The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Copy of Coklat hijau estetik minimalis bisnis proposal gabung agen menarik presentasi

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by imawati66, 2022-12-16 04:42:13

Budaya Positif

Copy of Coklat hijau estetik minimalis bisnis proposal gabung agen menarik presentasi

Selamat Datang

1.4. BUDAYA POSITIF
1.4.A.5. RUANG KOLABORASI

Kelompok 4

CALON GURU PENGGERAK ANGKATAN 7
KABUPATEN SIDOARJO KELAS 126 B


FASILITATOR PENGAJAR PRAKTIK PENGAJAR PRAKTIK
Lilik Mualifah, S.Pd, M.Pd Suyatno, M.PSi Randy Bambang Nugraha,



S.Pd,M.Pd


Tim Kami

M. Abdulloh Salim Ifrochah

SDN Tropodo 1 TK Darma Wanita

Imawati Ratna Putri Widjayanti

SD Al Fallah Darussalam 2 SDN Wedoro 1


Makna Kata Disiplin

Disiplin memiliki makna sesuatu yang
Dengan kata lain, seseorang yang

dilakukan seseorang pada orang lain untuk
memiliki disiplin diri berarti mereka

bisa bertanggung jawab terhadap
mendapatkan kepatuhan.
apa yang dilakukannya karena

Disiplin diri dapat membuat seseorang
mereka mendasarkan tindakan

menggali potensinya menuju kepada sebuah
mereka pada nilai-nilai kebajikan
tujuan, sesuatu yang dihargai dan bermakna.


Hukuman Restitusi

Alfie Kohn (Punished by Reward, 1993,
Restitusi adalah proses menciptakan


Wawancara ASCD Annual Cnference,
kondisi bagi murid untuk memperbaiki


Maret 1985) mengemukakan baik
kesalahan mereka, sehingga mereka bisa


penghargaan maupun hukuman, adalah
kembali pada kelompok mereka, dengan


cara-cara mengontrol perilaku
karakter yang lebih kuat (Gossen; 2004)

seseorang yang menghancurkan potensi Restitusi membantu murid lebih memiliki

untuk pembelajaran yang
tujuan, disiplin positif, dan memulihkan


sesungguhnya. mereka setalah berbuat salah.

Melalui restitusi, ketika murid berbuat salah, guru akan menanggapi dengan cara

yang memungkinkan murid untuk membuat evaluasi internal tentang apa yang

dapat mereka lakukan untuk memperbaiki kesalahan mereka dan mendapatkan


kembali harga dirinya.


Lima Posisi Kontrol Kita


sebagai
Guru

1 Posisi menghukum
2. Posisi memberi rasa bersalah
3, Posisi sebagai teman
4. Posisi sebagai pemantau

5. Posisi sebagai manajer
Diposisi manajer, guru dapat menerapkan

disiplin positif yang berpihak pada murid,

yang memerdekakan murid.


KASUS 1

Guru Matematika dan wali kelas 8, Ibu Santi sakit, sehingga tidak
dapat masuk dan mengajar. Akhirnya dicarikan guru pengganti, Ibu

Eni. Ibu Eni baru 2 tahun menjadi guru SMP. Beberapa murid
perempuan, Fifi dan Natali, mengetahui hal ini dan mulai

menggunakan kesempatan dan bersikap seenaknya, tertawa dan
tidak mengindahkan kehadiran Ibu Eni. Ibu Eni mencoba menyapa Fifi
dan Natali dengan ramah, sambil mengingatkan mereka untuk tetap
fokus pada pengerjaan tugas, “Ayolah tugasnya dikerjakan, nanti Ibu

ditegur Bapak Kepala Sekolah kalau kalian tidak kerjakan tugas.
Tolong bantu Ibu ya?” Namun Fifi dan Natali malah jaditertawa, “Ah

Ibu, santai saja bu”. Mereka tetap tidak mengerjakan tugas dan
malah mengobrol.


KASUS 1 (LANJUTAN)

Keesokan harinya, Ibu Santi memanggil Fifi dan Natali serta
menanyakan tentang laporan Ibu Eni. Ibu Santi menanyakan apakah
mereka bersedia melakukan memperbaiki permasalahan yang ada?

Fifi dan Natali sempat ragu-ragu dan membela diri, namun pada
akhirnya mengatakan akan meminta maaf. Ibu Santi menanggapi

bahwa tindakan itu boleh saja dilakukan bila mereka sungguh-
sungguh ingin meminta maaf, namun Ibu Santi menanyakan

kembali, apa yang mereka bisa lakukan untuk menggantikan rasa
tidak dihormati Ibu Santi? Baik Fifi maupun Natali mengakui bahwa

perilaku mereka tidak sesuai dengan Keyakinan Kelas. Ibu Santi
melanjutkan kembali apa yang akan mereka lakukan untuk
memperbaiki masalah, apakah ada gagasan?


KASUS 1 (LANJUTAN)

Setelah berpikir sejenak, Natali dan Fifi mengusulkan
bagaimana kalau mereka mengadakan sebuah diskusi
kelompok dengan teman-teman sekelasnya. Tema yang
mereka pilih adalah penerapan keyakinan kelas, terutama

tentang sikap saling menghormati dan bagaimana
penerapannya di kehidupan sehari-hari di sekolah. Usulan

kedua adalah mengirim email kepada Ibu Eni tentang
gagasan mereka tersebut. Mereka pun memberitahu Ibu
Eni bahwa mereka telah memberitahu Kepala Sekolah, Pak

Hasan, bila lain waktuadaketiadaan guru,
makamerekaakanmengusulkan Ibu Eni sebagai guru

pengganti.


LAKUKAN ANALISIS

1.Dalam kasus di atas, langkah-langkah restitusi apa saja yang
sudah dijalankan oleh Ibu Santi?
2.Menurut Anda, apakah restitusi yang diusulkan Fifi dan Natali
sudah sesuai dengan pelanggaran yang telah dibuat? Apakah
langkah-langkah restitusi yang telah diusulkan mereka?
3.Dalam kasus di atas, posisi apakah yang telah diambil oleh Ibu
Eni dalam menangani Fifi dan Natali? Jelaskan jawaban Anda.
4.Jika Anda adalah Pak Hasan, bagaimana Anda menyikapi langkah
yang ditempuh Ibu Santi?


JAWABAN KASUS 1

1. Langkah-langkah restitusi apa saja yang sudah dijalankan oleh Ibu Santi?
a. Menstabilkan identitas
- Menanyakan kepada Fifi dan Natali tentang tindakan mereka terhadap Ibu
Eni
- Menanyakan apakah mereka bersedia memperbaiki masalah yang ada
b. Validasi Tindakan
- Ibu Santi menanggapi bahwa tindakan Fifi dan Natali yang mau meminta
maaf boleh dilakukan apabila bersungguh-sungguh
- Menanyakan kembali apa yang mereka bisa lakukan untuk menggantikan
rasa tidak di hormati Ibu Eni
c. Menanyakan keyakinan
- Menanyakan apa yang akan mereka lakukan untuk memperbaiki masalah,
apakah ada gagasan?


JAWABAN KASUS 1

2. Restitusi yang diusulkan Fifi dan Natali sudah sesuai dengan
pelanggaran yang telah dibuat. Langkah-langkah restitusi yang telah
diusulkan Fifi dan Natali:
a. Menstabilkan identitas
- Mengakui kesalahan dan meminta maaf
b. Validasi Tindakan
- Mengakui bahwa perilaku mereka tidak sesuai dengan keyakinan kelas
c. Menanyakan keyakinan
- Mereka mengadakan diskusi kelompok dengan teman-teman sekelasnya
- Mengirim email kepada Ibu Eni tentang gagasan mereka dalam diskusi


JAWABAN KASUS 1

NO. 3 NO. 4

3. Posisi yang telah diambil oleh 4. Sebagai Pak Hasan,
Ibu Eni dalam menangani Fifi dan mendukung tindakan yang
Natali sebagai teman. Dimana Ibu
ditempuh Ibu Santi
Eni mencoba menyapa dan
mengingatkan Fifi dan Natali
dengan nada suara ramah dan

akrab.


KASUS 2

Sabrina hari itu bangun terlambat, dan terburu-buru
sampai di sekolah. Dia pun akhirnya sampai di gerbang
sekolah, tapi baru menyadari kalau tidak menggunakan
sepatu hitam seperti tertera di peraturan sekolah. Di
depan pintu kelas, Bapak Lukman memperhatikan sepatu

Sabrina yang berwarna coklat. Sabrina berusaha
menjelaskan bahwa dia terburu-buru dan salah

mengenakan sepatu.


KASUS 2 (LANJUTAN)

Pak Lukman menanyakan Sabrina, apa peraturan sekolah
tentang seragam warna sepatu. Sabrina menjawab sudah
mengetahui sepatu harus berwarna hitam, namun terburu-
buru dan salah mengenakan sepatu, selain tidak mungkin
kembali pulang karena rumahnya jauh sekali. Pak Lukman

tetap bersikeras pada peraturan yang berlaku dan
mengatakan, “Ya sudah, kamu sudah melanggar peraturan

sekolah. Kamu salah. Sudah terlambat, salah pula warna
sepatunya. Segera buka sepatumu kalau tidak bisa
mengenakan warna sepatu sesuai peraturan”.


KASUS 2 (LANJUTAN)

Sabrina meminta maaf dan memohon kembali kepada pak
Lukman agar tetap dapat mengenakan sepatunya dan berjanji
tidak akan mengulang kesalahannya. Namun pak Lukman tidak

mau tahu, “Tidak, kamu telah melanggar peraturan sekolah,
kalau tidak sanggup ambil sepatu di rumah atau diantarkan

sepatu ke sekolah, ya sudah kamu tidak bersepatu saja
seharian di sekolah. Sekarang copot sepatumu dan silakan
belajar tanpa sepatu seharian.” Sabrina pun dengan berat hati
mencopot sepatunya dan memberikannya kepada pak Lukman.
Seharian dia tidak berani berkeliling sekolah karena malu, dan

lebih banyak berdiam diri di kelas tanpa alas sepatu.


LAKUKAN ANALISIS

●Dalam kasus di atas, sikap posisi apakah yang diambil oleh
● Bapak Lukman? Jelaskan, apakah indikatornya?

Bila Bapak Lukman mengambil posisi seorang Manajer, kira-
kira apa yang akan dikatakannya, pertanyaan-pertanyaan

●seperti apakah yang akan diajukan ke Sabrina? Jelaskan.
Kira-kira bila Anda adalah Kepala Sekolah di sekolah
tersebut,
-Nilai kebajikan apa yang ingin dituju oleh peraturan harus

berwarna hitam?
-Bagaimana Anda menyikapi langkah yang diambil Pak Lukman

mengenai kasus tersebut?


JAWABAN KASUS 2

1. Sikap posisi yang diambil oleh Bapak Lukman sebagai
Penghukum.
Indikatornya :
- Siswa tidak mematuhi peraturan sekolah yang ada.
- Siswa menjadi tertekan, malu dan berdiam diri.


JAWABAN KASUS 2

2. Pertanyaan Bapak Lukman sebagai Manajer yang akan diajukan
ke Sabrina
- Sabrina, apakah kamu mengetahui jam berapa sekolah dimulai?
- Apa warna sepatu yang sesuai dengan peraturan sekolah?
-Bagaimana kamu akan memperbaiki masalah ini?
- Apakah besuk akan ada masalah untuk kamu agar bisa memakai
sepatu yang sesuai dengan peraturan sekolah?

3. a. Sebagai Kepala Sekolah nilai kebajikan yang ingin dituju oleh
peraturan sepatu harus berwarna hitam : Keadilan dan Disiplin
b. Menyikapi langkah yang diambil Pak Lukman: tidak setuju
sebagai penghukum


KASUS 3

Ibu Dani sedang menjelaskan pelajaran Bahasa Inggris di
papan tulis, namun beliau memperhatikan bahwa Fajar malah
tidur-tiduran dan tampak acuh tak acuh pada pelajarannya.
“Fajar coba jawab pertanyaan nomor 3. Maju ke depan dan

kerjakan di papan tulis”. Fajar pun tampak malas-malasan
maju ke depan, dan sesampai di depan papan tulis pun, Fajar

hanya diam terpaku, sambil memegang buku bahasa
Inggrisnya dan memainkan spidol di tangannya. “Ayo Fajar
makanya jangan tidur-tiduran, lain kali perhatikan! Sudah

sana, duduk kembali, kira-kira siapa yang bisa?”


KASUS 3 (LANJUTAN)

Fajar pun kembali duduk di bangkunya. Hal seperti ini sudah
seringkali terjadi pada Fajar, sepertinya tidak

memperhatikan, acuh tak acuh, dan nilai-nilainya pun tidak
terlalu bagus untuk pelajaran Bahasa Inggris. Pada saat
ditegur oleh ibu Dani, Fajar hanya menjawab, “Tidak tahu

Bu”. Ibu Dani pun menjawab, “Gimana kamu Fajar, kamu gak
kasihan sama Ibu ya, Ibu sudah capek-capek mengajarkan

kamu. Tidak kasihan sama Ibu?” dan Fajar pun diam
membisu.


ANALISIS

●Posisi kontrol apa yang diambil oleh Ibu Dani dalam
● pendekatannya kepada Fajar?

Membaca sikap Fajar, kira-kira kebutuhan apa yang

● diperlukan oleh Fajar?
Bilamana Ibu Dani mengambil posisi Pemantau, apa yang
akan dilakukan atau dikatakan olehnya? Pertanyaan-
●pertanyaan seperti apa yang akan diajukan? Jelaskan.
Apabila Anda adalah kepala sekolah disana dan
mengetahui hal ini, bagaimana tindak lanjut Anda?


JAWABAN KASUS 3

1. Posisi kontrol apa yang diambil oleh Ibu Dani dalam
pendekatannya kepada Fajar : sebagai pembuat orang merasa

bersalah
2. Membaca sikap Fajar, kebutuhan apa yang diperlukan oleh

Fajar adalah
Kalau mapel Bahasa inggris aja maka kebutuhan kesenangan

Kalau dikebanyakan mapel yang lain maka kebutuhan
kebebasan


JAWABAN KASUS 3

3. a. Bila Ibu Dani mengambil posisi Pemantau, yang akan
dilakukan atau dikatakan bertanya: “Fajar, tahukah kamu

sekarang pelajaran apa?”
b. Pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan: “Apakah

kamu sudah mengerti konsekuensi apabila tidak
memperhatikan pelajaran dengan baik?

4. Tindak lanjut yang saya lakukan jika sebagai kepala
sekolah di sekolah Fajar dan mengetahui hal ini: - Menggali
informasi melalui berbagai sumber - Mencari solusi atas

permasalahan Fajar


KASUS 4

Anto dan Dino sedang bermain bersama di lapangan basket,
dan tiba-tiba terlibat dalam sebuah pertengkaran adu
mulut. Dino pun menjadi emosi dan mengadakan kontak
fisik, menarik kemeja Anto dengan kasar, sampai 3
kancingnya terlepas. Pada saat itu guru piket langsung
melerai mereka, dan membawa mereka ke ruang kepala
sekolah. Ibu Kepala Sekolah, Ibu Suti menanyakan Dino
tentang Keyakinan Sekolah yang telah disepakati.


KASUS 4

Ibu Suti melanjutkan bertanya apakah Dino bersedia
memperbaiki kesalahan yang telah dilakukan terhadap Anto?

Dino pun mengangguk. Kemudian Ibu Suti balik bertanya
kepada Anto, hal apa yang bisa dilakukan Dino untuk

memperbaiki masalah. Anto menjawab, “Saya perlu kancing
saya diperbaiki pak. Ibu saya akan sangat marah kalau

melihat kancing baju saya sampai copot 3 kancing begini.”
Ibu Suti pun kembali bertanya ke Dino apakah yang akan dia
lakukan untuk menggantikan 3 kancing Anto yang terlepas?


KASUS 4

Dino berpikir sejenak, namun menjawab, “Wah gak tahu bu, saya
lem kembali mungkin ya bu?” Ibu Suti berpikir sebentar dan
menanggapi, “Kalau di lem akan mudah terlepas kembali Dino.

Bagaimana kalau kamu menjahitkan saja, bersediakah kamu?” Dino
tampak ragu-ragu dan menanggapi, “Menjahit? Mana saya tau
bagaimana menjahit bu.” Ibu Suti meneruskan, “Apakah kamu
bersedia belajar menjahit?” Dino berpikir sejenak, memandang
kemeja Anto, dan menanggapi, “Yang mengajari saya siapa bu?”
Dengan cepat Ibu Suti menjawab, “Pak Irfan, guru Tata Busana”.
Dino kembali diam sejenak, memandang kemeja Anto yang tanpa
kancing.


KASUS 4

Akhirnya Anto mengangguk tanda menyetujui
dan sepanjang siang itu Anto belajar menjahit
dan memperbaiki kemeja Anto. Terakhir kali
terlihat kedua anak laki-laki tersebut Anto dan
Dino pada jam pulang sekolah, mereka sudah
bercengkrama dan bersenda gurau kembali.


ANALISIS KASUS 4

●Posisi kontrol apa yang telah dipraktikkan oleh Kepala

Sekolah Ibu Suti? Hal-hal apa saja yang dilakukannya

● sehingga Anda berkesimpulan demikian?
Dalam kasus tersebut, bagaimana Dino dikuatkan,

● bagaimana Anto dikuatkan oleh Ibu Suti?
Kira-kira nilai-nilai kebajikan (Keyakinan Sekolah) apa
yang dituju dalam kasus tersebut? Jelaskan.


JAWABAN KASUS 4

1. a. Posisi kontrol yang telah dipraktikkan oleh Kepala Sekolah
Ibu Suti sebagai Manajer.

b. Hal-hal yang dilakukan sehingga berkesimpulan demikian :
karena bu suti tidak memberikan hukuman, tidak membuat
orang merasa salah, hanya bertanya yang membuat murid
bercerita terkait masalahnya dan mengajak memperbaiki
masalahnya, membimbing murid untuk dapat mengatur
dirinya

- Mempersilahkan murid mempertanggungjawabkan perilakunya.
- Mendukung murid agar dapat mencari solusi untuk mengatasi
permasalahannya.
- menanyakan keyakinan sekolah yang telah disepakati


LANJUTAN JAWABAN

2. a. Bagaimana Dino dikuatkan oleh Ibu Suti?
Dino dikuatkan dengan kalimat bu Suti membuat kesalahan adalah hal
yang manusiawi, dan bahwa mempertahankan diri adalah hal yang
penting. Kalau di lem akan mudah terlepas kembali Dino. Bagaimana
kalau kamu menjahitkan saja, bersediakah kamu? Kemudian kalimat
"Yang mengajari saya siapa bu?" Dengan cepat Ibu Suti menjawab,
"Pak Irfan, guru Tata Busana"

b. Bagaimana Anto dikuatkan oleh Ibu Suti?
- Anto dikuatkan dengan mendengar kalimat bu Suti ke Dino dan
melihat bajunya yang sudah diperbaiki kancingnya oleh Dino
- Anto kancing bajunya sudah tidak terlepas kembali.


3. Nilai-nilai kebajikan (keyakinan sekolah) yang dituju dalam kasus
tersebut : Tanggung Jawab, toleransi, kreatif, Saling Menghargai, sikap
saling memaafkan, Mau belajar mempelajari hal baru, terbuka dengan
nasihat.

Menghargai karena kesalahan adalah hal yang manusiawi, meskipun
ada kesalahan kita harus tetap menghargainya dan mencari solusi
bukan menghakimi sehingga muncul kepercayaan diri
Percaya Diri karena Dino percaya diri belajar memperbaiki kancing
yang dibimbing oleh Pak Irfan (Guru Tata Busana)
Empati karena dia juga tidak mau temannya dimarahi oleh Ibunya
karena bajunya rusak


Kesimpulan hasil refleksi :
Nilai-nilai kebajikan



Menghargai siswa karena kesalahan adalah
hal yang manusiawi,
Menumbuhkan Percaya Diri
Melatih empati
Mengomunikasikan kesalahan dan menjelaskan secara
baik


THANK
YOU

SEE YOU NEXT TIME


Click to View FlipBook Version