The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Karanganyar, 2024-02-04 21:23:57

Dina Aprilia Kartika_192103

Dina Aprilia Kartika_192103

Keywords: ayam broiter,tepung daun pepaya,konsumsi pakan,konversi pakan

NILAI EKONOMI SUBSTITUSI PAKAN KOMERSIAL DENGAN TEPUNG DAUN PEPAYA (Carica papaya l) PADA PEMELIHARAAN AYAM PEDAGING LAPORAN TUGAS AKHIR DISUSUN OLEH : DINA APRILIA KARTIKA NPM. 192103 PRODI PRODUKSI TERNAK FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH KARANGANYAR KARANGANYAR 2022 PERPUSTAKAAN UMUKA


NILAI EKONOMI SUBSTITUSI PAKAN KOMERSIAL DENGAN TEPUNG DAUN PEPAYA (Carica papaya l) PADA PEMELIHARAAN AYAM PEDAGING Disusun Oleh : DINA APRILIA KARTIKA NPM. 192103 LAPORAN TUGAS AKHIR Ditulis dan Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Mendapatkan Sebutan Profesional Ahli Madya Peternakan Pada Universitas Muhammadiyah Karanganyar PRODI PRODUKSI TERNAK FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH KARANGANYAR KARANGANYAR 2022 PERPUSTAKAAN UMUKA


SURAT PERNYATAAN KEASLIAN DAN BEBAS PLAGIASI LAPORAN TUGAS AKHIR Saya yang bertanda tangan di bawah ini : Nama : Dina Aprilia Kartika NPM : 192103 Dengan ini menyatakan sebagai berikut : 1. Karya ilmiah yang berjudul “Nilai Ekonomi Substitusi Pakan Komersial Dengan Tepung Daun Pepaya (Carica papaya l) Pada Pemeliharaan Ayam Pedaging” dan penelitian yang terkait dengan karya ilmiah ini adalah hasil kerja karya sendiri. 2. Setiap ide dan kutipan dari orang lain berupa publikasi atau bentuk lainnya dalam karya ilmiah ini telah diakui sesuai dengan standar prosedur disiplin ilmu serta bukan merupakan tiruan ataupun plagiasi dari karya orang lain. 3. Saya juga mengakui karya ilmiah ini dapat dihasilkan berkat bimbingan dan dukungan penuh pembimbing saya yaitu : Ir. Damaryanto Widharto M.Si. Karanganyar, 1 Juli 2022 Penulis Dina Aprilia Kartika PERPUSTAKAAN UMUKA


NILAI EKONOMI SUBSTITUSI PAKAN KOMERSIAL DENGAN TEPUNG DAUN PEPAYA (Carica papaya l) PADA PEMELIHARAAN AYAM PEDAGING Disusun Oleh : DINA APRILIA KARTIKA NPM. 192103 Telah Disetujui untuk Dipertahankan di Hadapan Dewan Penguji Laporan Tugas Akhir Universitas Muhammadiyah Karanganyar Persetujuan Pembimbing Pembimbing Ir. Damaryanto Widharto, M.Si NIP. 1960110031989011001 PERPUSTAKAAN UMUKA


NILAI EKONOMI SUBSTITUSI PAKAN KOMERSIAL DENGAN TEPUNG DAUN PEPAYA (Carica papaya l) PADA PEMELIHARAAN AYAM PEDAGING Disusun Oleh : DINA APRILIA KARTIKA NPM. 192103 LAPORAN TUGAS AKHIR Dipertahankan di Hadapan Dewan Penguji Laporan Tugas Akhir Universitas Muhammadiyah Karanganyar dan Diterima untuk Memenuhi sebagian Persyaratan Mendapatkan Sebutan Profesional Ahli Madya Peternakan Pada Hari : Jumat Tanggal : 1 Juli 2022 Mengesahkan, Dekan Drs. Sujalwo, M.Kom NIK. 2022.004 Dewan Penguji Ir. Damaryanto Widharto, M.Si NIP. 196011003198901100 Ir. Puji Astuti, MP NIP. 19610524 198803 2 001 Ardian Ozzy Wianto, S.Pt, M.Si NIDN. 0610099301 PERPUSTAKAAN UMUKA


MOTTO “Jangan menilai saya dari kesuksesan, tetapi nilai saya dari seberapa sering saya jatuh dan berhasil bangkit kembali.” - Nelson Mandela - PERPUSTAKAAN UMUKA


PERSEMBAHAN Karya ini dipersembahkan kepada : Tuhan Yang Maha Esa Bapak dan Ibu tercinta, Sahabatku tersayang, Rekan – rekan seangkatan, Dan Almamater PERPUSTAKAAN UMUKA


ii PERPUSTAKAAN UMUKA


ii RINGKASAN Penelitian ini dilakukan dengan bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggantian pakan komersial dengan tepung daun pepaya terhadap nilai ekonomi dalam pemeliharaan ayam pedaging. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah ayam broiler strain ross umur 4 hari sebanyak 48 ekor dengan rata – rata bobot awal 95,53 g/ekor, dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan dengan 3 ulangan dan setiap ulangan terdiri dari 4 ekor ayam. Perlakuan pertama (T0) ayam yang diberi pakan komersial tanpa substitusi tepung daun pepaya, perlakuan kedua (T1) ayam yang diberi pakan komersial dengan substitusi tepung daun pepaya dengan perbandingan 1%, perlakuan ketiga (T2) ayam yang diberi pakan komersial dengan substitusi tepung daun pepaya dengan perbandingan 2% dan perlakuan keempat (T3) ayam yang diberi pakan komersial dengan substitusi tepung daun pepaya dengan perbandingan 3%. Variable yang diamati meliputi konversi pakan, Feed Cost per Gain dan Income Over Feed Cost (IOFC). Data yang diperoleh dianalisis statistik dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola searah, perbedaan antar perlakuan dihitung dengan Uji Wilayah Duncan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa rata – rata konsumsi pakan untuk masing – masing perlakuan T0 = 98,15 ; T1 = 1033,47 ; T2 = 13,28 dan T3 = 95,99 g/ekor/hari. Hasil analisa statistik menunjukkan bahwa pemberian tepung daun pepaya berbeda nyata (Sig. 068) terhadap konsumsi pakan. Rata – rata konversi pakan untuk masingmasing perlakuan T0 = 2,34 ; T1 = 2,33 ; T2 = 2,34 dan T3 = 2,42 yang menunjukkan berbeda tidak nyata (Sig.896). Rata – rata Feed Cost per Gain untuk masing-masing perlakuan T0 = Rp 16.309 ; T1 = Rp 17.079 ; T2 = Rp 17.970 dan T3 = Rp 19.483. Rata – rata Income Over Feed Cost (IOFC) untuk masing-masing perlakuan T0 = Rp 6.304 ; T1 = Rp 5.957 ; T2 = Rp 5.727 ; T3 = Rp 5.962. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah penggantian pakan komersial dengan tepung daun pepaya sampai level 3%, sebagai berikut : 1) Meningkatkan konsumsi pakan ayam broiler dan menurunkan nilai konversi pakan. 2) Meningkatkan nilai Feed Cost per Gain (biaya pakan) dan menurunkan nilai Income Over Feed Cost (pendapatan). Kata kunci : ayam broiler, tepung daun pepaya, konsumsi pakan, konversi pakan, feed cost per gain, income over feed cost. PERPUSTAKAAN UMUKA


iii KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga dapat menyelesaikan Laporan Tugas Akhir dengan baik. Laporan Tugas Akhir ini ditulis untuk memenuhi sebagian persyaratan mendapatkan sebutan Profesional Ahli Madya Peternakan Pada Universitas Muhammadiyah Karanganyar. Penulis menyadari bahwa Laporan Tugas Akhir ini tidak akan terselesaikan tanpa bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada yang terhormat : 1. Rektor Universitas Muhammadiyah Karanganyar, yang telah memberikan ijin dan fasilitas guna menyusun Laporan Tugas Akhir. 2. Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Karanganyar, yang telah menyetujui permohonan penulisan Laporan Tugas Akhir. 3. Bapak Ir. Damaryanto Widarto M, Si selaku Pembimbing yang telah memberikan bimbingan dan pengarahan sehingga Laporan Tugas Akhir ini dapat diselesaikan dengan baik. 4. Orang tua yang telah memberikan doa dan dukungan baik materi maupun moral kepada Penulis. 5. Rekan - rekan kelompok atas kerjasamanya, serta semua pihak yang telah membantu dalam hal penyelesaian Laporan Tugas Akhir. Penulis menyadari bahwa dalam penulisan Laporan Tugas Akhir ini masih jauh dari sempurna. Maka dari itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penulis harapkan guna kesempurnaan penulisan Laporan Tugas Akhir ini. Karanganyar, 1 Juli 2022 Penulis PERPUSTAKAAN UMUKA


iv DAFTAR ISI Halaman RINGKASAN ..........................................................................................................ii KATA PENGANTAR.............................................................................................iii DAFTAR ISI...........................................................................................................iv DAFTAR TABEL...................................................................................................vi DAFTAR GAMBAR ............................................................................................. vii DAFTAR LAMPIRAN ......................................................................................... viii I. PENDAHULUAN............................................................................................ 1 II. TINJAUAN PUSTAKA.................................................................................. 4 A. Ayam Pedaging ........................................................................................... 4 B. Pakan Ayam Pedaging................................................................................. 5 1. Konsumsi Pakan................................................................................... 6 2. Pertambahan Bobot Badan................................................................... 8 3. Konversi Pakan .................................................................................. 10 4. Feed Cost per Gain............................................................................. 11 5. Income Over Feed Cost...................................................................... 11 C. Tanaman Pepaya........................................................................................ 12 D. Hipotesis.................................................................................................... 16 III. MATERI DAN METODE ............................................................................. 17 A. Lokasi Penelitian ...................................................................................... 17 B. Materi Penelitian ....................................................................................... 17 C. Desain Penelitian ....................................................................................... 18 E. Prosedur Penelitian.................................................................................... 21 PERPUSTAKAAN UMUKA


v F. Layout Penempatan Kandang.................................................................... 23 G. Analisis Data ............................................................................................. 24 IV. HASIL DAN PEMBAHASAN...................................................................... 25 A. Konsumsi Pakan ........................................................................................ 25 B. Konversi Pakan.......................................................................................... 26 C. Feed Cost per Gain ................................................................................... 29 D. Income Over Feed Cost (IOFC)................................................................ 30 V. KESIMPULAN DAN SARAN ....................................................................... 33 DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 34 RIWAYAT HIDUP............................................................................................... 44 PERPUSTAKAAN UMUKA


vi DAFTAR TABEL Tabel Halaman 1. Pedoman Kebutuhan Nutrisi Ayam Broiler ........................................................ 6 2. Standar Konsumsi Pakan Ayam Broiler Strain Ross .......................................... 8 3. Standar Bobot Badan Ayam Broiler Strain Ross .............................................. 10 4. Standar Konversi Pakan Ayam Broiler Strain Ross.......................................... 11 5. Kandungan Nutrisi Daun Pepaya ...................................................................... 15 6. Komposisi Pakan Penelitian.............................................................................. 19 7. Kandungan Zat Gizi dari Pakan Basal dan Tepung Daun Pepaya .................... 20 8. Komposisi dan Kualitas Pakan Penelitian......................................................... 20 9. Konsumsi Pakan Ayam Broiler Strain Ross (g/ekor/hari) ................................ 25 10. Konversi Pakan Ayam Broiler Strain Ross ..................................................... 27 11. Feed Cost per Gain Ayam Broiler Strain Ross (Rp/kg) .................................. 29 12. Income Over Feed Cost Ayam Broiler Strain Ross (Rp/kg) ........................... 30 PERPUSTAKAAN UMUKA


vii DAFTAR GAMBAR Gambar Halaman 1. Daun Pepaya ...................................................................................................... 13 2. Layout Kandang Substitusi Tepung Daun Pepaya ............................................ 23 PERPUSTAKAAN UMUKA


viii DAFTAR LAMPIRAN Lampiran Halaman 1. Data Rata - rata Konsumsi Pakan (g/ekor/hari)................................................. 38 2. Hasil Analisa Statistik SPSS Konsumsi Pakan ................................................. 39 3. Data Rata - rata Konversi Pakan (FCR) ............................................................ 40 4. Hasil Analisa Statistik SPSS Konversi Pakan (FCR)........................................ 41 5. Data Rata – rata Feed Cost per Gain (Rp/kg) ................................................... 42 6. Data Rata- rata Income Over Feed Cost (Rp/kg) .............................................. 43 PERPUSTAKAAN UMUKA


1 I. PENDAHULUAN Ayam pedaging merupakan jenis ayam yang dipelihara untuk dimanfaatkan dagingnya. Ras ayam pedaging dikenal dengan sebutan nama ayam broiler. Istilah tersebut biasa dipakai untuk menyebutkan ayam hasil budi daya teknologi peternakan yang memiliki ekonomi dengan ciri khas berupa pertumbuhan yang cepat, sebagai penghasil daging dengan konversi pakan rendah, dan siap dipotong pada usia yang relatif muda (Tamalluddin, 2014). Ayam broiler merupakan salah satu komoditi unggas yang memberikan kontribusi besar dalam memenuhi kebutuhan protein asal hewani bagi masyarakat Indonesia. Kebutuhan daging ayam setiap tahunnya mengalami peningkatan, karena harganya yang terjangkau oleh semua kalangan masyarakat. Ayam broiler termasuk jenis ternak unggas yang memiliki laju pertumbuhan yang sangat cepat, karena dapat dipanen pada umur 5 minggu. keunggulan broiler didukung oleh sifat genetik dan keadaan lingkungan yang meliputi makanan, temperatur lingkungan, dan pemeliharaan. Penampilan ayam pedaging yang bagus dapat dicapai dengan sistem peternakan intensif modern yang bercirikan pemakaian bibit unggul, pakan berkualitas, serta perkandangan yang memperhatikan aspek kenyamanan dan kesehatan ternak (Nuriyasa, 2003). Pakan merupakan salah satu faktor utama dalam menetukan keberhasilan suatu usaha peternakan, karena 60 – 70 % biaya produksi digunakan untuk pakan (Wiharto, 2004). Untuk menekan biaya produksi maka penggunaan pakan PERPUSTAKAAN UMUKA


2 unggas harus sangat efisien, sehingga peternak harus mampu memanfaatkan ketersediaan bahan pakan yang ada tanpa mengabaikan segi kualitas bahan pakan tersebut. Pemilihan bahan pakan yang tepat sebagai campuran maupun tambahan dalam pakan sangat berperan penting dalam produktifitas ayam pedaging yang dihasilkan, salah satunya dengan memanfaatkan tepung daun pepaya. Daun pepaya mengandung beberapa senyawa yang dapat mempermudah kerja usus dan berguna untuk proses pencernaan (Kamaruddin dan Salim, 2003). Di dalam daun pepaya juga banyak terkandung enzim papain yang memiliki kemampuan untuk membentuk protein baru yaitu plastein dan enzim proteolitik yang dapat meningkatkan efisiensi proses pencernaan. Menurut Ardina (2007) pada daun pepaya terkandung enzim papain yang berfungsi sebagai antimikrobial, memiliki sifat sebagai antimikrobial yang dapat menghambat kinerja beberapa mikroorganisme serta memiliki alkaloid yang berfungsi sebagai antibakteri. Komponen aktif ß karoten (pro-vitamin A) pada daun pepaya dapat sebagai antioksidan (Sutama, 2008). Daun pepaya mengandung protein 30,12%, air 10,20%, serat kasar 5,60%, ekstrak eter 1,20%, abu 8,45% dan BETN 44,43%. Nwofia dkk, (2012) daun pepaya mengandung ß karoten sebanyak 644,10- 666,67 IU/100 g, vitamin C 25,23-38,13 mg/100 g, niacin 0,35-0,43 mg/100 g, thiamine 0,43-0,46 mg/100 g dan riboflavin 0,12-0,15 mg/100 g. ß karoten dan vitamin C diketahui selain bersifat antioksidan juga bersifat sebagai antilipid. Memperhatikan arti potensi dari daun pepaya tersebut, maka perlu dilakukan kajian lapangan dengan cara PERPUSTAKAAN UMUKA


3 melakukan penelitian tentang Nilai Ekonomi Substitusi Pakan Komersial dengan Tepung Daun Pepaya pada Pemeliharaan Ayam Pedaging yang meliputi nilai konversi pakan, feed cost per gain dan income over feed cost. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggantian pakan komersial dengan tepung daun pepaya terhadap nilai ekonomi dalam pemeliharaan ayam pedaging. Maka yang diharapkan dapat memberi manfaat kepada masyarakat umum dan dunia peternakan mengenai informasi penggunaan tepung daun papaya terhadap ransum pakan ayam pedaging. PERPUSTAKAAN UMUKA


4 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Ayam Pedaging Ayam broiler merupakan salah satu hewan ternak yang sangat digemari oleh masyarakat Indonesia untuk dikonsumsi guna memenuhi kebutuhan protein asal hewan. Ayam broiler adalah hewan ternak yang lebih umum dipilih para peternak untuk dikembangkan karena pertumbuhannya yang cepat. Berbagai macam strain ayam broiler yang dapat ditemukan saat ini, merupakan hasil perkawinan antar ras dengan kemajuan tenologi yang semakin pesat, maka mampu menghasilkan strain baru yang nantinya akan menguntungkan secara ekonomi (Rasyaf, 2011). Kelebihan ayam pedaging adalah pertumbuhannya yang sangat cepat, konversi pakan yang rendah, kualitas daging yang empuk dan mempunyai efisiensi pakan yang tinggi. Sedangkan kelemahan ayam pedaging ini adalah memerlukan pemeliharaan secara intensif dan cermat, relatif lebih peka terhadap suatu penyakit dan sulit beradaptasi (Tamalludin, 2014). Kelebihan ayam broiler tersebut didukung oleh sifat genetik dan keadaan lingkungan yang meliputi makanan, temperatur lingkungan dan pemeliharaan. Pada umumnya di Indonasia ayam broiler sudah dipasarkan pada umur 5 – 6 minggu dengan berat 1,3 – 1,6 kg walaupun laju pertumbuhannya belum maksimum, karena ayam broiler yang sudah berat sulit dijual. Hardjoswaro dan Rukminasih (2000) menyatakan bahwa ayam broiler dapat digolongkan kedalam kelompok unggas penghasil daging artinya dipelihara khusus untuk menghasilkan daging. Umumnya memiliki ciri-ciri, yaitu kerangka tubuh besar, PERPUSTAKAAN UMUKA


5 pertumbuhan badan cepat, pertumbuhan bulu yang cepat, lebih efisien dalam mengubah ransum menjadi daging. B. Pakan Ayam Pedaging Pakan merupakan suatu bahan organik maupun anorganik baik sudah diolah maupun belum diolah yang perannya untuk pemenuhan nutrisi pada ternak tanpa mengganggu kestabilan kesehatannya, yang fungsinya sebagai pemenuhan kebutuhan hidup pokoknya, produksinya, dan reproduksinya (Khairul, 2009) dan memegang biaya produksi terbesar dalam usaha dibidang peternakan yang biayanya mencapai 60 – 70% (Tamalludin, 2012). Pakan merupakan faktor yang sangat penting dan sensitif terhadap pertumbuhan ayam pedaging dikarenakan ayam pedaging mampu mengubah pakan menjadi daging dalam waktu yang singkat. Pakan sangat penting karena menunjang kesehatan, pertumbuhan dan suplai nutrisi sehingga proses metabolisme dapat berjalan dengan baik serta ternak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Pertambahan berat badan ayam pedaging yang cepat diikuti pula dengan makanannya, akan tetapi biaya pakan pada ternak ayam pedaging adalah biaya terbesar. Maka dari itu pertambahan berat badan harus pula dikaitkan dengan konsumsi pakannya (Rasyaf, 2011). Ransum merupakan sekumpulan bahan pakan ternak yang memenuhi persyaratan nutrisi dan disusun dengan cara tertentu untuk memenuhi kebutuhan gizi ternak. Sebelum meransum pakan, peternak harus tahu umur ayam, bahan pakan dan kandungan nutrisi pakan, sehingga kita dapat menentukan rata-rata jumlah pakan yang dibutuhkan (Rasyaf, 1994 sitasi Zikri, 2011). Pemberian PERPUSTAKAAN UMUKA


6 pakan dengan kualitas yang lebih rendah dari standar kebutuhan pada starter bisa menyebabkan laju pertumbuhannya terhambat dan akan berujung pada pencapaian berat badan yang lebih rendah dari perkiraan, dan akan menunda masa produksi bahkan bisa mempercepat berakhirnya masa produksi (Abidin, 2003 sitasi Zikri, 2011). Pedoman kebutuhan nutrisi ayam broiler dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Pedoman Kebutuhan Nutrisi Ayam Broiler Nutrisi Pakan Starter (0 – 4 minggu) Finisher (4 minggu-panen) Energi metabolisme (Kkal/kg) 2800 – 3100 2900 – 3200 Protein kasar (%) 21 – 23 19 – 21 Lemak kasar (%) 2,5 – 5,0 2,5 – 5,0 Serat kasar (%) 3,0 – 5,0 3,0 – 5,0 Kalsium (%) 0,9 – 5,0 0,9 – 1,1 Fosfor, total (%) 0,7 – 0,9 0,7 – 0,9 Lisin (%) 1,20 – 1,25 1,00 – 1,20 Methionin (%) 0,40 – 0,60 0,42 – 0,50 Sumber : Ichwan (2005) 1. Konsumsi Pakan Konsumsi ransum adalah ransum yang dimakan dengan jumlah dan waktu tertentu dan digunakan oleh ternak untuk memenuhi kebutuhan hidup. Konsumsi ransum pada ayam pedaging tergantung pada strain, umur, aktivitas serta temperatur lingkungan (Wahyu, 2004). Suhu lingkungan yang tinggi menyebabkan menurunnya konsumsi ransum. Konsumsi ransum setiap minggu bertambah sesuai dengan pertambahan bobot badan. PERPUSTAKAAN UMUKA


7 Setiap minggunya ayam mengkonsumsi ransum lebih banyak dibandingkan dengan minggu sebelumnya (Fadilah, 2004). Pemberian ransum bertujuan untuk menjamin pertumbuhan berat badan dan menjamin produksi daging agar menguntungkan (Sudarso dan Siriwa, 2007). Sebagian besar peternak ayam pedaging memberi pakan secara adlibitum dan diberikan tiga kali dalam sehari yaitu pagi, siang dan soe hari. Suhu lingkungan pada pagi dan sore hari mendekati suhu nyaman atau themoneutral zone untuk pertumbuhan ayam sehingga pemberian pakan pada waktu tersebut dapat dimetabolisasi dengan optimal dan akam menghasilkan performa yang optimal. Pakan adalah campuran berbagai macam bahan organik dan anorganik yang diberikan kepada ternak untuk memenuhi kebutuhan zat-zat makanan yang diperlukan bagi pertumbuhan, perkembangan, dan reproduksi (Suprijatna dkk, 2005). Frekuensi atau waktu pemberian pakan pada anak ayam biasanya lebih sering sampai 5 kali sehari. Semakin tua ayam,frekuensi pemberian pakan semakin berkurang sampai dua atau tiga kali sehari (Suci dkk, (2005). Hal yang terpenting dalam proses pemberian pakan ayam pedaging adalah ketepatan waktu setiap harinya. Ketepatan waktu pemberian pakan perlu dipertahankan, karena pemberian pakan pada waktu yang tidak tepat setiap hari dapat menurunkan produksi. Pakan juga dapat diberikan dengan cara terbatas pada waktu tertentu dan disesuaikan dengan kebutuhan ayam, misalnya pagi dan sore. Waktu pemberian pakan dipilih pada saat yang tepat dan nyaman sehingga ayam dapat makan dengan baik dan tidak banyak PERPUSTAKAAN UMUKA


8 pakan yang terbuang (Sudaro dan Siriwa, 2007). Standar konsumsi pakan ayam broiler dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2. Standar Konsumsi Pakan Ayam Broiler Strain Ross Sumber : Ross 308 Broiler Performance Objective, 2014 Anggorodi (1994) menyatakan bahwa kadar energi dalam ransum menentukan banyaknya ransum yang dikonsumsi. Konsumsi pakan akan meningkat bila energi menurun, sebaliknya konsumsi akan menurun bila energi dalam pakan meningkat dan suhu lingkungan yang tinggi akan menurunkan konsumsi pakan. Efisiensi penggunaan dalam pakan tergantung pada kandungan energi metabolis dalam ransum (Wahyu, 1997). Hubungan antara kandungan protein dan energi dengan konsumsi pakan tidak langsung dipengaruhi, karena jika jumlah asam amino esensial dalam energi dalam ransum rendah maka ayam akan berusaha mengkonsumsi ransum lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan dan akan berhenti setelah terpenuhi. 2. Pertambahan Bobot Badan Pertambahan bobot badan ditentukan oleh konsumsi pakan, tata laksana pemeliharaan dan kandungan nutrient dalam pakan (Susanto, 2002). Minggu Konsumsi Pakan (g/ekor/hari) 1 23,57 2 38,36 3 56,29 4 75,57 Rata-rata 48,49 PERPUSTAKAAN UMUKA


9 Dalam pemeliharaanya ayam broiler pertambahan bobot badan setiap ayam perlu diperhatikan. Hal ini dikarenakan agar produksi ayam saat pemanenan dapat stabil dan baik. Untuk mendapatkan produksi yang baik perlu diadakan control dengan penimbangan yang teratur setiap minggunya. Apabila bobot ayam belum memenuhi standar, maka jumlah pakan dapat ditambah dengan persentase kekurangan berat badan dari standar. Akan tetapi apabila bobot badan ayam telah melebihi standar, maka jumlah pakan yang diberikan tetap sama dengan jumlah pakan yang diberikan sebelumnya (Sudaryani dkk, 2011). Abidin (2002) pertambahan bobot badan ayam dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya yaitu tingkat konsumsi ayam. Jika konsumsi baik maka pertambahan bobot badan juga akan baik. Apabila mendapatkan bobot badan yang sesuai dengan yang dikehendaki pada waktu yang tepat, maka perlu diperhatikan pakan yang tepat. Kandungan energi pakan yang tepat dengan kebutuhan ayam dapat memengaruhi konsumsi pakannya, dan ayam jantan mengkonsumsi pakan yang lebih banyak (Anggorodi, 1985). Pertambahan bobot badan merupakan kenaikan bobot badan yang dicapai oleh seekor ternak selama periode tertentu. Pertambahan bobot badan diperoleh dengan pengukuran kenaikan bobot badan dengan melakukan penimbangan berulang dalam waktu tertentu misalnya tiap hari, tiap minggu, tiap bulan atau tiap tahun (Tillman dkk, 1991). Standar bobot badan pada ayam broiler strain ross dapat dilihat pada Tabel 3. PERPUSTAKAAN UMUKA


10 Tabel 3. Standar Bobot Badan Ayam Broiler Strain Ross Minggu Bobot Badan (g/ekor) PBB (g/ekor) 1 189 22,93 2 480 41,70 3 929 64,10 4 1501 81,72 Rata-rata 774,75 52,61 Sumber : Ross 308 Broiler Performance Objective, 2014 3. Konversi Pakan Konversi pakan adalah suatu perbandingan antara konsumsi ransum dengan pertambahan bobot badan dalam satu waktu tertentu. Faktor yang mempengaruhi konversi ransum yaitu genetik, temperatur, ventilasi, sanitasi, kualitas pakan, jenis ransum, penggunaan zat additive, kualitas air, penyakit dan manajemen pemeliharaan (Adil dkk, 2010). Qurniawan, dkk (2016) ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi tingginya nilai konversi pakan yaitu umur dan jenis kelamin ayam broiler, strain ayam broiler, manajemen pemberian pakan, manajemen kandang ayam dan ketinggian tempat. Penambahan asam sitrat dengan konsentrasi 0,8% dengan nilai konversi sebesar 1,78 mampu menghasilkan performa/pertumbuhan terbaik pada ayam broiler (Saputra, 2013). Standar konversi pakan ayam broiler strain ross dapat dilihat pada Tabel 4. PERPUSTAKAAN UMUKA


11 Tabel 4. Standar Konversi Pakan Ayam Broiler Strain Ross Umur (minggu) Bobot Badan (g/ekor) Pertambahan Bobot Badan (g/ekor) Konsumsi Pakan (g/ekor) FCR 1 189 22,93 165 0,88 2 480 41,70 537 1,12 3 929 64,10 1180 1,27 4 1501 81,72 2116 1,41 Rata-rata 774,75 52,61 999,5 1,17 Sumber : Ross 308 Broiler Performance Objective, 2014. 4. Feed Cost per Gain Menurut Abidin (2005) bahwa Feed Cost Per Gain adalah jumlah biaya yang dikeluarkan untuk pemeliharaan ternak dan merupakan biaya operasional dalam penggemukan ternak, untuk meminimalisir biaya yang dikeluarkan maka perlu memilih bahan pakan yang memiliki harga rendah dengan kualitas pakan yang baik. Nilai Feed Cost per Gain dihitung berdasarkan biaya pada saat pemeliharaan berlangsung dan pertambahan bobot badan yang dihasilkan (Purbowati dkk, 2009). 5. Income Over Feed Cost Prawirokusumo (1990) untuk mengetahui efisiensi penggunaan ransum secara ekonomis, selain memperhitungkan bobot badan ayam yang dihasilkan dan efisiensi ransum, faktor efisiensi biaya juga perlu diperhitungkan. Income Over Feed Cost (IOFC) adalah selisih dari total pendapatan dengan total biaya pakan digunakan selama usaha pemeliharaan merupakan barometer untuk melihat seberapa besar biaya pakan yang PERPUSTAKAAN UMUKA


12 merupakan biaya terbesar dalam usaha pemeliharaan ayam. Income Over Feed Cost diperoleh dengan menghitung selisih pendapatan dikurangi biaya pakan. Pendapatan merupakan perkalian antara produksi atau pertambahan bobot badan akibat perlakuan dengan harga jual. (Prawirokusumo, 1990). C. Tanaman Pepaya Pepaya (Carica papaya l) adalah tanaman yang berasal dari Amerika Latin. Tanaman ini adalah salah satu jenis tanaman buah-buahan yang daerah penyebarannya berada didaerah tropis dan cukup banyak dibudidayakan di Indonesia. Secara tradisional tanaman ini cukup mudah dibudidayakan dan sangat disukai oleh masyarakat Indonesia. Tanaman ini merupakan tanaman tahunan sehingga daun pepaya tersebut selalu tersedia setiap saat. Permukaan daun yang licin dan sedikit mengkilat. Kalau dilihat dari susunan tulang daun pepaya tersebut, daun pepaya ini termasuk daun-daun yang bentuknya bertulang menjari (Agustina, 2017). Menurut Kamaruddin dan Salim (2009) daun pepaya merupakan tanaman obat yang mengandung zat pakan dan zat aktif sehingga daun pepaya dapat digunakan sebagai feed additive dan feed supplement. Sebagai feed additive daun pepaya dapat meningkatkan daya cerna dan sebagai feed supplement daun pepaya dapat sebagai sumber zat pakan. Feed additive merupakan suatu bahan atau kombinasi bahan yang ditambahkan dalam jumlah yang kecil ke dalam campuran makanan dasar untuk memenuhi kebutuhan khusus (Hartadi dkk, 1990). Feed additive ini dapat berupa antibiotik, hormon, antioksidan dan probiotik. Sedangkan feed supplement PERPUSTAKAAN UMUKA


13 merupakan bahan pakan tambahan yang berupa zat nutrisi mikro seperti vitamin, mineral atau asam amino. Fungsi penambahan feed supplement dalam ransum yaitu meningkatkan ketersediaan zat nutrisi mikro yang seringkali kandungannya dalam ransum tidak sesuai standar. Berikut ini daun pepaya dapat dilihat pada Gambar 1. Gambar 1. Daun Pepaya Taksonomi tanaman pepaya menurut Gledhil (2009) diklasifikasikan sebagai berikut : Kingdom : Plantae (tumbuh – tumbuhan) Diviso : Spermatophyta (tumbuhan berbiji) Subdivisio : Angiospermae (biji tertutup) Class : Dicotyledonae (biji berkeping dua) Ordo : Caricales Familia : Caricaceae Genus : Carica Species : Carica papaya l Menurut Aravind dkk, (2013) tanaman pepaya mengandung getah yang dimana getah ini merupakan zat yang disebut dengan papain. Papain merupakan PERPUSTAKAAN UMUKA


14 suatu protease sulfihidril dari getah pepaya. Enzim papain ini biasanya ditemukan di batang, daun dan buah pepayanya sendiri (Trizelia, 2001). Enzim ini dapat bekerja aktif secara optimal pada suhu kisaran 38 – 80°C. Enzim papain bisa digunakan untuk membantu kecernaan protein. Adachukwu dkk, (2013) penggunaan enzim papain sebagai sumber enzim protease dapat meningkatkan kualitas protein kasar pakan yang rendah, karena dengan hidrolisis oleh enzim papain yang kemungkinan tidak bisa dilakukan oleh enzim-enzim pencernaan didalam usus unggas. Daun pepaya juga mengandung alkaloid, flavonoid, dan saponin (Imaga dkk, 2010). Daun pepaya mengandung beberapa senyawa yang dapat mempermudah kerja usus dan berguna untuk proses pencernaan (Kamaruddin dan Salim, 2003). Di dalam daun pepaya juga banyak terkandung enzim papain yang memiliki kemampuan untuk membentuk protein baru yaitu plastein dan enzim proteolitik yang dapat meningkatkan efisiensi proses pencernaan. Menurut Ardina (2007) pada daun pepaya terkandung enzim papain yang berfungsi sebagai antimikrobial dan alkaloid yang berfungsi sebagai antibakteri. Enzim papain juga memiliki sifat sebagai antimikrobial yang dapat menghambat kinerja beberapa mikroorganisme. Komponen aktif ß karoten (pro-vitamin A) pada daun pepaya dapat sebagai antioksidan (Sutama, 2008). Daun pepaya mengandung alkaloid, saponin, tannin, glycoside dan ISSN 1978-3000. Eleazu dkk, (2012) melaporkan bahwa daun pepaya mengandung saponin 0,80%, alkaloid 6%, tanin 0,43 mg/100 g, flavonoid 6,7% dan HCN 0,62 µg/g. Sebagai antioksidan, flavonoid dan tanin mempunyai pengaruh yang PERPUSTAKAAN UMUKA


15 menguntungkan terhadap fungsi endotel yaitu menurunkan oksidasi low density lipoprotein (LDL). Vitamin C juga mencegah oksidasi LDL terutama dengan menangkap radikal bebas. Onyimonyi dan Ernest (2009) melaporkan bahwa tepung daun pepaya mengandung protein kasar 30,12%, air 10,20%, serat kasar 5,60%, ekstrak eter 1,20%, abu 8,45% dan BETN 44,43%. Nwofia dkk, (2012) menyatakan bahwa daun pepaya mengandung ß karoten sebanyak 644,10- 666,67 IU/100 g, vitamin C 25,23-38,13 mg/100 g, niacin 0,35-0,43 mg/100 g, thiamine 0,43-0,46 mg/100 g dan riboflavin 0,12- 0,15 mg/100 g. ß karoten dan vitamin C diketahui selain bersifat antioksidan juga bersifat sebagai antilipid. Menurut Santoso dkk, (2010) alkaloid dan papain juga mampu menurunkan penimbunan lemak pada ayam dan tikus. Kamaruddin dan Salim (2003) daun pepaya juga kaya akan alkaloid dan enzim proteolitik seperti papain, khimopapain dan lisozim, yang berperan pada proses pencernaan dan mempermudah kerja usus. Kandungan nutrisi daun papaya dapat dilihat pada Tabel 5. Tabel 5. Kandungan Nutrisi Daun Pepaya Kandungan zat gizi % Bahan Kering (BK) 89,80 Protein Kasar (PK) 30,12 Serat Kasar (SK) 5,60 BETN 44,43 Sumber : Onyimonyi dan Ernest (2009) PERPUSTAKAAN UMUKA


16 D. Hipotesis Substitusi pakan komersial dengan tepung daun pepaya dapat meningkatkan nilai ekonomis pada pemeliharaan ayam pedaging. PERPUSTAKAAN UMUKA


17 III. MATERI DAN METODE A. Lokasi Penelitian Penelitian dengan judul “Nilai Ekonomi Substitusi Pakan Komersial Dengan Tepung Daun Pepaya (Carica papaya l) Pada Pemeliharaan Ayam Pedaging” yang dilaksanakan di UPT Universitas Muhammadiyah Karanganyar, Desa Bejen, Kabupaten Karanganyar. Penelitian dimulai pada tanggal 25 Maret sampai dengan 22 April 2022 (28 hari). Tahap – tahap penelitian meliputi : 1) Tahap persiapan kandang; 2) Tahap penimbangan tepung daun papaya; 3) Tahap pemeliharaan ayam; 4) Analisis data. B. Materi Penelitian Sebagai materi dalam penelitian ini yaitu : 1. Anak ayam pedaging strain Ross umur 4 hari yang diperoleh dari Poultry Shop di wilayah Sukoharjo sebanyak 48 ekor dengan rata – rata bobot awal 95,53 g/ekor. 2. Pakan basal berupa konsentrat BR-1 produksi PT. Wonokoyo Jaya Corporindo. 3. Tepung daun pepaya yang diperoleh dari Online Shop Shopee “Hidayah Herbal” 4. Kandang : a. Sub kandang sebanyak 12 buah dengan ukuran 60 cm x 70 cm. Pada 1 minggu pertama menggunakan lantai koran di atas litter sekam padi PERPUSTAKAAN UMUKA


18 setebal 2 – 3 cm. Minggu selanjutnya menggunakan lantai litter sekam padi tanpa koran. b. Pemasangan lampu penerangan sebanyak 4 buah. c. Pemasangan tirai mengelilingi kandang hingga tertutup. d. Penyemprotan desinfektan merk ”Zaldes” produksi PT. Medion yang dilakukan sebelum DOC datang. e. Vaksin ND-IB dengan merk “Medivac ND-IB” produksi PT. Medion dengan dosis 0,03 ml/ekor melalui aplikasi tetes mata. f. Vitachick untuk vitamin air minum diberikan setiap seminggu 3 kali dengan dosis 5 gram tiap 7 liter air minum. g. Pemasangan label kandang sebanyak 12 buah. 5. Peralatan dan perlengkapan : a. Timbangan digital berfungsi untuk menimbang pakan, sisa pakan dan bobot badan ayam. b. Tempat pakan dan minum ayam sebanyak 12 buah. c. Ember sebanyak 2 buah berfungsi untuk wadah air. d. Koran bekas untuk melapisi alas kandang. e. Sekam untuk lantai kandang. f. Sapu untuk membersihkan kandang. C. Desain Penelitian Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pertimbangan karakteristik obyek penelitian bersifat homogen, ditinjau dari aspek ternak, jenis kandang dan kondisi geografis tempat PERPUSTAKAAN UMUKA


19 penelitian dilakukan. Pada penelitian ini menggunakan anak ayam pedaging umur 4 hari sebanyak 48 ekor, yang selanjutnya dibagi secara acak dengan jumlah sama ke dalam 4 kelompok perlakuan, dan setiap kelompok perlakuan terdiri dari 3 sub kelompok ulangan dengan jumlah ayam masing-masing sebanyak 4 ekor. Kelompok perlakuan tersebut, yaitu : 1. Kelompok kontrol (T-0): Kelompok ayam yang diberi pakan komersial tanpa substitusi tepung daun pepaya. 2. Kelompok perlakuan pertama (T-1) : Kelompok ayam yang diberi pakan komersial dengan substitusi tepung daun pepaya sebanyak 1% dari pakan komersial. 3. Kelompok Perlakuan kedua (T-2) : Kelompok ayam yang diberi pakan komersial dengan substitusi tepung daun pepaya sebanyak 2% dari pakan komersial. 4. Kelompok Perlakuan ketiga (T-3) : Kelompok ayam yang diberi pakan komersial dengan substitusi tepung daun pepaya sebanyak 3% dari pakan komersial. Tabel 6. Komposisi Pakan Penelitian BAHAN PAKAN T – 0 T – 1 T – 2 T – 3 -- % -- 1. Konsentrat 2. Tepung daun pepaya (TDP) 100 - 99 1 98 2 97 3 PERPUSTAKAAN UMUKA


20 Tabel 7. Kandungan Zat Gizi dari Pakan Basal dan Tepung Daun Pepaya No. Zat Nutrisi Konsentrat *) Tepung Daun Pepaya **) 1 Bahan Kering (BK;%) 86% 89,80% 2 Protein Kasar (PK;%) 20% 30,12% 3 Serat Kasar (SK;%) 5% 5,60% Sumber : *) Japfa Comfeed Indonesia (2012) **) Onyimonyi dan Ernest (2009) Tabel 8. Komposisi dan Kualitas Pakan Penelitian Bahan Pakan T-0 T-1 T-2 T-3 --%-- A. Komposisi Pakan Penelitian 1. Konsentrat 100 99 98 97 2. Tepung daun pepaya - 1 2 3 B. Kualitas Pakan Penelitian 1. Bahan Kering (BK) 86,00 86,04 86,08 86,12 2. Protein Kasar (PK) 20,00 20,10 20,20 20,30 3. Serat Kasar (SK) 5,00 5,01 5,01 5,02 D. Variabel Penelitian a. Sebagai variable control (T-0) adalah pemberian ransum basal yang berupa konsentrat tanpa adanya substitusi tepung daun pepaya, sebagaimana yang biasa dilakukan oleh peternak pada umumnya. PERPUSTAKAAN UMUKA


21 b. Sebagai variable independent adalah substitusi ransum basal dengan tepung daun pepaya sebanyak 1%, 2% dan 3% dari ransum basal. c. Sebagai variable dependent adalah Konversi Pakan, Feed Cost per Gain dan Income Over Feed Cost. d. Konversi Pakan Konversi pakan adalah jumlah ransum yang dikonsumsi seekor ayam dalam waktu tertentu untuk membentuk daging atau berat badan. Rumus untuk menghitung adalah − (/)/ℎ) ℎ (//ℎ ) e. Feed Cost per Gain (Rp/kg) Feed Cost Per Gain adalah besarnya biaya pakan yang diperlukan ternak untuk menghasilkan 1 kg bobot badan. Rumus untuk menghitung adalah f. Income Over Feed Cost (Rp/kg) Income Over Feed Cost adalah hasil penelitian penjualan ayam dikurangi dengan biaya pakan. Rumus untuk menghitung adalah ℎ − E. Prosedur Penelitian 1) Persiapan tepung daun pepaya a. Tepung daun pepaya diperoleh di Shopee “Hidayah Herbal” b. Tepung daun pepaya ditimbang masing – masing sebanyak 30 gram, 60 gram dan 90 gram. PERPUSTAKAAN UMUKA


22 c. Tepung daun pepaya dicampurkan dengan pakan konsentrat dengan presentase 1%, 2% dan 3%. 2) Persiapan sebelum penelitian a. Kandang dibuat sebanyak 12 unit dengan ukuran 60 cm x 70 cm kemudian sebelum DOC datang disemprot terlebih dahulu menggunakan desinfektan “Zaldes” dan lantai diberi litter dari sekam padi dengan ketebalan 2 – 3 cm. b. Membersihkan tempat pakan dan tempat minum kemudian dicuci hingga bersih. c. Pemasangan tirai mengelilingi kandang hingga tertutup. d. Pemasangan label untuk setiap perlakuan dan ulangan secara acak untuk memperoleh kesempatan yang sama sehingga diperoleh tata letak unit kandang. 3) Penimbangan bobot badan untuk mengetahui bobot awal ayam penelitian a. Penimbangan bobot badan dilakukan pada umur 4 hari untuk mengetahui homogenitas bobot badan awal 4 hari masing-masing perlakuan. b. Penempatan secara acak pada unit-unit ulangan tiap perlakuan. 4) Pemeliharaan ayam perlakuan selama 28 hari a. Vaksinasi dilakukan pada umur 4 hari menggunakan vaksin ND-IB dengan merk “Medivac ND-IB) dengan dosis 0,3 ml/ekor melalui aplikasi tetes mata. PERPUSTAKAAN UMUKA


23 b. Untuk pakan konsentrat dan tepung daun papaya ditakar dan ditimbang setiap minggu sekali sesuai standar kebutuhan. c. Pemberian air minum dilakukan setiap hari secara adlibitum. Penggantian dilakukan setiap pagi dan sore serta dilakukan pencucian tempat minum setiap hari. d. Penimbangan bobot badan ayam dilakukan setiap seminggu sekali. F. Layout Penempatan Kandang Penempatan kandang penelitian secara acak dilakukan dengan pemberian label pada masing-masing unit kandang. Layout penempatan kandang dapat dilihat pada Gambar 2. Gambar 2. Layout Kandang Substitusi Tepung Daun Pepaya Keterangan : T 0.1 : Perlakuan kontrol ulangan 1 T 0.2 : Perlakuan kontrol ulangan 2 T 0.3 : Perlakuan kontrol ulangan 3 T 1.1 : Perlakuan 1 ulangan ke 1 T 1.2 : Perlakuan 1 ulangan ke 2 T 2.1 : Perlakuan 2 ulangan ke 1 T 2.2 : Perlakuan 2 ulangan ke 2 T 2.3 : Perlakuan 2 ulangan ke 3 T 3.1 : Perlakuan 3 ulangan ke 1 T 3.2 : Perlakuan 3 ulangan ke 2 T – 0.1 T – 0.3 T – 0.2 T – 3.1 T – 2.3 T – 1.1 T – 2.1 T – 2.2 T – 3.2 T – 3.3 T – 1.2 T – 1.3 U M A S UK PERPUSTAKAAN UMUKA


24 T 1.3 : Perlakuan 1 ulangan ke 3 T 3.3 : Perlakuan 3 ulangan ke 3 G. Analisis Data Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola searah. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis statistik SPSS for Windows Release 15.0. Perhitungan Feed Cost Per Gain dan Income Over Feed Cost dihitung secara deskriptif. PERPUSTAKAAN UMUKA


25 IV. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian dengan judul “Nilai Ekonomi Substitusi Pakan Komersial Dengan Tepung Daun Pepaya (Carica papaya l) Pada Pemeliharaan Ayam Pedaging” yang meliputi konsumsi pakan, konversi pakan, feed cost per gain dan income over feed cost. Telah dilaksanakan selama 28 hari di Unit Praktek Ternak atau UPT Universitas Muhammadiyah Karanganyar. Adapun hasil penelitian sebagai berikut : A. Konsumsi Pakan Rata-rata konsumsi pakan selama penelitian untuk masing-masing perlakuan dapat dilihat pada Tabel 9. Tabel 9. Konsumsi Pakan Ayam Broiler Strain Ross (g/ekor/hari) Ulangan Perlakuan T0 T1 T2 T3 1 2 3 108,18 90,83 95,44 3105,21 100,38 104,83 108,89 107,80 123,15 88,77 98,82 100,39 Rata-rata 98,15a 103,47ab 113,28b 95,99a Keterangan : Superskrip yang berbeda pada garis yang sama menunjukkan berbeda nyata (Sig.068) Berdasarkan pada Tabel 9 dapat dijelaskan bahwa rata – rata konsumsi pakan secara berurutan yaitu T0 = 98,15 ; TI = 103,47 ; T2 = 113,28 ; T3 = 95,99 dengan rata – rata 102,72 g/ekor/hari. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa konsumsi pakan berbeda nyata (Sig. 068). Setelah uji lanjut Duncan T0 tidak berbeda nyata dengan T1 dan T3, berbeda nyata dengan PERPUSTAKAAN UMUKA


26 T2. Perlakuan T0=T1=T3 ; T0#T2 ; T1=T2=T3. Artinya pemberian tepung daun pepaya berpengaruh pada konsumsi pakan ayam broiler dengan perbandingan 3% mampu memberikan perbedaan yang nyata pada nilai konsumsi pakan ayam broiler. Perbedaan nyata pada perlakuan T0 dan T2 disebabkan adanya nafsu makan ayam berkurang karena terlalu berlebihan dalam pemberian pakan yang mengakibatkan sisa pakan berceceran. Rata – rata konsumsi pakan selama penelitian yaitu 102,72 g/ekor/hari, sedangkan menurut Ross 308 Broiler Performance Objective (2014) menyatakan nilai konsumsi pakan selama 4 minggu yaitu 75,57 g/ekor/hari. Bell dan Weafer (2002) menyatakan bahwa konsumsi pakan meningkat seiring dengan bertambahnya umur hingga akhir pemeliharaan. Peningkatan konsumsi sejalan dengan bertambahnya ukuran tubuh ayam. Alfin (2009) konsumsi pakan setiap minggu bertambah sesuai dengan pertambahan bobot badan. Setiap minggunya ayam mengonsumsi pakan lebih banyak dibanding minggu sebelumnya. Hal ini membuktikan bahwa pakan yang dikonsumsi dapat menaikkan palatabilitas ayam pedaging dimana pakan yang dikonsumsi tiap minggunya meningkat. Perhitungan nilai konsumsi pakan dapat dilihat pada Lampiran 1. B. Konversi Pakan Hasil penelitian rata – rata konversi pakan selama penelitian untuk masing – masing perlakuan dapat dilihat pada Tabel 10. PERPUSTAKAAN UMUKA


27 Tabel 10. Konversi Pakan Ayam Broiler Strain Ross Keterangan : Berbeda tidak nyata (Sig.839) Tabel 10 menjelaskan bahwa rata – rata konversi pakan ayam broiler untuk masing – masing perlakuan selama penelitian yaitu T0 = 2,34 ; T1 = 2,33 ; T2 = 2,34 ; T3 = 2,42 dengan rata-rata 2,36. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa substitusi tepung daun papaya pada ransum dengan persentase 1%, 2%, 3% diperoleh hasil berbeda tidak nyata (Sig.896), yang berarti konversi pakan ayam broiler tidak dipengaruhi adanya substitusi tepung daun pepaya. Hal ini dikarenakan bahwa penggantian pakan komersial dengan tepung daun pepaya sampai level 3% tidak mengubah kandungan gizi pakan dan masih dalam standar kebutuhan. Kandungan gizi masing – masing yaitu Bahan Kasar (BK) pada perlakuan T0=86,00% ; T1=86,04% ; T2=86,08% ; T3=86,12% ; Protein Kasar (PK) T0=20,00% ; T1=20,10% ; T2=20,20% ; T3=20,30% ; Serat Kasar (SK) T0=5,00% ; T1=5,01% ; T2 =5,01% ; T3=5,02%. Di dalam daun pepaya juga banyak terkandung enzim papain yang memiliki kemampuan untuk membentuk protein baru yaitu plastein dan enzim proteolitik yang dapat meningkatkan efisiensi proses pencernaan. Hal ini sesuai dengan pernyataan Ardina (2007) pada daun pepaya terkandung enzim papain yang Ulangan Perlakuan T0 T1 T2 T3 1 2 3 2,52 2,17 2,34 2,31 2,35 2,34 2,32 2,08 2,62 2,34 2,45 2,48 Rata-rata 2,34 2,33 2,34 2,42 PERPUSTAKAAN UMUKA


28 berfungsi sebagai antimikrobial dan alkaloid yang berfungsi sebagai antibakteri. Enzim papain juga memiliki sifat sebagai antimikrobial yang dapat menghambat kinerja beberapa mikroorganisme. Komponen aktif ß karoten (pro-vitamin A) pada daun pepaya dapat sebagai antioksidan (Sutama, 2008). Sehingga zat yang terkandung dalam daun pepaya dapat meningkatkan imun ayam broiler, karena imun yang baik dapat meningkatkan konsumsi pakan. Tetapi, dalam penelitian ini konsumsi pakan dengan penggantian pakan komersial terhadap tepung daun pepaya sampai level 3% berpengaruh terhadap konsumsi pakan ayam broiler. Hal ini menunjukkan penggantian dengan tepung daun pepaya sampai 3% bahwa zat aktif (enzim proteolitik) pada tepung daun pepaya belum mampu memberikan efek terhadap efisiensi proses pencernaan, karena hanya beberapa zat aktif yang dapat meresap dan dicerna dengan baik. Menurut Ross 308 Broiler Performance Objective (2014) konversi pakan selama 4 minggu yaitu 1,41, sedangkan pada penelitian ini nilai konversi pakan sebesar 2,36. Hal ini menunjukkan nilai konversi pakan lebih tinggi dibandingkan standar. Konversi pakan lebih tinggi dapat disebabkan oleh strain ayam broiler, umur dan jenis kelamin ayam broiler, pemberian pakan yang berlebihan dan amoniak yang tinggi. Hal ini sesuai pernyataan Qurniawan, dkk (2016) bahwa ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi tingginya nilai konversi pakan yaitu umur dan jenis kelamin ayam broiler, strain ayam broiler, manajemen pemberian pakan, manajemen kandang ayam dan ketinggian tempat. Perhitungan nilai konversi pakan dapat dilihat pada Lampiran 3. PERPUSTAKAAN UMUKA


29 C. Feed Cost per Gain Feed Cost per Gain diperoleh dari hasil perkalian konversi pakan dan harga pakan. Rata – rata Feed Cost per Gain selama penelitian untuk masing – masing perlakuan dapat dilihat pada Tabel 11. Tabel 11. Feed Cost per Gain Ayam Broiler Strain Ross (Rp/kg) Ulangan Perlakuan T0 T1 T2 T3 1 2 3 17.539 15.103 16.286 16.909 17.202 17.128 17.817 15.974 20.121 18.813 19.698 19.939 Rata-rata 16.309 17.079 17.970 19.483 Berdasarkan pada Tabel 11 dapat dijelaskan bahwa rata – rata Feed Cost per Gain ayam broiler umur 28 hari untuk masing – masing perlakuan sebesar T0 = Rp 16.309 ; T1 = Rp 17.079 ; T2 = Rp 17.970 ; T3 = Rp 19.483 dengan rata – rata Rp 17.710/kg. Pada perlakuan T0 menghasilkan biaya pakan yang paling rendah atau murah yaitu Rp 16.309 dibandingkan T3 yaitu Rp 19.483 dengan selisih Rp 3.174. Hal ini disebabkan karena perlakuan T0 tanpa pemberian tepung daun pepaya memberikan efisiensi pakan yang paling baik, yaitu konversi pakan 2,34. Sedangkan T1 = 2,33 ; T2 = 2,34 ; T3 = 2,42. Disamping itu dengan tingginya harga tepung daun pepaya juga berdampak pada harga pakan perlakuan yaitu T0 = Rp 6.960/kg ; T1 = Rp 7.320/kg ; T2 = Rp 7.680/kg ; T3 = Rp 8.040/kg. Feed Cost per Gain dari perlakuan dipengaruhi oleh Konversi dan harga dari pakan perlakuan tersebut. Dijelaskan oleh Nurdin (2000) dikutip Sugiharto PERPUSTAKAAN UMUKA


30 dkk, (2004) bahwa semakin rendah konversi pakan, maka semakin rendah biaya yang harus dikeluarkan untuk pertambahan bobot badan dalam satuan yang sama, yang berarti semakin ekonomis biaya pakan. Perlakuan T0 memiliki rata – rata Feed Cost per Gain sebesar Rp 16.309 yang berarti diperlukan Rp 16.309 untuk menaikkan 1 kilogram bobot badan. Pada penelitian ini perlakuan T3 memiliki rata – rata Feed Cost per Gain sebesar Rp 19.483 lebih tinggi atau mahal dibandingkan perlakuan T0. Perlakuan T0 memiliki rata – rata Feed Cost per Gain yang lebih baik dibandingkan perlakuan lainnya, karena faktor konsumsi pakan yang sedikit dipengaruhi oleh zat antioksidan yang terkandung dalam tepung daun pepaya berpengaruh terhadap kinerja organ dalam ayam broiler dan meningkatkan penyerapan nutrisi pakan sehingga dihasilkan bobot badan yang baik pula. Perhitungan nilai Feed Cost per Gain dapat dilihat pada Lampiran 5. D. Income Over Feed Cost (IOFC) Berdasarkan rata – rata Income Over Feed Cost (IOFC) selama penelitian untuk masing – masing perlakuan dapat dilihat pada tabel 12. Tabel 12. Income Over Feed Cost Ayam Broiler Strain Ross (Rp/kg) Ulangan Perlakuan T0 T1 T2 T3 1 2 3 5.626 7.468 5.820 6.179 6.886 4.807 6.817 5.987 4.377 5.428 7.593 4.866 Rata-rata 6.304 5.957 5.727 5.962 PERPUSTAKAAN UMUKA


31 Dapat dijelaskan pada Tabel 12 bahwa nilai rata – rata Income Over Feed Cost masing – masing 4 perlakuan yaitu T0 = Rp 6.304 ; T1 = Rp 5.957 ; T2 = Rp 5.727 ; T3 = Rp 5.962 dengan rata – rata Rp 5.987/kg. Pada perlakuan T2 memiliki rata – rata Income Over Feed Cost yang paling rendah yaitu Rp 5.727 dibandingkan T0 yaitu Rp 6.304 dengan selisih keduanya sebesar Rp 577. Perlakuan T0 memiliki rata – rata pendapatan yang paling tinggi, artinya memiliki selisih pendapatan terhadap biaya pakan sebesar Rp 16.309. Selisih yang besar diantara perlakuan yang lainnya dipengaruhi harga jual ayam (Rp/kg) dikurangi dengan biaya pakan. Pada penelitian ini dapat disebabkan faktor yang memengaruhi nilai pendapatan adalah jumlah ransum yang dikonsumsi, harga ransum, bobot badan akhir dan harga jual ayam. Hal ini sesuai pendapat Ardiansyah (2013), yang menyatakan bahwa pendapatan sangat dipengaruhi oleh konsumsi ransum, bobot akhir, harga ransum dan harga jual ayam. Perlakuan T0 merupakan perlakuan terbaik diantara perlakuan yang lainnya terhadap peningkatan pendapatan yaitu Rp 6.304/kg pakan, dibandingkan perlakuan yang lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian pakan akan tercapai efisiensi penggunaan pakan yang tinggi sehingga akan menyebabkan nilai pendapatan juga tinggi. Hasil ini sesuai dengan hasil penelitian Kiramang (2011), bahwa konsumsi ransum dan berat badan akhir sangat menentukan penerimaan dan biaya pemeliharaan broiler. Dalam usaha peternakan ayam biaya pakan adalah sekitar 60 – 70%. Nilai ini sangat tinggi sehingga bila PERPUSTAKAAN UMUKA


32 pemberian pakan efisien, maka akan mendapatkan nilai pendapatan yang tinggi. Adapun rata – rata nilai indeks IOFC dapat dilihat pada Tabel 13. Tabel 13. Rata – rata Nilai Indeks IOFC Ayam Broiler Ulangan Perlakuan T0 T1 T2 T3 1 1,32 1,37 1,38 1,29 2 1,49 1,40 1,37 1,39 3 1,36 1,28 1,22 1,24 Rata-rata 1,39 1,35 1,32 1,31 Tabel 13 menjelaskan bahwa perlakuan T0 memiliki rata-rata nilai indeks tertinggi yaitu 1,39. Artinya setiap pengeluaran Rp 1,00 untuk ransum akan mendapatkan keuntungan sebesar 0,39. Perlakuan T0 memiliki nilai indeks terbaik dibandingkan perlakuan yang lainnya. Besarnya nilai indeks yang baik untuk usaha peternakan adalah lebih dari satu (Rasyaf, 2011). PERPUSTAKAAN UMUKA Perhitungan nilai Income Over Feed Cost dapat dilihat pada Lampiran 6.


33 V. KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggantian pakan komersial dengan tepung daun pepaya sampai level 3%, sebagai berikut : 1) Meningkatkan konsumsi pakan ayam broiler dan menurunkan nilai konversi pakan. 2) Meningkatkan nilai Feed Cost per Gain (biaya pakan) dan menurunkan nilai Income Over Feed Cost (pendapatan). B. Saran Berdasarkan penelitian ini pemberian tepung daun pepaya sampai level 3% masih aman dikonsumsi ayam broiler. Pemakaian tepung daun pepaya dalam ransum bisa dilakukan penelitian lanjutan dengan level yang lebih dari 3%, tetapi dengan memperhatikan gizi dari ransum ayam broiler sesuai dengan standar kebutuhan dan masa pemeliharaannya. PERPUSTAKAAN UMUKA


34 DAFTAR PUSTAKA Adachukwu, I. P., O. O. Ann and E. U. Faith. 2013. Phytochemical analysis of paw-paw (Carica papaya) leaves. Int. J. Life Sci. Biotechnol. Pharma Res.,2: (3) Abidin, Z. 2003. Meningkatkan Produktivitas Ayam Ras Pedaging. Agromedia Pustaka, Jakarta. Adit Agus Prasetyo. 2010. “Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat Kemiskinan” ( studi kasus 35 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah Tahun 2003-2007). Skripsi Tidak Dipublikasikan. Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro, Semarang. Agustina. (2017). Kajian Karakterisasi Tanaman Pepaya (Carica papaya L). Di Kota Madya Bandar Lampung. Skripsi. Lampung : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lampung. Alfin Jauharoti, 2009, Keterampilan Dasar Berbahasa. Pustaka Intelektual, Surabaya. Ambri, Khairul dkk. 2009. Studi Pertumbuhan Bakteri Asam Laktat (BAL) dari Dadih dalam Es Krim sebagai Pangan Probiotik. Malang:Jurnal Teknologi Pertanian Vol.10, No.1, hal. 1-9. Anggorodi, R. 1985. Ilmu Makanan Ternak Umum. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. Anggorodi.1994. Ilmu Makanan Ternak Umum. Penerbit Gramedia. Jakarta. Aravind, G., Bhowmik, D., Duraivel, S., & Harish, G., 2013, Traditional and Medicinal Uses of Carica papaya, Journal of Medicinal Plants Studies, 1 (1), 7-15. Ardiansyah, H (2013). Pengaruh Penerapan MetodePembelajaran Brainstorming dan Problem Based Instruction Terhadap Aktivitas Belajar dan Pemahaman Konsep Peserta Didik Skripsi FPEB UPI. Bandung. Ardina, Y. 2007. Development of Antiacne Gel Formulation and Minimum Inhibitory Concentration Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 9 No 1. Januari-Juni 2014 | 48 ISSN 1978-3000 Determination from Carica Papaya Leaves Extract (Carica papaya A Linn). http://digilib.itb.ac.id/gdl.php. PERPUSTAKAAN UMUKA


35 Bell, D. D. and W. D. Jr. Weaver. 2002. Commercial chicken meat and egg production. 5th Ed. Springer Science Business Media, Inc. Spring Street, New York Daghir NJ. 1998. Poultry Production in Hot Climates. CAB International, New York. Eleazu, C. O., K. C. Eleazu, E. Awa and S. C. Chukwuma. 2012. Comparative study of the phytochemical composition of the leaves of five Nigerian medicinal plants. J. Biotechnol. Phar. Res., 3: 42-46. Fadilah. 2004. Panduan Mengelola Peternakan Ayam Broiler Komersial. Cetakan Ke-1. Agromedia Pustaka, Jakarta. Gledhil, D. 2009. The Names of Plants (4rded). Chambridge University Press, Chambridge. Hardjosworo dan Rukminasih. 2000. Peningkatan Produksi Ternak Unggas. Penebar Swadaya, Jakarta. Hartadi, H., S. Reksohadiprodjo dan A. D. Tillman. 1990. Tabel Komposisi Pakan untuk Indonesia. Gadjah Mada University Press. Ichwan. 2005. Membuat Pakan Ayam Ras Pedaging, Cetakan II. PT. Agromedia Pustaka Utama, Jakarta. Imaga, N. A, O. G. George, V. I. Okochi, A. Sunday, D. E. Tomi, O. Bola, P. N. Dokai, O. Mojisola, O. Aleroand C. E. Felix. 2010. Phytochemical and antioxidant nutrient constituents of Carica papaya and Parquetina nigrescens extracts. Sci. Res. Essays., 5(16): 2201-2205. Kamaruddin, M. dan Salim. 2003. Pengaruh Pemberian Air Perasan Daun Pepaya Pada Ayam : Respon Patofisilogik Hepar. Jurnal Sain Veterinet 20 (1) : 37-43. Kamaruddin, M. dan Salim. 2009. Pengaruh Pemberian Air Perasan Daun Pepaya Pada Ayam : Respon Patofisiologik Hepar. Journal Sain Veteriner. 20(1) : 5-8. Khairul. 2009. Ilmu Gizi dan Makanan Ternak. Penerbit Angkasa. Bandung. Kiramang K. 2011. Berat Badan Akhir, Konversi Ransum Danincome Over Feed and Chick Cost Ayam Broiler dengan Pemberian Ransum Komersial. Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. E-jurnal. Uin-alauddin. ac. id. PERPUSTAKAAN UMUKA


Click to View FlipBook Version