SEJARAH INDONESIA
REPELITA
KELOMPOK 3
ALIYA KUSUMA
RAKA RAMADAN
SILMY MUTIARA
YOGA ROHMANDONA
PENGERTIAN
REPELITA atau Rencana Pembangunan Lima Tahun
adalah satuan perencanaan yang dibuat oleh
pemerintah Orde Baru di Indonesia. Repelita
berjangka waktu lima tahun untuk memfokuskan
pertumbuhan sektor-sektor strategis.
Repelita terdapat 6 (enam) periode, sebagai
beikut ;
REPELITA I (1969-1974)
TUJUAN: Untuk meningkatkan taraf hidup rakyat dan sekaligus meletakkan dasar-dasar bagi
pembangunan yang menekankan pada bidang pertanian untuk memenuhi kebutuhan dasar
dalam tahap berikutnya.
SASARAN: pangan, sandang, perbaikan prasarana, perumahan rakyat, perluasan lapangan
kerja, dan kesejahteraan rohani. Titik berat Pelita I adalah pembangunan bidang pertanian
sesuai dengan tujuan untuk mengejar keterbelakangan ekonomi melalui proses pembaharuan
bidang pertanian, karena mayoritas penduduk Indonesia masih hidup dari hasil pertanian.
KEBIJAKAN:
a) Memberikan bibit unggul kepada petani dan melakukan beberapa eksperimen untuk
b) Mendapatkan bibit unggul yang tahan hama tersebut.
e) Memperbaiki infrastuktur yang digunakan oleh sektor pertanian seperti jalan sarana irigasi
sawah dan pasar yang menjadi tempat dijualnya hasil pertanian
d) Melakukan transmigrasi agar lahan yang berada di kalimantan, sulawesi, maluku, papua
dapat diolah agar menjadi lahan yang menghasilkan bagi perekonomian
REPELITA II (1974-1979)
TUJUAN: pemerataan pembangunan, meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan seluruh rakyat
TARGET:
Tersedianya pangan dan sandang bermutu baik yang cukup bagi rakyat dengan harga yang
terjangkau
Tersedianya bahan-bahan perumahan dan fasilitas-fasilitas umum yang diperlukan untuk
kepentingan rakyat banyak
Meluasnya akses prasarana dengan keadaan sempurna
Kesejahteraan rakyat yang lebih baik dan merata
Meluasnya kesempatan kerja
KEBIJAKAN:
produksi pertanian harus meningkat sebanyak 4,6% per tahun.
produk industri harus meningkat sebanyak 13%
industri pertambangan meningkat 10,1%
pembangunan meningkat sebanyak 9,2% dan sektor-sektor lain harus meningkat sebesar 7,7%
transmigrasi
REPELITA III (1979-1984)
TUJUAN: meningkatkan bidang industri yang berorientasi untuk meningkatkan ekspor.
Repelita III berlandasan pada trilogy pembangunan dengan penekanan pada segi
pemerataan yang dikenal dengan delapan jalur pemerataan, yaitu:
1) Pemerataan pemenuhan kebutuhan pokok rakyat, khususnya sandang, pangan, dan perumahan.
2) Pemerataan kesempatan memperolah pendidikan dan pelayanan kesehatan.
3) Pemerataan pembagian pemdapatan.
4) Pemerataan kesempatan kerja
5) Pemerataan kesempatan berusaha
6) Pemerataan kesempatan berpartisipasi dalam pembangunan, khususnya bagi generasi muda
dan kaum perempuan.
7) Pemerataan penyebaran pembangunan di seluruh wilayah tanah air.
8) Pemerataan kesempatan memperoleh keadilan
SASARAN: menyelerasikan pembangunan sektoral dengan pembangunan daerah.
REPELITA IV (1984-1989)
TUJUAN: menitikberatkan pada sektor pertanian
menuju swasembada pangan dengan meningkatkan
industri yang dapat menghasilkan mesin-mesin sendiri.
Guna menunjang pembangunan industri, disusunlah
Standar Industri Indonesia (SII), sebagai sarana
perlindungan konsumen serta peningkatan efisiensi
industri. Selama Repelita IV, industri logam dasar dan
mesin yang merupakan industri berskala besar
dikembangkan untuk menyiapkan pembangunan
sektor industri.
REPELITA V (1989-1994)
TUJUAN: menitikberatkan pada sektor pertanian
untuk memantapkan swasembada pangan,
meningkatkan produksi pertanian, menyerap tenaga
kerja, dan mampu menghasilkan mesin-mesin sendiri.
SASARAN: Presiden Soeharto masih berfokus pada
usaha sektor pertanian, seperti ;
1. Memantapkan swasembada pangan
2.Meningkatkan produksi pertanian
3. Menyerap tenaga kerja yang ada
4. Mampu menghasilkan mesin-mesin sendiri
REPELITA VI (1994-tidak selesai)
TUJUAN: pembangunan berfokus pada pada
sektor ekonomi, industri, pertanian dan
peningkatan sumber daya manusia.
Program ini terganggu oleh krisis moneter
(krismon) pada tahun 1998 yang menyebabkan
program ini tidak berlanjut. Krismon juga
berbarengan dengan berakhirnya masa Orde
Baru
TERIMA KASIH