The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by durotun nisa, 2021-04-05 01:39:33

MODUL BAHASA DAN SASTRA INDONESIA KELAS XI BAHASA SEMESTER 2

MATERI NILAI-NILAI DALAM NOVEL

Keywords: KELAS XI BAHASA

MODUL BAHASA DAN SASTRA
INDONESIA

NILAI-NILAI DALAM NOVEL

Oleh :

DUROTUN NISA’

MODUL
BAHASA DAN SASTRA

INDONESIA
NILAI-NILAI
DALAM NOVEL

XI BAHASA
SEMESTER GENAP

1

KATA PENGANTAR

Alhamdillah puji syukur kehadirat Allah SWT atas swgala rahmad-Nya sehingga E-Modul
dapat tersusun hingga selesai. E-Modul ini dapat membantu siswa dalam mempelajari materi, dalam
hal ini materi nilai-nilai dalam novel. Penulis mengucapkan terima kasih atas bantuan semua pihak
sehingga E-Modul ini dapat tersusun dengan baik.

Kami berharap E-Modul ini dapat menampah pengetahuan dan wawasan siswa kelas XI Bahasa
dan dapat membantu proses pembelajaran secara daring maupun luring. Dalam E-Modul ini berisi dari
empat materi yang berkaitan dengan nilai-nilai dalam novel yang nantinya dapat dipelajari oleh siswa.
Dalam pembuatan E-Modul ini penulis sadar bahwa masih banyak kekurangan atau kesalahan, oleh
karena itu kritik dan saran diperlukan untuk masukan bagi penulis dalam pembuatan E-Modul.

Mojokerto, 5 maret 2021
Penyusun

2

DAFTAR ISI

A. PENDAHULUAN
1. Kompetensi Dasar ----------------------------------------------------------------4
2. Deskripsi ---------------------------------------------------------------------------4
3. Peta Konsep------------------------------------------------------------------------5
4. Petunjuk Penggunaan Modul ----------------------------------------------------5

B. PEMBELAJARAN
1. Tujuan Materi----------------------------------------------------------------------6
2. Uraian Materi ----------------------------------------------------------------------6
3. Rangkuman ---------------------------------------------------------------------- 14

C. EVALUASI
1. Tugas -------------------------------------------------------------------------------15
2. Tes-----------------------------------------------------------------------------------18

D. DAFTAR PUSTAKA-----------------------------------------------------------------25
E. GLOSARIUM -------------------------------------------------------------------------25
F. PENUTUP ------------------------------------------------------------------------------26

3

PENDAHULUAN

Menurut Dr. Nurhadi dan Dr. Dawud Novel adalah sebuah bentuk karya
sastra yang mempunyai nilai-nilai sosial, budaya, moral, dan pendidikan. Menurut
Drs, Rostamaji, M.Pd, teks novel adalah sebuah karya sastra yang memiliki dua
unsur yang membangun, yakni unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik yang mana
keduanya saling berkaitan satu sama lain karena saling berpengaruh dalam sebuah
karya sastra.

Novel berasal dari bahasa Italia yaitu novella yang artinya "baru", "cerita
pendek mengenai sesuatu yang baru", "berita", dan kata itu sendiri berasal dari
bahasa Latin novella, bentuk jamak dari novellus, yang disingkat novus, yang
artinya "baru".

Novel merupakan prosa fiksi yang panjang mengandung rangkaian cerita
kehidupan seseorang dengan orang-orang di sekelilingnya dengan menonjolkan
watak dan sifat setiap pelaku.

STANDAR KOMPETENSI

3.7 Menganalisis nilai-nilai (budaya, sosial, moral, agama, dan pendidikan) dalam novel.
4.7 Mengungkapkan nilai-nilai (budaya, sosial, moral, agama, dan pendidikan) dalam novel.

DESKRIPSI

Modul ini merupakan modul pembelajaran mata pelajaran Bahasa dan sastra Indonesia
(Peminatan) materi nilai-nilai dalam novel untuk SMA/MA kelas XI Bahasa. Modul pembelajaran ini
dibuat untuk mempermudah dalam proses pembelajaran. Modul ini berisi materi pembelajaran yaitu
tenatng nilai-nilai dalam novel.

4

PETA KONSEP

Nilai-nilai dalam
Novel

Hakikat Novel Unsur-unsur Nilai-nilai dalam Menganalisis
dalam Novel Novel nilai-nilai dalam

Novel

PETUNJUK PENGGUNAAN

Sebelum Pembelajaran
1. Sebelum masuk pada materi, disajikan pendahuluan sebagai pengantar menuju materi utama.
2. Disajikan kompetensi dasar dan peta konsep sebagai pedoman bagi pengguna modul untuk

mencapai tujuan pembelajaran.

Selama Pembelajaran
1. Mempelajari dan memahami materi pada modul.
2. Mempelajari dan mencatat hakikat, unsur-unsur, dan nilai-nilai dalam novel.
3. Mengerjakan tes untuk mengukur kemampuan dalam memahami modul.

Setelah Pembelajaran
1. Mengevaluasi jawaban dengan kunci jawaban.
2. Mengetahui hasil evaluasi (sudah memenuhi kriteria ketuntasan atau belum)
3. Memutuskan untuk meneruskan belajar pada materi selanjutnya atau tetap pada materi

yang sama.

5

PEMBELAJARAN

TUJUAN MATERI

Tujuan dalam pembelajaran kali ini yang dicapai sebagai berikut :
1. Memahami karya sastra yang berupa novel.
2. Memahami nilai-nilai (budaya, sosial, moral, agama, dan pendidikan) dalam novel.
3. Memahami cara mengungkapkan nilai-nilai (budaya, sosial, moral, agama, dan

URAIAN MATERI

A. Hakikat Novel
Novel adalah sebuah karya fiksi yang berbentuk prosa yang ditulis secara naratif
dalam bentuk cerita. Kata novel sendiri asalnya dari bahasa Italia yaitu "novella"
yang berarti "sebuah kisah atau sepotong berita.” Seorang penulis novel disebut
sebagai Novelis. Novel berbentuk cerita
tergolong dalam sastra. Sudjiman (1998: 53) mengatakan bahwa novel adalah prosa
rekaan yang menyuguhkan tokoh dan menampilkan serangkaian peristiwa serta latar
secara tersusun. Novel sebagai karya imajinatif mengugkapkan aspek-aspek
kemanusiaan yang mendalam dan menyajikannya secara halus. Novel tidak hanya
sebagai alat hiburan, tetapi juga sebagai bentuk seni yang mempelajari dan meneliti
segi-segi kehidupan dan nilai-nilai baik buruk (moral) dalam kehidupan ini dan
mengarahkan pada pembaca tentang budi pekerti yang luhur.
Ciri-ciri teks novel antara lain :
1. Jumlah katanya kurang/lebih 35.000 kata.
2. Terdiri dari setidaknya 100 halaman atau lebih.
3. Ceritanya lebih dari satu impresi, dan emosi.
4. Alur ceritanya cukup kompleks.
5. Ceritanya panjang, tapi banyak kalimat yang diulang-ulang.

6

6. Ditulis dengan narasi kemudian didukung dengan deskripsi untuk
menggambarkan suasanya yang ada didalamnya.

7. Jumlah pelaku/peristiwa relatif lebih banyak daripada teks cerpen.
8. Mengambil dari satu sisi kehidupan tokoh.
9. Tokoh utama mengalami perubahan nasib.
- Struktur Novel
Struktur teks novel terdiri dari :
1. Abstrak, merupakan bagian ringkasan isi cerita yang biasanya bisa ditemukan

pada bagian awal cerita. (bersifat opsional)
2. Orientasi, merupakan bagian penjelasan mengenai latar waktu dan suasana

terjadinya cerita, terkadang juga berupa pembahasan penokohan/perwatakan.
3. Komplikasi, merupakan urutan kejadian yang dihubungkan oleh sebab-akibat, di

mana setiap peristiwa terjadi karena adanya sebab dan mengakibatkan
munculnya peristiwa lain.
4. Evaluasi, merupakan bagian di mana konflik yang terjadi pada tahap komplikasi
terarah menuju suatu titik tertentu.
5. Resolusi, merupakan bagian yang memunculkan solusi atas konflik yang terjadi.
6. Koda, merupakan bagian akhir atau penutup cerita. (bersifat opsional)

Jenis-Jenis Novel
1. Nurgiyantoro (2005: 16) membedakan novel menjadi novel serius dan novel popular.

a. Novel Populer
Sastra populer adalah perekam kehidupan dan tidak banyak memperbincangkan
kembali kehidupan dalam serba kemungkinan. Sastra popular menyajikan
kembali rekaman-rekaman kehidupan dengan tujuan pembaca akan mengenali
kembali pengalamannya. Oleh karena itu, sastra populer yang baik banyak
mengundang pembaca untuk mengidentifikasikan dirinya (Kayam dalam
Nurgiyantoro, 2005: 18).

b. Novel serius atau yang lebih dikenal dengan sebutan novel sastra merupakan jenis
karya sastra yang dianggap pantas dibicarakan dalam sejarah sastra yang
bermunculan cenderung mengacu pada novel serius. Novel serius harus sanggup
memberikan segala sesuatu yang serba mungkin, hal itu yang disebut makna sastra
yang sastra. Novel serius yang bertujuan untuk memberikan hiburan kepada
pembaca, juga mempunyai tujuan memberikan pengalaman yang berharga dan

7

mengajak pembaca untuk meresapi lebih sungguh-sungguh tentang masalah yang
dikemukakan.
2. Berdasarkan nyata atau tidaknya suatu cerita, novel terbagi dua jenis, yaitu :
a. Novel fiksi
sesuai dengan namanya, novel ini berkisah tentang hal yang fiktif dan tidak pernah
terjadi, tokoh, alur maupun latar belakangnya hanya rekaan penulis saja.
contoh: Twillight, Harry Potter
b. Novel nonfiksi
Novel ini kebalikan dari novel fiksi yaitu novel yang bercerita tentang hal nyata yang
sudah pernah terjadi , lumrahnya jenis novel ini berdasarkan pengalaman
seseorang, kisah nyata atau berdasarkan sejarah.
contoh: Laskar Pelangi

3. Jenis novel berdasarkan genre cerita, jenis novel di bagi menjadi beberapa
macam, yaitu :
a. Novel romantik
Cerita novel yang satu ini berkisah seputar percintaan dan kasih sayang dari awal
hingga akhir.
contoh: Ayat Ayat Cinta, Gita Cinta dari SMA
b. Novel horror
Novel yang satu ini memiliki cerita yang menegangkan, seram dan pastinya membuat
pembaca berdebar debar, umumnya bercerita tentang hal hal yang mistis atau seputar
dunia gaib.
contoh: Bangku Kosong, Hantu Rumah Pondok Indah
c. Novel misteri
Cerita dan jenis novel ini lebih rumit karena akan menimbulkan rasa penasaran
hingga akhir cerita. Contoh: Novel novel karangan Karen Rose dan Agatha
Christie yang berjudul
Pembunuhan ABC.
d. Novel komedi
Namanya, jenis novel ini mengandung unsur kelucuan atau membuat orang tertawa.
contoh: Masuk Masukin Saja, Kambing Jantan, 30 Hari Mencari Cinta
e. Novel Inspiratif
Jenis novel yang ceritanya mampu menginspiri banyak orang, umumnya novel
ini terdapat pesan moral atau hikmah tertentu yang bisa di ambil oleh pembaca

8

sehingga pembaca merasa mendapat suatu dorongan dan motivasi untuk melakukan
hal yang lebih baik.
contoh: Negeri 5 Menara, Laskar Pelangi
3. Jenis novel berdasarkan isi,tokoh dan pangsa pasar
a. Teenlit,
Jenis novel ini bercerita seputar permasalahan para remaja umumnya, tentang cinta
atau persahabatan. Tokoh dan pangsa pasarnya novel ini adalah anak usia remaja,
usia yang di anggap labil dan memiliki banyak permasalahan.
contoh: Me vs Heighells, Dealova
b. Chicklit,
jenis novel yang satu ini bercerita tentang seputar kehidupan atau permasalahan yang
di hadapi oleh seorang wanita muda pada umumnya. Jenis buku novel ini sebenarnya
bisa di nikmati oleh siapa saja, namun umumnya cerita dari novel ini lebih kompleks,
rumit bahkan kadang mengandung unsur dewasa yang tidak terlalu mudah di tangkap
oleh pembaca usia remaja.
contoh: Miss Jutek, Testpack
c. Songlit novel ini ditulis berdasarkan sebuah lagu contohnya ruang rindu.
Judul novel adalah judul sebuah lagu ciptaan letto group band indonesia yang
terkenal lewat lagu ini yang menjadi soundtrack sinetron intan yang melambungkan
nama naysila mirdad dan dude harlino. Buku ini bisa dinikmati oleh siapapun baik
remaja maupun orang dewasa.
d. Novel dewasa
Novel jenis ini tentu saja hanya diperuntukkan bagi orang dewasa karena umumnya
ceritanya bisa seputar percintaan yang mengandung unsur sensualitas orang dewasa.
contoh: Saman dan Larung penulis Ayu Utami, Lanang penulis Yonathan Rahajdo
dsb.
B. UNSUR-UNSUR DALAM NOVEL
Unsur intrinsik novel merupakan unsur utama yang membangun novel dari dalam.
Unsur-unsur intrinsik novel sebagai berikut :
1 Tema
Tema merupakan ide atau gagasan utama dari sebuah novel. Tema berisikan
gambaran luas tentang kisah yang akan diangkat sebagai cerita dalam novel.
- Rumusan tema :
a. Tema pendek (berupa kata/kelompok kata)
contoh : perjodohan; kawin paksa

9

b. Tema panjang (berupa kalimat)
contoh : pernikahan tidak didasari rasa cinta. Rumah tangga itu tidak bahagia.
Rumusan tema dinyatakan dengan hubungan sebab akibat (kausalitas)
2 Tokoh/Penokohan
a. Tokoh adalah pelaku dalam sebuah novel.
b. Penokohan adalah cara pengarang dalam menghadirkan tokoh dan watak atau

karakter dari tokoh yang ada dalam cerita novel.
c. Penokohan memiliki 2 macam cara yaitu:

1) Cara langsung: Penulis menggambarkannya secara langsung (tersurat).
2) Cara tidak langsung :
Penulis menggambarkannya secara tidak langsung melalui: Dialog antartokoh,
tanggapan tokoh lain, tingkah laku, pikiran tokoh, gambaran fisik, pikiran
tokoh, gambaran fisik.
Berdasarkan jenis watak, tokoh bisa dibagi menjadi tiga kategori :
➢ Tokoh Protagonis
➢ Tokoh protagonis adalah tokoh yang menjadi pusat dalam cerita. Tokoh utama
ini digambarkan sebagai sosok yang baik dan biasanya selalu mendapatkan
masalah.
➢ Tokoh Antagonis
Tokoh antagonis adalah tokoh yang menjadi lawan dari tokoh utama dalam
cerita. Tokoh ini digambarkan sebagai sosok yang tidak bersahabat dan selalu
membuat konflik.
➢ Tokoh Tritagonis
Tokoh tritagonis adalah tokoh yang menjadi penengah antara tokoh
protagonis dan antagonis. Tokoh ini digambarkan sebagai sosok yang netral,
kadang bisa berpihak pada protagonis, kadang pada antagonis. Namun ketika
keduanya terlibat dalam konflik, dia menjadi pelerai.
3 Alur / Plot,
Plot merupakan kepingan-kepingan peristiwa yang nantinya akan membentuk
jalannya cerita dalam novel. Umunya, alur dalam novel dibedakan menjadi 3 macam,
yakni :
a. Alur maju (progresif) adalah alur yang peristiwa didalamya bergerak secara urut
(awal-akhir) dan memiliki jalan cerita yang rapi. Biasanya alur ini digunakan pada
novel biografi dan autobiografi.

10

b. Alur mundur (flashback/ regresif/ sorot balik) merupakan cerita yang memiliki jalan
cerita yang mundur.

c. Alur campuran adalah alur yang didalamnya bergerak secara loncat (awal-akhir-
awal-akhir)dan terkadang tidak rapi. Biasanya alur ini digunakan untuk novel misteri
atau novel fantasi.

4. Latar / Setting
Latar / setting adalah gambaran tentang peristiwa-peristiwa yang ada dalam cerita.
(latar belakang terjadinya peristiwa). Latar termasuk unsur pembangun cerita yang
vital. Keberadaannya sangat penting untuk membangun suasana dalam cerita.

5. Sudut Pandang / Point of View
a. Sudut pandang merupakan cara pengarang menempatkan dirinya dalam sebuah

cerita.
b. Bisa juga diartikan sebagai cara pandang seorang pengarang dalam menyampaikan

cerita novelnya.
aku sebagai pelaku utama, aku sebagai pelaku sampingan, orang ketiga (cara
dia) pengarang sebagai pengamat. pengarang sebagai ‘tuhan’.(serba tahu)

Sudut pandang orang pertama – sebagai pelaku utama.
Pengarang dalam sudut pandang ini berperan sebagai tokoh utama dalam cerita.
Sehingga apa yang diceratakannya adalah pengalaman yang dirasakannya di dalam
cerita. Karena orang pertama dan pelaku cerita, kalimat yang diutarakan kebanyakan
dalam bentuk aktif. Di posisi ini, pengarang melepaskan ekpresinya secara bebas.

Sudut pandang orang pertama – sebagai pelaku sampingan.
Posisi dari pengarang dalam cerita ini adalah sebagai pelaku diluar tokoh utama.
Tugasnya sebagai pencerita apa yang dilihatnya dari pelaku utama dan apa
tanggapannya pada situasi tersebut. Sehingga pengarang disini berperan ganda.
Namun posisinya sebagai pencerita cenderung terbatas, karena sebagian besar
bercerita tentang tokoh utama.

Sudut pandang orang ketiga – serba tahu.
Sudut pandang ini menempatkan sang pengarang menjadi pelaku cerita dan sekaligus
penciptanya. Sehingga pengarang bisa mengarahkan, membuat, mengomentari
bahkan berdialog dalam cerita. Bisa dibilang posisi ini adalah posisi paling bebas
sebebas-bebasnya.

Sudut pandang orang ketiga – sebagai pengamat.
Sudut pandang ini menempatkan sang pengarang hanya sebagai pengamat cerita saja.
Sehingga pengarang hanya akan menyampaikan apa yang dilihat, dirasakan,

11

didengar dan disimpulkannya dalam cerita saja. Dengan kata lain, posisi pengarang
terbatas meskipun ada dalam cerita.
6. Amanat
Amanat merupakan pesan tertentu yang ingin disampaikan oleh pengarang melalui
cerita dalam novel. Amanat bisa berupa kritik sosial, ajakan, protes, dan lain
sebagainya. Amanat umumnya dibagi menjadi dua:
a. Tersurat, yaitu amanat yang pesannya disampaikan secara langsung sehingga bisa
dicerna seketika.
b. Tersirat, yaitu amanat yang pesannya disampaikan secara tersembunyi sehingga
terkadang susah untuk dicerna seketika itu juga.
7. Gaya Bahasa
Bahasa berfungsi sebagai pengantar cerita. Bahasa novel harus memperhatikan unsur
estetika (keindahan).
Unsur Ekstrinsik
Unsur ekstrinsik novel adalah unsur yang membangun novel dari luar. (hal-hal yang
melatarbelakangi terjadinya cerita. Biasanya bisa berupa latar pribadi penulis
maupun nilai-nilai dari luar. Unsur tersebut umunya adalah:
1. Biografi dan latar belakang penulis.
2. Tempat tinggal, latar belakang pendidikannya apa, keluarganya, lingkungannya, dan
sebagainya.
3. Kisah dibalik layar.
4. Kisah ini biasanya dilatari oleh pengalaman, kesan atau juga harapan dan cita-cita
sang pengarang.
5. Nilai yang ada dalam masyarakat.
6. Nilai-nilai ini sering diangkat oleh pengarang dalam ceritanya. Bisa nilai ideologi,
politik, ekonomi, sosial, budaya, agama, pendidikan dan lain sebagainya.
C. NILAI-NILAI DALAM NOVEL

Novel merupakan salah satu karya sastra yang biasanya di dalam karya sastra
terdapat nilai-nilai yang dapat diambil.
- Nilai Religius/Agama
Nilai Religius adalah nilai dalam cerpen/novel yang berhubungan dengan
kepercayaan atau ajaran agama tertentu. Biasanya nilai ini dapat diketahui dengan
simbol agama tertentu, kutipan atau dalil dari suatu kitab suci, dan penggambaran
nilai-nilai kehidupan yang dilandasi ajaran agama yang bersifat universal.

12

- Nilai Moral
Nilai Moral adalah nilai dalam cerpen/novel yang berhubungan dengan perangai,
budi pekerti, atau tingkah laku manusia terhadap sesamanya. Biasanya nilai ini dapat
diketahui melalui deskripsi tokoh, hubungan antartokoh, dialog, dan lain-lain.
- Nilai Sosial
Nilai Sosial adalah nilai dalam cerpen/novel yang berhubungan dengan masalah
sosial dan hubungan manusia dengan masyarakat (interaksi sosial antar-manusia).
Biasanya nilai ini dapat diketahui dengan penggambaran hubungan antar-tokoh.
- Nilai Budaya
Nilai Budaya adalah nilai dalam cerpen/novel yang berhubungan dengan adat
istiadat, kebudayaan, serta kebiasaan suatu masyarakat. Biasanya nilai ini dapat
diketahui dengan penggambaran adat istiadat, bahasa dan gaya bicara tokoh yang
mencerminkan bahasa tertentu, dan kebiasaan yang berlaku pada tempat para tokoh.
- Nilai Pendidikan/Edukatif
Nilai Pendidikan/Edukatif adalah nilai dalam cerpen/novel yang berhubungan
dengan pengubahan tingkah laku dari baik ke buruk (pengajaran) atau bisa juga
berhubungan dengan sesuatu hal yang mempunyai latar belakang
pendidikan/pengajaran.

13

D. MENGANALISIS NILAI-NILAI DALAM NOVEL “ SANG PEMIMPI”
ANDREA HIRATA
Sinopsis Novel Sang Pemimpi
Penulis: Andrea Hirata
Penerbit: Bentang Pustaka
Tahun Pertama terbit: 2006
Jumlah Halaman: 292
Sukses dengan Novel Laskar Pelangi, Andrea Hirata kembali memukau
pembaca dengan novel keduanya yakni Sang Pemimpi. Novel ini merupakan
rangkaian kedua dalam seri tetralogi Laskar Pelangi. Apa yang diusung Andrea
Hirata dalam novel kedua ini? Masih sama sebenrarnya dengan Laskar Pelangi,
kisah tentang kekuatan mimpi, dinamika persahabatan, ambisi, cara memaknai
hidup dan lainnya. Sebagai tetralogi, penyambung kisah novel pertama dengan
novel kedua ini adalah tokoh Ikal. Jika pada Laskar Pelangi, kisah yang diusung
adalah kehidupak kesepuluh anak-anak Laskar Pelangi, maka dalam Sang Pemimpi,
Andrea membesut kisah persahabatan antara Ikal dan tokoh sentral lainnya bernama
Arai. Mimpi mereka dimulai dari desa kecil di Belitong dan mereka impikan
bermuara di Eropa, tepatnya di Perancis.
Kisah dalam novel ini dimulai dengan kehidupan tokoh ikal di Belitong pada
saat ia masih SMA. Ia bersama saudara jauhnya yakni Ikal menjalani masa SMA
yang menyenangkan meski berat sebab tuntutan ekonomi membuat mereka dewasa
sebelum waktunya. Untuk tetap besekolah dan hidup, keduanya bekerja sebagai kuli
di sebuah pelabuhan ikan. Waktu kerja mereka dini hari sehingga waktu sekolah
tidak terganggu. Kegigihan mereka pada akhirnya terbayar saat mereka dewasa
kelak. Ikal sendiri berhasil mendapatkan gelar sarjana ekonomi dari Universitas
Indonesia, sementara Arai yang pada akhirnya kuliah di Kalimantan, menjadi
seorang ahli biologi.
Selain Ikal dan Arai, ada tokoh sentral lain dalam novel Sang Pemimpi ini.
Ia adalah Jimbron. Ia sendiri adalah anak yatim piatu yang diceritakan diasuh oleh
seseorang bernama Geovanny. Ia berwajah bayi dengan tubuh gembur.
Pemikirannya lurus, cenderung naïf dan polos. Jimbron sangat menyukai kuda dan
tahu seluk beluk hewan tangkas tersebut. Jimbron menjadi perekat hubungan Ikal
dan Arai, oleh sebab keluguannya, ia mudah disayangi dan mendapat simpati.
Persahabatan mereka juga tentang bagaimana melindungi Jimbron. Namun, selepas
SMA, ketiga sahabat ini berpisah. Mereka berbeda rute dan dipisahkan kota.

14

Ada banyak tokoh pembantu lainnya dalam cerita ini antara lain Pak Mustar, Pak
Drs. Julian Ichsan Balia, Nurmalala, Lakshmi, Taikong Hamim, Bang Zaitun dan
masih banyak

Kesemua tokoh ini mewarnai dinamika perjuangan Arai juga Ikal meraih
mimpi. Novel ini menarik dengan bahasa yang tentu apik khas Andrea Hirata. Meski
memang tak sefeonomenas Laskar Pelangi, namun Sang Pemimpi ini seperti sebuah
“penuntasan” dari apa yang dikosongkan Laskar Pelangi. Sama seperti cerita
tetralogi lainnya, saat Anda membaca buku pertama, maka seyogyanya Anda juga
menuntaskkan novel lanjutannya.

Novel ini sangat direkomendasikan bagi mereka yang mencintai mimpi. Ada
banyak quote membangun yang sederhana namun penuh kekuatan. Membaca Sang
Pemimpi akan membuat Anda berani menyongsong mimpi Anda sendiri. Ada satu
quote yang cukup memorable dari buku ini, yakni: “Kita tak kan pernah
mendahului nasib!”
- Nilai Religius/Agama

Nilai religius merupakan nilai yang berkaitan dengan keesaan Tuhan. Nilai-
nilai religius bertujuan untuk mendidik agar manusia lebih taat terhadap peraturan
agama dan selalu ingat kepada Tuhan. Nilai-nilai religius yang terkandung dalam
karya sastra dimaksudkan agar penikmat karya tersebut mendapatkan renungan-
renungan batin dalam kehidupan yang bersumber pada nilai-nilai agama. Nilai
religius dalam novel ini tidak diperlihatkan secara berlebihan, seperti menunjukkan
orang yang khusyuk menjalankan shalat lima waktu, sering mengucapkan doa-doa
sebelum melakukan sesuatu tanpa lupa, dan sebagainya secara gamblang. Namun,
nilai religius ini dikisahkan oleh Andrea Hirata dengan baik dan ringan.
…….Kesedihan hanya tampak padanya ketika dia mengaji Al-Quran. Di hadapan
kitab suci itu, dia seperti orang mengadu, seperti orang takluk, seperti orang yang
lelah berjuang melawan rasa kehilangan pada seluruh orang yang dicintainya.
Setiap habis magrib, Arai melantunkan ayat-ayat suci Al- Quran di bawah temaram
lampu minyak. Seisi rumah kami terdiam. Suaranya sekering ranggas yang menusuk-
nusuk malam. Setiap lekukan tajwid yang dilantunkan hati muda itu adalah jerit
kerinduan yang tak tertanggungkan kepada ayah- ibunya.

- Nilai Moral
Nilai moral ini berkaitan dengan perilaku manusia tentang hal baik dan buruk. Moral
berkaitan dengan etika. Menilai tentang berbagai macam prilaku yang harus dipatuhi.
Moral merupakan kaidah norma dan pranata yang mengatur perilaku individu dalam

15

hubungannya dengan kelompok sosial dan masyarakat.
………Amak menatap orang itu dengan nanar. Apa yang diucapkan oleh mulut
perempuan itu seperti sekeranjang sampah yang sudah sangat membusuk. Ini hal
baru bagi Amak.
“Kau kerja di sini harus izin dulu, tak bisa sekehendak perutmu!”
- Nilai Sosial
Nilai sosial merupakan nilai yang berhubungan dengan masyarakat, sesama makhluk
sosial. Nilai sosial ini lebih banyak dicontohkan di kehidupan nyata seperti kepedulian
terhadap tetangga yang miskin dengan memberi santunan, memberi makanan, dan
bantuan lainnya, memberi sumbangan kepada korban-korban bencana alam, ikut
gotong-royong dalam membangun rumah yang sering disebut sambatan dan gotong-
royong yang lain. Di dalam novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata ini nilai sosial
yang dapat dijadikan contoh adalah kepedulian keluarga Ikal terhadap seorang yang
bernama Mak Cik Maryamah. Keluarga Ikal yang hidup miskin bersedia membantu
orang lain yang lebih menyedihkan nasibnya. Keluarga Ikal diwakil-tokohkan oleh
ibu. Ibuku menghampiri mereka. Sudah tiga kali Minggu ini, Mak Cik datang
meminjam beras. Keluarga kami memang miskin, tapi Mak Cik lebih tak beruntung.
………..Ibuku memberi isyarat dan Arai melesat ke gudang peregasan. Dia
memasukkan beberapa takar beras ke dalam karung, kembali ke pekarangan, lalu
memberikan karung beras itu kepada ibuku yang kemudian melungsurkannya kepada
Mak Cik. “Ambillah ....”
…….Ibuku tersenyum memandang Nurmi. “Jangan sekali-kali kau pisahkan Nurmi
dari biolanya, Maryamah. Kalau berasmu habis, datanglah lagi ke sini.”
- Nilai Budaya

Nilai budaya adalah yang menyangkut masalah adat istiadat, ke-biasaan,
bahasa, dalam kehidupan sosialnya. Nilai budaya adalah ni-lai-nilai yang berkenaan
dengan kebiasaan/tradisi/adat-istiadat yang berlaku pada suatu daerah.
……“Pusing ke-pala Inop sekarang. Rasanya tumbuh sebuah uban sehari di
kepalanya. Kemana hendak dicarikannya uang tiga juta rupiah untuk diserahkan
kepada keluarga calon mertuanya. Uang itu akan digunakan sebagai pengisi sudut
namanya, suatu istilah untuk menamakan pemberian pi-hak calon mempelai laki-
laki kepada keluarga calon mempelai perempuan”.

16

. RANGKUMAN
1. Novel adalah sebuah karya fiksi yang berbentuk prosa yang ditulis secara naratif dalam

bentuk cerita.
2. Unsur-Unsur Instrinsik diantaranya tema, tokoh dan penokohan, alur, latar, sudut pandang,

gaya bahasa, amanat..
3. Nilai-nilai dalam novel merupakan hal-hal yang dapat diambil dari cerita. Adapun nilai-nilai

dalam novel adalah : Nilai agama, nilai budaya, nilai sosial, dan nilai pendidikan.

10

LATIHAN SOAL

1. Teks berikut untuk soal nomor 1 dan 2.
“Walau apa katamu terhadapku, walau kaucaci maki aku, kaukutuki aku, aku terima. Tapi, untuk
membiarkan Masri dan Arni hidup sebagai suami istri, padahal Tuhan telah melarangnya, o ...
o... o .... itu telah melanggar prinsip hidup setiap orang yang percaya pada-Nya. Kau memang
telah berbuat sesuatu yang benar sebagai ibu yang mau memelihara kebahagiaan anaknya. Tapi,
ada lagi kebenaran yang lebih mutlak yang tak bisa ditawar-tawar lagi, yakni kebenaran yang
dikatakan Tuhan dalam kitab-Nya. Prinsip hidup segala manusialah menjunjung kebenaran
Tuhan”Kemarau, A.A. Navis
Nilai agama yang terdapat dalam kutipan novel tersebut ...
A. Segala keputusan hendaknya selalu dikembalikan pada ajaran agama.
B. Kesabaran seorang ayah dalam menghadapi perilaku anakanaknya
C. Tuhan melarang perkawinan beda agama.
D. Keikhlasan seorang ibu dalam membahagiakan anaknya.
E. Melanggar prinsip agarna mendatangkan kesengsaraan.

2. Unsur intrinsik yang paling menonjol adalah ….
A. penokohan
B. alur
C. setting
D. amanat
E. tema

3. Bacalah kutipan novel berikut.
(1) Wiraatmaja menggelengkan kepalanya, “Anak-anak berlainan dengan kita: apa yang
kita katakan baik, katanya tidak baik,” (2) “Bukan begitu, Bapak!” kata Tuti pula
menyambung kata ayahnya. “Bukan mereka sengaja hendak bertentangan dengan orang-
orang tua. (3) Yang bertentangan itu hanyalah pendapat tentang bahagia, tentang arti
hidupkita sebagai manusia. (4) Emang berkata bahwa bahagia itu adalah pekerjaan
kemudian hari, pendeknya hidup yang senang. (5) Saleh menganggap bahagia itu lain
artinya. (6) Bahagia itu baginya tidak sama dengan hidup senang. (7) Baginya yang
dinamakan bahagia itu dapat menurutkan desakkan

1108

hatinya, dapat mengembangkan tenaga dan kecakapannyan sepenuh-penuhnya dan
menyerahkannya kepada yang terasa terhadapnya dan yang termulia dalam hidup ini.”
Sudut pandang yang digunakan dalam kutipan tersebut adalah ....
A. Orang pertama sebagai pelaku utama
B. Orang ketiga terarah
C. Orang ketiga serba tahu
D. Orang ketiga bukan tokoh utama
E. Orang pertama sebagai pengamat
4. Bacalah penggalan novel berikut untuk men jawab soal nomor 4 s.d 5!
Tiba-tiba Winna mendekati Adi. Seperti seorang kekasih yang menyambut kekasihnya
merentangkan tangan siap menerima pelukan, tapi Winna terbentur tubuh Ima yang tiba-tiba
saja menghalangi. Kontan saja Winna kaget. "Eit...eit.... ooh jadi ini rupanya sang pembela itu.
Ooh, gue tahu sekarang. Kau dan Adi datang pagi-pagi, janjian mau ngobrol-ngobrol, ya? Dan
Adi bertambah jadi rajin karena ada kekasih hati yang menunggu. Gue tahu sekarang. Woi,
teman-teman, Adi dan Ima jadian! Woi..A..." Mulut Winna tiba-tiba dibekap Adi. "Elo kalo
ngomong jangan macem-macem. Hati-hati. Gue jadi ingin muntah dengan segala tingkah lo
yang norak ini. Urus saja make up lo yang menor itu daripada ngurusin orang lain."
"Eh...eh...gue hanya main-main kok, Di. Suwer!" hati Winna meleleh setelah Adi dengan tegas
memotongnya. "Maafin gue ya, Di." Adi diam saja. "Ayo, dong, Di. Maafin gue, please...."
winna paling takut dimarahi, dia tidak bisa mendekatinya lagi. "Minta maaf dulu sama Ima, baru
ke gue." Jawab Adi. "Lho.. kok ... ke Ima, sih." Winna kaget dengan perintah Adi. Harus minta
maaf pada Ima? Oh tidak lah yaw. Gengsi dong, bisik hati Winna. "Ya, kau telah hampir
mencemarkan nama baiknya. Dia orang baik tahu, tidak kayak kamu. ( Dan Gue Bukan Robot
karya M. Irfan Hidayatullah, 2004)
Konflik yang terdapat dalam cuplikan novel tersebut adalah ….
A. Sikap marah Adi karena Winna yang mencintai dirinya.
B. Sikap marah Adi karena Winna yang suka mencampuri urusannya.
C. Sikap marah Adi karena Winna menyakiti hati Ima
D. Sikap marah Adi karena Winna tidak mau meminta maaf kepada Ima
E. Sikap marah Adi karena Winna sikap yang norak.

19

10

5. Bacalah kutipan novel berikut dengan seksama!
Empat hari kemudian aku duduk di samping sopir truk yang membawa hasil panen dari desa ke
kota. Waktu itu umurku hampir enam belas tahun. Sudah dua tahun aku tidak bersekolah.
Keputusan yang diambil ayahku merupakan peraturan yang harus diturut tanpa dirunding pihak
yang bersangkutan. Pada waktu itu aku menerimanya dengan kewajaran abadi penuh ketaatan.
Ayahku orang yang menentukan dalam kehidupan kami. Dan aku yang dibesarkan dalam
lingkungan adat kepala tunduk untuk mengiyakan semua orang tua. Tidak melihat alasan apa
pun buat membantahnya. Padahal waktu itu aku khawatir. Tetapi juga gembira. Keduanya
disebabkan karena aku akan tinggal di kota ….
Nilai (budaya) yang menonjol dalam penggalan novel tersebut adalah ....
A. kebiasaan mengangkut hasil panen dari desa ke kota
B. anak perempuan yang beranjak remaja ditentukan jodohnya
C. orang tua yang menyerahkan anak gadisnya kepada orang lain
D. ayah menentukan kehidupan anaknya dan harus dituruti oleh anaknya
E. orang tua yang memberi doa yang baik kepada anaknya
Penggalan novel berikut untuk nomor 6 dan 7
Serba susah, serba salah. Ini tak kuat, ini tak sanggup. Dan sementara itu pikiran dan
semangat selalu dikacaukan dan diharubirukan oleh sesal tak putus, sedih tak berkesudahan.
Teringat sawah dan rumah pusaka bapak, yang telah dijual dan dihabiskan! Terkenang
kebaikan istri, yang telah meninggalkan dunia karena makan hati oleh perbuatan dan kelakukan
diri sendiri. Di mana tinggal kemegahan selama ini.
Akan pelengah-lengah pikiran dan akan pembeli nasi Mak Iyah mau tak mau. Ia pun
bekarja juga menganyam topidari pandan seperti pada malam itu.
Akan tetapi perasaannya selalu tergoda, semangatnya senantiasa terganggu!
6. Isi penggalan novel tersebut mengungkapkan ….
A. kesengsaraan tokoh menghadapi masa lalu
B. kebingungan tokoh menghadapi sesuatu
C. kelesuan tokoh untuk melakukan sesuatu
D. nostalgia tokoh di masa lampaunya
E. penyesalan tokoh atas perbuatannya sendiri

10

7. Konflik yang tersirat pada penggalan novel tersebut lebih didasarkan pada masalah….
A. Sosial
B. Budaya
C. Kejiwaan
D. Politik
E. Lingkungan

Teks berikut untuk soal nomor 8 dan 9.
“Walau apa katamu terhadapku, walau kaucaci maki aku, kaukutuki aku, aku terima.
Tapi, untuk membiarkan Masri dan Arni hidup sebagai suami istri, padahal Tuhan telah
melarangnya, o ... o... o .... itu telah melanggar prinsip hidup setiap orang yang percaya pada-
Nya. Kau memang telah berbuat sesuatu yang benar sebagai ibu yang mau memelihara
kebahagiaan anaknya. Tapi, ada lagi kebenaran yang lebih mutlak yang tak bisa ditawar-
tawar lagi, yakni kebenaran yang dikatakan Tuhan dalam kitab-Nya. Prinsip hidup segala
manusialah menjunjung kebenaran Tuhan”Kemarau, A.A. Navis
8. Nilai agama yang terdapat dalam kutipan novel tersebut ...
A. Segala keputusan hendaknya selalu dikembalikan pada ajaran agama.
B. Kesabaran seorang ayah dalam menghadapi perilaku anakanaknya
C. Tuhan melarang perkawinan beda agama.
D. Keikhlasan seorang ibu dalam membahagiakan anaknya.
E. Melanggar prinsip agarna mendatangkan kesengsaraan.
9. Unsur intrinsik yang paling menonjol adalah ….
A. penokohan
B. alur
C. setting
D. amanat
E. tema
10. Bacalah kutipan novel berikut dengan seksama!
Empat hari kemudian aku duduk di samping sopir truk yang membawa hasil panen dari desa
ke kota. Waktu itu umurku hampir enam belas tahun. Sudah dua tahun aku tidak bersekolah.
Keputusan yang diambil ayahku merupakan peraturan yang harus diturut tanpa dirunding
pihak yang bersangkutan. Pada waktu itu aku menerimanya dengan kewajaran abadi penuh
ketaatan. Ayahku orang yang menentukan dalam kehidupan kami. Dan aku yang dibesarkan
dalam lingkungan adat kepala tunduk untuk mengiyakan semua orang tua. Tidak melihat
alasan apa pun buat membantahnya. Padahal waktu itu aku khawatir. Tetapi juga gembira.
Keduanya disebabkan karena aku akan tinggal di kota ….

23

10

Nilai adat (budaya) yang menonjol dalam penggalan novel tersebut adalah ....
A. kebiasaan mengangkut hasil panen dari desa ke kota
B. anak perempuan yang beranjak remaja ditentukan jodohnya
C. orang tua yang menyerahkan anak gadisnya kepada orang lain
D. ayah menentukan kehidupan anaknya dan harus dituruti oleh anaknya
E. orang tua yang memberi doa yang baik kepada anaknya
,

211047

DAFTAR PUSTAKA

Balkopites. 2017. Teks Novel. Dari https://balkopites.blogspot.com/2018/02/soal-novel.html
https://serdadukataku.wordpress.com/2012/12/02/analisis-nilai-nilai-pendidikan-novel-sang-

pemimpi/
http://sekolahbagiilmu.blogspot.com/2017/12/12-nilai-kehidupan-dalam-cerpennovel.html
KKBI ONLINE (APLIKASI)
Suryaman, M., Suherli, & Istiqomah. 2018. Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas

XII. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Tw, Nindiya. 2016. Teks Novel. Dari http://nindyatw.blogspot.com/2016/11/teks-novel.html

GLOSARIUM

Biografi : Riwayat hidup (sesorang) yang ditulis oleh orang lain.
Fiksi : Rekaan khayalan tidak berdasarkan kenyataan.
Prosa : Karangan bebas (Tidak terikat oleh kaidah yang terdapat dalam puisi)
Religius : Bersifat religi, bersifat keagamaan yang bersangkut paut dengan religi.

25

10

PENUTUP

Melalui E-Modul, diharapkan pengguna modul dapat belajar secara mandiri, mengukur
kemampuan diri sensiri, dan menilai dirinya sendiri. Terutama dalam memahami nilai-nilai
dalam novel. Semoga E-Modul ini dapat digunakan sebagai referensi dalam proses
pembelajaran. Semoga modul ini memberi manfaat bagi pengguna.

26


Click to View FlipBook Version