamilah. Alma, Buchari. 2011. Kewirausahaan. Bandung. Al – Qur’an Al – Mubin. 2013. Al Qur’an dan terjemahannya ; QS. An – Nahl,16:5 dan QS. Al – Mu’minun,23:21. Depatemen Agama RI. Jakarta Timur. Al – Qur’an Al – Mubin. 2013. Al Qur’an dan terjemahannya ; QS. Ar-Ra’d: 11. Depatemen Agama RI. Jakarta Timur. Al – Qur’an Al – Mubin. 2013. Al Qur’an dan terjemahannya ; QS Al-Hujurat: 10. Depatemen Agama RI. Jakarta Timur. Al – Qur’an Al – Mubin. 2013. Al Qur’an dan terjemahannya ; “QSAn-Nisaa: 33”:. Depatemen Agama RI. Jakarta Timur. Al – Qur’an Al – Mubin. 2013. Al Qur’an dan terjemahannya ; “QS At-Thoha: 18”:. Depatemen Agama RI. Jakarta Timur. Alfitri, 2011. Community Development Teori dan Aplikasi. Pustaka Pelajar. Yogyakarta. Arsiyah. 2002. Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pembangunan Ekonomi Desa. Skripsi tidak diterbitkan. Malang: Universitas Brawijaya Malang. Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian Suatu pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta. Baridwan, Zaki. 2004. Atmojo, S. W. (2007). Masa Depan Stok Pangan. Solo Pos (14 Februari 2007). Azwar, Saifuddin. 2012. Metode Penelitian Data Primer : Pustaka Pelajar, . Yogyakarta. PERPUSTAKAAN UMUKA


42 Badan Pusat Statistik (2020). Laju Pertumbuhan Penduduk Indonesia. Tahun 2020. Bandung. Badan Pusat Statistik (BPS). 2019. Indonesia Dalam Angka. Agustus. BPS Suhariyanto. Denpasar. Badan Pusat Statistik (BPS). 2021. Angka pengangguran. Agustus. BPS Suhariyanto. Denpasar. Bambang Wahyudi, 2012, Manajemen Sumber Daya Manusia. Sulita, Bandung. Bandini, V. dan N. Azis. 1997. Bayam. Penebar Swadaya. Jakarta. BPTP DKI. 2007. Blakely, J. dan D. H. Bade. 1992. Pengantar Ilmu Peternakan. Penerjemah: B. Hardjosubroto, W. 1994 Aplikasi Pemuliaan Ternak di Lapangan. B.S .Muljana.2001. Perencanaan Pembangunan Nasional, Proses Penyusunan Rencana Pembangunan Nasional dengan Fokus Repelita V. Jakarta: UIPress. Bungin, Burhan, 2009. Metode Penelitian Kuantitatif. Jakarta : Kencana Cohen, et al. (2007). Metode Penelitian dalam Pendidikan. New York. Routledge. 657 Hal. Choi, H. J., Weston, R., & Temple, J. R. (2017). A Three-Step Latent Class Analysis to Identify How Different Patterns of Teen Dating Violence and Psychosocial Factors Influence Mental Health. Journal of Youth and Adolescence, 46(4), 854–866. Daniel, Moehar. 2004. Pengantar Ekonomi Pertanian. Bumi Aksara: Jakarta. 178 hal. Dwiyanto, K dan E. Handiwirawan. 2006. Strategi Pengembangan Ternak Kerbau: Aspek penjaringan dan distribusi. Pros. Lokakarya Nasional Usaha Ternak Kerbau Mendukung. Diyanti, I.S. & Soejoto, A. (2012). Pengaruh Hasil Belajar Mata Pelajaran Kewirausahaan Dan Lingkungan Keluarga Terhadap Minat Berwirausaha Siswa SMK Gema 45 Surabaya. Jurnal. Universitas Negeri Surabaya. Ermawati, N. (2016). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Berwirausaha Mahasiswa Prodi PKK Konsentrasi Tata Busana Fakultas Teknik UNNES. Skripsi. Uiversitas Negeri Semarang. PERPUSTAKAAN UMUKA


43 Fazrun, D.I. (2016). Faktor–Faktor Yang Mempengaruhi Minat Berwirausaha di Bidang Jasa Boga Pada Siswa Tata Boga SMK N 1 Tegal. Skripsi. Universitas Negeri Yogyakarta. Hadits riwayat Bukhari, Muslim, no. 828. Hadist Al-Bukhari no 2262 HR. Ahmad, dishahihkan oleh syaikh Al-Albani dalam As-Silsilah AsShahihah 2/417. Howe, N. dan Strauss, W. (2000). Millennials Rising: The Next Great Generation. New York: Vintage Books. Kementrian Pertanian. 2016. Outlook Susu Komoditas Pertanian Subsektor Peternakan Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian. Jakarta. Kurnia, 2010, Definisi Analisis Beban Kerja..//html. Diakses 6 Oktober. 2010. Mannheim, K. (1927). The Problem of Generations, Essays on the Sociology of Knowledge, 276–320. Mello A., J. (2015) Strategic Human Resource Management. 4th edn. Stanford: Cengange. Learning. Mauludin, Hanif. 2010. Marketing Research: Panduan Bagi Manajer, Pimpinan Perusahaan Organisasi. Jakarta: Elex Media Komputindo. Mahmud, (2011). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Pustaka Setia. Murtidjo, B. A. 1993. Memelihara Domba. Kanisius, Yogyakarta. Mukhamad Zulianto dkk, 2014. Pengaruh Efikasi Diri dan Pendidikan Kewirausahaan terhadap Minat Berwirausaha Mahasiswa Pendidikan Tata Niaga. Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang Tahun 2013. Jurnal Pendidikan Insan Mandiri: Vol.3 No.1. Dipetik 06 20, 2017. Nazir.Mohammad,Ph.D.(2011). Metode Penelitian. Jakarta. Rivani, A. 2004. Faktor-faktor yang mempengaruhi Motivasi Peternak untuk Memelihara Kambing Kecamatan Pammana Kabuoaten Wajo. Skripsi Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin Makasar. Siswadi, Y. 2013. Analisis Faktor Internal, Faktor Eksternal dan Pembelajaran Kewirausahaan yang Mempengaruhi Minat Mahasiswa dalam PERPUSTAKAAN UMUKA


44 Berwirausaha. Jurnal Manajemen dan Bisnis. Volume 13 No 1. April 2013 ISSN 1693-7619. Strauss, W. dan Howe, N. (1991). Generations: The History of America's Future,. 1584 to 2069. New York: Morrow. Sudarmono, A., & Sugeng, B. (2011). Beternak Domba. Jakarta: Penebar Swadaya. Sunarya, Sudaryono dan Asep Saefullah (2011). Kewirausahaan. Yogyakarta: Penerbit CV Andi Offset. Supriyono. 2006. Psikologi Belajar. Jakarta : Rineka Cipta. Aqib, Z. 2008. Penelitian Tindakan Kelas Untuk Guru. Suryana. 2006. Kewirausahaan Pedoman Praktis, Kiat dan Proses Menuju Sukses. Jakarta: Salemba Empat. Suryana dan Kartib Bayu. 2011. Kewirauasahaan: Pendekatan. Karakteristik Wirausahawan Sukses. Jakarta. Williamson, G. dan W. J.A. Payne. 1993 Pengantar Peternakan di Daerah Tropis. Edisi Ketiga (Terjemahan) Gajah Mada University Press. Yogyakarta. Wijanarko, Jarot & Setiawati, Ester. 2016. “kepemilikan ternak”. Tangsel : Keluarga Indonesia Bahagia. Yasin. S. dan Dilaga, S.H. 1993. Peternakan Sapi Bali dan Permasalahannya. PERPUSTAKAAN UMUKA Bumi Aksara. Jakarta.


45 LAMPIRAN Lampiran 1. Kuesioner Penelitian KUESIONER TUGAS AKHIR 1. Nama Peternakan : 2. Umur Responden a. 20-25 b. 26-30 c. 31-35 d. 36-40 : : : : 3 Tingkat Pendidikan a. SMP b. SMK/SMA c. D3 d. S1/S2 : : : : 4. Jumlah Ternak a. 100-500 b. 501-1000 c. 1001- ke atas : : : 5. Lama Usaha a. 1-5 b. 6-10 c. 11- ke atas : : : 6. Faktor Minat Usaha - Faktor Internal : - Faktor Eksternal : - Faktor spiritual : - Faktor Emosi : PERPUSTAKAAN UMUKA


46 Lampiran 2. Profil Responden PERPUSTAKAAN UMUKA


47 Lampiran 3. Faktor-Faktor Minat Usaha PERPUSTAKAAN UMUKA


48 Lampiran 4. 72 al-Fath Farm Lampiran 5. 78 Farm PERPUSTAKAAN UMUKA


49 Lampiran 6. Amanah Farm Lampiran 7. Amanah Gembel Farm PERPUSTAKAAN UMUKA


50 Lampiran 8. Ayodya Farm Lampiran 9. Babusalam Farm PERPUSTAKAAN UMUKA


51 Lampiran 10. Bhakti Limar Farm Lampiran 11. Barokah Farm PERPUSTAKAAN UMUKA


52 Lampiran 12. Bayu Farm Lampiran 13. Berkah Mendho Farm PERPUSTAKAAN UMUKA


53 Lampiran 14. Berkah Ngarit Farm Lampiran 15. Bumiku Farm PERPUSTAKAAN UMUKA


54 Lampiran 16.Cahaya Sejahtera Farm Lampiran 17. Dwika Farm PERPUSTAKAAN UMUKA


55 Lampiran 18. EB Farm Lampiran 19. Eka Husbandry Farm PERPUSTAKAAN UMUKA


56 Lampiran 20. El Farm Lampiran 21. Griya Ternak Farm PERPUSTAKAAN UMUKA


57 Lampiran 22. Gus Shor Farm Lampiran 23. Jambul Domba Farm PERPUSTAKAAN UMUKA


58 Lampiran 24. Kandank Budi Luhur Lampiran 25. Kandank Oewank PERPUSTAKAAN UMUKA


59 Lampiran 26. Kurawa Farm Lampiran 27. Malaka Farm PERPUSTAKAAN UMUKA


60 Lampiran 28. Merapi Farm Lampiran 29. Nabalung Farm PERPUSTAKAAN UMUKA


61 Lampiran 30. Orientam Farm Lampiran 31. Raindra Farm PERPUSTAKAAN UMUKA


62 Lampiran 32. Rizal Farm Lampiran 33. Sadar Muda Farm PERPUSTAKAAN UMUKA


63 Lampiran 34. Santri Farm Lampiran 35. Sedana Farm PERPUSTAKAAN UMUKA


64 Lampiran 36. Sekar Mendho Farm Lampiran 37. Sinatria Farm PERPUSTAKAAN UMUKA


65 Lampiran 38. Surya Difa Farm Lampiran 39. SJ Farm PERPUSTAKAAN UMUKA


66 Lampiran 40. Tawakal Farm Lampiran 41. Timang Multi Farm PERPUSTAKAAN UMUKA


67 Lampiran 42. Waskito Farm Lampiran 43. Zafaf Farm PERPUSTAKAAN UMUKA


68 Lampiran 44. Hasil Wawancara di Berkah Mendho Farm Responden Topik Pembahasan Data/Informasi Bapak Eko Purwanto ( Berkah Mendho Farm 1. Apa nama peternakan yang bapak miliki dan apa arti dari sebuah nama Farm tersebut? : Berkah Mendho Farm yang mempunyai makna agar dengan usaha ternak domba ini membawa keberkahan dalam hidup. 2. Saat ini bapak umur berapa? : 30 tahun 3. Tingkat Pendidikan bapak terakhir pada jenjang apa? : smk jurusan multimedia 4. Jumlah dan jenis ternak yang dimiliki oleh bapak saat ini? : jumlah ternak yang saat ini saya miliki kurang lebih ada 150 ekor domba dengan sistem Breeding. Jumlah ini masih terus bertambah karena saya ingin menambah populasi sebanyak mungkin. 5. Mengapa bapak memilih Breeding? : karena Breeding adalah jantungnya peternakan, tanpa Breeding mustahil peternakan bisa berkembang. 6. Mengapa juga tidak memilih Fattening? : karena menurut saya Fattening itu hanya sebuah bisnis bukan beternak. 7. Sudah berapa lamabapak menekuni usaha ternak domba ini? : saya menekuni ternak ini kurang lebih 4 tahun yang lalu ketika saya bingung mencari sebuah pekerjaan. PERPUSTAKAAN UMUKA


69 8. Faktor –faktor apa saja yang membuat bapak tertarik dengan usaha ini? : menurut saya faktor paling membuat saya berminat beternak adalah pakan, karena saat ini di dunia peternakan banyak sekali kemajuan tegnologi pengawetan ternak pakan seperti hay, silase, fermentasi, bahkan saat ini juga ngetren dengan istilah ”ternak tanpa ngarit’’. Yang selanjutnya karena dalam ternak domba dapat memberi manfaat bukan hanya untuk diri sendiri bisa juga untuk orang lain. Dalam ternak domba semua semua bisa dimanfatkan selain itu menurut saya, ternak domba sangat cocok untuk berinvestasi dan permintaan pasar pada ternak domba terus meningkat, seperti digunakan untuk aqiqoh acara keagamaan. 9. Untuk saat ini pakan apa yang bapak gunakan dan apa alasannya? : saaat ii saya menggunakan pakan silase, alasan saya menggunakan pakan tersebut karena sangat mudah dalam membuat dan sangat menghemat waktu, biaya, dan tenaga. PERPUSTAKAAN UMUKA


70 Lampiran 45. Wawancara di Rizal Farm Responden Topik Pembahasan Data/Informasi Bapak Andi ( Rizal Farm) 1. Apa nama peternakan yang bapak miliki dan apa arti dari sebuah nama Farm tersebut? : Rizal Farm, sebenarnya nama farm ini adalah nama anak saya Rizal. Saya gunakan namnya agar kelak dia mau meneruskan usaha saya saat ini. 2. Alamat farm bapak saat ini? : Alastuwo, Kebakramat, Karanganyar cek saja di google maps sudah ada. 3. Saat ini bapak umur berapa? : 35 tahun saya kelahiran tahun 1989. 4. Tingkat Pendidikan bapak terakhir pada jenjang apa? : tingkat pendidikan saya terakhir kali adalah S1 jurusan guru sarjana pendidikan di Universitas sebelas Maret. 5. Jumlah dan jenis ternak yang dimiliki oleh bapak saat ini? : jumlah ternak yang saat ini saya miliki kurang lebih ada 500 ekor domba dan ada sedikit juga kambingnya 6. Anatara domba dan kambing bapak lebh fokus dimana? : dari kedua pilihan tersebut saya memilih domba, karena perputaran sangat cepat, serta bayak diminati masyarakat, untuk kambing sebenarnya hanya untuk hobi saja, kalau dalah istikah jawa “ kelangenan”. PERPUSTAKAAN UMUKA


71 7. Sistem pemeliharaan bapak saat ini apa? : Breeding 8. Mengapa bapak memilih Breeding? : karena Breeding adalah jantungnya peternakan, tanpa Breeding mustahil peternakan bisa berkembang. Serta biaya pengeluaran khususnya pakan sangat murah atau bisa dikurangi angkanya. 9. Mengapa juga tidak memilih Fattening? : karena fattening menurut saya menipis untungnya, memang dari segi waktu pemeliharaan cepat, namunbiaya pakan juga sangat tinggi, jadi haus menguasai ilmu manajemennya dengan benar-benar, kalau hanya asal-asalanbisa hancur usahanya. 10. Sudah berapa lama bapak menekuni usaha ternak domba dan kambing ini? : saya menekuni ternak ini kurang lebih 6 tahun. 11. Faktor –faktor apa saja yang membuat bapak tertarik dengan usaha ini? : menurut saya faktor paling membuat saya berminat beternak adalah pakan, karena saat ini di dunia peternakan banyak sekali kemajuan tegnologi pengawetan ternak pakan, apalagi saat ini banyak sekali jenis-jenis rumput yang PERPUSTAKAAN UMUKA


72 dibudidayakan untuk pakan ternak, seperti odod, pakchong, gama umami. Selanjutnya karena dalam ternak domba dapat memberi manfaat bukan hanya untuk diri sendiri bisa juga untuk orang lain. Dalam ternak domba semua semua bisa dimanfatkan selain itu pada ternak kambing dan domba ini bisa membuka lapangan pekejaan, kita memanfaatkan tetangga kita untuk bekerja di farm. Apalagi saat ini ngka pengangguran semakin naik dan jumlah lapangan pekerjaan semakin sempit, mau tidak mau kita sebagai generasi milenial harus bisa menciptakan sebuah lapangan pekerjaan. selain itu menurut saya, ternak domba sangat cocok untuk berinvestasi dan permintaan pasar pada ternak domba terus meningkat, seperti digunakan untuk aqiqoh acara keagamaan. Selan itu juga d ternak kambing dan domba bisa menambah relasi/persaudaran, apalagi saatini ada PERPUSTAKAAN UMUKA


73 perkumpulan peternaka seperti Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia, dimana didalamnya terdapat para senior-senior yang telah sukses di peernakan kambing dan domba. 12. Apakah bapak juga ikut dalam HPDKI : iya kalau ada wakt saya juga aktif dalam pertemuan antarpeternak, paing tidak bisa bertanya tentang kabar. 13. Jenis pakan atau hijaun apa yang bapak gunakan? : untuk saat ini saya menggunakan jenis pakan rumput odod, ya karena rumput ini sangat disukai ternak serta timgkat pertumbuhannya juga cepat, selain itu, juga ada pakchiong dan gama umami. 14. Maksud dari keuntungan yang mejanjikanitu apa? : di peternakan kambing dan domba sangatidentik dengan pemasukan dari jual tternak, namun peternak moderen saat ini bisa memanfaatkan pemasukan dari turunanya seperti menjual bibit hijauan, menjual kotoran ternak, bahkan dengan canneel youtube. 15. Lalu permintaan pasar bapak yang paling banyak pada saat apa? : untuk permintaan pasar paling banyak pada saat idul adha bisa mencapai 150 ekor lebih. PERPUSTAKAAN UMUKA


74 RIWAYAT HIDUP Penulis lahir di Sukoharjo pada tanggal 10 September 1998 putra kedua dari Bapak Marsino dan Ibu Sarini. Pendidikan Sekolah Dasar di SD N 02 Bendosari, dan tamat pada tahun 2011, Sekolah Pendidikan Pertama di SMP Negeri 01 Bendosari dan tamat pada tahun 2014 serta Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan di SMK Bina Patria 01 Sukoharjo diselesaikan pada tahun 2017 jurusan Tehnik Kendaraan Ringan/Otomotif dan melanjutkan bekerja selama dua tahun di PT. Aisin Indonesia Autimative Kawasan EJIP, Cikarang Selatan, Bekasi, Jawa Barat sebagai karyawan. Pada tahun 2019 penulis terdaftar sebagai Mahasiswa Program Studi Produksi Ternak Akademi Peternakan Karanganyar dan pada tanggal Juli 2022 penulis mempertahankan Laporan Tugas Akhir (LTA) dengan judul “FaktorFaktor yang Mempengaruhi Minat Usaha Ternak Kambing dan Domba Potong bagi Generasi Milenial”. PERPUSTAKAAN UMUKA


Click to View FlipBook Version