Havis dan Ayam nya
Lisa Novriyanti
Ilustasi : Internet
Di sebuah desa yang bernama Mekar Ayu, desa
yang damai dan penduduknya yang ramah. Gunung –
gunung tinggi, sawah hijau membentang dan air sungai
yang begitu jernih. Rumah sederhana dengan
pekarangan penuh bunga .
Disana tinggal lah sebuah keluarga kecil yang bahagia.
Keluarga pak Sultan dengan istrinya ibu Aminah, dan
putranya yang bernama Havis
Havis memiliki rambut yang lurus dan berwarna
hitam kecoklatan. Pak Sultan dan bu Aminah sangat
menyayangi putranya.
Setiap hari, Havis selalu bangun pagi, membereskan
tempat tidur, mandi dan sarapan pagi bersama kedua
orang tuanya. Ia bermain dengan bahagia bersama
teman – temannya
Suatu pagi, usai makan bersama. Havis melihat ibunya
memasukkan sejumlah uang melalui lubang kecil ke dalam
sebuah wadah yang sekelilingnya tertutup.
“Bu, mengapa ibu memasukkan uang itu ke dalam benda ini?
dan benda apa ini bu” tanya havis yang begitu penasaran
“Ini namanya tabungan havis.” jawab ibunya dengan
tersenyum lembut
“Mengapa ibu menabung bu? Bukankah uang itu untuk
dibelanjakan?” ujar havis
“Betul, tapi ini adalah uang yang sengaja ibu tabung agar nanti
setelah cukup bisa digunakan untuk yang lain nak.” Jawab ibu
aminah
“Ibu, havis juga mau menyisihkan uang jajan kalau begitu.”
“Baiklah, besok havis ikut ibu kepasar kita beli tabungan untuk
havis ya,” Ucap bu aminah sambil mengelus kepala havis
Keesokan paginya, Ibu dan Havis pergi ke pasar
yang tak jauh dari rumahnya. Mereka menemui toko
yang menjual ayam tabungan .
Di dekat toko, ada seorang kakek. Kakek itu terlihat
kelaparan dan ia pun tak tega akhirnya ia
mengeluarkan uang di dalam saku bajunya, lalu
memberikan kepada kakek itu.
Kakek itu tersenyum dan mengucapkan terima kasih
kepada Havis
Setelah membeli kotak dan beberapa sayuran, Ibu dan
Havis memutuskan untuk pulang.
Sesampainya di rumah, Havis bergegas menemui ayahnya
dengan membawa ayam tabungan barunya
“Ayah… coba lihat, ayam tabungan Havis yang baru baguskan,,”
ujar havis sambil tersenyum
“Wah, bagus sekali ayam tabungannya.” ucap pak sultan
“Mulai besok, havis akan menyisihkan uang jajan buat menabung
ya,,,” ucap havis
“ Baiklah havis” ucap pak sultan sambil tersenyum
Siang itu, Havis bermain bersama Putri. Mereka bermain dengan
bahagia. Usai bermain, mereka pergi ke warung dekat rumah Putri.
Putri salah satu teman Havis, rumahnya berjarak 4 rumah dari rumah
Havis. Putri mengeluarkan sejumlah uang senilai 5000, lalu
membelanjakan seluruh uang tersebut. Namun Havis hanya
membelanjakan sebagian saja uang belanjanya, dan sebagiannya
lagi Havis bawa pulang untuk dimasukkan kedalam kotaknya .
Libur sekolah telah usai. Havis mendapat nilai yang bagus. Ayah dan ibu
bangga padanya…
“Ibu…. Tabungan havis sudah penuh, bolehkah havis membukanya?” tanya
havis
“Boleh nak, kalau ibu boleh tau, havis mau membeli apa?” Tanya bu aminah
“ Havis ingin membeli sepeda baru ya,,, ” ujar havis sambil tersenyum
“Baiklah kalau begitu, mari biar ibu bantu havis menghitungnya.” sahut bu
aminah
Havis pun membuka tabungan bersama ibu lalu menghitung isi tabungannya.
sekarang tabungan Havis berjumlah Rp. 1.785.000. Havis begitu bahagia
setelah tahu tabungan yang terkumpul sudah banyak
Keesokan hari nya, pak Sultan dan Havis berangkat ke
toko sepeda untuk membeli sepeda baru.
Sepeda berwarna biru muda seperti warna kesukaan havis
membuat havis begitu bahagia mengendarainya.