The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

KEANEKARAGAMAN PLANKTON DAN IKAN

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by fanydhia24, 2021-04-13 01:07:54

LAGUNA PENGKLIK

KEANEKARAGAMAN PLANKTON DAN IKAN

Keywords: LAGUNA

Laguna
Pengklik

KEANEKARAGAMAN PLANTON DAN IKAN

KELOMPOK 8

19304241045 DHEYANTI WAHYU UTAMI
19304241046 RAHMA FANIDIA RAHAYU
19304244010 LAILI WIDYAWATI

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTAM

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan atas

kehadirat Allah swt yang telah

melimpahkan nikmat, taufik serta

hidayah-Nya yang sangat besar

sehingga dapat menyelesaikan

pembukuan materi mata kuliah

Biologi Perairan tepat pada

waktunya. Rasa terima kasih juga

kami ucapkan kepada Bapak

Sudarsono dan Bapak Tatag Bagus

Putra Prakarsa yang selalu

memberikan dukungan serta

bimbingannya sehingga kami dapat

memperoleh ilmu yang bermanfaat.

Kami berharap semoga hasil dari

pembukuan Plankton dan Ekosistem

Laguna Penglik bisa berguna dan

menambah pengetahuan bagi para

pembaca. Namun, terlepas dari itu,

kami memahami bahwa pembukuan

ini masih jauh dari kata sempurna,

sehingga kami sangat

mengharapkan kritik dan saran yang

bersifat membangun demi

terciptanya pembukuan selanjutnya

yang lebih baik lagi.

Yogyakarta, 10 April 2020

Penulis

 LAGUNA PENGKLIK | 02

Daftar Isi

KATA PENGANTAR ....................................................................................... 2
DAFTAR ISI ................................................................................................... 3

I.PENDAHULUAN
1.1 Pengertian Laguna ............................................................................... 4

II.LAGUNA PENGKLIK 2
2.1 Sejarah Laguna Pengklik ......................................................................
2.2 Iklim dan Lokasi Laguna ......................................................................

III. PLANKTON DAN IKAN
3.1 Identifikasi Plankton di Laguna Pengklik ...............................................
3.2 Identifikasi ikan di Laguna Pengklik .......................................................

DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... v
PROFIL PENULIS ............................................................................................ v
PROFIL DOSEN PEMBIMBING ........................................................................

 LAGUNA PENGKLIK | 03

Pendahuluan

LAGUNA PENGKLIK | 04

Laguna Pengklik

Laguna (lagoon) adalah sekumpulan air asin yang terpisah dari laut
oleh penghalang yang berupa pasir, batu karang atau semacamnya.
Jadi, air yang tertutup di belakang gugusan karang (barrier reef) atau
pulau-pulau atau di dalam atol disebut laguna. Di Daerah Bantul,
Yogyakarta terdapat sebuah laguna yang bernama Laguna Pengklik.
Laguna ini merupakan salah satu destinasi wisata di Kabupaten Bantul
yang diresmikan oleh Bupati Bantul pada tanggal 8 Mei 2015. Laguna
Pengklik terletak di sebelah timur pantai Samas (Parangtritis
Geomaritime Science Park, 2016).

Lokasi Laguna Pengklik bersebrangan dengan Pantai Samas kurang
lebih 14 km arah selatan Kota Bantul atau sekitar 35 km dari pusat Kota
Yogyakarta, tepatnya di Desa Srigading, Kecamatan Sanden,
Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Biota laguna adalah berbagai jenis organisme hidup di perairan
laguna. Salah satu organisme yang hidup di perairan laguna adalah
plankton. Plankton merupakan organisme akuatik yang hidup
mengapung, mengambang, melayang di dalam air yang kemampuan
renangnya (kalaupun ada) sangat terbatas, hingga selalu terbawa
hanyut oleh arus (Nontji, 2008:11)

LOKASI 1

LOKASI 2

 LAGUNA PENGKLIK | 05

Plankton dan Ikan

3.1 Identifikasi Plankton di Laguna Pengklik

a. Synedra sp.

Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Filum : Heterokontophyta
Kelas : Diatomyphyceae
Ordo : Bacillariales
Famili : Bacillariaceae
Genus : Synedra
Spesies : Synedra sp.

Sel yang ditemukan bisa bersifat tunggal atau berkoloni Jika
berkoloni akan berkumpul pada satu titik digumpalan lendir yang
dikeluarkan dari pori-pori. Individu sel berukuran Panjang 60–500
μm dan lebar 5–9 μm. Sel biasanya linier atau mengarah linier-
lanceolate dengan ujung berbentuk capitate. Berwarna biru
kehijauan, berbentuk memanjang seperti jarum. Spesies tertentu
memiliki tanduk pendek atau duri menonjol tepat diatas katup pori-
pori, Salah satu spesies ini ada yang dapat meluncur dengan
lendir, Memiliki klorofil.

b. Navicula sp.

Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Filum : Bacillariophyta.
Kelas : Bacillariophyceae.
Ordo : Naviculales.
Famili : Naviculaceae.
Genus : Navicula
Spesies : Navicula sp.

 LAGUNA PENGKLIK | 07

Alga ini dikenal sebagai diatomae atau ganggang kersik karena
dinding sel tubuhnya mengandung zat kersik. Navicula sp. dapat
hidup di air tawar dan di laut. Tubuh Navicula sp terdiri atas dua
bagian yaitu kotak (hipoteka) dan tutup (epiteka). Di antara kotak
dan tutup terdapat celah yang disebut rafe. Bila Navicula mati,
dinding selnya akan mengendap membentuk tanah diatom yang
kaya zat kersik. Tanah ini merupakan bahan dinamit, isolator, dan
bahan gosok penghalus. Ciri khas Navicula bagian pinggirnya
bergerigi pada bagian dalam yaitu dinding sel terdiri atas dua
belahan atau katup yang saling menutup.

c. Fragilaria sp.

Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Chrysophyta
Kelas : Bacillariophyceae
Ordo : Pennales
Famili : Fragilariaceae
Genus : Fragilaria
Spesies : Fragilaria sp.

Fragilaria sp. dipandang dari atas
memiliki simetri bilateral. Dari
pandangan samping berbentuk
rectangular, dan biasanya memiliki
satu atau lebih pita– pita interkalari.
Koloni mangapung bebas atau sesil.
Bentuk koloni mungkin seperti pita
dengan sel saling bertempelan pada
bagian valvenya; atau bentuk
benang zigzag yang bertempelan
pada bantalan gelatinous di ujung-
ujung selnya.

LAGUNA PENGKLIK | 08

d. Pediastrum sculptatum

Kingdom : Plantae
Filum : Chlorophyta
Kelas : Chlorophyceae
Ordo : Sphaeropleales
Famili : Hydrodictyaceae
Genus : Pediastrum
Spesies :Pediastrum sculptatum
(Guiry, 2021)

Spesies ini memiliki karakteristik berupa sel datar dengan
bentuk menyerupai piring. Pediastrum sculptatum hidup secara
berkoloni dengan formasi melingkar dan mengapung bebas di
perairan. Koloni sel tersusun seperti membentuk jaringan yang
berlubang-lubang. Bagian dalam sel mempunyai bentuk yang
sama, sedangkan pada bagian tepi bentuknya beragam. Pada
sekeliling koloni sel ditemukan satu atau dua cuping (lobe). Ukuran
selnya bervariasi yang berkisar antara 8-32 μm. Pediastrum
sculptatum umunya dapat hidup di habitat perairan dengan
kedalaman yang dangkal (Sulastri, 2017).

e. Spyrogira sp.

Kingdom : Plantae
Divisi : Charophyta
Kelas : Conjugatophyceae
Ordo : Zygnematales
Famili : Zygnemataceae
Genus : Spyrogira
Spesies : Spyrogira sp.
(Guiry, 2013)

 LAGUNA PENGKLIK | 09

Spyrogira sp. adalah spesies alga dengan filament (filamentous
algae) yang hidup dengan habitat pada air tawar (Apriadi, 2014).
Alga ini dapat hidup dengan habitat di air tawar maupun air payau
dan berperan sebagai produsen primer yang menyediakan oksigen
serta bahan organik bagi hewan air.
(Syaifuddin, et al., 2020). Menurut Tri (2014), bentuk Spyrogira sp.
menyerupai batang yang sedikit melengkung dengan dinding sel
yang berwarna hijau pekat. Spesies ini memiliki susunan tubuh
yang berbentuk filamen yang tidak bercabang dengan kloropas
yang berbentuk pita spiral. Alga ini dapat bereproduksi secara
seksual dengan konjugasi maupun secara aseksual dengan
penambahan panjang

f. Diatoma vulgaris

Kingdom : Chromista
Divisi : Ochrophyta
Kelas : Bacillariophyceae
Ordo : Fragilariales
Family : Fragilariaceae
Genus : Diatoma
Spesies : Diatoma vulgaris
(Fourtainer dan Kociolek, 2009)

Diatomos yang artinya dipotong setengah. Struktur khas yang
dimiliki diatom berupa dinding sel yang terbagi menjadi dua dan
memiliki lapisan silika. Material penyusun dinding sel yang
mengandung silika inilah yang menjadi dasar untuk membedakan
diatom dengan alga lainnya. Diatom berperan sekitar 25% dalam
proses fotosintesis di bumi (Nugroho, 2019).
Organisme uniseluler yang umumnya hidup secara soliter, namun
pada beberapa spesies diatom hidup dengan membentuk koloni.
Pigmen diatom yang berwarna kuning lebih banyak jika
dibandingkan dengan pigmen yang berwarna hijau sehingga
diatom kerap disebut dengan sebutan golden brown algae.
(Nugroho, 2019).

LAGUNA PENGKLIK | 10

f. Cyclops sp.

Kingdom : Animalia
Filum : Arthropoda
Kelas : Maxillopoda
Ordo : Cyclopoida
Famili : Cyclopidae
Genus : Cyclops
Spesies : Cyclops sp.
(Claus, 1857)

Hidup di perairan tawar dan laut. Hidup secara kosmopolitan
(dapat hidup disemua perairan:laut, tawar, maupun payau), dapat
bertahan hidup dalam kondisi yang tidak cocok dengan
membentuk penutuplendirdan memiliki 5 pasang kaki. Memiliki
antena, antena yang pertama digunakan oleh pejantan untuk
mencengkeram betina selama pembuahan. Telur spesies ini
dibawa dalam dua kantung kecil didalam tubuh induk (larvanya
disebut nauplii). Cyclops memiliki kapasitas untuk bertahan hidup
dalam kondisi yang tidak cocok dengan membentuk sebuah jubah
lendir.

 LAGUNA PENGKLIK | 11

3.2 Identifikasi ikan di Laguna Pengklik

 LAGUNA PENGKLIK | 05

FEATURED STORY

THE EDGE OF THE

WORLD

Travel by water often provided more comfort and speed
than land-travel - at least until the advent of a network of

railways in the 19th century.

UP & UP: A view of the
neighbouring peak from the
other challenging peak.

CONQUERING THE PEAKS

Travel may be local, regional, national
(domestic) or international. In some
countries, non-local internal travel may
require an internal passport, while
international travel typically requires a
passport and visa. A trip may also be part of
a round-trip, which is a particular type of
travel whereby a person moves from one
location to another and returns.

Once difficult, slow and dangerous, travel
has tended to become easier, quicker, and
more frivolous in the course of history. The
evolution of technology such as horse tack
and bullet trains has contributed to this
trend. While travel in the Middle Ages
offered hardships and challenges, it loomed
large in the economy and in society.

42 | FEATURED STORIES


Click to View FlipBook Version