Puji syukur dipanjatkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat
dan nikmt yang diberikan sehingga penulis dapat menyelesaikan
modul tematik kelas 5 tema 3 (Makanan Sehat), subtema 2
(Pentingnya Makanan Sehat bagi Tubuh), Pembelajaran. Secara
keseluruhan, modul ini merupakan ringkasan materi pembelajaran
dengan mengacu pada kurikulum 2013 dari berbagai sumber yang
disusun berdasarkan KI, KD, dan kebutuhan peserta didik yang sesuai
dengan kurikulum 2013.
Modul ini disusun sebagai acuan peserta didik untuk memahami
konsep materi kelas V semester 1 dengan baik, selain itu peserta didik
dapat menumbuh kembangkan nilai-nilai dan perilaku luhur dalam
kehidupan sehari-hari. Isi dari modul ini tentu belum sempurna dan
penulis menyadari itu. Oleh karena itu, kritik dan saran dari semua
pihak sangat diharapkan guna memperbaiki modul ini. semoga modul
ini daoat meningkatkan pengetahuan secara maksimal.
Akhir kata, terima kasih kepada seluruh pihak yang telah
membantu dalam Menyusun modul ini.
Yogyakarta 15 November 2022
Penulis
1. Menerima, menjalankan, dan menghargai
ajaran agama yang dianutnya
2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, santun,
percaya diri, peduli, dan bertanggung jawab dalam
berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan
tetangga, dan negara.
3. Memahami pengetahuan faktual, konseptual, prosedural,
metakognitif pada tingkat dasar dengan cara mengamati,
menanya, dan mencoba berdasarkan rasa ingin tahu tentang
dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan
bendabenda yang dijumpainya di rumah, di sekolah, dan tempat
bermain
4. Menunjukkan keterampilan berfikir dan bertindak kreatif,
produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, dan komunikatif.
Dalam bahasa yang jelas, sistematis, logis dan kritis, dalam
karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak
sehat, dan tindakan yang mencerminkan perilaku anak
sesuai dengan tahap perkembangannya.
KD :
3.4 Menganalisis informasi yang disampaikan paparan iklan
dari media cetak atau elektronik
4.4. Memeragakan kembali informasi yang disampaikan
paparan iklan dari media cetak atau elektronik dengan bantuan
lisan, tulis, dan visual.
Indikator :
3.4.1 Menganalisis informasi yang disampaikan dari paparan
iklan media cetak maupun media elektronik (C4)
4.4.1 Mempraktekkan iklan dari media elektronik (P3)
KD :
3.3 Menjelaskan organ pencernaan dan fungsinya pada hewan
dan manusia serta caramemelihara kesehatan organ
pencernaan manusia.
4.3 Menyajikan karya tentang konsep organdan fungsi
pencernaan pada hewan atau manusia.
Indikator :
3.3.1 Menganalisis penyebab macam macam gangguan
pencernaan pada manusia (C4)
4.3.1 Membuat poster tentang macammacam gangguan
pencernaan pada manusia. (P2)
Mempermudah siswa dalam pelajaran dengan indicator
yang telah dikembangkan
Uraian dalam diktat digunakan oleh siswa untuk mempelajari
kembali materi pelajaran yang telah diajarkan sebagai
persiapan ulangan harian atau ulangan akhir semester
Latihan soal untuk mengukur atau mengetahui ketercapaian
standar kompetensi kelulusan (SKL)
Materi disesuaikan dengan kompetensi inti (KI) dan kompetensi
dasar (KD) untuk mengembangkan kemampuan memperoleh,
mengelola, dan memanfaatkan informasi yang diterapkan dalam
menyelesaikan masalah hidup sehari hari
1. Setelah mengamati video, peserta didik dapat
menganalisis informasi dari paparan iklan media cetak
maupun media elektronik dengan tepat
2. Dengan diskusi, peserta didik mempraktekkan iklan
dari media elektronik dengan percaya diri
3. Dengan diskusi kelompok, peserta didik dapat
menganalisis penyebab macam macam gangguan
pencernaan pada manusia dengan tepat
4. Dengan diskusi kelompok, peserta didik dapat
membuat poster tentang macam macam gangguan
pencernaan pada manusia dengan terstuktur
BAHASA INDONESIA
A. Pengertian Iklan
Iklan adalah informasi yang isinya membujuk orang supaya tertarik kepada barang
atau jasa yang ditawarkan
B. Jenis Jenis Iklan Berdasarkan Medianya
1. Iklan Cetak
Iklan cetak adalah iklan yang dibuat dan dipasang menggunakan teknik
cetak. Teknik ini dapat berupa letterpess, photolitography, sablon, inkjet,
laser dan lain sebagainya. Wujudnya iklan cetak ini antara lain koran,
majalah, baliho, poster, stiker, dan lain-lainnya.
2. Iklan Elektronik
Iklan elektronik, adalah iklan yang menggunakan media berbasis
elektronik. Secara spesifik, iklan elektronik dapat berupa :
a. Iklan Radio Iklan radio memiliki karakteristik yang hanya bisa
didengar melalui audio (suara). Suara itu bisa berupa suara manusia
yang teratur, musik, perpaduan suara-suara yang teratur
menggunakan ritme dan harmonis, sound effect serta suara-suara
yang tidak beraturan atau efek suara alam.
b. Iklan Televisi Iklan televisi memiliki karakteristik memiliki suara,
gambar dan gerak. Karakteristik inilah yang membuat pemirsa
ingin membeli produk yang ditawarkan. Berdasarkan wujudnya.
c. Iklan Film Iklan film wujudnya produk film/cinema. Umumnya,
jenis iklan yang muncul yaitu iklan property endorsement dan live
action yang tampil sebelum film utama diputar (dirilis). Seringnya
juga, suatu film ikut mempromosikan film-film lainnya sebelum
film utamanya diputar (promo ad). 4
d. Iklan Media Digital Interaktif (Internet) Dalam iklan digital
interaktif, dibagi lagi menjadi beberapa kelompok, antara lain :
1) Website : iklan yang secara keseluruhan berwujud website
di semua fitur dalam situs tersebut, yaitu iklan. Terkadang
suatu perusahaan juga membuat semua situs
perusahaannya menjadi ladang iklan.
2) Sponsorship : iklan yang dibiayai pihak sponsor secara
penuh di halam dari pembuat situs
C. Ciri Ciri Iklan
1. Komunikatif
2. Informatif
3. Bahasanya mudah dimengerti dan diingat masyarakat
4. Menarik perhatian dan bersifat mengajak penonton/pembaca
untuk membeli/menggunakan barang atau jasa yang telah
diiklanka
D. Manfaat Iklan
Seperti yang kita tahu, iklan sangat berperan dalam aktivitas bisnis.
Adapun manfaat iklan yaitu :
1. Produk menjadi lebih terkenal di mata masyarakat
2. Keuntungan yang diperoleh dalam bisnis dapat melonjak naik
karena produk dipromosikan
IPA
A. Macam Macam Gangguan Pencernaan Manusia
1. Diare
Diare adalah gangguan pencernaan yang ditandai dengan seringnya
buang air besar. Penyebab penyakit pencernaan yang diakibatkan oleh
keracunan makanan (kontaminasi bakteri), alergi makanan tertentu,
atau makan sesuatu di saat yang tidak tepat (misalnya, makan pedas
saat perut kosong). Diare merupakan gangguan sistem pencernaan yang
paling sering terjadi pada banyak orang. Mulai dari anak-anak sampai
lansia pasti pernah diare minimal sekali seumur hidup. Dikatakan
mengalami diare saat frekuensi buang air besar (BAB) lebih dari 3 kali
per hari dengan tekstur feses yang encer. Gejala diare juga dapat
disertai dengan:
a. Rasa ingin segera BAB
b. Muntah
c. Mual
d. Sakit perut melilit, atau perut terasa tidak nyaman
Diare merupakan penyakit umum yang mudah diobati. Namun, kondisi
badan bisa makin parah bila diare tidak ditangani dengan baik. Diare
yang parah dapat mengakibatkan demam, turunnya berat badan, dan
feses berdarah. Diare parah juga dapat menyebabkan tubuh mengalami
dehidrasi dan kehilangan nutrisi.
Cara mengatasi diare dengan :
a. Minum larutan oralit
b. Menjaga kebersihan diri, makanan dan lingkungan
2. Mag
Mag adalah gangguan pencernaan yang menyerang organ lambung
karena meningkatnya produksi asam lambung. Mag bisa disebabkan
oleh kuman bakteri tertentu atau karena adanya proses peradangan di
lambung penderita akibat iritasi bahan makanan atau zat kimia tertentu.
Gejala maag yaitu seperti :
a. Kehilangan nafsu makan
b. Sakit di uluhati
c. Mual yang kadang disertai muntah
d. Cegukan
e. Gejala yang lebih berat, seperti muntah darah, tinja berwarna
hitam
Cara menghindari Mag yaitu dengan :
a. Minum obat mag yang dijual bebas di apotek: obat-obatan itu
biasanya bertujuan untuk menurunkan kadar keasaman
lambung
b. Makan dengan teratur: serng telat makan bisa mengacaukan
siklus keasaman di dalam lambung
c. Menjaga pola makan: mengurangi jenis makanan yang bisa
mengiritasi lambung, seperti makan makanan yang terlalu pedas
atau terlalu asam
d. Berhenti minum minuman beralkohol. Berhati-hati
mengkonsumsi obat-obatan tertentu: beberapa jenis obat
penghilang rasa sakit bisa menimbulkan efek samping yang
memperburuk kondisi penyakit mag
e. Mengurangi stres baik di rumah maupun pekerjaan.
Menghindari berbaring segera setelah makan: jeda setidaknya 2
jam antara makan dengan waktu berbaring. Selama itu posisi
kepala harus lebih tinggi dari pada perut
. Pradita Sicca
Penulis : Shintaloka Pradita Sicca
Editor : Shintaloka
Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih
mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L
f.
3. Usus Buntu
Penyakit usus buntu, atau dalam istilah medis disebut
apendisitis, adalah peradangan dari apendiks atau usus buntu. Usus
buntu merupakan salah satu bagian dari organ sistem pencernaan, yaitu
usus besar. Bagian ini menonjol dari sisi kanan usus besar yang
menyerupai umbai cacing.
Penyebab penyakit radang usus buntu berawal dari adanya
sumbatan pada usus buntu. Sumbatan ini dapat disebabkan oleh benda
asing, tinja, ataupun tumor. Infeksi dapat pula menyebabkan sumbatan
di usus buntu
Namun, secara umum, gejala penyakit usus buntu dapat berupa:
a. Rasa tidak nyaman pada perut
b. Nyeri pada bagian tengah perut dapat menjalar ke perut kanan
bawah
c. Nyeri pada perut sisi kanan bawah
d. Mual
e. Muntah
f. Demam
g. Sulit BAB
h. Sulit berjalan
i. Penurunan nafsu makan
j. Sulit buang angin
Cara mengatasi dengan cara :
a. Memberikan obat Pereda nyeri
b. Memberikan antibiotic
c. Operasi usus buntu
4. Tifus
Tipes atau demam tifoid adalah penyakit yang terjadi karena
infeksi bakteri Salmonella typhi yang menyebar melalui makanan dan
minuman yang telah terkontaminasi. Penyakit ini yang banyak terjadi
di negara-negara berkembang dan lebih sering dialami oleh anak-anak.
Tifus dapat membahayakan nyawa jika tidak ditangani dengan baik dan
secepatnya.
Penyebab utama dari penyakit ini adalah bakteri Salmonella
thypi. Jenis bakteri ini juga berkaitan langsung dengan penyakit
Salmonellosis yang menyebabkan infeksi pada sistem pencernaan yang
lebih buruk dibandingkan tipes. Salmonella thypi dapat menular
melalui makanan serta minuman yang terkontaminasi. Paparan bakteri
pada makanan atau minuman bisa terjadi saat seseorang kurang
menjaga kebersihan tangan atau mengonsumsi makanan yang
dibersihkan menggunakan air yang tercemar bakteri Salmonella thypi.
Gejala tipes umumnya mulai muncul pada 1 hingga 3 minggu
setelah tubuh terinfeksi dengan ciri-ciri berupa demam tinggi, diare
atau konstipasi, sakit kepala, dan sakit perut. Kondisi ini dapat
memburuk dalam beberapa minggu.
Cara mengatasinya dilakukan dengan cara menjaga makanan
agar tetap bersih dan dengan segera mungkin memberikan terapi
antibiotik. Selain itu, obat penurun demam juga bisa diberikan untuk
menurunkan suhu tubuh. Pengobatan tipes dalam dilakukan di rumah
sakit, tetapi jika gejala masih ringan dan terdeteksi lebih cepat, maka
perawatan bisa dilakukan di rumah
5. Kolera
Kolera adalah penyakit infeksi serius yang mengganggu sistem
pencernaan dan dapat menyebabkan diare parah serta dehidrasi.
Penularan kolera umumnya berasal dari air yang tercemar bakteri
Vibrio cholerae. Walaupun dalam beberapa kasus kolera tidak
menunjukkan gejala yang parah pada awal penularannya, penyakit ini
termasuk berbahaya dan dapat berakibat fatal jika tidak mendapatkan
penanganan medis sesegera mungkin.
Kebanyakan pengidap kolera tidak menunjukkan gejala sama
sekali atau gejala ringan hingga sedang. Gejala kolera mungkin dapat
berupa diare mendadak, mual, muntah, dan dehidrasi ringan sampai
berat
Cara mengatasi penyakit kolera dapat dilakuakn dengan
beberapa cara yaitu :
a. Sering-sering mencuci tangan dengan sabun dan air. Terutama
setelah menggunakan toilet sebelum memegang makanan. Jika
tidak ada air, gunakan pembersih tangan berbasis alkohol.
b. Minumlah air yang aman, misalnya air kemasan atau air yang
direbus hingga mendidih.
c. Hindari menambahkan es ke minuman kecuali kamu
membuatnya sendiri menggunakan air matang.
d. Konsumsi makanan yang benar-benar matang dan panas.
Hindari membeli makanan yang terlihat tidak higienis.
e. Pilih buah dan sayuran yang bisa dikupas sendiri. Misalnya
pisang, jeruk, dan alpukat.
6. Sembelit
Sembelit adalah kondisi di mana buang air besar (BAB) terjadi kurang
dari tiga kali dalam satu minggu. Sembelit paling sering terjadi apabila
kotoran atau feses bergerak sangat lambat di saluran cerna atau tidak
dapat dikeluarkan secara efektif dari rektum. Hal tersebut
menyebabkan feses menjadi keras dan kering. Penyebab sembelit
karena adanya sumbatan pada usus besar yang dapat memperlambat
Gerakan fases
Gejala penyakit sembelit antara lain :
a. Frekuensi buang air besar kurang dari tiga kali dalam satu
minggu
b. Feses yang keras
c. Mengejan saat buang air besar
d. Merasa adanya hambatan di rektum yang mempersulit buang
air besar
e. Merasa sulit atau nyeri saat buang air besar
Cara mengatasi penyakit sembelit dapat dilakukan dengan beberapa
cara yaitu :
a. Mengonsumsi diet yang mencakup makanan kaya serat, seperti
kacang-kacangan, sayur-sayuran, buah-buahan, sereal, dan
sebagainya.
b. Mengonsumsi cairan dalam jumlah yang cukup.
c. Memastikan tubuh tetap aktif dengan melakukan aktivitas fisik
atau olahraga secara rutin.
d. Melakukan manajemen stres yang baik.
e. Tidak menahan buang air besar.
f. Mencoba mengatur jadwal buang air besar secara rutin.