The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by khanifahhafiza, 2022-11-08 23:13:39

MODUL Qurdis 9 Smt 2 TP 2022-2023 Ok -

MODUL Qurdis 9 Smt 2 TP 2022-2023 Ok -

KATA PENGANTAR

Assalaamu „alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

Segala puji hanya milik Allah SWT. Dia-lah yang telah menganugerahkan Al Qur‟an
sebagai petunjuk bagi seluruh manusia dan rahmat bagi seluruh alam. Dia-lah yang
Mengetahui makna dan maksud kandungan Al Qur‟an . Alhamdulillah berkat rahmat,
taufiq, pertolongan dan hidayahnya Modul Pembelajaran Al Qur‟an Hadits untuk
Madrasah Tsanawiyah ini dapat diterbitkan.

Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad Saw. utusan dan
pilihannya.

Modul Pembelajaran Al Qur‟an Hadits ini disusun dan dirancang sebagai buku
pelajaran untuk Madrasah Tsanawiyah dalam mempelajari materi pembelajaran Al
Qur‟an Hadis.

Kepada para pengajar dengan hadirnya Modul Pembelajaran Al Qur‟an Hadits ini
kami harapkan menjadi sarana mengajar yang dapat mempermudah tugas sehari-hari
dalam membimbing peserta didik dalam proses belajar mengajar di Madrasah maupun di
luar Madrasah.

Modul Pembelajaran Al Qur‟an Hadits ini disusun dengan memperhatikan esensi
kurikulum terbaru serta silabus pendidikan Agama dengan mengedepankan prinsip
pembelajaran yang aktif, bermutu, dan menyenangkan dengan berbagai kelebihan, antara
lain :
1. Materi dikembangkan berdasarkan kurikulum terbaru
2. Mengedepankan prinsip belajar aktif sehingga mendorong kemandirian siswa.
3. Penyajian bahasa dan kalimat yang mudah dipahami anak didik
4. Modul Pembelajaran Al Qur‟an Hadits ini dilengkapi tujuan pembelajaran,

pendahuluan, ringkasan materi, kesimpulan, tugas, dan kegiatan serta uji pemahaman
materi.
Meskipun demikian kami menyadari Modul Pembelajaran Al Qur‟an Hadits ini masih
jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, saran dan kritik dari semua pihak khususnya
teman-teman seprofesi sangat kami harapkan guna penyempurnaan selanjutnya.
Akhirnya semoga Modul Pembelajaran Al Qur‟an Hadits ini bermanfaat dan kita
senantiasa mendapatkan bimbingan dan ridha dari Allah Swt. Aamiin.

Wasssalamu „alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

Penyusun

Khanifah, S.Ag

Qur’an Hadits MTs Kelas IX Semester Genap |1

DAFTAR ISI 1
2
Kata Pengantar dan Penyusun
Daftar Isi 3
Bab 4 MENEPATKAN BACAAN GHARIB DALAM AL-QUR‟AN MEMBENTUK 5
5
SIKAP CERMAT 6
A. Imalah 6
B. Isymam 6
C. Tashil 9
D. Naql 10
E. Mad/Qashr
G. Rangkuman
H. Uji Kompetensi

Bab 5 SEMANGAT MENUNTUT ILMU UNTUK MERAIH MARTABAT 15
MULIA 18
A. QS. ‟Abasa (80) : 1-10 22
B. QS. Al – Mujadilah : (58) :11 25
C. Rangkuman 27
E. Uji Kompetensi

Bab 6 PANTANG MENYERAH MERAIH KEBAHAGIAAN DENGAN ILMU 31
A. Hadis Riwayat Muslim dari Abu Hurairah ra 33
B. Hadis Riwayat Ibnu Majah dari Shafwan Bin ‟Assal Al Muradi 34
C. Rangkuman 37
D. Uji Kompetensi 38
E. Soal-soal Latihan 44

DAFTAR PUSTAKA 52

2 | Qur’an Hadits MTs Kelas IX Semester Genap

BAB MENEPATKAN BACAAN

1 GHARIB DALAM AL-QUR’AN
MEMBENTUK SIKAP CERMAT

CERMAT

Kompetensi Inti :

1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya

2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleran, gotong royong),
santun, percaya diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan social dan alam
dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya

3. Memahami dan menerapkan pengetahuan (factual, konseptual dan procedural)
berdasarkan rasa ingin tahu tentang ilmun pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait
fenomena dan kejadian tampak mata

4. Mengolah, menyaji dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai,
merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca,
menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan
sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.

Kompetensi Dasar :

1.5. Menghayati keutamaan membaca Al Quran sesuai kaidah ilmu tajwid
2.1. Menjalankan sikap disiplin dalam kehidupan sehari-hari

3.4. Memahami ketentuan bacaan gharib dalam Imalah, Isymam,Tashil, Naql, Mad/Qashr

4.4. Mempraktikkan hukum bacaan imalah, isymam, tashil, naql, mad/qashr yang ada dalam
Al Quran

Nilai-nilai Karakter :

Religius, gemar membaca, pantang menyerah.

Qur’an Hadits MTs Kelas IX Semester Genap |3

INDIKTOR PENCAPAIAN KOMPETENSI

3.1.1 Menjelaskan pengertian bacaan gharib dalam (Imalah, Isymam, Tashil, Mad/Qashr
3.1.2 dalam Al Qur‟an
3.1.3
3.1.4 Mengidentifikasi bacaan Imalah, Isymam, Tashil,Naql, Mad/Qashr yang ada dalam
Al-Qur‟an.

Mendeskripsikan cara membaca Imalah, Isymam,Tashil, Naql, Mad/Qashr yang ada
dalam Al-Qur‟an.

Menganalisis bacaan Imalah, Isymam, Tashil, Naql, Mad/Qashr yang ada dalam
Al-Qur‟an.

3.1.5. Membandingkan bacaan Imalah, Isymam, Tashil, Naql, Mad/Qashr

4.1.1. Mendemonstrasikan bacaan Imalah, Isymam, Tashil, Naql, Mad/Qashr yang ada dalam
Al-Qur‟an.

4.1.2 Mendengarkan bacaan Imalah, Isymam, Tashil, Naql, Mad/Qashr yang ada dalam Al-
Qur‟an.

4.1.3 Menerapkan bacaan Imalah, Isymam, Tashil, Naql,Mad/Qashr yang ada dalam Al-
Qur‟an.

C Tujuan Pembelajaran

Setelah mengamati, menanya, mengeksplorasi, menegosiasi, dan mengkomunikasikan,
pererta didik diharapkan mampu :
1) Menjelaskan ketentuan Imalah, Isymam, Tashil, Naql, Mad/Qashr
2) Menunjukkan Hukum bacaan Imalah, Isymam, Tashil, Naql, Mad/Qashr
3) Menerapkan Hukum bacaan Imalah, Isymam, Tashil, Naql, Mad/Qashr dalam surat-

surat pilihan.

APERSEPSI

Al Qur‟an adalah mukjizat yang paling agung yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi
Muhammad SAW sebagai rahmat bagi alam semesta. Al Qur‟an adalah bacaan yang
sempurna. Hal ini telah terbukti sejak diturunkannya di muka bumi. Di zaman Rasulullah
SAW, telah banyak bukti yang dapat kita temui, bahwa Al Qur‟an pernah diadu dengan syair-
syair yang terbaik dari kaum kafir dan terbukti tidak ada satupun syair yang dapat menandingi
Al Qur‟an dari segi apapun.

Al Qur‟an adalah satu-satunya bacaan yang mendapat perhatian besar dari manusia, ia
tidak boleh dibaca sesuai keinginan orang yang membacanya, melainkan harus memperhatikan
kaidah-kaidah yang ditentukan. Ada kalanya ia harus dibaca jelas, harus dibaca dengung, harus
dibaca panjang atau pendek dan lain-lain.

4 | Qur’an Hadits MTs Kelas IX Semester Genap

Dalam kaidah membaca Al-Qur'an, ada perubahan cara membaca dengan pola tertentu,
ada juga yang tidak menggunakan pola tertentu, sebagaimana dalam grammer bahasa
Inggris, ada yang disebut regular verb dan irregular verb. Perubahan cara baca yang tidak
beraturan ini juga dikenal dalam metode qira'ah Imam Ashim yang banyak dipakai kaum
Muslim di Indonesia, kaidah ini dinamakan Gharib.

Gharib merupakan isim sifat dari kata “gharaba – yaghribu” yang artinya tersembunyi
atau samar, sedangkan menurut istilah Ulama qurra‟, gharib artinya sesuatu yang perlu
penjelasan khusus dikarenakan samarnya pembahasan atau karena peliknya permasalahan baik
dari segi huruf, lafadz, arti maupun pemahaman yang terdapat dalam Al-Qur‟an. Adapun
bacaan-bacaan yang dianggap gharib (tersembunyi/samar) dalam qira‟ah Imam Ashim riwayat
Hafs diantaranya adalah : Imalah, Isymam, Saktah, Tashil, Naql, Mad/Qashr.

Dalam bab ini kalian akan diajak untuk mempelajari ayat-ayat yang mengandung hukum
bacaan .Imalah, Isymam, Tashil, Naql, dan Mad/Qashr

Pengertian Tentang Imalah, Isymam, Tashil, Naql dan Mad/Qashr Dalam
Bacaan Al-Qur'an

A IMALAH

1. Imalah
Imalah secara bahasa artinya memiringkan atau membengkokan.
Sedangkan secara istilah adalah ialah mencondongkan alif mendekati kepada ya.
Cara merubah bacaan "ro" menjadi "re" (seperti "e" dalam kata “sate”)
Dalam al-Qur'an, lafadz yang dibaca dengan metode ini ada pada 1 tempat, yakni:

Surat Hud ayat 41: ‫َجمْرىجها‬

2.BIsymIaSmYM(mAeMncampurkan).

2. Isymam
Isymam secara bahasa artinya memadukan, mencampurkan.
Sedangkan secara istilah adalah mencampurkan dammah pada sukun dengan
memoncongkan bibir atau mengangkat dua bibir (mecucu - Jawa).
Dalam al-Qur'an bacaan ini hanya terdapat pada 1 tempat, yakni:

Surat Yusuf ayat 11: ‫لَجَجتََْجمََنا‬

Imalah ini juga boleh dibaca dengan cara ikhtilas yaitu membaca harakat dengan
samar dan cepat sehingga suaranya tinggal 2/3 harakat.

Qur’an Hadits MTs Kelas IX Semester Genap |5

C TASHIL

3. Tas-hil
Tas-hil secara bahasa artinya lunak, meringankan.
Sedangkan secara bahasa adalah yaitu memberi kemudahan, keringanan atau
menyederhanakan.
Cara membacanya yaitu dua hamzah yang berjejer, hamzah pertama dibaca biasa
sedangkan yang kedua disuarakan antara hamzah dan alif (samar-samar).
Di dalam al-Qur'an bacaan tashil hanya ada pada 1 tempat, yaitu:

Surah Fushshilaat ayat 44: ‫جءاَْجِج ٌّيَجوجعجرِ َْب‬

4. NDaql (NmAemQiLndah)
A

4. Naql berasal dari kata ‫ نقلا‬- ‫ نقل – ينقل‬berarti memindah; menggeser.

Adalah membaca lam sukun (‫" )أل‬al" diganti dengan harakat huruf hamzah
sesudahnya (i)

sehingga menjadi (‫" )أل‬ali" kemudian huruf hamzah kasrah (i) dari kata ‫ اسم‬dibuang,
sehingga berbunyi (lismu) kemudian dihubungkan dengan "‫ "بئس‬maka menjadilah

bacaan (bi'salismu).
Dalam Al-Qur'an, ayat yang mesti dibaca naql hanyalah ada pada 1 tempat, yakni:

Surah Al-Hujurat: 11: ‫بِئْ َسا ِْل ْس ُم‬

5.Mad/Qashr

Dari segi bahasa , mempunyai arti ziyadah atau bertambah/lebih.

Menurut istilah, mad berarti : ‫اِطَا لَُة ال ّْصَو ِت ِبَْر ٍف ِم ْن ُحُرْو ِف اْل َم ِّد‬

Artinya : “Memanjangkan suara dengan salah satu huruf dari huru-huruf mad.”

Adapun Qashr menurut bahasa berarti menahan ( ‫) الحبس‬

6 | Qur’an Hadits MTs Kelas IX Semester Genap

Sedangkan menurut istilah yaitu : ‫اِْثبَا ُت َحْر ِف الْ َم ِّد ِم ْن َغِْي ِزَي َدةِعَلَْي ِو‬

Artinya : “Tetapnya huruf mad tanpa adanya tambahan apa-apa.”
Dari definisi di atas dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa yang dimaksud dengan
mad ialah suara yang lebih panjang dari ukuran asli penyebutan huruf mad. Huruf
yang dapat memberi status mad ada tiga yaitu :

a. Alif mati, dan huruf sebelumnya berbaris fathah
b. Wau mati, dan huruf sebelumnya berbaris dhammah
c. Ya mati, dan huruf sebelumnya berbaris kasrah

‫نُْوِحيْ َها‬

Ketiga huruf di atas dapat dikumpulkan dalam kata-kata yang panjangnya dua
harakat. Apabila suatu huruf tidak mempunyai ketiga kriteria di atas, maka ia tidak
disebut mad. Sebaliknya ia disebut qashar ( pendek ).
Pentingnya mengetahui dan menerapkan hukum mad dan qashar ini adalah untuk
menjaga kemurnian Al Qur‟an itu sendiri karena ia diterima Rasulullah SAW
dari malaikat Jibril dengan cara membacanya termasuk didalamnya panjang
pendeknya. Disamping itu, menjaga panjang pendeknya bacaan tersebut berkaitan
pula dengan makna ayat. Artinya , apabila hukum ini dilanggar bisa berakibat
dengan berubahnya makna ayat.
Permasalahan mad dan qashr timbul karena kekeliruan dalam bacaan Al Qur‟an
yang di-mad-kan atau di-qashar pada kata-kata tertentu, seperti bacaan mad dibaca
qashar atau sebaliknya. Kesalahan seperti ini dapat mempengaruhi makna ayat.
Masalah lainnya timbul karena kesalahan-kesalahan kecil yang menjadi kebiasaan di

masyarakat. Contohnya, sebagian khatib membaca ‫َوَل ِذ ْك ُرالِل اَ ْكَب ْر‬, karena kurang teliti
biasanya dibaca ‫( َوَل ِذ ْك ُرالِل اَ ْكبَ ْر‬lam di-mad-kan) hal ini berakibat fatal pada kesalahan

arti.

Qur’an Hadits MTs Kelas IX Semester Genap |7

َ

SEBAB PERBEDAAN BACAAN QIRA’AT

Menurut K.H. Arwani Amin dalam Kitabnya Faidhul Barokah munculnya perbedaan qira‟at
karena hal-hal berikut :

1. Perbedaan qira„at yang dibaca Nabi dalam mengajarkan Al-Qur‟an kepada para sahabat.
Misalnya Nabi pernah membaca surah As-Sajdah : 17 dengan cara berbeda yakni, kata
qurrah, Nabi membacanya dengan ta‟ biasa, sedangkan pada kesempatan dengan ta‟
marbuthah (huruf ta bulat dan bertitik dua)

2. Penerimaan Nabi atas berbagai qira„at yang berlaku di kalangan kaum muslimin waktu itu,
menyangkut dialek di antara mereka dalam mengucapkan kata-kata di dalam Al-Qur‟an.
Contohnya ketika seorang sahabat dari suku Hudzail membaca dihadapan Rasul”atta hin”,
padahal beliau menghendaki bacaan “hatta hin”. Keluasan Nabi dalam menerima hal ini
difirmankan Allah SWT., “Kami tidak mengutus seorang rasul pun melainkan dengan
bahasa kaumnya, supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka.” (QS
Ibrahim:

3. Ada riwayat dari para sahabat Nabi menyangkut berbagai versi qira„at yang ada atau
perbedaan riwayat dari para sahabat Nabi menyangkut ayat-ayat tertentu.

4. Adanya lahjah atau dialek kebahasaan di kalangan bangsa Arab pada masa turunnya Al-
Qur‟an.

5. Perbedaan syakal, harakah, atau huruf. Contohnya pada surah al-Baqarah: 222. Kata “yath-
hurna” bisa dibaca “yathahharna”. Jika dibaca dengan qira`at pertama, berarti, “dan
janganlah kamu mendekati mereka (istri-istrimu) sampai mereka suci (berhenti dari haidh
tanpa mandi terlebih dahulu)”. Sedangkan jika dengan qira`at kedua, berarti,”dan janganlah
kamu mendekati mereka (istri-istrimu) sampai mereka bersuci (berhenti dari haidh dan telah
mandi wajib terlebih dahulu)”. Qira‟at ini ditetapkan berdasarkan sanad sanadnya yang
sampai kepada Rasulullah Saw., melalui metode talaqqi kepada Jibril As lalu dari
Rasulullsh kepada para Sahabat dan seterusnya sampai sekarang. Talaqqi adalah suatu
metode dimana guru dan murid bertemu, guru membaca dan murid mengikuti guru. Orang
yang pertama menyusun ilmu Qira‟at adalah Abi Ubaid Al-Qasim bin Salam Abu Hatim
As-Sijistani, Abi Ja‟far Ath-Thabari, dan Ismail Al-Qadhi. Dengan memahami ilmu qira‟at
ini kita dapat menghargai perbedaan-perbedaan, tidak mudah menyalahkan pendapat lain
yang berbeda karena perbedaan qira‟at ini semuanya berasal dari Nabi Saw.

8 | Qur’an Hadits MTs Kelas IX Semester Genap

1. Di dalam bacaan Al-Qur‟an, kita menjumpai bacaan gharib, yaitu bacaan-bacaan yang tidak

sesuai dengan kaidah bunyi dalam ilmu al-Ashwat yang memerlukan penjelasan khusus.

2. Bacaan tersebut antara lain: Imalah, ‫ل‬Iَs‫َما‬yَ‫أ‬ma–m‫ل‬,‫يمي‬Ta-s-ً‫ة‬hَ‫ال‬i‫َم‬l,ِ‫إ‬ Naql, Mad dan Qashr. bacaan
Imalah: berasal dari lafadz yaitu yang berarti mencondongkan

harakat fathah pada harakat kasrah sekitar dua pertiganya.

3. Isymam: secara bahasa artinya menggabungkan, secara istilah berarti mencampurkan

dhummah pada sukun dengan memoncongkan bibir.

4. Tas-hil: secara bahasa artinya meringankan, secara istilah berarti membaca antara hamzah

dan alif., hamzah pertama dibaca tahqiq (jelas) dan pendek, sedangkan ahamzah kedua

dibaca tas-hil.

5. Naql: berasal kata ‫ نَقلا– يَنقل– نقل‬berarti memindah; menggeser, secara istilah berarti
memindahkan harakat hamzah ke huruf mati sebelumnya, dan setelah itu hamzahnya

dibuang

6. Mad dan Qashr: secara bahasa berarti memanjangkan dan memendekkan. Permasalahan Mad

dan Qashr timbul karena kekeliruan dalam bacaan Al-Qur‟an yang di- mad-kan atau di-

qashar pada kata-kata tertentu, seperti bacaan mad dibaca qashar atau sebaliknya.

Akhirnya aku paham dengan mempelajari dan menerapkan bacaan gharib
(Imalah, Isymam,Tashil, Naql, Mad & qashr)akan menjadikan:
1) Terbiasa membaca al-Qur‟an dengan benar dan tartil

2) Membentuk sikap cermat dan hati-hati
3) Memuliakan al-Qur‟an dengan menerapkan adab-adabnya

4) Membangun akhlakul karimah
5) Menghargai berbagai macam perbedaan
6) Terhindar dari kesalahan baca dan makna al-Qur‟an
7) Sebagai salah satu upaya menjaga kemurnian al-Qur‟an
8) Memudahkan dalam membaca al-Qur‟an
9) Sebagai suatu bentuk ibadah yang akan menjadi penolong di dunia dan

akhirat
10) Hidup menjadi terarah karena memedomani dan mendapat petunjuk yang

benar.

Qur’an Hadits MTs Kelas IX Semester Genap |9

UJI KOMPETENSI

I. Pilihlah Jawaban Yang Kalian Anggap Benar dengan Cara memberikan Tanda Silang (x)

Pada Huruf A, B, C, atau D

1. Hukum mempelajari ilmu tajwid adalah…
A. Mubah
B. Fardhu kifayah
C. Wajib ain
D. Sunnah

2. Salman sedang membaca QS. Hud: 41, ketika sampai pada lafadz :

َ‫ بِ ْسِمَاللهََِجْمرى جها‬ia membaca dengan…

A. Isymam
B. Naql
C. Tashil
D. Mad dan Qashr
3. Isymam menurut bahasa berarti…
A. Memadukan
B. Lunak
C. Condong atau miring
D. Memindah

4. Lafadz   ‫ لا‬dalam QS. Yusuf: 11 menunjukkan adanya bacaan…

A. Isymam
B. Mad dan Qashr
C. Tashil
D. Imalah
5. Bacaan tashil ditunjukkan oleh lafadz…

A. ‫َمْرىَها َوُمْر َسا َىا‬
B. ‫ءَاََِْج ٌّي َوعََرِب‬

C.   ‫لا‬

D. ‫اَلْحَاَقُّة‬

6. Ahmad sedang membaca al-Qur‟an yang disimak oleh gurunya, ketika membaca QS. Al
Hujurat: 11, membaca lafadz yang harusnya dibaca Naql, yang artinya…
A. Memindahkan

10 | Qur’an Hadits MTs Kelas IX Semester Genap

B. Meringankan
C. Menggabungkan
D. Memiringkan

7. Contoh lafadz berikut ‫ َولَ ِذْكُرالِل اَْكبَْر‬kebiasaan orang, huruf lam nya di baca panjang yaitu
menjadi ‫ َوَل ِذ ْكُراللِ اَْكبَْر‬adalah salah satu contoh permasalahan yang terkait dengan bacaan


A. Naql
B. Imalah
C. Isymam
D. Mad dan Qashr
8. Tashil menurut bahasa berarti…
A. Memadukan
B. Meringankan
C. Condong atau miring
D. Memindah
9. Pernyataan yang menjelaskan tentang bacaan Tas-hil adalah…
A. Mencondongkan bacaan harakat fathah pada harakat kasrah sekitar dua pertiganya
B. Mencampurkan dhummah pada sukun dengan memoncongkan bibir
C. Memindahkan harakat hamzah ke huruf mati sebelumnya, setelah itu hamzahnya

dibuang
D. Di tengah-tengah antara huruf hamzah dan huruf ha, sehingga lafadz yang keluar

tidak seperti hamzah tidak juga seperti ha
10. Berikut adalah contoh bacaan mad dan qashr…

A. ‫َسلَا ِسلَا‬
B. ‫ءَاََِْج ٌّي َوعََرِب‬

C.  ‫لا‬

D. ‫بِْئ َسا ِْل ْسُم‬

11. Pernyataan yang menjelaskan tentang bacaan isymam adalah…
A. Mencondongkan bacaan harakat fathah pada harakat kasrah sekitar dua pertiganya
B. Mencampurkan dhummah pada sukun dengan memoncongkan bibir
C. Memindahkan harakat hamzah ke huruf mati sebelumnya, setelah itu hamzahnya
dibuang
D. Di tengah-tengah antara huruf hamzah dan huruf ha, sehingga lafadz yang keluar
tidak seperti hamzah tidak juga seperti ha

Qur’an Hadits MTs Kelas IX Semester Genap | 11

12. Kata Naql berasal dari bahasa arab yaitu ‫ نق َّل – ينقل – نقل‬bahasa arab yang berarti…

A. Memindahkan
B. Meringankan
C. Menggabungkan
D. Memiringkan
13. Berikut adalah contoh bacaan Naql…

A. ‫بِئْ َسا ِْل ْسُم‬
B. ‫ِم ْن َم َكا ٍن بَعِيْ ٍد‬

C.  ‫لَا‬

D. ُ‫لَْوَل فُ ِّصلَ ْتء ايتُو‬

14. Imalah menurut bahasa berarti…
A. Menggabungkan
B. Lunak
C. Condong atau miring
D. Memindahkan

15. Pernyataan yang menjelaskan tentang bacaan imalah adalah…
A. Mencondongkan bacaan harakat fathah pada harakat kasrah sekitar dua pertiganya
B. Mencampurkan dhummah pada sukun dengan memoncongkan bibir
C. Memindahkan harakat hamzah ke huruf mati sebelumnya, setelah itu hamzahnya
dibuang
D. Di tengah-tengah antara huruf hamzah dan huruf ha, sehingga lafadz yang keluar
tidak seperti hamzah tidak juga seperti ha

16. Mad menurut bahasa berarti…
A. Memanjangkan
B. Memendekkan
C. Mendengungkan
D. Memindahkan

17. Qashr menurut bahasa berarti….
A. Memindah
B. Memanjangkan
C. Mendengungkan
D. Memendekkan

12 | Qur’an Hadits MTs Kelas IX Semester Genap

18. Berikut ini adalah contoh bacaan Qashr …

A. ْ‫َثُْوَدا‬
B. ‫َليُْؤِمنُْوَن‬
C. ‫ِ ْف ءَا َذا ِنِْم‬
D. ‫َلُيْلِ ُف الْ ِمْي َعاد‬

19. Dalam mempelajari al-Qur‟an, kadang kita menjumpai bacaan-bacaan yang
tidak sesuai dengan kaidah bunyi dalam ilmu al-ashwat. Bacaan-bacaan tersebut
dikenal dengan istilah…
A. Gharib
B. Ghunnah
C. Mad
D. Samar-samar

20. Berikut ini adalah contoh bacaan mad…

A. ‫ءَاََِْج ٌّي َوعََرِ ّب‬
B. ‫بِْئ َساِْل ْسُم‬
C. ‫َليُْؤِمنُْوَن‬
D. ‫بِ ْسِم الِل‬

II. Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan singkat dan benar !

1) Jelaskan pengertian bacaan gharib dalam al-Qur‟an baik secara bahasa maupun
istilah!

2) Jelaskan pengertian bacaan Tas-hil dan mengapa harus dibaca seperti itu? Berikan
alasan-alasannya!

3) Sebutkan pembagian bacaan Mad dan Qashr berikan masing- masing 2 contoh dan cara
membacanya!

4) Jelaskan pengertian bacaan Isymam dan Ikhtilas, berikan penjelasan bagaimana caranya
agar kita dapat melafalkannya dengan benar !

5) Jelaskan pengertian bacaan Naql dan berikan penjelasan bagaimana caranya agar kita dapat
melafalkan dengan benar !

Qur’an Hadits MTs Kelas IX Semester Genap | 13

Bacalah ayat-ayat berikut dengan tartil ! Skor Maksimal
5
No Ayat 5
1 QS. Hud : 41 5
2 QS. Yusuf : 11 5
3 QS. Fushilat : 44 5
4 QS. Alhujurat : 11 5
5 QS. Al A‟raf : 103
6 QS. Al A‟raf : 145

Jumlah skor maksimal

14 | Qur’an Hadits MTs Kelas IX Semester Genap

BAB 2

SEMANGAT MENUNTUT
ILMU UNTUK MERAIH

MARTABAT MULIA

Kompetensi Inti :

1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya

2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleran, gotong royong),
santun, percaya diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan social dan alam
dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya

3. Memahami dan menerapkan pengetahuan (factual, konseptual dan procedural)
berdasarkan rasa ingin tahu tentang ilmun pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait
fenomena dan kejadian tampak mata

4. Mengolah, menyaji dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai,
merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca,
menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan
sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.

Kompetensi Dasar :

1.5. Menghayati bahwa Allah meninggikan derajat orang yang beriman dan berilmu
2.5. Mengamalkan perilaku semangat menuntut ilmu dalam belajar

3.5. Memahami isi kandungan QS. „Abasa (80): 1-10 dan QS. Al Mujadilah (58): 11 tentang
menuntut ilmu

4.5.1 Mendemonstrasikan hafalan QS. „Abasa (80): 1-10 QS. „Al Mujadilah (58): 11

4.5.2 Mengkomunikasikan kandungan QS. „Abasa (80): 1-10 dan QS. Al Mujadilah (58): 11

Nilai-nilai Karakter :

Religius, gemar membaca, tantang menyerah.

Qur’an Hadits MTs Kelas IX Semester Genap | 15

Tuj uan Pembelajaran:
Setelah mengamati, menanya, mengeksplorasi, menegosiasi, dan mengkomunikasikan,

INDIKTOR PENCAPAIAN KOMPETENSI
3.3.1 Membaca QS. „Abasa (80):1-10 dan QS. Al- Mujadilah (58): 11 dengan tartil.
3.3.2 Mengartikan QS. „Abasa (80):1-10 dan QS. Al-Mujadilah (58): 11 dengan benar
3.3.3 Menganalisis isi kandungan QS. „Abasa (80):1-10 dan QS. Al-Mujadilah (58): 11

tentang menuntut ilmu.
3.3.4 Menyimpulkan isi kandungan QS. „Abasa (80):1-10 dan QS. Al-Mujadilah (58): 11
3.3.5 Menghubungkan isi kandungan QS. „Abasa (80):1-10 dan QS. Al-Mujadilah (58): 11

tentang menuntut ilmu dengan kedudukan yang tinggi.
4.5.1.1 Menunjukkan hafalan QS. „Abasa (80):1-10 dan QS. Al-Mujadilah (58): 11
4.5.1.2 Menunjukkan hafalan arti dari QS.„Abasa (80):1-10 dan QS. Al-Mujadilah (58): 11
4.5.1.3 Mendengarkan hafalan QS. „Abasa (80):1-10 dan

QS. Al-Mujadilah (58): 11
4.5.2.1 Menerapkan hasil analisis manfaat menuntut ilmu pada QS. „Abasa (80):1-10 dan QS.

Al-Mujadilah (58): 11.
4.5.2.2 Merumuskan hasil analisis dampak positif menuntut ilmu pada QS.: „Abasa (80):1-10

dan QS. Al-Mujadilah (58): 11.
4.5.2.3 Membangun semangat menuntut ilmu sesuai dengan pemahaman QS. „Abasa (80):1- 10

dan QS. Al-Mujadilah (58): 11.

Setelah mengamati, menanya, mengeksplorasi, menegosiasi, dan mengkomunikasikan,
peserta didik diharapkan mampu:
1. Menjelaskan keterkaitan isi kandungan Q.S. Abasa (80): 1-10 dan Q.S. Al Mujadilah (58):

11 tentang menuntut ilmu.
2. Menulis, menerjemahkan, menghafal, dan memahami isi kandungan hadis riwayat

Bukhori dari Abdullah bin Umar (....َ‫ ) كُ ْن َِف َال َدنْجيا َجكأجن جك َغج ِريْب‬tentang perilaku menghargai
waktu dan hadis riwayat Ibnu majah dari Anas bin Malik (.... َ‫)طججل ُب َاْل ِع ْلِم َجف ِريْ جضة َ جعجلى َُك ِّل َ ُم ْسِلم‬

tentang menuntut ilmu

16 | Qur’an Hadits MTs Kelas IX Semester Genap

APERSEPSI

Ilmu merupakan cahaya yang dapat memberi penerang untuk menuju kebaikan dan
kebenaran apabila disertai dengan petunjuk agama.Ilmu juga dapat menjadikan manusia lebih
jahat dari pada mahluk lainnya, apabila tidak disertai dengan petunjuk agama.

Ilmu dapat diperoleh seseorang melalui “membaca”.Oleh karenanya membaca dalam
arti yang luas merupakan kewajiban yang mesti dilakukan oleh setiap orang yang ingin
mendapatkan cahaya dalam hidupnya. Ajaran Islam banyak memberi motivasi kepada manusia
untuk senantiasa mencari ilmu. Demikian juga Rasulullah SAW telah memberi contoh dan
dorongan kepada umatnya untuk senantiasa mencari ilmu. Dalam bab ini kalian akan diajak
untuk mempelajari diantara ayat-ayat Al Qur‟an dan hadis-hadis yang berkaitan dengan
pentingnya meluangkan waktu untuk mencari ilmu.

PRAWACANA

KALAM HIKMAH IMAM SYAFI’I

Bersabarlah atas pahit getirnya, keras kasarnya sikap Guru ** Karena kokohnya ilmu ada
dalam kepedihan.

Barangsiapa belum pernah merasakan pahitnya menuntut ilmu ** niscaya ia kan meratapi
hinanya kebodohan sepanjang hidupnya.

Barangsiapa menyia- nyiakan waktu menuntut ilmu di masa mudanya ** Maka
bertakbirlah empat kali atas kematiannya (shalat jenazah) karena dia telah mati.

Demi Allah hakekat seorang pemuda adalah dengan ilmu dan taqwa ** sebab tanpa ilmu
dan taqwa tidak akan bermakna wujudnya.

Qur’an Hadits MTs Kelas IX Semester Genap | 17

Adab-adab mencari ilmu :

1. Niat yang ikhlas.
2. Percaya diri yang kuat.
3. Berakhlak mulia,
4. Memanfaatkan waktu sebaik-baiknya.
5. Memegang teguh syariat Islam.
6. Memperhatikan guru ketika guru berbicara dan menerangkan.
7. Tidak berbicara dan menyela ketika guru berbicara.
8. Menjauhkan diri dari hal-hal yang tidak bermanfaat.
9. Menyedikitkan makan, minum dan waktu tidur.
10. Menyibukkan diri dengan ilmu dengan membaca, menelaah, menghafal,

mengulang pelajaran dan aktifitas lainnya.
11. Menjauhkan diri dari sikap meminta- minta meski kondisi sangat sulit.
12. Senantiasa memuliakan dan menghormati guru.
13. Berterima kasih kepada gurunya.
14. Bersegera mendatangi majlis ilmu sebelum gurunya datang.
15. Tidak meninggikan suaranya, kecuali darurat.
16. Tidak memotong ketika guru berbicara.
17. Tidak sombong jika belajar kepada orang yang lebih muda usianya, atau

kedudukannya lebih rendah.
18. Tidak malu bertanya pada hal-hal yang belum dipahaminya.
19. Meninggalkan debat kusir.
20. Bersedia menerima saran dan kritik yang membangun.

A AYAT TENTANG MENUNTUT ILMU

Islam mewajibkan agar manusia sebagai makhluk Allah yang beriman untuk mencari
ilmu dari lahir sampai meninggal. Ilmu merupakan jendela ilmu dunia, bahkan tanpa ilmu
manusia tidak bisa menjalani kehidupan. Orang yang mempunyai ilmu agama kemudian
mengamalkannya dan mengajarkannya kepada orang lain, maka orang tersebut seperti
tanah subur yang menyerap air sehingga dapat memberikan manfaat bagi dirinya dan orang
lain.
1. a. QS. ‘ABASA (80): 1-10

18 | Qur’an Hadits MTs Kelas IX Semester Genap

                              

                           
                       

b. Terjemah lengkap

1. Dia (Muhammad) berwajah masam dan berpaling.
2. Karena seorang buta telah datang kepadanya („Abdullah bin Ummi Maktum)
3. Dan tahukah engkau (Muhammad) barangkali dia ingin menyucikan dirinya (dari

dosa),
4. Atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran, yang memberi manfaat kepadanya?
5. Adapun orang yang merasa dirinya dirinya serba cukup (pembesar-pembesar

Quraisy),
6. Maka engkau (Muhammad) member perhatian kepadanya,
7. Padahal tidak ada (cela) atasmu kalau dia tidak menyucikan diri (beriman).
8. Dan adapun orang yang datang kepadamu dengan bersegera (untuk mendapatkan

pengajaran)
9. Sedang dia takut (kepada Allah)
10. Engkau Muhammad malah mengabaikannya.

c. Makna Lafdliyah Lafadz Terjemah Lafadz
Terjemah Dia bermuka
Atau ingin mendapatkan ‫اَْويَ َّذ َّك ُر‬ masam َ ‫َعبَ َس‬
pengajaran ‫تَ َص ّدى‬ Dan berpaling ‫َوتََولى‬
memberikan perhatian ‫يَ ْسعى‬
Seorang buta ‫اَْلَ ْعمى‬
Dengan bersegera

Takut kepada Allah ‫َيْشى‬ ingin ‫يزكى‬
menyucikan
dirinya

Qur’an Hadits MTs Kelas IX Semester Genap | 19

d. Asbabun Nuzul

Surat ini diturunkan sehubungan dengan peristiwa seorang yang buta
bernama „Abdullah bin Ummi Maktum anak paman Khodijah. Beliau termasuk di
antara sahabat-sahabat Muhajirin yang pertama memeluk Islam. Ketika Nabi saw
melaksanakan jihad dan meninggalkan kota Madinah, beliau sering ditunjuk oleh Nabi
saw untuk menjadi sesepuh kota Madinah, mengimami shalat, dan juga sering
melakukan azan seperti Bilal.

Peristiwa ini terjadi di Mekkah yaitu ketika Nabi saw sedang sibuk
melaksanakan seruan dakwah Islam kepada pembesar Quraisy. Beliau dengan
sungguh-sungguh mengajak mereka masuk Islam dengan harapan bahwa jika mereka
telah memeluk agama Islam, niscaya akan membawa pengaruh besar pada orang-
orang bawahannya. Diantara pembesar Quraisy yang sedang dihadapi itu terdapat
„Utbah bin Rabi‟ah, Syaibah bin Rabi‟ah, Abu Jhal bin Hiysam, Al „Abbas bin Abdul
Muthalib, Umayyah bin Khalaf dan Al Walid bin Al Mughirah. Besar sekali keinginan
Nabi untuk mengislamkan mereka itu karena melihat kedudukan dan pengaruh mereka
kepada orang-orang bawahannya.

Ketika beliau sedang sibuk menghadapi para pembesar Quraisy itu, tiba-tiba
datanglah‟Abdullah bin Ummi Maktum dan menyela pembicaraan itu dengan
ucapannya, Ya Rasulullah, coba bacakan dan ajarkan kepadaku apa-apa yang telah
diwahyukan oleh Allah kepadamu.”

Ucapan itu diulanginya beberapa kali sedang ia tidak mengetahui bahwa
Nabi saw sedang sibuk menghadapi pembesar-pembesar Quraisy itu. Nabi saw
merasa kurang senang terhadap perbuatan „Abdullah bin Ummi Maktum, yamh
seolah-olah mengganggu beliau dalam kelancaran tablignya, sehingga beliau
memeperlihatkan muka masam dan berpaling padanya.

Allah menyampaikan teguran kepada Nabi-Nya yang bersikap tidak acuh
terhadap „Abdullah bin Ummi Maktum. Bermuka masam dan memalingkan muka dari
orang buta itu bisa menimbulkan perasaan tidak enak dalam hati orang-orang fakir
miskin, padahal Nabi saw diperintahkan oleh Allah supaya bersikap ramah terhadap
mereka, maka turunlah ayat ini.

e. Kandungan Ayat
(1-2) Pada permulaan surah „Abasa ini, Allah menegur Nabi Muhammad saw

yang bermuka masam dan berpaling dari Abdullah bin Ummi Maktum yang buta,
ketika sahabat ini menyela pembicaraan Nabi dengan beberapa tokoh Quraisy.
Saat itu „Abdullah bin Ummi Maktum bertanya dan meminta Nabi saw untuk
membacakan dan mengajarkan beberpa wahyu yang telah diterima Nabi.
Permintaan itu diulanginya beberapa kali karena ia tidak tahu Nabi sedang sibuk
menghadapi beberapa pembesar Quraisy.

20 | Qur’an Hadits MTs Kelas IX Semester Genap

Tetapi Nabi Muhammad sebagai manusia terbaik dan contoh teladan utama
bagi setiap orang mukmin (uswah hasanah), maka Nabi tidak boleh membeda-
bedakan derajat manusia. Dalam menetapkan skala prioritas juga harus lebih
memberi perhatian kepada orang kecil apalagi memiliki kelemahan seperti
„Abdullah bin Ummi Maktum yang buta dan tidak dapat melihat. Maka
seharusnya Nabi lebih mendahulukan pembicaraan dengan „Abdullah bin Ummi
Maktum daripada dengan para tokoh Quraisy.

Dalam peristiwa ini Nabi saw tidak mengatakan sepatah katapun kepada
„Abdullah bin Ummi Maktum yang menyebabakan hatinya terluka, tetapi Allah
melihat raut muka Nabi Muhammad saw yang masam itu dan tidak mengindahkan
Ummi Maktum yang menyebabkan dia tersinggung.

Hikmah adanya teguran Allah kepada Nabi Muhammad juga memberi bukti
bahwa Al-Qur‟an bukanlah karangan Nabi, tetapi betul-betul firman Allah.
Teguran yang sangat keras ini tidak mungkin dikarang sendiri oleh Nabi.

„Abdullah bin Ummi Maktum adalah seorang yang bersih dan cerdas. Apabila
mendengarkan hikmah, ia dapat memeliharanya dan membersihkan diri dari
kebusukan kemusyrikan. Adapun para pembesar Quraisy itu sebagian besar
adalah orang-orang kaya dan angkuh sehingga tidak sepatutnya Nabi terlalu serius

menghadapi mereka untuk diislamkan. Tugas Nabi hanya sekedar menyampaikan
risalah dan persoalan hidayah semata-mata berada di bawah kekuasaan Allah.
Kekuatan manusia itu harus dipandang dari segi kecerdasan pikiran dan keteguhan
hatinya serta kesediaan untuk menerima dan melaksanakan kebenaran. Adapun
harta, kedudukan, dan pengaruh kepemimpinan bersifat tetap, suatu ketika ada dan
pada saat yang lain hilang sehingga tidak bisa diandalkan.

Nabi sendiri setelah ayat ini turun selalu menghormati‟Abdullah bin Ummi
Maktum dan sering memuliakannya melalui sabda beliau,”Selamat datang kepada
orang yang menyebabkan aku ditegur oleh Allah. Apakah engkau mempunyai
keperluan?”

(3-4) Dalam ayat-ayat ini, Allah menegur Rasul-Nya,” Apa yang
memberitahukan kepadamu tentang keadaan orang buta ini? Boleh jadi ia ingin
membersihkan dirinya dengan ajaran yang kamu berikan kepadanya atau ingin
bermanfaat bagi dirinya dan ia mendapat keridaan Allah, sedangakan pengajaran
itu belum tentu bermanfaat bagi orang-orang kafir Quraisy yang sedang kamu
hadapi itu.”

(5-7) Dalam ayat-ayat ini, Allah melanjutkan teguran-Nya, “ Adapun orang-
orang kafir Mekkah yang merasa dirinya cukup dan mampu, mereka tidak tertarik

Qur’an Hadits MTs Kelas IX Semester Genap | 21

untuk beriman kepadamu, bersikap terlalu condong pada mereka dan ingin sekali
supaya mereka masuk Islam.”

(8-10) Dalam ayat-ayat ini, Allah mengingatkan Nabi Muhammad,” Dan
adapun orang seperti „Abdullah bin Ummi Maktum yang datang kepadamu

dengan bersegera untuk mendapat petunjuk dan rahmat dari Tuhannya, sedang ia

takut kepada Allah jika ia jatuh ke dalam lembah kesesatan, maka kamu bersikap
acuh dan acuh dan tidak memperhatikan permintaannya.”

KESIMPULAN :

1. Dalam QS. „Abasa: 1-10 ini, Allah Swt.. memerintahkan Nabi Saw. agar tidak berpaling dari

orang yang ingin membersihkan jiwanya, membersihkan diri dari akhlak tercela, dan ingin

mendapatkan pengajaran, kemudian tidak terlalu berharap kepada para pemuka Quraisy

akan keislamannya, Allah lah yang akan memberikan petunjuk bagi yang dikehendaki Nya.

2. Allah Swt. juga memerintahkan Nabi Saw.. agar tidak mengkhususkan memberi peringatan

kepada seseorang, namun wajib menyampaikannya kepada siapa saja, tidak membedakan

kaya atau miskin, pejabat atau rakyat biasa. Sambutan yang baik kepada orang yang datang

dan membutuhkan itu lebih baik dan wajib, sedangkan berpalingnya pada orang kaya yang

tidak memerlukan karena tidak memiliki keinginan pada kebaikan itu tidak layak.

Kewajiban kita adalah mendidik kaum muslimin terutama bagi yang menginginkan

pengetahuan dan pengajaran.
3. QS. „Abasa: 1-10 mengandung beberapa hal yang terkait dengan etika pengajaran, antara lain

sebagai mu‟min wajib mengenali orang yang membutuhkan bantuan, memberikan

pelayanan yang proporsional dan profesional, pelayanan yang diberikan harus dengan niat

yang ikhlas dan menyerahkan hasilnya kepada Allah Swt. Ayat-ayat di atas juga

mengajarkan kita bahw sebagai hendaknya: memberikan penghargaan dan pelayanan yang

sama, selalu husnudzon, harus bersikap cermat dan hati-hati dalam mengambil suatu

tindakan, adil, penuh kasih sayang,menjunjung tinggi kesopanan, dan lemah lembut

terhadap muridnya.
2. a. QS. ‘AL MUJADILAH (58): 11

a .                            

                          

        

b. Terjemah lengkap

“Wahai orang –orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah
kelapangan di dalam majelis-majelis,”maka lapangkanlah, niscaya Allah akan
memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan,”Berdirilah kamu,”maka
berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di
antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti
apa yang kamu kerjakan.”

22 | Qur’an Hadits MTs Kelas IX Semester Genap

c. Makna Lafdziyah

Terjemah Lafadz Terjemah Lafadz
Niscaya Allah akan meninggikan Berilah
Orang yang berilmu ُ‫يَْرفَِع الل‬ kelapanagn َ ‫تََف َّس ُحْوا‬
‫اوتواالعلم‬ ُ‫يَْف َس ِح الل‬
Dengan beberapa derajat ‫َدَرج ٍت‬ Allah akan َ‫َواَِذا قِيْل‬
melapangkan
‫اْن ُشُزْوا‬
Jika dikatakan
“berdirilah
kamu”

Maha teliti apa yang kamu ‫تَْع َملُْوَن‬ Maka berdirilah ‫فَا ْن ُشُزْوا‬
kerjakan ‫َخبِيٌْر‬ kamu

d. Asbabun Nuzul

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari Muqatil bin Hayyan, ia berkata, Pada suatu
hari yaitu hari Jum‟at, Rasulullah saw berada di Suffah mengadakan suatu pertemuan di
suatu tempat yang sempit , dengan maksud menghormati pahlawan-pahlawan perang
Badar yang terdiri dari orang-orang Muhajirin dan Anshar. Beberapa orang pahlawan itu
terlambat datang, di antaranya Tsabit bin Qais. Para pahlawan Badar itu berdiri di luar
yang kelihatan oleh Rasulullah mereka mengucapkan salam, Assalaamu „alaikum
Ayyuhannabi wabarakatuh.”Nabi saw menjawab salam, kemudian mereka mengucapkan
salam pula kepada orang-orang yang hadir lebih dahulu dan dijawab pula oleh mereka
Para pahlawan Badar itu tetap berdiri, menunggu tempat yang disediakan bagi mereka,
tetapi tak ada yang menyediakannya. Melihat itu Rasulullah saw merasa kecewa,
mengatakan kepada orang-orang yang berada disekitarnya dengan mengatakan
“Berdirilah, berdirilah.” Beberapa orang yang ada di sekitar itu berdiri, tetapi dengan rasa
enggan yang terlihat di wajah mereka. Maka orang-oang munafik memberikan reaksi
dengan maksud mencela Nabi saw, mereka berkata,”Demi Allah, Muhammad tidak adil,
ada orang yang dahulu datang dengan maksud memeperoleh tempat duduk di dekatnya,
tetapi disuruh berdiri agar tempat itu diberikan kepada orang yang terlambat datang,”

e. Kandungan Ayat

Qur’an Hadits MTs Kelas IX Semester Genap | 23

Ayat ini memberikan penjelasan bahwa jika diantara kaum Muslimin ada yang
diperintahkan Rasulullah Saw. berdiri untuk memberikan kesempatan kepada orang
tertentu untuk duduk atau mereka diperintahkan pergi dahulu, hendaklah mereka berdiri
atau pergi, karena beliau ingin memberikan penghormatan kepada orang-orang itu, ingin
menyendiri untuk memikirkan urusan-urusan agama atau melaksanakan tugas-tugas yang
perlu diselesaikan segera.

Dari ayat ini dapat dipahami hai-hal sebagai berikut :

1. Para sahabat berlomba-lomba mencari tempat dekat Rasulullah saw agar mudah
mendengar perkataan yang beliau sampaikan kepada mereka.

2. Perintah memberikan tempat kepada orang yang baru dating merupakan anjuran , jika
memungkinkan dilakukan, untuk menumbuhkan rasa persahabatan antar sesame yang
hadir.

3. Sesungguhnya tiap-tiap orang yang memberikan kelapangan kepada hamba Allah dalam
melakukan perbuatan-perbuatan baik, maka Allah akan memberi kelapangan pula
kepadanya di dunia dan akhirat.

Memberi kelapangan kepada sesama muslim dalam pergaulan dan usaha mencari

kebaikan, berusaha menyenangkan hati saudara-saudaranya, memberikan pertolongan,

dan sebainya termasuk yang dianjurkan ‫ِو‬Rْ‫ِخي‬aَ‫ا‬su‫ِن‬lu‫ْو‬l‫َع‬lah‫ِ ْف‬ saw, beliau ‫ا‬b‫َم‬e‫ِد‬rsْ‫ب‬a‫َع‬bْ‫ال‬d‫ن‬aِ‫ْو‬:َ‫ع‬ ‫ِ ْف‬

)‫ىبي ىريرة‬ ‫(رواه مسلم عن‬ ‫الْعَْب ُد‬ ‫َكا َن‬ ُ‫َوالل‬

“ Allah selalu menolong hamba selama hamba itu menolong saudaranya.”
(HR. Muslim dari Abu Hurairah)

Jika dipelajari maksud ayat di atas, ada suatu ketetapan yang ditentukan ayat ini, yaitu
agar orang-orang menghadiri suatu majelis baik yang datang pada waktunya atau yang
terlambat selalu menjaga suasana yang baik, penuh persaudaraan dan saling tenggang
rasa. Bagi yang lebih dahulu datang hendaklah memenuhi tempat di muka, sehingga orang
yang datang kemudian tidak perlu melangkahi atau mengganggu orang yang telah lebih
dahulu hadir. Bagi orang yang terlambat datang, hendaklah rela dengan keadaan yang
ditemuinya, seperti tidak mendapat tempat duduk. Inilah yang dimaksud sabda Nabi saw:

) ‫َليُِقْيُم الَّرُجلُ الَّرُجلَ ِم ْن َمْقَع ِدِه َُّثّ َْيلِ ُس فِْيوِ َول ِك ْن تََف َّس ُحْوا َوتََو َّسعُْوا (رواه مسلم عن اب ىريرة‬

“Janganlah seseorang menyuruh temannya berdiri dari tempat duduknya, lalu ia duduk
di tempat tersebut, tetapi hendaklah mereka bergeser dan berlapang-lapang.”

Akhir ayat ini menerangkan bahwa Allah akan mengangkat derajat orang yang
beriman, taat dan patuh kepada-Nya, melaksanakan perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya,
berusaha menciptakan rasa damai, aman dan tentram dalam masyarakat, demikian pula
orang-orang yang berilmu yang menggunakan ilmunya untuk menegakkan kalimat Allah.
Dari ayat ini dipahami bahwa orang-orang yang mempunyai derajat yang paling tinggi di

24 | Qur’an Hadits MTs Kelas IX Semester Genap

sisi Allah ialah orang yang beriman dan berilmu. Ilmunya itu diamalkan sesuai dengan
yang diperintahkan Allah dan Rasul-Nya.

Kemudian Allah menegaskan bahwa Dia Maha Mengetahui semua yang dilakukan
manusia, tidak ada yang tersembuyi dari-Nya, Dia akan memberi balasan yang adil sesuai
dengan perbuatan yang telah dilakukannya. Perbuatan baik akan dibalas dengan surga dan
perbuatan jahat dan terlarang akan dibalas dengan azab neraka.

Kesimpulan

1. Jika pemimpin persidanagn meminta agar meluangkan beberapa tempat duduk untuk
orang-orang yang dihormati, maka hendaklah permintaan tersebut dikabulkan.

2. Hendaklah orang-orang yang menghadiri pertemuan atau persidangan baik yang lebih
dahulu datang atau yang kemudian, sama-sama menjaga suasan damai, aman, dan tentram
dalam persidangan itu.

3. Allah mengangkat derajat orang-orang yang beriman, berilmu dan beramal saleh.
4. Allah mengetahui segala yang dikerjakan hamba-hamba-Nya. Oleh karena itu, Dia akan

memberi balasan dengan seadil-adilnya

KEUTAMAAN ILMU

Ilmu hanya dimiliki oleh manusia
Nabi Adam As. lebih mulia dari pada Malaikat karena ilmu
Ilmu sebagai sarana untuk bertaqwa
Ilmu akan menjaga pemiliknya
Ilmu menjadi perhiasan bagi pemiliknya
Ilmu sebagai petunjuk menuju keselamatan
Kebahagiaan dunia & akhirat diraih dengan ilmu
Orang yang berilmu akan ditinggikan derajatnya
Ilmu menjadikan manusia menjadi terhormat dan bermartabat
Malaikat, hewan dan tumbuhan mendoakan orang yang sedang mencari ilmu
Orang yang sedang menuntut ilmu dinilai sebagai jihad

Qur’an Hadits MTs Kelas IX Semester Genap | 25

1) QS. „Abasa: 1-10 mengandung beberapa hal tentang etika pengajaran, antara lain
sebagai mu‟min:
(1) Wajib mengenali orang yang membutuhkan bantuan,
(2) Memberikan pelayanan yang proporsional dan profesional,
(3) Pelayanan yang diberikan harus dengan niat yang ikhlas dan menyerahkan hasilnya
kepada Allah Swt..
Seorang guru hendaknya: memberikan penghargaan dan pelayanan yang sama, selalu
husnudzon, harus bersikap cermat dan hati-hati dalam mengambil suatu tindakan, adil,
penuh kasih sayang, menjunjung tinggi kesopanan, dan lemah lembut terhadap
muridnya.

2) QS. Al-Mujadilah (58): 11, Allah memerintahkan kaum muslim untuk melakukan
perbuatan yang menguatkan persaudaraan, menumbuhkan empati dan kepedulian
sosial, antara lain dengan memberikan tempat kepada orang lain, terutama saat mencari
ilmu, memberi kelapangan, usaha mencari kebajikan dan kebaikan, berusaha
menyenangkan hati orang lain, memberi pertolongan. Allah juga akan meninggikan
derajat orang yang beriman dan berilmu

REFLEKSI

Akhirnya aku tahu hikmah memiliki ilmu: Qur’an Hadits MTs Kelas IX Semester Genap
26 |

Membedakan benar dan salah

Meninggikan derajat manusia

Dihargai dan dihormati orang lain

Meraih kebahagiaan dunia dan akhirat

Mudah dalam menjalani kehidupan

Sebagai amal jariyah yang pahalanya

mengalir terus sampai di akhirat

UJI KOMPETENSI

Soal-soal Latihan
I. Pilihan Ganda

Pilihlah Jawaban Yang Kalian Anggap Benar dengan Cara memberikan Tanda Silang (x)
Pada Huruf A, B, C, atau D
1. Lafadz „abasa berasal dari kata „abasa-ya‟bisu-„absan wa „abusan yang berarti…

A. Bermuka manis
B. Bermuka baik
C. Bermuka dua
D. Bermuka masam
2. Farah dan Nayra adalah dua sahabat yang saling mensupport setiap kegiatan yang positif,
terutama saat belajar. Suatu saat mereka menghafalkan QS. „Abasa: 1-10, ketika Farah

membaca ayat ‫ جَاَماَجمَ َِنَا ْسَجتَ َْغنى‬Nayra lalu melanjutkannya…
A. ‫اجََْوَيجَذجكََُرَجفَتجَنَْجفَجَعَوَُالَِّذْكَجَرى‬
B. ‫َجفَجاَنْ جتََجَلوََُجَت جَص َّدى‬
C. ‫جَوجمَاَ جعَجلَْيَ جَكََجا َليجَزَّكى‬
D. ‫َجفَجاَنْ جتََ جعَنَْوََُجتََجلَّهى‬

3. Siswa kelas IX di MTsN 3 Tegal, sedang belajar menterjemahkan QS. „Abasa: 1-10.
Mereka menghafalkan ayat dan artinya secara bergantian. Ketika sampai pada ayat yang

berbunyi ‫ فجاجنْ جتَلجوَُجت جص ّدى‬mereka mengartikan…

A. Atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran, yang memberi manfaat?
B. Adapun orang yang merasa dirinya serba cukup
C. Maka Engkau (Muhammad) memberi perhatian kepadanya
D. Padahal tidak ada (cela) atasmu kalau dia tidak menyucikan diri
4. Ketika samapai pada arti”padahal tidak ada (cela) atasmu kalau dia tidak menyucikan diri
(beriman)”bunyi ayatnya adalah…

A. ‫جاْويجذجكُرَجفتج ْن جفجعوَُال ِّذْكجرى‬
B. ‫جفجانْ جتَلجوَُجت جص ّدى‬

Qur’an Hadits MTs Kelas IX Semester Genap | 27

C. ‫جوجماَ جعجلْي جكَجاليجزّكى‬

D. ‫جفاجنْ جتَ جعنْوَُجتلجّهى‬

5. Arti mufradat dari lafadz َ‫ اجْلج ْعمى‬adalah…

A. Orang tuna netra
B. Orang tuna rungu
C. Orang tuna daksa

D. Orang tuna grahita
6. Saat Nabi Saw. sedang menjelaskan tentang Islam kepada para pemuka Quraisy, datang

Abdullah bin Maktum dan menyela pembicaraan Nabi Saw. Hal ini dimaklumi karena
Abdullah bin Maktum adala seorang yang buta dan fakir. Hal ini digambarkan dalam
ayat…

A. ‫جا ْنَ ججا جءهَُاْلج ْعمى‬

B. ‫فجاجنْ جتَجلوَُتج جص ّدى‬

C. ‫جوجماَيُْدِريْ جكَجلجعلوَُيجَزّكَى‬

7. D. ‫جَامَاَجمَِنَ َْسجتََْغنى‬ ‫اََّما َمنِ ْستَ ْغنى‬ adalah…

Terjemah ayat

A. “Adapun orang yang merasa dirinya serba cukup (pembesar-pembesar Quraisy)”

B. “Adapun orang yang merasa dirinya serba cukup (pembesar-pembesar Yahudi)”

C. “Adapun orang yang merasa dirinya serba cukup (pembesar-pembesar Nasrani)”

D. “Adapun orang yang merasa dirinya serba cukup (pembesar-pembesar Anshar)”

8. Setelah Nabi Saw mendapat teguran dari Allah Swt., maka setiap Abdullah datang ke
tempat beliau, Nabi selalu menghormati dengan mengatakan…

A. “Selamat datang kepada orang yang menyebabkan aku disayang oleh Allah”
B. “Selamat datang kepada orang yang menyebabkan aku ditegur oleh Allah”

C. “Selamat datang kepada orang yang menyebabkan aku diberi wahyu oleh Allah”
D. “Selamat datang kepada orang yang menyebabkan aku ditanya oleh Allah”
9. Abdullah bin Ummi Maktum adalah seorang yang…

A. Bersih dan cerdas

B. Belum beriman

C. Kaya raya

D. Sombong
10. Hikmah dari tuunnya QS. „Abasa : 1-10 adalah…

A. Kita harus berbuat baik kepada orang yang terpandang

B. Kita harus berbuat baik kepada siapapun

C. Kita harus berbuat baik kepada orang kaya

D. Kita harus berbuat baik kepada orang miskin
11. Kata “tafassahu” berarti…

A. Berilah kebaikan

B. Berilah keluasan

C. Berilah kesempatan

D. Berilah kekuatan

28 | Qur’an Hadits MTs Kelas IX Semester Genap

12. Isi kandungan QS. Al Mujadalah : 11 antara lain…

A. Peringatan agar memperhatikan orang yang akan menuntut ilmu

B. Orang yang beriman dan berilmu akan ditinngikan derajatnya

C. Peringatan agar tidak membeda-bedakan antara si kaya dan si miskin

D. Perintah agar tidak sombong

13. Lafadz ‫ اُنْ ُشُزْوا‬berasal dari kata…
A. Nasyaza – yansyuzu – nasyzan
B. Nasyaza – yansyizu – nasyzan
C. Nasyuza – yansyuzu – nasyzan
D. Nasyaza – yansyuzu – nisyzan

14. ‫َواللُ ِِبَا تَْع َملُْوَن َخبِيْْر‬
Terjemah dari potongan ayat di atas adalah…

A. Dan Allah Maha Tahu apa yang kamu kerjakan

B. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu

C. Dan Maha Teliti apa yang kamu kerjakan

D. Dan Allah Maha Penyayang kepada hamba-Nya

15. Dalam QS.Al Mujadalah: 11 lafadz ‫ فَاْ ْف َس ُحْوا يَْف َس ِح اللُ َل ُك ْم‬berarti…

A. Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis
B. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu,” maka berdirilah

C. Niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman

D. Maka lapangkanlah, niscaya Allah akan member kelapangan untukmu

16. “Niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman diantara kamu

dan orang-orang yang berilmu beberapa derajat” adalah arti dari lafadz…
‫ا َمنُاِْواذَاِمقنِْيْ ُكَلْملَ َوُاَكَولاِّْمَفَِذذاايْفْتَ َفَقَنِسيْ َّاسُُحلَْووتاُُحاوْنْايَوااْفْلُِشعَُِفزسلْْوِااَمحلْ فََامَدالْنَلُرج لَُلجشِ ُزُكٍِْوْمتسا‬
A. ‫اَلِّذيْ َن‬ ُ‫الل‬ ‫يَْرفَِع‬
B.
C.
D.

17. Dalam QS. Al Mujadilah: 11 dijelaskan tentang orang yang memiliki kedudukan yang
tinggi di sisi Allah adalah…

A. Orang yang beriman dan beramal shaleh

B. Orang yang beriman dan ahli shadaqah

C. Orang yang beriman dan ahli shalat malam

D. Orang yang beriman dan berilmu

18. Azbabun Nuzul dari QS. Al Mujadilah: 11 adalah berkaitan dengan kesudahan
peperangan yaitu disebut dengan…

A. Perang Uhud

B. Perang Khandak

C. Perang Badar

D. Perang Shiffin

Qur’an Hadits MTs Kelas IX Semester Genap | 29

19. Pada hakikatnya apabila kita berbuat kepada orang lain, maka kebaikan itu akan kembali
kepada …
A. Orang yang lain
B. Diri sendiri
C. Allah Swt
D. Sesama makhluk

20. Hikmah diturunkannya QS. Al Mujadilah : 11 adalah…
A. Kita harus selalu memberikan kelapangan kepada orang lain
B. Kita harus selalu menjaga silaturrahim
C. Kita harus selalu mengamalkan ilmu
D. Kita harus selalu istiqamah beribadah

II. Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan tepat!

1. Mengapa Allah Swt.. memberikan teguran kepada Nabi Muhammad Saw. saat
Abdullah bin Ummi Maktum datang kepada beliau?
…………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………

2. Bagaimanakah sikap yang seharusnya diterapkan oleh seorang yang mengajarkan
kebaikan, sesuai isi kandungan QS. „Abasa: 1-10 ?
…………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………

3. Cermatilah QS. al-Mujadilah: 11 berikut!

                               

                                  

Sebutkan beberapa sikap yang seharusnya ditunjukkan oleh para pencari ilmu dalam
suatu majelis ilmu, sesuai isi kandungan ayat tersebut?
…………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………

4. Di masyarakat sekitarmu, banyak orang yang pandai, karena di era informasi ini,
sangat mudah bagi seseorang untuk mendapatkan ilmu pengetahuan. Namun tidak
semua orang yang pandai itu mendapatkan penghormatan dari masyarakat, bahkan
ada yang semakin terhina karena ilmu/kepandaian yang dimilikinya.
Mengapa bisa demikian? Jelaskan pandanganmu dengan mengacu pada firman
Allah Swt.

                      

…………………………………………………………………………………………

30 | Qur’an Hadits MTs Kelas IX Semester Genap

…………………………………………………………………………………………
………….………………………………

5. Jelaskan asbabun Nuzul QS. Abasa ayat 1-10 !
…………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………….

BAB 3

PANTANG MENYERAH
MERAIH KEBAHAGIAAN

DENGAN ILMU

Kompetensi Inti :

1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya

2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleran, gotong royong),
santun, percaya diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan social dan alam
dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya

3. Memahami dan menerapkan pengetahuan (factual, konseptual dan procedural)
berdasarkan rasa ingin tahu tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait
fenomena dan kejadian tampak mata

4. Mengolah, menyaji dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai,
merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca,
menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan
sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.

Kompetensi Dasar :

1.6. Menghayati bahwa menuntut ilmu adalah ibadah yang sangat utama
2.6. Mengamalkan sikap pantang menyerah dalam meraih keberhasilan
3.6. Menganalisis isi kandungan hadis riwayat Muslim dari Abu Hurairah
4.6.1. Mendemonstrasikan hafalan hadis riwayat Muslim dari Abu Hurairah dan hadis

riwayat Ibnu Majah dari Safwan bin „Assal Al Muradi
4.6.2. Menyimpulkan keterkaitan kandungan hadis riwayat Muslim dari Abu Hurairah dan
Qur’an Hhaaddiists MriwTsaKyaetlasIbIXnuSemMeasjtaehr GdeanriapSafwan bin „Assal Al Muradi dengan fenomen|a31

pendidikan dan menyajikannya secara lisan maupun tulisan

Nilai-nilai Karakter :

Religius, gemar membaca, tantang menyerah.

INDIKATOR PENCAPAIAN
3.3.6 Membaca hadis riwayat Muslim dari Abu Hurairah dan hadis riwayat Ibnu Majah dari

Safwan bin „Assal al-Muradi tentang keutamaan mencari ilmu dengan lancar
3.3.7 Mengartikan hadis riwayat Muslim dari Abu Hurairah dan hadis riwayat Ibnu Majah

dari Safwan bin „Assal al-Muradi tentang keutamaan mencari ilmu dengan benar
3.3.8 Menganalisis isi kandungan hadis riwayat Muslim dari Abu Hurairah dan hadis riwayat

Ibnu Majah dari Safwan bin „Assal al-Muradi tentang keutamaan mencari ilmu.
3.3.9 Menyimpulkan isi kandungan hadis riwayat Muslim dari Abu Hurairah dan hadis

riwayat Ibnu Majah dari Safwan bin „Assal al-Muradi tentang keutamaan mencari ilmu
3.3.10 Menghubungkan isi kandungan hadis riwayat Muslim dari Abu Hurairah hadis riwayat

Ibnu Majah dari Safwan bin „Assal al-Muradi tentang keutamaan mencari ilmu dengan
sikap pantang menyerah dalam meraih keberhasilan.
4.6.3 Mendemonstrasikan hafalan hadis riwayat Muslim dari Abu Hurairah dan hadis
riwayat Ibnu Majah dari Safwan bin „Assal al-Muradi
4.6.4 Menyimpulkan keterkaitan kandungan
4.6.1.4 Menunjukkan hafalan hadis riwayat Muslim dari Abu Hurairah hadis riwayat Ibnu
Majah dari Safwan bin „Assal al-Muradi dengan lancar.
4.6.1.5 Menunjukkan hafalan arti dari hadis riwayat Muslim dari Abu Hurairah hadis riwayat
Ibnu Majah dari Safwan bin „Assal al-Muradi dengan benar dan lancar.
4.6.1.6 Mendengarkan hafalan hadis riwayat Muslim dari hadis riwayat Muslim dari Abu
Hurairah dan hadis riwayat Ibnu Majah dari Safwan bin „Assal al-Muradi
4.6.4.1 Merumuskan hasil analisis dampak positif sikap pantang menyerah dalam menuntut
ilmu yang terkandung dalam hadis riwayat Muslim dari Abu Hurairah dan hadis riwayat
Ibnu Majah dari Safwan bin „Assal al-Muradi.
4.6.4.2 Menarik kesimpulan tentang sikap pantang menyerah dalam menuntut ilmu dalam
kandungan hadis riwayat Muslim dari Abu Hurairah dan al Muradi

32 | Qur’an Hadits MTs Kelas IX Semester Genap

APERSEPSI

ILMU PELITA KEHIDUPAN

Ilmu adalah cahaya bagi kehidupan bagi umat manusia. Dengannya, kehidupan terasa lebih

indah, yang susah menjadi mudah, yang tidak mungkin bisa jadi mungkin, yang jauh terasa

dekat. Seseorang dikatakan berilmu apabila ia memiliki pengetahuan dan menggunakan akal

sehatnya untuk berpikir. Dia akan melakukan sesuatu berdasarkan petunjuk ilmu dan daya

nalarnya, sehingga tidak ada perbuatannya yang bertentangan dengan akal sehat, baik

menurut tradisi, agama, hukum maupun aturan yang berlaku.

Ilmu adalah kunci segala kebaikan, dia sebagai sarana untuk menunaikan perintahNya

sekaligus menjauhi laranganNya. Tidak sempurna keimanan seseorang tanpa ilmu, demikian

juga amal tanpa ilmu menjadi sia-sia. Ilmu pengetahuan juga merupakan kunci menuju

keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat.

Menuntut ilmu adalah suatu usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk merubah tingkah

laku dan perilaku ke arah yang lebih baik, karena pada dasarnya ilmu menunjukkan jalan

menuju kebenaran dan meninggalkan kebodohan. Demikian pentingnya ilmu bagi kehidupan

manusia, mencari ilmu merupakan ibadah wajib bagi tiap muslim. Sebagaimana Sabda Nabi

S‫ٍم‬a‫ِل‬w‫ ْس‬.‫ُم‬ berikut: ٌ‫َفِريْ َضة‬ ‫اْلعِْلِم‬ ‫َطلَ ُب‬ Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim.(HR. Ibnu Majah)

‫َعَلى ُكِّل‬

Perintah membaca, menulis dan belajar turun sebagai wahyu pertama. Allah telah
membekali manusia dengan fitrah (potensi) dalam dirinya agar bisa belajar dan memiliki
beragam ilmu dan ketrampilan sehingga dapat meningkatkan kemampuannya untuk
mengemban amanat sebagai khalifah di muka bumi ini.

Hal ini berarti bahwa belajar, membaca dan menulis adalah suatu keniscayaan bagi setiap
muslim yang harus perjuangkan dengan gigih penuh dan pengorbanan agar mendapatkan
pengetahuan dan ketrampilan sebagai bekal hidup untuk meraih kebahagiaan di dunia dan di
akhirat. Salah satu ciri yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya adalah dengan

ilm‫م‬uِِ‫َهائ‬y‫َب‬a‫ْل‬n‫ا‬g‫ َك‬d‫ُس‬im‫َنّا‬i‫ل‬l‫ا‬ik‫ َن‬in‫كا‬yَ aَ‫ ل‬.‫“ َلْوَل الْ ِعلْ ُم‬Seandainya tiada ilmu niscaya manusia itu seperti binatang.”

Sedemikian pentingnya ilmu bagi manusia, maka untuk meraihnya haruslah dilakukan
dengan mengerahkan segenap jiwa raga, biaya, waktu dan pengorbanan-pengorbanan lainnya.
Marilah kita pelajari keutamaan-keutamaan ilmu dan berjuang pantang menyerah agar
memperoleh ilmu yang bermanfaat sehingga dapat meraih kebahagiaan dunia dan akhirat.

1. A. Hadits Riwayat Muslim dari Abu Hurairah

‫فِيْ ِو‬ ‫يَْلتَِم ُس‬ ‫طَ ِريْ ًقا‬ ‫َسلَ َك‬ ‫َم ْن‬ :‫َو َسَلَّم‬ ِ‫ِريْقًَقااَلاِلَرىَُساْوُْللنةاللِ(رواَصهَلّ مى اسلللُم)َعلَْيو‬:َ‫لَقَاو َلط‬ َ‫اَِ ْب ُىَرْيَرة‬ ‫ِعْلعَ ًمْنا‬
ُ‫َسَّه َل الل‬

Qur’an Hadits MTs Kelas IX Semester Genap | 33

B. Terjemah Lengkap
Dari Abu Hurairah ia berkata: “Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang

menempuh suatu perjalanan dalam rangka menuntut ilmu, maka Allah akan mudahkan
baginya jalan menuju surga”. (HR. Muslim)

C. Makna Lafdziyah

Arti Lafadz Arti Lafadz
Baginya Barang siapa yang
Jalan ‫َبِِو‬ menempuh ‫َم ْن َسلَ َك‬
Menuju ‫ََاِلَطَىِريْ ًقا‬ Suatu perjalanan ‫يَفِْيْلطَتَِوِريِْمًقِعاْلُسًما‬
Surge ِ‫َاَ ْلََنّة‬ ‫َسَّهلَ الل لَو‬
Dalam rangka
ََ
Menuntut ilmu
Maka Allah akan
mudahkan

D. Kandungan Hadis

Hadis tersebut menerangkan bahwa seseorang yang menempuh perjalanan untuk
menuntut ilmu, akan dimudahkan jalannya menuju ke surga. Seorang muslim yang
berjuang untuk menuntut ilmu, terutama dalam mempelajari agamanya dengan benar dan
ikhlas, lalu mengamalkannya sesuai dengan ajaran Rasulullah Saw., dia akan dapat
beribadah dengan benar, berbuat kebaikan, melakukan hal-hal yang bermanfaat,
menolong sesamanya, maka dia menjadi hamba yang diridhai Allah Swt. dan balasannya
adalah surga.

Hal ini dapat dimaknai bahwa seseorang yang berjuang keras untuk mencari ilmu,
dia akan dimudahkan jalannya untuk meraih kebahagiaan dunia dan akhirat.
Sebagaimana Imam Syafi‟i pernah menyebutkan:

‫َم ْن اََرادَ ال ّد ْنيَا فَعَلَْيِو ِب ْلعِْلِم َوَم ْن اََرادَ اْل ِخَرةِ فََعلَْيوِ ِب ْلعِْلِم َوَم ْن اََرادَ ِكلَْيِه َما فَعَلَيِْو ِب ْلعِلِْم‬
َ“Barangsiapa yang berharap kebahagiaan dunia, hendaknya (diraih) dengan ilmu.

Barang siapa berharap kebahagiaan akhirat hendaknya diraih dengan ilmu, dan
barang siapa berharap kebahagiaan dari keduanya, hendaknya juga diraih dengan
ilmu.”

2. A. Hadis Riwayat Ibnu Majah dari Shafwan bin ‘Assal Al Muradi

‫عَ ْن َصْفَوا َن بْ َن َع َّساِل اْل ُمَراِد َّي فََقا َل َما َجاءَ بِ َك قُْل ُت اُنْبِ ُط الْعِلَْم قَا َل فَِاِّن ََِْع ُت‬
‫َر ُسْوَل اللِ َصَلّى اللُ َعلَْيوِ َو َسَلَّم يَُقْوُل َماِم ْن َخاِرٍج َخَرَج ِم ْن بَيْتِِو ِ ْف طَلَ ِب الْعِلِْم اَِّل‬

34 | Qur’an Hadits MTs Kelas IX Semester Genap

)‫َو َضَع ْت لَُو الْ َملَا ئِ َكةُ اَ ْجنِ َحتَِها ِر ًضا ِِبَا يَ ْصنَُع (رواه ابن ماجو‬

B. Terjemah Lengkap

“Dari Shafwan bin Assal al-Muradi, ia berkata; "Ada apa engkau datang?" aku lalu
menjawab; "Aku ingin mengambil ilmu dari sumbernya." Ia berkata; Sesungguhnya
aku mendengar Rasulullah Saw.. bersabda: "Tidaklah seseorang yang keluar dari
rumahnya untuk menuntut ilmu kecuali para malaikat akan mengepakkan sayap-
sayapnya untuk orang tersebut karena ridha dengan apa yang ia kerjakan."

C. Makna Lafdziyah Lafadz Terjemahan ‫عِلْ َم‬Lْ‫ال‬a‫ط‬fُaِd‫ُنْب‬z‫ا‬
Terjemahan ‫طََخلَاِرِب ٍاجلْعِْلِم‬
‫َََِلاَََِوبَوُاْجَضناِيَلَْعََحمْتصِلَْنَتَهاُعائِ َكُة‬ Mengambil dari
Malaikat sumbernya
mengepakkan
Orang yang
Sayap-sayapnya keluar
Apa yang Menuntut ilmu
dikerjakan

D. Kandungan Hadits
Seseorang yang keluar dari rumahnya untuk mencari ilmu, maka para malaikat akan

meletakkan sayap-sayapnya untuk orang tersebut. Sebagian ulama berpendapat seperti
halnya manusia menengadahkan tangan untuk berdoa, karena ia mencari sesuatu yang
sangat berharga untuk kehidupan dan keselamatan dunia dan akhirat.

Jalan yang dilalui orang yang mencari ilmu adalah jalan menuju surga, yakni
menempuh jalan untuk mencari ilmu yang mengantarkan kepada ridha Tuhan. Sebagai
balasannya, para malaikat pun meletakkan sayapnya sebagai bentuk ketawadhuan,
penghormatan, dan pemuliaan terhadap ilmu yang ia miliki, yaitu warisan para Nabi

Menuntut ilmu membutuhkan motivasi, kesabaran, keuletan dan perjuangan yang
tinggi untuk meraih mutiara kehidupan, yaitu ilmu yang bermanfaat. Semangat untuk
mengamalkan ilmu juga sebagai pendorong yang kuat dalam penguasaan ilmu. Ali bin
Abi Thalib Ra. berkata: “Sesungguhnya yang disebut orang „alim adalah orang yang
beramal dengan ilmunya dan ilmunya sesuai dengan amalnya.”

Qur’an Hadits MTs Kelas IX Semester Genap | 35

Jika seorang yang berilmu, tetapi tidak mengamalkan ilmunya, maka dia tetap
dianggap orang yang bodoh (jahil). Ilmu yang benar adalah ilmu yang mendorong
pemiliknya untuk mengamalkan ilmunya dan dapat menambah rasa takutnya kepada
Allah Swt..
E. Membentuk pribadi yang pantang menyerah

Pribadi pantang menyerah merupakan sebutan bagi orang yang tidak merasa
lemah terhadap sesuatu yang terjadi. Ia memandang segala sesuatu yang terjadi
dengan pikiran positif dan meyakini bahwa semua yang terjadi atas ijin dan kehendak
Allah serta rasa optimisme yang tinggi.

Ia juga selalu bersyukur jika mendapat sesuatu yang menyenangkan sesuai
harapan, dan ia bersabar jika mendapati hal-hal yang tidak sesuai dengan harapannya.
Ia juga berusaha bangkit dengan cara mengambil pelajaran dari setiap kejadian.
Pribadi pantang menyerah tidak hanya dilihat secara fisik, tetapi adanya sifat positif
dalam jiwanya. Seseorang kuat, karena mentalnya kuat, sebaliknya menjadi lemah
karena mentalnya lemah. Nabi Saw.. bersabda: “Orang mukmin yang kuat lebih
disukai Allah dari pada mukmin yang lemah.” Jadi, manusia tangguh dan kuat itu,
sudah seharusnya menjadi cita-cita kita dalam rangka mengabdi kepada Allah.

Kesuksesan menurut Islam itu memiliki dua syarat, yaitu iman dan ilmu (QS.
al- Mujadilah (58): 11). Kekuatan iman dan ilmu berpengaruh pada kekuatan
berpikir; fisik dan ruh yang beupa semangat berani menghadapi tantangan dan
rintangan; membentuk ketentraman jiwa; dan membentuk kehidupan yang baik

KATA MUTIARA ILMU
“ Orang berilmu lebih utama daripada orang yang selalu berpuasa, shalat dan berjihad”

(Umar bin Khattab)
“Ilmu lebih utama daripada harta. Sebab ilmu warisan para Nabi adapun harta adalah

warisan Qorun, Firaun dan lainnya. Ilmu lebih utama dari harta karena ilmu itu menjaga
kamu, kalau harta kamulah yang menjaganya.”

(Ali bin Abi Thalib )
“Engkau tak dapat meraih ilmu kecuali dengan 6 hal yaitu kecerdasan, selalu ingin tahu,

tabah, punya bekal dalam menuntut ilmu, bimbingan dari guru dan waktu yang lama.”
(Ali bin Abi Thalib)

“Bukanlah kebaikan itu dengan banyaknya harta dan anak, tetapi dengan banyaknya ilmu,
besarnya kesabaran, mengungguli orang lain dalam ibadahnya, jika berbuat kebaikan ia
bersyukur dan jika berbuat salah, ia beristighfar kepada Allah.”

36 | Qur’an Hadits MTs Kelas IX Semester Genap

(Ali bin Abi Thalib)
“Ikatlah ilmu dengan menuliskannya.”

( Ali bin Abi Thalib )
“Bencana akibat kebodohan adalah sebesar-besar musibah seorang manusia.”

(al-Ghazali)

Kisah Ulama ahli Nahwu, Imam Al-Kisa’i.

Beliau lama mempelajari ilmu Nahwu namun belum menguasainya. Pada suatu hari beliau
memperhatikan seekor semut yang membawa makanan. Semut itu berusaha menaiki tembok
dengan membawa makanan tersebut. Setiap kali semut tersebut naik, ia terjatuh.
Namun semut tersebut tetap terus berusaha, hingga akhirnya ia bisa naik ke atas tembok
Al- Kisa‟i berkata dalam hatinya, “Semut ini pantang menyerah hingga akhirnya sampai pada
tujuan”. Lalu beliau terus menekuni ilmu nahwu hingga beliau menjadi ahli ilmu Nahwu.”

a. Hadis keutamaan penuntut ilmu riwayat Muslim dari Abu Hurairah antara lain:
penghargaan tertinggi bagi seorang hamba yang mencari ilmu adalah dimudahkan
jalannya menuju ke surga yang penuh dengan kenikmatan dan kebahagiaan.

b. Hadis keutamaan penuntut ilmu riwayat Ibnu Majah dari Shafwan Bin „Assal Al-Muradi
antara lain: kemuliaan yang akan diterima oleh pencari ilmu adalah mendapatkan kecintaan
penghormatan dan pemuliaan berupa sikap tawadhu, lindungan dan doa-doa dari para
Malaikat.

Qur’an Hadits MTs Kelas IX Semester Genap | 37

Uji Kompetensi

I. Pilihan Ganda
Pilihlah Jawaban Yang Kalian Anggap Benar dengan Cara memberikan Tanda Silang (x)
Pada Huruf A, B, C, atau D
1. Huda dan Luthfi belajar menghafal sebuah hadis tentang keutamaan menuntut ilmu,
mereka bergantian membaca dan mengartikan hadis tersebut. Saat sampai pada lafadz

‫ جم ْنَ جسجل جكَطجِريًْقا‬Huda mengartikannya sebagai…

A. Barang siapa menempuh suatu jalan
B. Untuk mendapatkan ilmu

C. Maka Allah akan memudahkan baginya

D. Jalan menuju surga ‫ طجِريًْقا َاِجَل َاْْلجنَِة‬yang
2. Bapak Guru Adam menanyakan arti kepada Luthfi lafadz hadis

artinya…

A. Barang siapa menempuh suatu jalan
B. Untuk mendapatkan ilmu

C. Maka Allah akan memudahkan baginya

D. Jalan menuju surga
3. Perhatikan terjemah hadis berikut: “Dari Abu Hurairah bahwasannya Rasulullah SAW.

bersabda : “Barang siapa yang menempuh satu jalan untuk mendapatkan ilmu, maka

Allah memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim) Kalimat yang bergaris
bawah adalah terjemah dari…

A. ‫جم ْنَ جسجل جكَطجِريًْقا‬
B. ‫يج ْلتجِم ُسَفِيِْوَِعلًْما‬

C. ُ‫جسه جلََاللَهَُلَجَو‬
D. ‫جَطَِريًَْقَاَاَِجََلَاْْلَجَنة‬

4. Belajar hadis bagi sebagian orang terasa lebih sulit dibandingkan dengan belajar Al
Qur‟an, karenanya Ahmad belajar setiap hari sedikit demi sedikit. Ketika sedang
membaca hadis dia ketemu dengan kalimat yang artinya “untuk mendapatkan ilmu”

lafadz hadis tersebutَ adalah…

A. ‫َم ْن َسلَ َك طَِريًْقا‬
B. ‫يَْلَتِم ُس فِْيِو ِعلًْما‬
C. ُ‫َسَّه َل الل َلو‬

38 | Qur’an Hadits MTs Kelas IX Semester Genap

D. ‫طَِريًْقا اَِلى ا ْلََنّة‬

5. Suatu hari Fatimah sedang belajar materi Al Qur;an hadis, setelah itu mendapat tugas

mencari mufradat dari lafadz َُ‫ جسَهَ جَلَاللَهَُلجَو‬yang berarti…

A. Barang siapa menempuh suatu jalan
B. Untuk mendapatkan ilmu
C. Maka Allah akan memudahkan baginya
D. Jalan menuju surge
6. Fadhil membaca hadis keutamaan menuntut ilmu riwayat Ibnu Majah dari Shafwan Bin

„Assal Al-Muradi . Sampailah ia pada lafadz ‫ ِِْفَطججل ِبَاْلِعْلَِم‬yang artinya…

A. Tidaklah seseorang yang keluar dari rumahnya
B. Untuk menuntut ilmu
C. Para malaikat akan mengepakkan sayap-sayapnya untuk orang tersebut
D. Jalan menuju surga

7. ِ‫فِْيو‬ ‫يَلْتَِم ُس‬ ‫طَ ِرْي ًقا‬ ‫َسلَ َك‬ ‫َم ْن‬ :‫َو َسَلَّم‬ ِ‫)َعلَْيو‬.ُ‫ل‬.‫ل‬.‫ا‬.‫ى‬..ّ‫َل‬.‫َص‬..(‫ِريْقًَقااَلاِلَرىَُساْوُْللنةالِل‬:َ‫لَقَوا َلط‬ ‫اَِ ْب ُىَريَْرَة‬ ‫عِْلَعًمْان‬
ُ‫َسَّه َل الل‬
Sanad dari hadis tersebut di atas adalah Abu Hurairah, sedangkan perawi dari hadis

tersebut adalah…

A. HR. Bukhari
B. HR. Tirmidzi
C. HR. Ibnu Majah

D. HR. Muslim

8. Terjemah dari lafal potongan hadis yang berbunyi ‫ َسلَ َك‬adalah…

A. Allah memudahkan baginya

B. Untuk mendapatkan

C. Menempuh

D. Sa‫ِو‬tْ‫ي‬uِ‫ف‬ jalan ‫طَ ِريْ ًقا‬ :‫َو َسَلَّم‬ ِ‫ِرْيقًَاقاَلاَِلرىَُسْاوُْللناةلِل(روَاصَلهّىم اسلللُم)عَلَْيو‬:َ‫ط‬..‫و‬.َ‫ل‬..ُ‫ل‬.‫ال‬..‫َل‬.‫ه‬.َّ.‫َس‬..‫ا‬.‫ًم‬.‫عِْل‬

9. ‫يَلْتَِم ُس‬ ‫َسلَ َك‬ ‫َم ْن‬

Perawi dari bunyi hadis tersebut di atas adalah Muslim, sedangkan sanad dari bunyi
lafadz hadis tersebut di atas adalah…

A. Abu Hurairah

B. Anas bin Malik

C. Ibnu Abbas

D. Abu Hurairah

Qur’an Hadits MTs Kelas IX Semester Genap | 39

10. Dalam hadis tentang keutamaan menuntut ilmu riwayat Muslim dari Abu Hurairah, hadis
tersebut menjelaskan tentang penghargaan yang akan diterima oleh seorang pencari ilmu
yaitu…
A. Rumah yang sangat lapang
B. Dijaga dan didoakan seluruh malaikat
C. Allah akan memudahkan baginya
D. Jalan menuju surga

11. Nada dan Nida adalah saudara kembar di kelas dan madrasah yang sama. Mereka belajar
hadis dengan saling bertanya jawab. Nada melontarkan pertanyaan kepada Nida: “apa

arti dari lafadz “َُ‫ “ َِر ًضَا ََِبجاَيَج َْصَجنع‬Nida menjawab…

A. Tidaklah seseorang yang keluar dari rumahnya
B. Untuk menuntut ilmu
C. Para malaikat akan mengepakkan saya-sayapnya untuk orang tersebut
D. Karena ridha dengan apa yang ia kerjakan
12. Perhatikan terjemah hadis berikut: Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah Saw.
bersabda: “Tidaklah seseorang yang keluar dari rumahnya untuk menuntut ilmu kecuali
para malaikat akan mengepakkan sayap-sayapnya untuk orang tersebut karena ridha
dengan apa yang ia kerjakan.” Lafadz dari arti hadis yang bergaris bawah di atas
adalah…

A. َ‫جماَِم ْنَ جخاِرجَ جخجر ججَِم ْنَبجْيتِِة‬
B. ‫ِِْفَطجلج ِبَاْلِعلَِْم‬
C. ‫ِالجو جضجع ْتَجلوَُاْلجمجَلئِ جكةَُجا ْجِن جحتِجها‬
D. ‫ِر ًضاَِبجاَيج ْصنج َُع‬

13. Dalam hadis tentang keutamaan menuntut ilmu riwayat Ibnu Majah dari Shafwan bin
„Assal al-Muradi, penghargaan yang akan diterima si pencari ilmu adalah…
A. Rumah yang sangat lapang
B. Dijaga dan didoakan seluruh malaikat
C. Ditinggikan derajatnya dari pada ahli ibadah
D. Dimudahkan jalannya menuju surga

14. Perhatikan terjemah hadis berikut: “Dari Shafwan bun „Assal al-Muradi, ia berkata; “Ada
apa engkau datang?”aku lalu menjawab; Aku ingin mengambil ilmu dari sumbernya.” Ia
berkata; Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah Saw. bersabda: “ Tidaklah seseorang
yang keluar dari rumahnya untuk menuntut ilmu kecuali para malaikat akan
mengepakkan sayap-sayapnya untuk orang tersebut karena ridha dengan apa yang ia
kerjakan. ” (HR. Ibnu Majah). Kalimat yang bergaris bawah adalah terjemah dari…

A. ‫جماَِم ْنَ جخاِر َج‬

40 | Qur’an Hadits MTs Kelas IX Semester Genap

B. ‫ِِْفَ جطجل ِبَالِْعْلَِم‬

C. َ‫جخجر ججَِم ْنَبجْيتِِو‬

D. ُ‫ِر ًضاَِبجاَيج ْصجن َع‬
15. Terjemah dari potongan lafadz hadis ‫ ِاَّلَو َضَع ْت لَوُ الَْمَلائِ َكةُ اَ ْجنِ َحتَِها‬adalah…
A. “Para malaikat melindungi orang tersebut”

B. “Para malaikat menolong orang tersebut”

C. “Para malaikat mengepakkan sayap-sayapnya untuk orang tersebut”

D. “Para malaikat memberi cahaya untuk orang tersebut

16. Cermati hadis dibawah ini!
‫َما‬ ‫َو َسَلّم يَقُْوُل‬ ‫َعلَْيِو‬ ‫ِارلًِلضا َِِبصََالّىيَ اْصلنَلُُع‬ ‫اْلفَِاَِمَّلنْائَََِِكْةعُ اَُتْجنَِرَحُسِتَْوهَال‬ ‫اُاِنَِّْبل ُطَوالَْضعَِعلَْمْتقَالََوُل‬ ‫ِمَفَْنقابََليْتِِوَماَِجْفاءَِبَطَلَكِبَقاالَْلعِْلِْتم‬
:...............
)‫ابن ماجو‬ ‫(روه‬
‫ِم ْن َخاِرٍج َخَرَج‬
Perawi dari bunyi hadis tersebut di atas adalah Ibnu Majah, sedangkan sanad dari bunyi

lafadz hadis tersebut di atas adalah…

A. Anas bin Malik

B. Abu Hurairah
C. Shafwan bin „Assal al-Muradi
D. Ibnu „Abbas

17. Terjemah dari lafal potongan hadis yang berbunyi ‫ يَ ْصَن ُع‬adalah…

A. Mengepakkan sayap-sayapnya

B. Ia kerjakan

C. Seseorang yang keluar

D. Menuntut ilmu

18. Islam mewajibkan kepada laki-laki dan perempuan untuk mencari ilmu sebanyak
mungkin karena ilmu adalah bekal untuk hidup dan juga bekal untuk keselamatan
dunia dan akhirat. Dan diantara cara untuk mengamalkan ilmu dalam kehidupan sehari-
hari adalah…
A. Mengurangi dalam membayar zakat
B. Membantu orang-orang yang butuh pertolongan
C. Membicarakan kejelekan orang lain
D. Selalu iri kepada orang yang mendapatkan kesuksesan

19. ‫ِِابَلالُيَ ْصَن ُع‬ ‫َصَلّى‬ ‫َطَقَلاَل ِبْتاْلاُنِْعِبْلِمُط اِاَّْللعِلَْوَم َضقَاَعَلْتفَِاَلِّوُْنالَََِْمَْلعائُِتَكةَُرُاسَْوْجَنِل َحاِتلَهِلا‬ ‫الَْخُماَارِرٍِدج َّيَخفََرَقَجاَلِم َْنمابََجيْاتَِِءوِبِ َْفك‬ ‫َعَماَّساِمِلْن‬ ‫َوَصَسَْفلََّوما َنيَقُبْْوَنُل‬ ‫َعَلَعْيِْون‬
‫ِر ًضا‬
)...................(

Qur’an Hadits MTs Kelas IX Semester Genap | 41

Sanad dari bunyi hadis tersebut di atas adalah Shafwan bin „Assal al-Muradi,
sedangkan perawi dari bunyi hadis tersebut di atas adalah…
A. HR. Ibnu Majah
B. HR. Tirmidzi
C. HR. Muslim
D. HR. Bukhari
20. Fadlan membaca hadis dan juga selalu menghafalkannya setiap pelajaran al –Qur‟an
hadis tentang keutamaan menuntut ilmu riwayat Ibnu Majah dari Shafwan Bin „Assal Al-

Muradi . Sampailah ia pada lafadz ‫ َما ِم ْن َخا ِرٍج‬yang artinya…

A. Tidaklah seseorang yang datang
B. Tidaklah seseorang yang pergi
C. Tidaklah seseorang yang masuk
D. Tidaklah seseorang yang keluar

II. Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan tepat!

1. Perhatikan‫يِْو‬hِ‫ف‬ad‫ُس‬is‫ِم‬bَ‫لْت‬eَ‫ي‬ri‫ا‬k‫ًق‬u‫ِرْي‬t!َ‫ َم ْن َسلَ َك ط‬:‫طَقَِريْاًقَال اَِرلَُىسْواُلْلناةلِل َصَلّى اللُ عَلَيِْو َو َسَلَّم‬:‫ععَِْلْنًمااَِ ْبَسَّهُىلََريْاَرلةَلُقَلاَوَل‬

Dari Abu Hurairah ia berkata: “Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang
menempuh suatu perjalanan dalam rangka menuntut ilmu, maka Allah akan mudahkan
baginya jalan menuju surga”.

Berdasarkan hadis tersebut, manfaat apa saja yang didapat orang yang senang mencari ilmu?

………………………………………………………………………………………………..

……………………………………………………………………………………………….

2. Identifikasilah hal-hal yang menjadi pendorong semangat dalam menuntut ilmu
berdasarkan pemahaman kamu atas kedua Hadis diatas!

3. Perhatikan hadis berikut !

‫َماِم ْن َخاِرٍج َخَرَج ِم ْن بَيْتِِو ِ ْف طَلَ ِب الْعِلِْم اَِّل َو َضَع ْت لَوُ الْ َملَا ئِ َكُة اَ ْجنِ َحتَِها ِر ًضا ِِبَا يَ ْصنَُع‬
) ‫(رواه ابن ماجو‬

"Tidaklah seseorang yang keluar dari rumahnya untuk menuntut ilmu kecuali para
malaikat akan mengepakkan sayap-sayapnya untuk orang tersebut karena ridha
dengan apa yang ia kerjakan."

4. Setiap hari siswa, santri, bahkan masyarakat banyak yang rajin menghadiri majelis
ilmu: ke madrasah, pesantren, dan majelis taklim.

42 | Qur’an Hadits MTs Kelas IX Semester Genap

Bagaimana pendapatmu terkait aktifitas mereka tersebut jika dikaitkan dengan
hadis riwayat Ibnu Majah di atas?

……………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………….

5. Dalam menuntut ilmu ada yang berhasil dengan baik ada yang kurang.
Hal apa sajakah yang mempengaruhi keberhasilan seseorang dalam mencari ilmu?
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………

Qur’an Hadits MTs Kelas IX Semester Genap | 43

SOAL-SOAL LATIHAN SEMESTER GENAP

I. Pilihlah jawaban yang kalian anggap benar dengan cara memberikan tanda silang (x)
pada huruf a, b, c, atau d

1. Hukum mempelajari ilmu tajwid adalah…
A. Mubah
B. Fardhu kifayah
C. Wajib ain
D. Sunnah

2. Salman sedang membaca QS. Hud: 41, ketika sampai pada lafadz :

َ‫ بِ ْسِمَاللهََِجمْرى جها‬ia membaca dengan…

A. Isymam
B. Naql
C. Tashil
D. Mad dan Qashr
3. Isymam menurut bahasa berarti…
E. Memadukan
A. Lunak
B. Condong atau miring
C. Memindah

4. Lafadz    ‫ لا‬dalam QS. Yusuf: 11 menunjukkan adanya bacaan…

A. Isymam
B. Mad dan Qashr
C. Tashil
D. Imalah
5. Bacaan tashil ditunjukkan oleh lafadz…

A. ‫َْمرىَها َوُمْر َسا َىا‬
B. ‫ءَاََِْج ٌّي َوَعَرِب‬

C.  ‫لا‬

D. ُ‫اَلْحَاَقّة‬

6. Tashil menurut bahasa berarti…
A. Memadukan
B. Meringankan
C. Condong atau miring

44 | Qur’an Hadits MTs Kelas IX Semester Genap

D. Memindah
7. Pernyataan yang menjelaskan tentang bacaan Tas-hil adalah…

A. Mencondongkan bacaan harakat fathah pada harakat kasrah sekitar dua pertiganya
B. Mencampurkan dhummah pada sukun dengan memoncongkan bibir
C. Memindahkan harakat hamzah ke huruf mati sebelumnya, setelah itu hamzahnya

dibuang
D. Di tengah-tengah antara huruf hamzah dan huruf ha, sehingga lafadz yang keluar

tidak seperti hamzah tidak juga seperti ha
8. Berikut adalah contoh bacaan mad dan qashr…

A. ‫َسَلا ِسَلا‬
B. ‫ءَاََِْج ٌّي َوَعَرِ ُب‬

C. ‫لا‬

D. ‫ِبْئ َساِْل ْس ُم‬

9. Pernyataan yang menjelaskan tentang bacaan isymam adalah…
A. Mencondongkan bacaan harakat fathah pada harakat kasrah sekitar dua pertiganya
B. Mencampurkan dhummah pada sukun dengan memoncongkan bibir
C. Memindahkan harakat hamzah ke huruf mati sebelumnya, setelah itu hamzahnya
dibuang
D. Di tengah-tengah antara huruf hamzah dan huruf ha, sehingga lafadz yang keluar
tidak seperti hamzah tidak juga seperti ha

10. Kata Naql berasal dari bahasa arab yaitu ‫ نق َلّ – ينقل – نقل‬bahasa arab yang berarti…

A. Memindahkan
B. Meringankan
C. Menggabungkan
D. Memiringkan
11. Berikut adalah contoh bacaan Naql…

A. ُ‫بِْئ َساِْل ْسم‬
B. ‫ِم ْن َم َكا ٍن بَِعيْ ٍد‬
C. ‫َلَتَْمَنّا‬
D. ُ‫َلْوَلفُ ِّصلَ ْت َءايتُو‬

12. Imalah menurut bahasa berarti…
A. Menggabungkan
B. Lunak

Qur’an Hadits MTs Kelas IX Semester Genap | 45

C. Condong atau miring

D. Memindahkan
13. Pernyataan yang menjelaskan tentang bacaan imalah adalah…

A. Mencondongkan bacaan harakat fathah pada harakat kasrah sekitar dua pertiganya
B. Mencampurkan dhummah pada sukun dengan memoncongkan bibir
C. Memindahkan harakat hamzah ke huruf mati sebelumnya, setelah itu hamzahnya

dibuang

D. Di tengah-tengah antara huruf hamzah dan huruf ha, sehingga lafadz yang keluar
tidak seperti hamzah tidak juga seperti ha

14. Farah dan Nayra adalah dua sahabat yang saling mensupport setiap kegiatan yang positif,
terutama saat belajar. Suatu saat mereka menghafalkan QS. „Abasa: 1-10, ketika Farah

membaca ayat ‫ َاجَماَجَم َِنَا َْسجتََغْنى‬Nayra lalu melanjutkannya…
A. ‫جاْويجذجكُرَفجتج ْن جفجعوَُال ِّذْكجرى‬

B. ‫جفاجنْ جتَلجوَُجت جص ّدى‬

C. ‫جوجماَ جعلجْي جكَجاليجزّكى‬

D. ‫جفجانْ جتَ جعنْوَُتجلجّهى‬

15. Saat Nabi Saw. sedang menjelaskan tentang Islam kepada para pemuka Quraisy, datang
Abdullah bin Maktum dan menyela pembicaraan Nabi Saw. Hal ini dimaklumi karena
Abdullah bin Maktum adala seorang yang buta dan fakir. Hal ini digambarkan dalam
ayat…

A. ‫اج ْنَ ججا جءهَُاْجل ْعمى‬

B. ‫جفاجَنْ جتَجلوَُتج جص ّدى‬

C. ‫جوجماَيُْدِريْ جكَجلجعلوَُيجزّكى‬ ke
D. ‫جاماَجمنِ ْسجت ْغنى‬

16. Setelah Nabi Saw mendapat teguran dari Allah Swt., maka setiap Abdullah datang
tempat beliau, Nabi selalu menghormati dengan mengatakan…
A. “Selamat datang kepada orang yang menyebabkan aku disayang oleh Allah”
B. “Selamat datang kepada orang yang menyebabkan aku ditegur oleh Allah”
C. “Selamat datang kepada orang yang menyebabkan aku diberi wahyu oleh Allah”
D. “Selamat datang kepada orang yang menyebabkan aku ditanya oleh Allah”

17. Hikmah dari turunnya QS. „Abasa : 1-10 adalah…

A. Kita harus berbuat baik kepada orang yang terpandang

B. Kita harus berbuat baik kepada siapapun

C. Kita harus berbuat baik kepada orang kaya

46 | Qur’an Hadits MTs Kelas IX Semester Genap

D. Kita harus berbuat baik kepada orang miskin
18. Isi kandungan QS. Al Mujadalah : 11 antara lain…

A. Peringatan agar memperhatikan orang yang akan menuntut ilmu

B. Orang yang beriman dan berilmu akan ditinngikan derajatnya

C. Peringatan agar tidak membeda-bedakan antara si kaya dan si miskin

D. Perintah agar tidak sombong

19. Dalam QS.Al Mujadalah: 11 lafadz ‫ َفاْ فْ َس ُحْوا يَْف َس ِح اللُ َل ُك ْم‬berarti…

A. Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis
B. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu,” maka berdirilah

C. Niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman

D. Maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu

20. “Niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman diantara kamu

dan orang-orang yang berilmu beberapa derajat” adalah arti dari lafadz…

A. ‫لَ ُكَوفاَِْماَذفْاتَََفسقِْيَّسُحلَْواُحاْنْويَاْفُِشفَُزسْواِاحْل َمفَاالْنلُجلِلَُشُزُكِْوسْام‬ ‫اَِذاقِْي َل‬
B.
C.

D. ‫يَْرفَِع اللُ اَلِّذيْ َن اَمنُْواِمنْ ُكْم َواَلِّذيْ َن اُوتُوااْلعِلَْم دََرج ٍت‬
21. Dalam QS. Al Mujadilah: 11 dijelaskan tentang orang yang memiliki kedudukan yang
tinggi di sisi Allah adalah…

A. Orang yang beriman dan beramal shaleh

B. Orang yang beriman dan ahli shadaqah

C. Orang yang beriman dan ahli shalat malam

D. Orang yang beriman dan berilmu

22. Azbabun Nuzul dari QS. Al Mujadilah: 11 adalah berkaitan dengan kesudahan
peperangan yaitu disebut dengan…

A. Perang Uhud

B. Perang Khandak

C. Perang Badar

D. Perang Shiffin
23. Perhatikan terjemah hadis berikut: “Dari Abu Hurairah bahwasannya Rasulullah SAW.

bersabda : “Barang siapa yang menempuh satu jalan untuk mendapatkan ilmu, maka
Allah memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim) Kalimat yang bergaris
bawah adalah terjemah dari…

A. ‫جم ْنَ جسجل جكَ جطِريًْقا‬

B. ‫يج ْلجتِم ُسَفِيِْوَِعلًْما‬

Qur’an Hadits MTs Kelas IX Semester Genap | 47

C. َُ‫جسه جلَاللهَُجلو‬
D. ‫جطِريًْقاَاِجَلَاْْلجنة‬

24. Belajar hadis bagi sebagian orang terasa lebih sulit dibandingkan dengan belajar Al

Qur‟an, karenanya Ahmad belajar setiap hari sedikit demi sedikit. Ketika sedang

membaca hadis dia ketemu dengan kalimat yang artinya “untuk mendapatkan ilmu”
lafadz hadis tersebutَ adalah…

A. ‫َم ْن َسَل َك طَِريًْقا‬
B. ‫يَلَْتِم ُس فِْيِو ِعلًْما‬
ُ‫طَ ِريًْقَساَّهِاَلَلىا اللْلَََنلّوة‬
C.
D.

25. Suatu hari Fatimah sedang belajar materi Al Qur;an hadis, setelah itu mendapat tugas

mencari mufradat dari lafadz َُ‫ جسَهَ جَلَاللهََُلَجو‬yang berarti…

A. Barang siapa menempuh suatu jalan
B. Untuk mendapatkan ilmu
C. Maka Allah akan memudahkan baginya
D. Jalan menuju surga
26. Fadhil membaca hadis keutamaan menuntut ilmu riwayat Ibnu Majah dari Shafwan Bin

„Assal Al-Muradi . Sampailah ia pada lafadz ‫ ِِْفَطججل ِبَالِْعْلَِم‬yang artinya…

A. Tidaklah seseorang yang keluar dari rumahnya
B. Untuk menuntut ilmu
C. Para malaikat akan mengepakkan sayap-sayapnya untuk orang tersebut

D. Jalan menuju surga

27. Dalam hadis tentang keutamaan menuntut ilmu riwayat Ibnu Majah dari Shafwan bin
„Assal al-Muradi, penghargaan yang akan diterima si pencari ilmu adalah…

A. Rumah yang sangat lapang

B. Dijaga dan didoakan seluruh malaikat

C. Ditinggikan derajatnya dari pada ahli ibadah

D. Dimudahkan jalannya menuju surga
28. Perhatikan terjemah hadis berikut: “Dari Shafwan bun „Assal al-Muradi, ia berkata; “Ada

apa engkau datang?”aku lalu menjawab; Aku ingin mengambil ilmu dari sumbernya.” Ia
berkata; Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah Saw. bersabda: “ Tidaklah seseorang

yang keluar dari rumahnya untuk menuntut ilmu kecuali para malaikat akan

mengepakkan sayap-sayapnya untuk orang tersebut karena ridha dengan apa yang ia
kerjakan. ” (HR. Ibnu Majah). Kalimat yang bergaris bawah adalah terjemah dari…

48 | Qur’an Hadits MTs Kelas IX Semester Genap

A. ‫جماَِم ْنَ جخاِر َج‬

B. َ‫ِِْفَطججل ِبَاْلِعلِْم‬
C. ‫جخجر ججَِم ْنَبجيِْتَِو‬
D. َ‫ِر ًضاَِبجاَيج ْصنج ُع‬
29. Terjemah dari potongan lafadz hadis ‫ ِاَّلَو َضَع ْت َلوُ اْلَمَلائِ َكةُ اَ ْجِن َحتَِها‬adalah…

A. “Para malaikat melindungi orang tersebut”
B. “Para malaikat menolong orang tersebut”
C. “Para malaikat mengepakkan sayap-sayapnya untuk orang tersebut”
D. “Para malaikat memberi cahaya untuk orang tersebut

30. ‫َعَلْيِو َو َسَلَّم‬ ُ‫ِِبَاَصَلّيَى ْصنَالعُل‬ ‫َلَقواَُاللَْمفََاِلِاّئِنْ َكَِةَُْعاَ ْجُتنِ ََحرِتُسَهْاوَلِراًضلاِل‬ ‫الْقَاِعَلْلِمْتِاَّاُلنِْبَوُط َضاَْلععِلْْتَم‬ ‫َِماْفَجاطَءََلبِ َِبك‬ ‫ فََقاَل‬:...............

)‫(روه ابن ماجو‬ ‫يَقُْوُل َما ِم ْن َخاِرٍج َخَرَج ِم ْن بَْيتِِو‬

Perawi dari bunyi hadis tersebut di atas adalah Ibnu Majah, sedangkan sanad dari bunyi

lafadz hadis tersebut di atas adalah…

A. Anas bin Malik

B. Abu Hurairah

C. Shafwan bin „Assal al-Muradi

D. Ibnu „Abbas

II. Jawablah dengan singkat dan tepat !

1) Jelaskan pengertian bacaan gharib dalam al-Qur‟an baik secara bahasa maupun
istilah!

2) Jelaskan pengertian bacaan Tas-hil dan mengapa harus dibaca seperti itu? Berikan
alasan-alasannya!

3) Sebutkan pembagian bacaan Mad dan Qashr berikan masing- masing 2 contoh dan cara
membacanya!

4) Jelaskan pengertian bacaan Isymam dan Ikhtilas, berikan penjelasan bagaimana caranya
agar kita dapat melafalkannya dengan benar !

5) Jelaskan pengertian bacaan Naql dan berikan penjelasan bagaimana caranya agar kita
dapat melafalkan dengan benar !

Qur’an Hadits MTs Kelas IX Semester Genap | 49

III. Isilah titik-titik di bawah ini dengan tepat !

1. Mengapa Allah Swt.. memberikan teguran kepada Nabi Muhammad Saw. saat
Abdullah bin Ummi Maktum datang kepada beliau?
…………………………………………………………………………………
........................................................................................................................

2. Bagaimanakah sikap yang seharusnya diterapkan oleh seorang yang mengajarkan
kebaikan, sesuai isi kandungan QS. „Abasa: 1-10 ?
……………………………………………………………………………………
.............................................................................................................................

3. Cermatilah QS. al-Mujadilah: 11 berikut!

                                          

                                

Sebutkan beberapa sikap yang seharusnya ditunjukkan oleh para pencari ilmu dalam
suatu majelis ilmu, sesuai isi kandungan ayat tersebut?
…………………………………………………………………………………………
.....................................................................................................................................
4. Di masyarakat sekitarmu, banyak orang yang pandai, karena di era informasi ini,
sangat mudah bagi seseorang untuk mendapatkan ilmu pengetahuan. Namun tidak
semua orang yang pandai itu mendapatkan penghormatan dari masyarakat, bahkan
ada yang semakin terhina karena ilmu/kepandaian yang dimilikinya.
Mengapa bisa demikian? Jelaskan pandanganmu dengan mengacu pada firman
Allah Swt.

                     

…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
.....................................................................................................................................
5. Jelaskan asbabun Nuzul QS. Abasa ayat 1-10 !
…………………………………………………………………………………………

.............................................................................................................................

50 | Qur’an Hadits MTs Kelas IX Semester Genap


Click to View FlipBook Version