The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by luciahapsari1986, 2020-10-09 22:12:19

BUKU HIMPUNAN

MATERI HIMPUNAN

Mata Pelajaran BAB I PEMBELAJARAN
Materi
Kelas/ Semester : Matematika
: Himpunan
: VII/ Gasal

Standar Kompetensi :

Aljabar
4. Menggunakan konsep himpunan dan diagram Venn dalam pemecahan masalah

Kompetensi Dasar :

4.1 Memahami pengertian dan notasi himpunan, serta penyajiannya
4.2 Memahami konsep himpunan bagian

4.3 Melakukan operasi irisan, gabungan, kurang (difference), dan komplemen pada himpunan
4.4 Menyajikan himpunan dengan diagram Venn
4.5 Menggunakan konsep himpunan dalam pemecahan masalah

Indikator Pencapaian :

1. Menjelaskan pengertian dan notasi himpunan serta menyajikannya

2. Menentukan himpunan bagian dan banyaknya himpunan bagian

3. Menentukan irisan dari beberapa himpunan

4. Menentukan gabungan dari beberapa himpunan

5. Menentukan komplemen suatu himpunan

6. Menentukan himpunan dan banyaknya himpunan dalam diagram venn

7. Memecahkan masalah sehari-hari berkaitan dengan himpunan

Alokasi Waktu :

12 kali pertemuan (12 x 40 menit)

Materi Prasyarat :

1

A. Kegiatan Belajar 1: Pengertian Himpunan dan Notasinya
1. Tujuan Kegiatan Belajar 1:
Setelah mempelajari kegiatan belajar 1 ini diharapkan siswa dapat memahami dan menjelaskan:

 Pengertian dan notasi himpunan
 Cara menyatakan suatu himpunan
2. Uraian Materi:
Pengertian Himpunan

Himpunan adalah kumpulan atau kelompok benda (obyek) yang telah terdefinisi dengan jelas.

Contoh kumpulan objek yang merupakan himpunan adalah: siswa-siswa kelas 8A, kumpulan angka
2, 4, 5, 8., kelompok siswa SMP Sejahtera yang mengikuti upacara, kumpulan hewan pemakan
daging, dan lain-lain.

Lambang Himpunan

Himpunan dinyatakan dengan huruf kapital; A, B, C, N, P, dan se bagainya. Anggota himpunan
dinyatakan dengan huruf kecil, dalam kurung kurawal, dan anggota satu dengan yang lainnya
dipisahkan dengan tanda koma. Anggota yang sama cukup ditulis sekali.

Contoh:

 Himpunan huruf vokal dapat ditulis V = {a, i, u, e, o} dengan anggotanya; a, i, u, e, dan o.
 Himpunan bilangan cacah dapat ditulis C = {0, 1, 2, 3, 4, . . .} dengan anggotanya: 0, 1, 2, 3, 4,

dan seterusnya.
 Himpunan bilangan prima dapat ditulis P = {2, 3, 5, 7, . . .} dengan anggotanya: 2, 3, 5, 7, dan

seterusnya.
 K adalah himpunan huruf pembentuk kata “ MATEMATIKA”, dapat ditulis: K = {m, a, t, e, i k}

atau K = {k, a, t, e, m, i}, bukan K = {m, a, t, e, m, a, t, i, k, a}.
Anggota himpunan pada contoh 1 dan 4 berhingga. Himpunan seperti ini disebut himpunan
berhingga. Sedangkan contoh 2 dan 3 mempunyai anggota tak terbatas (dicirikan dengan tiga
buah titik terakhir). Himpunan seperti ini disebut himpunan tak berhingga.

Contoh Soal :

1. Dari pernyataan berikut, manakah yang merupakan himpunan dan bukan himpunan?
a. kelompok bilangan ganjil
b. kelompok makanan enak dan pedas
c. kumpulan hewan menyusui
d. B himpunan bilangan prima

Jawab:

2

a. kelompok bilangan ganjil merupakan himpunan

b. bukan merupakan himpunan, karena makanan enak dan pedas sifatnya relatif.

c. kumpulan hewan menyusui merupakan himpunan

d. B adalah himpunan

2. Tuliskan anggota himpunan dibawah ini!
a. himpunan bilangan asli kurang dari 6
b. himpunan 5 nama Ibu kota Negara ASEAN
c. himpunan Negara di kawasan Asia Tenggara
d. himpunan huruf pembentuk kata “PENDIDIKAN”
Jawab:

a. misal himpunan bilangan asli kurang dari 6 adalah A, maka A = {1, 2, 3, 4, 5}

b. misal himpunan 5 Ibu kota Negara ASEAN adalah B, maka B = {Jakarta, Bangkok, Kuala
Lumpur, Singapura, Bandar Sri Bengawan}

c. misal himpunan Negara dikawasan Asia Tenggara adalah C, maka C = {Indonesia, Malaysia,
Filiphina, Singapura, Brunei Darussalam, Vietnam, Myanmar, Timor Leste}

d. misal himpunan huruf pembentuk kata „PENDIDIKAN” adalah P, maka P = {A,D,E,I,K,N,P}

Anggota Himpunan

Simbol anggota satu himpunan dapat dituliskan sebagai berikut:

 Bila x anggota A, maka ditulis x  A
 Bila x bukan anggota A, maka ditulis x  A

Menentukan banyaknya anggota suatu himpunan berarti menghitung anggota himpunan tersebut.
Banyaknya anggota himpunan A dinyatakan dengan n (A).

Menyatakan Himpunan

Menyatakan suatu himpunan dapat dilakukan dengan cara: Kata-kata (metode deskripsi),
mendaftar (metode tabulasi/roster), notasi pembentuk himpunan (metode bersyarat/rule)

1. Dengan kata-kata (metode deskripsi)
Menuliskan suatu himpunan dengan kata-kata atau pernyataan untuk menunjukkan syarat
keanggotaannya dan syarat keanggotaanya harus dinyatakan dengan jelas.

2. Dengan cara mendaftar (metode tabulasi/roster),

3

Dengan metode ini, anggota himpunan yang disebutkan satu per satu dalam kurung kurawal
yang setiap anggota himpunan dipisah kan dengan tanda koma.

3. Dengan notasi pembentuk himpunan (metode bersyarat/rule)
Pada cara ini himpunan dinyatakan dengan notasi pembentuk himpunan, anggotanya
dilambangkan dengan variabel kemudian diikuti dengan pernyataan matematika yang
menggambarkan syarat keanggotaanya.

Contoh Soal 2:

Nyatakan pernyataan berikut dengan 3 cara dalam menyatakan himpunan, lalu tentukan
banyaknya masing-masing himpunan tersebut:

a. himpunan bilangan prima yang kurang dari 20
b. himpunan bilangan ganjil antara 10 sampai 30
Jawab:

a. metode diskripsi : himpunan bilangan prima kurang dari 20 adalah 2, 3, 5, 7, 11, 13, dan
17

metode tabulasi : B = {2, 3, 5, 7, 11, 13, 17}

metode bersyarat : B = { xI x  20, x  bilangan prima}

b. metode diskripsi : himpunan bilangan ganjil antara 10 sampai 30 adalah 11, 13, 15, 17,
19, 21, 23, 25, 27, dan 29.

metode tabulasi : B = {11, 13, 15, 17, 19, 21, 23, 25, 27, 29}

metode bersyarat : B = { xI 10  x  20, x  bilangan ganjil}

Himpunan Bilangan

Himpunan bilangan yang sering digunakan diantaranya adalah:

1. Himpunan Bilangan Asli (A)
Anggota himpunan bilangan asli adalah 1, 2, 3, 4, 5…..secara tabulasi dinyatakan sebagai: A
= {1, 2, 3, 4, 5….}

2. Himpunan Bilangan Cacah (C)
Anggota himpunan bilangan cacah adalah 0, 1, 2, 3, 4,….secara tabulas i dinyatakan sebagai:
C = {0, 1, 2, 3, 4…..}

3. Himpunan Bilangan Prima (P)

4

Anggota himpunan bilangan prima adalah 2, 3, 5, 7, 11,…..secara tabulasi dinyatakan
sebagai: P = {2, 3, 5, 7, 11,….}

4. Himpunan Bilangan Bulat (B)
Bilangan bulat terdiri dari 3 macam, yaitu: bilangan bulat positif (bilangan asli), bilangan
nol, dan bilangan bulat negatif.

Anggota himpunan bilangan bulat adalah…..-3, -2, -1, 0, 1, 2, 3,….. secara tabulasi
dinyatakan sebagai: B = {…..,-3, -2, -1, 0, 1, 2, 3….}

Himpunan Kosong

Himpunan kosong adalah himpunan yang tidak mempunyai anggota. Himpunan kosong disimbolkan

dengan   atau Ǿ.

Perhatikan kedua contoh berikut ini:

1. H adalah himpunan bilangan satu cacah yang pertama, berarti H = {0} dan n(H) = 1. Anggota
H adalah 0.

2. T adalah himpunan bilangan asli antara 3 dan 4, berarti T =   dan n(T) = 0. Anggota T tidak

ada.

Berdasarkan kedua contoh diatas terlihat bahwa: 0 tidak sama dengan   atau 0   

Himpunan Semesta

Himpunan semesta atau semesta pembicaraan adalah himpunan yang memuat sebuah objek
pembicaraan. Semesta pembicaraan mempunyai anggota yang sama atau lebih banyak dari pada
himpunan yang sedang dibicarakan. Himpunan semesta disebut juga sebagai himpunan universal dan
disimbolkan dengan S atau U.

Contoh Soal :

R = {3, 5, 7}

Himpunan semesta yang mungkin untuk himpunan R di antaranya adalah:

a. S = R = {3, 5, 7}
b. S = {bilangan ganjil}
c. S = {1, 2, 3, 5, 7}
d. S = {bilangan cacah}
e. S = {bilangan prima}
Contoh soal :

Selidikilah apakah himpunan berikut kosong atau bukan!

5

a. himpunan bilangan prima genap
b. himpunan bilangan genap yang habis dibagi 7
c. himpunan nama bilangan yang lamanya 32 hari tiap bulan
d. A = { x x  2  6, x bilangan asli}
e. B = { k 5  k  18, bilangan cacah kelipa tan 4 }
Jawab:

a. Bukan himpunan kosong karena ada anggotanya, yaitu: 2
b. Bukan himpunan kosong karena ada anggotanya, salah satunya adalah 42 habis dibagi 7 yaitu 6
c. Himpunan kosong, karena tidak ada 32 hari dalam sebulan

d. Himpunan kosong, karena tidak ada bilangan asli yang memenuhi kecuali bilangan bulat negatif
-4

e. Bukan himpunan kosong karena ada angotanya

3. Tugas Kegiatan Belajar 1:
1. Nyatakan himpunan berikut dengan menggunakan tanda kurung kurawal:
a. A adalah himpunan bilangan cacah kurang dari 6.

b. P adalah himpunan huruf-huruf vokal.
c. Q adalah himpunan tiga binatang buas.
2. Z adalah himpunan bilangan ganjil antara 20 dan 46. Nyatakan himpunan Z dengan kata-kata,
dengan notasi pembentuk himpunan, dan dengan mendaftar anggota-anggotanya.

3. Tentukan banyak anggota dari himpunan-himpunan berikut:
a. P = {1, 3, 5, 7, 9, 11}

b. Q = {0, 1, 2, 3, ..., 10}
c. R = {..., –2, –1, 0, 1, 2, ...}

4. N adalah himpunan namanama bulan dalam setahun yang diawali dengan huruf C. Nyatakan N
dalam notasi himpunan.

5. Tentukan tiga himpunan semesta yang mungkin dari himpunan berikut:
a. {2, 3, 5, 7}

b. {kerbau, sapi, kambing}

6

4. Jawaban Tugas Kegiatan Belajar 1:
1. a. A adalah himpunan bilangan cacah kurang dari 6.
Anggota himpunan bilangan cacah kurang dari 6 adalah 0, 1, 2, 3, 4, 5. Jadi, A = {0, 1, 2, 3,
4, 5}.

b. P adalah himpunan huruf-huruf vokal.
Anggota himpunan huruf-huruf vokal adalah a, e, i, o, dan u, sehingga ditulis P = {a, e, i, o,
u}.

c. Q adalah himpunan tiga binatang buas.
Anggota himpunan binatang buas antara lain harimau, singa, dan serigala. Jadi, Q =
{harimau, singa, serigala}.

2. Z adalah himpunan bilangan ganjil antara 20 dan 46.

a. Dinyatakan dengan kata-kata. Z = {bilangan ganjil antara 20 dan 46}
b. Dinyatakan dengan notasi pembentuk himpunan. Z = {20 < x < 46, x  bilangan ganjil}

c. Dinyatakan dengan mendaftar anggota-anggotanya. Z = {21, 23, 25, ..., 43, 45}.
3. a. Banyak anggota P adalah 6, ditulis n(P) = 6.

b. Banyak anggota Q adalah 11, ditulis n(Q) = 11.
c. Banyak anggota R adalah tidak berhingga atau n(R) = tidak berhingga.

4. Nama-nama bulan dalam setahun adalah Januari, Februari, Maret, April, Mei, Juni, Juli,
Agustus, September, Oktober, November, dan Desember. Karena tidak ada nama bulan yang
diawali dengan huruf C, maka N adalah himpunan kosong ditulis N = φ atau N = { }.

5. a. Misalkan A = {2, 3, 5, 7}, maka himpunan semesta yang mungkin dari himpunan A adalah
S = {bilangan prima} atau

S = {bilangan asli} atau
S = {bilangan cacah}.

b. Himpunan semesta yang mungkin dari {kerbau, sapi, kambing} adalah {binatang}, {binatang
berkaki empat}, atau {binatang memamah biak}.

B. Kegiatan Belajar 2 : Himpunan Bagian
1. Tujuan Kegiatan Belajar 2:

7

Setelah melakukan kegiatan belajar 3 ini, diharapkan siswa dapat menentukan:

 Himpunan bagian dari suatu himpunan
 Banyaknya anggota himpunan dari himpunan bagian
2. Uraian Kegiatan Belajar 2:

Pengertian Himpunan bagian

Himpunan A disebut sebagai himpunan bagian dari B jika setiap anggota A juga menjadi anggota

himpunan B. lambing yang menyatakan himpunan bagian adalah “  ”. Jika B = {1, 2, 3} maka

himpunan bagiannya adalah: { }, {1}, {2}, {3}, {1, 2}, {1, 3}, {2, 3}, {1, 2, 3}. Ketentuan-ketentuan
dalam himpunan bagian, antara lain:

 Himpunan kosong merupakan himpunan bagian dari setiap himpunan.
 Setiap himpunan merupakan himpunan bagian dari himpuna itu sendiri. Untuk sembarang

himpunan A, berlaku A  A

Menentukan Semua Himpunan Bagian dari Suatu Himpunan

Untuk menentukan semua himpunan bagian dari suatu himpunan ada dua cara yaitu dengan
metode penghapusan anggota dan dengan metode diagram pohon. Misal B = {1, 2, 3} himpunan
bagiannya adalah:

a. dengan metode penghapusan
 tanpa penghapusan diperoleh {1, 2, 3} = B
 penghapusan 1, diperoleh {2, 3}
 penghapusan 2, diperoleh {1, 3}
 penghapusan 3, diperoleh {1, 2}
 penghapusan 1 dan 2, diperoleh {3}
 penghapusan 1 dan 3, diperoleh {2}
 penghapusan 2 dan 3, diperoleh {1}
 penghapusan 1, 2, dan 3, diperoleh {…} atau Ǿ
jadi himpunan bagiannya adalah { }, {1}, {2}, {3}, {1, 2}, {1, 3}, {2, 3}, {1, 2, 3}

b. dengan metode diagram pohon
aturan pembuatan diagram pohon dalam menentukan semua himpunan bagian adalah:

 setiap pangkal pohon harus bercabang dua
 cabangnya hanya boleh berbuah satu buah saja dan yang lainnya tidak
 buah dari cabang diambil dari anggota himpunan tetapi haru s mempunyai keteraturan

(berurutan)
Menentukan Banyaknya Himpunan Bagian

8

Apabila banyaknya anggota himpunan adalah n buah, maka banyaknya himpunan bagian dari
himpunan tersebut sama dengan 2n

Contoh Soal :

1. Tentukan himpunan bagian dari A = {2, 4, 6, 8, 10} yang anggotanya adalah:
a. himpunan bilangan prima

b. himpunan bilangan bulat yang habis dibagi 3

c. himpunan bilangan bulat yang habis 4

Jawab:

a. P ={2}
b. T = {6}
c. E = {4, 8}
2. Tulislah semua himpunan bagian dari himpunan-himpunan berikut
a. H = {h, i, a, t}

b. A = {1, 2, 3, 4, 5,}

Jawab:

a. Himpunan bagian dari H adalah {h}, {i}, {a}, {t}, {h, i}, {h, a}, {h, t}, {i,a}, {i, t}, {a, t}, {h, i,
a}, {h, i, t}, {h, a, t}, {i, a, t}, {h, i, a, t}, {..}

b.himpunan bagian dari A adalah {1}, {2}, {3}, {4}, {5}, {1,2}, {1,3}, {1,4}, {1,5}, {2,3}, {2,4},
{2,5}, {3,4}, {3,5}, {4,5}, {1,2,3}, {1,2,4}, {1,2,5}, {1,3,4}, { 1,3,5}, {1,4,5}, {2,3,4}, {2,3,5},
{2,4,5}, {3,4,5}, {1,2,3,4}, {1,2,3,5}, {1,2,4,5}, {1,3,4,5}, {{2,3,4,5}, {1,2,3,4,5}, {…}.

Hubungan Antarhimpunan

 Himpunan Saling Lepas
Dua himpunan dikatakan saling lepas atau saling asing jika kedua himpunan itu tidak

mempunyai anggota persekutuan. Himpunan saling lepas dinotasikan dengan // atau  .

 Himpunan Tidak Saling Lepas
Dua himpunan dikatakan tidak aling lepas, jika:

a. himpunan yang satu bukan merupakan himpunan bagian yang lain. Biasanya dinotasikan
dengan

b. himpunan yang satu merupakan himpunan bagian yang lain atau himpunan yang saling

bergantung. Biasanya dinotasikan dengan 

9

 Himpunan yang Sama
Dua himpunan dikatakan sama jika kedua himpunan itu mempunyai angota yang sama, baik
banyak maupun unsurnya. Biasanya dinotasikan dengan =

 Himpunan yang Ekuivalen
Dua himpunan dikatakan ekuivalen jika banyak masing-masing anggota himpunan adalah
sama. Biasanya dinotasikan dengan ~

Contoh Soal :

1. Pasangkanlah himpunan-himpunan dibawah ini sehingga merupakan dua himpunan yang sama.

A = {3, 4, 5, 6} D = {huruf vocal}

B = {bilangan asli antara 2 dan 7} E = {a, s, i, p}

C = {s, a, p, i} F = {e, i, u, e, o}

Jawab:

C ekuivalen dengan E, D ekuivalen dengan F, A ekuivalen dengan B

2. Manakah himpunan-himpunan berikut yang ekuivalen.
a. A = {1, 3, 5, 7}, B = {4, 6, 8, 10}

b. C = {bilangan ganjil}, D = {bilangan genap}

c. T = {huruf pembentuk kata “HISAP”}, K = {huruf pembentuk kata “PINTAR”}

Jawab:

a. A tidak ekuivalen dengan B

b. C tidak ekuivalen denganD

c. T tidak ekuivalen dengan K

3. Tugas Kegiatan Belajar 2:
1. Diketahui K = {p, q, r, s}. Tentukan himpunan bagian dari K yang mempunyai

a. satu anggota;

b. dua anggota;

c. tiga anggota;

d. empat anggota.

2. Tentukan banyaknya himpunan bagian dari himpunan berikut.

10

a. Himpunan bilangan asli kurang dari 6.
b. Himpunan bilangan prima antara 4 dan 20.
c. P = {huruf-huruf pembentuk kata “stabilitas”}
d. Q = {nama-nama hari dalam seminggu}
3. Tulislah anggota dari masing-masing himpunan berikut. Kemudian tentukan hubungan
antarhimpunan tersebut.
P ={x | x < 7, x  A}
Q = {bilangan prima kurang dari 10}
R = {empat huruf pertama dalam abjad}
S ={x | 1  x  6, x  C}
4. Jawaban Tugas Belajar 2:
1. Dalam menentukan himpunan bagian dari K = {p, q, r, s} yang mempunyai lebih dari satu
anggota dapat digunakan diagram pohon seperti berikut.

a. Himpunan bagian K yang mempunyai satu anggota adalah {p}  K; {q}  K; dan {r}  K; dan
{s}  K.

b. Himpunan bagian K yang mempunyai dua anggota adalah {p, q}  K; {p, r}  K; {p, s}  K; {q,
r}  K; {q, s}  K; {r, s}  K.

c. Himpunan bagian K yang mempunyai tiga anggota adalah {p, q, r}  K; {p, q, s}  K; {p, r, s}
 K; dan {q, r, s}  K.

d. Himpunan bagian K yang mempunyai empat anggota adalah {p, q, r, s} = K.
2. a. A = {1, 2, 3, 4, 5}, n(A) = 5, maka banyak anggota himpunan bagian: 25 = 32

b. B = {5, 7, 11, 13, 17, 19}, n(B) = 6, maka banyak anggota himpunan bagian: 26 = 64

11

c. P = {a, b, i, l, s, t}, n(P) = 6, maka banyak anggota himpunan bagian: 26 = 64

d. Q = {senen, selasa, rabu, kamis, jum‟at, sabtu, minggu}, n(Q) = 7, maka banyak anggota
himpunan bagian: 27 = 128

3. Dengan mendaftar masing-masing anggotanya, diperoleh sebagai berikut.

P = {1, 2, 3, 4, 5, 6}

Q = {2, 3, 5, 7}

R = {a, b, c, d}

S = {1, 2, 3, 4, 5, 6}

– Perhatikan himpunan P dan Q.

Anggota persekutuan dari himpunan P dan Q adalah {2, 3, 5}. Namun masih terdapat
anggota himpunan P yang tidak menjadi anggota himpunan Q, yaitu {1, 4, 6}. Demikian
pula, terdapat anggota himpunan Q yang tidak menjadi anggota himpunan P, yaitu {7}.
Dengan demikian, himpunan P dan Q dikatakan tidak saling lepas (berpotongan)

– Perhatikan himpunan Q dan R.

Karena tidak ada anggota persekutuan antara himpunan Q dan R, maka dikatakan
himpunan Q dan R saling lepas atau saling asing. Namun, perhatikan bahwa Q = {2, 3, 5,
7}, n(Q) = 4 dan R = {a, b, c, d}, n(R) = 4. Dengan demikian, dikatakan bahwa himpunan Q
dan R ekuivalen, karena n(Q) = n(R).

– Sekarang, perhatikan himpunan P dan S.

Kedua himpunan mempunyai anggota yang tepat sama. Jadi, himpunan P dan S dikatakan
dua himpunan sama

C. Kegiatan Belajar 3: Operasi pada Himpunan (Irisan dan Gabungan)
1. Tujuan Kegiatan Belajar 3: Operasi Irisan dan Gabungan dari Himpunan
Setelah mengikuti kegiatan belajar 3 ini, diharapakan siswa dapat menentukan:

 Irisan dua atau lebih dari himpunan
 Gabungan dua atau lebih suatu himpunan
2. Uraian Materi Kegiatan Belajar 3
Irisan

Irisan A dan B adalah himpunan yang anggotanya merupakan anggota A sekaligus anggota B.
secara matematis ditulis : A  B  {x x  A dan x  B} .

12

Dilihat dari persekutuan dua himpunan, irisan dua himpunan dapat ditentukan:

1. Himpunan yang satu merupakan himpunan bagian yang lain
Jika A  B maka A  B  A dan berlaku sebaliknya

2. Himpunan yang sama
Jika A  B , maka A  B  (A  B)

3. Himpunan yang saling lepas

Jika A// B , maka A  B  {..} dan berlaku sebaliknya

4. Himpunan yang tidak saling lepas
Contoh Soal :

1. Diberikan A = {1, 2, 3, 4}, B ={2, 4, 6, 8}, dan C ={3, 4, 5, 7}. Tentukanlah:

a. A  B c. B  C e. A  (B  C)

b. A C d.(A  B)  C

Jawab:

a. {2, 4} c. {4} e. {4}

b. {3, 4} d. {4}

2. Perhatikan gambar dibawah ini!
S AC

cg
e

Tentukanlah:

a. S c. A  B e. B  C
b. B d. A  C f. A  B  C
Jawab:
e. B  C = {b, f}
a. S = {a, b, c, d, e, f, g} c. A  B = {a, b} f. A  B  C = {b}

b. B = {a, b, d, f} d. A  C = {b, e}

13

Gabungan
Gabungan dari A dan B adalah himpunan yang semua anggotanya terdapat pada A atau B. secara
matematis ditulis: A  B  {x x  A atau x  B}

Dilihat dari persekutuan dua himpunan, gabungan dua himpunan dapat ditentukan:
1. Himpunan yang satu merupakan himpunan bagian yang lain

Jika A  B maka A  B  B dan berlaku sebaliknya
2. Himpunan yang sama

Jika A  B , maka A  B  (A  B)
3. Himpunan yang saling lepas

Jika A// B , maka A  B  {x x  A atau x  B} dan berlaku sebaliknya

4. Himpunan yang tidak saling lepas
Jika A  B , maka A  B  {x x  A, x  B atau x  ( A  B)}

Contoh Soal :
1. Diketahui A = {2, 3, 5}, B ={1, 3, 5, 7}, dan C = {7, 9}, tentukanlah:

a. A  B
b. A B C
c. A  (B  C)
d. (A  B)  C
e. (A  B)  (A  C)

Jawab:

a. A  B = {1, 2, 3, 5, 7}
b. A  B  C = {1, 2, 3, 5, 7, 9}
c. A = {2, 3, 5} dan B  C = {1, 3, 5, 7, 9} maka A  (B  C) = {3, 5}
d. A  B = {3, 5} dan C = {7, 9} maka (A  B)  C = {3, 5, 7, 9}
e. A  B = {1, 2, 3, 5, 7} dan A  C = {2, 3, 5, 7, 9} maka (A  B)  (A  C) = {2, 3, 5, 7}

14

2. Perhatikan gambar dibawah ini!
S AC
cg
e

Tentukanlah:

a. A  B
b. A  (B  C)
c. (B  C)  A
d. (A  B)  (B  C)
e. banyaknya himpunan bagian dari A  (B  C)

Jawab:

a. A  B = {a, b, c, d, e, f, g}
b. A = {a, b, c, e} dan B  C = {a, b, d, e, f, g} maka A  (B  C) = {a, b, e}
c. B  C = {b, f} dan A = {a, b, c, e} maka (B  C)  A = {a, b, c, e, f}
d. (A  B) = {a, b, c, d, e, f} dan (B  C) = {a,b,d,e,f,g} maka (A  B)  (B  C) = {a,b,d,e,f}
e. A  (B  C) = {a, b, e}, maka n(A  (B  C)) = 3 sehingga banyaknya himpunan bagian adalah

23 = 8
3. Tugas Kegiatan Belajar 3:

1. Diketahui A = {2, 3, 5} dan B = {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10}. Tentukan A  B.
2. Misalkan A = {bilangan asli kurang dari 6} dan B = {1, 2, 3, 4, 5}. Tentukan anggota A  B.
3. Misalkan P = {bilangan asli kurang dari 11} dan Q = {2, 4, 6, 8, 10, 12, 14, 16}. Tentukan

anggota P  Q.
4. Diketahui :

K = {faktor dari 6} dan
L = {bilangan cacah kurang dari 6}.
Dengan mendaftar anggotanya, tentukan :

15

a. anggota K  L;
b. anggota K  L;
c. n(K  L).
4. Jawaban Tugas Kegiatan Belajar 3:
1. A = {2, 3, 5}
B = {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10}
A  B = {2, 3, 5} = A
2. A = {1, 2, 3, 4, 5}
B = {1, 2, 3 , 4, 5}
Karena A = B maka A  B = {1, 2, 3, 4, 5} = A = B
3. P = {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10}
Q = {2, 4, 6, 8, 10, 12, 14, 16}
P  Q = {2, 4, 6, 8, 10}
4. K = {faktor dari 6}

= {1, 2, 3, 6}, n(K) = 4
L = {bilangan cacah kurang dari 6}

= {0, 1, 2, 3, 4, 5}, n(L) = 6
a. K  L = {1, 2, 3}
b. K  L = {0, 1, 2, 3, 4, 5, 6}
c. n(K  L) = 7.

n(K  L) juga dapat diperoleh dengan rumus berikut.
n(K  L) = n(K) + n(L) – n(K  L)

=4 +6– 3
=7

16

D. Kegiatan Belajar 4 : Operasi Himpunan Komplemen dan Selisih

1. Tujuan Kegiatan Belajar 4:

Setelah selesai mengikuti kegiatan belajar 4 ini, diharapkan siswa dapat memahami dan
menentukan:

 Komplemen suatu himpunan
 Selisih suatu himpunan
2. Uraian Materi Kegiatan Belajar 4:

Komplemen

Jika S = {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7} dan A = {3, 4, 5}, maka A  S. himpunan {1, 2, 6, 7} juga disebut

himpunan bagian dari himpunan S. himpunan tersebut adalah himpunan himpunan komplemen
atau pelengkap dari himpunan A atau disebut komplemen dari A yang dibaca “bukan A”.

Dalam himpunan komplemen berlaku:

 A  A' {..}
 A  A' S
 n(Q)  n(Q')  n(S)
Komplemen dari S adalah S‟, karena S adalah himpunan semesta maka S‟ adalah himpunan kosong
dan ditulis S‟ = {…}, sebaliknya {…}‟ = S, sehingga berlaku:

 {…}‟ = S
 S‟ = {…}
 (A‟)‟ = A
Selisih Dua Himpunan

Komplemen A terhadap B ditulis B – A adalah himpunan yang ada di B tetapi tidak ada di A,
sebaliknya komplemen B terhadap A ditulis A – B adalah himpunan yang di A tetapi tidak ada di B.
secara umum berlaku:

 A  B  {x x  A dan x  B}
 n(A  B)  n(A)  n(A  B)
 A' S  A
 n(S  A)  n(A')  n(S)  n(S  A)
3. Tugas Kegiatan Belajar 4:
1. Diketahui S = {1, 2, 3, ...,10} adalah himpunan semesta.

Jika A = {1, 2, 3, 4}

17

dan B = {2, 3, 5, 7},
tentukan
a. anggota Ac;
b. anggota Bc;
c. anggota (A  B)c
2. Diketahui S = {1, 2, 3, ...,10} adalah himpunan semesta.
Jika P = {2, 3, 5, 7}
dan Q = {1, 3, 5, 7, 9},
tentukan
a. anggota S – P;
b. anggota P – Q;
c. anggota Q – P.
4. Jawaban Tugas Kegiatan Belajar 4:
1. Diketahui
S = {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9 10}
A = {1, 2, 3, 4}
B = {2, 3, 5, 7}
a. Ac = {5, 6, 7, 8, 9, 10}
b. Bc = {1, 4, 6, 8, 9, 10}
c. Untuk menentukan anggota (A  B)c, tentukan terlebih dahulu anggota dari A  B.

A  B = {2, 3}
(A  B)c = {1, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10}
2. a. S – P = {1, 2, 3, ..., 10} – {2, 3, 5, 7} = {1, 4, 6, 8, 9, 10}
b. P – Q = {2, 3, 5, 7} – {1, 3, 5, 7, 9} = {2}
c. Q – P = {1, 3, 5, 7, 9} – {2, 3, 5, 7} = {1, 9}.

18

E. Kegiatan Belajar 5 : Menentukan Himpunan dan Banyaknya Anggota Himpunan dengan diagram
Venn
1. Tujuan Kegiatan Belajar 5:
Setelah mengikuti kegiatan belajar 5 ini, diharapkan siswa dapat :

 Memahamai diagram venn
 Menentukan himpunan dengan menggunakan diagram venn
 Menentukan banyaknya anggota himpunan dengan diagram venn
2. Uraian Materi Kegiatan Belajar 5:
Diagram Venn

Diagram Venn diperkenalkan oleh pakar matematika Inggris bernama John Venn (1834 – 1923)
Petunjuk dalam membuat diagram Venn antara lain:

a. Himpunan semesta (S) digambarkan sebagai persegi panjang dan huruf S diletakkan disudut
kiri atas persegi panjang.

b. Setiap himpunan yang dibicarakan (selain himpunan kosong) ditunjukkan oleh kurva
tertutup.

c. Setiap anggota ditunjukkan dengan nokta (titik)
d. Bila anggota suatu himpunan banyak sekali, maka anggota-anggotanya tidak perlu dituliskan.
Contoh Soal :

1. Lukislah diagram Venn dari setiap himpunan berikut ini:

a. S = {1, 2, 3, 4, 5, 6} dan A = {2, 4, 6}

b. S = { x x  20, x bilangan Asli}, P = {1, 4, 9, 16}, dan Q = {1, 2, 3, 4, 5}

Jawab:

a. b. SP Q
S
A
9 12
1 B 6 7
3 8
5 2 3
10
4
6

19

2. Perhatikan gambar diagram Venn berikut ini:
Hasil survei kegemaran siswa kelas IX terhadap olah raga.

S BC

 Beni  anw ar
 desta
 Adi  Aam  kamil
 Doni  Azis  Maki

 Anang  Ari
 ken
 Markis

S = {siswa kelas IX A}, B = {siswa yang suka Basket}, C = {siswa yang suka Sepak Bola}
Tentukan:

a. himpunan yang ada pada B dan C
b. himpunan S yang ada di B tetapi tidak ada di C
c. himpunan C tetapi tidak ada di B
d. himpunan yang tidak termasuk di B maupun di C
e. berapa banyak siswa yang suka bola basket?
Jawab:
a. Himpunan yang ada pada B dan C adalah {Aam, Azis}
b. B – C = {Beni, Adi, Doni, Anang, Markis}
c. C – B = {Anwar, Desta, Kamil, Maki, Ari, Ken}

d. (B  C)c = {Ali, Modin, Rifqi}

e. n(B) = 7

Banyaknya Anggota Himpunan
Rumus banyaknya irisan, gabungan, dan komplemen dua himpunan adalah:

 n(A  B)  n(A)  n(B)  n(A  B)
 n(A  B)  n(A)  n(B)  n(A  B)
 n(A  B)' n(S)  n(A  B)
Contoh Soal :

20

1. Diketahui n(A) = 27, n(B) = 43, dan n(A  B) = 60. hitunglah nilai dari n(A  B)!

Jawab:

A  B = A + B - A  B sehingga:
n(A  B) = n(A) + n(B) - n(A  B)
n(A  B) = n(A) + n(B) - n(A  B)

= 27 + 43 – 60

= 70 – 60

n(A  B) = 10
2. Dua himpunan sebagaimana dalam gambar, diberikan n(P) = 7, n(Q) = 11, dan n(P  Q) = 5.

Carilah n(P  Q)!

SP Q

Jawab:

n(P  Q) = n(P) + n(Q) - n(P  Q)

= 7 + 11 – 5

= 18 – 5

n(P  Q) = 13

3. Dua himpunan dan banyaknya anggota dari himpunan itu ditunjukkan pada diagram Venn

berikut ini! jika n(A) = n(B),

hitunglah:

a. nilai x SAB

b. n(A  B) 14 + x x 3x

Jawab:

a. n(A) = n(B)
(14 + x) + x = (x + 3x)

21

14 + 2x = 4x
14 = 2x
x=7

b. n(A) = 14 + x = 14 + 7 = 21
n(B) = 3x = 3(7) = 21

n(A  B) = x = 7 maka
n(A  B) = n(A) + n(B) - n(A  B)

= 21 + 21 – 7
= 42 – 7

n(A  B) = 35

3. Tugas Kegiatan Belajar 5
1. Diketahui S = {1, 2, 3, ...,10} adalah himpunan semesta (semesta pembicaraan), A = {1, 2, 3, 4,
5}, dan B = {bilangan genap kurang dari 12}. Gambarlah dalam diagram Venn ketiga himpunan
tersebut.

2. Berdasarkan diagram Venn di atas, nyatakan himpunan-himpunan berikut dengan mendaftar
anggota-anggotanya.
a. Himpunan S.
b. Himpunan P.
c. Himpunan Q.
d. Anggota himpunan P Q.
e. Anggota himpunan P Q.
f. Anggota himpunan P\Q.

22

g. Anggota himpunan PC.
3. Diketahui S = {0, 1, 2, ...,15}; P = {1, 2, 3, 4, 5, 6}; Q = {1, 2, 5, 10, 11}; dan R = {2, 4, 6, 8, 10,

12, 14}. Gambarlah himpunan-himpunan tersebut dalam diagram Venn. Tunjukkan dengan
arsiran daerah-daerah himpunan berikut.
a. P  Q  R
b. P  Q
c. Q  R
d. P  (Q  R)
e. Qc
f. P – R
4. Jawaban Tugas Kegiatan Belajar 5
1. Diketahui S = {1, 2, 3, ..., 10}, A = {1, 2, 3, 4, 5}, B = {2, 4, 6, 8, 10}. Berdasarkan himpunan A
dan B, dapat diketahui bahwa A  B = {2, 4}. Perhatikan bahwa himpunan A dan B saling
berpotongan. (Mengapa?) Dalam diagram Venn, irisan dua himpunan harus dinyatakan dalam
satu kurva (himpunan A dan B dibuat berpotongan). Adapun bilangan yang lain diletakkan pada
kurva masing-masing. Diagram Venn-nya sebagai berikut:

2. a. Himpunan S adalah himpunan semesta atau semesta pembicaraan. Himpunan S memuat
semua anggota atau objek himpunan yang dibicarakan, sehingga S = {1, 2, 3, 4, ..., 20}.

b. Himpunan P adalah semua anggota himpunan S yang menjadi anggota himpunan P. Dalam
diagram Venn, anggota himpunan P berada pada kurva yang dibatasi oleh P. Jadi, P = {1, 3,
6, 9, 12, 15, 18}

c. Himpunan Q adalah semua anggota himpunan S yang menjadi anggota himpunan Q. Dalam
diagram Venn, anggota himpunan Q berada pada kurva yang dibatasi oleh Q. Jadi, Q = {3,
4, 5, 6, 7, 8, 9}.

23

d. Anggota himpunan P  Q adalah anggota himpunan P dan sekaligus menjadi anggota
himpunan Q = {3, 6, 9}.

e. Anggota himpunan P  Q adalah semua anggota himpunan P maupun himpunan Q = {1, 3, 4,
5, 6, 7, 8, 9, 12, 15, 18}.

f. Anggota himpunan P\Q adalah semua anggota P tetapi bukan anggota Q, sehingga P\Q =
{1, 12, 15, 18}.

g. Anggota himpunan Pc adalah semua anggota S tetapi bukan anggota P, sehingga Pc = {2, 4, 5,
7, 8, 10, 11, 13, 14, 16, 17, 19, 20}.

3. Diketahui: S = {0, 1, 2, 3, ..., 15}, P = {1, 2, 3, 4, 5, 6}, Q = {1, 2, 5, 10, 11}; dan R = {2, 4, 6, 8,
10, 12, 14}. Berdasarkan himpunan-himpunan tersebut, dapat diketahui bahwa P  Q  R = {2}
P  Q = {1, 2, 5}
Q  R = {2, 10}
P  R = {2, 4, 6}
Diagram Venn-nya sebagai berikut:

a. Daerah arsiran pada diagram Venn di atas menunjukkan himpunan P  Q  R.
b. Daerah arsiran di samping menunjukkan himpunan P  Q. Tampak bahwa P  Q = {1, 2, 5}.

c. Daerah yang diarsir pada diagram Venn di samping menunjukkan himpunan Q  R. Dari gambar
dapat diketahui bahwa Q  R = {1, 2, 4, 5, 6, 8, 10, 11, 12, 14}.

24

d. Dari soal dapat diketahui bahwa Q  R = {2, 10}, sehingga P  (Q  R) = {1, 2, 3, ..., 6}  {2,
10} = {1, 2, 3, 4, 5, 6, 10}. Daerah arsiran pada diagram Venn di samping menunjukkan daerah
P  (Q  R).

e. Diketahui S = {1, 2, ..., 15} dan Q = {1, 2, 5, 10, 11}, sehingga QC = {3, 4, 6, 7, 8, 9, 12, 13, 14,
15}. Daerah arsiran pada diagram Venn di samping menunjukkan himpunan Qc.

f. Diketahui P = {1, 2, 3, 4, 5, 6} dan R = {2, 4, 6, 8, 10, 12, 14}, sehingga P – R = {1, 2, 3, 4, 5, 6} –
{2, 4, 6, 8, 10, 12, 14} = {1, 3, 5} Diagram Venn-nya sebagai berikut.

F. Kegiatan Belajar 6 : Menggunakan Konsep Himpunan dalam Pemecahan Masalah
1. Tujuan Kegiatan Belajar 6
Setelah mengikuti kegiatan belajar 3 ini, dirapkan siswa dapat menggunakan konsep himpunan
dalam memecahkan masalah sehari-hari

25

2. Uraian Materi Kegiatan Belajar 6

Jika kalian amati masalah dalam kehidupan sehari-hari maka banyak di antaranya dapat
diselesaikan dengan konsep himpunan. Agar dapat menyelesaikannya, kalian harus memahami
kembali mengenai konsep diagram Venn. Kalian harus dapat menyatakan permasalahan tersebut
dalam suatu diagram Venn. Pelajari contoh berikut ini.

Contoh soal:

Perhatikan diagram Venn dibawah ini!

SK T S = himpunan siswa kelas VII A
K = himpunan siswa yang suka minum es teh

6 29 T = himpunan siswa yang suka minum jus
Setiap angka menunjukkan banyaknya siswa

dalam masing-masing kesukaannya.

Tentukanlah:

a. Berapa banyak siswa yang suka minum keduanya?
b. Berapa banyak siswa yang suka minum es teh?
c. Berapa banyak siswa yang tidak suka minum keduanya?
d. Berapa banyak siswa kelas VII A tersebut?
Jawab:

a. n(K  T) = 2

b. n(K) = 6

c. n(K  T)c = 8
d. n(S) = n(K – T) + n(T – K) + n(K  T) + n(K  T)c = 4 + 7 + 2 + 8 = 21

3. Tugas Kegiatan Belajar 6

1. Dalam suatu kelas yang terdiri atas 40 siswa, diketahui 24 siswa gemar bermain tenis, 23 siswa
gemar sepak bola, dan 11 siswa gemar keduaduanya. Gambarlah diagram Venn dari keterangan
tersebut, kemudian tentukan banyaknya siswa

a. yang hanya gemar bermain tenis;

b. yang hanya gemar bermain sepak bola;

26

c. yang tidak gemar kedua-duanya.
2. Dari sekelompok anak, diperoleh data 23 orang suka makan bakso dan mi ayam, 45 orang suka

makan bakso, 34 orang suka makan mi ayam, dan 6 orang tidak suka kedua-duanya.
a. Gambarlah diagram Venn yang menyatakan keadaan tersebut.
b. Tentukan banyak anak dalam kelompok tersebut.
4. Jawaban Tugas Kegiatan Belajar 6
1. Dalam menentukan banyaknya anggota masing-masing himpunan pada diagram Venn, tentukan
terlebih dahulu banyaknya anggota yang gemar bermain tenis dan sepak bola, yaitu 11 siswa.
Diagram Venn-nya seperti gambar berikut

a. Banyak siswa yang hanya gemar tenis = 24 – 11 = 13 siswa
b. Banyak siswa yang hanya gemar sepak bola = 23 – 11 = 12 siswa
c. Banyak siswa yang tidak gemar kedua-duanya = 40 – 13 – 11 – 12 = 4 siswa
2. a. Dalam menentukan banyak anak dalam kelompok tersebut, tuliskan terlebih dahulu banyak

anak yang suka makan bakso dan mi ayam, serta banyak anak yang tidak suka keduanya
pada diagram Venn. Kemudian, tentukan banyak anggota masng-masing. Diagram Venn-nya
sebagai berikut

b. Dari diagram Venn, tampak bahwa banyak anak dalam kelompok tersebut = 22 + 23 + 11 + 6
= 62 anak

27

G. Rangkuman Materi Himpunan

1. Himpunan adalah kumpulan benda atau objek yang ciri-cirinya jelas, sehingga dengan tepat dapat
diketahui objek yang termasuk himpunan dan yang tidak termasuk dalam himpunan tersebut.

2. Suatu himpunan biasanya diberi nama atau dilambangkan dengan huruf besar (kapital) A, B, C, ..., Z.
Adapun benda atau objek yang termasuk dalam himpunan tersebut ditulis dengan menggunakan
pasangan kurung kurawal {...}.

3. Suatu himpunan dapat dinyatakan dengan tiga cara, yaitu dengan kata-kata, dengan notasi pembentuk
himpunan, dan dengan mendaftar anggota-anggotanya.

4. Himpunan yang memiliki banyak anggota berhingga disebut himpunan berhingga. Himpunan yang
memiliki banyak anggota tak berhingga disebut himpunan tak berhingga.

5. Himpunan semesta atau semesta pembicaraan adalah himpunan yang memuat semua anggota atau
objek himpunan yang dibicarakan. Himpunan semesta biasanya dilambangkan dengan S.

6. a. Himpunan A merupakan himpunan bagian B, jika setiap anggota A juga menjadi anggota B dan
dinotasikan A  B atau B  A.

b. Himpunan A bukan merupakan himpunan bagian B, jika terdapat anggota A yang bukan anggota B
dan dinotasikan A  B.

c. Setiap himpunan A merupakan himpunan bagian dari himpunan A sendiri, ditulis A  A.
d. Banyaknya semua himpunan bagian dari suatu himpunan adalah 2n, dengan n banyaknya anggota

himpunan tersebut.
7. a. Dua himpunan yang tidak kosong dikatakan saling lepas atau saling asing jika kedua himpunan

tersebut tidak mempunyai anggota persekutuan.
b. Dua himpunan dikatakan sama, jika kedua himpunan mempunyai anggota yang tepat sama.
c. Dua himpunan A dan B dikatakan ekuivalen jika n(A) = n(B).
8. Irisan (interseksi) dua himpunan adalah suatu himpunan yang anggotanya merupakan anggota
persekutuan dari dua himpunan tersebut. Irisan himpunan A dan B dinotasikan dengan A  B = {x | x
 A dan x  B}.
9. Gabungan (union) himpunan A dan B adalah suatu himpunan yang anggotanya terdiri atas anggota-
anggota A atau anggotaanggota B. Gabungan himpunan A dan B dinotasikan dengan A  B = {x | x  A
atau x  B}. Banyak anggota dari gabungan himpunan A dan B dirumuskan dengan n(A  B) = n(A) +
n(B) – n(A  B).
10. Untuk setiap himpunan A, B, dan C berlaku sifat komutatif, asosiatif, dan distributif.

28

BAB III EVALUASI

a. Evalusi Tes Tulis

Uraikan soal berikut sehingga diperoleh jawaban yang benar

1. Tuliskan himpunan berikut dengan menggunakan notasi himpunan!

a. P adalah himpunan titik pojok kubus ABCD. EFGH

b. K adalah huruf konsonan

c. L adalah himpunan gambar pada sila-sila Pancasila

2. Berikan nama himpunan dari kumpulan obyek dibawah ini berdasarkan sifat -sifat anggotanya agar
disebut dengan himpunan.

a. Tas, penggaris, buku tulis, penghapus, busur, LKS

b. Surabaya, Malang, Jember, Ngawi

c. Maret, Mei

3. Sebutkan dua buah himpunan semesta untuk himpunan-himpunan berikut:

a. {1, 3, 5, 7, 9}

b. {pesawat, kereta api, kapal, mobil}

c. S = {bilangan prima}
4. Jika S = {bilangan bulat}, A = {bilangan asli}, C = {bilangan cacah}, G = {bilangan ganjil}, H = {bilangan

genap}, dan P = {bilangan Prima}. Lukislah diagram Venn dari pasangan himpunan berikut ini dengan
himpunan semesta adalah S

a. A dan P

b. A, P, dan H

c. C, G, H, dan P

5. Tentukan banyaknya himpunan bagian dari K = {a, b, c, d, e} yang mempunyai:

a. dua anggota d. anggota lebih dari dua

b. tiga anggota e. anggota paling sedikit tiga

29

c. empat anggota

6. Diberikan diagram Venn yang menyatakan himpunan A, B, dan C. Tentukanlah:

SA B

1 3 13
10 14
2
4 11

a. banyaknya himpunan bagian dari B
b. banyaknya himpunan bagian dari perpotongan himpunan A dan C
c. banyaknya himpunan bagian dari perpotongan ketiga himpunan tersebut
7. Perhatikan gambar dibawah ini!

S

AB

ce g

d fh
a

S = {penghuni Pondok Indah}

A = {penghuni yang menyukai teh}

B = {penghuni yang menyukai kopi}

Tentukan:

a. berapa banyak penghuni pondok yang menyukai teh?
b. berapa banyak penghuni yang tidak menyukai kopi tetapi menyukai teh?
c. berapa banyak penghuni yang menyukai teh dan kopi?
d. berapa banyak penghuni yang tidak menyukai keduanya?
8. Dari 53 bayi di PUSKESMAS, 30 bayi minum susu kaleng, 13 bayi minum susu ASI, dan 10 bayi minum
keduanya. Berapa jumlah bayi yang hanya minum ASI?

30

9. Dari 46 siswa yang gemar bahasa inggris ada 26 siswa, gemar bahasa arab ada 32 siswa dan 14 siswa
gemar keduanya. Tentukan banyaknya siswa yang tidak gemar keduanya!

10. Dari sekelompok siswa yang suka tennis meja ada 26 siswa, yang gemar bulu tangkis ada 27 siswa,
yang gemar keduanya ada 9 siswa dan yang tidak gemar keduanya ada 4 siswa. Tentukan banyaknya
siswa dalam kelompok tersebut!

11. Perhatikan himpunan A, B, dan C dalam diagram Venn berikut!
S AC

7 9-x 8
x

8-x 7-
x

Diberikan S = A  B  C, dan n(S) = 34, hitunglah:

a. nilai x

b. n(A  B  C)

b. Jawaban Evalusi Tes Tulis
1. a. P = {A, B, C, D, E, F, G, dan H}

b. K = {b, c, d, f, g, h, j, k, l, m, n, p, q, r, s, t, v, w, x, y, z}
c. L = {Bintang, Beringin, Kepala Banteng, Rantai, Padi dan kapas}
2. a. Himpunan Peralatan Sekolah
b. Himpunan Kota di Jawa Timur
c. Himpunan bulan dengan huruf depan M
3. a. himpunan semesta yang memenuhi adalah himpunan bilangan asli dan himpunan bilangan cacah
b. himpunan semester yang memenuhi adalah himpunan alat transportasi dan himpunan kendaraan

bermesin
c. himpunan semesta yang memenuhi adalah himpunan bilangan asli dan himpunan bilangan cacah

31

4. a. A dan P b. A, P, dan H c. C, G, H, dan P
SA S
SA C
P PH
GH
P

5. a. {a,b},{a,c},{a,d},{a,e},{b,c},{b,d},{b,e},{c,d},{c,e},{d,e}

b. {a,b,c},{a,b,d},{a,b,e},{a,c,d},{a,c,e},{a,d,e},{b,c,d},{b,c,e},{b,d,e},{c,d,e}

c. {a,b,c,d},{a,b,c,e},{a,b,d,e},{a,c,d,e}, {b,c,d,e}

d. {a,b,c}, {a,b,d}, {a,b,e}, {a,c,d}, {a,c,e}, {a,d,e}, {b,c,d}, {b,c,e}, {b,d,e}, {c,d,e}, {a,b,c,d},
{a,b,c,e}, {a,b,d,e}, {a,c,d,e}, {b,c,d,e}

e. {a,b,c}, {a,b,d}, {a,b,e}, {a,c,d}, {a,c,e}, {a,d,e}, {b,c,d}, {b,c,e}, {b,d,e}, {c,d,e}, {a,b,c ,d},
{a,b,c,e}, {a,b,d,e}, {a,c,d,e}, {b,c,d,e},{a,b,c,d,e}

6. a. B = {3,4,6,7,10,11,12,13,14,15}, n(B) = 10, maka banyak himpunan bagian dari B = 210 = 1024

b. A C = {6, 7, 8}, n(AC) = 3 maka banyak himpunan bagian dari n(AC) adalah 23 = 8

c. ABC = {6, 7}, n(ABC) = 2, maka banyak himpunan bagian dari n(ABC) adalah 22 = 4

7. a. A = {c, d, e, f} maka n(A) = 4 c. AB = {e, f}, maka n(AB) = 2

b. {c, d} jadi ada 2 d. {a, b} jadi ada 2

8. Misal banyak seluruh bayi adalah n(K  A) = 53, banyak bayi suka susu kaleng n(K) = 30, banyak bayi
suka minum keduanya n(K  A) = 10, maka n(K  A) = n(K) + n(A) - n(K  A), sehingga jumlah bayi yang
minum ASI adalah: n(A) = n(K  A) + n(K  A) – n(K)

= 53 + 10 – 30

= 33

Jumlah bayi yang hanya minum ASI adalah n(A) - n(K  A) = 33 – 10 = 23 anak

9. Banyak siswa, n(S) = 46

Banyak siswa gemar bahasa ingris, n(I) = 26

Banyak siswa gemar bahasa arab, n(A) = 32

32

Banyak siswa gemar keduanya, n(I  A) = 14

SI A

26 - 14 14 32-14

Maka banyak siswa yang tidak gemar keduanya adalah:

n(I  A)c = n(S) – n(I - A) + n(A - I) + n(I  A) = 46 – (26 – 14) - (32 – 14) - 14
= 46 – 12 – 18 – 14 = 46 – 44  n(I  A)c = 2

Jadi banyak siswa yang tidak gemar keduanya adalah 2 anak

10. Misal banyak anak yang suka tennis meja n(T) = 26

banyak anak yang suka bulu tangkis n(B) = 27

banyak anak yang suka keduanya n(T  B) = 9
banyak anak yang tidak suka keduanya n(P  C)c = 4

ditanya banyak siswa dalam kelompok tersebut?:

diagram Venn: T B
S

26 - 9 9 27 - 9

Banyak siswa dalam kelompok tersebut adalah:

n(S) = n(T – B) + n(B – T) + n(T  B) + n(T  B)c = (26 – 9 ) + ( 27 – 9 ) + 9 + 4

= 17 + 18 + 9 + 4  n(S) = 48
jadi banyak siswa dalam kelompok tersebut adalah 48 siswa

33

11. a. n(S) = 34
9 – x + x + 8 – x + 7 – x + 7 + 8 + 9 = 34
- 2x + 48 = 34
- 2x = 34 – 48
- 2x = -14
x=7

b. n(A  B  C) = x = 7

34


Click to View FlipBook Version