Glosarium PKN Olleh FFrraansisca Chyntia Naomi Siagian nsisca Chyntia Naomi Siagian
identitas Fransisca Chyntia Naomi Siagian X1/13 SMA Athalia
Kata Pengantar Puji Syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan karunia-Nya, sehingga saya dapat menyusun materi pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan ini dengan lancar. Materi ini membahas istilah-istilah penting dari 4 Bab. Materi ini diharapkan menjadi panduan bagi siswa-siswi untuk memahami konsep-konsep dasar. Saya berharap materi ini dapat menjadi manfaat bagi siswa-siswi dan menjadi dasar yang kuat dalam mempelajari Pendidikan Kewarganegaraan. Terimakasih atas perhatian dan kerja sama dari semua pihak terutama Pak Markus Marwonto yang telah membantu dalam penyusunan materi ini. Tangerang, Mei 2024 Naomi
BAB I PANCASILA 01
A : 1. Absolutisme : Bentuk pemerintahan tanpa undang-undang dasar. 2. Anarki : Hal tidak adanya pemerintahan, undang-undang, peraturan, atau ketertiban. D : 3. Despotisme : Sistem pemerintahan dengan kekuasaan tidak terbatas dan sewenang-wenang. F : 4. Fuku kaico : Ketua muda atau wakil ketua di BPUPKI. 5. Feodalisme : Sistem sosial atau politik yang memberikan kekuasaan yang besar kepada golongan bangsawan. 02
F : 6. Federasi : Gabungan beberapa negara bagian yang dikoordinasi oleh pemerintah pusat yang mengurus hal-hal mengenai kepentingan nasional seluruhnya (seperti keuangan, urusan luar negeri, dan pertahanan). 7. Fundamental : Bersifat dasar (pokok) atau mendasar. H : 8. Humanisme : Paham yang menganggap manusia sebagai objek studi terpenting. 9. Hierarkis piramidal : Tingkatan yang digunakan untuk menggambarkan hubungan bertingkat dari sila-sila pancasila. 03
I : 10. Ideologi : Kumpulan konsep bersistem yang dijadikan asas pendapat (kejadian) yang memberikan arah dan tujuan untuk kelangsungan hidup. 11. Imperialisme : Sistem politik yang bertujuan menjajah negara lain untuk mendapatkan kekuasaan dan keuntungan yang lebih besar. 12. Internasionalisme : Prinsip politik yang melampaui nasionalisme dan mempromosikan kerja sama politik atau ekonomi yang lebih besar di antara negara-negara bangsa. 13. Integralistik : Bersifat integral atau merupakan satu keseluruhan. 14. Individualisme : Paham yang menghendaki kebebasan berbuat dan menganut kepercayaan bagi setiap orang. 15. Insaf : Sadar akan kekeliruannya dan bertekad akan memperbaiki dirinya. 04
K : 16. Kaico : Ketua di BPUPKI. 17. Keprabuan : Diambil dari kata "prabu" yang berarti "leluhur" atau "raja muda". 18. Kolonialisme : Paham tentang penguasaan oleh suatu negara atas daerah atau bangsa lain dengan maksud untuk memperluas negara itu. 19. Konstitusional : Bersangkutan dengan, sesuai dengan, atau diatur oleh konstitusi suatu negara. 20. Kausalitas : Perihal sebab akibat. 05
L : 21. Liberalisme : Aliran ketatanegaraan dan ekonomi yang menghendaki demokrasi dan kebebasan pribadi untuk berusaha dan berniaga (pemerintah tidak boleh turut campur). 06M : 22. Mondial : Berkaitan dengan seluruh dunia. N : 23. Nationale staat : Istilah politik yang memiliki arti Negara Kebangsaan yang berarti warga negara yang tinggal di suatu negara juga merupakan bangsa yang sama. O : 24. Oligarki : Struktur pemerintahan atau kekuasaan yang dipegang oleh sekelompok orang yang selalu mengendalikan kekuasaan untuk mewujudkan keinginan mereka sendiri.
P : 25. Praaksara : Sebuah masa dimana manusia belum mengenal tulisan. Masa ini ditandai dengan manusia yang masih menggunakan batu dan logam sebagai teknologinya kala itu. 26. Philosophische grondslag : Istilah yang ditujukan untuk Pancasila selaku dasar negara Indonesia. 27. Pengejawantahan : Penjelmaan (perwujudan, pelaksanaan, manifestasi) suatu posisi, kondisi, sikap, pendirian, dan sebagainya. 07
R : 0828. Rasionalisme : Teori (paham) yang menganggap bahwa pikiran dan akal merupakan satu-satunya dasar untuk memecahkan problem (kebenaran) yang lepas dari jangkauan indra. S : 29. Sauvinisme : Ajaran atau paham mengenai cinta tanah air dan bangsa yang berlebihan. U : 30. Universalisme : Pendekatan dalam linguistik yang menganggap semua bahasa di dunia ini mempunyai dasar yang sama dengan sistem logika.
BAB II UUD NRI Tahun 1945 09
A : 1. Anarkistis : Bersifat anarki. 2. Asas legalitas : Prinsip hukum yang menegaskan bahwa suatu tindakan hanya bisa dikenai hukuman pidana jika tindakan tersebut telah secara jelas diatur sebagai perbuatan pidana dalam perundang-undangan yang berlaku sebelum tindakan dilakukan. 3. Asas proporsionalitas : Asas yang mengutamakan keseimbangan antara hak dan kewajiban Penyelenggara Negara. 4. Asusila : Tidak susila atau tidak baik tingkah lakunya. 10
B : 11 5. Belenggu : Ikatan (sehingga tidak bebas lagi). 6. Berserikat : Bersatu merupakan perkumpulan (gabungan, ikatan, dan sebagainya). D : 7. Demonstrasi : Pernyataan protes yang dikemukakan secara massal. 8. Demonstratif : Bersifat mempertunjukkan (mempertontonkan) secara mencolok. H : 9. Hakikat : Inti sari atau dasar.
I : 1210. Instrumental : Nilai-nilai atau prinsip-prinsip yang digunakan sebagai alat atau sarana untuk mencapai tujuan atau hasil tertentu. K : 11. Kasasi : Pembatalan atau pernyataan tidak sah oleh Mahkamah Agung terhadap putusan hakim karena putusan itu menyalahi atau tidak sesuai dengan undang-undang. 12. Kesusilaan :Pengetahuan tentang adab. 13. Kompensasi : Imbalan berupa uang atau bukan uang, yang diberikan kepada karyawan dalam perusahaan atau organisasi. 14. Konvensi : Perjanjian antarnegara, para penguasa pemerintahan, dan sebagainya.
K : 1315. Kontinuitas : Kesinambungan. 16. Konstitusi : Undang-undang dasar suatu negara. 17. Kolektif : Secara bersama. L : 18. Legalitas : Perihal (keadaan) sah. M : 19. Martabat : Tingkat harkat kemanusiaan.
M : 14 20. Mentransmisikan : Mengirimkan atau meneruskan pesan dari seseorang (benda) kepada orang lain (benda lain). 21. Mimbar bebas : Kegiatan penyampaian pendapat di muka umum yang dilakukan secara bebas dan terbuka tanpa tema tertentu. 22. Mukadimah : Pendahuluan atau kata pengantar. P : 23. Pawai :Cara penyampaian pendapat dengan arak-arakan di jalan umum. 24. Praksis : Praktik (dalam bidang kehidupan dan kegiatan praktis manusia).
P : 1525. Proporsional : Sesuai dengan proporsi atau seimbang. 26. Rechtsstaat : Sebuah "negara konstitusional" yang membatasi kekuasaan pemerintah dengan hukum. 27. Restitusi : Pemulihan kondisi korban atau penggantian kerugian yang dialami korban baik secara fisik maupun mental. 28.Retribusi :Pungutan uang oleh pemerintah sebagai balas jasa. 29. Rule of law : Konsep negara hukum yang berarti hukum memegang kedudukan tertinggi dalam penyelenggaraan suatu negara hukum. R :
V : 1630. Vonis : Putusan hakim yang berkaitan dengan persengketaan di antara pihak yang maju ke pengadilan
BAB III Bhinneka Tunggal Ika 17
A : 181.Amalgamasi : Pernikahan antar ras atau antar etnik. 2. Animisme : Kepercayaan kepada roh yang mendiami semua benda. 3. Asas kekeluargaan : Penyelenggaraan pembangunan ketahanan dan kesejahteraan keluarga dilaksanakan secara kekeluargaan, meliputi keadilan, kearifan, kebersamaan, gotong royong, tenggang rasa, dan tanggung jawab dalam kehidupan berkeluarga dan bermasyarakat. B : 4. Barifola : Istilah dalam Bahasa Tidore yang artinya bergotong royong membangun rumah.
B : 5. Bhinneka : Beraneka ragam. 6. Buddhayah : Bahasa sanskerta yang merupakan bentuk jamak dari kata "buddhi" yang berarti budi atau akal. 7. Buddhi : Bahasa sanskerta yang artinya kemampuan kebijaksanaan intuitif atau kesadaran spiritual langsung dalam kepercayaan Hindu dan Budha. 19C : 8. Cendekiawan : Orang yang memiliki sikap hidup yang terus-menerus meningkatkan kemampuan berpikirnya untuk dapat mengetahui atau memahami sesuatu.
D : 209. Dinamisme : Kepercayaan bahwa segala sesuatu mempunyai tenaga atau kekuatan yang dapat mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan usaha manusia dalam mempertahankan hidup. E : 10. Etnis :Terkait dengan kelompok sosial yang memiliki kesamaan budaya, bahasa, atau asal usul. 11. Esensi : Hakikat atau inti.
F : 21 12. Fanatisme : Keyakinan yang terlalu kuat terhadap ajaran (politik, agama, dan sebagainya). I : 13. Ibadat : Ibadah. 14. Itikad : Kepercayaan atau keyakinan yang teguh.
K : 2215. Kakawin Sutasoma : Benda peninggalan sejarah berupa karya sastra yang dikarang oleh Mpu Tantular. 16. Kegotongroyongan : Perihal bergotong royong. 17. Kodrati : Berkaitan dengan kemampuan alami. L : 18. Luhur : Tinggi atau mulia. M : 19. Matrilineal : Sistem kekerabatan yang menarik garis keturunan dari pihak ibu.
M : 2320. Majemuk : Terdiri atas beberapa bagian yang merupakan kesatuan. 21. Melambu : Kegiatan gotong royong berburu binatang liar. 22. Mpu Tantular : Penganut Buddha. 23. Mutualisme : Hubungan timbal balik yang saling menguntungkan antara dua organisme. 24. Monyilo : Kegiatan gotong royong untuk menangkap ikan di laut.
P : 2425. Patrilineal : Sistem kekerabatan yang bertumpu pada garis keturunan bapak. 26. Puspa : Bunga. S : 27. Sansekerta : Bahasa kitab suci Weda. 28. Silimo : Suku bangsa yang mendiami Pegunungan Tengah bagian selatan, hulu Sungai Baliem sebelah barat, dan Lembah Kiniage di Papua. 29. Sentimen agama : Mengacu pada aspek emosional dan psikologis dari keyakinan dan praktik keagamaan. 30. Solidaritas : Sifat solider atau sifat satu rasa.
BAB IV Negara Kesatuan Republik Indonesia 25
A : 261.Asas kewarganegaraan : Pedoman dasar bagi suatu negara untuk menentukan warga negaranya. 2. Asas ius soli : Asas pemberian kewarganegaraan berdasarkan tempat kelahiran (terbatas). 3. Asas ius sanguinis : Asas pemberian kewarganegaraan berdasarkan keturunan orang tuanya. 4. Asas Nondiskriminatif : Asas yang tidak membedakan perlakuan dalam segala ikhwal yang berhubungan dengan warga negara atas dasar suku, ras, agama, golongan, jenis kelamin dan gender. 5. Apatride : Tidak memiliki kewarganegaraan.
B : 276. Bipatride : Asas kewarganegaraan yang dianut oleh negara yang berbeda. C : 7. Citizen :Warga negara. 8. Citizenship : Sebuah status dari seseorang yang mempunyai kesetiaan terhadap negara dan menempatkan hak dan kewajiban tertentu di negara tersebut. D : 9. Diskriminatif : Bersifat diskriminasi (membeda-bedakan). E : 10. Etimologi : Cabang ilmu bahasa yang menyelidiki asal-usul kata serta perubahan dalam bentuk dan makna.
F : 2811. Firma : Perserikatan dagang yang didirikan untuk menjalankan usaha dagang bersama di bawah satu nama yang setiap pesertanya turut bertanggung jawab. I : 12. Integrasi : Pembauran hingga menjadi kesatuan yang utuh atau bulat. K : 13. Kondusif : Memberi peluang pada hasil yang diinginkan yang bersifat mendukung. 14. Kewarganegaraan : Hal yang berhubungan dengan warga negara atau keanggotaan sebagai warga negara.
L : 2915. Landasan operasional : Dasar hukum material yang memberi arah serta menjadi pedoman pengelolaan oleh pemegang kekuasaan dalam mengelola sebuah negara. M : 16. Multipatride : Status bagi seseorang yang mempunyai kewarganegaraan lebih dari dua. 17. Mekanisme : Cara kerja suatu organisasi. N : 18. Naturalisasi : Pemerolehan kewarganegaraan bagi penduduk asing. 19. Normatif : Berpegang teguh pada norma.
O : 3020. Operasional : Secara (bersifat) operasi atau berhubungan dengan operasi. P : 21. Prasyarat : Syarat yang harus dipenuhi sebelum melakukan, mengikuti, atau memasuki pendidikan atau sesuatu kegiatan. 22. Primordialisme : Pandangan yang memegang teguh hal-hal yang dibawa sejak kecil, baik tradisi, adat istiadat, kepercayaan, maupun segala sesuatu yang ada di dalam lingkungan pertama. 23. Provokasi : Tindakan menghasut. 24. Political equality : Kesetaraan politik adalah keadaan ketika para anggota masyarakat berada pada kedudukan yang setara dalam hal kekuasaan atau pengaruh politik.
R : 31 25. Resimen : Pasukan tentara yang terdiri atas beberapa batalion yang biasanya dikepalai oleh seorang perwira menenga. 26.Regional : Bersifat daerah. S : 27. Status : Keadaan atau kedudukan (orang, badan, dan sebagainya) dalam hubungan dengan masyarakat di sekelilingnya. 28. Substantif : Nyata atau penting. 29. Stelsel aktif : Sistem yang memerlukan tindakan aktif dari subjeknya. 30. Stelsel pasif : Sistem yang tidak memerlukan tindakan aktif dari subjeknya.
DAFTAR PUSTAKA https://ditsmp.kemdikbud.go.id/periodesasi-zaman-batu-di-masapraaksara/#:~:text=Masa%20praaksara%20adalah%20sebuah%20masa,batu%20dan%20juga%20 zaman%20logam. https://nasional.kompas.com/read/2023/08/29/00150021/arti-internasionalisme-dan-contohnya https://www.gramedia.com/literasi/oligarki/ https://nasional.kompas.com/read/2022/04/22/00300021/mimbar-bebas--definisi-landasanhukum-dan-contohnya https://paralegal.id/pengertian/pawai/ https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Rechtsstaat https://www.hukumonline.com/klinik/a/rule-oflaw-di-indonesia-lt624ebfa5a3b7e/ https://desakarangtengah.gunungkidulkab.go.id/first/artikel/121-PELESTARI-BUDAYA https://www.merriam-webster.com/dictionary/buddhi https://fahum.umsu.ac.id/asas-legalitas-pengertian-tujuan-dan-prinsip/ 32
DAFTAR PUSTAKA https://jdih.kemenkeu.go.id/fulltext/1999/28TAHUN1999UUPENJ.htm#:~:text=Yang%20dimaksud% 20dengan%20%22Asas%20Proporsionalitas,hak%20dan%20kewajiban%20Penyelenggara%20Neg ara.&text=Yang%20dimaksud%20dengan%20%22Asas%20Profesionalitas,peraturan%20perunda ng%2Dundangan%20yang%20berlaku. https://mediaindonesia.com/humaniora/583454/pengertian-nilai-instrumental-pancasila-dancontoh https://hangtuah.ac.id/hak-asasi-manusia-asas-praduga-tidakbersalah/#:~:text=Asas%20praduga%20tidak%20bersalah%20adalah,dan%20kuat%20yang%20m enunjukkan%20kesalahannya. https://www.gramedia.com/literasi/pengertian-etnis/ 33
DAFTAR PUSTAKA https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-6403938/kitab-sutasoma-isi-dan-asal-mula-bhinnekatunggal-ika https://www.gramedia.com/literasi/matrilineal-adalah/ https://rmol.id/read/2017/08/19/303717/bhinneka-tunggal-ika-ini-maksud-mpu-tantular-yang-benar https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Barifola https://www.gramedia.com/literasi/arti-bhinneka-tunggal-ika/ https://jdih.babelprov.go.id/sites/default/files/produkhukum/PERDA%20NO.%2012%20TAHUN%202019%20PENJELASAN.pdf https://www.kompas.com/skola/read/2022/04/22/100000369/pengertian-dan-perbedaan-sistemkekerabatan-patrilineal-serta-matrilineal https://typeset.io/questions/what-is-religious-sentiment-20pn2nbihe https://www.hukumonline.com/berita/a/asas-asas-kewarganegaraan-lt643e042404dfc/ http://johorejo.desa.id/kabardetail/OHRCQ2FkSUNBU3JJYkI5MVRkREE3UT09/residen--citizen-dannetizen.html 34
DAFTAR PUSTAKA https://www.scribd.com/document/367922842/Definisi-Dan-Pengertian-Citizenship-AdalahSebuah-Status-Dari-Seseorang-Yang-Mempunyai-Kesetiaan-Terhadap-Negara-Dan-MenempatkanHak-Dan-Kewajiban-Ter https://nasional.kompas.com/read/2022/03/23/03000001/wawasan-nusantara-sebagai-landasanoperasional#:~:text=KOMPAS.com%20%2D%20Landasan%20operasional%20adalah,sebuah%20ko nstitusi%20dan%20landasan%20idiil. https://www.gramedia.com/literasi/asas-ius-soli/ https://kemlu.go.id/hochiminhcity/id/read/kewarganegaraan-ganda-bagi-wni-dibawah-18- tahun/131/informationsheet#:~:text=Asas%20nondiskriminatif%2C%20yaitu%20asas%20yang,golongan%2C%20jenis%20kelamin%20dan%20gender. https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Kesetaraan_politik https://kbbi.kemdikbud.go.id/ 35