The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by aimyathirah64, 2023-01-04 09:08:18

syair ikan terubuk

syair ikan terubuk

SYAIR IKAN
TERUBUK

Bismillah itu permulaan kalam
Dengan nama Alllah khalik al-alam
Melimpahkan rahmat siang dan malam
kepada segala mukmin dan islam

Mula dikarang ikan terubuk
Lalai memandang ikan di lubuk
Hati dan jantung bagai serbuk
Laksana kayu dimakan bubuk

Asal terubuk ikan puaka,
Tempatnya konon di laut Melaka,
Siang dan malam berhati duka,
Sedikit tidak menaruh suka.

Pagi dan petang duduk bercinta,
Kerendam dengan airnya mata,
kalbunya tidak menderita,
Kerana mendengar khabar berita

Pertama mula terubuk merayu,
Berbunyilah guruh mendayu-dayu,
Senantiasa berhati sayu,
Terkenangkan puteri ikan puyu-puyu

Puteri puyu-puyu kon namanya,
Di dalam kolam konon tempatnya,
Cantik menjelis barang lakunya,
Patutlah dengan budi bahasanya

Koolamnya konon di Tanjung Padang,
Di sana lah tempat terubuk bertandang,
Pinggangnya ramping dadanya bidang,
Hancurlah hati terubuk memandang

Pmuda menentang dari saujana,
Melihat puteri terlalu lena,
Hati di dalam bimbang gulana,
Duduk bercinta tiada semena

Gundah gulana tiada ketahuan,
Lalulah pulang muda bangsawan,
Setelah sampai ke Tanjung Tuan,
Siang dan malam igau-igauan

Setelah hari hampirkan senja,
Puteri siap hendak memuja,
Jika sungguh asal raja,
Disampaikan Allah barang disaja

berlimau mandi tuan puteri
lalulah masuk kedalam puri
meminta dia seorang diri
sampailah waktu dinihari

Ya Ilahi ,Ya Tuhanku
apakah sudah demikian laku
dengan berkat nenek moyangku
disampaikan dewata barang pintaku

selang tidak berapa antara
turunlah ribut dengan segera
kilat dan petir tidak terkira
datuk nenek turun dari udara

membawa sepohon batangnya pulai
datang dari Tanjung Balai
eloknya tidaklah ternilai
puteri melihat hairan terlalai

pulainya rendang dengan rampaknya
di tengah kolah terdiri dianya
sampailah waktu dengan janjinya
puteri melompat keatas pucuknya

dengan berkat segala aulia
perkataan puteri terhentilah ia
belum;lah sampai daya upaya
tiada pertemuan apakan daya

berlida menyahut sambil bercura
lemah lembut bunyi suara
puteri nin sudah naik udara
dengan bala segala tentera

pari pun kembali menghadap baginda
berdatang sembah lakunya syahda
dualat tuanku dule seripada
tuan puteri sudah tiada

sudah naik ke atas udara
belida gerangan punya bicara
kepada tuanku jangan ketara
silakan tuanku ke laut negara

demi baginda mendengar kata
tunduk berhamburan airnya mata
putuslah harap rasnya beta
belumlah lagi pertemuan kita

terubuk berenang lalu ke laut
sekalian ramai yang mengikut
hati di dalam terlalu kusut
bagaikan datang rasanya takut

kain putih bersampul pulih
pakaian anak raja perempuan
yang dicita tidaklah boleh
sudahlah nasib badanku tuan

anggur jabat tanaman Judah
tanam melati di jambangan
janganlah dijabat yang telah sudah
rosaklah hati yang berpanjangan

muda pun datang kepada tempatnya
hancur luluh rasa hatinya
sebab tak sampai bagai kehendaknya
duduk bercinta di dalam hatinya


Click to View FlipBook Version