Bab 5
Kerjasama dalam berbagai
bidang kehidupan
PPKN kelas VII
Oleh : Muhamad Nur
GOTONG ROYONG
Gotong royong menjadi cara hidup rakyat Indonesia sejak sebelum kemerdekaan. Adapun berbagai bentuk gotong royong yang
ada dalam masyarakat Indonesia antara lain sebagai berikut:
1. Gotong royong berburu dan mengumpulkan makanan
2. Gotong royong bercocok tanam
3. Gotong royong membangun rumah
TUGAS
TULISKAN MASING MASING CONTOH GOTONG ROYONG
Kerjasama dalam bidang politik
Dalam kehidupan sosial politik, kerja sama dapat dilihat dalam musyawarah. Di
dalam musyawarah, kerja sama yang teriadi adalah kerja sama untuk mencapai
kesepakatan. Bagi semangat Bangsa Indonesia, musyawarah sangat dijunjung
tinggi. Hal bermusyawarah ini terlihat dalam sila keempat Pancasila yang
berbunyi, terlihat dalam sila "Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat
kebijaksanaan keempat Pancasila. dalam permusyawaratan/perwakilan".
Kerakyatan mengandung arti bahwa kekuasaan tertinggi berada di tangan
rakyat. Dengan ini, rakyat berdaulat. Hal ini terwujud dalam sistem demokrasi di
timbul karena adanya kesadaran bahwa manusia mempunyai harkat dan
martabat yang sama sebagai mahluk Tuhan Yang Maha Esa. Itulah sebabnya
manusia menghendaki adanya perlakuan yang sama sesuai dengan
kedudukannya. Hikmah dapat diartikan sebagai suatu kebenaran yang
mengandung manfaat bagi kepentingan umum. Kebijaksanaan adalah dorongan
kehendak yang tertuju pada kebaikan yang rasional dan manusiawi. Kebaikan itu
dijiwai oleh sikap yang adil dan beradab sesuai ajaran agama, atau kerakyatan
yang dijiwai oleh Ketuhanan Yang Maha Esa, dan nilai-nilai kemanusiaan serta
nilai-nilai persatuan.
Kerjasama dalam kehidupan sosial politik antara lain dapat kita wujudkan dengan melakukan hal-hal sebagai
berikut:
1. Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat
2. Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain
3. Mengutakan musyarah ketika mengambil keputusan untuk kepentingan bersama
4. Musyawarah untuk mencapa mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan
5. Menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah dengan itikad baik dan rasa tanggung jawab
6. Musyawah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur
7. Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa,
menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai kebenaran dan keadilan.
Kerjasama dalam kehidupan ekonomi
Kerjasama dalam bidang ekonomi merupakan salah satu bentuk pengamalan sila kelima Pancasila yang berbunyi: “Keadilan Sosial bagi Seluruh
Rakyat Indonesia”. Salah satu bentuk pengamalan sila ini adalah mengembangkan perbuatan-perbuatan yang luhur dan mencerminkan sikap dan
suasana kekeluargaan dan kegotong-royongan.
Kerjasama dalam bidang ekonomi sesuai dengan Pasal 33 UUD 1945 Ayat 1 yang berbunyi: “Perekonomian disusun sebagai usaha bersama
berdasarkan asas kekeluargaan” "Usaha bersama mengacu pada wujud paham mutualisme, yakni suatu kehendak untuk senantiasa
mengutamakan semangat bekerjasama dalam kegotong royongan. "Asas kekeluargaan" menunjukkan adanya tanggungjawab bersama untuk
meniamin kepentingan bersama, kemajuan bersama dan kemakmuran bersama, yang mengutamakan kerukunan dan solidaritas.
Wujud usaha bersama berdasar asas kekeluargaan dalam membangun perekonomian Indonesia yang sesuai pasal 33 UUD 1945 adalah koperasi.
Mohammad Hatta mengatakan, "Koperasi adalah usaha bersama untuk memperbaiki nasib penghidupan ekonomi berdasarkan tolong menolong.
Semangat tolong menolong tersebut didorong oleh keinginan memberi jasa kepada kawan berdasarkan “seorang buat semua dan semua buat
seorang". Menurut Undang-undang Republik Indonesia nomor 25 Tahun 1992 Tentang Perkoperasian, koperasi baik sebagai gerakan ekonomi rakyat
maupun sebagai badan usaha, berperan serta untuk mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur berdasarkan
Pancasia dan Undang-undang Dasar 1945 dalam tata perekonomian nasional yang disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas
kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.
Kerja sama dalam kehidupan ekonomi antara lain dapat diwujudkan dengan melaksanakan hal-hal sebagai berikut:
Mengembangkan perbuatan-perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan gotong-royong
Bersikap Adil
Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban
Menghormati hak-hak orang lain
Suka memberi pertologan kepada orang lain
Menjauhi sikap pemerasan terhadap orang lain
Tidak bersifat boros
Tidak bergaya hidup mewah
Tidak melakukan perbuatan yang merugikan kepentingan umum
Suka bekerja keras
Menghargai hasil karya orang lain
Bersama-sama berusaha mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.
Kerja Sama dalam Bidang Kehidupan Pertahanan dan Keamanan Negara
Pertahahan negara meurut UU Republik Indonesia No. 3 Tahun 2002 Tentang Pertahanan Negara adalah segala usaha untuk
mempertahankan kedaulatan negara, keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan keselamatan segenap bangsa dari
ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara.
Keikutsertaan seluruh warga negara dalam bidang pertahanan dan keamanan diatur dalam pasal 30 UUD 1945 Ayat 1-5.
Keikutsertaan warga negara dalam usaha pertahanan dan keamanan dapat diwujudkan dalam upaya bela negara. Pasal 27 UUD 1945
ayat (3) mengatakan bahwa “Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara.”
Upaya bela negara sebagaimana disebut dalam Penjelasan atas UU Republik Indonesia No. 3 Tahun 2002 Tentang Pertahanan
Negara adalah sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaanya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang
berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara.
Keikutsertaan warga negara dalam upaya bela negara, sebagaimana disebutkan dalam Pasal 9 ayat (2) UU
Republik Indonesai No. 3 Tahun 2002 Tentang Pertahanan Negara diselenggarakan melalui hal-hal berikut:
1. Pendidikan Kewarganegaraan;
2. Pelatihan dasar kemiliteran secara wajib;
3. Pengabdian sebagai prajurit Tentara Nasional Indonesia secara sukarela atau secara wajib;
4. Pengabdian sesuai profesi.
Kerja Sama Antar Umat Beragama
Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang majemuk. Kemajemukan itu tidak hanya dapat dilihat dari
banyaknya etnis, suku, bahasa, budaya, dan adat istiadat. Kemajemukan itu juga dapat dilihat dari
keanekaragaman agama. Kemajemukan ini dapat terjadi karena negara menjamin hak kebebasan penduduk
untuk memeluk agama dan beribadah menurut agama yang dianutnya.
Hal ini dapat dilihat dalam pasal 28E ayat (1) dan (2) serta pasal 29 ayat (2) UUD Negara Republik Indonesia Tahun
1945. Kemajemukan hendaknya dilihat sebagai sesuatu yang dapat memperkaya persatuan. hal ini dapat terjadi
jika kita menjunjung tinggi kerukunan. Tampaknya bahwa kerukunan penting dalam kerja sama antarumat
beragama. Kerja sama antarumat beragama antara lain dapat dilakukan dengan menanggulangi masalah
kelaparan, kebodohan, keterbelakangan, dan kemiskinan di dalam masyarakat.
Scan untuk mengerjakan kegiatan
refleksi