Tabel 5.5.4. Prevalensi Diare pada Balita menurut Kabupaten/Kota, Provinsi Kepulauan
Riau, Riskesdas 2018
Prevalensi diare pada Balita
Kabupaten/Kota D1 D/G2 N tertimbang
Karimun % 95% CI % 95% CI 95
Bintan 78
Natuna 6,82 2,70 16,19 6,82 2,70 16,19 36*
Lingga 7,21 3,75 13,43 7,21 3,75 13,43 34*
Kepulauan Anambas 13,98 16*
Kota Batam 5,14 7,02 25,93 16,32 9,13 27,44 789
Kota Tanjung Pinang 3,06 82
3,82 2,36 10,83 5,14 2,36 10,83
Prov. Kepulauan Riau 9,33 1,10 8,26 3,06 1,10 8,26 1.130
5,06 2,02 7,08 4,77 2,80 8,03
4,62 17,95 11,58 6,47 19,86
3,49 7,28 5,96 4,29 8,24
Catatan:
1 D: menurut diagnosis oleh tenaga kesehatan (dokter, perawat atau bidan)
2 D/G: menurut diagnosis oleh tenaga kesehatan (dokter, perawat atau bidan) atau gejala yang pernah
dialami oleh responden.
*N tertimbang < 50
Tabel 5.5.5. Prevalensi Diare pada Balita menurut Karakteristik Responden, Provinsi
Kepulauan Riau, Riskesdas 2018
Prevalensi diare pada Balita
Karakteristik responden D1 D/G2 N tertimbang
Kelompok umur (Bulan) % 95% CI % 95% CI
0-11
12-23 3,54 1,27 9,45 4,42 1,87 10,09 187
24-35 5,28 2,47 10,91 5,39 2,56 11,00 242
36-47
48-59 7,88 3,54 16,58 7,88 3,54 16,58 222
Jenis kelamin 3,98 1,28 11,71 3,98 1,28 11,71 244
Laki-laki 4,50 1,87 10,44 8,03 4,11 15,10 235
Perempuan
7,23 4,55 11,30 8,13 5,37 12,12 591
Tempat tinggal 2,68 1,54 4,62 3,59 2,11 6,05 539
Perkotaan
Perdesaan 4,99 3,32 7,45 6,01 4,21 8,52 995
5,56 2,36 12,55 5,59 2,38 12,56 135
Catatan:
1 D: menurut diagnosis oleh tenaga kesehatan (dokter, perawat atau bidan)
2 D/G: menurut diagnosis oleh tenaga kesehatan (dokter, perawat atau bidan) atau gejala yang pernah
dialami oleh responden.
*N tertimbang < 50
60 Laporan Provinsi Kepulauan Riau Riskesdas 2018
Tabel 5.5.6. Proporsi Penggunaan Oralit, Zinc, dan Pengobatan Lainnya pada Penderita
Diare Balita menurut Karakteristik Responden, Provinsi Kepulauan Riau, Riskesdas 2018
Pengobatan diare (%)
Karakteristik responden Oralit/ LGG Zinc1 Obat anti Antibiotik Herbal/ N tertimbang2
diare tradisional
Kelompok Umur (Bulan) 15,04 8*
0-11 44,60 7,62 3,82 11,23 2,32 15*
12-23 54,43 5,68 32,22 32,87 0,00 21*
24-35 13,54 18,72 56,05 14,63 4,03 11*
36-47 19,07 8,24 77,84 9,73 0,00 12*
48-59 3,55 55,80 45,68 4,51
34,44 50
Jenis kelamin 33,46 4,99 49,07 25,92 2,01 17*
Laki-laki 24,57 46,22 15,28 3,31
Perempuan 37,18 58
14,49 10,03 46,70 24,66 2,52 9*
Tempat tinggal 34,19 9,35 59,18 13,78 1,13 67
Perkotaan 2,34
Perdesaan 9,94 48,35 23,23
Prov. Kepulauan Riau
Catatan:
1 Ditanyakan khusus untuk balita
2 N tertimbang tidak untuk Zinc
*N tertimbang < 50
Jumlah sampel tidak representatif untuk menggambarkan kab/kota
Laporan Provinsi Kepulauan Riau Riskesdas 2018 61
5.6 Malaria
5.6.1 Prevalensi Malaria berdasarkan Hasil Wawancara
Malaria adalah penyakit yang umumnya ditandai dengan panas tinggi
yang dapat naik turun secara berkala disertai dengan salah satu atau lebih
gejala lain seperti menggigil, muka pucat, kepala sakit, pusing, tidak nafsu
makan, mual, muntah, nyeri otot atau pegal-pegal, Penyakit ini disebabkan oleh
parasit malaria dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles sp, Diagnostik
pasti malaria harus ditegakkan dengan pemeriksaan sediaan darah secara
mikroskopis maupun dengan tes diagnostik cepat/ RDT. Pada daerah endemik,
biasanya responden mengetahui penyakit ini disertai dengan pembesaran limpa
(Splenomegali).
Artemisinin based Combination Therapy (ACT) adalah obat malaria yang
merupakan kombinasi dari obat malaria golongan Artemisinin. Jenis artemisinin:
Dihydroartemisin, Artesunate, Artemether, kombinasi obat anti malaria
golongan lainnya seperti Piperaquin, Amodiaquine, Meflokuin. Saat ini ACT
yang beredar di Indonesia mempunyai sediaan yaitu:
1. Dihidroartemisinin+Piperaquin
2. Artesunate+Amodiaquine
3. Artemether+Lumefantrine
Artemisinin (ACT) 3 hari + primaquin 1 hari diberikan untuk penderita
malaria akibat Plasmodium falcifarum dengan lama pemberian 3 hari,
sedangkan Artemisinin (ACT) 3 hari + primaquin 14 hari diberikan untuk
penderita malaria akibat Plasmodium vivax. Dengan demikian lama pemeberian
ACT dan Primaqquin bisa menjadi proksi untuk mengetahui penyebab Malaria
yang pernah diderita oleh responden.
Tabel 5.6.1 Skema Pengobatan Malaria
Nama Obat Hari ke-1 Hari ke-2 Hari ke-3 Hari ke-n Hari ke-14
Plasmodium palcifarum
- ACT
- Primaquin
Plasmodium Vivax - -
- ACT
- Primaquin
Pada Riskesdas 2018 kasus malaria diukur melalui 2 pertanyaan.
Pertanyaan pertama “Dalam 1 tahun terakhir, apakah [NAMA] pernah diambil
darah untuk pemeriksaan malaria oleh tenaga kesehatan (dokter/ perawat/
bidan)?” jika menjawab “Ya” maka dilanjutkan dengan pertanyaan kedua
“Apakah [NAMA] dinyatakan positif menderita malaria setelah pemeriksaan
62 Laporan Provinsi Kepulauan Riau Riskesdas 2018
tersebut oleh tenaga kesehatan (dokter/perawat/bidan)?”. Dikatakan malaria
jika pertanyaan pertama menjawab Ya dan hasilnya positif (pertanyaan ke-2
dijawab “Ya”), dihitung dengan formula:
= ∑
= ∑
Laporan Provinsi Kepulauan Riau Riskesdas 2018 63
Tabel 5.6.2. Prevalensi Malaria berdasarkan Diagnosis menurut Karakteristik Responden,
Provinsi Kepulauan Riau, Riskesdas 2018
Karakteristik responden Prevalensi malaria (D)
Kelompok umur (tahun) % 95% CI N tertimbang
<1
1-4 0,00 0,00 0,00 201
5-14 0,00 0,00 0,00 1.018
15-24
25-34 0,14 0,04 0,48 2.335
35-44 0,42 0,14 1,23 1.689
45-54
55-64 0,08 0,02 0,29 2.129
65-74
75+ 0,52 0,19 1,40 2.179
0,99 0,37 2,66 1.286
Jenis kelamin
Laki-laki 0,04 0,01 0,27 563
Perempuan
0,39 0,05 2,76 217
Pendidikan 0,00 0,00 0,00 83
Tidak/belum pernah sekolah
Tidak tamat SD/MI 0,49 0,22 1,07 5.962
Tamat SD/MI 0,14 0,07 0,28 5.736
Tamat SLTP/MTS
Tamat SLTA/MA 0,85 0,15 4,60 735
Tamat D1/D2/D3/PT
0,52 0,24 1,11 2.018
Pekerjaan
Tidak bekerja 0,73 0,26 2,07 1.642
Sekolah 0,14 0,04 0,42 1.497
PNS/TNI/Polri/BUMN/BUMD
Pegawai swasta 0,09 0,03 0,26 3.660
Wiraswasta 0,42 0,06 2,95 791
Petani/buruh tani
Nelayan 0,20 0,09 0,47 2.759
Buruh/sopir/pembantu ruta 0,29 0,11 0,76 1.541
Lainnya
0,00 0,00 0,00 283
Tempat tinggal
Perkotaan 0,07 0,01 0,41 1.549
Perdesaan 0,59 0,15 2,34 1.348
Prov. Kepulauan Riau 1,73 0,74 4,00 210
0,47 0,14 1,53 311
1,39 0,40 4,68 728
0,48 0,11 2,02 570
0,24 0,10 0,59 10.036
0,78 0,34 1,76 1.662
0,32 0,17 0,61 11.698
64 Laporan Provinsi Kepulauan Riau Riskesdas 2018
Tabel 5.6.3. Proporsi Penggunaan Obat pada Penderita Malaria menurut Karakteristik
Responden, Provinsi Kepulauan Riau, Riskesdas 2018
Karakteristik responden Artemisinin(ACT) 3 Pengobatan Obat N
hari + Primaquin 1 lainnya tertimbang
Kelompok umur (tahun) Artemisinin(ACT) 3
<1 hari hari + Primaquin 14 0,00 0
1-4 0,00 0
5-14 hari 47,19 3*
15-24 14,99 7*
25-34 0,00 0,00 0,00 2*
35-44 0,00 0,00 7,00 12*
45-54 43,24 52,39 29,15 13*
55-64 65,96 32,81 0,00 0
65-74 39,01 60,99 0,00 1*
75+ 75,21 17,79 0,00 0
27,93 46,02
Jenis kelamin 100,00 0,00 18,78 30*
Laki-laki 0,00 100,00 20,09 8*
Perempuan 0,00 0,00
0,00 6*
Pendidikan 56,90 33,64 50,20 11*
Tidak/belum pernah sekolah 30,01 49,90 6,63 12*
Tidak tamat SD/MI 4,31 2*
Tamat SD/MI 9,57 90,43 30,48 3*
Tamat SLTP/MTS 0,00 3*
Tamat SLTA/MA 36,53 26,30
Tamat D1/D2/D3/PT 62,91 33,77 0,00 5*
35,75 4*
Pekerjaan 95,69 0,00 87,98 1*
Tidak bekerja 56,73 43,27 0,00 8*
Sekolah 18,73 4*
PNS/TNI/Polri/BUMN/BUMD 100,00 0,00 0,00 1*
Pegawai swasta 38,02 10*
Wiraswasta 15,04 84,96 0,00 3*
Petani/buruh tani 0,00 5*
Nelayan 38,78 56,12
Buruh/sopir/pembantu ruta 16,31 25*
Lainnya 100,00 0,00 24,19 13*
100,00 0,00 19,06 38*
Tempat tinggal
Perkotaan 67,08 14,19
Perdesaan 100,00 0,00
Prov. Kepulauan Riau 7,65 58,25
100,00 0,00
15,04 84,96
52,12 37,24
49,52 36,77
51,21 37,08
Catatan:
*N tertimbang < 50
Laporan Provinsi Kepulauan Riau Riskesdas 2018 65
5.7 Filariasis
Penyakit kaki gajah (Filariasis) merupakan salah satu penyakit zoonosis
yang endemis di Indonesia. Gejala yang timbul biasanya berupa
pembengkakan (edema) di daerah tertentu (pada aliran pembuluh limfa di
dalam tubuh manusia). Gejala ini dapat berupa pembesaran tungkai/kaki (kaki
gajah) atau lengan dan pembesaran scrotum/vagina yang pembengkakan
(edema)nya bersifat permanen. Filariasis bersifat menahun (kronis) dan jarang
menimbulkan kematian pada penderitanya, Pada fase awal penderitanya bisa
juga tidak menunjukkan gejala (asimtomatis).
Program Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Filariasis sekali
setahun selama 5 tahun berturut-turut bertujuan untuk memutuskan mata
rantai penularan filariasis di daerah endemis. Pada tahun 2002, dilakukan
pencanangan eliminasi filariasis di Sumatera Selatan. Pada tahun 2014, 46
kabupaten/kota sudah melaksanakan POPM dari 241 kabupaten/kota yang
merupakan daerah endemis. Periode tahun 2015 hingga tahun 2019, 195
kab/kota lainnya direncanakan melakukan POPM.
Pada Riskesdas 2018, untuk menilai keberhasilan POPM ditanyakan
kepada responden “Apakah [NAMA] pernah diberikan obat pencegahan
filariasis (diethylcarbamazine citrate dan albendasol) oleh petugas kesehatan?”
Cakupan obat POPM Filariasis di daerah endemis
∑ ART yang mendapatkan POPM Filariasis ℎ
= 2 ℎ
∑ ART di daerah endemis yang berusia 2 tahun ke atas
Prevalensi Filariasis diukur berdasarkan riwayat diagnosis oleh tenaga
kesehatan (dokter/perawat/bidan) dengan pertanyaan “Apakah [NAMA] pernah
didiagnosis menderita kaki gajah (filariasis) oleh tenaga kesehatan
(dokter/perawat/bidan)?” Jika menjawab “Ya pada 2017” maka dihitung sebagai
kasus Filariasis yang diukur. Formula yang dipakai adalah:
= ( )
∑
66 Laporan Provinsi Kepulauan Riau Riskesdas 2018
Tabel 5.7.1. Proporsi Pemberian Obat Pencegahan Masal (POPM) Filariasis di Daerah
Endemis Selama Periode POPM menurut Kabupaten/Kota, Provinsi Kepulauan Riau,
Riskesdas 2018
Kabupaten/Kota Pemberian obat POPM filariasis
Karimun % 95% CI N tertimbang
Bintan N/A
Natuna 65,17 N/A N/A N/A
Lingga N/A
Kepulauan Anambas 78,52 59,53 70,42 539
Kota Batam N/A
Kota Tanjung Pinang 57,56 N/A N/A N/A
N/A 73,36 82,91 309
Prov. Kepulauan Riau
59,55 N/A N/A N/A
Catatan: N/A: Not/Applicable
52,87 62,11 4.459
N/A N/A N/A
55,56 63,42 5.307
Tabel 5.7.2. Proporsi Pemberian Obat Pencegahan Masal (POPM) Filariasis di Daerah
Endemis Selama Periode POPM menurut Karakteristik Responden, Provinsi Kepulauan
Riau, Riskesdas 2018
Karakteristik responden Pemberian obat POPM filariasis
Kelompok umur (tahun) % 95% CI N tertimbang
<1
1-4 43,08 35,28 51,24 385
5-14 68,31 63,73 72,56 1.082
15-24 55,11 48,27 61,76 810
25-34 53,23 46,62 59,73 1.120
35-44 65,61 59,43 71,31 1.044
45-54 64,39 58,16 70,17 550
55-64 62,43 53,51 70,58 209
65-74 40,20 26,91 55,10
75+ 40,7 14,4 73,7 75
43,08 35,28 51,24 31*
Jenis kelamin 385
Laki-laki 56,23
Perempuan 63,01 51,64 60,72 2.708
58,87 66,98 2.599
Pendidikan 58,35
Tidak/belum pernah sekolah 70,34 50,91 65,44 338
Tidak tamat SD/MI 62,60 64,44 75,62 889
Tamat SD/MI 62,46
Tamat SLTP/MTS 56,56 55,20 69,45 656
Tamat SLTA/MA 56,27
Tamat D1/D2/D3/PT 55,67 68,79 669
63,89 50,60 62,33 1.913
Pekerjaan 73,56
Tidak bekerja 59,15 47,77 64,42 365
Sekolah 49,11
PNS/TNI/Polri/BUMN/BUMD 53,47 58,61 68,84 1.230
Pegawai swasta 62,49
Wiraswasta 73,03 67,66 78,71 678
Petani/buruh tani 57,93 45,00 71,93 83
Nelayan 64,75
Buruh/sopir/pembantu ruta 41,40 56,87 859
Lainnya 57,20
80,67 45,98 60,81 702
Tempat tinggal 50,25 73,32 78
Perkotaan
Perdesaan 59,39 83,37 141
*N tertimbang < 50 46,87 68,25 289
55,23 73,23 261
52,87 61,41 4.774
70,62 87,87 533
Laporan Provinsi Kepulauan Riau Riskesdas 2018 67
Tabel 5.7.3. Prevalensi Filariasis berdasarkan Riwayat Diagnosis dan Proporsi Minum Obat
Sesuai Anjuran Tenaga Kesehatan menurut Karakteristik Responden, Provinsi Kepulauan
Riau, Riskesdas 2018
Diagnosis filariasis Minum obat filariasis sesuai anjuran Nakes
Karakteristik responden % 95% CI N % 95% CI N
tertimbang tertimbang
Kelompok umur (tahun)
<1 0,00 0,00 0,00 201 39,21 27,24 52,64 7*
1-4 1,11 0,20 5,82 1.018 14,83 2,22 57,18 20*
5-14 1,30 0,63 2,66 2.335 28,54 4,71 76,36 13*
15-24 1,19 0,56 2,51 1.689 60,9 22,8 89,1 21*
25-34 1,52 0,74 3,10 2.129 52,5 18,7 84,2 24*
35-44 1,70 0,81 3,55 2.179 16,6 3,8 50,2 16*
45-54 1,98 1,08 3,58 1.286 43,6 4,3 92,9 1*
55-64 0,16 0,04 0,64 563 0,00 0,00 0,00 2*
65-74 1,21 0,19 7,47 217 0,00 0,00 0,00 1*
75+ 0,99 0,22 4,23 36,3 20,2 56,2 104
83
Jenis kelamin 1,52 0,85 2,73 35,55 18,26 57,67 59
Laki-laki 1,22 0,73 2,05 5.962 37,31 14,62 67,41 45*
Perempuan 5.736
1,55 0,50 4,73 0,00 0,00 0,00 7*
Pendidikan 1,44 0,72 2,86 735 15,35 2,35 57,71 19*
Tidak/belum pernah sekolah 1,31 0,71 2,40 2.018 31,64 8,92 68,63 14*
Tidak tamat SD/MI 0,71 0,29 1,71 1.642 41,98 10,01 82,47 7*
Tamat SD/MI 1,75 0,95 3,22 1.497 49,17 21,67 77,19 41*
Tamat SLTP/MTS 1,70 0,49 5,74 3.660 53,23 7,96 93,75 9*
Tamat SLTA/MA 791
Tamat D1/D2/D3/PT 1,73 0,92 3,20 23,94 8,58 51,35 30*
2,09 1,09 3,97 2.759 31,22 11,86 60,51 20*
Pekerjaan 0,56 0,16 1,88 1.541 50,43 7,13 93,09 1*
Tidak bekerja 0,67 0,17 2,54 283 51,61 6,05 94,64 7*
Sekolah 1,83 0,76 4,30 1.549 73,04 30,10 94,46 15*
PNS/TNI/Polri/BUMN/BUMD 1,70 0,72 3,96 1.348 14,53 1,91 59,80 2*
Pegawai swasta 0,84 0,19 3,70 210 6,37 4,85 8,33 2*
Wiraswasta 1,57 0,55 4,36 311 40,70 5,98 88,11 7*
Petani/buruh tani 1,92 0,78 4,65 728 29,94 4,07 81,14 7*
Nelayan 570
Buruh/sopir/pembantu ruta 1,41 0,81 2,47 40,75 22,83 61,52 92
Lainnya 1,15 0,63 2,11 10.036 3,57 0,91 13,04 12*
1,38 0,83 2,26 1.662 36,32 20,23 56,20 104
Tempat tinggal 11.698
Perkotaan
Perdesaan
Prov. Kepulauan Riau
Catatan:
*N tertimbang < 50
Jumlah sampel tidak representatif untuk menggambarkan kab/kota
68 Laporan Provinsi Kepulauan Riau Riskesdas 2018
6 BAB 6
PENYAKIT TIDAK MENULAR
6.1 Asma
Prevalensi asma dihitung menggunakan formula:
= ℎ ℎ
Proporsi kekambuhan asma dalam 12 bulan terakhir dihitung menggunakan
formula:
ℎ 12 ℎ
ℎ ℎ 12 ℎ
= ℎ ℎ
Laporan Provinsi Kepulauan Riau Riskesdas 2018 69
Tabel 6.1.1. Prevalensi Asma berdasarkan Diagnosis Dokter pada Penduduk Semua Umur
menurut Kabupaten/Kota, Provinsi Kepulauan Riau, Riskesdas 2018
Kabupaten/Kota Asma N
% 95% CI tertimbang
Karimun
Bintan 4,14 3,08 5,56 1.271
Natuna 2,84 2,02 3,99 868
Lingga 4,69 3,31 6,60 423
Kepulauan Anambas 2,25 1,26 3,98 493
Kota Batam 5,14 2,96 8,78 230
Kota Tanjung Pinang 1,80 1,23 2,63 7.263
2,90 2,12 3,96 1.150
Prov. Kepulauan Riau
2,43 2,00 2,95 11.698
Tabel 6.1.2. Prevalensi Asma berdasarkan Diagnosis Dokter pada Penduduk Semua Umur
menurut Karakteristik Responden, Provinsi Kepulauan Riau, Riskesdas 2018
Karakteristik responden Asma N tertimbang
% 95% CI
Kelompok umur (tahun) 201
<1 1,68 0,77 3,67 1.018
1-4 2,19 1,45 3,29 2.335
5-14 2,24 1,36 3,67 1.689
15-24 2,55 1,57 4,12 2.129
25-34 2,47 1,46 4,15 2.179
35-44 2,42 1,72 3,38 1.286
45-54 3,34 2,30 4,82 563
55-64 6,87 3,59 12,75 217
65-74 6,74 3,59 12,29
75+ 83
2,23 1,73 2,87
Jenis kelamin 2,64 2,00 3,48 5.962
Laki-laki 5.736
Perempuan 3,24 2,22 4,70
2,28 1,57 3,28 735
Pendidikan 3,62 2,56 5,09 2.018
Tidak/belum pernah sekolah 3,94 2,54 6,06 1.642
Tidak tamat SD/MI 1,76 1,17 2,63 1.497
Tamat SD/MI 1,83 1,00 3,34 3.660
Tamat SLTP/MTS 791
Tamat SLTA/MA 3,26 2,43 4,35
Tamat D1/D2/D3/PT 2,97 1,82 4,82 2.759
2,60 1,27 5,28 1.541
Pekerjaan 1,66 0,83 3,29 283
Tidak bekerja 1,62 0,87 3,03 1.549
Sekolah 3,94 2,29 6,69 1.348
PNS/TNI/Polri/BUMN/BUMD 3,88 1,81 8,14 210
Pegawai swasta 2,78 1,61 4,76 311
Wiraswasta 3,44 1,11 10,18 728
Petani/buruh tani 570
Nelayan 2,29 1,82 2,87
Buruh/sopir/pembantu ruta 3,29 2,38 4,54 10.036
Lainnya 1.662
Tempat tinggal
Perkotaan
Perdesaan
70 Laporan Provinsi Kepulauan Riau Riskesdas 2018
Tabel 6.1.3. Proporsi Kekambuhan Asma dalam 12 Bulan Terakhir pada Penduduk Semua
Umur menurut Karakteristik Responden, Provinsi Kepulauan Riau, Riskesdas 2018
Kekambuhan asma dalam 12 N tertimbang
bulan terakhir
-
Karakteristik responden % 95% CI 22*
66
Kelompok umur (tahun) - - - 49*
<1 83,87 60,49 94,64 70
1-4 37,00 23,81 52,47 69
5-14 62,05 40,28 79,85 40*
15-24 58,84 32,14 81,19 24*
25-34 57,46 29,37 81,43 19*
35-44 65,94 50,05 78,90 7*
45-54 85,29 72,68 92,67
55-64 64,40 28,05 89,35 171
65-74 70,26 42,16 88,45 196
75+
58,72 47,00 58,72 30*
Jenis kelamin 60,40 46,10 60,40 58
Laki-laki 75
Perempuan 65,57 45,40 81,35 75
58,42 81
Pendidikan 58,88 39,30 75,31 18*
Tidak/belum pernah sekolah 48,64 40,34 75,21
Tidak tamat SD/MI 62,05 109
Tamat SD/MI 65,79 26,66 71,16 56
Tamat SLTP/MTS 9*
Tamat SLTA/MA 63,00 40,80 79,50 31*
Tamat D1/D2/D3/PT 39,51 37,85 85,86 27*
58,23 10*
Pekerjaan 52,52 46,27 77,09 15*
Tidak bekerja 65,14 24,32 57,04 25*
Sekolah 70,60 24*
PNS/TNI/Polri/BUMN/BUMD 74,59 23,87 86,11
Pegawai swasta 88,97 21,19 81,99 296
Wiraswasta 29,21 71
Petani/buruh tani 32,41 87,92 367
Nelayan 55,68
Buruh/sopir/pembantu ruta 76,17 45,35 87,42
Lainnya 59,62 41,55 92,38
Tempat tinggal 72,90 96,03
Perkotaan 6,04 72,60
Perdesaan
44,74 66,09
Prov. Kepulauan Riau 65,33 84,43
50,16 68,42
Catatan:
*N tertimbang < 50
Jumlah sampel tidak representatif untuk menggambarkan kab/kota
Laporan Provinsi Kepulauan Riau Riskesdas 2018 71
6.2 Kanker
Kanker yang dimaksud adalah semua jenis kanker yang didiagnosis oleh
dokter.
Prevalensi kanker (dalam permil) dihitung menggunakan formula:
= ℎ ℎ
Jenis pengobatan kanker (pembedahan/operasi, radiasi/penyinaran,
kemoterapi, lainnya) dihitung menggunakan formula:
−
= ( ℎ, , , )
ℎ ℎ
72 Laporan Provinsi Kepulauan Riau Riskesdas 2018
Tabel 6.2.1. Prevalensi (per mil) Kanker berdasarkan Diagnosis Dokter pada Penduduk
Semua Umur menurut Karakteristik Responden, Provinsi Kepulauan Riau, Riskesdas 2018
Karakteristik responden Kanker N tertimbang
‰ 95% CI (‰)
Kelompok umur (tahun) 201
<1 0,00 0,00 0,00 1.018
1-4 0,00 0,00 0,00 2.335
5-14 0,58 0,08 4,17 1.689
15-24 1,13 0,25 5,13 2.129
25-34 0,00 0,00 0,00 2.179
35-44 2,99 1,04 8,58 1.286
45-54 5,35 2,14 13,31 563
55-64 2,56 0,61 10,70 217
65-74 14,50 2,09 93,82
75+ 7,21 0,97 51,34 83
Jenis kelamin 0,98 0,24 3,97 5.962
Laki-laki 2,79 1,53 5,09 5.736
Perempuan
1,05 0,24 4,51 735
Pendidikan 1,50 0,47 4,78 2.018
Tidak/belum pernah sekolah 2,87 1,23 6,70 1.642
Tidak tamat SD/MI 3,61 1,05 12,34 1.497
Tamat SD/MI 2,17 0,76 6,20 3.660
Tamat SLTP/MTS 0,15 0,02 1,07 791
Tamat SLTA/MA
Tamat D1/D2/D3/PT 5,51 2,69 11,26 2.759
1,76 0,24 12,59 1.541
Pekerjaan 0,41 0,06 2,97 283
Tidak bekerja 0,00 0,00 0,00 1.549
Sekolah 0,99 0,19 5,00 1.348
PNS/TNI/Polri/BUMN/BUMD 0,00 0,00 0,00 210
Pegawai swasta 0,00 0,00 0,00 311
Wiraswasta 0,70 0,10 5,04 728
Petani/buruh tani 3,54 1,09 11,47 570
Nelayan
Buruh/sopir/pembantu ruta 1,76 0,93 3,31 10.036
Lainnya 2,54 0,64 10,11 1.662
Tempat tinggal 1,87 1,05 3,33 11.698
Perkotaan
Perdesaan
Prov. Kepulauan Riau
Laporan Provinsi Kepulauan Riau Riskesdas 2018 73
Tabel 6.2.2. Proporsi Jenis Pengobatan Kanker berdasarkan Diagnosis Dokter pada
Penduduk Semua Umur menurut Karakteristik Responden, Provinsi Kepulauan Riau,
Riskesdas 2018
Jenis pengobatan Lainnya N
Karakteristik responden Pembedahan/operasi Radiasi/penyinaran Kemoterapi % 95% CI tertimbang
% 95% CI % 95% CI % 95% CI
Kelompok umur (tahun)
< 1 N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A
1-4 N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A
5-14 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 0,00 0,00 0,00 29,29 4,48 78,54 2*
15-24 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 2*
25-34 N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A
35-44 85,62 47,23 97,54 22,41 3,86 67,51 49,01 9,22 90,10 12,36 1,78 52,31 7*
45-54 77,73 31,39 96,38 0,00 0,00 0,00 35,78 5,79 83,47 6,72 0,60 46,26 8*
55-64 100,00 100,00 100,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 2*
65-74 100,00 100,00 100,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 4*
75+ 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 100,00 100,00 100,00 1*
Jenis kelamin
Laki-laki 76,84 42,00 93,83 23,16 6,17 58,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 7*
Perempuan 77,32 52,59 91,29 9,65 1,73 39,35 35,35 10,03 72,84 15,16 5,91 33,69 18*
Pendidikan
Tidak/belum pernah 86,97 70,34 94,94 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 1*
sekolah
Tidak tamat SD/MI 50,00 50,00 50,00 45,04 15,52 78,53 0,00 0,00 0,00 22,89 3,51 70,76 3*
Tamat SD/MI 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 22,56 5,50 59,33 5*
Tamat SLTP/MTS 19,30 2,63 67,87 28,70 3,21 83,01 19,92 1,63 78,90 10,44 0,75 64,37 6*
Tamat SLTA/MA 100,00 100,00 100,00 0,00 0,00 0,00 58,11 8,65 95,31 0,00 0,00 0,00 9*
Tamat D1/D2/D3/PT 77,01 12,98 98,69 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 100,00 100,00 100,00 0*
Pekerjaan
Tidak bekerja 87,0 70,3 94,9 3,11 0,33 23,99 30,21 5,24 77,22 12,17 4,43 29,28 17*
Sekolah 50,0 50,0 50,0 50,00 50,00 50,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 3*
PNS/TNI/Polri/BUMN/BU 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 100,00 100,00 100,00 0*
MD
Pegawai swasta N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A
Wiraswasta 19,3 2,6 67,9 80,70 32,13 97,37 80,70 32,13 97,37 0,00 0,00 0,00 2*
Petani/buruh tani N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A
Nelayan N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A
Buruh/sopir/pembantu 100,0 100,0 100,0 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 1*
ruta
Lainnya 77,0 13,0 98,7 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 22,99 1,31 87,02 2*
Tempat tinggal
Perkotaan 80,82 58,95 92,51 8,76 1,63 35,81 32,10 7,40 73,67 13,11 5,30 28,90 20*
Perdesaan 62,11 62,11 62,11 32,03 32,03 32,03 0,00 0,00 0,00 2,75 2,75 2,75 5*
Prov. Kepulauan Riau 77,19 61,06 87,96 13,26 5,42 28,96 25,89 6,41 64,03 11,10 4,80 23,64 25*
Catatan:
*N tertimbang < 50
74 Laporan Provinsi Kepulauan Riau Riskesdas 2018
6.3 Diabetes
Prevalensi diabetes melitus (DM) semua umur menurut diagnosis dokter
dihitung dengan formula:
( )
ℎ
=
Prevalensi diabetes melitus umur ≥ 15 tahun menurut diagnosis dokter dihitung
dengan formula:
( ≥ 15 ℎ )
ℎ
= umur ≥ 15 tahun
Jenis pengobatan DM=masing-masing jenis pengobatan yang dijalani
(obat anti diabetes melitus/OAD dari tenaga medis, injeksi insulin, OAD dari
tenaga medis dan injeksi insulin, tidak diobati)/ART semua umur yang pernah
didiagnosis DM oleh dokter
−
= ( , , , )
ℎ ℎ
Proporsi kerutinan minum/suntik obat antidiabetes sesuai petunjuk dokter :
ART semua umur yang minum obat atau suntik obat antidiabetes secara rutin/
ART yang pernah didiagnosis DM oleh dokter dan mendapat obat atau injeksi
antidiabetes
=
Proporsi alasan tidak minum atau suntik obat antidiabetes secara rutin
sesuai petunjuk dokter = masing-masing alasan (sering lupa, obat tidak tersedia
di fasyankes, minum obat tradisional, tidak tahan efek samping, tidak mampu
beli obat, tidak rutin ke fasyankes, merasa sudah sehat, lainnya)/ART semua
umur yang pernah didiagnosis diabetes melitus oleh dokter, mendapat
obat/suntik antidiabetes tapi tidak minum atau suntik antidiabetes secara rutin.
−
=
Laporan Provinsi Kepulauan Riau Riskesdas 2018 75
Proporsi jenis pengendalian diabetes melitus adalah masing-masing jenis
pengendalian diabetes melitus (pengaturan makan, olahraga, alternatif herbal)/
ART semua umur yang pernah didiagnosis diabetes melitus oleh dokter.
( , ℎ , ℎ )
−
= ( , ℎ , ℎ )
ℎ ℎ
Proporsi kerutinan memeriksakan kadar gula darah. Disebut “Rutin” jika:
ART memeriksakan kadar gula darah sesuai petunjuk dokter (bagi ART
yang pernah didiagnosis DMoleh dokter) atau
ART memeriksakan kadar gula darah minimal 1 kali per tahun (bagi ART
yang belum pernah didiagnosis DM oleh dokter)
ℎ
ℎ
=
76 Laporan Provinsi Kepulauan Riau Riskesdas 2018
Tabel 6.3.1. Prevalensi Diabetes Melitus berdasarkan Diagnosis Dokter pada Penduduk
Semua Umur menurut Kabupaten/Kota, Provinsi Kepulauan Riau, Riskesdas 2018
Kabupaten/Kota DM berdasarkan N tertimbang
diagnosis dokter
Karimun % 95% CI 1.271
Bintan 868
Natuna 1,12 0,71 1,74 423
Lingga 0,92 0,50 1,66 493
Kepulauan Anambas 1,31 0,84 2,03 230
Kota Batam 0,88 0,48 1,60 7.263
Kota Tanjung Pinang 1,19 0,53 2,68 1.150
1,02 0,60 1,73
Prov. Kepulauan Riau 2,42 1,74 3,35 11.698
1,17 0,86 1,58
Tabel 6.3.2. Prevalensi Diabetes Melitus berdasarkan Diagnosis Dokter pada Penduduk
Semua Umur menurut Karakteristik Responden, Provinsi Kepulauan Riau, Riskesdas 2018
Karakteristik responden DM berdasarkan diagnosis dokter N tertimbang
% 95% CI
Kelompok umur (tahun) 201
<1 0,00 0,00 0,00 1.018
1-4 0,00 0,00 0,00 2.335
5-14 0,00 0,00 0,00 1.689
15-24 0,08 0,01 0,55 2.129
25-34 0,38 0,07 1,98 2.179
35-44 0,46 0,23 0,90 1.286
45-54 3,62 2,37 5,50 563
55-64 9,25 6,16 13,66 217
65-74 7,54 3,30 16,30
75+ 3,12 1,11 8,50 83
Jenis kelamin 0,95 0,64 1,40 5.962
Laki-laki 1,40 0,93 2,12 5.736
Perempuan
0,87 0,40 1,86 735
Pendidikan 0,55 0,29 1,03 2.018
Tidak/belum pernah sekolah 2,01 1,23 3,26 1.642
Tidak tamat SD/MI 1,41 0,64 3,10 1.497
Tamat SD/MI 1,53 0,87 2,67 3.660
Tamat SLTP/MTS 1,27 0,78 2,06 791
Tamat SLTA/MA
Tamat D1/D2/D3/PT 2,39 1,50 3,77 2.759
0,03 0,00 0,21 1.541
Pekerjaan 3,35 1,52 7,22 283
Tidak bekerja 0,82 0,35 1,91 1.549
Sekolah 2,10 1,19 3,71 1.348
PNS/TNI/Polri/BUMN/BUMD 0,97 0,37 2,52 210
Pegawai swasta 1,74 0,46 6,32 311
Wiraswasta 0,38 0,13 1,12 728
Petani/buruh tani 1,73 0,84 3,50 570
Nelayan
Buruh/sopir/pembantu ruta 1,25 0,90 1,73 10.036
Lainnya 0,70 0,42 1,14 1.662
Tempat tinggal
Perkotaan
Perdesaan
Laporan Provinsi Kepulauan Riau Riskesdas 2018 77
Tabel 6.3.3. Prevalensi Diabetes Melitus yang Didiagnosis Dokter pada Penduduk Umur 15
Tahun ke atas menurut Kabupaten/Kota, Provinsi Kepulauan Riau, Riskesdas 2018
Kabupaten/Kota Diabetes melitus N
diagnosis dokter tertimbang
Karimun % 95% CI
Bintan 884
Natuna 1,59 1,03 2,46 591
Lingga 1,33 0,73 2,42 286
Kepulauan Anambas 1,91 1,22 2,98 353
Batam 1,21 0,66 2,21 160
Tanjung Pinang 1,70 0,76 3,78 4.965
1,48 0,87 2,49 822
Prov. Kepulauan Riau 3,35 2,41 4,64
8.060
1,68 1,24 2,26
Tabel 6.3.4. Prevalensi Diabetes Melitus yang Didiagnosis Dokter pada Penduduk Umur 15
Tahun ke atas menurut Karakteristik Responden, Provinsi Kepulauan Riau, Riskesdas 2018
Karakteristik responden Diagnosis dokter N
% 95% CI tertimbang
Kelompok umur (tahun)
15-24 0,08 0,01 0,55 1.671
25-34
35-44 0,38 0,07 1,98 2.107
45-54
55-64 0,46 0,23 0,90 2.156
65-74
75+ 3,62 2,37 5,50 1.273
Jenis kelamin 9,25 6,16 13,66 557
Laki-laki
Perempuan 7,54 3,30 16,30 214
Pendidikan 3,12 1,11 8,50 82
Tidak/belum pernah sekolah
Tidak tamat SD/MI 1,35 0,91 2,00 4.120
Tamat SD/MI 2,02 1,34 3,04 3.940
Tamat SLTP/MTS
Tamat SLTA/MA 1,82 0,85 3,84 345
Tamat D1/D2/D3/PT 1,56 0,83 2,93 695
Pekerjaan 2,71 1,65 4,41 1.198
Tidak bekerja
Sekolah 1,45 0,65 3,18 1.441
PNS/TNI/Polri/BUMN/BUMD 1,53 0,87 2,67 3.603
Pegawai swasta
Wiraswasta 1,27 0,78 2,06 778
Petani/buruh tani
Nelayan 2,61 1,64 4,12 2.498
Buruh/sopir/pembantu ruta
Lainnya 0,07 0,01 0,52 629
Tempat tinggal 3,35 1,52 7,22 280
Perkotaan
Perdesaan 0,82 0,35 1,91 1.530
2,11 1,19 3,71 1.330
0,99 0,38 2,56 204
1,74 0,46 6,32 308
0,38 0,13 1,12 719
1,73 0,84 3,50 563
1,79 1,30 2,48 6.906
0,99 0,61 1,62 1.154
78 Laporan Provinsi Kepulauan Riau Riskesdas 2018
Tabel 6.3.5. Proporsi Jenis Pengobatan Diabetes Melitus berdasarka
Responden, Provinsi Kepu
Karakteristik responden Obat anti DM/OAD dari tenaga Jen
medis Injeksi in
Kelompok umur (tahun) %
<1 % 95% CI
1-4
5-14 - - - - -
15-24 - - - - -
25-34 - - - - -
35-44 0,00 0,00 0,00 0,00 0,0
45-54 15,72 1,45 70,34 84,28 29,6
55-64 61,70 25,97 88,10 0,00 0,0
65-74 59,24 36,00 78,97 1,59 0,3
75+ 72,66 51,27 87,04 10,03 3,2
79,97 42,68 95,54 11,86 1,4
Jenis kelamin 56,93 13,33 91,91 0,00 0,0
Laki-laki
Perempuan 59,83 39,49 77,26 3,77 0,5
66,67 47,59 81,51 15,57 4,8
Pendidikan
Tidak/belum pernah sekolah 44,25 14,11 79,32 19,55 2,7
Tidak tamat SD/MI 95,86 82,71 99,12 0,00 0,0
Tamat SD/MI
Tamat SLTP/MTS 75,20 49,29 90,44 1,23 0,1
Tamat SLTA/MA
Tamat D1/D2/D3/PT 36,58 10,86 73,20 32,08 5,0
59,23 35,43 79,37 11,24 2,6
Pekerjaan
Tidak bekerja 87,05 63,03 96,36 0,00 0,0
Sekolah
PNS/TNI/Polri/BUMN/BUMD 67,86 44,03 85,00 16,21 4,3
Pegawai swasta
Wiraswasta 0,00 0,00 0,00 0,00 0,0
Petani/buruh tani 47,19 14,00 83,06 19,58 4,7
Nelayan
Buruh/sopir/pembantu ruta 50,26 15,46 84,81 1,49 0,1
Lainnya
50,98 23,00 78,36 6,84 0,8
35,08 7,59 78,05 0,00 0,0
100,00 0,00 100,00 0,00 0,0
100,00 100,00 100,00 0,00 0,0
86,56 56,12 97,01 0,00 0,0
Laporan Provinsi Kepulauan Riau Riskesdas 2018
an Diagnosis Dokter pada Penduduk Semua Umur menurut Karakteristik
ulauan Riau, Riskesdas 2018
nis pengobatan diabetes melitus
nsulin Obat anti DM/OAD dari tenaga Tidak diobati N
medis dan injeksi insulin % 95% CI tertimbang
95% CI % 95% CI
-- - - - - - -
-
-- - - - - - -
1*
-- - - - - - 9*
11*
00 0,00 0,00 0,00 0,00 100,00 100,00 100,00 53
59
66 98,55 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 18*
3*
00 0,00 16,66 2,64 59,61 21,63 3,19 69,81
37 6,52 22,77 8,69 47,76 16,40 4,38 45,64
23 27,09 6,52 2,39 16,56 10,79 4,04 25,77
41 55,81 5,57 1,01 25,32 2,60 0,31 18,79
00 0,00 4,47 0,48 31,38 38,60 6,01 86,06
58 20,93 16,39 5,42 40,16 20,01 8,56 40,08 64
91
86 39,97 9,26 5,22 15,89 8,50 2,37 26,18
74 67,68 22,59 5,94 57,41 13,61 1,78 57,81 7*
12*
00 0,00 4,14 0,88 17,29 0,00 0,00 0,00
37*
16 8,76 17,53 5,50 43,67 6,04 1,84 18,06
24*
02 80,87 2,38 0,29 17,05 28,96 6,48 70,59 63
60 37,51 13,03 4,16 34,13 16,49 5,45 40,34 11*
00 0,00 12,95 3,64 36,97 0,00 0,00 0,00
33 45,30 7,40 3,19 16,21 8,52 3,25 20,54 75
00 0,00 100,00 100,00 100,00 0,00 0,00 0,00 1*
11*
78 54,13 13,66 2,00 55,09 19,58 4,78 54,13
14*
18 11,44 31,34 4,82 80,46 16,91 2,11 65,80
32*
85 38,51 16,17 3,50 50,64 26,02 6,67 63,36 2*
00 0,00 44,13 8,54 86,98 20,79 2,21 75,30 6*
3*
00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
11*
00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
00 0,00 6,2 0,8 35,7 7,3 0,9 39,3
79
Karakteristik responden Obat anti DM/OAD dari tenaga Jen
medis Injeksi in
Tempat tinggal %
Perkotaan % 95% CI
Perdesaan
Prov. Kepulauan Riau 62,49 47,15 75,67 11,70 3,9
78,59 61,83 89,27 0,00 0,0
63,85 49,75 75,91 10,71 3,6
Catatan:
*N tertimbang < 50
Jumlah sampel tidak representatif untuk menggambarkan kab/kota
80 Laporan Provinsi Kepula
nis pengobatan diabetes melitus
nsulin Obat anti DM/OAD dari tenaga Tidak diobati N
medis dan injeksi insulin % 95% CI tertimbang
95% CI % 95% CI 142
13*
92 30,10 11,90 5,90 22,54 13,91 6,59 27,02 155
00 0,00 15,40 5,63 35,70 6,01 1,68 19,32
61 27,76 12,20 6,47 21,80 13,24 6,49 25,13
auan Riau Riskesdas 2018
Tabel 6.3.6. Proporsi Kepatuhan Minum/Suntik Obat Anti Diabetes pada Penduduk Semua
Umur dengan Diabetes Melitus berdasarkan Diagnosis Dokter menurut Karakteristik
Responden, Provinsi Kepulauan Riau, Riskesdas 2018
Kepatuhan terhadap pengobatan DM
Karakteristik responden Sesuai petunjuk dokter Tidak sesuai petunjuk dokter N tertimbang
% 95 % CI % 95 % CI
Kelompok umur (tahun)
<1 - - - - -- -
1-4 -
5-14 - - - - -- -
15-24 -
25-34 - - - - -- 10*
35-44 9*
45-54 - - - - -- 47*
55-64 56
65-74 100,00 100,00 100,00 0,00 0,00 0,00 19*
75+ 2*
88,04 58,44 97,47 11,96 2,53 41,56
Jenis kelamin
Laki-laki 98,54 93,86 99,66 1,46 0,34 6,14
Perempuan
86,95 65,57 95,89 13,05 4,11 34,43
Pendidikan
Tidak/belum pernah sekolah 97,09 81,43 99,61 2,91 0,39 18,57
Tidak tamat SD/MI
Tamat SD/MI 100,00 100,00 100,00 0,00 0,00 0,00
Tamat SLTP/MTS
Tamat SLTA/MA 97,07 91,69 99,00 2,93 1,00 8,31 54
Tamat D1/D2/D3/PT 90,89 75,90 96,93 9,11 3,07 24,10 89
Pekerjaan 98,99 91,66 99,89 1,01 0,11 8,34 7*
Tidak bekerja 13*
Sekolah 69,72 29,22 92,78 30,28 7,22 70,78
PNS/TNI/Polri/BUMN/BUMD 37*
Pegawai swasta 96,18 89,14 98,72 3,82 1,28 10,86
Wiraswasta 18*
Petani/buruh tani 97,84 82,94 99,76 2,16 0,24 17,06 56
Nelayan
Buruh/sopir/pembantu ruta 94,30 75,27 98,90 5,70 1,10 24,73 12*
Lainnya
94,97 70,92 99,32 5,03 0,68 29,08
Tempat tinggal
Perkotaan 96,37 90,85 98,61 3,63 1,39 9,15 73
Perdesaan
Prov. Kepulauan Riau 100,00 100,00 100,00 0,00 0,00 0,00 1*
75,66 27,80 96,17 24,34 3,83 72,20 9*
100,00 100,00 100,00 0,00 0,00 0,00 13*
100,00 100,00 100,00 0,00 0,00 0,00 25*
100,00 100,00 100,00 0,00 0,00 0,00 2*
100,00 0,00 100,00 0,00 0,00 0,00 7*
98,01 83,39 99,79 1,99 0,21 16,61 3*
56,84 20,65 86,95 43,16 13,05 79,35 11*
92,55 83,26 96,88 7,45 3,12 16,74 130
100,00 0,00 100,00 0,00 0,00 0,00 13*
93,24 84,82 97,15 6,76 2,85 15,18 143
Catatan:
*N tertimbang < 50
Jumlah sampel tidak representatif untuk menggambarkan kab/kota
Laporan Provinsi Kepulauan Riau Riskesdas 2018 81
Tabel 6.3.7. Proporsi Jenis Pengendalian Diabetes Melitus berdasarkan Diagnosis Dokter
pada Penduduk Semua Umur menurut Karakteristik Responden, Provinsi Kepulauan Riau,
Riskesdas 2018
Upaya pengendalian DM
Karakteristik responden Pengaturan makan Olahraga Alternatif herbal N tertimbang
% 95% CI % 95% CI % 95% CI
Kelompok umur (tahun)
<1 - - - --- - - - -
1-4 - - - --- - - - -
5-14 - - - --- - - - -
15-24 100,00 100,00 100,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 1*
25-34 15,72 1,45 70,34 13,31 1,05 68,90 0,95 0,07 11,55 9*
35-44 82,94 40,51 97,20 24,95 6,66 60,79 59,39 24,81 86,64 11*
45-54 86,79 62,32 96,31 61,71 41,09 78,83 64,60 43,21 81,40 53
55-64 84,24 56,15 95,71 39,27 22,55 58,95 37,99 22,33 56,62 59
65-74 95,58 81,28 99,08 52,24 16,81 85,55 67,27 33,65 89,28 18*
75+ 80,85 29,12 97,75 58,56 16,46 91,02 75,56 28,55 95,99 3*
Jenis kelamin
Laki-laki 84,68 59,33 95,44 62,37 44,99 77,05 42,54 26,57 60,23 64
Perempuan 80,87 59,21 92,48 34,35 16,46 58,16 55,71 34,46 75,06 91
Pendidikan
Tidak/ belum pernah sekolah 99,13 92,95 99,90 27,95 6,39 68,81 34,61 10,34 70,85 7*
Tidak tamat SD/ MI 95,29 80,07 99,03 6,65 1,81 21,59 32,57 13,39 60,14 12*
Tamat SD/ MI 82,01 42,92 96,51 58,82 37,58 77,22 56,40 31,61 78,35 37*
Tamat SLTP/MTS 64,79 19,20 93,44 31,16 7,49 71,68 37,50 10,34 75,73 24*
Tamat SLTA/MA 84,25 65,35 93,82 52,55 28,35 75,60 58,16 31,05 81,10 63
Tamat D1/D2/D3/PT 86,19 62,76 95,85 52,00 30,87 72,43 42,69 23,40 64,49 11*
Pekerjaan
Tidak bekerja 84,71 55,05 96,16 39,30 17,59 66,26 51,38 28,40 73,79 75
Sekolah 100,00 100,00 100,00 0,00 0,00 0,00 100,00 100,00 100,00 1*
PNS/TNI/Polri/BUMN/BUMD 100,00 0,00 100,00 77,62 45,82 93,43 70,63 35,35 91,36 11*
Pegawai swasta 89,10 48,11 98,63 60,39 22,61 88,83 33,98 8,44 74,18 14*
Wiraswasta 62,49 29,12 87,11 53,42 25,09 79,70 70,95 34,86 91,77 32*
Petani/buruh tani 100,00 100,00 100,00 75,19 24,74 96,54 20,35 4,19 59,87 2*
Nelayan 92,76 53,02 99,32 0,00 0,00 0,00 4,45 0,42 34,12 6*
Buruh/sopir/pembantu ruta 98,01 83,43 99,79 63,28 20,10 92,19 29,77 5,76 74,60 3*
Lainnya 84,65 58,05 95,65 35,47 11,74 69,45 19,63 6,27 47,13 11*
Tempat tinggal
Perkotaan 80,8 64,1 90,9 45,33 31,10 60,37 50,30 33,78 66,74 142
Perdesaan 99,9 99,4 100,0 52,03 30,95 72,41 50,14 21,03 79,15 13*
Prov. Kepulauan Riau 82,44 66,93 91,59 45,90 32,67 59,73 50,28 34,85 65,66 155
Catatan:
*N tertimbang < 50
Jumlah sampel tidak representatif untuk menggambarkan kab/kota
82 Laporan Provinsi Kepulauan Riau Riskesdas 2018
Tabel 6.3.8. Proporsi Kerutinan Memeriksakan Kadar Gula Darah pada Penduduk Semua
Umur menurut Kabupaten/Kota, Provinsi Kepulauan Riau, Riskesdas 2018
Kerutinan memeriksakan kadar gula darah N
tertimbang
Kabupaten/Kota Rutin Tidak rutin Tidak pernah
Karimun % 95 % CI % 95 % CI % 95 % CI
Bintan
Natuna 1,59 0,98 2,58 14,07 11,59 16,99 84,33 81,29 86,96 1.271
Lingga 2,43 1,57 3,73 17,74 14,60 21,38 79,84 75,83 83,32 868
Kepulauan Anambas 1,12 0,72 1,73 18,42 15,61 21,59 80,47 77,25 83,33 423
Kota Batam 0,94 0,40 2,20 11,30 9,29 13,67 87,76 85,19 89,93 493
Kota Tanjung Pinang 2,86 1,95 4,17 18,87 15,37 22,94 78,27 73,95 82,05 230
2,15 1,50 3,08 13,85 11,52 16,57 84,00 81,05 86,57 7.263
Prov. Kepulauan Riau 4,28 3,20 5,70 18,39 15,78 21,31 77,33 74,92 79,58 1.150
2,25 1,79 2,82 14,77 13,19 16,49 82,99 81,13 84,70 11.698
Tabel 6.3.9. Proporsi Kerutinan Memeriksakan Kadar Gula Darah pada Penduduk Semua
Umur menurut Karakteristik Responden, Provinsi Kepulauan Riau, Riskesdas 2018
Kerutinan memeriksakan kadar gula darah
Karakteristik responden Rutin Tidak rutin Tidak pernah N tertimbang
Kelompok umur (tahun) % 95 % CI % 95 % CI % 95 % CI
<1
1-4 0,00 0,00 0,00 3,29 0,82 12,26 96,71 87,74 99,18 201
5-14 0,00 0,00 0,00 6,65 3,98 10,92 93,35 89,08 96,02 1.018
15-24 0,02 0,00 0,13 5,68 4,02 7,97 94,30 92,02 95,96 2.335
25-34 0,43 0,11 1,64 8,50 6,38 11,25 91,07 88,15 93,32 1.689
35-44 2,77 1,53 4,95 15,79 12,68 19,51 81,44 77,29 84,97 2.129
45-54 2,18 1,40 3,36 19,10 15,99 22,65 78,73 74,97 82,05 2.179
55-64 5,54 3,65 8,34 28,23 24,71 32,03 66,23 62,08 70,15 1.286
65-74 9,28 6,33 13,40 30,33 25,33 35,86 60,39 54,13 66,33 563
75+ 9,82 4,93 18,62 31,82 24,80 39,77 58,36 49,85 66,39 217
4,71 1,98 10,83 26,35 15,19 41,67 68,94 52,89 81,44
Jenis kelamin 83
Laki-laki
Perempuan 2,02 1,49 2,74 13,69 11,97 15,61 84,28 82,29 86,09 5.962
2,48 1,87 3,27 15,88 14,01 17,95 81,64 79,39 83,70 5.736
Pendidikan
Tidak/belum pernah 2,39 1,20 4,69 14,17 10,67 18,58 83,44 78,53 87,40 735
sekolah 0,75 0,48 1,18 9,64 7,61 12,14 89,61 87,09 91,68 2.018
Tidak tamat SD/MI 1,95 1,21 3,11 15,64 13,15 18,51 82,41 79,25 85,18 1.642
Tamat SD/MI 1,67 0,83 3,31 12,03 9,44 15,23 86,30 83,06 89,00 1.497
Tamat SLTP/MTS 3,23 2,18 4,76 18,27 15,69 21,17 78,50 75,18 81,49 3.660
Tamat SLTA/MA 7,13 4,40 11,35 31,46 25,63 37,95 61,41 54,71 67,70 791
Tamat D1/D2/D3/PT
3,24 2,22 4,71 19,92 17,25 22,88 76,85 73,62 79,78 2.759
Pekerjaan 0,06 0,02 0,23 5,33 3,52 7,98 94,61 91,97 96,42 1.541
Tidak bekerja
Sekolah 6,24 4,18 9,24 39,60 32,90 46,71 54,16 47,38 60,80 283
PNS/TNI/Polri/BUMN/BU
3,44 1,97 5,92 16,79 13,08 21,29 79,77 74,79 83,99 1.549
MD 5,10 3,08 8,34 21,29 17,27 25,95 73,60 68,82 77,89 1.348
Pegawai swasta 1,19 0,50 2,80 17,12 11,16 25,35 81,69 73,50 87,78 210
Wiraswasta 1,31 0,45 3,77 9,83 6,29 15,05 88,86 83,38 92,69 311
Petani/buruh tani
Nelayan 1,33 0,61 2,87 14,50 10,52 19,66 84,17 78,95 88,29 728
Buruh/sopir/pembantu
2,96 1,61 5,40 19,77 15,28 25,19 77,27 71,59 82,10 570
ruta
Lainnya 2,38 1,86 3,03 15,15 13,39 17,10 82,47 80,37 84,39 10.036
1,46 0,87 2,43 12,44 9,74 15,75 86,11 82,55 89,03 1.662
Tempat tinggal
Perkotaan
Perdesaan
Laporan Provinsi Kepulauan Riau Riskesdas 2018 83
Tabel 6.3.10. Proporsi Alasan Tidak Minum/Suntik Obat Antidiabetes Sesuai Petunjuk Dokter
pada Penduduk Semua Umur menurut Karakteristik Responden, Provinsi Kepulauan Riau,
Riskesdas 2018
Alasan tidak minum/suntik obat antidiabetes
sesuai petunjuk dokter (%)
Karakteristik responden
Sering Lupa
Obat tidak
tersedia di
fasyankes
Minumobat
tradisional
Tidak tahan efek
samp ing obat
Tidak
mampu membeli
obat
Tidak rutin
berobat ke
fasilita
kesehatan
Merasa
Sudah sehat
Lainnya
N tertimbang
Kelompok umur (tahun)
<1 - - - - - - - - -
- - - - - - - -
1-4 - - - - - - - - -
- - - - - - - -
5-14 - - - - - - - - -
15-24 - 100,00 80,38 10,73 100,00 19,62 19,62 0,00 2*
100,00 0,00 0,00 100,00 43,29 43,29 100,00 1*
25-34 - 100,00 36,15 31,50 100,00 10,53 20,03 0,00 11*
100,00 0,00 0,00 100,00 0,00 0,00 90,40 1*
35-44 0,00 - - - - - - - -
45-54 0,00
100,00 4,81 4,19 100,0 27,61 2*
55-64 44,74 100,00 42,89 29,16 100,0 10,48 13*
65-74 0,00
100,00 100,00 100,00 100,0 0,00 0
75+ - 100,00 0,00 0,00 100,0 7,43 6*
100,00 23,95 0,00 100,0 69,81 2*
Jenis kelamin 100,00 0,00 0,00 100,0 0,00 1*
100,00 98,32 73,86 100,0 0,00 5*
Laki-laki 4,19 100,00 0,00 0,00 100,0 0,00 95,19 0,00 1*
6,40 14,74
Perempuan 39,65 100,00 42,54 0,00 0,00 32,17 4*
- - - - - -
Pendidikan 3*
100,00 100,00 100,00 100,0 0,00 -
Tidak/belum pernah sekolah 100,00 - - - - - 0,00 0,00 -
- - - - - 7,43 20,01 -
Tidak tamat SD/MI 79,99 - - - - - 76,05 0,00 -
- - - - - 0,00 100,00 0*
Tamat SD/MI 0,00 1,68 0,00 7*
100,00 100,00 100,00 100,0 0,00 100,00 0,00
Tamat SLTP/MTS 0,00 100,00 2,54 0,16 100,0 9,29 15*
-
Tamat SLTA/MA 0,00 100,00 36,62 25,04 100,0 13,30 15*
- - - - -
Tamat D1/D2/D3/PT 0,00
Pekerjaan 100,00 36,62 25,04 100,00 13,30
Tidak bekerja 0,00 42,66 26,09
Sekolah - - -
PNS/TNI/Polri/BUMN/BUMD 0,00 0,00 0,00
- -
Pegawai swasta - - -
- -
Wiraswasta - - -
Petani/buruh tani - 0,00 0,00
19,23 10,64
Nelayan -
21,03 12,31
Buruh/sopir/pembantu ruta 100,00 - -
Lainnya 14,06 21,03 12,31
Tempat tinggal
Perkotaan 33,80
Perdesaan -
Prov. Kepulauan Riau 33,80
Catatan:
*N tertimbang < 50
84 Laporan Provinsi Kepulauan Riau Riskesdas 2018
6.4 Penyakit Jantung
Penyakit jantung adalah semua jenis penyakit jantung termasuk kelainan
jantung bawaan yang didiagnosis oleh dokter.
Prevalensi penyakit jantung yang didiagnosis dokter:
ℎ ℎ
=
Tabel 6.4.1. Prevalensi Penyakit Jantung berdasarkan Diagnosis Dokter pada Penduduk
Semua Umur menurut Karakteristik Responden, Provinsi Kepulauan Riau, Riskesdas 2018
Karakteristik responden Penyakit jantung N tertimbang
% 95% CI
Kelompok umur (tahun) 201
<1 0,10 0,01 0,75 1.018
1-4 0,15 0,03 0,66 2.335
5-14 1,24 0,66 2,29 1.689
15-24 0,44 0,13 1,44 2.129
25-34 0,89 0,35 2,28 2.179
35-44 1,75 1,04 2,96 1.286
45-54 2,59 1,67 3,98 563
55-64 5,58 3,49 8,80 217
65-74 7,06 4,16 11,76
75+ 1,98 0,73 5,24 83
Jenis kelamin 1,55 1,14 2,12 5.962
Laki-laki 1,47 1,07 2,02 5.736
Perempuan
1,57 0,81 3,02 735
Pendidikan 1,97 1,19 3,24 2.018
Tidak/belum pernah sekolah 1,89 1,17 3,05 1.642
Tidak tamat SD/MI 1,57 0,80 3,06 1.497
Tamat SD/MI 1,41 0,89 2,24 3.660
Tamat SLTP/MTS 2,20 1,08 4,42 791
Tamat SLTA/MA
Tamat D1/D2/D3/PT 2,21 1,48 3,28 2.759
0,61 0,24 1,50 1.541
Pekerjaan 4,57 2,15 9,46 283
Tidak bekerja 1,14 0,46 2,79 1.549
Sekolah 1,80 0,99 3,24 1.348
PNS/TNI/Polri/BUMN/BUMD 0,54 0,16 1,81 210
Pegawai swasta 0,87 0,31 2,38 311
Wiraswasta 1,54 0,68 3,43 728
Petani/buruh tani 2,86 1,24 6,44 570
Nelayan
Buruh/sopir/pembantu ruta 1,43 1,10 1,86 10.036
Lainnya 1,99 1,26 3,12 1.662
Tempat tinggal 1,51 1,20 1,90 11.698
Perkotaan
Perdesaan
Prov. Kepulauan Riau
Laporan Provinsi Kepulauan Riau Riskesdas 2018 85
6.5 Hipertensi
Hipertensi hasil pengukuran mengikuti kriteria The Seventh Report of the
Joint National Committee on Prevention, Detection, Evaluation and Treatment
of High Blood Pressure (JNC 7) yaitu jika tekanan darah sistolik ≥140 mmHg
dan atau tekanan darah diastolik ≥90 mmHg. Prevalensi hipertensi berdasarkan
diagnosis dokter dihitung dengan formula:
ℎ
ℎ ℎ ℎ
= ≥ 18 ℎ
Prevalensi hipertensi menurut diagnosis dokter atau sedang minum obat
antihipertensi dihitung dengan formula:
ℎ ℎ
ℎ ℎ ℎ ℎ
= ℎ
≥ 18 ℎ
Prevalensi hipertensi berdasarkan hasil pengukuran tekanan darah
dihitung dengan formula:
ℎ
− ℎ ℎ
= ≥ 140 ≥ 90
≥ 18 ℎ ℎ
Proporsi kepatuhan minum obat antihipertensi secara rutin= ART yang
minum obat antihipertensi secara rutin sesuai petunjuk dokter atau minum obat
antihipertensi setiap hari (inisiatif sendiri)/ ART umur ≥ 18 tahun yang pernah
didiagnosis hipertensi oleh dokter
Proporsi kepatuhan minum obat antihipertensi secara rutin dihitung
dengan formula:
ℎ
ℎ
ℎ ℎ
= ( )
≥ 18 ℎ ℎ ℎ ℎ
86 Laporan Provinsi Kepulauan Riau Riskesdas 2018
Proporsi alasan tidak minum obat antihipertensi setiap hari adalah masing-
masing alasan (sering lupa, obat tidak tersedia di fasyankes, minum obat
tradisional, tidak tahan efek samping, tidak mampu beli obat, tidak rutin ke
fasyankes, merasa sudah sehat, lainnya)/ART umur ≥ 18 tahun yang tidak
minum obat antihipertensi secara rutin.
Proporsi alasan tidak minum obat antihipertensi setiap hari dihitung dengan
formula:
ℎ ℎ
ℎ ℎ
= ≥ 18 ℎ ℎ
Proporsi kerutinan mengukur tekanan darah
Disebut “Rutin” jika:
ART menjalani pengukuran tekanan darah sesuai petunjuk dokter (bagi
ART yang pernah didiagnosis hipertensi oleh dokter) atau minimal 1 kali
per bulan (bagi ART dengan hipertensi bukan didiagnosis oleh dokter)
ART menjalani pengukuran tekanan darah, minimal 1 kali per tahun (bagi
ART yang tidak pernah didiagnosis atau tidak tahu apakah menderita
hipertensi/ tidak).
ℎ
ℎ
= ≥ 18 ℎ
Laporan Provinsi Kepulauan Riau Riskesdas 2018 87
Tabel 6.5.1. Prevalensi Hipertensi berdasarkan Diagnosis Dokter atau Minum Obat
Antihipertensi pada Penduduk Umur ≥18 Tahun menurut Kabupaten/Kota, Provinsi
Kepulauan Riau, Riskesdas 2018
Hipertensi
Kabupaten/Kota Diagnosis dokter (D) Diagnosis/obat1 (DO) N tertimbang
% 95% CI % 95% CI 797
540
Karimun 14,13 11,78 16,86 14,58 12,02 17,57 254
319
Bintan 10,65 9,02 12,53 10,91 9,25 12,81 142
4.587
Natuna 16,62 13,87 19,79 17,65 14,81 20,90 740
7.378
Lingga 10,24 7,62 13,63 11,29 8,62 14,67
Kepulauan Anambas 15,61 12,55 19,25 16,20 13,07 19,91
Batam 6,06 4,85 7,56 6,24 4,96 7,82
Tanjung Pinang 12,29 10,42 14,44 12,72 10,70 15,06
Prov. Kepulauan Riau 8,62 7,69 9,66 8,93 7,95 10,03
1) minum obat bagi penduduk yang diwawancarai
88 Laporan Provinsi Kepulauan Riau Riskesdas 2018
Tabel 6.5.2. Prevalensi Hipertensi berdasarkan Diagnosis Dokter atau Minum Obat
Antihipertensi pada Penduduk Umur ≥18 Tahun menurut Karakteristik Responden, Provinsi
Kepulauan Riau, Riskesdas 2018
Hipertensi N tertimbang
Karakteristik responden Diagnosis dokter(D) Diagnosis/obat1 (DO) 330
637
% 95% CI % 95% CI 1.040
1.081
Kelompok umur (tahun) 3.524
766
18-24 0,97 0,40 2,33 0,97 0,40 2,33 330
25-34 1,88 1,18 2,97 1,98 1,28 3,07 3.763
3.615
35-44 8,42 6,68 10,56 8,89 7,04 11,16
330
45-54 13,06 10,99 15,45 13,27 11,18 15,68 637
1.040
55-64 26,38 21,61 31,78 27,00 22,20 32,40 1.081
3.524
65-74 35,05 27,65 43,24 37,00 29,10 45,66 766
75+ 32,38 22,35 44,34 33,23 23,13 45,16 2.337
214
Jenis kelamin 275
1.499
Laki-laki 5,79 4,85 6,90 6,07 5,09 7,23 1.302
199
Perempuan 11,57 10,01 13,34 11,92 10,30 13,75 299
705
Pendidikan 547
Tidak/belum pernah sekolah 17,18 13,26 21,97 17,51 13,55 22,32 6.343
1.035
Tidak tamat SD/MI 15,59 12,61 19,12 15,85 12,87 19,38
Tamat SD/MI 13,63 11,00 16,78 14,25 11,59 17,41
Tamat SLTP/MTS 8,80 6,45 11,89 8,87 6,51 11,98
Tamat SLTA/MA 5,62 4,45 7,06 5,81 4,63 7,27
Tamat D1/D2/D3/PT 5,90 3,99 8,65 6,72 4,67 9,57
Pekerjaan
Tidak bekerja 13,90 11,94 16,12 14,25 12,25 16,51
Sekolah 1,78 0,60 5,18 1,78 0,60 5,18
PNS/TNI/Polri/BUMN/BUMD 11,19 7,45 16,47 11,38 7,63 16,65
Pegawai swasta 4,73 3,23 6,86 4,73 3,23 6,86
Wiraswasta 6,47 4,80 8,66 7,04 5,21 9,47
Petani/buruh tani 8,43 5,91 11,90 8,51 5,96 12,00
Nelayan 5,04 2,50 9,93 5,35 2,74 10,19
Buruh/sopir/pembantu ruta 6,16 4,28 8,79 6,58 4,65 9,24
Lainnya 8,45 5,89 11,98 8,97 6,36 12,50
Tempat tinggal
Perkotaan 8,15 7,14 9,30 8,42 7,36 9,63
Perdesaan 11,49 9,45 13,91 12,06 9,87 14,65
1) minum obat bagi penduduk yang diwawancarai
Laporan Provinsi Kepulauan Riau Riskesdas 2018 89
Tabel 6.5.3. Prevalensi Hipertensi berdasarkan Hasil Pengukuran pada Penduduk Umur ≥18
Tahun menurut Kabupaten/Kota, Provinsi Kepulauan Riau, Riskesdas 2018
Kabupaten/Kota Hipertensi (pengukuran) N tertimbang
% 95% CI
Karimun 793
Bintan 34,82 31,34 38,46 538
Natuna 252
Lingga 35,40 32,02 38,94 316
Kepulauan Anambas 142
Kota Batam 34,20 29,24 39,53 4.557
Kota Tanjung Pinang 739
42,30 37,58 47,16
Prov. Kepulauan Riau 7.337
41,38 37,47 45,39
19,74 17,45 22,24
34,03 29,81 38,53
25,84 24,17 27,59
Tabel 6.5.4. Prevalensi Hipertensi berdasarkan Hasil Pengukuran pada Penduduk Umur ≥18
Tahun menurut Karakteristik Responden, Provinsi Kepulauan Riau, Riskesdas 2018
Karakteristik responden Hipertensi (pengukuran) N
% 95% CI tertimbang
Kelompok umur (tahun)
18-24 7,50 5,44 10,25 1.093
25-34 13,00 10,62 15,81 2.058
35-44 26,30 23,27 29,57 2.111
45-54 41,42 37,44 45,51 1.249
55-64 53,97 48,16 59,67 539
65-74 62,06 53,11 70,27 207
75+ 68,68 51,29 82,03
80
Jenis kelamin 25,64 23,37 28,04
Laki-laki 26,06 23,70 28,57 3.748
Perempuan 3.589
52,34 45,70 58,89
Pendidikan 35,78 30,65 41,24 324
Tidak/belum pernah sekolah 34,70 30,12 39,59 635
Tidak tamat SD/MI 24,33 20,35 28,80 1.032
Tamat SD/MI 19,73 17,26 22,45 1.077
Tamat SLTP/MTS 24,55 20,03 29,70 3.502
Tamat SLTA/MA 766
Tamat D1/D2/D3/PT 33,30 30,48 36,25
11,51 4,96 24,48 2.312
Pekerjaan 29,87 23,86 36,67 214
Tidak bekerja 14,54 11,43 18,32 276
Sekolah 26,04 22,54 29,88 1.489
PNS/TNI/Polri/BUMN/BUMD 37,75 30,70 45,37 1.297
Pegawai swasta 22,80 15,73 31,84 199
Wiraswasta 26,14 21,31 31,64 300
Petani/buruh tani 25,14 20,47 30,46 703
Nelayan 548
Buruh/sopir/pembantu ruta 24,28 22,47 26,19
Lainnya 35,38 31,17 39,84 6.304
1.033
Tempat tinggal
Perkotaan
Perdesaan
90 Laporan Provinsi Kepulauan Riau Riskesdas 2018
Tabel 6.5.5. Proporsi Minum Obat Antihipertensi Secara Rutin pada Penduduk Umur ≥18
Tahun dengan Hipertensi menurut Kabupaten/Kota, Provinsi Kepulauan Riau, Riskesdas
2018
Kerutinan minum obat anti hipertensi N
tertimbang
Kabupaten/Kota Rutin Tidak rutin Tidak minum obat
158
Karimun % 95% CI % 95% CI % 95% CI 81
Bintan 59
Natuna 57,10 47,80 65,92 35,32 26,96 44,70 7,58 4,47 12,57 46*
Lingga 65,21 56,16 73,28 28,84 21,41 37,62 5,94 2,38 14,07 31*
Kepulauan Anambas 57,50 46,82 67,52 33,06 24,24 43,25 9,44 3,90 21,12 390
Kota Batam 70,35 58,18 80,18 27,09 17,63 39,20 2,56 0,62 9,96 127
Kota Tanjung Pinang 73,28 60,01 83,36 22,88 15,09 33,12 3,84 0,82 16,15
Prov. Kepulauan Riau 51,97 40,35 63,39 28,42 19,72 39,08 19,61 12,40 29,61 891
56,03 48,04 63,72 38,77 31,18 46,96 5,19 2,34 11,12
Catatan:
*N tertimbang < 50 56,71 50,99 62,25 31,20 26,54 36,28 12,09 8,63 16,67
Laporan Provinsi Kepulauan Riau Riskesdas 2018 91
Tabel 6.5.6. Proporsi Minum Obat Antihipertensi Secara Rutin pada Penduduk Umur ≥18
Tahun dengan Hipertensi menurut Karakteristik Responden, Provinsi Kepulauan Riau,
Riskesdas 2018
Kerutinan minum obat anti hipertensi
Karakteristik responden Rutin Tidak rutin Tidak minum obat N tertimbang
Kelompok umur (tahun) % 95% CI % 95% CI % 95% CI
18-24
25-34 68,21 23,95 68,21 31,79 6,40 76,05 0,00 0,00 0,00 15*
35-44 22,95 12,29 22,95 51,84 31,63 71,46 25,21 11,91 45,68 55
45-54 42,47
55-64 58,23 32,55 42,47 37,67 28,47 47,86 19,86 12,10 30,85 250
65-74 67,70 49,69 58,23 30,17 23,29 38,08 11,59 6,46 19,95 229
75+ 80,76
61,28 56,45 67,70 25,52 17,72 35,28 6,78 2,41 17,63 202
Jenis kelamin
Laki-laki 62,26 70,94 80,76 16,96 10,48 26,27 2,28 0,75 6,73 104
Perempuan 53,82 38,51 61,28 34,27 17,12 56,82 4,46 1,41 13,24 37*
Pendidikan 60,63 53,20 70,54 28,53 20,63 38,02 9,21 4,96 16,46 305
Tidak/belum pernah sekolah 64,11 46,76 60,73 32,60 27,47 38,18 13,59 9,21 19,59 586
Tidak tamat SD/MI 60,56
Tamat SD/MI 59,48 46,89 72,88 23,21 15,12 33,90 16,16 6,72 34,01 79
Tamat SLTP/MTS 51,10 52,30 74,41 27,13 18,68 37,62 8,77 2,98 23,10 139
Tamat SLTA/MA 42,20 51,06 69,32 33,04 24,69 42,61 6,41 3,01 13,13 199
Tamat D1/D2/D3/PT 43,66 73,54 31,16 18,00 48,27 9,37 3,87 20,98 133
58,03 41,11 61,00 35,86 25,58 47,62 13,04 7,10 22,74 277
Pekerjaan 100,00 25,90 60,40 24,18 14,83 36,87 33,62 18,52 53,02 63
Tidak bekerja 53,73
Sekolah 42,59 50,40 65,29 29,78 23,90 36,42 12,19 7,93 18,29 455
PNS/TNI/Polri/BUMN/BUMD 64,04 100,00 100,00 5*
Pegawai swasta 64,66
Wiraswasta 79,34 31,30 74,74 30,75 18,87 45,89 15,52 5,38 37,25 43*
Petani/buruh tani 49,52
Nelayan 50,63 24,35 63,09 39,37 21,41 60,73 18,05 7,24 38,34 99
Buruh/sopir/pembantu ruta 48,61 77,02 27,77 16,54 42,73 8,19 3,07 20,09 118
Lainnya 55,10
63,72 47,04 79,03 31,32 17,27 49,91 4,02 0,92 15,85 24*
Tempat tinggal
Perkotaan 57,52 91,59 18,95 7,16 41,49 1,71 0,21 12,53 21*
Perdesaan 31,92 67,23 30,87 17,83 47,88 19,62 7,27 43,17 61
31,79 69,30 42,11 23,87 62,80 7,26 1,37 30,63 65
48,39 61,62 31,58 26,18 37,53 13,33 9,21 18,89 724
54,31 72,19 29,58 21,94 38,57 6,69 3,71 11,79 167
Catatan:
*N tertimbang < 50
N= responden hipertensi menurut wawancara
92 Laporan Provinsi Kepulauan Riau Riskesdas 2018
Tabel 6.5.7. Proporsi Alasan Tidak Minum Obat Secara Rutin pada Penduduk Umur ≥ 18
Tahun dengan Hipertensi menurut Karakteristik Responden, Provinsi Kepulauan Riau,
Riskesdas 2018
Alasan tidak minum obat sesuai petunjuk (%)
Karakteristik responden Sering Obat Minum Tidak Tidak Tidak Merasa N
lupa
tidak obat tahan mampu rutin sudah Lainnya tertimbang
tersedia tradisional ESO beli obat
berobat sehat
rutin
Kelompok umur (tahun)
18-24 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 25,66 74,34 0,00 4*
25-34 19,45 0,00 0,69 1,84 0,00 12,68 56,62 21,28 37*
35-44 10,92 1,66 8,27 5,44 3,47 14,00 50,35 18,03 128
45-54 9,24 3,74 16,61 0,86 2,35 22,15 56,15 23,54 85
55-64 13,22 0,57 30,31 6,23 3,36 25,85 57,01 22,55 58
65-74 17,44 0,00 23,80 5,36 6,52 42,51 37,33 16,92 18*
75+ 4,36 1,69 24,30 2,58 0,00 35,79 62,80 13,81 13*
Jenis kelamin
Laki-laki 18,66 0,81 14,19 6,28 0,67 11,73 54,79 14,54 102
Perempuan 8,86 2,08 14,69 2,84 3,69 23,94 53,20 22,44 240
Pendidikan
Tidak/ belum pernah sekolah 6,71 0,77 15,01 1,48 4,41 55,86 42,69 23,68 28*
Tidak tamat SD/MI 18,71 1,11 13,11 1,52 0,27 14,30 58,76 15,06 44*
Tamat SD/MI 15,16 3,85 30,53 2,58 3,51 28,05 39,62 21,33 69
Tamat SLTP/MTS 4,89 5,10 2,45 11,43 0,00 15,18 60,37 11,58 48*
Tamat SLTA/MA 12,59 0,00 9,54 4,06 4,78 8,66 59,20 20,78 120
Tamat D1/D2/D3/PT 6,62 0,00 18,19 0,00 0,00 32,18 55,93 31,15 32*
Pekerjaan
Tidak bekerja 9,59 1,37 14,64 3,73 1,39 23,88 52,79 24,42 169
Sekolah
PNS/TNI/Polri/BUMN/BUMD 10,00 0,00 33,35 2,42 0,00 29,09 62,83 30,07 18*
Pegawai swasta 24,82 0,65 3,66 1,76 0,00 15,77 59,12 2,82 51
Wiraswasta 10,74 7,11 10,83 13,70 0,82 6,20 51,46 13,16 38*
Petani/buruh tani 10,92 6,69 26,17 0,00 0,00 40,69 50,55 13,12 7*
Nelayan 0,00 0,00 23,05 0,00 0,00 0,00 76,95 34,61 4*
Buruh/sopir/pembantu ruta 11,14 0,00 24,69 1,51 21,43 23,13 29,67 26,37 27*
Lainnya 6,62 0,00 12,56 0,11 3,64 14,90 67,23 21,68 28*
Tempat tinggal
Perkotaan 12,11 0,92 12,59 4,42 0,00 19,45 53,22 20,64 288
Perdesaan 10,06 5,91 25,01 0,90 0,00 24,84 56,15 17,07 54
Prov. Kepulauan Riau 11,79 1,70 14,54 3,87 2,78 20,30 53,68 20,08 342
Catatan: *N tertimbang < 50
Jumlah sampel tidak representatif untuk menggambarkan kab/kota
Laporan Provinsi Kepulauan Riau Riskesdas 2018 93
Tabel 6.5.8. Proporsi Mengukur Tekanan Darah Secara Rutin pada Penduduk Umur ≥18
Tahun menurut Kabupaten/Kota, Provinsi Kepulauan Riau, Riskesdas 2018
Mengukur tekanan darah N
tertimbang
Kabupaten/Kota Rutin Kadang-kadang Tidak
95% CI
Karimun (%) 95% CI (%) 95% CI (%)
Bintan 12,85 40,97
Natuna 22,84 10,66 15,41 46,18 41,06 51,38 28,03 36,26 45,86 797
Lingga 17,90 31,59
Kepulauan Anambas 22,35 18,82 27,42 49,14 44,88 53,41 38,41 23,37 33,22 540
Kota Batam 19,98 34,05
Kota Tanjung Pinang 12,33 14,51 21,88 50,51 46,16 54,86 37,59 27,38 36,13 254
19,99 29,04
Prov. Kepulauan Riau 18,80 26,35 39,24 34,08 44,65 32,61 44,55 319
14,69 36,16
15,83 24,90 45,97 41,03 50,98 30,24 38,09 142
10,54 14,38 50,08 46,06 54,10 33,35 42,02 4.587
15,88 24,84 50,97 44,94 56,97 25,57 32,78 740
13,37 16,13 49,15 46,48 51,82 33,39 39,02 7.378
Tabel 6.5.9. Proporsi Mengukur Tekanan Darah Secara Rutin pada Penduduk Umur ≥18
Tahun menurut Karakteristik Responden, Provinsi Kepulauan Riau, Riskesdas 2018
Karakteristik responden (%) Rutin Mengukur tekanan darah (%) Tidak N
95% CI 95% CI tertimbang
Kelompok umur (tahun) 4,20 Kadang-kadang 55,45
18-24 11,19 (%) 95% CI 37,88
25-34 14,94 34,63
35-44 17,31 2,66 6,58 40,34 35,74 45,12 29,89 50,33 60,46 1.093
45-54 32,27 9,00 13,85 50,92 46,02 55,81 20,53 32,65 43,42 2.072
55-64 35,82 19,31
65-74 25,14 12,49 17,78 50,43 46,18 54,67 17,96 30,69 38,79 2.121
75+
9,77 14,46 20,58 52,80 48,13 57,42 44,28 26,23 33,83 1.252
Jenis kelamin 19,82 26,60 38,52 47,20 41,20 53,28 27,70 16,13 25,75 548
Laki-laki
Perempuan 18,14 28,18 44,25 44,88 36,45 53,61 33,46 14,05 25,94 211
17,36 15,87 37,41 56,90 46,68 66,57 33,92 9,62 31,04 81
Pendidikan 17,48 38,72
Tidak/ belum pernah sekolah 13,99 8,38 11,36 45,95 42,42 49,53 39,41 40,56 48,07 3.763
Tidak tamat SD/MI 12,85 17,56 22,30 52,47 49,62 55,31 37,15 24,84 30,76 3.615
Tamat SD/MI 16,69 26,55
Tamat SLTP/MTS 13,78 23,51 48,40 40,37 56,51 33,46 33,46 330
Tamat SLTA/MA 21,82 13,84 21,55 48,71 43,04 54,42 29,14 33,92 33,92 638
Tamat D1/D2/D3/PT 5,02 59,05
25,56 14,21 21,31 43,80 38,94 48,79 17,42 38,72 38,72 1.040
Pekerjaan 10,67 10,95 17,70 46,60 40,45 52,86 39,64 39,41 39,41 1.081
Tidak bekerja 10,42 37,20
Sekolah 13,56 11,03 14,92 50,00 46,18 53,82 38,49 37,15 37,15 3.524
PNS/TNI/Polri/BUMN/BUMD 6,46 53,44
Pegawai swasta 7,25 12,84 21,42 56,76 49,81 63,45 44,67 26,55 26,55 766
Wiraswasta 18,30 33,32
Petani/buruh tani 19,03 24,89 49,04 45,80 52,29 25,91 32,60 2.337
Nelayan 14,18 35,84
Buruh/sopir/pembantu ruta 17,84 2,30 10,58 35,93 25,71 47,61 38,14 47,89 69,35 214
Lainnya 20,06 31,96 57,03 50,21 63,59 12,31 24,06 275
Tempat tinggal 8,27 13,66 49,69 43,97 55,41 33,75 45,86 1.499
Perkotaan 8,04 13,41 52,38 46,00 58,69 31,01 43,84 1.302
Perdesaan
9,73 18,60 47,95 40,02 55,98 30,96 46,61 199
3,33 12,19 40,10 30,11 50,99 43,30 63,30 299
4,90 10,60 48,08 41,91 54,30 38,53 50,98 705
14,10 23,41 48,38 40,72 56,13 26,56 40,84 547
12,75 15,74 49,98 47,00 52,97 32,81 38,98 6.343
14,49 21,78 44,02 38,96 49,21 31,59 45,14 1.035
94 Laporan Provinsi Kepulauan Riau Riskesdas 2018
6.6 Stroke
Stroke adalah kerusakan pada otak yang muncul mendadak, progresif,
dan cepat akibat gangguan peredaran darah otak non traumatik. Gangguan
tersebut secara mendadak menimbulkan gejala antara lain kelumpuhan satu
sisi wajah atau anggota badan, bicara tidak lancar, bicara tidak jelas (pelo),
perubahan kesadaran, gangguan penglihatan, dan lain-lain.
Prevalensi stroke menurut diagnosis dokter dihitung dengan formula:
ℎ ℎ
= ≥ 15 ℎ
Proporsi kepatuhan kontrol stroke ke fasilitas pelayanan kesehatan dihitung
dengan formula:
ℎ
ℎ ℎ
= ( )
≥ 15 ℎ ℎ ℎ
Laporan Provinsi Kepulauan Riau Riskesdas 2018 95
Tabel 6.6.1. Prevalensi (per mil) Stroke berdasarkan Diagnosis Dokter pada Penduduk Umur
≥15 Tahun menurut Karakteristik Responden, Provinsi Kepulauan Riau, Riskesdas 2018
Karakteristik responden ‰ Stroke N tertimbang
95% CI(‰)
Kelompok umur (tahun) 0,0 1.671
15-24 1,2 0,0 0,0 2.107
25-34 9,0 0,5 3,3 2.156
35-44 21,9 4,1 19,8 1.273
45-54 54,5 13,4 35,6
55-64 90,2 36,8 79,8 557
65-74 55,7 51,9 152,2 214
75+ 21,0 139,8 82
14,0
Jenis kelamin 11,8 9,9 19,7 4.120
Laki-laki 8,1 17,1 3.940
Perempuan 45,9
28,8 23,6 87,5 345
Pendidikan 28,5 15,7 52,0 695
Tidak/belum pernah sekolah 4,6 17,9 45,0 1.198
Tidak tamat SD/MI 6,9 1,9 10,9 1.441
Tamat SD/MI 3,5 4,0 11,6 3.603
Tamat SLTP/MTS 1,5 8,3 778
Tamat SLTA/MA 21,3
Tamat D1/D2/D3/PT 0,0 15,2 29,6 2.498
9,7 0,0 0,0 629
Pekerjaan 5,1 3,8 24,3 280
Tidak bekerja 12,0 1,7 14,9
Sekolah 13,1 5,6 25,7 1.530
PNS/TNI/Polri/BUMN/BUMD 0,8 5,5 30,9 1.330
Pegawai swasta 19,4 0,1 5,5
Wiraswasta 13,5 8,9 41,8 204
Petani/buruh tani 4,8 37,2 308
Nelayan 10,9 719
Buruh/sopir/pembantu ruta 25,0 8,1 14,6 563
Lainnya 16,0 38,9
12,9 6.906
Tempat tinggal 10,1 16,5 1.154
Perkotaan 8.060
Perdesaan
Prov. Kepulauan Riau
96 Laporan Provinsi Kepulauan Riau Riskesdas 2018
Tabel 6.6.2. Proporsi Kontrol Stroke ke Fasilitas Pelayanan Kesehatan pada Penduduk
Umur ≥15 Tahun dengan Stroke yang DIdiagnosis Dokter menurut Karakteristik Responden,
Provinsi Kepulauan Riau, Riskesdas 2018
Pemeriksaan ulang (kontrol) stroke ke fasilitas pelayanan kesehatan
Karakteristik responden Rutin Kadang-kadang/tidak rutin Tidak N
memeriksakan ulang tertimbang
% 95% CI % 95% CI % 95% CI N/A
3*
Kelompok umur (tahun) 25*
36*
15-24 N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A 39*
25*
25-34 51,74 12,34 89,08 30,21 4,29 80,70 18,06 2,07 69,67 6*
35-44 39,60 11,99 75,93 25,90 11,26 49,04 34,50 8,71 74,41 74
60
45-54 44,03 21,43 69,41 38,79 18,12 64,47 17,18 4,61 47,14
20*
55-64 31,98 17,60 50,85 43,90 25,43 64,23 24,12 10,71 45,72
6*
65-74 52,88 25,81 78,35 42,46 18,39 70,72 4,67 1,25 15,96 4*
8*
75+ 15,75 3,86 46,51 84,25 53,49 96,14 0,00 0,00 0,00 32*
4*
Jenis kelamin
68
Laki-laki 32,45 19,25 49,20 26,23 54,63 26,23 27,99 14,10 47,94 3*
Perempuan 50,03 33,18 66,88 26,45 57,98 26,45 8,64 3,18 21,38 10*
Pendidikan 21*
3*
Tidak/belum pernah 27,33 9,25 58,11 65,71 35,73 86,85 6,96 1,92 22,24 0*
sekolah 18*
10*
Tidak tamat SD/MI 43,06 17,45 73,01 41,98 18,56 69,67 14,96 2,66 53,14 68*
Tamat SD/MI 35,90 17,62 59,45 33,03 19,52 50,07 31,07 12,28 59,20 97
37*
Tamat SLTP/MTS 43,44 12,68 80,25 42,92 9,91 83,71 13,63 2,72 47,16 134
Tamat SLTA/MA 49,26 27,18 71,63 32,33 18,03 50,93 18,41 6,95 40,54
Tamat D1/D2/D3/PT 61,24 21,88 89,91 38,76 10,09 78,12 0,00 0,00 0,00
Pekerjaan
Tidak bekerja 51,95 37,04 66,53 38,15 26,36 51,53 9,90 3,90 22,92
Sekolah 24,30 3,18 75,79 49,02 13,14 85,94 26,69 4,56 73,51
PNS/TNI/Polri/BUMN/BU 37,56 4,96 87,39 30,05 4,61 79,25 32,38 3,93 84,86
MD
Pegawai swasta 32,46 9,31 69,24 67,54 30,76 90,69 0,00 0,00 0,00
Wiraswasta 0,00 0,00 0,00 47,22 13,27 83,95 52,78 16,05 86,73
Petani/buruh tani 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 100,00 100,00 100,00
Nelayan 32,41 10,75 65,63 16,10 3,02 54,18 51,48 18,24 83,46
Buruh/sopir/pembantu ruta 13,53 2,53 48,56 49,27 11,42 87,97 37,21 5,77 85,15
Lainnya 51,95 37,04 66,53 38,15 26,36 51,53 9,90 3,90 22,92
Tempat tinggal
Perkotaan 50,28 34,33 66,17 28,91 17,32 44,10 20,82 9,70 39,16
Perdesaan 14,33 6,93 27,31 70,06 58,20 79,72 15,62 9,37 24,88
Prov. Kepulauan Riau 40,28 28,78 52,97 40,34 30,15 51,45 19,37 10,67 32,58
Catatan:*N tertimbang < 50
Jumlah sampel tidak representatif untuk menggambarkan kab/kota
Laporan Provinsi Kepulauan Riau Riskesdas 2018 97
6.7 Penyakit Gagal Ginjal Kronis
Penyakit ginjal adalah gangguan organ ginjal yang timbul akibat berbagai
faktor, misalnya infeksi, tumor, kelainan bawaan, penyakit metabolik atau
degeneratif dan lain-lain.
Prevalensi gagal ginjal kronis yang didiagnosis dokter dihitung dengan formula:
ℎ ℎ
= ≥ 15 ℎ
Proporsi hemodialisis pada ART yang pernah didiagnosis gagal ginjal kronis
oleh dokter dihitung dengan formula:
ℎ
ℎ ℎ ℎ
= ≥ 15 ℎ ℎ ℎ
Tabel 6.7.1. Prevalensi Gagal Ginjal Kronis berdasarkan Diagnosis Dokter pada Penduduk
Umur ≥15 Tahun menurut Karakteristik Responden, Provinsi Kepulauan Riau, Riskesdas
2018
Karakteristik responden Gagal ginjal kronis N tertimbang
% 95% CI
Kelompok umur (tahun) 1.671
15-24 0,00 0,00 0,00 2.107
25-34 0,10 0,02 0,50 2.156
35-44 0,36 0,09 1,52 1.273
45-54 0,20 0,08 0,53 557
55-64 1,65 0,45 5,80 214
65-74 1,91 0,35 9,87
75+ 0,36 0,05 2,56 82
Jenis kelamin 0,23 0,07 0,72 4.120
Laki-laki 0,42 0,16 1,10 3.940
Perempuan
0,20 0,06 0,69 345
Pendidikan 695
Tidak/belum pernah sekolah 1,32 0,37 4,62 1.198
Tidak tamat SD/MI 0,74 0,22 2,43 1.441
Tamat SD/MI 3.603
Tamat SLTP/MTS 0,39 0,05 2,72 778
Tamat SLTA/MA
Tamat D1/D2/D3/PT 0,05 0,01 0,16 2.498
0,00 0,00 0,00 629
Pekerjaan 280
Tidak bekerja 0,30 0,08 1,19 1.530
Sekolah 1.330
PNS/TNI/Polri/BUMN/BUMD 0,00 0,00 0,00 204
Pegawai swasta 308
Wiraswasta 0,00 0,00 0,00 719
Petani/buruh tani 0,07 0,02 0,34 563
Nelayan
Buruh/sopir/pembantu ruta 0,06 0,01 0,40 6.906
Lainnya 0,16 0,04 0,69 1.154
8.060
Tempat tinggal 0,28 0,07 1,10
Perkotaan
Perdesaan 0,74 0,10 5,17
1,77 0,54 5,66
Provinsi Kepulauan Riau
0,34 0,12 0,96
0,21 0,08 0,54
0,32 0,13 0,83
98 Laporan Provinsi Kepulauan Riau Riskesdas 2018
Tabel 6.7.2. Proporsi Hemodialisis pada Penduduk Umur ≥15 Tahun dengan Gagal Ginjal
Kronis berdasarkan Diagnosis Dokter menurut Karakteristik Responden, Provinsi Kepulauan
Riau, Riskesdas 2018
Karakteristik responden Hemodialisis N tertimbang
% 95% CI
Kelompok umur (tahun) N/A
15-24 N/A N/A N/A 2*
25-34 0,00 0,00 0,00 6*
35-44 5,37 0,36 46,93 2*
45-54 7,39 0,57 52,71 7*
55-64 8,23 1,12 41,44 3*
65-74 0,00 0,00 0,00 0*
75+ 0,00 0,00 0,00
8*
Jenis kelamin 12,53 1,82 52,56 13*
Laki-laki 1,13 0,12 9,44
Perempuan 1*
30,25 0,91 95,36 7*
Pendidikan 0,00 0,00 0,00 7*
Tidak/belum pernah sekolah 8,25 1,07 42,73 5*
Tidak tamat SD/MI 0,00 0,00 0,00 1*
Tamat SD/MI 24,61 2,14 82,96 1*
Tamat SLTP/MTS 30,25 0,91 95,36
Tamat SLTA/MA 6*
Tamat D1/D2/D3/PT 9,55 1,11 49,92 1*
0,00 0,00 0,00 1*
Pekerjaan 0,00 0,00 0,00 0
Tidak bekerja 0,00 0,00 0,00 1*
Sekolah 63,82 7,49 97,46 4*
PNS/TNI/Polri/BUMN/BUMD 49,37 2,19 97,70 8*
Pegawai swasta 0,00 0,00 0,00 6*
Wiraswasta 0,00 0,00 0,00 1*
Petani/buruh tani 0,00 0,00 0,00
Nelayan 19*
Buruh/sopir/pembantu ruta 3,08 0,56 15,22 2*
Lainnya 26,20 3,91 75,58 21*
5,24 1,42 17,50
Tempat tinggal
Perkotaan
Perdesaan
Prov. Kepulauan Riau
Catatan:
*N tertimbang < 50
Laporan Provinsi Kepulauan Riau Riskesdas 2018 99
6.8 Penyakit Sendi
Penyakit sendi adalah gangguan nyeri pada persendian yang disertai
kekakuan, merah, dan pembengkakan yang bukan disebabkan karena
benturan/kecelakaan. Penyakit sendi yang dimaksud termasuk osteoarthritis, nyeri
akibat asam urat yang tinggi/ hiperurisemia akut maupun kronis, dan rematoid
artritis. Prevalensi penyakit sendi berdasarkan diagnosis dokter dihitung dengan
formula:
ℎ ℎ
= ≥ 15 ℎ
Tabel 6.8.1. Prevalensi Penyakit Sendi berdasarkan Diagnosis Dokter pada Penduduk Umur
≥15 Tahun menurut Kabupaten/Kota, Provinsi Kepulauan Riau, Riskesdas 2018
Kabupaten/Kota Penyakit sendi N
tertimbang
Karimun % 95% CI
Bintan 884
Natuna 8,94 7,14 11,15 591
Lingga 286
Kepulauan Anambas 4,80 3,29 6,94 353
Kota Batam 160
Kota Tanjung Pinang 13,97 11,03 17,55 4.965
822
Prov. Kepulauan Riau 5,00 3,35 7,39
8.060
6,70 4,44 9,99
4,27 3,14 5,79
6,24 4,46 8,66
5,45 4,62 6,41
100 Laporan Provinsi Kepulauan Riau Riskesdas 2018
Tabel 6.8.2. Prevalensi Penyakit Sendi berdasarkan Diagnosis Dokter pada Penduduk Umur
≥15 Tahun menurut Karakteristik Responden, Provinsi Kepulauan Riau, Riskesdas 2018
Karakteristik responden Penyakit sendi N
% 95% CI tertimbang
Kelompok umur (tahun)
15-24 1,27 0,63 2,56 1.671
25-34 1,90 1,10 3,29 2.107
35-44 2.156
45-54 5,14 3,71 7,10 1.273
55-64 557
65-74 9,79 7,68 12,40 214
75+ 14,49 11,13 18,64
82
Jenis kelamin 18,13 13,28 24,26
Laki-laki 27,48 18,00 39,55 4.120
Perempuan 3.940
4,55 3,46 5,96
Pendidikan 6,38 5,37 7,57 345
Tidak/belum pernah sekolah 695
Tidak tamat SD/MI 9,31 6,46 13,24 1.198
Tamat SD/MI 11,94 9,02 15,65 1.441
Tamat SLTP/MTS 3.603
Tamat SLTA/MA 7,88 6,07 10,17 778
Tamat D1/D2/D3/PT 3,36 2,29 4,90
2.498
Pekerjaan 4,06 3,07 5,36 629
Tidak bekerja 280
Sekolah 4,45 2,50 7,80 1.530
PNS/TNI/Polri/BUMN/BUMD 1.330
Pegawai swasta 7,44 6,14 8,99 204
Wiraswasta 308
Petani/buruh tani 0,80 0,32 1,97 719
Nelayan 4,85 2,93 7,93 563
Buruh/sopir/pembantu ruta
Lainnya 2,15 1,14 4,03 6.906
6,91 4,53 10,41 1.154
Tempat tinggal
Perkotaan 7,49 4,86 11,37
Perdesaan
4,89 2,72 8,64
5,08 2,92 8,72
7,58 5,02 11,28
5,19 4,27 6,30
6,98 5,57 8,70
Laporan Provinsi Kepulauan Riau Riskesdas 2018 101
102 Laporan Provinsi Kepulauan Riau Riskesdas 2018
7 BAB 7
KESEHATAN GIGI DAN MULUT
7.1 Kesehatan Gigi dan Mulut Berdasarkan Wawancara
Mengidentifikasi responden yang mempunyai masalah dengan gigi/mulut
dalam 12 bulan terakhir, dan menentukan apakah mereka menerima
perawatan yang tepat sesuai dengan masalah yang dihadapi.
Gigi yang rusak, berlubang atau cenderung menyebabkan sakit (menurut
pendapat masyarakat awam) adalah rongga pada gigi yang rusak secara
permanen di wilayah permukaan keras gigi yang berkembang mulai dari lubang
kecil sampai menjadi lubang yang merusak gigi. Pengertian gigi berlubang,
biasa juga disebut masalah gigi berlubang karena kerusakan gigi atau karies
gigi, dimana hal tersebut disebabkan oleh kombinasi dari berbagai faktor.
Gigi yang hilang karena dicabut atau tanggal sendiri adalah hilangnya gigi
dari rongga mulut secara sengaja ataupun tidak sengaja.
Gigi yang ditambal atau ditumpat karena berlubang adalah bentuk
perawatan terhadap gigi berlubang berupa penutupan lubang gigi dengan
bahan tambal setelah jaringan gigi yang rusak dibersihkan. Pertanyaan ini
bertujuan untuk mengidentifikasi responden yang mempunyai masalah dengan
gigi/mulut dalam 12 bulan terakhir, dan apakah mereka menerima perawatan
yang tepat sesuai dengan masalah yang dihadapi.
Gigi goyah adalah kondisi gigi yang dapat goyah baik digerakkan oleh tangan
ataupun ketika mengunyah.
Gusi bengkak dan/ atau keluar bisul (abses) adalah benjolan atau bisul pada
gusi, disertai dengan ada atau tidaknya jalan keluar nanah, terjadi karena
peradangan menahun (kronis) dan pernanahan pada daerah akar gigi
(periapical abscess). Asal mula penyakit ini adalah terjadinya karies (lubang)
pada gigi, biasanya pada gigi geraham, namun bisa saja terjadi pada semua
gigi.
Gusi mudah berdarah adalah keadaan gusi yang mudah berdarah, seperti
pada saat menyikat gigi atau saat menggigit.
Laporan Provinsi Kepulauan Riau Riskesdas 2018 103
Sariawan berulang minimal 4 kali adalah Sariawan atau Stomatitis Apthousa
Recurrent (SAR) merupakan istilah untuk menerangkan berbagai macam
lesi/luka dalam rongga mulut. Luka tersebut dapat berbentuk oval atau bulat
berwarna putih atau kuning dengan tepian merah. Lokasi sariawan dapat
terjadi di bagian dalam pipi atau bibir, permukaan gusi dan lidah. Sariawan
yang tumbuh dapat berjumlah satu atau lebih. Gejalanya berupa rasa sakit atau
rasa terbakar satu sampai dua hari yang kemudian dapat timbul luka (ulser) di
rongga mulut. Rasa sakit dan rasa panas pada sariawan sering mengganggu
dan tidak nyaman, terutama ketika makan. Sariawan dapat timbul berulang
kali, biasanya dalam 3-4 hari akan sembuh.
Sariawan menetap dan tidak pernah sembuh minimal 1 bulan adalah
sariawan di dalam rongga mulut yang tidak pernah kunjung sembuh, sakit
selama lebih dari 2 minggu, bentuknya kadang semakin membesar serta
muncul rasa terbakar di rongga mulut, sering disertai rasa lemah pada
penderitanya.
Riwayat responden yang melakukan pemeriksaan dan perawatan pada
tenaga medis gigi, dengan alasan apapun di semua jenis pelayanan
kesehatan (rumah sakit, puskesmas, klinik swasta, praktik mandiri, kerja sosial
kesehatan atau bakti sosial).
Masalah kesehatan gigi/mulut dan telah mendapat perawatan profesional
dari perawat gigi, dokter gigi atau dokter gigi spesialis dalam 12 bulan terakhir.
Maksudnya adalah untuk menentukan jenis perawatan atau pengobatan yang
diterima. Hal ini menggambarkan proporsi penduduk dengan masalah gigi dan
mulut yang menerima perawatan dari tenaga medis gigi dalam 12 bulan
terakhir. Meliputi beberapa hal sebagai berikut:
● Pengobatan/minum obat adalah pengobatan yang berupa pil, sirup atau
bentuk obat lainnya yang diresepkan/diberikan langsung oleh tenaga
profesional kedokteran gigi untuk mengobati masalah gigi, mulut, lidah
ataupun gusi, tidak termasuk pengobatan tradisional.
● Konseling perawatan, kebersihan, dan kesehatan gigi dan mulut
adalah kegiatan penyuluhan tentang perawatan kebersihan gigi dan
mulut, tanpa dilakukan tindakan klinis terhadap gigi dan mulut.
● Pencabutan gigi adalah tindakan menghilangkan gigi dari rongga mulut
● Bedah gigi/mulut adalah tindakan bedah dalam area rongga mulut dan
sekitarnya, seperti pada kasus gigi geraham bungsu yang terbenam
(impacted), gigi molar tiga (3) malposisi, tumor lidah, patah rahang, dan
lain-lain yang memerlukan tindakan bedah.
● Pemasangan gigi palsu adalah gigi tiruan, dapat sebagian (beberapa
gigi) ataupun seluruh gigi, yang dapat dilepas dan dipasang sendiri oleh
responden, atau gigi palsu yang tidak bisa dilepas sendiri oleh responden
dan hanya bisa dilepas oleh tenaga profesional kedokteran gigi.
104 Laporan Provinsi Kepulauan Riau Riskesdas 2018
● Pemasangan gigi tanam (Implant denture) adalah gigi tiruan yang
ditanam pada tulang rahang responden dan tidak bisa dilepas sendiri oleh
responden, dilakukan melalui prosedur bedah, dan hanya dapat dipasang
atau dilepas oleh dokter gigi.
● Perawatan orthodonti (behel/kawat gigi) adalah perawatan untuk
merapikan gigi berjejal dengan menggunakan alat orthodonti.
● Pembersihan karang gigi (scalling) adalah tindakan untuk
membersihkan karang gigi dengan menggunakan alat manual atau alat
elektrik.
● Perawatan gusi (Periodontal treatment) adalah perawatan jaringan
penyangga gigi (yang mengalami gingivitis, periodontitis dll).
Pengobat masalah kesehatan gigi dan mulut adalah orang yang dicari dan
dianggap mampu untuk mengatasi masalah kesehatan gigi dan mulut oleh
responden, meliputi:
● Dokter gigi spesialis adalah tenaga profesional kedokteran gigi yang
sudah mendapatkan sertifikat spesialisasi tertentu dalam bidang
kedokteran gigi.
● Dokter gigi adalah adalah tenaga profesional kedokteran gigi yang sudah
mendapatkan sertifikat sebagai dokter gigi.
● Perawat gigi adalah tenaga profesional kedokteran gigi yang sudah
mendapatkan sertifikat sebagai perawat gigi.
● Dokter umum/paramedik lain adalah tenaga profesional kedokteran
yang sudah mendapatkan sertifikat sebagai dokter umum atau perawat
umum.
● Tukang gigi adalah tenaga non-profesional atau non-formal dalam
memberikan pelayanan pembuatan gigi tiruan lepasan, tetapi sebagian
masyarakat mempercayainya dapat memberikan pelayanan untuk
mengatasi masalah gigi dan mulut.
● Pengobatan sendiri adalah tindakan untuk menyembuhkan penyakit
yang dilakukan oleh responden sendiri tanpa adanya pengawasan tenaga
profesional.
Laporan Provinsi Kepulauan Riau Riskesdas 2018 105
Tabel 7.1.1. Proporsi Masalah Gigi pada Penduduk Umur ≥ 3 Tahun
Kabupaten/Kota Gigi rusak/berlubang/sakit Gigi hilang karena
tanggal send
Karimun % 95% CI
Bintan % 95
Natuna 38,92 34,61 43,41
Lingga 34,75 29,13 40,83 18,42 15,30
Kepulauan Anambas 50,24 45,33 55,16 13,61 10,57
Kota Batam 45,87 41,90 49,90 18,92 15,92
Kota Tanjung Pinang 51,80 45,97 57,58 12,30 9,41
Prov. Kepulauan Riau 33,91 30,69 37,29 20,12 15,54
38,78 32,77 45,16 10,72 9,00
16,82 13,29
36,48 34,26 38,76
12,96 11,70
106 Laporan Provinsi Kepula
n menurut Kabupaten/Kota, Provinsi Kepulauan Riau, Riskesdas 2018
a dicabut/ Gigi telah ditambal atau Gigi goyah N tertimbang
diri ditumpat karena berlubang
% 95% CI 1.228
5% CI % 95% CI 827
8,03 6,14 10,42 400
22,02 2,43 1,61 3,66 8,87 6,68 11,70 475
17,35 1,99 1,29 3,06 12,69 10,54 15,20 221
22,33 4,53 2,53 7,99 7,54 5,27 10,68 6.794
15,93 0,71 0,36 1,42 8,33 5,85 11,73 1.106
25,63 2,84 1,61 4,97 6,89 5,27 8,98 11.052
12,73 3,54 2,39 5,20 12,39 8,84 17,10
21,06 3,10 2,30 4,18
7,98 6,81 9,34
14,33 3,16 2,40 4,15
auan Riau Riskesdas 2018