The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Seni lukis cermin merupakan salah satu jenis karya seni yang cukup
prospektif, karena selain harganya maha,l penggunaan dan peminatnya cukup
tinggi.Dari laporan kompasiana.com dalam perayaan ulang tahun Jakarta yang ke486, harga lukisan cermin dipatok antara Rp 750 ribu hingga Rp 10 Juta.Namun
tidak semua semua orang dapat melakukannya, karena tingkat kesulitan dan
kerumitan dalam pembuatan karya seni ini cukup tinggi.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by dermaga244, 2023-01-30 11:29:55

PEMBUATAN LUKISAN CERMIN PERAK DENGAN MENGGUNAKAN METODE PELARUTAN ASAM

Seni lukis cermin merupakan salah satu jenis karya seni yang cukup
prospektif, karena selain harganya maha,l penggunaan dan peminatnya cukup
tinggi.Dari laporan kompasiana.com dalam perayaan ulang tahun Jakarta yang ke486, harga lukisan cermin dipatok antara Rp 750 ribu hingga Rp 10 Juta.Namun
tidak semua semua orang dapat melakukannya, karena tingkat kesulitan dan
kerumitan dalam pembuatan karya seni ini cukup tinggi.

Keywords: Lukis Cermin

PEMBUATAN LUKISAN CERMIN PERAK DENGAN MENGGUNAKAN METODE PELARUTAN ASAM DISUSUN OLEH : DRS. MUHAMMAD YUNUS ANIS MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI 2 REMBANG TAHUN 2022 BIDANG PENDIDIKAN


ABSTRAK PEMBUATAN LUKISAN CERMIN PERAK DENGAN MENGGUNAKAN METODE PELARUTAN ASAM Salah satu tujuan pendidikan adalah memberi bekal kepada peserta didik agar di kemudian hari dapat menghadapi masalah kehidupan yang dihadapinya. Untuk itu keterampilan hidup atau life skill mutlak dibutuhkan oleh peserta didik. Selain itu dengan memberikan aplikasi ilmu dalam kehidupan nyata, akan merangsang rasa ingin tahu siswa, sehingga akan dapat membangkitkan minat belajar siswa pada mata pelajaran tersebut. Seni lukis cermin merupakan salah satu jenis karya seni yang cukup prospektif, karena selain harganya maha,l penggunaan dan peminatnya cukup tinggi.Dari laporan kompasiana.com dalam perayaan ulang tahun Jakarta yang ke486, harga lukisan cermin dipatok antara Rp 750 ribu hingga Rp 10 Juta.Namun tidak semua semua orang dapat melakukannya, karena tingkat kesulitan dan kerumitan dalam pembuatan karya seni ini cukup tinggi. Sulitnya dan rumitnya dalam pembuatan lukisan cermin dengan menggunakan teknik menggores dapat diatasi dengan menggunakan teknik baru yaitu dengan cara melarutkan cermin dengan menggunakan pelarut asam nitrat. Jika dengan menggunakan cara lama satu lukisan dibutuhkan waktu hingga 10 hari, maka dengan menggunakan teknik baru, satu lukisan bisa diselesaikan dalam waktu 2 jam bahkan mungkin juga dapat kurang. Selain itu teknik lukis cermin yang baru ini juga dapat dilakukan oleh semua orang. Kata Kunci: Cermin,Perak,Pelarut Asam


PENDAHULUAN Pembelajaran akan lebih menguntungkan baik dari segi finansial, waktu, dan tenaga jika suatu proses belajar mengajar berjalan secara efektif dan efisien. Menurut William James (1890) mengatakan bahwa minat siswa merupakan faktor utama yang menentukan derajat keaktifan siswa, dan keaktifan inilah merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan dalam belajar siswa, karena dengan keterlibatan siswa secara aktif dalam belajar maka pembelajaran akan berjalan secara efektif. Suatu proses belajar mengajar akan berjalan secara efektif jika dimulai dengan pengalaman lansung atau pengalaman kongkret hingga menuju kepada pengalaman yang lebih abstrak. Guru sebagai tenaga pendidik memiliki peran yang sangat penting agar pembelajaran berjalan secara efektif. Sebagai tenaga professional guru dituntut untuk terampil dalam mengaplikasikan konsep dan teori ilmu


pengetahuan serta memungkinkan dapat mengembangkannya sejalan dengan dinamika kehidupan. Salah satu mata pelajaran yang cukup tidak disenangi peserta didik di tingkat SLTA adalah mata pelajaran Kimia.Berdasarkan hasil survei yang dilakukan di sebuah SMA Negeri di kota Bogor, mata pelajaran kimia menempati urutan ke 6 dari 15 mata pelajaran yang paling tidak dimiati pada kelas XI. Sedang di kelas X, kimia juga menempati urutan ke 6 mata pelajaran yang kurang diminati dari 17 mata pelajaran yang di ajarkan.Sehingga dari data di atas dapat kita simpulkan mata pelajaran kimia merupakan kelompok mata pelajaran yang kurang diminati siswa.Hal ini dapat dipahami, karena sebagian besar isi dari materi mata pelajaran kimia membicarakan tentang kejadian alam yang tidak dapat dirasakan secara langsung, tetapi gejala-gejalanya dapat dirasakan baik oleh alat maupun oleh indra kita, sehingga untuk mengungkapkan masalah-masalah yang ada pada bidang kimia perlu dilakukan analisis-analis yang mendalam.


Bagi sebagian besar siswa, terutama yang tidak memiliki keterampilan analisis yang memadai, hal seperti ini sangat memusingkan dan menjemukan. Apalagi jika ilmu kimia disajikan hanya dalam segi kognitif saja. Mereka tidak pernah memiliki pengalaman secara langsung tentang manfaat ilmu kimia dalam kehidupan sehari-hari, setelah melakukan proses berfikir mengenai pemecahan masalah dalam ilmu kimia. Pengenalan beberapa zat kimia yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga dapat memudahkan suatu pekerjaan yang rumit, memungkinkan akan meningkatkan motivasi siswa dalam belajar materi kimia. Apalagi siswa sebagai peserta didk dapat berpartisipasi secara langsung dalam pemanfaatan zat kimia tersebut.Selain itu juga akan memudahkan untuk menggiring suatu pemikiran dari yang nyata kearah berfikir yang lebih abstark. Salah satu karya seni yang saat ini cukup menjanjikan adalah lukis cermin. Biasanya hasil karya lukis cermin ini dimanfaatkan sebagai lukisan


dinding, ornament jendela, ornamen pintu, cermin hias, cendera mata dan lain sebagainya. Teknik pembuatan lukis cermin yang sekarang berkembang antara lain adalah dengan cara air brush, memberi pewarna (cat) di depan cermin, dan menggores bagian cermin dengan benda tajam ( batu hijau atau pisau).Teknik lukis cermin dengan cara menggores akan menghasilkan karya yang cukup bagus dan mahal harganya, karena tingkat kesukarannya yang cukup tinggi dalam pembuatannya. Dari permasalahan di atas dapat ditarik suatu gagasan “ Dapatkah dilakukan teknik menggores untuk menghapus cermin diganti dengan cara melarutkan dengan zat kimia” sehingga pekerjaan lukis cermin yang awalnya sukar dan lama menjadi mudah dan cepat.? Jika hal ini dapat dilakukan maka akan memberikan beberapa manfaat dan keuntungan diantaranya : - Menumbuhkan minat belajar siswa atas dasar rasa ingin tahunya.


- Memberikan bekal life skill kepada siswa - Menumbuhkan sikap wira usaha siswa - Memberikan pengalaman kepada masyarakat tentang metode lukis cermin baru yang lebih mudah dan cepat. METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini, metode yang dipakai adalah discovery. Alat dan bahan yang dibutuhkan : 1. Alat : - Masker - Scrup - Kuas cat - Kain lap - Kaos tangan karet


- Gelas beker - Alat sablon (jika diperlukan) 2. Bahan : - Asam nitrat pekat - Paint remover - Kaca cermin - Cat minyak - Air berlebih - Cat pilog (cat kaca) Metode Penelitian - Sebelum melakukan pekerjaan, selalu memakai masker dan kaos tangan karet. - Menyediakan kaca cermin dengan ukuran sesuai kebutuhan


- Mengelupas cat bagian belakang cermin sebagai pelindung cermin dengan cara mengoleskan paint remover secara merata keseluruh pelindung cermin. (jika pelindung cermin terbuat dari kertas, cukup mengelupas kertas dari cerminnya). - Menunggu hingga cat pelindung mengelupas dengan sendirinya ((kira-kira 10 menit) kemudian memisahkan cat yang terkelupas dari cermin dengan cara disosok dengan scrup dan mengguyur dengan air. - Membuat cetakan lukisan dengan cara melukis di atas bagian cermin dengan menggunakan cat minyak.Untuk pekerjaan yang banyak dapat dilakukan dengan cara sablon. - Jika lukisan dalam bentuk tulisan melakukannya dengan cara terbalik artinya untuk huruf alphabet cara menulisnya dari kanan ke kiri, sementara untuk huruf arab menulis dari kiri ke kanan.


- Membiarkan cat hingga mongering. Setelah kering, melabur cermin dengan asam nitrat pekat. - Setelah bagian cermin yang tidak tertutup cat larut, dengan segera mengguyur lukisan dengan air yang banyak - Lukisan cermin sudah jadi. Untuk memperindah lukisan dilakukan dengan memberi back ground lukisan dengan cat kaca atau pilog sesuai dengan keinginan. PEMBAHASAN 1. CERMIN Cermin yang dibuat paling awal adalah kepingan batu mengkilap seperti obsidian, sebuah kaca volkanik yang terbentuk secara alami. Cermin obsidian yang ditemukan di Anatolia (kini Turki), berumur sekitar 6000 SM Cermin dari tembaga yang mengkilap telah dibuat di


Mesopotamia pada 4000 SM dan di Mesir purba pada 3000 SM. Di China, cermin dari perunggu dibuat pada 2000 SM Cermin kaca berlapis logam diciptakan di Sidon (kini Lebanon) pada abad pertama M, dan cermin kaca dengan sandaran dari daun emas disebutkan oleh seorang pengarang dari Romawi bernama Pliny dalam buku Natural History miliknya, yang dikarang sekitar tahun 77 M. Orang Romawi juga mengembangkan teknik menciptakan cermin yang kasar dari kaca hembus yang dilapisi dengan timah yang dilelehkan Cermin parabola pantul pertama kali dideskripsikan oleh fisikawan dari Arab bernama Ibn Sahl pada abad 10. Ibn al-Haytham mendiskusikan cermin cembung dan cekung dalam geometri bola dan tabung, ] melakukan beberapa percobaan dengan cermin, dan menyelesaikan permasalahan menemukan titik di sebuah cermin cembung dimana sinar yang datang dari satu titik dipantulkan ke titik yang lain. pada abad 11, cermin kaca yang jernih diproduksi di Al-Andalus


Pada awal Abad Renaisans, orang Eropa menyempurnakan metode melapisi kaca dengan amalgam timah-raksa. Baik tanggal serta lokasi penemuan itu masih belum diketahui, tapi pada abad ke-16, Venesia, sebuah kota yang terkenal dengan keahilan membuat kaca, menjadi pusat produksi cermin dengan mempergunakan teknik ini. Cermin kaca dari periode itu dulunya merupakan barang mewah yang amat maha Justus Liebig menemukan cermin kaca pantul di tahun 1835. Prosesnya melibatkan pengendapan lapisan perak metalik ke kaca melalui reduksi kimia perak nitrat. Proses melapisi kaca dengan substansi bersifat reflektif (silvering) ini diadaptasi untuk memproduksi cermin secara massal. Saat ini, cermin sering diproduksi dengan pengendapan vakumnya aluminium (atau kadang-kadang perak) langsung ke substrat kaca. Cermin awalmya terbuat dari kepingan atau lembaran logam mengkilap, biasanya logam perak atau tembaga apabila bayangan yang


dipantullan kembali adalah untuk dilihat tetapi juga bisa dari logam lain apabila hanya digunakan untuk memfokuskan cahaya. Kebanyakan cermin moden terdiri dari lapisan tipis aluminium disalut dengan kepingan kaca. Cermin ini disebut "sepuh belakang" (back silvered), di mana permukaan memantul dilihat melalui kepingan kaca. Pelapisan cermin dengan kaca membuat cermin tahan, tetapi mengurangi kualitas cermin karena tambahan biasan permukaan depan kaca. Cermin seperti ini membalikkan sekitar 80% dari cahaya yang datang. "Bagian belakang" cermin sering dicat hitam sepenuhnya untuk melindungi logam dari pengikisan. Teleskop dan peralatan optik yang lain menggunakan cermin “sepuh depan" (front silvered), di mana permukaan pemantul diletakan di permukaan kaca, yang memberikan kualitas bayangan lebih baik. kadang perak digunakan, tetapi kebanyakannya cermin ini menggunakan aluminum, yang memantulkan gelombang pendek lebih baik dari perak.


Cermin sepuh depan memantulkan 90% hingga 95% dari cahaya datang.Karena logam berkarat dengan adanya oksigen dan kelembapan, cermin sepuh hadapan perlu diganti permukaannya secara berulang untuk mempertahankan kualitas. Cara lain adalah, tentunya, menggunakan tempat vakum untuk menaruh cermin ini. 2. PERAK Perak yang dalam bahasa Inggrisnya disebut silver memiliki nama ilmiyah Argentum dengan lambang unsur Ag dengan massa atom 107,868. Perak merupakan salah satu jenis logam transisi dimana dalam sistem periodik unsur terletak pada golongan I B periode 5. Dalam deret volta perak terletak pada urutan ke 3 dari kanan dengan harga potensial sel standar (E0 sel) +0,80 volt, sehingga dari data tersebut dapat disimpulkan perak merupakan logam yang cukup stabil artinya lebih mudah mengalami peristiwa reduksi dari pada peristiwa


oksidasinya. Karena kestabilannya ini pula perak termasuk digolongkan jenis logam mulia dan sering digunakan sebagai perhiasan. Daya tahan perak terhadap oksidasi juga cukup tinggi. Tidak semua zat baik asam, basa, garam, maupun oksigen lembab mampu mengoksidasi perak dalam keadaan biasa (suhu dan tekanan kamar). Kalaupun dapat, tingkat oksidasinya terhadap perak sangatlah rendah dan diperlukan dalam kurun waktu yang cukup lama. Seperti halnya emas dan tembaga, perak perak merupakan logam yang berdaya hantar listrik tinggi, akan tetapi jumlahnya yang sedikit dan mahal, maka perak tidak digunakan sebagi bahan kabel listrik. Konduktifitas listrik dari perak adalah 62,9 x 106 ohm-1cm-1 serta memiliki konduktifitas panas 429 Wm-1K -1 . Selain itu perak juga memiliki sifat fisik berkilap warna putih. Karena sifat fisisnya yang demikian ini, perak sering di pakai sebagai dasar dalam


pembuatan kaca cermin. Daya pantul cahaya jika perak di letakkan di belakang kaca sekitar 80 % dari cahaya yang datang. Prinsip pembuatan cermin perak pada intinya adalah mengendapkan perak pada permukaan cermin dari perak nitrat melalui proses reaksi reduksi perak nitrat dengan zat tambahan antara lain Natrium hidroksida, amoniak dan gula. Perak yang telah menempel pada kaca ternyata daya lekatnya cukup tinggi, sehingga untuk menghapus kembali perak dari kaca bisa dilakukan secara mekanik yakni dengan cara menggores dengan benda yang tajam dan keras seperti cuter atau batu hijau. Namun cara ini cukup susah dan kadang masih ada perak yang masih tertinggal pada kaca yang susah untuk dihilangkan. Selain cara mekanik ada cara lain yang ditawarkan untuk dapat menghapus perak dari kacanya yakni dangan cara kimia. Prinsip kerja cara kimia ini adalah mengoksidasi kembali endapan perak yang


menempel pada kaca, dan zat hasil oksidasinya tidak merekat kuat pada kaca bahkan larut bersama-sama dengan zat lain yang terlibat dalam reaksi. Biasanya zat-zat pengoksidasi logam adalah berasal dari asam kuat pekat. Semakin kuat dan pekat keasamannya maka tingkat oksidasinya juga semakin tinggi. Akan tetapi tidak semua asam dapat menghasilkan hasil oksidasi yang larut, karena ada asam tertentu dengan logam tertentu menghasilkan zat hasil oksidasi yang mengendap. Jika yang terjadi demikian justru tidak akan menghasilkan pekerjaan yang baik, akan tetapi justru sebaliknya. Apalagi perak perak merupakan logam yang sukar teroksidasi. Tidak semua asam dapat mengoksidasi perak dalam keadaan biasa. Diperlukan asam tertentu yang dapat mengoksidasi perak sekaligus melarutkannya.


3. ASAM PELARUT PERAK Menurut Arrheinius asam dijabarkan sebagai suatu zat yang dalam larutannya terionisasi menghasilkan ion H+. Semakin kuat daya ionisasinya semakin banyak jumlah ion H+ yang dihasilkan, sehingga kekuatan asam semakin tinggi. Sedangkan semakin lemah daya ionisasinya, semakin sedikit jumlah ion H+ yang dihasilkan, semakin lemah sifat asamnya. Berdasarkan daya ionisasinya asam dibedakan menjadi 2 yakni : 1. Asam lemah yaitu asam yang dalam larutannya terionisasi sebagian. Contohnya : Asam Cuka (CH3COOH) ; Asam Flourida (HF) ; Asam sianida(HCN); Asam Sulfida(H2S) dan lain sebaginya. 2. Asam kuat yaitu suatu asam yang dalam larutannya terionisasi sempurna. Termasuk asam jenis ini adalah semua asam dari golongan VII A kecuali HF (HCl ; HBr ; HBrO dan sebagainya) ditambah H2SO4 dan HNO3 diluar golongan VII A.


Secara umum semua asam dapat mengoksidasi logam menurut reaksi : Logam + Asam garam + H2(g) Namun tidak semua logam serta-merta mudah mengalami reaksi di atas. Hanya logam dengan harga potensial sel standar rendah, atau logam-logam yang dalam deret volta terletak disebelah kiri yang mudah mengalami reaksi demikian. Semakin rendah harga potensial sel standarnya semakin cepat reaksinya. Tidak semua asam dapat mengoksidasi logam perak. Hanya asamasam tertentu yang dapat mengoksidasinya. Salah satu jenis asam yang dapat mengoksidasi perak adalah Asam nitrat (HNO3). Asam nitrat terbentuk dari Amonia sebagai penghasil senyawa nitrat dan nitrit. Reaksi utama untuk menghasilkan senyawa tersebut adalah reaksi ammonia dengan oksigen berlangsung pada suhu 750oC hingga 900oC dengan menggunakan katalisator Pt, yang disebut proses Ostwald.


4 NH3(g) + 5 O2 (g) Pt 750−900 4NO(g) + 6 H2O(g) Kemudiian NO segera teroksidasi menjadi NO2 menurut reaksi : 2NO(g) + O2(g) 2 NO2(g) NO2 dalam air menghasilkan gas NO dan HNO3 3 NO2(g) + H2O(l) 2HNO3(aq) + NO(g) Asam nitrat murni merupakan cairan tak berwarna yang mudah terurai di atas suhu 0OC menjadi NO2 , H2O, dan O2. Oleh sebab itu HNO3 dengan konsentrasi 70 % atau lebih akan berwarna sedikit kuning, karena adanya gas NO2 yang terbentuk dari penguraian oleh cahaya. 4 HNO3 4 NO2(g) + O2(g) + 2H2O(l) Tak berwarna coklat kemerahan


Nitrogen dioksida (NO2) merupakan gas berwarna coklat kemerahan dan bersifat racun. Oleh karena itu apabila kita kontak langsung dengan asam nitrat dengan konsentrasi tinggi (asam nitrat pekat), hendaknya kita selalu menggunakan masker untuk terhindar dari gas racun nitrogen dioksida. Salah satu sifat unik dari asam nitrat adalah dapat mengoksidasi logam perak menurut reaksi. 3 Ag(s) + 4 HNO3 (aq) 3 AgNO3(aq) + NO(g) + 2 H2O(l) Jika kita lihat reaksi di atas, zat hasil oksidasi dari perak yakni AgNO3 berupa larutan, sehingga dapat dikatakan bahwa perak dapat larut dalam asam nitrat pekat dengan disertai terbentuknya gas nitrogen monoksida. Atas dasar pemikiran di atas, jika kita dapat memanipulasi pelarutan perak yang menempel pada cermin sesuai yang kita inginkan, maka kita


akan dapat mengkondisikan bagian perak pada cermin yang larut dan bagian perak pada cermin yang tidak larut. Salah satu zat yang dapat menghambat pelarutan perak terhadap asam nitrat adalah minyak cat. Jika cermin yang sudah terkelupas pelindung cerminnya (cat bagian belakang cermin) kita kuas kembali dengan cat sehingga membentuk lukisan, maka ada bagian perak yang terbuka, dan ada bagian perak yang tertutup cat. Apabila cermin tadi kita kuas dengan asam nitrat pekat, maka bagian perak yang tidak tertutup cat akan cepat larut dan bagian perak yang tertutup cat akan lambat larutnya. Sebelum asam nitrat pekat tadi melarutkan bagian perak yang tertutup cat, secepatnya di siram dengan air sebanyak-banyaknya, sehingga asam nitrat pekat yang kita kuaskan ke cermin tadi larut bersama air. Dari hasil percobaan yang sudah dilakukan dihasilkan karya-karya lukisan cermin seperti terlihat pada lampiran.


Menurut laporan liputan 6.com, bahwa harga lukisan cermin wayang bisa mencapai Rp 1,5 juta hingga 3 juta pada tahun 2006, karena tingkat kerumitan pembuatannya dan lama pembuatannya hingga memakan waktu 10 hari. Dari laporan kompasiana.com, pada perayaan Ulang tahun Jakarta ke- 486 tahun 2013 lukisan cermin harganya berkisar antara Rp 750 ribu hingga Rp 10 juta . Namun dengan menggunakan teknik lukis cermin dengan pelarutan, tingkat kesulitan pembuatan dapat tertasi dan waktu yang dibutuhkan dalam pembuatan jauh lebih cepat durasinya. Sehingga jika peserta didik khususnya dan masyarakat pada umumnya memiliki pengetahuan tentang teknik lukis cermin dengan menggunakan metode pelarutan ini kelak akan dapat digunakan sebagai motifator dalam belajar dan modal keterampilan hidup dikemudian hari.


SIMPULAN Dari pembahasan dapat disimpulkan bahwa : 1. Teknik lukis cermin dengan menggunakan cara konvensional yaitu dengan cara menggores cermin cukup sulit dilakukan dan dibutuhkan dalam jangka waktu yang relatif lama. 2. Tidak semua orang dapat melakukan kegiatan lukis cermin dengan cara lama (menggores) 3. Lukis cermin merupakan salah satu jenis karya seni yang cukup langka dan mahal. 4. Tingkat kesulitan dalam pembuatan cermin dengan cara menggores cermin dapat diatasi dengan menggunakan teknik yang baru yaitu dengan menggunakan metoda melarutkan asam nitrat pada cermin.


5. Teknik pembuatan cermin perak dengan menggunakan metode pelarutan akan mempercepat proses dalam pembuatannya sehingga jauh lebih ekonomis. UCAPAN TERIMA KASIH Terima kasih penulis haturkan kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian pembuatan makalah “Pembuatan Lukisan Cermin Perak dengan Menggunakan Metode Pelarutan Asam” ini , khususnya kepada : 1. Kepala Kantor Kementerian Kabupaten Rembang, Bapak H.M. Fatah, S.Ag,M.Ed yang telah memfasilitasi demi terselesainya pembuatan Makalah ini. 2. Ayah dan Ibu tercinta.


3. Emy Zulfa,S.Ag sebagai istri, sekaligus yang telah membantu dalam editing makalah ini 4. Anak-anakku tercinta. 5. Teman-teman yang telah memberikan saran dalam penyusunan makalah ini. DAFTAR PUSTAKA Al Arifin. AH, Drs, M.Pd, Panduan Belajar Kimia SMA Kelas 3, Primagama, 2005 Bahrul.U, Jurus Ampuh Mahir Tabel Periodik Kimia, Indah, Surabaya 2011 Johari. J.M.C, MSc, Kimia SMA dan MA untuk Kelas X, Erlangga, 2007 Moh. Uzer Usman Drs, Menjadi Guru Profesional, Edisi ke 2, Remaja Rosdakarya, Bandung 1995 Sukri S, Drs, Kimia Dasar 3, ITB, Bandung 1999


http://www.gurubelajar.com/2011/05/fisika-urutan-pertama-pelajaranpaling.html#ixzz2PphQN9Dj http://news.liputan6.com/read/127435/melukis-wayang-di-cermin http://jakarta.kompasiana.com/potensi-wisata/2013/06/22/rayakan-hutjakarta-ke-486-di-kota-tua-dan-prj-kemayoran-571080.htm http://id.wikipedia.org/wiki/Cermin


LAMPIRAN-LAMPIRAN


Gambar 1. Tabel Rekapitulasi Hasil Jejak Pendapat Siswa Kelas XI Tentang Pelajaran yang Kurang Disenangi di SMA Negeri 4 Bogor . Gambar 2. Tabel Rekapitulasi Hasil Jejak Pendapat Siswa Kelas X Tentang Pelajaran yang Kurang Disenangi di SMA Negeri 4 Bogor


Gambar 3. Hasil lukis cermin yang dibuat oleh seniman profesional yang dipamerkan pada HUT Jakarta ke -486


Gambar 4. Hasil karya lukisan cermin yang dilakukan oleh pemula dengan metode pelarutan dengan cara lukis


Gambar 5. Hasil karya lukisan cermin yang dilakukan oleh pemula dengan metode pelarutan dengan cara sablon


Click to View FlipBook Version