The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by tri.widya, 2021-08-21 12:26:37

Draft E-Modul_percobaan

Draft E-Modul_percobaan

1

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan atas berkah dan rahmat Allah SWT
dengan tersusunnya e-modul Pembelajaran Praktikum Proses Produksi
Program Televisi. E-modul ini penulis susun dengan harapan dapat
membantu mahasiswa saat melakukan kegiatan praktikum dan memahami
tahapan proses produksi program televisi yang terdiri dari pra produksi,
produksi, dan pasca produksi. Penulis berharap Selain itu e-modul ini dapat
menjadi pedoman mahasiswa dalam merencanakan dan memproduksi
program-program dalam media penyiaran televisi. e-modul ini dapat
bermanfaat untuk mendasari bekal keilmuan mahasiswa dalam mempelajari
cabang-cabang ilmu komunikasi lainnya terutama yang berkaitan dengan
penyiaran (broadcasting), proses produksi, manajemen penyiaran dan
lainnya.

Seluruh kritik dan saran dari berbagai pihak yang bersifat membangun
sangat penulis harapkan demi kelayakan e-modul Pembelajaran Proses
Produksi Program Televisi ini di masa yang akan datang. Harapan penulis
semoga e-modul ini bisa membantu dan bermanfaat bagi pembaca nya
khususnya mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas
Singaperbangsa Karawang.

Karawang, 1 September 2021

Tim Penyusun

2

DAFTAR ISI

Kata Pengantar …………………………………………………………………i

Daftar Isi ………………………………………………………………………… ii

Pendahuluan …………………………………………………………………… 1

Format Program Acara ……………………………………………………….. 2

Kru Produksi (Production Crew) …………………………………………….. 3

Kegiatan Belajar 1: Perencanaan Program Acara (Pra Produksi) …… 11

A. Menemukan Ide / Gagasan …………………………………………… 12
B. Pertemuan Produksi dan Penjadwalan ……………………………… 12
C. Persiapan ……………………………………………………………….. 14

Kegiatan Belajar 2 : Eksekusi Program (Produksi) ………………………16

A. Rehearsal Studio …………………………………………………… 16
B. Rehearsal Kru ………………………………………………………. 18

C. Shooting (Syuting) …………………………………………………. 20

Kegiatan Belajar 3 : Penyuntingan Program (Pasca Produksi) ……… 22

A. Offline Editing …………………………………………………….. 23
B. Online Editing ……………………………………………………. 24
C. Mixing ……………………………………………………………… 25
D. Distribute ………………………………………………………….. 25

Daftar Pustaka ………………………………………………………………… 26

3

Modul Praktikum Produksi Program Televisi

PENDAHULUAN

Mata Kuliah Produksi Program Televisi adalah mata kuliah praktikum
yang mensyaratkan mahasiswa melakukan praktek. Kompetensi akhir yang
akan mahasiswa capai setelah mempelajari mata kuliah ini adalah mampu
mengembangkan program televisi untuk pembelajaran. Video
pembelajaran yang dimaksud adalah bahan belajar berbentuk audio visual
yang berisi konten materi belajar berbasis pada kurikulum Pendidikan untuk
jalur dan jenjang tertentu. Mata kuliah ini terdiri dari 3 sks, dimana 2 sks untuk
praktikum dan 1 sks untuk teori.

Seiring berkembangnya teknologi, modul awalnya berupa bahan ajar
cetak yang kemudian berkembang menjadi bahan ajar yang bisa diakses
melalui internet dikenal dengan istilah elektronik modul (E-modul).
Purwaningtyas (2017) mengatakan modul elektronik merupakan bentuk
bahn ajar yang sesuai dengan karakteristik materi ajar yang telah dikemas
dalam satu kesatuan yang utuh, disusun secara sistematis, dipelajari secara
mandiri.

Televisi merupakan salah satu media massa yang masih memiliki
tempat di hati pemirsa nya meskipun teknologi saat ini tengah berkembang
seiring dengan pertumbuhan platform digital. Televisi diyakini masih
memiliki daya tarik tersendiri apabila setiap program acara yang ditayangkan
dikemas dengan apik, unik, kreatif dan menonjolkan citra dari stasiun TV.
Alasan masyarakat menonton televisi berawal dari sebuah kebutuhan akan
informasi dan mencari hiburan ditengah aktifitas sehari-hari. Kekuatan
televisi terletak pada kemampuan menarik perhatian pemirsa lewat tayangan
audio visual.

4

Modul Praktikum Produksi Program Televisi

FORMAT PROGRAM ACARA
Sebelum membuat sebuah program acara yang berkualitas dan menarik
mahasiswa harus mampu mengenal format acara televisi terlebih dahulu.
Format acara televisi adalah sebuah perencanaan dasar dari suatu konsep
acara televisi yang akan menjadi landasan kreatifitas dan desain
produksi yang akan terbagi dalam berbagai kriteria utama yang disesuaikan
dengan tujuan dan target pemirsa acara tersebut. Dalam sebuah format
dapat ditentukan jenis program acara yang akan dibuat apakah program
informasi (berita) dan program hiburan (entertainment)

Gambar 1.1 Bagan Program Televisi menurut Morrison

Program informasi adalah segala jenis siaran yang tujuannya untuk
memberikan tambahan pengetahuan (informasi) kepada khalayak audience.
Program informasi tidak harus program berita dimana presenter
membacakan berita, tapi juga termasuk di dalamnya acara talkshow
(perbincangan). Program ini dibagi 2, yakni hard news dan soft news. Hard
News adalah segala informasi penting dan atau daya tarik yang harus segera

5

Modul Praktikum Produksi Program Televisi

disiarkan oleh media penyiaran karena sifatnya yang harus segera
ditayangkan agar dapat diketahui khalayak secepatnya., Hard news dibagi
kedalam beberapa bentuk berita, yakni, straight news, feature, dan
infotainment. Berita lunak (Soft News), yaitu segala informasi yang penting
dan menarik yang disampaikan secara mendalam, namun tidak bersifat harus
segera ditayangkan. Program yang masuk dalam kategori berita lunak,
antara lain : current affair, magazine, dokumenter, dan talk show.

Kru Produksi (Production Crew)

Sebelum masuk pada tiga tahapan proses produksi, ada baiknya kita
mengenal terlebih dahulu siapa saja orang-orang yang terlibat dalam proses
produksi program acara. Tidak ada jumlah yang pasti untuk setiap kru
produksi yang bertugas pada satu program acara televisi tergantung pada
jenis proyek yang saat itu dilakukan. Selain itu jobdesc kru akan bervariasi
tergantung dari kebijakan perusahaan.

Gambar 1.2 Gambaran umum alur kerja kru produksi televisi

1. Eksekutif Produser
Seorang Eksekutif Produser bertanggung jawab atas keseluruhan
organisasi dan administrasi kelompok produksi. Dia mengontrol
dan mengoordinasikan manajemen bisnis, termasuk hak

6

negosiasi, anggaran program, terlibat dalam keputusan kreatif
utama dan memperhatikan masalah yang lebih luas seperti
pendanaan, pendukung, dan pengaturan produksi bersama.
2. Produser
Produser bertanggung jawab atas pengelolaan produksi tertentu.
Biasanya ia mengawasi kerja staf dan para kru, koordinasi antar
departemen, penerimaan skrip, dan penjadwalan produksi.
Produser juga dapat memilih atau memulai konsep program dan
bekerjasama dengan tim kreatif. Dia dapat menugaskan seorang
director produksi dan bertanggung jawab untuk memenuhi tenggat
waktu, produksi, perencanaan, proyek lokasi, latihan, perawatan
produksi dan sebagainya. Produser juga memperhatikan properti
yang akan digunakan untuk proses syuting, bertanggung jawab
pada pasca produksi, dan hasil akhir program acara.
3. Asisten Produser
Asisten produser bertanggung jawab untuk membantu tugas
produser. Seperti koordinasi pertemuan dengan bagian lain,
memastikan jadwal produksi dengan benar, cek dan ricek
persipaan kebutuhan alat, properti, talents, kru yang bertugas agar
proses syuting berjalan dengan baik, serta mengawasi kegiatan
paska produksi
4. Director / Pengarah Acara
Director atau pengarah acara bertanggung jawab untuk
memvisualisasikan skrip atau acara secara kreatif.
mengkomunikasikan visi mereka kepada kru. Seorang director juga
harus mampu mengarahkan kru agar hasil syuting bisa berjalan
sesuai skrip. Peran director harus bisa menjadi penasihat,
pembimbing, dan mengoordinasikan berbagai anggota kru di tim
produksi (set/lokasi, pencahayaan, suara, kamera, kostum, dan
sebagainya).
5. Asisten Pengarah Acara

7

Seorang asisten director bertanggung jawab untuk membantu
director saat proses syuting program acara dilakukan. Termasuk
didalamnya bertugas untuk mengawasi pre-reherseals (latihan
sebelum syuting dimulai). Selama rehearsal dan proses syuting
berlangsung, seorang asisten director pada umumnya berada di
control room duduk bersama berdampingan dengan Director. Ia
bertanggung jawab untuk memilih bidikan kamera, grafik, dan video
yang telah direkam sebelumnya sehingga siap untuk naik sesuai
arahan director.
6. Asisten Produksi (Production Assitant)
Asisten Produksi atau yang lebih dikenal dengan sebutan PA
bertugas untuk membantu director dan produser. Seorang PA juga
bertanggung jawab dengan segala kebutuhan dan detail produksi.
Termasuk dalam memastikan segala kebutuhan tiga tahapan
produksi yakni pra produksi, produksi dan paska produksi yang
harus terpenuhi.
7. Grafis (Graphics Designer)
Seorang penata grafis bertanggung jawab atas desain dan
persiapan grafis untuk serangkaian pertunjukan atau hanya satu
pertunjukan saja. Tim grafis terdiri dari koordinator grafis dan
operator grafis yang bertugas saat itu.
8. Kreatif
Seorang kreatif bertanggung jawab membuat rundown acara,
menulis skrip, menuliskan daftar kebutuhan properti saat syuting
dan kostum yang dibutuhkan oleh pengisi acara. Seorang kreatif
juga harus mampu menjadi researcher data dan informasi untuk
memperoleh referensi treatment panggung,

8

Modul Praktikum Produksi Program Televisi

Gambar 1.3 Gambaran suasana di control room saat proses produksi program acara
berlangsung. Desain control room akan berbeda pada setiap studio, bisa dibuat bersekat
bisa juga dibuat tanpa ada sekat

9. Sound Man / Audio Engineer
Sound Man atau Penata Suara bertanggung jawab atas kualitas teknis dan
artistik dari suara yang dihasilkan untuk program. Pekerjaan ini termasuk
menentukan jumlah dan penempatan mikrofon yang diperlukan untuk
produksi. Pengarah Suara juga memastikan hal-hal teknis seperti kabel audio
dicolokkan dengan benar ke mixer audio dan bertanggung jawab untuk
campuran (tingkat audio, keseimbangan, dan kualitas nada) dari produksi
suara akhir. Tenaga audio juga umumnya bertanggung jawab atas sistem
interkom yang digunakan oleh kru pada produksi multi kamera yang besar.

9

Modul Praktikum Produksi Program Televisi

Gambar 1.4 Penata Suara sedang mengoperasikan sound mixer

10. Lighting Director
Lighting Director atau Penata Cahaya bertanggung jawab untuk
merancang, mengatur, dan mengontrol semua perawatan
pencahayaan, baik secara teknis maupun artistik. Tanggung jawab
ini dapat mencakup situasi pencahayaan di dalam dan di luar
ruangan

10

Modul Praktikum Produksi Program Televisi

Kegiatan Belajar 1: Perencanaan Program Acara (Pra Produksi)
Pada proses produksi sebuah program acara televisi diperlukan

tahapan pelaksanaan produksi yang jelas, efisien, dan sesuai standar Standart
Operation Procedure (SOP) . Dalam produksi yang lebih kompleks biasanya
diperlukan bagi pelaku seni dan kru untuk bekerja mengikuti jadwal produksi
yang didasarkan pada naskah/skrip. Skrip ini berfungsi sebagai kerangka
peraturan sepanjang proses Isi skrip memungkinkan tim produksi untuk
memeriksa angle kamera, pencahayaan, mengatur tingkat suara, dan
sebagainya. Saat melakukan rehearsal (latihan) kru diberi kesempatan untuk
tahu apa yang akan dilakukan oleh director.

Gambar 1.5 Alur Tahapan Proses Produksi

11

Modul Praktikum Produksi Program Televisi

Menurut Wibowo (2007) dalam bukunya tahapan pra produksi meliputi
tiga bagian, yakni sebagai berikut:

a. Penemuan Ide
b. Perencanaan
c. Persiapan

A. Menemukan Ide / Gagasan

Hal-hal yang memicu sebuah ide/gagasan biasanya berasal dari
pengalaman pribadi yang menarik, cerita yang anda dengar, sesuatu yang
anda baca di buku atau surat kabar. Beberapa insiden menarik yang
memberi anda ide untuk memulai sebuah produksi. Setelah ide-ide itu hadir
anda harus mulai merumuskan tujuan dan sasaran program anda. Apa yang
ingin penonton anda tahu ketika mereka menonton produksi program acara
anda? mengedukasi, menghibur, atau menginsipirasi. Jawaban dari
pertanyaan ini sangat penting sebagai pedoman dalam menentukan
keseluruhan proses produksi. Tujuan adalah konsep luas dari apa yang ingin
anda capai dalam memproduksi suatu program acara. Sasaran adalah tujuan
yang sudah terukur.

Menentukan Target Audience masuk pada bagian ini Apapun jenis
program acara televisi sangat penting untuk menentukan untuk siapa
program acara tersebut. Tujuan nya untuk mengetahui siapa yang akan
menonton program acara tersebut, apakah untuk semua kalangan atau
kalangan tertentu saja, apakah ada latar belakang yang spesifik dari segi
penggunaan bahasa bagi penonton karena anda harus berhati-hati dalam
memilih kata yang akan digunakan, bagaimana pemilihan “gaya” produksi
apakah akan kekinian atau gaya lama. Saat menentukan target audience
harus bisa menentukan cakupan dan gaya program anda.

B. Pertemuan Produksi dan Penjadwalan

Pertemuan produksi adalah bagian penting dari proses perencanaan.
Pada tahap perencanaan Produser akan melakukan diskusi dengan tim inti

12

Modul Praktikum Produksi Program Televisi

produksi yakni Eksekutif Produser, Asisten Produser, Asisten Produksi (PA),
dan Kreatif. Pada saat diskusi ini masing-masing akan memberikan masukan
mulai dari hal yang teknis dan non teknis. Eksekutif Produser dan Produser

akan menjadi pemegang keputusan seperti dalam menentukan nama
program, tampilan gaya program, pemilihan artis, jadwal syuting, treatment
panggung yang akan digunakan, pemilihan lokasi syuting dan kru yang akan
dilibatkan. Kreatif akan mencari ide treatment panggung, membuat
skrip/naskah, rundown acara, daftar kebutuhan properti dan kostum yang
akan digunakan oleh performers. Asisten Produksi akan menampung dan
mencatat detail semua kebutuhan yang diperlukan saat pra produksi,
produksi, dan paska produksi. Disinilah asisten produser dan asisten
produksi akan bekerjasama mewujudkan ide dan gagasan yang sudah
dibuat.

Dalam membuat program acara televisi harus kita perhatikan terlebih
dahulu apakah program acara tersebut akan diproduksi di dalam studio
televisi atau di luar studio televisi. Apabila di luar studio televisi maka tim
produksi yang terdiri dari Produser, Asisten Porduser dan Asisten Produksi
akan melakukan survey lokasi (Recce). Contoh Laporan Recce klik link
berikut:

https://drive.google.com/file/d/1FMgOC62SYT6j6HSGX77clxydQObyTtm/view?usp
=sharing

Setelah diskusi selesai Produser akan menentukan estimasi biaya,
penyediaan biaya dan rencana alokasi secara hati – hati dan teliti. Hal-hal
yang harus diperhatikan saat menetukan estimasi biaya produksi meliputi
transportasi, berapa kru yang bertugas dan berapa aktor atau artis yang
terlibat (untuk kebutuhan makan dan minum), biaya peralatan (apabila alat
yang dibutuhkan tidak tersedia di logistik maka akan menyewa ke tempat
lain), biaya properti dan kostum (apabila tidak tersedia), biaya penginapan
(apabila dilakukan di luar kota).

13

Modul Praktikum Produksi Program Televisi

Masih pada tahap perencanaan seorang Asisten Produser akan
melakukan permintaan alat yang dibutuhkan sebelum syuting dilakukan
seperti jenis kamera dan berapa kamera yang akan digunakan, kebutuhan
jenis lampu yang dibutuhkan, berapa mic yang diperlukan serta berapa kru
yang akan bertugas. Kreatif bekerjasama dengan tim properti dan wardrobe

akan mencari / membuat properti dan kostum yang dibutuhkan, Asisten
Produksi dan Asisten Produser akan memastikan kesiapan rundown untuk
dibagikan pada saat syuting dilakukan, memastikan kebutuhan permintaan
alat dan kesiapan kru yang bertugas sudah lengkap.. Setelah pertemuan
produksi selesai, setiap individu menindaklanjuti masalah yang diangkat
dalam pertemuan. Termasuk didalamnya dokumentasi, penganggaran,
kepegawaian, penjadwalan, dan sebagainya.

Pada tahap scheduling sangat penting untuk menetapkan jadwal
yang mencakup tenggat waktu (deadlines). Tenggat waktu ini mencakup
kapan skrip harus diselesaikan , kapan lokasi perlu disurvey, kapan artis perlu
dihubungi dan dikontrak. Tenggat waktu juga diatur untuk kru, peralatan,
latihan, grafis, properti dan waktu rehearsal (latihan) yang ditentukan saat
produksi.. Sering kali jadwal tidak sesuai rencana meski demikian Produser
harus memikirkan solusi tercepat agar tidak ada efek pada bidang lain dari
produksi, karena salah satu dari dua hal yang akan terjadi produksi akan baik
pergi anggaran atau beberapa elemen perlu dipotong untuk menebus waktu
yang hilang dan / atau uang.

C. Persiapan
Tahap ini meliputi pemberesan semua kontrak, perizinan, dan surat –

menyurat (administratif). para aktor / artis akan diberi jadwal latihan
sementara para kru sibuk dengan pembuatan setting lokasi, meneliti dan
melengkapi peralatan yang diperlukan. Semua persiapan ini paling baik
diselesaikan menurut jangka waktu kerja (time schedule) yang sudah
ditetapkan oleh Produser. Selama Persiapan Asisten Produksi akan

14

Modul Praktikum Produksi Program Televisi

membagikan Rundown acara kepada semua kru yang bertugas. Contoh
Rundown Acara klik link berikut :

https://drive.google.com/file/d/18lbnjgr21vosAGO2JxnrmhQJyPfGGag/view?usp=s
haring

Pada tahap persiapan semua peralatan produksi seperti kamera, peralatan
pemasangan, lampu, grafis mikrofon, generator, dan kabel harus diatur di
awal waktu. Ini berarti bahwa saat set-up biasanya dilakukan beberapa jam
atau bahkan sehari sebelum syuting dimulai. Jika semua berjalan lancar, kru
bisa beristirahat sebelum produksi dimulai namun bila terjadi masalah kru
masih akan terus bekerja hingga produksi (syuting) dimulai.

Klik link berikut untuk melihat tahapan Video Pra Produksi

15

Modul Praktikum Produksi Program Televisi

Kegiatan Belajar 2: Eksekusi Program (Produksi)
Pada tahapan produksi program televisi setelah proses pra produksi

anda harus memperhatikan apa yang di televisi dikenal dengan istilah
Standard Operation Procedure (SOP), hal itu perlu diterapkan agar proses
produksi berjalan efektif dan efisien. Tahapan produksi adalah seluruh
kegiatan pengambilan gambar (syuting) baik di studio maupun di luar studio.
Proses produksi bisa dilakukan dengan cara live (siaran langsung) dan taping
(rekaman). Pada proses taping perlu dilakukan pemeriksaan gambar
sebelum mengakhiri syuting, jika terjadi kesalahan maka pengambilan
gambar dapat diulang kembali.

Pada proses produksi juga upaya merubah bentuk rundown yang
sudah dibuat kreatif menjadi bentuk auditif bagi radio dan audio visual untuk
televisi. Di dalam pelaksanaan poduksi, karakter produksi lebih ditentukan
oleh rundown. Sebab rundown merupakan hasil akhir penuangan ide atau
gagasan yang telah dilakukan pada tahap pra produksi.

Dalam berbagai tipe acara televisi hampir memiliki hal yang sama
ketika melakukan rehearsal. Tidak ada aturan mengenai berapa kali kegiatan
ini dilakukan, untuk acara yang besar kadang rehearsal dilakukan secara
parsial. Pada intinya rehearsal dilakukan untuk membantu agar pada proses
pengambilan gambar nantinya bisa berjalan lancar. Rehearsal terakhir
dilakukan secara run trough, sesuai dengan rundown yang telah dibuat

A. Rehearsal Studio

Suatu produksi acara televisi di studio merupakan produksi yang sangat
kompleks, banyak melibatkan kru produksi, peralatan, serta prosedur yang
harus dilewati. Agar suatu produksi bisa berjalan dengan lancar, maka
rehearsal/gladiresik merupakan hal yang tidak boleh dilewatkan. Rehearsal
merupakan salah satu tahapan awal produksi produksi itu sendiri.

16

Modul Praktikum Produksi Program Televisi

Pada tahapan produksi, anda akan siap untuk melakukan
rehearsal/gladiresik di dalam maupun di luar studio. Meskipun
permasalahan teknis maupun non teknis akan selalu muncul pada setiap
tahapan. Rehearsal adalah tahap awal ketika proses pra produksi selesai.
Rehearsal dilakukan oleh tim produksi secara menyeluruh. Dengan rehearsal
kemungkinan kesalahan ketika syuting berlangsung bisa diminimalisair
bahkan diharapkan tidak ada sedikit kesalahanpun nantinya

Hal-hal yang perlu diperhatikan saat Rehearsal Studio adalah :

a. Blocking (Penempatan Pemain )
Ketika seorang artis tampil mereka akan melakukan blocking
(penempatan pemain), mereka akan membiasakan diri dengan
suasana dan keadaan di dalam studio, sementara kru studio melihat,
mempelajari format, treatment panggung yang digunakan dan setting
alat. Seorang Program Director (pengarah acara) didampingi tim
kreatif yang disebar di control room dan stage akan mengarahkan
floor director (pengarah acara panggung) dengan berpedoman pada
rundown acara yang telah dibuat dan disebar

b. Camera and Floor Blocking (Penempatan Kamera dan Studio)
Penempatan kamera akan diarahkan oleh Program Director (pengarah
acara) kepada semua kameraman yang bertugas baik langsung dari
dalam control room melalui alat yang disebut intercom. Di dalam
control room sudah tersedia monitor-monitor dari seluruh kamera
yang on serta monitor preview dan program, dengan demikian
pengarah acara bisa mengontrol penuh bagaimana kamera-kamera
tersebut ditempatkan. Dalam hal ini pengarah acara hanya akan
“turun” ke stage (panggung) jika ada hal yang dirasa sangat penting
untuk diskusi langsung dengan crew atau bisa mengarahkannya
langsung lewat Floor Director. Tujuannya adalah untuk memastikan
apabila timbul masalah teknis dan non teknis akan langsung
diperbaiki sebelum dimulai syuting.

17

Modul Praktikum Produksi Program Televisi

c. Dress rehearsal (Gladi resik kostum)
Tujuan dari gladi resik kostum (wardrobe) adalah untuk mengatur
bagaimana tampilan (look) performes di depan kamera. Apakah
pakaian yang digunakan nya saat didepan kamera flickered
(berbayang), apakah kostum yang digunakan pantas dan sopan dll.

B. Rehearsal Kru

Pada sesi ini Program Director akan mengoordinasikan semua operasi
teknisi mulai dari kameraman, lighting man, sound man, materi tayang, grafis,
kostum dan make up, property, background dan set panggung. Rehearsal
kru akan melibatkan semua bagian yang bertugas termasuk tim produksi dan
kru yang bertugas dengan berpedoman pada rundown. Rehearsal kru akan
dilakukan per segmen sesuai rundown. Pada umumnya rehearsal kru ini lebih
pada kesiapan untuk mengeksekusi ketepatan waktu/durasi dan treatment
panggung, contohnya pada segmen ke empat akan mendatangkan bintang
tamu pecinta hewan melata seperti ular dan beberapa ular peliharaannya
akan dibawa inframe maka hal ini harus diketahui semua kru untuk menjaga
kesiapan mereka.

Gambar 1.6 Suasana rehearsal lokasi syuting di luar studio

18

Modul Praktikum Produksi Program Televisi

Ketika melakukan rehearsal akan ditemui banyak permasalahan, justru
dengan demikian kesalahan tersebut bisa diperbaiki sedini mungkin.
Permasalahan itu antara lain :

a. Shot
Jika tidak mendapatkan shot yang detail, maka caranya dengan
menggeser subjek atau menggeser posisi kamera atau dengan
melakukan zoom in. Begitu juga kalau ada set yang kurang pas
posisinya, set tersebut bisa digeser agar bisa dishoot dengan
komposisi yang baik.

b. Pemain/Narsum
Jika pemain keluar dari posisi dalam framming maka hal yang bisa
dilakukan adalah dengan memberi ”marking” pada lantai. Dan
memberi arahan agar pengisi acara/pemain agar tidak keluar dari
marking yang sudah dibuat. Pemain terkadang salah arah kamera, hal
ini bisa diatasi dengan meminta floor manager untuk memberi cue
agar pemain menghadap pada kamera yang diinginkan. Jika banyak
terjadi kesalahan pada dialog, gunakan cue card, prompter, dan alat
bantu lainnya. Jika terjadi kesalahan lain ? Ya tentu saja dilakukan
retake. Tapi hal ini hanya berlaku pada metode taping, tidak untuk
acara langsung.

c. Desain Set

Desain serta properti harus diperhatikan dengan seksama. Kadang
propertiy tertentu tidak terlalu jelas atau bahkan memantulkan cahaya yang
berlebihan. Untuk mengatasi hal ini dengan mengatur tata cahaya, mencari
sudut pengambilan lain, mengecat kembali properti tersebut, atau dengan
menyemprot properti tersebut dengan dulling spray (memberi kelembutan
warna atau menyelaraskan warna). Masalah lain dalam properti adalah warna
serta tone yang kurang bagus, hal ini juga bisa diatasi dengan penataan
lighting atau dengan memodifikasi background.

19

Modul Praktikum Produksi Program Televisi

C. Shooting (Syuting)

Untuk menyelenggarakan suatu siaran

televisi, pada perangkat keras atau hardware diperlukan tiga unsur utama,

yaitu studio (sarana dan prasarana penunjang), pemancar (transmisi), dan

pesawat televisi (penerima). Ketiga unsur utama ini disebut trilogy televisi

artinya paduan ketiga unsur tersebut akan menghasilkan siaran televisi.

Proses syuting tahapan ini menentukan kepiawaian Program Director

dan kru sangat menentukan kualitas gambar. Oleh karena itu perpaduan

kamera, lighting dan sound sangatlah penting. Sebagian besar program

televisi saat ini direkam sebelumnya (taping), Merekam program

memungkinkan Program Director lebih banyak improvisasi. Mereka dapat

mengedit kesalahan dan meningkatkan perform syuting dengan retake

berulang hingga mencapai gambar yang diinginkan. Hal ini tentu tidak bisa

dilakukan saat siaran langsung (live). Metode perekaman yang paling umum

adalah:

a. Live -to tape / recorder, proses rekaman sebuah acara tapi di

lakukan seolah-olah acara tersebut ditayangkan secara live

b. Basic retake, proses rekaman sebuah acara namun ketika

mendapatkan kualitas gambar yang tidak sesuai bisa diulang.

Pemotongan durasi bisa dilakukan pada saat proses editing

c. Shooting out of order, proses rekaman sebuah acara sesuai

permintaan kebutuhan gambar. Misal hanya butuh segmen

opening atau segmen closing saja.

Siaran televisi dapat dibedakan menjadi dua yaitu:

a. Siaran langsung (Live) dimana proses syuting produksi program
dilakukan dalam waktu yang bersamaan dengan penayangan atau
penyiarannya hingga bisa ditonton oleh audience. Proses siaran “Live”
membutuhkan persiapan yang matang dengan konsentrasi dan
tingkat kefokusan yang tinggi untuk menghindari kesalahan saat
siaran. Pada proses “Live” kesalahan sekecil apapun tidak dapat

20

Modul Praktikum Produksi Program Televisi

b. diperbaiki atau diulang pengambilan gambarnya, karena proses ini
tidak melalui proses penyuntingan (editing) terlebih dahulu. Siaran
langsung (Live) dibedakan menjadi dua macam yakni Live di dalam
studio dan Live di luar studio. Namun seiring perkembangannya saat
ini ada beberapa program yang menggabungkan kedua nya. Sering
kita lihat pada program acara besar seperti acara pertandingan bola
yang disiarkan live (pertandingan di stadion sementara host di dalam
studio), konser musik, program ulang tahun statsiun tv yang
menggunkan beberapa lokasi, dll

c. Siaran tidak langsung (taping):
Sebuah siaran yang proses produksinya tidak dilakukan dalam waktu
bersamaan dengan penayangannya. Tahap yang harus dilalui yakni
rekaman proses syuting kemudian masuk tahap proses editing dan
disempurnakan dengan mixing audio sebelum akhirnya dapat
disiarkan.

Dari kedua nya jelas bahwa siaran live lebih menantang dan
memacu adrenalin para tim produksi dan kru yang bertugas untuk
menciptakan kualitas siaran yang sempurna.

Klik link berikut untuk melihat Video tahapan Produksi

21

Modul Praktikum Produksi Program Televisi

Kegiatan Belajar 3 : Penyuntingan Program (Pasca Produksi)

Paska produksi memiliki tiga langkah utama yakni editing offline,
editing online, dan mixing. Dalam hal ini terdapat dua macam teknik-teknik
editing, yaitu editing dengan teknik analog atau linear. Linear adalah proses
pengeditan video pasca-produksi dimana editor memilih, mengatur, dan
memodifikasi gambar dan suara dalam urutan yang telah ditentukan (sesuai
rundown/skrip). Kedua, editing dengan teknis digital atau nonlinear dengan
computer. Pengeditan non-linear adalah bentuk pengeditan offline untuk
pengeditan audio, video, dan gambar. Dalam pengeditan offline, konten asli
tidak dimodifikasi selama pengeditan. Dalam pengeditan non-linear,
pengeditan ditentukan dan dimodifikasi oleh perangkat lunak khusus.

Memilih gambar yang tepat dan teknik pengeditan yang terampil akan
memberikan kontribusi penting terhadap hasil tayangan. Cara bidikan
kamera, suara dan pencahayaan saling terkait tidak hanya akan
mempengaruhi kualitas virtual, tetapi juga akan secara langsung
mempengaruhi bagaimana audiens bereaksi terhadap apa yang mereka
lihat: interpretasi mereka dan respons emosional mereka. Kegiatan
pascaproduksi pada dasarnya adalah kegiatan editing. Editing video
merupakan proses menyusun dan menata hasil rekaman gambar menjadi
satu keutuhan berdasakan skrip/rundown. Editing meliputi tahapan
capturing/improting, logging, pemotongan gambar, penggabungan
gambar, penyisipan gambar, transisi, serta pemaduan suara. Proses editing
terdiri dari dua kategori, yakni :

a. Live Editing, menggunakan kamera langsung dan sumber
video lainnya, proses ini mengarahkan produksi editing
menggunakan video switcher

b. Postproduction Editing, stok gambar yang sebelumnya telah
diambil kemudian disusun kembali dengan sistem pengeditan
berbasis computer. Kemudian dimasukan suara, efek, grafis,
dubbing dan voice over (bila diperlukan)

22

Modul Praktikum Produksi Program Televisi

A. Offline Editing (Capturing dan Logging)

Capturing dan Logging merupakan sebuah proses offline editing
yakni menata gambar digitizing yang dihasilkan capture sesuai dengan
skenario dan urutan -urutan shot yang telah ditentukan oleh Program
Director. Dalam proses offline editing aktivitas mengambil file gambar yang
telah di-logging dan dicapture untuk diurutkan sesuai konsep cerita. Offline
editing juga disebut edit mentah sebab tahap ini hanya baru menyusun cerita
sesuai skrip, belum ada penambahan - penambahan efek.

Sebelum editor memulai proses penyuntingan, asisten produksi
terlebih dahulu akan melakukan tahapan pertama yakni capturing dan
logging untuk memudahkan kerja editor. Capture adalah proses memasukan
/mentransfer gambar (A/V) dari drive, video cassette, CD, DVD dan memory
drive yang akan diedit kedalam komputer proses capture ini biasanya di
bantu dengan peralatan seperti fire wire. Proses memindahkan hasil
rekaman gambar dari kamera ke perangkat editing dapat dilakukan dengan
cara capturing/importing. Capturing dilakukan bila hasil rekaman tidak
berupa file video, sedangkan importing dilakukan bila hasil rekaman berupa
file video yang dapat dibaca oleh perangkat editing.

Sedangkan Logging adalah proses memotong gambar dengan
mencatat waktu pengambilan gambar, dan memilih shot -shot yang ada,
disesuaikan dengan kamera. Aspek penting yang sering diabaikan dari
proses pascaproduksi adalah mencatat waktu pengambilan gambar saat
rekaman. Pencatatan time code menghemat waktu karena editor tidak akan
menyeleksi shot dari time code awal, namun dari catatan shot mana yang
dipergunakan dengan time code yang sudah ditentukan. Proses logging
pada dasarnya adalah me-review (menonton ulang bahan) yang telah
dihasilkan pada saat produksi.

23

Modul Praktikum Produksi Program Televisi

B. Online Editing
Merupakan proses ketika seorang editor mulai memperhaluskan hasil

offline, memperbaiki kualitas hasil dan memberikan tambahan transisi serta
efek khusus yang dibutuhkan. Termasuk di dalamnya adalah menambahan
beberapa efek pesanan Produser yang disampaikan pada saat preview.
Grading Color juga merupakan hal yang terpenting dalam tahap ini, color
dalam program acara televisi dan film adalah pembentuk depth of field dari
sebuah visual. Penambahan efek visual seperti animasi 2D dan 3D, Chroma
Key (Green Screen/ Blue Screen) juga dilakukan dalam tahapan ini sehingga
perangkat CGI (Computer Generated Imagery) juga menjadi pelengkap
online editing. serta memberikan polesan polesan lainnya yang dapat
membentuk kualitas editing anda lakukan.

Gambar 1.6 Proses editing
Pada proses editing dikenal istilah cut to cut, yakni perpindahan atau
transisi dari satu gambar atau adegan ke adegan lain secara langsung. Cut
to cut digunakan untuk menyatakan kesinambungan cerita, menggambarkan
detail objek, menciptakan suasana kejadian dengan jelas. Untuk melakukan
sebuah editing video diperlukan peralatan komputer/laptop (standard
stasiun tv adalah computer) dan menggunakan software editing video
seperti Final Cut Pro, shotcut, adobe premiere pro, windows movie maker, dll.

24

Modul Praktikum Produksi Program Televisi

C. Mixing
Mixing berkaitan dengan proses synchronizing audio dan juga
memberikan ilustrasi musik maupun audio efek khusus yang dibutuhkan.
Bagian yang harus di-mixing pada proses ini adalah dialog, efek dan musik.
dialog adalah suara yang berasal dari adegan dialog atau narasi. efek suara
digunakan untuk mempertegas suasana dan memberikan informasi benda,
misalnya mobil melaju ataupun suara gelas pecah karena jatuh ke lantai.
D. Distibute
Distribute adalah tahapan terakhir proses paska produksi dimana file
project akan dieksport ke dalam format yang dibutuhkan untuk bahan
preview produser dan bagian programming seperti mp4, avi, wmv, mpeg dll.
Sebelumnya telah melalui tahapan rendering yakni proses akhir penyatuan
hasil editing menjadi satu kesatuan video yang utuh. Proses rendering pada
umumnya membutuhkan waktu yang cukup lama tergantung dari durasi
video.
Klik link berikut untuk melihat referensi Video tahapan Paska Produksi

25

Latihan (kelompok)
Buatlah sebuah proposal program acara non berita/talk show dengan
menyertakan :

a. Judul program acara
b. Format program acara
c. Estimasi biaya
d. Rundown program acara
e. Rencana tahapan proses pra produksi dengan menyertakan Laporan

Survey (Recce)
f. Rencana tahapan proses produksi dengan menyertakan kelengkapan

daftar alat yang digunakan untuk syuting, rundown,set dan property,
busana dan make up
g. Rencana tahapan paska produksi dengan menyertakan keterangan
rencana editing yang akan dilakukan (menggunakan jasa
editing/mengedit sendiri)

26

Modul Praktikum Produksi Program Televisi

DAFTAR PUSTAKA

Sumber Buku :

J.B Wahyudi.1994. Dasar –Dasar Manajemen Penyiaran. Jakarta. Gramedia
Pustaka Utama
Naratama. 2004. Menjadi Sutradara Televisi. Jakarta: PT. Grasindo
Owen, Jim (2020). Seventeenth Edition: Television Production. Routledge
Taylor & Francis Group New York and London
Wibowo, Fred. 1997. Dasar-dasar Produksi Program Televisi. Jakarta:
Grasindo

Sumber Internet

Maulana, Krisna. Tahapan-tahapan Sebuah Editing

http://kblacklist25.blogspot.com/2015/05/tahapan-umum-sebuah-editing-

berikut-ini.html diakses pada tanggal 10 Agustus 2021 Pukul 10.00 WIB

Shihab, Najwa. Kejar Tayang Mata Najwa Saat Jeda
https://www.youtube.com/watch?v=BFjW6BXGDAk diakses pada tanggal
17 Agustus Pukul 22.30 WIB

Produksi Acara Televisi Handsout https://bahan-ajar.esaunggul.ac.id diakses
pada tanggal 12 Agustus 2021 Pukul 08.00 WIB

Tani Cyber. Proses Produksi Video, Pra Produksi, Produk, dan Paska Produksi
https://www.youtube.com/watch?v=vbmEELJj1MQ diakses dan didownload
pada 20 Agustus 2021 pukul 11.44 WIB

27


Click to View FlipBook Version