The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Jason Nicholas, 2023-02-14 20:18:42

Partikularisme dan Diferensiasi Sosial

Partikularisme dan Diferensiasi Sosial

Partikularisme Kelompok - Materi Ajar Untuk Guru Disusun oleh : JASON NICHOLAS LIEM / 13 SANG WAHANA ASA / 28 - Perbedaan Sosial di Masyarakat &


Masyarakat Majemuk Perbedaan-perbedaan dalam masyarakat membentuk keberagaman dalam masyarakat sehingga melahirkan masyarakat yang majemuk. Masyarakat majemuk adalah masyarakat yang berkehidupan secara berkelompok yang berdampingan secara fisik, tetapi terpisah oleh kehidupan sosial dan tergabung dalam sebuah satuan politik. hal 01 Menurut Usman Pelly, masyarakat majemuk dikategorikan menjadi dua hal, yaitu masyarakat dengan pembelahan horizontal dan vertikal. Secara horizontal, struktur masyarakat ditandai dengan kenyataan adanya kesatuankesatuan sosial berdasarkan perbedaan suku bangsa, agama, adat, dan perbedaan kedaerahan lainnya. Adapun secara vertikal, struktur masyarakat ditandai dengan adanya perbedaan antara lapisan atas dengan lapisan bawah yang cukup tajam. Keragaman di dalam masyarakat tidak hanya menciptakan keunikan, tetapi juga dapat menimbulkan suatu sikap partikularisme kelompok. Paham partikularisme kelompok pada dasarnya cenderung mengutamakan atau mementingkan kepentingan kelompok dibandingkan kepentingan bersama atau kepentingan publik. Sikap partikularisme jika tidak disikapi dengan bijak maka akan menimbulkan konflik.


Para ahli sosiologi memiliki pendapat yang berbeda-beda dalam mendefinisikan struktur sosial. Secara sederhana struktur sosial adalah keseluruhan jalinan antar unsurunsur sosial yang pokok, yaitu kaidah-kaidah sosial, lembaga-lembaga sosial, kelompok-kelompok sosial dan lapisan-lapisan sosial. Struktur Sosial hal 02 Dalam struktur sosial dikenal dua konsep penting yaitu status dan peran (role). Menurut Soerjono Soekanto, status dan peran mempunyai arti penting dalam pola hubungan timbal balik individu dan masyarakat. Robert K. Merton berpendapat bahwa dalam struktur sosial terdapat beberapa peran yang terkait. Ia menyebutkan hal itu sebagai perangkat peran (role set). Perangkat peran adalah pelengkap hubungan peran yang dimiliki seseorang karena menduduki status sosial tertentu. Partikularisme Partikularisme merupakan suatu paham yang lebih mengutamakan kepentingan kelompok atau golongan tertentu di atas kepentingan umum. Di Indonesia sendiri, partikularisme kelompok dapat dipicu oleh perbedaan ras, suku bangsa, etnis, dan agama tertentu. Hal ini dikarenakan negara Indonesia sebagai negara majemuk yang memiliki beragam perbedaan budaya, sehingga antara satu dengan lainnya akan saling bersitegang ketika masyarakat sendiri tidak dapat menerima perbedaan tersebut. Selain itu, partikularisme terbentuk karena tingginya rasa penghargaan terhadap kebudayaan sendiri, sementara itu memandang kebudayaan lain tidak lebih baik dari kebudayaan kelompoknya.


Adanya perbedaan kebudayaan atau adat istiadat. Adanya trauma masa lalu yang berhubungan dengan bentuk interaksinya. Munculnya anggapan bahwa keyakinan yang ia bahwa tidak akan mampu diterima masyarakat. Munculnya keinginan untuk mendekatkan diri pada Tuhan. Adanya keinginan untuk mempertahankan kebudayaan yang ada. Ketidaksesuaian individu dengan norma yang berlaku. Faktor Penyebab Partikularisme hal 03 Timbulnya paham eksklusivisme. Yang mana paham tersebut menyebabkan seseorang untuk menarik dirinya dari pergaulan atau interaksi yang ada. Diprioritaskannya kepentingan kelompok tertentu. Tentunya kepentingan kelompok yang bersesuaian dengan tujuan mereka. Tidak memiliki rasa empati. Bahkan kebanyakan dari mereka sudah tidak peduli lagi dengan apa saja yang terjadi di sekitarnya. Lebih meningkatkan ketakwaan dan keimanan kepada Tuhan, bahwa Tuhan lah yang mampu mengendalikan semua proses dalam hidup. Bersifat egois, mereka yang berkeyakinan partikularisme seringkali bertindak tanpa memperdulikan kepentingan dan dampaknya bagi orang lain, terutama yang berada di sekitarnya. Narsisme, mereka yang merasa keyakinannyalah yang paling benar memiliki tingkat kepercayaan yang berlebih. Bertindak seenaknya. Hal ini timbul dari adanya anggapan bahwa kepentingan pribadi lebih penting dari kepentingan golongan atau apapun itu. Dampak Partikularisme


Contoh Partikularisme Diferensiasi Sosial hal 04 Memiliki kecenderungan untuk mementingkan kepentingan orang terdekat atau kelompok yang dinaunginya. Menerima karyawan yang memiliki asal daerah yang sama dengan dirinya. Membatasi pergaulan dengan orang yang memiliki perbedaan kebudayaan dan adat istiadat. Menarik diri terhadap pola interaksi ada di lingkungan sekitarnya. Memaksakan terlaksananya pernikahan sesuai adat. Timbulnya anggapan bahwa pemahamannyalah yang paling benar jika dibandingkan dengan lainnya. Mendiskriminasi ras ras tertentu. Pada dasarnya, manusia tidak ada yang sama persis. Ada berbagai perbedaan yang bisa kita temukan misalnya dalam hal budaya, agama, ras, usia, profesi, dan masih banyak lagi. Perbedaan ini disebut sebagai diferensiasi sosial. Menurut Soerjono Soekanto, hal ini merupakan bentuk dari variasi pekerjaan, prestise, dan kekuasaan kelompok dalam masyarakat. Artinya, diferensiasi itu bisa menunjukkan keragaman yang dimiliki suatu bangsa. Contohnya saja di Indonesia, ada banyak keragaman yang sangat banyak dan bisa menjadi potensi dalam pembangunan baik dari suku, adat-istiadat, bahasa, budaya, agama, dan lain sebagainya. Sampai sini kita ketahui bahwa konsep ini lebih diartikan sebagai keberagaman yang bersifat horizontal, bukan sebagai pembeda kelas yang bersifat vertikal.


hal 05 Ciri Diferensiasi Sosial Ciri-ciri Fisik, ciri fisik berhubungan dengan sifat yang dibawa oleh ras seperti bentuk dan warna rambut, postur tubuh, warna mata, dan lain sebagainya. Ciri-ciri Sosial, ciri sosial berkaitan dengan fungsi individu dalam bermasyarakat. Kita semua pasti tahu bahwa setiap individu dalam masyarakat memiliki tugas yang berbeda berkaitan dengan profesi, pekerjaan, atau mata pencaharian. Ciri-ciri Budaya, ciri budaya berhubungan dengan adat-istiadat maupun kebudayaan yang berkembang dalam masyarakat. Di Indonesia ada banyak sistem budaya yang menjadi ciri khasnya masing0masing seperti yang terdapat pada masyarakat Jawa, Bali, Sunda, Madura, Batak, Dayak, dan lain sebagainya. Diferensiasi sosial terbagi atas tiga ciri-ciri yaitu, ciri fisik, ciri sosial, dan ciri budaya. Jenis-Jenis Diferensiasi Sosial Diferensiasi tingkatan terjadi pada penyaluran barang atau jasa yang dibutuhkan di suatu daerah. Hal ini menyebabkan barang atau jasa tersebut memiliki perbedaan harga. Perbedaan harga tersebut terjadi karena penyalurannya melalui berbagai tangan untuk sampai ditujuan. Diferensiasi fungsional dapat dilihat di suatu lembaga sosial. Adanya pembagian kerja yang berbeda-beda yang menyebabkan setiap orang harus melaksanakan kewajiban sesuai dengan fungsinya. Diferensiasi adat merupakan aturan atau norma yang mengikat di suatu masyarakat. Adanya norma ini bertujuan untuk mengatur ketertiban masyarakat. Perbedaanperbedaan sosial di masyarakat bukan menjadi sebuah konflik, tapi akan memenuhi kedudukan yang ada sesuai dengan hak masing-masing di masyarakat tersebut. Berdasarkan jenisnya, terbagi menjadi diferensiasi tingkatan (rank differentiation), diferensiasi fungsional (functional differentiation), dan diferensiasi adat (custom differentiation).


Click to View FlipBook Version