52 Jawa Timur. Babat juga merupakan titik pertemuan antara Surabaya, Bojonegoro, Tuban, dan Jombang. Kue yang satu ini terbuat dari tepung beras ketan, kelapa muda, dan gula. Adonan bahan-bahan ini nantinya akan dibentuk pipih,lalu dipanggang hingga matang dan mengeluarkan aroma yang wangi.Rasa dan aromanya yang gurih membuat wingko babat ini menjadi salah satu kue yang paling dicari oleh masyarakat yang berkunjung ke Jawa Timur, terutama ke Babat. 9. Lepet"Eleke Disimpen Sing Rapet" Sama halnya dengan ketupat, lepet marak ditemui saat lebaran. Jajanan tradisional yang dibungkus janur muda ini terbuat dari beras ketan, dicampur kacang, dan dimasak dalam santan. Bagi orang Jawa, lepet memiliki filosofi tersendiri, yaitu "Eleke disimpen sing rapet." Artinya kejelekannya disimpan yang rapat. Kejelekan merupakan aib sehingga jangan pernah diumbar apalagi dijadikan konsumsi publik. Sebisa mungkin tutup dan simpanlah sendiri. 10. Iwel-Iwel "Liwalidayya" Iwel-iwel merupakan jajanan tradisionaluntukmenyambutkelahira n bayi. Jajanan ini jarang ditemukan di pasar karena memang hanya dibuat khusus untuk selamatan kelahiran. Asal usul nama iwel-iwel sendiri berasal dari potongan doa kepada orang tua "liwalidayya." Hal ini dimaksudkan dengan harapan bayi yang baru lahir lengket kepada orang tuanya. Maksud dari lengket di sini adalah berbakti kepada orang tua. Makna itu diambil dari tekstur kue yang lengket karena terbuat dari ketan dengan isian gula merah didalamnya.
53 LEMBAR KERJA 7 (Individu) RINGKASAN KUDAPAN/JAJANAN TRADISIONAL Tugas : Masing-masing individu membuat ringkasan materi kudapan/ jajanan tradisional. Pelaksanaan : 1. Tiap siswa membuat ringkasan 2. Hasil ringkasan dibacakan didepan kelas secara acak oleh siswa yang ditunjuk fasilitator 3. Siswa diberikan kesempatan untuk bertanya pada siswa yang presentasi. Pengertian Kudapan PPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPP PPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPP PPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPP PPPPPPPPPPPPPPPPPP Macammacam Kudapan dan waktu penyajian Jawa Timur: 1. Apem disajikan saat menjelang ramadhan 2. PPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPP PPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPP PPPPPPPPPPPPPPPPPPP........P Jawa Tengah 1. PPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPP PPPPPPPPPPPPPPPPP..................... 2. PPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPP PPPPPPPPPPPPPPPPPP............... Jawa Barat 1. PPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPP PP...................PPPPPPPPPPPPPPP.. 2. PPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPP PPPPPP...............PPPPPPPPPPPP
54 LEMBAR KERJA 8 (Individu) POSTER MELESTARIKAN KUDAPAN/JAJANAN TRADISIONAL Tugas : Masing-masing siswa membuat poster tentang” Lestari dan Cintai jajanan tradisional”. Produk :Karya poster Pelaksanaan : 1. Tiap siswa menyiapkan perlengkapan membuat poster 2. Tiap siswa membuat poster yang terkait dengan pelestarian jajanan tradisional CONTOH POSTER
55 Gambarlah poster di sini
56 LEMBAR KERJA 9 (Kelompok) Pasar Tradisional SAJIAN KUDAPAN/ JAJANAN TRADISIONAL Tugas : Masing-masing Kelompok membuat “sajian kudapan/ jajanan tradisional”. Untuk di jual Pada piring/wadah saji dengan memakai baju tradisional jawa Produk : Sajian Kudapan tradisional Pelaksanaan : 1. Tiap kelompok menyiapkan perlengkapan kudapan sebanyak 10 biji pada piring atau wadah mini untuk di jual 2. Tiap siswa bekerja sama menyajikan kudapan/jajanan tradisional semenarik mungkin 3. Tiap kelompok menjual dan menawarkan kudapan/ jajanan ke siswa lain 4. Total bahan yang di beli Rp ....................... Total hasil penjuaan Rp ......................... Mendapatkan keuntungan/ Kerugian Keuntungan/Kerugian Rp ............................ % Keuntungan/ Kerugian =_________________ x 100% =_________________ x 100% = ........ %
57 BUSANA TRADISIONAL JAWA Busana Adat Jawa: Pengertian, Jenis, Wujud dan Filosofinya Busana/pakaian adat jawa biasa dikenal dengan sebutan Pakaian kejawen. Busana ini memiliki filosofi tersendiri bagi orang Jawa. Pakaian adat tradisional Jawa memiliki sebuah pesan seperti ajaran jawa. Dalam pakaian ini terdapat ajaran untuk hidup rukun & harmonis yg berkaitan dengan aktivitas sehari-hari, hubungan antar manusia serta antara manusia dengan penciptanya atau di dalam islam disebut dengan Habluminallah &Habluminannas. Berikut beberapa perbedaan pakaian pria & wanita adat jawa. 1. Pakaian Tradisional (adat) Pria Jawa a. Blangkon/udheng Blangkon adalah hiasan kepala. Bahasa Ngoko Udgeng adalah iket. Disebut blangkon karena praktis, tinggal pakai saja. Nama lainnya adalah dhestar (dasar krama). Blangkon terbuat dari kain batik persegi, kemudian dilipat, disusun sedemikian rupa sehingga susunannya sama, kemudian dijahit sesuai ukuran kepala pemakainya. Saat ini blangkon dapat dibeli di toko-toko (online ataupun offline) sesuai dengan minat pembeli. Dulu blangkon digunakan diiras, yaitu iket, yaitu lebar taplak meja yg dililitkan di kepala. Setelah presisi, kedua tongkat diikat bersama di belakang bagian bawah kepala. Saat tidak digunakan, kemudian lepaskan lagi.
58 Bagian-bagian blangkon 1. Kuncung merupakan bagian ujung/pucuk dari iket yg berada tepat di tengah jidat. kuncung inihanya ada di blangkon cengkok mondhol. Wiron merupakan bagian iket yg diwiru (dilipat rapi). 2. Wiron berada disisi kanan & kiri di atas alis mata. 3. Sunglon merupakan sisi pinggir yg berada diatas wiron. 4. Kemadha merupakan pinggiran batik yg ditempatkan di kiri kanan blangkon. 5. Talingan merupakan bagian blangkon yg berada di sisi kiri & kanan bagian bawah, agak melengkung sehingga persis di atas kedua telinga. 6. Modangan merupakan bagian atas blangkon mulai dari rambut depan, tengah hingga daerah mondholan. 7. Mondholan yaitu bagian belakang blangkon yg berupa bulatan agak lonjong & gepeng (pipih) presisi di atas tengkuk. Cara menggunakan Udeng mesti benar (pas), tidak boleh miring ke kiri apalagi ke kanan, kira-kira seukuran antara wiron & satu alisjari. Filosofi udengberasal dari ikatan yg mesti erat, rapat, tidak longgar. Intinya agar pikiran manusia tidak mudah terombang-ambing, tekadnya mesti kuat dalam menghadapi berbagai situasi. Jenis blangkon antara lain blangkon Sala yg tidak menggunakan mondholan (trepes), blangkon Yogya yg memiliki mondholan, blangkon Kedu, blangkon Banyumas, blangkon Sunda, berbahan batik tanpa menggunakan mondholan (mirip dengan blangkon Sala). b. Pakaian (Klambi atau Rasukan) Dilihat dari bentuknya, ada 2 jenis pakaian Jawa yaitu atela & beskap. Namun, ada beberapa jenis modifikasi lainnya. berikut beberapa jenis pakaian jawa laki-laki : ➢ Atela seperti jas tutup. Mulai dari leher sampai bagian bawah tertutup. Kancingnya tepat berada di tengah &
59 biasanya berjumlah 5 bh. Bagian belakang atela dikrowok (berlubang) ygberfungsi sebagai penyimpanan keris. ➢ Beskap juga hampir sama seperti jas. Bagian leher tertutup dengan kancing yg berada di tengah. Bagian dada ke bawah ditutup dengan kain yg menyilang ke kiri miring ke bawah. Jumlah kancingnya yakni 5 buah. Bedanya dengan atelah, posisi kancingbeskap membentukhuruf v. Beskap memiliki 2 jenis, yakni landung & growong (lubang belakang). BESKAP SIKEPAN ➢ Sikepan/rompi. Pakaian ini digunakan sebagai rompi. Memiliki kancing namun tidak dikancingkan. Jika menggunakan ini, otomatis bagian tengah akan terlihat.
60 ➢ Langen harjan yg mirip dengan tuxedo. Jumlah kancing ada 1 biji. Bagian belakang dilubangi untuk tempat keris. Bagiandalam menggunakan baju hem lengan panjang. TAQWA / SURJAN STAGEN ➢ Taqwa atau surjan. Baju jenis ini umumnya penuh warna bunga kadang berupa lurik. ➢ Stagen merupakan alat untuk mengikat sinjang jarik ke badan agar tidak jatuh / lepas. Stagen terbuat dari kain yg panjang kisaran 2-4 meter serta dengan bahan yg Tebal. Stagen memiliki filosofi tegas, sopan & tegas dalam berperilaku. Panjangnya pentas berarti orang Jawa mesti sabar & sabar menghadapi ujian yg ada. ➢ Sabuk/Lonthong Sabuk/Lontong berfungsi untuk menyelipkan/menaruh keris. Jadi bagian belakang beskap yg sengaja dibuat lubang itu untuk memudahkan pemakai menyisipkan kerisnya. Sabuk ini berfungsi sebagai penutup stagen. Jadi, setelah stagen rapat, dirapatkan/dikencangkan lagi dengan sabuk agar stagen tidak terlihat dari tampak luar. Sabuk ini pun memiliki filosofi, yakni samubarang ora kena babuk. yg artinya (Segala sesuatu mesti ada hasilnya. Manusia harus bekerja keras, memutarakal (ubed) agar pekerjaanya membuahkan hasil.)
61 Sabuk/Lonthong Epekdan Timang Epek dan Timang. Epek ialah ikat pinggang modern yg dibuat dengan bahan kain bludru, dengan lebar kurang lebih 5 cm, dan panjang ± 120-150 cm. Ujung dari epek ini diberu timang ataupun gesper sebagai penahan & lerep, agar sisa epek tidak lagi menggantung. Biasanya Timang (gesper) & lerep terbuat dari kuningan yg dihiasi oleh ukiran.Epek dan Timang memiliki Filosofi tersendiri, yakni :" sebagai manusia kita mesti bisa mengambil (epek) segala sesuatu baik itu ilmu ataupun pengalaman, kemudian kita (timang) timbang, pilih manayang cocok untuk kita. Timang artinya tahap penyaringan, sehingga tidak ada keraguan (kanti orang samang). " ➢ Sinjang atau Jarik. Sinjang adalah bahasa kromo dari jarik, jarit atau sewek (jawa timur). Bahasa kromo inggilnya yakni nyamping. Sinjang adalah kain batik panjang yg digunakan dengan cara melingkarkan di badan si pengguna, kain ini menutupi perut ke bawah sampai mata kaki.Sinjang atau jarik memiliki folosofi: " sinjang berasal dari jarik, yang berarti aja serik yaitu jangan iri atau benci pada orang lain. Apa yg kita miliki mesti kita sukuri. Jika mempunyai masalah dengan orang lain, mesti kita selesaikan dengan baik-baik atau secara kekeluargaan. "
62 ➢ Keris / dhuwung / wangkingan. Keris adalah senjata bagi orang jawa yang sangat adiluhung. Disebut adiluhung karena di dunia tidak ada yg menandinginya. Bagi orang Jawa, Keris sendiri memiliki filosofi yang religi, yakni : Saat beribadah kepada tuhan, manusia harus mengalahkan godaan setan yg mengganggu manusia saat akan berbuat kebajikan. ➢ Canela atau selop. Canela merupakan bagian pakaian adat jawa untuk alas kaki. Canela bisa dibuat dari kulit hewan / bahan sintetis. Canela digunakan untuk menutup jari kaki, sedangkan bagian belakang tumit terbuka. Canelo memiliki filosofi yakni : Sebagai lambang untuk beribadah secara lahir & batin kepada Allah. ➢ ➢
63 2. Pakaian Tradisional Perempuan Jawa dan Filosofinya Pepatah bahasa Jawa mengatakan, "Ajining diri ana ing lathi, ajining raga ana ing busana", yang berarti harga diri seseorang tecermin dari ucapan dan cara berpakainnya. Hal tersebut tergambar jelas dari pakaian tradisional Jawa Tengah yang sarat symbol keanggunan dan kesopanan. Wanita Jawa identik dengan tampilannya yang anggun dan lembut dari ujung rambut hingga ujung kaki. Lalu, apa saja aksesoris yang melengkapi pakaian adat perempuan JawaTengah dan makna filosofis di baliknya? 1. Bagian kepala Wanita JawaTengah menggunakan sanggul buatan yang bernama ungkel atau konde. Ungkel atau konde umumnya dihiasi berbagai aksesoris, seperti bunga mawar atau melati, serta daun pandan. Ada juga cunduk mentul yakni aksesoris berbentuk bunga yang dipasang di bagian atas sanggul. Dinamakan cunduk mentul karena aksesoris ini bisa bergoyang (mentul-mentul) ketika penggunanya sedang melakukan aktivitas. Selain itu ,juga ada aksesoris cunduk jungkat. Cunduk jungkat berbentuk bulan sabit yang dipasang pada rambut bagian depan atas. Sanggul menggambarkan seorang perempuan yang pandai menyimpan rahasia, baik rahasia diri sendiri maupun keluarga. Sanggul bagian belakang menggambarkan masalah yang disimpan rapat di belakang dirinya. Sedangkan sanggul bagian depan menggambarkan sosok perempuan yang selalu tersenyum. Artinya, seberat apapun masalah yang dihadapi, seorang perempuan Jawa akan tetap tersenyum. 2. Baju Pakaian tradisional khusus bagi perempuan Jawa yaknikebaya. Kebaya bisa berbahan brokat, bludru, atau kain biasa. Sebelum menggunakan kebaya, perempuan Jawa biasanya menggunakan semekan atau kemben yang berfungsi untuk menutup bagian dada. Kebaya menggambarkan kesabaran dan lemah lembut.
64 Jika diperhatikan dengan seksama, potongan kebaya selalu mengikuti bentuk tubuh. Hal tersebut merupakan simbol bahwa perempuan Jawa diharuskan bisa menyesuaikan diri dan menjaga diri di manapun mereka berada. 3. Stagen Stagen merupakan kain panjang yang berfungsi mengikat kain jarik agar tidak lepas. Kain ini digunakan dengan caramelilitkan kain pada pinggang bagian bawah hingga atas. Tak hanya sebagai pengikat, stagen juga berfungsi sebagai pembentuk tubuh, khususnya merampingkan perut. Stagen dimaknai sebagai pengikat apa saja yang berguna bagi kehidupan. Sementara itu, dalam filosofi Jawa, stagen yang bentuknya memanjang dimaknai sebagai usus panjang, yang berarti selalu sabar. Dulu, kain stagen hanya dibuat satu warna, tetapi sekarang sudah tersedia kain stagen warna-warni yang terinspirasi dari kain lurik bermotif garis. 4. Januran dan slepe Januran dan slepe adalah ikat pinggang dan gesper yang digunakan secara berpasangan. Januran dan Slepe memiliki makna bahwa seseorang harus mencari pengetahuan sampai tekun dan sukses, serta memahami ilmu pengetahuannya dengan jelas. 5. Jarik atau kain batik Jarik atau kain batik berfungsi sebagai bawahan padapakaian tradisional Jawa Tengah. Jarik digunakan untuk menutupi tubuh mulai dari pinggang hingga mata kaki. Jarik memiliki makna, "Aja gampang sirik", atau jangan murah iri. Artinya, seseorang sebaiknya jangan mudah iri dengan orang lain, selalu berhati-hati dalam menangani masalah, serta tidak terburu-buru apalagi emosional. Saat digunakan, jarik biasanya dihias dengan diwiru atau melipat-lipat pinggiran kain hingga tampak seperti kipas yang terletak di bagian tengah. Wiru artinya, "Wiwiren aja nganti keliru", yang artinya olahlah segala hal yang terjadi sedemikian rupa, sehingga dapat menimbulkan suasana yang menyenangkan dan harmonis.
65 LEMBAR KERJA 10 (Individu) MENGGAMBAR BUSANA JAWA Tugas :Masing-masing individu menggambar karya busana jawa Produk :Gambar busana Jawa Alat dan bahan:Pensil, Penghapus, Crayon/ pensil warna Gambar busana Jawa :
66 ARTIKEL BATIK Batik adalah warisan dunia dari negara Indonesia dan menjadi ciri khas dari budaya Indonesia, khususnya Jawa.Kata “batik” berasal dari kata “ambatik yang artinya sebuah kain dengan banyak titik. Akhiran-tik berarti titik, tetes atau ujung yang dipakai untuk membuat sebuah titik. Batik juga berasal dari bahasa Jawa “‘tritik”Kata "batik" berasal dari gabungan dua kata bahasa Jawa: "amba", yang bermakna "menulis" dan "titik" yang bermakna "titik” Indonesia sangat kaya dengan beragam kain batik, termasuk motifnya. Setiap daerah di Indoesia memiliki cirri khas motif batik, dari motif-motif yang khas tersebut kita bias mengenali dari mana motif batik itu berasal. Berikut ini adalah10 motif batik paling populer beberapa daerah yang di olah dari berbagai sumber: 1. Motif Batik Tujuh Rupa (Pekalongan) 2. Motif Batik Sogan (Solo) Motif batik tujuh rupa dari Pekalongan ini sangat kental dengan nuansa alam. Pada umumnya, batik Pekalongan menampilkan bentuk motif bergambar hewan atau tumbuhan. Motif Batik Sogan Motif batik Sogan sudah ada sejak zaman nenek moyang orang Jawa beberapaabad lalu. Batikini, didominasi oleh warnacokelat muda dan memiliko motif yang khas seperti, bunga dengan aksen titik-titk atau lengkungan garis. Dulunya, batik ini dipakai raja-raja di Jawa
67 khususnya keraton kesultanan Solo. Namun, sekarang dapat dipakaioleh siapa saja, baik warga keraton maupun orang biasa. 3. Motif Batik Gentongan (Madura) Motif Gentongan berbeda dengan batik lainnya. Batik asal madura ini menggunakan motif abstrak sederhana, tanaman atau kombinasi keduanya Warna batik Gentongan biasanya mengambil warna terang seperti merah, kuning, hijau, atau ungu.BatikGentongan sendiri diambil dari gentong, yakni gerabah yang dipakai sebagai wadah untuk mencelup kain batik pada cairan warna. 4. Motif Batik Mega Mendung (Cirebon) Motif batik Mega Mendung cukup sederhana namun memberi kesan mewah. Motif mendung di langit mega yang berwarna cerah Inilah yang membuat batik Mega Mendung sangat cocok di pakai orang tua maupun anak muda, baik perempuan maupun laki-laki.
68 Motif Batik Kraton (Yogyakarta) Motif Batik Kraton Motif batik Keraton berasal dari kebudayaan jawa yang kental dengan sistem kekratonan dan kesultanannya. Batik keraton ini melambangkan kearifan, kebijaksanaan, dan juga kharisma rajaraja jawa. Dulunya, batik asal Yogya ini hanya boleh dipakai wargakeraton saja, namun sekarang sudah umum dipakai siapa saja. Ciri motif batik Keraton adalah motif bunga yang simetris atau burungyang dikenal sebagai motif sawat lar. Motif ini bisa dibilang paling banyak dipakai baik oleh orang Indonesia maupun orang luar negeri. 5. Motif Batik Simbut (Banten) Motif Batik Sambut Motif batik Simbut berbentuk daun yang menyeruai dauntalas. Motif tersebut merupakan motif yang paling sederhana, hanya menyusun dan merapikan satu jenis motif saja. Motif Simbut berasal dari sukuBadui pedalaman di Sunda .
69 6. Motif Parang (PulauJawa) Motif Parang Parang berasal dari kata pereng atau miring. Bentuk motifnya berbentuk seperti huruf "S" miring berombak memanjang.MotifParang ini tersebar di seluruh Jawa, mulai dari Jawa Tegah, Jogjakarta dan Jawa Barat. Biasanya, perbedaannya hanya terletak pada aksendari batik Motif parang tersebut. Misalkan, di Jogja ada motif Parang Rusakdan ParangBarong,di JawaTengah ada ParangSlobog, serta di Jawa Barat ada Parang Klisik. 7. Motif Kawung (JawaTengah) Motif Batik Kawung Motif batik ini terinspirasi buah kolang kaling. Bentuk kolang kaling yang lonjong tersebut disusun empat sisi membentuk lingkaran. Motif Kuwung sering diidentikan dengan motif sepuluh sen kuno, karena bentuknya yang bulat dengan lubang ditengahnya. Motif ini berasal dan berkembang di Jawa Tengah dan Jogjakarta.
70 8. Motif Pring Sedapur (Magetan) Motif BatikPringSedapur Motif batik Pring Sedapur memiliki ciri khas yang simpel namun elegan. Motif yang dipakai adalah motif bambu, sehingga sering juga disebut sebagai batik Pring. Batik ini tidak hanya indah dalam kesederhanaan motifnya, tetapi memiliki filosofi yangsederhana pula. Dimana bambu memberikan makna ketentraman, keteduhan dan kerukunan. Selain itu, bambu/pring juga mempunyai filosofi mendalam bagi orang Jawa, yakni apa saja dalam diri kita haruslahmemberikan manfaat bagi oranglain,sejaklahir sampai mati. 9. Motif Geblek Renteng (KulonProgo) Batik geblek renteng merupakan motif batik yang menyerupai bentuk makanan khas Kulon Progo. Bentuknya berupa pola angka delapan. Geblek makanan olahan dari singkong dan merupakan satu makanan khas yang menjadi identitas Kulon Progo, sementara renteng berarti rentengan atau ikatan satu sama lain saat digoreng. Motif Batik Geblek Renteng
71 PROSES MEMBATIK TULIS: Alat & Bahan 1. Kain mori (bias terbuat dari sutra atau katun) 2. Canting sebagai alat pembentuk motif, 3. Gawangan(tempat untuk menyampirkan kain) 4. Lilin (malam) yangdicairkan 5. Panci dan kompor kecil untuk memanaskan 6. Larutan pewarna
72 Cara Membuat: 1. Langkahpertamaadalahmembuatdesainbatikyangbiasadisebut molani. 2. Membuatdesignataumotifinidapatmenggunakanpensil. 3. Setelah selesai melakukan molani, langkah kedua adalah melukis dengan (lilin) malam menggunakan canting (dikandangi/dicantangi) dengan mengikuti pola tersebut. 4. Tahap selanjutnya, menutupi dengan lilin malam bagian-bagian yang akan tetap berwarna putih (tidak berwarna). Canting untuk bagian halus, atau kuas untuk bagian berukuran besar. Tujuannya adalah supaya saat pencelupan bahan kedalam larutan pewarna, bagian yang diberi lapisan lilin tidak terkena. 5. Tahap berikutnya, proses pewarnaan pertama pada bagian yang tidak tertutup oleh lilin dengan mencelupkan kain tersebut pada warna tertentu .
73 Setelah dicelupkan, kain tersebut dijemur dan dikeringkan. 6. Setelah kering, kembali melakukan proses pembatikan yaitu melukis dengan lilin malam menggunakan canting untuk menutup bagian yang akan tetap dipertahankan pada pewarnaan yang pertama 7. Kemudian, dilanjutkan dengan proses pencelupan warna yang kedua. 8. Proses berikutnya, menghilangkan lilin malam dari kain tersebut dengan cara meletakkan kain tersebut dengan air panas diatas tungku. 9. Setelah kain bersih dari lilin dan kering, dapat dilakukan kembali proses pembatikan dengan penutupan lilin (menggunakan alat canting)untuk menahan warna pertama dan kedua.
74 10. Proses membuka dan menutup lilin malam dapat dilakukan berulangkali sesuai dengan banyaknya warna dan kompleksitas motif yang diinginkan. 11. Proses selanjutnya adalah nglorot, dimana kain yang telah berubah warna direbus air panas. Tujuannya adalah untuk menghilangkan lapisan lilin, sehingga motif yang telah digambar sebelumnya terlihat jelas. • 12. Proses terakhir adalah mencuci kain batik tersebut dan kemudian mengeringkannya dengan menjemurnya sebelum dapat digunakan dan dipakai. 13. Setelah selesai, maka batik tersebut telah siap untuk digunakan.
75 CONTOH DESAIN BATIK 1. Motif Geometris 2. Motif Flora 3. Motif Fauna
76 LEMBAR KERJA 11 (Individu) RINGKASAN BATIK Tugas :Masing-masing individu membuat ringkasan materi batik Produk :Lembaran hasil ringkasan Pelaksanaan : 1. Tiap siswa membaca artikel yang dibagikan 2. Tiap siswa membuat ringkasan 3. Hasil ringkasan dibacakan di depan kelas secara acak oleh siswa yang ditunjuk fasilitator 4. Siswa diberikan kesempatan untuk bertanya pada siswa yang presentasi. Ringkasan : ...................................................................................................................... ...................................................................................................................... ...................................................................................................................... ...................................................................................................................... ...................................................................................................................... ...................................................................................................................... ...................................................................................................................... ...................................................................................................................... ...................................................................................................................... ...................................................................................................................... ...................................................................................................................... ...................................................................................................................... ...................................................................................................................... ...................................................................................................................... ...................................................................................................................... ...................................................................................................................... ......................................................................................................................
77 ...................................................................................................................... ...................................................................................................................... ...................................................................................................................... ...................................................................................................................... ...................................................................................................................... ...................................................................................................................... ...................................................................................................................... .................................................. ...................................................................................................................... ...................................................................................................................... ...................................................................................................................... ...................................................................................................................... ...................................................................................................................... ...................................................................................................................... ...................................................................................................................... ...................................................................................................................... ...................................................................................................................... ...................................................................................................................... ...................................................................................................................... ...................................................................................................................... ...................................................................................................................... ...................................................................................................................... ...................................................................................................................... ...................................................................................................................... ...................................................................................................................... ...................................................................................................................... ......................................................................................................................
78 LEMBAR KERJA 12 (Individu) MEMBUAT DISAIN BATIK Tugas : Masing-masing siswa membuat disain batik motif geometris diatas kertas Produk : Disain batik motif geometris Pelaksanaan : 1. Tiap siswa menyiapkan perlengkapan membuat disain batik motif geometris 2. Tiap siswa membuat disain batik motif geometris yang terkait dengan pelestarian budaya tradisional Jawa Disain Batik :
79 LEMBAR KERJA 13 (Individu) ASESMEN BATIK PERTANYAAN JAWABAN 1. Apakah yang anda ketahui tentang batik? 2.Sebutkan macam-macam motif batik yang ada di Jawa? 3. Sebutkan alat dan bahan yang digunakan untuk membatik? 4. Seberapa tertarikkah anda dengan busana batik? 5. Bagaimanakah upaya anda untuk melestarikan batik? 6. Bagaimana perasaanmu saat mengenakan busana dari kain batik? 7. Jelaskan proses pembuatan batik tulis? 8. Berminatkan anda untuk mempraktekkan cara membatik?
80 PERMAINAN TRADISIONAL Pada saat ini, permainan tradisional bagi anak-anak sudah tidak lagi banyak diminati. Karena anak-anak lebih senang bermain game di gadget. Padahal hal itu menyebabkan keaktifan anak jadi berkurang. Permainan tradisional adalah permainan yang dimiliki oleh suatu kelompok masyarakat. Permainan tradisional berpegang teguh pada norma dan adat kebiasaan yang diwariskan dari generasi ke generasi berikutnya secara lisan. Umumnya permainan tradisional sudah hada sejak zaman dahulu, karena sudah dimainkan turun-temurun dari nenek moyang. Permainan tradisional dimainkan dalam suatu gerakan fisik, nyanyian, dialog, tebak-tebakan dan perhitungan. Sebagian Permainan tradisional juga berdasarkan matematika dasar atau cekatan tangan seperti menghitung dan melemparkan batu ke suatu benda. Setiap daerah tentu memiliki permainan tradisional masingmasing. Di mana permainan tradisional tersebut menjadi kebiasaan sebagai interaksi sosial serta membentuk ikatan antarsesama. Manfaat permainan tradisional Bermain merupakan hal yang mengasyikkan bagi anak-anak, terutama permainan tradisional. Kebanyakan permaianan tradisional dimainkan secara bersama-sama atau berkelompok. Berikut beberapa manfaat dari permainan tradisional, di antaranya: • Anak menjadi kreatif Mengembangkan kecerdasan logika anak • Mengembangkan kecerdasan kinestetik anak • Bisa digunakan sebagai terapi untuk anak. • Mengembangkan kecerdasan intelektual anak • Mengembangkan kecerdasan emosi antarpersonal bagi anak • Mengembangkan kecerdasan natural anak
81 • Mengembangkan kecerdasan musikan anak Jenis Permainan Tradisional Pada dasarnya permainan rakyat atau tradisional terbagi atas dua jenis, yaitu permainan tanpa peralatan dan permainan dengan peralatan. Berikut penjelasannya: • Permainan tanpa peralatan Permainan yang tidak menggunakan peralatan pendukung dalam melakukan permainan. Contoh permainan tradisional tanpa peralatan, di antaranya: • Petak umpet Di Jawa, petak umpet biasa disebut dengan delikan, adalah jenis permainan mencari sembunyi yang biasa dimainkan minimal dua orang, atau juga bisa lebih, dan umumnya dilakukan di luar ruang. Petak umpet, selain untuk bersenang-senang, permainan ini juga digunakan sebagai metode pengajarankemampuan berhitung pada anak dan untuk melatih kerjasama dalam tim dengan temannya. Cara bermain : Permainan dimulai dengan hompimpa untuk menentukan siapa yang menjadi kucing (berperan sebagai pencari teman-temannya yang bersembunyi). Si kucing ini nantinya akan memejamkan mata atau berbalik menghadap pohon atau tembok supaya dia tidak melihat temantemannya sambil berhitung sampai angka yang disepakati, semisal sepuluh. Pohon atau tembok tempat kucing berhitung disebut dengan
82 INGLO atau BON atau HONG. Saat si kucing berhitung, teman-teman yang lain akan bergerak untuk bersembunyi dengan batasan area yang disepakati bersama. Setelah kucing selesai berhitung, kucing mulai mencari temantemannya. apabila kucing berhasil menemukan temannya. Kucing cukup meneriakkan nama temannya tersebut sambil berlari menyentuh INGLO. Sebelum kucing berhasil menemukan teman-temannya, peserta yang sembunyi berusaha mengendap-endap untuk menyentuh INGLO sebelum ditemukan oleh kucing. Jika berhasil, maka sandera lain "dibebaskan" dan kucing harus mengulangi permainan dari awal untuk menjadi kucing lagi. • Gobak sodor Gobak Sodor diambil dari Go Back Through The Door yang artinya menembus pintu. Gobak sodor atau galah asin adalah salah satu permainan tradisional berasal dari Daerah Istimewa Yogyakarta. Permainan ini hanya dapat dimainkan secara berkelompok baik oleh lakilaki maupun perempuan. Lapangan permainan gobak sodor berbentuk persegi panjang dengan garis berpetak-petak. Ukuran panjang lapangannya adalah 15 meter dengan lebar 9 meter. Di dalam lapangan terdapat 6 petak yan masing-masing berukuran 4,5 × 5 meter. Batas lapangan permainan diberi garis dengan jarak 5 sentimeter. Di dalam lapangan terdapat garis tengah yang bentuknya memanjang. Berikut langkah-langkah untuk permainan gobak sodor : 1. Buat garis-garis penjagaan dengan menggunakan kapur, atau biasanya juga bisa menggunakan lapangan bulu tangkis yang sudah ada garis-garisnya. Hanya bedanya dalam Gobak Sodor ini tidak ada garis yang rangkap. 2. Bagi pemain menjadi dua tim, setiap tim ini terdiri dari 3 hingga 5 anggota. 3. Satu tim akan menjadi tim “penjaga benteng” dan tim lain akan menjadi pihak yang berusaha menerobos pertahanan benteng tersebut. Permainan diawali dengan undian atau pingsut. Posisi penyerang diberikan kepada yang pemenang, sedangkan yang kalah menjadi penjaga benteng. 4. Untuk tim yang menjadi “penjaga benteng”, ia harus menjaga lapangan menurut garis horizontal dan garis vertikal.
83 5. “Penjaga benteng” garis horizontal ini harus berusaha menghalangi tim lawan yang tengah bergerak memasuki garis batas. 6. Sementara, bagi “penjaga benteng” garis vertikal bertugas untuk menjaga keseluruhan garis batas vertikal yang terletak di tengah lapangan. 7. Lalu, tim lawan harus bergerak lewati garis dan penjagaan-penjagaan tersebut dari awal hingga akhir tanpa tersentuh tim "penjaga benteng". 8. Tim lawan akan dinyatakan menang jika salah satu anggotanya berhasil kembali ke garis start dengan selamat atau tidak terkena sentuhan oleh tim penjaga. 9. Sementara tim lawan akan dikatakan kalah apabila salah satu anggotanya terkena sentuhan oleh tim penjaga atau keluar melewati garis batas lapangan yang telah ditentukan sebelumnya. Apabila hal tersebut terjadi, maka akan dilakukan pergantian posisi tim. • ABC lima dasar ABC Lima Dasar adalah permainan tradisional yang cukup mudah untuk dimainkan. Permainan ini juga menjadi salah satu permainan anak-anak yang populer di era 90- an. Menurut laman situs Budaya Indonesia, permainan ABC Lima Dasar adalah salah satu permainan
84 tradisional yang asalnya dari Jawa tengah. Permainan ini biasa dimainkan oleh anak-anak.Permainan tradisional ABC Lima Dasar mengharuskan pemainnya untuk berpikir dengan cepat. Untuk memainkan permainan tradisional ini tidak dibutuhkan alat apa pun. Permainan ini hanya menggunakan jemari tangan pemain sebagai perhitungannya.Jumlah pemain dalam permainan ABC Lima Dasar bisa tiga hingga lima orang. Namun bisa juga dimainkan banyak orang dan akan menjadi lebih seru. Cara bermainnya cukup mudah. Para pemain hanya perlu menyepakati nama-nama yang akan menjadi tema nantinya, seperti nama-nama benda, nama-nama hewan atau nama-nama negara. Nama-nama yang telah disepakati tadi akan menjadi tema permainan ABC Lima Dasar. • Cublak- cublak suweng Cublak-cublak suweng merupakan permainan tradisional dari Jawa Tengah yang dimainkan oleh 3-5 orang dan menggunakan media batu, pecahan genting, atau benda yang bisa digenggam serta dengan diiringi sebuah lagu, permainan ini mengandung makna yang dalam baik dari lagu maupun cara bermainnya. • Ular naga Ular naga panjang atau yang biasa disebut ular naga adalah sebuah permainan tradisional di Indonesia. Permainan tradisional ini tidak memerlukan alat dan bahan, hanya perlu sekelompok anak yang berbaris sambal memegang baju, pinggang atau bahu teman
85 di depannya. Biasanya anak yang tubuhnya paling besar akan menjadi pemimpin dan berdiri paling depan sedangkan yang paling kecil akan berada di barisan paling belakang. Cara bermainnya adalah, awalnya akan dipilih 2 orang anak yang akan menjadi 2 kepala, biasanya dipilih yang paling besar badannya atau yang dianggap lebih tua dari usia anakanak yang ikut bermain. Pemilihan ini juga bisa menggunakan hom pim paa, 2 orang anak yang menang akan terpilih menjadi 2 kepala naga. Masing-masing kepala naga akan memilih satu kode nama misalkan bumi dan bulan. Anak-anak yang lain tidak mengetahui, kepala mana yang memilih kode nama bumi ataupun kode bulan. Sementara itu, anak-anak lainnya akan membentuk barisan panjang dan saling memegang bahu teman di depannya. 2 orang kepala akan membentuk gerbang dengan kedua tangannya. Semuanya akan bernyanyi lirik lagu Ular naga dan barisan anak-anak akan melewati gerbang tersebut terus menerus sampai lagu berakhir. Ketika lagu berakhir, gerbang tangan akan menangkap satu anak dan anak tersebut akan ditanyakan oleh 2 orang kepala dan memilih untuk ikut kepala yang mana.Biasanya, akan diberikan kode pilihan kepada anak yang tertangkap, misalnya apakah mau ikut bumi atau bulan. Anak-anak yang memilih kode bumi akan berkumpul sesamanya begitu juga dengan anak yang memilih kode bulan. Permainan ini terus berlangsung sampai semua anak tertangkap. Setelah semua anak-anak mendapat pilihan kepala, maka perebutan anggota akan dimulai dengan saling mengejar anggota paling belakang. Begitu seterusnya sampai permainan akan berakhir. Pemenang ditentukan berdasarkan jumlah anggota yang dimiliki oleh salah satu kepala naga tersebut, • Kucing-kucingan Konsep permaina kucingkucingan adalah menirukan gerakan kucing yang sedang saling berebut suatu benda. Maksudnya berarti permainan dengan peragaan yang di dalamnya berisi gerakan saling berebutan untuk dapat memiliki
86 sesuatu tempat. Di daerah lain permainan ini juga dikenal dengan nama Kus- kusan atau Alih Lintang. • Batu Kertas Gunting Batu-Gunting-Kertas adalah sebuah permainan tangan dua orang. Permainan ini sering digunakan untuk pemilihan acak, seperti halnya pelemparan koin, dadu, dan lain-lain. Beberapa permainan dan olahraga menggunakannya untuk menentukan peserta mana yang bermain terlebih dahulu. Aturannya sangat sederhana. Batu akan menang melawan gunting, gunting akan menang melawan kertas, dan kertas akan menang melawan batu. Ketiganya memiliki porsi yang sama untuk menang atau kalah. • Permainan dengan peralatan Permainan tradisional yang menggunakan alat atau benda waktu memainkannnya, antara lain: Egrang Egrang adalah sebuah permainan tradisional yang menggunakan sepasang bambu untuk berjalan. Bambu dibentuk seperti tongkat yang memiliki tumpuan kaki yang terbuat dari kayu. Egrang umumnya dimainkan oleh anak-anak. Egrang juga bisa digunakan dalam atraksi. • Kelereng Kelereng merupakan permainan tradisional yang berupa bola kecil dari tanah liat, marmer, atau kaca untuk permainan anak-anak. Umumnya kelereng berdiameter 1,25 cm. Kelereng adalah permainan yang sangat populer di seluruh dunia. Bermula dari Mesir kuno (3000 SM), kelereng terbuat dari batu atau tanah liat. Kemudian, sejak abad 12, di Perancis, kelereng disebut dengan bille, yang artinya bola kecil. Di belanda, dikenal dengan
87 nama knickkers, hal ini hampir sama penyebutan kelereng di Jawa, dikenal dengan keneker/neker. Cara memainkan kelereng : Kelereng akan diletakkan tepat di tepi garis segitiga dengan posisi berjajar. Pemain yang berhasil membidik kelereng maka dia berhak untuk membawanya pulang. Pemain harus membuat lubang terlebih dahulu, pemain yang berhasil memasukkan kelereng ke dalam lubang maka dialah pemenangnya. Lompat tali karet Perrmainan lompat tali karet adalah permainan yang dimainkan menggunakan tali karet sebagai alat permainannya. Jenis permainan ini termasuk ke dalam permainan tradisional yang memanfaatkan kekuatan dan kerja sama para pemainnya. Tali karet yang digunakan dalam permainan lompat tali karet dianyam memanjang. Layang-layang Layang-layang adalah salah satu permainan tradisional yang cara memainkannya dengan menerbangkannya ke udara mengandalkan angin dan ketangkasan mengulur dan menarik benang. Biasanya layang-layang berbentuk seperti belah ketupat.
88 Kerangka layangan terbuat dari bambu kemudian di diberi lembaran bahan tipis (plastik) yang diterbangkan ke udara dan terhubungkan dengan tali atau benang nilon.Permainan layang-layang mungkin sudah jarang ditemukan dimainkan oleh anak-anak di kawasan perkotaan. Congklak (dakon) Dakon adalah salah satu jenis permainan tradisional yang dapat dimainkan oleh anak-anak laki-laki maupun perempuan dan dapat dimainkan segala umur. Dakon sebenarnya adalah alat untuk bermain congklak. Alat ini terbuat dari kayu dan diberi lubang 5 cm untuk diameternya dan 3 cm untuk dalamnya seperti lesung (alat menumbuk padi). Pada bagian ujung kanan dan kiri diberi 1 cekungan cukup besar, disebut lumbung. Pada bagian tengah dibuat cekungan kecil sebanyak 2 baris yang setiap barisnya berisi tujuh, sembilan, atau sebelas cekungan sama banyak dan sama besar yang disebut sawah. Selain terbuat dari kayu, dakon juga bisa dimainkan di tanah yang diberi lubang atau di lantai yang diberi tanda (kapur) dengan kerikil kecil. Cara bermain dakon : 1. isi sawah dengan kecik atau kerikil dengan jumlah sama sesuai kesepakatan. Semisal : tiap sawah diisi dengan 8 kecik. 2. Setelah semua sawah diisi dengan kecik masing-masing
89 sejumlah banyaknya, Pemain A dan B melakukan undi (pingust), untuk menentukan siapa yang berhak melakukan saku terlebih dahulu. 3. Pemain yang menang pingsut, melakukan saku dengan cara meraup semua kecik dalam salah satu sawah miliknya sendiri kemudian menjatuhkan satu per satu ke sawah arah kanan secara teratur dan kepada lumbung miliknya sendiri, diteruskan ke arah lawan namun tidak mengisi lumbung milik lawan. 4. Jika kecik terakhir jatuh pada sawah yang berisi, isi sawah tersebut diambil seluruhnya lalu untuk selanjutnya diisikan satu per satu ke arah sawah lainnya. 5. Saku berakhir jika kecik terakhir jatuh pada lumbung atau sawah kosong yang disebut andhok, kemudian giliran pemain lain yang memainkan saku. 6. Pemenang ditentukan oleh banyaknya kecik yang terisi pada lumbung. Bola Bekel Bekel berasal dari bahasa Belanda “bikkelen” yang artinya membanting tulang. Bola bekel menjadi salah satu permainan tradisional yang cukup populer dan banyak dimainkan oleh anakanak perempuan. Permainan bekel biasanya dimainkan oleh 2-5 orang pemain dengan cara bermain sebagai berikut: Siapkan bola bekel dan 6-10 buah biji bekel 1. Setiap 2 sampai 5 anak diminta untuk membuat lingkaran dan saling berhadapan satu sama lain. Bola bekel disimpan didepan semua anak yang bermain. 2. Setiap dua pemain saling mengenal dan melakukan sesi (bagi yang belum mengenal satu sama lain)
90 3. Para pemain diundi untuk menentukan urutan mainnya, misalnya dengan hompimpa dan lanjutan. 4. Permainan ini hanya memiliki aturan yakni ketika bola bekel dilempar, pemain juga bersiap untuk mengumpulkan biji bekel sesuai aturan sampai bola bekel jatuh. 5. Tahap awal ada kumpulan biji bekel. Pertama-tama, pemain ambil dan memainkan satu biji bekel pada pantulan bola awal, lalu menambah satu biji pada lemparan bola kedua, dan sterusnya sampai biji terakhir. 6. Tahap selanjutnya, biji bekel disusun dengan posisi melihatkan sisi yang sama satu dan yang lainnya. 7. Tahap selanjutnya, biji Bekel akan ditentukan posisinya sama dengan yang mewakili sisi lain tahap sebelumnya. 8. Para pemenang dipermainan ini hanya pemain yang mampu menyelesaikan biji bekel sampai terkumpul semua. Bakiak Permainan bakiak adalah permainan tradisional yang melatih kekompakan anak seperti kemampuan berjalan cepat dengan bersamaan, mengkordinasikan gerak tubuh, kordinasi antara gerakan melangkah dan mengayungkan tangan dengan tubuh anak,melatih keseimbangan dan kelincahan anak.
91 Gasing Gasing merupakan mainan yang bisa berputar pada poros dan berkesetimbangan pada suatu titik. Mainan ini biasanya terbuat dari bahan bambu, kayu atau bahan lain. Kayu diukir dan dibentuk hingga menjadi bagian badan gasing. Tali gasing umumnya dibuat dari nilon, sedangkan tali gasing tradisional dibuat dari kulit pohon. Panjang tali gasing berbeda-beda bergantung pada panjang lengan orang yang memainkan. Cara memainkan gasing berikut : Dimainkan dengan cara melilitkan tali ke leher gasing, lalu ayunkan gasing tersebut ke arah tanah atau ke tempat arena dan lepaskan tali dengan cepat. Gasing akan berputar. Pada permainan ini biasa terdapat aturan bagi gasing yang mampu berputar paling lama maka itulah pemenangnya. Rangku alu Rangku Alu adalah sebuah permainan dan tarian asal Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Permainan dilakukan dengan empat orang memegang empat tongkat bambu memakai tongkat membentuk palang dan menggerak-gerakkannya sementara orang lainnya harus melompat-lompati bagian celahnya agar tidak terjepit bambu. Nilai permainan tradisional Nilai-nilai yang terkandung dalam permainan tradisional, adalah: • Nilai kejujuran Permainan tradisional melatih kejujuran seseorang. Artinya jika berbuat kesalahan maka akan kalah dan permainannya diganti. Selain itu tidak curang untuk memenangkan permainan. • Nilai sportivitas Dalam permainan tradisional ada sikap mematuhi aturan permainan. Setiap pemain harus mengikuti aturan yang disepakati. Jika pemain mengikuti aturan dan tidak berbuat curang, maka ia akan memenangkan permainan.
92 • Nilai kerja sama Nilai kerja sama dalam permainan rakyat dapat dilihat dalam tim bermain. Kekompakan tim menjadi kunci memenangkan permainan. Sebaliknya, jika tim tidak kerja sama, maka tidak akan menang. • Nilai kecerdasan dan ketangkasan Untuk mengalahkan lawan bermain tidak hanya dengan ketangkasan, tetapi juga harus memikirkan strategi. Berpikir untuk memperoleh kemenangan tanpa berbuat curang. Dengan strategi yang bagus, kemenangan dapat diraih. • Nilai kepemimpinan Dalam permainan dipimpin oleh ketua atau induk, sedangkan pemain lainnya menjadi anggota. Tugas pemimpin adalah untuk mengatur anggota kelompoknya dan menyusun strategi untuk memenangkan permainan. Kepemimpinan yang baik akan menghasilkan kerja sama yang baik pula. • Nilai tenggang rasa Kelompok satu menghormati kelompok lainnya dan menghargai orang lain. Nilai solidaritas Permainan tradisional juga menumbuhkan rasa solidaritas. Kelompok yang menang akan menghibur kelompok yang kalah dan yang kalah akan menerima kekalahannya.
93 LEMBAR KERJA 14 (Individu) Tugas :Masing-masing individu membuat ringkasan materi permainan tradisional Produk :Hasil ringkasan Pelaksanaan : 1. Tiap siswa membaca artikel yang dibagikan 2. Tiap siswa membuat ringkasan 3. Hasil ringkasan dibacakan di depan kelas secara acak oleh siswa yang ditunjuk fasilitator 4. Siswa diberikan kesempatan untuk bertanya pada siswa yang presentasi. Ringkasan : ..................................................................................................................... ..................................................................................................................... ..................................................................................................................... ..................................................................................................................... ..................................................................................................................... ..................................................................................................................... ..................................................................................................................... ..................................................................................................................... ..................................................................................................................... ..................................................................................................................... ..................................................................................................................... ..................................................................................................................... ..................................... ..................................................................................................................... ..................................................................................................................... ..................................................................................................................... ..................................................................................................................... .....................................................................................................................
94 LEMBAR KERJA 15 (kelompok) Tugas : Mempraktekkan permainan tradisional Rangku Alu Pelaksanaan : 1. Tiap kelompok menyiapkan perlengkapan sebagaiberikut: • Empat bambu/ Tongkat dengan ukuran panjang sekitar dua meter 2. Langkah-langkah: • Menyiapkan bahan yang diperlukan. • Pada awalnya seluruh pemain dibagi menjadi dua kelompok antara kelompok main dan kelompok jaga. • Kelompok jaga bertugas untuk menggerak-gerakkan batang bambu. Caranya dengan empat orang saling berhadapan berjongkok untuk membentuk persegi dan saling memegangi dua batang bambu sambil bernyanyi. • Kelompok main bertugas untuk melakukan tarian sambil melompat menghindari jepitan bambu yang dipegang oleh kelompok jaga. • Kelompok main akan masuk kedalam bidang persegi yang dibentuk dan mengikuti irama dari buka tutup bambu. Praktik : Permainan Rangku alu
84 SHALAT JAMA’ DAN QASAR Shalat Jama’ dan Qasar merupakan suatu keringanan (rukhsah) yang diberikan Allah swt. kepada setiap umat Islam yang sedang kesulitan dalam menjalankan ibadah shalat, seperti seseorang terancam jiwanya, hartanya, atau kehormatannya. Untuk mengetahui lebih jauh pembahasan mengenai shalat Jama’ dan Qasar serta shalat dalam keadaan darurat, ikuti pembahasan materi berikut ini. 1. Pengertian Shalat Jama’ dan Qasar Secara bahasa, Jama’ artinya mengumpulkan, sedangkan menurut istilah syariat Islam, shalat Jama’ adalah mengumpulkan dua shalat fardu yang dilakukan secara berurutan dalam satu waktu. Misalnya, pada pukul 13.00 Ahmad melaksanakan shalat Dhuhur, kemudian setelah salam langsung mengerjakan shalat Asar.Shalat Jama’ merupakan keringanan yang diperbolehkanAdapun hukum melaksanakan shalat Jama’ adalah mubah (boleh) bagi orang yang dalam perjalanan dan mencukupi syarat-syaratnya. Shalat Jama’ pernah dilaksanakan Rasulullah SAW. seperti dijelaskan dalam hadits berikut yang artinya : Dari Muaz bahwasanyaNabi Muhammad saw. dalam Perang Tabuk apabila beliau berangkat sebelum tergelincir matahari, beliau mengakhirkan shalat Dhuhur sehingga beliau kumpulkan pada shalat Asar (beliau shalat Dhuhur dan Asar pada waktu Asar). Jika beliau berangkat sesudah tergelincir matahari, beliau melaksanakan shalat Dhuhur dan shalat Asar sekaligus, kemudian beliau berjalan. Jikbeliau berangkat sebelum Maghrib, beliau mengakhirkan shalat Maghrib sehingga beliau mengerjakan shalat Maghrib beserta Isya; dan jika beliau berangkat sesudahwaktu Maghrib, beliau menyegerakan shalat Isya dan beliau shalat Isya beserta Maghrib. (H.R. Ahmad: 21080 dan Abu Dawud: 1031 dan at-Tirmizi: 508). Sedangkan Qasar artinya meringkas atau memendekkan. Shalat Qasar ialah melaksanakan (shalat fardu) dengan cara meringkas jumlah rakaatnya dari empat rakaat menjadi dua rakaat. Shalat yang dapat diqasar adalah shalat Dhuhur, Asar, dan Isya. Sementara itu, shalat Maghrib tetap tiga rakaat dan shalat Subuh juga tetap dua rakaat. Disyariatkannya mengqasar shalat termasuk rukhsah (keringanan), sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah swt. berikut. ِ[َ] ُYُم ْن َ `_ْ َ ْم أ ُ] ْن ِ cْ_ ِ ُhُ ر ِ وا kَن َ اfghiِة إ ْن َ [nْ َ ْ` ُYْم ُ r ٌ [َqح أ ْ` َس َ stَ ْر ِض َ svَ َxا yْ v ِ مْ َ ا } َرْzُ] ِذَ ِذ َ`ن َ Yَ _َوإ ُرو g اi Artinya: Dan apabila kamu bepergian di bumi, maka tidaklah berdosa kamu
85 meng-qasar shalat, jika kamu takut diserang orang kafir .... (Q.S. an Nisa'/4: 101) 2. Macam-Macam Shalat Jama’ Shalat Jama’ dibagi menjadi dua macam, yaitu shalat Jama’Taqdim dan shalat Jama’ Takhir. a. Shalat Jama’Taqdim adalah mengerjakan shalat Dhuhur dan shalat Asar pada awal waktu shalat Dhuhur atau mengerjakan shalat Maghrib dan shalat Isya pada awal waktu shalat Isya. b. Shalat Jama’ Takhir adalah shalat Dhuhur dan shalatAsar dikerjakan pada waktu shalatAsar atau shalat Maghrib dan shalat Isya dikerjakan pada waktu shalat Isya. 3. Niat Sholat Jama’ 4. Shalat yang Boleh DiJama’ dan Diqasar Menurut sunah Rasulullah saw., shalat yang boleh diJama’ ialah shalat Dhuhur dengan shalat Asar dan shalat Maghrib dengan shalat Isya. Shalat Subuh tidak boleh diJama’ sehingga shalat Subuh harus dilaksanakan secara terpisah dari shalat lain. Jadi, shalat Subuh tetap dilaksanakan pada waktunya. Adapun shalat yang boleh diqasar adalah shalat yang jumlah rakaatnya empat. Dengan demikian. shalat maghrib dan Subuh tidak boleh diqasar. Shalat Maghrib dan Subuh tetap dilakukan tiga rakaat dan dua rakaat. 5. Syarat Shalat Jama’ dan Qasar Setiap oleng Islam diperbolehkan menJama’ shalat apabila terpenuhi syarat sebagai berikut a. Sebagai Musafir atau Sedang Bepergian b. Dalam Keadaan Tertentu, seperti Turun Hujan Lebat c. Keadaan Sakit d. Ada Keperluan Penting Lainnya Sungguhpun Islam memberi keringanan dalam pelaksanaan shalat fardhu sebagaimana di atas, hendaknya kita tidak mempermudah untuk menJama’ atau mengqasar shalat jika tidak ada alasan yang dapat dibenarkan. Mengenai syarat sah mengqasar shalat, para ulama berbeda paham. Tidak kurang dari dua puluh pendapat dalam hal ini. Sementara itu, ada ulama yang menetapkan bahwa diperbolehkannya mengqasar shalat ialah jika bepergiannya sejauh tiga mil lebih. Adapun jalan yang paling selamat dalam hal
86 mengqasar shalat ialah mengembalikan masalah ini pada Al Qur’an Surat An Nisa’ ayat 110. Ayat tersebut tidak menjelaskan tentang jarak bepergian. Sebab itu, kiranya kita dapat mengambil kebijakan sendiri dalam hal ini. Syarat sah mengqasar shalat adalah sebagai berikut. 1) Shalat Qasar boleh dilakukan bagi mereka yang dalam perjalanan sebagaimana 2) Jarak perjalanan adalah jarak yang membolehkan qasar (81 Km). 3) Perjalanan yang dilakukan bukan unruk maksiat. 6. Praktik Shalat Jama’, Qasar, dan Jama’ Qasar Cara mempraktikkan shalat Jama’, Qashar. dan Jama’ Qashar adalah sebagai berikut. 1. Shalat Jama’ Shalat Jama’ dapat dilaksanakan dengan dua cara, yaitu shalat Jama’Taqdim dan shalat Jama’ Takhir. a. Cara Melaksanakan Shalat Jama’Taqdim 1) Shalat Dhuhur dan shalat Asar dikerjakan pada waktu shalat Dhuhur. Mula-mula kita mengerjakan shalat Dhuhur empat rakaat. Pada saat itu juga, kita berniat akan melaksanakan shalat Asar pada waktu shalat Dhuhur. Setelah mengerjakan shalat Dhuhur, kita membaca iqamah, diteruskan mengerjakan shalat Asar empat rakaat. Niat ; FَHIJَK َ ِ MN I ِ Pً وْPT ُ P َ اء ً دََا ٍ ِدْZم ْ[K َ \َ Pْ ] َ ِ َJ_ْ ر ْHI ِ ` Iaً وْPُ ]ْ P َ ِ ْر َض c اHظ ْbر َf gْ hi_َ ُ أ FَHIJَK َ ِ MN I ِ Pً وْPT ُ P َ اء ً دََا ٍ ِدْZم ْ[K َ \َ Pْ ] َ ِ رbْ ظHI c ِ ` Iaً وْPُ ]ْ P َ ِ َJ_ْ ر ْر َض اHْ َf gْ hi_َ ُ أ 2) Shalat Maghrib dan shalat Isya dikerjakan pada waktu shalat Maghrib. Mula-mula kita mengerjakan shalat Maghrib tiga rakaat. Pada saat itu juga, kita berniat akan melaksanakan shalat Isya pada waktu shalat Maghrib. Setelah selesai mengerjakan shalat Maghrib, kita menyerukan iqamah, lalu mengerjakan shalat Isya sebanyak empat rakaat. Niat ; FَHIJَK َ ِ MN I ِ Pً وْPT ُ P َ اء ً دََا ٍ ِدْZم ْ[KَJَPْ ] َ ءIِ kَ Jِ ْHI ِ ` Iaً وْPُ ]ْ P َ بِ ِ رmْ PHَ ْر َض اْ َf gْ hi_َ ُ أ FَHIJَK َ ِ MN I ِ Pً وْPT ُ P َ اء ً دََا ٍ ِدْZم ْ[K َ \َ Pْ ] َ بِ ِ رmْ PHَ ْI ِ ` Iaً وْPُ ]ْ P َ ءIِ kَ Jِ ْر َض اHْ َf gْ hi_َ ُ أ
87 b. Cara Melaksanakan Shalat Jama’ Takhir 1) Shalat Dhuhur dan shalat Asar dikerjakan pada waktu shalat Asar. Ketika masih dalam waktu shalat Dhuhur, kita berniat bahwa shalat Dhuhur akan dikerjakan pada waktu shalat Asar. Setelah masuk waktu shalat Asar, kita mengerjakan shalat Dhuhur sebanyak empatrakaat. Selesai shalat Dhuhur, kita menyerukan iqamah dan langsung mengerjakan shalat Asar. Niat ; FَHIJَK َ ِ MN I ِ Pً وْPT ُ P َ اء ً دََا ٍ رZْnT ِ K َ \َ Pْ ] َ ِ َJ_ْ ر ْHI ِ ` Iaً وْPُ ]ْ P َ ِ ْر َض c اHظ ْbر َf gْ hi_َ ُ أ FَHIJَK َ ِ MN I ِ Pً وْPT ُ P َ اء ً دََا ٍ رZْnT ِ K َ \َ Pْ ] َ ِ رbْ ظHI c ِ ` Iaً وْPُ ]ْ P َ ِ َJ_ْ ر ْر َض اHْ َf gْ hi_َ ُ أ 2) Shalat Maghrib dan shalat Isya dikerjakan pada waktu shalat Isya. Ketika masih dalam waktu shalat Maghrib, kita berniat mengerjakan shalat Maghrib pada waktu shalat Isya (Jama’ Takhir). Setelah masuk waktu shalat Isya, kita mengerjakan shalat Maghrib tiga rakaat, kemudian menyerukan iqamah dan terus mengerjakan shalat Isya empat rakaat. Niat : FَHIJَK َ ِ MN I ِ Pً وْPT ُ P َ اء ً دََاا ٍ رZْnT ِ KَJَPْ ] َ ءIِ kَ Jِ ْHI ِ ` Iaً وْPُ ]ْ P َ بِ ِ رmْ PHَ ْر َض اْ َf gْ hi_َ ُ أ FَHIJَK َ ِ MN I ِ Pً وْPT ُ P َ اء ً دََا ٍ رZْnT ِ K َ \َ Pْ ] َ بِ ِ رmْ PHَ ْI ِ ` Iaً وْPُ ]ْ P َ ءIِ kَ Jِ ْر َض اHْ َf gْ hi_َ ُ أ Dalam menjama’ shalat, baik shalat Jama’Taqdim maupun shalat Jama’ Takhir, di antara kedua shalat tersebut tidak boleh disela dengan zikir karena shalat tersebut seakanakan satu shalat. 2. Shalat Qashar Shalat Qashar adalah meringkas bilangan rakaatdalam shalat fardu, dari empat rakaat diringkas menjadi dua rakaat. Oleh karena itu, shalat fardu yang jumlah rakaatnya kurang dari empat rakaat tidak boleh diqasar, seperti shalat Maghrib dan shalat Subuh. Bagaimana cara melakukan shalat Qashar? Perhatikan uraian berikut!
88 a. Jika yang diqashar shalat Dhuhur, caranya adalah berniat untuk mengerjakan shalat Zuhut dengan qasar. Bacaan dan gerakannya seperti shalat Dhuhur, yang berbeda hanya niat. b. Jika yang diqasar shalat Asar, caranya seperti mengqasar shalat Dhuhur, yang berbeda hanya niat. c. Jika yang diqasar shalat Isya, cara mengerjakannya pun sama seperti mengqasar shalat Dhuhur, baik bacaannya maupun gerakannya, yang berbeda hanya niat. 3. Shalat Jama’ Qashar Shalat Jama’ Qashar adalah dua shalat fardu yang dikerjakan secara berurutan dalam satu waktu dan jumlah rakaatnya diringkas. Apabila dikerjakan pada waktu shalat yang awal, disebut shalat Jama’ Qashar Taqdim. Apabila dikerjakan pada waktu shalat yang akhir, disebut shalat Jama’ Qashar Takhir. a. Shalat Jama’Taqdim dengan Qashar 1) Shalat Dhuhur dan Asar Cara mengerjakannya, yaitu shalat Dhuhur dua rakaat kemudian dilanjutkan shalat Asar dua rakaat. Shalat Dhuhur dan Asar ini dikerjakan pada waktu dhuhur. Bacaan dari gerakannya seperti shalat Dhuhur dan Asar, yang berbeda hanya niatnya. Niat : FَHIJَK َ ِ ْ_ًرا اََد ً اء َ P ُ PTْو ًP ِ I MN َo ٍ ِدْZم ْ[K َ \َ Pْ ] َ ِ َJ_ْ ر ْHI ِ ` Iaً وْPُ ]ْ P َ ِ ْر َض c اHظ ْbر َf gْ hi_َ ُ أ FَHIJَK َ ِ ْ_ًرا اََد ً اء َ P ُ PTْو ًP ِ I MN ِدْPZَ[ٍ ْ[K َ \َ Pْ ] َ ِ رbْ ظHI c ِ ` Iaً وْPُ ]ْ P َ ِ َJ_ْ ر ْر َض اHْ َf gْ hi_َ ُ أ 2) Shalat Maghrib dan Isya Cara mengerjakannya, yaitu shalat Maghrib dahulu tiga rakaat, kemudian dilanjutkan shalat Isya dua rakaat. Salam Maghrib dan Isya ini dikerjakan pada waktu maghrib. Bacaan dan gerakannya seperti shalat Maghrib dan Isya yang biasa kita terjakan, yang berbeda hanya niatnya. Niat : FَHIJَK َ ِ ْ_ًرا اََد ً اء َ P ُ PTْو ًP ِ I MN َo ٍ رZْnT ِ K َ \َ Pْ ] َ ءIِ kَ Jِ ْHI ِ ` Iaً وْPُ ]ْ P َ بِ ِ رmْ PHَ ْر َض اْ َf gْ hi_َ ُ أ FَHIJَK َ ِ ْ_ًرا اََد ً اء َ P ُ PTْو ًP ِ I MN َo ٍ رZْnT ِ K َ \َ Pْ ] َ بِ ِ رmْ PHَ ْI ِ ` Iaً وْPُ ]ْ P َ ءIِ kَ Jِ ْر َض اHْ َf gْ hi_َ ُ أ b. Shalat Jama’ Takhir dengan Qashar Shalat Jama’ Takhir dengan qasar adalah shalat Dhuhur dan Asar. Cara mengerjakannya adalah shalat Dhuhur dahulu
89 dua rakaat, kemudian dilanjutkan shalatAsar dua rakaat. Shalat Dhuhur danAsar ini dikerjakan pada waktu asar. Gerakan dan bacaannya seperti shalat Dhuhur dan Asar yang biasa kita kerjakan, yang berbeda hanya niatnya. 1) Shalat dluhur dan Ashar Cara mengerjakannya, yaitu shalat Dhuhur dua rakaat kemudian dilanjutkan shalat Asar dua rakaat. Shalat Dhuhur dan Asar ini dikerjakan pada waktu Asar. Niat : FَHIJَK َ ِ ْ_ًرا اََد ً اء َ P ُ PTْو ًP ِ I MN َo ٍ رZْnT ِ K َ \َ Pْ ] َ ِ َJ_ْ ر ْHI ِ ` Iaً وْPُ ]ْ P َ ِ ْر َض c اHظ ْbر َf gْ hi_َ ُ أ FَHIJَK َ ِ ْ_ًرا اََد ً اء َ P ُ PTْو ًP ِ I MN َo ٍ رZْnT ِ K َ \َ Pْ ] َ ِ رbْ ظHI c ِ ` Iaً وْPُ ]ْ P َ ِ َJ_ْ ر ْر َض اHْ َf gْ hi_َ ُ أ 2) Shalat Maghrib dan Isya’ Cara mengerjakannya, yaitu shalat Maghrib tiga rakaat kemudian dilanjutkan shalat Isya’ dua rakaat. Shalat Maghrib dan Isya’ ini dikerjakan pada waktu Isya’. Bacaan dari gerakannya seperti shalat Dhuhur dan Asar, yang berbeda hanya niatnya. Niatnya : FَHIJَK َ ِ MN I ِ Pً وْPT ُ P َ اء ً دََا ٍ رZْnT ِ K َ \َ Pْ ] َ ءIِ kَ Jِ ْHI ِ ` Iaً وْPُ ]ْ P َ بِ ِ رmْ PHَ ْر َض اْ َf gْ hi_َ ُ أ FَHIJَK َ ِ ْ_ًرا اََد ً اء َ P ُ PTْو ًP ِ I MN َo ٍ رZْnT ِ K َ \َ Pْ ] َ بِ ِ رmْ PHَ ْI ِ ` Iaً وْPُ ]ْ P َ ءIِ kَ Jِ ْر َض اHْ َf gْ hi_َ ُ أ LEMBAR KERJA 16 (Individu) SHALAT Tugas :Masing-masing individu menghafal dan mempraktekkan shalat Jamak dan Qashar Produk : Bisa melakukan shalat Jamak dan Qashar Pelaksanaan : 1. Tiap siswa membaca dan memahami artikel shalat Jamak dan Qashar 2. Tiap siswa menghafalkan niat Shalat Jamak dan Qashar 3. Setelah dihafalkan siswa maju ke depan untuk mengmak
90 dan Qashar di simak oleh fasilitator 4. Siswa diberikan kesempatan dan waktu untuk menghafal kembali apabila siswa tersebut belum hafal. JADWAL KTS TO JOGJAKARTA HARI & TANGGAL WAKTU KEGIATAN Kamis, 29 Februari 2024 05.30-06.00 peserta berkumpul di MTsN 2 Surabaya (diharapkan sudah sarapan dari rumah) 06.00-11.00 perjalanan menuju Resto 11.00-12.00 makan siang 12.00-12.15 Perjalanan menuju Prambanan 12.15-14.30 Wisata Prambanan 14.30-15.30 Sholat Jama Dhuhur & Ashar 15.30-17.00 Perjalanan menuju Malioboro 17.00-19.00 wisata malioboro 19.00-20.00 Perjalanan menuju Resto Raos 20.00-21.00 Makan Malam 21.00-21.15 Perjalanan menuju hotel 21.15 - check in hotel, sholat & istirahat malam Jum’at, 1 Maret 2024 05.00-08.00 sholat subuh,giat pribadi,sarapan pagi & check out 08.00-08.30 Perjalanan menuju Taman Pintar 08.30-10.30 Observasi di Taman Pintar 10.30-11.00 Perjalanan menuju Resto 11.00-12.30 makan siang & sholat di Resto Paradise 12.30-13.00 Perjalanan menuju Batik Girloyo 13.00-15.00 Membatik di Girloyo 15.00-16.00 Perjalanan menuju pusat oleh-oleh Bakpia 25 16.00-17.00 Wisata oleh-oleh Bakpia 25 17.00-19.00 Perjalanan menuju Resto lokal 19.00-21.00 makan malam & sholat 21.00-23.00 perjalanan menuju MTsN 2