The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by EYD PURWA, 2020-10-28 03:31:15

Teks Puisi

Teks Puisi

Keywords: Edy

Teks Puisi

Menelaah Isi Teks Puisi

Penulis

Edy Purwanto, S. Pd

Penerbit

Teks Puisi

Penulis
Copyright © 2015 by Penulis

Diterbitkan oleh:
Penerbit

Alamat penerbit
Penyunting:

Tata letak: M. Kevin
Desain Cover: Ramadhan

Terbit: bulan, tahun
ISBN:

2 | Judul Buku

Kata Pengantar

Alhamdulillah, segala puji dan syukur penulis
panjatkan kehadirat Allah SWT karena buku ini telah
selesai disusun. Buku ini disusun agar dapat
membantu para siswa di tingkat SMP dalam
mempelajari konsep-konsep sastra Indonesia dalam
hal ini Teks Puisi .
Penulis pun menyadari jika didalam penyusunan buku
ini mempunyai kekurangan, namun penulis meyakini
sepenuhnya bahwa sekecil apapun buku ini tetap
akan memberikan sebuah manfaat bagi pembaca.
Akhir kata untuk penyempurnaan buku ini, maka kritik
dan saran dari pembaca sangatlah berguna untuk
penulis kedepannya.

Judul Buku | 3

Daftar Isi

Kata Pengantar .................................................. 3
Daftar Isi.......................................................... 4
Judul Bab ..................... Error! Bookmark not defined.
Tentang Penulis ................................................ 14

4 | Judul Buku

PUISI

A. Penngertian Puisi

Pengertian Puisi adalah suatu karya sastra berupa
ungkapan isi hati penulis di mana di dalamnya ada
irama, lirik, rima, dan ritme pada setiap barisnya.
Dikemas dalam bahasa yang imajinatif dan disusun
dengan kata yang padat dan penuh makna.

Pengertian Puisi Menurut Para Ahli

 Menurut H.B Jassin Puisi adalah suatu karya
sastra yang diucapkan dengan sebuah perasaan
yang di dalamnya mengandung suatu pikiran-
pikiran dan sebuah tanggapan-tanggapan.

 Menurut Sumardi Puisi adalah karya sastra
dengan bahasa dipadatkan, dipersingkat dan
diberi irama dengan bunyi yang padu dan kata-
kata bermakna kiasan (imajinatif).

 Menurut James Reevas Puisi merupakan
ungkapan bahasa yang penuh dan kaya akan
daya pikat.

B. Ciri-Ciri Puisi

 Puisi memiliki rima atau sajak yang teratur
 Puisi bermakna konotatif
 Puisi bersifat simetris.
 Puisi juga lebih menggunakan sajak syair, atau

pola pantun. (puisi lama)
 Puisi terdiri dari kesatuan sintaksis (gatra)
 Bahasa yang digunakan puisi lebih padat daripada

prosa dan drama.

Judul Buku | 5

C. Unsur-Unsur Puisi

1. Struktur Fisik Puisi

Struktur fisik puisi adalah unsur puisi yang bisa dilihat
dan diamati secara langsung dengan mata. Struktur ini
terdiri dari diksi, citraan/imaji, majas, kata konkret,
tipografi dan rima.

 Diksi adalah pemilihan kata oleh seorang penyair
untuk mendapatkan efek yang sesuai dengan
keinginannnya. Pemilihan diksi pada puisi sangat
berpengaruh dengan makna yang ingin
disampaikan penyair.

 Tipografi Adalah bentuk format suatu puisi,
seperti pengaturan baris, batas tepi kertas kanan,
kiri, atas, bawah, jenis huruf yang digunakan.
Unsur ini berpengaruh pada pemaknaan dari isi
puisi itu sendiri.

 Majas adalah pemakaian bahasa dengan cara
melukiskan sesuatu dengan konotasi khusus
sehingga arti sebuah kata bisa mempunyai
banyak makna.

 Kata Konkret adalah susunan kata yang
memungkinkan terjadinya imaji. Kata konkret
seperti permata senja menggambarkan pantai,
atau tempat yang sesuai dengan datangnya
senja.

 Imaji atau Citraan adalah pemberi gambaran
kepada para pendengar/pembaca agar seolah-
olah dapat melihat, mendengar, merasakan atau
mengalami hal-hal yang terkandung dalam puisi.
Citraan mempunyai 6 macam, diantaranya citraan
penglihatan, pendengaran, penciuman, perasaan,
perabaan dan pergerakan.

6 | Judul Buku

 Rima atau Irama Adalah persamaan bunyi dalam
penyampaian puisi dari awal hingga akhir puisi.
Beberapa bentuk rima di antaranya:
(1) Onomatope: Tiruan bunyi, misalnya prank
yang mengungkapkan sesuatu yang pecah.
(2) Bentuk intern pola bunyi, yaitu aliterasi,
asonansi, persamaan akhir, persamaan awal,
sajak berselang, sajak berparuh, sajak penuh,
repetisi, dan sebagainya. (3) Pengulangan kata,
yaitu penentuan tinggi-rendah, panjang-pendek,
keras-lemah suatu bunyi.

2. Struktur Batin Puisi

Struktur batin puisi adlaah unsur pembangunan puisi
berupa makna yang tidak terlihat oleh mata. Contohnya
adalah tema, nada, suasana, perasaan dan
amanat/tujuan.

 Tema/ Makna adalah unsur ini berupa makna
yang tersirat yang ingin disampikan penulis
kepada pembaca/ pendengar.

 Nada adalah sikap penyair terhadap audience-
nya, yang berkaitan dengan makna dan rasa.
Dari nada yang terdengar, audience dapat
menyimpulkan sikap penulis sedang mendikte,
menggurui, memandang rendah, atau sikap
lainnya.

 Amanat adalah pesan yang ingin disampaikan
penulis pada para audience-nya.

 Perasaan adalah sesuatu hal yang dilatari oleh
latar belakang penyair, misalnya agama,
pendidikan, kelas sosial, jenis kelamin,
pengalaman sosial, dsb.

Judul Buku | 7

C. Jenis-Jenis Puisi

. Puisi Lama

Puisi lama adalah puisi yang dihasilkan sebelum abad
ke-20. Puisi jenis ini terbagi kedalam beberapa jenis
pula, diantaranya adalah pantun, talibun, pantun berkait
(seloka), pantun kilat (karmina), gurindam, syair, mantra
sll.

 Pantun adalah puisi yang terdiri dari empat larik
dengan rima akhir ab-ab. Pantun dapat
dibedakan berdasarkan jenisnya, seperti pantun
lucu, pantun anak, dan sebagainya.

 Mantra yaitu ucapan-ucapan yang dipercaya
dapat mendatangkan kekuatan magic. Biasanya
dipakai dalam acara tertentu, contohnya mantra
yang dirapal untuk menolak turunnya hujan atau
sebaliknya.

 Karmina yaitu salah satu prosa dimana
bentuknya lebih pendek dari pantun. Saking
pendeknya, biasa juga disebut dengan pantun
kilat.

 Seloka yaitu pantun berkait berasal dari Melayu
klasik yang berisi pepatah.

 Gurindam yaitu puisi yang terdiri dari dua bait,
yang mana tiap baitnya terdiri dari dua baris
kalimat dengan rima yang sama. Biasanya
terkandung nasihat dan amanat.

 Syair adalah puisi yang tersusun atas empat
baris dengan bunyi akhiran yang serupa. Syair
biasanya menceritakan sebuah kisah dan di
dalamnya terkandung amanat yang ingin
disampaikan penyairnya.

 Talibun yaitu pantun yang lebih dari empat baris
dan memiliki rima abc-abc.

8 | Judul Buku

2. Puisi Baru

Puisi baru adalah puisi yang lebih bebas daripada puisi
lama, baik dalam jumlah baris, suku kata, maupun rima.
Beberapa jenis puisi baru adalah sebagai berikut.

 Balada adalah sajak sederhana yang
mengisahkan tentang cerita rakyat yang
mengharukan. Terkadang disajikan dalam bentuk
dialog, atau dinyanyikan.

 Himne (Gita Puja) adalah sejenis nyanyian
pujaan yang ditujukan untuk Tuhan, atau Dewa,
atau sesuatu yang dianggap penting dan sakral.

 Ode adalah puisi lirik berisikan sanjungan kepada
orang yang berjasa dengan nada agung dan
tema serius. Umumnya ode ditujukan untuk orang
tua, pahlawan dan orang-orang besar.

 Epigram yaitu puisi yang berisi tentang ajaran
dan tuntunan hidup. Epigram berarti unsur
pengajaran, nasihat, membawa ke arah
kebenaran untuk dijadikan pedoman hidup.

 Romansa yaitu puisi cerita yang berisi luapan
perasaan cinta kasih. Puisi romansa
menimbulkan efek romantisme.

 Elegi yaitu syair atau nyanyian yang
mengandung ratapan dan ungkapan dukacita,
khususnya pada peristiwa kematian.

 Satire yaitu puisi yang menggunakan gaya
bahasa berisi sindiran, atau kritik yang
disampaikan dalam bentuk ironi, sarkasme, atau
parodi.

 Distikon yaitu puisi yang masing-masing bait
terdiri dari dua baris (dua seuntai).

 Terzina adalah puisi yang masing-masing bait
terdiri dari tiga baris (tiga seuntai).

Judul Buku | 9

 Kuatren adalah puisi yang masing-masing bait
terdiri dari empat baris (empat seuntai).

 Kuint yaitu puisi yang masing-masing bait terdiri
dari lima baris (lima seuntai).

 Sekstet yaitu puisi yang masing-masing bait
terdiri dari enam baris (enam seuntai).

 Septima yaitu puisi yang masing-masing bait
terdiri dari tujuh baris (tujuh seuntai).

 Oktaf/ Stanza yaitu puisi yang masing-masing
bait terdiri dari delapan baris (delapan seuntai).

 Soneta yaitu puisi yang terdiri dari 14 baris yang
dibagi menjadi dua, dimana dua bait pertama
masing-masing 4 baris, dan dua bait kedua
masing-masing tiga baris. Soneta merupakan
puisi paling terkenal karena terkesan susah untuk
diciptakan. Namun, hal tersebut justru menjadi
tantangan tersendiri bagi para penyair.

3. Puisi Kontemporer

Puisi kontemporer adalah jenis puisi yang berusah
keluar dari ikatan konvensional. Puisi kontemporer selalu
berusaha menyesuaikan dengan perkembangan zaman
dan tidak lagi mementingkan irama, gaya bahasa dan
lain-lainnya yang terdapat dalam puisi lama maupun
baru.

Puisi kontemporer dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

 Puisi Mantra, yaitu mengambil sifat-sifat dari
mantra.

 Puisi Mbeling, yaitu puisi yang sudah tidak
mengikuti aturan umum dan ketentuan dalam
puisi.

 Puisi Konkret, yaitu puisi yang lebih
mengutamakan bentuk grafis (wajah dan bentuk

10 | Judul Buku

lainnya) dan tidak sepenuhnya menggunakan
bahasa sebagai media.

Contoh Puisi 1
Rindu

Aku pernah menyembunyikan rindu dalam keremangan
senja,
tapi senja pun bersembunyi dalam bayangmu.
Bayangmu yang selalu menjadi hantu dalam benakku.
Entah kenapa tak pernah berhenti bertalu rindu.
Talu yang selalu meruntuhkan keperkasaan ku.
Kesadaran ku akan si pemilik rindu
Tak pernah meyurutkan gelora senjaku
Walau rindu ini hanya semu
Biarlah aku syukuri nikmat-Mu
Sebuah rindu yang tak akan pernah bersatu
Karena besarnya rinduku hanya kesemuan bagimu
Karena rindu ini hanya hinggap dihatiku
Karena kamu TDK pernah merasakan rindu itu
Rindu yg hanya dimilikku
Pilu....
Layu....
Membatu....
Rinduku....
Padamu...
Pelangi senjaku

Judul Buku | 11

Contoh Puisi 2
Pelangi di ujung senja,
hadir menggores warna
memenuhi rasa,
begitu indahnya bersama di ujung senja,
Memberi sinar saat mendung datang
membias ketika bianglala kelabu membentang
Menggairahkan jiwa yg lama terdiam,
Mencerahkan ruang kosong dalam sekam,
Tapi pelangi diujung senja itu,
Hanya terdiam tak bergeming disitu,
Memarken pesona yang tak menentu,
Menyembunyikan cerita di balik warnamu,
Rasa ingin menambah warna dalam pelangimu,
Hanya sebatas ilusi yang TDK tau malu....
Rasa ingin menghiasi setiap lekuk warna indahmu,
Hanya sebatas imajinasi yang berujung pilu....
Asa membuncah memaksa berlabuh di pelangimu,
Hasrat menguat mematikan logika imanku,
Semua ini pesona pelangi di diujung senjamu...
Walaupun terasa palsu tetapi tetap menghiasi kalbu...
Datang tanpa tanda-tanda
Membekas tanpa bersuara
Membias di segala waktu tak berkata
Pelangi hatiku,
Semoga sinarmu membias dalam setiap relung hidupku
sampai nanti,

12 | Judul Buku

Semoga diam warnamu tak menyilaukan hati ini,
Somoga pelangi di Ujang senja gak berpudar di cakrawala
diri....
Dari Cakrawala yang sudah termiliki..
Dari pelangi di ujung senja yang sudah tak sendiri...
Ya Robbi ampuni kilaf ini...
Dari pesona ciptaamu ini...
Biarlah rasa ini kumiliki ....
Walaupun tak akan berbalas meski....
Sedih...
Merintih...
Dihati....
Sendiri....
Sepi...
Mati....

Tugas
1. Temukan Struktur yang membangun teks
puisi di atas!
2. Temukan isi dari kedua teks puisi di atas!
3. Temukan pesan moral dari teks Puisi di
atas!

Judul Buku | 13

Tentang Penulis

Nama Edy Purwanto, S. Pd. Mengajar di SMP Islam Al
Azhar 27 Cilegon. Pernah menjadi juara dalam ajang
lomba OGN tingkat kota. Sekarang menjadi ketua
komonitas SIM PKB, Instruktur Nasional PKB, dan Guri Inti
PKB

14 | Judul Buku


Click to View FlipBook Version