The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by ap3606114, 2023-01-01 11:47:49

3 anak kambing dan rumput ajaib

3 anak kambing dan rumput ajaib

Tiga Anak Kambing & Rumput Ajaib

Hai namaku nila aku seorang anak kambing yang imut dan lucu, aku paling muda
dari 11 bersaudara kami hidup dengan sosok ibu yang baik dan penyanyang dia selalu
memberi kami makanan yang sehat hingga suatu hari ibu menceritakan kami sebuah
cerita tentang seorang kambing pemberani dan hebat yang berhasil melewati 4 tantangan
kuil mematikan dengan tingkatan yang berbeda untuk mengambil rumput ajaib yang
berada dikuil paling ujung.

Dari cerita tersebut 9 saudaraku tidak tertarik dengan cerita itu tapi berbeda
dengan aku dan kedua saudara kakak yang bernama Qi dan Xi mereka tertarik dengan
cerita ibu begitu pula dengan ku juga. Pada suatu hari aku dan kedua saudaraku itu sedang
bermain entah datang dari mana datanglah musibah yang menimpa keluarga kecil kami.
Dari 12 saudaraku 7 diantarnya terkena wabah aneh yang menyebabkan mereka sakit dan
tak kunjung sembuh.

Penyakit mereka sama dengan yang dialami warga kampung dari desa sang
kambing pemberani nan hebat itu. Aku dan kedua saudaraku ingin mecari rumput ajaib
itu akan tetapi ibu melarang kami bertiga untuk pergi karena bahaya diluar sana sangat
mengancam keselamatan. Ibu berkata bahwa rumput ajaib itu belum ada yang bisa
mencarinya lagi kecuali sang kambing yang diceritakan itu.

Karena didalam perjalanan itu sang kambing pemberani itu harus menghadapi 4
tantangan yang amat sangat sulit yaitu FEAR,WEAKNESS,PAIN dan yang paling sulit
diantaranya LIFE OR DEATH. Ke empat tantangan itu dijaga masing masing penjaga
yang memiliki sifat berbeda beda dan memiliki wujud berbeda juga seperti FEAR dijaga
oleh seorang kucing hitam yang memiliki tatapan tajam dan memiliki aura pembunuh
yang kuat, WEAKNESS dijaga oleh burung elang yang memiliki kekuatan melebih hewan
hewan manapun, PAIN dijaga oleh serigala bermata merah jika ada hewan yang berani
menatap hewan itu akan merasakan sebuah penderitaan dan yang terakhir LIFE OR
DEATH dijaga oleh 2 gagak yang memiliki warna yang berbeda yaitu Putih dan Hitam
dari warna tersebut melambangkan kematian dan kehidupan,selain itu juga kedua gagak
ini yang membuat banyak hewan hampir sampai harus gagal.

Mendengarkan hal itu aku dan kedua saudaraku tidak peduli melainkan demi
keselamatan ke-7 saudara kami. Ibu melihat kegigihan dari aku dan kedua saudaraku
mengizinikan dengan hal itu kami ber 3 pun bersiap siap dan ibu pun memberikan kami
masing masing diberikan suatu barang yang dapat berguna dalam perjalan. Untuk Qi dan
Xi diberikan barang hanya 1 per orang sedangkan aku diberikan dua barang sekaligus.

Selain itu ibu juga menujukan arah dan memberikan barang barang ibu
memberikan peta dan sebuah surat yang memiliki lambang khusus.Ibu berpesan
kepadaku untuk memberikan surat ini kepada sesorang yang tinggal disebuah desa yang
bernama desa lotus. Di desa tersebut terdapat orang merupakan teman ibu dan dia akan
membantu dalam perjalanan.

Kami bertiga bergegas berangkat menuju ke desa lotus untuk mencari teman ibu
kami. Dalam perjalanan menuju desa lotus kami melalui sebuah kebun wortel yang
dimana ada sosok petani kelinci yang kesusahan dalam membereskan hasil panennya.
Kami pun membantunya sampai selesai dan ibu petani kelinci tadi mengucapkan
terimakasih dan memberikan kami sedikit hasil panennya kepada kami dan juga kami
bertanya arah desa lotus, si ibu petani kelinci ini memberitau arah ke desa lotus ke barat
daya dan masih sangat jauh dari perkebunan milik si ibu kelinci ini. Kami berterimakasih
dan kami lanjut melakukan perjalanan.

Ditengah perjalanan ini kami bertemu dengan kusir yang kesusahan dalam
mengelurkan keratanya dari kubangan lumpur. Kami langsung membantunya dan
akhirnya keretanya pun bisa keluar dari kubangan lumpur itu dan si kusir berterimakasih
dan bertanya kepada kami tujuan kami akan pergi, kami menjawab bahwa kami ingin
pergi ke desa lotus. Si kusir pun sama ingin pergi sana dan akhirnya kami diberi
tumpangan menuju kesana.

Dalam perjalanan si kusir bercerita tentang sejarah desa lotus dan berbagai
keunikan desa lotus. Dari semua itu si kusir pun juga bercerita desa lotus memiliki
keburukan juga yaitu tidak suka dengan pendatang baru karena penduduk dari desa lotus
percaya bahwa sang pendatang baru yang datang ke desa lotus akan membawa kesialan
untuk desa.

Kamipun sampai di desa lotus, kami disambut tidak begitu ramah setiap kali kita
ingin bertanya alamat dari surat yang diberikan ibu akan tetapi mereka menjawab alamat
yang itu hanya se ekor kura kura gila akan mitos rumput emas. Kami capek bertanya tanya
kesana kemarin dan kami putuskan berisitrahat ke rumah si kusir dan si kusir kami tanya
juga tidak tau. Si kusir mengajak kami masuk ke rumahnya dan didalam ada istri si kusir
yang sedang menyiapkan makan malam untuk hari itu juga.

Disaat makan malam kami semua berbincang bincang tentang latar belakang
masing masing. Aku berbicara tentang latar keluarga aku dan kedua saudaraku, kedua
pasuri itu mendengarkan dengan baik dan mereka bertanya tentang ayah kami. Aku
menjawab ayah kami sudah lama meninggal itu yang dibilang dari ibu. Setalah berbicang
bincang hal aku membicarakan tentang surat itu dan dari istri kusir itu tau alamat surat
itu.

Istri dari kusir itu akan mengantar kami besok untuk saat ini kami beristrahat di
rumah si kusir dimalam itu. Pagi harinya kami bersiap siap untuk menuju alamat itu
bersama istri dari si kusir. Sesampainya di depan rumah dari alamat dituju si istri dari
kusir itu izin pamit untuk pergi. Aku pun mencoba mengetok pintu dari rumah itu tak
beberapa kemudian dari gagang pintu pun berputar dan pintu dibuka, dari balik pintu ada
sosok kakek kura kura yang menyapa kami ber-3.

Kakek kura kura itu melihat surat yang aku bawa dan menyuruh kami ber-3 untuk
masuk kedalam rumah dan dia bertanya darimana aku dan kedua saudaraku mendapatkan
surat itu. Aku menjawab bahwa aku diberi surat itu dari ibuku dan kakek itu menjelaskan
dan bercerita sebenarnya ibu dulunya adalah seorang petualang dan si ibu ini teman dari
sang kakek kura kura dan si kusir tadi.

Kakek kura kura ini juga bercerita tentang dirinya dulu sebelum tua ini dia
bersama ibu kusir dan ayah adalah tim petualang , setelah bercerita tentang hal itu sang
kakek juga melihat peta yang aku bawa dan dia akan mengantarkan kami ber-3 untuk
ketempat rumput ajaib itu.

Kakek pun mengeluarkan sesuatu yang alat yang dapat digunakan untuk
berteleport atau berpindah tempat secara cepat hanya hitung detik saja. Aku dan kedua
saudaraku terkagum kagum, kakek kura kura pun menyuruh kami ber-3 masuk kedalam
mesin tesebut.

Setelah di antar oleh kakek kura kura teman ibu kami pun melanjutakan perjalanan
untuk menemukan 4 tantangan untuk mencari rumput ajabi itu. Aku dan kedua saudaraku
masuk kedalam kuil, kami pun memasuki kuil pertama dan tiba tiba disambut oleh sang
penjaga kuil FEAR yaitu kucing hitam yang memiliki tatapan tajam melihat kami dan saat
kami mengdipkan mata dia sudah berada dibelakang kami.

Sang penjaga kuil FEAR meminta barang untuk bisa membuka ujian. Xi sudaraku
memberikan barang ikan kumis merah yang ia bawa dari pemberian ibu, setelah
menerima barangnya sang penjaga pun membukaan ujian nya yaitu ujian pertama
menghadapai rasa takut, rasa takutku sendiri melihat orang yang aku sayang pergi sedang
kan Xi rasa takutnya dengan hewan ular untuk Qi sendiri hampir mirip dengan Xi tapi
takut dengan ulat. Dalam ujian ku,aku dituntut untuk memilih hal apa yang harus
dikorbankan dan hal apa yang harus diprioritaskan dalam hal ini aku dapat melewatinya
sedangkan begitu pula dengan kedua saudaraku bisa melewatinya dengan baik.

Penjaga Kuil FEAR mengizinkan kami lewat dari kuil tersebut dan lanjut ke kuil
selanjutnya. Kami pun langsung pergi dan mencapai kuil yang kedua yaitu kuil
WEAKNESS, saat tiba disana kami disambut dengan kepakan angin daysat yang membuat
bulu kami yang bersih menjadi kotor. Dari angin yang kencang itu muncul lah elang yang
besar sebesar gunung. Sang elang penjaga kuil itu bertanya untuk barang apa yang kami
bawa untuk membuka ujian dikuil ini, Qi pun memberikan barang yang berupa jarum
emas. Sang elang pun mengambil nya dengan paruh lalu ia telan ,setelah menelannya iya
langsung berteriak dan seketika membuat kami merasa lemah dan dari arah atas nampak
batu batu berjatuhan, sontak kami yang lemah ini langsung bergegas bangkit dan berlari
menghindari batu yang berjatuhan dengan gesit dan kelincahan kami dapat
menghindarinya.

Sang elang pun kagum dengan kami dan sang elang penjaga terbang dan
menghadang semua batu yang berjatuhan ke arah kami. Setelah menghalau semua batu
itu dengan kaki nya. Sang elang penjaga kuil turun dengan perlahan dan mencengram

batu itu, setelah turun elang itu berbicara dan mengizinkan kami untuk melanjutkan ke
kuil selanjutnya.

Kami langsung pergi ke kuil PAIN akan tetapi sang elang penjaga kuil
WEAKNESS memperingatkan bahwa kuil selanjutnya merupakan kuil yang membuiat
banyak orang gagal. Sesampainya kami sampai di kuil PAIN kami disambut oleh sang
serigala penjaga kuil PAIN sang serigala itu kami ketawakan karena memakai kacmata
yang amat lucu. Saat kami tertawa serigala penjaga kuil itu melolong dan membuat
lingkungan sekitar memiliki aura mencekap. Karena kami inget perkataan Sang elang
kami pun sontak diam dan fokus .

Setelah sang serigala melolong serigala pun berbicara dengan nada tinggi dan
membuat kami ketakutakan sang serigala itu langsung memulai ujiannya yaitu jangan
tatap matanya jika tatap matanya maka akan merasakan penderitaan. Aku dan kedua
saudaraku menutup mata dana fokus, saat kami menutup mata sang serigala penjaga kuil
ini juga cerdik bukan maik karena sang serigala ini bisa meniru suara apapun dnegan cara
melihat isi hati dari sang penantang ujian.

Dalam ujian ini aku dan kedua saudaraku hampir gagal tapi dari aku bisa
melewatinya sedangkan kedua saudaraku gagal. Aku pun membuka mata dan melihat
kedua saudaraku terdiam dengan tatapan kosong sang serigala penjaga kuil menyuruhku
meninggalkan mereka berdua karena mereka akan aman jika 4 tantang berhasil selesai.

Aku pun tanpa pandang bulu langsung bergegas lari menuju kuil terakhir dan
bertemu dengan kedua penjaga kuil terakhir. Dikuil terakhir ini aku berhadapa dengan
sang penjaga kuil yang dikenal dengan gagak kembar. Di kuil LIFE OR DEATH ini aku
di langsung memberikan barang yang kubawa berupa tombak putih dan hitam.

Aku pun tanpa banyak langsung menghadapi ujian terakhir dari sang gagak
kembar penjaga kuil terakhir. Sang gagak memberikan 1 pertanyaan yang amat sulit
hingga aku mengerjakannya dengan penuh emosi dan cemas sehingga aku hampir gagal
tapi teringat dengan saudaraku aku bangkit dan menyelesaikan ujian itu dengan baik.

Sang gagak kembar pun memberikan aku izin untuk melewati kuil ini dan
akhirnya aku bisa menemukan kotak yang berisi rumput ajaib. Saat aku membukanya
kotak itu kosong sontak aku pun langsung terdiam dan mataku mulai berkaca kaca karena

sudah susah payah sampai ke sini hanya mendapatkan kehampaan saja. Saat aku kembali
dan penjaga kuil LIFE OR DEATH melihatku dia teringat dengan seorang kambing yang
pernah datang kemari dan dia memberikan kan ku sesesuatu yaitu foto.

Pada saat aku melihatnya aku tersenyum karena ternyata ibu ayah kakek kura kura
dan paman kusir ternyata orang yang bisa menaklukan 4 tantangan ini . saat aku senang
semua penjaga kuil datang kearahku dan memberikan aku selamat. Dari arah belakang
kedua saudaraku Qi dan Xi sudah sadar dan menyusulku.

Ke empat penjaga kuil itu bilang bahwa rumput ajaib itu sudah berada sama ibu.
Dan kami bertiga senang karena saudara kami yang lain bisa sembuh, ke empat penjaga
itu bilang juga bahwa selama ia


Click to View FlipBook Version