The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

KITA AKAN MENGETAHUI BAGAIMANA CARANYA MEMBUAT JURNAL ILMIAH DENGAN BENAR

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by meriapriliya, 2023-02-01 21:53:01

CARA MEMBUAT JURNAL ILMIAH

KITA AKAN MENGETAHUI BAGAIMANA CARANYA MEMBUAT JURNAL ILMIAH DENGAN BENAR

Keywords: JURNAL ILMIAH

Susunan Dan Tata Cara Membuat Jurnal Ilmiah MERI APRILIYA X AKL A Nah, dalam proses membuat atau menulis jurnal ilmiah sendiri, ada tata cara dan susunan yang perlu kamu perhatikan. Adapun susunan dan tata cara membuat jurnal ilmiah sebagai berikut : o Judul o Abstrak o Pendahuluan o Bahan dan Metode o Hasil o Pembahasan o Kesimpulan o Daftar Pustaka


Langkah Yang Harus Kamu Perhatikan Dalam Cara Membuat Jurnal Ilmiah Yang Baik Dan Benar Pada bagian sebelumnya, kami sudah memberikanmu susunan dan tata cara membuat jurnal ilmiah yang baik dan benar. Nah, pada bagian ini, kami akan menjelaskan langkah-langkahnya secara lengkap dan detail. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut : 1. Judul Setiap jurnal ilmiah harus memiliki judul yang jelas. Dengan membaca judul, pembaca dapat lebih mudah memahami sifat jurnal tanpa harus membaca seluruh jurnal. Judul tidak boleh memiliki makna ganda. Disarankan tidak lebih dari 12 kata dalam jurnal berbahasa Indonesia dan tidak lebih dari 10 kata dalam jurnal berbahasa Inggris. Judul ditulis di tengah atas halaman, dengan huruf kapital dan dicetak tebal.


2. Nama Nama penulis, nama tutor pertama, nama tutor kedua, tanpa pendidikan. Saran mencantumkan nama institusi (afiliasi: nama program studi, nama fakultas dan universitas), saran mencantumkan alamat dan email. 3. Abstrak Abstrak berbeda dengan abstrak. Bagian abstrak jurnal ilmiah digunakan untuk mencerna secara singkat isi jurnal. Abstrak di sini adalah untuk penjelasan, bukan untuk jurnal referensi. Abstrak harus kurang lebih 250 kata, meringkas tujuan, metode, hasil dan kesimpulan. Jangan gunakan singkatan atau kutipan dalam abstrak. Abstrak harus berdiri sendiri, tanpa catatan kaki. Ringkasan ini biasanya ditulis terakhir. Cara mudah untuk menulis abstrak adalah dengan mengutip ide-ide terpenting di setiap bagian jurnal. Kemudian gunakan bullet point untuk menyusun deskripsi singkat jurnal yang telah dihasilkan. Penulisan abstrak dimasukkan menggunakan 1 spasi. 4. Kata Kunci Kata kunci 3-5 kata, diambil dari inti yang akan dibahas dalam penelitian. 5. Pendahuluan Pendahuluan berisi tentang latar belakang mengapa penelitian dilakukan, uraian masalah yang akan diteliti, kaitan dengan teori, dan diakhiri dengan tujuan penelitian yang sedang berlangsung. Artikel diketik dengan 2 spasi, sekitar 4-6 halaman. 6. Metode Penelitian Bagian ini menjelaskan kapan harus melakukan eksperimen. Peneliti menjelaskan desain eksperimen, peralatan, metode pengumpulan data, dan jenis kontrol. Jika percobaan dilakukan di alam, maka penulis menggambarkan daerah penelitian, lokasi, dan juga menggambarkan pekerjaan yang dilakukan. Aturan umum yang perlu diingat adalah bahwa bagian ini harus rinci dan jelas sehingga pembaca memiliki dasar-dasar dan teknik untuk menerbitkan. Cara penulisan diisi dengan 2 spasi, kira-kira 1 halaman.


7. Pembahasan/Hasil Pembahasan Pembahasan dapat dibagi menjadi beberapa subbagian. Masukkan 2 spasi. Tulis sekitar 4-6 halaman. Dalam diskusi, bandingkan temuan dengan model atau teori yang dikutip, dan hubungkan temuan Anda dengan penelitian sebelumnya dengan menunjukkan persamaan dan mendiskusikan perbedaan. Diskusi digunakan untuk hasil penelitian kualitatif, sedangkan hasil dan diskusi digunakan untuk hasil penelitian kuantitatif. 8. Simpulan Dalam membahas kesimpulan pembuktian hipotesis dari penelitian, ditulis secara ringkas, memuat informasi yang cukup sehingga pembaca mengetahui bahwa ia telah membuktikan hipotesis yang telah dilakukan dan memahami kekuatan dan kelemahan metode penelitian. Dan seringkali ada saran yang mencakup kemungkinan penelitian lebih lanjut dan dapat mencakup potensi metode yang digunakan. 9. Daftar Pustaka Daftar pustaka untuk karya ilmiah ditulis segera setelah teks utama (tanpa mengubah halaman baru), sedangkan daftar pustaka untuk makalah, buku, atau penelitian ditulis dengan mengubah halaman baru. Jenis penulisan daftar pustaka diberi nama DAFTAR REFERENSI dan dicetak tebal, tegak, huruf besar semua. Unsur-unsur yang dicantumkan secara berurutan dalam daftar pustaka meliputi: 1. Nama penulis ditulis dengan urutan sebagai berikut: nama keluarga, depan dan tengah, tanpa gelar, 2. Tahun penerbitan, 3. Judul, termasuk subjudul,


4. Tempat penerbitan dan 5. Nama penerbit. Elemen-elemen ini dapat bervariasi tergantung pada jenis sumber perpustakaan. Perlu kamu ketahui bahwa jurnal dan artikel ilmiah ini sangat dibutuhkan oleh para Mahasiswa seusai menyelesaikan ujian tesis. Kami hadir di sini semata-mata hanya bertujuan untuk mendampingi rekanrekan dalam pembuatan naskah jurnal terutama bagi mereka yang mungkin belum memahami sistem penulisan dari jurnal atau artikel ilmiah tersebut. Kami memiliki banyak Tim Ahli yang sudah memahami seluk-beluk tentang pembuatan naskah jurnal. Dan Tim kami juga sudah mengetahui berbagai macam tips dan trik agar naskah tersebut bisa mudah publish di jurnal impianmu. Kami sangat mengedepankan kualitas pada jasa pembuatan jurnal nasional ini, jadi kamu tidak perlu khawatir lagi. Bagaimana Cara Membuat Jurnal Ilmiah Dari Skripsi Dan Tesis Di Word?


Kunci menulis jurnal penelitian berdasarkan makalah adalah memperhatikan strukturnya. Struktur artikel ini hampir sama dengan makalah, hanya lebih ringkas dan padat, bukan copy-paste dari kertas. Nah, bagi yang bertanya-tanya bagaimana cara membuat jurnal ilmiah dari makalah atau disertasi, silakan simak pembahasan berikut ini: o 1. Pemilihan Jurnal Anda tidak bisa sembarangan memilih judul jurnal Anda. Hakikat membaca harus diketahui dari judulnya. Untuk memudahkan pembaca, judul jurnal yang dipilih tentunya harus jelas, seperti dikutip Ridwan Institute. Setidaknya judul tidak boleh lebih dari 12 kata. o 2. Mencantumkan Nama Jurnal Skripsi Selain itu, jangan lupa mencantumkan nama penulis, dosen pembimbing, dan lembaga yang terlibat. o 3. Bikin Jurnal Skripsi Abstrak Setelah judul diberikan, susunan selanjutnya adalah bagian abstrak. Abstrak harus mandiri. Artinya, tidak boleh mengandung tanda kutip atau catatan kaki.


o 4. Pendahuluan Di sini Anda dapat menulis latar belakang pembuatan buku harian. Anda juga perlu mencantumkan manfaat dan review jurnal agar pembaca memahami tujuan jurnal Anda. o 5. Bahan Dan Metode Bagian ini bertujuan untuk membekali pembaca dengan pengetahuan dan keterampilan dasar setelah membaca jurnal. o 6. Hasil Sekarang Anda dapat mempresentasikan hasil penelitian Anda. Pada bagian ini, Anda harus menuliskan informasi yang cukup singkat dari temuan penelitian Anda. o 7. Pembahasan Tujuan pembahasan adalah agar pembaca dapat melihat persamaan dan perbedaannya. o 8. Kesimpulan Sekarang ke kesimpulan. Hasil dari jurnal-jurnal sebelumnya dapat dirangkum di sini. o 9. Daftar Pustaka Ada beberapa teknik yang bisa dilakukan untuk membuat daftar pustaka. Anda bisa menyusunnya secara berurutan seperti nama pengarang, tahun terbitan, judul, tempat penerbitan, dan nama penerbit. o 10. Penutupan Sebagai langkah terakhir, Anda cukup menutup. Tips Ampuh Untuk Menghindari Kesalahan Penulisan Jurnal


Dari penjelasan di atas, terlihat bahwa Cara Membuat Jurnal Ilmiah itu perlu atau wajib untuk mengikuti skema yang telah ditentukan. Oleh karena itu, isinya sendiri harus runtut agar mudah dibaca dan dibedakan dari jenis tulisan lainnya, terutama tulisan nonilmiah. Membantu menghindari kesalahan saat menulis jurnal ilmiah, sehingga Anda dapat menghindari kesalahan dengan tips berikut: o Berusaha mencari referensi, karena membaca referensi di jurnal terbitan sama dengan mempelajari sistematika atau struktur. Ini membantu untuk mengikuti sistematika yang ada. o Konsultasikan dengan ahli atau lebih senior, atau jika Anda seorang pelajar, instruktur yang bidang pengetahuannya sesuai dengan topik jurnal. Dengan cara ini dapat memperbaiki isinya serta penulisan sistem. o Jangan lupa untuk mengecek plagiarisme, karena jurnal ilmiah harus bebas dari unsur plagiarisme. Jika ada kutipan, pelajari cara menambahkannya untuk mencegah plagiarisme. Menulis jurnal ilmiah bisa jadi sulit jika tidak ingin belajar dan mencari banyak referensi. Oleh karena itu, sangat penting untuk terus mempelajari, berlatih dan membaca berbagai jurnal agar lebih memahami bagaimana cara menulis jurnal yang benar dan benar.


Click to View FlipBook Version