Bab 6 | Pandangan Komandan Satuan Jajaran Korem 101/Antasari 79 memiliki tanggung jawab dalam membina dan mengawal keamanan di wilayahnya masing-masing. Sejarah Kodim 1003/HSS bermula pada tahun 1960, ketika dibentuk sebagai Perwira Distrik Militer (PDM) 212 dan kemudian menjadi Komando Distrik Militer 1003 pada tahun 1961. Awalnya, Kodim ini melibatkan dua wilayah, yaitu Kabupaten HSS dan Kabupaten Tapin. Namun, seiring perkembangan penduduk dan kewilayahan, pada tahun 1971, tanggung jawab kewenangan pembinaan teritorial Kodim 1003/HSS hanya terfokus pada wilayah Kabupaten HSS. Saat ini, Kodim 1003/HSS terus melaksanakan tugasnya sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayahnya. Letkol Inf. Bayu Oktavianto Sudibyo, S.E., M.I.P. saat ini memimpin Kodim 1003/HSS, memastikan kelancaran operasional dan kontribusi positif terhadap pembangunan di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Selatan. 2. Pandangan Komandan Komando Distrik Militer 1003/Hulu Sungai Selatan Pak Danrem 101/Antasari “menerapkan kepemimpinan transformasional yang tidak hanya memotivasi tetapi juga memberikan inspirasi kepada bawahannya. Dalam menghadapi pemilu, beliau menunjukkan inisiatif dengan membuat indeks rawan di setiap wilayah dan menentukan penempatan personel berdasarkan tingkat kerawanan. Selain itu, beliau juga terlibat aktif dalam memimpin kegiatan seperti penerimaan prajurit pulang tugas, memberikan arahan, dan mengatasi permasalahanprmasalahan prajurit dengan pendekatan yang bijaksana. Kualitas kepemimpinan beliau terlihat baik, ditandai dengan kesadaran akan kondisi bawahannya dan kemampuan memberikan nasihat yang relevan serta memotivasi untuk meningkatkan kualitas hidup. “Danrem 101/Antasari “secara aktif mendekati anggota tim, memberikan pengarahan, dan menegaskan pentingnya bertindak dalam batas kendali yang ditentukan. Keterlibatan personal ini menunjukkan bahwa pengembangan keterampilan kepemimpinan tidak hanya bersifat formal, tetapi juga mencakup aspek-aspek keseimbangan antara tugas operasional dan kepedulian terhadap anggota tim. Dalam konteks militer, dampak positif kepemimpinan juga terlihat dalam
80 Kepemimpinan Transformasional Humanis dan Humble kemampuan untuk mengatasi tantangan bersama, menghadapi risiko, dan meninggalkan kesan positif pada bawahannya.” Terlihat bahwa komandan Korem 101/Antasari memegang peran “sebagai suri tauladan bagi anggota bawahannya. Kepedulian yang tulus terhadap kesejahteraan dan perilaku prajurit menjadi fokus utama, dengan penekanan pada integritas dan tanggung jawab individual. Melalui contoh nyata dan nasihat langsung, komandan tidak hanya menciptakan lingkungan disiplin, tetapi juga mendorong pribadi yang lebih baik. Pemimpin yang memberikan contoh positif ini menunjukkan bahwa kepemimpinan tidak hanya terletak pada perintah formal, tetapi juga pada pembentukan karakter dan moralitas yang kuat. Begitu juga, terdapat refleksi tentang dampak perubahan sosial pada anggota tim. Komandan secara jujur menghadapi realitas perubahan, baik dalam hal tugas operasional maupun tantangan pribadi anggota tim. Dengan membawa perubahan sebagai sebuah tantangan bersama, komandan menciptakan kesempatan untuk pertumbuhan dan perkembangan. Pemahaman bahwa perubahan memerlukan keterlibatan aktif dan pemahaman tentang konsekuensinya menciptakan fondasi bagi kepemimpinan yang adaptif dan inovatif.” Danrem 101/Antasari “tidak hanya menjadi figur kepemimpinan formal tetapi juga menciptakan lingkungan yang mempromosikan kejujuran dan kepedulian. Ketulusan komandan terhadap prajuritnya tercermin dalam dukungan aktifnya, termasuk dalam hal pengembangan fisik dan kesejahteraan individu. Komitmen untuk mengembangkan kekuatan individu dan memberikan contoh kepemimpinan yang tulus merupakan aspek kunci dari pendekatan kepemimpinan yang diterapkan. Selain itu, komandan memotivasi prajurit untuk mengakui kesalahan mereka dengan mudah, menciptakan lingkungan di mana pembelajaran dan pertumbuhan pribadi dihargai. Keberanian komandan untuk mengakui kesalahan sendiri menjadi contoh bagi prajurit, menunjukkan bahwa kepemimpinan yang kuat tidak hanya melibatkan perintah tetapi juga integritas dan ketulusan personal.” Pada saat pengambilan keputusan, terlihat bahwa “Danrem selalu mempertimbangkan prinsip moral dan etika sebagai dasar utama. Keputusan yang diambilnya didasarkan pada nilai-nilai ini, yang tercermin dalam pengamatan bahwa semua tindakan harus selaras dengan standar moral yang dianutnya. Penerapan nilai-nilai
Bab 6 | Pandangan Komandan Satuan Jajaran Korem 101/Antasari 81 moral dan etika ini tidak hanya terbatas pada aspek pekerjaan, tetapi juga mencakup segala aspek kehidupan, termasuk interaksi sosial dan keteladanan dalam beragam situasi. Kesadaran akan pentingnya moralitas dan etika sebagai panduan dalam setiap keputusan menjadi inti dari pendekatan kepemimpinan danrem.” Danrem 101/Antasari “memiliki jaringan luas dengan pihak eksternal, termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pengusaha. Upayanya dalam membangun hubungan dengan komunitas ini mencakup kehadiran rutin dalam kegiatan pengajian, undangan konser agama, serta kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk SKPD, polisi, dan pemda. Selain itu, Danrem aktif dalam mempromosikan pekerjaan Korem kepada masyarakat dengan mengadakan berbagai kegiatan seperti lomba-lomba dalam rangka HUT Korem. Komunikasi yang efektif dengan berbagai lapisan masyarakat menjadi orientasi utama, dengan fokus pada motivasi dan penyampaian wawasan kebangsaan. Selain itu, Danrem juga terlibat dalam persiapan untuk menghadapi berbagai tantangan, seperti penyebaran virus, dengan menyiapkan personel yang berkunjung ke sekolah-sekolah, pesantren, dan universitas untuk memberikan informasi dan motivasi, serta mempromosikan jalur masuk ke institusi militer. Keseluruhan, upaya ini mencerminkan komitmen Danrem dalam menjalin hubungan yang kuat dengan eksternal dan menghubungkan Korem dengan masyarakat melalui berbagai inisiatif dan kegiatan.” Danrem 101/Antasari “dapat dihubungi secara langsung, memberikan akses kepada staf di semua level untuk berkomunikasi dengan efektif. Kemudahan akses ini tercermin dalam responsifnya Danrem terhadap panggilan telepon, baik dari bawahannya maupun anggota di lapangan. Sikap terbuka dan responsif ini menciptakan lingkungan kerja yang efisien dan memungkinkan penanganan cepat terhadap berbagai permasalahan yang mungkin timbul. Dengan kebijakan yang memungkinkan staf untuk langsung menghubungi Danrem, tercipta keterbukaan komunikasi yang mempermudah pertukaran informasi dan pengambilan keputusan di semua tingkatan organisasi.” Danrem 101/Antasari “tidak hanya mengambil keputusan secara mandiri, tetapi juga melibatkan staf dalam proses pengambilan keputusan. Pendekatan ini menciptakan lingkungan kerja yang kolaboratif dan memberikan kesempatan bagi seluruh prajurit untuk berkontribusi dengan ide dan masukan mereka. Selain itu, Danrem
82 Kepemimpinan Transformasional Humanis dan Humble aktif memberikan informasi kepada seluruh prajurit, memastikan transparansi dalam komunikasi internal. Dengan melibatkan staf dalam pengambilan keputusan dan menjaga aliran informasi yang efektif, Danrem menciptakan suasana yang memungkinkan pertukaran gagasan dan koordinasi yang lebih baik di seluruh organisasi.” Kepemimpinan yang humanis dan humble serta penuh inspirasi, Danrem 101/Antasari menonjolkan pendekatan transformasional yang tidak hanya memotivasi, tetapi juga memberikan inspirasi kepada bawahannya. Begitu juga dalam setiap tindakan dan keputusannya menunjukkan kesadaran mendalam terhadap kondisi bawahannya, memberikan arahan bijak, dan membimbing dengan integritas. Keterlibatan personal, pemahaman terhadap perubahan sosial, dan komitmen pada nilai-nilai moral dan etika merupakan pondasi kuat dari kepemimpinan yang adaptif dan inovatif. Danrem juga aktif dalam membangun hubungan luas dengan pihak eksternal, menghubungkan Korem dengan masyarakat melalui berbagai inisiatif. Keterbukaan komunikasi dan partisipasi staf dalam pengambilan keputusan menciptakan lingkungan yang kolaboratif dan mendukung. Dengan semua aspek ini, maka Danrem dapat memberikan inspirasi yang kuat bagi Dandim untuk melibatkan diri dan mengimplementasikan nilainilai positif yang tercermin dalam setiap langkah mereka, sebagaimana yang tercermin dalam gambar dibawah ini. Gambar 6.5 Kebersamaan TNI dalam Kegiatan di Masyarakat (Sumber: Bagian Penerangan Kodim 1003/Hulu Sungai Selatan, 2023)
Bab 6 | Pandangan Komandan Satuan Jajaran Korem 101/Antasari 83 Gambar 6.6 Kebersamaan TNI dalam Kegiatan di Masyarakat (Sumber: Bagian Penerangan Kodim 1003/Hulu Sungai Selatan, 2023) D. Komando Distrik Militer 1004/Kotabaru “Kepemimpinan Danrem 101/AntasariMembuat Kami Melakukan yang Terbaik” Letkol Inf. Boni Berdian, S.E. 1. Gambaran Umum Komando Distrik Militer 1004/Kotabaru Kodim 1004/Kotabaru, berdiri sejak tahun 1963, menjadi bagian integral dari TNI AD dan berperan sebagai Kodim Tipe B dalam mendukung tugas pokok TNI AD. Dengan markas di Jl. Yakut No. 19, Desa Dirgahayu, Kecamatan Pulau Laut Utara, Kabupaten Kotabaru, Kodim 1004/Tanah Laut dipimpin oleh Letkol Inf. Boni Berdian, S.E. Satuan ini termasuk dalam Korem 101/Antasari dan memiliki sejumlah Koramil yang meliputi Pulau Sebuku, Pamukan Utara, Pamukan Selatan, Kelumpang Utara, Pulau Laut Selatan, Kelumpang Tengah, Pulau Laut Timur, Pulau Laut Utara, Sampanahan, Kelumpang Hilir, Pulau Laut Barat, Pulau Sembilan, dan Kelumpang Hulu. Awal mula pembentukan Kodim 1004/Kotabaru berasal dari PUTERPRA (Perwira Urusan Teritorial dan Perlawanan R-akyat) yang mencakup dua kabupaten, Tanah Bumbu dan Kotabaru, dengan
84 Kepemimpinan Transformasional Humanis dan Humble 17 Koramil. Pada tahun 2013, terjadi pemekaran, dan Kodim 1004/ Kotabaru terbentuk dengan 13 Koramil, mencakup wilayah Kotabaru yang terletak di Pulau Laut. Pembentukan satuan ini berkaitan dengan situasi saat Indonesia masih mengalami pemberontakan di dalam negeri dan berkonfrontasi dengan Malaysia. Setelah terbentuknya Kabupaten Kotabaru pada 1 Juni 1950, persiapan membentuk satuan Kodim di wilayah tersebut menjadi langkah penting dalam pertahanan nasional. Kantor Kodim ini awalnya berlokasi di Jalan Surya Ganggawangsa, Desa Sebatung, Kecamatan Pulau Laut Utara, pada tahun 1950. Namun, setelah kejadian kebakaran besar pada tahun 1993, kantor Kodim dipindahkan ke bangunan baru di Jl. Yakut No. 19, Desa Dirgahayu, Kecamatan Pulau Laut Utara. Sejarah dan perkembangan Kodim 1004/ Kotabaru mencerminkan peran strategisnya dalam mendukung stabilitas dan keamanan di wilayahnya, sekaligus menjalankan fungsi binter untuk memperkuat tugas pokok TNI AD. 2. Pandangan Komandan Komando Distrik Militer 1004/ Kotabaru Kualitas kepemimpinan Danrem 101/Antasari “terlihat melalui gaya kepemimpinan yang rendah hati, sederhana, dan santai. Danrem mampu memberikan motivasi dan arahan dengan pendekatan yang tidak keras, namun tetap efektif dalam menginspirasi bawahannya. Selain itu, aspek penting dari kepemimpinan Danrem adalah fokusnya pada pengabdian terakhir dan memberikan kontribusi maksimal kepada masyarakat. Gaya kepemimpinan yang santai dan memberikan contoh secara positif membuat bawahan merasa terdorong untuk berbuat maksimal dalam tugas teritorial mereka.” Saya sebagai seorang Dandim, “mendapatkan dukungan yang kuat dari Pak Danrem dalam pengembangan keterampilan kepemimpinan saya. Dukungan tersebut berasal dari petunjuk dan arahan pimpinan, termasuk Pangdam dan Komandan Korem, yang memberikan kebebasan kepada Saya untuk berkreasi dan mengembangkan potensi wilayahnya. Pak Danrem tidak membatasi dengan pola kepemimpinan tertentu, namun mendorong agar setiap pemimpin dapat mengembangkan gaya kepemimpinannya di lapangan dan mengoptimalkan potensi wilayahnya. Ini mencerminkan pendekatan inklusif dalam membangun keterampilan kepemimpinan yang beragam di tingkat satuan.”
Bab 6 | Pandangan Komandan Satuan Jajaran Korem 101/Antasari 85 Kepemimpinan Pak Danrem “menunjukkan keprihatinan yang tulus terhadap Dandim dan bawahannya, menggambarkan kesadaran akan potensi individu dan perhatian terhadap perkembangan mereka. Beliau mendorong motivasi dan kinerja yang optimal dengan memberikan dukungan dan melihat kekuatan masing-masing. Selain itu, dalam suasana kepemimpinan yang terbuka, Pak Dandim merasa mudah mengakui kesalahan dan melaporkannya kepada beliau tanpa rasa ragu, menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan pembelajaran berkelanjutan. Pendekatan ini menegaskan komitmen Danrem terhadap pengembangan personal dan profesional anggota di bawah komandonya.” Pak Danrem menunjukkan bahwa dalam mengambil sebuah keputusan, “beliau selalu berlandaskan pada prinsip moral dan etika yang tinggi. Keputusan-keputusan tersebut tidak hanya dipertimbangkan dari segi tugas dan fungsi di kewilayahan, tetapi juga dengan memperhatikan dampaknya terhadap masyarakat, instansi lain, dan lingkungan. Pandangan moral dan etika ini menjadi faktor kunci dalam proses pengambilan keputusan, mencerminkan komitmen Danrem terhadap integritas dan tanggung jawab sosial dalam memimpin dan menyelenggarakan tugasnya.” Danrem 101/Antasari terbukti “memiliki jaringan yang luas dengan pihak eksternal, seperti SKPD dan perusahaan-perusahaan di wilayahnya. Dalam memberikan arahan kepada bawahannya, khususnya Dandim, beliau menekankan pentingnya menjalin hubungan yang baik dengan instansi terkait dan masyarakat. Dandim diarahkan untuk berkomunikasi efektif dengan berbagai pihak, termasuk Bupati, Forkopinda, SKPD, dan instansi lainnya, guna membangun sinergi dalam melaksanakan tugas dan memberikan kontribusi positif bagi pemerintah daerah dan masyarakat. Selain itu, Danrem juga terlibat aktif dalam mempromosikan pekerjaan, seperti program lowongan di TNI, kepada masyarakat. Melalui komunikasi yang efektif, baik melalui Babinsa maupun program-program meraih cita-cita, Danrem 101/ Antasari menciptakan lingkungan kerja yang terbuka, mendukung, dan berfokus pada kepentingan masyarakat, sekaligus membangun keterlibatan yang positif dengan potensi kader muda di wilayahnya.” Danrem 101/Antasari memiliki keterbukaan komunikasi yang tinggi dengan staf di semua level. “Beliau dapat dihubungi secara
86 Kepemimpinan Transformasional Humanis dan Humble langsung dan diakses kapanpun oleh bawahannya. Keterjangkauan dan responsivitas beliau terhadap komunikasi dari seluruh jajaran stafnya menciptakan lingkungan kerja yang efektif dan efisien. Kemudahan akses ini memungkinkan pertukaran informasi yang cepat dan akurat, serta memfasilitasi komunikasi yang lancar di semua tingkatan organisasi.” Danrem 101/Antasari mempraktikkan kepemimpinan inklusif dengan “melibatkan staf dalam pengambilan keputusan strategis. Beliau secara aktif meminta saran dan pendapat dari para pimpinan di wilayahnya, menciptakan lingkungan kerja yang terinformasi dan terlibat. Selain itu, kebijakan transparan Danrem dalam memberikan informasi kepada seluruh prajuritnya juga memberikan pemahaman yang lebih luas tentang konteks dan arah yang diambil oleh pimpinan, menciptakan lingkungan kerja yang terbuka dan melibatkan seluruh jajaran prajurit dalam proses pengambilan keputusan.” Danrem 101/Antasari membuktikan diri sebagai pemimpin yang menginspirasi dengan gaya kepemimpinan rendah hati dan santai. Dengan gaya kepemimpinan yang humanis dan humble, beliau tidak hanya memberikan motivasi kepada bawahannya tetapi juga menekankan pentingnya pengabdian kepada masyarakat. Dukungan aktif terhadap pengembangan keterampilan kepemimpinan Dandim, perhatian tulus terhadap kesejahteraan bawahannya, serta prinsip moral dan etika yang tinggi dalam pengambilan keputusan menciptakan pondasi kuat bagi kepemimpinan yang adaptif dan bertanggung jawab. Jaringan luas dengan pihak eksternal, keterbukaan komunikasi yang tinggi, dan keterlibatan staf dalam pengambilan keputusan strategis menunjukkan Danrem sebagai pemimpin inklusif yang memberikan inspirasi untuk tindakan positif di semua tingkatan organisasi, sebagaimana tercermin dalam gambar dibawah ini.
Bab 6 | Pandangan Komandan Satuan Jajaran Korem 101/Antasari 87 Gambar 6.7 Kebersamaan TNI dalam Kegiatan di Masyarakat (Sumber: Bagian Penerangan Kodim 1004/Kotabaru, 2023) Gambar 6.8 Kebersamaan TNI dalam Kegiatan di Masyarakat (Sumber: Bagian Penerangan Kodim 1004/Kotabaru, 2023)
88 Kepemimpinan Transformasional Humanis dan Humble E. Komando Distrik Militer 1005/Barito Kuala “Kepemimpinan Danrem 101/AntasariMenciptakan Kolaborasi Aktif, Komunikasi Terbuka, dan Keterlibatan Penuh dari Seluruh Staf dan Prajuritnya.” Letkol Inf. Kadirman Gultom, S.I.P. 1. Gambaran Umum Komando Distrik Militer 1005/Barito Kuala Kodim 1005/Barito Kuala didirikan pada 1 April 1960 dan berperan sebagai satuan teritorial di bawah Korem 101/Antasari, dengan markas di Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Letkol Inf. Kadirman Gultom, S.I.P., menjabat sebagai komandan saat ini. Dengan baret hijau, Kodim 1005/Barito Kuala memiliki moto “Santun, cerdas, dan bersahaja.” Sejarah Kodim ini dimulai dengan pembentukan Perwira Distrik Militer Barito Kuala (PDM BK) pada 1961, yang kemudian berkembang menjadi Kodim 1005/Barito Kuala. Perubahan ini diresmikan pada 21 Juni 2021, menggantikan nama sebelumnya, Kodim 1005/Marabahan. Wilayah tugasnya meliputi seluruh administrasi Kabupaten Barito Kuala dengan luas wilayah 2.996.076 km2 dan kondisi geografi dataran rendah bergambut. Pada awalnya, Kodim ini disusun dari berbagai Perwira Onder Distrik Militer (PODM) dan Bintara Onder Distrik Militer (BODM), seperti BODM Berangas, BODM Tamban, BODM Anjir Serapat, BODM Kuripan, dan BODM Sungai Gampa. Seiring waktu, dengan penghapusan PDM-PDM, Kodim 1005/Barito Kuala terbentuk dan membagi wilayah menjadi dua Kewedanaan, yaitu Marabahan dan Berangas. Dalam perkembangannya, Kodim 1005/Barito Kuala saat ini memiliki 11 Koramil yang tersebar di berbagai kecamatan, seperti Bakumpai, Kuripan, Rantau Badauh, Cerbon, Mandastana, Belawang, Alalak, Anjir Muara, Anjir Pasar, Tamban, dan Tabunganen. Setiap Koramil memiliki tanggung jawab sesuai dengan wilayah administratifnya. Mengusung moto “Santun, cerdas, dan bersahaja,” Kodim 1005/ Barito Kuala terus berkontribusi dalam menjaga keamanan dan mendukung pembangunan di wilayahnya. Dengan sejarahnya yang kaya, Kodim ini terus berperan dalam membina kedekatan dengan masyarakat dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia di wilayah Kabupaten Barito Kuala.
Bab 6 | Pandangan Komandan Satuan Jajaran Korem 101/Antasari 89 2. Pandangan Komandan Komando Distrik Militer 1005/Barito Kuala Mutu kepemimpinan Danrem 101/Antasari “tercermin dalam keleluasaan yang diberikannya kepada para Dandim untuk berdiskusi dan bertanya, menciptakan lingkungan di mana kolaborasi dan komunikasi aktif terjaga. Kepemimpinan yang luar biasa ini menciptakan hubungan yang erat antara Danrem dan bawahannya, di mana setiap petunjuk dan arahan dari Danrem diarahkan untuk dilaksanakan dengan penuh dedikasi. Contohnya, kegiatan peresmian Program Manunggal Air Bersih di Kabupaten Batola menunjukkan keterlibatan aktif dan dukungan dari Danrem dalam acara-acara kegiatan satuan, menambah dimensi kemanunggalan dan kebersamaan di antara anggota.” Pak Danrem 101/Antasari “menunjukkan komitmen dalam memfasilitasi pengembangan keterampilan kepemimpinan, memberikan kebebasan dan dukungan kepada para Dandim untuk berkoordinasi dengan berbagai pihak, membangun keterampilan komunikasi dan koordinasi yang efektif. Selain itu, beliau juga aktif dalam membina prajurit dan calon-calon prajurit, mengarahkan pembinaan keluarga prajurit yang ingin masuk Tamtama atau Bintara. Dengan demikian, pengembangan keterampilan diri tidak hanya menjadi mandat pribadi, tetapi juga menjadi fokus utama dalam membentuk karakter dan kemampuan prajurit di lingkungan tersebut.” Sebagaimana disampaikan oleh Pak Danrem, “peran seorang komandan sangat signifikan dalam mendorong perkembangan dan perubahan di satuan bawah. Dukungan dari tingkat Kodam dan Angkatan Darat menjadi kunci dalam memastikan bahwa perubahan tersebut dapat berjalan serasi dan selaras dengan tujuan yang telah ditetapkan. Contohnya, dalam penanganan karhutla, kolaborasi antara berbagai aparat, seperti Polres dan Danramil, menjadi esensial untuk memastikan keberhasilan inisiatif tersebut. Ini menekankan pentingnya kepemimpinan yang proaktif dalam menggerakkan perubahan dan menjaga koordinasi yang efektif di semua tingkatan organisasi.” Danrem 101/Antasari, “dengan keprihatinan dan kesadaran akan pentingnya pembinaan terhadap prajurit, mengembangkan kekuatan saya sebagai seorang Dandim. Keberpihakan beliau terhadap kesejahteraan anggota, seperti pemberian kebebasan cuti dan perhatian terhadap
90 Kepemimpinan Transformasional Humanis dan Humble kesehatan mereka, mencerminkan kepemimpinan yang tulus dan mendalam. Selain itu, komitmen beliau terhadap pembinaan karakter dan kesejahteraan prajurit juga tercermin dalam pendekatannya yang persuasif dan tidak otoriter. Sebagai seorang pemimpin, Pak Danrem tidak hanya memberikan perintah, namun juga memberikan dukungan serta membuka jalur komunikasi yang efektif dengan para bawahannya. Beliau menekankan pentingnya mengakui kesalahan dan melaporkan kendala yang dihadapi, menciptakan lingkungan kerja yang transparan dan terbuka.” Danrem 101/Antasari sebagai seorang pemimpin, “menunjukkan konsep dasar yang kuat dalam pengambilan keputusan, yaitu berdasarkan pada prinsip moral dan etika. Keputusan-keputusan yang diambilnya didasarkan pada pertimbangan moral yang mendalam, yang tercermin dalam kebijakan-kebijakan dan perintah-perintahnya. Beliau tidak hanya memberikan kebijakan, tetapi juga mempertimbangkan perasaan dan kondisi bawahannya. Dalam melaksanakan tugas-tugasnya, Danrem menekankan pentingnya pelaksanaan perintah dengan tulus dan ikhlas, menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan penuh penghargaan. Meskipun terkadang ada keterpaksaan dalam melaksanakan perintah, namun sikap tulus dan ikhlas tetap menjadi jiwa kepemimpinan beliau.” Danrem 101/Antasari menunjukkan “kemampuan yang luas dalam membangun jaringan eksternal yang kuat. Dalam konteks ini, beliau secara aktif mempromosikan lowongan pekerjaan dan kesempatankesempatan lain kepada masyarakat. Hal ini tidak hanya membantu menyebarkan informasi dengan efektif, tetapi juga menunjukkan komitmen beliau terhadap pengembangan potensi masyarakat. Dengan demikian, Danrem berhasil membangun hubungan yang solid dan bermakna dengan eksternal, menciptakan iklim kerja sama yang positif.” Danrem 101/Antasari“menunjukkan keterbukaan dan keterjangkauannya dengan menjadi sosok yang dapat dihubungi secara langsung oleh seluruh staf di berbagai level. Dalam kebijakan komunikasinya yang terbuka, beliau menciptakan lingkungan kerja yang memudahkan akses kepada staf di semua tingkatan. Meskipun menangani situasi sulit seperti karhutla, tetap terlibat secara langsung, mengomunikasikan arahan, dan memastikan penanganan yang efektif. Keterlibatan aktif Danrem tidak hanya memperkuat hubungan di internal satuan, tetapi juga memberikan keyakinan bahwa kepemimpinan beliau dapat diakses dan responsif dalam setiap konteks.”
Bab 6 | Pandangan Komandan Satuan Jajaran Korem 101/Antasari 91 Danrem 101/Antasari “menunjukkan pendekatan partisipatif dalam pengambilan keputusan dengan melibatkan staf di berbagai tingkatan. Dalam situasi sulit, keputusan diambil secara hati-hati dan dipertimbangkan dengan penuh kewaspadaan. Langkah-langkah yang diambil selalu disampaikan dengan transparan kepada seluruh prajurit, menciptakan lingkungan kerja yang terbuka dan memastikan bahwa setiap informasi dapat diakses oleh semua anggota. Pendekatan ini tidak hanya memperkuat keterlibatan dan keterlibatan staf dalam proses keputusan tetapi juga menciptakan saluran komunikasi yang efektif di seluruh unit.” Kepemimpinan strategis yang dijalankan Danrem 101/Antasari, menunjukkan kualitas kepemimpinan yang luar biasa dengan memberikan keleluasaan kepada Dandim untuk berdiskusi, menciptakan lingkungan ysng kolaboratif, dan memastikan setiap petunjuk dilaksanakan dengan dedikasi. Komitmen Danrem101/Antasari terhadap pembinaan keterampilan kepemimpinan, kesejahteraan prajurit, dan pengambilan keputusan berbasis moral mencerminkan kepemimpinan yang tulus, terbuka, dan responsif terhadap perubahan. Pendekatan partisipatif dalam pengambilan keputusan dan pembangunan jaringan eksternal yang kuat menegaskan peran signifikan Danrem Danrem 101/ Antasari dalam mendorong perkembangan dan kesejahteraan di satuan bawahnya. Hal ini dapat tercermin dari gambar dibawah ini Gambar 6.9 Kebersamaan TNI dalam Kegiatan di Masyarakat (Sumber: Bagian Penerangan Kodim 1005/Barito Kuala, 2023)
92 Kepemimpinan Transformasional Humanis dan Humble Gambar 6.10 Kebersamaan TNI dalam Kegiatan di Masyarakat (Sumber: Bagian Penerangan Kodim 1005/Barito Kuala, 2023) F. Komando Distrik Militer 1006/Banjar “Kepemimpinan Danrem 101 Antasari mencerminkan keselarasan yang alami dari kepribadian, kecerdasan emosional (EQ), dan kecerdasan spiritual (SQ), menghasilkan kepemimpinan transformatif yang tetap mengedepankan ketegasan dan keterlibatan langsung dengan bawahannya” Letkol Kav. Zulkifer Sembiring 1. Gambaran Umum Komando Distrik Militer 1006/Banjar Kodim 1006/Banjar, didirikan pada 7 April 1960, merupakan bagian dari Korem 101/Antasari dengan markas di Jl. A. Yani Km. 39 Martapura, Kab. Banjar, Kalimantan Selatan. Dengan julukan “Kodim 1006/ Banjar” dan baret hijau, satuan ini berperan sebagai pasukan teritorial, menyiapkan wilayah pertahanan di darat, dan menjaga keamanan wilayah Kota Banjar. Letkol Kav. Zulkifer Sembiring, S.E., saat ini menjabat sebagai Komandan. Organisasi Kodim terstruktur dengan eselon pimpinan, pembantu pimpinan, pelayanan, dan pelaksana. Susunan organ yang mencakup Kasdim, Pasiintel, Pasiops, Pasipers, Pasilog, Pasiter, Pasiren, Pabung, dan Kapok TUUD, memastikan pelaksanaan tugas dan fungsinya. Lebih lanjut, Kodim 1006/Banjar membawahi beberapa Komando Rayon Militer dan Unit Intel.
Bab 6 | Pandangan Komandan Satuan Jajaran Korem 101/Antasari 93 Sejarah Kodim ini dimulai dengan pembentukan PDM “211” Sub Ter Res Inf. 21 pada tahun 1955 di Martapura di bawah pimpinan Lettu Inf. H. M. Noor. Status Kodim 1006/Banjar diberikan pada 7 April 1960, membawahi 11 BODM (Buterpra) saat berdiri. Berdasarkan Surat Keputusan Panglima Komando Daerah Militer X/Lambungmangkurat, Kodim 1006/Banjar menjadi salah satu dari delapan Kodim yang ada pada saat itu. Pada tanggal 3 Januari 1985, Kodim ini beralih status menjadi organik Korem 101/Antasari, dengan tugas membawahi wilayah Kab. Banjar dan Kota Banjarbaru. Perubahan nama dari Kodim 1006/Martapura menjadi Kodim 1006/Banjar disahkan pada tanggal 16 Juni 2021. Dengan sejarah yang panjang, Kodim 1006/Banjar terus berperan dalam menjaga keamanan dan kesiapan pertahanan wilayah di bawah Korem 101/Antasari. 2. Pandangan Komandan Komando Distrik Militer 1006/ Banjar Kepemimpinan Danrem 101/Antasari tercermin “sebagai kepemimpinan transformatif yang memberikan keleluasaan dan dorongan kepada para Dandim di bawahnya. Danrem memberikan kepercayaan kepada bawahan untuk mengelola wilayahnya masing-masing, memberikan motivasi bahwa mereka mampu dan dapat berkarya dengan baik. Dorongan dan kepercayaan ini memengaruhi langkah-langkah para Dandim dalam mengambil keputusan di wilayahnya, menciptakan suasana di mana bawahan tidak ragu-ragu dan yakin bahwa Danrem akan mendukung mereka. Pendekatan kepemimpinan yang mengayomi dan memberikan motivasi ini mencerminkan kualitas kepemimpinan transformatif yang memotivasi bawahan untuk berprestasi.” Dalam pengembangan keterampilan diri, “Danrem telah memberikan dukungan yang signifikan kepada saya sebagai seorang pemimpin di Kodim. Pendekatan beliau yang bijak dan pemahaman mendalam terhadap fase-fase kepemimpinan, termasuk perannya sebagai Dandim di masa lalu, menjadi landasan yang kuat. Bagi saya pribadi, pengembangan keterampilan kepemimpinan dimulai dari pengalaman awal sebagai komandan peleton hingga mencapai posisi Dandim. Proses ini melibatkan pembelajaran dalam memimpin orang dengan usia dan pengalaman yang beragam di dalam satuan. Danrem
94 Kepemimpinan Transformasional Humanis dan Humble memahami pentingnya adaptasi kepemimpinan terhadap tipikal anggota di wilayah tugas, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk budaya lokal. Dukungan beliau memberikan landasan yang kokoh untuk mengembangkan keterampilan kepemimpinan yang sesuai dengan konteks dan dinamika lingkungan.” Dari pengamatan saya, “kepemimpinan Danrem dalam enam bulan terakhir menunjukkan fokus yang jelas pada memimpin perubahan dalam organisasi, dengan penekanan utama pada kesejahteraan prajurit. Visi beliau terhadap peningkatan kesejahteraan tidak hanya terbatas pada aspek materi, tetapi juga mencakup perhatian mendalam terhadap masalah personal dan moral. Sebagai contoh, ketika menghadapi anggota yang terlibat pelanggaran hukum, Danrem tidak hanya memberikan sanksi, tetapi juga mengadakan dialog pribadi, mencoba memahami akar masalah, dan memberikan dukungan moral. Tindakan ini mencerminkan kepemimpinan yang peduli dan transformatif, di mana perhatian terhadap kesejahteraan individu menjadi fokus utama dalam menciptakan perubahan positif di dalam organisasi.” Dalam pengamatan saya, “Danrem menunjukkan keprihatinan yang mendalam terhadap bawahan, mengembangkan kekuatan dan potensi individu. Sifat tulus dan penerimaan terhadap kesalahan oleh Danrem menciptakan lingkungan yang mendukung untuk pengembangan pribadi dan kepemimpinan yang efektif. Kepemimpinan transformatif beliau memberikan kepercayaan kepada bawahan, memotivasi mereka untuk berprestasi, dan menciptakan ruang untuk konsultasi terbuka. Sikap ini memungkinkan para komandan, seperti Dandim, merasa nyaman dalam melaporkan masalah, mengakui kesalahan, dan mencari solusi tanpa takut terhadap hukuman atau kritik berlebihan.” Dalam pengamatan saya, “Danrem menunjukkan konsistensi dalam mengambil keputusan berlandaskan prinsip moral dan etika. Sikapnya yang terkendali, kurangnya ekspresi emosional yang negatif, dan integritas yang luar biasa mencerminkan kecerdasan emosional dan nilai-nilai agama yang diterapkan dalam pengambilan keputusan. Dengan demikian, keputusan-keputusan yang diambil oleh Danrem mencerminkan komitmen yang kuat terhadap norma-norma moral dan etika, menciptakan dasar yang solid untuk kepemimpinan yang berkelanjutan dan dipercayai.”
Bab 6 | Pandangan Komandan Satuan Jajaran Korem 101/Antasari 95 Danrem, dengan jaringan luas eksternal, “terbukti menjalin hubungan yang erat dengan SKPD terkait, daerah, dan perusahaanperusahaan. Melalui partisipasi aktif dalam Forkopimda, Danrem memberikan dukungan dan saran kepada kepala daerah, menciptakan forum yang efektif untuk menanggapi isu-isu kritis seperti kebakaran hutan dan lahan. Selain itu, Danrem mempromosikan penerimaan prajurit TNI dengan menyebarkan informasi melalui banner, koramil, dan sekolah-sekolah, menunjukkan komunikasi yang efektif dengan masyarakat. Pendekatan komunikatifnya yang alamiah dan inklusif memperkuat hubungan positif dan kerja sama antara TNI dan komunitas lokal.” Danrem terbukti mudah diakses dan responsif dalam komunikasi. “Beliau dapat dihubungi langsung melalui berbagai media, termasuk telepon dan pesan instan. Keterbukaan ini tidak hanya terbatas pada staf di tingkat atas, tetapi mencakup semua level, menciptakan lingkungan yang mendukung pertukaran informasi yang efisien di seluruh organisasi.” Danrem tidak hanya menghadapi tantangan tetapi juga melibatkan stafnya secara aktif dalam mengambil keputusan strategis. “Dalam situasi sulit, beliau memastikan kolaborasi dengan kepala daerah dan mitra kerja, mengatasi perbedaan tipikal kepala daerah, dan menjaga komunikasi yang efektif. Dalam konteks ini, Danrem tidak hanya menjadi pemimpin tetapi juga fasilitator kolaborasi yang memungkinkan pertukaran gagasan dan solusi di semua tingkatan. Informasi terkini disampaikan kepada seluruh prajurit, menciptakan transparansi yang mendukung visi bersama dan penyelesaian masalah kolektif.” Danrem 101/Antasari membawa inspirasi melalui kepemimpinan transformatif yang humanis dan humble, sehingga memberikan kepercayaan, motivasi, dan keleluasaan kepada para Dandim di bawahnya. Kepemimpinan dengan gaya pendekatan yang inklusif terhadap pengembangan keterampilan diri dan fokus pada kesejahteraan prajurit menciptakan lingkungan di mana bawahan merasa didukung dan termotivasi untuk berprestasi. Keputusan-keputusan Danrem 101/ Antasari yang berlandaskan pada prinsip moral dan etika, konsistensi dalam perhatian terhadap bawahan, dan kemampuan dalam menjalin hubungan yang erat dengan eksternal menjadi inspirasi bagi seluruh organisasi. Dengan gaya kepemimpinan yang mudah diakses, responsif,
96 Kepemimpinan Transformasional Humanis dan Humble dan keterlibatan aktif dalam pengambilan keputusan, Danrem menciptakan pondasi kuat untuk kepemimpinan yang berkelanjutan dan diapresiasi di semua tingkatan. Berikut ini gambar yang mencerminkan semangat dan dedikasi untuk mengikuti jejak kepemimpinan yang terinspirasi dari Danrem 101/Antasari. Gambar 6.11 Kebersamaan dengan Masyarakat (Sumber: Bagian Penerangan Kodim 1006/Banjar, 2023) Gambar 6.12 Kebersamaan dengan Masyarakat (Sumber: Bagian Penerangan Kodim 1006/Banjar, 2023)
Bab 6 | Pandangan Komandan Satuan Jajaran Korem 101/Antasari 97 G. Komando Distrik Militer 1007/Banjarmasin “Kepemimpinan Danrem 101/Antasari mencerminkan kualitas tinggi, proporsionalitas, dan komitmen mendalam dalam memajukan dan membina pengembangan prajurit” Letkol Inf. Arman Aris Sallo, S.I.P. 1. Gambaran Umum Komando Distrik Militer 1007/ Banjarmasin Kodim 1007/Banjarmasin, yang didirikan pada 12 Maret 1962, merupakan satuan pelaksana di bawah Korem 101/Antasari, Kodam VI/ Mulawarman. Kodim ini, dengan moto “Kayuh Baimbai Waja Sampai Kaputing” dan baret hijau, bertujuan menyelenggarakan pembinaan kemampuan, kekuatan, dan gelar kekuatan, serta pembinaan teritorial di wilayah Kota Banjarmasin. Markas Kodim terletak di Jl. S. Parman No. 5, Kel. Pasar Lama, Kec. Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Kolonel Inf. Arman Aris Sallo, S.I.P., menjabat sebagai Komandan saat ini. Kodim 1007/Banjarmasin memiliki tipe unit Kodim Type A dan berperan dalam menyiapkan wilayah pertahanan di darat serta menjaga keamanan wilayah Kota Banjarmasin. Struktur organisasi Kodim 1007/Banjarmasin terdiri dari Dandim dan beberapa staf, seperti Kasdim, Pasiintel, Pasiops, Pasipers, Pasilog, Pasiter, Pasiren, serta beberapa Danramil di setiap kecamatan Kota Banjarmasin. Saat ini, Kodim ini memiliki 11 Koramil yang tersebar di berbagai kecamatan, seperti Banjarmasin Timur, Banjarmasin Selatan, Banjarmasin Barat, dan Banjarmasin Utara. Sejarah Kodim ini dimulai pada 12 Maret 1962, saat Letnan Kolonel Inf. Rachmat diangkat sebagai Dandim pertama yang memimpin 4 Koramil di Kota Banjarmasin. Pada tanggal 29 Agustus 1990, Kodim 1007/Banjarmasin dipindahkan ke Jl. S. Parman No. 5, Banjarmasin, menempati kantor Eks Kologdam X/Lambung Mangkurat di bawah kepemimpinan Letkol Inf. Ali Bin Salim. Diresmikan oleh Pangdam X/Lambung Mangkurat, Kodim 1007/Banjarmasin terus berkembang dan berkontribusi dalam mendukung tugas pokok Korem 101/Antasari, memastikan keamanan wilayah Kota Banjarmasin, dan melaksanakan pembinaan teritorial sesuai dengan moto yang diusung.
98 Kepemimpinan Transformasional Humanis dan Humble 2. Pandangan Komandan Komando Distrik Militer 1007/ Banjarmasin Dalam memimpin “Pak Danrem menunjukkan mutu kepemimpinan yang sangat baik, mengaplikasikan pengalaman lintas sektor Angkatan Darat dengan profesionalisme dan proporsionalitas. Beliau secara aktif membina dan mendukung pengembangan prajurit, termasuk dalam bidang pendidikan, serta mengevaluasi dan meminimalisir kekurangan yang ada. Kesempatan untuk belajar dari beliau merupakan pengalaman yang berharga bagi anggota TNI di bawah kepemimpinannya”. Dalam upaya mengembangkan keterampilan diri dan anggota, “saya sebagai seorang komandan, menaruh perhatian khusus pada kemajuan teknologi, terutama dalam bidang IT. Saya melihat pentingnya memahami dan menguasai teknologi ini untuk kemudahan pelaksanaan tugas. Sebagai agen perubahan, tugas saya tidak hanya memberikan perintah, tetapi juga mencari solusi yang dapat diterapkan di satuan. Dalam hal ini, pelatihan dan pengembangan menjadi kunci utama. Saya menginisiasi program-program seperti pembekalan bagi prajurit yang akan pensiun, memberikan keterampilan dan pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Saya juga aktif belajar dari anggota yang memiliki keterampilan lebih, menciptakan lingkungan yang saling mendukung dalam pengembangan diri. Pendekatan terstruktur dan inisiatif pribadi menjadi bagian integral dalam memajukan diri dan satuan secara bersamaan”. Memimpin perubahan dalam suatu organisasi merupakan tugas yang melibatkan komitmen mendalam dan langkah-langkah konkret. Sebagai seorang komandan “saya percaya bahwa perubahan tidak hanya terjadi melalui perintah-perintah, tetapi melalui keterlibatan aktif dalam memahami kebutuhan anggota di bawah kepemimpinan. Salah satu contoh perubahan yang telah saya terapkan adalah pemotongan birokrasi, di mana saya bertindak sebagai agen perubahan untuk mempercepat dan menyederhanakan proses dalam satuan. Pentingnya mendengarkan dan merespons langsung terhadap kebutuhan anggota, seperti dalam hal pembiayaan pendidikan, menjadi strategi untuk menciptakan perubahan yang berarti dan memberikan dampak positif secara menyeluruh dalam organisasi.”
Bab 6 | Pandangan Komandan Satuan Jajaran Korem 101/Antasari 99 Komandan Korem 101/Antasari yang penuh keprihatinan dan tulus telah membentuk fondasi kepemimpinan yang kuat. “Beliau secara aktif mengembangkan kekuatan diri saya sebagai seorang pemimpin melalui interaksi yang mendalam dengan anggota satuan. Keterbukaan dan kemauan untuk mengakui kesalahan, seperti yang diutarakan dalam kata-kata komandan, menciptakan lingkungan di mana anggota merasa dihargai dan termotivasi untuk berkontribusi secara maksimal. Sistem pengambilan tanggung jawab dan pengarahan rutin yang diimplementasikan oleh komandan juga mencerminkan pendekatan yang transparan dan berorientasi pada pembinaan, memperkuat hubungan antara pemimpin dan bawahan dalam mencapai tujuan bersama.” Danrem, dengan kebijakan proaktifnya, “memastikan bahwa para anggota di bawah komandonya memiliki jaringan luas dengan dukungan eksternal yang memperkaya pengalaman dan pengetahuan mereka. Beliau secara sistematis mempromosikan pekerjaan dan peluang pendidikan melalui kampanye dan interaksi langsung dengan masyarakat. Dalam mengelola kenaikan pangkat dan program-program lainnya, komunikasi efektif dengan masyarakat menjadi prioritas, membangun kepercayaan diri dan mendukung integrasi yang harmonis antara TNI dan lingkungannya. Komitmen untuk terlibat aktif dalam kehidupan masyarakat, seperti kunjungan malam ke berbagai lokasi, membuka saluran komunikasi yang terbuka dan memperkuat keterlibatan antara TNI dan komponen masyarakat.” Dalam mengambil keputusan, “Danrem 101/Antasari melibatkan stafnya dan secara cermat mempertimbangkan strategi yang dapat dipahami oleh masyarakat. Contohnya, dalam menangani kasus konflik di Madura, beliau menggunakan pendekatan strategis dengan membangun hubungan positif dengan ulama dan masyarakat setempat. Sikap tegas dan kemampuan dalam pengambilan keputusan yang dipelajari, terutama saat mengikuti pelatihan di Sesko TNI Angkatan Darat, membuktikan bahwa Danrem memiliki keterampilan analisis yang mendalam. Danrem juga menekankan pentingnya proporsionalitas dalam menanggapi berita media dan berperan aktif dalam memastikan informasi yang diberikan kepada seluruh prajuritnya tetap akurat dan relevan.”
100 Kepemimpinan Transformasional Humanis dan Humble Danrem 101/Antasari, mengemban kepemimpinan dengan mutu yang sangat baik, menggabungkan pengalaman lintas sektor Angkatan Darat dengan profesionalisme dan proporsionalitas. Dukungan terhadap pengembangan prajurit, inisiatif dalam mengadopsi teknologi, dan komitmen terhadap perubahan yang inklusif menjadi inspirasi bagi bawahan. Dalam mengelola perubahan, Danrem 101/Antasari tidak hanya memberikan perintah, tetapi juga terlibat aktif dalam memahami dan merespons langsung kebutuhan anggota, menciptakan fondasi kuat untuk pertumbuhan bersama. Keterbukaan, keprihatinan, dan kebijakan proaktif dalam membangun jaringan luas dengan dukungan eksternal mencerminkan kepemimpinan yang holistik dan humanis. Dengan keputusan strategis dan komunikasi efektif, Danrem 101/ Antasari dapat membentuk lingkungan yang mendukung, memotivasi, dan menginspirasi para prajurit di bawahnya untuk menghadapi tantangan dan meraih kesuksesan. Hal ini tercermin dari gambar yang ada dibawah ini. Gambar 6.13 Keterlibatan TNI dalam Kegiatan di Masyarakat (Sumber: Bagian Penerangan Kodim 1007/Banjarmasin, 2023)
Bab 6 | Pandangan Komandan Satuan Jajaran Korem 101/Antasari 101 Gambar 6.14 Kebersamaan dengan Masyarakat (Sumber: Bagian Penerangan Kodim 1007/Banjarmasin, 2023) H. Komando Distrik Militer 1008/Tabalong “Kepemimpinan Danrem 101/Antasari baik, peduli pada kesejahteraan prajurit, dan aktif membantu mengatasi kesulitan anggota” Letkol Czi Catur Witanto 1. Gambaran Umum Komando Distrik Militer 1008/Tabalong Kodim 1008/Tabalong berdiri pada tahun 1966 sebagai bagian dari Korem 101/Antasari, dengan markas di Jl. Jaksa Agung Suprapto No. 81 Tanjung, Kabupaten Tabalong. Letkol Czi Catur Witanto, S.I.P., M.Si., M.Tr(Han) saat ini memimpin Kodim ini, yang memiliki tipe unit Kodim Type B. Awal mula pembentukan Kodim 1008/Tabalong berasal dari wilayah sebagian Kodim 1001/Amuntai. Pada periode 1960-1970, daerah Tabalong menjadi satu daerah operasi pertahanan. Setelah peristiwa G 30 S/PKI, terbentuk Komando Distrik Pertahanan Tabalong pada tahun 1965, dan pada awal tahun 1966, Kodim 1008/Tabalong diresmikan dengan pejabat sementara Mayor Inf. Yanto Pramono dan Kasdimnya Kapten Inf. Suyono Daud Effendi. Pada tahun 1967, Kodim 1008 sementara dibubarkan, tetapi kemudian dibentuk kembali pada tahun 1969. Sejak tanggal 2 Mei 1971, secara resmi Kodim 1008/Tabalong terbentuk dengan Mayor Inf. Thoyinan sebagai Dandim pertama. Sebutan satuan lebih dikenal
102 Kepemimpinan Transformasional Humanis dan Humble dengan “Kodim 1008/Tabalong.” Bangunan kantor Kodim mulai periode persiapan tahun 1966 berlokasi di komplek Rumah Sakit Umum Tanjung. Namun, sejak tahun 1982, Kodim 1008/Tabalong menempati bangunan kantor baru di Jalan Jaksa Agung Suprapto hingga saat ini. Dengan tugas membantu satuan atas Korem 101/Antasari, Kodim 1008/Tabalong memiliki enam Koramil, yaitu Muara Uya, Haruai, Tanjung, Tanta, Kalua, dan Banua Lawas. Dalam menjalankan peranannya, Kodim ini terus berkontribusi untuk menjaga keamanan dan mendukung pembangunan di wilayahnya, dipimpin oleh Letkol Czi Catur Witanto, S.I.P., M.Si., M.Tr(Han). 2. Pandangan Komandan Komando Distrik Militer 1008/ Tabalong Kualitas kepemimpinan Danrem 101/Antasari dapat dijelaskan bahwa beliau “menunjukkan kepemimpinan yang berkualitas. Beliau menekankan pentingnya pelaksanaan tugas dengan ikhlas, bersyukur, dan tulus sesuai dengan instruksi, serta menonjolkan kepedulian terhadap kesejahteraan prajurit. Gaya kepemimpinannya yang aktif, sering turun ke lapangan, dan berkomunikasi dengan prajurit mencerminkan keterlibatan langsung dalam memahami dan menyelesaikan permasalahan di lapangan.” Dalam pengembangan keterampilan kepemimpin pribadi “saya dapat fokus pada aspek ketahanan pangan sebagai strategi utama. Saya memanfaatkan lahan-lahan Kodim untuk kegiatan pertanian hortikultura yang tidak hanya bertujuan memberdayakan anggota TNI tetapi juga berkontribusi dalam mengendalikan inflasi. Pendekatan terpadu dengan melibatkan masyarakat dalam program ini mencerminkan komitmen saya terhadap pembangunan yang holistik dan berkelanjutan.” Dalam upaya membuat perubahan dalam organisasi “kepemimpinan Pak Danrem menonjolkan pentingnya pembelajaran kontinu dan adaptasi terhadap perkembangan situasi. Beliau mendorong literasi digital di kalangan prajurit sebagai upaya untuk menjaga relevansi dalam era teknologi yang terus berkembang. Selain itu, dalam mengelola wilayah, Pak Danrem mempromosikan pendekatan terpadu dengan pemerintah daerah dan kecamatan, memanfaatkan teknologi secara efektif. Dengan
Bab 6 | Pandangan Komandan Satuan Jajaran Korem 101/Antasari 103 fokus pada ketahanan pangan, beliau juga memberikan perintah kepada anggota TNI untuk aktif terlibat dalam inisiatif pertanian terpadu, termasuk melibatkan masyarakat, sebagai strategi responsif terhadap perubahan lingkungan. Pendekatan ini mencerminkan komitmen beliau untuk memimpin perubahan organisasi dengan mengintegrasikan inovasi dan kebijakan yang sesuai dengan tuntutan zaman. Dalam kepemimpinan Danrem 101/Antasari “terlihat perhatian dan ketulusan beliau terhadap kebutuhan individu, memberikan kepercayaan dan keleluasaan untuk pengembangan diri, serta menciptakan lingkungan di mana mengakui kesalahan dianggap sebagai bagian dari pertumbuhan. Sikap tulus dan tidak otoriter beliau tercermin dalam dukungan terhadap perizinan dan dorongan untuk mengejar pendidikan tinggi. Komunikasi yang mudah diakses, baik melalui pesan singkat maupun telepon, menciptakan hubungan erat antara atasan dan bawahan, menggambarkan komitmen beliau terhadap perkembangan personal dan profesional anggota’ Dalam menjalankan tugasnya, “Komandan Korem 101/Antasari secara proaktif mempromosikan rekrutmen TNI ke masyarakat melalui program kampanye kreatif yang melibatkan berbagai jalur, seperti sekolah-sekolah dan pesantren. Fokusnya adalah menekankan bahwa seleksi prajurit dilakukan secara adil tanpa keterlibatan uang. Selain itu, beliau menjalankan arahan Komandan Korem untuk menjaga sinergi dengan perusahaan dan SKPD di sekitar, membangun kemitraan positif, dan mendukung kegiatan kemasyarakatan. Melalui komunikasi efektif dengan pihak eksternal, termasuk diskusi dan studi, tercipta kolaborasi yang berkelanjutan untuk pembangunan Kabupaten Tabalong. Meskipun belum dihadapkan pada situasi sulit, hubungan yang baik dengan Komandan Korem memungkinkan penanganan situasi secara efisien dan efektif, mencerminkan kemampuan Komandan Kodim dalam membangun jaringan luas, mempromosikan pekerjaan TNI ke masyarakat, serta berkomunikasi efektif dengan pihak eksternal.” Selama bertugas sebagai Danrem 101/Antasari “Dalam halhal yang khusus, seperti pemilu serentak, kebijakan dari komando atas, atau masalah yang bersifat urgent, beliau memastikan untuk berkomunikasi dan berkoordinasi dengan komando atas. Meskipun belum mengalami situasi sulit secara langsung, beliau menegaskan kesiapan untuk bertindak cepat jika diperlukan. Dalam memandang
104 Kepemimpinan Transformasional Humanis dan Humble ketegasan Komandan Korem, beliau menggambarkan sikap yang tegas terhadap pelanggaran, di mana anggota yang melanggar akan diproses secara hukum. Proses hukum diterapkan dengan tegas terutama dalam kasus pelanggaran serius seperti berkelahi antarinstansi, dengan fokus pada menjaga sinergi, menghindari konflik, dan memberikan efek jera terhadap prajurit yang melanggar aturan, termasuk terkait narkoba. Mekanisme ini tidak hanya menciptakan kedisiplinan internal tetapi juga berperan dalam menjaga hubungan harmonis antara TNI dan masyarakat.” Kepemimpinan Danrem 101/Antasari memberikan gambaran sosok pemimpin yang berkualitas dengan ciri-ciri kepemimpinan aktif, terlibat langsung, dan penuh perhatian terhadap kesejahteraan prajurit. Komitmen beliau terhadap pembangunan yang holistik dan berkelanjutan tercermin dalam pendekatan terpadu, termasuk memanfaatkan lahanlahan Kodim untuk kegiatan pertanian hortikultura yang berkontribusi pada pengendalian inflasi. Kepemimpinan yang menonjolkan pembelajaran berkelanjutan, adaptasi terhadap perkembangan teknologi, dan integrasi inovasi dalam mengelola wilayah. Sikap tulus, memberikan kepercayaan dan keleluasaan untuk pengembangan diri prajurit, menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan personal dan profesional. Kepemimpinan Danrem 101/Antasari yang humanis dan humble dapat membangun kolaborasi berkelanjutan untuk pembangunan daerah dan juga dapat menjaga hubungan harmonis antara TNI dan masyarakat. Oleh karena itu, kualitas kepemimpinan Danrem 101/Antasari dapat menjadi inspirasi bagi para Dandim yang ada untuk menerapkan nilai-nilai ini dalam tugas dan tanggung jawab mereka, sebagaimana tercermin dalam gambar dibawah ini.
Bab 6 | Pandangan Komandan Satuan Jajaran Korem 101/Antasari 105 Gambar 6.15 Kebersamaan dengan Masyarakat (Sumber: Bagian Penerangan Kodim 1008/Tabalong, 2023) Gambar 6.16 Keterlibatan TNI dalam Kegiatan di Masyarakat (Sumber: Bagian Penerangan Kodim 1008/Tabalong, 2023)
106 Kepemimpinan Transformasional Humanis dan Humble I. Komando Distrik Militer 1009/Tanah Laut Kepemimpinan Danrem 101/Antasari mencerminkan arahan, bimbingan, dan pengajaran yang memandu prajurit menuju kesejahteraan, integritas moral, dan kontribusi positif terhadap masyarakat. Letkol Inf.Indar Irawan, S.E., M.Han. 1. Gambaran Umum Komando Distrik Militer 1009/Tanah Laut Kodim 1009/Tanah Laut, didirikan pada 24 Mei 1971 di Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, sebagai satuan teritorial di bawah Korem 101/Antasari. Letkol Inf. Indar Irawan, S.E., M.Han. menjabat sebagai Komandan saat ini. Dengan moto dan julukan yang belum diidentifikasi, Kodim ini berperan dalam pembinaan teritorial. Satuan ini memiliki markas di Jl. Akhmad Yani, Kelurahan Angsau, Kecamatan Pelaihari, dan bernaung di bawah Korem 101/Antasari. Kodim ini terbagi menjadi enam Koramil, yaitu Koramil 1009-01/Jorong, Koramil 1009-02/Pelaihari, Koramil 1009-03/Bati-Bati, Koramil 1009- 04/Takisung, Koramil 1009-05/Kurau, dan Koramil 1009-06/Kintap. Sejarah pembentukan Kodim 1009/Tanah Laut berkaitan dengan pertimbangan ancaman yang memerlukan peningkatan organisasi di tubuh Angkatan Darat, khususnya dalam keteritorialan wilayah Tanah Laut yang rawan terhadap kemungkinan pendaratan unsur yang bertentangan dengan pemerintah. Sejak resmi berdiri pada 24 Mei 1971, Kodim 1009/Tanah Laut telah mengalami beberapa pergantian pimpinan. Dengan wilayah tanggung jawab seluas 3.631,35 km² dan populasi sekitar 340.000 jiwa, Kodim ini memiliki tugas pokok sebagai pembina teritorial dengan wewenang komando. Sejak tahun 2021, Kodim 1009/Pelaihari mengubah namanya menjadi Kodim 1009/Tanah Laut, mengikuti keputusan Pangdam VI/Mlw Nomor Kep/151/VI/2021. Hingga saat ini, Kodim 1009/Tanah Laut terus berperan aktif dalam menjaga keamanan dan mendukung pembangunan di wilayahnya, di bawah kepemimpinan Letkol Inf. Indar Irawan, S.E., M.Han.
Bab 6 | Pandangan Komandan Satuan Jajaran Korem 101/Antasari 107 2. Pandangan Komandan Komando Distrik Militer 1009/Tanah Laut Mutu kepemimpinan Danrem 101/Antasari “tercermin dalam antusiasme dan dedikasinya terhadap patriotisme serta nilai-nilai kekeluargaan. Beliau menunjukkan keantusiasan yang tinggi dalam setiap kegiatan, berusaha menciptakan kesan maksimal tanpa memberatkan orang lain. Patriotisme menurut beliau lebih ditekankan pada nilainilai kekeluargaan dan perjuangan, mencerminkan kepemimpinan yang bijaksana. Meskipun belum sempat mengunjungi beberapa Kodim, beliau tetap terlibat secara aktif dalam berbagai kegiatan, seperti ketahanan pangan dan penanaman mangrove. Dalam mencapai tujuan Korem ke Kodim, Danrem 101/Antasari melakukan pemantauan secara langsung dan berkomunikasi langsung dengan Dandim, menunjukkan tingkat kepercayaan yang tinggi kepada unsur bawahannya. Gaya komunikasinya yang kekeluargaan menciptakan atmosfer personal dan erat, di mana beliau lebih mengedepankan hubungan yang bersifat kebapakan daripada sebagai seorang Danrem. Dalam interaksi offline, Danrem 101/Antasari tetap mempertahankan kehangatan dan keakraban, fokus pada aspek kekeluargaan, dan menjaga hubungan yang terbuka dengan anggota.” Dalam mengembangkan keterampilan kepemimpinan di Kodim, Danrem 101/Antasari “menekankan dukungan terhadap kesejahteraan prajurit, mendorong eksplorasi keterampilan mereka, seperti UMKM dan pertanian. Selain itu, terdapat program-program nominal, seperti pelatihan dari PT Tri Venu, yang berkontribusi pada kesejahteraan prajurit biasa. Terkait keterampilan kepemimpinan, Danrem percaya pada fleksibilitas anggota TNI, dengan contoh kegiatan kemanusiaan seperti pemadaman kebakaran hutan. Meskipun ada keraguan, prajurit tetap mentaati perintah dengan rela, menekankan pentingnya ketaatan untuk mendapatkan pahala spiritual. Pendekatan Danrem tersebut menegaskan komitmen terhadap pelayanan publik dan membangun kepercayaan dengan masyarakat.” Dalam kepemimpinan dan pengelolaan perubahan di organisasi. Danrem 101/Antasari menunjukkan pendekatan yang terbuka dan responsif terhadap dinamika lapangan. Beliau cenderung memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada para Dandim dan Danyon, mengizinkan
108 Kepemimpinan Transformasional Humanis dan Humble mereka mengambil alih tanggung jawab lapangan dengan otonomi yang lebih besar. Interaksi dan kepemimpinan beliau menunjukkan perubahan dalam cara berkomunikasi dan mengelola tim, terutama dalam memahami dan menyesuaikan gaya kepemimpinan tergantung pada karakteristik individu dan situasi yang berbeda. Lebih jauh, fokus beliau pada kesejahteraan anggota terlihat dalam kebijakan cuti yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan mereka, menciptakan lingkungan kerja yang memprioritaskan keseimbangan hidup. Pendekatan bijaksana dan kesediaan untuk beradaptasi dalam mencapai efektivitas organisasi melalui kebijakan dan keputusan yang diambil oleh Danrem. Danrem 101/Antasari “menunjukkan keprihatinan yang mendalam terhadap kesejahteraan dan hubungan personal prajurit di bawah komandonya. Melalui interaksinya yang bijaksana, beliau mengembangkan kekuatan individu dengan memberikan otonomi kepada Dandim dan Danyon, membangun hubungan yang tulus dengan bawahan. Sikap terbuka dan humanis beliau terlihat dalam penanganan masalah, di mana prajurit merasa nyaman melaporkan kesalahan dan mencari solusi bersama. Pendekatan ini menciptakan lingkungan di mana prajurit merasa dihargai, didengar, dan termotivasi untuk berkontribusi maksimal.” Danrem 101/Antasari, “menunjukkan kebijaksanaan dan komitmen dalam pengambilan keputusan berdasarkan prinsip moral dan etika yang tinggi. Beliau memberikan contoh konkret dalam menentukan prioritas, dengan mengutamakan kesejahteraan prajurit dan masyarakat sekitar. Keputusan tersebut tidak hanya didasarkan pada rasa kasihan, tetapi juga pada perhatian mendalam terhadap kondisi rumah prajurit. Dalam konteks ini, program bedah rumah menjadi salah satu wujud nyata kepedulian Danrem terhadap kesejahteraan anggota dan masyarakat. Selain itu, beliau memastikan bahwa program-program tersebut tidak hanya menangani masalah fisik, tetapi juga mencakup aspek-aspek lain seperti peran dinas sosial, lingkungan, dan keberlanjutan. Pendekatan ini mencerminkan integritas moral dan tanggung jawab sosial Danrem dalam memastikan kesejahteraan prajurit dan masyarakat yang menjadi tanggung jawabnya.” Danrem 101/Antasari dalam menjalankan tugasnya, “telah menunjukkan kemampuan untuk membangun hubungan yang baik
Bab 6 | Pandangan Komandan Satuan Jajaran Korem 101/Antasari 109 dengan pihak eksternal, terutama dengan SKPD terkait dan investor. Hubungan yang baik ini tercermin dalam keterlibatan aktif Danrem dalam kegiatan gotong royong dan dukungan terhadap inisiatif masyarakat, seperti program bedah rumah dan kegiatan tanggap darurat. Dalam konteks ini, Danrem tidak hanya mengandalkan kerja sama formal, tetapi juga membangun komunikasi yang efektif dengan masyarakat, menjadikan dirinya sebagai bagian integral dari kehidupan masyarakat. Selain itu, pendekatan proaktifnya dalam menyampaikan program-program yang bermanfaat untuk rakyat, seperti lowongan pekerjaan, memberikan dampak positif terhadap kepercayaan masyarakat. Dengan demikian, melalui jaringan yang luas dan komunikasi efektif, Danrem memastikan kontribusi positifnya terhadap kesejahteraan dan keberlanjutan masyarakat yang menjadi tanggung jawabnya.” Danrem 101/Antasari memiliki “kemudahan dalam berkomunikasi dengan berbagai instansi dan staf di semua tingkatan. Kemampuan untuk dihubungi secara langsung memudahkan aksesibilitas staf di semua level, memastikan komunikasi yang efektif dan efisien. Pendekatan ini memungkinkan Danrem untuk tetap terhubung dengan berbagai perkembangan, termasuk yang bersifat urgent, sehingga memfasilitasi pertukaran informasi yang cepat dan akurat. Dengan demikian, kemudahan akses dan komunikasi langsung menjadi salah satu aspek kunci dari kepemimpinan Danrem yang efektif.” Danrem menunjukkan “praktik kepemimpinan yang inklusif dengan melibatkan staf dalam pengambilan keputusan, seperti dalam penentuan anggota yang akan mengikuti berbagai jenis tes dan pembuatan keputusan strategis yang dapat berdampak luas. Pendekatan ini mencerminkan keterlibatan aktif seluruh jajaran prajurit, memastikan partisipasi yang merata dalam proses pengambilan keputusan. Selain itu, kebijakan transparan Danrem dalam memberikan informasi kepada seluruh prajuritnya juga memberikan pemahaman yang lebih luas tentang konteks dan arah yang diambil oleh pimpinan, menciptakan lingkungan kerja yang terinformasi dan terlibat.” Danrem 101/Antasari menginspirasi melalui kepemimpinan yang mencerminkan antusiasme, dedikasi, dan nilai-nilai kekeluargaan. Dalam setiap tindakan, beliau menunjukkan patriotisme yang terfokus pada kekeluargaan dan perjuangan, menciptakan atmosfer personal
110 Kepemimpinan Transformasional Humanis dan Humble dan erat dengan bawahannya. Keterlibatan aktif dan kepercayaan tinggi terhadap unsur bawahannya menjadi landasan bagi kesuksesan kepemimpinan Danrem. Begitu juga terkait dengan pengembangan keterampilan kepemimpinan, Danrem 101/Antasari memberikan dukungan untuk kesejahteraan prajurit dan mendorong eksplorasi keterampilan seperti UMKM dan pertanian. Pendekatan bijaksana dan responsif dalam mengelola perubahan menunjukkan adaptasi terhadap dinamika lapangan, dengan memberikan otonomi kepada Dandim dan Danyon. Keputusan moral dan etika tinggi beliau dalam pengambilan keputusan membuktikan integritas dan tanggung jawab sosial, terutama dalam program-program yang mencakup aspek sosial, lingkungan, dan keberlanjutan. Dengan kemampuannya membangun hubungan baik dengan pihak eksternal dan komunikasi yang efektif, Danrem menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat. Melalui kemudahan berkomunikasi, kepemimpinan inklusif, dan kebijakan transparan, Danrem memastikan partisipasi merata dan lingkungan kerja yang terinformasi. Dengan demikian, Danrem 101/Antasari memberikan inspirasi bagi mereka untuk mengikuti jejak kepemimpinan yang efektif dan berdaya dorong, sebagaimana tergambar dalam fotofoto selanjutnya. Gambar 6.17 Kebersamaan TNI dalam Kegiatan di Masyarakat (Sumber: Bagian Penerangan Kodim 1009/Tanah Laut, 2023)
Bab 6 | Pandangan Komandan Satuan Jajaran Korem 101/Antasari 111 Gambar 6.18 Kebersamaan TNI dalam Kegiatan di Masyarakat (Sumber: Bagian Penerangan Kodim 1009/Tanah Laut, 2023) J. Komando Distrik Militer 1010/Tapin “Kepemimpinan Danrem 101/Antasari Demokratis dan Welcome” Letkol Arh. Pryoni Palebangan, S.I.P. 1. Gambaran Umum Komando Distrik Militer 1010/Tapin Kodim 1010/Tapin berdiri pada 17 April 1979 dan merupakan bagian dari Korem 101/Antasari, dengan markas di Jl. Brigjen H. Hasan Basri Rantau. Saat ini, Kodim dipimpin oleh Letkol Arh. Pryoni Palebangan, S.I.P. Dengan baret berwarna Ekapaksi, Kodim 1010/Tapin memiliki peran sebagai satuan kewilayahan di Kabupaten Tapin. Organisasi Kodim terstruktur dengan eselon pimpinan yang melibatkan Dandim, eselon pembantu pimpinan seperti Kasdim, Pasiintel, Pasiops, Pasipers, Pasilog, dan Pasiter, serta eselon pelayanan Kapoktuud. Di tingkat pelaksana, terdapat Danunitinteldim dan Danramil. Sejarah Kodim 1010/Tapin bermula dari latar belakang pembentukan Kewedanan di Tapin setelah penyerahan kedaulatan pada tahun 1949. Pada tahun 1958, terjadi pemekaran kecamatan, dan pada 1966, dibentuk Kecamatan Binuang. Perkembangan teritorial di lingkungan TNI-AD pun mengikuti, dan pada periode 1970-1978, tiga Puterpra
112 Kepemimpinan Transformasional Humanis dan Humble berkembang menjadi enam Koramil di bawah koordinasi Sub-Kodim Tapin. Peresmian berdirinya Kodim 1010/Tapin diputuskan berdasarkan Surat Keputusan Kasad Nomor Skep/297/V/1979, dengan enam Koramil yang mencakup seluruh wilayah hukum Kabupaten Tapin. Pada tanggal 17 April 1979, peresmiannya dilakukan oleh Pangdam X/Lambung Mangkurat Brigjen TNI Mistar Tjokrokusumo, dengan pejabat sementara pelaksana tugas harian Dandim Mayor Inf. Suseno K, Nrp. 20770. Sebagai satuan kewilayahan yang membawahi Kabupaten Tapin, Kodim 1010/Tapin terus melaksanakan tugasnya untuk menjaga keamanan dan mendukung pembangunan di wilayahnya. 2. Pandangan Komandan Komando Distrik Militer 1010/Tapin Dalam kepemimpinan selama empat bulan terakhir “mutu kepemimpinan Danrem 101/Antasari dapat dijelaskan sebagai demokratis, mencerminkan penerimaan saran dari berbagai pihak, baik dari bawahan maupun sampingan. Kepemimpinan yang memberikan kedewasaan kepada bawahannya, mendorong kreativitas dan pemanfaatan potensi wilayah di satuan Kodim. Perlakuan dan etika penyambutan terhadap pimpinan, terlepas dari kunjungan resmi atau nonresmi, mencerminkan kepercayaan dan dukungan yang diberikan oleh Danrem, yang secara tidak langsung mendukung pengembangan kepemimpinan di satuan Kodim Tapin.” Dalam upaya mengembangkan keterampilan kepemimpinannya, Dandim menekankan prinsip kepemimpinan pribadinya yang berfokus pada kebapakan. Menyadari perbedaan gaya kepemimpinan, ia merasa bahwa menjadi seorang “bapak” bagi anggotanya memungkinkannya untuk lebih dekat dan mudah berkomunikasi, memerintah, dan mengakomodir kebutuhan anggota. Kendati usia anggota di Kodim Tapin umumnya di atas 35 tahun, dengan sebagian besar berusia di atas 40 tahun, Pak Pryoni yang berusia 43 tahun masih aktif mengembangkan keterampilan dan pengetahuannya. Meskipun dihadapkan pada keterbatasan waktu untuk sekolah formal akibat tugas di lapangan, dukungan dari Danrem sangat diapresiasi, dan Pak Pryoni tetap berusaha belajar secara mandiri melalui membaca dan menonton materi online. Kepemimpinan Danrem 101/Antasari, yang telah memimpin selama kurang lebih 5 bulan, “adanya perubahan positif. Gaya
Bab 6 | Pandangan Komandan Satuan Jajaran Korem 101/Antasari 113 kepemimpinan yang lebih bersifat kebapakan dan santai sangat terasa, memunculkan atmosfer yang lebih akrab dan kolaboratif di antara anggota. Meskipun jarang muncul sebagai komandan yang otoriter, Pak Danrem lebih sering terlibat secara pribadi, membangun hubungan yang erat dengan bawahannya. Inspirasi dari gaya kepemimpinan ini membawa dampak positif dalam dinamika organisasi, di mana suasana yang santai dan ramah menggantikan ketegangan yang mungkin timbul dalam situasi militer.” Kepemimpinan Pak Danrem “tergambar sebagai sosok yang tulus dan penuh perhatian terhadap anggota. Contohnya, saat kunjungan beliau ke unit Tapin. Pak Danrem secara santai namun tulus menyampaikan pesan tentang pentingnya perhatian terhadap keluarga anggota. Kepemimpinan beliau yang kebapakan menciptakan lingkungan di mana anggota merasa dihargai dan mendapat dukungan. Selain itu, gaya kepemimpinan santai dan terbuka membuat anggota lebih mudah mengakui kesalahan mereka. Pendekatan ini memberikan suasana kerja yang nyaman dan kolaboratif, di mana setiap masalah dapat diatasi dengan pemikiran yang jernih dan solutif”. Dalam pengambilan keputusan, “Pak Danrem mengedepankan prinsip moral dan etika. Sebagai contoh, dalam penanganan masalah di satuan Tapin, Pak Danrem menunjukkan sikap yang beretika dengan memberikan arahan untuk memanggil dan memberi nasihat tanpa menunjukkan kemarahan. Dalam kasus lain di wilayah Kabupaten Tapin, yang melibatkan Polisi, Pak Danrem juga terlibat dalam penanganan yang mengedepankan moral dan etika. Pendekatan ini mencerminkan komitmen beliau terhadap nilai-nilai moral dan etika dalam kepemimpinan.” Mengenai hubungan dengan pihak eksternal, termasuk perusahaan dan pemerintah daerah, “merupakan bagian dari tugas dan tanggung jawab satuan militer dalam kegiatan pembinaan teritorial. Komunikasi sosial dilakukan melalui undangan ke acara-acara di Kodim, minum kopi bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, dan silaturahmi. Selain itu, Pak Danrem memberikan arahan untuk menjaga hubungan baik dengan pihak eksternal, terutama dalam kerja sama dengan pemerintah daerah. Dalam mempromosikan pendaftaran TNI, Kodim menggunakan berbagai cara, termasuk pemasangan banner, sosialisasi di sekolah, dan undangan ke masyarakat melalui kecamatan. Pak Pryoni
114 Kepemimpinan Transformasional Humanis dan Humble juga mengungkapkan bahwa dalam berkomunikasi dengan masyarakat, ia cenderung menggunakan pendekatan yang santai dan tidak resmi, seperti mengenakan celana pendek saat berinteraksi dengan mereka, yang memberikan kesan yang lebih akrab dan mudah didekati.” Danrem dapat dihubungi secara langsung dan dengan mudah diakses oleh staf di semua level. Komunikasi dengan Danrem tidak memiliki batasan waktu, dan Danrem merespons dengan cepat melalui berbagai saluran, seperti telepon atau pesan WhatsApp. Kemudahan akses ini mencerminkan keterlibatan Danrem dalam proses pengambilan keputusan. Beliau terlibat dalam memberikan arahan, saran, dan petunjuk kepada staf di lapangan, mendengarkan kronologi peristiwa, dan bersama-sama mencari solusi untuk menyelesaikan masalah. Proses ini mencerminkan kolaborasi dan partisipasi aktif Danrem dalam memastikan pengambilan keputusan yang tepat dan efektif di lapangan.” Danrem Antasari 101, dalam mengambil keputusan strategis, melibatkan stafnya dan memberikan informasi kepada seluruh prajurit. Situasi sulit yang memerlukan pengambilan keputusan strategis belum terjadi di wilayahnya. Meskipun demikian, prinsip kepemimpinan Pak Danrem yang tegas dan memiliki jiwa kebapakan tetap terlihat. Danrem memberikan penekanan kepada stafnya untuk menyelesaikan tugas dengan tegas namun disertai dengan candaan ringan, menciptakan suasana kerja yang serius namun tetap bersahabat. Prinsip ini mencerminkan keterlibatan Danrem dalam memotivasi stafnya dan menjaga komunikasi terbuka dengan seluruh prajurit.” Kepemimpinan Danrem 101/Antasari telah menunjukkan mutu kepemimpinan yang demokratis/partisipatif, menerima saran dari berbagai pihak dan memberikan kedewasaan kepada bawahannya. Gaya kepemimpinannya yang bersifat kebapakan dan santai menciptakan suasana kerja yang akrab dan kolaboratif, memotivasi prajurit untuk berkembang dan berkontribusi maksimal. Sehingga dengan pendekatan yang tulus, penuh perhatian, dan beretika dapat menciptakan lingkungan di mana prajurit merasa dihargai dan mendapat dukungan, baik dalam pengembangan keterampilan kepemimpinan pribadi maupun dalam menjalankan tugas di lapangan. Keterlibatan aktif, kemudahan berkomunikasi, dan partisipasi dalam pengambilan keputusan strategis menjadi landasan bagi kepemimpinan yang menginspirasi ini. Sebagai pemimpin yang terbuka terhadap perubahan dan pendekatan
Bab 6 | Pandangan Komandan Satuan Jajaran Korem 101/Antasari 115 adaptif dalam mengatasi dinamika lapangan, Danrem 101/Antasari memberikan teladan positif yang memotivasi untuk melanjutkan jejak kepemimpinan yang efektif dan humanis, sebagaimana tercermin pada gambar dibawah ini. Gambar 6.19 Kebersamaan TNI dalam Kegiatan di Masyarakat (Sumber: Bagian Penerangan Kodim 1010/Tapin, 2023) Gambar 6.20 Kebersamaan TNI dalam Kegiatan di Masyarakat (Sumber: Bagian Penerangan Kodim 1010/Tapin, 2023)
116 Kepemimpinan Transformasional Humanis dan Humble K. Komando Distrik Militer 1022/Tanah Bumbu “Kepemimpinan Danrem 101/Antasari Bijaksana, Tegas, dan Visioner” Letkol Inf. Aldin Hadi, S.H.,M. Tr (Han) 1. Gambaran Umum Komando Distrik Militer 1022/Tanah Bumbu Kodim 1022/Tanah Bumbu, didirikan pada 29 Agustus 2013, merupakan satuan teritorial TNI Angkatan Darat yang berperan sebagai komando pelaksana di bawah Korem 101/Antasari. Markas Kodim ini terletak di Jalan Kodeco Km 4,5 Desa Sarigadung Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Dengan julukan ‘BERSUJUD’ dan baret hijau, Kodim 1022/Tanah Bumbu dipimpin oleh Letkol Inf. Adin Hadi, S.H., M.Tr (Han) per September 2023. Wilayah teritorialnya melibatkan satu kabupaten, yaitu Kabupaten Tanah Bumbu. Kodim 1022/Tanah Bumbu terdiri dari 8 Koramil yang memiliki tanggung jawab di wilayah-wilayah tertentu, antara lain Simpang Empat, Kusan Hilir, Kusan Hulu, Satui, Karang Bintang, Sungai Loban, Angsana, dan Mentewe. Setiap Koramil memiliki alamat dan cakupan wilayahnya masing-masing. Sejarah Kodim 1022/Tanah Bumbu dimulai pada 29 Agustus 2013, saat dibentuk berdasarkan Peraturan Kasad Nomor Perkasad/33/ VIII/2013. Kodim ini secara resmi diresmikan oleh Kasad Jendral TNI Moeldoko, dengan Letkol Inf. Bayu Permana sebagai Dandim pertama. Dengan motto “Tanah Bumbu Bersujud” yang mengandung makna Bersih, Syukur, Jujur, dan Damai, Kodim 1022/Tanah Bumbu menegaskan tekadnya untuk bersinergi dengan segala komponen bangsa dalam pembangunan dan menjaga kedaulatan NKRI. Dengan kehadirannya di tengah masyarakat, Kodim ini berkomitmen untuk berkontribusi positif dalam mendukung pembangunan dan menjaga stabilitas di wilayah Kabupaten Tanah Bumbu. 2. Pandangan Komandan Komando Distrik Militer 1022/Tanah Bumbu Kualitas kepemimpinan Danrem terlihat konsisten dan positif sejak awal kepemimpinannya. “Meskipun saya baru bergabung selama
Bab 6 | Pandangan Komandan Satuan Jajaran Korem 101/Antasari 117 empat bulan, namun dari rekam jejaknya sebelum menjabat, terlihat bahwa beliau telah menghadapi berbagai tantangan dan telah sukses mengatasi mereka. Berdasarkan informasi dari rekan-rekan yang lebih lama bergabung, kepemimpinan Danrem dinilai cukup baik, baik secara subjektif maupun objektif. Beliau telah terjun ke lapangan sebanyak empat kali dalam waktu singkat, menunjukkan dedikasi dan keterlibatan yang tinggi dalam tugasnya. Kepemimpinan beliau juga diakui sebagai contoh yang dapat diikuti, terutama dalam kebijaksanaan dalam mengelola kekuasaan yang besar. Dengan memiliki 11 Kodim dan 2 batalion di wilayahnya, Danrem tetap bijaksana dan mengutamakan kebijaksanaan dalam pengambilan keputusan.” Dalam mengembangkan keterampilan diri, “Danrem mempraktikkan pendekatan yang memberikan kebebasan kepada bawahannya untuk mengeksplorasi dan mengembangkan kemampuan mereka. Beliau meyakini bahwa jiwa kepemimpinan seseorang tidak dapat disamakan, dan memberikan kepercayaan yang luar biasa kepada para bawahannya. Kepercayaan ini bukan hanya membuat beban tugas menjadi lebih berat, namun juga memberikan dorongan untuk mempertahankan kepercayaan tersebut dengan menjaga kualitas kerja dan mempertimbangkan saransaran yang diajukan. Proses pengambilan keputusan besar melibatkan pertimbangan dari berbagai pihak, dan Danrem selalu terbuka untuk menerima masukan dari timnya. Di samping itu, beliau juga berupaya untuk terus belajar dan mengambil inspirasi dari pengalaman orang lain, menunjukkan dedikasi pada pengembangan diri sebagai pemimpin.” Dalam memimpin perubahan di organisasi, “Danrem menunjukkan pemahaman yang mendalam terhadap tantangan dan perubahan yang terjadi. Sebagai seorang pemimpin yang memiliki pengalaman sebagai orang Esthy, beliau memahami bagaimana menghadapi perubahan dengan pola pikir yang terupdate. Pengamatan beliau terhadap dinamika sosial, media sosial, dan perkembangan zaman mengindikasikan kesiapan beliau untuk menjawab tantangan yang kompleks. Dalam merencanakan langkah-langkah perubahan, Danrem juga menawarkan saran-saran yang konstruktif, menunjukkan kebijaksanaan dalam kepemimpinan. Kepekaan beliau terhadap perkembangan zaman serta kemampuannya dalam berkomunikasi dengan bahasa yang relevan bagi prajuritnya menjadi aspek kunci dalam membawa organisasi menuju perubahan yang positif dan adaptif.”
118 Kepemimpinan Transformasional Humanis dan Humble Dalam perjalanan kepemimpinannya, “Danrem menunjukkan perhatian yang mendalam terhadap bawahannya, baik dalam konteks pribadi maupun keluarga. Hubungan yang tulus terjalin, terbukti dari hubungan baiknya dengan staf dan keluarga mereka. Keprihatinan Danrem terhadap kehidupan pribadi prajuritnya tercermin dalam kebijaksanaannya untuk memberikan dukungan maksimal dalam menyelesaikan masalah pribadi, termasuk penyelesaian urusan keluarga yang memerlukan perhatian ekstra. Keterlibatan dan perhatian ini, tidak hanya menciptakan hubungan profesional yang kuat, tetapi juga memberikan dampak positif pada kesejahteraan dan kinerja keseluruhan unit. Sifat tulus dan keterbukaan Danrem dalam menyikapi masalahmasalah pribadi dan profesional menciptakan lingkungan di mana prajurit merasa didukung dan dihargai. Kemampuannya untuk membuat mudah mengakui kesalahan, bersama dengan sikapnya yang proaktif dalam mengatasi permasalahan, membentuk dasar kepemimpinan yang inspiratif dan dapat diandalkan.” Danrem 101/Antasari telah mengukir jejak kepemimpinan yang konsisten dan positif sejak awal masa jabatannya, menghadapi berbagai tantangan dengan sukses dan menunjukkan dedikasi tinggi dalam tugasnya. Kepemimpinan yang demokratis, bijaksana, dan adaptif menciptakan suasana kerja yang akrab dan kolaboratif di antara bawahannya, sehingga menjadi kepemimpinan yang dapat diikuti, terutama dalam mengelola kekuasaan besar dengan kebijaksanaan dan kepercayaan yang tinggi terhadap para bawahannya. Begitu juga, terkait dengan pengembangan keterampilan diri, Danrem memberikan kebebasan kepada bawahannya untuk mengeksplorasi dan mengembangkan potensi, sambil terus belajar dan mendapatkan inspirasi dari pengalaman orang lain. Hubungan tulus, perhatian mendalam terhadap kehidupan pribadi, dan keterbukaan dalam mengatasi masalah pribadi dan profesional menciptakan lingkungan di mana prajurit merasa didukung dan dihargai. Kesempurnaan kepemimpinan Danrem menginspirasi mereka untuk mengikuti jejaknya, sebagaimana tercermin dalam gambar dibawah ini.
Bab 6 | Pandangan Komandan Satuan Jajaran Korem 101/Antasari 119 Gambar 6.21 Keterlibatan TNI dalam Kegiatan di Masyarakat (Sumber: Bagian Penerangan Kodim 1022/Tanah Bambu, 2023) Gambar 6.22 Kebersamaan TNI dalam Kegiatan di Masyarakat (Sumber: Bagian Penerangan Kodim 1022/Tanah Bambu, 2023)
120 Kepemimpinan Transformasional Humanis dan Humble L. Batalyon Infanteri 623/Bwu (Banjarbaru) “Kepemimpinan Danrem 101/Antasari Luar Biasa” Letkol Inf. Dhima Yama Putra 1. Gambaran Umum Batalyon Infanteri 623/Bwu (Banjarbaru) Batalyon Infanteri 623/Bhakti Wira Utama (Yonif 623/BWU) adalah sebuah satuan tempur TNI Angkatan Darat yang memiliki sejarah panjang sejak dibentuk pada 17 Maret 1961. Berbasis di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Yonif 623/BWU merupakan bagian integral dari struktur pertahanan dan operasional TNI, berada di bawah naungan Korem 101/Antasari. Sebagai satuan tempur, Yonif 623/BWU memiliki peran utama sebagai pasukan reguler yang siap menjalankan tugas pertahanan di wilayahnya. Dengan julukan “Yonif 623/BWU” dan motto “Bhakti Wira Utama,” satuan ini menegaskan dedikasinya dalam melaksanakan tugas dengan penuh semangat dan pengabdian. Markas Yonif 623/BWU berlokasi di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, dan dipimpin oleh Komandan saat ini, Letkol Inf. Dimas Yamma Putra sejak tahun 2022. Satuan ini terbagi menjadi beberapa kompi senapan dan bagian markas yang tersebar di lokasi strategis, seperti Liang Anggang di Banjarbaru, Batulicin Tanah Bumbu, dan Pelaihari Tanah Laut. Sejarah Yonif 623/BWU mencakup transformasi dari Yonif 600/Raider hingga menjadi Yonif Teritorium dengan nama yang terakhir. Berbagai perubahan ini mencerminkan adaptasi satuan terhadap tuntutan zaman dan tugas yang diemban. Yonif 623/BWU tidak hanya aktif dalam menjaga keamanan di wilayahnya, tetapi juga telah terlibat dalam berbagai penugasan luar negeri dan latihan multilateral bersama negara-negara sahabat, menunjukkan profesionalisme dan kualitasnya dalam lingkup internasional. Satuan ini mencatat prestasi dalam penugasan Satgas Pamtas RI-PNG pada tahun 2014 dan mendapatkan kepercayaan untuk melaksanakan tugas luar negeri sebagai Satgas Kontingen Garuda XXXV-B Unamid Darfur pada tahun 2016-2017. Latihan Bersama Super Garuda Shield tahun 2022, yang melibatkan 14 negara, menjadi salah satu bentuk partisipasi dalam latihan multilateral yang mencerminkan kemampuan dan kerja sama Yonif 623/BWU di tingkat internasional.
Bab 6 | Pandangan Komandan Satuan Jajaran Korem 101/Antasari 121 2. Pandangan Komandan Batalyon Infanteri 623/Bwu (Banjarbaru) Kualitas kepemimpinan Pak Danrem “menunjukkan kemudahan dalam memahami dan menanggapi kendala-kendala lapangan. Meskipun tidak pernah bertatap muka, keberadaan beliau dalam penugasan memberikan solusi dan dukungan yang cepat terhadap laporanlaporan yang disampaikan, menunjukkan ketanggapan dan kualitas kepemimpinan yang efektif. Selain itu, kepedulian terhadap keamanan keluarga prajurit dan upaya untuk hadir langsung di satuan bawah, memberikan arahan, wejangan, dan mendukung kenyamanan keluarga prajurit, memperkuat kesan bahwa kepemimpinan beliau memiliki dampak positif yang signifikan. Kesediaan beliau untuk turun langsung ke lapangan, terutama dalam kondisi yang tidak biasa seperti terbaginya satuan menjadi empat pangkalan, mencerminkan perhatian yang tulus terhadap setiap elemen satuan.” Pengembangan keterampilan diri sebagai seorang komandan di setiap batalyon menjadi fokus pribadi saya. Meskipun tugas dan tanggung jawabnya besar, “Pak Danrem memberikan dukungan dan bimbingan melalui komunikasi reguler, mengingatkan untuk peduli terhadap anggota di berbagai titik penugasan, serta berbagi pengalaman dan arahan guna mengatasi tantangan di lapangan. Di tengah kesibukannya, beliau menunjukkan perhatian terhadap pengembangan keterampilan dan kesejahteraan prajurit, menciptakan lingkungan di mana pertumbuhan pribadi dan profesional dapat terjadi.” Memimpin perubahan dalam organisasi merupakan tantangan besar, terutama dalam konteks penugasan militer di Papua. Meskipun keterbatasan waktu dan sumber daya, “saya sebagai Komandan Batalyon telah berupaya mengembangkan keterampilan diri dan staf melalui pendidikan dan latihan yang intensif sebelum penugasan dimulai. Dukungan dari Pak Danrem juga terasa, terutama dalam hal menjaga keamanan dan kesejahteraan keluarga prajurit, yang menjadi fokus keprihatinan beliau. Meskipun latihan terbatas di lapangan, latihan rutin tetap dilaksanakan dengan pendekatan aplikatif untuk memastikan kesiapan dalam dinamika medan yang tinggi. Pendidikan dan komunikasi dengan rekan di satuan penugasan lain menjadi aspek penting dalam membangun kemampuan adaptasi dan resiliensi dalam menghadapi perubahan.”
122 Kepemimpinan Transformasional Humanis dan Humble Keprihatinan dan dedikasi Komandan Korem yang tulus, terutama dalam mengembangkan potensi dan kekuatan saya sebagai Komandan Batalyon, “menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan positif. Dalam keterlibatan beliau yang mendalam, saya merasakan dukungan yang konstan untuk meningkatkan kinerja dan pemahaman terhadap tugas-tugas di lapangan. Gaya kepemimpinan yang memberikan perhatian langsung kepada prajurit di bawah komando, termasuk menghadiri secara langsung ke satuan militer di bawah, menunjukkan tanggung jawab dan kepedulian yang luar biasa. Keberhasilan komunikasi terbuka ini juga menciptakan suasana di mana saya merasa nyaman mengakui kesalahan, karena Komandan Korem tidak hanya sebagai pimpinan tetapi juga sebagai figur bapak dan guru bagi kami. Dengan sikap tulus dan kemampuan untuk mengambil keputusan yang lebih baik, beliau memberikan inspirasi untuk terus meningkatkan kualitas dan kinerja dalam menjalankan tugas-tugas kami.” Gaya kepemimpinan Danrem 101/Antasari, terutama dalam mengambil keputusan, menunjukkan prinsip moral dan etika yang kuat. “Sebelum mengambil keputusan, beliau memastikan untuk mendapatkan laporan dan pertimbangan yang komprehensif dari lapangan, memperhatikan situasi di wilayah tugas, serta merespons tuntutan dan kondisi satuan dengan bijak. Keputusan-keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan pengalaman, kondisi lapangan, dan aspek-aspek moral dan etika yang mendasari tugas-tugas di Kalimantan Selatan. Tindakan konkret seperti inisiatif melaksanakan upacara bendera 17 Agustus di wilayah yang sebelumnya belum pernah mengadakan, menunjukkan komitmen beliau untuk memberikan kontribusi positif kepada masyarakat. Keputusan-keputusan ini mencerminkan integritas dan komitmen moral, membuktikan bahwa prinsip moral dan etika memandu setiap langkah yang diambil oleh Komandan Korem.” Guna memastikan keberhasilan penugasan di Papua, “Danrem memberikan arahan yang mengarah pada berpikir strategis. Beliau menekankan pentingnya melibatkan elemen taktis dengan pertimbangan yang matang, terutama dalam keputusan yang bersifat pertahanan. Sebagai bagian dari tim lapangan, kami diberdayakan untuk memberikan laporan akurat dan merinci perencanaan kegiatan sebelum dimulai. Meskipun berada di bawah komando Komandan Korem di Kalsel,
Bab 6 | Pandangan Komandan Satuan Jajaran Korem 101/Antasari 123 keputusan strategis untuk kegiatan tempur di Papua diambil langsung dari Komandan di lapangan. Hal ini menunjukkan pendekatan berpikir strategis yang matang dan berbasis pada kebutuhan taktis di lapangan.” Dalam pengambilan keputusan, “Danrem melibatkan seluruh stafnya, menjadikan proses tersebut sebagai kolaborasi yang melibatkan berbagai pandangan dan keahlian. Selain itu, beliau aktif memberikan informasi kepada seluruh prajurit untuk memastikan tingkat kewaspadaan yang tinggi di lapangan. Pendekatan ini mencerminkan komitmen dan ketelitian dalam menjaga keamanan personil serta merespons dinamika yang mungkin terjadi di lapangan, sehingga setiap perubahan situasi dapat diantisipasi dengan baik.” Terkait dengan pelaksanaan tugas dan mengambil keputusan, “Danrem menegaskan pentingnya berpegang pada prinsip moral dan etika yang kuat. Ia meyakini bahwa keputusan yang diambil haruslah selaras dengan nilai-nilai kebajikan dan etika yang mengakar dalam budaya setempat. Dalam perspektifnya, pembaruan informasi dan adaptasi terhadap perkembangan zaman menjadi kunci untuk menjaga relevansi dan kecanggihan dalam tindakan kepemimpinan. Sikapnya yang terbuka terhadap berbagai informasi, baik dari pimpinan, rekan sejawat, maupun sumber lainnya, mencerminkan kebijakan yang responsif dan adaptif dalam menghadapi dinamika lingkungan. Danrem menekankan bahwa, di samping tugas utama, kerja sama dengan elemen masyarakat dan menjalin hubungan yang baik merupakan hal yang esensial. Keseluruhan pendekatan ini mencerminkan komitmen Danrem untuk mengambil keputusan yang tidak hanya mengedepankan kepentingan tugas, tetapi juga tetap berakar pada prinsip-prinsip moral dan etika yang melandasi kepemimpinannya.” Danrem, melalui pendekatannya terhadap pihak eksternal, pemuda, dan SKPD, menunjukkan kebijakan yang inklusif dan adaptif terhadap dinamika daerah. Beliau memandang pentingnya kerja sama bersama untuk mengoptimalkan dana dan sumber daya. Dengan fokus pada Otsus dan pimpinan Korem wilayah Kalsel, Danrem menegaskan bahwa persatuan dan kekompakan menjadi kunci dalam mencapai tujuan bersama. Pemahaman yang dalam terhadap pentingnya hubungan yang baik, saling menghargai, dan kekompakan menjadi landasan dalam menjaga stabilitas masyarakat. Di tengah perubahan zaman, Danrem juga menyadari betapa pentingnya adaptasi terhadap revolusi industri
124 Kepemimpinan Transformasional Humanis dan Humble dan populasi. Dengan jaringan luas dan komunikasi efektif, beliau terlibat dalam mempromosikan pekerjaan dan menjembatani kebutuhan masyarakat, menciptakan keseimbangan yang positif antara kebijakan eksternal dan kebutuhan internal. Danrem memperlihatkan keterbukaan dan keterjangkauan yang tinggi, memungkinkan staf di semua level untuk menghubunginya secara langsung. “Dengan respons cepat terhadap panggilan telepon dan kemampuan beliau untuk merespons pesan dalam waktu singkat, komunikasi dengan Danrem menjadi efisien dan efektif. Keberadaannya sebagai pemimpin yang dapat dihubungi dengan mudah menciptakan lingkungan kerja yang terbuka, memfasilitasi kolaborasi yang baik antara staf di berbagai tingkatan. Sebagai figur sentral, Danrem menjadi sumber daya yang sangat diandalkan dan dihormati oleh semua pihak, memainkan peran kunci dalam dinamika organisasi.” Danrem menjalankan kepemimpinan yang melibatkan staf secara aktif dalam proses pengambilan keputusan. “Kepercayaan yang luar biasa yang beliau tunjukkan menciptakan lingkungan di mana setiap prajurit merasa dihargai dan memiliki peran dalam pengembangan kebijakan. Beliau tidak hanya menampung masukan dari bawahan, tetapi juga secara cermat memeriksa dan mempelajari setiap saran sebelum memberikan penjelasan yang menyeluruh. Pendekatan ini mencerminkan kebijaksanaan dan keterlibatan aktif dalam pengambilan keputusan besar, bahkan dengan meminta masukan dari berbagai pihak, termasuk Kapolda. Proses ini tidak hanya menciptakan keputusan yang lebih matang tetapi juga meningkatkan rasa tanggung jawab dan keterlibatan seluruh tim.” Kepemimpinan Danrem 101/Antasari yang humanis dan humble dapat dijadikan sebagai sumber inspirasi yang luar biasa bagi seluruh prajurit yang ada dibawahnya. Dengan kepemimpinan yang responsif, tanggap, dan penuh integritas dapat menunjukkan kemudahan dalam memahami serta menanggapi kendala lapangan. Begitu juga dengan kepedulian yang tulus terhadap keamanan keluarga prajurit. Melalui keterbukaan dan keterjangkauan tinggi, Danrem membina lingkungan kerja yang inklusif, memfasilitasi kolaborasi yang efektif, dan memberikan dukungan aktif untuk pengembangan keterampilan diri. Dalam mengambil keputusan, prinsip moral dan etika kuat beliau menjadi panduan, mencerminkan komitmen terhadap nilai-
Bab 6 | Pandangan Komandan Satuan Jajaran Korem 101/Antasari 125 nilai kebajikan. Sikap kepemimpinan yang adaptif, tegas, dan berbasis kebijakan memberikan inspirasi bagi seluruh tim untuk melakukan langkah-langkah positif yang tergambar dalam foto-foto selanjutnya, menciptakan organisasi yang responsif, profesional, dan terus berkembang. Gambar 6.23 Kebersamaan TNI dalam Kegiatan di Masyarakat (Sumber: Bagian Penerangan Batalyon Infanteri 621/Manuntung, 2023) Gambar 6.24 Kebersamaan TNI dalam Kegiatan di Masyarakat (Sumber: Bagian Penerangan Batalyon Infanteri 621/Manuntung, 2023)
126 Kepemimpinan Transformasional Humanis dan Humble M. Batalyon Infanteri 621/Mtg (Hulu Sungai Tengah) “Kepemimpinan Danrem 101/Antasari Bijak dan Memperhatikan Anggota” Letkol Inf. Deny Ahdiani Amir, M.Han. 1. Gambaran Umum Batalyon Infanteri 621/Mtg (Hulu Sungai Tengah) Batalyon Infanteri 621/Manuntung, atau Yonif 621/Manuntung, didirikan pada 1 Juni 1950 dan merupakan bagian dari pasukan reguler TNI Angkatan Darat. Berada di bawah Korem 101/Antasari, markasnya terletak di Jl. Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Provinsi Kalimantan Selatan. Letkol Inf. Deny Ahdiani Amir, M.Han., saat ini menjabat sebagai komandan Yonif 621/ Manuntung. Dengan baret hijau, Yonif ini memiliki sejarah panjang sejak pendiriannya. Pada tanggal 18 Juni 1950, Batalyon Infanteri III Brigade B. Teritorium Kalimantan didirikan dan dipimpin oleh Mayor Inf. Sachra. Setelah mengalami beberapa perubahan, pada tahun 1995, Yonif 621/Manutung diresmikan dan bermarkas di Barabai, sebelumnya berkedudukan di Kandangan. Yonif 621/Manuntung memiliki beberapa satuan di bawahnya, termasuk Kompak Senapan A, Kompak Senapan B, Kompak Markas, Kompak Bantuan, dan Kompak Markas Komando serta Satuan Induk. Masing-masing kompak memiliki peran dan tanggung jawab tertentu dalam mendukung tugas-tugas Batalyon. Sejarah Batalyon Infanteri 621/Manuntung terkait erat dengan perjuangan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Pada 1 Juni 1950, dalam upaya memperkuat keamanan dan pertahanan di wilayah Kalimantan, Panglima Teritorium Kalimantan, Letnan Kolonel Inf. Suhandra Broto Menggolo, meresmikan empat batalyon infanteri, termasuk Batalyon Infanteri III Brigade B. Teritorium Kalimantan, yang kemudian menjadi Yonif 621/Manuntung. Batalyon ini terbentuk dari gabungan berbagai kompi, seperti Kompak Tengkorak Putih, Kompak Beruang Putih, Kompak Kuda Putih, Kompak Dadang Kadarusman, Kompak Fors SSR, dan Kompak Eks KNIL. Pada saat itu, perjuangan melibatkan pejuang kemerdekaan dari Kalimantan Selatan, Jawa Tengah, Banten, dan Jawa Barat. Sejak berdiri, Yonif 621/Manuntung terus berkontribusi dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Motto
Bab 6 | Pandangan Komandan Satuan Jajaran Korem 101/Antasari 127 “Manuntung” menjadi semangat dan komitmen dalam setiap tugas yang diemban oleh batalyon ini. 2. Pandangan Komandan Batalyon Infanteri 621/Mtg (Hulu Sungai Tengah) Danrem 101/Antasari “memiliki kualitas kepemimpinan yang sangat baik, tercermin dari pengalaman pribadi sebagai komandan batalyon dan saat ini sebagai Danrem. Kepemimpinan beliau ditandai dengan ketegasan sesuai aturan, penekanan pada nilai-nilai moral dan etika, serta penerapan kebijakan yang konsekuen. Beliau mengedepankan aspek kemanusiaan dalam pengambilan keputusan, memastikan setiap tindakan mempertimbangkan dampaknya pada anggota yang memiliki keluarga. Kepemimpinan yang menggunakan hati, pemikiran matang, dan perhatian terhadap personalia merupakan ciri khas Danrem, yang memberikan inspirasi bagi bawahannya. Jumlah prajurit yang signifikan di bawah kepemimpinannya menunjukkan tantangan besar yang diemban, namun tetap dijalankan dengan penuh dedikasi.” Pengembangan keterampilan pribadi sebagai seorang pemimpin oleh Pak Danrem menjadi fokus utama dalam perjalanan kariernya. “Dengan pengalaman lebih dari 20 tahun dalam dinas terkait, beliau mencatat perkembangan dari memimpin kelompok kecil hingga membawa pasukan besar sebagai Danyon. Pengalaman-pengalaman ini menjadi landasan untuk peningkatan kepemimpinan yang beragam. Dukungan dari Pak Danrem sangat terasa, dengan berbagi pengalaman dan memberikan arahan mengenai tugas dan kebijakan. Beliau juga memberikan support bagi anggota yang ingin mengembangkan diri melalui pendidikan lebih lanjut atau spesialisasi. Ini mencerminkan pendekatan inklusif dalam organisasi, di mana pengembangan keterampilan diarahkan untuk mendukung pertumbuhan personal dan profesional para pemimpin di tingkat yang berbeda.” Kepemimpinan Danrem 101/Antasari“menunjukkan kemampuan yang sangat responsif terhadap perubahan zaman dan teknologi. Beliau berhasil memimpin organisasi dengan mengikuti perkembangan zaman, terutama dalam penerapan teknologi seperti penggunaan gadget yang telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Inovasi dan upaya untuk mengikuti perkembangan tersebut menjadi fokus, memastikan bahwa organisasi yang dipimpinnya tetap relevan dan adaptif terhadap perubahan zaman.
128 Kepemimpinan Transformasional Humanis dan Humble Responsivitas beliau terhadap perkembangan tersebut mencerminkan kemampuan untuk memimpin perubahan dalam organisasi dengan menciptakan lingkungan yang dinamis dan sesuai dengan tuntutan zaman.” Komandan kami, Danrem 101/Antasari, “tidak hanya menunjukkan keprihatinan yang mendalam terhadap kesejahteraan dan kondisi keluarga anggota, tetapi juga mengembangkan kekuatan melalui pendekatan kepemimpinan yang terbuka dan persuasif. Beliau tidak hanya bersifat tulus dalam memberikan perhatian, tetapi juga membuat lingkungan yang memudahkan anggota untuk mengakui kesalahan mereka tanpa rasa takut. Dalam suasana kekeluargaan, beliau secara konsisten menunjukkan kepemimpinan yang mengedepankan partisipatif dan menginspirasi kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik.” Dalam mengambil setiap keputusan, “Danrem 101/Antasari menekankan prinsip moral dan etika sebagai pedoman utama. Beliau tidak hanya mempertimbangkan aspek praktis atau strategis, tetapi juga memastikan bahwa setiap langkah yang diambil sesuai dengan nilai-nilai moral yang teguh. Keputusan yang diambil oleh Danrem tidak hanya bersifat efektif, tetapi juga mencerminkan integritas dan tanggung jawab moral terhadap anggota dan lingkungan sekitar. Dengan memegang teguh prinsip-prinsip tersebut, beliau menciptakan budaya organisasi yang berlandaskan pada etika dan memberikan contoh kepemimpinan yang bertanggung jawab dan beretika tinggi.” Danrem 101/Antasari “menunjukkan kemampuan dalam menjalin hubungan eksternal yang luas, terutama dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat. Beliau memberikan kebebasan kepada anggotanya untuk membina hubungan dengan pihak eksternal tanpa batasan tertentu, sehingga menciptakan lingkungan yang terbuka dan mendukung. Selain itu, Danrem aktif dalam mempromosikan pekerjaan militer ke masyarakat, menyampaikan secara jelas dan tegas bahwa anggotanya dapat berkomunikasi langsung dengan beliau untuk segala keperluan. Dalam konteks rekrutmen atau pertanyaan terkait tugas pokok, Danrem menekankan pentingnya komunikasi efektif dan memberikan dorongan kepada anggotanya untuk berbicara langsung, menciptakan suasana di mana setiap anggota merasa didengar dan dihargai.”