The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by rohhastuti, 2022-11-04 00:56:40

VALIDITAS DAN RELIABILITAS

VALIDITAS DAN RELIABILITAS

Keywords: VALIDITAS DAN RELIABILITAS

VALIDITAS DAN RELIABILITAS

ROH HASTUTI P

PENDAHULUAN

• Instrumen yang valid dan reliabel merupakan
syarat mutlak untuk mendapatkan hasil
penelitian yang valid dan reliabel.

• Instrumen dapat berbentuk test dan
instrumen yang nontest (mengukur sikap)

FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI VALIDITAS
DAN RELIABILITAS

• Jumlah butir soal
Semakin banyak soal cenderung semakin valid dan reliabel

• Homogenitas soal tes
Soal yang memiliki homogenitas tinggi cenderung mengarah
pada tingginya tingkat reliabilitas

• Waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan tes
Semakin terbatasnya waktu dalam pengerjaan tes maka
akan mendorong tes untuk memiliki reliabilitas yang tinggi.

• Tingkat Kesukaran Terhadap Peserta Tes

Tes dengan tingkat kesukaran sedang cenderung lebih valid
dan reliabel dibandingkan dengan soal-soal yang sangat sukar
atau sangat mudah
• Heterogenitas Kelompok

Semakin heterogen suatu kelompok dalam pengerjaan suatu
tes maka tes tersebut cenderung untuk menunjukkan tingkat
validitas dan reliabilitas yang tinggi
• Motivasi Individu

Individu yang tidak memiliki motivasi tidak akan mengerjakan
instrumen tersebut dengan sungguh-sungguh sehingga
jawaban yang diberikan tidak akan mencerminkan kenyataan
yang sebenarnya.

Reliabilitas Stabilitas Test-retest
reliability
Goodness Konsistensi Pararel form
internal reliability
Coefficient alpha
Validitas
Split half

Validitas Validitas
Internal Eksternal

Validitas Validitas Validitas Validitas
Isi muka kriteria Konstruk

VALIDITAS

• Sebelum instrumen digunakan untuk penelitian,
terlebih dahulu dilakukan uji coba instrumen
pada responden untuk keperluan uji validitas.

• Uji tersebut untuk menilai derajat kebenaran dari
suatu kesimpulan yang ditarik dari sebuah
penelitian, yang dipengaruhi dan dinilai
berdasarkan metode penelitian yang
menggunakan keterwakilan sampel penelitian
serta sifat populasi asal sampel

• Validitas berasal dari kata validity yang
memiliki arti ketepatan & kecermatan

• Valid atau sahih bila alat ukur itu benar-benar
mengukur apa yang hendak diukur.

• Contoh :

•Meteran digunakan untuk mengukur panjang,
timbangan digunakan untuk mengukur berat,
gelas ukur digunakan untuk mengukur volume

VALIDITAS ISI

• Menjabarkan sejauh mana pertanyaan, tugas atau
butir dalam suatu tes atau instrumen dapat mewakili
secara keseluruhan dan proposional perilaku sampel
yang dikenai tes

• Dinilai dengan cara memeriksa apakah butir - butir
pertanyaan/tugas di dalam instrumen tersebut
memang sudah sesuai dengan isi (content) dari
masing-masing variabel yang akan diteliti

• Jika alat ukur berupa pertanyaan (kuesioner) maka
kalimat pertanyaan itu mewakili subtansi apa yang
hendak diukur.

• Contohnya BDI Mengukur tingkat depresi, bukan
kecemasan

VALIDITAS MUKA

• Merujuk pada derajat kesesuaian dari
penampilan luar alat ukur dan variabel yang
diukur.

• Kuesioner disusun dengan memperhatikan tata
bahasa yang baik, jelas dan tidak
membingungkan serta tidak ambigu, sehingga
susunan pertanyaan masing-masing butir dapat
dipahami oleh subjek penelitian dengan benar

VALIDITAS KONSTRUK

• Validitas konstruk merupakan validitas yang
merujuk kepada kesesuaian antara hasil
pengukuran dari alat ukur yang digunakan
dengan konsep teori dari variabel-variabel yang
diteliti.

VALIDITAS KRITERIA

• Merujuk kepada kesesuaian antara hasil
pengukuran dari sebuah alat ukur dengan alat
ukur yang ideal terhadap variabel yang diteliti.

• Untuk menilai validitas kriteria dapat
menggunakan sebuah alat ukur dengan
membandingkannya secara kuantitatif dengan
alat ukur standard emas.

• Contoh pemakaian validitas kriteria adalah tes
intelegensi yang berkorelasi dengan rata-rata nilai
akademis. Dengan asumsi, jika intelejensi
seseorang tinggi, maka yang akan terjadi dia
mendapatkan nilai akademis yang bagus

VALIDITAS EKSTERNAL

• Bahwa bila kriteria dalam instrumen terdapat kesamaan
dengan kriteria dilapangan atau fakta-fakta empiris, maka
alat ukur itu memiliki validitas eksternal yang tinggi

• Contoh:
• mengukur kinerja Okupasi Terapis di RS “A”,

Instrumen dibandingkan dengan catatan RS tentang kinerja
Okupasi Terapi bila terdapat kesamaan antara kriteria dlm
instrumen dgn fakta dilapangan tentang kinerja yang baik
maka validitas eksternal tinggi

UJI VALIDITAS

• Paling sedikit 30 responden, dgn ciri responden uji coba
harus mirip ciri-cirinya dengan responden penelitian.

• Hasil uji coba dilakukan uji korelasi antara skor item dengan
skor total  KORELASI ITEM-TOTAL

• Bila korelasinya rendah berarti pertanyaan itu tidak relevan,
maka:
•Harus didrop
•Mengulang dan mengganti item pertanyaan baru
•Mengulang tanpa mengganti item pertanyaan

KORELASI ITEM-TOTAL

• Suatu indikator untuk menilai konsistensi
internal alat ukur dengan menunjukkan
kekuatan korelasi antara masing-masing item
dan total pengukuran dikurangi dengan item
yang bersangkutan

RUMUS VALIDITAS INSTRUMEN
DENGAN PEARSON PRODUCT MOMENT

Keterangan :
rxy = koefisien korelasi
n = jumlah sampel
x = Cari tempat pernyataan
y = skor total item pernyataan
∑x = jumlah skor item pernyataan
∑y = jumlah skor total item ternyata
∑xy = jumlah perkalian x dan y

Uji Validitas Menggunakan Program SPSS

• Teknik pengujian yang sering digunakan para peneliti untuk uji
validitas adalah menggunakan korelasi Bivariate Pearson (Produk
Momen Pearson Corelation).

• Analisis ini mengkorelasikan masing-masing skor item dengan
skor total.

• Skor total adalah penjumlahan dari keseluruhan item.
• Dari hasil perhitungan korelasi akan didapat suatu koefisien

korelasi yang digunakan untuk mengukur tingkat validitas
suatu item dan untuk menentukan apakah suatu item layak
digunakan atau tidak.
• Dinyatakan valid jika instrumen atau item-item pertanyaan
berkorelasi signifikan terhadap skor total

Pengambilan Keputusan

• Membandingkan nilai r hitung dengan Nilai r Tabel
• Jika nilai r hitung > r tabel, maka item dinyatakan VALID
• Jika nilai r hitung < r tabel, maka item dinyatakan TIDAK
VALID

• Membandingkan nilai Sig.(2-tailed) dengan Probabilitas 0,05
• Jika nilai Sig.(2-tailed) < 0,05 dan Pearson Correlation
bernilai positif , maka item dinyatakan VALID
• Jika nilai Sig.(2-tailed) < 0,05 dan Pearson Correlation
bernilai negatif , maka item dinyatakan TIDAK VALID
• Jika nilai Sig.(2-tailed) > 0,05 maka item dinyatakan TIDAK
VALID

UJI VALIDITAS PRODUCT MOMENT

PEARSON CORELATION

• Input data ke dalam program SPSS open data
• Klik variabel view  Type pilih Numeric ubah

decimal menjadi 0,untuk measure pilih scale
• Klik Analyze  Correlate  Bivariate
• Masukkan seluruh item variable x ke Variables
• Masukkan total skor variable x ke Variables
• Ceklis Pearson ; Two Tailed ; Flag significant

correlation
• Klik OK

OUT PUT



R Tabel

Membandingkan Nilai R hitung

• Berdasarkan out put corellation ITEM 1
diketahui nilai r hitung adalah 0,411

• Untuk r tabel dengan N=31 pada signifikansi
5% adalah 0,355

• Karena 0,411> 0,355 maka ITEM 1 Adalah
VALID

• Dst sampai ITEM terakhir

Berdasarkan Nilai Sig.(2-tailed)

• Sig.(2-talied) skor korelasi ITEM1 dengan skor
total adalah 0,022 < 0.05 dan pearson
corelation bernilai positif yaitu 0,411

• Maka dapat disimpulkan bahwa ITEM1 adalah
VALID

• Dst sampai ITEM terakhir

PENYAJIAN DATA

Daily Task

• Sajikan hasil uji validitas berdasarkan nilai
signifikansi

RELIABILITAS

Reliabilitas adalah indeks yang menunjukkan
sejauh mana suatu alat pengukur dapat di percaya atau
diandalkan.

Hal ini menunjukkan sejauh mana hasil
pengukuran itu tetap konsisten bila di lakukan dua
kali atau lebih dengan menggunakan alat ukur yang sama
dan pada subjek yang sama

Tujuan dari uji reliabilitas ini adalah untuk menunjukkan
konsistensi skor-skor yang diberikan skorer /subjek satu
dengan skorer / subjek lainnya.

1. TEKNIK TEST RETEST

• Mencobakan instrumen beberapa kali pada responden

• Instrumen sama, responden sama dan waktunya berbeda

2. TEKNIK BENTUK PARALEL

• Equivalent atau alternative form
• Pertanyaan yang secara bahasa berbeda tetapi maksudnya

sama
• Diujicobakan sekali pada responden yang sama, waktu sama

tetapi instrumen dua
• Pengujian dengan pearson product moment  Skor total

dari instrumen pertama dikorelasikan dgn skor total
instrumen yang dijadikan ekuivalen

3. TEKNIK COEFFISIENT ALPHA (ALPHA
CRONBACH)

• Coefficient alpha atau biasa disebut cronbach’s alpha
• Digunakan untuk mengukur keandalan indikator-indikator

yang digunakan dalam kuesioner penelitian
• Merupakan teknik pengujian keandalan kuesioner yang paling

sering digunakan

4. TEKNIK BELAH DUA/SPLIT HALF

• Membagi item-item secara random ke dalam dua bagian
alat ukur, lalu mengorelasikan kedua bagian tersebut.

• Penunjukkan item secara random bertujuan untuk
kedua bagian alat ukur agar memiliki varians yang sama.

• Pada Split Half jumlah item soal anda harus genap

RUMUS RELIABILITAS INSTRUMEN

• Rumus K-R 20 (Kuder Richardson)
• Syarat skor dikotomi

Rumus K-R 21

• Syarat skor dikotomi

Keterangan : = reliabilitas instrumen
r11 = varians skor total
Vt = banyaknya butir pertanyaan
k = skor rata-rata
M

Rumus Spearman-Brown

• Syarat skor dikotomi dan jumlah pertanyaan
genap

Alpha Cronbach

• Syarat data interval

Tes Tunggal
UJi Reliabilitas alpha cronbach

 Pengambilan keputusan
•Jika nilai alpha cronbach > 0,60 artinya reliabilitas
mencukupi (sufficient reliability)
Jika niai alpha cronbach < 0,60 artinya tidak reliabel

Membandingkan Nilai r Tabel dengan Nilai Corrected Item-
Total Corellation
• Jika nilai Corrected Item-Total Corellation > r tabel, maka

item dinyatakan RELIABEL
• Jika nilai Corrected Item-Total Corellation < r tabel, maka

item dinyatakan TIDAK RELIABEL

UJI RELIABILITAS ALPHA CRONBACH SPSS

• Input data ke dalam SPSS  open data
• Klik variabel view  Type pilih Numeric ubah decimal menjadi

0,untuk measure pilih scale
• Klik Analyze  Scale  Reliability Analysis
• Masukkan seluruh item variable x ke kotak “Items”
• Pada bagian “Model” pilih “Alpha”
• Klik Statistic muncul kotak dialog “Reliability Analysis:

Statistik”
• Pada “Descriptives for”  pilih “ Scale if item deleted”
• Klik Continue
• Klik OK

OUT PUT

Interpretasi
Membandingkan nilai Apha Cronbach

• Dari tabel out put diketahui jumah responden 31
• Banyaknya item pertanyaan ada10
• Nilai Alpha C ronbach 0,720
• Karena 0,720 > 0,60 maka 10 item pertanyaan pada instrumen

adalah RELIABEL

• Tabel out put diatas memberikan gambaran tentang nilai
untuk 10 item pertanyaan instrumen

• Ke-10 item pertanyaan tersebut >0,60 maka dapat
disimpulkan RELIABEL

PENYAJIAN

Tes Tunggal

Uji Reliabilitas Split Half

• Hanya dapat digunakan pada instrumen
pengukuran dengan jumlah aitem/ pertanyaan
genap.

• Uji reliabilitas split half spearman brown pada
prinsipnya dilakukan dengan cara membagi dua
(belah dua) butir-butir soal instrument lalu
menghubungkan belah dua tersebut dengan
menggunakan rumus korelasi spearman brown

• Pengambilan Keputusan:
• Jika hasil analisis korelasinya ≥ 0,80 maka
instrument penelitian dinyatakan RELIABEL

UJI RELIABILITAS SPLIT HALF SPSS

• Input data ke dalam SPSS data view
• Analyze  Scale  Reliability Analysis
• Pindahkan semua variabel butir pertanyaan ke

kotak “items”
• Pada bagian “model” pilih “Split-half”
• Klik statistics
• Pada kotak dialog “Reliability

Analysis:Statistics  berikan tanda ceklist
pada “Scale if item deleted”
• Klik Continue  OK

OUT PUT

INTERPRETASI

• Berdasarkan tabel out put diatas diketahui jumlah sampel
adalah 31 orang sehingga valid 100%

• Nilai excluded 0 artinya tidak ada data yang dikecualikan atau
semua data digunakan

INTERPRETASI

Reliability Statistics

Cronbach's Alpha Part 1 Value .450
N of Items 5a

Part 2 Value .699
N of Items 5b

Total N of Items 10
Correlation Between Forms .455
Spearman-Brown Coefficient Equal Length .625
.625
Unequal Length .571
Guttman Split-Half Coefficient

a. The items are: ITEM1, ITEM2, ITEM3, ITEM4, ITEM5.
b. The items are: ITEM6, ITEM7, ITEM8, ITEM9, ITEM10.

• Berdasarkan tabel out put diatas diketahui nilai Spearman-

Brown Coefficient adalah 0,625 < 0,80

• Berdasarkan tabel out put diatas diketahui nilai Guttman Split-

Half Coefficient adalah 0,571 < 0,80

• Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa butir soal secara
keseluruhan dinyatakan TIDAK RELIABEL

TERIMAKASIH


Click to View FlipBook Version