PENGEMBANGAN
BAHAN AJAR
SMA NEGERI 1 SUWAWA KELAS XI IPS
MATERI
SEBARAN DAN PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM
INDONESIA
Satuan Pendidikan : SMA
Mata Pelajaran : Geografi
Kelas/Semester : XI/Ganjil
Materi Pokok : Pengelolaan Sumber Daya Alam Indonesia
Kompetensi Inti
K13. Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural,
dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni,
budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural
pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan
masalah.
K14. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan
kreatif, serta mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.
Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi
Kompotensi Dasar Idikator Pencapaian Kompotensi
3.3 Menganalisis sebaran dan Pertemuan 1
pengelolaan sumber daya 3.3.1 Megklasifikasikan Sumber Daya
kehutanan, pertambangan, Alam
Pertemuan 2
kelautan, dan pariwisata sesuai 3.3.2 Potensi dan persebaran Sumber
prinsip-prinsip pembangunan Daya Alam Kehutanan, Pertambangan,
berkelanjutan Keleutan dan Pariwisata di indonesia
Pertemuan 3
3.3.3 Anslisis Mengenai Dampak
Lingkungan (amdal) dalam
pembangunan
Tujuan Pembelajaran:
Setelah mempelajari materi pengelolaan sumber daya alam Indonesia, peserta didik kelas XI
SMA semester satu diharapkan mampu:
a. Mengklasifikasi sumber daya alam di Indonesia
b. Mengidentifikasi potensi dan persebaran sumber daya alam kehutanan, pertambangan,
kelautan, dan pariwisata di Indonesia
c. Menjelaskan peran analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) dalam pembangunan
d. Memahami pemanfaatan sumber daya alam dengan prinsip-prinsip pembangunan
berkelanjutan.
Dengan rasa ingin tahu, tanggung jawab, diiplin selama proses pembelajaran, bersikap jujur,
santun, percaya diri, dan pantang menyerah, memiliki sikap responsif dan proaktif, serta
mampu berkomunikasi dan bekerja sama dengan baik.
MATERI AJAR
Indikator:
3.3.1 Mengklasifikasikan sumber daya alam.
3.3.2 Menganalisis potensi sumber daya alam kehutanan, pertambangan, kelautan, dan
pariwisata di Indonesia.
3.3.3 Menggambarkan persebaran sumberdaya alam kehutanan, pertambangan, kelautan,
dan pariwisata di Indonesia
BAHAN AJAR
MATERI TENTANG SEBARAN DAN PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM
INDONESIA
A. Pengertian Sumber Daya
Sumber daya adalah suatu nilai potensi yang dimiliki oleh suatu materi atau unsur tertentu
dalam kehidupan. Sumber daya bisa berupa fisik, bisa berupa non-fisik. Dalam Undang-
Undang republik Indonesia No 4 tahun 1982, disebutkan bahwa sumber daya adalah unsur
lingkungan hidup, yang terdiri atas sumber daya manusia, sumber daya alam hayati, sumber
daya alam non-hayati, dan sumber daya buatan.
B. Klasifikasi Sumber Daya
1. Sumber Daya Alam Berdasarkan Pembentukannya atau Sifat Kelestariannya
Berdasarkan pembentukannya, sumber daya alam dapat diklasifikasikan sebagai
berikut:
a. Sumber Daya Alam yang Dapat Dipebarui (Renewable Resources)
Sumber daya alam yang dapat diperbarui adalah sumber daya alam yang tidak akan
habis, karena bagian-bagian yang telah terpakai dapat diganti dengan yang baru.
Sumber daya alam yang dapat diperbarui jika digunakan secara terus-menerus maka
dalam jangka waktu tertentu akan kembali seperti sediakala dan dapat digunakan
lagi untuk diambil manfaatnya. Contoh sumber daya alam yang dapat diperbarui
adalah udara, angin, tenaga air terjun, tanah, sinar matahari, tumbuh-tumbuhan, dan
hewan.
Gambar 1. Air, sumber daya alam yang dapat diperbaharui
b. Sumber Daya Alam yang Tidak Dapat Diperbarui (Unrenewable Resources)
Sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui adalah sumber daya alam jika
digunakan secara terus-menerus, maka lama kelamaan akan habis dan tidak dapat
dihasilkan sendiri oleh manusia. Contoh sumber daya alam yang tidak dapat
diperbarui adalah berbagai barang tambang, mineral logam, mineral bukan logam
dan mineral penghasil energi, timah, besi, bauksit, batu bara, dan minyak bumi.
Gambar 2. Batu Bara, Minyak Bumi, dan mineral.
2. Sumber Daya Alam Berdasarkan Jenis Sumber daya alam berdasarkan jenisnya dapat
dikelompokkan atas sumber daya alam nonhayati (abiotik) dan sumber daya alam
hayati (biotik).
a. Sumber Daya Alam Nonhayati (Abiotik)
Sumber daya alam abiotik adalah sumber adya alam fisik berupa benda-benda mati
di lingkungan alam fisik. Contohnya tanah, air, udara, batuan, dan mineral. Sumber
daya alam nonhayati ada yang dapat diperbaharui dan ada juga yang dapat
diperbaharui. Contoh sumber daya alam abiotik yang dapat diperbaharui adalah air
dan udara. Contoh sumber daya alam nonhayati yang tidak dapat diperbaharui
adalah mineral.
Gambar 3. Sumber daya alam nonhayati
b. Sumber Daya Alam Hayati
Sumber daya hayati adalah sumber daya alam yang berbentuk makhluk hidup, yaitu
hewan dan tumbuhan. Sumber daya alam tumbuh-tumbuhan disebut sumber daya
nabati, sedangkan sumber daya hewan disebut sumber daya hewani.
Gambar 4. Sumber Daya Alam hayati
c. Sumber Daya Alam berdasarkan Pemanfaatan
Berdasarkan potensinya, sumber daya alam dapat dikasifikasikan sebagai berikut:
1. Sumber Daya Alam Materi Sumber daya alam materi yaitu sumber daya alam
yang berbentuk materi, yang dimanfaatkan oleh manusia adalah materi sumber
daya alam itu sendiri. Contoh: mineral magnetit, hematit, limonit, siderit, dan
pasir kuarsa yang dapat dilebur menjadi besi/baja yang digunakan untuk
memenuhi kebutuhan manusia, di antaranya untuk kerangka beton, kendaraan,
alat rumah tangga, dan lain-lain.
2. Sumber Daya Energi Sumber daya energi adalah sumber daya alam yang
berguna untuk menghasilkan energi. Contoh: bahan bakar fosil, Bahan bakar
minyak (bensin, solar, minyak tanah), batu bara, gas alam, dan kayu bakar
merupakan sumber daya alam energi, karena manusia menggunakan energinya
untuk memasak, menggerakkan kendaraan, dan mesin industri.
3. Sumber Daya Ruang Sumber daya alam ruang, yaitu tempat yang diperlukan
manusia dalam hidupnya. Makin besar kenaikan jumlah penduduk, maka
sumber daya alam ruang makin sempit dan sulit diperoleh. Ruang dalam hal ini
dapat berarti ruang untuk areal peternakan, pertanian, perikanan, ruang tempat
tinggal, ruang arena bermain anak-anak dan sebagainya.
Pertemuian 2 (Dua)
3.3.2 Potensi dan persebaran Sumber Daya Alam Kehutanan,
Pertambangan, Keleutan dan Pariwisata di indonesia
B. Potensi Dan Sebaran Sumber Daya Alam Kahutanan,
Pertambangan, kelautan, dan Pariwisata Di Indonesia.
1. Sumber Daya Alam Kehutanan
Hutan merupakan suatu kumpulan tumbuhan dan juga tanaman, terutama
pepohonan atau tumbuhan berkayu lain, yang menempati daerah yang cukup luas.
Potensi sumber daya hutan di wilayah Indonesia sangat besar, yaitu mencapai 99,6 juta
hektar atau 52,3% dari seluruh luas wilayah Indonesia (Kemenhut, 2011). Luas hutan
yang besar tersebut saat ini masih dapat dijumpai di Kalimantan, Papua, Sulawesi, dan
Sumatra. Di Jawa, luas hutan telah mengalami banyak penurunan karena terjadi alih
fungsi untuk pertanian dan permukiman penduduk. Sementara itu, di Sumatera dan
Kalimantan banyak dijumpai alih fungsi hutan menjadi pertanian dan perkebunan.
Gambar 5. Hutan Tropis
Kawasan hutan adalah wilayah hutan tertentu, yang ditunjuk dan ditetapkan oleh
pemerintah untuk dipertahankan keberadaannya sebagai hutan tetap. Penetapanini
dilakukan untuk menjamin kepastian hukum mengenai status kawasan hutan, letak
batas dan luas suatu wilayah tertentu yang sudah ditunuk sebagai kawasan hutan
menjadi kawasan hutan tetap.
Ada berbagai jenis hutan di Indonesia, diantaranya sebagai berikut:
a. Hutan hujan tropis, adalah hutan belantara dengan tumbuhan yang sangat bervariasi.
Tingkat kerapatan tumbuhannya cukup tinggi seingga sinar matahari tidak dapat
menembus permukaaan tanah. Hutan ini banyak terdapat di daerah dengan curah
hujan tahunan minimum antara 1.750 mm-2.000 mm, dan rata-rata temperatur
bulanan >18o C sepanjang tahun. Terdapat di Kalimantan, Sumatera, dan Papua.
Gambar 6. Hutan Tropis
b. Hutan musim, yaitu hutan campuran yng terdapat di daerah dengan cuah hujan
tahunan antara 1.500-4.000 mm, yang dikombinasikan degan bulan-bulan kering
selama 4-6 bulan. Pada saat musim kemarau, pohon-pohon menggugurkan daunna
agar dapat menyesuaikan diri dan berkembang. Pohon yang terdapat di hutan musim
adalah pohon jati, bungur, kesambi dan lain-lain. Hutan ini terdapat di Indonesia
bagian tengah, seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara.
Gambar 7. Hutan Musim
c. Hutan hujan pegunungan, terdapat pohon-pohon yang selalu menghijau. Kerapatan
tumbuhannya cukup tinggi. Pohon-pohonnya diantara lain jemuju, pinus, rasamala,
dan damar. Hutan ini tersebar di Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, dan Papua.
Gambar 8. Hutan Pegunungan
d. Hutan sabana, adalah hutan yang banyak ditumbuhi kelompok semak belukar yang
diselingi padang rumput dengan jenis tanaman berduri. Tumbuhannya antara lain
kaktus, Saesalpinae, Leguminosae, dan Euphorbiaceae. Hutan sabana dapat
ditemuii di Flores, Sumba, dan Timor.
Gambar 9. Sabana
e. Hutan rawa, merupakan hutan yang tumbuh pada tanah aluvial yang selalu
tergenang air tawar. Tumbuhannya berupa pohon berakar lutut yang tunasnya
terendam air. Hutan ini banyak terdapat di sepanjang pantai timur Sumatera, dataran
rendah Kalimantan, dan Papua.
Gambar 10. Hutan Rawa
f. Hutan mangrove, disebut juga hutan pantai, hutan pasang surut, hutan payau, atau
hutan bakau. Hutan mangrove terdapat di dataran rendah pantai Sumatera,
Kalimantan, Maluku, Bali, Jawa, dan Papua.
Gambar 11. Hutan Mangrop
g. Hutan gambut, terdapat di daerah beriklim tipe A atau B menurut klasifikasi
Koppen. Hutan ini tumbuh di atas tumpukan bahan organik yang tergantung pada
turunnya hujan. Hutan ini tersebar di wilayah Kalimantan Barat, Kalimantan
Tengah, Papua, Riau. Dan
Gambar 12. Hutan Gambut
h. Hutan Lumut di hutan ini tidak hanya menutupi permukaan tanah, tetapi juga
batang-batang pohon. Hutan lumut terdapat pada ketinggian >.1000 mdpl di Papua,
Sumatera, Kalimantan, sulawesi, dan Jawa.
Gambar 13. Hutan Lumut
2. Potensi dan Persebaran Pertambangan
Pertambangan adalah rangkaian kegiatan dalam rangka upaya pencarian, penambangan
(penggalian), pengolahan, pemanfaatan dan penjualan bahan galian.
a. Miyak Bumi
Minyak bumi dan gas merupakan sumber energi utama yang saat ini banyak dipakai
untuk keperluan industri, tranportasi, dan rumah tangga.Saat ini telah
dikembangkan sumber energi alternatif, misalnya bioenergi dari beberapa jenis
tumbuhan dan sumber energi lainnya, seperti energi matahari, angin, dan
gelombang. Namun, produksi energi dari sumber energi alternatif masih terbatas
jumlahnya.
Gambar 14. Peta Persebaran Minyak Bumi
Sebaran penghasil minyak pada sejumlah pulau di Indonesia sebagai potensi
sumber daya tambang di Indonesia dapat dilihat pada data berikut ini.
1. Sumatra: Pereula dan Lhokseumawe (Aceh Darussalam), Sungai Pakning dan
Dumai (Riau), Plaju, Sungai Gerong dan Muara Enim (Sumatra Selatan)
2. Jawa: Jati Barang Majalengka (Jawa Barat), Wonokromo, Delta (Jawa Timur),
Cepu, Cilacap (Jawa Tengah).
3. Kalimantan: Pulau Tarakan, Balikpapan, Pulau Bunyu dan Sungai Mahakam
(Kalimantan Timur), Rantau, Tanjung, dan Amuntai (Kalimantan Selatan).
4. Maluku : Pulau Seram dan Tenggara
5. Papua : Klamono, Sorong, dan Babo.
b. Batu Bara
Batu bara adalah batuan sedimen yang terbentuk dari sisa tumbuhan yang telah
mati dan mengendap selama jutaan tahun yang lalu. Unsur-unsur yang
menyusunnya terutama adalah karbon, hidrogen, dan oksigen.Batu bara digunakan
sebagai sumber energi untuk berbagai keperluan. Energi yang dihasilkan batu bara
dapat digunakan untuk pembangkit listrik, untuk keperluan rumah tangga
(memasak), pembakaran pada industri batu bata atau genteng, semen, batu kapur,
bijih besi dan baja, industri kimia, dan lain-lain. Batu bara dapat dijumpai di
sejumlah pulau, yaitu Kalimantan dan Sumatra
Gambar 15. Peta Persebaran Batu Bara Di Indonesia
c. Bauksit
Bauksit merupakan bahan yang heterogen, yang mempunyai mineral dengan
susunan terutama dari oksida aluminium. Bauksit merupakan kelompok mineral
aluminium hidroksida yang dalam keadaan murni berwarna putih atau kekuningan.
Aluminium ini tahan panas, kuat namun lentur dan mudah dibentuk. Untuk onderdil
otomotif, perkapalan dan industri pesawat terbang, menggunakan bauksit secara
massif. Potensi dan cadangan endapan bauksit terdapat di Pulau Bintan, Kepulauan
Riau, Pulau Bangka, dan Pulau Kalimantan
d. Biji Besi
Biji besi merupakan salah satu unsur yang paling sering dimanfaatkan dalam
kehidupan sehari – hari. Bijih besi dilebur dan dicampur dengan unsur lain lalu
kemudian menjadi banyak jenis – jenis besi. Biji besi dimanfaatkan untuk bahan
baku pemebuatan besi baja dan kawat baja, bahan dasar pembuatan tiang rambu
lalu lintas dan lampu penerangan jalan, bahan pembuatan besi tuang, besi tempa,
pembuatan baja lunak, dan baja sedang yang kemudian akan diolah menjadi produk
yang dapat dimanfaatkan untuk kehidupan sehari-hari.
Aktivitas penambangan biji besi sebagai potensi sumber daya tambang di
Indonesia dapat ditemukan di Cilacap (Jawa Tengah), Sumatra, Lombok,
Yogyakarta, Gunung Tegak (Lampung), Pegunungan Verbeek (Sulawesi Selatan),
dan Pulau Sebuku (Kalimantan Selatan).
e. Timah Putih
Timah merupakan logam dasar terkecil yang diproduksi, yaitu kurang dari
300.000 ton per tahun, apabila dibandingkan dengan produksi aluminium sebesar
20 juta ton per tahun. Timah putih merupakan unsur langka, sebagian besar (80%)
timah putih dunia dihasilkan dari cebakan letakan (aluvial), sekitar setengah
produksi dunia berasal dari Asia Tenggara. Mineral ekonomis penghasil timah putih
adalah kasiterit (SnO2), meskipun sebagian kecil dihasilkan juga dari sulfida seperti
stanit, silindrit, frankeit, kanfieldit dan tealit. Timah di Indonesia adalah di daerah
jalur timah yang membentang dari Pulau Kundur sampai Pulau Belitung dan
sekitarnya. Potensi timah putih di Indonesia tersebar sepanjang kepulauan Riau
sampai Bangka Belitung, serta terdapat di daratan Riau yaitu di Kabupaten Kampar
dan Rokan Ulu. Sumber daya timah putih yang telah diusahakan merupakan
cebakan sekunder, baik terdapat sebagai tanah residu dari cebakan primer, maupun
letakan sebagai aluvial darat dan lepas pantai
f. Nikel
Nikel ditemukan oleh A. F. Cronstedtpada tahun 1751, merupakan logam
berwarna putih keperak-perakan yang berkilat, keras dan mulur, tergolong dalam
logam peralihan, sifat tidak berubah bila terkena udara, tahan terhadapoksidasi dan
kemampuan mempertahankan sifat aslinya di bawah suhu yang ekstrim (Cotton dan
Wilkinson, 1989). Nikel digunakan dalam berbagai aplikasi komersial dan industri,
seperti :pelindung baja (stainless steel), pelindung tembaga, industri baterai,
elektronik, aplikasi industri pesawat terbang, industri tekstil, turbin pembangkit
listrik bertenaga gas, pembuat magnet kuat,pembuatan alat-alat laboratorium
(nikrom), kawat lampu listrik, katalisator lemak, pupuk pertanian, dan berbagai
fungsi lain (Gerberding J.L., 2005). Tambang Nikel di Indonesia terdapat di
Kalimantan Barat, Maluku, Papua, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan
Sulawesi Tenggara. Nikel Nikel ditemukan oleh A. F. Cronstedtpada tahun 1751,
merupakan logam berwarna putih keperak-perakan yang berkilat, keras dan mulur,
tergolong dalam logam peralihan, sifat tidak berubah bila terkena udara, tahan
terhadapoksidasi dan kemampuan mempertahankan sifat aslinya di bawah suhu
yang ekstrim (Cotton dan Wilkinson, 1989). Nikel digunakan dalam berbagai
aplikasi komersial dan industri, seperti :pelindung baja (stainless steel), pelindung
tembaga, industri baterai, elektronik, aplikasi industri pesawat terbang, industri
tekstil, turbin pembangkit listrik bertenaga gas, pembuat magnet kuat,pembuatan
alat-alat laboratorium (nikrom), kawat lampu listrik, katalisator lemak, pupuk
pertanian, dan berbagai fungsi lain (Gerberding J.L., 2005). Tambang Nikel di
Indonesia terdapat di Kalimantan Barat, Maluku, Papua, Sulawesi Selatan,
Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara.
g. Mangan
Mangan banyak digunakan untuk proses pembuatan besi baja, pembuatan
baterai kering, keramik, gelas, dan sebagainya. Mangan sebagai potensi sumber
daya tambang di Indonesia ditambang di daerah Tasikmalaya (Jawa Barat), Kiripan
(Yogyakarta), dan Martapura (Kalimantan Selatan).
3. Potensi dan Seberan Sumber Daya Alam Kelautan
Indonesia memiliki laut dengan potensi sumber daya kelautan yang sangat kaya.
Sumber daya laut adalah unsur hayati dan nonhayati yang terdapat di wilayah laut.
Potensi sumberdaya laut Indonesi atidak hanya berupa ikan, tetapi juag bahan tambag
seperti minyak bumi, nikel, emas, bauksit, dan lain-lain yang berada di bawah
permukaan laut.
a. Perikanan
Indonesia memiliki potensi sumber daya perikana yang sangat baik dari segi
jumlah dan keanekaragamannya. Potensi lestari (penangkapan ikan tangkap yang
memungkinkan untuk regenerasi sehingga populasi ikan tidak berkurang) sumber
daya perikanan Indoenesia sekitar 6,4 juta ton per tahun. Menurut Departemen
Kelautan dan Perikanan, potesi perikanan laut Indonesia terdiri atas perikanan
pelagis yang tersebar hampir di semua bagian laut Indoensia.
b. Hutan Mangrove
Adalah hutan khas yang hidup di sepanjang pantai di daerah tropis yang
dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Banyak terdapat di pesisir timur Sumatera,
pesisir Kalimantan, dan pesisir selatan Papua.Ada dua fungsi hutan mangrove
sebagai potensi sumber daya laut di indonesia yaitu fungsi ekologis dan ekonomis.
c. Terumbuh Karang
Adalah terumbu (batuan sedimen kapur di laut) yang terbentuk dari kapur yang
sebagian besar dihasilkan dari koral (binatang yang menghasilkan kapur untuk
kerangka tubuhnya). Jika ribuan koral membentuk koloni, koral-koral tersebut
akan membentuk karang.
Gambar 16 Terumbuh Karang
Sebagai negara kepulauan, Indonesia merupakan negara yang memiliki terumbu
karang terluas di dunia. Kekayaan terumbu karang Indonesia tidak hanya dari
luasnya, akan tetapi juga keanekaragaman hayati yang ada di dalamnya.
Keanekaragaman hayati terumbu karang sebagai potensi sumber daya laut di
indonesia juga yang tertinggi di dunia. Di dalamnya terdapat 2.500 jenis ikan, 2.500
jenis moluska, 1.500 jenis udang-udangan, dan 590 jenis karang.
d. Lamun Adalah tumbuhan tinggi yang sudah sepenuhnya menyesuaikan diri hidup
terendam di dalam laut. Lamun tumbuh subur di daerah terbuka pasang surut dan
perairan pantai yang dasarnya berupa lumpur, pasir, kerikil, dan patahan karang
mati, dengan kedalaman sampai empat meter. Lamun dapat membentuk suatu
padang lamun. Padang lamun tersebar di laut perairan Indonesia. Manfaat lamun
di lingkungan perairan dangkal adalah sebagi produsen primer, habitat biota,
penangkap sedimen, dan pendaur zat hara
4. Sumber Daya Alam Pariwisata
Menurut Undang-Undang Nomor 10 tahun 2009 tentang Kepariwisataan,
pariwisata adalah berbagai macam kegiatan wisata dan didukung berbagai fasilitas serta
pelayanan yang disediakan oleh masyarakat, pengusaha, pemerintah, dan pemerintah
daerah. Wisata adalah kegiatan perjalanan yang dilakukan oleh seseorang atau
sekelompok orang dengan mengunjungi tempat tertentu untuk tujuan rekreasi,
pengembangan pribadi, atau mempelajari keunikan daya tarik wisata yang dikunjungi
dalam jangka waktu sementara.
a. Wisata alam, adalah bentuk kegiatan rekreasi dan pariwisata yang
memanfaatkan potensi sumber daya alam, baik alami maupun setelah adanya
usaha budidaya. Daya tarik wisata ini berupa keanekaragaman dan keunikan
lingkungan alam, baik di wilayah perairan laut (seperti bentang pesisir pantai,
bentang laut, kolam air, dan dasar laut), maupun di wilayah daratan
(pegunungan, hutan alam/taman nasional/taman wisata alam/taman hutan raya,
Bahan Ajar Geografi Kelas XI SMA Pendidikan Geografi Universitas Negeri
Padang Pengelolaan Sumber Daya Alam Indonesia | 18 perairan sungai dan
danau, perkebunan, pertanian, serta bentang alam kgusus seperti gua, karst, dan
padang pasir
b. Wisata budaya adalah perjalanan yang dilakukan untuk memperlus pandangan
hidup dengan cara mengunjungi tempat lain atau ke luar negri untuk
mempelajari keadaan rakyat, kebiasaan dan adat istiadat mereka, cara hidup,
serta kebudayaan dan seni. Contoh objek wisata budaya adala situs purbakala
dan budaya(candi, bangunan sejarah, keraton dan kota tua), museum, dan
perkampungan tradisional (dengan adat dan tradisi budaya masyarakat yang
khas)
c. Wisata buatan, adalah kegiatan rekreasi dan pariwisata yang memanfaatkan
objek wisata yang sangat dipengaruhi oleh upaya dan aktivitas manusia. Wisata
buatan mencakup wisata MICE (pertemuan, insentif, konvensi, dan pameran),
wisata olahraga, dan wisata terintegrasi. Contoh objek wisata buatan antara lain
fasilitas rekreasi dan hiburan/taman bertema, fasilitas peristirahatan terpadu,
serta fasilitas rekreasi dan olahraga.
Gambar 17. Wisata Alam
Pertemuan 3 (Ketiga)
3.3.4 Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dalam Pembangunan
C. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dalam
Pembangunan
A. Konsep Amdal
Amdal merupakan kajian mengenai dampak penting suatu usaha dan kegiatan yang
direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan
tentang penyelenggaraan usaha atau kegiatan yang dapat menimbulkan perhubahan terhadap
lingkungan hidup. Lingkungan hidup adalah keseluruan unsur atau komponen yang berada di
sekitar individu yang memengaruhi kehidupan dan perkembangan individu tersebut.
Komponen lingkungan hidup dapat dibedakan menjadi komponen makhluk hidup (biotik) dan
komponen benda mati (abiotic)
1) Lingkungan biotik, adalah semua makhluk hidup yang menempati bumi, terdiri atas
tumbuhan, hewan, dan manusia. Menurut fungsinya, lingkungan biotik dibedakan
menjadi:
a. Produsen, organisme yang dapat menghasilkan makanan sendiri, disebut organisme
autotrofik
b. Konsumen, adalah organisme yang hanya memanfaatkan hasil yang disediakan oleh
organisme lain. Konsumen disebut juga organisme heterotofik.
c. Pengurai, adalah organisme yang berperan menguraikan sisa-sisa makhluk hidup yang
telah mati. Contohnya adalah bakteri dan jamur.
2) Lingkungan abiotik, adalah berbagai benda mati dan unsur alam yang mempengaruhi
kehidupan makhluk hidup, antara lain udara, tanah, air, sinar matahari.
Komponenkomponen lingkungan yang ada disekitar kita merupakan suatu kesatuan yang
saling mempengaruhi antara komponen yang satu dan komponen lain, yang disebut
ekosistem.
3) Lingkungan sosial budaya, adalah lingkungan sosial dan budaya yang dibuat oleh
manusia yang merupakan sistem nilai, gagasan dan juga keyakinan dalam perilaku
sebagai makhluk sosial. Kehidupan masyarakat dapat mencapai sebuah keteraturan
berkat adanya sistem nilai dan juga sistem norma yang diakui dan ditaati oleh segenap
masyarakat. Peraturan tentang kewajiban membuat Amdal diatur dalam peraturan
peraturan berikut:
a. UU No. 29 Tahun 1986 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan;
b. Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 1993 tentang Analisis Mengenai Dampak
Lingkungan
c. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 77 Tahun 1994 tentang Badan
Pengendalian Dampak Lingkungan;
d. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 98 Tahun 1996 tentang Pedoman
Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Badan Pengendalian Dampak Lingkungan
Daerah.
Amdal berfungsi untuk:
a. Bahan bagi perencanaan pembangunan wilayah
b. Membantu proses pengambilan keputusan tentang kelayakan lingkungan hidup dari
rencana usaha dan atau kegiatan
c. Memberi masukan untuk penyusunan disain rinci teknis dari rencana usaha dan atau
kegiatan
d. Memberi masukan untuk penyusunan rencana pengelola dan pemantauan lingkungan
hidup
e. Memberi informasi bagi masyarakat atas dampak ditimbulkan dari suatu rencana usaha
dann atau kegiatan
f. Awal dari rekomendasi tentang izin usaha
g. Sebagai Scientific Document dan Legal Document
h. Izin Kelayakan Lingkungan
i. Menunjukkan tempat pembangunan yang layak pada suatu wilayah beserta
pengaruhnya
j. Sebagai masukan dengan pertimbangan yang lebih luas bagi perencanaan dan
pengambilan keputusan sejak awal dan arahan atau pedoman bagi pelaksanaan
Manfaat Amdal adalah sebagai berikut:
a. Bagi Pemerintahan
1) Menghindari perusakan lingkungan hidup seperti timbulnya pencemaran air,
pencemaran udara, kebisingan, dan lain sebagainya. Sehingga tidak mengganggu
kesehatan, kenyamanan, dan keselamatan masyarakat.
2) Menghindari pertentangan yang mungkin timbul, khususnya dengan masyarakat dan
proyek - proyek lain.
3) Mencegah agar potensi sumber daya yang dikelola tidak rusak.
4) Mencegah rusaknya sumber daya alam lain yang berada diluar lokasi proyek, baik yang
diolah proyek lain, masyarakat, ataupun yang belum diolah.
b. Bagi pemilik modal
1) Menentukan prioritas peminjaman sesuai dengn misinya.
2) Melakukan pengaturan modal dan promosi dari berbagai sumber modal.
3) Menghindari duplikasi dari proyek lain yang tidak perlu.
4) Untuk dapat menjamin bahwa modal yang dipinjamkan dapat dibayar kembali oleh
proyek sesuai pada waktunya, sehingga modal tidak hilang.
TERIMA
KASIH